Anda di halaman 1dari 87

TUGAS AKHIR MATA KULIAH

PRAKTIKUM MANAJEMEN PEMASARAN

DOSEN :

Agung Sedayu, S.E., M.M

DISUSUN OLEH :

1. Annisya Bunga P B11.2018.05457


2. Aprilia Sarahwati B11.2018.05463
3. Risky Kusumawardani B11.2018.05494
4. M. Anwar Shadat B11.2018.05016

PROGRAM STUDI S-1 MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO
2020
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh alhamdulillahirabbilalamin. Segala puji


bagi Allah yang senantiasa menolong kami untuk menyusun laporan akhir praktikum
manajemen pemasaran ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan-Nya saya tidak akan
sanggup menyelesaikannya dengan baik.

Pembahasan berkaitan dengan “Materi Praktikum Manajemen Pemasaran”. Atas


semua bantuan yang telah diberikan, tim penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Agung Sedayu, SE, MM selaku Dosen mata kuliah Praktikum Manajemen
Pemasaran.
2. Tim Penyusun laporan tugas akhir praktikum manajemen pemasaran
3. Teman-teman mahasiswa dalam perkuliahan praktikum manajemen pemasaran.

Dalam penulisan tugas akhir ini masih banyak yang kurang, kami mohon maaf serta
menerima kritik dan saran.

Terima kasih. Wassalamu’alaikumwarahmatullaahiwabarakaatuh.

Semarang, Juni 2020

Tim Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................................................................2
Filosofi dan Konsep Pemasaran.........................................................................................................4
Teknologi Informasi dan Sistem Informasi Pemasaran.................................................................18
Lingkungan Pemasaran....................................................................................................................23
Analisis Pasar......................................................................................................................................36
Analisis Persaingan...........................................................................................................................42
Segmenting, Targeting, dan Positioning..........................................................................................49
Strategi Produk..................................................................................................................................53
Strategi Harga....................................................................................................................................63
Strategi Distribusi..............................................................................................................................67
Strategi Promosi................................................................................................................................73
Etika dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan..............................................................................85
Pasar Luar Negeri dan Strategi Pemasaran Global........................................................................87
Ringkasan Pembelajaran Praktikum Manajemen Pemasaran......................................................90
FILOSOFI & KONSEP PEMASARAN

A. FILOSOFI
Perusahaan yang kini sudah berhasil Go Public masuk Bursa Efek Indonesia
itu melalui perjalanan yang cukup panjang. Berawal dari keinginan pasangan suami
istri Siem Thiam Hie yang lahir pada tanggal 28 Januari 1897 dan wafat 12 April
1976 bersama istrinya Ibu Rakhmat Sulistio yang terlahir pada tanggal 13 Agustus
1897 dengan nama Go Djing Nio dan wafat 14 Februari 1983, memulai usaha
pertamanya dengan membuka usaha Melkrey, yaitu usaha pemerahan susu yang besar
di Ambarawa.
Akibat terjadi perang Malese pada tahun 1928 usaha Melkrey yang mereka
rintis terpaksa gulung tikar dan mengharuskan mereka pindah ke Solo pada tahun
1930. Pasangan ini kemudian memulai usaha toko roti dengan nama Roti Muncul.
Lima tahun kemudian, dengan berbekal kemahiran Ibu Rakhmat Suistio dalam
mengolah jamu dan rempah-rempah, pasangan ini memutuskan untuk membuka usaha
jamu di Yogyakarta.
Tahun 1941, mereka memformulasikan Jamu Tolak Angin yang saat itu
menggunakan nama Jamu Tujuh Angin. Ketika perang kolonial Belanda Yang kedua
di tahun 1949, mereka mengungsi ke Semarang dan mendirikan usaha jamu dengan
nama Sido Muncul, yang artinya “impian yang terwujud”. Di Jalan Mlaten
Trenggulun No 104 itulah, usaha jamu rumahan dimulai dengan dibantu oleh tiga
orang karyawan.
Pada tahun 1970, dibentuk persekutuan komanditer dengan nama CV Industri
Jamu & Farmasi Sido Muncul. Kemudian pada 1975, bentuk usaha ini berubah
menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido
Muncul, diman seluruh usaha dan aset dari CV Industri Jamu dan Farmasi Sido
Muncul digabungkan, dan dilanjutkan oleh perseroan terbatas ini.
Karena permintaan pasar yang semakin tinggi, membuat generasi kedua dari
pendiri PT Sido Muncul, Desy Sulistio, memutuskan untuk memindahkan pabrik ke
Lingkungan Industri Kecil di Jalan Kaligawe Semarang pada tahun 1984. Kemudian
dimulailah pembangunan pabrik yang dilengkapi dengan fasilitas modern, hingga
dapat berkembang pesat seperti saat ini, dan menjadi pelopor perusahaan jamu dengan
standar farmasi.
Pada tahun 1997 diadakan peletakaan batu pertama pembangunan pabrik baru
di Klepu, Ungaran, oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X dan disaksikan Direktur
Jendral Pengawasan Obat dan Makanan saat itu.
Pabrik baru yang berlokasi di Klepu, kecamatan Bergas, Ungaran dengan luas
sekitar 30 hektar tersebut diresmikan oleh Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan
Sosial Republik Indonesia, pada 11 november 2000. Saat peresmian pabrik, Sido
Muncul menerima dua sertifikat sekaligus, yaitu Cara Pembuatan Obat Tradisional
yang Baik ( CPOTB) dan Cara Sido Muncul sebagai satu-satunya pabrik jamu
berstandar farmasi. Lokasi pabrik sendiri terdiri dari bangunan pabrik seluas sekitar 8
hektar dan sisannya menjadi kawasan pendukung lingkungan pabrik.
Pada tahun 2004 Sido Muncul membuat divisi baru yaitu “Divisi Food”
produk yang pertama dibuat adalah minuman energi “Kuku Bima Energi “ dengan
rasa original. Produk – produk yang telah diproduksi saat ini oleh Sido Muncul ada
lebih dari 250 jenis produk dengan produk unggulan Tolak Angin, Kuku Bima Energi,
Alang Sari Plus, Kopi Jahe Sido Muncul, Kuku Bima Kopi Gingseng, Susu Jahe,Jamu
Komplit, dan Kunyit Asam.
Kini, produk – produk Sido Muncul telah berhasil diekspor ke beberapa
negara Asia Tenggara( Malaysia,Singapura,Brunei), Australia, Korea, Nigeria,
Algeria, Hongkong, USA, Saudi Arabia, Mongolia, dan perusahaan asal Thailand,
Vietnam, dan Jepang.
Tepat tanggal 18 November 2013, Sido Muncul yang memiliki 109distributor
di seluruh Indonesia kembali melakukan perubahan. Saat ini PT Jamu dan Farmasi
Sido Muncul, Tbk. Telah menjadi Pabrik Jamu terbesar di Indonesia dan masih akan
terus berkembang dan kini tercatat dengan kode saham dari perseroan SIDO di Bursa
Efek Indonesia.

B. STRATEGI PEMASARAN
Segmenting, Targeting & Positioning

 Segmentasi Geografis
PT. Sido Muncul adalah perusahaan jamu tradisional dan farmasi dengan
menggunakan mesin-mesin mutakhir, Perusahaan ini memiliki banyak varian produk
yang dapat dikonsumsi di mana saja baik di daerah perkotaan ataupun pegunungan
karena produk-produknya bersifat konsumsi
 Segmentasi Demografis
Jenis Kelamin : Pria dan Wanita
Umur : Untuk anak-anak ataupun dewasa
 Segmentasi Perilaku
Produk yang dihasilkan sangat bervariasi dan dikelompokkan sesuai dengan
manfaatnya. Tiap produk punya klasifikasi masing-masing yang mana dapat
dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan konsumer.
Targeting
Kita tahu bahwa perusahaan memiliki banyak variasi produk ada yang energy
drink, healthy drink, Herbal Supplement ini punya pasarnya masing-masing artinya
target yang dituju semua kalangan, tidak kenal usia.
Positioning
Menjadi Perusahaan Obat Herbal Makanan Minuman Kesehatan Dan Pengolahan
Bahan Baku Herbal Yang Dapat Memberikan Manfaat bagi Masyarakat Dan
Lingkungan.
a. Periklanan
PT. Jamu Sido Muncul dalam memasarkan Tolak Angin menggunakan iklan
melalui media masa terutama televisi. Iklan Tolak Angin Sangat dikenal dengan
Tagelinenya Orang Pintar Tolak Angin yang mempengaruhi khalayak bahwa
dalam memilih obat masuk angin perlu minum tolak angin. Tagline ini diperkuat
dengan visual orang sukses dan cukup terkenal seperti Ronald Kasali seorang
akademisi dan pemasaran, Lula Kamal seorang artis dan dokter, Agnes Monica
sebagai Pemuda Berbakat. Iklan Tolak Angin saat ini tidak semata-mata bersifat
persuasif tetapi di dalam iklan Tolak Angin terdapat informasi-informasi yang
menunjukkan bahwa Tolak Angin suda cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia.
Iklan bukan hanya menjadi sarana utama untuk memasarkan produk tetapi
menjadi pengingat dan informasi apa saja yang dilakukan oleh Tolak Angin untuk
menjaga loyalitas konsumen. Iklan juga digunakan unuk memperkuat brand Tolak
Angin ini, supaya nama Tolak Angin ini melekat kuat di dalam benak masyarakat.
b. Promosi Penjualan
Salah satu bentuk promosi yang dilakukan oleh PT. Sido Muncul dalam
memasarkan jamu Tolak Angin dengan permen Tolak Angin dalam satu paket.
Keuntungan yang di dapat adala amu Tolak Angin dapat terual dan sekaligus
mengenalkan produk baru PT.Sido Muncul. Bentuk lain promosi penjualan adalah
sebagai Event Sponsorship. Dalam beberapa event televisi Tolak Angin seringkali
menjadi sposor utama seperti Realtiy Superstar pada awal tahun 2000an di
Indosiar dan sponsor acara musik Karnaval di SCTV.
Sebagai sponsor utama Tolak Angin mendapatkan banyak keuntungan,
sebagai mana dilansir dalam Malang Post dalam acara Karnaval SCTV di kota
Malang pada tanggal 15 Mei 2010 dapat mengadakan relaunching produk turunan
Tolak Angin yang diperuntukkan bagi anak-anak Selain itu keuntungan lain yang
di dapatkan oleh Tolak Angin adalah mereka dapat menjual secara langsung lewat
stand-stand yang disediakan di tempat acara berlangusng dengan memberikan
doorprize dan hadiah-hadiah menarik lainnya.
c. Public Relation
Dalam pemasaran tentunya perlu dimbangi oleh reputasi perusahaan maupun
produk yang bagus. PT. Sido Muncul ternyata tidak melupakan hal ini, PT. Sido
Muncul membangun kawasan Argowisata dengan lahan seluas 1,5 hektar dari
lahan 7 hektar kawasan yang dimiliki oleh pabrik PT. Jamu Sido Muncul., dan
sisanya menjadi kawasan pendukung lingkungan pabrik.
PT. Jamu Sido Muncul memberikan akses yang seluas-luasnya untuk kunjungan
ke lingkungan pabrik. Dalam kunjungan itu terdapat kegiatan-kegiatan edukasi
tentang jamu-jamuan dan tanaman herbal sehingga masyarakat dapat melihat
kegiatan-kegiatan yang ada di lingkungan pabrik. Masyarakat yang datang juga
mendapatkan manfaat tentang edukasi tanaman herbal yang berkahsiat bagi
kesehatan.
Kegiatan Public Relations yang diadakan oleh Tolak Angin dalam hal ini tentunya
pihak PT. Sido Muncul adalah mengadakan kegiatan Mudik Gratis setiap tahun.
PT. Jamu Sido Muncul memfasilitasi para pemudik dengan memberikan pelayan
angkutan gratis untuk pulang kampung yang kebanyakan pesertanya adalah para
penjual jamu. Kegiatan ini secara jangka pendek memang tidak terlalu nampak
hasilnya tetapi dalam jangka panjang dapat membentuk loyalitas yang tinggi
konsumen.
d. Direct Selling
Direct Selling merupakan a system of marketing by which organizations
communicate directly with target customers to generate a response or transaction.
Direct Selling ini dapat dilakukan melalui telemarketing, email dan lain-lain.
Kegiatan direct selling dalam kasus Tolak angina ini tidak terlalu nampak
dipermukaan tetapi strategi direct selling juga dilakukan oleh pihak Tolak Angin.
Direct selling ini tidaklah langsung dilakukan kepada konsumen tetapi lebih
banyak ditujukan kepada distributor sehingga distributor dapat menyalurkan
produk Tolak Angin secara luas. Tentanya direct selling yang dilakukan
dipadukan dengan program-program yang lain sepertinya insentif atau discount
yang merupakan bagian dari sales promosi.
e. Personal Selling
Pemasaran secara personal selling mencakup penjualan melalui orang ke
orang secara langsung. Kaitan dengan personal selling yang dilakukan dalam
proses pemasaran Tolak Angin tentunya sangat mempengaruhi volume penjualan.
Personal selling Tolak Angin ini dilakukan oleh para penjual pedagang eceran di
bus-bus. Selain dilakukan oleh pedagang pengecer personal selling ini juga
dipadukan dalam kegiatan marekting yang lain sebagai contoh pembukaan stan di
suatu event seperti ketika Tolak Angin menjadi seponsor utama Karnaval SCTV,
PT Sido Muncul membuka stand yang melayani penjualan langsung dan melalui
SPG yang mendatangi pengunjung acara dengan menawarkan produk Tolak
Angin. Personal selling ini sangat bagus untuk memberikan sebtuhan personal
dalam kegiatan marketing dan juga seller dapat memberikan penjelasan manfaat
produk kepada calon konsumen.
Tentunya dalam kaca mata Integrated Communication Marketing pelaksanaan
kegiatan pemasaran yang di atas kadang-kadang dilakukan secara bersama-sama.
Seperti misalnya ketika Tolak Angin menjadi sponsorship suatu acar maka di
tempat tersebut dibuka stand untuk penjualan secara langsung, atau ketika direct
marekting dilakukan maka pihak Sido Muncul akan memberikan diskount-
discount atau insetif bagi para pengecer. Kegiatan Publik Relation yang diadakan
seperti agrowisata di kompleks pabrik Sido Muncul ada program lain seperti sales
promosi dengan menjual paket-paket jamu dengan harga yang lebih murah dan
juga terdapat proses personal selling.
1. “Pengertian Needs, Wants, dan Demands secara umum.”
a.      Kebutuhan (Needs)
keharusan dasar manusia.
b.  Keinginan (Wants)
kebutuhan menjadi keinginan ketika diarahkan kepada obyek spesifik yang
mungkin dapat memuaskan kebutuhan.
c.   Permintaan (Demands)
permintaan adalah keinginan terhadap suatu produk yang didukung oleh
kemampuan untuk membayar.
A. Kebutuhan.
Produk jamu herbal, khususnya produk jamu PT Sido Muncul Tbk. adalah produk jamu
Indonesia yang menyesuaikan dengan perkembangan permintaan masyarakat. Produk jamu
herbal PT Sido Muncul Tbk. terbuat dari bahan tumbuhan alami, dan diracik secara
tradisional. Kebutuhan akan konsumen yang begitu melimpah menjadikan Sido Muncul yang
dulunya hanya penjual jamu keliling, sekarang Sido Muncul sudah menjadi perusahaan yang
besar dan dikenal oleh penjuru dunia. Produk-produk yang telah di produksi sampai saat ini
oleh Sido Muncul ada lebih dari 250 jenis produk unggulan Tolak Angin, Kuku Bima Energi,
Alang Sari Plus, Kopi Jahe Sido Muncul, Kuku Bima Kopi Ginseng, Susu Jahe, Jamu
Komplit dan Kunyit Asam. Bahkan seluruh produk dari Sido Muncul di ekspor hingga ke
Korea.
B. Keinginan. 
Produk jamu herbal, khususnya produk jamu PT Sido Muncul Tbk. memiliki beberapa
kategori produk, misalnya kategori “Daya Tahan Tubuh” yang terdiri dari 2 macam
produk: Echinacea dan Lingzhi yang memiliki manfaat sama yaitu memelihara daya tahan
tubuh. Untuk memelihara daya tahan tubuh, mereka dapat mengkonsumsi salah satu dari
produk tersebut. Pemilihan salah satu produk yang dikonsumsi ini merupakan keinginan dari
konsumen.
C. Permintaan.
Permintaan yang ada di PT Sido Muncul Tbk. termasuk dalam permintaan individu dan
permintaan kolektif atau pasar. Hal ini karena di dahului adanya kebutuhan maupun
keinginan dari konsumen. Harga untuk 1 (satu) sachet Jamu Tolak Angin sangat terjangkau,
dapat dibeli oleh siapapun, dan dimanapun. Hal ini merupakan salah satu faktor dimana
semua konsumen yang ingin mengkonsumsi Jamu Tolak Angin memiliki kemampuan untuk
membelinya.
2. Diskusikan 5 (lima) macam orientasi organisasi terhadap konsumen yang akan
menjadi konsep dasar atau landasan filosofi pelayanan dan pemenuhan kebutuhan dan
keinginan serta permintaan konsumen!
Falsafah Marketing Manajemen
Dalam menjalankan kegiatan pemasaran, perusahaan dapat berpedoman pada salah satu dari
falsafah atau konsep berikut:
1. Konsep Produksi
Perusahaan yang mengadopsi konsep ini, berfikir bahwa barang maupun jasa yang dihasilkan
harus murah sehingga dapat dibuat kapan saja dan di mana saja agar tidak terjadi masalah
dalam penjualan. Perusahaan ini mencoba manajemen pemasaran melalui upaya penurunan
biaya produksi dan penguatan sistem distribusi.
2. Konsep Produk
Perusahaan yang menggunakan konsep ini memercayai bahwa, kualitas barang atau jasa yang
dihasilkan perusahaan haruslah bagus sehingga mudah menarik konsumen.  Kualitas yang
bagus pasti memengaruhi harga, sedangkan bagi sebagian konsumen, harga yang murah
masih menjadi tujuan utama untuk membeli barang.
3. Konsep Penjualan
Konsep ini merupakan orientasi manajemen yang beranggapan bahwa, perusahaan harus
memikirkan usaha penjualan untuk memengaruhi konsumen membeli produknya. Para
konsumen pada umumnya tidak akan membeli dalam jumlah yang cukup banyak tanpa
didorong dengan motivasi penjualan.
4. Konsep Pemasaran
Konsep ini beranggapan bahwa tugas pokok perusahaan ialah menentukan kebutuhan,
keinginan, dan penilaian dari pasar yang menjadi sasaran, serta menyesuaikan kegiatan
perusahaan agar dapat menyampaikan kepuasan yang diinginkan pasarnya secara lebih
efisien dan efektif. Perusahaan yang menggunakan konsep pemasaran menganggap bahwa
kepuasan konsumen adalah segalanya, sehingga barang atau jasa yang dihasilkan harus sesuai
kebutuhan mereka.
5. Societal Marketting Concept
Perusahaan dengan konsep ini percaya bahwa sebuah kesuksesan bisnis akan dipengaruhi oleh
kepuasan pelanggan dan memiliki dampak baik yang dapat diterima masyarakat umum,
sehingga konsep ini memungkinkan untuk digunakan dan disukai banyak konsumen. Saat ini
sudah banyak perusahaan yang mempertimbangkan aspek etika, lingkungan dan sosial atas
aktivitas strategi pemasaran mereka. Perusahaan selalu berusaha mencari barang-barang yang
lebih baik dalam arti lebih menarik dan lebih bermanfaat bagi konsumen. Konsumen akan
membeli dari perusahaan-perusahaan yang menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan dan
kepuasan mereka.

3. Berdasarkan hasil diskusi no.2, buatlah analisis konsep dasar apakah yang digunakan oleh
PT Sido Muncul Tbk.! Lengkapilah analisis saudara dengan contoh yang ada dalam kasus!

Konsep dasar yang digunakan oleh PT Sido Muncul Tbk. ada 5 konsep, yaitu Konsep
Produksi, Konsep Produk, Konsep Penjualan, Konsep Pemasaran, dan Societal Marketting
Concept. Konsep tersebut kami simpulkan dari:
Konsep Produksi.
Dengan meningkatnya permintaan pasar, dan produksi semakin besar, dilakukan
pembangunan pabrik baru di Klepu, Ungaran. Dengan merelokasi pabrik sederhana ke pabrik
yang lebih modern dengan mesin-mesin modern. Pembangunan pabrik yang dilengkapai
dengan fasilitas modern, yang kini dapat berkembang pesat dan menjadi pelopor perusahaan
jamu dengan standar farmasi. Lebih 250 jenis produk yang diproduksi oleh PT Sido Muncul
Tbk, dengan produk unggulan Tolak Angin, Kuku Bima Energi, Alang Sari Plus, Kopi Jahe
Sido Muncul, Kuku Bima Kopi Ginseng, Susu Jahe, Jamu Komplit, dan Kunyit Asam.
Konsep Produk.
Produk jamu herbal dari PT Sido Muncul Tkb. memiliki kualitas yang baik. Terbuat dari
bahan tumbuhan alami, diracik secara tradisional. Proses produksi jamu di PT. Sido Muncul
Tbk ini yang pertama adalah penerimaan bahan baku (tumbuhan alami), bahan baku yang
datang segera dicek, setelah terbukti memnuhi standar permintaan dan standar penggunaan
kemudian bahan baku dimasukkan ke dalam gudang penyimpanan. Bahan baku yang akan
dipakai diambil dari gudang penyimpanan kemudian di sortasi atau di pisahkan, pemisahan
produk yang sudah bersih menjadi bermacam macam mutu atas dasar sifat fisik produk.
Setelah disortasi kemudian bahan baku di dicuci, dikeringkan, digiling, lalu dicampur.
Setelah penyampuran selesai, hasilnya dialirkan melalui pipa untuk dilakukan proses
pengemasan primer menggunakan mesin dua line dan delapan line. Kemudian ke proses
pengemasan sekunder, produk yang sudah jadi dicek kembali dengan cara uji sampel. Setelah
selesai proses pengemasan sekunder kemudian produk siap untuk didistribusikan.
Konsep Penjualan.
PT Sido Muncul telah berhasil merubah citra jamu sebagai produk yang dipandang
ketinggalan jaman, dan dianggap sebagai alternatif terakhir daripada obat-obatan farmasi
sudah mulai memudar. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan Jamu Tolak Angin dari Sido
Muncul yang berhasil mengubah image-nya dengan slogan ”Orang Pintar Minum Tolak
Angin.” Produk-produk dari PT Sido Muncul Tbk. ini akan laris dipasaran jika produk
tersebut didesign, dibungkus, dan dijual, dengan harga yang menarik, disalurkan melalui
saluran distribusi yang tepat dan dipromosikan dengan baik.
Konsep Pemasaran.
PT Sido Muncul Tbk. telah berhasil mencapai penjualan tertinggi dan reputasi yang baik
sebagai industri jamu terbesar di Indonesia. Salah satu tujuan PT Sido Muncul Tbk. adalah
meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui pola
hidup sehat, pemakaian bahan-bahan alami, dan pengobatan secara natural, ini merupakan
kesan baik dari pembeli terhadap perusahaan, hal ini sangat berpengaruh terhadap
tercapaianya semua tujuan perusahaan.
Societal Marketting Concept
PT Sido Muncul Tbk. sebagai perusahaan yang telah berdiri sejak 1951, merupakan
perusahaan herbal bertaraf modern yang berupaya memberikan produk-produk yang baik dan
menyehatkan bagi seluruh konsumennya, dengan demikian memberikan nilai positif bagi
masyarakat. PT Sido Muncul Tbk, bermanfaat bagi lingkungan, berupa karya dan aktivitas
untuk pengembangan lingkungan hayati, pembangunan kawasan pabrik ramah lingkungan,
melakukan penelitian dan pelestarian keanekaragaman hayati, dan pengelolaan limbah
dengan sempurna. Selain bagi lingkungan, PT Sido Muncul Tbk. juga sudah melakukan
kegiatan tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility) dengan membantu apa
yang menjadi kebutuhan masyarakat dan sebaliknya, masyarakat akan mengenal dan
mengetahui apa yang telah perusahaan lakukan. Beberapa macam kegiatan CSR dimulai dari
Mudik Lebaran Gratis, Operasi Mata Katarak, Pemeriksaan Mata Anak Sekolah Dasar, Dana
Amal untuk Berbagi Panti Asuahan dan Dana Bantuan untuk Penderita Hidrosephallus,
Promo Pariwisata Melalui Iklan Kuku Bima Energi, dan Program Go Green Sido Muncul.

4.      Mengacu pada teori hirarki kebutuhan Maslow, menurut saudara termasuk dalam
kelompok hirarki kebutuhan apakah produk-produk PT Sido Muncul Tbk.?

Model Susunan Kebutuhan (Hierarchy of needs model). Menurut H. Maslow, ada 5 (lima)


macam kebutuhan dasar:
1. Fisiologi
Kebutuhan yang terdiri dari kebutuhan oksigen, makanan, air, dan suhu tubuh relatif
konstan. Kebutuhan fisiologi adalah kebutuhan kuat karena jika seseorang tidak diberi
semua kebutuhan, fisiologis yang akan datang pertama dalam pencarian seseorang
untuk kepuasan.
2. Keselamata,
Menurut Maslow, orang-orang yang tidak merasa aman mempunyai tingkal laku yang
berbeda. Mereka akan bertingkah laku seperti orang yang memiliki ancaman besar.
Orang yang merasa tidak aman otomatis akan mencari kestabilan dan akan berusaha
keras menghindari hal-hal atau keadaan yang asing atau yang tidak diharapkan.
Dalam manajer implikasinya kebutuhan ini, manajer dapat memberikan jaminan
keamanan kepada karyawan, seperti lingkungan yang aman, tempat yang higienis,
atau jaminan pensiun, sehingga mereka merasa aman baik dalam lingkungan ataupun
finansial.
3. Kasih sayang dan perasaan diterima dalam suatu lingkungan (belongingness)
Maslow berpendapat bahwa kebutuhan cinta merupakan cinta yang memberi dan cinta
yang menolak. Kita perlu memahami cinta, mengamalkannya, menciptakannya, dan
mengajarkannya. Dalam manajer implikasinya, kebutuhan ini berhubungan dengan
kebutuhan sosial. Manajer perlu mendorong tim untuk mengatur kegiatan sosial. Dari
kegiatan sosial tersebut akan menciptakan persahabatan dan keluarga. Dengan begitu
kebutuhan akan kasih sayang dapat terpenuhi.
4. Kehormatan dan kedudukan
Kebutuhan untuk mencapai kedudukan yang lebih tinggi daripada orang lain baik
dalam bidang keahlian, nama baik maupun prestise. Menurut Maslow, kebutuhan
akan penghargaan juga terbagi atas dua tingkatan, yaitu tingkatan yang rendah dan
tinggi. Tingkatan rendah yaitu kebutuhan untuk menghormati orang lain, kebutuhan
status, ketenaran, reputasi, perhatian, apresiasi, martabat, dan dominasi. Kebutuhan
yang tinggi ialah kebutuhan harga diri seperti perasaan, keyakinan, kompetensi,
prestasi, penguasaan, kemandirian, dan kebebasan. Maslow berpendapat, apabila
kebutuhan harga diri sudah teratasi, maka manusia siap memenuhi kebutuhan pada
tingkat yang lebih tinggi lagi.
5. Aktualisasi Pribadi
Keinginan untuk mengetahui, memahami, mensistematisasikan, mengorganisasikan,
dan membangun suatu sistem nilai. Menurut Maslow, kebutuhan ini ialah kebutuhan
yang dimiliki manusia untuk melibatkan diri sendiri untuk menjadi apa yang sesuai
keinginannya berdasarkan kemampuan diri. Manusia akan memenuhi hasratnya sesuai
dengan kemamuan yang dimiliki pada dirinya.
Menurut Maslow, Kebutuhan yang pertama menguasai tingkah laku seseorang sampai
kebutuhan tersebut dipenuhi, kemudian kebutuhan yang kedua menjadi dominan
sampai kebutuhan tersebut dipuaskan, dan demikian seterusnyaa. Teori Maslow
memberi petunjuk pada penjual mengenai cara mengetahui kebutuhan konsumen, dan
mengapa kebutuhan tersebut berubah dengan berjalannya waktu.

PRODUK-PRODUK SIDO MUNCUL:


Kategori produk-produk dengan merek SidoMuncul yang diproduksi oleh PT Sido Muncul
Tbk. tersebut masuk dalam kebutuhan Fisik, yaitu Kebutuhan akan kelangsungan hidup,
produk makanan dan minuman. Kebutuhan fisiologi merupakan kebutuhan paling dasar yang
lebih berhubungan pada kebutuhan fisik, seperti kebutuhan makanan, minuman, tempat
berteduh, seks, tidur, dan oksigen. Kebutuhan fisiologi merupakan kebutuhan yang memiliki
potensi besar untuk menuju ke tingkat kebutuhan berikutnya. 
Produk-produk yang diproduksi oleh PT Sido Muncul Tbk. merupakan Produk ke 1
(kebutuhan). Misalkan, seseorang yang sedang masuk angin dia membutuhkan obat, PT Sido
Muncul Tbk. memiliki produk yang dibutuhkan tersebut yaitu Jamu Tolak Angin, salah
satunya. Seseorang yang sedang sakit (kebutuhan 1) tidak akan tertarik pada seni rupa
modern (kebutuhan 5), bahkan tidak peduli apakah orang menyayangi atau menghormatinya
(kebutuhan 3 dan 4), dan tidak peduli juga apakah udara yang dihirupnya bebas polusi
(kebutuhan 2).

Teknologi Informasi dan Sistem Informasi Pemasaran


Apakah faktor teknologi informasi akan mempengaruhi bisnis PT Sido Muncul Tbk? Bila ya,
sebut dan jelaskan pengaruh yang ditimbulkan serta strategi apakah yang digunakan PT Sido
Muncul Tbk. Dalam menghadapi pengaruh tersebut!

1. Ya, Penerapan Teknologi Informasi dalam dunia bisnis memberikan pengaruh


terhadap perubahan dalam kebiasaan yang baru. PT Sido Muncul Tbk. dituntut untuk
selalu siap menghadapi perubahan, hal ini karena tuntutan pasar yang berubah dari
waktu ke waktu. Faktor Teknologi Informasi telah menjadi bagian yang sangat
penting dalam setiap rencana bisnis. Dalam dunia bisnis, Teknologi Informasi
dibutuhkan untuk memberikan peningkatan terhadap layanan bisnis yang terjadi pada
PT Sido Muncul Tbk.

Peran Teknologi Informasi dimanfaatkan PT Sido Muncul Tbk. seperti:


- e-commerce sebagai media perdagangan, jaringan www
(http://www.sidomuncul.co.id/) yang memberikan pengetahuan serta sumber
informasi tentang PT Sido Muncul Tbk. yang diperoleh dengan mudah dan cepat,
- e-dagang juga perlu teknologi basis data/database  untuk menyimpan dokumen PT
Sido Muncul Tbk. yang dilakukan secara digital dari dokumen pada server dan
perangakat penyimpanan yang dapat diakses oleh pihak yang berkepentingan terlepas
dari lokasi geografis,
- e-surat/email sebagai sarana komunikasi antar karyawan, pemasok, dan pelanggan
PT Sido Muncul Tbk.
- Customer Relationship Management / call center, sebuah sistem yang dapat
menangkap setiap interaksi perusahaan terhadap para pelanggan, sehingga terdapat
data kronologis pelanggan jika sewaktu-waktu dibutuhkan, keuntungan bagi
perusahaan adalah meningkatkan kinerja terhadap produktivitas

Strategi dalam menghadapi pengaruh tersebut

- PT Sido Muncul Tbk. mempunyai sistem informasi pemasaran yang mandiri


Sistem informasi pemasaran adalah kegiatan perseorangan dan organisasi yang
memudahkan dan mempercepat bubungan pertukaran yang memuaskan dalam
lingkungan yang dinamis melalui penciptaan pendistribusian promosi dan penentuan
harga barang,jasa dan gagasan.
- Komponen Sistem Informasi Pemasaran

Input Sistem Informasi Akuntansi (AIS): Mengumpulkan data yang menjelaskan


transaksi pemasaran perusahaan.   Intelejen Pemasaran: Mengumpulkan
informasi dari lingkungan perusahaan yang berkaitan dengan operasi
pemasaran. Riset Pemasaran: Peneliti pemasaran melakukan penelitian khusus
mengenai operasi pemasaran.

Basis Data (Data Base) Pemasaran 


Data base yang digunakan oleh subsistem output berasal dari Data Base. Beberapa
data dalam data base adalah unik bagi fungsi pemasaran, tapi banyak yang berbagi
dengan area fungsional lain.

Output Pemasaran

Tiap subsistem output menyediakan informasi tentang subsistem itu sebagai bagian
dari baruan yaitu Produk (product): Produk apa yang dibeli pelanggan untuk
memuaskan kebutuhannya. Promosi (Promotion): Meningkatkan atau mendorong
penjualan.Tempat (Place): Cara mendistribusikan produk secara fisik kepada
pelanggan melalui saluran distribusi.Harga (Price): Terdiri dari semua element yang
berhubungan dengan apa yang dibayar oleh pelanggan

Diskusikan, sebagai perusahaan yang sudah sangat besar apakah PT Sido Muncul Tbk
mempunyai sistem informasi pemasaran yang mandiri? Beri contoh!

2. Ya, Model Pemasaran

Model digunakan untuk menghasilkan informasi yang relevan yang sesuai dengan
kebutuhan pemakai sistemnya. Model merupakan cetakan yang merubah bentuk input
menjadi output. Model di sistem informasi pemasaran banyak digunakan untuk
menghasilkan laporan keperluan anggaran operasi, strategi penentuan harga produk,
evaluasi produk baru, pemilihan lokasi fasilitas, evaluasi penghapusan produk lama,
penunjukan salesman, penentuan rute pengiriman yang paling optimal, pemilihan media
iklan yang paling efektif dan untuk persetujuan kredit.

Subsistem Sistem Informasi Pemasaran

- Subsitem Penelitian Pemasaran ( Riset Pemasaran )

Subsistem penelitian pemasaran merupakan sistem yang berhubungan dengan


pengumpulan, pencatatan dan analisis data pelanggan dan calon pelanggan. Manajer
pemasaran dapat menggunakan penelitian pemasaran untuk mengumpulkan segala jenis
informasi tetapi sebagian besar kegiatan ditujukan pada pelanggan dan calon pelanggan

Data Primer dan Sekunder

Data Primer adalah data yang dikumpulkan perusahaan. Sedangkan Data Sekunder
adalah data yang dikumpulkan oleh orang lain. Teknik yang digunakan dalam
pengumpulan data primer adalah wawancara mendalam, pengamatan dan pengujian
terkendali. Beberapa data sekunder harus dibeli dan sering tersedia dalam bentuk pita
magnetik atau disket untuk memudahkan pemasukan kedalam CBIS data sekunder
yang lain seperti tersedia di perpustakaan

- Subsistem Intelijen Pemasaran

Tiap area fungsional bertanggung jawab untuk menghubungkan perusahaan dengan


elemen-elemen tertentu dilingkungan pemasaran yang memiliki tanggung jawab
utama pada pelanggan dan pesaing. seperti area fungsional lainnya, pemasaran yang
memiliki tanggungjawab pada pemerintah dan komunitas global.

- Subsistem Produk

Subsistem produk berguna untuk membuat rencana produk baru.

Siklus hidup produk

Tugas manajer pemasaran adalah mengembangkan strategi dan taktik untuk tiap unsur
dalan bauran pemasaran dan kemudian mengintegrasikan menjadi suatu rencana
pemasaran yang menyeluruh. Suatu kerangka kerja yang disebut siklus hidup produk
mengarahkan manajer dalam membuat keputusan-keputusan ini seperti arti namanya
siklus hidup produk.

Model evaluasi produk baru

Keputusan untuk mengembangkan produk baru harus dipertimbangkan secara matang


dan dengan dasar keuangan yang baik dan dibuat oleh eksekutif. Perusahaan yang
memperkenalkan banyak produk baru mengembangkan suatu prosedur formal yang
mempertimbangkan faktor-faktor seperti potensi tingkat keuntungan dan efisinsi
penggunaan sumber daya.

- Subsistem Tempat

Pengambilan keputusan terhadap penentuan tempat yang sesuai dengan pelemparan


produk yang dihasilkan sangat menentukan tingkat penjualan produk. Untuk itu,
posisi subsistem ini sangat vital dalam keberadaannya.

- Subsistem Promosi

Subsistem harga berfungsi untuk membantu menetapkan harga terhadap produk yang
dihasilkan.
Penentuan Harga berdasarkan Biaya: Beberapa perusahaan menggunakan harga
berdasarkan biaya dengan menentukan biaya-biaya mereka dan menambahkan
markup yang diinginkan. Jika perusahaan memiliki SIA baik,tersedia data biaya yang
akurat membuat tugas subsistem harga menjadi mudah untuk mendukung penentuan
harga berdasarkan biaya.

Lakukan riset kecil untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap produk jamu pada
umumnya dan khususnya untuk jamu herbal “Sido Muncul Tbk”! Buat kesimpulan untuk
hasil riset saudara!

3. Sido Muncul Tbk bermula dari sebuah industri rumah tangga yang dikelola oleh Ibu
Rahmat Sulistio pada 1940 di Yogyakarta, dengan dibantu oleh hanya 3 (tiga) orang
karyawan. Banyaknya permintaan terhadap kemasan jamu yang lebih praktis
mendorong beliau memproduksi jamu dalam bentuk serbuk. Seiring dengan kemajuan
usaha, pengolahan jamu Ibu Rahmat Sulistio dipindahkan dari Yogyakarta ke
Semarang.

Memiliki visi Menjadi perusahaan obat herbal, makanan-minuman kesehatan, dan


pengolahan bahan baku herbal yang terkemuka dan memberikan manfaat bagi
masyarakat dan lingkungan. Perusahaan turut andil dalam kompetisi secara global
dengan memasarkan produk kepasar Internasional.

Jika melihat dari aspek bahan baku, Indonesia memiliki keunggulan dengan adanya
keanekaragaman, sehingga sangat potensial untuk dikembangkan baik di pasar lokal
maupun global. Di Indonesia, terdapat sekitar 30.000 jenis tanaman herbal, walaupun
baru sekitar 350 jenis tanaman yang sudah dimanfaatkan oleh industri. Untuk itu,
inovasi dan promosi berkelanjutan adalah dua hal krusial yang sangat perlu dijalankan
oleh industri jamu dan obat tradisional, salah satunya adalah dengan cara bersinergi
dalam kegiatan penelitian dan pengembangan dengan lembaga riset dan perguruan
tinggi. Hal ini bertujuan untuk menciptakan inovasi produk sesuai kebutuhan pasar
saat ini.
Lingkungan Pemasaran
1. Lakukan identifikasi dan analisis lingkungan mikro PT Sido Muncul Tbk.! Lengkapi
jawaban Saudara dengan pengaruh yang disebabkan oleh lingkungan tersebut.
2. Lakukana identifikasi dan analisis lingkungan makro PT Sido Muncul Tbk.! Lengkapi
jawaban Saudara dengan pengaruh yang disebabkan oleh lingkungan tersebut.
3. Berdasarkan analisis lingkungan tersebut di atas, buatlah analisis SWOT-nya
(Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats)!
4. Buatlah kesimpulan dari pembahasan di atas!
5. Apakah yang dimaksud dengan green product, green market, dan green marketing?
Apakah PT Sido Muncul Tbk. juga menerapkan konsep tersebut? Jelaskan dan
lengkapi dengan contoh yang bisa saudara cari dari sumber lain!

JAWABAN :

1. LINGKUNGAN MIKRO

Kekuatan-kekuatan yang dekat dengan perusahaan yang mempengaruhi kemampuannya


melayani pelanggan.

Meliputi:

1. Perusahaan                                        4.     Pelanggan           


2. Supplier                                               5.     Pesaing
3. Perantara pemasaran                      6.     Masyarakat
1)  Perusahaan

Lingkungan Perusahaan adalah lingkungan eksternal yang memberikan pengaruh langsung


terhadap kegiatan usaha, meliputi Manajemen tingkat atas, Keuangan, R&D, Pembelian,
Produksi, dan Akuntansi. Sido Muncul memperluas ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan
adalah bergerak dalam perindustrian jamu dan farmasi, perdagangan, pengangkutan darat,
jasa, dan pertanian. Secara keseluruhan, semua departemen ini memberikan dampak pada
rencana dan tindakan departemen pemasaran. Di bawah konsep pemasaran, semua fungsi ini
harus “berpikir mengenai pelanggan”, dan harus bekerja dengan serasi untuk menyediakan
nilai dan kepuasan superior bagi pelanggan.

2)   Pemasok/supplier: menunjang kelangsungan operasi perusahaan.

Penyedia input mempunyai daya tawar yang tinggi bila perusahaan tersebut menjadi satu-
satunya penyedia bahan baku bagi perusahaan lain yang membutuhkan inputnya. Sido
Muncul mempunyai pemasok sendiri, oleh karena itu kekuatan daya tawar menawar dari
pemasok tidak begitu tinggi, sehingga hal ini menguntungkan perusahaan. Para pemasok
bahan baku Sido Muncul berasal dari para petani yang ada diseluruh nusantara dengan
standar kualitas yang baik. Proses pembelian dilakukan setiap penen raya. Oleh karena itu
Sido Muncul berusaha menjalin hubungan yang baik dengan para pemasok supaya mereka
tetap menjual hasil panennya. Daerah yang telah menjadi mitra kerjasama kami adalah
Semarang, Karanganyar, Boyolali, Wonogiri, Magelang, Kendal, Wonosobo, Blora dan
Banyumas.

3) Perantara pemasaran,

Perantara pemasaran misalnya distribotur, pengecer yang berperan dalam pendistribusian


hasil-hasil produksi ke konsumen.

Pengercer: Toko obat, Apotik, Toko klontong, Swalayan, Warung jamu, Kasongan, dan toko


kecil-kecil lainnya.

Distributor:

PT Muncul Mekar merupakan perusahaan distribusi untuk memasarkan produk-produk Sido


Muncul, yang selanjutnya ditunjuk sebagai distributor tunggal perusahaan jamu dan farmasi
Sido Muncul. PT Muncul Mekar didirikan tepat pada tahun 1975 berkantor pusat di Jalan
Mlaten Trenggulun nomor 102 Semarang, dibawah pimpinan Sofyan Hidayat. Dalam
melaksanakan kegiatan perusahaan ini menempati sebuah rumah biasa dengan belasan
karyawan, serta mengandalkan 3 buah mobil untuk kanvaser/pemasaran luar kota dan 5
motor untuk pemasaran dalam kota, Muncul Mekar mengawali distribusinya di Pulau Jawa.
Dalam perkembangannya, Muncul Mekar berhasil membuka empat kantor Perwakilannya di
Jakarta yang membawahi pemasaran Jabodetabek, Sumatera dan Pontianak, Jawa Barat
mencakup wilayah pemasarannya termasuk provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah mencakup
wilayah pemasaran provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur mencakup wilayah pemasaran
provinsi JawaTimur, Indonesia bagian Tengah dan Indonesia bagianTimur. Seiring
berkembangnya distribusi dan masuknya sistem komputerisasi maka Muncul Mekar mulai
berbenah dalam bidang SDM terutama untuk skill, training dan motivasi khususnya bagi
salesman dan tenaga pemasaran. Dengan menerapkan sistem komputerisasi yang terintegrasi
sehingga memudahkan dalam pelaporan data penjualan dan marketing sampai di pelosok-
pelosok kota hingga kecamatan. Hal ini tentunya akan mendukung ketersediaan produk di
tiap-tiap wilayah dan membantu penentuan langkah-langkah lebih lanjut untuk kemajuan
perusahaan. Sampai sekarang dari 4 perwakilan Muncul Mekar telah berkembang menjadi
109 Sub Perwakilan dan Distributor beberapa cabang dan Sub Perwakilan dari kota-kota
Provinsi, Kabupaten dan bahkan Kecamatan mulai dari Sabang sampai Merauke sesuai
tingkat kemajuan dan jumlah penduduk wilayah tersebut.

4)  Pelanggan     
Pelanggan adalah seseorang atau sekelompok orang yang membeli produk atau jasa untuk
digunakan secara pribadi, dijual kembali, ataupun diproses lebih lanjut.

PT Sido Muncul telah mempunyai pelanggan dari masyarakat atas, menengah dan ke bawah
karena biasanya masyarakat lebih memilih produk herbal atau alami dari pada obat–obatan
yang mengandung zat kimia karena pada obat–obatan kimia akan menimbulkan efek samping
terhadap tubuh. Oleh karena itu perusahaan mempunyai posisi yang lebih lemah dari pada
pembeli, karena pembeli dapat berpaling ke perusahaan atau obat lain dengan mudah.
Sebagai anak Perusahaan dari PT Sido Muncul Tbk, PT Berlico Mulia Farma yang telah
memproduksi sekitar 80 jenis obat dan melakukan kerjasama dengan 50 Pedagang Besar
Farmasi (PBF) untuk mendirstribusikan produk perusahaan ke lebih dari 16 kota besar di
seluruh Indonesia, dan akan terus meningkatkan jumlah kerjasama dengan PBF baik dalam
dan maupun luar negeri. Pelanggan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup
perusahaan, terbukti PT Sido Muncul Tbk telah berhasil memiliki market share tertinggi dan
reputasi yang baik sebagai industri jamu terbesar di Indonesia.

5) Pesaing

Dalam usahanya melayani kelompok pasar pelanggan, perusahaan tidaklah sendiri. Usaha
suatu perusahaan untuk membangun sebuah system pemasaran yang efisien guna melayani
pasar gelati disaingi oleh perusahaan lain. Sistem pemasaran dan strategi yang
diterapkan perusahaan dikelilingi dan dipengaruhi oleh sekelompok pesaing. Para pesaing ini
perlu diidentifikasi dan dimonitor segala gerakan dan tindakannya didalam pasar.

Perusahaan-perusahaan pesaing perusahaan Sido Muncul: PT Air Mancur, Produsen jamu


dan kosmetika air mancur, PT Industri jamu Borobudur, PT jamu Iboe Jaya, PT Industri jamu
Jago, PT jamu Indonesia Simona, dan lain-lain perusahaan farmasi

Di tengah persaingan di sektor industri jamu yang ketat, maka untuk dapat terus bertahan dan
menjadi market leader, dibutuhkan rumusan strategi yang tepat dalam menyiasati dan
mengelola kondisi eksternal yang kompleks dan internal perusahaan itu sendiri. Salah satunya
dengan inovasi.

6) Masyarakat

PT Sido Muncul Tbk. menjadi perusahaan terbuka, tujuannya agar perusahaan ini langgeng
dan dipercaya oleh masyarakat.
CSR Besarkan Sido Muncul. Kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang sudah
dilakukan sejak tahun 1991 membuat PT Sido Muncul Tbk. jadi semakin besar. Karena
dengan apa yang dilakukan itu setidaknya dapat membantu apa yang menjadi kebutuhan
masyarakat dan sebaliknya masyarakat bakal mengenal dan mengetahui apa yang telah
dilakukan perusahaan. Ada beberapa macam kegiatan yang sudah dilakukan oleh Sido
Muncul dalam melaksanakan kegiatan CSR mulai dari Mudik Lebaran Gratis, Operasi Mata
Katarak, Pemeriksaan Mata Anak Sekolah Dasar, Dana Amal untuk Berbagi Panti Asuhan,
dan Dana Bantuan untuk Penderita Hidrosephallus, Promo Pariwisata Melalui Iklan Kuku
Bima Energi, dan Program Go Green Sido Muncul.

2. LINGKUNGAN MAKRO

Adalah lingkungan eksternal yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan usaha


Kekuatan-kekuatan sosial yang lebih besar yang mempengaruhi lingkungan mikro. Meliputi:

1.      Demografis                 4.  Teknologi

2.      Ekonomi                      5.  Politik

3.      Alam                           6.  Budaya

1.      Demografis

Lingkungan demografis/kependudukan menunjukkan keadaan dan permasalahan mengenai


penduduk, seperti distribusi penduduk secara geografis, tingkat kepadatannya, kecenderungan
perpindahan dari satu tempat ke tempat lain distribusi usia, kelahiran, perkawinan, ras, suku
bangsa dan struktur keagamaan. Ternyata hal diatas dapat mempengaruhi strategi pemasaran
suatu perusahaan dalam memasarkan produknya karena publiklah yang membentuk suatu
pasar.

2.      Ekonomi

Lingkungan ekonomi menunjukkan sistem ekonomi yang diterapkan, kebijakan-kebijakan


pemerintah yang berkenaan dengan ekonomi, penurunan dalam pertumbuhan pendapatan
nyata, tekanan inflasi yang berkelanjutan, perubahan pada pola belanja konsumen, dan
sebagainya yang berkenaan dengan perkonomian.

3.      Alam
Lingkungan alam meliputi sumber daya alam yang diperlukan sebagai masukan bagi pemasar
atau yang dipengaruhi oleh kegiatan pemasaran. Lingkungan alam memperlihatkan tiga
gejala utama:

a. Kelangkaan bahan mentah tertentu


b. Tingkat polusi yang lebih tinggi
c. Semakin banyaknya intervensi pemerintah dalam manajemen Sumber Daya Alam
d. Kepeduliaan lingkungan menciptaan peluang pasar bagi perusahaan yang waspada.

4.      Teknologi

Lingkungan teknologi rnenunjukkan peningkatan kecepatan pertumbuhan teknologi,


kesempatan pembaharuan yang tak terbatas, biaya penelitian dan pengembangan yang tinggi,
perhatian yang lebih besar tertuju kepada penyempurnaan bagian kecil produk daripada
penemuan yang besar, dan semakin banyaknya peraturan yang berkenaan dengan perubahan
teknologi.

Lingkungan teknologi menciptakan peluang dan tantangan. Ketika produk dan teknologi
semakin kompleks, masyarakat harus tahu bahwa produk dan teknologi aman.

5.      Politik

Setiap perusahaan pasti diatur oleh undang-undang. Perusahaan sido muncul sebagai satu-
satunya pabrik jamu yang berstandar farmasi UU RI no 7 tahun 1963 tentang farmasi, pasal 4
tentang produksi dan distribusi perbekalan di bidang farmasi di tetapkan dengan peraturan.
Perundang-undangan misalkan tentang perihal impor/ekspor penyedia obat-obatan ditetapkan
dengan peraturan pemerintah. Hal-hal mengenai konsumsi dan pekerjaan kerfarmasian diatur
dengan peraturan menteri kesehatan.

6.      Budaya

Lingkungan ini menunjukkan keadaan suatu kelompok masyarakat mengenai aturan


kehidupan, norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat, pandangan
masyarakat dan lain sebagainya yang merumuskan hubungan antar sesama dengan
masyarakat lainnya serta lingkungan sekitarnya.

Nilai budaya terdiri dari institusi dan kekuatan yang mempengaruhi nilai, persepsi, selera,
dan perilaku konsumen
3. ANALISIS SWOT
(STRENGTHS, WEAKNESSES, OPPORTUNITIES, AND THREATS)
- STRENGTH
1) Pengalaman
Perjalanan panjang dari segelas jamu. Dimulai dari tahun 1982 membuka usaha
Melkrey yaitu usaha pemerahan susu yang besar di Ambarawa (gulung tikar). Tahun
1940 mendirikan usaha rumahan, tahun 1941 memformulasikan Jamu Tolak Angin
dengan nama Jamu Tujuh Angin, dan sampai tahun 2013 berhasil masuk Bursa Efek
Indonesia dengan kode saham dari Perseroan SIDO
2) SDM yang handal
Saat ini PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk didukung lebih dari 3000
karyawan dengan tingkat pendidikan bervariasi dan ditempatkan sesuai dengan
keahlian, kemampuan dan kapasitasnya masing-masing. Sebagai pendukung
perusahaan ini juga memiliki tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu, seperti biologi,
ekonomi, farmasi, pertanian, hukum, teknologi pangan, teknik kimia, teknik elektro,
dll.
3) Fasilitas pabrik yang lengkap
Dengan standar ISO 17025 yang telah diberikan kepada laboratorium instrumentasi
ini, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. melakukan pengukuran kualitas
bahan baku pembuatan berbagai produk.
4)  Menjadi satu-satunya pabrik jamu berstandar farmasi
5) Menerima dua sertifikat, yaitu Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik
(CPOTB) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) setara dengan farmasi.
6) Distribusi tersebar
Dari 4 perwakilan Muncul Mekar telah berkembang menjadi 109 Sub Perwakilan dan
Distributor beberapa cabang dan Sub Perwakilan dari kota-kota Provinsi, Kabupaten,
bahkan Kecamatan mulai dari Sabang sampai Merauke sesuai tingkat kemajuan dan
jumlah penduduk wilayah tersebut. Selain itu Produk-produk PT Sidomuncul dijual
ke pasar luar negeri melalui jalur ekspor.
7)  Variasi Produk
Produk-produk yang telah diproduksi ada lebih dari 250 jenis produk dengan
produk unggulan Tolak Angin, Kuku Bima Energi, Alang Sari Plus, Kopi Jahe
Sido Muncul, Kuku Bima Kopi Ginseng, Susu Jahe, Jamu Komplit, dan Kunyit
Asam.
8)  Inovasi produk
9) à Serbuk, Instan, Komplit (serbuk dan instan), Cair (cairan obat dalam), Kapsul,
Tablet/Pil, Permen/Candy.
- WEAKNESS
1) Perusahaan PT Sido Muncul Tbk. merupakan sebuah perusahan keluarga,
namun pada tahun 2013 perusahaan ini Go Publick masuk ke Bursa Efek
Indonesia.
2) Dari beberapa informasi yang ada menunjukkan bahwa PT Sido Muncul
belum mempunyai alat untuk mengeringkan bahan baku sehingga hanya
mengandalkan cara tradisional (matahari) sehingga pada musim hujan
pengeringan tidak sempurna. Untuk mengatasi masalah tersebut PT Sido
Muncul mengambil bahan baku dari pengumpul. Proses produksi menjadi
sangat tergantung pada pasokan bahan baku pengepul, namun di tahun 2010
Sido Muncul mendirikan SHI sebagai pabrik bahan bakunya.

- OPPORTUNITIES
1)  Teknologi
PT Sido Muncul yang merupakan pabrik berstandar pabrik farmasi
Standar Pabrik: GMP, CPOTB, CPOB. Kawasan pabrik terintegrasi mulai dari
penelitian bahan baku, produk, proses produksi, pengelolaan lingkungn hingga sampai
pada layanan public.

`  Laboratorium: Akreditasi Nasional (KAN) & ISO 17025.

Fasilitas laboratorium lengkap: Lab. Analisa (Kimia, Mikrobiologi, Instrumentasi),


Formulasi, Mikrobiologi, stabilitas, famakognosi, farmakologi, toksikologi, & Lab.
Klinik.
2) Selera masyarakat
Perubahan gaya hidup serba instant membuat masyarakat kembali kepada produk-
produk herbal (obat- obatan tradisional), karena dirasa produk-produk herbal dapat
memberikan banyak manfaat dan tidak menimbulkan efek samping. Hal ini sejalan
dengan misi PT Sido Muncul. Banyaknya permintaan terhadap kemasan jamu yang
lebih praktis, mendorong Sido Muncul untuk berinovasi, memproduksi jamu dalam
bentuk serbuk, Instan, Komplit (serbuk dan instan), Cair (cairan obat dalam), Kapsul,
Tablet/Pil, Permen/Candy.
3) Menjadi sponsor dalam berbagai promosi kesehatan
Dengan menjadi salah satu sponsopr dalam berbagai kegiatan promosi kesehatan
dapat membentuk suatu image yang bagus.PT Sido Muncul Tbk. telah berhasil
memiliki market share tertinggi dan reputasi yang baik sebagai industri jamu terbesar
di Indonesia. Salah satu tujuan PT Sido Muncul Tbk. adalah meningkatkan kesadaran
masyarakat tentang pentingnya membina kesehatan melalui pola hidup sehat,
pemakaian bahan-bahan alami, dan pengobatan secara naturopathy, ini merupakan
kesan baik dari pembeli terhadap perusahaan, hal ini sangat berpengaruh terhadap
tercapaianya semua tujuan perusahaan.
- THREATMENT
1) Persaingan industri jamu di Indonesia tumbuh sangat pesat. Karena kini selera
masyarakat banyak yang beralih kepada obat-obat tradisional, menyebabkan
permintaan akan produk-produk herbal terus meningkat, sehingga PT Sido
Muncul yang merupakan perusahaan jamu pertama kali di Indonesia menjadi
besar dan berkembang dan tidak heran jika saat ini banyak pesaing-pesaing yang
mencoba mendirikan perusahaan obat tradisional dan tidak tanggung-tanggung
mencoba untuk menjatuhkan image produk Sido Muncul dengan cara
“Memlesetkan” salah satu iklan dari PT Sido Muncul. Seperti Iklan “Orang Pintar
Minum Tolak Angin” yang diplesetkan dengan Iklan “Orang Pintar Ngapain”
2) Selain persaingan yang ketat krisis ekonomi juga berpengaruh terhadap industri
jamu. Ditengah krisis ekonomi saat ini menyebabkan kondisi bahan-bahan baku
produk tidak stabil, pembiayaan proses produksi, distribusi dan lain-lain menjadi
semakin mahal, karenanya dibutuhkan solusi yang tepat bagi PT Sido Muncul
untuk menyiasati kondisi seperti ini.
4. KESIMPULAN DARI PEMBAHASAN DI ATAS

memaksimalkan kekuatan (strengths), menutupi kelemahan (weaknesses), memanfaatkan


peluang (opportunities), dan menangkal semua ancaman (threats) yang datang.

Analisis SWOT

PT SIDO MUNCUL Tbk.


Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Kekuatan (Strength)

Faktor Strategis Nilai Bobot Rating Skor


Produk yang terjangkau 4 0,23 3 0,69
Distribusi tersebar di seluruh Indonesia 3 0,18 3 0,54
Didukung oleh SDM yang handal 3 0,18 3 0,54
Fasilitas pabrik yang lengkap 3 0,18 3 0,54
Merupakan perusahaan jamu terbesar di Indonesia 4 0,23 4 0,92
Total 17 1 16 3,23
 Ukuran pembobotan:                            Ukuran Rating Kekuatan:

1 = Sedikit Penting                                   1= Sedikit Kuat

2 = Agak Penting                                      2= Agak Kuat

3 = Penting                                                  3= Kuat

4 = Sangat Penting                                   4= Sangat Kuat

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Kelemahan (Threath)

Faktor Strategis Nilai Bobot Rating Skor


Belum mempunyai alat pengering bahan baku 3 0,5 -3 -1,5
Proses produksi bergantung pada pasokan bahan
3 0,5 -2 -1
baku pengepul
Total 6 1 -5 -2,5
Ukuran pembobotan:                             Ukuran Rating Kelemahan:

1 = Sedikit Penting                                   -1= Sedikit Lemah

2 = Agak Penting                                       -2= Agak Lemah

3 = Penting                                                  -3= Lemah

4 = Sangat Penting                                   -4= Sangat Lemah

Kuesioner Eksternal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Peluang(Opportunity)


Faktor Strategis Nilai Bobot Rating Skor
Kebutuhan tekonologi yang canggih untuk
4 0,4 3 1,2
proses produksi
Selera masyarakat 3 0,3 3 0,9
Menjadi sponsor dalam berbagai promosi
3 0,3 3 0,9
kesehatan
Total 10 1 9 3,0
Ukuran pembobotan:                             Ukuran Rating Peluang:

1 = Sedikit Penting                                  1= Sedikit Berpeluang

2 = Agak Penting                                     2= Agak Berpeluang

3 = Penting                                               3= Berpeluang

4 = Sangat Penting                                   4= Sangat Berpeluang

Kuesioner Eksternal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Ancaman (Threath)

Faktor Strategis Nilai Bobot Rating Skor


Permintaan produk herbal terus meningkat 3 0,3 3 0,9
Pembiayaan proses produksi mahal 3 0,3 3 0,9
Bahan baku produksi tidak stabil 3 0,3 2 0,6
Total 9 0,9 11 2,4
Ukuran pembobotan:                             Ukuran Rating Ancaman:

1 = Sedikit Penting                                   -1= Sedikit Mengancam

2 = Agak Penting                                      -2= Agak Mengancam

3 = Penting                                                -3= Mengancam

4 = Sangat Penting                                   -4= Sangat Mengancam

4.Dari hasil tabel diatas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1.               Skor Kekuatan    =   3,23


2.               Skor Kelemahan =   -2,5

3.               Skor Peluang       =   3,0

4.               Skor Ancaman    =   -2,4

5. GREEN PRODUCT, GREEN MARKET, DAN GREEN MARKETING


- Green Product
1) Produk yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen namun tidak
melanggar aturan-aturan tentang lingkungan.
2) Upaya untuk meminimalkan limbah ketika proses produksi di samping
memaksimalkan produk yang dibuat sekaligus memenuhi syarat ramah lingkungan.
3) Konsep Green Product melahirkan kebijakan baru dalam dunia produksi, yaitu
ekolabel. Ekolabel memanfaatkan sumber daya alam di sekitar semaksimal mungkin
dan membuang limbah seminimal mungkin. 
- Green Market
Isue lingkungan hidup sudah menjadi fokus bisnis dewasa ini. Perhatian  pada kondisi
alam telah mengubah paradigm pandangan perusahaan, pemasar, dan konsumen untuk
memberi kontribusi pada perubahan menuju kebaikan bagi alam itu sendiri. Green is
now mainstream, demikian Ottman memberikan satu simpulan akan kondisi
lingkungan sebagai hal yang mutlak dipahami pelaku bisnis (Ottman, 2011).
Dikatakannya bahwa green market akan semakin bertumbuh dan dewasa (grow &
mature), memanfaatkan peluang akan memberi peluang meningkatkan market share
dalam persaingan.
- Green Marketing
1) Merupakan pemasaran yang menggunakan isu – tentang lingkungan sebagai strategi
untuk memasarkan produk.
2) Green marketing dalam perusahaan meliputi beberapa hal seperti proses produksi,
proses penentuan harga, proses promosi, dan proses distribusi.
3) menurut American Marketing Association adalah pemasaran suatu produk yang
diasumsikan sebagai produk yang ramah lingkungan.

- Program Go Green Sido Muncul


Untuk mendukung program ‘Go Green’, perusahaan banyak berpartisipasi melalui program
penghijauan di daerah-daerah tandus atau pun pantai yang sering terkena erupsi, seperti
berpartisipasi dalam penanaman 10.000 bibit pohon mangrove pada saat memperingatan
Maulid Nabi Muhammad SAW di Pantai Moro Demak bulan April tahun 2012. Untuk di area
lingkungan pabrik, untuk mengatasi masalah limbah cair, dilokasi pabrik kami dipasang
instalasi pengolahan air limbah sehingga air limbah dapat diolah menjadi air untuk
menyirami tanaman. Sedangkan limbah padat dari buangan sisa ekstraksi akan diolah
menjadi pupuk organik. Dengan upaya penanganan limbah tersebut, diharapkan Sido Muncul
menjadi perusahaan yang ramah lingkungan. Setidaknya lokasi seputar pabrik pun akan lebih
asri karena tanaman yang tumbuh subur. Jika perusahaan besar mampu melakukan gerakan
hijau, tentu pada skala yang lebih kecil, bisa dilakukan hal yang sama.

1) Sido Green Company, Let’s Go Green!

            Sido Muncul secara konsisten berupaya untuk melestarikan aneka tanaman obat yang
ada di Indonesia. Untuk menangani limbah cair, dipasang instalasi pengolahan air limbah
sehingga air limbah dapat diolah menjadi air untuk menyirami tanaman.

            Sedangkan limbah padat dari buangan sisa ekstraksi akan diolah menjadi pupuk
organik. Dengan upaya penanganan limbah tersebut, diharapkan Sido Muncul menjadi
perusahaan yang ramah lingkungan. Lokasi seputar pabrik pun lebih asri karena tanaman
yang tumbuh subur. Jika perusahaan besar mampu melakukan gerakan hijau, tentu pada skala
yang lebih kecil, bisa dilakukan hal yang sama. Saatnya hidup lebih hijau untuk kepentingan
kita bersama

2) Pengolahan Sampah dan Limbah

           Aktifitas kegiatan pabrik jamu tidak bisa dilepaskan dari timbulnya limbah dan
sampah. Namun apabila dibiarkan, akan menimbulkan masalah. Sebagai perusahaan yang
bahan bakunya berasal dari tanaman, Perseroan tidak ingin kehadirannya menghasilkan
limbah yang dapat merusak lingkungan. Kami percaya bahwa kemajuan perusahaan juga
ditentukan oleh hal tersebut. Maka dari itu, kami memanfaatkan limbah dan sampah
menjadikan agar mampu menjadi berkah tersendiri. Kami berkomit mentinggi dalam
mengelola sampah, sehingga dapat mengelola dengan professional. Hasilnya cukup
memuaskan, sebab kini kawasan pabrik kami bebas sampah, dan limbah pun termanfaatkan,
juga memberi nilai tambah.
Analisis Pasar
1. Apakah yang dimaksud dengan pasar konsumen dan pasar industri atau bisnis?
Jelaskan dan berikan contoh!
2. Siapakah pasar PT SidoMuncul Tbk?
3. Buatlah contoh proses pembelian yang mungkin dilakukan oleh konsumen terhadap
produk PT SidoMuncul Tbk! Jelaskan!
4. Buatlah riset kecil yang ditujukan kepada pasar konsumen PT Sido Muncul Tbk
tentang perilaku pembelian mereka. Pastikan riset tersebut mengandung 5W
(who,what, where, when dan why) dan 1H (how much / many / often / far). Buatlah
kesimpulan dari hasil riset tersebut!
5. Lakukan indentifikasi, siapa sajakah pasar bisnis PT SidoMuncul Tbk? Buatlah riset
kecil yang ditujukan kepada pasar bisnis tersebut tentang proses pengambilan
keputusan mereka. Apakah kesimpulannya?
Jawaban :
1. Pasar konsumen adalah sekelompok pembeli yang melakukan pembelian suatu barang
untuk dikonsumsikan dan bukan untuk dijual atau diproses lebih lanjut. Kelompok ini
pada umumnya terdiri dari pembeli individual/pembeli rumah tangga (non bisnis).
Sedangkan pasar bisnis adalah pembeli yang melakukan pembelian suatu barang
untuk dipergunakan dalam memproduksi produk atau dengan tujuan dijual lagi atau
disewakan kepada pihak lain dengan mengambil keuntungan. Kelompok ini pada
umumnya terdiri dari perusahaan atau organisasi yang berorientasi profit (bisnis).
2. PT. SidoMuncul bermula dari sebuah industri rumah tangga pada tahun 1940, dikelola
oleh Ibu Rahkmat Sulistio di Yogyakarta, dan dibantu oleh tiga orang karyawan.
Banyaknya permintaan terhadap kemasan jamu yang lebih praktis, mendorong beliau
memproduksi jamu dalam bentuk yang praktis (serbuk), seiring dengan kepindahan
beliau ke Semarang, maka pada tahun 1951 didirikan perusahan sederhana dengan
nama SidoMuncul yang berarti “Impian yang terwujud”dengan lokasi di Jl. Mlaten
Trenggulun.Dengan produk pertama dan andalan, Jamu Tolak Angin, produk jamu
buatan Ibu Rakhmat mulai mendapat tempat di hati masyarakat sekitar dan
permintaannyapun selalu meningkat. Dalam perkembangannya, pabrik yang terletak
di Jl. Mlaten Trenggulun ternyata tidak mampu lagi memenuhi kapasitas produksi
yang besar akibat permintaan pasar yang terus meningkat, Di tahun 1984 pabrik
dipindahkan ke Lingkungan Industri Kecil di Jl. Kaligawe, Semarang. Guna
mengakomodir demand pasar yang terus bertambah, maka pabrik mulai dilengkapi
dengan mesin-mesin modern, demikian pula jumlah karyawannya ditambah sesuai
dengan kapasitas yang dibutuhkan (kini jumlahnya mencapai lebih dari 2000 orang).
Untuk mengantisipasi kemajuan dimasa datang, dirasa perlu untuk membangun unit
pabrik yang lebih besar dan modern, maka di tahun 1997 diadakan peletakan batu
pertama pembangunan pabrik baru di Klepu, Ungaran oleh Sri Sultan
Hamengkubuwono ke-10 dan disaksikan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan
Makanan saat itu, Drs. Wisnu Kaltim.Pabrik baru yang berlokasi di Klepu,
Kecamatan Bergas, Ungaran dengan luas sekitar 30 hektar tersebut diresmikan oleh
Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Republik Indonesia saat itu pada 11
November 2000. Saat peresmian pabrik, Perseroan sekaligus menerima dua sertifikat,
yaitu Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (“CPOTB”) dan Cara Pembuatan
Obat yang Baik (“CPOB”) setara dengan farmasi, dan sertifikat inilah yang
menjadikan Perseroan sebagai satu-satunya pabrik jamu berstandar farmasi. Lokasi
pabrik sendiri terdiri dari bangunan pabrik seluas ekitar 8 hektar dan sisanya menjadi
kawasan pendukung lingkungan pabrik.
3.

4. What (Apa)
Sebelum mulai menyusun strategi pemasaran, kita harus memahami dan mengerti
semua hal yang berkaitan dengan produk. Kita harus mengenali semua jenis produk
yang kita miliki. Tanpa terkecuali.
Apa saja produk yang kita miliki?
Apa produk kita? Barang, jasa, atau apa? Apapun itu, pelajari satu demi satu produk
yang kita miliki, bahkan hafal di luar kepala kalau perlu. Pengertian, jenis, spesifikasi,
dan prosedur-prosedur untuk masing-masing produk harus benar-benar kita kuasai.
Jangan sampai terjadi kita gagap ketika menjelaskan produk. Terlebih lagi, ketika kita
dituntut untuk melakukan presentasi.
Apa saja kelebihan dan kekurangan produk yang kita miliki?
Mengetahui kelebihan dan kekurangan produk kita itu mutlak hukumnya. Kelebihan
dari produk yang kita miliki adalah nilai jual yang harus kita tonjolkan ketika kita
melakukan pemasaran. Begitu pula dengan kekurangan produk kita. Ketika kita
memahami betul bahwa produk kita memiliki kekurangan, maka kelebihan dari
produk kitalah yang harus kita gunakan untuk menyamarkan kekurangan tersebut.
Menyamarkan tidak sama dengan menutupi, ya. Kekurangan produk kita tetap kita
informasikan setelah semua keunggulannya kita beritahukan. Sehingga, nasabah tidak
merasa dibohongi dan produk kita tetap memiliki nilai jual yang tinggi.
Who (Siapa)
Siapa, dalam hal ini adalah siapa sasaran dan target kita.
Setelah mengetahui spesifikasi masing-masing produk dan mengetahui kelebihan dan
kekurangannya, langkah selanjutnya adalah menentukan pangsa pasarnya. Siapa yang
menjadi target kita. Siapa yang kita prediksikan menjadi sasaran dari produk kita.
Untuk dapat mengetahui siapa target dan sasaran kita, masing-masing produk harus
dipilah dan diklasifikasikan. Pelajari kriteria dan persyaratan dari produk yang kita
miliki, kemudian sesuaikan dengan sasaran yang akan kita bidik. Perlu juga kiranya
mempelajari garis besar karakter masyarakat, komunitas, atau kelompok yang akan
kita pilih menjadi sasaran pemasaran. Sehingga, kita dapat lebih mempersiapkan diri
ketika harus berhadapan dengan target dan sasaran kita.
Dengan cara demikian, kita bisa lebih fokus dalam memasarkan karena target dan
sasaran jelas. Kita juga bisa lebih maksimal dalam membekali diri dengan
pengetahuan tentang produk yang akan kita pasarkan. Selain itu, kita juga bisa lebih
hemat dan efisien karena  telah memiliki gambaran pasti mengenai siapa dan seperti
apa sasaran yang akan kita hadapi. Misalnya, produk A akan sesuai untuk kalangan A,
sedangkan produk B sasarannya adalah karyawan B.
When (Kapan)
Kapan, sangat berkaitan dengan penentuan atau pemilihan waktu yang tepat untuk
melakukan pemasaran. Menentukan waktu yang tepat atau setidaknya sesuai, secara
tidak langsung sama dengan memetakan sasaran kita. Kita dituntut untuk dapat
membuat kategori waktu yang disesuaikan dengan jenis produk yang kita miliki,
kemudian barulah sasaran kita pilah-pilah berdasarkan kategori waktu yang telah kita
buat. Atau dapat dikatakan menyesuaikan dengan “momen”nya.
Momen atau waktu yang tepat dapat mempermudah pemasaran kita. Karena tingkat
kebutuhan masyarakat selalu berubah-ubah sesuai dengan waktunya. Bila kita bisa
lebih jeli mengamati dan memilah-milah waktu berdasarkan kebutuhan masyarakat,
kita akan sangat terbantu dalam melakukan pemasaran. Pemasaran kita bisa lebih
efektif dan maksimal bila sesuai dengan momennya.
Kita bisa mengatur strategi yang tepat untuk mendongkrak penjualan pada waktu itu,
karena saingan kita juga pasti tidak sedikit. Atau setidaknya, sebulan atau dua bulan
sebelum kenaikan kelas, kita telah “mencuri” start untuk mencari chanel atau jaringan
terlebih dahulu, sehingga penjualan kita bisa lebih meningkat. Yang penting momen
kita tepat, jadi penjualan kita bisa lebih maksimal.
Where (Dimana)
Selanjutnya yang tidak kalah penting adalah pemetaan lokasi. Menentukan “dimana”
kita harus melakukan pemasaran juga penting karena sangat berkaitan dengan
efektivitas kinerja. Menentukan tempat atau lokasi pemasaran tidak bisa
sembarangan. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan agar dapat menentukan
lokasi yang tepat untuk memasarkan produk kita sehingga kinerja bisa lebih efektif.
Pertama, sesuaikan jenis produk yang akan kita pasarkan dengan kondisi masyarakat
di wilayah tersebut. Kondisi yang dimaksud antara lain, tingkat pendapatan, jenis
pekerjaan, dan kultur atau karakter masyarakat di wilayah tersebut. Sesuaikah dengan
produk yang akan kita pasarkan? Jika sekiranya tidak sesuai, jangan memaksakan diri
untuk tetap melakukan penetrasi pasar di daerah tersebut, karena kita hanya buang-
buang waktu, tenaga, maupun biaya pemasaran.Kedua, pelajari kompetitor kita.
Sudah adakah produk yang sejenis dengan produk kita yang beredar di wilayah
tersebut? Bagaimana penerimaan masyarakat di wilayah tersebut? Adakah celah yang
bisa kita manfaatkan untuk penetrasi produk kita?
Untuk dapat melakukan pemasaran di suatu wilayah yang sebelumnya telah dimasuki
oleh kompetitor kita, terlebih lagi, jika wilayah tersebut memang wilayah yang kita
anggap potensial, setidaknya produk kita harus satu langkah lebih unggul dari
kompetitor kita. Jika tidak, jangan salahkan masyarakat bila produk kita dilirik saja
pun tidak.Menentukan wilayah atau lokasi pemasaran itu penting. Selain kinerja kita
bisa lebih efektif dan efisien karena lokasi pemasaran jelas, kita juga dapat
mempelajari secara langsung, ada tidaknya produk yang sejenis dengan produk kita,
bagaimana penerimaan masyarakat di wilayah tersebut,  sekaligus mengetahui
wilayah-wilayah potensial. Karena semakin banyak kompetitor yang “bermain” di
wilayah tersebut, semakin potensial pula wilayah tersebut. Namun, itu juga berarti
kita harus lebih berhati-hati dan waspada, karena masyarakatnya bisa jadi lebih cerdik
dalam memanfaatkan situasi tersebut.
Why (Mengapa)
Dalam melakukan pemasaran, tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Pasti
ada kendala-kendala yang menyertai. Oleh sebab itu, unsur Why atau Mengapa ini
juga menjadi salah satu unsur yang cukup penting.
Mengapa, dalam hal ini adalah cara yang kita gunakan untuk mengetahui segala
macam kendala, hambatan, maupun faktor-faktor yang berhubungan dengan
keberhasilan maupun ketidakberhasilan produk kita di pasaran. Kita perlu
menganalisa kembali, sebab-sebab produk kita tidak mampu menembus pasar. Setelah
itu, kita juga perlu menggali informasi mengenai kompetitor atau pesaing kita untuk
mengetahui sebab maupun alasan di balik keberhasilannya dalam menembus pasar.
Mengapa strategi pemasaran yang lama tidak berhasil? Mengapa produk kita tidak
diminati?
Untuk menjawab itu, kita perlu tahu bagaimana kondisi riil di lapangan, siapa pesaing
atau kompetitor kita, apa saja kendalanya. Kita juga perlu menggali pengalaman
ataupun mencari masukan dari karyawan lama atau dari petugas pemasaran yang
sebelumnya.
Sebagai contoh, kampung A adalah wilayah potensial, tetapi mengapa di kampung A
produk kita tidak diminati? Produk kita yang kurang sesuai atau cara kita yang kurang
pas ketika memasarkan? Kita gali informasi sebanyak-banyaknya untuk mencari
celah-celah solusi yang masih mungkin kita gunakan untuk menembus kampung A
tersebut. Dengan cara demikian, kita bisa lebih maju satu langkah daripada petugas
pemasaran yang sebelumnya.
How (Bagaimana)
Setelah memahami penjelasan masing-masing dari unsur W, berikutnya kita akan
masuk pada unsur H yaitu How atau Bagaimana. Unsur How atau bagaimana yang
dimaksud adalah bagaimana cara kerja kita selanjutnya, yaitu meramu poin-poin
pentingnya dan bersiap untuk action di lapangan.
Pemetaan berdasarkan unsur W sudah kita lakukan, selanjutnya poin-poin penting
yang sudah kita petakan pada masing-masing unsur W kita ramu untuk menentukan
strategi pemasaran kita di lapangan. Rumusan dari unsur W kita pelajari kemudian
kita simpulkan untuk menjadi bekal kita di lapangan. Ketika di lapangan kita telah
memiliki gambaran mengenai sasaran dan cara penetrasi pasarnya. Sehingga cara
kerja kita menjadi lebih efektif dan efisien. 
5. Riset pasar menentukan keunggulan strategis internal perusahaan jika program dan
pelaksanaan riset tepat sasaran, biaya memadai, dan dilakukan oleh tenaga ahli di
bidangnya . Riset pasar misalnya, kekuatan pada tenaga ahli tersedia , kurangnya
biaya riset yang memadai, dampaknya hasil riset kurang memuaskan karena bidang
yang diriset sangat terbatas karena kekurangan biaya.Produk menentukan keunggulan
strategis internal perusahaan jika produk itu berkualitas baik, tahan lama, penggunaan
mudah, perawatan mudah. Produk, dapat diklasifikasikan sebagai berikut produk
eksiting, produk baru, bauran produk, produk lini, dan produk cacat.Promosi
menentukan keunggulan strategis internal perusahaan jika promosi itu berdampak
positif dengan perasaan, kebutuhan, dan daya beli konsumen. Promosi meliputi
personal selling, advertising, publishing, dan sale promotion.Distribusi menentukan
keunggulan strategis internal perusahaan jika distribusi itu cepat dan selamat sampai
pelanggan. Distribusi meliputi analisis dan diagnosa panjang pendeknnya saluran
distribusi, banyak sedikitnya distributor dan distribusi langsung.Kebijakan harga
menentukan keunggulan strategis internal perusahaan jika harga kompetitif
perusahaan harus menetapkan kebijakan harga dalam berbagai alternatif.Layanan
purna jual menentukan keunggulan strategis internal perusahaan jika semua keluhan
pelanggan ditanggapi dan dilayani cepat sehingga pelanggan merasa puas. Layanan
purna jual itu misalkan produk rusak setelah dipaki dalam waktu jaminan mutu,
perbaikan, dan pemeliharaan.

Analisis Persaingan
1.1. Pengertian
1. Market Leader
Market Leader adalah perusahaan yang memegang bagaian terbesar dalam pasar yang
memiliki karakteristik memiliki pangsa pasar 40% dan menjadi pusat orientasi pesaing untuk
diserang, ditiru dan dijauhi. Menurut Kotler (2004:577) yang dimaksud dengan market leader
adalah : “The firm with the largest market share in an industry.” Artinya banyak industri yang
mengakui adanya satu perusahaan yang diketahui sebagai pemimpin pasar. Perusahaan ini
memiliki pangsa pasar terbesar yang relevan dengan produk pasar. Selalu memimpin
perusahaan lain dalam perubahan harga, pengenalan produk baru, jangkauan distribusi dan
intensitas promosi.
2. Challenger
Challenger adalah suatu perusahaan dalam yang kuat, tetapi bukan posisi dominan yang
mengikuti strategi agresif mencoba untuk mendapatkan pangsa pasar. Menurut Kotler dan
Armstrong (2000:577): “A runner up firm that is fighting hard to increase its market share in
an industry”. Penantang pasar adalah perusahaan di belakang pemimpin pasar yang berusaha
keras untuk meningkatkan pangsa pasarnya dalam suatu industri.
3. Follower
Followeradalah perusahaan yang mengambil sikap tidak mengusik Market Leader dan hanya
puas dengan cara menyesuaikan diri terhadap kondisi pasar. Menurut Kotler dan Armstrong
(1999, p.566): “A runner up firm in an industry that wants to hold its share without rocking
the boat”. Artinya pengikut pasar adalah perusahaan lain di belakang pemimpin pasar dalam
suatu industri yang ingin mempertahankan pangsa pasar tanpa “menggoyang kapal”.
4. Nicher
Menurut Kotler dan Armstrong (1999:567): “A firm in an industry that serves small segment
that other firm overlook or ignore”. Artinya perelung pasar adalah perusahaan dalam suatu
industri yang melayani segmen kecil yang diremehkan atau diabaikan oleh perusahaan lain.

1.2. Analisis Porter’s 5 force in the industry


Porter s five forces strategy Analisis 5 Forces Porter Pemodelan Porter 5 Forces
dikembangkan pertama kali oleh Michael Porter. Porter 5 Force adalah tool yang digunakan
untuk menganalisis bagaimana lingkungan yang kompetitif akan berpengaruh terhadap
pemasaran suatu produk. Tool ini sederhana tapi sangat powerfull untuk mengerti situasi dari
bisnis yang sedang dijalankan. Selain itu juga mengetahui keunggulan posisi kompetisi saat
ini dan yang akan dihadapi kemudian. Sehingga perusahaan dapat meningkatkan kekuatan,
mengantisipasi kelemahan dan akan menghindari perusahaan dalam pengambilan keputusan
yang salah. Secara konvensional tool ini dapat diunakan untuk mengidentifikasi apakah suatu
produk baru, pelayanan atau suatu bisnis dapat menghasilkan suatu keuntungan. Tetapi selain
itu akan sangat membantu untuk mengerti keseimbangan kekuatan yang berpengaruh dalam
situasi bisnis yang sedang dihadapi. Dalam buku Thomas L. Wheelen yang berjudul Strategic
Management and Businesses Policy disebutkan ada lima kekuatan bersaing, yaitu antara lain:
a) Threat of new entrance
b) Threat of subtitute product
c) Rivalry among existing firms
d) Bergainning power of buyers
e) Bergainning power of suppliers.
Sehingga jelas adanya bahwa persaingan dalam suatu industri tidak hanya terbatas
pada persaingan diantara para pesaing yang ada tetapi gabungan dari kelima kekuatan
bersaing itu yang akan menentukan kemampuan perusahaan didalam suatu industri untuk
memperoleh keuntungan. Setiap perusahaan yang bersaing dalam sebuah industri pasti
memiliki strateginya masing-masing. Yang dikembangkan baik secara eksplisit maupun
implisit. Hal tersebut dapat pula dilihat dari perencanaan strategis yang dilakukan dinegara-
negara lain yang merefleksikan bahwa merumuskan strategi eksplisit akan sangat bermanfaat.
Namun demikian sebagian besar penyusunan strategi tidak dilakukan secara analitis yang
akan menjangkau ke seluruh aspek dalam persaingan industri.

PT SidoMuncul adalah pabrik jamu tradisional yang didirikan dari home industri yang
dikelola oleh Ibu Rakhmat Sulistio di Yogyakarta pada tahun 1940. Saat itu, beliau hanya
memiliki tuga karyawan yang membantu beliau menghasilkan ramuan dalam bentuk yang
lebih praktis (bubuk). Pada tahun 1951, beliau kemudian mendirikan sebuah perusahaan
sederhana, bernama SidoMuncul dengan produk pertama yang dapat melawan influenza yang
membuat SidoMuncul menjadi terkenal dan mendapatkan banyak permintaan pasar. Namun
sayangnya, pabrik ini tidak mampu menghasilkan produk yang lebih banyak. Maka, pada
tahun 1984, Ibu Rakhmat pindah ke rumah industri di Jalan Kaligawe. 

Position on Market (Leader, Challenger, Follower, Nicher)

1. Pemimpin Pasar ( Market Leader)

Kita bisa mendapatkan masukan selanjutnya dengan mengklasifikasikan perusahaan


berdasarkan peran yang mereka mainkan dalam pasar sasaran: pemimpin, penantang,
pengikut, atau penceruk pasar. Misalkan pasar diduduki oleh perusahaan yang memiliki 40%
pasar berada dalam genggama pemimpin pasar, 30% lainnya berada di tangan penantang
pasar, 20% lagi berada di tanganpengikut pasar, perusahaan yang bersedia mempertahankan
pangsa pasarnya dan tidak mengguncang perahu. 10% tersisa berada di tangan penceruk
pasar.

Kebanyakan industri berisi satu perusahaan yang menjadi pemimpin pasar yang
diakui. Perusahaan ini mempunyai pangsa pasar terbesar di pasar produk yang relevan dan
biasanya memimpin perusahaan lain dalam perubahan harga.Dalam kondisi sekarang ini PT.
Sido Muncul menduduki posisi pertama pada bidang industri jamu atau sebagai market leader
melalui produknya yaitu Tolak Angin. Jika kita bandingkan dengan produk lain, Tolak Angin
memiliki marketshare yang sangat luas yang mana meliputi ke berbagai negara di dunia.

Dalam uji klinis produk tersebut mampu mengatasi masuk angin beserta gejalanya


seperti pusing, mual, perut kembung, mulas, meriang, dan tenggorokan kering. Manfaat tolak
angin lainnya juga bisa mencegah masuk angin yaitu dengan menjaga dan meningkatkan
sistem kekebalan tubuh.

2. Penantang Pasar (Market Challenger)

Banyak penantang pasar yang bisa mapan atau bahkan melewati pemimpin pasar.
Penantang menetapkan aspirasi tinggi, mendorong sumber daya mereka sementara pemimpin
pasar sering menjalankan bisnis seperti biasa. Strategi serangan kompetitif yang tersedia bagi
penantang pasar.

 MENDEFINISIKAN TUJUAN STRATEGIS DAN LAWAN


 MEMILIH STRATEGI SERANGAN UMUM
 MEMILIH STRATEGI SERANGAN YANG SPESIFIK

Sekarang ini memang banyak sekali produk-produk jamu skala kecil yang ada di
Indonesia. Apalagi masyarakat sudah mulai kembali keproduk tradisional, sehingga menjadi
pesaing pendatang baru potensial. Menurut analisis kami, yang termasuk ke dalam market
follower yaitu produk Antangin dari PT Deltomed Laboratories yang telah lama bertempur di
pasar.

3. Strategi Pengikut-Pasar (Market Follower)

Beberapa tahun lalu Theodore Levitt menulis artikel yang berjudul “Innovative
Immitation” di mana ia berpendapat bahwa sebuah strategi peniruan produk bisa
menguntungkan dengan strategi inovasi produk. Sang inovator menanggung biaya
pengembangan produk baru, mendistribusikannya dan memberi tahu serta mendidik pasar.
Imbalan semua kerja dan resiko ini biasanya berupa kepemimpinan pasar, namun perusahaan
lain dapat turut serta dan meniru atau memperbaiki produk baru. Meskipun perusahaan ini
mungkin tidak akan mengalahkan pemimpin, pengikut dapat meraih laba tinggi karena tidak
menanggung biaya inovasi tersebut.

4. Strategi Penceruk-Pasar (Market Nitcher)

Pilihan lain selain menjadi pengikut pasar yang besar adalah menjadi pemimpin di
pasar kecil, atau ceruk. Perusahaan yang lebih kecil biasanya biasanya menghindari bersaing
dengan perusahaan yang lebih besar dengan membidik pasar kecil yang hanya sedikit atau
tidak diminati oleh perusahaan besar.
3.1 StrategiPemasaran untuk menghadapi pemasaran
1. Periklanan
PT. Jamu Sido Muncul dalam memasarkan Tolak Angin menggunakan iklan melalui
media massa terutam di Televisi. Iklan Tolak Angin sangat dikenal dengan taglinenya
Orang Pintar Tolak Angin. Dalam iklan tolak angin ini ingin mempengaruhi khalayak
bahwa dalam memilih obat masuk angin perlu minum Tolak Angin. Tagline ini diperkuat
dengan visual orang-orang yang sukses dan memiliki otak yang cukup terkenal seperti
Ronald Kasali seorang akademisi dan tokoh pemasaran, Lula Kamal, seorang artis dan
dokter, Agnes Monica yang dikenal orang masyarakat sebagai muda berbakat dan memiliki
prestasi akademik dan yang terakhir Anggito Abimanyu, seorang akademisi yang gagal jadi
menteri.
Iklan Tolak Angin saat ini tidak semata-mata bersifat persuasif semata tetapi di dalam
iklan Tolak Angin terdapat informasi-informasi yang menunujukkan bahwa Tolak Angin
peduli dengan budaya Indonesia. Hal ini cukup wajar karena secara posisi jamu Tolak
Angin sudah cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia karena secara usia produk ini sudah
lama, maka iklan-iklan Tolak Angin ini sebenarnya lebih bersifat reminder (pengingat)
kepada masyarakat. Iklan Tolak Angin bukan lagi sebagai sarana utama untuk memasarkan
produk tetapi menjadi pengingat dan informasi apa saja yang dilakukan oleh Tolak Angin
untuk menjaga loyalitas konsumen. Iklan juga digunakan untuk memperkuat brand Tolak
Angin, supaya nama Tolak Angin ini melekat kuat di dalam benak khalayak.

2. Promosi Penjualan
PT. Jamu Sido Muncul selain mengunakan medai iklan juga menggunakan strategi
Promosi Penjualan (Sales Promotion). Sales promotion yang merupakan kegiatan untuk
membujuk secara langsung yang menawarkan insentif atau nilai lebih untuk suatu produk
pada sales force, distributor atau konsumen langsung dengan tujuan utama yaitu
menciptakan penjualan yang segera. Promosi penjualan digunakan untuk menjaring
konsumen baru dan terciptanya penjualan yang meningkat dalam waktu dekat. Salah satu
bentuk promosi yang dilakukan oleh PT. Sido Muncul dalam memasarkan Jamu Tolak
Angin adalah dengan mengemas Jamu Tolak Angin dengan permen Tolak Angin dalam satu
paket. Keuntungan yang di dapat adalah Jamu Tolak Angin dapat terjual dan sekaligus
mengenalkan produk baru PT. Sido Muncul. 
Bentuk lain promosi penjualan adalah sebagai Event Sponsorship.
3. Public Relation
Kegiatan Public Relations yang diadakan oleh Tolak Angin dalam hal ini
tentunya pihak PT. Sido Muncul adalah mengadakan kegiatan Mudik Gratis setiap
tahun. PT. Jamu Sido Muncul memfasilitasi para pemudik dengan memberikan pelayan
angkutan gratis untuk pulang kampung yang kebanyakan pesertanya adalah para
penjual jamu. Kegiatan ini secara jangka pendek memang tidak terlalu nampak hasilnya
tetapi dalam jangka panjang dapat membentuk loyalitas yang tinggi konsumen.
4. Direct Selling
    Direct Selling merupakan sebuah sistem pemasaran yang melalui komunikasi
secara langsung dengan target customers untuk menghasilkan respon dan transaksi.
Direct Selling ini dapat dilakukan melalui telemarketing, email dan lain-lain. Kegiatan
direct selling dalam kasus Tolak angina ini tidak terlalu nampak dipermukaan tetapi
strategi direct selling juga dilakukan oleh pihak Tolak Angin. Direct selling ini tidaklah
langsung dilakukan kepada konsumen tetapi lebih banyak ditujukan kepada distributor
sehingga distributor dapat menyalurkan produk Tolak Angin secara luas. Tentanya
direct selling yang dilakukan dipadukan dengan program-program yang lain sepertinya
insentif atau discount yang merupakan bagian dari sales promosi.
5. Personal Selling
Pemasaran secara personal selling mencakup penjualan melalui orang ke orang
secara langsung. Kaitan dengan personal selling yang dilakukan dalam proses
pemasaran Tolak Angin tentunya sangat mempengaruhi volume penjualan. Personal
selling Tolak Angin ini dilakukan oleh para penjual pedagang eceran di bus-bus. Selain
dilakukan oleh pedagang pengecer personal selling ini juga dipadukan dalam kegiatan
marekting yang lain sebagai contoh pembukaan stan di suatu event seperti ketika Tolak
Angin menjadi seponsor utama Karnaval SCTV, PT Sido Muncul membuka stand
yangmelayani penjualan langsung dan melalui SPG yang mendatangi pengunjung acara
dengan menawarkan produk Tolak Angin. Personal selling ini sangat bagus untuk
memberikan sebtuhan personal dalam kegiatan marketing dan juga seller dapat
memberikan penjelasan manfaat produk kepada calon konsumen. 
3.3. Strategi PT Sido Muncul Tbk menghadapi pesaing yang mencoba merebut
pasarnya
a) Melakukan Penetrasi harga, hal ini dapat dengan mudah untuk dapat menyerang
pasar, yang nantinya harga tersebut akan sedikit-sedikit dinaikan, namun tetap
dipercaya oleh para konsumennya.
b) Melakukan inovasi produk, setelah mendapatkan banyak pelanggan maka sidomuncul
harus dapat mengelola produknya dengan baik, agar para pelanggan tidak merasa
bosan dengan produk yang itu-itu saja, inovasi tersebut dapat berupa varian rasa dan
kemasan.
c) Melakukan berbagai macam promosi Guna meningkatkan image produk sidomuncul
dengan menggunakan endorser-endorser yang sudah terkenal
3.4. Analisis PT Sido Muncul menggunakan analisis Portes’s 5 Force in the industry
 Identifikasi Pemain dalam Industri Pada analisis Porter 5 Forces yang pertama kali
dilakukan adalah menantu-kan siapa saja yang menjadi pemain atau yang berperan dalam
industri sektor retail kemudian akan dilakukan pemaparan variabel-variabel dan indikator-
indikator dari kelima faktor Porter 5 Forces yaitu sebagai berikut: Pendatang baru yang
diidentifikasi sebagai pemain baru yang hadir dalam pemain sesama indutri. Dalam hal ini
contohnya seperti Herbanugraha, herba medica cosmetindo, habbats CV, PT citra Deli, cap
burung kasuari dan lain-lain. Pembeli dalam industri jamu tersebar pada semua kelas
masyarakat. Karena produk yang dijual oleh PT Sidomuncul bukanlah produk khusus (contoh
produk khusus : obat khusus penyakit diabetes). Produk pengganti dalam industri ini adalah
obat-obatan modern non jamu. Pesaing dalam industri seperti PT Air Mancur, PT Jamu
Borobudur, PT Industri Jamu Jago, PT Jamu Indonesia Simona, dan lain-lain Pemasok PT
Sido Muncul adalah gabungan petani yang berasal dari Wonogiri, Purwokerto, Purworejo,
Ambarawa dan Jawa Timur. Bentuk bahan baku berupa daun atau rimpang.
Adapun parameter  yang akan dijadikan sebagai bahan analisis lingkungan industri
dengan menggunakan model analisa Porter 5 Forces tentang variabel-variabel dan indikator-
indikator yang menjadi sumber tekanan dari lingkungan eksternal industri dalam hal ini
industri consumer goods bidang farmasi.  Pada analisis potensi kompetitif industri ini
selanjutnya akan diperlihatkan pada tabel berikut mengenai setiap variabel yang berpengaruh
menjadi sumber tekanan dalam industri consumer goods dalam bidang farmasi.
Threat of new entrants Ancaman Pendatang Baru (Threat of new entrants) No Variabel
Indikator 1 Skala ekonomi Layanan yang disiapkan oleh pendatang baru dalam skala besar.
First mover advantage PT Sido Muncul memiliki produk unggulan seperti jamu tolak angin
dan minuman berenergi kukubima, sehingga sulit untuk digantikan posisi nya. 3 Legal barries
Adanya peraturan dari pemerintah untuk memperketat industri jamu di Indonesia Threat of
subtitutes Ancaman Produk Pengganti (Threat of subtitutes) No Variabel Indikator 1 Produk
pengganti Ada produk pengganti 2 Relative price and Tarif produk pengganti lebih murah
dengan perfomance fungsi yang sama. 3 Pangsa pasar produk Produk pengganti mempunyai
pangsa pasar pengganti yang baik Bargaining power of buyers) .

Kesimpulan

PT. Sido Muncul merupakan market leader dengan produk andalannya yaitu Tolak
Angin. Banyaknya permintaan konsumen membuat PT. Sido Muncul mampu menembus
pasar internasional yang meliputi beberapa negara di berbagai benua. Berbagai pencapaian
yang telah diraih oleh perusahaan sehingga PT. Sido Muncul mampu menguasai pasar
industri jamu.

Selain itu, Sido Muncul secara konsisten melestarikan aneka tanaman obat yang mana
dapat diolah sebagai jamu dan obat-obatan lainnya. Sido Muncul sangat memperhatikan
lingkungan sekitarnya dengan menerapkan Corporate Social Responsibility yang baik dengan
memberikan Mudik Gratis setiap tahun. PT. Jamu Sido Muncul memfasilitasi para pemudik
dengan memberikan pelayan angkutan gratis untuk pulang kampung yang kebanyakan
pesertanya adalah para penjual jamu.
Segmenting, Targeting, dan Positioning

Dasar Segmentasi, terdapat 3 segmentasi yang digunakan PT Sido Muncul Tbk

1. Segmentasi geografis dalam produk Sido Muncul,tolak angin:masyarakat yang tinggal di


perkotaan dan modern

2. Segmentasi demografis dalam produk Sido Muncul,tolak angin : kalangan


akademis,mahasiswa,artis,pengusaha,karyawan kantor, dan kelas social menengah atas

3. Segmentasi psikografis dalam produk Sido Muncul,tolak angin:gaya hidup tinggi dan
kepribadian konsumen yang mengnginkan kepraktisan

Pasar Sasaran PT Sido Muncul Tbk

• Pasar konsumen adalah semua individu dan rumah tangga yang membeli atau
mendapatkan barang dan jasa untuk keperluan konsumen pribadi.

• Pasar bisnis adalah konsumen yang membeli barang dan jasa sebagai input bagi
proses produksinya atau konsumen yang membeli penawaran dari suatu perusahaan
untuk dijual kembali

Konsep Dasar.

• Cara produk,merek atau organisasi perusahaan di persiapkan secara relative


dibandingkan dengan para pesaing oleh pelanggan saat ini dan calon
pelangan.tindakan merencanakan tawaran dan citra perusahan sehinga menempati
suatu posisi yang terbedakan(diantaranya pesaing)

Pendekatan Positioning

• Atribut

• Manfaat

• Penggunaan/penerapan

• Pemakai

• Pesaing

• Kategori produk
• Mutu/harga

Langkah positioning

1. Mengidentifikasi sejumlah produk yan saling bersaing

2. Mengidentifikasi atribut penentu

3. Menentukan presepsi konsumen

4. Menganalisis intensitas posisi produk saat ini

5. Menentukan kombinasi yang paling di sukai konsumen

6. Menentukan segmentasi pasar dan posisi pasar

7. Menyeleksei strategi psisi produk

Tolak Angin merupakan salah satu produk sido muncul dengan membuat terobosan baru
melakukan premiuminasi. Iklan yang semula dibintangi oleh Basuki, selanjutnya digantikan
oleh grup band Dewa 19, Titiek Puspa, Agnes Monica, dan budayawan Butet Kertaradjasa
yang memang sudah dikenal oleh masyarakat.

Tagline pun berarti “Orang pintar minum Tolak Angin.”

Kuku Bima Ener-G adalah merek dagang dari minuman energi produksi PT Sido Muncul.


Produk minuman energi ini diluncurkan pada tahun 2004, dengan memunculkan para
olahragawan, selebriti dan tokoh nasional seperti Chris John, Ade Rai, Donny Kesuma, Rieke
Dyah Pitaloka, Vega Darwanti, Trio Macan, Mbah Maridjan,

Tagline “Rosa! (dibaca "Rosso!")”

Riset mengenai citra produk PT Sido Muncul Tbk di benak konsumen

Berikut riset yang dilakukan Menggunakan google formulir dengan 59 Respons


Dengan grafik umur 17-24 tahun

59 Tanggapan mengenal
produk Sido Muncul
Dengan jumlah
71.2% mengkonsumsi Tolak Angin

Dengan 53,4 %
Puas dengan khasiat produk sido muncul

Dala
m mengkonsumsi produk sido muncul jika membutuhkan saja
Strategi Produk
Proses Pengolahan

Proses pengolahan produksi di PT. SIDO MUNCUL adalah penerimaan bahan baku
yang datang harus segera dicek, setelah bahan baku sudah terbukti memenuhi standar
penerimaan dan standar penggunaan kemudian bahan baku tersebut dimasukkan kegudang
penyimpanan bahan baku. Bahan baku yang akan diambil dari tempat penyimpanan
kemudian bahan baku tersebut dicuci, dikeringkan, digiling kemudian bahan tersebut
dicampur. Pada proses pencampuran bahan baku tidak boleh melihat proses tersebut. Sesudah
proses pencampuran bahan baku selesai kemudian hasilnya dialirkan melalui pipa-pipa untuk
dilakukan proses pengemasan secara primer. Kemudian masuk kedalam proses pengemasan
sekunder, produk yang sudah jadi harus dicek kemali dengan cara uji sampel. Setelah proses
pengemasan sekunder selesai produk siap untuk didistributorkan.

Produk yang dihasilkan pada PT. SIDO MUNCUL

1. Tipe serbuk :

Kuku Bima, Kuku Bima Gingseng, Kuku Bima Plus Tribulus.


2. Tipe saset :

Tolak angin, Tolak angin ekstra hangat


3. Tipe saset hisap :

Tolak angin permen


4. Tipe Fls :

Tolak angin anak, tolak angin flu


5. Tipe botol :

Kuku bima ener-G

Daftar Bahan Produksi

Jati belanda, Sirih, Alang-alang, Kencur, Jahe, Daun bambu biji, Daun dew, Cabe jawa,
Kumis kucing, Temu lawak, Ling zhi, Meniran, Jahe merah, Pasak bumi
- Tribukus
- Kunyit
- Kunyit putih
- Temu hitam
- Temu mangga

• - Minyak daun cengkeh


- Minyak tangkai cengkeh
- Minyah bunga cengkeh
- Minyak adas
- Minyak jahe basah
- Minyak jahe kering
- Minyak temu lawak
- Minyak serih wangi
- Minyak pala
- Minyak nilam
- Minyak kunyit
- Minyak kenanga

Dalam ruang penyimpanan bahan baku harus memenuhi syarat :


1. Bahan masuk benar
2. Bahan baku harus bersih
3. Bahan baku harus disimpan dalam bentuk kering

Dalam pengendalian kualitas bahan baku yang harus dilakukan adalah :


1. Pemisahan kotoran (penyortiran)
2. Pemotongan, guna mempermudah proses penghalusan
3. Pencucian kembali untuk memastikan bahan benar-benar bersih
4. Dikeringkan menggunakan oven
5. Penyortiran bahan kering, bahan yang berkualitaslah yang ddipilih
6. Masuk dalam pengamatan tim pengendali mutu, guna memastikan sudahkah bahan baku
memenuhi standar

Pemasaran

A. Melalui Iklan
Iklan adalah sebuah media informasi yang dibuat dan dibentuk dengan sedemikian rupa
yang bertujuan untuk menarik minat konsumen. Sebuah iklan memerlukan keaslian,
karakteristik tertentu dan sifat persuasif agar para konsumen secara suka rela terdorong untuk
melakukan sesuatu tindakan sesuai dengan yang diinginkan pengiklan dengan kata lain
merasa tertarik. Secara umum Rhenald Kasali (1995:159) menjelaskan iklan biasanya
dibangun atas empat komponen, yaitu:
a. Aspek perilaku, merupakan tindakan-tindakan yang diharapkan pada calon pembeli,
b. Sikap yang diharapkan, yang menyangkut sikap atau keistimewaan produk,
c. Kesadaran, dalam mengembangkan produk-produk baru di pasaran merebut calon pembeli,
d. Positioning, sasaran konsumen.

B. Sales Promotion

Sales Promotion adalah segala kegiatan pemasaran selain personal selling, advertensi, dan

publicity untuk merangsang pembelian barang perusahaan.Salah satu bentuk promosi yang
dilakukan oleh PT. Sido Muncul dalam memasarkan produk Tolak Angin adalah dengan
mengemas produk Jamu Tolak Angin tesebut menjadi sebuah permen Tolak Angin dalam
satu paket. Keuntungan yang di dapat adalah Jamu Tolak Angin dapat terjual dan sekaligus
mengenalkan produk baru PT. Sido Muncul.

C. Direct Selling Direct Selling adalah sebuah sistem marketing yang mengatur komunikasi
dengan kostumer yang ditargetkan untuk memberikan respon atau transaksi. Direct Selling ini
dapat dilakukan melalui telemarketing, email dan lain-lain. Kegiatan direct selling dalam hal
produk Tolak angin ini tidak terlalu nampak atau terlihat
dipermukaan tetapi strategi direct selling juga dilakukan oleh pihak Tolak Angin. Direct
selling ini tidaklah langsung dilakukan kepada konsumen tetapi lebih banyak ditujukan
kepada distributor sehingga distributor dapat menyalurkan produk Tolak Angin secara luas.
Tentunya direct selling yang dilakukan dipadukan dengan program-program yang lain
sepertinya insentif atau discount yang merupakan bagian dari sales

D. Personal Selling Pemasaran secara personal selling mencakup penjualan melalui orang ke
orang secara langsung. Kaitannya dengan pemasaran Tolak Angin tentunya sangat
mempengaruhi volume penjualan. Personal selling Tolak Angin ini dilakukan oleh para
penjual pedagang eceran di bus-bus atau yang sering keliling. Selain dilakukan oleh
pedagang pengecer personal selling ini juga dipadukan dalam kegiatan marketing yang lain
sebagai contoh pembukaan stan di suatu event

Program Lingkungan
• Produk
Sido muncul memproduksi berbagai macam produk yang beredar dipasaran,
diantaranya :
- Jamu
- Jamu Instan
- Food supplement

• Harga
Harga produk-produk PT. Sido Muncul sangat terjangkau oleh semua lapisan
masyarakat

• Tempat
Tempat produksi produk-produk PT. Sido Muncul berada di pabrik Sido Muncul
yang bealamat yang sangat strategis. Distribusi produk-produk Sido Muncul
terjangkau diseluruh Indonesia diperkotaan maupun di pedesaan.

LEVEL PRODUK

Lima Tingkatan Produk ;

a. Core benefit (Produk Inti/Utama)

yaitu manfaat dasar dari suatu produk yag ditawarkan kepada konsumen.
b. Basic product (Produk Generik)

yaitu bentuk dasar dari suatu produk yang dapat dirasakan oleh panca indra.
c. Expected product (Produk Harapan)

yaitu serangkaian atribut-atribut produk dan kondisi-kondisi yang diharapkan

oleh pembeli pada saat membeli suatu produk.


d. Augmented product (Produk Pelengkap)

yaitu sesuatu yang membedakan antara produk yang ditawarkan oleh badan
usaha dengan produk yang ditawarkan oleh pesaing.
e. Potential product (Produk Potensial)

yaitu semua argumentasi dan perubahan bentuk yang dialami oleh suatu
produk dimasa datang
1. Sebut dan jelaskan level produk untuk produk-produk yang dihasikan oleh PT.
Sidomuncul Tbk !

Jawab ;

• Tingkatan produk PT. Sido Muncul Tbk

Nama Produk ; Tolak Angin

• Core Benefit

Manfaat utamanya adalah produk herbal untuk mencegah maupun mengobati


masuk angin serta gejala-gejalnya seperti mual, kebung,sakit perut, melegakan
tenggorokan, memperbaiki daya tahan tubuh

• Basic Product

Obat herbal berbentuk cair atau syrup berwarna kuning kecoklatan, dikemas
dalam sebuah sachet 180 ml, sachet berbahan dasar plastik, dikemas dalam
perpaduan warna kuning dominan dan tulisan warna merah serta gambar
herbal-herbal.

• Expected product

Konsumen mengharapkan tolak angin dapat ;

• Mencegah masuk angin

• Mengobati masuk angn dan gejala-gejalanya

• Menjaga daya tahan tubuh

Augment Product
Adapun produk yang ditingkatkan dalam tolak angin
-Memiliki aroma yang khas dan menenangkan aroma therapy
-Memiliki aroma yang smooth atau halus tidak setajam jamu herbal
lainnya.
-Memiliki varian rasa sehingga dapat dijadikan pilihan rasa

-Potential Product
Tolak angin shyrup perlu membuat inovasi baru agar memberi kejutan
bagi konsumennya. Harus menjadi pembeda dari yang lainnya antra
lain :
-Kemasannya dibuat lebih menarik dan lebih modern
-Sachet atau kemasannya dibuat menjadi mudah digunakan
-Bahan kemasannya dibuat menjadi go green sehingga mudah hancur
serta tidak mencemari lingkungan

KLASIFIKASI PRODUK

. Berdasarkan Wujudnya

Produk berdasarkan bentuknya dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok utama,


yaitu:

- Barang, adalah produk fisik, sehingga dapat dilihat, disentuh atau disentuh,


dirasakan, dipegang, disimpan, ditransfer, dan perawatan fisik lainnya.

- Jasa, adalah aktivitas, manfaat, dan kepuasan yang ditawarkan untuk dijual


(dikonsumsi oleh pihak lain).

2. Berdasarkan Daya Tahan

Produk berdasarkan aspek daya tahan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu

- Barang tidak tahan lama (nondurable goods), adalah barang yang memiliki


bentuk fisik (berwujud) yang biasanya dikonsumsi dalam satu atau beberapa
kali. Dengan kata lain kehidupan ekonomi dalam kondisi penggunaan
normal kurang dari satu tahun.

- Barang tahan lama (durable goods),

adalah barang berwujud yang biasanya bisa bertahan lama dengan banyak

Fandy Tjiptono (1999: 98-101). Produk juga dapat diklasifikasikan berdasarkan


konsumen mereka dan untuk produk apa yang dikonsumsi.

Barang Konsumen

Barang konsumen adalah barang yang dikonsumsi untuk kepentingan konsumen


(perorangan atau rumah tangga), dan bukan untuk keperluan bisnis, barang
konsumen dibagi menjadi empat jenis,yaitu:

Convenience Goods
Shooping Goods 

Speciality goods 

Unsought goods Barang Industri

Barang Industri

Barang industri dipergunakan guna keperluan selain konsumsi langsung, yaitu untuk
diolah menjadi barang lain atau untuk dijual kembali.

Barang industri dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu:

Material and part,

Capital Items,

Supplies and service,

2.Berdasarkan klasifikasi produk, termasuk produk apakah jamu herbal PT.


Sidomuncul Tbk?

Jawab:

Jamu herbal PT. Sidomuncul Tbk termasuk dalam klasifikasi produk ;

Jika dilihat dari wujudkan termasuk klasifikasi product barang karena jamu herbal ini
berwujud fisik yang dapat dilihat, diraba dipegang oleh para konsumen

Jika dilihat dari daya tahan termasuk klasifikasi barang tidak awet karena jamu herbal
ini hanya di konsumsi satu atau beberapa kali yang diukur dari tanggal kadaluarsa
yang kurang dari setahun

Produk jamu herbal termasuk dalam klasifikasi produk convenience good karena
jamu herbal dari sidomuncul memiliki frekuensi pembelian yang tinggi (sering
dibeli), dibutuhkan segera dan membutuhkan upaya minimal dalam perbandingan dan
pembelian.

MANAJEMEN MERK SIDO MUNCUL

3.Bagaimana PT Sido muncul Tbk. mengelola manajemen merknya?

Jawab:
Manajemen merek adalah proses pengelolaan merek sebuah organisasi yang bertujuan
untuk meningkatkan ekuitas merk (brand equity) dalam jangka panjang. Manajemen
juga dapat berarti bagian tertentu dalam perusahaan yang memiliki tanggung jawab
diantaranya merancang identitas merek dan mengelolanya untuk mendapatkan
efektivitas maksimal dan memastikan bahwa merek tidak terganggu oleh tindakan
taktis pesaing.

BAURAN PRODUK

4, Buatlah analisis lini produk untuk produk yang dihasilkan PT Sido muncul Tbk!

Jawab:

Bauran produk memiliki 4 dimensi yaitu:

1. Widh(Kelebaran), Kelebaran bauran produk berhubungan dengan berapa


banyak lini produk yang ditangani oleh perusahaan. Contohnya apabila
perusahaan sido muncul memiliki 4 lini produk, itu berarti kelebaran bauran
produknya adalah 4.

2. Lenght (Kepanjangan), Kepanjangan bauran produk mengacu pada k


eseluruhan jumlah item (produk) di dalam bauran itu sendiri. Contohnya
apabila perusahaan sido muncul memiliki 4 lini produk dan memiliki 2 cabang untuk
setiap lininya, itu berarti kepanjangan bauran produk perusahaan adalah 8.

3. Depth (Kedalaman), kedalaman produk mengarah pada seberapa banyak varisi


dalam dalam setiap produk. Variasi tersebut bisa berupa ukuran, warna, rasa, dan
sebagainya. Yang membedakan dan lainnya. Sebagai contoh apabila perusahaan
sido muncul memproduksi 2 ukuran yang berbeda dan mempunyai 4 varian jenis
maka kedalamannya adalah 8.

4. consistency (konsistensi), konsistensi bauran produk berhubungan dengan


seberapa erat hubungan antar berbagai lini produk dan ketentuan produksi, saluran
distribusi, penggunaan akhir, dan atau lain sebagainya.

Contohnya perusahaan sido muncul dapat memproduksi dalam kemasan


sachet untuk cair dan box untuk bubuk, dimana keduanya saling berhubungan
satu sama lain
5. Berdasarka kurva daur hidup produk, produk PT Sido Muncul Tbk. Berada di tahap
apa? Lakukan identifikasi ciri-ciri atau karakteristik tahap tersebut! Jelaskan dan
lengkapilah penjelasaan saudara dgn strategi bauran pemasaran yang dilakukan PT
Sido Muncul Tbk. Pada tahap daur hidup produk tersebut!

Jawab:

Produk PT Sido Muncul pada tahap kedewasaan.

Fase Kedewasaan

Fase ini ditandai dengan menurunnya atau stagnannya penjualan. Diharapkan produk
andalan yang akan dipasarkan seperti Tolak angin dan kuku bima energy kemasan
sachet telah terdistribusi secara luas dipasar dan konsumen mengenal dan menjadi
pilihan produk tersebut.

Produk yang ditawarkan merupakan produk konsumer (consumer goods) khususnya


produk herbal yang juga masih berkaitan dengan produk farmasi. Sehingga idealnya
fase ini merupakan fase terpanjang dari keseluruhan daur hidup produk. Ketika
konsumen telah tersegmentasi, maka strategi promosipun perlu untuk kembali
disesuaikan. Fase kedewasaan dapat terbagi menjadi tiga subfase yang masing-masing
memerlukan startegi yang berbeda, antara lain : growth maturity, stable maturity, dan
decaying maturity.

1. Fase Pengenalan
Pada periode ini produk mulai diperkenalkan dan pertumbuhan penjualan produk
masih lambat. Biaya promosi cukup besar terkonsentrasi pada fase ini. Produk herbal
yang ditawarkan oleh perusahaan tergolong baru dipasar timur tengah sehingga biaya
periklanan guna memperkenalkan produk cukup besar. Diharapkan pada fase ini
perusahaan dapat menanamkan pondasi yang kuat pada merek dibenak konsumen
timur tengah.
2. Fase Pertumbuhan
Pada fase ini produk diharapkan telah diterima oleh konsumen. Ketika profit telah
tercetak perusahaan perlu untuk mengalokasikannya kembali untuk kegiata promosi
lanjutan. Pada fase ini juga menjadi momen bagi perusahaan untuk menambah
volume penjualan. Secara umum terdapat dua kemungkinan pertumbuhan penjualan
pada fase ini yaitu Rapid growth atau slow growth. Penting bagi perusahaan untuk
benar-benar cermat dalam berstrategi pada fase ini agar dapat mencetak penjualan
yang optimal pada fase berikutnya, sehingga perlu untuk menjalankan strategi-strategi
yang sifatnya berkelanjutan.

3. Fase Kedewasaan
Fase ini ditandai dengan menurunnya atau stagnannya penjualan. Diharapkan produk
andalan yang akan dipasarkan seperti Tolak angin dan kuku bima energy kemasan
sachet telah terdistribusi secara luas dipasar dan konsumen mengenal dan menjadi
pilihan produk tersebut.
Produk yang ditawarkan merupakan produk konsumer (consumer goods) khususnya
produk herbal yang juga masih berkaitan dengan produk farmasi. Sehingga idealnya
fase ini merupakan fase terpanjang dari keseluruhan daur hidup produk. Ketika
konsumen telah tersegmentasi, maka strategi promosipun perlu untuk kembali
disesuaikan. Fase kedewasaan dapat terbagi menjadi tiga subfase yang masing-masing
memerlukan startegi yang berbeda, antara lain: growth maturity, stable maturity, dan
decaying maturity.
4. Fase Penurunan
Fase ini ditandai dengan penurunan penjualan yang signifikan. Terdapat beberapa
faktor yang menyebabkan fase ini seperti perubahan selera konsumen, produk
subtitusi yang lebih handal, dan lain sebagainya. Terlebih untuk produk konsumen
diharapkan tidak segera memasuki fase ini, diantaranya adalah dengan berstrategi
dengan cermat terutama yang berkaitan dengan inovasi (baik terkait produk,
distribusi, hubungan pelanggan, maupun promosi) pada fase sebelumnya. Namun fase
penurunan adalah tidak bisa dihindari, sehingga yang perlu dilakukan adalah
memanajemennya dengan baik.
Strategi Harga

1. Apakah dasar tujuan penetapan Harga PT. Sido Muncul Tbk.?

Jawab:

Dasar tujuan penetapan harga yang dilakukan PT Sidomuncul yaitu dengan


menetapkan harga yang dapat dijangkau oleh semua tingkatan kalangan masyarakat
sehingga dapat mempertahankan atau meningkatkan bagian dalam pasar, menjadikan
produk sidomuncul berada di hati konsumen sehingga dapat menghadapi dan
mencegah persaingan karena dapat memikat hati konsumen dengan khasiat dan harga
yang pas. PT sidomuncul juga menerapkan harga yang terjangkau dari awal mula
berdiri harga jamu yang di produksi tidak pernah terjadi penaikan harga yang sangat
tinggi sehingga terjadi kestabilan harga di dalamnya. Diketahui dari awal mula
berdirinya PT sidomuncul mengalami permintaan yang ditinggi sehingga dalam
strategi penetapan harganya jika menetapkan harga yang terjangkau murah tetap
menghasilkan laba yang besar karna permintaannya yang tinggi.

2. Metode Penetapan harga apakah yang digunakan PT Sido Muncul Tbk. Dalam
menjual Produk-produkya?

Jawab:

Metode penetapan harga yang dilakukan oleh PT. Sidomuncul Tbk. dalam menjual
produk-produknya yaitu dengan menggunakan metode penetapan harga
berdasarkan kompetitor.

PT. Sidomuncul Tbk. melihat produk pesaing lalu meluncurkan produk dengan harga
yang bersaing dengan cara menetapkan harga rendah tetapi dengan perbedaan harga
yang tidak terlalu jauh dengan harga pesaing.

Berikut Penjelasan Mengenai Beberapa Metode dalam penetapan harga :

 Penetapan harga berdasarkan biaya

a. Penetapan Harga Biaya Plus


Rumus : Biaya Total + Margin = Harga Jual

b. Penetapan Harga Mark-Up


Rumus :  Harga Beli + Mark-Up = Harga Jual
c. Penetapan Harga BEP (Break Even Point)
Rumus : BEP => Total Biaya = Total Penerimaan

 Penetapan harga berdasarkan harga pesaing/kompetitor

Penetapan harga dilakukan dengan menggunakan harga kompetitor sebagai


referensi, dimana dalam pelaksanaannya lebih cocok untuk produk yang
standar dengan kondisi pasar oligopoli.

 Penetapan harga berdasarkan permintaan

Proses penetapan harga yang didasari persepsi konsumen terhadap value/nilai


yang diterima (price value), sensitivitas harga dan perceived quality.

3. Apakah PT Sido Muncul Tbk. Melakukan metode penetapan harga yang berbeda
untuk konsumen bisnis dan konsumen akhir? Jelaskan

Jawab:

YA, Untuk penetapan harga pada konsumen bisnis dan konsumen akhir, PT.
Sidomuncul dibedakan , PT. Sido Muncul Tbk. langsung menetapkan harga sendiri
yang berasal dari perusahaan yang ada di Semarang, sehingga pihak distributor
maupun cabang agen-agen yang ada di daerah tidak mengambil keuntungan sendiri.

Sedangkan untuk pedagang eceran, toko pengecer, serta supermarket mengambil


keuntungan sendiri. Hal tersebut dilakukan untuk memperluas pangsa pasar sebagai
pihak penjual(konsumen bisnis ) dipastikan sudah diberikan himbauan harga untuk
menjual produknya ke konsumen karena penjual merupakan tempat pendistribusian
yang juga terdiri dari karyawan didalamnya jadi perlu harga yang lebih rendah agar
pihak penjual (Konsumen bisnis ) juga mendapatkan laba dengan harga yang sudah
ditentukan oleh perusahaan , begitupun konsumen juga tidak dirugikan dengan
penetapan harga yang berbeda karena secara sistem saja sudah beda.

4. Strategi Penyesuaian harga mana sajakah yang dilakukan PT Sido Muncul Tbk.
Dalam menghadapi kondisi konsumen yang berbeda- beda ?

Jawab:

Strategi Penyesuaian Harga yang dilakukan PT Sido Muncul Tbk

Menetapkan harga eceran tertinggi


Untuk menghindari lonjakan harga yang dilakukan oleh konsumen bisnis
maka PT sidomuncul menetapkan HET atau harga eceran tertinggi agar harga
produk sidomuncul tetap stabil di pasaran

Penetapan harga internasional

Karena produk sidomuncul telah masuk ke pasar mancanegara seperti


Malaysia, Singapura, Brunei, Australia, Nigeria, Korea dan banyak negara
lainnya PT Sidomuncul menetapkan harga Internasional dikarenakan
perbedaan ekomoni yang ada di luar sana

Dengan Meenggunkanan pendekatan:

Pendekatan permintaan dan penawaran (supply demand approach


Dari tingkat permintaan dan penawaran yang ada ditentukan harga
keseimbangan (equilibrium price) dengan cara mencari harga yang mampu
dibayar konsumen dan harga yang diterima produsen sehingga terbentuk
jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan.
Pendekatan biaya (costoriented approach)
Menentukan harga dengan cara menghitung biaya yang dikeluarkan
produsen dengan tingkat keuntungan yang diinginkan baik dengan markup
pricing dan break even analysis.
Pendekatan pasar (market approach)
Merumuskan harga untuk produk yang dipasarkan dengan cara
menghitung variabel yang mempengaruhi pasar dan harga seperti kondisi
politik, persaingan, sosial budaya, dan lain-lain.
5. Bandingkan Harga produk-produk PT Sido Muncul Tbk. Dengan para pesaingnya !
Apakah Kesimpulan Saudara? jelaskan!

Jawab:

NAMA PRODUK HARGA PER PCS NAMA PRODUK HARGA PER PCS
SIDOMUNCUL PESAING

TOLAK ANGIN Rp.2000 ANTANGIN Rp.3.500

JAMU KUNYIT Rp.1.500 KUNYIT ASAM Rp.2.600


ASEM SIRIH SIRIH
HERBADRINK

JAMU PEGAL Rp.3.200 JAMU MAHKOTA Rp.4.000


LINU DEWA

KUKU BIMA Rp.1.200 EXTRA JOSS Rp.1.500


ENERGI

STMJ Rp.2.000 STMJ XTRIM Rp.2.500

JAMU SEHAT Rp.1.950 JAMU JAGO Rp.1.395


PRIA SEHAT PRIA

KUKU BIMA Rp.1.300 KOPI GINGSENG Rp.2.250


KOPI GINGSENG MI WON

Kesimpulan Harga produk pada PT Sido Muncul lebih rendah daripada harga pesaingnya ,
padahal menurut saya produk-produk Sido Muncul sudah berhasil merebut positioning pada
konsumen , hal ini bisa dijadikan sebagai strategi penjualnan (promosi) yang bagus karena
selain produknya sudah terkenal khasiatnya , harganya juga cukup murah jika dibandingkan
pesaingnya jadi lebih mudah untuk menguasai pasar atau meningkatkan penjualan .

Strategi Distribusi

1. Tampilkan bagan sistem saluran pemasaran yang dilakukan PT Sido Muncul Tbk!

Zero-Level One-Level Two-Level Three-Level


Channel Channel Channel Channel

Pedagang
Pedagang besar besar(distributor),
(distributor)
Pengecer

Level Produk yang dihasilkan oleh PT Sido Muncul Tbk


Pelanggan
a. Zero/ Channel (Direct
Pelanggan /
Marketinng Channel)Pelanggan / Pelanggan /
Konsumen Konsumen Konsumen Konsumen
Melalui channel ini produsen menjual produknya langsung kepada konsumen
b. One-Level Channel
Produsen dalam menyampaikan produknya kepada konsumen menggunakan para
pengecer seperti toko dan kios.

c. Two-Level Channel
Produsen dalam menyalurkan produknya ke konsumen melalui pedagang besar
(distributor) yang akan menyalurkannya lagi kepada para pengecer
d. Three-level Channel
Pada mata saluran distribusi ini produsen barang dalam menyampaikan produknya
kepada konsumen melalui pedagang besar(distributor), dipemborong atau makelar
serta pengecer

Dari berbagai sumber tersebut di atas maka disimpulkan bahwa bauran saluran

distribusi terdiri dari:

a. Saluran distribusi
Hal ini menyangkut cara penyebarann suatu produk untuk dapat sampai di tangan
konsumen seperti zero-level atau three level channel.
b. Cakupan (coverage)
Hal ini merupakan cakupan wilayah yang terjangkau oleh cara penyampaian suatu
produk ke konsumen.
c. Pilihan (assessments)
Pilihan saluran distribusi ini dapat berbeda-beda tergantung dari bagaimana
caranya agar suatu produk dapat lebih cepat sampai ke konsumen.
d. Lokasi (place)
Faktor ini ditentukan terutama oleh tempat tinggal konsumen yang akan dijangkau
oleh sesuatu produk dan juga tempat penyimpanan produk itu sendiri.
e. Transportasi
Transportasi perlu penanganan yang lebih baik karena akan menyangkut tidak saja
cepat atau lambatnya sesuatu produk sampai ke konsumen, tetapi juga
menyangkut pelayanan terhadap konsumen itu sendiri,

2. Apakah PT. Sido Muncul Tbk menggunnakan sistem pemasaran langsung? Jelaskan!
Lengkapi dengan informasi dari sumber lain
PT Sido Muncul menggunakan sistem Pemasaran Lansung, tapi tidak hanya itu saja
ada seperti :
 Promosi penjualan.
 Pemasaran interaktif.
 Pemasaran langsung.
 Pengikut publik.
• Komposisi Strategi Promosi antara lain:
Pengiklanan, Personal Selling, Sales Promotion, Direct Marketing (Pemasaran
Langsung), Interactive/ Internet Marketing (Pemasaran Interaktif/melalui Internet),
dan Public Relations (Hubungan Masyarakat)

Dari berbagai sumber tersebut di atas maka disimpulkan bahwa Komposisi Pemasaran
terdiri dari:

a. Periklanan
• Hal pertama yang menjadi pertimbangan dalam perencanan periklanan adalah tujuan
dari periklanan itu sendiri. Dalam hal ini perusahaan dapat lebih berfokus pada
pengenalan kebutuhan dan pengenalan merek.
• Tujuan dari kreativitas ini adalah untuk mengomunikasikan pemosisian yang
dimaksud secara efektif kepada pelanggan dan pihak lain yang mempengaruhi
pembelian merek tertentu. Pembuatan iklan sendiri dapat dilakukan melalui agensi
lokal agar konten dan konsep dapat sesuai dengan budaya yang berlaku disana.
b. Promosi Penjualan
• Aktivitas promosi penjualan memberikan nilai lebih atau insentif bagi pelanggan dan
pelaku rantai nilai. Tujuan dari aktivitas ini adalah untuk mendorong penjualan.
Berbagai aktivitas dapat menjadi bagian dari program promosi, seperti pameran
perdagangan baik yang diinisiasi oleh asosiasi maupun oleh pemerintah, tampilan
pembelian (point-of-purchase displays), program pengakuan (misalnya penghargaan
bagi pemasok terbaik), display pada titik penjualan, dan sampel gratis. Program
promosi penjualan mencakup tiga kategori utama: insentif, penetapan harga promosi,
dan aktivitas yang memberikan informasi.
c. Strategi Digital
Saat ini strategi pemasaran berbasis digital menjadi pilihan utama. Dalam pemilihan
media digital maka perusahaan perlu melakukan riset kembali untuk menyesuaikan
dengan budaya pop timur tengah. Strategi digital dapat di tujukan untuk membentuk
opini sosial, Sherif’s theory of social judgement juga menyebutkan bahwa penilaian
sosial dapat menjadi landasan bagi konsumen dalam pemilihan produk konsumer atau
produk sehari-hari. Selanjutnya perusahaan dapat bekerjasama dengan content creator
lokal dalam menyusun program pemasaran kreatif.
3. Siapa sajakah pelaku yang terlibat dalam pendistribusian produk PT Sido Muncul
Tbk? Sebutkan!
Perantara pemasaran misalnya distribotur, pengecer yang berperan dalam
pendistribusian hasil-hasil produksi ke konsumen.
Distributor:
PT Muncul Mekar, merupakan perusahaan distribusi untuk memasarkan produk-
produk Sido Muncul, yang selanjutnya ditunjuk sebagai distributor tunggal
perusahaan jamu dan farmasi Sido Muncul. Dan didirikan tahun 1975
Pengercer: 
a. Star Outlet
b. Grosir Besar
c. Pengecer Paling Kecil.
4. Sebutkan dimana sajakah konsumen bisa memperoleh produk-produk PT.Sido
Muncul Tbk!
PT. Sido Muncul memiliki banyak distributor untuk memasarkan produknya sehingga
para konsumen mudah dalam memperoleh produk produk PT Sido muncul.
Produk PT Sido muncul dapat diperoleh di beberapa tempat seperti:
a. Toko obat
b. Supermarket
c. Toko kelontong
d. Swalayan
e. Di warung warung kecil
f. Pedagang asongan
g. Apotek.
 Dalam pendistribusian nya pt Sido muncul menggunakan distribusi multichannel.
Seiring berkembang nya sarana dan prasarana serta perbaikan infrastruktur yang
berkesinambungan dengan didukungnya sistem informasi yang semakin berkembang,
kini memudahkan produk sidomuncul untuk dapat mendistribusikan produknya dari
hulu ke hilir, sehingga pada saat ini telah banyak outlet-outlet yang didirikan oleh
siodomuncul di seluruh indonesia, atau juga produknya dapat mudah ditemukan di
toko dan gerai-garai modern seperti alfamart, indomart dan lainnya.Kemudahan
sistem informasipun kini menjadi media pemanfaatan bagi sidomuncul untuk dapat
mendistribusikan produknya, yaitu dengan cara memberikan informasi di internet
bagaiman menjadi distributor sidomuncul..
5. Apakah PT Sido Muncul Tbk menggunakan pengecer khusus?
PT SidoMuncul Tbk menggunakan sitem pengecer khusus, karena pengecer dapat
berperan sebagai perantara antara diatributor dan konsumen, sehingga konsumen lebih
mudah mendapatkan produk yang dicari.
Selain itu pengecer jugamenyedikan berbagai macam varian dari produk sido muncul
sehingga pengecer dijadikan rujukan oleh para konsumen.

6. Sebutkan grosir atau pedagang besar produk-produk PT Sido Muncul Tbk

PT. Semarang Herbal Indo Plants

Semarang Herbal Indo Plant (SHI) merupakan pabrik yang dikembangkan oleh PT
Sido Muncul,Tbk dengan tujuan dapat meningkatkan produksi, efisieni dan
membantu menampung hasil panen para petani.

PT. Muncul Mekar

PT. Muncul Mekar merupakan kantor pusat di Jalan Mlaten Trenggulun nomor 102
Semarang, yang dipimpin oleh Sofyan Hidayat. Berhasil membuka cabang empat
kantor perwakilannya di Jakarta, antara lain Sumatera dan Pontianak, Jawa Barat
mencakup wilayah pemasarannya termasuk provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah
termasuk provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur termasuk provinsi Jawa Timur, serta
Indonesia Bagian Tengah dan Indonesia Bagian Timur. PT. Muncul Mekar yang
awalnya hanya 4 perwakilan kini telah berkembang menjadi 109 Sub Perwakilan dan
Distributor beberapa Cabang dan Sub Perwakilan dari kota-kota Provinsi, kabupaten
bahkan Kecamatan dari Sabang sampai Merauke.
PT. Berlico Mulia Farma

Melalui visi pemimpin Industri farmasi di Indonesia tepat pada tanggal 1 September
2014 PT. Berlico Mulia Farmasi resmi bergabung menjadi anak perusahaan PT.
Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Visi ini bertujuan guna melebarkan
sayap ke bisnis industri farmasi. Selain itu PT. Berlico Mulia Farma telah
memproduksi sekitar 80 jenis obat yang terdiri dari produk-produk herbal. Berbagai
merek produk yang dipasarkan antara lain: Anacetine (obat penurun panas),
combicitrine (obat cacing), berlosid (obat mag), anabion (multivitamin anak),
suprabion (multivitamin orang dewasa) dan minyak telon cap a3 anak. PT. Berlico
Mulia Farma telah melakukan kerjasama dengan 50 pedagang besar farmasi untuk
mendistribusikan produk perussahaan ke lebih dari 16 kota besar di seluruh indonesia.
 Produk-produk yang telah di produksi sampai saat ini oleh Sido Muncul ada lebih dari
250 jenis produk dengan produk unggulan Tolak Angin, Kuku Bima Energi, Alang
Sari Plus, Kopi Jahe Sido Muncul, Kuku Bima Kopi Ginseng, Susu Jahe, Jamu
Komplit dan Kunyit Asam.
Kini, produk-produk Sido Muncul telah berhasil di ekspor ke beberapa negara Asia
Tenggara (Malaysia, Singapore, Brunei dll), Australia, Korea, Nigeria, Algeria, Hong
Kong, USA, Saudi Arabia, Mongolia dan Rusia. Saat ini perseroan juga tengah
melakukan penjajagan dengan distributor dan perusahaan asal Thailand, Vietnam dan
Jepang.
 Tepat tanggal 18 November 2013, Sido Muncul yang memiliki 109 distributor di
seluruh Indonesia kembali melakukan perubahan. Perusahaan keluarga ini memilih
naik kelas menjadi perusahaan terbuka dengan tujuan agar perusahaan ini langgeng
dan dipercaya oleh masyarakat.
Saat ini PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk. telah menjadi Pabrik Jamu
terbesar di Indonesia dan masih akan terus berkembang dan kini tercatat dengan Kode
saham dari Perseroan SIDO di Bursa Efek Indonesia.
Strategi Promosi

1. Sebut dan jelaskan program bauran promosi atau komunikasi pemasaran terpadu yang
dilakukan oleh PT Sido Muncul Tbk
 Strategi Promosi (Berikut penjelasan serta penerapan program bauran pada PT Sido
Muncul Tbk)

Promosi berasal dari bahasa inggris “promote” yang berarti meningkatkan atau
mengembangkan.pangertian tersebut bila digunakan dalam bidang penjualan berarti
alat alat untuk meningkatkan omzet penjualan.Pengertian promosi dapat dipandang
berbeda dalam hal produsen dan konsumen.

Dapat disimpulkan bahwa promosi merupakan kegiatan pemasaran dan penjualan


dalam rangka menginformasikan dan mendorong permintaan terhadap produk,jasa
dan ide dari perusahaan dengan cara memengaruhi para konsumen agar mau membeli
produk dan jasa yang ihasilkan oleh perusahaan.
 Bauran Promosi pada PT Sido Muncul Tbk
Bauran promosi merupakan alat-alat yang digunakan dalam promosi yang terdiri dari:
1. Saluran distribusi
Saluran distribusi merupakan sekelompok perusahaan atau perseorangan yang
memiliki hak pemilikan atas produk atau membantu memindahkan hak pemilikan
produk atau jasa ketika akan dipindahkan dari produsen ke konsumen.
2. Cakupan (coverage)
Cakupan merupakan jangkauan yang dilakukan oleh PT Sido Muncul Tbk
3. Pilihan (assessments)
Ketentuan yang dilakukan oleh PT Sido Muncul Tbk
4. Lokasi (place)
Tempat yang akan digunakan sebagai produksi dari PT Sido Muncul
5. Transportasi
6. Promosi
 Periklanan (Advertising)

bila ditinjau secara isi berita jenis iklan dapat dibedakan menjadi tiga yaitu iklan yang

bersifat informatif, persuasif dan pengingat (reminder). 

Kegiatan periklanan bila dikaitkam dengan kasus Tolak Angin sebagai produk PT.

Sido Muncul dapat dianalaisa berdasarkan hal-hal di atas. Sangat jelas sekali

bahwa PT. Sido Muncul dalam memasarkan Tolak Angin menggunakan iklan

melalui media massa terutam di Televisi. Iklan Tolak Angin sangat dikenal dengan

taglinenya Orang Pintar Tolak Angin. Dalam iklan tolak angin ini ingin

mempengaruhi khalayak bahwa dalam memilih obat masuk angin perlu minum Tolak

Angin. Tagline ini diperkuat dengan visual orang-orang yang sukses dan memiliki

otak yang cukup terkenal seperti Ronald Kasali seorang akademisi dan tokoh

pemasaran, Lula Kamal, seorang artis dan dokter, Agnes Monica yang dikenal orang

masyarakat sebagai muda berbakat dan memiliki prestasi akademik dan yang terakhir

Anggito Abimanyu, seorang akademisi yang gagal jadi menteri.


Iklan Tolak Angin saat ini tidak semata-mata bersifat persuasif semata tetapi di dalam

iklan Tolak Angin terdapat informasi-informasi yang menunujukkan bahwa Tolak

Angin peduli dengan budaya Indonesia. Hal ini cukup wajar karena secara posisi jamu

Tolak Angin sudah cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia karena secara usia

produk ini sudah lama, maka iklan-iklan Tolak Angin ini sebenarnya lebih bersifat

reminder (pengingat) kepada masyarakat. Iklan Tolak Angin bukan lagi sebagai

sarana utama untuk memasarkan produk tetapi menjadi pengingat dan informasi apa

saja yang dilakukan oleh Tolak Angin untuk menjaga loyalitas konsumen. Iklan juga

digunakan untuk memperkuat brand Tolak Angin, supaya nama Tolak Angin ini

melekat kuat di dalam benak khalayak. 

 Promosi Penjualan (Sales Promotion)

PT. Sido Muncul selain mengunakan medai iklan juga menggunakan strategi Promosi
Penjualan (Sales Promotion). Sales promotion yang merupakan kegiatan untuk
membujuk secara langsung yang menawarkan insentif atau nilai lebih untuk suatu
produk pada sales force, distributor atau konsumen langsung dengan tujuan utama
yaitu menciptakan penjualan yang segera. Promosi penjualan digunakan untuk
menjaring konsumen baru dan terciptanya penjualan yang meningkat dalam waktu
dekat. Salah satu bentuk promosi yang dilakukan oleh PT. Sido Muncul dalam
memasarkan Jamu Tolak Angin adalah dengan mengemas Jamu Tolak Angin dengan
permen Tolak Angin dalam satu paket.

Bentuk lain promosi penjualan adalah sebagai Event Sponsorship. Dalam beberapa
event televisi Tolak Angin seringkali menjadi sposor utama seperti Realtiy Superstar
pada awal tahun 2000an di Indosiar dan sponsor acara musik Karnaval di SCTV.
Sebagai sponsor utama Tolak Angin mendapatkan banyak keuntungan, sebagai mana
dilansir dalam Malang Post dalam acara Karnaval SCTV di kota Malang pada tanggal
15 Mei 2010 dapat mengadakan relaunching produk turunan Tolak Angin yang
diperuntukkan bagi anak-anak Selain itu keuntungan lain yang di dapatkan oleh Tolak
Angin adalah mereka dapat menjual secara langsung lewat stand-stand yang
disediakan di tempat acara berlangusng dengan memberikan doorprize dan hadiah-
hadiah menarik lainnya. 

 PublicRelations 
Dalam pemasaran tentunya perlu dimbangi oleh reputasi perusahaan maupun produk
yang bagus. PT. Sido Muncul. Membangun kawasan Argowisata dengan lahan seluas
1,5 hektar dari lahan 7 hektar kawasan yang dimiliki oleh pabrik PT.Sido Muncul.,
dan sisanya menjadi kawasan pendukung lingkungan pabrik. Pt. Sido Muncul
memberikan akses yang seluas-luasnya untuk kunjungan ke lingkungan pabrik. Dalam
kunjungan itu terdapat kegiatan-kegiatan edukasi tentang jamu-jamuan dan tanaman
herbal sehingga masyarakat dapat melihat kegiatan-kegiatan yang ada di lingkungan
pabrik..
Kegiatan Public Relations yang diadakan oleh Tolak Angin dalam hal ini tentunya
pihak PT. Sido Muncul adalah mengadakan kegiatan Mudik Gratis setiap tahun. PT.
Jamu Sido Muncul memfasilitasi para pemudik dengan memberikan pelayan angkutan
gratis untuk pulang kampung yang kebanyakan pesertanya adalah para penjual jamu.
Kegiatan ini secara jangka pendek memang tidak terlalu nampak hasilnya tetapi
dalam jangka panjang dapat membentuk loyalitas yang tinggi konsumen. 
 DirectSelling
Direct Selling ini dapat dilakukan melalui telemarketing, email dan lain-lain. Kegiatan
direct selling dalam kasus Tolak angina ini tidak terlalu nampak dipermukaan tetapi
strategi direct selling juga dilakukan oleh pihak Tolak Angin. Direct selling ini
tidaklah langsung dilakukan kepada konsumen tetapi lebih banyak ditujukan kepada
distributor sehingga distributor dapat menyalurkan produk Tolak Angin secara luas.
Tentanya direct selling yang dilakukan dipadukan dengan program-program yang lain
sepertinya insentif atau discount yang merupakan bagian dari sales promosi. 
 PersonalSelling
Pemasaran secara personal selling mencakup penjualan melalui orang ke orang secara
langsung. Kaitan dengan personal selling yang dilakukan dalam proses pemasaran
Tolak Angin tentunya sangat mempengaruhi volume penjualan. Personal selling
Tolak Angin ini dilakukan oleh para penjual pedagang eceran di bus-bus. Selain
dilakukan oleh pedagang pengecer personal selling ini juga dipadukan dalam kegiatan
marekting yang lain sebagai contoh pembukaan stan di suatu event seperti ketika
Tolak Angin menjadi seponsor utama Karnaval SCTV, PT Sido Muncul membuka
stand yang melayani penjualan langsung dan melalui SPG yang mendatangi
pengunjung acara dengan menawarkan produk Tolak Angin. Personal selling ini
sangat bagus untuk memberikan sebtuhan personal dalam kegiatan marketing dan
juga seller dapat memberikan penjelasan manfaat produk kepada calon konsumen. 
Tentunya dalam kaca mata Integrated Communication Marketing pelaksanaan
kegiatan pemasaran yang di atas kadang-kadang dilakukan secara bersama-sama.
Seperti misalnya ketika Tolak Angin menjadi sponsorship suatu acar maka di tempat
tersebut dibuka stand untuk penjualan secara langsung, atau ketika direct marekting
dilakukan maka pihak Sido Muncul akan memberikan diskount-discount atau insetif
bagi para pengecer. Kegiatan Publik Relation yang diadakan seperti agrowisata di
kompleks pabrik Sido Muncul ada program lain seperti sales promosi dengan menjual
paket-paket jamu dengan harga yang lebih murah dan juga terdapat proses personal
selling.
Dari berbagai sumber bahwa bauran saluran distribusi terdiri dari:
1. Saluran distribusi
2. Cakupan (coverage)
3. Pilihan (assessments)
4. Lokasi (place)
5. Transportasi
6. Promosi
2. Media promosi apa sajakah yang digunakan PT Sido Muncul Tbk? Jelaskan! Lampiri
dengan contoh!
 Media promosi
Media promosi saat ini memang sudah beraneka ragam bentuknya, baik berupa fisik
maupun maya. Keberagaman ini tidak lepas dari perkembangan dunia Ilmu
Pengetahuan, teknologi dan informasi yang pesat dari waktu ke waktu dalam rangka
memasarkan produk. Adapun media promosi yang dilakukan oleh PT Sido Muncul
Tbk diantaranya:

Media promosi berbasis TI yang dilakukan PT Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk

adalah sebagai berikut:

 Televisi
 Website: www.sidomuncul.id/
 Social Media: Twitter (@sidomunculcorp), Facebook (Sidomuncul Corp).
 Periklanan
PT. Sido Muncul dalam memasarkan Tolak Angin menggunakan iklan
melalui media massa terutam di Televisi. Iklan Tolak Angin sangat dikenal dengan
taglinenya Orang Pintar Tolak Angin. Dalam iklan tolak angin ini ingin
mempengaruhi khalayak bahwa dalam memilih obat masuk angin perlu minum Tolak
Angin. Tagline ini diperkuat dengan visual orang-orang yang sukses dan memiliki
otak yang cukup terkenal seperti Ronald Kasali seorang akademisi dan tokoh
pemasaran, Lula Kamal, seorang artis dan dokter, Agnes Monica yang dikenal orang
masyarakat sebagai muda berbakat dan memiliki prestasi akademik dan yang terakhir
Anggito Abimanyu, seorang akademisi yang gagal jadi menteri.
 Promosi Penjualan
Promosi penjualan digunakan untuk menjaring konsumen baru dan terciptanya
penjualan yang meningkat dalam waktu dekat. Salah satu bentuk promosi yang
dilakukan oleh PT. Sido Muncul dalam memasarkan Jamu Tolak Angin adalah
dengan mengemas Jamu Tolak Angin dengan permen Tolak Angin dalam satu paket.
Bentuk lain promosi penjualan adalah sebagai Event Sponsorship. Dalam beberapa
event televisi Tolak Angin seringkali menjadi sposor utama seperti Realtiy Superstar
pada awal tahun 2000an di Indosiar dan sponsor acara musik Karnaval di SCTV.
 Public Relations
PT. Sido Muncul. Membangun kawasan Argowisata dengan lahan seluas 1,5 hektar
dari lahan 7 hektar kawasan yang dimiliki oleh pabrik PT.Sido Muncul., dan sisanya
menjadi kawasan pendukung lingkungan pabrik. Pt. Sido Muncul memberikan akses
yang seluas-luasnya untuk kunjungan ke lingkungan pabrik. Dalam kunjungan itu
terdapat kegiatan-kegiatan edukasi tentang jamu-jamuan dan tanaman herbal sehingga
masyarakat dapat melihat kegiatan-kegiatan yang ada di lingkungan pabrik.
 Direct Selling
Kegiatan direct selling dalam kasus Tolak angina ini tidak terlalu nampak
dipermukaan tetapi strategi direct selling juga dilakukan oleh pihak Tolak Angin.
Direct selling ini tidaklah langsung dilakukan kepada konsumen tetapi lebih banyak
ditujukan kepada distributor sehingga distributor dapat menyalurkan produk Tolak
Angin secara luas. Tentanya direct selling yang dilakukan dipadukan dengan
program-program yang lain sepertinya insentif atau discount yang merupakan bagian
dari sales promosi. 
 Personal Selling
PT Sido Muncul membuka stand yang melayani penjualan langsung dan melalui SPG
yang mendatangi pengunjung acara dengan menawarkan produk Tolak Angin.
Personal selling ini sangat bagus untuk memberikan sebtuhan personal dalam kegiatan
marketing dan juga seller dapat memberikan penjelasan manfaat produk kepada calon
konsumen. 
Tentunya dalam kaca mata Integrated Communication Marketing pelaksanaan
kegiatan pemasaran yang di atas kadang-kadang dilakukan secara bersama-sama.
Seperti misalnya ketika Tolak Angin menjadi sponsorship suatu acar maka di tempat
tersebut dibuka stand untuk penjualan secara langsung, atau ketika direct marekting
dilakukan maka pihak Sido Muncul akan memberikan diskount-discount atau insetif
bagi para pengecer. Kegiatan Publik Relation yang diadakan seperti agrowisata di
kompleks pabrik Sido Muncul ada program lain seperti sales promosi dengan menjual
paket-paket jamu dengan harga yang lebih murah dan juga terdapat proses personal
selling.
3. Kunjungi website PT Sido Muncul Tbk dan berikan komentar, apakah website
tersebut efektif sebagai media promosi

Website PT Sido Muncul Tbk https://www.sidomuncul.co.id/ berisi tentang:

1. Company profile

Yang didalamnya berisi berbagai komponen yaitu about us, R&D, Products, Our
business, Investor update, CSR, dan Media.

2. Investor Update

Berisi tentang perkembangan investor yang ada pada PT Sido Muncul Tbk

diantaranya ada IDR symbol, Share Price, Day’s Range dan Weeks Range.

3. Store

Didalamnya ada menu tambahan lain seperti home, produk, artikel, news, tentang

kami.
Dalam website PT Sido Muncul sangat efektif sebagai media promosi sebab
menggunakan fitur kekinian yang mudah dimengerti oleh semua kalangan.
4. Cari contoh iklan PT Sido Muncul Tbk yang dilakukan melalui berbagai media dari
tahun ke tahun!
 Iklan merupakan cara yang efektif untuk meraih konsumen dalam jumlah besar dan
tersebar secara geografis. Faktor lain yang mempengaruhi efektifitas iklan adalah
penggunaan endorser (selebriti) sebagai penyampai pesan iklan.Disini sebagai contoh
kami memilih produk tolak angina dari PT Sido Muncul Tbk yang mengalami
perubahan iklan dari tahun ke tahun.
Tahun 2017 Sherina Munaf sebagai bintang iklan dari Tolak Angin dan Tolak Angin
Flu

Tahun 2017 PT Sido Muncul Co-branding Bersama Wonderful Indonesia dengan


produk Tolak Linu

Tahun 2018 Produk kukubima Energi, dengan mempromosikan pariwisata Indonesia


Dalam iklan PT Sido Muncul Tbk selalu berinovasi serta meningkatkan kreativitas
dalam hal menyampaikan produk tak lupa pula untuk mempromosikan Indonesia

5. Apakah PT Sido Muncul Tbk menggunakan media social untuk mempromosikan


produk-produk nya?
 PT Sido Muncul Tbk menggunakan media social yang dipilih merupakan metode
periklanan untuk promosinya. Dalam iklan diperlukan orisinal, karakteristik tertentu
dan persuasif sehingga para konsumen atau khalayak secara suka rela terdorong untuk
melakukan sesuatu tindakan sesuai dengan yang diinginkan pengiklan.
Sebagai contohnya Iklan Tolak Angin sangat dikenal dengan taglinenya Orang Pintar
Tolak Angin. Dalam iklan tolak angin ini ingin mempengaruhi khalayak bahwa dalam
memilih obat masuk angin perlu minum Tolak Angin. Tagline ini diperkuat dengan
visual orang-orang yang sukses dan memiliki otak yang cukup terkenal seperti Ronald
Kasali seorang akademisi dan tokoh pemasaran, Lula Kamal, seorang artis dan dokter,
Agnes Monica yang dikenal orang masyarakat sebagai muda berbakat dan memiliki
prestasi akademik dan yang terakhir Anggito Abimanyu, seorang akademisi yang
gagal jadi menteri.
Dalam perkembangan serta kemajuan teknologi PT Sido Muncul mampu mengikuti
era dengan adanya market place yang digunakan diantaranya:
Tokopedia, Shoppe, bukalapak, blibi
6. Apakah PT Sido Muncul Tbk mempunyai divisi Humas yang mandiri?Apa sajakah
program-programnya?
 Divisi Humas
Aktivitas-aktivitas kehumasan eksternal PT Sido Muncul diwujudkan dengan
melakukan berbagai kerjasama dengan instansi terkait, serta kegiatan kehumasan
eksternal lain seperti:
1. Open House:
2. Sponsorship
3. Charity activity
4. Community relations
 Tujuan diadakan kegiatan community relations PT Sido Muncul berorientasi pada
terciptanya hubungan ketergantungan dan saling membutuhkan antara perusahaan
dengan komunitas sekitar. Tujuan-tujuan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
Memberikan fasilitas untuk melengkapi sarana dan prasarana bagikomunitas.
Membantu dalam bidang instruktur wilayah
Membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat kurang mampu disekitar
perusahaan
Community development
1. Customer relations
2. Pemberian Sido Muncul Award
Etika dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

1.Secara umum apakah yang dimaksud dengan etika dan tanggung jawab social
prusahaan atau CSR (Coorporates Social Reponsibility)?Berika contoh program CSR
peruahaan besar dan kecil baik yang bergerak di bidang penjualan barang atau jasa!
Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR)
adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya), perusahaan adalah
memiliki berbagai bentuk tanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya, yang
di antaranya adalah konsumen, karyawan, pemegang
saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan yang
mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Oleh karena itu, CSR berhubungan erat
dengan "pembangunan berkelanjutan", yakni suatu organisasi, terutama perusahaan, dalam
melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan
dampaknya dalam aspek ekonomi, misalnya tingkat keuntungan atau deviden, tetapi juga
harus menimbang dampak sosial dan lingkungan yang timbul dari keputusannya itu, baik
untuk jangka pendek maupun untuk jangka yang lebih panjang. Dengan pengertian tersebut,
CSR dapat dikatakan sebagai kontribusi perusahaan terhadap tujuan pembangunan
berkelanjutan dengan cara manajemen dampak (minimisasi dampak negatif dan maksimisasi
dampak positif) terhadap seluruh pemangku kepentingannya.

Contoh perusahaan Multinasional:

 Bloomberg
 Google
 Lego
 Duracell

Contoh perusaahan Nasional:

 PT Unilever Indonesia
 PT Telkom Indonesia
 Danone AQUA

2.Apakah PT Sidomuncul Tbk.sudah melakukan program CSR bagi kesejahteraan


masyarakat luas? Jelaskan dan berikan contoh nyata!

Sudah,Struktur pengelola CSR Perseroan langsung berada di bawah koordinasi Direktur


dengan tujuan agar pelaksanaan program-program CSR dapat mengajak partisipasi banyak
pihak eksternal, lebih efektif dan menghasilkan multipier effects yang luas. Selain memberi
manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, kegiatan CSR Perseroan juga diharapkan dapat
meningkatkan hubungan dengan para pemangku kepentingan dan meningkatkan persepsi
masyarakat terhadap citra brand Sido Muncul.Anggaran yang dikeluarkan untuk kegiatan
CSR tahun 2018 sebesar Rp 6.974.250.000 dengan lingkup kegiatan antara lain di bidang
kesehatan, santunan untuk kaum dhuafa dan anak yatim, dan bencana alam.

3.Apakah yang saudara ketahui tentang gerakan konsumerisme dan YLKI? Apakah
menurut saudara PT Sidomuncul Tbk. Peduli dengan hal tersebut? Bukrikan !

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) merupakan sebuah organisasi


masyarakat yang bersifat nirlaba dan independen yang didirikan  pada tanggal 11 Mei 1973.
Keberadaan YLKI diarahkan pada usaha meningkatkan kepedulian kritis konsumen atas hak
dan kewajibannya, dalam upaya melindungi dirinya sendiri, keluarga, serta lingkungannya.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia disingkat YLKI adalah organisasi non-pemerintah
dan nirlaba yang didirikan di Jakarta pada tanggal 11 Mei 1973. Tujuan berdirinya YLKI
adalah untuk meningkatkan kesadaran kritis konsumen tentang hak dan tanggung jawabnya
sehingga dapat melindungi dirinya sendiri dan lingkungannya.

 PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk juga peduli terhadap lingkungan.
Khususnya pada lingkungan sekitar agak tidak tercemar akibat limbah pabriknya. Hal ini
dilakukan oleh Sido Muncul dengan mengolah limbah menjadi bahan bakar dan pupuk.
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengungkapkan Sido Muncul memanfaatkan limbah
untuk bahan bakar, yakni komposisi bahan bakarnya 60% dari limbah dan 40% dari gas. Sido
Muncul mendapatkan Proper Hijau karena perusahaan telah melakukan pengelolaan
lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan (beyond compiance) melalui
pelaksanaan sistem pengelolaan lingkungan, pemanfaatan sumber daya hayati secara efisien,
dan melakukan upaya tanggung jawab sosial dengan baik.

Pasar Luar Negeri dan Strategi Pemasaran Global

Mendiskusikan pasar luar negeri PT Sido Muncul Tbk

PT. Sidomuncul Tbk. dengan metode PEST Analysis pada negara yang tergabung pada
BRICS dan ASEAN masing-masing dua negara. PEST itu sendiri merupakan akronim dari
political, economic, social, dan technology. PEST analysis adalah sebuah tool untuk
memahami segala resiko terkait dengan pertumbuhan atau penurunan usaha, dan juga posisi,
potensi serta arahan strategis untuk bisnis maupun organisasi. PT. Sidomuncul; sebuah
perusahaan yang sejak 2013 telah melantai di bursa saham ini, tentu membutuhkan PEST
analysis pada negara yang ingin di ekspansi.Analisis Laporan Keuangan PT.Sidomuncul
Dalam menganalisis fundamental sebuah perusahaan, diperlukan analisis laporan keuangan
yang akan membuktikan apakah sebuah perusahaan dapat dikatakan sebagai outstanding
company atau tidak (Town, 2011). Dalam menganalisis laporan keuangan, terdapat 5 hal
yang perlu diperhatikan agar mampu menarik sebuah kesimpulan dari analisis fundamental
dari sebuah perusahaan. Menurut Warren Buffet, analisis yang dilakukan yakni analisis
proftabilitas / laba perusahaan, valuasi (murah/mahal), dan hutang. a. Return On Equity
(ROE) Return on equity merupakan suatu pengukuran dari penghasilan (income) yang
tersedia bagi para pemilik perusahaan (baik pemegang saham biasa maupun pemegang saham
preferen) atas modal yang mereka investasikan di dalam perusahaan (Syafri, 2008). Return on
equity adalah rasio yang memperlihatkan sejauh manakah perusahaan mengelola modal
sendiri (net worth) secara efektif, mengukur tingkat keuntungan dari investasi yang telah
dilakukan pemilik modal sendiri atau pemegang saham perusahaan (Sawir, 2009). ROE
menunjukkan rentabilitas modal sendiri atau yang sering disebut rentabilitas usaha.

Tabel 4 ROE PT. Sidomuncul Tbk. Tahun23 ROE 29,7 % 15,5 % 15,8 % ROE =learning
after taxes / total equity ROE adalah rasio yang dihitung dengan membagi laba dengan modal
pemegang saham. Nilai ROE Sidomuncul dari tahun ke tahun mengalami ketidakstabilan
yakni 29,7 % pada tahun Lalu mengalami penurunan di tahun 2013 yakni 15,5 %. Dan pada
tahun 2014 mengalami peningkatan sebesar 0,3 % yakni 15,8 %. Meskipun begitu,
PT.Sidomuncul telah melantai di bursa saham pada akhir tahun Hal ini berdampak sedikit
terhadap peningkatan ROE sebesar 0,3 % pada tahun Untuk nilai ROE dari PT.Sidomuncul
ini sendiri, berada pada angka 15%. Hal ini terbilang baik. Akan tetapi, PT. Sidomuncul perlu
meningkatkan ROE-nya karena semakin tinggi nilai ROE maka akan semakin baik. b. Net
Profit Margin Rasio yang mengukur profitabilitas perusahaan, didapat dengan membagi
keuntungan bersih dengan total penjualan. Semakin besar nilai NPM semakin baik, artinya
perusahaan itu sangat efisien dalam mengoperasikan perusahaan. Rumus perhitungan dari
NPM ini adalah laba bersih penjualan setelah pajak dibagi dengan penjualan. Adapun NPM
PT Sidomuncul pada 3 tahun terakhir yakni: Tabel 5 Net profit margin PT. Sidomuncul Tbk.
Tahun NPM 16,2 % 17,1 % 18,9 %
24 Nilai NPM PT Sidomuncul dari tahun ke tahun meningkat. Meskipun peningkatannya
hanya satu koma sekian persen, tetapi ini berarti bahwa PT.Sidomuncul semakin tahun
semakin dapat mengoperasikan perusahaannya. c. Earning per Share (EPS) EPS ini didapat
dari jumlah keuntungan dibagi dengan jumlah saham yang beredar, dimana dividen yang
dibagikan tidak ikut EPS. Rasio EPS digunakan untuk mengukur tingkat profitabilitas suatu
perusahaan, semakin besar rasionya semakin baik. Berikut adalah earning per share dari PT..
Sidomuncul dari tahun 2012 hingga tahun 2014: Tabel 6 Earning per Share PT. Sidomuncul
Tbk. Tahun EPS , ,98 Nilai EPS pada tahun 2012 yakni Angka ini dapat dikatakan sebagai
angka yang tinggi. Namun pada tahun 2013 nilai EPS berubah menjadi 27,06 dan mengalami
peningkatan yang tidak begitu signifikan pada tahun Nilai EPS menurun karena jumlah
saham yang beredar semakin banyak dan pada tahun 2013 PT.. Sidomuncul telah melantai di
bursa saham. d. Price Earning Ratio Price Earning Ratio (PER). PER dihitung dengan
membagi market price per share / earning per share. PER lebih kecil berarti saham relatif
murah. Sedangkan nilai PER tinggi dapat menunjukkan bahwa sebuah perusahaan lebih
diminati investor dan lebih dinilai mahal oleh para investor. Bagi investor semakin kecil nilai
PER, saham tersebut semakin bagus, biasanya PER di bawah 10. Berikut adalah nilai PER
dari tahun 2012 hingga 2014:

Tabel 7 Price Earning Ratio PT. Sidomuncul Tbk. Tahun PER Nilai PER PT.Sidomuncul
Tbk. tergolong bagus karena nilai PER pada tahun 2014 rendah yakni 3,61. e. Price to Book
alue (PB) PB dihitung dengan membagi total aset bersih dengan total saham perusahaan yang
beredar. PB digunakan untuk melihat harga suatu saham apakah overpriced atau underpriced.
Bandingkan PB sebuah saham dengan PB saham lain di sektornya. Semakin kecil berarti
semakin murah. Adapun rumus perhitungan dari PB adalah total stakeholder s equity /
number of shares. Nilai PB dari PT.Sidomuncul Tbk. di tahun 2014 yakni sebesar 0,12.
Angka ini tergolong sangat kecil dan dapat dikatakan bahwa harga saham PT Sidomuncul
Tbk. tergolong murah. f. Basic earning power Rentabilitas ekonomi (basic earning power)
merupakan perbandingan laba sebelum pajak terhadap total asset. Jadi rentabilitas ekonomi
mengindikasikan seberapa besar kemampuan asset yang dimiliki untuk menghasilkan tingkat
pengembalian atau pendapatan atau dengan kata lain Rentabilitas Ekonomi menunjukkan
kemampuan total aset dalam menghasilkan laba. Berikut adalah basic earning power selama 3
tahun terakhir: Tabel 8 Basic earning power PT. Sidomuncul Tbk. Tahun Basic Earning
Power
Ringkasan Pembelajaran Praktikum Manajemen Pemasaran
Pertemuan 1 dan 2 penjelasan dari Dosen Bapak Agung Sedayu SE, MM mengenai materi
praktikum manajemen pemasaran yang menguak mengenai PT Sido Muncul Tbk

Materi praktikum manajemen pemasaran terdiri dari 12 pokok bahasan, sebelum pandemic
Covid-19 pertemuan ke 3 penyaji dari kelompok 1 serta pembahas utama dari kelompok 12
dilakukan pada tanggal 9 Maret 2020

Pertemuan selanjutnya, masing-masing kelompok mengerjakan materi yang sesuai ketentuan

Materi praktikum manajemen pemasaran:

Filosofi dan konsep pemasaran

Teknologi informasi dan sistem informasi pemasaran

Lingkungan pemasaran

Analis pasar

Analisa persaingan

Segmenting,targeting,positioning

Strategi produk

Strategi harga

Strategi distribusi

Strategi promosi

Etika dan tanggung jawab social perusahaan

Pasar luar negeri dan strategi pemasaran global