Anda di halaman 1dari 7

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU)

UAS TAKE HOME EXAM (THE)


SEMESTER 2020/21.2 (2021.1)

Nama Mahasiswa : Rofans Beleam Hilisebua Manao

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 030084694

Tanggal Lahir : 25/05/1991

Kode/Nama Mata Kuliah : EKSI4413/Audit Manajemen

Kode/Nama Program Studi : 83/Akuntansi

Kode/Nama UPBJJ : 90/Layanan Luar Negeri

Hari/Tanggal UAS THE : Jumat/06 Agustus 2021

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI


UNIVERSITAS TERBUKA
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

Surat Pernyataan Mahasiswa


Kejujuran Akademik

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Mahasiswa : Rofans Beleam Hilisebua Manao


NIM : 030084694
Kode/Nama Mata Kuliah : 25/05/1991
Fakultas : Ekonomi
Program Studi : Akuntansi
UPBJJ-UT : Luar Negeri

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE pada laman
https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan soal ujian
UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya sebagai pekerjaan
saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai dengan aturan
akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik dengan tidak
melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui media apapun, serta
tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan akademik Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari terdapat pelanggaran
atas pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung sanksi akademik yang ditetapkan oleh
Universitas Terbuka.
Singapura, 06 Agustus 2021

Yang Membuat Pernyataan

Rofans Beleam Hilisebua Manao


BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

1. Bagaimana kerangka pengendalian menurut COSO yang dapat diterapkan dalam organisasi korporasi (PT.

Naufan Berdikari) sehingga pengendalian internalnya semakin baik!

Kerangka konseptual pengendalian internal (COSO) sekarang telah menjadi standar di seluruh dunia untuk membangun
pengendalian internal. The Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission’s didirikan pada
tahun 1985, yang merupakan aliansi dari lima organisasi profesi diantaranya :

• Financial Executives International (FEI)


• the American Accounting Association (AAA)
• the American Institute of Certified Public Accountants (AICPA)
• the Institute of Internal Auditors (IIA)
• the Institute of Management Accountants (IMA) (formerly the National Association of Accountants).

Misi utama dari COSO adalah “Memperbaiki/meningkatkan kualitas laporan keuangan entitas melalui etika bisnis,
pengendalian internal yang efektif, dan corporate governance.”
Untuk menindaklanjuti rekomendasi dari komisi treadway, COSO mengembangkan studi mengenai sebuah model
untuk mengevaluasi pengendalian internal. Pada tahun 1992, menyelesaikan studi tersebut dengan memperkenalkan
sebuah “kerangka kerja pengendalian internal” yang akhirnya menjadi sebuah pedoman bagi para eksekutif, dewan
direksi, regulator, penyusun standar, organisasi profesi , dan lainnya sebagai kerangka kerja yang komprehensif untuk
mengukur efektifitas pengendalian internal mereka.

COSO 2013 tidak mengubah lima komponen pengendalian intern yang telah dipakai sejak COSO 1992. Tentu saja
penjelasannya tetap mengalami penyempurnaan. Penjelasan singkat dari komponen-komponen tersebut adalah
sebagai berikut.

1. Lingkungan Pengendalian (Control Environment)

Merupakan susunan dari standar, proses dan struktur yang menyediakan dasar untuk terlaksananya pengendalian
internal dalam organisasi. Lingkungan pengendalian mencakup standar, proses, dan struktur yang menjadi landasan
terselenggaranya pengendalian internal di dalam organisasi secara menyeluruh. Lingkungan pengendalian tercermin
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

dari suasana dan kesan yang diciptakan dewan komisaris dan manajemen puncak mengenai pentingnya pengendalian
internal dan standar perilaku yang diharapkan. Manajemen mempertegas harapan atau ekspektasi itu pada berbagai
tingkatan organisasi. Sub-komponen lingkungan pengendalian mencakup integritas dan nilai etika yang dianut
organisasi; parameter-parameter yang menjadikan dewan komisaris mampu melaksanakan tanggung jawab tata kelola;
struktur organisasi serta pembagian wewenang dan tanggung jawab; proses untuk menarik, mengembangkan, dan
mempertahankan individu yang kompeten; serta kejelasan ukuran kinerja, insentif, dan imbalan untuk mendorong
akuntabilitas kinerja. Lingkungan pengendalian berdampak luas terhadap sistem pengendalian internal secara
keseluruhan.

2. Penilaian Risiko (Risk Assessment)

Penilaian risiko melibatkan proses yang dinamis dan berulang (iterative) untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko
terkait pencapaian tujuan. COSO 2013 merumuskan definisi risiko sebagai kemungkinan suatu peristiwa akan terjadi
dan berdampak merugikan bagi pencapaian tujuan. Risiko yang dihadapi organisasi bisa bersifat internal (berasal dari
dalam) ataupun eksternal (bersumber dari luar). Risiko yang teridentifikasi akan dibandingkan dengan tingkat toleransi
risiko yang telah ditetapkan. Penilaian risiko menjadi dasar bagaimana risiko organisasi akan dikelola. Salah satu
prakondisi bagi penilaian risiko adalah penetapan tujuan yang saling terkait pada berbagai tingkat organisasi.
Manajemen harus menetapkan tujuan dalam katagori operasi, pelaporan, dan kepatuhan dengan jelas sehingga risiko-
risiko terkait bisa diidentifikasi dan dianalisa. Manajemen juga harus mempertimbangkan kesesuaian tujuan dengan
organisasi. Penilaian risiko mengharuskan menajemen untuk memperhatikan dampak perubahan lingkungan eksternal
serta perubahan model bisnis organisasi itu sendiri yang berpotensi mengakibatkan ketidakefektifan pengendalian
intern yang ada.

3. Kegiatan Pengendalian (Control Activities)

Kegiatan pengendalian mencakup tindakan-tindakan yang ditetapkan melalui kebijakan dan prosedur untuk membantu
memastikan dilaksanakan arahan manajemen dalam rangka meminimalkan risiko atas pencapaian tujuan. Kegiatan
pengendalian dilaksanakan pada semua tingkat organisasi, pada berbagai tahap proses bisnis, dan pada konteks
lingkungan teknologi. Kegiatan pengendalian ada yang bersifat preventif atau detektif dan ada yang bersifat manual
atau otomatis. Contoh kegiatan pengendalian adalah otorisasi dan persetujuan, verivikasi, rekonsiliasi, dan revie
kenerja. Dalam memilih dan mengembangkan kegiatan pengendalian, biasanya melekat konsep pemisahan fungsi
(segregation of duties). Jika pemisah fungsi tersebut dianggap tidak praktis, manajemen harus memilih dan
mengembangka altenatif kegiatan pengendalian sebagai kompensasinya.

4. Informasi dan komunikasi (information and communication)

Organisasi memerlukan informasi demi terselenggaranya fungsi pengendalian intern dalam mendukung pencapaian
tujuan. . Manajemen harus memperoleh, menghasilkan, dan menggunakan informasi yang relevan dan berkualitas,
baik yang berasal dari sumber internal maupun eksternal, untuk mendukung komponen-komponen pengendalian
internal lainnya berfungsi sebagaimana mestinya. Komunikasi sebagaimana yang dimaksud dalam kerangka
pengendalian internal COSO adalah proses iteratif dan berkelanjutan untuk memperoleh, membagikan, dan
menyediakan informasi. Komunikasi internal harus menjadi sarana diseminasi informasi di dalam organisasi, baik dari
atas ke bawah, dari bawah ke atas, maupun lintas fungsi.

5. Kegiatan Pemantauan (Monitoring Activites)


BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

Komponen ini merupakan satu-satunya komponen yang berubah nama. Sebelumnya komponen ini hanya disebut
pemantau (monitoring). Perubahan ini dimaksudkan untuk memeprluas persepsi pemantauan sebagai rangkaian
aktivitas yang dilakukan sendiri dan juga sebagai bagian dari masing-masing empat komponen pengendalian intern
lainnya. Kegiatan pemantauan mencakup evaluasi berkelanjutan, evaluasi terpisah, atau kombinasi dari keduanya yang
digunakan untuk memastikan masing-masing komponen pengendlaian intern ada dan berfungsi sebagaimana
mestinya. Evaluasi berkelanjutan dibagun di dalam proses bisnis pada tingkat yang berbeda-beda guna menyajikan
informasi tepat waktu. Evaluasi terpisah dilakukan secara periodic, bervariasi lingkup dan frekuensinya tergantung
pada hasil penilian risiko, efektivitas evaluasi berkelanjutan, dan pertimbangan manajemen lainnya.

Kelebihan Internal Control menurut COSO

1. Pengendalian internal dapat membantu suatu entitas mencapai kinerja dan profitabilitas target dan mencegah
hilangnya sumber daya.
2. Dapat membantu memastikan pelaporan keuangan yang dapat diandalkan.
3. Dapat membantu memastikan bahwa perusahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan
4. Menghindari kerusakan reputasi dan lainnya.

Kekurangan Internal Control menurut COSO

Pengendalian intern dapat memastikan keberhasilan entitas yaitu, ia akan memastikan tercapainya dasar tujuan bisnis
atau setidaknya menjamin kelangsungan hidup. Pengendalian yang efektif hanya dapat membantu entitas mencapai
tujuan tersebut. Hal ini memberikan manajemen informasi tentang kemajuan entitas, atau kurang dari itu terhadap
prestasi mereka. Tapi pengendalian intern tidak dapat mengubah manajer inheren buruk menjadi baik. Dan pergeseran
kebijakan atau program pemerintah, tindakan pesaing atau kondisi ekonomi dapat melampaui control manajemen.
Control internal tidak menjamin keberhasilan atau bahkan bertahan hidup.

Evaluasi keefektifan Pengendalian Internal

Meskipun COSO menekankan Pengendalian Internal sebagai suatu “proses” namun keefektifan dari pelaksanaannya
dinyatakan sebagai sebuah kondisi dalam suatu titik waktu tertentu. Jika defisiensi Pengendalian Internal telah
dikoreksi/dibetulkan pada saat pelaporan, COSO menyetujui apabila laporan manajemen pada pihak luar menyatakan
bahwa Pengendalian Internal telah berjalan efektif.

Bagaimana pelaporan masalah Pengendalian Internal

COSO mendiskusikan bagaimana manajemen memperoleh dan mengolah informasi jika terjadi defisiensi Pengendalian
Internal. COSO merekomendasikan kepada personil yang mengidentifikasi terjadinya defisiensi untuk segera
melaporkannya kepada atasan langsungnya, namun jika informasinya sensitive maka perlu adanya jalur khusus
penyampaian informasi.

2. Berikan penjelasan Saudara hal-hal yang menjadi latar belakang terjadinya kecurangan berdasarkan segitiga
kecurangan (fraud triangle)!

Pengertian fraud adalah upaya untuk menguntungkan diri sendiri atau golongan tertentu dengan cara ilegal atau
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

melanggar hukum. Seseorang yang melakukan fraud pasti memiliki dorongan dan skema yang dikenal dengan istilah
fraud triangle. Siapa saja berpotensi untuk melakukan fraud, terutama jika bisnis Anda telah memiliki banyak
karyawan dengan masing-masing tugasnya.

Pada dunia bisnis, fraud adalah salah satu jenis kesalahan yang sering ditemukan, terutama dalam hal keuangan atau
akuntansi. Masalahnya, kesalahan ini terjadi disebabkan oleh unsur kesengajaan dan upaya untuk menutupi
kecurangan itu sendiri. Tentu saja hal ini sangat merugikan bisnis yang sedang Anda kelola.

Fraud triangle adalah teori yang dikembangkan oleh Donald R Cressey dalam mengamati penyebab terjadinya
kecurangan. Disebut dengan fraud triangle adalah karena dalam proses kecurangan yang terjadi, ada tiga tahap
penting yang memengaruhi seseorang untuk melakukan kecurangan.

Analisis fraud triangle memiliki tiga tahapan untuk mendeteksi penyebab kecurangan pada seorang pekerja. Tahapan
tersebut adalah tekanan, peluang, dan pembenaran. Ketiga tahapan fraud triangle adalah sifatnya saling berkaitan.
Artinya, seorang pekerja tidak akan memiliki kesempatan jika tidak mendapat dorongan atau tekanan untuk berbuat
curang.

Penjelasan tentang tahapan-tahapan fraud triangle adalah sebagai berikut:

1. Tekanan atau Pressure


Tekanan atau pressure ini berhubungan dengan niat seseorang dalam melakukan kecurangan. Seseorang yang
melakukan fraud pasti memiliki motivasi atau dorongan tersendiri. Misalnya saja seorang karyawan telah
menggelapkan dana perusahaan dan digunakan untuk memenuhi gaya hidup yang tinggi. Masalah finansial pribadi
adalah salah satu tekanan yang paling besar untuk mendorong seseorang melakukan fraud.

2. Peluang atau Opportunity


Peluang adalah kesempatan seorang pekerja untuk melakukan tindakan kecurangan. Kesempatan untuk melakukan
fraud biasanya disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya:

• Kontrol dari perusahaan yang masih lemah;


• SOP yang berjalan tidak kondusif;
• Adanya multijob pada seorang karyawan;
• Situasi kerja kurang kondusif.

Internal control memegang peran yang sangat penting untuk mencegah adanya peluang fraud pada bisnis Anda.
Internal control pada perusahaan bisa bersifat preventif atau reaktif. Salah satu cara preventif adalah melakukan
audit pada periode tertentu pada setiap divisi. kedua, Anda bisa menerapkan regulasi yang ketat namun tetap
berpusat pada kepentingan karyawan. Hal ini dilakukan agar karyawan disiplin dan juga tetap nyaman bekerja dengan
Anda.

Langkah reaktif, adalah proses whistleblowing. Langkah ini memang jarang dilakukan karena sangat berisiko adanya
gesekan pada tubuh organisasi perusahaan bahkan tindak kejahatan yang lebih serius. Langkah reaktif lainnya adalah
melakukan pembinaan dan juga surat peringatan kepada karyawan bersangkutan.

3. Pembenaran (Rationalize)
Ketika tindakan fraud telah terdeteksi, biasanya pelaku akan memberikan alasan yang rasional sebagai bentuk
pembelaan diri. Rasionalisasi ini terjadi untuk menjadikan kesalahan yang terjadi adalah tindakan yang wajar
dilakukan. Contoh alasan yang sering digunakan pelaku fraud adalah, alibi gaji yang diberikan tidak sesuai dengan
keuntungan yang sudah diterima perusahaan. Hingga saat ini, fraud adalah sebuah kesalahan yang menjadi masalah
penting bagi internal bisnis.
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

Sebagai pemilik bisnis, Anda harus tahu bahwa fraud triangle adalah hal yang membutuhkan perhatian khusus. Di satu
sisi Anda harus percaya pada karyawan untuk mengerjakan job desk masing-masing. Di sisi lain, kesempatan
karyawan untuk melakukan fraud bisa terjadi kapan saja dan oleh siapa saja, termasuk karyawan yang Anda percaya.

Objek kecurangan dari fraud triangle pada keuangan bisnis adalah:

1. Pencurian data keuangan perusahaan


2. Markup biaya reimbursement dan biaya projek perusahaan
3. Penyalahgunaan biaya tagihan perusahaan
4. Penggajian karyawan
5. Penyalahgunaan sumber daya milik perusahaan
6. Pencurian laporan keuangan
7. Penyelewengan laporan keuangan, yaitu mengganti atau menghilangkan laporan keuangan pada periode
tertentu.

Anda mungkin juga menyukai