Anda di halaman 1dari 6

Nama : Bella Kurnia

NIM : 1920201059
Kelas : PGMI 02 (2019)
Mata Kuliah : Islam dan Ilmu Pengetahuan
Dosen Pengampu : Drs. Tastin, M.Pd.I

Pertemuan ke-2

PENGERTIAN, TUJUAN DAN FUNGSI ILMU PENGETAHUAN DALAM


PANDANGAN ISLAM

PETUNJUK PEMBUATAN TUGAS


1. Tugas dikerjakan secara individual.
2. Baca dan pahami materi pertemuan ke 2 dengan cermat. Untuk memahami materi
tersebut diskusikan dengan teman satu kelompok belajar.
3. Dari hasil diskusi tersebut saudara rumuskan dengan bahasa masing-masing sesuai
dengan point-point di bawah ini.
4. Penjelasan masing-masing point tersebut merupakan TUGAS yang akan di upload
di elearning sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan.
5. Tugas diketik dengan Komputer.

PENJELASAN DASAR TENTANG ILMU PENGETAHUAN


1. Penjelasan tentang Pengertian ilmu pengetahuan
2. Penjelasan tentang tujuan ilmu pengetahuan
3. Penjelasan tentang fungsi ilmu pengetahuan
4. Pemahaman/kesimpulan secara keseluruhan yang saudara dapatkan dari bacaan tentang
“POINT 1 SAMPAI 3”.
A. PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, ilmu diartikan sebagai pengetahuan atau
kepandaian, baik itu segala yang masuk jenis kebatinan maupun yang berkenaan dengan
keadaan alam akhirat, pengetahuan mengenai segala sesuatu sesudah hidup di dunia ini; ilmu
akhlak misalnya, berbicara pengetahuan tentang tabiat manusia.1 Sedangkan pemhetahuan
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengetahuan berarti segala sesuatu yang
diketahui; kepandaian: atau segala sesuatu yangdiketahui berkenaan dengan hal (mata
pelajaran).2
Pada prinsipnya ilmu dan pengetahuan mempunyai perbedaan. Menurut Herman
Soewandi (1996) yang dikutip oleh Firman menjelaskan pengetahuan merupakan
pembentukan pemikiran assosiatif yang enghubungkan atau menjalin sebuah pemikiran
dengan kenyataan atau dengan pemikiran lain, berdasarkan pengalaman yang berulang-ulang
tanpa pemahaman mengenai kausalitas (sebab-akibat) yang hakiki dan universal. Sedangkan
ilmu adalah akumulasi pengetahuan yang menjelaskan kausalitas (hubungan sebab-akibat)
dari suatu obyek secara sistematis berdasarkan metode-metode tertentu.3
Dalam A Dictionary of Modern Written Arabic, ilmu diartikan bermacam-macam:
knowledge (pengetahuan), learning (pembelajaran), lore (adat dan pengetahuan), cognizance
(pengetahuan, tanggung jawab); information (informasi), cognition (pengakuan),
intellectualitation (pemikiran akal), perception (tanggapan), knowledge (pengetahuan),
science (natural science).4
Definisi tersebut mengandung beberapa pengertian. Pertama, ilmu mencakup semua
jenis atau macam pengetahuan, baik pengetahuan yang bersifat eksakta, bahasa, fenomena
alam, fenomena sosial, sejarah, penge- tahuan agama, pengetahuan tentang kehidupan di
dunia, dan pengetahuan tentang kehidupan di akhirat. Kedua, karena pengetahuan diperoleh
melalui observasi, penelitian, perenungan dan percobaan yang menggu- nakan segenap
pemikiran manusia, maka ilmu itu merupakan hasil usaha manusia, kecuali ilmu yang

1
W.J.S. Poerwadarmnta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balal Pustaka. 1991), Cet. XII,
hlm. 373.

2
Depdiknas.(2008). KBBI Daring. Diakses 20 Oktober 2013, dari Pusat Bahasa.

3
Eva Yanuarti, “Ilmu Pengetahuan: Pengertian-Fungsi dan Macamnya”,
https://haloedukasi.com/ilmu-pengetahuan.

4
Hans Weher, A Dictionary of Modern Written Arabic, (ed) by. J. Milton Cowan. (Beirut: Librarie Du
Liban, and London: Macdonald & Evans, Ltd, 1974), Third Printing hlm. 635.
diberikan oleh Tuhan melalui wahyu atau ki- tab sucinya. Ketiga, ilmu dapat berfungsi
sebagai informasi, pengakuan, argumentasi, dan tanggapan.
Adapun ilmu pengetahuan menurut para ahli, yaitu:
1. Driver dan Bel, pakar konstruktivis, mengatakan bahwa ilmu pengetahuan bukan
hanya kumpulan hukum atau daftar fakta. Ilmu pengetahuan, terutama sains, adalah
ciptaan pikiran manusia dengan semua gagasan dan konsepnya yang ditemukan secara
bebas.5
2. Menurut Endang Saefuddin Anshori (1987: 50) ilmu pengetahuan adalah Usaha
pemahaman manusia yang disusun dalam satu sistem mengenai kenyataan, struktur,
bagian-bagian dan hukum-hukum tentang hal-ihwal yang diselidiki (alam, manusia,
dan agama) sejauh yang dapat dijangkau daya pemikiran yang dibantu penginderaan
yang kebenarannya diuji secara empiris, riset dan eksprimen.6
Dari pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan adalah suatu
fakta yang bersifat berdasarkan pengalaman atau gagasan rasional yang dibangun oleh
individu melalui percobaan dan pengalaman yang teruji kebenarannya.

B. TUJUAN ILMU PENGETAHUAN


Secara umum tujuan dari ilmu pengetahuan adalah untuk menemukan Pengetahuan
(knowledge), Kebenaran (truth), Pemahaman (understanding, comprehension, insight),
Penjelasan (explanation), Pengendalian (control), Penerapan (application, invention,
production).7
Sedangkan menurut beberapa ahli, tujuan dari ilmu pengetahuan adalah, diantaranya :8
1. Robert Ackermann, berpendapat bahwa kadang-kadang dikatakan tujuan ilmu
pengetahuan adalah mengendalikan alam, dan kadang-kadang adalah untuk
memahami alam.

5
Suparno, Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. (Yogyakarta: Kanisius. 1997), hlm.17

6
, E. S. Anshari, Ilmu, Filsafat dan Agama. (Surabaya: Bina Ilmu Offset. 1987), cet. VII.
7
Eva Yanuarti, Op.Cit.
8
Abi Asmana, “Fungsi dan Tujuan Ilmu Pengetahuan”,
http://legalstudies71.blogspot.com/2018/11/fungsi-dan-tujuan-ilmu-pengetahuan.html . Dipublikasikan
November 2018.
2. Francis Bacon, berpendapat bahwa tujuan sah dan senyatanya dari ilmu-ilmu
pengetahuan adalah sumbangan terhadap hidup manusia dengan ciptaan-ciptaan baru
dan kekayaan.
3. Jacob Branowski, berpendapat bahwa tujuan ilmu pengetahuan adalah menemukan
apa yang benar mengenai dunia ini. Aktivitas ilmu diarahkan untuk mencari
kebenaran, dan ini dinilai dengan ukuran apakah benar terhadap fakta-fakta.
4. Mario Bunge, berpendapat bahwa tujuan ilmu pengetahuan meningkatkan
pengetahuan (tujuan intrinsik dan kognitif), meningkatkan kesejahteraan dan
kekuasaan (tujuan ekstrinsik atau kemanfaatan).
5. Enrico Cantore, berpendapat bahwa tujuan ilmu pengetahuan adalah menentukan
struktur yang terpahami dari realitas yang dapat diamati atau alam.
6. Albert Enstein, berpendapat bahwa tujuan ilmu pengetahuan adalah memahami
selengkap mungkin mengenai pertalian antara pengalaman inderawi dalam
keseluruhannya, dengan menggunakan seminimal mungkin pengertian-pengertian
dasar dan hubungan-hubungan yang ada.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan tidak mengarah pada tujuan tunggal
yang terbatas melainkan pada macam-macam tujuan yang tampaknya dapat berkembang terus
sejalan dengan pemikiran para ilmuwan.

C. FUNGSI ILMU PENGETAHUAN


Ilmu pengetahuan memiliki banyak fungsi, tergantung dari manusia yang
menggunakannya. Oleh karena itu, pada hakikatnya ilmu (science: ilmu alam) itu dari segi
objeknya adalah netral, tergantung kepada manusia yang menggunakannya. Sehubungan
dengan itu, ilmu mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut.
Pertama, ilmu alam berfungsi sebagai dasar bagi pengembangan teknologi. Secara
harfiah terknologi, berasal dari kosakata technology berarti ilmu tentang teknik, atau teknik.
Kedua, ilmu alam berfungsi sebagai penjelasan atas segala hal yang terjadi. Ketiga,ilmu
berfungsi sebagai cahaya kebenaran. Keempat, ilmu berfungsi sebagai alat untuk
meningkatkan kualitas hidup manusia. Kelima, ilmu berfungsi sebagai alat untuk
meningkatkan harkat dan martabat.
Berbagai keuntungan yang akan diperoleh manusia berkat ilmu pengetahuan yang
dilandasi iman dan takwa kepada Allah SWT, sebagai- mana dinyatakan dalam firman-Nya:
Allah akan mengangkat derajat orang beriman dan ilmu pengetahuan beberapa derajat (QS.
al-Muja- adilah [58]: 11). Pernyataan dan janji Tuhan ini pasti benar dan dalam realita dapat
disaksikan dan dirasakan, bahwa orang yang berilmu lebih merasakan keberkahan
dibandingkan dengan yang tidak berilmu. Orang yang berilmu tampak lebih berbudaya dan
beradab dibandingkan dengan yang tidak berilmu.
Karena demikian besar fungsi dan peran yang diberikan ilmu pengetahuan, maka
tidaklah mengherankan jika Tuhan mewajibkan manusia menuntut ilmu pengetahuan,
menumbuhkan, membina dan mengembangkannya melalui kegiatan penelitian dalam arti
yang seluas-luasnya, serta menyebarkan dan memanfaatkan ilmu tersebut guna menyejahte-
rakan kehidupan umat manusia.
Ilmu pengetahuan mempunyai beberapa fungsi, yaitu sebagai berikut:9
1. Menjelaskan.
Dalam fungsi ini, ilmu pengetahuan ini mempunyai empat bentuk :
a. Deduktif, yaitu ilmu yang menjelaskan sesuatu berdasarkan premis pangkal ilir
yang telah ditetapkan sebelumnya.
b. Probabilistik, yaitu ilmu pengetahuan yang menjelaskan mengenai pola pikir
induktif dari sejumlah kasus yang jelas, sehingga hanya dapat memberikan
kepastian (tidak mutlak) yang bersifat kemungkinan besar atau hampir pasti.
c. Fungsional, yaitu ilmu pengetahuan menjelaskan letak suatu komponen dalam
suatu sistem secara menyeluruh.
d. Genetik, yaitu ilmu pengetahuan yang menjelaskan suatu faktor mengenai gejala-
gejala yang sering terjadi.
2. Meramalkan.
Dalam fungsi ini, ilmu pengetahuan harus dapat menjelaskan faktor sebab
akibat suatu kejadian atau peristiwa.
3. Mengendalikan.
Dalam fungsi ini, ilmu pengetahuan harus dapat mengendalikan gejala alam
berdasarkan suatu teori atau pendekatan.

Sedangkan menurut R.B.S. Fudyartanta yang dikutip oleh Rosyadi mengatakan


bahwa fungsi ilmu pengetahuan dibagi menjadi empat macam, yaitu:10
1. Fungsi deskriptif, yaitu menggambarkan, melukiskan, dan memaparkan suatu obyek
atau masalah sehingga mudah dipelajari oleh peneliti.

9
Abi Asmana, Op.Cit.
10
Rosyadi, Pendidikan Profetik, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), hlm. 84.
2. Fungsi pengembangan, yaitu melanjutkan hasil penemuan yang lalu dan menemukan
hasil ilmu pengetahuan yang baru.
3. Fungsi prediksi, yaitu meramalkan kejadian-kejadian yang kemungkinan besar akan
terjadi sehingga manusia dapat melakukan persiapan-persiapan atau mengambil
tindakan-tindakan yang perlu dalam usaha menghadapinya.
4. Fungsi kontrol, yaitu berusaha mengendalikan peristiwa-peristiwa yang tidak
dikehendaki.

D. KESIMPULAN
Ilmu pengetahuan merupakan pengetahuan (knowledge) yang tersusun sistematis
dengan menggunakan kekuatan pikiran serta dapat diuji dan dikontrol secara kritis. Ilmu
pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan
pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.
Tujuan dari ilmu pengetahuan ialah tercapainya kebenaran. Sedangkan tujuan pokok
ilmu pengetahuan adalah membangun teori. Dan untuk mencapai tujuan tersebut, maka
ditempulah cara dan jalan tertentu, yang dikenal dengan metode ilmu pengetahuan atau
metode ilmiah
Fungsi ilmu pengetahuan yaitu deskriptif, pengembangan, prediksi dan kontrol.
Fungsi ilmu pengetahuan ialah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia di dalam berbagai
bidangnya.