Anda di halaman 1dari 10

MODUL BAHASA INDONESIA KELAS 8 BAB 1

Kompetensi Dasar

3.1 Mengidentifikasi unsur-unsur teks Berita (membanggakan dan memotivasi) yang


didengar dan dibaca.
4.1 Menyimpulkan isi berita (membanggakan dan memotivasi) yang dibaca dan
didengar.

Ringkasan Materi

1. Menentukan Unsur-unsur Berita a. Pengertian Berita dan Ciri-ciri Berita

Berita adalah bentuk laporan suatu kejadian atau peristiwa yang sedang
terjadi atau keterangan terbaru dari suatu peristiwa. Dengan kata lain berita adalah
fakta menarik atau suatu kejadian penting yang disampaikan kepada masyarakat
melalui media. Akan tetapi, tidak semua fakta bisa diangkat menjadi berita. Setiap
fakta akan dipilih yang pantas untuk disampaikan kepada masyarakat.

b. Unsur-unsur berita

Unsur-unsur berita terdiri dari apa, siapa, dimana, kapan, mengapa, dan
bagaimana. Unsur berita (apa) berisi pernyataan yang dapat menjawab pertanyaan
apa, hal atau peristiwa yang diberitakan. Usur berita (siapa) memuat keterangan
orang-orang yang terlibat dalam peristiwa. Unsur berita (kapan) menyebut waktu
kejadian peristiwa. Unsur berita (dimana) berisi deskripsi lengkap tempat
kejadian. Unsur berita (mengapa) memuat alasan, sebab, atau latar belakang
kejadian peristiwa. Unsur berita (bagaimana) menjelaskan proses kejadian suatu
peristiwa dan akibat dari persitiwa tersebut.

2. Meringkas dan Menyimpulkan Berita

a. Ringkasan Berita

Langkah-langkah meringkas teks berita sebagai berikut.


1. Mendengarkan atau membaca teks berita dengan seksama

2. Mencatat pokok-pokok atau unsur-unsur berita (5W+1H)

3. Menyampaikan kembali pokok-pokok atau usnur-unsur berita secara lengkap dan


ringkas.

b. Penyimpulan isi Berita

Simpulan adalah kata-kata akhir dari suatu uraian. Simpulan berita harus
memuat unsur-unsur berita dengan rumusan lebih ringkas. Dengan demikian,
simpulan tentang isi berita harus memanfaatkan ringkasan yang telah dibuat
sebelumnya terhadap pokok-pokok informasi.

3. Menemukan Struktur Berita dan Kaidah Kebahasan Berita

a. Struktur Berita

Secara umum, berita mempunyai strukutur berita sebagai berikut.

1. Kepala Berita atau Lead

Lead berita ditulis pada paragraf pertama sebuah berita. Lead merupakan
unsur penting sebuah berita. Lead atau teras berita setidaknya mengandung
jawaban atau pertanyaan apa, siapa, kapan, di mana. Sementara itu, pertanyaan
mengapa dan bagaimana dapat ditemukan pada bagian tubuh berita.
2. Tubuh Berita atau Body

Tubuh berita berisi peristiwa atau kejadian yang dilaporkan. Bahasa dalam
berita singkat, padat, dan jelas. Dengan demikian, tubuh berita merupakan
penjelasan lead secara lengkap berita.
3. Ekor berita

Ekor berita berisi informasi kurang penting. Bagian ini berada setelah
kepala dan tubuh berita. Bagian ini tidak memiliki kaitan langsung dengan judul
berita.

Cermatilah contoh teks berita berikut!


Sungai CiliwungMeluap, 2 Desa Terendam Banjir Setinggi 3 Meter

Terjadi banjir bandang di sekitar sungai Ciliwung, banjir tersebut diduga karena
hujan yang turun sangat deras dari jam 19.00 WIB hingga pagi jam 09.00 WIB. Dua
desa terendam dan banyak keluarga yang mengungsi di kampong sebelah.

Sekitar 137 kepala keluarga kehilangan tempat tinggalnya karena banjir. Pemerintah
segera memberikan bantuan berupa tempat pengungsian air bersih, makanan,
minuman, obat-obatan, dan pakaian. Sebelumnya juga pernah terjadi banjir di desa
ini sekitar dua tahun yang lalu, tetapi banjir tahun ini lebih besar dibandingkan
dengan tahun kemarin. Salah satu penyebabnya juga diduga karena kebiasaan
masyarakat sekitar yang membuang sampah sembarangan di sungai Ciliwung
sehingga terjadi banjir ketika musim hujan datang.

Anak-anak, coba kalian cermati teks berita berjudul “Sungai Ciliwung Meluap 2
Desa Terendam Banjir Setinggi 3 Meter”. Di atas selanjutnya kerjakan latihan-latihan
berikut dengan cara melengkapi tabel berikut. Apabila kalian kesulitan dalam
mengerjakan tugas, kalian bisa berdiskusi dengan bapak, ibu, saudara,
ataupun teman kalian.
Judul berita:

Struktur teks berita


Bagian-bagian berita Paragraf Paparan isi
ke-
Kepala

Tubuh

Ekor
Kompetensi Dasar

3.2 Menelaah struktur dan kebahasaan teks berita (membanggakan dan memotivasi)
yang didengar dan dibaca.
4.2 Menyajikan data dan informasi dalam bentuk berita secara lisan dan tulis dengan
memperhatikan struktur, kebahasaan, atau aspek lisan (lafal, intonasi, mimik, dan
kinesik

Mengidentifikasi kaidah-kaidah kebahasaan teks berita


Di dalam teks berita, kata-kata dan kalimat-kalimat itu ternyata memiliki kaidah atau
aturan tersendiri. Kaidah-kaidah tersebut dapat dijadikan sebagai ciri ataupun
pembeda dengan jenis teks lainnya. Kaidah-kaidah yang dimaksud sebagai berikut.
a. Penggunaan bahasa bersifat standar (baku).
Hal ini untuk menjembatani pemahaman banyak kalangan. Bahasa standar lebih
mudah dipahami oleh umum. Bahasa-bahasa yang bersifat populer ataupun yang
kedaerahan akan dihindari oleh media-media nasional.
b. Penggunaan kalimat langsung sebagai variasi dari kalimat tidak langsungnya.
Kalimat langsung ditandai oleh dua tanda petik ganda ("…") dan disertai keterangan
penyertanya. Penggunaan kalimat langsung terkait dengan pengutipan
pernyataanpernyataan oleh narasumber berita. Contoh:
"Masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan mendaki dan beraktivitas
dalam radius 2 km dari kawah Gunung Slamet,"paparnya.
c. Penggunaan konjungsi bahwa yang berfungsi sebagai penerang kata yang
diikutinya. Hal itu terkait dengan pengubahan bentuk kalimat langsung menjadi
kalimat tidak langsung.
Contoh:
Aryanna mengatakan bahwa ibunya pingsan dan tidak ada satu pun orang di rumah
yang bisa membawa ke rumah sakit.

d. Penggunaan kata kerja mental atau kata kerja yang terkait dengan kegiatan dari
hasil pemikiran. Kata-kata yang dimaksud, antara lain, memikirkan, membayangkan,
berasumsi, berpraduga, berkesimpulan, dan beranalogi.
Contoh:
Mereka memikirkan solusi untuk bisa keluar dari peristiwa-peristiwa
yang memilukan itu.
e. Penggunaan fungsi keterangan waktu dan tempat sebagai konsekuensi dari
perlunya kelengkapan suatu berita yang mencakup unsur kapan dan di mana.
Contoh:
Sekitar pukul 12.45 WIB, langit Riau tampak mendung.
f. Penggunaan konjungsi temporal atau penjumlahan, seperti kemudian, sejak,
setelah, awalnya, akhirnya. Hal ini terkait dengan pola penyajian berita yang
umumnya mengikuti pola kronologis (urutan waktu).

Mengidentifikasi penggunaan bahasa baku dan tidak baku.


Bahasa yang digunakan di dalam teks berita pada umumnya menggunakan
bahasa baku sederhana dan komunikatif. Bahasa baku adalah ragam bahasa yang cara
pengucapan dan penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah standar. Kaidah standar
dapat berupa pedoman ejaan (EYD), tata bahasa baku, dan kamus umum.
Ada beberapa ciri yang dapat digunakan untuk mempertimbangkan kebakuan
kalimat, antara lain:

1. Pelesapan imbuhan, misalnya "Kita harus hati-hati dalam menentukan sampel


penelitian ini" (seharusnya "berhati-hati").
2. Pemborosan kata yang menyebabkan kerancuan atau bahkan kesalahan struktur
kalimat, misalnya "Dalam rapat pimpinan kemarin memutuskan susunan pengurus
baru" (kata "dalam" dapat dibuang).
3. Penggunaan kata yang tidak baku, termasuk penggunaan kosakata bahasa daerah
yang belum dibakukan. Contoh, "Percobaan yang dilakukan cuma menemukan
sedikit temuan" ( kata "cuma" seharusnya diganti dengan "hanya").
4. Penggunaan kata hubung yang tidak tepat, termasuk konjungsi ganda, misalnya
"Meskipun beberapa ruang sedang diperbaiki, tetapi kegiatan sekolah berjalan terus."
(Konjungsi "tetapi" sebaiknya dihilangkan karena sudah ada konjungsi "meskipun").
5. Kesalahan ejaan, termasuk penggunaan tanda baca.
6. Pelesapan salah satu unsur kalimat, misalnya "Setelah dibahas secara mendalam,
peserta rapat menerima usul tersebut" (subjek anak kalimat "usul tersebut" tidak
boleh dilesapkan)

Menyampaikan informasi dalam bentuk berita


a. Pentingnya berita
untuk meliput kejadian atau peristiwa menjadi sebuah berita adalah, dengan mencatat
semua informasi yang berkaitan dengan unsur-unsur yang terdapat pada kelengkapan
berita. Biasanya dalam mencatat kelengkapan sebuah berita harus memenuhi unsur
pertanyaan (5W+1H) yang meliputi “apa, siapa, kapan, di mana, mengapa dan
bagaimana”. Pemahaman tentang ide-ide pokok berita (5W + 1H) sangat penting
ketika kamu akan menceritakan isi suatu berita. Berdasarkan ide-ide pokok itulah,
kita bisa menyampaikan kembali berita dengan benar dan ringkas.

b. Adapun langkah-langkah penyampaian berita sebagai berikut.


1. Menentukan sumber berita, yakni berupa peristiwa yang menarik dan
menyangkut kepentingan banyak orang.
2. Mendatangi sumber berita, yakni dengan mengamati langsung dan
mewawancarai orang-orang yang berhubungan dengan peristiwa itu.
3. Mencatat fakta-fakta dengan berkerangka pada pola ADIKSIMBA
4. Mengembangkan catatan itu menjadi sebuah teks berita yang utuh, yang
disajikan mulai dari bagian yang penting ke yang kurang penting.
c. Penyuntingan berita
Aspek-aspek yang harus diperhatikan di dalam penyuntingan teks berit :
a Kebenaran isi berita, yang ditunjang oleh keakuratan fakta-faktanya.
b. Kelengkapan isi berita, yang ditandai oleh hadirnya komponenkomponen berita
yang terangkum dalam rumus ADIKSIMBA.
c. Struktur penyusunan berita, yang dimulai dari bagian yang penting ke bagian
yang kurang penting.
d. Penggunaan bahasa, yang terkait dengan keefektifan kalimat, kebakuan kata, dan
ketepatan ejaan dan tanda bacanya.

Contoh kegiatan menyuntung teks berita:


Perhatikanlah teks berikut!
Sebanyak 16 Unit Damkar Padamkan Api yang Bakar Dua Rumah di Cipete Utara Dua rumah
di Cipete Utara, Jakarta Selatan, terbakar. Kebakaran ini sempat membuat lalu lintas di sekitar
lokasi menjadi macet. Dua rumah yang terbakar tersebut berlokasi di kawasan perkampungan
Jalan Haji Jian, Cilandak Utara, Jakarta Selatan.
"Itu lokasinya masuk perkampungan. Jadi, masuk Jalan Fatmawati Raya, kemudian
masuk Jalan Cipete, dan masuk Jalan Haji Jian," kata petugas Pemadam Kebakaran
Sudin Jakarta Selatan, Dendi.
Enam belas unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Mobilmobil itu menyebar
dan berusaha menjangkau lokasi kebakaran dari segala penjuru mata angin, mencari jalan
tercepat.
Akibatnya, macet tak terelakkan.
"Macet. Dari utara, barat, timur, kita kerahkan supaya mana yang lebih dulu sampai
langsung bisa menangani. Jadinya macet di Cipete, di Pos Fatmawati, dan sekitarnya,"
tutur Dendi.
Dendi menyatakan dua rumah yang terbakar itu berhasil dipadamkan dan sekarang sedang
dilakukan pendinginan. Beruntung tak ada korban jiwa dari kebakaran ini. Penyebab
kebakaran belum bisa dipastikan oleh petugas.

Dalam teks itu terdapat beberapa bagian yang perlu diperbaiki.


a. Berdasarkan kelengkapannya, dalam berita tersebut terdapat bagian yang hilang.
Di dalamnya tidak dijelaskan waktu terjadinya kebakaran. Dengan demikian,
pertanyaan kapan tidak bisa dijawab oleh berita tersebut.

b. Ada beberapa kata yang ejaannya tidak tepat. Kata-kata yang dimaksud adalah
Cilandak Utara dan Jakarta Selatan. Kedua pasangan kata tersebut harusnya ditulis
Cilandak Utara dan Jakarta Selatan. Huruf awal dari setiap kata itu harus
menggunakan huruf kapital karena merupakan nama tempat.
c. Penggunaan angka 16 di dalam teks tersebut tidak tepat. Harusnya huruf yang
dapat dinyatakan dengan dua kata ditulis dengan huruf, yakni enam belas.
d. Judul berita tersebut tidak efektif. Oleh karena itu, judul tersebut harus
disederhanakan, misalnya, menjadi "Dua Rumah Terbakar di Cipete Utara".
e. Berita tersebut juga tidak menggunakan sumber yang jelas.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
1. Susunlah dari yang terpenting ke yang kurang penting dengan membubuhkan
nomor pada kotak yang tersedia!

2. Tentukan sebuah peristiwa yang layak untuk ditulis menjadi sebuah berita
kemudian buatlah daftar pertanyaan berdasarkan pokok-pokok berita.
N Kata Tanya Uraian
O
1. Apa

2. Siapa

3. Kapan

4. Di mana

5. Mengapa

6. Bagaimana