Anda di halaman 1dari 5

http://jurnal.fk.unand.ac.

id 1

Artikel Penelitian

Profil Kanker Kulit di Laboratorium Patologi Anatomi Fakultas


Kedokteran Universitas Andalas Periode 1 Januari 2013 – 31
Desember 2014
1 2 3
Citra Resmi Dewanti , Aswiyanti Asri , Malinda Meinapuri

Abstrak
Kanker kulit merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh perubahan sifat-sifat penyusun sel kulit yang
normal menjadi ganas akibat kerusakan DNA. Salah satu faktor resiko utama kanker kulit adalah Sinar UV. Negara
Indonesia merupakan negara beriklim tropis dengan paparan sinar matahari cukup tinggi sepanjang tahun. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kanker kulit di laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran
Universitas Andalas Periode 1 Januari 2013-31 Desember 2014. Telah dilakukan penelitian retrospektif deskriptif
dengan menggunakan data sekunder berupa catatan medik penderita yang telah didiagnosis sebagai kanker kulit
dengan metode total sampling. Jumlah sampel yang didapat sebanyak 49 orang. Hasil penelitian didapatkan kanker
kulit yang paling banyak ditemukan adalah karsinoma sel basal. Kanker kulit lebih banyak ditemukan pada
perempuan. Kelompok umur tersering terkena kanker adalah 51-60 tahun. Lokasi terbanyak ditemukan kanker kulit
adalah kepala dan leher. Jenis histopatologi kanker kulit yang paling banyak ditemukan adalah varian nodular pada
karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa berdifferensasi pada karsinoma sel skuamousa dan Clark IV pada
melanoma maligna. Perhatian masyarakat dengan kanker kulit masih kurang, sehingga sering ditemui Kanker kulit
dengan destruksi jaringan di sekitarnya atau telah bemetastasis. Oleh karena itu dibutukan sosialisasi dan deteksi dini
kanker kulit.
Kata kunci: Profil Kanker Kulit, Kanker Kulit, Karsinoma Sel Skuamosa, Karsinona Sel Basal, Melanoma Maligna.

Abstract
Skin cancer is a disease caused by changes of normal skin cells become malignant due to DNA damage.
Indonesia have the main risk factor of skin cancer, which is UV. Indonesia is a tropical country with high exposure to
sunlight throughout the year. The purpose of this study is to determine the skin cancer profile in Pathology Anatomy
st st
dapertement of Medical Faculty in Andalas University on the period of 1 January 2013 until 31 December 2014. A
retrospective descriptive study had conducted by using secondary data from medical records of patients who had been
diagnosed as skin cancer with a total sampling method. There were 49 people sample used in this study. The result
showed that most common skin cancer is basal cell carcinoma. Skin cancer is more common in women than man. The
most common age group diagnosed with skin cancer is 51-60 years. The location most found skin cancer is head and
neck. Histopathological type of skin cancer most commonly found is a nodular variant on the basal cell carcinoma,
squamous cell carcinoma well differetiated and malignant melanoma Clark IV. Society concern about skin cancer is
still low, therefore we often find the skin cancer case with the tissue desruction or even has been metastased. Because
of that, it needed more socialization and early detection of skin cancer.
Keywords: Profile Skin Cancer, Skin Cancer, Squamous Cell Carcinoma, Basal Cell Carsinonma, Melanoma
Malignant

Affiliasi penulis : 1. Pendidikan dokter FK UNAND (Fakultas basal dan yang berasal dari sel skuamosa disebut
Kedokteran Universitas Andalas Padang), 2. Bagian Patologi Anatomi 2
dengan karsinoma sel skuamosa .
FK Unand, 3. Bagian Histologi FK Unand
Korespondensi : Citra Resmi Dewanti, Email: Faktor risiko kanker kulit dapat diuraikan
citraresmidewanti@yahoo.co.id Telp: 081320049712 menjadi dua hal yaitu faktor luar dan faktor dalam.
Faktor luar meliputi bahan karsinogen, cahaya
Pendahuluan matahari, radias dan lingkungan pekerjaan.
Kanker kulit adalah suatu penyakit yang Sedangkan faktor dalam meliputi genetik, imunologik,
1
disebabkan oleh berubahnya sifat-sifat penyusun sel ras dan jenis kelamin .Paparan cahaya matahari yang
kulit yang normal menjadi ganas, dimana sel-sel terus panjang merupakan faktor risiko utama untuk semua
3
membelah menjadi bentuk yang abnormal secara tidak jenis kanker kulit .
1
terkontrol akibat kerusakan DNA . Kanker kulit terdiri Insiden kanker kulit, baik non-melanoma dan
dari dua kelompok besar, yaitu melanoma dan non- melanoma, telah meningkat selama beberapa dekade
4
melanoma. Kanker kulit melanoma berasal dari sel terakhir . Insidens tertinggi kanker kulit telah
melanosit kulit sedangkan kanker kulit non melanoma dilaporkan berasal dari Queensland, Australia dengan
berasal dari sel basal disebut dengan karsinoma sel 56 kasus baru per tahun per 100.000 penduduk untuk
5
laki-laki dan 43 untuk kasus baru pada perempuan . Di

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


http://jurnal.fk.unand.ac.id 2

Indonesia penderita kanker kulit terbilang lebih sedikit Laki-laki 23 46,94


dibandingkan negara tersebut, namun demikian Perempuan 26 53,06
kanker kulit perlu lebih dipahami karena selain Jumlah 49 100
menyebabkan kecacatan dan merusak penampilan, Usia
pada stadium lanjut dapat berakibat fatal bagi ≤ 20 tahun 1 2,04
penderita dan berujung dengan kematian. Apalagi 21-30 tahun - 0
Negara Indonesia adalah negara yang terletak di 31-40 tahun 1 2,04
sepanjang khatulistiwa, yang berarti paparan sinar 41-50 tahun 7 14,29
6.
matahari cukup tinggi di sepanjang tahun 51-60 tahun 17 34,69
Setiap jenis kanker kulit mempunyai prilaku 61-70 tahun 7 14,29
biologik yang berbeda, untuk menilainya juga >70 tahun 14 28,57
menggunakan cara yang berbeda. Berdasarkan pola Tidak tercantum 2 4,08
pertumbuhan yang dapat dilihat melalui pemeriksaan Jumlah 49 100
histopatologi karsinoma sel basal dapat diklasifikasi Lokasi anatomi
menjadi kelompok indolent dan aggresif. Kelompok Kepala dan leher 36 73,47
indolent terdiri dari varian superfisial dan nodular, Ekstremitas atas 2 4,08
sedangkan pada kelompok aggresif terdiri dari varian Badan 5 10,20
7
infiltratif dan morpheiform . WHO membagi KSS Ekstremitas bawah 6 12,25
berdasarkan tingkat differensiasinya yang terdiri dari Jumlah 49 100
8
berdiffrensiasi baik, sedang dan buruk . Tingkat Clark Jenis histopatologi kanker kulit terbanyak
digunakan untuk menggambarkan keterlibatan adalah karsinoma sel basal. Hal yang sama juga
anatomi pada melanoma. Tingkat I pertumbuhan diperoleh Azamris di RSUP M Djamil Padang periode
intraepidermal dengan membran basal yang utuh, Januari 2002 – Maret 2007 dan begitu juga dengan
tingkat II adalah invasi dermis papiler, tingkat III data terbaru yang dilaporkan dari bagian kulit kelamin
11,12
adalah tumor mengisi dermis papiler dan pertemuan RSUP M Djamil Padang Tahun 2012-1014 . Selain
antara papilaris dan retikularis, tingkat IV adalah invasi itu, penelitian yang dilakukan Suriadredja tahun 2000-
tumor ke dalam dermis retikularis , dan tingkat V 2009 di Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo juga
9.
adalah invasi sel tumor ke dalam lapisan subkutan menunjukkan hal yang sama. Namun, sedikit berbeda
Data epidemiologi kanker kulit di Indonesia dengan hasil yang dilaporkan dari Rumah Sakit
masih kurang, sementara negara lain telah Kanker Darmais tahun 2005-2007 bahwa kanker kulit
10
mempublikasikan datanya secara nasional . terbanyak pada rumah sakit tersebut adalah
.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk karsinoma sel skuamousa. Hal ini diduga karena
mengetahui profil kanker kulit di laboratorium Patologi Rumah Sakit Kanker Darmais merupakan rumah sakit
Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas rujukan, sehingga yang dirujuk adalah jenis kanker
periode 1 Januari 2013 – 31 Desember 2014. kulit yang tidak dapat diobati pada tingkat rumah sakit
10
sebelumnya .
Metode Berdasarkan jenis kelamin, terlihat bahwa
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium dari 49 kasus kanker kulit didapatkan jumlah kasus
Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas pada perempuan (53,06%) sedikit lebih banyak
Andalas Padang dengan menggunakan metode dibandingkan laki-laki (46,94%). Hal ini tidak jauh
retrospektif deskriptif pada dimulai dari bulan Juni berbeda dengan penelitian yang dilakukan Azamris
11
2015 - Desember 2015. Populasinya adalah semua tahun 2002 hingga 2007 . Namun, kepustakaan
penderita kanker kulit yang diperiksa di Laboratorium mengemukakan bahwa kanker kulit ditemukan duakali
13
Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas lebih banyak pada laki-laki daripada perempuan .
Andalas Padang. Sampelnya adalah populasi yang Pada tahun 2012 hingga 2014 kanker kulit ditemukan
memnuhi kriteria inklusi. Semua data yang diperoleh pada laki-laki 58% dan perempuan 42% di bagian Kulit
12
dikumpulkan secara manual dan diolah secara RSUP M djamil Padang . Perubahan cara
komputerisasi dan disajikan secara deskriptif dengan berpakaian, peningkatan aktivitas outdoor dan
menggunakan tabel distribusi frekuensi dan grafik peningkatan paparan sinar matahari pada perempuan
untuk diambil kesimpulan. saat ini meningkatkan resiko kanker kulit pada
13
permpuan daripada laki-laki .
Hasil dan Pembahasan Penelitian ini merujukkan hasil bahwa kanker
Table 1 Tabel distribusi kanker kulit kulit paling sering muncul pada dekade 5 dengan
Karakteristik F Persentase(%) kelompok umur 51-60 tahun 34,69%. Hal ini sama
Jenis histopatologi dengan kepustakaan yang menyatakan bahwasanya
Karsinoma sel basal 25 51,02 kanker kulit sering muncul pada dekade kelima
14
Karsinoma sel skuamousa 15 30,61 kehidupan . Penelitian yang dilakukan Azamris (2012)
11
Melanoma maligna 9 18,37 juga menunjukkan hal yang sama . Paparan dan
Jumlah 49 100 akumulasi dari ultraviolet di kulit hingga membentuk
Jenis kelamin lesi prekanker membutuhkan waktu bulanan bahkan

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


http://jurnal.fk.unand.ac.id 3

15
tahunan, sehingga penderita kanker kulit cenderung yaitu sekitar 87% . Hal ini disebabkan adanya
13
berusia tua . pengaruh mutasi pada gen P53 yang mempengaruhi
16
Lokasi kanker kulit paling banyak ditemukan perkembangan dan dan progretifitas tumor .
pada penelitian ini adalah daerah kepala dan leher.
Hasil ini sesuai dengan hasil penelitian Azamris di
RSUP M Djamil Padang periode Januari 2002 – Maret
11
Kedalaman Invasi
2007 . Hal ini disebabkan karena paparan sinar
33% 22%
matahari didaerah kepala dan leher lebih tinggi
daripada bagian tubuh yang lain. 45%

16%
Varian Histopatologi Clark I Clark II Clark III
16% Gambar 3. Distribusi kedalaman invasi berdasarkan
60% clark pada melanoma maligna
4%
4% Tingkat invasi melanoma maligna
berdasarkan Clark yang paling banyak ditemukan
Superfisial pada penelitian kali ini adalah melanoma Clark level
IV. Hasil yang tidak jauh berbeda ditemukan pada
Gambar 1. Distribusi varian histopatologi pada penelitian Han D et al. di Florida yang menyatakan
karsinoma sel basal
bahwasanya melanoma yang paling banyak
Kanker kulit karsinoma sel basal memiliki ditemukan adalah melanoma Clark level IV dan
17
beberapa varian. Hasil penelitian ini menunjukkan melanoma Clark level V . Sedangkan penelitian yang
varian karsinoma sel basal yang paling banyak dilakukan di Australia menunjukkan melanoma Clark
ditemukan adalah karsinoma sel basal varian nodular level II merupakan melanoma yang paling banyak
(60%) diikuti dengan karsinoma sel basal dengan ditemukan. Hal ini disebabkan oleh tingkat
differensiasi adneksa dan basosquamousa. kewaspadaan warga Australia terhadap melanoma
Hal ini sedikit berbeda dengan penelitian maligna tinggi, sehingga ditemukan melanoma
18
yang dilakukan oleh Crowson AN tahun 2006 yang maligna dengan level Clark yang lebih rendah .
menyatakan bahwa varian karsinoma sel basal 16
terbanyak ditemukan secara berurutan adalah varian
14
nodular, superfisial dan mikronodular, sementara
12
penelitian kali ini tidak ditemukan varian superfisial
10
sama sekali sedangkan varian mikronodular LAKI-LAKI
7 8
ditemukan 4% dari semua kasus . 6
PEREMPUAN

4
2
Derajat Histopatologi 0
KSB KSS MM
10
Gambar 4. Distribusi histopatologi kanker kulit menurut
5 jenis kelamin

0 Distribusi histopatologi kanker kulit berdasarkan


Differensiasi Differensiasi Differensiasi jenis kelamin menunjukkan karsinoma sel basal dua
baik sedang buruk kali lebih banyak ditemukan pada laki-laki
dibandingkan perempuan, hasil ini sesuai dengan
Gambar 2. Distribusi derajat histopatologi pada kepustakaan yang menyebutkan rasio karsinoma sel
karsinoma sel skuamosa basal antara laki-laki dan perempuan 2:1 . Pada
19

karsinoma sel skuamosa lebih banyak ditemukan pada


Derajat differensiasi kanker kulit pada perempuan dengan proporsi antara laki dan
karsinoma sel skuamosa yang ditemukan paling perempuan adalah 2:3. Hasil tersebut berbeda dengan
banyak pada penelitian ini adalah karsinoma sel kepustakan yang menyatakan karsinoma sel
skuamousa berdiferensiasi baik (53,33%) kemudian skuamosa ditemukan lebih banyak pada laki-laki
diikuti dengan karsinoma sel skuamosa berdiferensiasi begitu juga yang dilaporkan oleh Reeve T
13,20
. Kanker
sedang (33,33%) dan berdiferensiasi buruk (13,33%). kulit melanoma maligna pada penelitian ini lebih
Urutan yang sama juga ditemukan di Australia oleh banyak ditemukan pada perempuan. Hasil ini berbeda
Pyne J, namun dengan sedikit perbedaa. dari kepustakaan dan juga laporan penelitian yang
Perbedaanya adalah karsinoma sel skuamosa ditulis oleh Ward SW yang dipublikasikan pada tahun
berdiferensiasi baik di Australia lebih mendominasi, 2011 yang keduanya menyatakan melanoma lebih

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


http://jurnal.fk.unand.ac.id 4

banyak ditemukan pada laki-laki dibandingkan Tabel 3.Distribusi histopatologi kanker kulit menurut
13,18
perempuan . lokasi
Berdasarkan perbandingan di atas, karsinoma Jenis histopatologi
Lokasi anatomi
sel basal dan melanoma maligna sesuai dengan KSB KSS MM
kepustakaan dan penelitian sebelumnya, sedangkan Kepala dan leher 24 8 4
kasinoma sel skuamousa tidak. Hal ini dikarenakan Ekstremitas atas 1 1 -
jenis kelamin tidak memiliki pengaruh besar terhadap Badan - 5 -
14 Ekstremitas bawah - 1 5
pembentakan kanker kulit .
Jumlah 25 15 9
Tabel 2. Distribusi histopatologi kanker kulit menurut Distribusi kanker kulit menurut lokasi anatomi
usia pada penelitian ini menunjukkan bahwa karsinoma sel
Jenis histopatologi basal banyak ditemukan pada daerah kepala dan
Usia
KSB KSS MM leher, hal ini sesuai dengan laporan penelitian yang
≤ 20 tahun 1 - - dilakukan oleh Revee T pada tahun 2008 . Pada
20

21-30 tahun - - - karsinoma sel skuamousa banyak ditemukan di


31-40 tahun - - 1 daerah kepala dan leher kemudian di daerah badan.
41-50 tahun 5 2 - Hal ini sesuai dengan kepustakaan yang menyatakan
51-60 tahun 9 7 1 bahwa predileksi kanker kulit tersering adalah daerah
61-70 tahun 3 1 3 muka dan leher dan juga hasil laporan penelitian
>70 tahun 5 5 4 Revee T yang menyatakan selain banyak ditemukan di
Tidak tercantum 2 - - daerah kepala dan leher karsinoma sel skuamousa
Jumlah 25 15 9 juga banyak ditemukan di daerah badan
13,20
.
Distriusi histopatologi kanker kulit menurut usia Distribusi kanker kulit melanoma maligna pada
pada penelitian ini menujukkan karsinoma sel basal penelitian ini menunjukkan lokasi terbanyak adalah
meningkat mulai umur diatas 40 tahun dengan ekstremitas bawah. Penelitian lain menunjukkan hasil
insidens terbanyak pada kelompok umur 51-60 tahun yang berbeda, laporan penelitian dari Amerika oleh
dan juga ditemukan 1 kasus pada kelompok muda Han D pada tahun 2015 menyatakan lokasi terbanyak
dibawah 20 tahun. Sedikit berbeda dengan pada daerah kepala dan leher serta pada laporan
kepustakaan yang menyatakan bahwa karsinoma sel penelitian di Australia oleh Ward SV tahun 2011
basal paling banyak ditemukan pada usia diatas 60 menyatakan melanoma maligna lebih sering
19 17,18
tahun . Di Australia kanker kulit KSB ditemukan pada ditemukan di daerah badan .
kelompok umur 25–75 tahun, tidak ditemukan kanker Karsinoma sel basal dan karsinoma sel
kulit karsinoma sel basal dibawah umur 20 tahun skuamousa merupakan kanker kulit terbanyak dan
20
seperti pada penelitian ini . Pada kasioma sel keduanya banyak ditemukan di daerah yang banyak
skuamousa, kejadian kaker kulit ditemukan di atas terpapar sinar mmatahari, seperti kepala dan leher.
umur 40 tahun yang sesuai dengan kepustakaan dan Sehingga kanker ini berhubungan kuat dengan jumlah
13
paling tinggi pada kelompok umur 51-60 . paparan sinar matahri pada seorang. Sedangkan
Kanker kulit melanoma maligna pada penelitian melonoma dapat terjadi di seluruh lokasi tubuh,
ini paling bayak ditemukan pada kelompok umur dimana lokasi yang terbanyak adalah ekstremitas
diatas 70 tahun dan kasus meningkat sesuai dengan 2
bawah dan badan .
peningkatan umur. Hasil yang hampir serupa juga
dilaporkan oleh Ward SV et al. pada tahun 2011 yang Kesimpulan
menyatakan kanker kulit non melanoma paling banyak Berdasarkan penelitian tersebut, dapat
18
ditemukan pada kelompok umur 65-75 tahun . disimpulkan secara umum bahwa jenis kanker kulit
Munculnnya lesi kanker membutuhkan waktu paling banyak ditemukan adalah karsinoma sel basal,
bertahun-tahun dan akumulasi paparan ultraviolet perempuan sedikit lebih banyak ditemukan daripada
lebih banyak pada usia tua sehingga kejadiannya laki-laki, kelompok umur tersering adalah 51-60 tahun
banyak terjadi pada dekade 5, namun akhir-akhir ini serta lokasi yang paling sering muncul adalah kepala
terjadi peningkatan kanker kulit sel basal pada usia dan leher.
kurang dari 50 tahun. Hal ini disebabkan peningkatan Berdasarkan jenis histopatologi masing-
aktifitas outdoor pada anak dan dewasa muda, masing kanker kulit ditemukan paling banyak adalah
sehingga terpapar sinar matahari dengan intensitas karsinoma sel basal varian nodular, karsinoma sel
tinggi yang merupakan faktor utama terbentuknya skuamousa berdiferensiasi baik dan melanoma
13
kanker kulit . maligna clark level IV. Berdasarkan jenis kelamin yang
dihubungkan dengan jenis kanker kulit menunjukkan
bahwa karsinoma sel basal dan melanoma maligna
lebih banyak ditemukan pada laki-laki, sedangkan
karsinoma sel skuamousa lebih banyak ditemukan
pada perempuan.

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


http://jurnal.fk.unand.ac.id 5

Dilihat dari usia, kanker kulit karsinoma sel djamil Padang Januari 2012- September 2014.
basal dan karsinoma sel skuamosa paling banyak 2014. (diunduh 9 Agustus 2015). Tersedia dari:
ditemui pada kelompok umur 51-60 tahun. Lain halnya URL: HYPERLINK
dengan melanoma maligna, kanker kulit jenis ini mulai Http://mka.fk.unand.ac.id/images/SupplemenMK
meningkat dari kelompok umur 51-60 tahun keatas A/desember2015/makalah-3.pdf
dan kelompok umur tersering adalah 70 tahun. Ditinjau 13. Wolff K et al.. Fitzpatrick’s dermatology in general
dari lokasi anatomi, kanker kulit non melanoma lebih medicine seventh edition . Amerika serikat: The
banyak ditemukan didaerah kepala dan leher, McGraw-Hill Companies; 2008. hlm 1029-135.
sedangkan melanoma ditemukan paling banyak pada 14. Menaldi SLSW. Ilmu penyakit kulit dan kelamin
ekstrimitas bawah kemudian diikuti pada daerah edisi ketujuh. Jakarta: Bada Penerbit FK UI;2015
kepala dan leher. 15. Pyne J, Sapkota D, Wong JC. Squamous cell
carcinoma: Variation in dermatoscopic vascular
Ucapan Terimakasih features between well and non-well differentiated
Ucapan terimakasih kepada Kepala Bagian tumor. Dermatol Pract Concept 2012;2(4):5.
dan Staf Laboratorium Patologi Anatomi Fakultas 16. Benjamin CL dan Ananhaswamy HN. p53 and
Kedokteran Universitas Andalas, yang telah the pathogenesis of skin cancer. Toxicol Appl
membantu penulis demi kelancaran dalam penelitian pharmacol. 2007;224(3): 241-8.
ini. 17. Han D et al.. Clinicopathologic Predictors of
Survival in Patients with Desmoplastic
Daftar Pustaka Melanoma. DOI:10.1371/journal.pone.0119716.
1. Djuanda A. Ilmu penyakit kulit dan kelamin. 2015:1-12.
Jakarta: FKUI; 2010. hlm 229-39. 18. Ward SV. The Western Australian Melanoma
2. American Cancer Society. Skin cancer fact. 2014 Health Study: Study design and participant
(diunduh 20 Januari 2015). Tersedia dari: URL: Characteristics. Cancer Epidemiology.
HYPERLINK 2011;35:423–31.
http://www.cancer.org/cancer/cancercauses/suna 19. Habif TP, 2010. Clinical dermatology. Acolor
nduvexposure/skin-cancer-facts guide to diagnosis an therapy. Edisi ke-5. Cina:
3. James WD, Elston DM, Berger TG. Andrew’s Mosby Elsevier. hlm 801-79.
disease of the skin clinical dermatology. Edisi ke- 20. Reeve T. Clinical practice guide basal cell
11. China: Elsevire Saunder; 2011. hlm 633-87. carcinoma, squamouse cell carcinoma and
4. Wolff T, Tai E, Miller T. Screening for skin related lesion. Australia: CCA;2008. hlm 4-12.
cancer: An update of the evidence for the U.S.
preventive services task force. 2009. (diunduh 9
Agustus 2015). Tersedia dari: URL: HYPERLINK
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK34051/
5. Leiter U, Garbe C. Epidemiology of melanoma
and nonelanoma skin cancer. 2008. (diunduh 9
Agustus 2015). Tersedia dari: URL: HYPERLINK
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/1834845
6. Raflizar, Olwin N. Faktor determinan kanker kulit
di pulau jawa (analisis data reskesdas 2007).
Buletin penelitian sistem kesehatan.
2012;13:386-93.
7. Crowson AN. Basal cell carcinoma: biology,
morphology and clinical implications.Modern
Pathology. 2006;19: 127–47
8. Weedon D et all. Pathology & genetics skin
tumours. Lyon France: IARC; 2006. hal 15-9.
9. Homsi J et al.\Cutaneus melanoma: Prognostic
factors. Cancer Control. 2005;12(4):223-9.
10. Suriadiredja ASD. Epidemiology kanker kulit.
2012. (diunduh 27 Februari 2015). Tersedia dari:
URL: HYPERLINK:
http://perdoski.org/doc/mdvi/images/19/EDITORI
AL___Epidemiologi_kanker_kulit_(61-62).pdf
11. Azamris. Kanker kulit di bangsal bedah RS Dr. M.
Djamil Padang Januari 2002 – Maret 2007. CDK
183. 2011;38:109-10.
12. Yenny SW, Sari MM. Insiden kanker kulit di sub
bagian tumor poli kulit dan kelamin RS dr M

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)