Anda di halaman 1dari 3

Aku baru beberapa bulan keluar dari pekerjaanku, karena teman-temanku yang membuatku tidak

nyaman, mereka selalu menyuruhku mengerjakan sesuatu yang buakn untukku namun untuk mereka,
aku yang disuruh mengerjakan. Akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari pekerjaan itu, dengan
alasan aku akan pindah ke luar kota.

Sampai saat ini akupun belummendapatkan pekerjaan bahkan bolak-balik ditolak oleh perusahaan
karena masih belum mencari karyawan. Ahirnya karena aku bsan di rumah, maka aku memutuskan
untuk mecari udara segar selepas mandi pagi. Tepat pada pukul 06:00 WIB aku keluar rumah dengan
mengenakan sepatu olahagaku dan celana trining, baju kaos lengan panjang. Namun ketika ku berlari,
tak sengaja mataku memandang ke bawah.

Ternyata aku menemukan sebuah dompet berwana hitam yang skitar berukuran 10 cm x 7 cm, dengan,
kemudian ku cek dalam dompet tersebut pemiliknya siapa, dalam dompet tersebut terdapat banyak
sekali uang serta kartu-kartu penting didalamnya. Uang yang berada didalam dompet sangatlah besar.
Seketika aku tergoda untuk mengambil dompet tersebuut.

Namun aku segera menyadari bahwa apa yang akan kulakukan itu salah, akhirnya aku memutuskan
untuk mengembalikan kepada pemiliknya dengan mdal melihat alamat di KTPnya. Akhirnya ketika ku
menemukannya, ternyata rumahnya diluar dugaan, rumahnya sangat mewah dan halaman yang luas.
Ketika ku pencet bel yang berada disamping pagar itu, keluarlah seorang bapak-bapak ternyata beliau
tukang kebun di rumah tersebut.

“saya mencari pak Budi, apa benar ini rumahnya pak Budi?”

“iya benar, ini saya berbicara dengn siapa ya?”

“saya Adi pak, ingin bertemu dnegan pak Budi, karena saya mau mmeberitahukan berita yang penting”.

:baiklah silahkan masuk, pak Budi ada di dalam, saya panggilkan dulu”.

“iya pak, terimakasih”


“kamu mencari saya?”

“ohiya, dengan Bapak Buid ini saya bicara?”

“iya betul, ada apa yaa?”

“ini saya menemukan dompet bapak di jalan rambutan, saa lihat alamatnya di KTP berada disini”

“ohiya bnar ini punya saya, wah terimakasih banyak yaaa”

“kamu kuliah apa kerja?

“saya kerja pak, tapi saya belum dapat kerja, kemarin ditola trus saya melamar”

“jurusan apa kamu?”

“ekonomi manajemen pak”

“wah kebetulan sekali, di perusahaan saya membutuhka orang yang jujur seperti kamu, di bagian
keuangan”

“apakah kamu bersedia? Tolong dipikir-pikir yaa, ini kartu nama saya”.

“wah beneran pak?”


“iya saya beneran”.

“terimakasih banyak pak”.