Anda di halaman 1dari 3

Nama : Desfitri Sagita Harahap

Prodi : PAI A
Semster : 2 (Dua )
Mata Kuliah : Pendidikan Kewarganegraan
Dosen Pengampu : Paningar Siregar, S.H., M.M

A. HAKIKAT PENDIDIKAN PANCASILA


Pancasila berasal dari bahasa sansekerta yaitu, panca berarti lima dan sila berarti prinsip
atau asas. Jadi pancasila adalah prinsip pedoman yang menjadi landasan masyarakat Indonesia,
dan sumber hukum Negara. Istilah pancasila telah dikenal sejak dulu, yaitu digunakan sebagai
acuan moral atau etika dalam kehidupan bangsa Indonesia sehari hari. Misalnya, dari karya-
karya pujangga besar Indonesia semasa berdirinya kerajaan majapahit yang dilukiskan dalam
tulisan empu prapanca tentang Negara Kertagama dan empu tantular dalam bukunya sutasoma.
Hakikat pendidikan pancasila adalah upaya sadar dan terencana untuk mencerdaskan
kehidupan bangsa bagi warga Negara dengan menumbuhkan jati diri dan moral bangsa sebagai
landasan pelaksanaan hak dan kewajiban dalam bela Negara, demi kelangsunagn kehidupan dan
kejayaan bangsa dan Negara. Sehingga dengan mencerdaskan kehidupan bangsa, memberi ilmu
tentang tata Negara, menumbuhkan kepercayaan terhadap jati diri bangsa serta moral bangsa.
Bicara tentang hakikat berarti membicarakan tentang hal-hal yang hakiki atau mendasar.
Demikian juga halnya dengan upaya memahami hakikat pancasila dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara. Karena pancasila memiliki keluasan arti filosofis, maka dari pengertian pokok
tersebut dapat diberi arti yang bermacam-macam, antara lain sebagai berikut:
a.         Pancasila Sebagai Dasar Negara
Pancasila bukan lahir secara mendadak pada tahun 1945, melainkan proses panjang yang
didasari oleh sejarah perjuangan bangsa Indonesia, serta melihat pengalaman bangsa-bangsa lain,
kedudukan pancasila sebagai dasar Negara, sebagai mana yang tertuang dalam pembukaan UUD
1945, merupakan sumber tertib hokum tertinggi yang mengatur kehidupan Negara dan
masyarakat.
b.         Pancasila Sebagai Pandangan Hidup
Fungsi pokok pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia adalah sebagai
pandangan hidup, pedoman hidup, dam petunjuk arah bagi semua kegiatan hidup dan
penghidupan bangsa Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat dan bangsa
Indonesia.
c.         Pancasila sebagai kepribadian Bangsa Indonesia
Kepribadian artinya gambaran tentang sikap dan perilaku atau amal perbuatan manusia,
yang khas yang membrdakan dengan bangsa-bangsa lain. Ciri khas kepribadian bangsa Indonesia
tercermin dalam sila-sila pancasila, yaitu bahwa bangsa Indonesia bangsa yang:
1.      Berketuhanan yang maha esa.
2.      Berkemanusiaan yang adil dan beradab.
3.      Berjiwa kesatuan dan persatuan bangsa.
4.      Berjiwa musyawarah mufakat untuk mencapai hikmah kebijaksanaan.
5.      Bercita-cita mewujutkan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.

d.        Pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia


Istilah pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia ini muncul dalam pidato
kenegaraan presiden Soekarno di depan siding perwakilan rakyat. Pada tanggal 16 Agustus 1967
Pancasila dinyatakan sebagai perjanjian luhur seluruh rakyat Indonesia.

e.       Sebagai Cita-Cita Pancasila Dan Tujuan Bangsa Indonesia


Untuk lebih jelasnya, gambaran Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia
akan tampak pada rincian dan tujuan bangsa dan Negara Indonesia dalam alenia keempat
pembukaan UUD 1945, yaitu :
1.      Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
2.      Memajukan kesejahteraan umum.
3.      Menceraskan kehidupan bangsa.
4.      Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan
keadilan sosial.

B. DASAR PEMIKIRAN PANCASILA


Dasar-dasar yang menjadi landasan berdirinya suatu Negara biasanya digali dari jiwa
bangsa atau Negara yang bersangkutan. Oleh karena itu, dasar-dasar Negara antara Negara satu
dengan yang lain berbeda. Berikut proses perumusan pancasila menjadi dasar Negara Republik
Indonesia.
Masa Persidangan Pertama BPUPKI (29 Mei-1 Juni 1945)
Setelah terbentuk BPUPKI segera mengadakan persidangan. Masa persidangan pertama
BPUPKI dimulai pada tanggal 29 Mei 1945 samapai dengan 1 Juni 1945. Pada masa persidangan
ini, BPUPKI membahas rumusan dasar Negara untuk Indonesia merdeka. Pada persidangan
dikemukakan berbagai pendapat tentang dasar Negara yang akan dipakai Indonesia merdeka.
Pendapat tersebut disampaikan oleh Mr. Mohammad Yamin, Mr. Soepomo, dan Ir. Sukarno.
1.      Mr. Mohammad Yamin
Mr. Mohammad Yamin menyatakan pemikirannya tentang dasar Negara Indnesia
merdeka dihadapan sidang BPUPKI pada tanggal 29 Mei 1945. Pemikirannya diberi judul “Asas
dan Dasar Negara Kebangsaan Republik Indonesia”. Mr. Mohammad Yamin mengusulakan
dasar Negara Indonesia merdeka yang intinya sebagai berikut:
a.       Peri kebangsaan;
b.      Peri kemanusiaan;
c.       Peri ketuhanan;
d.      Peri kerakyatan;
e.       Kesejahteraan rakyat.

2.      Mr. Soepomo


Mr. Soepomo mendapat giliran mengemukakan pemikirannya di hadapan sidang
BPUPKI pada tanggal 31 Mei 1945. Pemikirannya berupa penjelasan tentang masakah-masalah
yang berhubungan dengan dasar Negara Indonesia merdeka. Negara yang akan dibentuk
hendaklah Negara integralistik yang berdasarkan pada hal-hal berikut ini:
a.       Persatuan;
b.      Kekeluargaan;
c.       Keseimbangan lahir dan batin;
d.      Musyawarah;
e.       Keadilan social;

3.      Ir. Soekarno


Pada tanggal 1 Juni 1945 Ir. Soekarno mendapat kesempatan untuk mengemukakan dasar
Negara Indonesia merdeka. Pemikirannya terdiri atas lima asas berikut ini:
a.       Kebangsaan Indonesia;
b.      Internasionalisme atau perikemanusiaan;
c.       Mufakat dan demokrasi;
d.      Kesejahteraan social;
e.       Ketuhanan Yang Maha Esa.
Kelima asas tersebut diberi nama Pancasila sesuai saran teman yang ahli bahasa. Untuk
selanjutnya, tanggal satu Juni kita peringati sebagai hari lahir insital pancasila.