Anda di halaman 1dari 3

PENDALAMAN MATERI

(Lembar Kerja Resume Modul)

A. Judul Modul : Al-Qur’an Hadist

B. Kegiatan Belajar : ALQURAN DAN METODE MEMAHAMINYA ( KB 1 )


C. Refleksi

NO BUTIR REFLEKSI RESPON / JAWABAN

1. Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada
Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril
kepada umat manusia untuk dijadikan pedoman dalam
kehidupan di dunia dan di akhirat.
Dalam fungsinya sebagai hudan li al-muttaqin (petunjuk
bagi orang-orang yang bertakwa), Alquran memuat berbagai
regulasi untuk mengatur kehidupan manusia. Hanya saja,
pesan dan aturan yang disampaikan di dalam Alquran ada
yang berupa pernyataan tegas dan adapula yang bersifat samar
yang membutuhkan pemikiran mendalam.
2. Muhkamat dan Mutasyabihat.
Peta Konsep (Beberapa Kata Muhkam dari segi etimologi berasal dari akar kata
hakama-yahkamu-hukman berarti menetapkan, memutuskan,
1 istilah dan definisi) di
memisahkan. Kemudian dijadikan wazan af’ala menjadi
modul bidang studi ahkama-yuhkimu-ihkaam yang berarti mencegah. Al-Hukmu
artinya memisahkan antara dua hal. Sedangakan kata
mutasyabih berasal dari kata tasyabuh yang secara bahasa
berarti keserupaan dan kesamaan yang biasanya membawa
kepada kesamaan antara dua hal.
Menurut Manna’ Al-Qaththan secara terminologi muhkam
adalah ayat yang mudah diketahui maksudnya, mengandung
satu makna, dapat diketahui secara langsung tanpa memerlukan
keterangan lain. Sedang mutashâbih adalah ayat yang pada
hakekatnya hanya diketahui maksudnya oleh Allah sendiri,
mengandung banyak makna, dan membutuhkanpenjelasan
dengan merujuk pada ayat-ayat lain.
3. Tafsir
Menurut bahasa kata tafsir diambil dari kata fassara-
yufassiru-tafsiir yang berarti menjelaskan. Pengertian tafsir
menurut bahasa juga bermakna al-idhah (menjelaskan),
albayan (menerangkan), al-kasyf (mengungkapkan).
Ali al-Shabuniy bahwa tafsir adalah ilmu yang membahas
tentang al-Qur’an dari segi pengertiannya terhadap maksud
Allah sesuai dengan kemampuan manusia. Pendapat lain
senada disampaikan oleh al-Kilabi bahwa tafsir adalah
menjelaskan al-Qur’an, menerangkan maknanya dan
menjelaskan apa yang dikehendaki dengan nashnya atau
dengan isyaratnya atau tujuannya.
4. Takwil
Ta’wil menurut bahasa berasal dari kata awwala-
yuauwilu-takwiil yang memiliki makna al-ruju’ atau al’aud
yang berarti kembali. Dapat dipahami bahwa pada hakekatnya
takwil dilakukan dalam rangka memahami ayat yang berarti
juga disebut tafsir. Makna takwil dalam teks Alquran dan hadis
sejak lama telah diperdebatkan di kalangan para ulama. Dalam
tradisi tafsir memahami Alquran bisa dilakukan dengan
menggunakan tafsir dan juga dengan takwil yang benar.
5. Terjemah
Terjemah diambil dari bahasa arab dari kata tarjamah.
Bahasa arab sendiri memungut kata tersebut dari bahasa
Armenia yaitu turjuman. Kata turjuman sebentuk dengan kata
tarjaman dan tarjuman yang berarti mengalihkan tuturan dari
satu bahasa ke bahasa lain. Terjemah menurut bahasa juga
berarti salinan dari satu bahasa ke bahasa lain, atau mengganti,
menyalin, memindahkan kalimat dari suatu bahasa ke bahasa
lain. Secara etimologi berarti juga ‚memindahkan lafal dari
suatu bahasa kedalam bahasa lain. Dalam hal ini seperti
memindahkan atau mengartikan ayat-ayat al-Qur’an yang
berbahasa Arab diartikan kedalam bahasa Indonesia.
Ash-Shabuni mendefinisikan terjemah al Qur’an adalah
memindahkan bahasa al-Qur’an ke bahasa lain yang
bukanbahasa ‘Arab kemudian mencetak terjemah ini ke
beberapa naskah agar dapat dibaca orang yang tidak mengerti
bahasa ‘Arab, sehingga dapat memahami kitab Allah SWt,
dengan perantaraan terjemahan.

Daftar materi bidang studi


1. Setelah melakukan pembelajaran materi yang sulit dipahami
2 yang sulit dipahami pada
materi Takwil.
modul
Daftar materi yang sering
3 mengalami miskonsepsi 2. Materi yang miskonsepsi Madinah dan makkiyah
dalam pembelajaran

Anda mungkin juga menyukai