Anda di halaman 1dari 21

TUGAS

MAKALAH MATEMATIKA EKONOMI

OLEH:
NAMA : 1. R.MOH. RESKI IMAM (F1A116054)
2. LA ODE ZULQIFLI (F1A117009)
3. DIAN HASANAH (F1A118040)
4. SITTI NURYAM (F1A118030)
5. RESTI AZARI (F1A118058)
6. YERLIN NOVAN (F1A118005)
7. ISLAH AUDZIAH PUTRI (F1A118031)
8. SARINA (F1A118053)
KELOMPOK :2

PROGRAM STUDI MATEMATIKA


JURUSAN MATEMATIKASZXD/
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2020
KATA PENGANTAR

‫ــــــــــــــــــم هللاِ ال َّر ْح َم ِن ال َّر ِح ْيم‬


ِ ‫س‬
ْ ِ‫ب‬

Assalamu’alaikum warahmatulahi wabarakatuh


Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kemudahan sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah ini. Tanpa pertolongan-Nya mungkin kami tidak akan
sanggup menyelesaikannya dengan baik. Shalawat dan salam semoga terlimpah
curahan kepada baginda tercinta yakni Nabi Muhammad SAW.
Dalam penyusunan makalah ini, kami mengucapkan banyak terima kasih
kepada Dosen Matematika Ekonomi yang telah memberi bimbingan dan arahan,
sehingga makalah ini dapat disusun secara baik.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat terutama untuk kita semua. Walaupun
makalah ini masih jauh dari kata sempurna, mengingat kurangnya pengetahuan dan
pengalaman kami. Karena itu saran dan kritik sangat kami harapkan demi
kesempurnaan makalah ini.
Wasalamu’ikumsalam warahmatulahi wabarakatuh

Kendari, November 2020

Penyusun,

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………...………………………… i


DAFTAR ISI ………………………………………………………………… ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ……….………...……..…………………..…........... 1
B. Rumusan Masalah…………..…………………...…………..…….... 2
C. Tujuan ...…………..…………………………...……..…………..... 2
D. Manfaat ……………..……………………...………..………........... 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Barisan dan Deret……………………....…………………..……..... 3
B. Penerapan Ekonomi Barisan dan Deret……………………..………. 10
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ...…….…….……………..………………….…………. 16
B. Saran …….....…………..…..….......……………………..…...……... 16

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Matematika merupakan ilmu yang memiliki banyak perhitungan. Dalam


ilmu matematika, banyak dijumpai dengan berbagai persamaan. Hal tersebut yang
menjadi salah satu faktor mengapa seseorang untuk malas dalam
mempelajari matematika. Akan tetapi, matematika akan terasa mudah untuk
dipahami jika kitadapat mengetahui akar permasalahan yang. Matematika akan
lebih mudah untuk dipelajari jiak kita mempelajari metematika dengan
senang hati, buka denganpaksaan. Salah satu pelajaran dalam matematika
dalah barisan dan deret. Dalam bidang bisnis dan ekonomi, teori atau prinsip-
prinsip deret sering di terapkan dalam kasusu-kasus yang menyangkut perkembangan
dan pertumbuhan. Apabila perkembangan atau pertumbuhan suatu gejala tertentu
berpola seperti perubahan nilai-nilai suku sebuah deret, baik deret hitung ataupun
deret ukur, maka teori deret yang bersangkutan pada (relevant) diterapkan untuk
menganalisisnya. Model perkembangan usaha merupakan penerapan teori baris dan
deret. Perkembangan usaha yang dimaksud adalah sejauh usaha-usaha yang
pertumbuhannya konstan dari waktu kewaktu mengikuti perubahan baris hitung. Jika
perkembangan variabel-variabel tertentu dalam kegiatan usaha misalnya produksi,
biaya, pendapatan, penggunaan tenaga kerja atau penanaman modal yang berpola
seperti deret hitung, maka prinsip-prinsip deret hitung dapat digunakan untuk
menganalisii perkembangan variabel tersebut. Berpola seperti deret hitung disini
maksudx ialah bahwa variabel yang bersangkutan bertambah secara konstan dari satu
periode ke periode berikutnya. Banyak permasalahan dalam kehidupan sehari hari
yang sebenarnya dapat diselesaikan dengan menggunakan deret aridmatika atau deret
geometri.

1
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah pada makalah kali ini yaitu sebagai berikut:
1. Jelaskan Konsep Barisan dan Deret!
2. Jelaskan Penerapan Ekonomi Tentang Barisan dan Deret!

A. Tujuan
Adapun tujuan pada makalah kali ini yaitu:
1. Untuk mengetahui Konsep Barisan dan Deret
2. Untuk mengetahui Penerapan Ekonomi Tentang Barisan dan Deret

B. Manfaat
Adapun manfaat pada makalah kali ini yaitu:
1. Dapat menambah wawasan pengetahuan
2. Sebagai bahan pembelajaran bagi penulis maupun pemba

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. KONSEP BARISAN DAN DERET

1. Pengertian Barisan dan Deret

Barisan adalah daftar urutan bilangan dari kiri ke kanan yang mempunyai
karakteristik atau pola tertentu. Setiap bilangan dalam barisan merupakan suku dalam
barisan. 

Contoh :

1 ,2 , 3 , 4 ,5 , 6 … . , … ., … . , … . ,… .dst

2 , 4 , 6 , 8 , 10 ,12 , … . , …. , … . , … . dst

Definisi deret :

Deret adalah penjumlahan suku-suku dari suatu barisan. Jika U 1 ,U 2 , U 3 , … U n


maka U 1 ,U 2 , U 3 , … U n adalah deret.

Contoh :

1+2+3+ 4+…+ U n

2+ 4+6+ 8+…+U n

3
2. Baris dan Deret Aritmatika

Baris Aritmatika

 Definisi baris aritmatika :


Jika beda antara suatu suku apa saja dalam suatu barisan dengan suku
sebelumnya adalah suatu bilangan tetap b maka barisan ini adalah barisan aritmatika.
Bilangan tetap b itu dinamakan beda dari barisan.

Polanya : a , a+ b , a+2 b , a+3 b , … . , a+ ( n−1 ) b

Dengan:

a=U 1=¿ Suku pertama       

b=¿beda

n=¿ banyaknya suku

 U n =¿Suku ke-n

Suku pertamanya adalah 3(a=3) dan bedanya adalah 2(b=2), banyaknya


suku ada 5(n=5), suku ke-5 adalah 11(U 5=11).

 Sisipan pada Barisan Aritmatika


Apabila diantara dua suku barisan aritmatika disisipkan k buah suku sehingga
akan terbentuk barisan aritmatika baru. Maka perbedaab barisan aritmatika sesudah
disisipkan k buah suku akan berubah.

Beda dari barisan aritmatika ini sesudah disisipkan k buah suku ialah sebagai
berikut:  b ' =b/(k +1)

Keterangan: 

4
b ' =¿beda barisan aritmatika sesudah disisipkan k buah suku
k =¿banyak suku yang disisipkan

Banyak suku dari barisan aritmatika yang disisipkan k buah suku juga akan
mengalami perubahan, menjadi seperti berikut: n' =n+ ( n−1 ) k

Keterangan: 

n' =¿merupakan banyak suku barisan aritmatika baru.


n=¿merupakan banyak suku barisan aritmatika lama.

Deret Aritmatika

Deret aritmatika merupakan suatu penjumlahan antar suku-suku dari sebuah


barisan aritmatika. Penjumlahan dari suku-suku petama hingga suku ke-n barisan
aritmatika tersebut bisa dihitung sebagai:

Sn = U1 + U2 + U3 + …. + U(n-1)

atau sebagai =

Sn = a + (a + b) + (a + 2b) + …. + (a + (n – 2)b) + (a + (n – 1)b)

Jika, hanya diketahui nilai a merupakan suku pertama serta nilainya


merupakan suku ke-n, maka nilai deret aritmatikanya yakni:

Sn = n/2(a + Un)

Persamaan tersebut bisa kita balim untuk mencari nilai suku ke-n menjadi:

Sn = U1 + U2 + U3 + …. + U(n-1)

S(n-1) = U1 + U2 + U3 + …. + U(n-1)

Sn – S(n-1) = Un

5
Sehingga akan kita dapatkan rumus akhir sebagai berikut:

Un  = Sn – S(n-1)

 Definisi deret aritmatika :


Deret aritmatika adalah jumlah dari baris aritmatika.

            Contoh :    3+5+7 +9+11

   Ut = Suku tengah

   Sn = Jumlah n suku pertama  

Berikut adalah cara untk mengetahui nilai dari beberapa hal yang disebut di
atas :

 Beda
b = Un – Un-1

 Suku ke-n
Un = a + (n-1)b

Un = Sn – Sn-1

 Jumlah n suku pertama


Sn = ½ n (U1 + Un)

Sn = ½ n ( 2a + (n-1)b )

 Nilai tengah
Ut = ½ (U1 + Un)

6
3. Baris dan Deret Geometri

Barisan geometri merupakan suatu barisan dengan pembanding antara dua


suku berurutan yang selalu bersifat tetap. Pembanding dari dua suku berurutan
tersebut dinamakan rasio, yang biasa dinotasikan dengan penggunaan huruf r.
Adapun rumus umum untuk rasio pada geometri, yaitu:

Un
r=
U n−1

Rumus suku ke-npada barisan geometri adalah sebagai berikut:

U n =ar n−1

Keterangan:

U n merupakan suku ke-n.

a merupakan suku pertama.

r merupakan rasio.

n merupakan banyak suku.

 Definisi barisan geometri :


            Jika rasio antara suku apa saja dalam suatu barisan dengan suku sebelumnya
merupakan suatu bilangan tetap r maka barisan tersebut adalah barisan
geometri.bilangan tetap r disebut rasio dari barisan.

Contoh :

2,6,18,48….. adalah barisan geometri dengan rasio 3. Artinya adalah nilai pada Un =
3Un-1.

7
 Suku Tengah Barisan Geometri
Apabila suatu barisan geometri memiliki banyak suku (n) ganjil, suku pertama
a, serta suku terakhir Un maka suku tengah Ut dari barisan tersebut ialah sebagai
berikut.

Rumus suku tengah barisan geometri:

 Sisipan pada Barisan Geometri


Apabila diantara dua suku barisan geometri disisipkan k buah suku sehingga
akan terbentuk barisan geometri baru sehingga rasio barisan geometri sesudah
disisipkan k buah suku akan mengalami perubahan.

Rasio dari barisan geometri sesudah disisipkan k buah suku ialah seperti berikut ini:

Keterangan: 

r’ merupakan rasio barisan geometri setelah disisipkan k buah suku.


k merupakan banyak suku yang disisipkan.

Banyak suku dari barisan geometri yang disisipkan k buah suku juga akan
mengalami perubahan, menjadi seperti yang ada di bawah ini:

n’ = n + (n – 1)k 

Keterangan: 

n' =¿merupakan banyak suku barisan geometri baru.


n=¿merupakan banyak suku barisan geometri lama.

8
 Definisi deret geometri :
Jika U1,U2,U3,…..Un adalah barisan geometri maka jumlah U1 + U2 + U3 +…
+Un disebut deret geometri.

Rumus jumlah n suku pertama dari deret geometri adalah :

            Sn = a( 1- rn ) / 1 – r , jika r < 1 dan

                        Sn = a( rn - 1) / r – 1 , jika r > 1

Deret geometri merupakan jumlah dari suku-suku barisan geometri. Deret


geometri bagi n suku pertama dinotasikan dengan penggunaan huruf S n serta
mempuyai rumus seperti berikut ini:

 Deret Geometri Tak Berhingga


Barisan geometri dengan rasio antara -1 serta 1 disebut sebagai
barisan geometri yang konvergen.

Deret geometri dari barisan geometri yang konvergen serta banyak suku tak
berhingga bisa kita hitung dengan menggunakan rumus yang ada di bawah ini:

Keterangan: 

amerupakan suku pertama.


r merupakan rasio dengan syarat −1<r <1.

9
B. PENERAPAN EKONOMI TENTANG BARISAN DAN DERET

Penerapan teori baris dan deret Model perkembangan usaha merupakan


penerapan teori Baris dan Deret. Perkembangan usaha yang dimaksud adalah sejauh
usaha-usaha yang pertumbuhannya konstan dari waktu ke waktu mengikuti
perubahan baris hitung. Jika perkembangan variabel-variabel tertentu dalam kegiatan
usaha misalnya produksi, biaya, pendapatan, penggunaan tenaga kerja, atau
penanaman modal yang berpola seperti deret hitung, maka prinsip-prsinsip deret
hitung dapat digunakan untuk menganalisis perkembangan variable tersebut. Berpola
seperti deret hitung, maksudnya di sini ialah bahwa variable yang bersangkutan
bertambah secara konstan dari satu periode ke periode berikutnya.
Penerapan ekonomi di bidang bisnis dan ekonomi, teori atau prinsip-prinsip deret
sering diterapkan dalam kasus-kasus yang menyangkut perkembangan dan
pertumbuhan. Apabila perkembangan atau pertumbuhan suatu gejala tertentu berpola
seperti perubahan nilai- nilai suku sebuah deret, baik deret hitung ataupun deret
ukur,maka teori deret yang bersangkutan penat(relevant) diterapkan untuk
menganalisisnya.
Penerapan teori baris dan deret dalam ekonomi dipergunakan untuk
menyelesaikan beberapa permasalahan ekonomi, diantaranya perkembangan usaha.
Teori nilai uang dan pertumbuhan penduduk.

1. Perkembangan Usaha

Apabila perkembangan usaha merupakan pertumbuhan yang konstan dari


waktu ke waktu mengikuti perubahan baris hitung maka teori-teori yang ada pada
baris dan deret dapat dimanfaatkan untuk menganalisis perkembangan variabel-
variabel yang ada pada kegiatan usaha tersebut, seperti produksi, biaya, pendapatan,
penggunaan tenaga kerja, maupun penanaman modal.

Contoh Soal:

10
Perusahaan keramik menghasilkan 5000 buah keramik pada bulan pertama
produksinya. Dengan adanya penambahan tenaga kerja, maka jumlah produk yang
dihasilkan juga ditingkatkan. Akibatnya, perusahaan tersebut mampu menambah
produksinya sebanyak 300 buah setiap bulannya. Jika perkembangan produksinya
konstan setiap bulan, berapa jumlah keramik yang dihasilkanya pada bulan ke-12?
Berapa buah jumlah keramik yang dihasilkannya selama tahun pertama produksinya?

Penyelesaian;

Jumlah keramik yang dihasilkannya pada bulan ke 12?

S12=a+ ( n−1 ) b

¿ 5.000+ ( 12−1 ) 300

¿ 5.000+ ( 11 ) 300

¿ 5.000+3.300

¿ 8.300

Jadi pada bulan ke-12 perusahaan tersebut dapat menghasilkan 8.300 buah keramik.
Jumlah keramik yang dihasilkan dalam satu tahun pertama.

n
D 12= (a+ S12 )
2

12
¿ (5.000+8.300)
2

¿ 6(13.300)

¿ 79.800

2. Pertumbuhan Penduduk

11
Penerapan deret ukur dibidang ekonomi adalah untuk mengihitung
pertumbuhan penduduk, sebagai dinyatakan oleh Malthus bahwa “penduduk dunia
tumbuh mengikuti pola deret ukur”. Adapun populasi penduduk pada tahun ke-n
dapat dikethui dengan menggunakan rumus:

pn=¿ p (1+r ) ¿
n
0

Dimana:

Pn=¿ populasi penduduk pada tahun basis (tahun ke-1)

P0=¿ populasi penduduk pada tahun ke-n

i=¿ persentase pertumbuhan penduduk per tahun

n=¿ jumlah tahun

Contoh Soal:

Penduduk suatu kota berjumlah 100.000 jiwa pada tahun 1995, tingkat
pertumbuhannya 4% per tahun. Hitunglah jumlah penduduk kota tersebut pada tahun
2005.

Penyelesaian:

Periode waktu: 2005-1995=10 tahun

Pn=P 0( 1+i)n

¿ 100.000(1+0,04)10

¿ 100.000(1,04)10

¿ 100.000(1,48024)

¿ 148.024

12
Rata-rata pertumbuhan penduduk disuatu daerah tertentu untuk suatu periode
waktu tertentu jika jumlah penduduknya diketahui dari waktu ke waktu daapat
digunakan rumus:

t=√n R1 , R2 , R3 , … Rn ,

Dimana:

i=¿ rata-rata (persentase) pertumbuhan pertahun untuk tahun 1sampai denngan n

R1=¿ pertumbuhan penduduk pada tahun ke-1 terhadap tahun sebelumnya

n=¿ periode waktu

3. Teori Nilai Uang (Bunga Majemuk)

Perhitungan bunga majemuk merupakan penerapan dari barisan geometri


(barisan ukur), digunakan dalam masalah bunga berbunga, masalah pinjam
meminjam serta masalah investasi yang dihubungkan dengan tingkat suku bunga
dalam jangka waktu tertentu yang besarnya diasumsikkan tetap dari waktu ke waktu.

Misalkan suatu modal sebesar po akan dihubungkan per-satu tahun selama


jangka waktu n tahun. Tingkat suku bunga yang berlaku adalah 1 % per-tahun,
diasumsikan tetap dari tahun ke tahun selama n tahun. Sehingga menghitungkan
modal awal tahun ke-n yang diperoleh melalui pembungaan setiap satu tahun
menggunakan rumus future value diskrit:

pn=¿ p (1+r ) ¿
n
0

Dimana:

pn : modal pada tahun ke-n (di masa yang akan datang) :

p0 : modal saat sekarang, saat

13
r : tingkat suku bunga pertahun

n : tahun ke-n

(1+r )n : yaitu nilai bilangan yang lebih besar dari 1. Dipakai untuk menentukan nilai
pada masa yang akan datang dengan cara mengalikannya dengan suatu jumlah yang
ada pada saat sekarang, yang dihubungkan persatu tahun.

Contoh Soal:

Seorang nasabah merencanakan mendepositokan uangnya di Bank sebanyak 10 juta


rupiah dalam jangka waktu 5 tahun. Pembangunan depositonya setahun sekali dengan
tingkat bunga yang diasumsikan konstan sebesar 11% per-tahun. Bantulah nasabah
untuk menghitung berapa jumlah uang yang akan diterima pada akhir tahun ke-5?

Penyelesaian;

Pn=P 0(1+ r)n

¿ 10.000 .000(1+0,11)5=10.000 .000(1,11)5

¿ 10.000 .000(1,685058155)=16.850.581,55

Apabila akan dibungakan tidak persatu tahun tetapi kurang dari satu tahun
atau lebih dari satu kali dalam setahun, misalnya setiap 6 bulan atau setiap 4 bulan
atau bahkan setiap bulan, dapat digunakan rumus:

pn=¿ p (1+r /m )
n.m
¿
0

Dimana:

pn: modal pada tahun ke-n (di masa yang akan datang)

p0 : modal saat sekarang, saat

14
r : tingkat suku bunga pertahun

n : tahun ke-n m : periode pertahun

(1+r /m)n .m : yaitu nilai bilangan yang lebih besar dari 1. Dipakai untuk menentukan
nilai pada masa yang akan datang dengan cara mengalikannya dengan suatu jumlah
yang ada pada saat sekarang, yang dihubungkan persatu tahun.

15
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Barisan adalah daftar urutan bilangan dari kiri ke kanan yang mempunyai
karakteristik atau pola tertentu. Setiap bilangan dalam barisan merupakan suku
dalam barisan. Deret adalah penjumlahan suku-suku dari suatu barisan. Deret
aritmatika merupakan suatu penjumlahan antar suku-suku dari sebuah barisan
aritmatika.
2. Penerapan teori baris dan deret Model perkembangan usaha merupakan
penerapan teori Baris dan Deret. Perkembangan usaha yang dimaksud adalah
sejauh usaha-usaha yang pertumbuhannya konstan dari waktu ke waktu
mengikuti perubahan baris hitung. Jika perkembangan variabel-variabel tertentu
dalam kegiatan usaha misalnya produksi, biaya, pendapatan, penggunaan tenaga
kerja, atau penanaman modal yang berpola seperti deret hitung, maka prinsip-
prsinsip deret hitung dapat digunakan untuk menganalisis perkembangan
variable tersebut.

B. Saran

Adapun saran pada makalah ini yaitu:


Kami tau makalah yang kami buat ini masih sangat jauh dari kesempurnaan
untuk itu kritik dan saran dari pembimbing maupun pembaca yang bersifat
membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah berikutnya

16
C.

17
18