Anda di halaman 1dari 8

TUGAS 8

PEMODELAN MATEMATIKA

OLEH:
NAMA : DIAN HASANAH
NIM : F1A118040

PROGRAM STUDI MATEMATIKA


JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2020
1. Model Rantai Makanan di Darat dan Laut
Judul: Dynamics Analysis and Chaotic Control of a Fractional-Order Three-
Species Food-Chain System
a. Asumsi
• The food chain refers to the food-linked chain relationship in which
various species in the ecosystem can maintain their own living
activities and take other species as food. ( Rantai makanan mengacu
pada hubungan rantai terkait makanan dimana berbagai spesies
dalam ekosistem dapat mempertahankan aktivitas hidupnya sendiri
dan mengambil spesies lain sebagai makanan).
• The predator-prey relationship between species constitutes the food
chain, further forming the food chain system. (Hubungan predator-
mangsa antar spesies membentuk rantai makanan, selanjutnya
membentuk system rantai makanan).
• Chaos in the system can bring adverse effect on the healthy
development of the system. (Kekacauan dalam system dapat
membawa dampak buruk bagi perkembangan system yang sehat).
• There is death of the species. ( Ada kematian pada spesies)
b. Skema

𝑋
𝑅0 (1 − )
𝐾0

𝐶1 𝐹1 (𝑋)𝑌 𝐶2 𝐹2 (𝑌)𝑍
X Y Z

𝐷1 𝐷2
c. Model Matematika
𝑑𝑋 𝑋
= 𝑅0 𝑋 (1 − ) − 𝐶1 𝐹1 (𝑋)𝑌
𝑑𝑇 𝐾0
𝑑𝑌
= 𝐹1 (𝑋)𝑌 − 𝐹2 (𝑌)𝑍 − 𝐷1 𝑌
𝑑𝑇
𝑑𝑍
= 𝐶2 𝐹2 (𝑌)𝑍 − 𝐷2 𝑍
𝑑𝑇

Keterangan:
𝑋, 𝑌, 𝑍 = masing-masing spesies mangsa, predator menengah, dan predator puncak
𝑅0 , 𝐾0 = masing-masing laju pertumbuhan intrinsik dan daya dukung dari spesies 𝑋
𝐶1 , 𝐶2 = masing-masing laju perubahan dari spesies 𝑋 ke spesies 𝑌 dan 𝑍
𝐷1 , 𝐷2 = masing-masing laju kematian dari spesies 𝑌 dan 𝑍
𝐹1 (𝑋)𝑌, 𝐹2 (𝑌)𝑍 = masing-masing interaksi antara spesies

2. Model kompetisi di Tanaman


Judul jurnal: Mathematical modelling of plant species interaction in a harsh
climate
a. Asumsi
• Competition between plant species based on the idea that resource
such a water, light, soil minerals, and growing space are in limited
supply. (Kompetisi antar spesies tanaman berdasarkan gagasan
bahwa sumber daya seperti air, cahaya, mineral tanah, dan ruang
tumbuh terbatas persediaannya).
• Take account of both competition that occurs between two or more
individuals belonging to the same species (known as intra-specific
competition) and that between two or more individuals different
species (called inter-specific). (Mempertimbangkan baik persaingan
yang terjadi antara dua atau lebih individu yang termasuk dalam
spesies yang sama (dikenal sebagai kompetisi intra-spesifik) dan
antar dua atau lebih individu dari spesies yang berbeda (disebut
inter-spesifik).
b. Skema

𝛼1 𝛽1
y

𝛾1 𝛾2

𝛼2 𝛽2
z

c. Model Matematika
𝑦 ′ (𝑡) = 𝛼1 𝑦(𝑡)(1 − 𝛽1 𝑦(𝑡) − 𝛾1 𝑧(𝑡)
𝑧 ′ (𝑡) = 𝛼2 𝑧(𝑡)(1 − 𝛽2 𝑧(𝑡) − 𝛾2 𝑦(𝑡)

Keterangan:
𝑦, 𝑧 = spesies
𝛼 = laju pertumbuhan intrinsik
𝛽 = parameter kompetisi intraspesifik
𝛾 = parameter kompetisi interspesifik
3. Model Penyebaran Penyakit di Tanaman
Judul jurnal: Mathematical model of plant-virus interaction mediated by RNA
a. Asumsi
• A viral infection does not always have a devastating effect on the
cell, and hence it is possible for infected cells to recover before
experiencing critical damage. ( Infeksi virus tidak selalu berdampak
buruk pada sel, sehingga sel yang terinfeksi mungkin saja pulih
sebelum mengalami kerusakan kritis).
• Such recovered cells, denoted by 𝑊1 (𝑡) and 𝑊2 (𝑡) , will be
considered immune to the corresponding viruses in a sense that they
are no longer infectious. (Sel yang dipulihkan tersebut,
dilambangkan 𝑊1 (𝑡) dan 𝑊2 (𝑡) , akan dianggap kebal terhadap
virus terkait dalam arti bahwa mereka tidak lagi menular ).
• Infected cells initiate and spread the warning signal to healthy cells
at the rate 𝛿1 and 𝛿2 , respectively.(Sel yang terinfeksi, memulai dan
menyebarkan sinyal peringatan ke sel sehat dengan masing-masing
kecepatan 𝛿1 dan 𝛿2 ).
• Cells that have been the recipients of the propagating signal for both
viruses or have recovered from both a primary and a subsequent
secondary infection will be represented by the super-protected
population of cells 𝑊12 (𝑡) taken to be immune to both viruses.(Sel
yang telah menerima sinyal penyebaran untuk kedua virus atau
telah pulih dari infeksi primer dan sekunder berikutnya akan
diwakili oleh populasi sel 𝑊12 (𝑡) yang sangat terlindungi diambil
agar kebal terhadap kedua virus).
• Ignore the possibility of random mutations.(Abaikan kemungkinan
mutasi acak)
b. Skema

c. Model Matematika
Keterangan:
𝑆(𝑡) = sel yang sehat atau suspek
𝐼1 (𝑡), 𝐼2 (𝑡) = populasi dari sel yang terinfeksi oleh virus 1 atau virus 2
𝑊1 (𝑡), 𝑊2 (𝑡) = sel yang kebal terhadap virus 1 dan virus 2
𝜎1 , 𝜎2 = tingkat pemulihan
𝐻1 (𝑡), 𝐻2 (𝑡) = sel yang telah pulih dari infeksi primer oleh salah satu jenis virus dan
saat ini menular dengan virus lain
𝑊12 (𝑡) = sel yang kebal terhadap kedua virus
𝛾2 𝛿2 , 𝛾1 𝛿1 = tingkat peringatan yang dimodofikasi
𝑝2 𝜎2 , 𝑝1 𝜎1 = kecepatan populasi dilindungi-super
𝑎𝑖 , 𝛽𝑖 = fungsi jarak antigenic atau hubungan spesifik lainnya antara dua virus

4. Model Metapopulasi
Judul jurnal: Metapopulation Model from Pathogen’s Perspective: A Versatile
Framework to Quantify Pathogen Transfer and Circulation between
Environment and Hosts
a. Asumsi
• Pathogen transferring rates, can be expressed as the two product
of two factors: (1) the contact frequency between host and
environment, and (2) the likelihood of pathogens transferring
between host and environment. (Laju transfer patogen, dapat
dinyatakan sebagai produk dari dua factor: (1) frekuensi kontak
antara host dan lingkungan, dan (2) kemungkinan perpindahan
antara host dan lingkungan)
• The environmental transferring of pathogens and exclude direct
host-to-host contact. (Perpindahan patogen melalui lingkungan
dan mengecualikan kontak langsung dari host-ke-host).
• The pathogen metapopulation consist of all the pathogen
subpopulation in each of the hosts and environments.
(Metapopulasi patogen terdiri dari semua subpopulasi patogen
disetiap host dan lingkungan).
• Only one homogeneous environment. (Hanya satu lingkungan
homogen).
b. Skema

c. Model Matematika
𝑑𝐻𝑖
= 𝜆𝐸𝐻𝑖 𝐸 − 𝜆𝐻𝑖𝐸 𝐻𝑖 + 𝜇𝐻𝑖 𝐻𝑖 − 𝛿𝐻𝑖 𝐻𝑖
𝑑𝑡
𝑑𝐻𝑗
= 𝜆𝐸𝐻𝑗 𝐸 − 𝜆𝐻𝑗𝐸 𝐻𝑗 + 𝜇𝐻𝑗 𝐻𝑗 − 𝛿𝐻𝑗 𝐻𝑗
𝑑𝑡
𝑑𝐸
= 𝜆𝐻𝑖𝐸 𝐻𝑖 − 𝜆𝐸𝐻𝑖 𝐸 + 𝜆𝐻𝑗𝐸 𝐻𝑗 − 𝜆𝐸𝐻𝑗 𝐸 + 𝜇𝐸 𝐸 − 𝛿𝐸 𝐸
𝑑𝑡
Keterangan:
𝐻𝑖 , 𝐻𝑗 = Host (inang)
𝐸 = lingkungan
𝜆𝐸𝐻𝑖 , 𝜆𝐻𝑖𝐸 , 𝜆𝐸𝐻𝑗 , 𝜆𝐸𝐻𝑗 = masing-masing laju pathogen dari host ke lingkungan dan
sebaliknya
𝜇𝐸 , 𝜇𝐻𝑖 , 𝜇𝐻𝑗 = masing-masing laju replikasi patogen dalam lingkungan dan host
𝛿𝐸 , 𝛿𝐻𝑖 , 𝛿𝐻𝑗 = masing-masing laju kematian patogen dalam lingkungan dan host