Anda di halaman 1dari 30

“Uji hedonik”

Aida Nurnafitrisni (083020031)

PENDAHULUAN adalah pengukuran atau penilaian


suatu dengan menggunakan alat ukur
Latar belakang dan disebut penilaian atau
Dalam industri pangan pengukuran instrumental atau
penggunaan pengujian inderawi pengukuran obyektif. Pengukuran
untuk berbagai keperluan telah obyektif hasilnya sangat ditentukan
meluas meskipun peralatan telah oleh kondisi obyek atau sesuatu yang
berkembang dengan pesat. Akan diukur. Demikian pula karena
tetapi pengujian inderawi tetap pengukuran atau penilaian dilakukan
merupakan bagian yang terpenting. dengan memberikan rangsangan atau
Dalam beberapa hal hasil penilaian benda rangsang pada alat atau organ
dengan pengujian inderawi bahkan tubuh ( indra ), maka pengukuran ini
melebihi ketelitian alat yang sangat disebut juga pengukuran atau
sensitif dan beberapa perusahaan penilaian subyketif atau penilaian
sampai sekarang masih organoleptik atau penilaian indrawi.
menggantungkan mutunya pada Yang diukur atau dinilai sebenarnya
penelitian dengan indera manusia adalah reaksi psikologis ( reaksi
(Oktavia, 2010). mental ) berupa kesadaran seseorang
Pengujian organoleptik adalah setelah diberi rangsangan, maka
pengujian yang didasarkan pada disebut juga penilaian sensorik
proses pengindraan. Pengindraan (Wagiyono, 2003).
diartikan sebagai suatu proses fisio-
psikologis, yaitu kesadaran atau Tujuan Percobaan
pengenalan alat indra akan sifat-sifat Tujuan dari percobaan uji
benda karena adanya rangsangan hedonik adalah untuk mengetahui
yang diterima alat indra yang berasal apakah manfaat sensorissuatu
dari benda tersebut. Pengindraan komoditii atau produk olahan dapat
dapat juga berarti reaksi mental diterima oleh masyarakat dan untuk
(sensation) jika alat indra mendapat menguji reaksi konsumen terhadap
rangsangan (stimulus). Reaksi atau suatu komoditi atau produk pangan.
kesan yang ditimbulkan karena
adanya rangsangan dapat berupa Prinsip Percobaan
sikap untuk mendekati atau Prinsip percobaan uji hedonik
menjauhi, menyukai atau tidak adalah berdasarkan penilaian panelis
menyukai akan benda penyebab terhadap organoleptik dengan
rangsangan (Wagiyono, 2003). penganalisa tingkat kesukaan atau
Kesadaran, kesan dan sikap skla hedonik.
terhadap rangsangan adalah reaksi
psikologis atau reaksi subyektif. BAHAN, ALAT, DAN METODE
Pengukuran terhadap nilai atau PERCOBAAN
tingkat kesan, kesadaran dan sikap Bahan-bahan Percobaan
disebut pengukuran subyektif atau Bahan yang digunakan dalam
penilaian subyektif. Disebut uji hedonik ini adalah jus jeruk
penilaian subyektif karena hasil dalam kemasan dan air mineral.
penilaian atau pengukuran sangat
ditentukan oleh pelaku atau yang Alat-alat Percobaan
melakukan pengukuran. Jenis Alat-alat yang digunakan
penilaian atau pengukuran yang lain dalam uji hedonik ini adalah baki
“Uji hedonik”
Aida Nurnafitrisni (083020031)

besar, tissue, gelas plastik, gelas merupakan data asli penilaian


sloki, sendok plastik dan kain lap. panelis.
2) Anova
Metode Percobaan Rumus-rumus yang digunakan
Deskripsi Percobaan untuk pengisian tabel Anova pada
Beri penilaian terhadap Uji Hedonik adalah sebagai berikut :
sampel jus jeruk dalam kemasan a. FK =(total data
yang telah disediakan, atribut yang konsentrasi)2panelis x sampel
dinilai meliputi aroma, warna,
viskositas, dan rasa. Kriteria b. JKS =S12+ S22+ …+ Sn2
penilaian yaitu (1) Sangat tidak suka, panelis - FK
(2) Tidak suka, (3) Agak tidak suka,
(4) Netral, (5) Agak suka, (6) Suka, c. JKP = P12+ P22+ …+ Pn2
(7) Sangat suka. Tiap sampel boleh sampel - FK
diberi penilaian yang sama.
Analisis Perhitungan d. JKT = n12+ n22+ … + nn2 -
1) Transformasi FK
Data asli penilaian panelis e. JKG = JKT – JKP – JKS
dirubah menjadi data transformasi
dengan rumus log (y+1). Variabel y

Tabel 1. Anova
Sumber F Tabel
dB JK RJK F Hitung
Variasi 5% 1%
Sampel ΣS – 1 JKS JKS/ dBS RJKS/ RJKG ¤ ¤
Panelis ΣP – 1 JKP JKP/ dBP RJKP/ RJKG
Galat dBT – dBS – dBP JKG JKG/ dBG
Total (ΣP x ΣS) – 1 JKT

Ketentuan tabel anova : 1 %, maka diberi tanda * (berbeda


a. Jika F Hitung > F Tabel pada taraf nyata).
5 % dan 1 %, maka diberi tanda c. Jika F Hitung < F Tabel pada taraf
** (sangat berbeda nyata). 5 % dan 1 %, maka diberi tanda tn
b. Jika F Hitung > F Tabel pada taraf (tidak berbeda nyata).
5 %, tetapi F Hitung < F Tabel
pada taraf

3) Uji Lanjut Duncan’s


Tabel 2. Uji Lanjut Duncan’s
SSR LSR Nilai Rata-rata Perlakuan Taraf Nyata
5% 5 % Sampel Rata-rata 1 2 3 4 5%
- - -
# -
# # -
“Uji hedonik”
Aida Nurnafitrisni (083020031)

# # # -

a. Nilai rata-rata diurutkan dari yang g. Beri tanda tn, jika perlakuan <
terkecil ke terbesar LSR 5 %
b. Tentukan standar galat, h. Merupakan selisih nilai rata-rata
Sў = RJK Galat panelis
c. Tentukan SSR 5 %, pada tabel 8 HASIL PERCOBAAN DAN
(Buku Vincent) PEMBAHASAN
d. Tentukan LSR 5 %, LSR = Sў x
SSR 5% Hasil Percobaan dan Pembahasan
e. Bandingkan perlakuan dengan Uji Hedonik
LSR 5 % Hasil percobaan uji hedonik
f. Beri tanda * jika perlakuan > ini dapat dilihat dalam tabel 1 –
LSR 5 % tabel 5. berikut ini

Tabel 3. Hasil percobaan uji hedonik pada jus jeruk (warna)


Sampel
Rata-rata Data Asli Taraf nyata
Merek Kode
Country Choice 234 5,7 a
Buavita 896 3,8 a
Berry 102 6,1 b
Sunkist 846 3,9 b
(Sumber: Kelompok I, meja 14, 2011).

Berdasarkan nilai rata-rata data terhadap warna jus jeruk dalam


asli, maka dapat dilihat gambaran kemasan sebagai berikut:
grafik hasil pengamatan uji hedonik

Gambar 1. Diagram Batang Uji Hedonik Jus Jeruk (Warna)

Berdasarkan uji Duncan, (Country choice) sangat berbeda


diketahui sampel dengan kode 896 nyata dengan 896 (Buavita) dan 846
(Buavita) sangat berbeda nyata (Sunkist), tapi tidak berbeda nyata
dengan 234 (Country choice) dan dengan 102(Berry). Kode 102
102 (Berry) tapi tidak berbeda nyata (Berry) sangat berbeda nyata dengan
dengan 846 (Sunkist). Kode 846 896 (Buavita) dan 846 (Sunkist),
(Sunkist) sangat berbeda nyata tetapi tidak berbeda nyata dengan
dengan 234 (Country choice) dan 234 (Country choice) dalam hal
102 (Berry) tapi tidak berbeda nyata warna.
dengan 896 (Buavita). Kode 234
“Uji hedonik”
Aida Nurnafitrisni (083020031)

Berdasarkan hasil pengamatan maka penilaiannya subjektif. Data


pribadi tingkat kesukaan terhadap yang tidak normal harus diuji
warna jus jeruk dalam kemasan, kenormalannya dengan cara analisis
dapat disimpulkan bahwa sampel statistik.
yang lebih disukai pada warna adalah Sifat penglihatan atau
102 (Berry) dibandingkan dengan kenampakan merupakan sifat
sampel 234 (Country choice), 896 pertama yang dilihat konsumen,
(Buavita) dan 846 (Sunkist) dengan sedangkan nilai-nilai yang lain
nilai rata-rata data asli sebesar 5,25. dilihat kemudian. Pada bahan
Uji kesukaan juga disebut uji pangan yang berada dalam suatu
hedonik. Panelis dimintakan kemasan maka kemasan ada label
tanggapan pribadinya tentang merupakan suatu hal yang penting
kesukaan atau sebaliknya sebagai pendukung kenampakan
(ketidaksukaan). Disamping panelis produk. Termasuk dalam sifat
mengemukakan tanggapan senang, penglihatan ini adalah warna dan
suka atau kebalikannya, mereka juga kilap, viskositas, ukuran dan bentuk,
mengemukakan tingkat kesukaannya. berat, kerapatan dan berat jenis,
Tingkat – tingkat kesukaan ini panjang dan lebar, dan bentuk bahan
disebut skala hedonik. Misalnya (Kartika, dkk., 1988).
dalam hal “ suka “ dapat mempunyai Warna merupakan suatu sifat
skala hedonik seperti : amat sangat bahan yang dianggap berasal dari
suka, sangat suka, suka, agak suka. penyebaran spektrum sinar, begitu
Sebaliknya jika tanggapan itu “ tidak juga sifat kilap dari bahan
suka “ dapat mempunyai skala dipengaruhi oleh sinar terutama sinar
hedonik seperti suka dan agak suka, pantul. Timbulnya warna dibatasi
terdapat tanggapannya yang disebut oleh faktor terdapatnya sumber sinar.
sebagai netral, yaitu bukan suka Pengaruh tersebut apabila suatu
tetapi juga bukan tidak suka ( neither bahan dilihat ditempat yang
like nor dislike ). suram atau gelap, maka akan
Data asli ditransformasikan memberikan perbedaan warna yang
untuk memperoleh data normal menyolok. Warna pada jus jeruk
karena hasil penilaian panelis dalam kemasan adalah jingga. Warna
dianggap data yang tidak normal jingga dihasilkan dari warna merah
karena dalam uji mutu hedonik ini dan kuning (Kartika, dkk., 1988).
digunakan panelis yang tak terlatih

Tabel 4. Hasil percobaan uji hedonik pada jus jeruk (aroma)


Sampel
Rata-rata Data Asli Taraf nyata
Merek Kode
Country Choice 234 3,8 a
Buavita 896 4,2 a
Berry 102 3,9 a
Sunkist 846 5,5 a
(Sumber: Kelompok I, meja 14, 2011).
“Uji hedonik”
Aida Nurnafitrisni (083020031)

Berdasarkan nilai rata-rata data terhadap aroma jeruk sebagai


asli, maka dapat dilihat gambaran berikut:
grafik hasil pengamatan uji hedonik

Gambar 2. Diagram Batang Uji Hedonik Jus Jeruk (Aroma Jeruk)

Berdasarkan hasil pengamatan permukaan kertas adalah


didapatkan hasil F hitung < F Tabel berhubungan dengan sifat –sifat yang
pada 5% dan 1%, maka diberi tanda disenangi. Sebaliknya rasa hambar,
(tn) yang berarti tidak berbeda nyata terlalu asin dan liat pada daging
berkaitan dengan sifat – sifat yang
pada semua sampel 234 (Country tidak disukai (Wagiyono. 2003).
choice), 896 (Buavita), 102 (Berry), Uji penerimaan lebih subyektif
dan 846 (Sunkist) dalam hal Aroma daripada uji pembedaan. Karena
sehingga tidak dilakukan uji lanjut sifatnya yang sangat subyektif itu
Duncan. beberapa panelis yang mempunyai
Berdasarkan tingkat kesukaan kecenderungan extrim senang atau
pribadi terhadap aroma jeruk pada benci terhadap suatu komoditi atau
sampel jus jeuk dalam kemasan, bahan tidak dapat digunakan untuk
dapat disimpulkan bahwa sampel melakukan uji penerimaan. Tetapi
yang lebih disukai pada aroma jeruk panelis orang extrim ini mungkin
adalah 896 (Buavita) dibandingkan masih dapat digunakan untuk menilai
dengan sampel 234 (Country choice), dengan uji pembedaan. Jika pada uji
102 (Berry) dan 846 (Sunkist) pembedaan dikehendaki panelis yang
dengan nilai rata-rata data asli peka, pada uji penerimaan dapat
sebesar 5,25. dilakukan menggunakanan panelis
Uji hedonik merupakan yang belum berpengalaman
kelompok uji penerimaan juga sekalipun. Pada uji penerimaan tidak
disebut “ Acceptance Test “ atau ada contoh pembanding atau contoh
“Preference Test“. Uji penerimaan baku. Jika pada uji pembedaan
menyangkut penilaian seseorang panelis diwajibkan mengingat – ingat
akan suatu sifat atau kwalitas suatu contoh pembanding, maka pada uji
bahan yang menyebabkan orang penerimaan justru panelis dilarang
menyenangi. Jika pada uji mengingat – ingat atau
pembedaan panelis mengemukakan membandingkan dengan contoh yang
kesan akan adanya perbedaan tanpa diuji sebelumnya. Tanggapan harus
disertai kesan senang atau tidak diberikan segera dan secara spontan.
maka pada uji pemilihan panelis Bahkan tanggapan yang sudah
mengemukakan tanggapan pribadi diberikan tidak boleh ditarik kembali
yaitu kesan yang berhubungan meskipun kemudian timbul keraguan
dengan kesukaan atau tanggapan (Wagiyono. 2003).
senang atau tidaknya terhadap sifat Aroma merupakan sifat bahan
sensori atau kwalitas yang dinilai. (makanan) dan juga mekanisme
Misalnya, kesan gurih dan renyah reseptor orang yang makan makanan.
pada krupuk, kesan halus pada Aroma telah mencakup susunan
“Uji hedonik”
Aida Nurnafitrisni (083020031)

senyawa dalam makanan yang campuran beberapa, kadang-kadang


mengandung rasa atau bau, dan juga banyak, serbagai senyawa yang
interaksi senyawa-senyawa ini berbau. Efek gabungan menciptakan
dengan reseptor alat indera, rasa dan kesan yang dapat sangat berbeda
bau. Setelah terjadi interaksi, organ dengan aroma komponen satu-
menghasilkan sinyal yang dihantar persatu. Banyak aroma makanan baik
ke sistem syaraf pusat, dengan yang alami maupun yang buatan
demikian menciptakan apa yang kita bersifat gabungan (DeMan, 1997).
kenal sebagai aroma (bau). Aroma
biasanya akibat dari adanya

Tabel 5. Hasil percobaan uji hedonik pada jus jeruk (rasa asam)
Sampel
Rata-rata Data Asli Taraf nyata
Merek Kode
Country Choice 234 3,8 a
Buavita 896 3,1 b
Berry 102 1,7 bc
Sunkist 846 5,3 c
(Sumber: Kelompok I, meja 14, 2011).

Berdasarkan nilai rata-rata data terhadap rasa asam jus jeruk dalam
asli, maka dapat dilihat gambaran kemasan sebagai berikut:
grafik hasil pengamatan uji hedonik

Gambar 3. Diagram Batang Uji Hedonik Jus Jeruk (Rasa Asam)

Berdasarkan Uji lanjut duncan Berdasarkan tingkat kesukaan


diketahui sampel 102 (Berry) pribadi terhadap rasa asam pada
berbeda hal rasa asam dengan 896 sampel jus jeuk dalam kemasan,
(Buavita), 234 (Country choice), dan dapat disimpulkan bahwa sampel
yang lebih disukai pada rasa asam
846 (Sunkist) . Sampel 896 (Buavita) adalah 896 (Buavita) dan 846
tidak berbeda nyata dengan 234 (Sunkist) dibandingkan dengan
(Country choice) tetapi berbeda sampel 234 (Country choice) dan
nyata dengan 102 (Berry) dan 846 102 (Berry) dengan nilai rata-rata
(Sunkist) . Sampel 234 (Country data asli sebesar 5.
choice) tidak berbeda nyata dengan Pada uji duncan dilakukan
perhitungan dengan statistika
896 (Buavita) dan 846 (Sunkist)
pengolahan data. Statistika
tetapi berbeda dengan 102 (Berry). pengelohan data dan laporan
Sampel 846 (Sunkist) berbeda pengujian yang penting antara lain
dengan 102 (Berry) dan 896 adalah penyusunan data atau
(Buavita) tetapi tidak berbeda nyata penataan data sampai dengan
dengan 234 (Country choice). diperoleh tentang jenis data frekuensi
“Uji hedonik”
Aida Nurnafitrisni (083020031)

data. Tampilan data dalam bentuk Dalam penganalisisan skala hedonik


tabel, grafik atau diagram perlu ditransformasikan dengan angka
untuk meningkatkan kualitas numerik dengan angka menaik
informasi. Selanjutnya adalah menurut tingkat kesukaan. Dengan
tahapan pengolahan data yang data numerik itu dapat dilakukan
meliputi analisis pemusatan dan analisis statistik. Dengan adanya
penyebaran data. Pengolahan data skala hedonik itu sebenarnya uji
suatu pengujian bertujuan untuk hedonik secara tidak langsung juga
mendapatkan nilainilai: dapat digunakan untuk mengetahui
- Nilai rata-rata atau nilai tengah perbedaan. Karena hal ini, maka uji
pengujian hedonik paling sering digunakan
- Keragaman dari nilai pengujian untuk menilai komoditi sejenis atau
- Simpangan baku dari nilai-nilai produk pengembangan secara
pengujian organoleptik. Jika uji pembedaan
Cara pengolahan data yang banyak digunakan dalam program
sering digunakan adalah dengan pengembangan hasil-hasil baru atau
menggunakan analisis keragaman hasil bahan mentah maka uji hedonik
atau analisis peragam ( Analisys of banyak digunakan untuk menilai
varian atau ANOVA). Setelah hasil akhir (Soekarto, 1985).
dilakukan pengolahan data dengan Indera pencicip berfungsi
analisis keragaman jika F Hitung > F untuk menilai cicip (taste) dari suatu
Tabel 5% dan F Tabel 1 % serta F makanan. Pada permukaan lidah
Hitung > F Tabel 5% tetapi F terdapat sel-sel yang peka terhadap
Hitung < F Tabel 5% F Tabel 1 % rangsangan rasa yaitu puting
dilanjutkan uji duncan. Uji duncan pencicip. Puting pencicip menerima
berfungsi untuk mengetahui rangsangan yang berupa cairan
perbedaan sampel yang disukai kimia. Rasa asam sebenarnya berasal
panelis, untuk mengetahui dari ion hidrogen (H+). Hanya zat-zat
mutu bahan pangan berdasarkan yang berionisasi dan melepaskan
atributnya, dan untuk mengetahui hidrogen yang dapat menghasilkan
tingkat kesukaan panelis rasa asam. Asam yang terdapat
terhadap suatu produk pangan dalam jus jeruk merupakan asam
(Nopianto, 2009). sitrat dan menurut tingkatannya asam
Skala hedonik dapat sitrat merupakan asam sedang
direntangkan atau diciutkan menurut (Soekarto, 1985).
rentang skala yang dikehendakinya.

Tabel 6. Hasil percobaan uji hedonik pada jus jeruk (viskositas)


Sampel
Rata-rata Data Asli Taraf nyata
Merek Kode
Country Choice 234 5 a
Buavita 896 4,4 a
Berry 102 5,4 a
Sunkist 846 4,9 a
(Sumber: Kelompok I, meja 14, 2011).
“Uji hedonik”
Aida Nurnafitrisni (083020031)

Berdasarkan nilai rata-rata data terhadap viskositas jus jeruk dalam


asli, maka dapat dilihat gambaran kemasan sebagai berikut:
grafik hasil pengamatan uji hedonik

Gambar 4. Diagram Batang Uji Hedonik Jus Jeruk (Viskositas)

Berdasarkan hasil pengamatan indrawi individu. Panel ini biasanya


didapatkan hasil F hitung < F Tabel hanya digunakan untuk uji kesukaan
pada 5% dan 1%, maka diberi tanda ( preference test ) Salah satu dari uji
(tn) yang berarti tidak berbeda nyata kesukaan adalah uji hedonik
(Soekarno, 1985).
pada semua sampel 234 (Country Panel tak terlatih dipakai untuk
choice), 896 (Buavita), 102 (Berry), menguji tingkat kesenangan pada
846 (Sunkist) dalam hal viskositas suatu produk ataupun menguji
sehingga tidak perlu dilakukan uji tingkat kemauan untuk
lanjut Duncan. mempergunakan suatu produ.
Berdasarkan tingkat kesukaan Penggunaan panel terlatih
pribadi terhadap viskositas pada ataupun panel ahli untuk pengujian
sampel jus jeuk dalam kemasan, diatas justru akan menimbulkan
dapat disimpulkan bahwa sampel “bias” cukup besar. Karena
yang lebih disukai pada viskositas menyangkut tingkat kesukaan maka
adalah 896 (Buavita) dan 846 semakin besar jumlah anggota
(Sunkist) dibandingkan dengan panel, hasilnya akan semakin baik
sampel 234 (Country choice) dan (Kartika, dkk., 1988).
102 (Berry) dengan nilai rata-rata Sifat ini penting pada berbagai
data asli sebesar 5,25. produk berbentuk cairan. Penilaian
Panel tak terlatih adalah panel viskositas bertujuan untuk
yang anggotanya tidak tetap, dapat mengetahui pengaruh penggunaan
dari karyawan atau bahkan tamu bahan dasar, pengaruh panas dan
yang datang keperusahaan. Seleksi lain-lain (Kartika, dkk., 1988).
hanya terbatas pada latar belakang
sosial bukan pada tingkat kepekaan

Tabel 7. Hasil percobaan uji hedonik pada jus jeruk (after taste)
Sampel
Rata-rata Data Asli Taraf nyata
Merek Kode
Country Choice 234 4,7 a
Buavita 896 3,9 a
Berry 102 3,3 a
Sunkist 846 4,3 a
(Sumber: Kelompok I, meja 14, 2011).

Berdasarkan nilai rata-rata data grafik hasil pengamatan uji hedonik


asli, maka dapat dilihat gambaran
“Uji hedonik”
Aida Nurnafitrisni (083020031)

terhadap after taste jus jeruk dalam


kemasan sebagai berikut:

Gambar 4. Diagram Batang Uji Hedonik Jus Jeruk (After taste)

Berdasarkan hasil pengamatan karena itu panelis sebaiknya diambil


uji hedonik jus jeruk kemasan dalam jumlah besar, yang mewakili
dengan atribut Aftertaste, maka populasi masyarakat tertentu
diketahui pada tabel anava bahwa F (Kartika, dkk.,1988).
hitung lebih kecil dari pada taraf 5% KESIMPULAN DAN SARAN
dan 1% maka diberi tanda (tn) yang
berarti tidak berbeda nyata pada Kesimpulan
Kesimpulan dari percobaan uji
semua sampel 234 (Country choice),
hedonik adalah bahwa kesukaan
896 (Buavita), 102 (Berry), dan 846 setiap orang terhadap suatu produk
(Sunkist) dalan hal Aftertaste berbeda-beda tetapi kita bisa melihat
sehingga tidak dilakukan uji lanjut kesukaan mayoritas masyarakat
Duncan. terhadap satu produk dapat dilakukan
Sedangkan berdasarkan tingkat dengan menggunakan uji hedonik.
kesukaan pribadi terhadap after taste Uji hedonik memakai panelis
pada sampel jus jeuk dalam kemasan, tak terlatih sehingga data yang
dapat disimpulkan bahwa sampel dihasilkan objektif jika kita
yang lebih disukai pada after taste menggunakan panelis terlatih atau
adalah 234 (Country choice) panelis ahli penilaian akan menjadi
dibandingkan dengan sampel 102 subjektif dan menimbulkan penilaian
(Berry), 896 (Buavita), dan 846 “bias” yang cukup besar.
(Sunkist) dengan nilai rata-rata data Dilihat dari hasil pengamatan
asli sebesar 4,5. ini jika dilihat dari penampakan atau
After taste adalah rasa yang dengan menggunakan indera
ditimbul setelah bahan habis dari penglihatan panelis banyak
mulut. Biasanya after taste adalah menyukai sampel 102 (Berry),
hal yang paling tidak diinginkan sedangkan untuk rasa dan aroma
konsumen kecuali rasa pedas pada lebih banyak disukai sampel 846
saus. After taste pada makanan (Sunkist) sedangkan untuk after taste
biasanya identik dengan rasa pahit. lebih disukai 896 (country choice).
Uji hedonik paling sering
digunakan untuk menilai komoditi
sejenis atau produk pengembangan Saran
secara organoleptik dan banyak Saran untuk praktikum uji
digunakan untuk menilai hasil akhir hedonik sebaiknya untuk panelis
produksi. Selain itu uji hedonik juga yang tidak menyukai produk yang
digunakan untuk mengkaji reaksi dijadikan pengujian tidak diikutkan
konsumen terhadap suatu bahan atau dalam pengujian karena dapat
memproduksi reaksi konsumen mempengaruhi hasil akhir dari
terhadap sampel yang disajikan, oleh pengamatan uji hedonik.
“Uji hedonik”
Aida Nurnafitrisni (083020031)

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, (2010), Sifat-Sifat
Organoleptik Dalam
Pengujian Terhadap Bahan
Makanan,
http://www.wartawarga.gunada
rma.ac.id, Akses: 26 Februari
2011.
DeMan, J.M., (1997), Kimia
Makanan, Edisi kedua, Institut
Teknologi Bandung, Bandung.
Kartika, B., P. Hastuti, W.
Supartono, (1988), Pedoman
Uji Inderawi Bahan Pangan,
Universitas Gajah Mada,
Yogyakarta.

Nopianto, Eko (2009),


Pengujian Organoleptik,
Pengawasan Mutu Fisik,
http://www.
ekonopianto.blogspot.com,
Akses: 21 Maret 2011.

Oktavia, Armida, (2010),


Seleksi
Panelis,http://www.armidaokta
via.blog.uns.ac.id ,Akses: 09
Maret 2011.
Soekarto, S. T., (1985), Penilaian
Organoleptik untuk Industri
Pangan dan Hasil Pertanian,
Penerbit Bhratara Karya
Aksara, Jakarta.
Wagiyono, (2003), Menguji
Kesukaan Secara
Organoleptik,
http://www.scribd.com, Akses:
21 Maret 2011.
“Uji hedonik”
Aida Nurnafitrisni (083020031)

LAMPIRAN

1. Tabel Hasil Pengamatan Uji Hedonik Terhadap Warna Jus Jeruk


Kode Sampel
Jumlah Rata-Rata
Panelis 234 896 102 846
DA DT DA DT DA DT DA DT DA DT DA DT
1 7 0,90 1 0,30 6 0,85 3 0,60 17 2,65 4,25 0,66
2 6 0,85 4 0,70 7 0,90 4 0,70 21 3,15 5,25 0,79
3 6 0,85 3 0,60 7 0,90 6 0,85 22 3,2 5,5 0,8
4 5 0,78 6 0,85 7 0,90 3 0,60 21 3,13 5,25 0,78
5 5 0,78 6 0,85 6 0,85 5 0,78 22 3,26 5,5 0,81
6 6 0,85 1 0,30 5 0,78 2 0,48 14 2,41 3,5 0,60
7 6 0,85 5 0,78 6 0,85 6 0,85 23 3,33 5,75 0,83
8 5 0,78 3 0,60 6 0,85 5 0,78 19 3,01 4,75 0,75
9 5 0,78 3 0,60 6 0,85 3 0,60 17 2,83 4,25 0,78
10 6 0,85 6 0,85 5 0,78 2 0,48 19 2,96 4,75 0,74
Jumla
57 8,27 38 6,43 61 8,51 39 6,72 195 29,93 48,75 7,47
h
Rata2 5,7 0,83 3,8 0,64 6,1 0,85 3,9 0,67 19,5 2,993 4,88 0,75
(Sumber : Kelompok 1, 2011)
Faktor Koreksi FK = (total data konsentrasi)2panelis x sampel
“Uji hedonik”
Aida Nurnafitrisni (083020031)

= (29,93)210x4

= 23,395

JKS = S12+ S22+ …+ Sn2 panelis - FK

= 8,272 + 6,43 + 8,512 + 6,722 10 – 23,395

= 0,337

JKP = P12+ P22+ …+ Pn2 sampel - FK

= 2,652 + 3,152 + … + 2,962 4 – 23,395

= 0,189

JKT = n12+ n22+ … + nn2 - FK

= 0,902+0,852+ … + 0,482 – 23,395

= 0,945

JKG = JKT – JKP – JKS

= 0,945 – 0,337 – 0,189

= 0,419

Tabel Anava Terhadap Warna Jus Jeruk

Sumber Rata-Rata Ftabel


dB JK Fhitung
variansi (RJK) 5% 1%

Sampel 3 0,337 0,112 7,467** 2,96 4,60

Panelis 9 0,189 0,021 1,4tm

Galat 27 0,419 0,015

Total 39 0,945

Berdasarkan tabel Anava, dapat diketahui bahwa F Hitung > F Tabel pada
taraf 5% dan 1% , sehingga dapat disimpulkan sangat berbeda nyata dalam hal
warna sehingga perlu dilakukan uji lanjut Duncan’s.
“Uji hedonik”
Aida Nurnafitrisni (083020031)

Tabel Uji Duncan’s Terhadap Warna Jus Jeruk

SSR LSR Nilai Perlakuan Taraf


Kode
5% 5% rata-rata 1 2 3 4 nyata 5%

- - 0,64 896 - a

2,905 0,113 0,67 846 0,03tn - a

3,05 0,119 0,83 234 0,19* 0,16* - b

3,135 0,122 0,85 102 0,21* 0,18* 0,02tn - b

Sў = RJK Galat panelis

= 0,01510

= 0,039

Berdasarkan tabel hasil uji lanjut Duncan’s dapat disimpulkan bahwa


sampel)kode 896 (buavita) sangat berbeda nyata dengan 234 (country choice) dan
102 (berry) tetapi tidak berbeda nyata dengan 846 (sunkist). Kode 846 (sunkist)
sangat berbeda nyata dengan 234 (country choice) dan 102 (berry) tetapi tidak
berbeda nyata dengan 896 (buavita). Kode 234 (country choice) sangat berbeda
nyata dengan 896 (buavita) dan 846 (sunkist) tetapi sangat berbeda nyata dengan
102 (berry). Kode 102 (berry) sangat berbeda nyata dengan 896 (buavita) dadn
846 (sunkist) tetapi tidak berbeda nyata dengan 234 (country choice) dalam hal
rasa warna.
2. Tabel Hasil Pengamatan Uji Hedonik Terhadap Aroma Jus Jeruk
Kode Sampel
Jumlah Rata-Rata
Panelis 846 102 896 234
DA DT DA DT DA DT DA DT DA DT DA DT
1 1 0,30 3 0,60 3 0,60 6 0,85 13 2,35 3,25 0,59
2 6 0,85 5 0,78 7 0,90 3 0,60 21 3,13 5,25 0,78
3 7 0,90 6 0,85 6 0,85 6 0,85 25 3,45 6,25 0,86
4 7 0,90 6 0,85 2 0,48 1 0,30 16 2,53 4 0,63
5 6 0,85 2 0,48 3 0,60 5 0,78 16 2,71 4 0,68
6 6 0,85 2 0,48 2 0,48 1 0,30 11 2,11 2,75 0,53
7 5 0,78 3 0,60 7 0,90 6 0,85 21 3,13 5,25 0,78
8 5 0,78 3 0,60 3 0,60 2 0,48 13 2,46 3,25 0,61
9 6 0,85 6 0,85 3 0,60 2 0,48 17 2,78 4,25 0,70
10 6 0,85 3 0,60 6 0,85 6 0,85 20 3,15 5 0,85
Jumlah 55 7,91 39 6,69 42 6,86 38 6,34 173 27,8 43,25 7,01
Rata2 5,5 0,79 3,9 0,67 4,2 0,69 3,8 0,634 17,3 2,78 4,325 0,701
(Sumber : Kelompok 1, 2011)
“Uji hedonik”
Aida Nurnafitrisni (083020031)

Faktor Koreksi FK = (total data konsentrasi)2panelis x sampel


= (27,8)210x4
= 19,32
JKS = S12+ S22+ …+ Sn2 panelis - FK
= 7,912 + 6,692 + 6,862 + 6,342 10 – 19,32
= 0,13
JKP = P12+ P22+ …+ Pn2 sampel - FK
= 2,532 + 3,132 + … + 3,152 4 – 19,32
= 0,41
JKT = n12+ n22+ … + nn2 - FK
= 0,302+0,852+ … + 0,852 – 19,32
= 1,08
JKG = JKT – JKP – JKS
= 1,08 – 0,13 – 0,41
= 0,54

Tabel ANAVA

Sumber Ftabel
dB JK RJK Fhitung
variasi 5% 1%
tn
Sampel 3 0,13 0,04 2 2,96 4,60
Panelis 9 0,041 0,04 2tn
Galat 27 0,54 0,02
Total 39 1,08

Berdasarkan tabel Anava, dapat diketahui bahwa F Hitung < F Tabel pada
taraf 5% dan 1% , maka diberi tanda tn (tidak berbeda nyata) semua sampel yaitu
234 (Country Choice), 896 (Buavita) , 102 (Berry), 846 (Sunkist) dalam hal aroma
jeruk, maka tidak perlu dilakukan uji lanjut Duncan’s.

3. Tabel Hasil Pengamatan Uji Hedonik Terhadap Rasa Asam Jus Jeruk
Kode Sampel
Jumlah Rata-Rata
Panelis 234 896 102 846
DA DT DA DT DA DT DA DT DA DT DA DT
1 3 0,60 5 0,78 1 0,30 2 0,48 11 2,16 2,75 0,54
2 5 0,78 6 0,85 3 0,60 6 0,85 20 3,08 5 0,77
3 7 0,90 5 0,78 3 0,60 7 0,90 22 3,18 5,5 0,80
4 1 0,30 1 0,30 1 0,30 6 0,85 9 1,75 2,75 0,44
“Uji hedonik”
Aida Nurnafitrisni (083020031)

5 3 0,60 2 0,48 1 0,30 6 0,85 12 2,23 3 0,56


6 5 0,78 1 0,30 1 0,30 7 0,90 14 2,28 3,5 0,57
7 4 0,70 2 0,48 1 0,30 5 0,78 12 2,26 3 0,57
8 2 0,48 2 0,48 1 0,30 6 0,85 12 2,29 3 0,57
9 2 0,48 5 0,78 2 0,48 5 0,78 14 2,52 3,5 0,63
10 6 0,85 2 0,48 2 0,48 3 0,60 13 2,41 3,25 0,72
Jumlah 38 6,47 31 5,68 17 4,14 53 7,84 140 24,16 35 6,17
Rata2 3,8 0,647 3,1 0,568 1,7 0,414 5,3 0,784 14 2,416 3,5 0,617
(Sumber : Kelompok 1, 2011)
Faktor Koreksi FK = (total data konsentrasi)2panelis x sampel
= (24,16)210x4
= 14,60
JKS = S12+ S22+ …+ Sn2 panelis - FK
= 16,472 + 5,682 + 4,142 + 7,842 10 – 14,60
= 0,67
JKP = P12+ P22+ …+ Pn2 sampel - FK
= 2,162 + 3,08 + … + 2,412 4 – 14,60
= 0,4

JKT = n12+ n22+ … + nn2 - FK


= 0,602+0,782+ … + 0,602 – 14,60
= 1,72
JKG = JKT – JKP – JKS
= 1,72 – 0,67 – 0,4
= 0,65

Tabel Anava Terhadap Rasa Coklat Wafer Lapis Coklat


Sumber Rata-Rata Ftabel
dB JK Fhitung
variansi (RJK) 5% 1%
Sampel 3 0,67 0,22 11** 2,96 4,60
Panelis 9 0,4 0,04 2tm
Galat 27 0,65 0,02
Total 39 1,72

Berdasarkan tabel Anava, dapat diketahui bahwa F Hitung > F Tabel pada
taraf 5% dan 1% , sehingga dapat disimpulkan sangat berbeda nyata dalam hal
rasa asam sehingga perlu dilakukan uji lanjut Duncan’s.
“Uji hedonik”
Aida Nurnafitrisni (083020031)

Tabel Uji Duncan’s Terhadap Rasa Asam Jus Jeruk


Nilai Perlakuan
SSR LSR Kod Taraf
rata- 1 2 3 4
5% 5% e nyata 5%
rata
- - 0,414 102 - a
2,90 0,73 0,568 896 0,154* - b
5
3,05 0,76 0,647 234 0,235* 0,079tn - bc
tn tn
3,13 0,78 0,784 846 0,37* 0,216 0,137 - c
5
Sў = RJK Galat panelis
= 0,6510
= 0,25
Kesimpulan:
Berdasarkan tabel hasil uji lanjut Duncan’s dapat disimpulkan bahwa sampel
102 (berry) sangat berbeda nyata dengan kode 896 (buavita), 234 (country
choice), 846 (sunkist). Kode 896 (buavita) sangat berbeda nyata dengan 102
(berry) dan 846 (sunkist) dan berbeda nyata dengan 234 (country choice). Kode
234 (country choice) sangat berbeda nyata dengan 102 (berry) dan tidak berbeda
nyata dengan 896 (buavita) dan 846 (sunkist). Kode 846 (sunkist) sangat berbeda
nyata dengan 102 (berry) dan 896 (buavita) tetapi tidak berbeda nyata dengan 234
(country choice) dalam hal rasa asam.

4. Tabel Hasil Pengamatan Uji Hedonik Kekentalan Jus jeruk


Kode Sampel
Jumlah Rata-Rata
Panelis 846 102 896 234
DA DT DA DT DA DT DA DT DA DT DA DT
1 1 0,30 6 0,85 3 0,60 5 0,78 15 2,53 3,75 0,63
2 6 0,85 5 0,78 6 0,85 4 0,70 21 3,18 5,25 0,80
3 7 0,90 6 0,85 5 0,78 7 0,90 25 3,43 6,25 0,86
4 6 0,85 6 0,85 5 0,78 6 0,85 23 3,33 5,75 0,83
5 6 0,85 6 0,85 3 0,60 5 0,78 20 3,08 5 0,77
6 4 0,70 4 0,70 4 0,70 4 0,70 16 2,80 4 0,70
7 4 0,70 4 0,70 4 0,70 4 0,70 16 2,80 4 0,70
8 6 0,85 5 0,78 5 0,78 5 0,78 21 3,19 5,25 0,80
9 3 0,60 6 0,85 3 0,60 5 0,78 17 2,83 4,25 0,71
10 6 0,85 6 0,85 6 0,85 5 0,78 23 3,33 5,75 0,83
Jumla
49 7,45 54 8,06 44 7,24 50 7,75 197 30,5 49,25 7,63
h
“Uji hedonik”
Aida Nurnafitrisni (083020031)

Rata2 4,9 0,75 5,4 0,81 4,4 0,72 5 0,78 19,7 3,05 4,93 0,76
(Sumber : Kelompok 1, 2011)
Faktor Koreksi FK = (total data konsentrasi)2panelis x sampel
= (30,5)210x4
= 23,26
JKS = S12+ S22+ …+ Sn2 panelis - FK
= 7,452 + 8,062 + 7,24 + 7,752 10 –23,26
= 0,03
JKP = P12+ P22+ …+ Pn2 sampel - FK
= 2,532 + 3,182 + … + 3,332 4 – 23,26
= 0,19
JKT = n12+ n22+ … + nn2 - FK
= 0,302+0,852+ … + 0,782 – 23,26
= 0,5

JKG = JKT – JKP – JKS


= 0,5 – 0,03 – 0,19
= 0,28
Tabel ANAVA

Sumber Ftabel
dB JK RJK Fhitung
variasi 5% 1%
tn
Sampel 3 0,03 0,01 1 2,96 4,60
Panelis 9 0,19 0,02 2tn
Galat 27 0,28 0,01
Total 39 0,5

Kesimpulan
Berdasarkan tabel Anava, dapat diketahui bahwa F Hitung < F Tabel pada
taraf 5% dan 1% , maka diberi tanda tn (tidak berbeda nyata) semua sampel yaitu
234 (Country Choice), 896 (Buavita) , 102 (Berry), 846 (Sunkist) dalam hal
kekentalan, maka tidak perlu dilakukan uji lanjut Duncan’s.

5. Tabel Hasil Pengamatan Uji Hedonik After Taste Jus jeruk


Panelis Kode Sampel Jumlah Rata-Rata
234 896 102 846
“Uji hedonik”
Aida Nurnafitrisni (083020031)

DA DT DA DT DA DT DA DT DA DT DA DT
1 2 0,48 4 0,70 6 0,85 2 0,48 14 2,51 3,5 0,63
2 6 0,85 3 0,60 4 0,70 5 0,78 18 2,93 4,5 0,73
3 6 0,85 5 0,78 2 0,48 3 0,60 16 2,71 4 0,68
4 5 0,78 2 0,48 1 0,30 7 0,90 15 2,46 3,75 0,62
5 7 0,90 6 0,85 5 0,78 7 0,90 25 3,43 6,25 0,86
6 5 0,78 7 0,90 5 0,78 6 0,85 23 3,31 5,75 0,83
7 2 0,48 2 0,48 2 0,48 1 0,30 7 1,74 1,75 0,44
8 2 0,48 2 0,48 2 0,48 2 0,48 8 1,92 2 0,48
9 6 0,85 5 0,78 2 0,48 3 0,60 16 2,71 4 0,68
10 6 0,85 3 0,60 4 0,70 7 0,90 20 3,05 5 0,76
Jumla
47 7,3 39 6,65 33 6,03 43 6,79 162 26,77 40,5 6,71
h
Rata2 4,7 0,73 3,9 0,66 3,3 0,60 4,3 0,68 16,2 2,68 4,05 0,67
(Sumber : Kelompok 1, 2011)

Faktor Koreksi FK = (total data konsentrasi)2panelis x sampel

= (26,77)210x4
= 17,92

JKS = S12+ S22+ …+ Sn2 panelis - FK

= 7,32 +6,652 + 6,032 + 6,792 10 – 17,92

= 0,06

JKP = P12+ P22+ …+ Pn2 sampel - FK

= 2,512 + 2,932 + … + 3,052 4 – 17,92

= 0,67

JKT = n12+ n22+ … + nn2 - FK

= 0,482+0,852+ … + 0,902 – 17,92

= 1,3

JKG = JKT – JKP – JKS


“Uji hedonik”
Aida Nurnafitrisni (083020031)

= 1,3 – 0,06 – 0,67

= 0,57

Tabel Anava Terhadap Warna Jus Jeruk


Sumber Rata-Rata Ftabel
dB JK Fhitung
variansi (RJK) 5% 1%
Sampel 3 0,06 0,02 0,95tn 2,96 4,60
Panelis 9 0,67 0,074 3,52tm
Galat 27 0,57 0,021
Total 39 1,3

Kesimpulan
Berdasarkan tabel Anava, dapat diketahui bahwa F Hitung < F Tabel pada
taraf 5% dan 1% , maka diberi tanda tn (tidak berbeda nyata) semua sampel yaitu
234 (Country Choice), 896 (Buavita) , 102 (Berry), 846 (Sunkist) dalam hal after
taste, maka tidak perlu dilakukan uji lanjut Duncan’s.
“Uji hedonik”
Aida Nurnafitrisni (083020031)

LAMPIRAN QUIZ

1. Apa yang dimaksud dengan kesan hedonik?


Jawab :
Kesan hedonik adalah suatu tanggapan pribadi yang menyangkut kesan
senang atau tidak senang terhadap rangsangan tertentu.
2. Apa yang dimaksud dengan uji pemilihan dan apa yang termasuk kedalam
uji pemilihan tersebut!
Jawab :
Suatu uji organoleptik untuk memilih suatu produk pangan yang nantinya
dapat diterima oleh masyarakat atau sekelompok orang yang mewakili suatu
populasi masyarakat tertentu. Dan yang termasuk dalam uji pemilihan ini adalah
uji hedonik dan uji mutu hedonik.
3. Apa kegunaan uji penerimaan di suatu industri pangan?
Jawab :
Untuk mengetahui apakah suatu komoditi atau sifat sensorik tertentu dapat
diterima oleh masyarakat. Karena itu tanggapan senang atau suka harus pula
diperoleh dari sekelompok orang yang dapat mewakili pendapat umum atau
mewakili suatu populasi masyarakat tertentu.
4. Apakah yang dimaksud dengan tendensi central dan contrast effect?
Jawab :
Tendensi central, karakteristik kesalahan ini adalah panelis selalu memberi
nilai tengah pada skala nilai yang ada dan ragu-ragu memberi nilai tertinggi. Efek
dari kesalahan ini adalah menganggap semua sampel yang diuji hampir sama. Hal
ini terjadi akibat panelis tidak mengenal metoda pengujian dan produk yang
dinilainya. Seorang penelis yang sudah berpengalaman sangat kecil
kemungkinannya untuk membut kesalahan seperti diatas.
Contrast Effect, hal ini sering terjadi akibat posisi sampel yang dinilai, di
mana suatu sampel dinilai lebih tinggi ataupun lebih rendah dari kenyataannya
dan umumnya lebih rendah. Untuk mencegah maka pengujian dilakukan secara
acak.
5. Sebutkan perbedaan dari uji hedonik dan uji mutu hedonik!
“Uji hedonik”
Aida Nurnafitrisni (083020031)

Jawab :
Uji hedonik = - lebih kepada tanggapan pribadi tentang suka atau tidak suka
– Menilai komoditi sejenis
– Sifatnya objektif
– Untuk pengembangan produk secara organoleptik
Uji Mutu hedonik = - lebih kepada sifat spesifik bahan yaitu kesan
– Sifatnya objektif menjadi subjektif
– Untuk mutu suatu produk secara organoleptik
1. Sebutkan 4 skala nilai yang di ujikan dalam inderawi!
Jawab :
Skala numerik, skala grafis, skala standar, dan skala verbal.
2. Diketahui: DBs= 3, DBp= 8, JKP= 0,2 , RJKs= 0,09 , RJKg= 0,04 , F tabel
5%= 3,01 dan F tabel 1%= 4,72. Isilah tabel ANAVA tersebut (jika perlu
lanjutkan ke uji DUNCAN)!
Jawab :
Tabel ANAVA
Sumber Ftabel
dB JK RJK Fhitung
variasi 5% 1%
Sampel 8 0.2 0.025 0.625tn 3.01 4.72
Panelis 3 0.27 0.09 2,25 tn
Galat 24 0.96 0.04
Total 35 1,43
Kesimpulan : Berdasarkan tabel Anava, dapat diketahui bahwa F Hitung < F
Tabel 5% dan 1%, sehingga diberi tanda (tn) tidak berbeda nyata maka tidak
perlu dilakukan uji lanjut Duncan’s.
“Uji hedonik”
Aida Nurnafitrisni (083020031)

DISKUSI MODUL UJI HEDONIK

1. Mana yang lebih subjektif antara uji penerimaan (preference test) dengan uji
pembedaan (difference test), jelaskan pendapat saudara!
Jawab : Uji penerimaan menyangkut penilaian seseorang akan suatu sifat atau
kualitas suatu bahan yang menyebabkan orang menyenangi. Jika pada uji
pembedaan panelis mengemukakan kesan adanya perbedaan tanpa disertai
kesan senang atau tidak, maka pada uji penerimaan panelis
mengemukakan tanggapan pribadi yaitu kesan yang berhubungan dengan
kesukaan atau tanggapan senang atau tidaknya terhadap sifat sensorik atau
kualitas yang dinilai. Misalnya kesan empuk pada daging dan kesan halus
pada bahan pakaian berhubungan dengan sifat-sifat yang disenangi.
Sebaliknya daging keras atau bahan pakaian kasar berkaitan dengan
sifat-sifat yang tidak disukai. Jadi uji penerimaan lebih subyektif dari pada
uji pembedaan.
2. Apakah uji hedonik dapat meramalkan penerimaan pasar, berikan
argumentasinya?
Jawab : Tanggapan senang atau suka sangat bersifat pribadi, karena itu kesan
seseorang tak dapat digunakan sebagai petunjuk tentang penerimaan suatu
komoditi. Jadi uji penerimaan dari suatu komoditi dengan hasil uji yang
meyakinkan tidak menjamin bahwa komoditi itu dengan sendirinya mudah
dipasarkan.
“Uji hedonik”
Aida Nurnafitrisni (083020031)

UJI HEDONIK

Nama : Aida Nurnafitrisni

Tanggal : 17 Maret 2011

Jenis Contoh : Jus Jeruk

Instruksi : Berikan Penilaian dengan memberi tanda √ pada skala mutu


hedonik yang sesuai

Warna

KODE CONTOH
PENILAIAN
234 896 102 846
“Uji hedonik”
Aida Nurnafitrisni (083020031)


Sangat Suka

Suka

Agak Suka √ √

Netral

Agak Tidak Suka

Tidak Suka

Sangat Tidak Suka

Komentar: Warna pada kode sampel 102 lebih menarik daripada yang lainnya

UJI HEDONIK

Nama : Aida Nurnafitrisni

Tanggal : 17 Maret 2011


“Uji hedonik”
Aida Nurnafitrisni (083020031)

Jenis Contoh : Jus Jeruk

Instruksi : Berikan Penilaian dengan memberi tanda √ pada skala mutu


hedonik yang sesuai

Aroma Jeruk

KODE CONTOH
PENILAIAN
234 896 102 846


Sangat Suka

Suka

Agak Suka


Netral

Agak Tidak Suka

Tidak Suka

Sangat Tidak Suka


“Uji hedonik”
Aida Nurnafitrisni (083020031)

Komentar: Aroma jeruk pada kode sampel 896 lebih disukai karena tercium bau
khas jeruk tercium sedangkan untuk kode sampel 234, 102, dan 846 aroma khas
jus jeruknya lemah

UJI HEDONIK

Nama : Aida Nurnafitrisni

Tanggal : 17 Maret 2011

Jenis Contoh : Jus Jeruk

Instruksi : Berikan Penilaian dengan memberi tanda √ pada skala mutu


hedonik yang sesuai

Rasa Asam

PENILAIAN KODE CONTOH


234 896 102 846
“Uji hedonik”
Aida Nurnafitrisni (083020031)

Sangat Suka
√ √
Suka

Agak Suka

Netral

Agak Tidak Suka

Tidak Suka

Sangat Tidak Suka

Komentar: Rasa asam pada kode sampel 896 dan 846 lebih disukai karena
seimbang antara rasa asam dan rasa manis

UJI HEDONIK

Nama : Aida Nurnafitrisni


“Uji hedonik”
Aida Nurnafitrisni (083020031)

Tanggal : 17 Maret 2011

Jenis Contoh : Jus Jeruk

Instruksi : Berikan Penilaian dengan memberi tanda √ pada skala mutu


hedonik yang sesuai

Viskositas

KODE CONTOH
PENILAIAN
234 896 102 846

Sangat Suka
√ √
Suka

Agak Suka √

Netral

Agak Tidak Suka

Tidak Suka

Sangat Tidak Suka


“Uji hedonik”
Aida Nurnafitrisni (083020031)

Komentar: Viskositas untuk semua sampel baik tetapi yang paling disukai adalah
kode sampel 896 dan 846

UJI HEDONIK

Nama : Aida Nurnafitrisni

Tanggal : 17 Maret 2011

Jenis Contoh : Jus Jeruk

Instruksi : Berikan Penilaian dengan memberi tanda √ pada skala mutu


hedonik yang sesuai

After taste

PENILAIAN KODE CONTOH


“Uji hedonik”
Aida Nurnafitrisni (083020031)

234 896 102 846

Sangat Suka

Suka
√ √
Agak Suka √

Netral

Agak Tidak Suka

Tidak Suka

Sangat Tidak Suka

Komentar: After taste pada kode 102 tidak disukai karena tidak enak dan
membuat rasa jus jeruknya tidak disukai