Anda di halaman 1dari 96

www.listrikindonesia.

com
edisi 077 n 25 FEBRUARI - 25 MARET 2021

ACHMAD KALLA
Founder PT Bukaka Teknik Utama Tbk.

Tips Cerdas Investasi


Pembangkit Hidro

TONY WENAS
Presiden Direktur Pt Freeport Indonesia DADAN KUSDIANA
PLTMG Freeport Dirjen Ebtke Kementerian EsdM

Jamin Keandalan Listrik Akrobat Pemerintah


Tambang Bawah Tanah Memburu Target 23%

Sang Penopang
Energi Bersih
Rp45.000,-

9772085106564
www.listrikindonesia.com
edisi 077 n 25 FEBRUARI - 25 MARET 2021

ACHMAD KALLA
Founder PT Bukaka Teknik Utama Tbk.
Tips Cerdas Investasi
Pembangkit Hidro

TONY WENAS Josef M. Ullmer


Presiden Direktur Pt Freeport Indonesia President Director ANDRITZ Hydro

PLTMG Freeport Kontribusi Teknologi


Jamin Keandalan Listrik ANDRITZ Hydro
Tambang Bawah Tanah di Pembangkit Hidro

Sang Penopang
Energi Bersih
Rp45.000,-

9772085106564
APRESIASI UNTUK PRESTASI
S
ebagai media independen yang fokus menyajikan
informasi kelistrikan dan energi, Listrik Indonesia
memberikan penghargaan “Apresiasi Untuk
Prestasi” kepada pimpinan perusahaan, pegiat/tokoh, dan
korporasi yang telah berkontribusi dalam pembangunan
infrastruktur kelistrikan di Tanah Air. Apresiasi ini menjadi
rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-12 Listrik Indonesia.
Pemberian penghargaan ini bertujuan untuk mendorong
seluruh stakeholder terus berinovasi dan konsisten dalam
meningkatkan infrastruktur kelistrikan.
Proses riset, penyaringan, dan penilaian terhadap para
calon penerima penghargaan telah dilakukan sejak
5 Januari – 15 Februari 2021. Pada tahap awal, Tim Proses berjalannya penilaian yang dilakukan Dewan Panel bersama
Redaksi telah meriset data-data calon penerima. Kemudian Redaksi Listrik Indonesia di Grha MP, Jakarta.
Dewan Panel menilai para nominee yang dinilai layak
mendapatkan penghargaan “Apresiasi Untuk Prestasi”. merupakan sosok penting yang layak mendapatkan
penghargaan dari Listrik Indonesia.
Setelah seluruh proses itu berjalan dengan baik,
Dewan Panel menilai 21 pihak yang layak mendapatkan Proses penilaian berjalan cukup ketat karena setiap
penghargaan terdiri atas 4 pimpinan perusahaan Dewan Panel menganalisis data secara detail dan
(Direktur Utama), 16 korporasi kelistrikan dan energi, dan 1 mengonfirmasi kembali kepada Redaksi Listrik Indonesia
tokoh/pegiat kelistrikan. untuk memastikan kelayakan para nomine tersebut.

Tim Panel ini terdiri atas anggota Dewan Energi Nasional Kami mengucapkan terima kasih kepada Dewan Panel
(DEN) 2020 –2025 Dr. Ir. Herman Darnel Ibrahim, M.Sc., dan para perusahaan, pimpinan perusahaan dan pegiat/
Guru Besar Teknik Elektro Universitas Indonesia dan tokoh yang telah berpartisipasi dalam kegiatan “Apresiasi
Rektor IT PLN Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa M.K., M.T., dan Untuk Prestasi”.
Ketua Umum Asosiasi Tenaga Air Indonesia (ATAINDO) Penghargaan ini akan memberikan manfaat dalam
dan eks Direktur Konstruksi PT PLN (Persero) meningkatkan brand awareness dan citra positif
Ir. H. Nasri Sebayang, M.H. korporasi dan para pimpinan perusahaan yang meraih
Selain itu, Listrik Indonesia juga memberikan penghar­ penghargaan ini.
gaan terhadap ketiga Dewan Panel atas peran/kontribusi Siapa saja 4 pimpinan perusahaan, 1 pegiat/tokoh, dan
dan dedikasi dalam pembangunan infrastruktur 16 perusahaan kelistrikan dan energi yang mendapatkan
ketenagalistrikan dan energi di Tanah Air. Kami menilai penghargaan ini? Tunggu pada saat pengumuman
bahwa Herman Darnel, Nasri Sebayang, dan Prof. Iwa penghargaan “Apresiasi Untuk Negeri”.

Penyerahan piagam Penghargaan dari Listrik Indonesia kepada Dewan Panel Apresiasi Untuk Prestasi.
BERITA
KELISTRIKAN
& ENERGI
TERUPDATE
e-magazine

www.listrikindonesia.com

https://www.youtube.com/ListrikIndonesia
DARI REDAKSI

Wajah Baru Listrik Indonesia

V
isualisasi terbaru Listrik Indonesia juga hidro yang dalam tahap konstruksi sebanyak 69
dibarengi dengan transformasi digital unit dengan total kapasitas 2.883,2 MW, tahap
melalui berbagai inovasi seperti e-Magazine, persiapan financial close 27 proyek berkapasitas
kanal YouTube Bincang Listrik Indonesia, desain 186,6 MW, dan tahap-tahap lainnya.
baru portal listrik­indonesia.com yang bisa diunduh Kami juga mengangkat proyek PLTA berskala
di Play Store dan App Store. Selain mengikuti tren besar yang sedang berjalan seperti PLTA Batang
digital, inovasi ini bertujuan untuk memberikan Toru, PLTA Asahan 3 di Sumatera Utara. Beralih
kemudahan pembaca dalam mengakses seluruh ke Pulau Kalimantan, ada PLTA Kayan dengan
informasi kelistrikan dan energi. potensi sampai 9.000 MW melalui pembangunan
Adapun, edisi kali ini, kami mengangkat Fokus lima bendungan oleh PT Kayan Hydro Energy
Utama tentang pembangkit hidro “Sang Penopang (KHE). Dari sisi regulator, kami juga menggali
Energi Bersih” untuk mengupas peluang, informasi dari Dirjen EBTKE Kementerian ESDM
tantangan, dan progresnya, baik pembangkit dan Dirjen SDA Kementerian PUPR serta Komite
listrik tenaga air (PLTA) maupun pembangkit listrik Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar (KNI-
tenaga mikro hidro (PLTMH). BB), dan BPPT.
Tidak ketinggalan juga rubrik menarik lainnya.
Indonesia Rubrik Voice of CEO mengangkat sosok Presiden
Majalah Listrik Indonesia memiliki sumber Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas.
daya air terbesar
Edisi 77 tampil dengan ke-5 di dunia
Rubrik Voice of BoD mengupas sepak terjang
Direktur Utama PT PJB Investasi, Dwi Hartono.
wajah baru yang lebih yang bisa Ada sosok Achmad Kalla yang mengisi rubrik
menghasilkan
segar dan atraktif dengan energi listrik
Suara Pakar dan Nalco Water diulas dalam
menyajikan visualisasi Korporasi, sedangkan Mancanegara mengulas
hingga 75 tentang kiprah Masdar dalam mengembangkan
lebih trendy untuk Gigawatt. PLTS Terapung Cirata.
Namun, saat ini
memberikan penyegaran potensi itu baru
kepada pembaca. dimanfaatkan
Apresiasi
sebesar 6,7 GW Selain itu, memasuki awal tahun 2021, Redaksi
Penyegaran ini seiring atau hanya 11%. Listrik Indonesia langsung tancap gas untuk
dengan Hari Ulang Tahun Oleh karena itu, menyiapkan berbagai agenda internal seperti
HUT Ke-12 Listrik Indonesia pada Februari 2021
ke-12 Listrik Indonesia. peluang untuk
dan pemberian penghargaan “Apresiasi Untuk
memanfaatkan
potensi sumber Prestasi”.
daya air menjadi energi bersih yang ramah Tim Redaksi juga intens merancang
lingkungan masih sangat besar. Selain itu, penganugerahan “Apresiasi Untuk Prestasi”
pembangkit hidro bisa menjadi pilihan utama termasuk mengkaji dan menyiapkan daftar
dalam menuju target bauran EBT 23% pada perusahaan yang dinilai layak untuk masuk
2025. sebagai nomine penghargaan, menyiapkan
Kami mengulas pembangkit hidro secara Dewan Panel, hingga persiapan-persiapan HUT
komprehensif. Misalnya PT Tamaris Hydro yang Listrik Indonesia.
sangat agresif dalam mengembangkan PLTMH. Setelah melalui berbagai proses, Dewan Panel
Kemudian PT Nusantara Infrastructure Tbk, PT menilai ada 4 pimpinan perusahaan (Direktur
Century Abadi Perkasa, PT Bumiyasa Indonesia Utama), satu tokoh/pegiat kelistrikan, dan 16
Energi. Bahkan, kami mengulas sepak terjang korporasi yang layak mendapatkan penghargaan
perusahaan multinasional raksasa, yaitu PT Engie “Apresiasi Untuk Prestasi”.
Energy Indonesia. Apresiasi ini dalam rangkaian HUT Ke-12 Listrik
Selain itu, kami juga mengangkat kontribusi Indonesia sebagai bentuk rasa syukur karena
BUMN dalam pengembangan pembangkit hidro telah mampu menempuh perjalanan selama
seperti PT Jasa Tirta Energi, PT Indonesia Power, 12 tahun.
PT Barata Indonesia (Persero), dan PT Brantas Selamat menikmati Listrik Indonesia Edisi 77.
Energi.
Saat ini, 159 proyek pembangkit hidro yang dalam
pengawasan Kementerian ESDM dengan total Juli Satrio
kapasitas 6.683 MW. Sementara itu, pembangkit

6 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


Contents
daftar isi

11-55 Fokus COVER STORY


56
Sang Penopang Utama DADAN
KUSDIANA

Energi Bersih
DIRJEN EBTKE
KEMENTERIAN
ESDM RI

Pembangkit
Hidro
Air menjadi sumber
Sang Penopang Bauran Energi Bersih
kehidupan abadi.
Air selalu mengalir ke
tempat lebih rendah yang
mengajarkan kita untuk
rendah hati, dan selalu
Dr. Josef
M. Ullmer
60
mengisi ruang kosong agar
PRESIDENT
kita selalu berbagi. Dan
DIRECTOR
kita memiliki sumber daya ANDRITZ HYDRO
air terbesar ke-5 di dunia
dengan potensi 75 GW.
Kontribusi
Teknologi
ANDRITZ Hydro di Pembangkitan Listrik

Octavianus Duha Suko Widigdo Sun Xiaopeng Khaeroni Chrisandini


24 GM PLN (Persero)
Unit Induk Pembangunan
32 Direktur Operasi 1
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
34 Vice Representative in
Indonesia, BUT Sinohydro
40 Direktur Operasi
PT Kayan Hydro Energy
55 Konsultan Energi Yayasan
WWF Indo­nesia
Jawa Bagian Tengah I Corporation Limited
Kompleksitas Menilik Hidro Proyek Plta:
Menanti Aliran Konstruksi Kiprah Sinohydro Terbesar di Pulau Jangan Abaikan
Energi Bersih PLTA Asahan 3 di EPC Borneo Dampak Sosial
PLTA Jatigede Pembangkit Hidro dan Lingkungan

DEWAN PAKAR

l Dr. Ir. Tumiran, M.Eng DEWAN PEMBINA Promotion Director


l Dr. Ir. Herman Darnel Ibrahim, M.Sc Sri Andini Irwan Rachman
l Ir. Jarman, M.Sc Pemimpin Umum EVENT DIRECTOR
l Ir. Nur Pamudji, M.Eng Juli Satrio Ario Soebijoko
l Ir. Moch. Harry Jaya Pahlawan, Dipl.ec, M.Sc, Ipu.
Managing Director corporate secretary
l Dr. Ir. Milton Pakpahan, Mm, Cerg Irwadhi Marzuki Sarah Wenas

Pemimpin Redaksi Bahar Yahya Redaktur Pelaksana S. Zuchri Redaksi Candra Wisesa, Turiman Sofyan
Fotografer Rayzatul Akmal. Creative Director Ismail Atmadja. Art Director Franki Suwarno Ario K. Creative Keli Untoro.
Manajer Marketing & Promosi Ari Miradi. Iklan Bobby Indra Lesmana, Doddy, Marwan, Ridwan, Subhan.
Sirkulasi M. Sadeli, M. Maya, Ubaidillah. Data & Dokumentasi Nindya Putri. Keuangan Santi Setiawan.

redaksi & iklan Bank


Grha MP, Jl. Kemanggisan Ilir No. 23 Jakarta 11480 Bank Mandiri Cabang Jakarta No. Acc. 165-000-2323-203
Telp. 6221 536 77336 Fax. 6221 534 3792 A/N: PT. Listrik Indonesia Media
redaksi@listrikmedia.com
Penerbit PT MURTILA Promosindo
Perwakilan
Jl. Barata Jaya VI No. 3 Surabaya 60284 Hak Merek No. IDM00027133
Telp. 6231 5053247, 6231 5058191

@listriknenergi @Listrikindo Listrik Indonesia listrikindonesia.com

www.listrikindonesia.com 7
Salam dari Kami

B isnis media telah


terdisrupsi tek­no­logi
digital dalam satu dekade
terakhir. Kami telah
menempuh perjalanan
selama 12 tahun untuk
REFERENSI LISTRIK & ENERGI
mem­beri­­kan informasi
ten­tang kelistrikan dan
energi. Kami mampu
melalui pasang surut bisnis
media akibat disrupsi
digital karena dari hati
kecil terdalam kami ingin terus mem­ Irwadhi Marzuki
berikan informasi kredibel dan akurat Managing Director Listrik Indonesia
untuk mendukung pembangunan
infrastruktur kelistrikan dan energi di
Tanah Air. Di usia ke-12 tahun ini, kami berharap
Kami mengucapkan terima kasih tetap konsisten menyajikan informasi
kepada seluruh pemangku kepentingan kelistrikan dan energi yang kredibel
seperti pemerintah, BUMN, para dan akurat sehingga selalu menjadi
pengembang listrik swasta, praktisi, referensi bagi seluruh pemangku
dan akademisi yang telah menjadi kepentingan di sektor ini.
mitra kami selama 12 tahun dalam Kami juga menerima saran dan ma­suk­­­an
mendukung Listrik Indonesia menyaji­ dari seluruh pihak demi mening­katkan
kan informasi kelistrikan dan energi. kualitas Listrik Indonesia. l (Zc)

Transformasi Informasi bagi


Zulkifli Zaini
Sistem Kelistrikan Indonesia
Direktur Utama PT PLN (Persero) kemudahan mencari informasi.
Sebagai konsekuensi, kecepatan
dan akurasi informasi menjadi

Menjadi Referensi sebuah tuntutan mutlak, namun


seringkali kecepatan sebuah proses

Utama Kelistrikan berbanding terbalik dengan akurasi


yang dihasilkan.

Nasional Memasuki usia yang ke 12 tahun


Majalah Listrik Indonesia telah

D
ber­kembang menjadi media inde­
ua belas tahun sudah, majalah pen­den yang secara konsisten
Listrik Indonesia hadir sebagai menyajikan informasi tentang
referensi utama bagi sektor kete­nagalistrikan dan energi di
ketenagalistrikan dan energi nasional. Tanah Air yang tentu mempunyai
Semoga Listrik Indonesia dapat akurasi yang tinggi dan diimbangi
terus menjadi referensi utama yang dengan kecepatan dalam penyajian
berimbang, aktual dan faktual demi informasi.
perkembangan sektor ketenagalistrikan Saya yakin Listrik Indonesia ke
dan energi. Muhammad Ahsin Sidqi depannya akan lebih hebat dalam
Secara pribadi dan mewakili PT PLN kecepatan maupun akurasi trans­
Direktur Utama for­masi informasi dalam kualitas
(Persero), saya ucapkan terimakasih PT Indonesia Power
kepada Listrik Indonesia atas kola­ penyajian informasi untuk para

D
borasi yang telah dan terus berjalan pembacanya dan selalu mengawal
i era digital, media komunikasi
selama ini dalam menginformasikan kesuksesan Sistem Kelistrikan di
mengalami perubahan dan
seluruh capaian dari hulu ke hilir Indonesia. Selamat Ulang Tahun
transformasi seiring dengan ber­
ketenagalistrikan di Tanah Air. l (Zc) Majalah Listrik Indonesia. l (TS)
kem­bangnya teknologi untuk

8 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


Menjadi Jembatan
Stakeholder Kelistrikan
S ebelum pandemi Covid-19,
Majalah Listrik Indonesia sudah
sangat bagus. Munculnya pandemi,
telah merubah segala bentuk bisnis.
Kita tidak lagi dapat berkumpul
dan memperoleh informasi secara
langsung dari pembicara, seperti
dalam seminar.
Rosan P. Roeslani Oleh sebab itu, perlu jembatan
Ketua Umum Kadin Indonesia antara PLN dan stakeholder
kelistrikan dengan masyarakat.
Menambah Wawasan Untuk peran itu, Listrik Indonesia
harus menggunakan teknologi 4.0,
& Sukses Selalu yaitu teknologi informasi terkini,
seperti webinar. Wiluyo Kusdwiharto

S elamat Ulang Tahun ke-12 kepada Majalah


Listrik Indonesia, pada Februari 2021.
Semoga Listrik Indonesia terus memberikan
Sehingga, diharapkan Listrik
Indonesia menjadi jembatan
Ketua Umum Masyarakat
Ketenagalistrikan Indonesia (MKI)
penghubung antara pelaku bisnis
informasi dan menambah wa­wasan bagi semua dengan semua stakeholder dan agar majalah Listrik Indonesia
pembacanya, yang fokus dalam mengupas sektor pengguna ketenagalistrikan, tetap eksis dan mampu
ketenagalistrikan dan energi. Sukses selalu seperti pemerintah daerah (pemda), menghadirkan listrik yang
Majalah Listrik Indonesia. l (Zc) masyarakat, dan sebagainya. Hal ini berkeadilan. l (TS)

Sumber Informasi
dari Hulu ke Hilir
Ir. Gunadi, MM.
Direktur Operasi 2
PT Waskita Karya (Persero), Tbk.

Agus Salim Pangestu K ami mengapresiasi


Majalah Listrik
Indonesia. Dirgahayu
Presiden Direktur PT Barito Pacific Tbk ke-12 Listrik Indonesia.
Masyarakat sangat
terbantu dengan adanya
Membentuk Forum Listrik Indonesia sebagai
jembatan informasi dari
Pemikir Kritis hulu sampai hilir, baik

T
regulator, investor di
erima kasih kepada Majalah Listrik bidang kelistrikan dan
Indonesia atas penyajian yang netral dan energi, perusahaan EPC,
berdasarkan fakta yang terukur, sehingga dan stakeholder lainnya. depan. Sejak ditemukannya listrik
menjadi pembelajaran bagi seluruh stakeholder sampai sekarang, peman­faat­
di sektor kelistrikan. Kami berharap Listrik
annya terus meningkat. Listrik
Indonesia terus meng-update
menjadi energi yang ramah
Hal ini penting untuk membentuk forum bagi perkembangan energi baru
lingkungan. Tidak ada kehidupan
pemikir-pemikir kritis dan membantu semua dan terbarukan (EBT) yang ke
tanpa listrik.
dalam membuat keputusan di sektor kelistrikan depan akan menjadi andalan
Indonesia. Selamat ulang tahun ke-12, kami dan tumpuan. Era energi listrik Semoga Listrik Indonesia
mengharapkan untuk terus dapat bekerja sama ini ke depan akan menjadi suatu konsisten dalam memberikan
dengan Majalah Listrik Indonesia, menuju ke keharusan, electric vehicle informasi kelistrikan. l (Zc)
masa depan yang lebih hijau. l (Zc) dirancang sebagai mobil masa

www.listrikindonesia.com 9
Terus Tingkatkan
Kualitas Artikel
Pemberitaan
Pekik Argo Dahono
REFERENSI LISTRIK & ENERGI
Guru Besar Sekolah Teknik
Elektro dan Informatika, ITB

Konsisten S elamat Ulang Tahun ke-12 Majalah


Listrik Indonesia. Listrik Indonesia
informasi menarik bagi masyarakat,
yang haus akan informasi kelistrikan.

Menyajikan Berita merupakan satu-satunya media yang


meng­khusus­kan diri pada masalah
Di masa yang akan datang, tentunya
diharapkan Listrik Indonesia bisa terus

Dunia Kelistrikan kelistrikan nasional. Adanya majalah


ini sangat membantu para pebisnis,
meningkatkan kualitas beritanya.
Selain itu, diharapkan versi daring dari
praktisi, dan juga mahasiswa yang majalah ini agar ditingkatkan, sehing­
ingin mengetahui segala permasala- ga bisa dijangkau dengan mudah oleh
han kelistrikan nasional. seluruh pembaca di Tanah Air. Sekali
Di ulang tahun yang ke-12 ini, saya lagi selamat ulang tahun Listrik Indo­ne­
mendoakan agar Majalah Listrik sia dan selamat kepada para pengelola
Indonesia bisa terus menyajikan dan Dewan Redaksinya. l (TS)

Media Masyarakat Ketenagalistrikan


M ajalah Listrik Indonesia adalah
sebuah media yang fokus pada
industri kelistrikan dan energi dengan
menghadirkan versi cetak dan portal
online. Perkembangan di Era 4.0
Arthur Simatupang tentunya kehadiran majalah listrik turut
Ketua Umum Asosiasi Produsen andil dalam penyebaran regulasi dan
Listrik Swasta Indonesia (APLSI) kebijakan industri ketenagalistrikan
di dalam negeri maupun luar negeri
sehingga akan menciptakan iklim

S elamat dan sukses semoga


Majalah Listrik Indonesia
makin jaya dalam kontribusi
investasi di Indonesia dengan harapan
peluang bisnis akan tercipta bagi putra
bangsa untuk membangun negeri.
positif Kelistrikan Indonesia Kami berharap di Hari ULTAH MLI
Soewarto, M.Tr.T
dan konsisten dalam mengulas yang ke 12, MLI manjadi media yang Ketua Umum DPP AKLI
pemberitaan energi dan informatif dalam menyajikan kebijakan
ketenagalistrikan. l (CR) dan regulasi ketenagalistrikan regulasi kebijkan yang berpotensi
sekaligus menjadi sarana masyarakat menghambat berkembangnya
ketenagalistrikan dalam menyikapi elektrifikasi di Indonesia. l (CR)

Konsisten Memberi Informasi Terkini


kelistrikan dan energi secara konsisten
Rami Hajjar di Indo­ne­sia. Tentunya, hal ini bukanlah
Country Leader Signify Indonesia pekerjaan mudah, namun Listrik Indonesia
melakukannya dengan sangat baik.

S
elamat ulang tahun ke-12 untuk Seiring berjalannya waktu, Listrik Indo­nesia
Majalah Listrik Indonesia. telah berhasil menjadi salah satu sumber
Selama lebih dari satu dekade, informasi yang berhasil membantu dan
Listrik Indonesia telah menghadirkan mendukung industri kelistrikan dan energi.
beragam informasi dan wawasan terkini Semoga Majalah Listrik Indonesia semakin
tentang perkembangan infrastruktur sukses ke depan. l (TS)

10 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


Memberikan Edukasi Sektor Kelistrikan
Nyoman Astawa
General Manager PLN
UID Jawa Timur

edukasi kepada masyarakat di sektor


kelistrikan dan energi, sehingga mampu
menjadi referensi.
Seiring perkembangan teknologi digital,
Listrik Indonesia mampu berinovasi
dan beradaptasi di tengah pesatnya
kemajuan teknologi digital melalui
pemberitaan online dan podcast
“Bincang Kelistrikan Indonesia” melalui
kanal Youtube. Doddy B Pangaribuan
S elamat ulang tahun ke-12 Tahun
untuk Majalah Listrik Indonesia.
Selama lebih dari satu dekade Listrik
Semoga Majalah Listrika Indonesia
mampu terus bertumbuh dan berkem­
bang dalam menyajikan informasi dan
General Manager PLN
UID Jakarta Raya

Indonesia terus memberikan dan pemberitaan kelistrikan dan energi, baik


menyajikan beragam informasi di sektor
kelistrikan dan energi secara khusus.
nasional dan internasional. Terus ikut
mengawal bagi kemajuan kelistrikan
Trendy dan
Listrik Indonesia juga memberikan dan energi di Tanah Air. l (TS) Tetap Menjaga
Kearifan Lokal
Berikan Masukan
S
elamat ulang tahun ke-12 untuk

Berkualitas Majalah Listrik Indonesia. Di


usianya kini, kiprah Listrik
Indonesia di sektor energi, khususnya

M engucapkan selamat Ulang Tahun


ke -12 untuk Majalah Listrik Indonesia.
Sudah lebih dari satu dekade, Majalah
kelistrikan, sangat membantu dalam
penyebarluaskan informasi yang up
to date dari tangan pertama, sehingga
Listrik Indonesia telah menjadi referensi lebih akurat, berbobot, dan faktual.
untuk stakeholder kelistrikan dan energi di
Termasuk, artikel-artikel tentang tren
seluruh Indonesia
di sektor energi yang semakin ramah
Semoga di usia ke-12 ini Majalah Listrik lingkungan, namun memberikan
Indonesia terus memberikan informasi  Eddy Soeparno tantangan bagaimana Indonesia
yang mencerahkan serta masukan yang dapat mengikuti tren global dengan
berkualitas bagi kemajuan dan inovasi Sekjen DPP PAN dan tetap mengedepankan kearifan lokal
kelistrikan di Indonesia. l (CR) Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dan efisiensi biaya yang berujung
pada harga energi dan listrik
yang terjangkau masyarakat luas.
Dirgahayu Listrik Indonesia, semoga
Tetaplah Edukatif dan Inspiratif semakin sukses. l (TS)

Sulistijo Prasodjo
nasional terkontraksi. Tahun 2021
Direktur Utama
pemerintah melalui program Pemulihan
PT Rekadaya Elektrika Consult
Ekonomi Nasional, pelaku usaha dan
masyarakat berharap akan segera pulih

S ejak kelahirannya 12 tahun lalu,


Majalah Listrik Indonesia tentu
telah mengalami berbagai kondisi dan
dari pandemi Covid 19.
Pergerakan manusia dan barang akan
menjadi akselerasi pemulihan ekonomi
tantangan yang silih berganti, dan
yang tentu akan memicu kebutuhan
MLI telah melaluinya dengan sukses
listrik dan energi. Pada titik inilah kami
hingga keberadaannya kini.
berharap MLI dapat memberikan kon­tri­­
Negara saat ini dalam pandemi businya berupa informasi terkait ke­­lis­trik­
Covid 19 dan kondisi ini telah an dan energi dengan lugas, men­dalam,
mengakibatkan perekonomian edukatif, dan inspiratif. l (CR)

www.listrikindonesia.com 11
Dapatkan edisi terbaru.
Segera berlangganan!

Info Langganan & Iklan

Nindya Putri Formulir Berlangganan


+6221 536 77336, +62812 8331 3700 
listrikindonesia@cbn.net.id
nindya.listrikindonesia@gmail.com Dari edisi.................................

Nama : .....................................................................................................................................
Pembayaran dapat dilakukan melalui bilyet giro atau
Perusahaan : .....................................................................................................................................
transfer ke rekening:
Jabatan : .....................................................................................................................................
PT. Listrik Indonesia Media
Bank Mandiri Cab. Jakarta Alamat : .....................................................................................................................................
Acc No. 165-000-2323-203
Telepon : ........................................................ HP: ..................................................................

Fax : .....................................................................................................................................

E-mail : .....................................................................................................................................

Status Pelanggan : Baru Perpanjangan

Jumlah Edisi Harga @ Rp 45.000/eks


24 edisi  Rp 1.080.000
12 edisi  Rp 540.000
6 edisi  Rp 270.000

................................................, ............................................. 2021

Tertanda

( ....................................................... )

Formulir ini dapat dikirim melalui faksimili ke: (021) 534 3792
Pembangkit Hidro

Sang Penopang
Energi Bersih

Memiliki sumber daya air


terbesar ke-5 di dunia dengan
potensi 75 GW, air menjadi
sumber kehidupan abadi. Air
menjadi sumber dari seluruh
kehidupan yang memiliki
multifungsi seperti untuk
irigasi, air minum hingga
memancarkan terang &
menghasilkan energi bersih. Air
selalu mengalir ke tempat lebih
rendah yang mengajarkan kita
untuk rendah hati. Air selalu
mengisi ruang kosong yang
mengajarkan kita untuk selalu
berbagi.
HEADLINE fokus utama

Potensi Jumbo
Pembangkit Hidro

Saat ini, ada ratusan proyek pembangkit hidro


baik pembangkit listrik tenaga mini hidro (PLTMH) Terregra Asia Energy Tbk. dengan
maupun pembangkit listrik tenaga air (PLTA). investasi mencapai Rp10 triliun. Terregra
telah menggandeng PT Waskita Karya
Proyek pembangkit hidro yang dalam pengawasan (Persero) Tbk. sebagai kontraktor EPC.
Kementerian ESDM sebanyak 159 unit dengan Proyek pembangkit EBT ini sudah
tercantum dalam Rencana Usaha
total kapasitas 6.683 MW. Progres bervariasi, ada Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dan
yang dalam tahap konstruksi, studi kelayakan, sedang menuju ke tahap perjanjian jual
beli listrik (PPA).
penandatanganan perjanjian jual beli listrik (PPA),
Berikutnya adalah PLTA Asahan 3
persiapan financial close, dan tahap lainnya. bekapasitas 2x87 MW di Kabupaten
 Zuchri Asahan, Sumatera Utara. PT Adhi
Karya (Persero) Tbk. menjadi kontraktor
EPC di proyek milik PLN ini. Progres

S
konstruksi sampai awal 2020 sudah
ementara itu, pembangkit hidro sebesar 52,82%, PT PJB Investasi
mencapai 26,42%. Di proyek ini, PLN
yang dalam tahap konstruksi (anak usaha PT PJB) 25%, dan Fareast
bekerja sama dengan Shimizu Corp. –
sebanyak 69 unit dengan total Green Energy Pte. Ltd. sebesar 22,18%.
Adhi Karya Joint Operation (SAJO) yang
kapasitas 2.883,2 MW, tahap persiapan Kontraktor EPC pembangkit EBT
ditargetkan beroperasi pada 2025.
financial close 27 proyek berkapasitas yang akan dibangun 4x127,5 MW ini
186,6 MW, dan tahap-tahap lainnya. dikerjakan oleh Sinohydro (PowerChina Proyek hidro lainnya adalah PLTA
Construction Group). Progres konstruksi Peusangan 88 MW di Aceh yang
Ada beberapa proyek PLTA berskala
PLTA Batang Toru baru mencapai akan COD pada 2022. Kemudian
besar yang sedang berjalan. PLTA
kisaran 6% dan ditargetkan beroperasi PLTA Merangin di Jambi berkapasitas
Batang Toru berkapasitas 510 MW
komersial pada 2025. 350 MW akan COD pada 2025 yang
di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara
dibangun oleh PT Merangin Kerinci
dikerjakan IPP PT North Sumatera Hydro Masih di Pulau Sumatera, ada proyek
Hidro.
Energy (NHSE). Kepemilikan saham PLTA Peunom 1 & 2 dengan total
NHSE terdiri atas PT Dharma Hydro kapasitas 520 MW. Pembangkit hidro Beralih ke Pulau Kalimantan yang juga
Nusantara (Dharmawangsa Group) yang berlokasi di Aceh ini milik IPP PT memiliki potensi jumbo pembangkit

16 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


fokus utama HEADLINE

hidro. Salah satunya adalah PLTA Kayan yang akan dibangun pembangkit hidro
dengan potensi sampai 9.000 MW sehingga seringkali menjadi kendala
melalui pembangunan lima bendungan
di Kalimantan Utara. PT Kayan Energy
Dari berbagai bagi investor.

Hydro (KHE), perusahaan besutan jenis pem­ Berbagai kendala tersebut seharusnya
bisa dicarikan solusinya jika semua
Chandra Lee, menjadi IPP pembagkit
jumbo tersebut. Saat ini, perusahaan bangkit EBT, seperti pemangku kepentingan memiliki
pemikiran yang sama dalam
sedang proses mobilisasi alat berat,
termasuk kontainer untuk gudang
surya, angin, panas pengembangan EBT termasuk
pembangkit hidro. Ketika semua
bahan peledak. KHE juga sedang
melakukan kajian topografi untuk akses
bumi, hidro, biomassa, pemangku kepentingan sepakat
jalan menuju bendungan. sampah, dan lain­nya, bahwa energi baru dan terbarukan
sudah menjadi sebuah keniscayaan,
Selain itu, masih ada ratusan proyek pemerintah mem­ pengembangan EBT bisa terakselerasi
PLTMH dengan rerata kapasitas kisaran dengan baik. Pertanyaan besaranya
10 MW yang tersebar di penjuru negeri prioritaskan yang adalah kapan energi baru dan
ini. Berdasarkan data Kementerian
ESDM, ada puluhan PLTMH dengan
paling murah dari sisi terbarukan akan lebih dominan
dibandingkan dengan bahan bakar fosil.
kapasitas sekitar 600 MW yang akan tarifnya. Pembangkit Regulasi menjadi salah satu instrumen
beroperasi pada 2021 – 2022. Masih
banyak proyek pembangkit hidro yang hidro relatif memiliki akselerasi pengembangan EBT.
Rencana penerbitan Peraturan Presiden
tidak bisa disebutkan satu per satu.
Begitu juga dengan pemain hidro skala tarif jual listrik yang (Pepres) tentang EBT yang akan
menerapkan skema feed in tariff untuk
kecil ini yang mencapai ratusan, salah
satunya PT Tamaris Hydro yang cukup
lebih kompetitif pembangkit EBT berkapasitas di bawah
agresif dalam pengembangan PLTMH. dibandingkan jenis 5 MW diharapkan bisa menjadi insentif
bagi investor.
Penopang EBT lainnya. Kemudian, pemerintah perlu mengambil
Selain berbagai proyek yang sedang prioritas dalam pengembangan EBT
berjalan, kapasitas terpasang yang memenuhi skala keekonomian
pembangkit hidro masih menjadi yang sehingga tidak membebani PLN,
terbesar dari jenis pembangkit EBT masyarakat, dan negara. Dari berbagai
yang telah beroperasi. Demikian juga jenis pembangkit EBT, seperti surya,
angin, panas bumi, hidro, biomassa,
sampah, dan lainnya, pemerintah perlu
memprioritaskan EBT yang memiliki
tarif paling murah. Pembangkit hidro
relatif memiliki tarif jual listrik yang
lebih kompetitif dibandingkan dengan
panas bumi. Pembangkit mini hidro yang
bertarif sekitar US$7 sen - US$8 sen
per kWh, cukup kompetitif.
Apalgi potensi pembangkit hidro baik
skala besar maupun kecil mencapai
75 gigawatt (GW), sedangkan
pemanfaatannya baru mencapai 6.121
MW atau 8,16% dari potensi yang ada.
Peluangnya masih sangat besar.
Pemerintah dan PLN bisa fokus dalam
mendorong pengembangan pembangkit
hidro untuk menghasilkan tarif listrik
yang ekonomis, tanpa membebani PLN,
negara, dan masyarakat. Selama tarif
listrik dari hidro tidak berbeda jauh
dengan pembangkit listrik tenaga uap
dengan potensinya yang besar, kendati penyiapan infrastruktur jalan, jembatan, (PLTU) berbahan batu bara, bahkan
masih di bawah surya yang mencapai dan lainnya sebagai akses masuk ke bisa di bawah PLTU, maka sudah
207,8 GW. lokasi proyek. Dengan lokasi yang selayaknya untuk terus didorong dan
terpencil di pegunungan misalnya, dikembangkan.
Namun, bukan berarti semua potensi
tentu seringkali belum siap dengan
dan proyek yang sedang berjalan ini Selain itu, pemerintah perlu melihat
transmisinya. IPP dan PLN pun harus
tidak menghadapi kendala. Ciri khas faktor lain dari pengembangan hidro,
berkomunikasi untuk menyiapkan
dari pembangkit hidro adalah lokasi yaitu dampak dari penurunan emisi
transmisi. Hal penting lainnya,
yang terpencil (remote) sehingga serta keberlanjutan lingkungan yang
permintaan listrik masih kecil di wilayah
membutuhkan usaha keras seperti bisa jadi nilainya jauh lebih besar. n

www.listrikindonesia.com 17
HEADLINE fokus utama

Pembangkit Hidro
Dalam Data
Pembangkit hidro berskala kecil dan besar baik pembangkit listrik tenaga
air (PLTA) maupun pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) di
Indonesia masih menjadi yang terbesar dalam jenis pembangkit EBT. Total
kapasitas terpasang PLTA & PLTMH per 2020 mencapai 6.678,93 megawatt
(MW) atau 58,7% dari total kapasitas pembangkit EBT yang sudah
beroperasi sebesar 11.372,33 MW.
 Zuchri

Hal ini menunjukkan bahwa pembangkit hidro dibandingkan dengan jenis pembangkit EBT
masih menjadi penopang pem­­bang­kit EBT pada lainnya. Berdasarkan data Kementerian ESDM,
saat ini. Salah satu faktor yang membuat kapasitas saat ini terdapat 159 proyek pem­bangkit hidro yang
pembangkit hidro menjadi yang terbesar, karena sedang berjalan (baik dalam tahap konstruksi,
penuntasan pendanaan/financial close, studi
pembangunan pembangkit yang meman­faatkan
kelayakan, dan tahap lainnya). Sampai 2021, ada
air sebagai peng­gerak turbin ini sudah dilakukan
69 proyek pembangkit hidro yang dalam tahap
sejak zaman pen­jajah­an Belanda sekitar tahun konstruksi dengan total kapasitas mencapai
1900-an seperti PLTA Jelok di Kabupaten Semarang 2.883,2 MW yang target operasinya bervariasi
yang sudah di­bangun pada 1938. Kemudian mulai hingga 2025.
dibangun PLTA-PLTA berskala besar dengan Sementara itu, kapasitas terpasang pembangkit
memanfaatkan waduk/bendungan, seperti PLTA hidro (PLTA & PLTMH) milik PT PLN (Persero)
Cirata yang dibangun pada 1983. sampai 2020 mencapai 3.584 MW. PLN
menargetkan ada tambahan kapasitas pembangkit
Setelah pembangkit hidro, kapasitas pembangkit
hidro sebesar 55 MW pada 2021, yaitu dari proyek
EBT terbesar kedua adalah geothermal (pembangkit
PLTA & PLTM milik PLN yang sedang dalam tahap
listrik tenaga panas bumi/PLTP). Per 2020, total
konstruksi. Berdasarkan data PLN, pada 2021
kapasitas terpasang PLTP mencapai 2.326,70 MW
ditargetkan ada penambahan kapasitas pembangkit
atau 20,5% dari total kapasitas pembangkit EBT
EBT jenis hidro sebesar 293,9 – 316,3 MW.
yang sudah beroperasi.
Beberapa proyek pembangkit hidro ditargetkan
Saat ini, pengembangan pembangkit hidro juga beroperasi pada 2021. Di bawah ini adalah beberapa
masih terus berjalan. Bahkan, pengembang­an proyek pembangkit hidro yang ditargetkan
pembangkit hidro bisa dikatakan cukup agresif beroperasi pada 2020 dan 2021. Beberapa

18 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


fokus utama HEADLINE

target proyek pembangkit hidro yang


seharusnya COD pada 2020 harus
Setiap jenis pembangkit EBT memiliki
karakteristik yang berbeda dengan
Berdasarkan
mundur ke 2021 karena terkena dampak keunggulan dan kekurangan masing- data Kemen­
pandemic Covid-19. Ada sekitar 26 masing. Pembangkit surya dan angin
proyek pembangkit hidro dengan total misalnya memiliki sifat intermittency terian ESDM, saat ini
kapasitas 486,85 MW yang dalam
persiapan penuntasan pendanaan
(kurang stabil) karena bergantung
pada kekuatan angin dan intensitas
terdapat 159 proyek
(financial close/FC). Sementara Itu, cahaya. Demikian juga dengan pembangkit hidro
beberapa proyek PLTA/PLTMH harus pembangkit listrik tenaga biomassa
diterminasi (dicabut) oleh PT PLN (PLTBm) yang sangat bergantung yang sedang berjalan.
(Persero), yaitu sebanyak 6 pembangkit pada feedstock yang kadang harganya
dengan total kapasitas 14,6 MW karena naik turun mempengaruhi biaya
Sampai 2021, ada 69
tidak memenuhi persyaratan, seperti produksi pembangkitan. Seperti proyek dalam tahap
tidak memenuhi tenggat penuntasan halnya pembangkit hidro yang relative
pendanaan. mahal dalam tahap konstruksi, tetapi konstruksi dengan total
kapasitas mencapai
Kapasitas Pembangkit EBT di Indonesia (MW) 2.883 MW yang target
Pembangkit EBT 2015 2016 2017 2018 2019 2020
ope­rasinya bervariasi
Hybrid 3, 6 3, 6 3, 6 3, 6 3, 6 3, 6
Bayu 1, 5 1, 5 1, 5 143, 5 154, 3 154, 3
hingga 2025.
Surya 33, 4 43, 1 50, 9 67, 8 136, 6 292, 3
Bioenergi 1.741, 70 1.783, 10 1.856, 80 1.882, 80 1.889, 80 1.916, 50 setelah beroperasi, biaya produksi
Panas Bumi 1.438, 30 1.533, 30 1.808, 30 1.948, 30 2.130, 70 2.326, 70 listriknya lebih rendah dibandingkan
pembangkit EBT lainnya sehingga
Air 5.277, 50 5.620, 90 5.657, 90 5.742, 10 5.976, 00 6.678, 93
margin yang diperoleh lebih besar.
Total 8.496 8.985, 50 9.379 9.788, 10 10. 291 11.372, 33
Pemerintah terus berkomitmen
l (*) per Desember 2020
untuk mengembangkan pembangkit
EBT. Bahkan, berdasarkan RUPTL,
Proyek Pembangkit Hidro di Indonesia bauran EBT akan terus meningkat.
Berdasarkan data Kementerian
Status Proyek Jumlah (Unit) Kapasitas (MW)
ESDM, porsi pembangkit EBT ke
Konstruksi 69 2.883, 2 depan yang akan agersif adalah
Persiapan FC 27 186, 6 jenis surya (PLTS) kemudian
Telah mendapatkan persetujuan ha rga dari Menteri ESDM 8 52, 55 geothermal. Hingga 2035, porsi
tenaga surya diproyeksikan menjadi
Permohonan persetujuan harga 3 21, 1
yang terbesar menggeser posisi
Penawaran harga 8 64, 79 pembangkit hidro. Kemudian disusul
Telah mendapatkan penetapan sebagai pengembang (belum PPA) 14 91, 27 pembangkit geothermal. Memang
Telah studi kelayakan, tetapi belum masuk RUPTL 29 803, 6 potensi pembangkit EBT terbesar
Telah FS dan siap PPA, tetapi belum masuk RUPTL 36 2.573, 1 di Indonesia adalah PLTS yang
mencapai 207,8 gigawatt (GW), hidro
Penyusunan FS 3 7, 1
sebesar 75 GW, bayu (angin) sebesar
Total 197 6.683, 2 65 GW, dan panas bumi sebesar
l Sumber: Kementerian ESDM, 2021
23,9 GW. n

Kapasitas & Target COD Proyek PLTA & PLTMH


Pengembang Kapasitas 2020 Target COD 2021 Program
PLN 3.584,07 MW 55 MW Pengembangan
IPP 1.327,66 MW 238,9—261,3 MW
Excess Power 262,21 MW -
Pembangkit
Total 5.173,94 MW 293,9—316,3 MW EBT di
l Sumber: PT PLN (Persero), 2021 Indonesia
Kontrak Proyek PLTA & PLTMH di Indonesia
Pengembang PLTA PLTMH Total
PLN 1.421,2 MW* - 1.421,2 MW
IPP 1.665 MW 556,17 MW 2.221,17 MW
l Keterangan: (*) termasuk PLTA & PLTMH Sumber: PT PLN (Persero), 2021

l Sumber: Kementerian ESDM 2020

www.listrikindonesia.com 19
HEADLINE fokus utama

M. Ikhsan Asaad
Direktur Mega Project & EBT PT PLN (Persero)

Jalan Terjal
Pengembangan Pembangkit EBT
berkembang], kita harus mulai
mendorong pengembangan EBT.
PT PLN (Persero) Gagasan, perencanaan dan eksekusi
harus excellence. Jadi, bagaimana agar
terus mendorong EBT tidak hanya soal angka dalam
pengembangan penambahan 23%, tetapi yang paling
energi baru dan penting adalah sustainability.”
terbarukan melalui Pembangkit Hidro
berbagai gagasan, Plt. Vice President Energy Hydro PT
PLN (Persero) Deny Waskitho Sigit
perencanaan menjelaskan bahwa progres proyek-
dan eksesusi proyek pembangkit listrik tenaga
yang excellence di air (PLTA) dan pembangkit listrik
tenaga mikro hidro (PLTMH) sampai
tengah tantangan tahun 2020 masih sesuai target yang
besar seperti over direncanakan.
supply listrik dan Namun, sesuai dengan proyek yang
dipantau oleh Divisi Energi Baru
proyek-proyek dan Terbarukan PLN, khususnya
pembangkit untuk proyek pengembang swasta
(independent power producer/
dalam Program IPP) PLTA/PLTMH yang telah
35.000 MW yang menandatangani perjanjian jual beli
telah melakukan listrik (power purchase agreement/PPA)
dengan PLN, terdapat beberapa IPP
kontrak. yang memang yang belum menunjukkan
 Zuchri kemajuan sebagaimana yang telah
disepakati bersama dalam perjanjian.
Menurutnya, per tahun 2020, kapasitas

D
irektur Mega Project & EBT PT antara lain demand listrik di mana saat terpasang PLTA/PLTMH baik yang
PLN (Persero) M. Ikhsan Asaad ini terjadi over supply. “Kami [PLN] dimiliki oleh PLN maupun IPP total
menilai bahwa energi baru dan sudah berkontrak dengan pengembang sebesar 5.173,94 MW dengan perincian
terbarukan (EBT) merupakan sebuah untuk total kapasitas 35.000 MW, tentu 3.584,07 MW milik PLN, 1.327,66 MW
keniscayaan, karena Indonesia memiliki ini tidak mudah untuk ditunda atau milik IPP dan 262,21 MW merupakan
potensi sangat besar dan sampai saat dibatalkan proyeknya,” tuturnya. excess power.
ini belum tereksploitasi dengan baik. PLN, katanya, juga akan bekerja sama Menurutnya, pada tahun 2021 ditarget­
“Kami sebagai off taker [pembeli dalam pembangunan pabrik baterai di kan untuk mendapatkan penambahan
dan penjual tunggal listrik] ke depan Indonesia mengingat teknologi baterai kapasitas (commercial operate date/
tentu bagaimana terus mendorong terus berkembang. “Saya kira sangat COD) dari PLTA/PLTMH di kisaran
pengembangan EBT. Pada tahun ini menantang untuk mencapai target 293,9 MW sampai dengan 316,3 MW,
misalnya, kami menargetkan kapasitas bauran EBT 23% pada 2025 di tengah baik PLTA/PLTMH milik PLN maupun
pembangkit EBT sebesar 600 MW akan terjadinya over supply listrik.” IPP.
masuk [jaringan listrik PLN], seperti air, Menurutnya, saat ini masih ada sekitar “Saat ini kapasitas terpasang PLTA/
panas bumi, solar [surya], dan lainnya. 2.100 lokasi yang menggunakan PLTMH milik PLN yang telah beroperasi
Di Sulawesi juga dikembangkan lagi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). sekitar 3.584,07 MW, sedangkan pada
untuk angin [pembangkit listrik tenaga Oleh karena itu, PLTD akan dikonversi 2021 telah ditargetkan penambahan
bayu/PLTB],” ujarnya kepada Listrik ke pembangkit EBT. Namun, proses sebesar 55 MW,” ujarnya kepada Listrik
Indonesia, Sabtu (16/1/2021). konversi itu dilakukan bertahap dengan Indonesia, Senin (18/1/2021).
Ikhsan menjelaskan bahwa beberapa mempertimbangkan keandalan listrik.
Adapun, proyek pembangkit hidro
tantangan dalam pengembangan EBT “Saya optimistis [EBT akan (PLTA/PLTMH) yang masih berjalan

20 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


fokus utama HEADLINE

(sudah kontrak, tetapi belum beroperasi) (510 MW) yang dikembangkan oleh dan Desa Muara Hemat Kecamatan
sebesar 3.642,26 MW dengan rincian PT North Sumatera Hydro Energy Batang Merangin, Kabupaten Kerinci,
1.665 MW PLTA milik IPP yang telah berlokasi di Kabupaten Tapanuli Provinsi Jambi. Progres konstruksi PLTA
terkontrak, 556,17 MW PLTMH milik IPP Selatan, Sumatera Utara. Progres Merangin 350 MW per Desember 2020
yang telah terkontrak dan 1.421,2 MW konstruksi PLTA Batang Toru 510 sudah mencapai sebesar 27,57%.
PLTA dan PLTMH milik PLN yang dalam MW per Desember 2020 mencapai
Deny mengakui pandemi Covid-19
tahap konstruksi. 10,99%. “Pada proyek ini terdapat isu
cukup berdampak dalam
yang sedang dalam penyelesaian oleh
Sementara itu, beberapa proyek PLTA pengembangan EBT. Menurutnya,
pihak pengembang (IPP), yaitu terkait
berskala besar seperti PLTA Kayan seperti yang terjadi di sektor lainnya,
perubahan sindikasi lender.”
dan Batang Toru serta PLTA Merangin situasi pandemi Covid-19 memang
diharapkan bisa memberikan kontribusi Adapun, PLTA Merangin (350 MW) yang mempengaruhi penyelesaian beberapa
besar terhadap bauran EBT. dikembangkan oleh PT Merangin Kerinci proyek-proyek PLTA/PLTMH.
Hidro berlokasi di Desa Sanggaran
Deny menuturkan PLTA Batang Toru Pelaksanaan pekerjaan pada proyek-
Agung, Kecamatan Danau Kerinci
proyek tersebut terganggu terutama
karena adanya protokol dalam
pembatasan untuk bekerja sehingga
mobilisasi pekerja terhambat baik
antardaerah maupun antarnegara.
Di samping itu, ada proyek yang
peralatan utamanya tidak bisa
diproduksi karena kebijakan lockdown
di negara asal manufacturer main
equipment. Hal-hal tersebut menjadikan
target COD mundur dari jadwal semula.
Dia berharap keberadaan Perpres EBT
yang akan terbit dapat menjadi katalis
terhadap pengembangan pembangkit-
pembangkit energi baru dan terbarukan
dan menjadi regulasi yang dapat
menyelaraskan pengembangan EBT
untuk mencapai bauran EBT sesuai
dengan target. n

Pembangkit Hidro Deny menambahkan, penambahan pembangkit PLTA/


PLTMH diharapkan tetap dapat memperhatikan

Lebih Rendah Risiko keseimbangan demand-supply, kesiapan sistem dan


keekonomian yang optimal.

K apasitas pembangkit hidro paling dominan dari total Menurutnya, progres dari pembangkit PLTMH
pembangkit EBT di Tanah Air. Demikian juga dengan yang cukup banyak tersebut memang beragam
potensi pembangkit hidro yang sangat besar. dan pendanaan menjadi salah satu tahap dari
pengembangan proyek IPP yang penting setelah tanda
Plt. Vice President Energy Hydro PT PLN (Persero) Deny tangan power purchase agreement (PPA).
Waskitho Sigit menjelaskan kondisi bisnis dan investasi
PLTA/PLTMH kurang lebih setara dibandingkan dengan Dari data yang ada, banyak proyek IPP PLTMH yang
EBT jenis lainnya. memang tidak dapat melewati tahapan ini.
Namun, katanya, PLTA/PLTMH memiliki sedikit keunggulan Deny menambahkan bahwa PLN telah meluncurkan
komparatif jika dibandingkan dengan EBT jenis lain dalam program Transformasi pada tahun 2020, di mana salah
hal kontinuitas dan risiko sumber energi primernya. satu pilar dari transformasi tersebut adalah Green.
“Sehingga dengan alasan ini, proyek hidro dengan Melalui konsep Green, PLN berkomitmen untuk
feasibility study yang baik, pengembangannya akan lebih mencapai bauran energi baru dan terbarukan yang
mudah untuk mendapatkan pendanaan,” ujarnya. dituangkan dalam 3 program utama.
Menurutnya, saat ini PLN dalam pengembangan PLTA/ Pertama, implementasi Rencana Jangka Panjang
PLTMH tetap berpedoman pada kuota kapasitas yang Perusahaan (RJPP) EBT 2020—2024. Kedua,
tercantum dan ditetapkan dalam Rencana Usaha program Green Booster. Ketiga, program Large Scale
Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN. Renewables.
Adapun, salah satu kendala dalam pengembangan pem­ Dengan program Green Booster, PLN menjalin kerja
bangkit hidro, katanya, pada umumnya lokasi yang jauh sama dengan Kementerian PUPR untuk pemanfaatan
dari pusat beban, sehingga membutuhkan waktu dalam waduk/bendungan yang bersifat multiguna untuk
konstruksi pembangkit akibat kendala geografis. membangun PLTA/PLTMH. n

www.listrikindonesia.com 21
HEADLINE fokus utama

Pulau Sumatera memiliki sumber energi primer berlimpah baik


fosil maupun energi terbarukan, seperti batu bara, gas bumi,
panas bumi dan air sehingga tidak heran jika Pulau Emas ini
sudah memiliki bauran energi bersih sebesar 30% per
Desember 2020, jauh di atas rerata nasional
sebesar 14%.  Zuchri

SISTEM KELISTRIKAN SUMATERA

Lumbung Energi Hijau


di Pulau Emas

D
irektur Bisnis Regional Sumatera surya (PLTS) serta pembangkit listrik dampak atas pandemi Covid-19 yang
Kalimantan PT PLN (Persero) tenaga biomassa (PLTBm). mengakibatkan penurunan permintaan
Wiluyo Kusdwiharto menilai listrik.
“Kapasitas EBT di Sumatera akan
Pulau Sumatera sangat ideal untuk
ditambah dari pembangunan PLTA Selain permintaan turun, katanya, dari
membangun sistem kelistrikan yang
Peusangan 88 MW yang akan COD sisi suplai juga terjadi penambahan
andal karena memiliki sumber energi
pada 2022, PLTA Asahan 2X87 MW daya dari beberapa pembangkit yang
primer melimpah.
akan COD pada 2025, PLTA Batang beroperasi. “Dari sisi suplai sangat
“Saat ini, per 2020, bauran EBT di Toru 510 MW target COD pada 2026, cukup. Tinggal memperbaiki keandalan
Sumatera hampir 30%. Bahkan, pernah PLTA Merangin di Jambi berkapasitas atau reliability. Beberapa kejadian
mencapai 35% ketika ada tambahan 350 MW akan COD pada 2025, PLTP byarpet bukan disebabkan suplai listrik
kapasitas dari PLTP Sarulla,” ujarnya Rantau Dedap dan PLTP Sorik Marapi kurang, tetapi karena ada gangguan
kepada Listrik Indonesia, Selasa juga akan menambah kapasitas yang bisa disebabkan oleh alam
(9/2/2021). sehingga total bauran EBT di Sumatera sehingga listrik padam.”
bisa mencapai 40%,” tuturnya.
Dia memastikan bahwa bauran EBT di Untuk mengantisipasi kelebihan suplai,
Sumatera akan bertambah hingga 40% Sementara itu, cadangan listrik (reserve menurutnya, PLN terus gencar mening­
seiring dengan segera beroperasinya margin) di sistem kelistrikan Sumatera katkan demand listrik. “Salah satu
beberapa proyek PLTP, pembangkit saat ini mencapai 50% jauh di atas langkah yang wajib kita lakukan yaitu
hidro, dan pembangkit listrik tenaga ketentuan minimal 30% sebagai booster demand listrik, penggunaan

22 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


fokus utama HEADLINE

kompor listrik, motor listrik, kemudian baru di Sumatera. Namun, Wiluyo


bekerja sama dengan PT Jasa Marga memastikan bahwa masih ada
PUPR, instansi pemerintah dan potensi pengembangan EBT.
BUMN Karya untuk pembangunan
Menurutnya, Sumatera memiliki
jalan tol Sumatera.”
banyak ribuan pulau kecil, seperti
Wiluyo menambahkan, dari sisi di Kepulauan Riau, Nias, Mentawai,
suplai, PLN melakukan komunikasi Bangka Belitung, dan pulau
dan negosiasi dengan IPP yang kecil lainnya yang membutuhkan
sedang tahap konstruksi untuk pembangkit EBT, seperti panel
memundurkan jadwal pengoperasian surya dan biomassa. “Peluang masih
(COD) sehingga bisa menyesuaikan terbuka dan masih besar.”
dengan bertambahnya demand
Wiluyo menegaskan kendati suplai
listrik di Sumatera. “Kami sangat
listrik di Sumatera cukup berlimpah,
menghormati PPA [perjanjian jual beli
bukan berarti PLN mengerem
listrik] yang sudah ditandatangani,
investasi kelistrikan. PLN, katanya,
tetapi menyikapi reserve margin
hanya akan melakukan optimalisasi
yang tinggi dengan konsultasi dan
pembangkit yang sudah ada dan
komunikasi untuk memundurkan
sedang tahap konstruksi. “Supply
COD beberapa pembangkit yang
demand ini yang paling utama.”
sedang tahap konstruksi. Ini namanya
sharing the pain. Ada beberapa IPP Adapun, pengembangan EBT di
bersedia menurunkan capacity fac­ Kalimantan, menurutnya, masih me-
Wiluyo Kusdwiharto tor dan memundurkan jadwal COD.” miliki potensi besar untuk hidro, yaitu
Sungai Kayan yang memiliki potensi
Direktur Bisnis Regional Masih Ada Peluang hingga 9.000 MW. Selain hidro, EBT
Sumatera Kalimantan Melihat kondisi kelistrikan Sumatera, di Kalimantan juga memiliki potensi
PT PLN (Persero) tentu cukup berat bagi investor besar melalui PLTBm dengan me-
untuk membangun pembangkit manfaatkan limbah kelapa sawit. n

www.listrikindonesia.com 23
HEADLINE fokus utama

Menutup Segudang Kendala Melalui


Political Will Pemerintah

Pada dasarnya,
teknologi pembangkit
listrik berbasis tenaga
air di Indonesia
sudah ada sejak masa
kolonial Belanda.
Banyak pembangkit
listrik tenaga air
pemanfaatan teknologi fuel cell untuk Gas di bawah 3 kementerian utama, yaitu
(PLTA) yang masih Natuna yang banyak mengandung CO Kementerian PUPR (Dirjen Pengairan),
eksis beroperasi disinergikan dengan Hydropower PLTA Kementerian ESDM (Dirjen Tenaga
hingga saat ini. Seiring Membramo yang mempunyai potensi Listrik), dan Kementerian KLHK (Dirjen
kapasitas sekitar 12.284 MW. Pengendalian DAS dan Hutan).
perkembangan
tren global untuk Suryo Busono Awet, tenaga ahli di Dia mencontohkan, pembangunan PLTA
di Badan Layanan Umum BE, BPPT, Jatigede, Sumedang, Jawa Barat. Site
memanfaatkan energi project Identifikasi (SI) dilaksanakan
mengatakan, seiring berjalannya waktu
ramah lingkungan, pemanfaatan potensi PLTA di Indonesia pada tahun 1985, sebesar 175 MW. “Saat
PLTA semakin dilirik relatif lebih lambat, jika dibandingkan ini (2020) sedang konstruksi dengan
untuk dikembangkan dengan masa Departemen Pekerjaan kapasitas 2x55 MW, dengan produksi
Umum dan Tenaga Listrik (PUTL) atau 462,6 GWh per tahun. Jadi proyek baru
di Tanah Air. Kondisi dikerjakan sekitar 35 tahun,” kata dia.
Kementerian PUPR saat ini.
ini harus ditopang
“Saat ini pembangunan PLTA di bawah Suryo menambahkan, kondisi yang sama
political will dari
Kementerian ESDM. Untuk memproduksi terjadi di pembangunan PLTA Asahan 3
Pemerintah. listrik relatif lebih cepat dan mudah (2x87 MW). “Detail Engineering Design
 Turiman Sofyan dengan menggunakan bahan bakar energi (DED) Asahan 3 (300 MW) selesai di tahun
fosil, jika dibandingkan dengan membuat 1987, diharapkan COD di tahun 2022.
bendungan untuk irigasi dan pemindahan Untuk perizinannya saja menghabiskan

B
PPT telah melakukan pengkajian penduduk (resetlement),” ujar Suryo, waktu sekitar 10 tahun. Jadi pembangunan
dan pemanfaatan teknologi PLTA kepada Listrik Indonesia. PLTA rata-rata membutuhkan waktu
dimulai dan digagasan pada sekitar 35 tahun. Sedangkan PLTU hanya
Lanjut dia, sebagai contoh pembanding
masa Menristek RI Prof. BJ Habibie dan membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 10
Teneese Valley Authorita ( TVA ) di
Deputi Ketua BPPT Prof. MT Zen untuk tahun,” jelas dia.
Amerika Serikat (AS), yang digagas
memanfaatkan PLTA Membramo atau saat masa pemerintahan Presiden Permasalahnnya, menurut Suryo, river
Membramo RCA (River Catchmant Area), Rosevelt, sekitar tahun 1933. Proyek management masih menjadi kewenangan
Kawasan Membramo EID (Environment, ini baru terealisir dalam waktu 50 tahun berbagai Kementerian (PUPR, ESDM ,
Inovation and Development) sekitar tahun yaitu tahun 1980 menjadi Independent dan KLHK). “Perpres No.38 tahun 2015
1990-an. Government Company di AS. Tentang KPBU (Kerjasama Pemerintah
Dalam proyek tersebut, terdapat 12 studi Di Indonesia, menurut Suryo, kebijakan dan Badan Usaha) dan Permen No.50
di bawah Program EID dan RCA ,terkait “one river one management” belum tahun 2017 tentang Pemanfaatan energi
lingkungan, inovasi teknologi, termasuk ada, sungai atau catchment area masih untuk penyediaan tenaga listrik, masih

24 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


fokus utama HEADLINE

kurang efektif untuk tenaga listrik yang dalam tahap struktur dan
memanfaatkan bendungan irigasi untuk tanggul penampungan,”
pangan,” ucapnya. jelas dia.
Pelaksanaan pengerjaan
Proyek PLTA Jatigede
terowongan PLN
PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Jatigede menggunakan
Bagian Tengah I (PLN UIP JBT I) terus teknologi New Austrian
mengejar pembangunan konstruksi Tunneling Method
pembangkit listrik dan jaringan transmisi (NATM). Teknologi NATM
di Regional Jawa Bagian Tengah (Jawa merupakan suatu metode
Barat, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa memanfaatkan batuan
Yogyakarta). Salah satunya ditunjukkan sekitar atau formasi
dengan progres pembangunan Pem­ tanah terowongan
bangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede diintegrasikan ke dalam
dengan kapasitas daya sebesar 2X55 keseluruhan cincin seperti
MW, yang hingga pertengahan Desember struktur pendukung.
2020 mencapai progres sekitar 85% dan “Sehingga formasi
ditargetkan rampung Desember 2021. pendukung itu sendiri
Terkait pem­bangunan PLTA Jatigede, akan menjadi bagian dari
Suprayogi, salah satu engineer dalam struktur pendukung ini,”
Suryo Busono Awet (kiri)
pembangunan PLTA Jatigede, kepada jelas Suprayogi.
Staf Ahli Badan Layanan Umum BE, BPPT
Listrik Indonesia, mengatakan, tahapan Di sisi lain, Suprayogi
pembangunan Proyek PLTA Jatigede, mengatakan, ada tantangan dalam Jatigede. Dia berharap pembangunan
diawali studi kelayakan, preliminery pembangunan PLTA Jatigede, yaitu dan pengembangan PLTA Jatigede ialah
design, detail enginering design, tahapan pekerjaan terowongan, semakin memantapkan ketersediaan energi
construction, commissioning, dan diakhiri khususnya bila menemui formasi geologi listrik yang murah dan ramah lingkungan.
commercial operation date (COD). dibagian jalur pipa pesat horizontal sekitar “Khusus untuk PLTA Jatigede, air yang
sepanjang 300 meter. “Dengan ham­ keluar lewat Tailrace Tunnel masuk kembali
“Perkembangan pembangunan PLTA
batan dan tantangan yang ada dalam ke sungai Cimanuk dan akan disimpan
Jatigede hingga sekarang adalah
penyelesaian proyek PLTA Jatigede, saya sebagai waduk harian dengan dibangunnya
headrace tunnel sedang lining concrete,
prediksikan PLTA akan siap beroperasi Regulating Weir di sebelah hilir dari outlet-
surge tank yang sudah selesai lining
sekitar tahun 2023,” jelas dia. nya Tailrace Tunnel, dengan kapasitas
concrete, penstock sedang dalam tahap
excavation, power house sedang finishing Terkait pengembangan ke depan PLTA tampungan sekitar 1.200.000 meter kubik
archi­tectural works, tail race silo yang Jatigede, dia menambahkan, rencana air yang akan digunakan untuk kepentingan
sudah selesai, tailrace tunnel sudah pengembangan PLTA Jatigede sangat irigasi di wilayah Kabupaten Indramayu,”
rampung, dan pengerjaan regulating weir tergantung ketersediaan air di waduk imbuh Suprayogi. n

Menerobos Ego Sektoral


Implementation, dan PLTA Tahap
Operasi (PLTA Cirata, Saguling, dan
Besai).

S esuai dengan masterplan,


pengembangan pembangkit hidro
untuk energi listrik berkapasitas besar
“Jika kita mengambil contoh di Amerika
Serikat dalam pengembangan TVA,
lembaga otoritas dan semangat “One
Menurut Suryo, target BPPT dalam
mengem­bangkan PLTA tahun 2021,
yaitu revisi target PLTA yang ada
berada di luar Pulau Jawa. Sedangkan River One Management” menjadi dalam program 35 GW, di­­anta­ranya
di Pulau Jawa, memiliki potensi untuk kata kunci. Sayangnya, di Indonesia, PLTA Pump Storage Upper Cisokan
pengem­bangan pembangkit hidro setelah reformasi BPK/BPKP tidak serta PLTA-PLTA yang sudah menjadi
berkapasitas kecil, seperti PLTMH. membolehkan sistem otorita (seperti Pro­gram Strategis Nasional (PSN),
“Pemanfaatan ben­dungan irigasi dan Otorita Asahan),” ucap dia. berbasis ben­­dungan irigasi. Hal ini
penggunaan teknologi pump storage Dia melanjutkan, saat ini dengan membutuhkan pening­katan peran
masih memiliki sejumlah kendala dalam tidak adanya sistem otorita maka industri dalam negeri untuk mem­
pengembangannya. Seperti yang terjadi ego sektoral (sektor iptek, energi, produksi turbin air dan generator hidro,
di pro­yek PLTA Pump Storage Upper infrasturtur, kehutanan, pengairan, seperti PT Barata Indonesia, PT BBI ,
Cisokan (4x260 MW), masih memerlukan dan lain-lain) masih sangat menonjol. dan PT Pindad.
banyak per­hatian, walaupun telah “Kita sempat swasembada pangan “Kita dapat mencontoh Norwegia
mendapat bantuan pinjaman dari Bank hal tersebut tentunya tidak terlepas yang sukses mengembangkan PLTA.
Dunia,” ujar Suryo. dari berkembangnya sistem irigasi. Hampir 90 % dari energi listriknya
Menurut dia, saat ini tan­tang­­an Tapi saat ini sistem pemeliharaan didapat dari PLTA. Hal ini dikarenakan
terbesar dalam pengembangan jaringan irigasi sangat kurang dalam adanya kebijakan (political will) yang
PLTA adalah mengenai kebijak­ penganggarannya,” imbuh dia. kuat dalam mengembangkan PLTA,
an atau political will dalam upaya Proyek pembangunan PLTA yang yaitu kebutuhan listrik dalam negeri
menerapkan semangat “One River One telah dilakukan BPPT adalah PLTA menggunakan energi air, sedangkan
Management”, se­perti adanya kebijakan Membramo, terbagi menjadi 4 tahap, sumber energi yang exportable (minyak,
otoritas, baik sejak sur­vei, pe­rencanaan yaitu PLTA Tahap Early Stage, batu bara dan gas) di ekspor ke negara
hingga pengoperasian PLTA. PLTA Tahap Persiapan, PLTA Tahap lain,” pungkas Suryo. n

www.listrikindonesia.com 25
HEADLINE FOKUS UTAMA

Mendongkrak Energi Air


Melalui Bendungan

Indonesia memiliki sumber daya air (SDA)


yang begitu melimpah. Saat ini, pembangunan
bendungan masih diprioritaskan untuk irigasi
dan air baku. Padahal, energi air menyimpan
potensi sebagai penghasil listrik. Perlu
sinkorinasi pemanfaatan bendungan sebagai
Pemanfataan Hidro
pembangkit hidro dalam upaya mengejar
Airlangga Mardjono, Direktur
bauran energi ramah lingkungan. Bendungan dan Danau, Direktorat
 Turiman Sofyan Jenderal Sumber Daya Air Kementerian
PUPR mengatakan, potensi sumber
daya air (SDA) di Indonesia sangat

E
besar sekali. “Jika dilihat dari volume,
nergi air adalah satu dari yang menghasilkan 5-100 kW, mini potensi SDA yang kita punya mencapai
lima sumber terbesar energi hidro yang menghasilkan daya di 2.78 triliun m/h. Dari potensi tersebut
terbarukan. Energi ini dapat atas 100 kW, tetap di bawah 1 MW sampai tahun 2020 baru tersedia
dimanfaatkan dan diubah menjadi listrik dan Bendungan/dam/large hydro tampungan (dari bendungan) sebesar
dan pembangkit listrik tenaga air tanpa dengan daya yang dihasilkan sebesar 13,57 meter kubik, sehingga sebagian
meninggalkan emisi gas rumah kaca lebih dari 100 MW. Indonesia telah besar potensi air yang ada terbuang
seperti yang dihasilkan oleh pembangkit memanfaatkan air sebagai pembangkit ke laut,” ujar Airlangga, kepada Listrik
listrik yang menggunakan energi fosil. listrik, salah satunya adalah PLTA Indonesia, beberapa waktu lalu.
Berbeda dengan sumber energi terba- Cirata, Purwakarta, Jawa Barat.
Pemerintah telah menetapkan seba­
rukan lainnya, air akan terus menghasil- Pembangkit listrik yang telah dibangun nyak 48 bendungan dan irigasi sebagai
kan tenaga non-stop dan ketersediaan- sejak 1983 ini, bukanlah pembangkit Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek
nya terus dihasilkan oleh adanya siklus utama dalam jaringan listrik Jawa Bali, bendungan dan irigasi yang tersebar di
hidrologi. Pembangkit listrik tenaga air melainkan dijadikan pembangkit listrik seluruh Indonesia ini dibangun melalui
(PLTA) dihasilkan dari energi potensial cadangan. Apabila keseluruhan turbin pembiayaan APBN/APBD, BUMN dan
air yang diubah menjadi energi mekanik yang berjumlah 8 di PLTA tersebut atau Swasta. “Hal itu sesuai dengan
oleh turbin dan energi tersebut yang ketetapan Peraturan Presiden (Perpres)
berfungsi, PLTA Cirata hanya mampu
selanjutnya diubah untuk menjadi energi Nomor 109 Tahun 2020 tentang Pe-
menyu­plai sekitar 4 persen atau
listrik oleh generator dengan meman- rubahan Ketiga atas Peraturan Presiden
sekitar 1.008 MW dari beban listrik
faatkan ketinggian dan kecepatan air. Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Percepa-
Pulau Jawa yang mancapai 23.000
tan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasi-
Berdasarkan dari daya listrik yang MW. Selain Cirata, terdapat pula
onal yang diterbitkan pada 17 November
dihasilkan, pembangkit listrik tenaga pembangkit listrik tenaga air lainnya
2020,” jelas dia.
air dibedakan menjadi pico hydro yang ada di Indonesia seperti PLTA
yang menghasilkan 5 kW, mikro hidro Saguling, Jatiluhur dan Lamajan. Selama periode 2014-2024, lanjut

26 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


FOKUS UTAMA HEADLINE

Airlangga, Kementerian PUPR melalui


Direktorat Bendungan dan Danau,
Jika aliran
memiliki proyek pembangunan 70 sungainya
bendungan. “Sebanyak 38 bendungan
sudah selesai dibangun pada 2020, ada bagus dapat
43 bendungan yang sedang on-going,
dan 9 bendungan baru (2020-2024),
menyerap air tanah
yang tersebar di seluruh Indonesia,” dengan baik maka
jelasnya.
Airlangga menambahkan, dari total
umur pe­layanan
70 bendungan memiliki potensi dari waduk
menampung air dengan total sebesar
6,50 miliar m3, yang tersebar di tersebut akan
Sumatera (1,05 miliar m3); Pulau
Jawa (2,47 miliar m3); Bali dan Nusa
semakin lancar.
Tenggara (345,12 juta m3); Kalimantan

PEMANFAATAN BENDUNGAN UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK


Bendungan (MW) Bendungan (MW) Bendungan (MW)
Keureuto : 6,34 Bener : 6,00 Raknamo : 0,20
Rukoh : 1,22 Sadawarna : 2,00 Rotiklot : 0,15
Way Sekampung : 5,40 Jlantah : 0,63 Bintang Bano : 8,80
Tigadihaji : 40,00 Jragung : 1,40 Napun Gete : 0,10
Lau Simeme : 2,80 Marangkayu : 1,35 Temef : 1,10
Bajulmati : 0,34 Tapin : 3,32 Meninting : 0,80
Jatigede : 110,00 Karalloe : 4,50 Beringinsila : 1,40
Gondang : 0,33 Lolak : 2,43 Tiu Suntuk : 0,81
Sindangheula : 0,40 Kuwil Kawangkoan : 1,40 Manikin : 0,13
Logung : 0,50 Ladongi : 1,30 Way Apu : 8,00
Gongseng : 0,70 Pamukkulu : 2,50 Merangin : 100,00
Kuningan : 0,50 Bulango Ulu : 4,95 Matenggeng : 28,28
Tukul : 0,26 Budong-Budong : 1,63 Mbay : 2,00
Tugu : 0,40 Ameroro : 1,30 Riam Kiwa : 0,30
Karian : 1,80 Titab : 1,50 Lambakan : 18,87
Leuwikeris : 20,00 Sidan : 0,65 Pelosika : 20,00
Cipanas : 3,00 Tamblang : 0,54 Jenelata : 0,40

(850,35 juta m3); Sulawesi (1,42 miliar kan kekeringan di Indonesia. “Idealnya
Airlangga Mardjono
m3); dan Maluku (50,05 juta m3). rasioa debit air pada musim hujan dan Direktur Bendungan dan Danau,
“Untuk keperluan pembangkit hidro, kemarau tidak terlalu besar. Tetapi se- Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Kementerian PUPR RI
70 bendungan memiliki potensi untuk tiap DAS yang ada memiliki karakteristik
menghasilkanlistrik sebesar 422,73 berbeda. Ada yang memiliki rasio debit
MW,” kata Airlangga. air yang bagus tetapi ada juga yang
air (SIPA). SIPA ini dibuat Ditjen SDA
memiliki rasio besar,” ucapnya.
Menurut Airlangga, tantangan yang di- atas nama Menteri PUPR. “Sedangkan
hadapi dalam pemanfaatan bendungan Karakteristik bendungan atau DAS biaya untuk pemanfaatan SDA sesuai
terutama yang dibangun oleh Kemen­ dipengaruhi oleh beberapa faktor, Perjanjian Jasa Pengelolaan Sumber
terian PUPR sebagai pembangkit listrik seperti respon dari aliran sungai yang Daya Air (PJPSDA) dan pembayaran
adalah proses sinkronisasi pemanfaatan berada di atas waduk tersebut. “Jika pajak yang dikeluarkan kepada pemilik
bendungan sebagai aset barang milik aliran sungainya bagus dapat menyerap kewengan sungai,” tutur dia.
negara (BMN). “Jumlah Bendungan air tanah dengan baik maka umur
Di Indonesia, mengenai kewenangan
Besar yang sudah dimanfaatkan untuk pelayanan dari waduk tersebut akan
sungai terbagi menjadi kewenangan
PLTA sampai saat ini adalah 41 ben­ semakin lancar,” kata Airlangga.
pemerinah pusat, pemerintahan provin-
dungan. Potensi listrik dari bendungan
Terkait pemanfaatan SDA bendun- si, pemerintah kabupaten, dan pemerin-
yang sudah dimanfaatkan sebesar
gan, menurut Airlangga, waduk yang tah kota. Sebagai contoh, sungai yang
5.896,11 MW hingga saat ini, tersebar di
dibiayai oleh pemerintah maka pihak memiliki strategis nasional, melintas
Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi,
swasta yang akan memanfaatkannya antar provinsi, melintas antar negara
Bali, dan Nusa Tenggara,” ucap dia.
dalam bentuk sewa. “Sedangkan bend- menajdi kewenangan pemerintah pusat
Pemanfatan Bendungan ungan yang murni dibangun swasta
“Secara umum sangat diharapkan
untuk pengajuan desainnya, pengisian
Di sisi lain, Indonesia memliki dua bendungan yang telah dibangun dapat
dan pengoperasian harus mendapat
musim, yaitu musim hujan dan kemarau. dimanfaatkan secara optimum untuk
izin dari Kementerian PUPR,” ujarnya.
Ketika musim hujan, air begitu melimpah kepentingan seluruh masyarakat,
dan dapat menyebabkan banjir. Tetapi Disamping itu, pihak yang akan termasuk untuk pembangkit listrik, baik
sebaliknya, ketika musim kemarau, sum- membangun waduk atau bendungan saat ini maupun pada masa yang akan
ber air menjadi sedikit dan menyebab- harus memiliki surat izin pemanfaatan datang,” pungkas Airlangga. n

www.listrikindonesia.com 27
HEADLINE fokus utama

Octavianus Duha
GM PLN UIP JBT I

PLTA Jatigede

Menanti Aliran Energi Bersih


T
erkait dengan transformasi Green, PT PLN 23%. “Target ini menjadi tantangan bagi kami
(Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa (PLN). Saat ini pemanfaatan EBT baru mencapai
Bagian Tengah I atau UIP JBT I, sebagai sekitar 7 GW. Berarti masih ada sekitar 16 GW
bagian dari PLN, melihat Indonesia memiliki po- lagi yang harus diupayakan agar target tersebut
tensi energi terbarukan (renewable energy), tetapi tercapai di 2025,” jelas dia.
pemanfaatannya masih
Lanjut dia, potensi sumber daya air (SDA) memiliki
tergolong masih kecil.
PT PLN (Persero) mela­lui potensi pemanfaatan untuk listrik sekitar 26 GW.
General Manager PLN Sedangkan PLTA yang sudah beroperasi sekitar
PLN UIP JBT I terus mendorong UIP JBT I Octavianus 4 GW, dalam tahap konstruksi 6 GW. “Masih ada
transformasi green melalui Duha, mengatakan, PLN sekitar 16 GW potensi SDA yang belum digarap
JBT I sebagai perpan­ secara optimal,” tegas Octavianus.
pembangun­an pembangkit jangan tangan pemer-
PLN UIP JBT I terus mengembangkan beberapa
ramah lingkungan, seperti PLTA. intah sedang melak-
pembangkit hidro dengan skala 1000 MW, seperti
sanakan program 35.000
Langkah ini untuk mengakselerasi MW dengan membangun
yang dikembangkan di Cirata dengan kapasitas
8X125 MW. “Saat ini kami terus mengembangakan
pencapaian target bauran energi sejumlah pembangkit,
untuk pembangunan PLTA Cisokan 4X260 MW.
termasuk pembang-
23% di 2025. Diantaranya, upaya kit listrik yang ramah
Sebab potensi yang ada cukup besar dan ini
yang menjadi tugas kami untuk mengeksekusi
ini diwujudkan dengan mengejar lingkungan. “Indonesia
beberapa program yang ada bersama pihak
merupakan negara yang
penyelesaian PLTA Jatigede kaya dengan potensi re-
swasta, sesuai dengan RUPTL,” kata dia.
Berkapasitas 110 MW pada newable energy. Seperti Langkah dan strategi yang dilakukan PLN UIP
pembangunan pembang- JBT I, sebagai bagian dari unit konstruksi, telah
Desember 2021. kit listrik tenaga bayu mendapat amanah dari perusahaan untuk
 Turiman Sofyan (PLTB), pembangkit listrik mengembangkan pembangunan konstruksi
tenaga surya (PLTS), pembangkit hidro. Diantaranya, pembangunan
pembangkit listrik tenaga PLTA Jatigede, yang berlokasi di Sumedang,
biomassa (PLTBm), pembangkit listrik tenaga pa- Jawa Barat, dengan kapasitas 2X55 MW, progres
nas bumi (PLTP), dan pembangkit listrik tenaga air pembangunannya hingga Desember 2020 sudah
(PLTA),” kata Octavianus, kepada Listrik Indone- mencapai 85%. PLTA Jatigede memanfaatkan
sia, Senin (1/2/2021). waduk Jatigede yang dibangun Kementerian
PUPR, dengan membuat struktut intake untuk
Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik
mengalirkan air ke terowongan menuju power
(RUPTL), PLN telah membuat skenario pada tahun
house untuk menghasil listrik sekitar 110 MW.
2025 dengan target penyampaian EBT mencapai

28 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


fokus utama HEADLINE

“PLTA Jatigede diharapkan dapat COD Headrace tunnel berfungsi sebagai “Kami juga menjalin kerjasama dengan
pada Desember 2021. Kami sedang giat- terowongan penghubung penampungan Pemda Kabupaten Sumedang dengan
giatnya berkoordinasi dengan Kementeri- air dengan penstock yang juga terhubung melakukan CSR bagi masyarakat sekitar
an PUPR sebab PLN UIP JBT I merupakan dengan power station. Lewat terowongan PLTA Jatigede,” tutur dia.
instansi yang pengguna bendungan harus ini, air tampungan waduk Jatigede mengalir
Pembangunan PLTA Jatigede memiliki nilai
memenuhi berbagai persyaratan yang menuju penstock sepanjang 4 km dari
investasi sekitar Rp3,5 triliun. “Dari nilai
harus dipenuhi,” ucap dia. lokasi Bendungan Jatigede untuk memutar
investasi, porsi yang menelan anggaran
turbin pembangkit listrik di power house.
Proyek lain yang akan digarap PLN UIP terbesar adalah pembangunan sipil dan
JBT I adalah PLTA Cisokan, Bandung Barat “Kami juga sudah membangun Tailrace pembangkit (electric mechanical) yang
yang ditargetkan beroperasi di 2025, mes- Silo dan Tailrace Tunnel sepanjang hampir berkisar antara 60-70%,” jelas dia.
ki secara kontrak teknis sudah dilakukan 2 kilometer. Power house yang kami
PLN UIP JBT I memasuki 2021
tetapi pembangunan konstruksinya masih bangun tidak di dalam tanah, tetapi diatas
mentargetkan kinerja untuk mencapai
menunggu kepastian permodalannya. permukaan tanah sehingga dapat terlihat,"
COD atau pengoperasian dan
ucap dia.
Selanjutnya, PLTA Matenggeng, Kabu- penyelesaian pembangkit PLTA Jatigede
paten Banjar, Jawa Barat, yang memiliki Menurut Octavianus, pihaknya juga pada Desember dan PLTA Cisokan akan
kapasitas berkisar 800 hingga 1.000 MW mem­bangun transmisi untuk evakuasi memulai konstruksi.
memasuki tahapan feasibility study serta daya dalam menyalurkan listrik bila PLTA
“Di luar PLTA, PLN UIP JBT I memiliki
beberapa proyek PLTA lain di pulau Jawa. Jatigede dapat beroperasi. “Semua poyek
pengembangan EBT, yaitu PLTP Ungaran
“Pengembangan dan pembangunan PLTA kami laksanakan dengan sistem kontrak
(2X25 MW) dan PLTP Tanggupan Perahu
menjadi tantangan dalam upaya mendu- EPC dengan pihak kontraktor. Meskipun
(50 MW), yang masuk ke dalam proses
kung target 23% bauran EBT di 2025. demikian, dalam pembangunan PLTA
perizinan. Penugasan kepada kami hanya
Kami terus berkomitmen dan berkeyakin­ kami selalu mendapat tantangan dari
dalam bentuk proses pendampingan bila
an target itu dapat dipenuhi,” tegas dia. sisi kondisi geologi, khususnya dalam
diperlukan dan target beroperasi 2028.”
membangun terowongan agar safety.
Progres PLTA Jatigede Hal ini untuk menghindari terjadinya Menurut dia, pembangunan PLTA pada
PLN UIP JBT I terus mempercepat pem- longsor. Jika berjalan lancar, maka proses umumnya tidak ada yang di bawah
bangunan konstruksi pembangkit listrik penggalian terowongan PLTA Jatigede 5 tahun, rerata selama 6-10 tahun.
dan jaringan transmisi di regional Jawa ba- ditargetkan rampung pada Juni 2021." Tentunya, ini membutuhkan dukungan
gian tengah yang mencakup Jawa Barat, dari semua stakeholder terkait. “Dalam
Octavianus menambahkan, terkait koordi-
Jawa Tengah, dan Yogyakarta, agar target pembangunan proyek PLTA sangat
nasi dengan memilik bendungan Jatigede
operasi PLTA Jatigede di Desember 2021 membutuhkan dukungan dari pemerintah
(Kementerian PUPR) untuk memperoleh
tercapai. "Sisa penyelesaian proyek PLTA daerah setempat, khususnya dari sisi
izin operasi bendungan dan penggunaan
Jatigede sebesar 25% dapat dirampung- edukasi bahwa proyek PLTA secara
air. “Kementerian PUPR sangat kooperatif
kan PLN UIP JBT I," ujar dia. keseluruhan dapat memberikan benefit
untuk hal ini. Kami juga membangun bend-
bagi masyarakat sekitar. Sebab dalam
PLTA Jatigede telah berhasil ungan kecil disekitar Waduk Jatigede un-
menentukan kriteria loan, sudah
menyelesaikan pekerjaan top heading tuk pengendalian operasi PLTA Jatigede,
memperhitungkan sustainability,
excavation atau penggalian saluran air yang kami sebut Regulating Weir,” ujar dia.
melibatkan warga setempat setempat
di headrace tunnel sepanjang 2.218,73 Dalam pembangunan PLTA Jatigede, dalam proyek, dan memastikan selama
meter pada Oktober 2019. Hal itu dukungan juga datang dari pemerintah selama periode konstruksi aman, baik
merupakan salah satu capaian penting daerah Kabupaten Sumedang, Jawa pekerja, warga sekitar, dan lingkungan,”
dalam progres pengerjaan PLTA. Barat, dalam urusan pembebasan lahan. pungkas Octavianus. n

www.listrikindonesia.com 29
HEADLINE fokus utama

PT INDONESIA POWER

Eksis di Energi Air


S
egu­dang potensi energi air di In­do­nesia yang
dapat di­man­faatkan un­tuk menjadi tenaga
listrik.
Tak ingin ketinggalan me­man­faat­kan
potensi ter­sebut, PT Indonesia Power turut andil
dalam pembangunan dan menge­­lola Pem­bangkit
Listrik Tenaga Air (PLTA). Dalam edisi ini, Direktur
Utama PT Indo­nesia Power, M Ahsin Sidqi berbagi
cerita bagai­mana perusahaan yang dipimpinya
sukses dalam mengembang­kan PLTA.

PT Indonesia Power terkenal M Ahsin Sidqi menyebut


potensi ener­gi baru
giat dalam membangun terbarukan di Indonesia
pembangkit-pem­bangkit listrik sangat besar yaitu
dengan kapasitas super besar mencapai lebih dari 400
GW yang terdiri dari
baik berbasis fosil maupun berbagai sumber energi, BPP PLTA relatif murah sehingga membantu
energi terbarukan. Sebagai yakni panas bumi, air, pemerintah dalam penjualan listrik ke Masyarakat,
anak usaha PT PLN (Persero), bioenergi, angin, matahari, dan PLTA memiliki sejumlah manfaat, seperti
bahkan hingga energi laut. pengendalian banjir, irigasi, dan penyediaan air
Indonesia Power diberi Namun, bisa dikatakan minum.
mandat untuk membangun realisasi untuk mencapai
dan mengelola pembangkit potensi tersebut masih “Indonesia Power sendiri berpengalam­an dalam
minim. mengelola PLTA skala kecil dan besar, bahkan
berbasis air, suatu bukti PLTA lama Bengkok yang dibangun 1923 masih
eksistensi Indonesia Power di “Pemanfaatanya baru tetap andal hingga kini, juga PLTA Rajamandala
sektor tersebut. sekitar 7,9 GW atau dengan teknologi terkini­nya. Paling penting,
1,8 persen. Dari sinilah Indo­nesia Power memiliki tenaga ahli yang
 CANDRA WISESA mengapa Indonesia Power berkompeten dalam pengoperasi­an dan peme­li­
harus ikut berperan da­­ haraan PLTA,” ucap Ahsin.
lam mencapai potensi dari sumber energi ramah
lingkungan tersebut,” ujarnya. Indonesia Power me­miliki 2 Unit Pembangkitan
PLTA, yaitu Unit Pem­bang­kitan Saguling dan
Melanjutkan perbincangan soal pe­ngem­­bangan Unit Pem­bangkitan Mrica. Unit Pembangkitan
PLTA yang dimiliki Indo­nesia Power. Pria yang Saguling berlokasi di daerah pegunungan di DAS
akrab disapa Pak Ahsin ini mengatakan, tentu Citarum, Rajamandala, Jawa Barat. PLTA Saguling
industri renewable energy sangat menarik, tak mengelola 29 unit PLTA yang tersebar di berbagai
hanya dari sisi pemanfaatan tetapi juga lokasi di Jawa Barat dengan total kapasitas
bisnisnya. Menurutnya dengan mem­ba­ngun terpasang sebesar 797 MW. Unit Pembangkitan
pembangkit berbasis ener­gi ter­barukan dapat Mrica yang berlokasi di Banjarnegara, Jawa
mendorong ter­ciptanya Clean and Green Tengah mengelola dan mengoperasikan Unit
Generation. Ke­mudian dengan inovasi di dalam Pusat Listrik Tenaga Air yang tersebar di berbagai
teknologi sudah terbukti reliable dan efisien dalam lokasi Jawa Tengah.
jangka panjang diban­ding pem­bangkit fosil.
Pembangkit tersebut dioperasikan oleh 15 sub Unit
Khusus untuk PLTA, katanya, dibandingkan yang tersebar di ber­bagai lokasi di Jawa Tengah
dengan sumber energi baru dan terbarukan dengan total kapasitas terpasang sebesar 309,75
lainnya, peman­faatan potensi PLTA termasuk yang MW. Indonesia Power juga memiliki PLTA IPP
paling tinggi. Ada beberapa faktor keunggulan pertama yang berhasil dibangun dan dioperasikan
PLTA, seperti potensi sumber daya air yang yaitu PLTA Rajamandala di Jawa Barat dengan
berlimpah di Indo­nesia yang dapat dimanfaatkan, kapasitas 47 MW.

30 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


fokus utama HEADLINE

keperluan lain yang lebih urgent.


Sedangkan untuk pembangunan dan
pengoperasiannya, jika skema yang
dipilih adalah melalui Indonesia Power
sendiri atau untuk PLTM dengan
kapasitas < 10 MW, maka untuk
pembangunannya akan melakukan
tender untuk pemilihan kontraktor EPC
dengan kontraktor BUMN sebagai
shortlist, dan pengoperasiannya
dilakukan oleh Indonesia Power sendiri
ataupun menugaskan anak perusahaan.
“Kalau Skema Kemitraan untuk PLTA
kapasitas besar, maka dibentuk special
purpose company (SPC) terlebih dahulu.
Nanti SPC ini yang akan menjadi
pengembang PLTA tersebut. Untuk
pembangunan dan pengoperasiannya
nantinya adalah SPC tersebut yang
akan menentukan, apakah akan
dijalankan melalui tender EPC dengan
single kontrak atau multi kontrak,”
jelasnya.
Di akhir percakapan Ahsin berucap,
PLTA memiliki daya tarik tersendiri
PLTA Rajamandala ini dapat dijadikan terangnya. dalam mendukung program bauran
contoh dalam pengembangan PLTA di energi 23% pada 2025. Namun tentu
Kemudian, dirinya menyebut faktor
Indonesia. Menurut Ahsin, hal ini karena saja ada beberapa tantangan atau
sosial juga perlu diperhatikan dalam
PLTA IPP pertama milik Indo­nesia kendala dalam pengembangannya.
feasibility study PLTA terutama PLTA
Power yang berhasil sampai ke tahap Biaya Investasi yang terbilang masih
yang menggunakan bendungan dan
pengoperasian melalui skema kemitraan tinggi dan masalah per­izinan karena
tampung­an air (reservoir) sebagai pola
dengan Kansai Elektrik Jepang PLTA membutuhkan area yang sangat
operasinya.
melalui project financing dengan share luas, sehingga dibutuhkan proses yang
mayoritas dimiliki oleh Indonesia Power. Dalam pengembangan PLTA, Indonesia panjang dalam perizinannya. n
Power memiliki 2 skema
“PLTA Rajamandala menggunakan
bisnis, yaitu dilakukan oleh
teknolgi terkini dan sumber energinya
Menanti Proyek PLTA
Indonesia Power sendiri
memanfaatkan air buangan dari PLTA
ataupun dengan skema
Saguling, sehingga dapat memperoleh
kemitra­an. Pengembangan

S
daya yang besar,” imbuhnya. aat ini Indonesia Power tengah menginisiasi
yang dilakukan oleh
Lebih detil, Ahsin menjelaskan soal cara Indonesia Power biasanya beberapa PLTA di beberapa tempat seperti
Indonesia Power mengembangkan PLTA dilakukan untuk PLTA di Sulawesi, Sumatera, dan Jawa Tengah.
mulai dari feasibility study, skema bisnis, dengan kapasitas < 10 MW Sedangkan untuk PLTA Maung yang berada di
pembangunan, hingga pengopera­ atau PLTM. Adapun untuk Banjarnegara, saat ini progresnya adalah tahap
sinya. Kajian kelayakan merupakan skema kemitra­an, Indonesia review desain kelayakan.
syarat esensial yang harus dilakukan Power memiliki kriteria
“Review tersebut dilakukan bersama-sama
dalam pengembangan bukan hanya sendiri dalam memilih
dengan calon mitra. PLTA Maung merupakan
untuk PLTA saja, namun juga untuk mitra strategis dalam
PLTA dengan tipe reservoir,” ungkap Ahsin.
pengembangan pembangkit lainnya. pengembangan PLTA.
Tak hanya giat membangun PLTA baru, PLTA
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Kriteria tersebut diantaranya
lama pun menjadi perhatian tersendiri oleh
kajian kelayakan PLTA antara lain dalam aspek teknologi,
Indonesia Power. Untuk PLTA lama, Indonesia
ketersedian dari sumber air itu sendiri, finansial, komersial, dan
Power berencana akan melakukan beberapa
desain fasilitas PLTA seperti dam added value spesifik
lainnya. Indonesia Power program seperti peningkatan kapasitas dengan
(ben­dungan), waterway (saluran air), memasang hydrokinetic in-stream turbine pada
powerhouse (rumah pembangkit), dan memiliki preferensi menjadi
pemegang saham mayoritas area yang masih memiliki aliran yang cukup
faktor sosial dan lingkungan. untuk memutar turbin tersebut seperti pada
dalam skema kemitraan
“Kita tahu bahwa Indonesia hanya ini. Diharapkan mitra yang intake maupun tailrace.
memiliki dua musim, yaitu musim ter­pilih nanti juga dapat “Selain itu, kita memiliki rencana untuk
hujan dan musim kemarau. Jadi kajian menyediakan project melaksanakan program dredging atau
kelayak­an PLTA perlu diperhatikan financing dan equity support pengerukan sedimentasi untuk PLTA-PLTA
mengenai water management system untuk Indonesia Power yang saat ini volume sedimentasi nya sudah
sehingga PLTA dapat beroperasi secara sehingga equity yang dimiliki cukup tinggi,” pungkasnya. n
optimal pada dua musim tersebut,” dapat dimanfaatkan untuk

www.listrikindonesia.com 31
HEADLINE FOKUS UTAMA

DARI TIRTA
MENUJU SURYA
PT Jasa Tirta Energi tidak hanya
akan melulu berkutat pada
industri energi air sebagai inti
bisnisnya. Sebagai langkah
diversifikasi usaha, Jasa Tirta
Energi juga mengembangkan
energi baru terbarukan (EBT)
lainnya seperti membangun
pembangkit listrik tenaga
surya (PLTS).
 CANDRA WISESA

B
Banyak pihak sangat mendukung
peralihan dari energi fosil menuju
EBT. Kebijakan Energi Nasional
menetapkan target EBTdalam bauran
energi nasional digadang-gadang
akan mencapai angka 23 persen
pada 2025.

rata sekitar 8,18 GWh. PLTM Lodagung


dibangun dengan memanfaatkan debit
air dari saluran irigasi Lodagung yang
merupakan saluran irigasi pertanian dari
Blitar sampai Kabupaten Tulungagung.
Dalam proses pengerjaanya melalui
tahap review Studi Kelayakan dan detail
engineering design telah dilakukan pada
tahun 2013, lalu pembangunan proyek
pembangkit listrik ini dimulai pada
Agustus 2016 yang memakan waktu
18 bulan untuk menyelesaikannya.
Hingga beroperasilah PLTM ini pada
Maret 2018. Dengan memiliki PLTM
merupakan komitmen perusahaan
Dari 23 persen itu porsi terbesar untuk Pengelolaan Sumber Daya Air.
untuk terus mendorong pemanfaatan
dikembangkan ialah pada energi air
Selain fokus dalam mengembangkan energi terbarukan.
bisa mencapai 24.337 MW. Dalam
EBT Jasa Tirta Energi juga menangani
mendukung program tersebut, perlu Selain PLTM Lodagung, Jasa Tirta
jasa konstruksi dalam mendorong
dukungan oleh para pengembang di Energi juga tengah menyelesaikan pro-
pemanfaatan energi terbarukan dan
sektor energi, salah satunya PT Jasa yek PLTM Airmadidi kapasitas 3,5 MW
pemeliharaan sumber daya air, serta
Tirta Energi yang turut andil dalam di Minahasa Utara, saat ini dalam tahap
pengembangan pembangkit listrik
mengembangkan energi terbarukan di evaluasi teknis oleh PLN Engineering
tenaga air (PLTA) dan PLTS.
Tanah Air. sampai dengan akhir bulan Februari
Saat ini, Jasa Tirta Energi memiliki 2021 dan diprediksi investasi sebesar
Didirikan pada 31 Desember 2018, PT
satu Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Rp140 miliar.
Jasa Tirta Energi merupakan anak
Hidro (PLTMH) Lodagung yang sudah
perusahaan dari Perusahaan Umum Direktur Utama PT Jasa Tirta Energi, Dr.
beroperasi dengan berkapasitas 2 x
(Perum) Jasa Tirta I Badan Usaha Etty Susilowati, S.E., M.M. yang akrab
650 kW, dengan energi tahunan rata-
Milik Negara yang bergerak di bidang dipanggil Etty mengatakan, dalam bisnis

32 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


FOKUS UTAMA HEADLINE

di sektor energi, perusahaanya terus


giat mencari peluang dan potensi energi On-Grid Rooftop untuk industri dan
Membangun PLTS perkantoran maupun di perumahan,”
terbarukan. Beberapa proyek pengem-
bangan energi baru terbarukan (EBT) Tak hanya lihai menggarap industri ungkapnya.
untuk tahun 2021 pun sudah disusun, PLTM saja, di bawah komando Dr.
Etty saat ini Jasa Tirta Energi sudah Dalam pengerjaan proyek-proyek
terutama mengembangkan potensi
memulai menjajaki pengembangan pembangkit PT Jasa Tirta Energi
EBT di lokasi-lokasi yang dikelola oleh
energi surya dengan membangun dengan induk perusahaanya memiliki
induk perusahaannya yakni Perum Jasa
PLTS mulai dari skala PLTA Atap banyak pengalaman dan diuntungkan
Tirta I di seluruh Indonesia. Hal ini juga
hingga skala besar. dari segala lini usahanya salah
memberikan kesempatan bagi pihak lain
satunya pada divisi konstruksi tersebut
baik perusahaan dalam negeri maupun Lebih lanjut, Dr. Etty menjelaskan, dan kelengkapan peralatan proyek
luar negeri untuk ikut bekerja sama perusahaanya pada tahun ini tengah yang dibutuhkan. Di samping itu,
dengan PT Jasa Tirta Energi. memulai membangun PLTS 10 perushaanya terus bersinergi dengan
“Pastinya kita ingin memenangkan MWp di Bangka Tengah, Bangka BUMN lain maupun swasta.
tender-tender proyek EBT, serta Belitung. Proyek ini bekerja sama
dengan PT Surya Energi Indotama “Ke depan memang ada megaproyek
mengoptimalkan kinerja khususnya di
(SEI) dengan share investasi 85 dengan anak BUMN seperti
bidang tersebut,” ujar alumni Program
persen PT Jasa Tirta Energi dan 15 PT Indonesia Power dan PT
Doktor IPB ini.
persen SEI. Proyek tersebut akan Pembangkit Jawa Bali (PJB) untuk
Bagi Dr. Etty, dalam ikut memberikan menggunakan 30.460 panel surya menegembangkan PLTA dengan total
pasokan energi di tengah kondisi saat terhubung ke storage menggunakan 200 MW,” terang Dr. Etty.
ini, tentunya dengan mengoptimalkan baterai Lithium/Lead Acid dengan Dia menambahkan untuk meningkatkan
kinerja dan keandalan pembangkit panjang jaringan 20 kV sepanjang 7 kompetensi dan daya saing, Jasa Tirta
listrik yang dikelola perusahaanya untuk kilometer. Energi terus melakukan pengembangan
membantu pemenuhan kebutuhan
“Rencana PLTS Bangka COD atau dengan peningkatan kualitas sumber
energi kepada masyarakat.
beroperasi secara komersial mulai daya manusia dan peralatan. Sehingga
Pada industri energi air, menurutnya, 2021 ini,” bebernya. mampu menghadirkan pelayanan prima
yang menarik selain bisnisnya yakni bagi pelanggan. "Dan penting bagi kami
Kemudian, mengembangkan untuk bekerja sama dengan pihak lain,”
merasa bahagia karena dapat mem-
PLTS Terapung/floating solar tambahnya.
berikan manfaat terhadap masyarakat
photovoltaic (PV) dengan Acwa
dan kami merasakan indahnya berbagi
Power perusahaan energi asal Dr. Etty mempunyai impian yang
kepada sesama. Ia menyebut, pada
Timur Tengah dan Energia Prima besar dalam memajukan perusahaan
tahun ini ada beberapa proyek PLTM
Nusantara. Dan proyek floating solar yang dipimpinnya, tak hanya
yaitu PLTM Lodoyo, Mrican, dan Kepil,
PV Gajah Mungkur 200 MWp di mengembangkan energi terbarukan
yang akan ditempuh melalui penunjukan
Bendungan Gajah Mungkur untuk di Indonesia, tetapi juga ke luar negeri
langsung dari Kementerian PUPR.
jaringan listrik Jawa-Bali. Jasa Tirta melalui kerja sama dengan pihak lain.
“Membangun pembangkit EBT Energi juga sedang mengembangkan
“Kami sebagai salah satu perusahaan
merupakan mengembangkan potensi pembangkit hibrid air, angin dan
yang bergerak di bidang energi dan
energi secara berkesinambungan surya di wilayah teritorial seperti
konstruksi mempunyai impian dan
untuk mendukung ketahanan energi di Sangihe dan Karimun.
berkeinginan kuat untuk menjadi
Indonesia,” tutur Dr Etty.
"Tak hanya PLTS skala besar perusahaan terbaik yang menjadi
“Pastinya bisnis PLTM ini menjanjikan saja yang kami bangun, kami juga andalan bagi dalam negeri maupun luar
karena kebutuhan masyarakat akan mengerjakan untuk proyek PLTS negeri,” pungkasnya. n
energi tidak pernah berhenti dan
dukungan regulasi pemerintah untuk
pengembangan EBT semakin baik.”
Kendati demikian, ia menyampaikan
salah satu tantangan dalam mengem-
bangkan PLTA/PLTM adalah perlu lahan
yang luas, komponen-komponen PLTA
yang masih relatif mahal dan masih
memerlukan produk dari luar negeri
dalam membangun suatu PLTA/PLTM
dan dukungan penuh dari regulasi serta
para stakeholder terkait.
“Kita harus peduli dengan energi
terbarukan, terutama edukasi sejak
dini. Karena sangat melimpahnya energi
terbarukan di negeri ini. Dan apabila
dikelola dengan baik akan menjadikan
bisnis yang sangat menguntungkan
bagi pemerintah dalam membangun
kesejahteraan rakyat, “ tuturnya.

www.listrikindonesia.com 33
HEADLINE fokus utama

PEMBANGKIT HIDRO

Ambisi Brantas Energi


Menuju 300 MW

PT Brantas Energi anak usaha yang didirikan oleh


PT Brantas Abipraya (Persero), khusus menangani bidang
investasi energi terbarukan, khususnya Hydro Power.
Meski baru memiliki dua power plant hydro, Brantas
Energi tak tanggung-tanggung memancang target 300
MW, dengan memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Air
(PLTA) atau Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM).
 CANDRA WISESA

Sutjipto
S
utjipto selaku Direktur Utama sekali merengkuh dayung, dua-
PT Brantas Energi mence­ tiga pulau terlampaui. Maka, pada
ritakan awal mula induk peru­ 2011 Dewan Direksi dan Komisaris
Direktur Utama PT Brantas Energi
sahaanya membentuk lini usaha, sepakat mendirikan PT Brantas
yang khusus di bidang investasi Energi. “Induk perusahaan sering
Saat ini, Brantas Energi memiliki dua PLTM
energi terbarukan atau sebagai mengerjakan proyek-proyek
yakni PLTM Padang Guci berkapasitas
Independent Power Poducer/IPP. bendungan dan pembangkit. Jadi
3 x 2 MW di Kabupaten Kaur, Provinsi
sekalian bikin lini usaha baru alias
Berawal dari kegiatan proyek Bengkulu dan PLTM Sako-1 berkapasitas
menjadi IPP khususnya PLTA
PT Brantas Abipraya (Persero) 2 x 3 MW yang berada Kabupaten Pesisir
dan PLTM. Dan sesuai dengan
yang kerap mengerjakan Selatan, Provinsi Sumatera Barat.
motto kami Eco Responsible
konstruksi-konstruksi bendungan
yang mendasari semua kegiatan Sutjipto juga menjelaskan, PLTM Padang
dan ketenagalistrikan,
dengan berfokus pada pelestarian Guci dibangun awal Januari 2015 yang
seperti pepatah mengatakan,
lingkungan,” ujarnya. COD (Commercial Operation Date) pada 14

34 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


fokus utama HEADLINE

Jadi sekalian PLTMH PADANG GUCI-1


bikin lini usaha paikan, pada tahun ini, pertumbuhan
Di usianya 11 tahun, Brantas Energi
baru alias menjadi terus menunjukan keseriusanya energi terbarukan diperkirakan makin
IPP khususnya PLTA dalam berekspansi. Ada 15 PLTA
dan PLTMH yang memasuki tahap
terang. Ada sejumlah sinyal positif
yang mengindikasikan pemerintah
dan PLTM. Dan sesuai pengembangan. memiliki keinginan yang kuat mendo-
rong energi terbarukan. Diantaranya,
dengan motto kami “Target kami mengembangkan PLTA/ pemerintah akan mengeluarkan
PLTMH dengan total kapasitas hingga Peraturan Presiden (Perpres) me­
Eco Responsible yang 300 megawatt. Kami fokus sedang ngenai  energi terbarukan. Perpres
mendasari semua pengembangan di Sumatera dan
Sulawesi selanjutnya di wilayah lain,”
tersebut diyakini bakal memperbaiki
iklim investasi energi terbarukan di
kegiatan dengan tegas Sutjipto. Tanah Air.

berfokus pada peles­ Baginya, keuntungan Brantas Energi


dalam mengembangkan PLTA/PLTM
“Kehadiran Perpres diharapkan
iklim investasi energi terbarukan di
tarian lingkungan. yaitu didukung oleh Core Business Indonesia bisa lebih menarik lagi,”
induk perusahaan. Tak hanya pem- tuturnya.
bangunan konstruksinya, bahkan soal
pembia­yaan didukung oleh Brantas Dengan kehadiran regulasi yang
Abipraya. mendukung iklim investasi energi
April 2017, PLTM ini mengadopsi turbin terbarukan akan membuat pertum-
dari Austria, keberadaan PLTM Padang “Jadi kita memberi umpan untuk induk buhannya bisa meningkat tajam pada
Guci dapat mengaliri sekitar 15 ribu perusahaan dengan membangun tahun ini. Peningkatan pemanfaatan
pelanggan. pembangkit-pembangkit listrik energi energi terbarukan bisa berdampak
Sedangkan PLTM Sako-1 dengan COD terbarukan,” ucapnya. besar untuk penurunan emisi karbon,
(Commercial Operation Date)  Januari dan juga mendukung pemulihan eko-
Sutjipto menambahkan, dari sekian
2020 lalu, tidak menimbulkan polusi nomi pasca pandemi Covid-19.
PLTA/PLTM miliknya yang bagus
(water to wire technology) karena untuk dijadikan role model untuk “Iklim investasi energi terbarukan
pem­bangkit yang dibangun ramah pengembangan PLTA/PLTM di Indo- di Indonesia bisa lebih menarik lagi
ling­kungan. Menurutnya, PLTM di Sako nesi yaitu PLTM Padang Guci-1. karena di dalamnya ada ketentuan
dengan kapasitas sebesar ini akan “PLTM Padang Guci-1 mulai dari feasi- harga yang lebih simpel, yaitu
menambah dukungan ketersediaan dan bility study, pengerjaan bangunan, ada feed-in tariff untuk energi
keandalan listrik bagi wilayah Kabupaten pengoperasian dan investasi bisa terbarukan,” ucapnya.
Pesisir Selatan dan sekitarnya dan dibilang apik apalagi teknologinya.
diharapkan bisa menyokong pertum­buh­ Ia berharap, persoalan feed-in
Bahkan masyarakat terkesan dengan
an ekonomi regional. Selain PLTM yang tariff harus sesuai dengan proyek
keberadaan PLTM itu, sehingga kita
sudah beroperasi, Brantas Energi juga dan tender-tender pembangunan
akan membangun tahap duanya. Se-
mempunyai Pembangkit Listrik Tenaga PLTA/PLTM diperbanyak. “Harus
lain itu PLTS Gorontalo menjadi anda-
Surya (PLTS) di Gorontalo juga sudah ada kepastian regulasi soal feed-in
lan masyarakat sekitar” tambahnya.
beroperasi, dengan kapasitas 2 MW. tariff karena pengembang bisa tahu
Melihat prospek industri energi terba- kelayakan investasi saat melakukan
"Kami semakin mantap berkontribusi rukan khususnya PLTA. Ia menyam- feasibility study,” tandasnya. n
mendorong percepatan pengembangan
EBT. Kami optimistis dapat terus aktif
mendukung program pemerintah
untuk merealisasikan program 35.000
megawatt," katanya.
Lebih lanjut, ia menyebut ada beberapa
PLTM yang sedang tahap kontruksi di
antaranya PLTM Maiting Hulu-2 
kapasitas 2 x 4 MW di Kabupaten
Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan.
Kemudian, PLTM Tangka kapasitas 2 x
3,15 MW yang berada Kabupaten Sinjai,
Provinsi Sulawesi Selatan. Dan PLTM
Padang Guci-2 kapasitas 2 x 3,50 MW,
di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.
“Semuanya masih tahap konstruksi dan
rencananya akan COD di triwulan III
tahun ini dengan total kapasitas 21,5
megawatt,” tutur Sutjipto.

www.listrikindonesia.com 35
HEADLINE FOKUS UTAMA

B
PT Adhi Karya agaimana progres konstruksi PLTA
Asahan 3 berkapasitas 174 MW?
(Persero) Tbk., salah
satu BUMN Karya, Secara garis besar progres
konstruksi PLTA Asahan 3 dibagi
menjadi kontraktor menjadi dua item pekerjaan, yaitu open
untuk konstruksi work (area terbuka) dan underground
(bawah tanah). Pekerjaan open
PLTA Asahan 3 work sudah diselesaikan struktur
bekapasitas 2x87 MW pengalihan sungai (river diversion),
di Kabupaten Asahan, untuk selanjutnya pekerjaan cover
dam dan bangunan bendung (intake
Sumatera Utara. Untuk weir). Sebagian besar water way open
mengetahui progress channel masih proses galian dan
pelindung lereng. Untuk pekerjaan
proyek pembangkit underground saat ini sudah dalam
hidro tersebut, progres galian terowongan dengan
Listrik Indonesia metode peledakan (blasting), serta
proses galian area power house yang
mewawancarai Suko dilakukan dengan metode peledakan
Widigdo, Direktur juga. Persentase progres saat ini sudah
mencapai 26,42%.
Operasi 1 Adhi Karya.
Berikut petikan Apakah ada penyesuaian target
konstruksi atas dampak pandemi
wawancaranya. Covid-19?
 Zuchri
Secara tidak langsung pandemi Covid
Suko Widigdo 19 ini berdampak terhadap pencapaian
target konstruksi. Ada beberapa kali
Direktur Operasi 1 penundaan terhadap penambahan
PT Adhi Karya (Persero) tenaga kerja dari Pulau Jawa
dikarenakan pembatasan perjalanan
dan protokol yang ketat. Bahkan, ada

PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Kompleksitas Konstruksi
PLTA Asahan 3

36 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


FOKUS UTAMA HEADLINE

beberapa kali impor material atau alat selama proses konstruksi di PLTA maupun soft skill dalam melakukan
dari luar negeri, ketika material dan Asahan 3. Pertama, beberapa kali fase engineering sampai dengan fase
alat tersebut mau dikirimkan, pada saat terjadi penyetopan oleh warga dengan commissioning dan memiliki software
itu pula kebijakan lockdown di negara berbagai alasan, seperti batas lahan pendukung yang lengkap yang tentunya
tersebut. Atas dasar beberapa hal dan alasan-alasan yang lain. Kami sangat diperlukan untuk penyelesaian
itu, sempat terjadi penurunan target dapat menyelesaikan kendala ini pekerjaan. Ketiga, Adhi Karya telah
progress konstruksi, tetapi masih dalam dengan melibatkan tim Task Force, memiliki kemampuan secara in-
batas yang wajar. Progres konstruksi pemerintah desa, tokoh masyarakat, house dalam melakukan deliverables
pada 2020 sempat terganggu pandemi, sehingga untuk berikutnya pola-pola developing dari mulai fase Engineering,
ini terkait dengan material bahan mediasi dan musyawarah kami tempuh Procurement, dan Construction sampai
peledak dan pemicu (detonator) yang sebagai jalan penyelesaian. Kedua, ada dengan Commissioning. Hal tersebut
diimpor dari Malaysia dan Cekoslovakia. beberapa tempat yang saat itu masih telah terbukti dari keseluruhan PLTU
Akibat kebijakan lockdown di negara bermasalah dengan pembebasan lahan, yang dibangun oleh Adhi Karya,
terebut, material sempat tertunda lebih dan batas lahan, hal ini mengakibatkan mayoritas engineer Adhi Karya telah
dari 1 bulan. Hal ini mempengaruhi keterlambatan untuk memulai berkontribusi hampir 100% di dalam
produktivitas konstruksi pada pekerjaan pekerjaan. Ketiga, cuaca hujan ekstrim setiap tahapan. Keempat, Adhi Karya
terowongan. terjadi pada lokasi proyek, sehingga telah berpengalaman dengan teknologi
mempengaruhi kapasitas produksi. pembangkitan dan manufaktur yang
Berapa panjang waterway PLTA
sudah proven.
Asahan 3? Berapa total unit dan kapasitas
pembangkit yang menggunakan EPC Bagaimana potensi bisnis EPC
Total panjang waterway 9,4 km terdiri Adhi? pembangkitan ke depan?
atas 7,7 km terowongan dan 1,7 km
berupa saluran area terbuka (Headrace Sampai dengan saat ini total unit Potensi bisnis EPC pada sektor
Channel dan Headrace Conduit). pembangkit yang telah dan sedang pembangkitan ke depan masih memiliki
Kendala dalam membangun waterway dikerjakan oleh Adhi Karya dengan peluang besar, karena kebutuhan
adalah data geologi bawah tanah total kapasitas 480,8 MW terdiri atas 11 energi akan terus meningkat seiring
yang sangat beragam. Di daerah hulu Unit pembangkit listrik menggunakan dengan berkembangnya pembangunan
terowongan ditemukan jenis materialnya batu bara (469 MW), 6 unit pembangkit infrastruktur untuk mewujudkan
bukan batu, tetapi tanah seperti pasir, listrik mikro hidro (4,3 MW), dan 1 unit Indonesia Maju. Pengembangan energi
sehingga sangat berbahaya apabila pembangkit listrik menggunakan bahan baru dan terbarukan menjadi sasaran
dilakukan blasting. Pada kondisi tanah bakar biomassa (7,5 MW). bisnis baru yang mempunyai potensi
seperti ini harus dilakukan perkuatan bisnis yang bagus ke depannya seiring
Apa saja keunggulan yang
dan pekerjaan shotcrete serta grouting dengan mulai berkembangnya program
ditawarkan EPC Adhi Karya di sektor
dengan penuh kehati-hatian agar pemerintah terhadap sektor energi baru
pembangkitan?
tidak runtuh. Hal ini mengakibatkan dan terbarukan.
kapasitas produksi sangat menurun Ada beberapa keunggulan yang
Apa perbedaan kompleksitas EPC
dibandingkan target. Untuk waterway ditawarkan oleh Adhi Karya. Pertama,
pembangkit hidro dibandingkan
yang saluran terbuka kendala yang Adhi Karya telah memiliki sistem
pembangkit jenis lainnya?
dihadapi adalah cuaca, di mana curah project execution yang sangat baik
hujan 2020 sangat besar dibandingkan untuk pembangunan pembangkit, yang Perbedaan kompleksitas dalam
tahun sebelumnya. Cara yang tentunya akan lebih memudahkan proses EPC terutama dari sisi lokasi
dilakukan adalah proses dewatering sebagai sarana tools guide di dalam pembangkit hidro yang biasanya
harus dilakukan dengan detail dan setiap tahapan project execution, terletak di lokasi terpencil yang perlu
berkelanjutan. sehingga lebih mempercepat time infrastruktur untuk membuka akses
frame document developing. Kedua, lebih awal. Bagi Adhi, hal ini merupakan
Apa kendala selama proses kontruksi
Adhi Karya telah memiliki engineer tantangan tersendiri dan kami sangat
PLTA Asahan 3?
tersertifikasi yang mempunyai kompeten untuk lingkup pekerjaan yang
Ada beberapa kendala yang dihadapi kompetensi baik dari sisi hard skill terkait dengan infrastruktur. n

www.listrikindonesia.com 37
HEADLINE fokus utama

Kiprah Sinohydro di EPC


Pembangkit
Hidro

Pemerintah terus
mendorong
bauran energi
energi berbasis fosil, diantaranya ketenagalistrikan Indonesia,” jelas Sun
terbarukan 23% di mempercepat pengem­bangan dan Xiaopeng, kepada Listrik Indonesia,
2025. Salah satu upaya pemanfaatan sumber tenaga surya melalui keterangan resmi
yang dikembangkan sebagai pem­bangkit listrik tenaga surya tertulis, Selasa (26/1/2021).
melalui pe­man­ (PLTS) hingga mencapai 8,2% pada
2027. Potensi Pengembangan PLTA
faatan sumber daya Indonesia adalah negara dengan sumber
air. Sinohydro Saat ini, skala pembangkit PLTS yang
daya air (SDA) terbesar kelima di dunia.
dikembangkan di tanah air, hanya
terus berkomitmen mencapai kapasitas 78,5 MW, padahal
Sebagai negara dengan iklim hutan
meningkatkan hujan tropis, Indonesia memiliki SDA
potensi PLTS terpasang memiliki
yang me­lim­pah dan wilayah yang luas
pembangun dan kapasitas yang sangat besar sekitar
sehingga kondisi yang dimiliki sangat
pengembangan PLTA di 208 GWp. Di sisi lain, pengembangan
berpotensi untuk pengembangan PLTA.
energi bayu (PLTB) di Indonesia, relatif
Tanah Air. terbatas, jika dibandingkan energi “Secara teoritis, Indonesia memiliki
panas bumi dan energi surya. cadangan tenaga air sebesar
 Turiman Sofyan
214,7 miliar KWh, kapasitas teknis
Terkait pengembangan PLTA, Sun
tahunan yang dapat dikembangkan

K
Xiaopeng, Vice Representative in
sebesar 401,65 miliar kWh, dan
ebijakan Energi Nasional Indonesia, BUT Sinohydro Corporation
kapasitas terpasang yang dapat
(KEN) menargetkan bau- Limited, mengatakan Pemerintah
dikembangkan secara teknis sebesar
ran energi nasional 23% Indonesia, melalui PT PLN (Persero)
75 GW. Melalui pemanfaatan teknologi
bersumber dari energi baru dalam rencana bisnis penyediaan
SDA yang dimiliki Indonesia dapat
terbarukan (EBT) di tahun 2025 tenaga listrik untuk 2019-2028, akan
mencapai kapasitas terpasang 75
mendatang. Potensi bauran energi berfokus pada pengembangan sumber
GW dan kapasitas terpasang yang
ramah lingkungan dimiliki Indone- energi terbarukan tenaga air dan panas
dikembangkan 5.124 MW, dengan
sia begitu besar, seperti peman- bumi, yang dimulai pada 2020 dalam
tingkat utilisasi 6,83%,” jelas dia.
faatan sumber daya air, sinar meningkatkan proporsi sumber energi
matahari, panas bumi, dan tenaga terbarukan. Selain itu, dia menambahkan, Indonesia
angin. “Saat ini tingkat pemanfaatan sum­ juga kaya akan sumber tenaga air kecil
ber daya air di Indonesia kurang dari dengan kapasitas terpasang 19,385 juta
Akan tetapi, potensi EBT yang
50% dan proporsi tenaga air dalam KW. “Kalimantan dan Papua merupakan
begitu melimpah belum secara
total tenaga listrik jauh lebih rendah pulau dengan sumber daya air paling
optimal di­man­­faatkan sebagai
diban­dingkan dengan pembangkit melimpah di Indonesia. Sedangkan
pembangkit listrik. Guna mengejar
listrik tenaga panas bumi. Dari sudut Jawa, Sumatera, dan Sulawesi
target waktu yang tersisa sekitar 4
pandang tersebut, dalam beberapa merupakan pulau dengan pembangunan
tahun dalam bauran energi nasional,
tahun mendatang pembangunan PLTA PLTA terbanyak,” kata Sun Xiaopeng.
pemerintah mengambil sejumlah
langkah mengu­rangi pengunaan akan menjadi salah satu fokus industri Secara umum, selama 2020-2025,

38 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


fokus utama HEADLINE

Indonesia akan gencar mengembangkan mengenai pengembangan investasi


industri pembangkit listrik tenaga PLTA di Indonesia, Sun Xiaopeng
air, memperluas skala konstruksi berpendapat, sebagai ekonomi terbesar
pembangkit listrik tenaga air, dan di ASEAN dan negara terpadat keempat
meningkatkan kapasitas pembangkit di dunia, Indonesia telah menjadi salah
listrik tenaga air yang terpasang. satu tujuan pilihan bagi perusahaan
“Menurut rencana pengembangan China untuk berinvestasi di luar negeri
ketenagalistrikan Indonesia dari 2019 karena prospek investasi yang baik dan
hingga 2028, kapasitas pem­bangkit permintaan pasar yang luas.
listrik tenaga air yang baru dipasang di
Dia menambahkan, dalam beberapa
Indonesia akan mencapai 9.543 MW,
tahun terakhir, Indonesia telah mem­
merupakan 17,0% dari total kapasitas
bentuk kembali lingkungan investasi
terpasang yang baru,” imbuh dia.
yang bersahabat dengan lebih
Peran Kembangkan PLTA melonggarkan pembatasan daftar
negatif dan menerapkan insentif pajak.
Sinohydro, sebagai perusahan yang
Berdasarkan data yang dirilis oleh
berfokus dalam bisnis tenaga air dari
Kedutaan Besar China di Indonesia,
PowerChina Construction Group,
dari Januari hingga September 2020,
mendukung pemerintah Indonesia dalam
secara keseluruhan, investasi China di
mengembangkan dan pembangunan
Indonesia naik 79% berlawanan dengan
PLTA guna mengejar target bauran
tren. “Pemerintah Indonesia sangat
energi. Proyek PLTA yang selesai
mementingkan pengembangan tenaga Sun Xiaopeng
dibangun diantaranya PLTA Asahan I
air dan telah mengeluarkan serangkaian Vice Representative in Indonesia,
dan PLTA Air Putih, sedangkan proyek
kebijakan dan rencana, yang memiliki BUT Sinohydro Corporation Limited
PLTA dalam tahap penyelesaian, yaitu
daya tarik besar bagi investasi China,”
PLTA Jatigede, PLTA Air Batang Toru,
tegas dia.
dan PLTA Bah Karai.
Investasi yang digulirkan Sinohydro dunia sedang gencar-gencarnya
“Kami telah menyelesaikan dua proyek mengembangkan EBT, termasuk
PLTA di Indonesia, dengan total dalam proyek PLTA di tanah air,
disesuaikan dengan kondisi lokal Indonesia. Namun, dukungan
kapasitas terpasang 201 MW, yaitu tenaga air saja tidak cukup. Di
PLTA Asahan I berkapaistas 2x90 dan setiap proyek berbeda. “Sebagai
referensi me­nge­­nai besaran investasi antara sumber EBT, tenaga air
MW dan PLTA Air Putih sebesar 3x7 adalah satu-satunya yang dapat
MW. Sementara, proyek PLTA dalam dapat dihitung berdasarkan biaya
satuan per kilowatt sekitar 1.800-3.000 menyediakan pasokan listrik yang
tahap penyelesaian PLTA Jatigede stabil dan mengatur jaringan listrik.
berkapasitas 2x55 MW, PLTA Air Batang dolar AS/kW, disesuaikan dengan
karakteristik proyek PLTA,” ucap dia. "Namun kondisi saat ini proporsi
Toru 510 MW, dan PLTA Bah Karai 2x6,3 PLTA dalam rencana pembangunan
MW, dengan total kapasitas terpasang Lanjut dia, dalam jangka pendek, karena terlalu rendah dan kuota yang tidak
632,6 MW,” jelas Sun Xiaopeng. investasinya besar harga listrik bisa mencukupi. Energi matahari dan
Sebagai informasi, Powerchina Cons­ jadi lebih tinggi. "Tetapi dalam jangka tenaga angin dengan jumlah besar
truc­tion Group menempati urutan perta­ panjang, ini adalah energi bersih yang akan mempengaruhi pada kestabilan
ma di dunia dalam bidang konstruksi sangat murah," tegasnya. operasi jaringan listrik,” jelas dia.
tenaga listrik dan merupakan kontraktor Menurut Sun Xiaopeng, ada sejumlah Dia menambahkan, dalam hal proyek
rekayasa tenaga listrik terbesar di tantangan dalam pengembangan yang sedang dibangun, upaya
dunia. Pada tahun 2020, Powerchina PLTA, diantaranya kebijakan untuk harus dilakukan untuk mengatasi
Construction Group menempati pengembangan PLTA tidak mencukupi; dampak pandemi Covid-19 dan terus
peringkat No.157 di Fortune 500, No. birokrasi yang rumit; kurangnya jaringan mendorong pembangunan proyek.
5 di 250 kontraktor teknik global ENR, listrik terpadu; pembebasan tanah; dan Dalam hal proyek baru, upaya
dan No. 7 di 250 kontraktor teknik hambatan pembiayaan. “Persyaratan harus dilakukan untuk mendorong
internasional ENR. Paris Agreement, semua negara di implementasi proyek baru seperti
“Sinohydro memain­ proyek PLTA Kayan 1 dan Tampur 1.
kan peran utama
Pengembangan dan Pembangunan PLTA “Sinohydro terus berkomitmen
dalam pengem­ Sinohydro meningkatkan dukungan di PLTA
bangan PLTA di
A. Proyek Selesai:
untuk mencapai target bauranEBT
Indo­nesia, melalui
minimal 23% di 2025, mempercepat
upaya investasi, 1. Sebagai Sub-Kontraktor: PLTA No. 1 Asahan 2x90 MW
pembangunan jaringan listrik
pem­biayaan, ­peren­ 2. Sebagai Kontraktor EPC: Proyek PLTA Air Putih 3x7 MW
nasional, mengatur tatanan
canaan, desain, B. Proyek yang Sedang Berlangsung: pembangunan PLTA, memperkuat
konstruksi, operasi, 1. Sebagai Kontraktor EPC: Proyek PLTA Jatigede 2x55 MW kerjasama internasional dalam
hingga menyebarkan 2. Sebagai Kontraktor EPC: Proyek PLTA Batang Toru 510 MW pengembangan ilmu dan teknologi
pengetahuan 3. Sebagai Kontraktor Utama: Proyek PLTA Bah Karai 2x6,3 MW PLTA, dan memperkuat investasi
dan kete­rampilan C. Proyek yang Direncanakan: China di pembangkit listrik tenaga
profesional,” ucap
1. Sebagai Kontraktor EPC: Proyek PLTAKayan-1 900MW air Indonesia,” pungkas Sun
dia. 2. Sebagai Kontraktor EPC: Proyek PLTA Tampur-1 443MW Xiaopeng. n
Disinggung Sumber: Sinohydro Indonesia

www.listrikindonesia.com 39
HEADLINE fokus utama

Soal kemajuan dan kecanggihan industri


energi terbarukan, negara-negara di
Benua Biru lebih unggul. Seperti Austria
dengan pengelolaan energi airnya, yang
disulap menjadi listrik. Melihat peluang
tersebut, perusahaan nasional EBT
PT Wahana Eco Energi mendatangkan
langsung produk elektrikal mekanikal
pembangkit air dari Austria, demi menjaga
keandalan pembangkit air yang ada di
dalam negeri.  CANDRA WISESA

didesain secara individual dengan


teknologi mutakhir memberikan efisiensi
tertinggi, umur terpanjang, dan menjamin
profitabilitas yang luar biasa.
“Tidak hanya turbin, kita juga memasok
PT WAHANA ECO ENERGI seluruh perlengkapannya mulai dari
generator, hidarulic power unit, dan water
to wire (pekerjaan sipil hingga menjadi

Teknologi Berkualitas
listrik),” bebernya.
Lebih lanjut, Tarita menyampaikan, bah­
wa hingga saat ini perusahaanya sudah
memasok untuk 10 proyek PLTA/PLTM

Demi Keandalan PLTA


atau sebayak 20 unit elek­trikal mekanikal
yang sudah ter­install. Beberapa turbinya
yang sudah terpasang dibeberapa pem­
bangkit di antaranya PLTM di Jambi

T
beroperasi sejak 2012 hingga sekarang,
ampaknya saat ini keandalan mesin- muka di dunia asal Austria, yaitu GUGLER PLTM Muara milik Basara Hydro PLTM
mesin PLTA buatan Austria ini mulai Waterturbine GmbH. Memilih kerja sama pertama yang ada di Bali, PLTM Loda­gung
banyak diminati oleh negara-negara dengan GUGLER Waterturbine, lantaran milik Jasa Tirta Energi, PLTM Beng­kulu
lain, salah satunya Indonesia. Pada era perusahaan tersebut sangat berpenga­ 2x1,5 MW beroperasi 2019, PLTM milik
Jero Wacik sebagai Menteri Energi dan laman dalam manufaktur produk PLTA. Tamaris yang berada di Aceh dengan total
Sumber Daya Mi­ne­ral (ESDM) pada 2014. kapasitas 27 MW, PLTM di wilayah Jawa
GUGLER sendiri sudah lebih dari 100
Peme­rin­tah Indonesia dan Austria bekerja Tengah 2x10 MW, PLTM Lintau 2x5 MW di
tahun, telah mengabdikan diri pada
sama mengembangkan energi baru Sumatera Barat yang kini memasuki tahap
pengembangan dan konstruksi pada in-
terbaru­kan, terutama tenaga air, mulai dari akhir, dan PLTM Cibanteng yang berada di
dustri PLTA/PLTM dengan lebih dari 1.000
teknologi hingga infrastruktur PLTA-nya. Cianjur, Jawa Barat.
turbin yang berhasil dipasang diseluruh
Direktur Utama PT Wahana Eco Energi,
pembangkit air di dunia dengan kapasitas Tarita juga menyebut, saat ini ada 3
Tarita Jacob mengungkapkan alasan
mulai dari 50 kW hingga 25 MW. proyek yang sedang berjalan dan meng-
perusahaannya konsen sebagai pemasok
produk elektrikal mekanikal pembangkit Menurutnya teknologi hidro Austria gunakan turbinya yaitu PLTM Lambur
air, dengan mendatangkan langsung terkenal akan kecanggihan dan 2,4 MW dan Harjosari 3,3 MW berada di
teknologinya dari Austria, Eropa. keandalanya, dan pada tahun 2010 Pekalongan, Jawa Tengah. Kedua PLTM
GUGLER juga pernah memasok turbin ini, memanfaatkan aliran sungai Genteng
Menurutnya, tak hanya membangun yang mengalir di kedua desa tersebut.
untuk proyek PLTA milik Barata. Berawal
infra­struktur, yang utama yaitu keandalan Daya listrik sebesar itu cukup besar
dari itu, Wahana Eco Energi semakin
tek­nologinya. Terkadang masih ditemu- karena akan mampu memenuhi kebutuhan
berniat bermitra dengan GUGLER untuk
kan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sekitar 1,5 juta rumah tangga. 
memasok turbin dan generator PLTA.
atau Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro
(PLTM) yang sudah tidak beroperasi, pa- “Dari pengalaman mereka dan teknologi “Untuk PLTM Lambur dan Harjosari, IPP-
dahal usianya masih seumur jagung. yang dapat diandalankan itu sebabnya kita nya PT Indonesia Power dan EPC-nya PT
memilih mereka (GUGLER),” jelas Tarita. Hutama Karya, kita sebagai pe­nye­dia
“Inilah betapa pentingnya kualitas mesin­ turbinnya. Satu proyek lagi, PLTM di Jabar
nya, belum lagi soal kecanggih­an­nya,” Adapun jenis-jenis dan fungsi produk
4,5 MW pakai turbin kita,” terangnya.
tutur Tarita. elektrikal mekanikal untuk PLTA/PLTM
yang dipasok Wahana Eco Energi antara Ia mengatakan, salah satu keunggulan
Tarita menceritakan awal mula kerja sama produk GUGLER ialah di desain khusus
lain Kaplan-Turbin hingga 20 MW per
dengan pabrikan mesin-mesin PLTA asal sesuai kebutuhan karakteristik PLTA/
unit dengan keunggulan tekanan rendah
Austria. Pada 2013, perusahaanya men­­- PLTM. Jadi estimisai biaya satu proyek
dengan aliran tinggi. Turbin Francis hingga
da­patkan kontrak perdananya dari salah terhadap proyek lain pun menjadi berbeda.
25 MW per unit, untuk aplikasi dengan
satu pengembang PLTA nasional untuk Bagi Tarita industri energi terbarukan di
aliran sedang. Pelton-Turbin hingga 25
pengadaan kebutuhan elektrikal meka­nik­al. dalam negeri memiliki nilai bisnis yang
MW per unit, Pelton-Turbines digunakan
Pihaknya pun segera melakukan kerja untuk head yang lebih tinggi dan arus cerah ke depannya karena ini merupakan
sama dengan perusahaan turbin air terke- yang lebih kecil. Turbin-turbin tersebut energi yang berkelanjutan. n

40 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


fokus utama HEADLINE

PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK.

Raja EPC
& Investasi
Pembangkit Hidro
PT Waskita Karya (Persero) Tbk memiliki sederet
proyek pembangkit hidro baik sebagai kontraktor
Engineering, Procurement, Construction (EPC) bergabung dengan BUMN agar lebih
maupun sebagai pemilik yaitu investasi langsung dipercaya. Nilai jual Waskita cukup
dalam pengembangan pembangkit listrik dari besar, peran dan kontribusi Waskita
mulai di­dengar para investor asing dan
energi baru terbarukan.  Zuchri lokal sehingga mereka ingin bermitra
dengan kami.”

D
irektur Operasi 3 PT Waskita proyek EPC untuk pengembangan PLTA Investasi EBT
Karya (Persero) Tbk Gunadi Kayan, dengan potensi 9.000 MW di Selain mengerjakan kontrak EPC,
men­jelaskan saat ini WSKT fokus Kali­­mantan Utara milik PT Kayan Hydro Waskita juga melakukan investasi
mengerjakan beberapa kontrak EPC, Energy. langsung khusus untuk EBT melalui
seperti pembangunan 5 unit pembangkit “Divisi EPC Waskita menjalin kerja anak usahanya, PT WKI. Saat ini, per­se­
listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) di Su­ sama persiapan kerja sama investasi roan telah mengoperasikan PLTA Sangir
matera Utara total berkapasitas sekitar dan konstruksi dengan PT Kayan 2x6 MW di Sumatera Barat melalui anak
50 megawatt (MW) milik PT Terregra Hydro Energy. Dari satu sungai akan usaha WKI, PT Waskita Sangir Energi.
Asia Energy Tbk. senilai Rp 2,5 triliun. dibuat 5 bendungan, untuk Unit-1 900 Waskita juga akan investasi untuk
Kelima unit PLTMH itu telah melakukan MW. Saat ini sudah menyelesaikan membangun PLTA Wado 50 MW di
perjanjian jual beli listrik (PPA) dengan studi kelayakan, tetapi masih memper­ Sumedang, Jawa Barat. Menurutnya,
PLN. “Mereka menggandeng Waskita di hitungkan permintaan listrik di wilayah PLTA Wado segera menyelesaikan
proyek ini. Saat ini kami sedang proses itu,” ujarnya kepada Listrik Indonesia, perjanjian jual beli listrik dengan PLN.
survei lokasi, kemudian pendataan lahan.” Kamis (11/2).
“Investasi PLTA Wado sekitar Rp
Waskita juga mendapatkan kontrak EPC Dia menilai bahwa PLTA Kayan akan 1,2 triliun. Proyek ini milik WKI dan
lainnya dari Terregra senilai Rp10 triliun menjadi penyumbang EBT terbesar pengerjaan EPC dilakukan oleh Divisi
untuk 2 unit pembangkit listrik tenaga di wilayah tengah Indonesia sehingga EPC Waskita. Saya mendapatkan
air, yaitu PLTA Teunom-2 berkapasitas bisa menjadi cadangan energi ke depan informasi, PPA paling lambat diteken
2x165 MW dan PLTA Teunom-3 berka- ketika suplai batu bara mulai menurun. Juni 2021, sehingga Juli atau Agustus
pasitas 2x95 MW yang berlokasi di “Bahkan, impor listrik dari Malaysia bisa lmemulai pekerjaan di lapangan.
Aceh. PLTA ini belum melakukan PPA di Kalimantan Barat bisa ditutup dari Waskita bekerja secara paralel, yaitu
dengan PLN. “Namun, sudah ada di pembangkit ini.” mengurus persiapan lahan dan izin
dalam RUPTL.” Waskita, katanya, juga mengerjakan dahulu seperti penggantian lahan dan
Bahkan, lanjutnya, PT Waskita kontrak ECP untuk PLTU Malinau Unit-1 lainnya.”
Infrastruktur Energi (WKI), anak usaha dan Unit-2 berkapasitas 2x3 MW di
Dia menegaskan khusus untuk
Waskita Karya, ingin mengambil alih Kalimantan Utara. PLTU Malinau Unit-1
investasi, Waskita Karya Infrastruktur
5-10% saham PLTA ini. Selain itu, PT 3 MW telah beroperasi.
akan difokuskan pada EBT, sedangkan
Inalum sedang mencari tambahan Dia menjelaskan bahwa Waskita meng­ untuk kontraktor Divisi EPC masih
listrik sehingga ada rencana untuk gunakan strategi dalam men­dapatkan bisa menggarap proyek fosil dan
bekerja sama dengan Terregra dalam kontrak lebih awal untuk proyek yang EBT. Waskita juga sedang membidik
pembangunan PLTA Teunom. bersifat jangka panjang. pembangunan PLTA 20 MW di Pulau
Waskita juga sedang melakukan studi “Akhirnya investor asing dan lokal pun Buru, Maluku. n

www.listrikindonesia.com 41
HEADLINE fokus utama

Kontribusi Barata
di Teknologi Pembangkit Hidro

PT Barata Indonesia (Persero) menjadi bagian dari perjalanan


panjang pengembangan pembangkit listrik hidro di Indonesia.
Seiring berjalannya waktu, perusahaan yang dinasionalisasi
dari perusahaan Belanda, Machinefabriek Braat NV, menjadi PN
Barata pada 1961, terus bertransformasi melalui empat bidang
usaha, yaitu industri pangan, industri energi, industri air, serta
permesinan dan komponen melalui semangat "Advancement
Through Technology".  Turiman Sofyan

B
erbicara mengenai sumber daya mengatakan, pada Tahun 1957, Ir. Berencana, yang digulirkan Presiden
air (SDA) bagi pengembangakan Juanda memperkenalkan Wawasan Pertama RI, Soekarno.
kelistrikan, Indonesia memiliki Nusantara, yang mencakup maritim dan
“Jepang melirik potensi SDA untuk
potensi yang sangat besar. Indonesia, dirgantara. Artinya, lautan yang berada
pembangkit hidro di Indonesia, dengan
sebagai negara kepulauan terbesar di diantara kepulauan Indonesia dan ruang
investasi membangun bendungan untuk
dunia, memiliki luas wilayah perairan udara diatasnya merupakan wilayah
PLTA Tangga dengan memanfaatkan air
yang lebih besar dibandingkan luas kedaulatan Indonesia.
Danau Toba melalui Sungai Asahan di
daratan. Karenanya, Indonesia disebut
“Tetapi hal ini memerlukan waktu Sumatera Utara, pada tahun 1962,” ujar
sebagai negara maritim, dan tak ber­
yang cukup lama setelah mendapat pria yang menduduki posisi Dirut PT
lebihan jika menyebut kita hidup dari air.
pengakuan dunia pada tahun 1982 Barata Indonesia (Persero), sejak akhir
Terkait pengembangan dan pemanfaat­ dengan penerapan UNCLOS, 2019 hingga saat ini.
an SDA di Tanah Air, khususnya pem­ khususnya Zona Ekonomi Ekslusif
Kunci dari produksi aluminium adalah
bang­kit listrik hidro, tidak terlepas dari (ZEE) Indonesia. Sebelumnya, dapat
tersedianya sumber daya energi listrik
perjalanan bangsa ini dalam meng­isi kita bayangkan, di dalam NKRI
yang murah serta bahan baku alumina.
ke­mer­dekaan. Hal ini sangat berhu­bung­ terdapat perairan internasional yang
Listrik merupakan komponen penting
an dengan adanya pengakuan dunia menghubungkan pulau-pulau yang
dalam proses produksi aluminium. “PT
ter­hadap wilayah perairan Indonesia, menjadi wilayah kedaulatan Indonesia,”
INALUM (Persero) memiliki tiga buah
yang diperoleh dan membutuhkan kata pria yang akrab disapa Harry,
bendungan dan dua PLTA yang disebut
waktu sangat panjang sebagai negara kepada Listrik Indonesia, melalui
juga dengan Proyek Asahan 2, yaitu
yang berdaulat. Lima tahun setelah platform Zoom, beberapa waktu lalu.
Bendungan Pengatur, Bendungan
Proklamasi Kemerdekaan, seiring
Sejak tahun 1960-an, Indonesia mulai Si­gura­gura dan Bendungan Tangga
hadirnya Undang-undang Dasar Se­men­
membangun sektor industri. Salah serta PLTA Siguragura (286 MW) dan
tara (UUDS) 1950, bangsa Indonesia
satunya langkah yang dilakukan PLTA Tangga (317 MW). Kedua PLTA
baru mendapatkan pengakuan dunia
menasionalisasi Machinefabriek Braat ini dapat beroperasi dengan baik dalam
sebagai Negara Kesatuan Republik
N.V., yang berdiri pada 1901 menjadi PN memenuhi kebutuhan energi listrik Per­
Indonesia (NKRI).
Barata (1961), yang merupakan cikal seroan,” jelas penyandang gelar Doktor
Direktur Utama PT Barata Indonesia bakal PT Barata Indonesia (Persero), Industri Strategis di Universitas Iowa,
(Persero) Fajar Harry Sampurno, melalui gerakan Pembangunan Semesta Amerika Serikat.

42 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


fokus utama HEADLINE

harus dibangun PLTA. Oleh sebab


itu, nama kementeriannya bernama
Departemen Pekerjaan Umum dan
Peran Barata Indonesia
Tenaga Listrik (PUTL), dengan Ir. Sutami
Dalam merespons perkembangan
menjadi Menteri PUTL,” kata Harry.
infrastruktur yang cepat saat ini,
Sejak 1970-an, mulai ramai pembangun­­ PT Barata Indonesia (Persero)
an bendungan di seluruh Indonesia, konsisten menyiapkan strategi untuk
termasuk rencana pembangunan di memberikan solusi yang terbaik
Papua dan Nusa Tenggara. Bendungan kepada para stakeholder. Perbaikan
harus ada tersiernya, yaitu irigasi dan telah mendorong seluruh sektor dalam
PLTA. “Sejak saat itu, pemerintah perusahaan untuk terus merespons
dan mengejar pasar nasional, regional,
mulai membangun bendungan dan
serta internasional yang kian dinamis.
PLTA, seperti PLTA Karangkates, PLTA
Jatiluhur, dan PLTA Jatigede. Dari “Visi baru perusahaan yang telah di­
pihak swasta ada PLTA Tangga milik dekla­rasikan yakni menjadi perusahaan
INALUM," kata dia. yang sehat, kuat dan berdaya saing
tinggi serta tetap memiliki perhatian
Perkembangan PLTA kembali meng­alami terhadap inovasi dan perkembangan
pasang surut. Setelah pemerintahan teknologi di bidang Manufaktur, Enji­­
mem­­ben­tuk Pertambang­an dan Energi nering, dan Konstruksi, telah men­jadi
(Pertamben), pemba­ngun­an PLTA arah baru perusahaan untuk tum­buh
menjadi bagian dari Per­tamben. “Mulai dan mencapai target. Manajemen akan
saat itu pemba­ngunan bendungan dan terus meningkatkan project management
PLTA praktis tidak ada lagi. Peran PLTA dalam rangka untuk memperkuat
mulai digantikan oleh pembangkit listrik proyek-proyek EPC, termasuk di sektor
berbahan bakar fosil, seperti PLTU pembangkit listrik,” jelas Harry.
Profil dan PLTD. Saat itu bahan bakar fosil Saat ini, Barata Indonesia tengah mem­
(batu bara dan solar) harganya sangat bangun kompetensi dari manufaktur
Nama : Fajar Harry Sampurno murah,” jelas Harry. bidang hydro mechanical dengan
Kelahiran : Blitar 18 April 1966 adanya divisi yang khusus untuk SDA
Selanjutnya, "Memasuki pasca refor­ (untuk bendungan) dan divisi yang
Jabatan : Direktur Utama masi, yang semakin memukul sektor khusus untuk turbin, yang berlokasi
PT Barata Indonesia (Persero) industri berdampak pada pemba­ di Cilegon, ex PT Siemens (untuk
Pendidikan : - S1 di Universitas Brawijaya ngun­an bendungan dan PLTA. BUMN pembangkit listrik). “Produk kami
- Master Manajemen Teknologi kekaryaan tidak berjalan, sehing­ga sudah diekspor ke sekitar 17 negara,
di Monash University, Australia berimbas secara langsung terhadap seperti Jerman, Armenia, Rusia,
- Doktor Industri Strategis PT Barata Indonesia. Pemba­ngunan Cekoslovakia, Afrika, Amerika Selatan,
di Universitas Iowa, AS bendungan dan PLTA yang telah dirintis dan sebagainya, melalui PT Siemens
Jabatan Penting dan Strategis: sejak 1957, mengalami penurunan dalam dan GE."
- Deputi Bidang Usaha Pertambangan, geliat perkembangannya,” ucap dia. Barata Indonesia sudah berusia 119
Industri Strategis dan Media, Dia menambahkan, meski lima tahun tahun dan berubah menjadi perseroan
Kementerian BUMN RI pada 2015- 2019 terakhir, Kementerian PUPR kembali memasuki usianya ke 50 tahun, terus
- Direktur Utama PT Industri Kapal Indonesia membangun bendungan yang relatif berupaya menjadi EPC manufacture,
(Persero) pada 2011-2012 cukup banyak. Akan tetapi, tujuan bukan hanya sebatas kontraktor sipil
pembangunan bendungan saat ini saja. “Meskipun, rintangan ada dimana-
- Direktur Utama PT DAHANA (Persero) mana, dukungan yang terintegrasi dari
pada 2012-2015 untuk irigasi, pengendalian banjir, dan
semua sektor siap untuk memberikan
air baku. “Sayangnya, pembangunan
- Komisaris di PT Bank Tabungan Negara solusi yang lebih baik. Salah satu
(Persero) Tbk, pada 2015 – 2016 bendungan tidak diikuti geliat pem­ strategi yang diterapkan oleh
ba­ngunan di sisi tersiernya, seperti manajemen ialah dengan mempercepat
- Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara
persawahan dan PLTA. Padahal, peningkatan Human Capital, karena
(Persero) Tbk pada 2016- 2018
pengen­dalian banjir belum optimal, sektor ini diyakini menjadi sektor
- Komisaris PT INALUM (Persero) pada 2018 - sebab musibah banjir masih kerap terpenting untuk mencapai tujuan
akhir 2019 terjadi,” ujar Harry. perusahaan,” jelas Harry.
- Direktur Utama PT Barata Indonesia (Persero)
pada akhir 2019 - saat ini. Kondisi ini memerlukan koordinasi Di Indonesia, Barata Indonesia memain­
dan komunikasi untuk memanfaatkan kan peranan penting dalam industri en-
bendungan yang dibangun Kementerian ergi di Indonesia, salah satunya adalah
PUPR, dengan Kementerian Pertanian, di industri pembangkit listrik dengan
Momentum Proyek PLTA kompetensi untuk mem­produksi kom-
Kementerian ESDM, dan Pemda dalam
Selanjutnya, di masa pemerintahan upaya mengembangan PLTA. ponen pembangkit listrik serta memiliki
Presiden Soeharto, setiap pembangun­ pengalaman dalam mengerjakan EPC
an bendungan harus dilengkapi “Seiring perkembangan zaman diperlu­ project pembangkit listrik seperti PLTU
dengan pengembangan PLTA. Seperti kan Good Corporate Governance (GCG) NTB (2x25 MW), PLTG Belawan (1x48
PLTA Jatiluhur di Purwakarta dan atau keterbukaan, tetapi jangan sampai MW), PLTMH Walessi (500 kW), PLTMH
PLTA Karangkates di Malang. “Setiap menjadi rancu untuk mem­ba­ngun Kayu Aro (900 kW), dan lain-lain. n
bendungan yang dibangun memiliki bisnis di PLTA,” tegas lulusan S-1 dari
potensi untuk menghasilkan listrik dan Universitas Brawijaya, Malang.

www.listrikindonesia.com 43
HEADLINE fokus utama

PT Kayan Hydro Energy

Menilik Hidro Terbesar


di Pulau Borneo
Pemanfaatan aliran
Sungai Kayan menjadi
sumber listrik sudah
direncanakan sejak
lama. Dengan potensi
“Setelah gudang bahan peledak selesai,
9.000 MW, Pembangkit dilanjutkan ke perizinan. Selesai
Listrik Tenaga Air dari sana, PT KHE akan langsung
(PLTA) Kayan bakal melakukan pekerjaan peledakan. Alat
menjadi lumbung berat diangkut dari Tanjung Selor
ke lokasi di Kabupaten Bulungan
energi hijau di Pulau melalui sungai,” ujarnya kepada Listrik
Borneo. Calon Ibu Indonesia, Kamis (11/2/2021).
Kota Negara yang Dia menuturkan, PLTA Kayan Unit-1 dan
mengusung konsep Unit-2 ditargetkan selesai beroperasi
Green City akan pada 2025. Selanjutnya pembangunan
bendungan 3, 4, dan 5 ditargetkan
ditopang oleh energi selesai pada 2029. KHE bermitra
bersih dari aliran dengan PT Waskita Karya (Persero)
sungai Kayan yang Tbk. dalam pembangunan pembangkit
hidro terbesar di Indonesia ini.
melintasi Kabupaten Khaeroni
Malinau dan Bulungan “Setelah penyelesaian pembangunan
PLTA Kayan 1, dimulai pembangunan Direktur Operasi
di Kalimantan Utara. bendungan PLTA Kayan 2, dan PT Kayan Hydro Energy
 Zuchri seterusnya. Dengan begitu,
pembangunan PLTA oleh KHE di
Kalimantan Utara ini akan berjalan parti­sipasi di dalam tender PT PLN
berkesinambungan. Kami rencana awal (Persero) untuk masuk dalam Daftar

P
menyuplai hampir 1.000 MW dari PLTA Penyedia Terseleksi (DPT). Dokumen
T Kayan Hydro Energy (KHE)
Kayan 1 untuk memenuhi kebutuhan kelengkapannya sudah di-submit dan
menjadi pengembang listrik swasta
kawasan industri. Sekitar 1–2 tahun tinggal menunggu pengumuman.
(IPP) PLTA Kayan. Direktur Operasi
pertama, bisa sekalian menggerakkan
KHE Khaeroni, yang akrab disapa Roni Untuk membangun bendungan, PT KHE
industri. Untuk 4–5 tahun berikutnya
menjelaskan, kondisi terkini di lokasi harus melakukan pembebasan lahan
akan dihasilkan sekitar 5.000 MW. Lalu
proyek PLTA Kayan dalam proses dan merelokasi warga. “Relokasi warga,
9–10 tahun berikutnya, akan dihasilkan
mobilisasi alat berat, termasuk kontainer relokasi dua desa itu pada prinsipnya
daya energi listrik, yang total seluruhnya
untuk gudang bahan peledak. KHE juga dua desa sudah setuju untuk direlokasi
9.000 MW,” ujarnya.
sedang melakukan kajian topografi di tempat yang sudah tentukan. Di
untuk akses jalan menuju bendungan. Menurutnya, PT KHE sedang ber­ Desa Long Lejuh dan Long Pelban itu

44 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


fokus utama HEADLINE

di sisi kanan sungai, mereka sudah


menentukan tempatnya dan mereka
telah sepakat. Juga sudah disetujui
masyarakat desa tersebut. Mereka yang
menunjuk, menentukan, menyetujui dan
dua desa tersebut sudah mengusulkan
ke PT KHE dan juga dari Pemerintah
Kabupaten Bulungan mendukung
dengan direvisinya Tata Ruang
Kabupaten Bulungan Tahun 2021.”
Investasi PLTA Kayan mencapai
US$17,8 miliar atau lebih dari Rp250
triliun. PT Kayan Hydro Energy sudah
mendapat rating 5AA3 dari Dun
& Bradstreet. Investor KHE telah
menggelontorkan dana lebih dari Rp2
triliun sejak 2011.
Roni menambahkan bahwa KHE
harus merintis dari awal lokasi proyek pengembangan PLTA Kayan. strategis. “Dengan lokasi yang strategis
yang masih berupa hutan belantara Terkait dengan transmisi, katanya, PT ini, Kaltara tengah direncanakan
tanpa infrastruktur. PT KHE sudah KHE sudah melakukan perencanaan sebagai salah satu pusat kawasan
menandatangani kontrak engineering, untuk membangun transmisi 500 kV ekonomi baru di Indonesia.”
procurement, and construction (EPC) dari bendungan ke Tanjung Selor dan
dengan Sinohydro Corp. Ltd. pada Pemerintah juga akan mengembangkan
akan bekerja sama dengan PLN untuk Kawasan Industri dan Pelabuhan
31 Oktober 2018 dan telah mulai membangun jaringan transmisi.
melakukan pekerjaan awal. Internasional Tanah Kuning Mangkupadi
Roni memaparkan bahwa pemerintah Kaltara sehingga suplai listrik dari
Menurutnya, medan yang sangat pusat memberikan perhatian khusus PLTA Kayan akan terintegrasi dengan
berat serta aliran sungai yang sangat dalam pembangunan di Kalimantan kawasan industri itu. n
deras menjadi salah satu kendala Utara karena lokasinya yang cukup

www.listrikindonesia.com 45
HEADLINE fokus utama

PT Nusantara Infrastructure
Tbk. sedang melakukan studi
kelayakan untuk beberapa jenis
pembangkit listrik dari energi
baru dan terbarukan, yaitu
pembangkit hidro, pembangkit
listrik tenaga biomassa (PLTBm),
pembangkit listrik tenaga surya
(PLTS), dan pembangkit listrik
tenaga sampah (PLTSa).
 Zuchri

Mengintip
Portofolio META
di Pembangkit Hidro
R
encana investasi emiten berkode bahan bakar (feedstock) PLTBm Siantan. wong­an air (tunnel) sepanjang 1,6
saham META itu akan dilakukan km. “Terlebih lagi pada tahap akhir
Direktur Utama PT Energi Infranusan­
melalui anak usahanya yang penye­lesaian proyek muncul pandemi
tara Ridwan Irawan menjelaskan, EI
fokus di sektor usaha pembangkitan Covid-19 yang cukup menganggu pro­ses
melalui melalui anak usahanya, PT
dan pengoperasian pembangkit listrik konstruksi, dan mengakibatkan ter­tunda­
Inpola Meka Energi (IME), pada akhir
khususnya energi baru dan terbarukan, nya jadwal commissioning dan COD.”
tahun lalu sudah mulai mengoperasikan
yaitu PT Energi Infranusantara (EI). Saat
ini, Energi Infranusantara telah memiliki
PLTA Lau Gunung. Kendala Pembangkit Hidro
dan mengoperasikan dua pembangkit “Alhamdulillah beroperasi dengan lancar, Ridwan menuturkan, proses konstruksi
EBT. EI juga masih fokus di pembangkit tidak ada kendala signifikan. Hanya sempat terkendala dan terhenti karena
hijau. persoalan standar seperti pembangkit masalah logistik maupun tenaga
hidro lainnya, seperti sampah yang kerja. Pandemi, lanjutnya, menuntut
Pertama, Pembangkit Listrik Tenaga perusahaan untuk memanfaatkan
terbawa air dan sedimen,” ujarnya
Mikro Hidro (PLTMH) Lau Gunung teknologi online dengan kontraktor yang
kepada Listrik Indonesia, Kamis
berkapasitas 15 megawatt (MW) yang berkedudukan di Austria.
(28/1/2021).
berlokasi di Kabupaten Dairi, Sumatera
Utara. Pembangkit hidro ini telah Ridwan menuturkan, sebenarnya “Alhamdulillah pada akhirnya di akhir
beroperasi (commercial operate date/ PLTMH Lau Gunung masuk kategori 2020, IME [PT Inpola Meka Energi]
COD) sejak pertengahan Desember pembangkit listrik tenaga air (PLTA) menandatangani berita acara COD
2020. karena kapasitasnya 15 MW. Namun, dengan PLN dan telah mulai melakukan
perjanjian jual beli listrik (power pur­ operasionalnya,” ujarnya.
PLTMH Lau Gunung dioperasikan oleh
chase agreement/PPA) dengan PT PLN Secara umum, katanya, tantangan
PT Inpola Meka Energi yang 61%
(Persero) saat ini menggunakan acuan pembangunan PLTA/PLTMH adalah
sa­hamnya dimiliki PT Energi Infra­ pembangkit hidro dengan kapasitas 10 lokasi yang cenderung berada di remote
nusantara dan 39% milik PT PP Energi, MW sehingga masih disebut PLTMH. area dan dalam hal tertentu dengan
anak usaha PT PP (Persero) Tbk.
Menurutnya, Energi Infranusantara kontur yang kemungkinan tidak rata.
Kedua, PLTBm Siantan 15 MW di berencana melakukan amandemen PPA Dengan demikian masalah logistik,
Mempawah, Kalimantan Barat. EI dengan PLN menjadi PPA 15 MW pada mobilisasi peralatan, maupun tenaga
mengakuisisi PLTBm Siantan pada tahun ini. kerja menjadi tantangan tersendiri.
2018 dari PT Rezeki Perkasa Sejahtera “Namun, hal ini bukan merupakan
Lestari. Sampai saat ini PTLBm Proses penyelesaian konstruksi, uji coba halangan yang tidak dapat diatasi.”
Siantan beroperasi dengan baik dan (commissioning), dan COD, katanya,
Demikian pula harus diperhatikan
sudah banyak membantu masyarakat menghadapi tantangan tersendiri kare­na
lokasi pembangkit masih dalam radius
sekitar dan pabrik kelapa sawit dalam lokasi pembangkit yang cukup remote
terjangkau dengan sistem transmisi
memanfaatkan limbah produksi sebagai dan desain yang menggunakan tero­
atau gardu PLN demi pertimbangan

46 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


fokus utama HEADLINE

ekonomis konektivitas ke PLN. “Hal-hal


tersebut merupakan perhatian kami pada
saat melakukan pembangunan PLTA Lau
Gunung.”
Selain PLTMH Lau Gunung, PT Energi
Infranusantara akan membangun PLTA
di lokasi yang berbeda. EI, katanya, bisa
bermitra lagi dengan PT PP Energi maupun
mitra lain. “Tentunya selama kami dan
partner dapat saling melengkapi dan mem­
berikan manfaat satu sama lain. Dalam
mengembangkan dan membangun pem­
bangkit lain, kami akan melakukan melalui
anak perusahaan lain karena PT Inpola Meka
Energi sebagai IPP [independent power Fokus Bidik menunggu proses lelang dari PLN.
Adapun, pengembangan proyek
producer] tidak dimungkinkan memiliki
PPA lagi di samping PPA yang sudah ada,” Pembangkit Hijau lain yang akan berjalan searah
jelasnya. dengan RUPTL yang diharapkan
Menurutnya, PT EI masih relatif baru
dalam memulai dan mengembangkan
B erawal dari akuisisi PLTBm
Siantan 15 MW di Kabupaten
Mempawah pada 2018, kini PT
segera diterbitkan oleh PLN/
Kementerian ESDM.
kegiatan usaha pembangkit listrik. Saat ini, “Kami juga sangat berharap
Energi Infranusantara (EI) telah
PT EI memiliki dan mengoperasikan dua Perpres EBT ataupun UU EBT
memiliki PLTMH 15 MW yang baru
pembangkit EBT dengan total kapasitas segera diterbitkan oleh Peme­rin­
beroperasi pada pertengahan
30 MW, yaitu PLTMH Lau Gunung 15 MW tah untuk memberikan kepastian
Desember 2020. Kini, Energi
dan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa usaha dan investasi bagi para
Infranusantara telah memiliki 2
(PLTBm) Siantan 15 MW di Mempawah, pengembang EBT,” tuturnya.
aset pembangkit EBT dengan
Kalimantan Barat. total kapasitas 30 MW. Selain Terkait dengan strategi akuisisi
Selain itu, Energi Infranusantara juga masih yang sudah beroperasi, anak pem­bangkit yang sudah berope­ra­
mengembangkan dan menjajaki beberapa usaha PT Nusantara Infrastructure si, katanya, akan lebih meng­hemat
proyek pembangkit EBT lainnya, seperti Tbk. itu sedang melakukan studi waktu pengembangan dan kon­
PLTA, PLTBm, PLTS, dan PLTSa. kelayakan beberapa pembangkit struksi. Selain itu, melalui akui­sisi,
Ridwan mengakui bahwa potensi pengem­ EBT, seperti PLTMA, PLTS, perusahaan dapat melihat kinerja
bangan PLTA/PLTMH di Indonesia sangat PLTBm, dan PLTSa. aset, baik secara operasional
besar dan menjanjikan. Berdasarkan data maupun revenue yang dihasilkan.
Energi Infranusantara berencana
Kementerian ESDM, total potensi kapasitas untuk terus mengembangkan “Tentunya kami harus melakukan
EBT di Indonesia mencapai lebih dari 400 dan meningkatkan kapasitas investigasi dan uji tuntas secara
GW, sedangkan pemanfaatannya masih pembangkit EBT. mendalam mengenai kualitas dan
rendah. Sementara itu, porsi pembangkit
kelayakan aset tersebut, baik
EBT baru mencapai sekitar 14% dari total Pada tahun 2021, EI memiliki
dari konstruksi sipil, mesin, turbin
kapasitas terpasang. Di sisi lain, Indonesia target untuk dapat melakukan
dan generator, warranty mesin-
mengejar target bauran energi bersih 23% amendemen PPA Lau Gunung
mesin tersebut, dan bagaimana
pada 2025. menjadi 15MW di samping upaya
operasional mesin tersebut secara
Adapun, dari total kapasitas EBT sekitar efisiensi operasi pembangkit.
aktual dibandingkan dengan PPA
400 GW, katanya, potensi PLTA/PLTMH “Tentunya pengembangan proyek dengan PLN, perjanjian kredit
mencapai 75 GW. Menurutnya, masih kami baik yang greenfield [baru] dengan bank, review keuangan,
terdapat potensi besar pengembangan maupun melalui akuisisi pem­bang­ pajak, legal maupun perijinan yang
pembangkit hidro. “Memang biaya investasi kit yg sudah beroperasi maupun bersangkutan.”
PLTA bukanlah yang termurah di antara dalam tahap pengembangan atau
berbagai jenis EBT yang ada, tetapi apabila Sebaliknya, jika EI membangun
konstruksi,” ujar Direktur Utama
sudah beroperasi dapat dikatakan biaya sendiri, perusahaan akan
PT Energi Infranusantara, Ridwan
operasionalnya relatif murah. Oleh karena mengetahui secara persis kualitas
Irawan.
itu, PLTA/PLTMH merupakan salah satu jenis aset. Namun, akan memakan
pembangkit EBT yang sudah lebih banyak Menurutnya, dalam 5 tahun ke waktu, tenaga dan biaya dari
dikembangkan di Indonesia dibandingkan depan, EI menargetkan dapat proses pengembangan hingga
jenis-jenis EBT lainnya.” mengoperasikan pembangkit mulai beroperasi.
lis­trik EBT dengan total kapasi­
Ridwan memaparkan bahwa masing- Ridwan mengakui bahwa saat ini
tas 200 – 300 MW. “Kami sangat
masing jenis EBT memiliki kelebihan dan ada beberapa potensi yang tengah
berminat untuk dapat me­ngem­
kekurangan. “Kami berkeyakinan bahwa dijajaki oleh EI untuk mengakuisisi
bangkan proyek-proyek EBT
potensi pengembangan PLTA di Indonesia beberapa pembangkit EBT.
dengan skala besar untuk dapat
masih sangat besar, tentunya perlu dukungan “Kami selalu terbuka untuk atas
mencapai target kami tersebut.”
dan kerja sama dari berbagai pihak terkait kesempatan akuisisi. Beberapa
seperti Kementerian ESDM, PLN, pemerintah Saat ini, EI sedang mengembang­ perusahaan pembangkit ada yang
dan masyarakat setempat maupun lembaga kan proyek PLTA di luar Jawa dan menawarkan kepada kami.” n
keuangan.” n

www.listrikindonesia.com 47
HEADLINE fokus utama

TAMARIS HYDRO

TERUS MEMBURU MINI HIDRO


JAKARTA – PT Tamaris
Hydro, pengembang
listrik swasta (IPP) yang
fokus mengembangkan
pembangkit listrik tenaga
mikro hidro (PLTMH), akan
terus melakukan ekspansi
mini hidro dengan
kapasitas di bawah 10
megawatt (MW) ke seluruh
wilayah Indonesia.
 Zuchri

M
ohammad Syahrial, Presiden “Kami ini pengembang yang serius, dengan 5 MW.
Direktur PT Tamaris Hydro, PJBL [perjanjian jual beli listrik]
Syahrial menilai beleid itu akan menjadi
menjelaskan bahwa total belum diteken pun kami sudah mulai
insentif bagi IPP karena ada konversi
kapasitas PLTMH perusahaan sampai melakukan persiapan di lapangan. Kami
investasi jaringan transmisi ke dalam
Desember 2020 sebesar 100,8 MW harus menunjukkan ke customer [PLN
harga jual listrik PLN mencapai 30%.
yang tersebar di 10 lokasi. di daerah terkait] bahwa kami ini serius,
“Jika skema ini berjalan, pengembangan
bukan menjual izin. Kami memang ingin
“Saat ini kami sedang melakukan PLTMH akan lebih serius lagi, kita
membangun listrik di Indonesia.”
konstruksi dua unit PLTMH, di Tapanuli semua akan bekerja sama dengan PLN.”
Utara, Sumatera Utara berkapasitas Syahrial menambahkan, potensi
Terkait dengan draf Perpres itu, Syahrial
10 MW dan di Lampung berkapasitas mikro hidro di Indonesia sangat besar
menuturkan bahwa bisnis model Tamaris
7 MW. Kami masih berkembang untuk sehingga Tamaris siap membangun
harus lebih adaptif. Berdasarkan draf
terus belajar dalam membangun PLTMH PLTMH selama mendapatkan izin dari
Perpres itu, PLTMH dengan kapasitas di
di bawah 10 MW,” ujarnya kepada Listrik PT PLN (Persero). “Jika ada tender
bawah 5 MW mendapatkan feed in tariff
Indonesia, Kamis (21/1/2021). PLTMH lagi, nanti kami ikut lagi. Kami
yang cukup menarik sehingga banyak
masih membidik PLTMH di tempat lain
Syahrial menuturkan bahwa PLTMH di IPP tertarik untuk mengembangkan mini
karena potensinya sangat besar sekali.”
Lampung Barat masih dalam proses hidro berkapasitas di bawah 5 MW.
menuju penandatanganan jual beli listrik Dia menegaskan dua kunci utama dalam
Tamaris Hydro cukup agresif
(PPA), sedangkan PLTMH di Tapanuli pengembangan PLTMH adalah daya
dalam pengembangan PLTMH.
Selatan, Sumatera Utara berkapasitas serap listrik dan kesiapan gardu induk
Selama 2011—2020, Tamaris sudah
10 MW dalam tahap konstruksi. Setelah dan transmisi.
mengoperasikan 10 unit PLTMH dengan
dua unit PLTMH ini beroperasi secara
Terkait dengan pengembangan energi total kapasitas100,8 MW.
komersial (commercial operate date/
baru dan terbarukan (EBT), pemerintah
COD), Tamaris akan memiliki 12 unit Kendala Perizinan
segera merilis Peraturan Presiden
PLTMH dengan total kapasitas 117,8
(Perpres) tentang Tarif Listrik EBT. Syahrial memaparkan kendala utama
MW.
Salah satu poin dalam Perpres Tarif EBT dalam pengembangan pembangkit
Menurutnya, kendati masih dalam itu adalah Feed in Tariff (FiT) staging adalah perizinan. Untuk membangun
proses menuju tahap PPA, Tamaris 2 tahap tanpa eskalasi, faktor lokasi PLTMH, lanjutnya, membutuhkan lebih
sudah mulai menyiapkan pekerjaan berlaku pada staging 1, yaitu salah dari 16 perizinan. Untuk mengurus 16
dan fasilitas di lapangan untuk satunya untuk PLTA/PLTMH (termasuk perizinan itu membutuhkan waktu 1—1,5
pengembangan PLTMH Lampung. PLTA waduk) dengan kapasitas sampai tahun. Kendala lainnya adalah proses

48 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


fokus utama HEADLINE

penetapan dan pemilihan, pengadaan, menjadi pilihan karena memiliki biaya 2022 ketika dua proyek PLTMH tuntas.
serta assesment proyek di PLN yang produksi per kWh yang relatif rendah Sementara itu, rerata capacity factor
bisa membutuhkan waktu 2 tahun. dibandingkan dengan pembangkit EBT (CF) 10 unit PLTMH Tamaris sekitar
lainnya. Investasi pembangkit mini hidro 60%.
Tamaris membutuhkan waktu konstruksi sekitar US$2 juta – US$2,3 juta per
PLTMH rerata 15—16 bulan, instalasi Syahrial menambahkan, operasi dan
kWh.
mekanik elektrikal 3 bulan, sehingga pemeliharaan dilakukan sendiri oleh
waktu yang diperlukan sampai Syahrial menargetkan Tamaris dapat Tamaris dengan peralatan utama cukup
beroperasi secara komersial sekitar menyelesaikan dua proyek PLTMH pada bervariasi dari manufaktur India, Eropa,
21—24 bulan. 2021 serta Operational Improvement dan China. Adapun, setiap kegiatan
dan jaringan. Kapasitas PLTMH Tamaris operasi Tamaris sudah lolos ISO 9001 &
Syahrial menambahkan, ke akan bertambah menjadi 117,8 MW pada ISO 14001. n
depan Tamaris Hydro akan fokus
pengembangan PLTMH di Sumatera,
yaitu di daerah-daerah yang
dalam waktu 5-6 tahun ke depan
diproyeksikan akan berkembang
sehingga membutuhkan tambahan daya
listrik. “Tamaris fokus pada mini hidro
dari aliran sungai [run of river]. Tamaris
memiliki tim engineer yang cukup, 1
tahun kita bisa bangun 3 mini hidro
secara paralel.”
Menurutnya, pembangkit hidro bisa

Senyum Masyarakat Itu


The Real Income
“Kepuasan saya bukan hanya soal Anda bisa bangun berapa unit? Apa Setelah mendirikan Tamaris pada
bisnis listrik hidro, tetapi ketika saya saja komponen water way [saluran 2011, Syahrial mulai membangun
bisa berkontribusi untuk orang lain air]? Berapa biaya 1 meter water way? PLTMH pertamanya di Lombok, yaitu
di sekitar lokasi PLTMH. Proses Mereka pun membuka kerja sama PLTMH Segara berkapasitas 7 MW.
membangun, mengelola, berinteraksi dengan Tamaris, kami mendapatkan PLTMH pertama itu pun mampu COD
dengan fungsi sosial, memanfaatkan trust dari mereka.” tepat waktu pada 2013, yaitu proses
sumber daya manusia setempat dan konstruksi selama 23 bulan.
Syahrial pun memantapkan diri untuk
memberikan multiplier effect yang lebih
mendirikan PT Tamaris Hydro pada “Kami senang sekali, karena bukan
konkret, itu semua the value of PLTMH.”
2011. Dia menceritakan ketika Tamaris sekadar bisnis listrik, tetapi bagaimana
Kalimat itu meluncur dari seorang membangun PLTMH berkapasitas 7 membantu warga sekitar. Waktu itu
Mohammad Syahrial, pendiri PT MW di Desa Lebakbarang, Pekalongan, yang saya temukan sangat menarik,
Tamaris Hydro. Pria yang sebelumnya Jawa Tengah. Banyak hal menarik di PLTMH Segara tidak memiliki akses
berkarier di perbankan dan sekuirtas desa tersebut. jalan, akhirnya kami membangun jalan
selama 1988 – 1998 ini memberi nama sepanjang 6 km di perkebunan kakao,
“Pada saat COD, kami menyiapkan sehingga masyarakat sangat senang.
perusahaan Tamaris yaitu akronim dari
water intake, kolam penampung air Para pekerjanya ibu-ibu sebanyak 60%,
Taman Riski (rezeki).
sudah penuh, warga berkumpul di sedangkan 40% laki-laki.”
Syahrial sempat berkarier di Badan power house kami. Kemudian kami
Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) mengoperasikan PLTMH dan lampu Setelah hadirnya PLTMH Segara,
pada 1999 – 2004, kemudian di PT menyala. Saat itu juga warga langsung menyusul pembangunan 2 sekolah,
Perusahaan Pengelola Aset (Persero) bergembira dan bertepuk tangan. Ini 4 ritel modern, 2 masjid, sehingga
selama 2004 – 2009. Pada 2009 – suatu kepuasan luar biasa bagi saya,” desa di sekitar pembangkit menjadi
2010, Syahrial mulai bertemu dengan tuturnya. berkembang. “Itu yang membuat kami
orang-orang yang selama ini sudah sangat menikmati, that is the value of
Menurutnya, bisnis tidak melulu soal hydro plant, dan ini bukan hanya soal
mendalami pembangkit hidro seperti
tingkat pengembalian investasi (IRR). listrik.”
Sri Mumpuni (penggagas Listrik Desa),
Bagi dia, IRR itu sederhana, yaitu
Ahmad Kalla, M. Riza Husni (Bersaudara
perusahaan bisa menutup ongkos Syahrial juga bangga mampu menyerap
Group), dan lain­nya. Syahrial pun me­
produksi, biaya operasi, bunga bank, tenaga kerja lokal untuk bekerja di
lihat langsung pengembangan listrik
pinjaman bank, dan pajak. “Kalau masih PLTMH Tamaris. Dari hanya berawal
desa di Subang pada 2010.
ada lebih berarti kita punya keuntungan. 5 orang saat berdiri pada 2011, kini
“Ketika bertemu dengan Salim Group Masyarakat sekitar bisa senyum itu the Tamaris Hydro sudah memiliki 336
pada saat itu, mereka hanya bertanya real IRR, the real income.” karyawan. n

www.listrikindonesia.com 49
HEADLINE
HEADLINE FOKUS UTAMA

K
PT Engie Energy etiga proyek itu terdiri atas 2 studi kelayakan] akan diserahkan ke PT
proyek berskala medium dengan PLN (Persero). Kedua proyek potensial
Indonesia, perusahaan kapasitas masing-masing sekitar ini berlokasi di Sumatera Utara,”
multi nasional yang fokus 50 megawatt (MW) dan 1 proyek ujarnya kepada Listrik Indonesia, Jumat
dalam pengembangan berskala besar, yaitu di atas 100 MW. (15/1/2021).
energi bersih (green Lintang Walandouw, Senior Business
Development Manager PT Engie Energy
energy), akan fokus Indonesia, menjelaskan bahwa ketiga
untuk merealisasikan proyek potensial pembangkit hidro itu
dua proyek pembangkit berlokasi di Sumatera, di mana dua
proyek diantaranya masing-masing
listrik tenaga air sekitar 50 MW berada di Sumatera
(PLTA) yang berlokasi Utara.
di Sumatera Utara. Menurutnya, Engie akan bermitra
Selain itu, Engie juga dengan perusahaan lokal dalam
mengembangkan ketiga proyek
sedang menjajaki potensial tersebut. “Kami sedang
pengembangan PLTA melihat dan mengembangkan dua unit
pembangkit hidro berskala medium
berkapasitas besar di (50 – 100 MW), satu sudah proses
Sumatera. pra kualifikasi (prequalification/PQ)
dan pre-feasibility study, sedang
Zuchri penyusunan feasibility study dan [hasil Lintang Walandouw
Senior Business Development Manager

PT Engie Energy Indonesia


PT. Engie Energy Indonesia

Mengincar Pengembangan
2 Proyek PLTA Dia menuturkan, proyek potensial
berskala medium itu sudah masuk ke
dalam Rencana Usaha Penyediaan
Tenaga Listrik (RUPTL) dan lainnya
dalam proses prakualifikasi. Sementara
itu, satu potensi lainnya proyek
pembangkit listrik tenaga air (PLTA)
yang juga berlokasi di Sumatera,
menurutnya, masih dalam proses kajian
[due diligence]. “Proses saat ini, kami
harus menyelesaikan studi kelayakan
dan menyerahkan ke PLN, setelah
Estreito Hydroelectric Power Plant Dam 1.087 MW, Brasil itu, PLN akan masuk dalam proses
pengadaan.”
Menurutnya, Engie sudah menggandeng
mitra lokal di salah satu unit pembangkit
hidro dari dua unit yang sudah dilakukan
studi kelayakan tersebut. Engie meng­
gandeng PT Energi Pravest Jaya di salah
satu proyek PLTA di Sumatera Utara
tersebut.
Engie memiliki portofolio sangat besar
dalam pembangunan pembangkit hidro
di dunia. Di pertengahan 2020, Engie
memiliki asset pembangkit hidro di dunia
Yuncan Hydroelectric Dam 134 MW, Peru
sekitar 16,2 giga watt (GW) atau 59%

50 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


FOKUS UTAMA HEADLINE
HEADLINE

yang approach kami, dan


proses di kami sebelum
masuk ke proyek, kami
pasti akan melakukan due
diligence untuk melihat ke-
layakan proyeknya.”
Terkait dengan pengemban-
gan pembangkit EBT, peme-
rintah diharapkan segera
menerbitkan Peraturan
Presiden tentang EBT. Lint-
ang menilai bahwa inisiatif
pemerintah itu sudah baik.
Bahkan, pemerin­tah telah
mengundang pengembang
pembangkit swasta untuk
melakukan FGD (Focus
Group Discussion) sebagai
pertimbangan terhadap draf
dari total portofolio ener­gi terbarukan mi- tian serta analisis risiko dan pihak Perpres EBT. “Ini sejak akhir 2019, kami
lik perusahaan. Selain itu, Engie memiliki penjamin jika terjadi masalah dalam berharap Perpres EBT ini segera dirilis
3,4 GW pump storage pembangkit hidro. proyek tersebut. “Dalam proses kon- untuk memberikan insentif untuk sema-
struksi juga bisa menghadapi masalah kin agresif dalam membangun pembang-
Oleh karena itu, Engie akan mengguna­ seperti keadaan geoteknikal, persoa- kit energi terbarukan.”
kan keahlian (expertise), pengalaman, lan lingkungan dan sosial sehingga
dan kemampuan akses finansialnya Menurutnya, sebagian besar pengem-
proses konstruksi bisa mundur.” bang listrik swasta masih menunggu
dalam mengembangkan pembangkit
hidro di Indonesia. Lintang menam- Dia menegaskan, dengan berbagai Perpres EBT tersebut. Engie, lanjutnya,
bahkan bahwa potensi pengembangan tan­­­tangan itu, Engie akan me­mas­ti­­­kan tahun ini menargetkan untuk meny-
pembangkit hidro di Indonesia masih proses studi kelayakan dalam proyek elesaikan studi kelayakan pembang-
sangat besar. Berdasarkan data Kemen- pembangkit hidro harus dija­lan­- kit hidro. “Pada tahun ini, hidro akan
terian Energi dan Sumber Daya Mineral ­kan dengan baik. “Kami harus me­masti­ tetap kami kembangkan, yang sedang
(ESDM), potensi PLTA dan pembangkit kan setelah proses PPA (Power Pur­- studi akan kami lanjutkan, dan aktivitas
listrik mikro hidro (PLTMH) di Indonesia chase Agreement) kami harus bisa men­ untuk studi ke site, juga dilanjutkan.
mencapai 94 GW, tetapi baru terman- capai financial close dan Commer­cial Untuk proyek hidro skala besar, kami
faatkan sebesar 7,18 GW atau 7,4%. Operating Date (COD). ”Menurutnya, akan melakukan due diligence dengan
“Dari sisi potensi masih sangat besar, jadi setiap investasi Engie harus mengikuti kemungkinan bermitra dengan perusa-
pengembangan pembangkit hidro akan arah internal perusahaan yang dise­suai­ haan lokal.”
lebih agresif lagi ke depan.” kan dengan kompleksitas proyek dan Selain itu, menurutnya, Engie juga akan
sesuai persyaratan pemberi dana (lender). memperlajari berbagai peluang proyek
Menurutnya, pemain global seperti Engie
dengan pengalaman dan expertise serta Sementara itu, sumber pembiayaan pembangkit EBT dari PT PLN (Persero).
akses pembiayaan ingin berpartisipasi Engie dalam proyek PLTA di Indonesia “Untuk PLTS, kami akan coba mencari
dalam pembangunan PLTA di Indonesia akan berasal dari internal dan dari lokasi yang bagus, sedangkan untuk
dengan menggandeng mitra lokal. lembaga pembiayaan. “Safeguard tenaga angin, kami akan mencoba
untuk kondisi Engie Group, karena kita melihat potensi lain dan partner lain dan
Dalam pengembangan PLTA, menurut­ banyak aset juga yang harus diopera- melihat potensi lainnya.”
nya, Engie harus melakukan studi de­ sikan, sehingga sumber pembiayaan
ngan matang untuk memperhitungkan Sebagai penutup, Lintang menjelaskan
juga dialokasikan untuk aktivitas lain- bahwa pembangkit hidro masih bisa di­­
risiko yang dapat muncul dan rencana nya.” Investasi pembangkit hidro untuk
mitigasinya, sehingga dapat melakukan kembangkan untuk meningkatkan bauran
skala medium (50-100 MW) sekitar energi bersih, di mana IPP masih
proses financial close (penuntasan pen- US$2 juta-US$3 juta per MW bergan-
danaan) dan konstruksi dengan baik. menunggu Perpres EBT agar bisa mem­
tung pada kompleksitas proyek. bantu upaya pemerintah untuk lebih
Selain PLTA, Engie juga mengembangkan Selain Engie, banyak perusahaan ag­resif dalam pengembangan energi
pembangkit EBT lainnya seperti pa­nas yang mengembangkan pembangkit baru dan terbarukan. “Renewable energy
bumi, Pembangkit Listrik Tenaga Surya hidro di Indonesia. Engie, katanya, ter- bukan perlu atau tidak, tetapi sebuah ke-
(Plts) dan Pembangkit Listrik Te­naga buka untuk bermitra dengan pengem- harusan, jadi renewable energy termasuk
Bayu (Pltb). Engie sudah meng­operasi­ bang listrik swasta (Independent hidro akan dikembangkan lebih baik lagi.
kan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Power Producer/IPP). “Di Indonesia Kami juga berharap seluruh stakeholder
Bumi (PLTP). Sementara itu, untuk PLTA kami melihat ada potensi untuk seperti instansi pemerintahan dan PLN
masih dalam proses pengembangan. mengembangkan pembangkit hidro 1 memiliki misi yang sama dalam pengem-
GW dalam beberapa tahun ke depan, bangan PLTA dan harapan kami hydro
Tantangan PLTA project dapat dieksekusi, bankable dan
dalam jangka menengah.”
Lintang menambahkan bahwa pembia­ juga memberikan kontribusi terhadap
yaan dalam pengembangan PLTA juga Dia mengakui ada beberapa perusa­ peningkatan renewable energy dan
menjadi tantangan karena bank dan lem- ha­an lokal untuk bermitra dengan pengu­rangan emisi gas rumah kaca
baga pembiayaan membutuhkan kepas- Engie. “Ada beberapa perusahaan untuk generasi masa depan.”

www.listrikindonesia.com 51
HEADLINE fokus utama

PT BUMIYASA INDONESIA ENERGI

Sepenggal Kisah
PLTMH
Logawa Baseh
Indonesia memiliki potensi sumber
daya air (SDA) yang sangat besar untuk
pengembangan PLTMH. Ada sekitar 19.385
MW atau 25% dari total potensi SDA untuk
PLTA di Indonesia. Namun, potensi SDA
yang ada baru digunakan sebesar 7%.
PT Bumiyasa Indonesia Energi (BIE) terus
berkomitmen mengembangkan energi
terbarukan di Tanah Air, seperti PLTMH
Logawa Baseh berkapasitas 3 MW.
 Turiman Sofyan

D
i tengah isu perubahan iklim dan ter­­kemuka, transparan, jujur, dan tidak produksi yang telah tertulis di power
pemanasan global, PT Bumiyasa hanya mengejar misi pribadi, tetapi juga purchase agreement (PPA) yaitu 3 MW.
Indonesia Energi (BIE) memiliki tetap peduli terhadap ma­syarakat, tanah, Adapun pemeliharaan turbin, trafo,
tujuan menghasilkan energi alternatif dan lingkungan di Indonesia, seperti penstock, saluran, dan lain sebagainya,
yang ramah lingkungan bagi Indonesia. pembangkit listrik tenaga mikrohidro kerap dilakukan untuk mendukung
Namun, itu bukan satu-satunya (PLTMH) Logawa Baseh. kelancaraan kegiatan produksi listrik,”
tujuan dari perusahaan yang didirikan PT Bumiyasa Indonesia Energi, sebagai jelas Nanang, kepada Listrik Indonesia,
pada 2010 ini, untuk terus berupaya perusahaan yang bergerak di bidang di Jakarta, beberapa waktu lalu.
menciptakan ling­kungan yang lebih energi terbarukan melalui PT Sumarah Nanang melanjutkan, PLTMH Logawa
hijau melalui kerja­sama dengan pihak Energi, mengelola Pembangkit Listrik Baseh berperan penting untuk
yang memiliki tujuan yang sama dan Mini Hidro Logawa di Desa Baseh, masyarakat sekitar karena PLTMH
saling menjaga kepercayaan satu sama Kabupaten Banyumas. Operasional Logawa Baseh memiliki kapasitas
lainnya. PLTMH dimulai pada 2017 dengan sebesar 3 MW. “Produksi listrik tersebut
Oleh karena itu, BIE selalu berupaya kapasitas 3 MW, merupakan (sumber) masuk lebih dulu ke jaringan PLN yang
menjaga kepercayaan yang diberikan energi terbarukan yang ramah kemudian akan didistribusikan oleh
dengan menjadi perusahaan energi lingkungan dan menjaga ekosistem pihak PLN ke 3 Desa di sekitar Sungai
terbarukan hijau yang transparan dan lingkungan. Logawa,” kata dia.
jujur. Diantaranya, memilih dengan Selain di Banyumas, BIE memiliki tiga PLTM Logawa Baseh sudah beroperasi
hati-hati lokasi pembangkit listrik agar PLTM lain yang telah beroperasi, yaitu selama 4 tahun, tepatnya sejak
menguntungkan perusahaan dan PLTM Cijampang, Cianjur dengan Februari 2017. PLTM Logawa dapat
lingkungan. kapasitas 1,1 MW, PLTM Niagara, membangkitkan energi listrik selama
BIE mengklaim, semua pembangkit Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera satu tahun penuh, dengan puncaknya
listrik yang dimilikinya, dibangun melalui Selatan (1,7 MW) dan PLTM Komering, terjadi pada Januari hingga Mei.
pemeriksaan lingkungan yang ketat Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera "Tantangan yang dihadapi PLTMH
untuk memastikan tidak ada tanah, Selatan (1,4 MW). Logawa Baseh terutama dalam menjaga
hutan, hewan, dan masyarakat sekitar Menjaga Listrik Stabil produksi listrik yang stabil," tegas
yang dirugikan selama proses tersebut. Nanang
Nanang Hamdani Basnawi, Wakil Ketua
Dengan pemikiran ini, BIE telah applta mengatakan, perkembangan Dalam pengoperasiannya, lanjut
mene­tapkan tolok ukur untuk menjadi PLTMH Logawa Baseh berjalan dengan dia, ada kalanya terdapat kendala
per­­usahaan energi terbarukan yang baik. “Kami tetap memenuhi target maupun gangguan yang terjadi

52 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


fokus utama HEADLINE

yang menyebabkan komponen sipil, Komering di Buay Madang, Sumatera pembangkitan (ekspansi), bisa langsung
mekanikal atau elektrikal mengalami Selatan (1,4 MW),” kata dia. mengajukan penambahan tanpa
kerusakan. “Untuk mencegah gang­ harus melalui proses lelang dari awal.
Untuk PLTMH yang sedang dalam
guan yang mungkin terjadi, tim lapang­ “Harapannya, agar dapat mempercepat
proses pengembangan, yaitu
an berkoordinasi dengan kantor pencapaian target kapasitas energi
PLTMH Korokabalo di Tojo Una Una,
pusat selalu melakukan perawatan terbarukan 115 GW pada tahun 2025
Sulawesi Tengah berkapasitas 2,2
dan pengecekan rutin untuk menjaga sesuai RUEN (Rencana Umum Energi
MW. “Sedangkan untuk PLTMH yang
keandalan produksi pembangkit,” jelas Nasional),” tutur dia.
akan digarap ada lima, yaitu PLTMH
Nanang.
Pongkor di Bogor, Jawa Barat (5 MW); Menurut Nanang, target PLTMH Logawa
Progres Proyek PLTMH PLTMH Kaliguwa 1 di Banyumas, Jawa Baseh adalah meningkatkan produksi
Tengah (1,5 MW); PLTMH Kaliguwa 2 energi listrik, sehingga dapat menjaga
Terkait investasi di PLTMH Logawa
di Banyumas, Jawa Tengah (2,6 MW); kestabilan pasokan energi listrik di
Baseh, dia menjelaskan, nilai investasi
PLTMH Gilas di OKU Selatan, Sumatera Kabupaten Banyumas dan sekitarnya.
total pengembangan PLTMH Logawa
Selatan (2,2 MW); dan PLTA Geumpang “Untuk mencapai target ini dilakukan
Baseh lebih dari Rp43,2 miliar.
di Pidie, Aceh (19 MW),” ucap dia. langkah-langkah perawatan rutin pada
Biaya terbesar dikeluarkan untuk
pembangunan konstruksi. “Biaya komponen pembangkit dan menjaga
lainnya seperti biaya tetap untuk operasi
Target Tingkatkan Produksi kelestarian lingkungan, khususnya di
dan pemeliharaan per tahun (Rp 733 Dengan diterbitkannya Peraturan daerah aliran sungai PLTMH Logawa
juta), biaya retribusi air (Rp169 juta), Menteri (Permen) ESDM No. 4/2020, Baseh,” tutup Nanang.
dan biaya tidak tetap untuk operasi dan menurut dia, ada beberapa pokok
Sebagai informasi, dalam menjalankan
pemeliharaan per tahun (lebih dari Rp50 perubahan pada perubahan kedua Per­
visi dan misinya, PT BIE didukung oleh
juta),” jelas Nanang. men tersebut, seperti proses pem­belian,
dua pemegang saham utama, yaitu
perubahan skema BOOT (Build, Own,
Selain PLTMH Logawa Baseh yang PT Adiyama Investama Raharja dan
Operate dan Transferred). “Dengan
sudah berjalan, BIE memiliki beberapa adanya Permen ini juga mem­buka opsi PT Bumiloka Investama Energi. Selama
proyek PLTMH lainnya, baik yang proses pembelian melalui penun­jukkan satu dekade terakhir, PT BIE telah
sudah beroperasi, dalam proses langsung, dari semula dengan pemilihan membangun sejumlah anak perusahaan
pengembangan, hingga PLTMH yang langsung atau lelang,” jelas dia. di berbagai daerah, seperti di Jawa,
akan digarap. “Total PLTMH yang Sumatera, dan Sulawesi.
sudah beroperasi ada empat PLTMH, Permen ESDM No. 4/2020 memuat
sejumlah perubahan positif. Salah satu Anak perusahaan PT BIE bergerak di
yaitu PLTMH Cijampang di Cianjur,
kelebihan dari mekanisme penunjukan bidang pengembangan dan pengelolaan
Jawa Barat (1,1 MW); PLTMH Logawa
langsung, antara lain memungkinkan pembangkit listrik energi terbarukan
Baseh, Banyumas, Jawa Tengah (3
pengembang energi terbarukan dengan tenaga air. PT BIE juga terus
MW); PLTMH Niagara di OKU Selatan,
yang ingin menambah kapasitas mengembangkan dan memperkuat aset
Sumatera Selatan (1,7 MW); dan PLTMH
dengan fokus pada PLTMH dengan
kapasitas di bawah 10 MW. n
PLTMH Sudah Beroperasi
Pembangkit Lokasi Daya Terpasang Head D
ebit Air
Cijampang Cianjur, West Java 2 x 550 kW 85 m 2 m3/dt
Niagara Oku Selatan, Sumsel 2 x 850 kW 11 ,5 m 18 m3/dt
Logawa Banyumas, Jawa Tengah 2 x 1.500 kW 105 m 3.5 m3/dt
Kurungan Nyawa Ogan komering, Sumsel 2 x 700 kW 6 m 30 m3/dt
Rencana Ekspansi
Pembangkit Anak Usaha Lokasi Kapasitas (MW)
PLTM Gilas Pt Nusantara Indah Energindo Sumatera Selatan 2.20
Pltm Kaliguwa 1 Pt Sumarah Energi Jawa Tengah 1.50
Pltm Kaliguwa 2 Pt Sumarah Energi Jawa Tengah 2.60
Pltm Pongkor Pt Antamloka Halimun Energi Jawa Barat 5.00
Pltm Koro Kabalo Pt Trinusa Energi Sulawesi Barat 2.80
Pltm Gumpang Pt Taruna Omega Perkasa Aceh 19.00
Plta Tabang Pt Tiling Madang Hidro Energi Kalimantan Timur 240.00
Pltm Portfolio Total Size (MW) 273.10

www.listrikindonesia.com 53
HEADLINE fokus utama

PT CENTURY ABADI PERKASA


Pembangunan PLTM
memiliki karakteristik
tersendiri. Meskipun
secara teknologi tergolong
sederhana, tetapi secara
bisnis perlu dilakukan studi
kelayakan, khususnya
sumber air yang tersedia.
Ke depan, PLTM mampu
berperan dalam menjaga
ketahanan energi dan
mengurangi penggunaan
energi fosil, seperti
yang dilakukan
PT Century Abadi Perkasa.
 Turiman Sofyan

Antara Kesehatan Finansial &


Debit Air
Rakyat Indonesia (BRI) untuk kredit
mikro memiliki landing rate 15-20%.
Sementara itu, untuk leasing kendaraan
bermotor, landing rate dapat mencapai
20-25%,” kata dia.

D
Jadi di Indonesia, IRR secara umum
irektur PT Century Abadi Perkasa, untuk utility berada di single digit dan
Harianto Taruna mengatakan, dari Kondisi Investasi PLTM landing rate antara 10-12%. “Secara
sisi prinsip legalitasnya, definisi Pengklasifikasian pembangkit hidro, overall baik, tetapi jika masuk ke dalam
PLTMH masuk ke output 380 volt, PLTM menurut Harianto, terkait biaya investasi finansial manajemen, studi kelayakan
masuk ke 20 kV, dan PLTA ke tegangan proyek pembangkit listrik bertenaga air. sangat penting dalam menentukan
tinggi. Secara prinsip legal (hukum) Menurut Harianto, berbicara investasi, proyek yang dianggap layak (proper),”
seperti itu. proyek pembangkit tidak terlepas jelas dia.
dari internal rate return/IRR). Tetapi
Harianto menambahkan, jika kita Sayangnya, lanjut dia, kebanyakan
jika berbicara utility, seperti di sektor
memiliki pembangkit berka­pasitas 15 dari pengusaha PLTMH dan PLTM
kelistrikan, biasanya IRR single digit
MW, kemungkinan besar tidak bisa merupakan pengusaha yang memiliki
atau di bawah angka 10. "Meskipun
masuk ke transmisi 20 kV, jadi harus modal terbatas. “Background mereka
deposit rate Bank Indonesia sudah ber­
masuk ke 150 kV. "Untuk pembangkit rata-rata hanya mengikuti tren bisnis
ada di single digit, tetapi landing rate
yang memiliki kapasitas 15-20 MW yang dianggap berhasil. Sebagai
di Indonesia masih tinggi. Jadi selisih
harus melihat posisi gardu induk (GI) contoh, saat ini sedang ramai coffee
antara deposite rate dan landing rate
berada dimana, untuk menyambung shop semuanya ikutan membuka usaha
masih tinggi, berkisar rata-rata 5-6%,"
transmisinya. Bila masuk ke transmisi coffe shop. Artinya, hanya bentuk
kata dia.
tegangan tinggi cost-nya mahal,” jelas kreativitas meniru, bukan memikirkan
Harianto, kepada Listrik Indonesia, IRR merupakan suku bunga yang akan sesuatu yang berbeda,” kata Harianto.
melalui wawancara via Zoom, beberapa menyamakan jumlah nilai sekarang dari
waktu lalu. penerimaan (present value of future Begitu juga, ketika mini hidro mulai
proceed) dengan jumlah nilai sekarang dilirik, semuanya beralih untuk ikut
Lanjut dia, PT Century Abadi Perkasa, terjun ke bisnis ini. Bahkan, ada diantara
dari pengeluaran untuk investasi.
selaku pemilik dan operator pembangkit mereka mengambil 100 site mini hidro
Sedangkan prime lending rate adalah
listrik Lawe Sikap, secara Kontrak dengan harapan memperoleh PPA
suku bunga dasar paling rendah di
Jual Beli Listrik (Power Pur­chase yang akan dijual kembali ke institusi
mana bank belum menghitung premi
Agreement/PPA) dengan PT PLN yang lebih besar lagi. “Meskipun secara
risiko dari kredit tersebut.
(Persero) sebesar 7 MW. “Sehingga portofolio masih dalam bentuk “kertas”.
pembangkit listrik Lawe Sikap masuk ke Lanjut dia, jadi semakin kecil skala Hal ini pernah terjadi di bisnis batubara
dalam kategori pembangkit mini hidro bisnis (kredit mikro) landing rate akan dengan cara menjual konsesi saja,
(PLTM),” tegas dia. semakin tinggi. “Sebagai contoh, Bank belum di eksploitasi,” jelas Harianto.

54 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


fokus utama HEADLINE

Tantangan Topografi SDA Proyek Di Pulau Jawa, penyerapan listrik


Potensi pengembangan PLTMH dan pembangkit sangat baik, tetapi kondisi sungai yang
kurang baik. Pada saat musim kemarau,
PLTM sangat besar, sebab Indonesia
memiliki banyak sumber daya air (SDA). tidak terlepas dari debit air sungai drop secara signifikan.
“Pada musim hujan debit sungai dapat
Namun, yang menjadi tantangan adalah
keberadaan SDA untuk dikembangkan
internal rate return. menghasilkan listrik full 100%. Misalkan
sebagai PLTMH dan PLTM berada di Tetapi jika berbicara PLTM memiliki kapasitas 10 MW, tetapi
ketika musim kemarau, listrik yang
posisi yang sulit.
Menurut dia, potensi SDA yang bagus
utility, seperti di sektor diprodusi hanya 1 MW turun sebesar
90%,” jelas dia.
berada di wilayah yang memiliki populasi kelistrikan, biasanya Berbicara dari sisi ekonomi, maka
penduduk yang sedikit. “Misalkan di
Papua, potensi sungainya bagus dan IRR single digit atau investasi di PLTM dan PLTMH harus
mempertimbangkan kondisi air yang
populasi pendudukanya sedikit, sehing­
ga penyerapan listriknya tidak visible."
di bawah angka 10. konstan. Jika kita mengambil sungai

Berbicara PLTMH dan PLTM, potensi


Meskipun deposit rate kecil, saat musim kemarau penjualan
(sales) tidak akan mampu menutup
terbanyak terdapat di Jawa Barat dan
Sumatera Utara. “Di Sumut sudah ada
Bank Indonesia sudah biaya pembangunan sipil. “PLTMH,
PLTM, dan PLTA biaya terbesar bukan
sekitar 100 site yang sudah PPA, tetapi berada di single digit, di sisi mesin, tetapi civil cost yang
yang sedang dibangun baru sekitar 10 mahal, terbalik dengan investasi di
saja. Kebanyakan mereka tidak memiliki tetapi landing rate di pembangkit batubara. Rata-rata biaya
keuangan dan resources development
yang kuat sehingga mereka hanya
Indonesia masih tinggi. pembangunan sipil di PLTA, PLTM,
dan PLTMH akan mencapai 70% dan
menjual konsesi saja. Begitu juga di biaya mesin hanya 25-30%,” ucap
Jawa Barat,” jelas dia. Harianto. n

Role Model PLTM Lawe Sikap


P ada awalnya, PT Century Abadi
Perkasa berencana mengembang­
kan pembangkit listrik hidro berkapa­
sehingga sumber air cukup ter­sedia
ketika musim hujan dan kemarau.
Serta lokasi lokasi site hanya berjarak
terjadi beberapa trip di PLTM karena
masalah sinkronisasi dengan jaringan
PLN yang bersumber dari GI Kutacane
sitas besar. Namun, PLTA membu­tuh­ sekitar 4 km dari Kutacane, pusat kota yang berjarak sekitar 10 km dari power
kan biaya investasi yang cukup besar. Kabupaten Aceh Tenggara,” jelas dia. house. "Target COD dapat dilakukan
Oleh sebab itu, investasi dialihkan pada 10 Maret 2021, karena ada
Saat ini, perkembangan PLTMH Lawe
ke proyek pembangkit berskala lebih beberapa kendala teknis," kata dia.
Sikap masuk ke dalam sinkornisasi
kecil dan potensi pengembangannya
satu unit. PLTMH Lawe Sikap memiliki Harianto berharap, ke depan banyak
ada di Sungai Lawe Sikap, Aceh.
dua unit dengan kapasitas yang sama pengusaha bisnis PLTMH, meskipun
Menurut Harianto, awalnya 3,5 MW. dalam skala kecil akan lebih sulit
perusahaan melakukan bisnis PLTM dalam mengintegrasikanya dibanding
“Dengan remote commissioning
dalam jangka panjang sehingga dengan PLTA dengan kapasitas besar.
kami sudah melakukan dummy
sangat memerlukan sumber air yang “Dengan semakin banyak pengusaha
sinkronisasi. Air sudah dapat mengalir
memiliki debit konstan. “Kami akhirnya yang masuk di industri PLTMH
dan generator dapat berputar dengan
memilih sungai Lawe Sikap yang semakin memperbanyak diversifikasi
baik dalam menghasilkan listrik, serta
secara kon­stan memiliki debit air di untuk memperkuat ketahanan energi
trafo sudah Trafo Step-Up sudah On
posisi bending sekitar 6-9 m3/detik. nasional dan mengurangi penggunaan
(beroperasi),” ujar dia.
Dan Area Tangkapan Hujan masuk bahan bakar fosil untuk pembangkit
ke wilayah Taman Nasional Lauser Akan tetapi, Harianto menambahan, listrik," pungkas Harianto. n

www.listrikindonesia.com 55
HEADLINE fokus utama

PT INDOKOEI INTERNATIONAL

Engineering Design
di Balik Proyek Pembangkit Hidro
PT Indokoei International
(IKI) merupakan bagian dari
Nippon Koei Group, konsultan
engineering nomor wahid di
Jepang. Dalam bidang yang
sama, tak ayal IKI sukses dalam
pengerjaan sederet proyek-
proyek Pembangkit Listrik
Tenaga Minihidro (PLTM) atau
Pembangkit Listrik Tenaga Air
(PLTA). Bagaimana kiprah
PT Indokoei International pada
industri energi terbarukan.
Selengkapnya dijelaskan oleh
Direktur Teknik Energy,
Andi Sambudi.
 CANDRA WISESA

B
erawal dari induk perusahaanya Ada sekitar 120 proyek, dengan “Nah dari data-data tersebut untuk
Nippon Koei Co., Ltd mengerjakan berbagai tahapan dan layanan jasa digunakan dalam analisa debit andalan
proyek-proyek infrastruktur yang telah dikerjakan IKI. Dari total dan banjir pada titik lokasi bendungan
di Indonesia seperti pembangunan itu sekitar 90 persen adalah PLTM yang sudah ditentukan,” jelasnya.
kawasan industri KIIC, Deltamas, dan 10 persen adalah PLTA. Andi pun
Selanjutnya Tim melakukan
MM2100, JIIPE. Kemudian berkespansi menjelaskan tahapan demi tahapan
survey pengenalan lokasi untuk
untuk mengerjakan di sektor dalam pengembangan PLTA/PLTM yang
mengkonrfimasi hasil desktop study
energi, pada saat itulah selain Divisi dikerjakan oleh Tim Ahli Perusahaanya.
yang sudah dilakukan terhadap kondisi
Infrastruktur dan Urban Planning. Divisi Diawali dengan studi potensi (desktop aktual di lapangan. Secara visual
Energy dan Research dibentuk yang study) menggunakan peta topografi mengecek kondisi geologi, mengukur
banyak berkecimpung di perencanaan (dari BIG, satellite imagery) untuk head/beda tinggi dengan alat geodetic
dan pembangunan ketenagalistrikan mencari potensi head/beda tinggi GPS pada lokasi alternatif intake dan
khususnya PLTA/PLTM serta studi-studi di suatu sungai, serta menghitung rumah pembangkit, dan mengecek
lain terkait lingkungan dan pe­ngem­ besaran daerah tangkapan air hujan kesesuaian/kelayakan lokasi struktur-
bangan transportasi. (catchment area) yang akan digunakan struktur utama yang sudah ditentukan
“Pada 2010 Divisi Energy dan Research untuk menganalisa kondisi hidrologinya. saat desktop study.
kami bentuk yang awalnya bernama Dalam tahap ini akan ditentukan
alternatif lokasi bendung/intake, layout Tahap selanjutnya, melakukan analisa
Divisi Hydropower. Ditambah dukungan
struktur-struktur utama, serta titik lokasi lanjutan berdasarkan hasil desktop
dari pemerintah melalui Undang-
rumah pembangkit/power house. study dan pengecekan dan pengukuran
Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang
lapangan. Menentukan potensi
Ketenagalistrikan, di mana sesuai Pasal Kemudian, mengumpulkan data
kapasitas pembangkit, membuat
4 ayat 2, badan usaha swasta dapat hidrologi dan klimatologi dari stasiun
konsep desain struktur-struktur utama,
berpartisipasi dalam usaha penyediaan BMKG terdekat dengan lokasi proyek
mengestimasi biaya konstruksi dan
tenaga listrik. Mulai saat itu, banyak atau catchment area, data pengukuran
pembangunan, dan membuat simulasi
permintaan layanan jasa di bidang debit sungai dari stasiun pengukuran
finansial untuk memperkirakan tingkat
PLTM kapasitas <10 MW ke kami,” ujar yang dimiliki oleh Dinas Pekerjaan
kelayakan dari lokasi tersebut.
Andi. Umum (PU).

56 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


fokus utama HEADLINE

“Setelah feasibility study dan mendata menggantikan pipa baja yang biasa “Sebagai konsultan yang
semuanya, pekerjaan selanjutnya digunakan pada pipa pesat/penstock. berpengalaman PLTM ini komponen
membuat kesimpulan dan rekomendasi Penggunaan pipa GRP yang memiliki pekerjaan sipilnya cukup besar
atas studi yang sudah dilakukan untuk kemudahan dan kesederhanaan dibandingkan dengan komponen
memberikan masukan kepada klien dalam pemasangan/instalasi sehingga mekanikal dan elektrikalnya, sekitar
dalam penentuan langkah atau tahap bisa mempercepat pembangunan 60:40. Hal ini cukup berbeda jika
pengembangan selanjutnya,” tutur Andi. PLTM, serta sangat mengurangi risiko dibandingkan dengan tipe pembangkit
gangguan operasional yang diakibatkan yang lainnya. Kemudian, setiap proyek
Dari banyaknya PLTM yang dikerjakan, pembangunan PLTM/PLTA memiliki
terjadinya longsoran lereng disisi
sebagai orang lapangan, Andi memiliki karakteristik tantangan tersendiri, hal
saluran. Dan dapat mengurangi volume
kesan tersendiri dari salah satu proyek­ inilah yang membuat perencanaan dan
galian lereng sepanjang saluran yang
nya. Ia menyebut, PLTM Sion 10 MW di desain tidak bisa dibuat seragam atau
tentu saja akan mengurangi biaya
Sumatera Utara adalah PLTM yang bisa tipikal, melainkan sangat spesifik atau
konstruksi,” ujarnya.
menjadi contoh bagi industri PLTM customize,” imbuhnya.
di Indonesia dan cocok untuk lokasi- Menurut Andi menariknya industri
lokasi PLTM dengan kecuraman lereng PLTM, selain potensinya yang besar Ia pun mengutarakan apa saja yang
yang cukup tinggi. Hal ini karena meng­ di Indonesia. Jenis pembangkit listrik harus didukung agar industri energi
gunakan material dengan kualitas baik yang satu ini memiliki karakteristik terbarukan bisa lebih berkembang.
dan agak sedikit berbeda dengan PLTM yang sustainable, reliable, serta murah Menurutnya, perlu dukungan kebijakan
pada umumnya. dalam operasional dan maintenance-nya dari pemerintah dan semua pemangku
dibandingkan jenis pembangkitan yang kepentingan melalui undang-undang
“PLTM Sion itu kita desain lain. Tentunya, dalam perencanaanya atau regulasi yang menarik bagi investor.
menggunakan material pipa GRP/glass harus melalui studi yang matang dan
reinforced pipe sebagai pengganti “Sebenarnya saat ini sudah
komprehensif atau menyeluruh atas
struktur saluran pembawa yang dilaksanakan dengan pembaharuan-
segala aspek.
biasanya berupa saluran beton, serta pembaharuan atas regulasi dalam
ketenagalistrikan, seperti terbitnya
Permen ESDM Nomor 4 Tahun 2020
tentang Pemanfaatan Sumber Energi
Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga
Listrik dan adanya perubahan terhadap
mekanisme pembelian tenaga listrik dari
sumber energi terbarukan oleh PLN dari
pemilihan langsung menjadi penunjukan
langsung untuk pembelian tenaga listrik
dari pembangkit energi terbarukan yaitu
dari satu calon penyedia tenaga listrik
atau independent power producer/
IPP, perubahan dari skema kerja
sama BOOT (build, own, operate, and
transfer) menjadi BOO (build, own, and
operate),” lugasnya.
“Mempermudah perizinan juga perlu
dan pentingnya memegang komitmen
pengembangan energi terbarukan
dalam rangka pengurangan karbon,”

Keunikan PLTA Upper Cisokan tambahnya. n

Indokoei International saat ini melakukan Join Venture


dengan Nippon Koei Co., Ltd., NEWJEC, dan PT
Wiratman. Sebagai konsultan yang mereview dan update
anak Sungai Citarum. Dua bendungan akan dibangun
untuk PLTA Cisokan yakni bendungan hilir terletak pada
Sungai Cisokan sedangkan bendungan hulu terletak di
desain dan penyiapan gambar konstruksi untuk proyek Sungai Cirumanis, anak Sungai Cisokan. Direncanakan
pembangunan pembangkit listrik Upper Cisokan Pump PLTA Cisokan dapat beroperasi pada tahun 2024-2025.
Storage di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat,
Andi menyampaikan, bahwa IKI berencana berinvestasi
megaproyek PLTA dengan kapasitas 4x260 MW dengan
di PLTM sebagai IPP, dan mengembangkan layanan jasa
skema pump storage pertama di Indonesia dengan nilai
Operational and Maintenance (O&M). “Karena kita sudah
investasi mencapai sekitar Rp 12 triliun.
tahu seluk beluknya, know how-nya, tantangan, dan resiko
Cara kerja PLTA pumped storage dilakukan sebagai di dunia PLTM jadi ada rencana punya pembangkit sendiri.
penyimpan energi pada saat beban dasar mencapai off Tetapi dalam waktu dekat ini kita ke O&M dahulu karena
peak untuk menyediakan kapasitas yang andal pada sudah banyak PLTM yang beroperasi dan memerlukan
beban puncak dengan cara memompakan air dari waduk dukungan dalam O&M agar bisa menjaga PLTM dapat
hilir ke waduk hulu sebagai penyimpan energi. PLTA beroperasi dengan baik dan optimum,” pungkasnya. n
Cisokan dibangun pada Sungai Cisokan yang merupakan

www.listrikindonesia.com 57
HEADLINE fokus utama

RUU EBT

Jalan Tengah
Akselerasi Energi Bersih
Sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) saat ini
tengah digodok Rencana Undang-undangnya
(RUU), dalam pengelolaan EBT dinilai belum
cukup melalui regulasinya. Maka Komisi VII DPR RI
berencana membentuk badan khusus pengelola
Ratna Juwita EBT untuk mengakselerasi pengembangan energi
Komisi VII DPR RI terbarukan di Indonesia.
 CANDRA WISESA

A
nggota Komisi VII DPR RI dua kali sidang Komisi lagi yakni sidang PKB sendiri sudah melakukan Focus
dari FPKB, Ratna Juwita Sari ke 3 dan ke 4. Group Discussion (FGD) dalam
mengatakan, dibentuknya mendorong pembentukan Badan
“Kita juga sudah diskusi tidak kurang
RUU EBT merupakan upaya dalam Pengelola Energi Terbarukan (BPET) .
dari 31 lembaga akademik. Jadi kami
mendorong peningkatan bauran EBT Badan ini berbentuk Independen
berharap produk yang dihasilkan bisa
agar semakin masif, sesuai Rencana dengan anggotanya dari akademisi,
mengakomodir segala kepentingan
Pembangunan Jangka Menengah pemerintah, dan praktisi tidak termasuk
dan bisa memberikan kemanafaatan
Nasional (RPJMN). Selain itu, Undang- politisi. Badan ini nantinya di bawah
maksimal untuk masyarakat, sehingga
undang EBT untuk memprotek dari Kementerian ESDM dan Direktorat
tidak menimbulkan pro dan kontra,”
industri EBT. Jenderal Energi Baru Terbarukan dan
jelasnya.
Konservasi Energi (EBTKE).
Kendati begitu, kata Ratna, dalam
Ratna tak menampik bahwa pengem­ Lebih lanjut, ia menjelaskan, BPET
klausul RUU EBT banyak memuat
bangan EBT terbilang lambat, lantaran nantinya memiliki anggarannya
Ketenaganukliran. Padahal,
menemui sejumlah hambatan seperti sendiri dan tidak membebani APBN.
Ketenaganukliran memiliki undang-
kepastian regulasi dan Feed in Tariff Dibentuknya BPET diharapkan seperti
undang khusus tersendiri. Seharusnya
(FiT) yang sedang ditunggu-tunggu oleh di sektor Migas yang memiliki BPH
energi terbarukan bisa lebih
para pengembang. “Untuk kemajuan Migas yang mengatur Hulu Migas dan
mendominasi dalam pasal-pasal RUU
industri EBT memang perlu political will, SKK Migas yang mengatur Hilir Migas.
tersebut. Kalaupun masuk dalam RUU
karena pengembang juga tidak mau
EBT, seharusnya hanya mengisi 20 “Memang harus ada Badan Pelaksana
mengambil risiko kerugian kalau tidak
persen dari asa-pasal yang tertuang. Energi Baru Terbarukan, untuk
ada kepastian tersebut,” tegas Ratna.
“Karena RUU ini sudah melalui tahapan melakukan akselerasi transisi energi
dan kajian yang cukup lama, jadi kita Dorong Pembentukan secara berkelanjutan,” ujarnya.
win-win solution terkait kete­na­ga- Badan Pengelola EBT “Kalau badan ini tidak independen,
­nukliran yang masuk dalam RUU. Ha­ Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dikhawatirkan banyak kepentingan-
rus­nya kita bisa lebih fokus memba­has berwacana akan membentuk badan kepentingan yang masuk. Harapanya,
EBT,” ujar Ratna, pada Rabu (10/2/2021). khusus pengelola EBT untuk meng­ kita bisa memberikan anggaran
akselerasi pengembangan energi secara khusus untuk bisa menjalankan
Sejauh ini, menurutnya, Draf RUU
terbarukan di Indonesia. Badan ter­sebut program-programnya secara maksimal.
EBT cukup mewakili kebutuhan dari
diharapkan bisa bertugas untuk me­ Anggaran ini kita harus masukan ke
industri energi terbarukan. Pasalnya,
nyusun strategi implementasi pe­man- dalam RUU EBT sehingga badan ini
Komisi VII sendiri sudah melakukan
­­faatan energi terbarukan untuk mencapai menjadi legitimate,” tambahnya.
kajian-kajian secara mendalam baik
itu kunjungan kerja dan melalui Rapat target bauran energi berdasarkan Ratna juga menuturkan, bahwa
Dengat Pendapat (RDP) dengan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) memanfaatkan energi terbarukan harus
seluruh Asosiasi, Pengembang EBT, serta berkoordinasi dengan lembaga/ bisa 100 persen berasal dari sumber
Praktisi, Akademi, dan Kementerian. Ia kementerian dan institusi terkait. energi terbarukan. Jangan sampai
menegaskan, target perampungan RUU Legislator PKB asal Tuban, Jawa hilirnya energi terbarukan, tetapi sumber
EBT hingga ke Paripurna tinggal melalui Timur itu menyampaikan, Fraksi energinya masih menggunakan fosil. n

58 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


fokus utama HEADLINE

PROYEK PLTA:
jangan abaikan
Dampak Sosial
dan Lingkungan
RUU Energi Terbarukan kembali masuk ke program
legislasi nasional (Prolegnas) 2021. Dalam pembahasan
RUU Energi Terbarukan juga penting mempertimbangkan
dampak sosial dan lingkungan hidup, terutama proyek
skala besar. Seperti, pembangunan pembangkit listrik
tenaga air (PLTA).
 Turiman Sofyan

P
engembangan energi baru dan bangkan dampak sosial dan lingkungan Chrisandini
Konsultan Energi Yayasan WWF Indo­nesia
terbarukan di Indonesia terus hidup, terutama proyek skala besar.
menunggu terbitnya Undang- Konsultan energi Yayasan WWF Indo­
undang Energi Terbarukan, yang saat nesia, Chrisandini mengingatkan, mungkin menimbulkan dampak negatif.
ini masih digodok di tingkat legislatif. beberapa potensi masalah sosial dari “Hindari membangun bendungan di
Padahal, pemerintah memiliki target infrastruktur energi terbarukan skala tempat yang bernilai lingkungan atau
bauran energi sebesar 23 persen di besar. Layaknya proyek skala besar sosial tinggi. Pembangunan PLTA
2025, salah satu upaya peme­nuhan lain, infrastruktur energi terbarukan hendaknya ke lokasi yang bisa tetap
berasal dari pembangkit hidro. berpotensi merelokasi masyarakat, mempertahankan fungsi dan manfaat
Saat ini, ada angin segar, di mana memungkinkan muncul konflik, sungai,” katanya.
Rancangan Undang-undang (RUU) menurunkan kualitas hidup dan Ada beberapa panduan dalam pem­
Energi Terbarukan —sementara ini jadi berdampak pada mata pencaharian bangunan PLTA berkelanjutan antara
Energi Baru Terbarukan (EBT), masuk warga terdampak. lain, hydropower sustainability guide­
kembali dalam 24 program legislasi Khusus PLTA, katanya, ada juga potensi lines on good international indus­try
nasional jangka menengah 2020-2024. terganggunya pemanfaatan air di hilir practice (HGIIP), hydropwer sustain­
Masyarakat sipil perlu mengawal, bendungan yang biasa untuk pertanian ability assesment protocol (HSAP) dan
mendampingi, dan mengawasi proses dan perikanan. Masyarakat di hulu juga hydropower sustainability ESG gap
serta memberi masukan atas isi RUU ini. jadi lebih rentan terhadap banjir karena analysis tool (HESG).
RUU lain terkait sektor energi dan tak aliran sungai tertahan bendungan. Di Indonesia, HSAP pernah diterapkan
masuk prolegnas yakni RUU perubahan “Fungsi sungai juga terganggu dari sisi untuk kajian tahap awal bendungan
atas UU No 30 Tahun 2007 tentang sosial dan budaya,” katanya. Polsika di Sulawesi pada 2017.
Energi, RUU Migas, RUU tentang Dari sisi peralatan dan teknologi, perlu HESG dipakai pada tahap kajian
Pemanfaatan Tenaga Surya dan RUU analisis keseluruhan siklus dari proses operasional PLTA Koto Panjang, Riau
atas perubahan UU No 30 Tahun 2009 pengambilan bahan baku hingga 2020. Bagaimana cara best practice
tentang Ketenagalistrikan. pengelohan limbah. Kalau melihat jejak perencanaan infrastruktur EBT masuk
Akan tetapi banyak pihak berpendapat, emisi gas rumah kaca, pembangunan dalam peraturan perundangan?
RUU EBT tak harmonis dengan UU lain, infrastruktur berpotensi membuka lahan Menurut Chrisandini, perlu ada kajian
tumpang tindih atau bahkan tertunda di yang praktis menghasilkan emisi. spasial untuk menentukan lokasi
tengah jalan. Salah satu solusinya, DPR Dari dampak lingkungan lokal, proyek infrastruktur energi terbarukan yang
tetap memberi ruang bagi Komisi untuk infrastruktur energi terbarukan skala memasukkan pertimbangan dampak
menyusun RUU secara bersamaan. besar yang menyebabkan alih fungsi lingkungan dan sosial. Juga perlu
Meski secara substansi sulit menghasil­ lahan akan menghilangkan, mengurangi, panduan penyusunan dokumen amdal
kan RUU yang memuaskan semua memotong atau menurunkan kualitas termasuk RKL/RPL khusus jenis
stakeholder, namun transparansi, par­ habitat satwa liar. Luas lahan untuk infrastruktur energi.
tisi­pasi, dan akuntabilitas seharusnya PLTA sangat tergantung pada “Panduan itu mengadopsi praktik-
tak bisa ditawar oleh pembentuk teknologi yang dipakai. Bendungan praktik terbaik untuk menjadi safeguard
Undang-undang, termasuk dalam memfragmentasi dan menurunkan kepentingan masyarakat, termasuk
pengembangan listrik PLTA. kualitas habitat akuatik. masyarakat adat dan lingkungan.
Jadi, katanya, untuk perencanaan PLTA Tak kalah penting pengembangan
Antisipasi Dampak Negatif berkelanjutan perlu kombinasi, tempat, kebijakan melibatkan forum multipihak
Dalam pembahasan RUU Energi dan proyek yang tepat. Perlu membatasi untuk perumusan kebijakan energi
Ter­barukan juga penting memper­tim­ PLTA dan menentukan lokasi seminim terbarukan,” pungkas dia.n

www.listrikindonesia.com 59
REVIEW COVER STORY

DADAN KUSDIANA
DIRJEN EBTKE
KEMENTERIAN ESDM

Pembangkit hidro masih


menjadi penopang
pemerintah dalam
mengejar bauran energi
baru dan terbarukan
(EBT) pada tahun ini.
Pemerintah menargetkan
tambahan kapasitas
EBT pada 2021 sebesar
905,73 megawatt (MW)
dan didominasi oleh
pembangkit hidro baik
skala kecil maupun besar
yang mencapai 557,93 MW
atau 61,6% dari target
tersebut.
Zuchri

PEMBANGKIT HIDRO

Sang Penopang
Bauran Energi Bersih
B
erdasarkan data Kementerian sebesar 30 MW dengan TKDN 40%, dan PLTA Saguling yang sudah ada
Energi dan Sumber Daya Mi­ pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sejak 1980-an. Bukan kami sengaja
neral (ESDM), target pengope­ 138,8 MW dengan TKDN 40%, dan pem- memprioritaskan, tetapi memang
rasian pembangkit listrik tenaga air bangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) pembangkit hidro sudah berkembang
(PLTA) dan pembangkit listrik tenaga sebesar 196 MW dengan TKDN 35%. sejak lama,” ujarnya kepada Listrik
mikro hidro (PLTMH) pada 2021 Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Indonesia, Kamis (21/1/2021).
sebesar 557,93 MW berkontribusi Konservasi Energi, Kementerian ESDM Sementara itu, kapasitas PLTA/PLTMH
terhadap penggunaan kontenlokal Dadan Kusdiana menjelaskan bahwa di Tanah Air sampai Desember 2021
(tingkat kandungan dalam negeri / dengan komposisi pembangkit hidro mencapai 6.121 MW atau 58,5% dari
TKDN) sebesar 70%. yang cukup besar dan dominan tersebut total kapasitas terpasang EBT 10.467
Selain itu, pemerintah menargetkan bukan berarti pemerintah hanya mem- MW. Artinya, secara total, pembangkit
pengoperasian secara komersial prioritaskan PLTA/PLTMH. hidro juga masih menjadi yang terbesar
(commercial operate date/COD) “PLTA dan PLTMH ini sudah lama dari jenis pembangkit EBT yang telah
pembangkit listrik tenaga bioenergi berkembang, dari mulai PLTA Cirata beroperasi.

60 Listrik Indonesia | No. 77 | 10 Februari - 10 Maret 2021


COVER STORY REVIEW

Dadan menuturkan, sampai saat ini ada “Pada 2020 relatif rendah karena
197 proyek PLTA / PLTMH yang dipan- terdampak pandemi Covid-19, sehingga
tau dan difasilitasi oleh Kementerian beberapa target COD harus mundur.”
ESDM. “Maksudnya agar proyek ini
Dia menambahkan, dengan porsi
terus berjalan. Sebagian besar dari 197
besar dari PLTA/PLTMH bisa menjadi Sampai saat ini
proyek ini milik IPP [independent power
pembangkit utama (baseload) karena
producer / pengembang listrik swasta].”
lebih berkualitas, stabil, dan teknolog-
ada 197 proyek
Menurutnya, progres dari 197 proyek inya sudah mature. Ini dibuktikan PLTA / PLTMH
PLTA/PLTMH tersebut sangat berva­ dengan TKDN dari poryek PLTA/PLTMH
riasi, ada yang dalam tahap studi sepanjang 2020 mencapai 76%. “Tidak yang dipantau dan
dalam posisi saya akan mengatakan
kelayakan, tahap penandatanganan jual
beli listrik (power purchase agreement PLTA ini menjadi prioritas. Bahkan, saya difasilitasi oleh
/ PPA), tahap penuntasan pendanaan justru mendorong pembangkit listrik Kementerian ESDM.
(financial close / FC) dan tahap tenaga surya (PLTS) Terapung agar
konstruksi. lebih cepat dibangun,” katanya. “Maksudnya agar
Sementara itu, realisasi COD pembang­ Kendala Sosial proyek ini terus
kit hidro sepanjang 2020 relatif rendah,
yaitu hanya 145 MW yang salah satunya
Dadan menjelaskan beberapa kendala
dalam pengembangan PLTA/PLTMH
berjalan. Sebagian
berasal dari pengoperasian PLTA Poso
60 MW dan PLTMH Sion 12,1 MW.
tidak jauh berbeda dengan pembangkit besar dari 197
EBT lainnya.
proyek ini milik
IPP [independent
power producer/
pengembang listrik
swasta].

“Hampir seragam dengan pembang­


kit jenis lain. Namun, PLTA ini ada
hal-hal yang relatif spesifik seperti
isu sosial hampir mirip dengan
geothermal. Pengembangan PLTA/
PLTMH biasanya terkait dengan
pembebasan lahan dan ganti rugi
perendaman, nilai tanah setempat
tiba-tiba melambung, tentu
pemerintah memfasilitasi kendala
ini,” ujarnya.
Beberapa proyek PLTA/PLTMH
yang sudah diakomodir dalam
Rencana Usaha Penyediaan
Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN
(Persero) di tahap PPA, konstruksi
maupun masih tahap perencanaan
TARGET CAPAIAN ANEKA EBT 2021 juga menghadapi kendala. Antara
RPJMN Draft RUPTL Target Aneka lain masalah pendanaan, harga
JENIS PEMBANGKIT jual listrik tidak sesuai dengan
2020-2038 2021-2030 EBT 2021
kelayakan financial terkait dengan
PLTA 440,3 544,33 557,93 kapasitas, dan kendala perizinan.
PLTS 328,8 45,15 80,95
Adapun, beberapa proyek pem-
a. PLTS Ground Mounted 222,92 45,15 45,15 bangkit hidro yang belum diako-
b. PLTS Atap 105,9 0 35,8*) modir dalam RUPTL (masih berupa
potensi) seringkali menghadapi
PLTB 0 0
kendala system kelistrikan setempat
Total 769,1 589,48 638,88 yang belum bisa menyerap listrik
(demand rendah atau transmisi
*) Target PLTS Atap sesuai dengan Renstra
belum siap).

www.listrikindonesia.com 61
REVIEW COVER STORY

BAURAN ENERGI BARU & TERBARUKAN

Akrobat Pemerintah
Memburu Target 23%
Pemerintah melakukan
berbagai cara untuk
mencapai target
bauran energi baru dan
terbarukan sebesar 23%
pada 2025, yang sudah
menjadi komitmen
Indonesia di level global.
Zuchri

D
irjen Energi Baru Terbarukan
dan Konservasi Energi,
Kementerian ESDM Dadan
Kusdiana mema­par­kan bahwa
energi baru dan terbarukan
(renewable energi) sudah menjadi
sebuah pilihan yang harus ditempuh,
bukan lagi sekadar energi alternatif.
kapasitas 10.500 MW dengan perincian Berbagai Cara
2.000 MW diantaranya tidak tersam-
Menurutnya, pemerintah segera
“Energi terbarukan sudah pasti. Kita bung ke jaringan PT PLN (Persero),
merevisi Peraturan Menteri ESDM
ingin melihat masa depan di Indone- sehingga perlu tambahan pembangkit
tentang PLTS Atap (rooftop) agar lebih
sia bahwa energi baru terbarukan sekitar 8.500 MW selama 2021-2025.
menarik bagi konsumen. “Realisasi
akan dominan, tapi kapan? Saya
Target tersebut, katanya, sudah PLTS Atap pada 2020 hanya 12 MW.
sangat yakin, dan tidak bisa ditolak.
didukung dalam perencanaan, yaitu Pada tahun ini bisa naik hingga 4-5 kali
Lalu bagaimana supaya kita meman-
Rencana Usaha Penyediaan Tenaga lipat karena regulasinya akan direvisi
faatkan energi bersih, publik sudah
Listrik (RUPTL) 2021-2030 dengan lebih menarik bagi konsumen.”
mendorong, maka kami melakukan
kapasitas 9.500 MW. Dalam RUPTL
berbagai upaya percepatan,” ujar Berdasarkan beleid yang berlaku saat
yang akan disahkan, ada penambahan
pria jebolan S2 & S3 Kyoto Univer- ini, ekspor listrik dari PLTS atap ke PLN
kapasitas 9.500 MW. “RUPTL dalam
sity ini kepada Listrik Indonesia, dibatasi maksimal 65%, sedangkan
tahap revisi dan akan segera keluar.
Kamis (21/1/2021). 35% kapasitas listrik dari panel surya
Dirjen EBTKE diberi porsi sangat
diambil sebagai biaya PLN yang telah
Menurutnya, berdasarkan data yang baik, leadership Pak Menteri [Arifin
menyimpan listrik tersebut. Kedepan,
ada, penambahan pembangkit EBT Tasrif] sangat mendukung agar target
lanjutnya, batasan ekspor maksimal itu
dalam 5 tahun terakhir sebesar 400 bauran EBT ini terwujud. By planning
akan dinaikkan sampai 70% atau 80%.
megawatt (MW) per tahun. Porsi [target bauran EBT] sudah masuk. Kita
bauran pembangkit EBT per Desem- pastikan dari perencanaannya.” “Tahun ini akan kami push, regulasi
ber 2020 sebesar 10.467 MW atau akan diperbaiki. Tahun ini target PLTS
Dadan menegaskan, segala cara dan
sekitar 14,7% dari total kapasitas atap 4-5 kali lipat [dari realisasi 2020]
upaya dilakukan pemerintah untuk
terpasang 71.000 MW. “Padahal, yang tercapai. Karena akan kita perbaiki
mendorong bauran energi bersih. “Saya
target kita 23% pada 2025. Masih dari 65% naik ke 75%.”
secara khusus ditugaskan Pak Menteri
ada sisa waktu 5 tahun untuk men-
ESDM untuk mengawal pencapaian Selain itu, batasan penyimpanan listrik di
capainya.”
ini, untuk RUPTL, melalui Keputusan sistem PLN maksimal 3 bulan, jika melebi-
Untuk mencapai target 23% pada Menteri ESDM. monitoring supaya hi batas tersebut, maka akan hangus. “Ke
2025, perlu ada tambahan pem- target EBT tercapai. Ini sebuah hal baru, depan mungkin waktunya akan diperpan-
bangkit listrik EBT dengan total tidak ada sebelumnya.” jang menjadi 6 bulan atau 1 tahun.”

62 Listrik Indonesia | No. 77 | 10 Februari - 10 Maret 2021


COVER STORY REVIEW

memi­liki 3 strategi dalam percepatan


Kapasitas Pembangkit EBT di Indonesia (MW)*
bauran EBT.
Pembangkit EBT 2015 2016 2017 2018 2019 2020
Pertama, substitusi, yaitu mengganti
Hybrid 3,6 3,6 3,6 3,6 3,6 3,6
bahan bakar fosil pembangkit dengan
Bayu 1,5 1,5 1,5 143,5 154,3 154,3
energi bersih, seperti Solar diganti
Surya 33,4 43,1 50,9 67,8 136,6 292,3
dengan B30, batu bara dicampur
Bioenergi 1.741,70 1.783,10 1.856,80 1.882,80 1.889,80 1.916,50
dengan biomassa (co-firing). Pen-
PanasBumi 1.438,30 1.533,30 1.808,30 1.948,30 2.130,70 2.326,70 campuran 5% biomassa ke dalam
Air 5.277,50 5.620,90 5.657,90 5.742,10 5.976,00 6.678,93 PLTU bisa menaikkan bauran EBT
Total 8.496 8.985,50 9.379 9.788,10 10.291 11.372,33 hingga 1%. Padahal, secara teknis,
Sumber: Kementerian ESDM, 2020 PLTU menghabiskan 15% biomassa
se­bagai pengganti batu bara. Skema
Di luar pembangkit EBT, pemerintah Perpres Tarif EBT yang akan segera ­co-firing ini bisa disediakan oleh
juga terus konsisten menjalankan keluar dapat memperbaiki iklim usaha mikro dan kecil untuk meng­
bauran Solar dan biodiesel. investasi EBT. Perpres itu menjadi lebih gerakan perekonomian masyarakat.
kuat dibandingkan sebelumnya yang
Langkah lainnya berupa co-firing (bau- Terkait dengan harga biomassa yang
hanya dalam bentuk Permen ESDM.
ran bio massa di pembangkit listrik tena- mungkin lebih mahal dibandingkan
“Sekarang payung hukumnya lebih kuat
ga uap (PLTU). Melalui konsep co-firing, batu bara, Dadan menegaskan bahwa
dengan memperhatikan prinsip-prinsip
kapasitas listrik tidak akan bertambah, pemerintah tetap melihat bottom line,
keekonomian yang wajar. Pemerintah
tetapi bauran EBT akan naik. yaitu kewajaran tingkat keekonomian
tidak semena-mena juga menentukan
Langkah lainnya juga konversi biogas agar program ini berjalan.
tarif jual listrik, tidak seperti itu,” tuturnya.
melalui rumah tangga. “Tetapi kecil Kedua, konversi, yaitu mengganti
kontribusi ke penambahan bauran EBT, Dia menegaskan bahwa semangat
mesin PLTD dan PLTU menjadi pem-
sebenarnya berpotensi besar.” pemerintah dalam percepatan EBT
bangkit EBT. Misalnya PLTD diganti
justru untuk
dengan pembangkit EBT yang lebih
membantu PLN
efisien. PLTU-PLTU yang sudah tua
supaya lebih baik.
bisa digantikan dengan pembangkit
“Ingin membantu
EBT dengan melihat dampak negatif
PLN lebih baik dari
dan positif secara komprehensif.
sisi penyediaan
listrik lebih ramah Ketiga, menambah kapasitas pem-
lingkungan dan bangkit jenis EBT, seperti PLTA, PLTS,
tidak menambah PLTP dan PLTB. PLTA bisa dikombi-
kesulitan dari sisi nasikan dengan PLTS Terapung. Saat
finansial PLN, ini, sebagian PLTA menjadi pembang-
balance sheet PLN kit peaker sehingga ditopang oleh
jangan sampai PLTS Terapung yang hanya beroper-
terganggu.” asi pada siang hari, sedangkan PLTA
beroperasi pada malam hari. “Skema
Sebagai contoh, ini akan menambah porsi EBT, tetapi
pengembangan kapasitas listrik yang masuk ke PLN
geothermal men- masih tetap sama, tidak bertambah
dorong ekspansi di sehingga tidak membebani PLN.”
wilayah kerja panas
bumi (WKP) existing Dadan mengakui banyak tantangan
daripada membuka dalam meningkatkan bauran EBT.
wilayah baru yang Kelebihan kapasitas listrik PLN juga
Dari sisi regulasi juga mendukung per­ investasinya lebih mahal. Peme­rintah menjadi salah satu kendala. Tantan-
cepatan EBT seperti RUPTL, Permen mengarahkan penge­boran 20 WKP den- gan terbesar pengembangan EBT,
ESDM, Perpres Tarif EBT, dan Ran­ gan potensi 683 MW. lanjutnya, pada paradigma ma-
cangan Undang-Undang EBT yang syarakat bahwa energi bersih masih
Pemerintah, katanya, akan mendorong sebatas alternatif. Padahal, EBT me-
sedang difinalisasi DPR. “Percepatan pengembangan pembangkit hijau yang miliki sumber daya tak terbatas dan
bauran EBT ini bagaimana harus lebih efisien dan memenuhi skala keeko- lebih ramah lingkungan dibandingkan
men-double kapasitas pembangkit nomian. “Mi­salnya untuk PLTP lebih ­dengan energi fosil yang akan habis.
EBTdalam 5 tahun.” ekonomis jika melakukan ekspansi PLTP
existing. Jika PLTP baru (greenfield), Dia menegaskan bahwa pemerintah
Menurutnya, ada beberapa langkah tentu pengembang harus menyiapkan terus berupaya mempercepat
yang akan diambil pemerintah. Pertama, infrastruktur, jalan, jembatan, dan lainnya pengembangan energi hijau untuk
memperbaiki iklim investasi. Pasalnya, sehingga biayanya menjadi tinggi.” mencapai target 23% pada 2025.
pembangkit ini menjadi bidang usaha Di sisi lain, resesi perekonomian
yang memberikan dampak besar Tiga Strategi global, yang juga dialami Indonesia,
terhadap perekonomian nasional seperti Dirjen yang telah mengabdi di Ke- menyebabkan tertundanya beberapa
penyerapan tenaga kerja. menterian ESDM selama 28 tahun ini, proyek EBT.

www.listrikindonesia.com 63
REVIEW COVER STORY

Dr. Josef M. Ullmer


PRESIDENT DIRECTOR ANDRITZ HYDRO

Pengembangan energi baru dan terbarukan di


Indonesia tidak akan terlepas dari teknologi.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB)
yang memiliki intermittency perlu dicarikan
teknologinya, seperi penyimpanan daya (storage)
yaitu baterai.
Teknologi penyimpanan daya telah diaplikasikan
di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) melalui
teknologi pump storage seperti yang akan
diaplikasikan di PLTA Upper Cisokan Pump
Storage berkapasitas 1.000 megawatt (MW).
ANDRITZ Hydro sebagai perusahaan manufaktur
global akan berkontribusi dalam penerapan
teknologi Pump Storage di PLTA Upper Cisokan.
PT ANDRITZ Hydro telah banyak mengimplemen­
tasikan teknologi dan solusi di pembangkit hidro
baik skala kecil maupun skala besar di Tanah
Air. Indonesia dianugerahi sumber daya air
yang sangat melimpah dan bisa diolah menjadi
energi bersih yang dapat mengurangi emisi CO2.
Untuk mengetahui lebih luas tentang portofolio
ANDRITZ Hydro di Indonesia, Listrik Indonesia
mewawancarai Direktur Utama PT ANDRITZ
Hydro Josef M. Ullmer.
Zuchri

Kontribusi Teknologi
ANDRITZ Hydro
di Pembangkit Hidro
Bagaimana potensi energi baru dan Kami sangat mendukung dan pembangkit listrik tenaga air dan mikro
terbarukan di Indonesia? menghargai dorongan Pemerintah hidro di Indonesia pada tahun ini?
Seperti yang kita ketahui bersama, Indonesia agar sumber daya energi
terbarukan harus memainkan peran Secara teoritis, dengan pemanfaatan
Indonesia telah dianugerahi dengan potensi tenaga air yang masih sangat
sumber daya energi terbarukan yang yang jauh lebih penting dalam
pengembangan energi di masa depan rendah, tentu peluang investasi hidro
melimpah dari segala jenis seperti masih sangat menjanjikan.
tenaga air, matahari, angin, panas untuk mencapai pengurangan emisi
bumi, biomassa, dan jangan lupakan karbondioksida (CO2) sejalan dengan Namun karena peraturan baru peme­
kinetika laut (energi arus laut) sebagai komitmen Perjanjian Paris (Paris rintah (Peraturan Presiden tentang Tarif
sebuah negara kepulauan. Namun, Agreement). Langkah Pemerintah Listrik EBT) yang telah lama ditunggu
sejauh ini Indonesia baru memanfaatkan Indonesia juga sejalan dengan fokus belum disahkan maka sebagian pelaku
energi baru terbarukan (EBT) dengan dan tren global dalam optimalisasi enggan menunda keputusan investasi
persentase yang sangat kecil dan energi bersih (green energy). mereka hingga Perpres tersebut
sangat bergantung pada pembangkit Bagaimana peluang investasi diterbitkan (saat ini pemerintah sedang
listrik berbahan bakar fosil. ketenagalistrikan, khususnya untuk memfinalisasi Perpres Tarif EBT)

64 Listrik Indonesia | No. 77 | 10 Februari - 10 Maret 2021


COVER STORY REVIEW

Apakah pandemi Covid-19 mem­ kete­rampilan kinerja digital ini, untuk lebih dari 3 dekade dan memiliki tenaga
pengaruhi kinerja ANDRITZ Hydro menciptakan tempat kerja virtual serta kerja yang cukup besar dari tenaga ahli
sepanjang 2020? Apa strategi yang platform interaksi digital serba tinggi Indonesia yang terlatih yang menjamin
akan diterapkan pada 2021? dengan klien kami untuk menyelesaikan kedekatan bisnis dengan klien di Indo-
Sepanjang 2020 seluruh pihak terkena proyek yang sedang berjalan di tengah nesia. ANDRITZ Hydro telah m ­ engatasi
dampak Covid-19 yang dipastikan mem- mobilitas yang terbatas dan adanya banyak tantangan yang dihadapi pada
pengaruhi kinerja ANDRITZ Hydro. Oleh hambatan-hambatan lainnya. Kami tahun 1998, 2008 dan sekarang dengan
karena itu kami harus beralih sangat sangat menantikan kesempatan untuk COVID-19, melalui kerja sama erat di
cepat ke struktur yang sangat terdesen- memvaksinasi semua staf kami dan sektor energi. Komitmen dan ketang-
tralisasi dengan ketergantungan yang keluarganya agar pandemi ini dapat guhan ini berulang kali membuktikan
besar pada komunikasi digital dan harus dikendalikan hingga akhir tahun 2021. bahwa ANDRITZ adalah mitra yang

CIRATA HEPP, 8 X 125 MW


WEST JAVA – INDONESIA

Portofolio kami di pembangkit hidro berskala


besar mencapai 36 unit dengan total kapasitas
HP.P.Special-Cirata.90x180.en.11.20
AH_Po_Ref-Cirata_10.11.2020_90x180cm.indd 1 12.11.2020 14:19:48

2.339 megawatt (MW), Compact Hydro (Mini


memastikan pelaksanaannya di seluruh
lokasi proyek yang sedang berjalan. hidro) dengan total kapasitas 217,1 MW (50
Selanjutnya, kami juga menyiapkan Unit), serta layanan & rehabilitasi pembangkit
Prosedur Operasi Standar (SOP) baru dengan total kapasitas
bersama-sama dengan klien kami
mengenai keamanan dan jarak sosial 402,5 MW (40 Unit).
(social distancing) di lokasi konstruksi
(project site), seperti pemakaian masker,
pelindung wajah, mencuci tangan dan Pelayanan dan commissioning secara dapat dipercaya dan bekerja sama pada
sanitasi serta menjaga jarak sosial dan internasional untuk pembangkit lis- saat kondisi baik maupun buruk.
menghindari pertemuan berskala besar trik tenaga air (PLTA) di seluruh dunia
merupakan salah satu kegiatan utama
Berapa total kapasitas proyek PLTA
telah menjadi kebiasaan baru. Kami kecil/besar yang saat ini dikerjakan
telah menyadari betapa peraturan baru ANDRITZ Hydro. Kami berharap dengan
tenaga kerja yang telah divaksin dengan
ANDRITZ di Indonesia?
ini menyebabkan stres dan kecemasan
baik dapat memperoleh kembali mobilitas PT ANDRITZ Hydro Indonesia me-
staf kami dan karenanya kami telah
global tanpa takut terinfeksi Covid-19. masok, memasang dan menjalankan
bekerja keras dengan tim manajemen
Pembangkit Listrik Tenaga Air skala
dan semua staf untuk mengatasi ANDRITZ Hydro adalah salah satu (LH-Large Hydro) Besar, Pembangkit
masalah ini. Saya bangga untuk pemain terbesar pembangkit hidro di Listrik Tenaga Mini Hidro (CH-Compact
mengatakan bahwa kami tidak hanya dunia. Bagaimana dengan investasi Hydro) dan Pembangkit Listrik yang
memperoleh kembali kinerja normal, ANDRITZ Hydro di Indonesia? Direnovasi (SR-Service and Rehabilita-
tetapi menjadi lebih fokus dan lebih
Instalasi pertama ANDRITZ Hydro dari tion). Portofolio kami di pembangkit
efektif selama masa ketidakpastian
peralatan elektromekanis dilakukan pada hidro berskala besar mencapai 36 unit
yang ekstrim ini.
tahun 1902 dan masih beroperasi. Kami dengan total kapasitas 2.339 mega-
Oleh karena itu, pada tahun 2021, aktif sebagai perusahaan penanaman watt (MW), Compact Hydro (Mini hidro)
kami akan mengerjakan lebih lanjut modal asing (PMA) yang lengkap sejak dengan total kapasitas 217,1 MW (50

www.listrikindonesia.com 65
REVIEW COVER STORY

Unit), serta layanan & rehabilitasi PT. ANDRITZ HYDRO – REFERENCES IN INDONESIA
pembangkit dengan total kapasitas Large Hydro : 2,339.0 MW (36 Units)
402,5 MW (40 Unit). Compact Hydro :
Service & Rehab:
217.1 MW
402.5 MW
(50 Units)
(40 Units)
WEST SUMATRA 342 MW
BENGKULU 210 MW

Bagaimana status proyek yang


Kotapanjang 3 x 38 MW LH
Musi 3 x 70 MW LH
Singkarak 4 x 55 MW LH

akan dioperasikan (COD) tahun ini?


Lubuk Gadang 2 x 4 MW CH

NORTH SULAWESI 34 MW

Berikut adalah proyek ANDRITZ ACEH 90.2 MW


LAMPUNG 90 MW
Tonsea Lama
Tangari
1 x 5.4 MW CH
2 x 9.9 MW CH CENTRAL SULAWESI 1.6 MW
Besai 2 x 45 MW LH
di beberapa Pembangkit Listrik Tonsea Lama 2 x 4.4 MW SR Kolondom 2 x 0.8 MW CH
Peusangan 1* 2 x 23.1 MW LH
Peusangan 2* 2 x 22 MW LH
Tenaga Mini Hidro (PLTMH)
yang ditargetkan beroperasi NORTH SUMATRA 170.19 MW

(Commercial Operate Date/COD) Renun


Wampu
2 x 42 MW LH
3 x 15 MW SR NTB 5 MW

pada tahun ini, seperti PLTMH Hasang


Asahan 3 Lot II*
3 x 13.73 MW CH
P / G LH
Segara 2 x 2.5 MW CH WEST PAPUA
Werba
1.8 MW
2 x 0.9 MW CH
Cikaengan 1 (3 x 1,7 MW), PLTMH WEST JAVA 1,133.77 MW

Cikandang (3 x 2 MW), dan PLTMH Cirata I & II


Parakan
8 x 125 MW LH
2 x 2.5 MW CH

Cikaengan 2 (2 x 3,8 MW). Curug


Cianten 1
2 x 3.5 MW CH
2 x 1.0 MW CH
Cianten 1B 2 x 3.4 MW CH EAST JAVA 115.4 MW
SOUTH SULAWESI 475 MW2
Bagaimana target kontrak baru proyek Cianten 2 2 x 2.5 MW CH Tulungagung 2 x 18 MW LH
Cianten 3 2 x 3.0 MW CH CENTRAL JAVA 184.1 MW Sengguruh 2 x 16 MW LH Balambano 2 x 70 MW LH

pembangkit listrik tenaga air kecil/ Cibalapulang 1 3 x 3.3 MW CH Mrica 2 x 67 MW LH Giringan 1 x 1.4 MW CH Karebbe 2 x 64 MW LH
Cibalapulang 2 2 x 3.2 MW CH Jelok 3 x 5.1 MW CH Mendalan 1 x 5.6 MW CH Larona 3 x 68 MW SR

besar di Indonesia dalam 5 tahun Cibalapulang 3 2 x 3.4 MW CH Wonosobo 1 x 7.4 MW CH Siman 1 x 3.6 MW CH Bungin I 2 x 1.5 MW CH
Cikaengan 2* 2 x 3.66 MW CH Ketenger 2 x 3.5 MW SR Giringan 3 x 1.2 MW SR

mendatang? Cikaengan 1* 3 x 1.75 MW CH Jelok 4 x 5.1 MW SR Mendalan 4 x 5.6 MW SR


Cikandang* 3 x 2 MW CH Siman 3 x 3.6 MW SR
Kracak 3 x 5.5 MW SR
Kami menantikan masa depan yang Lamajan 3 x 7.0 MW SR
Ubrug 3 x 6.0 MW SR
cerah dalam 5 tahun ke depan tidak Plengan 4 x 1.3 MW SR
*Under Construction
hanya dengan PT PLN (Persero), tetapi
juga banyak investor Eropa, Jepang, Ko-
rea, dan Australia bersama dengan mitra
Indonesia untuk membangun PLTMH
dan PLTA di masa depan. Draf Ran-
cangan Undang-Undang (RUU) Energi
Baru dan Terbarukan yang telah lama
Perjalanan Panjang Andritz
ditunggu-tunggu akan menjadi pondasi
bahwa investasi yang sudah akan masuk di Pembangkit Hidro
ini bisa mulai terwujud pada tahun 2021

S
dan tahun-tahun mendatang.
angat tepat ketika ANDRITZ ESDM 2020). Bicara soal pembangkit
Apa saja tantangan perkembangan Hydro masuk ke Indonesia. hidro tentu tidak akan bisa lepas dari
bisnis energi terbarukan di Indonesia? Pasalnya, Indonesia dianugerahi peran ANDRITZ Hydro sejalan dengan
Indonesia dalam 50 tahun terakhir sumber daya air yang sangat motto perusahaan From Water to Wire.
membeli dan melakukan eksplorasi melimpah. Sudah lebih dari
Perjalanan ANDRITZ di Indonesia
minyak bumi, gas dan batu bara yang 30 tahun, ANDRITZ Hydro
masih sangat panjang. Kontribusinya
cukup agresif sehingga wajar bahwa berkontribusi dalam pemanfaatan
masih sangat dibutuhkan mengingat
rintangan terbesar adalah pola pikir sumber daya alam/air menjadi
potensi pembangkit hidro mencapai
Pemerintah dan pelaku industri. Namun, energi listrik. Kontribusi itu
75.000 MW, tetapi baru terutilisasi
dalam 2 tahun terakhir telah terjadi diberikan melalui Pembangkit Listrik
6.100 MW (8,1%). Masih ada 91,9%
­kesadaran bahwa Indonesia tidak Tenaga Air (PLTA), Pembangkit
yang menjadi peluang ANDRITZ Hydro.
dapat terus menerus mengandalakan Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH),
Hal ini tentu sangat didukung oleh
energi fosil tersebut dan harus lebih serta revitalisasi dan rehabilitisasi
pemerintah Indonesia yang sedang
memanfaatkan sumber daya energi pembangkit hidro existing.
gencar mendorong pemanfaatan energi
terbarukan yang baru. Juga pembiayaan Perjalanan panjang ANDRITZ di baru dan terbarukan yang lebih ramah
dari investor dan bank telah meningkat Indonesia dibuktikan melalui kontri- lingkungan.
dengan sangat baik akhir-akhir ini. Jadi, busi dalam pembangunan pembang-
kami akan melihat masa depan yang ANDRITZ Hydro pun terus berinovasi
kit hidro. Perusahaan global yang
lebih cerah untuk segera mengatasi di tengah peluang dan tantangan yang
bermarkas di Austria itu telah me-
rintangan ini. sangat besar. Aplikasi untuk peralatan
masok, memasang dan menjalankan
elektro-mekanik penyimpanan pompa
Apa pandangan Anda tentang transisi PLTA, PLTMH serta merenovasi dan
serta modernisasi PLTA existing untuk
dari energi fosil ke energi terbarukan, merehabilitasi pembangkit hidro di
mendukung layanan tambahan yang
khususnya di sektor kelistrikan di tanah air. Secara total, ANDRITZ
diperlukan untuk stabilisasi jaringan.
Indonesia? telah berkontribusi dalam pem­
Seperti yang akan diaplikasikan di
bangunan dan revitalisasi pembang-
Secara global, transisi ini sudah PLTA Upper Cisokan Pump Storage
kit hidro di Indonesia dengan total
menjadi kenyataan karena investasi berkapasitas 1.000 MW.
kapasitas 2.958,6 MW dari 126 unit
baru (greenfield) seperti Pembangkit pembangkit. Bahkan, kontribusi itu Di sisi lain, pembangkit EBT lainnya,
Listrik Tenaga Bayu (PLTB), Pembangkit mencapai 48,5% dari total kapasi- seperti Bayu dan Surya masih memi-
Listrik Tenaga Surya (PLTS), dan tas terpasang pembangkit hidro di liki beberapa tantangan, yaitu sifat
PLTS Terapung jelas mengungguli Indonesia per 2020 sebesar 6.100 intermittency yang sangat bergan-
pembangkit listrik berbasis fosil. MW (data berdasarkan Kementerian tung pada kekuatan angin (PLTB)
Hal itu tidak hanya untuk masalah
pengurangan emisi CO2, tetapi juga

66 Listrik Indonesia | No. 77 | 10 Februari - 10 Maret 2021


COVER STORY REVIEW

terkait dengan daya tarik komersialnya. hindari pemadaman listrik di seluruh melimpah dan untuk menghasilkan
Namun, sumber energi baru ini tidak Eropa yang akan menghabiskan biaya hidrogen yang akan menjadi sumber
dapat menyediakan listrik selama miliaran Euro yang bisa kian menekan bahan bakar dominan untuk mobilitas
24 jam sehari dan 7 hari dalam perekonomian yang sedang lesu akibat dan penggunaan industri baja dan
seminggu (24/7) karena ada kendala COVID-19 sejak Maret 2020. Oleh kare- pemurnian mineral lainnya.
intermittency, sehingga belum bisa na itu, implantasi PLTA Upper Cisokan
menyuplai listrik secara penuh dalam Semua perusahaan energi besar saat ini
Pump Storage Cisokan berkapasitas
24 jam per hari. Padahal, industri dan sedang dalam tahap uji kelayakan dan
1.000 MW akan menjadi prasyarat untuk
konsumen membutuhkan suplai listrik implantasi awal dari inisiatif sumber energi
mengembangkan aplikasi tenaga surya
andal yang tidak terputus-putus yang hydrogen (green hydrogen) dan tenaga
dan angin di Jawa. Juga semua pulau
membutuhkan beberapa kapasitas hidro akan memainkan peran dominan
lain memiliki potensi besar untuk solusi
penyangga yang paling baik yang dapat untuk kebutuhan permintaan tersebut.
energi terbarukan yang terintegrasi
disediakan oleh PLTA Pump Storage seperti angin, surya, dan air. Dengan komitmen Indonesia untuk
dan Instalasi Baterai untuk kebutuhan
mencapai pengurangan CO2 yang
yang lebih kecil. Bagaimana pandangan Anda tentang
cukup besar di tahun-tahun mendatang
investasi energi terbarukan di
PLTA Pump Storage ini seperti baterai dan untuk memanfaatkan sumber EBT
Indonesia pada tahun ini?
berbasis air yang diperlukan untuk dengan cara yang dipercepat, kami
menstabilkan jaringan dan memastikan Prospek masa depan dalam investasi sepenuhnya yakin bahwa ANDRITZ
bahwa pasokan listrik disediakan den- energi baru dan terbarukan akan terjadi Hydro dapat berkontribusi dengan
gan aman, bahkan jika terjadi beberapa di pulau-pulau terpencil dan terluar produk dan layanan inovatif kami untuk
gangguan. Baru-baru ini, intervensi seperti Papua dan Kalimantan untuk masa depan yang lebih bersih dan maju
kapasitas Pump Storage mampu meng- memanfaatkan sumber daya hidro yang bagi seluruh rakyat Indonesia.

tenaga air “greenfield” (unit baru)


CIANTEN 1 HEPP, 2 X 1 MW maupun “brownfield” (unit lama), yang
mencakup kapasitas baterai dari 500
WEST JAVA - INDONESIA

kWh hingga 20 MWh. HyBaTec adalah


solusi hybrid yang dirancang khusus
dan didedikasikan untuk Industri tenaga
air di seluruh dunia.
Josef menambahkan, ANDRITZ
memiliki mitra perusahaan konstruksi
(engineering, procurement,
construction/EPC) yang lengkap
di Indonesia. Keahlian teknik,
pengadaan, dan konstruksi tersebut,
dikombinasikan dengan manufaktur
canggih untuk turbin dan generator dari
HP.P.Ref-Cianten1-2.90x180.en.01.21
AH_Po_Ref-Cianten-1_90x180cm_VB_01.2021.indd 1 22.01.2021 09:47:01
fasilitas manufaktur global ANDRITZ
Hydro. Hal ini untuk menjamin kinerja
dan panas matahari (PLTS). Selain penyimpanan baterai yang besar. implantasi yang sangat baik karena
itu, butuh p­ enyimpan daya (storage) Dibandingkan dengan aplikasi hidro banyak pelanggan setia yang repeat
seperti ­baterai. Sifat intermittency PLTS konvensional, bergantung pada ukuran order sehingga ANDRITZ Hydro sangat
tersebut akan sangat ideal jika dikom- baterai, rentang pengoperasian dapat menghargai investasi berharga mereka.
binasikan d ­ engan PLTA, yaitu pemban- diperpanjang hingga kisaran 25%. “Dengan ANDRITZ Hydro, Anda me-
gunan PLTS Terapung, sehingga bisa miliki mitra yang tepat untuk semua
HyBaTec menawarkan peluang baru
saling ­menutup energi yang dihasilkan kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga
untuk berpartisipasi dalam pasar energi
dari air dan panas matahari. Hal ini Air dari mulai pengembangan unit baru
dengan memberikan tanggapan yang
akan d­ iterapkan di PLTS Terapung di hingga layanan operasi dan pemelihara-
sangat cepat terhadap perubahan
­permukaan PLTA Cirata. an penuh dengan pakar Indonesia yang
permintaan energi di jaringan.
Solusi HyBaTec bekerja di ANDRITZ Hydro,” tuturnya.
Untuk PLTA existing, teknologi ini
Josef M. Ullmer mengatakan bahwa mengatasi keterbatasan hidrolik dan Selain itu, adanya dukungan Big Data
permintaan pasar energi dan jaringan mekanik dengan mendukung perilaku dengan sistem pemeliharaan prediktif
baru memerlukan respons yang operasi unit dan meningkatkan flek­si­ seperti sistem ANDRITZ Metris Di-
cepat, perubahan beban yang sering bilitas operasional. Dampak frekuensi OMera Expert. “Disimpan di Data Lake
terjadi, perpindahan energi dalam yang sangat cepat menciptakan pro­duksi yang sangat aman selama 24 jam dalam
sehari, dan rentang operasional energi volatil yang dapat diimbangi 7 hari (24/7) yang dipantau melalui
pembangkit listrik tenaga air yang dengan baterai dan mengu­rangi Pusat Kontrol Lokal kami di Jakarta.
diperpanjang. Selain solusi hybrid tekanan mekanis ke seluruh unit. Layanan jarak jauh ini juga disambut
skala besar, solusi HyBaTec dari dan diberikan kepada pengembang
ANDRITZ menggabungkan unit Menurutnya, sistem ini dapat diterapkan listrik swasta (Independent Power Pro-
generator turbin hidro dengan sistem pada semua aplikasi pembangkit listrik ducer/IPP) di seluruh Asia Tenggara.”

www.listrikindonesia.com 67
PROFILE
REVIEW VOICE OF CEO

TONY WENAS
PRESIDEN DIREKTUR PT FREEPORT INDONESIA

Setelah produksi tambang terbuka


(open pit) Grasberg berakhir, kini
PT Freeport Indonesia, perusahaan
tambang mineral afiliasi dari
perusahaan tambang asal Amerika
Serikat Freeport-McMoRan
dan MIND ID itu mulai fokus
mengoperasikan tambang bawah
tanah mengoperasikan tambang
bawah tanah.
Zuchri

tambang Freeport di Papua yang sangat remote, apalagi


pada awal beroperasi [infrastruktur masih terbatas dan
lokasi tambang terpencil]. Kami mulai pengembangan
tambang pada 1967-1973, butuh waktu sekitar 7 tahun
sampai pada tahap produksi pertama dan kebutuhan listrik
kami penuhi sendiri. Saat ini, kami memiliki pembangkit
sendiri (captive power plant), yaitu pembangkit listrik
tenaga uap (PLTU) berkapasitas 3x65 megawatt (MW) dan

PLTMG Freeport
Jamin Keandalan Listrik
Tambang Bawah Tanah
P
engoperasian tambang bawah tanah Grasberg akan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sekitar 170 MW,
berdampak pada peningkatan kebutuhan suplai sehingga total sebesar 365 MW. Ke depan, kami memang
listrik. Oleh karena itu, Freeport Indonesia mulai perlu menambah lagi kapasitas pembangkit mengingat
membangun pembangkit tambahan, yaitu Pembangkit ada pengembangan tambang bawah tanah yang sedang
Listrik Tenaga Mesin dan Gas (PLTMG). dilakukan sehingga membutuhkan tambahan suplai listrik.
Untuk mengetahui lebih detail rencana pembangunan
PLTMG Freeport Indonesia, Listrik Indonesia
Apakah pembangunan PLTMG sudah dimulai?
mewawancarai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Kami sedang mempersiapkan pembangunan PLTMG ini.
Tony Wenas pada Senin (18/1/2021). Belum mulai konstruksi. Persiapan berbagai hal seperti
lahan, land clearing, mobilisasi peralatan dan komponen
Bagaimana suplai dan kebutuhan listrik di serta sumber daya manusia.
tambang Freeport Indonesia?
Seperti perusahaan tambang dan industri lainnya, listrik
Kapan target PLTMG PT Freeport Indonesia
menjadi salah satu kebutuhan pokok. Sementara itu, lokasi beroperasi?

68 Listrik Indonesia | No. 77 | 10 Februari - 10 Maret 2021


VOICE OF CEO PROFILE
REVIEW

Chief [Entertainment]
Executive Officer
yang Selalu Bersyukur
Freeport merupakan salah satu inves-
tor dan kontributor terlama yang sudah 53
tahun beroperasi di Indonesia, dan menjadi
penggerak utama perekonomian di Papua.
“Komoditas tembaga dan emas bisa dibilang
seksi sekali sehingga banyak pihak yang
menaruh perhatian baik positif maupun
negatif sehingga dinamikanya sangat tinggi.
Apalagi lokasinya di Papua”, ungkap Tony.
Hubungan Freeport McMoRan (induk usaha
PT Freeport Indonesia) dan Pemerintah
Indonesia sempat tegang sejak 2015 ketika
kedua belah pihak mulai membicarakan
nasib kontrak Freeport di Papua yang akan
berakhir pada 2021.
Tarik ulur berbagai kepentingan. Di tengah
situasi memanas, Freeport McMoran lang-
sung menunjuk Tony Wenas, sebelumnya
Executive Director, menjadi Presiden Di-
rektur PT Freeport Indonesia (PTFI). Tentu
Kami sedang mengurus semuanya. proyeksi kebutuhan listriknya juga tidak mudah bagi Tony Wenas karena men-
Segera setelah kita dapatkan [perizin­ disesuaikan agar efisien. Banyak jadi nahkoda PTFI di tengah perusahaan
an dan lain-lain], pada akhir 2022 pertimbangan dan perhitungan se- tambang asal Amerika Serikat itu sedang
sudah bisa beroperasi. PT Wartsila In- hingga akhirnya memutuskan untuk berunding untuk memperpanjang kontrak di
donesia dan PTPP (Persero) bersama membangun PLTMG. Indonesia.
pihak lain yang akan membangun
PLTMG tersebut. Target pengoperasi­ Apakah pengoperasian tam­­ Pemerintah memberikan perpanjangan
an PLTMG ini berbarengan dengan bang bawah tanah Grasberg operasi/izin PTFI sampai 2041 dengan
target tercapainya produksi normal akan meningkatkan kebu­ mengubah kontrak karya menjadi izin usaha
dari tambang bawah tanah PTFI pada tuhan listrik? pertambangan khusus (IUPK). Kesepakatan
2022. lainnya, MIND ID mengambil alih 51,2%
Karena kebutuhan energi kami ber­ saham PTFI. Intinya setelah Pemerintah
tambah, maka kapasitas listrik perlu
Berapa total kapasitas PLTMG? ditingkatkan. Sebagian akan meng­
Indonesia dan PTFI mencapai kesepakatan
Kami merencanakan PLTMG dengan pada Desember 2018, perjalanan Freeport
gantikan peran dari PLTD existing. perlahan kondusif hingga saat ini.
total kapasitas 127 MW terdiri atas Suplai listrik untuk tambahan fasilitas
14 unit, masing-masing berkapasitas tambang bawah tanah, seperti system Menurut pria kelahiran 8 April 1962 ini,
sekitar 9 MW. Ini akan menggantikan ventilasi tambang bawah tanah, hal terpenting dalam perjalanan negosiasi
sebagian PLTD existing yang kita infrastruktur di Blok Kucing Liar, PTFI & Indonesia adalah adanya kesamaan
operasikan saat ini, sehingga PLTD itu infrastruktur bawah tanah Grasberg, visi untuk mencapai triple win baik bagi
tidak harus bero­perasi lebih dari 1.000 fasilitas crusher Grasberg Block Cave, Pemerintah Indonesia, Freeport McMoRan
jam per tahun. dan fasilitas pengolahan bijih (mill). dan masyarakat Indonesia, khususnya di
Saat ini, 100% tambang bawah tanah. Papua. Kedepannya, sinergi harus berjalan
Kenapa memilih jenis PLTMG? lebih baik sehingga banyak hal yang bisa
Banyak faktor yang perlu dihitung, Bagaimana proyeksi pro­ diselesaikan bersama.
antara lain instalasi, konstruksi, duksi tam­bang Freeport Kendati memimpin perusahaan besar
operasional, biaya dan faktor lainnya. pada tahun ini?
Contohnya jika membangun PLTU sekelas Freeport, Tony tetap merasa enjoy.
bisa lebih murah, tetapi membutuhkan Produksi tambang Freeport menu- “Saya kerja di mana saja, harus enjoy
lahan lebih luas untuk penempatan run pada 2019 karena tambang dan harus memberi manfaat lebih bagi
FABA (Fly Ash Bottom Ash), sedang­ terbuka Grasberg sudah selesai, stakeholders. Kalau kita terbebani malah
kan lahan cukup siap di Pelabuhan pada 2020 produksi baru mencapai menambah beban itu sendiri. Soal enak
Amamapare, Papua. Faktor kece­ 60-70% dari level normal. Pada dan tidak enak, kerja itu pasti ada kewajban
patan dalam membangun pembangkit tahun ini kami memproyeksikan bisa yang h­ arus dilaksanakan, tergantung kita
juga menjadi faktor lain. mencapai 80%-90% dari level nor- melihatnya seperti apa. Walaupun banyak
mal. Target pada 2022 produksi bijih persoalan dan tekanan yang menguras
Selain itu, berdasarkan Izin Usaha tembaga dan emas dari Freeport stamina fisik dan mental, selalu dinikmati
Pertambangan Khusus (IUPK), Free- Indonesia sudah mencapai level nor- dan bersyukur hingga kita dapat lak-
port beroperasi sampai 2041, jadi mal sebesar 200.000 ton /hari. sanakan tugas sebaik-baiknya,” tuturnya.

www.listrikindonesia.com 69
PROFILE
REVIEW VOICE OF CEO

Tony Wenas bukan orang baru PT Vale Indonesia Tbk, kemudian


di Freeport. Sebelum dipercaya ditarik PT RAPP menjadi Executive
sebagai Presiden Direktur pada Chairman.
2017, dia pernah bekerja di PTFI
pada 2001-2010. “Cukup banyak “Saya sempat menangani tambang
yang saya alami di Freeport, Tumpang Pitu (PT Merdeka Copper
sehingga sudah seperti keluarga.” Gold Tbk) di Banyuwangi, lalu saya
kembali ke RAPP menjadi Presiden
Sebelum menempati posisi-posisi Direktur. Dari sana pada 2017, saya
strategis di berbagai perusahaan ­diminta kembali untuk memimpin
besar, Bapak satu anak berdarah Freeport Indonesia sampai saat
Minahasa ini telah melanglang ini,” ujarnya.
buana ke berbagai korporasi. Mulai
bekerja formal di ARCO, sebuah Dia selalu menjaga hubungan
perusahaan oil and gas, kemudian baik di mana pun bekerja
ke Bank Merincorp. Dari perbank- sehingga bisa kembali lagi ke
an pindah ke telekomunikasi di perusahaan yang sama seperti
Bakrie Group, kemudian ke Pacific di RAPP dan PTFI. “Kita jangan
Satelit Nusantara. Selanjutnya, pernah membakar jembatan
pada 2001-2010 Tony bekerja di yang kita seberangi, karena
Freeport Indonesia. Pada 2010, suatu saat kita akan kembali
menjabat Chief Executive Officer melalui jembatan itu.”

Businessman
& Seniman
B ernama lengkap Clayton Allen
Wenas, karirnya sebagai eksekutif di
berbagai perusahaan sangat mumpuni.
“Sukses itu hanya ukuran untuk diri kita
sendiri, tetapi value for other, bagaimana
kita memiliki nilai bagi orang lain,”
harus berhenti, karena saya menyadari
kalau sudah duduk, jangan lupa untuk
berdiri. Saya meyakini dan percaya akan
Namun Tony Wenas sejatinya adalah tuturnya. pentingnya regenerasi.”
seorang musisi, sebagai lead vokal dan
keyboardis. Tidak hanya Chief Executive Rutinitas Tony setiap hari kerja adalah ke Rencananya setelah pensiun nanti,
Officer, tetapi juga Chief Entertainment kantor, meskipun aktifitas hingga larut Tony ingin membantu perusahaan
Officer. malam namun selalu diusahakan bangun yang masih membutuhkan keahlian
jam 6 pagi. Dia memiliki trik yang bisa dan pengalamannya selama ini dalam
Di usia 4 tahun, Tony sudah menyanyi dan ditiru para generasi muda, senantiasa memimpin perusahaan besar, mungkin
tampil di TVRI. Sejak kecil sudah senang menjaga hubungan dan networking. menjadi konsultan/advisor/komisaris.
bernyanyi dan bermain music. Memasuki “Setiap waktu sore hari kerja, saya
masa kuliah di Universitas Indonesia, meluangkan waktu berkomunikasi dengan Tony Wenas membagikan tips bagi
Tony membentuk grup musik SOLID 80, orang lain untuk menjaga networking, generasi muda dan milenial agar tidak
dan bersama beberapa pemusik tersohor with or without issues.” hanya bersandar pada apa yang pernah
seperti Fariz RM membentuk Grup Band dipelajari selama kuliah, karena ilmu/
Symphoni. Ketika berada di rumah, seluruh bidang studi selama kuliah adalah modal
waktunya untuk keluarga, tidak dasar untuk melakukan praktik yang
“Bukan sekedar hobby, tapi ini menjadi membawa pekerjaan kantor ke rumah. penuh dinamika di dunia nyata. Dia sendiri
profesi. Main band dan dapat honor sudah “Mendengarkan musik di studio rumah, seorang sarjana hukum, tetapi justru lama
dimulai saat kuliah, berlanjut sampai kerja untuk mem-balance otak kiri dan otak berkecimpung di dunia tambang.
di perusahaan. Pernah vakum 7-8 tahun, kanan. Weekend saya memilih tidak
lalu pada tahun 2000 saya lanjutkan lagi. bekerja dan setiap hari Minggu saya “Dengan memanfaatkan era digitalisasi
Sampai sekarang masih sering konser”. beribadah bersama keluarga.” yang berkembang luar biasa saat ini,
generasi muda dan milenial akan jauh
Menurutnya, bermain musik dan “Awalnya saya ingin pensiun pada usia 52 lebih hebat dibandingkan generasi saya.
bernyanyi tidak hanya untuk kepuasan diri tahun, ternyata pada saat itu dipanggil Prinsipnya dalam melakukan segala
sendiri tapi juga untuk menghibur orang. kembali ke RAPP. Kemudian berharap sesuatu adalah fokus, jujur, disiplin
Motto hidup Tony harus selalu bermanfaat pensiun di usia 55 tahun setelah selesai dan tulus. Semua ini dibungkus dengan
bagi orang lain seperti kutipan dari Albert dari RAPP, namun ternyata PT Freeport bersyukur kepada Tuhan terhadap
Einstein “Try not to become a man of Indonesia kembali memberi amanah. apa yang telah dilakukan, apa yang
success, but rather try to become a man Akhirnya sekarang saya serahkan telah didapatkan dan apa yang tidak
of value”. semua pada Tuhan, kapan saatnya didapatkan”, pesan Tony. n

70 Listrik Indonesia | No. 77 | 10 Februari - 10 Maret 2021


suara pakar REVIEW

Achmad Kalla
Pendiri PT Bukaka Teknik Utama, Tbk

Tips Cerdas
Investasi Pembangkit Hidro
Achmad Kalla, menjadi figur dalam mengembangkan pembangkit
listrik hidro di Tanah Air. Dalam membangun pengembangan PLTM
dan PLTMH di dapatkan dari India dan PLTA peninggalan Kolonial
Belanda. Sebab, saat itu masih kurangnya SDM yang ahli dalam
pembangunan pembangkit hidro di Indonesia.
 Turiman Sofyan

A
chmad Kalla, salah satu sosok asphalt sprayer, dan sebagainya. Tetapi sebagai orang teknik
pengusaha yang sukses dalam kemampuannya dalam menciptakan
Perusahaan yang didirikan di Cilengsi, atau membuat konsep berbagai
menggeluti bisnis lewat bendera Bogor, Jawa Barat, saat ini menjadi
PT Bukaka Teknik Utama (Bukaka) peralatan teknik yang diproduksi oleh
perusahaan domestik yang juga group perusahaannya tidak diragukan
dan ikut membesarkan Kalla Group. merupakan leader di bidang rekayasa
Adik dari Muhammad Jusuf Kalla ini, lagi. Tidak hanya disini, Bukaka telah
teknik. Kini perusahaan tersebut telah merambah ke bisnis pembangkit listrik
melalui Bukaka, yang merupakan mampu memproduksi tidak hanya
cikal bakal dari Bukaka Group, telah ramah lingkungan, yaitu pembangkit
peralatan teknik yang relatif sederhana listrik berbasis tenaga air.
mengembangkan bisnis peralatan tetapi juga yang menggunakan
berat, sejak 1978 dengan rintisan teknologi maju seperti belalai gajah Beragam jenis pembangkit tenaga listrik
memproduksi peralatan teknik yang (boarding bridge) atau garbarata untuk tenaga mikrohidro (PLTMH), pembangkit
sederhana seperti fire fighting truck, bandar udara (bandara). listrik tenaga minihidro (PLTM), dan

www.listrikindonesia.com 71
OPINI suara pakar

pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sungai-sungai di India hanya memiliki kami tetap mencoba membangun
yang memiliki kapasitas produksi listrik ketinggian (head) yang pendek-pendek. pembangkit hidro dengan skala kecil.
yang besar. Tidak salah, Achmad Tetapi hampir semuanya dimanfaatkan “Saya mengambil referensi dan belajar
Kalla menjadi salah satu tokoh dalam untuk pembangkit listrik,” ujar lulusan dari PLTA Kracak yang terletak di
mengakselerasi penggunaan listrik Institut Teknologi Bandung (ITB) ini. Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten
energi terbarukan di Tanah Air. Bogor yang ini dibangun pada tahun
Sekembalinya Achmad ke Indonesia,
1921 oleh Belanda dan mulai beroperasi
Belajar Dari PLTA Kolonial dia bergegas mencari pembangkit
pada tahun 1926, termasuk ke India. Ini
listrik tenaga air. Ternyata setelah
Langkah Achmad Kalla mulai menekuni merupakan periode saya belajar PLTA,”
keliling Indonesia, waktu itu, dia
bisnis energi yang ramah lingkungan, kata dia.
hanya menemukan PLTA milik PLN
pada 2004. “Ide untuk membangun
peninggalan Belanda semasa kolonial, Berbekal ilmu otodidak tersebut,
pembangkit listrik tenaga air, sudah
meskipun ada yang masih berfungsi Achmad membangun proyel PLTMH
sekitar 16 tahun lalu, yang terinspirasi
dengan baik dan ada yang sudah berkapasitas 250 kW di Sulawesi
dari negara India,” ujar Achmad, kepada
tidak berfungsi. “Saat itu, saya berpikir Selatan dengan medatangkan tenaga
Listrik Indonesia, melalui platform Zoom,
mengapa tidak membangun PLTA sebab ahli dari India. “Meskipun pada waktu
baru-baru ini.
potensi sumber daya air (SDA) cukup yang sama, pemerintah juga men­gem­
Pria kelahiran, Bone, Sulawesi Selatan banyak. Akan tetapi, regulasi atau bangkan beberapa proyek PLTMH di
1952 ini, mengatakan, di India hampir peraturannya dan sumber daya manusia beberapa wilayah di Tanah Air me­lalui
semua sungai dimanfaatkan untuk pem­ relatif belum ada seperti saat ini,” jelas lembaga Koperasi. Sayangnya, meskip-
bangunan PLTMH dan PLTM. “Meskipun dia. un memiliki tujuan mulia untuk me­listriki

Ide untuk membangun


pembangkit listrik
tenaga air, sudah
sekitar 16 tahun lalu,
yang terinspirasi
dari India. Meskipun
sungai-sungai
di India hanya
memiliki perbedaan Pada periode itu, baru ada pembangun­ wilayah tersebut, setelah proyek selesai,
ketinggiannya an PLTA Musi yang ada di Kecamatan pada umum akhir­nya terlantar hingga
Ujanmas, Kabupaten Kepahiang, Beng­ saat ini,” jelas dia.
sedikit, tetapi kulu, dengan kapasitas 210 MW. “Pada
Di sisi lain, Achmad mengembangkan
hampir semuanya masa itu, pembangunan PLTA Musi ini
dan menggeluti pembangunan dan
merupakan pembangunan PLTA terakhir
dimanfaatkan untuk yang dilakukan pemerintah Indonesia.
pengem­bangan PLTMH dengan pemiki-
ran sederhana. “PLTMH tidak membu-
pembangkit listrik. Saya mencari SDM yang ahli dalam
tuhkan bahan bakar yang berasal dari
pembangunan PLTA sangat sulit dalam
periode tersebut,” ucap dia. energi fosil, seperti diesel atau batu bara
dalam menghasilkan listrik. Air merupak-
Seiring berjalannya waktu, Achmad an energi yang murah dalam menghasil­
melanjutkan, meskipun terbatasnya kan listrik. Belum terfikir tentang ramah
SDM ahli dalam membangun PLTA, ligkungan pada saat itu,” ucap dia.

72 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


suara pakar OPINI

Potensi Hidro Masih Sangat Besar tersendiri, sebab peraturannya sering


berubah-buah. PT Bukaka Teknik Utama
telah mengoperasikan pembangkit listrik
P otensi SDA Indonesia sangat besar.
Dari hasil survei yang dilakukan
Nippon Koei Co., Ltd., perusahaan asal
krutan sebab tidak mampu membayar
bunga kredit bank. Pasalnya, biaya pro­
duksi lebih besar dibandingkan peng­
tenaga air 247 MW, yang sekitar 47
MW diantaranya PLTMH. Keberhasilan
Bukaka karena tidak mengandalkan
Jepang, pada era 1980-an, di seluruh hasilan penjualan listrik. “Pembangkit konsultan dalam pembangunan.
wilayah Indonesia memiliki potensi SDA lisrtik hidro yang saat ini mampu “Membangun PLTA itu merupakan ilmu
untuk listrik seki­tar 75 GW. Saat ini, ber­tahan yang mampu memproduksi kuno, bukan rocket sience."
potensi SDA baru dimanfaatkan sekitar listrik di atas 5 MW. Kondisi yang ada
5.000 - 10.000 MW. menyebabkan pihak perbankan sulit Menurutnya, pengembang pembangkit
mengucurkan kredit untuk pembangkit dapat mempelajari petunjuk
“Po­tensi SDA ada di wilayah yang pembangunan dengan mengandalkan
memiliki ketinggian, seperti Bukit dengan kapasitas dibawah 5 MW.”
buku dan internet. Namun, untuk
Barisan (Su­ma­tera Barat) dan Karo Hal ini tidak terlepas dari banyak berhasil dalam bisnis listrik ramah
(Sumatera Utara). Di Pulau Jawa, pengusaha yang coba-coba terjun lingkungan ini ada beberapa tips.
potensi untuk pengem­bangan PLTA di PLTMH tanpa memiliki bekal Pertama, kerja sama dengan kontraktor
praktis hampir sudah tidak ada. Di Jawa pengalaman di bisnis ini. Semua dalam pembangunan maka jangan
Barat hanya untuk mengembangan beranggapan PLTMH akan menjadi sekali-kali peralatannya juga disewa.
PLTMH saja. Terakhir di Jatigede, tambang emas. “Kesalahan terbesar Cukup mempekerjakan mereka semua
Sumedang dengan membangun dalam pengembangan PLTMH. sebagai tenaga ahli. "Pengalaman
bendungan terlebih dahulu." Pertama, salah dalam menentukan saya membangun PLTA Poso, 2 tahun
Selain itu, potensi ada di Pulau Kaliman­ debit air, terutama di sungai kecil. pertama proyek hanya menjadi bengkel,"
tan dengan memanfaatkan sungai- Kedua, di seluruh dunia tidak ada tuturnya.
sungai besar. “Potensi di Papua sangat PLTMH yang serupa atau tidak bisa
Menurutnya, rencana topografi
besar sekali, tetapi permasalahannya copy-paste, sebab kondisi wilayah
yang andal sangat penting. Selama
produksi listrik yang dihasilkan akan bereda-beda. Tidak ada satu pun biaya
membangun puluhan proyek pem­bang­
digunakan oleh siapa?” tutur dia. pembangunan PLTA sesuai dengan yang
kit listrik, kondisi topografi menyumbang
direncanakan,” jelas Achmad.
Saat ini, pengusaha yang terjun di biaya tak terduga paling besar serta
PLTMH umumnya mengalami kebang­ Dari sisi regulasi, menjadi tantangan membutuhkan banyak revisi desain. n

www.listrikindonesia.com 73
PROFILE VOICE OF BOD

Menggaet Investor
Kelistrikan

PT PJB Investasi, anak usaha PT Pembang­kitan


Jawa Bali (PJB), dibentuk untuk menjadi
independent power producer (IPP) yang agresif Keempat, PJBI bermitra dengan Masdar
dan profesional. Banyak investor, baik asing segera membangun Pembangkit
maupun dalam negeri yang ingin bermitra Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung
Cirata berkapasitas 145 MW. PJBI
dengan PJB dalam menggelontorkan modalnya mengantongi 51% saham, sedangkan
di infrastruktur kelistrikan.  Zuchri Masdar 49%. Proyek ini juga segera
mengantongi pendanaan (financial
close/FC) untuk kemudian masuk fase
konstruksi pada tahun ini.

P
Menurutnya, PLTS Terapung Cirata
T PJB Investasi masih relatif baru dari PT PLN (Persero) sejak September
telah melakukan project kick off pada
dibentuk, yaitu pada 18 Desember 2020. PJB Investasi mengantogi saham
Desember 2020, sedangkan tahap
2015. Namun, anak perusahaan PT 30% di Jawa 7, sedangkan mitranya
financial close ditargetkan tuntas
PJB ini telah memiliki empat portofolio China Shenhua sebesar 70%.
pada Mei 2021. PLTS Terapung ini,
proyek pembangkit listrik.
Kedua, PLTU Mulut Tambang Sumbasel-1 katanya, memiliki ciri khas tersendiri
Direktur Utama PT PJB Investasi, Dwi berkapasitas 2x150 MW di Sumatera Se- dan menjadi yang pertama di Indonesia
Hartono menjelaskan bahwa cucu usaha latan. PJBI bermitra dengan PT Sumber sehingga bisa menjadi acuan dalam
PT PLN (Persero) ini sudah memiliki 4 Energi Sakti Prima, D&C Engineering, pembangunan pembangkit sejenis di
portofolio di pembangkitan. dan perusahaan pengelola tambang batu wilayah lain.
bara. PT PJBI memegang 10% saham di
Pertama, proyek Pembangkit Listrik “Dalam investasinya kami bisa mem­
PLTU MT Sumbagsel-1. Proyek ini juga
Tenaga Uap (PLTU) Jawa 7 dengan bentuk SPC [Special Purpose Company]
segera masuk ke tahap konstruksi.
kapasitas 2 x 1.000 megawatt (MW) dalam proyek itu. Ada juga kami melalui
di Serang, Banten. PLTU Jawa 7 Ketiga, Pembangkit Listrik Tenaga Air [pembentukan] satu perusahaan lain
Unit-1 berkapasitas 1.000 MW sudah (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 jika mengharuskan ada 1 perusahaan
beroperasi (commercial operate MW di Tapanuli Selatan, Sumatera baru di bawah kami. Kemudian, proyek-
date/COD) sejak Desember 2019. Utara. Di proyek ini PJBI mengantongi proyek yang kami kerjakan saat ini
Adapun, PLTU Jawa 7 Unit-2 segera 25% saham yang diperoleh dari proses berasal dari penugasan induk kami,
beroperasi pada Juli 2021 karena sudah akuisisi. PLTA Batang Toru saat ini yaitu PT PJB yang menugaskan kepada
mendapatkan Surat Laik Operasi (SLO) dalam tahap konstruksi. kami untuk melaksanakan perwujudan

74 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


VOICE OF BOD PROFILE

proyek ini,” ujarnya kepada Listrik


Indonesia, Jumat (5/2/2021).
Direktur Utama
Dwi menuturkan bahwa pihaknya
melakukan pengurusan perizinan
Dwi Hartono PT PJB Investasi
dan persiapan konstruksi secara
paralel di PLTA Terapung Cirata.
“Partner kami sudah kredibel di mata Penyuka Gamelan
perbankan, salah satu syarat menuju
financial close adalah selesainya yang Menjadi
Motor
beberapa perizinan. Ada beberapa
perizinan yang memerlukan waktu
cukup lama.”
Menurutnya, tarif jual listrik dari PLTA
Terapung Cirata sangat kompetitif, Investasi
PJB
yaitu US$5,8 sen per kWh. “Kami harus
berhati-hati dan cukup ketat dalam
membelanjakan berbagai komponen.”
Dwi menjelaskan ada beberapa proyek
lainnya yang ditugaskan kepada PJBI,
seperti PLTGU, PLTU Mulut Tambang.
Namun, terkait dengan penurunan
P ria kelahiran Wonogiri,
13 November 1975 ini
ingin menggaet investor,
demand listrik akibat pandemi Covid-19, terutama penanaman
proyek-proyek tersebut masih menunggu modal asing (PMA) yang
revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga akan membenamkan
Listrik (RUPTL). “Kami masih menung­gu modalnya di sektor
RUPTL [2021-2030] yang baru.” ketenagalistrikan. Menjadi
nakhoda PT PJB
Menjadi Price Setter Investasi sejak awal
Selama ini, PJBI menjalankan penugasan 2021, Dwi Hartono akan
dari PT PLN (Persero) dan PT PJB untuk mengembangkan portofolio
proyek pembangkit yang bekerja sama investasi PT PLN (Persero)
dengan pengembang swasta (IPP). Hal dan PT PJB di sektor
ini bertujuan agar PLN tetap memiliki pembangkitan.
porsi saham di pembangkit swasta Sebelum menduduki posisi
sehingga bisa menjadi price setter orang nomor satu di PJB mengetahui apa yang dikerjakan
dan harga listrik yang dihasilkan dari Investasi, Dwi sudah menempati karyawan PLN lainnya, dan mereka
pembangkit itu lebih ekonomis. “Dengan beberapa posisi di PLN Group. Pria tidak mengetahui banyak apa yang
ikutnya kami di IPP, tentu bisa menjaga jebolan Teknik Mesin, Universitas saya kerjakan. Kami sangat fokus
share [saham] PLN di pembangkitan.” Gadjah Mada pada 1999 ini masuk pada bisnis IPP secara kontrak­­tual,
Menurutnya, ke depan PJBI semakin ke PLN pada 2002 yang langsung lelang IPP, dan membuat kontrak
luwes untuk masuk ke bisnis lain di ditugaskan di PLTU Asam-Asam di jual beli listrik [power purchase
sektor ketenagalistrikan, terutama Kalimantan Selatan. Kemudian pada agreement/PPA),” tuturnya.
masuk ke energi baru dan terbarukan 2006, beliau dipindahkan ke PLN pusat,
“Saya harus belajar hal baru dan
hingga fabrikasi. PJBI, katanya, yaitu di Divisi Pengadaan IPP selama 11
ternyata bisa. Ini sangat menarik.
memiliki ide untuk membangun pabrik tahun (2006 – 2017).
Seluruh perjalanan karier saya sangat
(assembly) komponen panel surya Dwi juga menempuh Program Magister menarik karena banyak belajar hal
(solar PV module). “Kami masih memiliki di Departemen Proses Energi, Delft baru,” kenangnya.
ruang untuk ke arah itu [fabrikasi]. University of Technology, Belanda
PJBI masih sangat muda, sehingga Ketika masuk ke PJB Investasi, beliau
selama 2008—2011.
masih fokus menyelesaikan proyek juga menghadapi tantangan lainnya,
Setelah lama berkecimpung di dunia karena perusahaan ini relatif baru
penugasan dari PJB. Selain itu, kami
IPP, akhirnya Dwi ditugaskaryakan ke dibentuk sehingga sumber daya
melihat peluang untuk masuk ke bisnis
anak usaha PT Pembangkitan Jawa Bali manusia juga masih terbatas.
lainnya.”
(PJB), yaitu PT PJB Investasi, sebagai
Pria yang pernah mendalami seni
Dia menegaskan saat ini masih Direktur Operasi selama periode
tradisional Jawa seperti gamelan
menjalankan penugasan PJB untuk 2017—2020.
ini akhirnya dipercaya untuk
membangun beberapa pembangkit
Dia menikmati karier di PLN, terutama menakhodai PT PJB Investasi sejak
berbahan bakar fosil. Namun, PJBI juga
ketika berada di Divisi Pengadaan Januari 2021. Tentunya karier
memiliki inisiatif sendiri untuk investasi
IPP, karena belajar hal baru tentang Dwi masih sangat panjang untuk
ke green energy. “Ide kami akan sangat
pengembang listrik swasta yang relatif menduduki posisi-posisi penting
fokus ke EBT, saat ini sudah menjalin
baru pada saat itu. “Saat di Divisi lainnya di PLN Group. Selamat Pak
beberapa kesepakatan dasar dengan
Pengadaan IPP ini, saya merasa seperti Dwi, semoga bisa menjalankan tugas
potential partner. Bahkan, existing
alien, karena saya menjadi tidak banyak dengan lancar dan amanah. n
partner kami juga akan menjajaki kerja
sama lagi untuk masuk ke EBT.” n

www.listrikindonesia.com 75
OPINI AKADEMISI

Langkah Kecil Masyarakat


Mengejar Bauran
Energi Bersih
I
ndonesia memiliki potensi EBT transportasi,” tuturnya.
yang cukup besar, namun hingga
Di samping itu, Ropiudin berujar,
saat ini pemanfaatannya masih
dalam kurun waktu empat tahun
rendah. Dari target bauran EBT
ini EBT mengalami perkembangan.
sebesar 23% di tahun 2025 nanti,
Ini ditandai pemerintah melakukan
realisasi di tahun 2020 kurang
akselerasi di dalam Rencana
lebih baru mencapai 11%. Capaian
Umum Energi Nasional (RUEN).
tersebut sejauh ini didominasi oleh
Namun, hal itu dinilai tak cukup
Pembangkit Listrik Tenaga Air
dalam mengejar target bauran
(PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga
23% tersebut, pemerintah harus
Panas Bumi (PLTP), dan Bioenergi.
lebih eksponensial dalam sisa
Berbagai strategi akselerasi dibuat
waktu target.
untuk mendorong pemanfaatan
EBT bukan sekadar mencapai “Harus eksponensial karena
target saja, lebih dari itu EBT bisa PR-nya banyak, apalagi saat ini
bermanfaat bagi masyarakat dan ada pandemi. Pertumbuhan EBT
Ropiudin, S.TP, M.Si ekonomi nasional. juga didasari semangat dari Paris
Agreement menuju 0 karbon pada
Pada 2021 ini, pertumbuhan energi
2025 mendatang dan Joe Bidden
Peneliti Senior Laboratorium Teknik terbarukan diperkirakan makin
effect sebagai Presiden Amerika
Sistem Thermal dan Energi Terbarukan terang. Ada sejumlah sinyal positif
Serikat yang baru terpilih, sangat
Universitas Jenderal Soedirman yang mengindikasikan pemerintah
mendukung pemanfaatan EBT di
memiliki keinginan yang kuat
dunia,” ujarnya.
mendorong energi terbarukan.
Di antaranya, pemerintah akan Pemerintah dalam mengembang­
mengeluarkan Peraturan Presiden kan industri EBT melalui
Berbagai program mengenai energi terbarukan. Kementerian Energi dan Sumber
Perpres tersebut diyakini bakal Daya Mineral (ESDM). Menurutnya,
akselerasi pengembangan memperbaiki iklim investasi energi pemerintah menggunakan pola
energi baru terbarukan terbarukan di Tanah Air. Kehadiran makro untuk mengakselearasi EBT
Perpres diharapkan iklim investasi yaitu membangun pembangkit
(EBT) terus digenjot energi terbarukan di Indonesia listrik berskala besar seperti
guna mengejar target bisa lebih menarik lagi karena di berbasis geothermal. Akan
bauran EBT sebesar dalamnya ada ketentuan harga tetapi, membangun EBT berskala
yang lebih simpel, yaitu ada feed-in besar secara eksplosif ini tak
23% di tahun 2025. Bagi tariff untuk energi terbarukan. mudah. Bukan hanya masalah
Ropiudin, M.Si Peneliti Ropiudin menuturkan,
pada pencarian pendanaan atau
seinor laboratorium teknik eksplorasinya, akan tetapi yang
pemanfaatan energi baru dan
kerap terjadi adalah masalah sosial
sistem termal dan energi terbarukan dalam bauran energi
dan lingkungan.
nasional perlu ditingkatkan
terabrukan Univesitas karena dapat berdampak pada “Untuk mencapai 23% itu, menurut
Jenderal Soedirman kualitas lingkungan yang bersih saya harus ada pendekatan makro
dan peningkatan ekonomi rakyat. dan mikro. Pemanfaatan EBT tidak
(Unsoed) dalam mengejar Sejauh ini perkembangangan EBT melulu menghasilkan listrik, tapi
bauran energi terbarukan masih fluktuatif, hal ini karena bisa di diversifikasi ke yang lain,”
23% itu perlu adanya penggunaan energi nasional masih jelasnya.
didominasi oleh energi fosil.
optimalisasi akselerasinya Ropiudin yang merupakan anggota
“Kita lihat penggunaan energi Masyarakat Energi Terbarukan
yang tak melulu dikonversi masih didominasi fosil yang Indonesia (METI) juga mengatakan,
menjadi listrik. digunakan transportasi sekitar pengembangan dan pemanfaatan
60%. Jadi inilah kendala dari energi baru dan terbarukan dapat
 CANDRA WISESA pengembangan EBT karena end dilakukan dengan melibatkan
user energi terbanyak untuk partisipasi masyarakat. Partisipasi

76 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


AKADEMISI OPINI

masyarakat untuk meningkatkan sinergitas pengembangan EBT dengan


pemanfaatan EBT dapat dilakukan pengembangan kluster ekonomi. Harus Masif
dengan memanfaatkan secara maksimal Tujuan utama program REBID adalah Lebih lanjut Ropiudin mengutarakan,
sumber energi setempat untuk proses- pemanfaatan EBT skala besar untuk memang di antara EBT lainnya
proses produktif. Dampak kegiatan menciptakan pertumbuhan industri Pembangkit Listrik Teanaga Air (PLTA)
tersebut, kata dia, adalah peningkatan sebagai upaya menghasilkan produk mempunyai porsi paling banyak
ekonomi, kemandirian teknologi, global. untuk dikembangkan. Namun, dalam
kemandirian energi, dan peningkatan proses pengembanganya banyak
Lebih lanjut, ia mengatakan, dalam
daya saing bangsa. ditemui sejumlah kendala baik sosial,
mengejar target program 35.000 MW.
lingkungan, dan paling utama adalah
“Masyarakat didampingi perguruan Masih mendominasi oleh Pembangkit
soal invesatasi yang dinilai belum
tinggi dengan dukungan pemerintah Listrik Tenaga Uap (PLTU). Masyarakat
menggairahkan bagi para investor.
dan industri dapat mengembangkan masih khawatir akan terjadinya
teknologi tepat guna berbasis sumber pencemaran lingkungan. Seiring Ropiudin melihat pembangunan PLTA
energi setempat,” katanya.    perkembangan teknologi pembangkit, bisa dimulai dengan skal kecil yaitu
sudah ada teknologi yang mampu Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro
Dirinya menyampaikan, untuk meminimalisasi pencemaran lingkungan (PLTM) untuk di wilayah remote area
diversifikasi EBT perlu maping end yang bernama Ultra Supercritical (USC) khususnya. “Soal feed-in tariff ini yang
user-nya seperti ke sektor mechanical, beberapa pembangkit baru sudah masih menjadi persoalan. Memang
thermal, chemical dan electro magnetic. menggunakan USC. tarifnya masih terbilang murah per
Ia mencontohkan, penggunaan termal
KWh-nya,” jelasnya.
atau panas buang pada industri dapat “Meski sudah ada teknologi yang
dimanfaatkan kembali. ramah lingkungan, kita harus tetap giat Agar lebih masif pemanfaatan energi
membangun pembangkit-pembangkit terbarukan di kalangan masyarakat,
“Misalkan pada industri tahu panas EBT sebagai energi masa depan,” melalui program-program inovasi desa
buangnya atau limbahnya bisa ucapnya. bisa dimasukan inovasi penggunaan
dimanfaatkan untuk bioenergi,”
energi khususnya yang terbarukan. Ia
terangnya. Pembangunan PLTU mendominasi dari
juga mengemukakan penelitian terbaru
pencapaian program itu. Menurutnya,
Penciptaan pasar baru untuk energi dari Unsoed yaitu Pembangkit Listrik
pembangkit-pembangkit bertenaga
terbarukan melalui program REBID dan Hibrida Surya Thermal.
batu bara saat ini sudah sangat modern
REBED. REBID dilaksanakan melalui dan canggih teknologinya, terbukti “Kita juga mengembangkan teknologi
pengembangan potensi PLTA dan beberapa PLTU lama atau baru sudah yang memanfaatkan energi terbarukan
PLTP skala besar yang terintegrasi menggunakan USC agar lebih ramah untuk kebutuhan masyarakat,”
dengan pengembangan industri serta lingkungan. pungkasnya. n

   Untuk
mencapai 23%
itu, menurut
saya harus ada
pendekatan
makro dan mikro.
Pemanfaatan
EBT tidak melulu
menghasilkan
listrik, tapi bisa
di diversifikasi ke
yang lain.

www.listrikindonesia.com 77
REVIEW CORPORATION

LAYANAN TEKNOLOGI & SOLUSI AIR

Nalco Water Perluas Pasar


Pembangkit Hijau
Nalco Water, an Ecolab
company, akan lebih mening­
katkan fokus pada layanan dan
solusi pe­nge­lolaan air untuk
pembangkit listrik berbahan
bakar energi baru terbarukan
terutama geothermal atau
pembangkit listrik panas bumi
(PLTP) dengan tetap menjaga
pasar pembangkit listrik
thermal (bahan bakar fosil).
 Zuhri

S
aat ini, Nalco Water mempunyai Nalco Water merupakan bagian dari Tomy menjelaskan, Nalco Water mem­
pangsa pasar layanan dan solusi Ecolab Inc., perusahaan global di bidang berikan layanan dan solusi kepada pelang-
yang cukup besar di pembangkit solusi dan layanan air, hygiene, dan pen­ gan dalam bentuk produk bahan kimia,
listrik tenaga uap (PLTU) dan pem­bangkit cegahan infeksi, setelah proses merger peralatan pengolahan air serta pelayanan
listrik tenaga gas dan uap (PLTGU). Ke de- pada tahun 2011. PT Ecolab International teknis. Dalam per­kem­­­bangannya, Nalco
pan, Nalco Water yang merupakan salah Indonesia memberikan berbagai layanan Water juga mem­berikan layanan opera-
satu divisi perusahaan Ecolab Inc. itu akan untuk sektor industri makanan dan sional dan pe­m­eliharaan, serta layanan
memperluas pangsa pasar ke pembangkit minuman, manufaktur, pembangkit digital yang semakin diperlukan.
listrik dengan energi baru dan terbarukan listrik, petrokimia, kilang minyak, logam,
seperti PLTP, PLTBm (pembangkit listrik pertambangan, fasilitas kesehatan, Pembangkit Listrik
tenaga biomassa) dan juga PLTS (pem- restaurant, hotel, industry pulp dan kertas, Tomy sendiri fokus di divisi Heavy. Pelaya­
bangkit listrik tenaga surya). dan lainnya. nan Nalco Water di Indonesia, khususnya
di unit bisnis Heavy juga cukup dominan di
Air menjadi komponen vital bagi pem­ Direktur Marketing Nalco Water untuk industri pembangkit listrik seiring dengan
bangkitan, terutama PLTU, PLTGU, dan Asia Tenggara, Tomy Suryatama me­ pertumbuhan sektor ketenagalistrikan
PLTP. Pembangkit thermal meng­gu­nakan ngatakan, seluruh industri dan institusi yang cukup pesat dalam 15 tahun terakhir.
uap yang dihasilkan dari pe­manasan air yang menggunakan air dalam proses
untuk menggerakkan turbin. Layanan produksi maupun pelayanannya mem­ Saat ini, layanan solusi dari Nalco Water
dan solusi Nalco Water inilah untuk butuhkan layanan dan solusi dari Nalco di Indonesia masih dominan di pembang-
mengoptimalkan kinerja PLTU, PLTGU, Water. Pengelolaan dimulai dari air me­­­ kit thermal berbahan bakar fosil, seperti
dan PLTP, terutama meningkatkan faktor masuki fasilitas hingga saat air di­­kem­b­a­ PLTU dan PLTGU. “Pembangkit berbahan
untuk efisiensi dan kehandalan sekaligus likan ke lingkungan (proses peng­­olahan bakar batu bara dan gas adalah tetap
menghemat penggunaan air dan energi air dari awal sampai akhir) me­rupa­kan pasar utama kami, tetapi dengan perkem-
sehingga biaya produksi pembangkit komponen penting bisnis Nalco Water. bangan energi baru dan terbarukan yang
dapat dioptimalkan. selaras dengan visi-misi Ecolab, Nalco
Untuk memberikan pelayanan yang Water akan semakin fokus ke pengem­
Banyak PLTP menghadapi masalah dalam terbaik kepada pelanggan, operasi Nalco bangan teknologi dan layanan teknis
operasi terkait pembentukan kerak dan Water dibagi dalam beberapa unit bisnis. untuk memberikan solusi terbaik bagi in-
korosi baik di sumur, perpipaan, turbin, Pertama, Heavy dan Mining yang melayani dustri energi terbarukan khususnya PLTP."
dan alat penukar panas yang disebabkan industri pembangkit listrik, industri kimia,
kandungan kimiawi dari uap maupun industri logam dan per­tambangan. Kedua, Disisi lain pembangkit listrik panas bumi
brine, yang diperoleh dari dalam bumi. Light yang melayani industri F&B, palm sangat membutuhkan solusi kimia untuk
Pembentukan kerak dan serangan korosi oil, automotive, microelectronic dan mencegah terbentuknya kerak dan
dapat mengurangi kehandalan, efisiensi, institutional (untuk hotel dan gedung deposit dan juga serangan korosi “Seiring
umur peralatan dan keuntungan yang dengan kebutuhan dan permintaan, kami
perkantoran). Ketiga, Paper yang melayani
dapat diperoleh dari sebuah PLTP. Nalco melihat bahwa kami akan tumbuh dengan
industri bubur kertas, kertas dan ­tissue.
Water hadir untuk memberikan solusi atas industri (pembangkit) dan memberi value
Keempat, Downstream (hilir migas) yang
permasalahan tersebut sehingga PLTP untuk para customer kami.” Ujarnya lagi.
melayani industri kilang minyak dan
dapat menghasilkan kapasitas, efisiensi petrokimia,” ujar Tomy Suryatama kepada Selain geothermal, lanjutnya, Nalco Water
dan biaya operasi yang optimal. Listrik Indonesia, Jumat (22/1/2021). juga sedang dalam proses me­ngembang­

78 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


CORPORATION REVIEW

“Nalco Water sudah cukup lama ini banyak berfokus pada teknologi digital.
mengembangkan teknologi otomatisasi Menurutnya, Nalco Water bukan men­jual
dan analisa daring di pengolahan air produk, tetapi memberikan solusi. “Bisnis
seperti teknologi 3D TRASAR™ dan saat diperoleh dengan menyelesaikan masalah
ini mengembangkan teknologi digital pelanggan. Solusi dalam pe­nyelesaian
seperti internet of things, virtual reality, masalah tersebut dapat berupa bahan
dan big data analytic. Dengan layanan kimia dan layanan teknis, tenaga kerja,
digital ini, kami membantu customer dari hingga pelayanan digital. Yang terpenting
jarak ratusan atau ribuan kilometer secara adalah bagaimana dalam bisnis, kami
efisien dan efektif. Customer kami dapat dapat memberikan solusi untuk meng­­op­
memperoleh layanan teknis dari para timalkan operasional pelanggan.” n
ahli kami yang tersebar diseluruh dunia,
dan secara langsung dapat melihat apa
yang terjadi di lapangan tanpa harus
berada secara fisik dilokasi, melakukan
simulasi dan memberikan solusi tanpa
harus melakukan mobilisasi tenaga kerja.”
kata pria jebolan Teknik Kimia Universitas
Indonesia ini.
kan teknologi untuk mem­beri­­kan solusi
bagi PLTS (solar PV) yang tumbuh dengan Tomy menambahkan, dengan dunia yang
pesat di dunia dan juga di Tanah Air. Tomy terus berubah, Nalco Water berada pada
meyakini seiring dengan terus bertam- posisi yang dapat memberikan diferensiasi
bahnya pembangkit listrik dengan energi yang baik dalam menghadapi persaingan
hijau, teknologi, layanan teknis dan solusi pasar. “Penyedia solusi dan layanan lain
Nalco Water juga akan terus bertambah di akan selalu ada dalam kompetisi, dan kami
pembangkit energi baru dan terbarukan. sebagai organisasi memastikan bahwa
kami tetap fokus pada aspek yang
“Para engineer kami memiliki keahlian
paling penting: yaitu air, pangan,
dalam bidang kimia khusus dan berlatar
kesehatan, dan iklim. Dengan
belakang teknik kimia, sehingga dalam
dunia yang terus berubah,
memberikan layanan teknis kepada
kami terus berinovasi untuk
pelanggan, dapat memastikan dengan
menyediakan solusi kepada
tepat produk yang digunakan dan
para pelanggan.”
memberikan hasil sesuai target yang
diinginkan, yaitu, memberikan solusi,
meningkatkan reliabilitas, efisiensi, dan Keunggulan Nalco
kinerja optimal dari pembangkit.” Water
Nalco Water juga memberikan layanan Dia menambahkan,
otomatisasi dan digital yang kini semakin keunggulan teknologi dan
terakselerasi selama pandemi. Kebutuhan kualitas sumber daya
akan teknologi otomasi dan penggunaan manusia yang menjadikan
media secara digital semakin meningkat Nalco Water unggul dalam
karena pergerakan tenaga kerja yang persaingan karena Nalco
keluar dan masuk ke lokasi pelanggan Water memprioritaskan
dibatasi karena situasi tersebut, anggaran untuk penelitian
terutama untuk industri yang vital seperti dan pengembangan
pembangkit listrik. teknologi (R&D) yang saat
Tomy Suryatama
Direktur Marketing Nalco Water
Suryatama, The Chemist untuk Asia Tenggara
yang Aktif Kegiatan Sosial
S etelah lulus S1 Teknik Kimia, Uni­ver­
sitas Indonesia, pada tahun 1995,
Tomy Suryatama langsung bekerja di
Ecolab International Indonesia.
“Saat awal bekerja, tujuan utamanya
kebanggaan dan penting bagi saya.”
Dia fokus pada pekerjaannya di per­
untuk memenuhi kebutuhan. Kemudian usahaan ini. “Sampai saat ini saya
Nalco Water, yang pada saat itu belum
berkembang, dari kebutuhan pokok, tidak punya bisnis lain. Mungkin saya
menjadi bagian dari Ecolab Inc. Ke­
sekunder, dan tersier. Kebutuhan tidak berbakat untuk menjalankan
mu­dian, Tomy dipercaya menjadi
ingin mendapatkan pengetahuan bisnis sendiri. Jadi, waktu luang saya
Dis­trict Manager, yang bertanggung
lebih banyak dan sampai ingin ber­bagi manfaatkan untuk aktif pada kegiatan
ja­wab untuk merngembangkan bisnis
juga dihargai. Me­nurut saya, Ecolab sosial dalam kehidupan pribadi.”
di industri hulu (heavy industry) di
menyediakan itu semua.”
Indonesia. Kariernya menanjak, Bahkan, untuk menyalurkan passion
dipercaya menjadi Industrial Technical Tomy menuturkan, pada akhirnya semua di bidang sosial, Tomy ingin semakin
Consultant untuk industri pembangkit orang akan mem­pu­nyai kebutuhan untuk aktif di organisasi sosial ketika pensiun
listrik untuk Asia Pasifik. Saat ini, Tomy ber­bagi. “Ketika saya bisa ber­­bagi peng­ dari Ecolab. “Ada passion di sana untuk
dipercaya menjadi South East Asia a­laman dan pe­ngetahuan ke­­pada kolega terus berbagi dan banyak memberikan
Marketing Heavy & Mining Industry dan pelanggan di negara lain, itu sebuah manfaat bagi orang lain.” n

www.listrikindonesia.com 79
REVIEW ASOSIASI

Akselerasi energi baru dan ter­


barukan di Indonesia
perlu melibatkan berbagai
stakeholder, terutama konsep
triple helix, yaitu pemerintah
sebagai regulator, pelaku
usaha sebagai investor, dan PT
PLN (Persero) sebagai pembeli
tunggal (single buyer) tenaga
listrik agar bisa terealisasai
dengan cepat.
 Zuchri

Investasi Pembangkit Hidro


Ketika Investor Menghadapi
Harapan Palsu Padahal, Indonesia telah meratifikasi
Paris Agreement dengan komitmen
menaikkan bauran energi bersih sampai

K
23% pada 2025. Saat ini, bauran pem-
esamaan visi antara pemerintah, Kerja Jilid I (awal 2015), Menteri En- bangkit EBT baru mencapai sekitar 14%.
investor, dan PLN tentang energi ergi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kapasitas listrik terpasang dari EBT per
baru dan terbarukan (EBT) Sudirman Said pada saat itu sangat akhir 2020 baru mencapai 10.467 MW
akan mendorong percepatan bauran mendorong pengembangan EBT melalui atau sekitar 14% dari total kapasitas
energi bersih di Tanah Air. Hal itu yang kebijakan feed in tariff (FiT). listrik terpasang sekitar 70.000 MW.
diharapkan dari Asosiasi Pengembang Namun, kebijakan FiT untuk pembangkit “Politik pemerintah dalam mendukung
Pembangkit Listrik Tenaga Air (APPLTA). EBT pada saat itu digantikan dengan Paris Agreement, tentu harus ada advo-
Ketua Umum APPLTA M. Riza Husni ketentuan lain, yaitu berdasarkan biaya kasi ke Kementerian BUMN agar memiliki
memaparkan bahwa kondisi iklim pokok produksi (BBP) listrik setempat, agenda yang sama dalam menaikkan
investasi EBT, khususnya pembangkit bukan lagi dengan ketentuan feed in tariff. bauran energi bersih. Saat ini penyebab
hidro, pada saat ini belum menarik bagi Perpres EBT belum terbit karena ada
Kemudian, pemerintah kembali ingin
investor. Khusus untuk pembangkit kepentingan lain yang belum bisa dijelas-
melakukan percepatan pengembangan
hidro, katanya, sudah berkembang sejak kan secara sempurna,” turunya.
EBT di Tanah Air melalui Peraturan
lama, bahkan sudah beberapa dekade Presiden (Perpres) tentang Tarif Listrik “Sejak Permen ESDM No. 19/2016 dica­
yang lalu. Namun, Indonesia mengalami dari EBT. Perpres itu sudah dirancang but, situasi investasi EBT kian tidak me-
kevakuman dalam pengembangan sejak 2019 dan diharapkan sudah terbit nentu. Kemudian keluar Permen ESDM
pembangkit hidro karena murahnya pada awal 2020. Namun, sampai saat ini No. 50/2017, yaitu tarif listrik EBT ber-
energi fosil, seperti batu bara. Perpres itu belu juga diterbitkan. dasarkan BPP setempat, semakin tidak
“Pada 2006 PLN sudah meng-encourage Menurutnya, draf Perpres itu masih ter- kondusif bagi investasi energi bersih.”
swasta untuk banyak berperan dalam ganjal di Kementerian Badan Usaha Milik Riza menyampaikan kekurangan dari
EBT, khususnya PLN membuka pintu Negara (BUMN) dengan masih adanya rezim BPP, General Manager PLN setem-
untuk pengembang listrik skala kecil di keberatan dari PLN. Kementerian BUMN pat yang BPP di wilayahnya masih tinggi
bawah 10 megawatt (MW),” ujarnya kepa- merupakan pemagang saham PLN tidak akan berani untuk melakukan ne-
da Listrik Indonesia, Senin (25/1/2021). sehingga akan mengakomodasi berbagai gosiasi harga listrik karena bisa menjadi
Riza menjelaskan, pada awal Kabinet kepentingan perseroan setrum tersebut. temuan apara hukum di kemudian hari.

80 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


ASOSIASI REVIEW

M. Riza Husni dibandingkan dengan perencanaan


dalam RUPLT, itu sangat menyedihkan.”
Ketua Umum APPLTA
Riza tidak melihat substansi percepatan
dalam Perpres Tarif EBT. Upaya
pemerintah dalam mendorong skema
“Misalkan di wilayah timur yang BPP bisa co-firing sangat bagus. “Namun, saya
mencapai 2.500 per kWh, maka GM PLN khawatir dengan skala keekonomian co-
setempat tidak berani meneken PPA firing, saya khawatir akan muncul skema
sebesar 85% dari BPP tersebut. Karena subsidi seperti pada penerapan bauran
bisa menjadi temuan di kemudian hari. biodiesel (B30), apakah akan sustain?”
Kenapa tarif jual listrik di wilayahnya
sangat mahal jauh di atas tarif di wilayah Jika semangatnya adalah percepatan,
lain? Rezim BPP ini sangat menakutkan menurutnya, isi Perpres seharusnya feed
bagi para GM PLN.” in tariff untuk kapasitas di bawah 5 MW,
kapasitas 5-10 MW, kapasitas 10-20
Feed-in Tariff MW, dan seterusnya. Kalaupun tidak
Dia menambahkan, dibandingkan rezim bisa dengan FiT, bisa menggunakan floor
BPP, kebijakan feed in tariff dan tarif tariff. Selain itu, jika semangatnya adalah
batas bawah jauh lebih bagus dan bisa percepatan, maka kapasitas pembangkit
mendorong percepatan pengembangan EBT yang sedang dibangun bisa
pembangkit EBT. melakukan revisi penambahan kapasitas
“Sebaliknya, tarif atas, seperti BPP justru Semangat peme­rin­ jika memang ada potensi kapasitas
tambahan.
tidak akan bermanfaat, tidak menjadi
percepatan. Namun, dulu Kementerian
tah sudah tepat yaitu Riza menambahkan, salah satu kendala
ESDM minta coba dulu dengan skema mendorong pengusaha lokal yang dihadapi IPP skala kecil adalah pen-
BPP, akhirnya kita kehilangan waktu 3 dan berskala kecil untuk danaan. Awalnya, semangat peme­rin­tah
sudah tepat yaitu mendorong pengusaha
tahun yang tidak memberikan hasil sig-
nifikan terhadap pengembangan EBT.” mengem­bangkan mikro hidro, lokal dan berskala kecil untuk mengem-
Menurutnya, draf Perpres EBT masih sedangkan investor asing bangkan mikro hidro, sedangkan investor
asing untuk pembangkit hidro skala
menggunakan tarif batas atas. FiT di untuk pembangkit hidro skala besar. Namun, ketentuannya berubah,
Perpres yang akan terbit hanya berlaku
untuk pembangkit listrik di bawah 5 MW. besar. Namun, ketentuannya termasuk persyaratan yang lebih rumit
seperti pra kualifikasi, dana jaminan
“Katanya PLN tidak mau berlaku FiT berubah, termasuk persya­ratan bank, sehingga akhirnya pengembang
untuk pembangkit EBT dengan kapasi-
tas sampai 10 MW, bahkan sebelumya yang lebih rumit seperti pra lokal berskala kecil harus menggandeng
investor, bahkan investor asing.
PLN mengusulkan FiT hanya untuk kualifikasi, dana jaminan bank,
pembangkit EBT berkapasitas 1 MW, Selain itu, ada juga renegosiasi kontrak-
tetapi akhirnya diambil jalan tengah 5 sehingga akhirnya pengembang kontrak yang sudah disepakati sehingga
MW. Sampai hari ini investasi EBT belum lokal berskala kecil harus menurunkan kepercayaan lembaga
menarik. Meskipun cukup membantu pembiayaan dan perbankan terhadap
dengan adanya FiT untuk kapasitas di menggandeng investor, bahkan pengembang mikor hidro. “Ini terkait
bawah 5 MW, setidaknya pembangkit investor asing. dengan kepastian kontrak, misalnya saya
EBT berkapasitas di bawah 5 MW akan punya pembangkit, tetapi di tengah
cepat terbangun.” jalan harus direnegosiasi, kemudian
sehingga seharusnya bisa dikembangkan saya megajukan pendanaan baru ke
Namun, Riza mengkritisi ketentuan FiT
secara massif. Tidak bisa digeneralisir bank, maka saya diminta persyaratan
di bawah 5 MW, karena pembangunan
bahwa seluruh pembangkit EBT itu ma- lain seperti buffer zone, dll. sekarang
pembangkit skala kecil akan menguras
hal, kalua hidro sangat murah.” sulit mendapatkan pendanaan dari bank,
biaya yang lebih besar. “Semakin kecil
kecuali perusahaan yang besar.”
pembangkit, biaya semakin mahal. Yang Terkait dengan demand listrik, lanjutnya,
menarik itu misalnya FiT untuk skala 10 juga masih terus bertumbuh meskipun Sementara itu, menurutnya, Sumatera
MW sekian rupiah, kemudian FiT untuk masih berada di bawah target PLN. dan Sulawesi menjadi wilayah yang
kapasitas 10-20 MW berapa.” “Demand listrik di Sumatera tetap naik.” memiliki potensi besar dalam pengem­
bangan pembangkit hidro. “Apalagi
Dia menegaskan bahwa dari sisi regulasi Langkah Konkret infrastruktur di Sumatera sudah bagus,
masih kurang menarik untuk mengem-
Riza berharap agar Kementerian Ke­ demand listrik juga sudah bagus.”
bangkan EBT, terutama pembangkit
uangan memberikan gambaran tentang Dia menegaskan bahwa iklim investasi
hidro. Sekalipun Perpres EBT diterbitkan.
anggaran subsidi yang diberikan kepada EBT di Indonesia masih belum cukup
Paradigma saat ini, katanya, PLN dan
PLN setiap tahun sekaligus menagih menarik. “Kalaupun diterbitkan Perpres
pemerintah masih melihat bahwa EBT
komitmen PLN dalam pengembangan dengan RUPTL seperti ini, tidak ada yang
masih mahal.
EBT, yaitu Langkah konkret, paramaeter menarik. Lalau bagaimana caranya agar
“EBT tidak bisa dibilang mahal, pem- konkret dan Langkah-langkah kecil PLN pembangkit hidro bisa maju? Tugas dari
bangkit hidro sangat ekonomis, tiak dalam mempercepat pengembangan EBT. Kementerian ESDM untuk melakukan lobi
butuh subsidi, seharusnya hidro ini bisa
Dia menambahkan, rencana pengem­ intensif ke Kementerian BUMN agar ada
jalan masif.”
bangan EBT dalam RUPTL juga hanya kemauan dalam percepatan pengem-
Menurutnya, BPP listrik di Sumatera diberikan kesempatan setelah 2025 bangan EBT. Yakinkan dulu Kementerian
Utara Rp1.460 per kWh, sedangkan dengan memprioritaskan proyek-proyek BUMN bahwa EBT ini akan bermanfaat
harga jual listrik pembangkit mikro hidro lama yang masih berjalan. “Kami melihat bagi bangsa kita. Hanya dengan cara itu,
Rp935 per kWh, masih jauh lebih murah dengan potensi hidro yang besar EBT bisa kembali lagi on track.” n

www.listrikindonesia.com 81
REVIEW SEREMONI

EKOSISTEM KENDARAAN LISTRIK


Langkah Brilian Medco Power
Sebagai bagian dari
komitmen untuk terus
memperluas portofolio
pengembangan energi
bersih, PT Medco Power
Indonesia meluncurkan
ekosistem kendaraan
listrik dengan instalasi
Stasiun Pengisian
Kendaraan Listrik Umum yang bertujuan mengembangkan bisnis
SPKLU. “Kami melihat bisnis ini dapat
(SPKLU) dan implementasii menjadi salah satu kontribusi yang nyata
kendaraan listrik untuk sebagai bagian dari Medco Energy
kebutuhan operasi di untuk mendukung Indonesia dalam

r akmal/listrik indonesia
menyosongsong transisi energi global
Gedung Energy, SCBD, saat ini,” kata dia.
Jakarta, Jumat (5/2). Eka menambahkan, Medco Power juga
berencana untuk melakukan ekspansi
 Turiman Sofyan
bisnis ekosistem kendaraan listrik dan

D
energi baru dan terbarukan di Batam
alam pengembangan ekosistem dan Bali. “Paralel dengan proyek PLTS
kendaraan listrik, Medco Bali 2x25 MW dan PLTS Sumbawa 1x26
Power telah menandatangani MW yang sedang kami bangun, disusul Eka Satria
Nota Kesepahaman (MoU) dengan dengan kota- kota lainnya di Indonesia.” Presiden Direktur Medco Power
PT PLN dan Grab Indonesia untuk
mendukung program pemerintah dalam Presiden Direktur PT Medco
mengakselerasi kendaraan listrik. Energi Internasional Hilmi Panigoro Menjaga Ketahanan Energi
menjelaskan, inisiatif ekosistem
Acara peluncuran virtual yang dibuka Direktur Teknik dan Lingkungan
kendaraan listrik ini dapat menjadi katalis
oleh Eka Satria sebagai Presiden Ke­tenagalistrikan KESDM, Wanhar
dalam mempercepat pertumbuhan
Direktur Medco Power, juga dihadiri me­nyampaikan, upaya mendorong eko­
industri di Indonesia dan mendukung
Hilmi Panigoro selaku Presiden Direktur sistem kendaraan listrik menjadi salah
tercapainya program pemerintah serta
PT Medco Energi Internasional, satu cara untuk menjamin ke­tahanan
memberi manfaat besar bagi lingkungan
Direktur Teknik dan Lingkungan energi nasional karena bisa mengurangi
dan masyarakat.
Ketenagalistrikan Kementerian ESDM ketergantungan impor BBM.
Hilmi menambahkan, pengembangan
Wanhar, Direktur Mega Project PLN “Tentunya akan membawa dampak
ekosistem kendaraan listrik searah
Ikhsan Asaad, Neneng Goenadi selaku positif karena akan mengurangi tekanan
dengan komitmen perusahaan untuk
Direktur GRAB Indonesia, Midian pada neraca pembayaran Indonesia
berinvestasi dalam masa depan yang
Samosir (Group Head Corporate akibat impor BBM," ucap Wanhar.
berkelanjutan dan pengembangan energi
Banking PT Bank Mandiri), dan Pinohadi Direktur Mega Project & EBT PLN
bersih. “Kami berkomitmen ingin masuk
G. Sumardi (Presiden Direktur Mandiri M. Ikhsan Asaad menegaskan, PLN
ke situ, terjun ke dalamnya belajar dan
Tunas Finance). siap bekerja sama untuk mempercepat
memahami. Dari situ, kami akan bisa
Eka Satria mengatakan acara ini menghasilkan inisiatif dan kesempatan hadirnya ekosistem kendaraan listrik.
menjadi langkah awal Medco Power bisnis agar kami sebagai perusahaan PLN menilai untuk membangun
dalam program ekspansi bisnis di sektor energi bisa berpartisipasi lebih jauh." ekosistem kendaraan listrik tidak bisa
kendaraan listrik. "Sebagai pilot project, Neneng Goenadi menuturkan pihaknya dilakukan terpisah-pisah, sektoral,
kami telah memasang charging station siap mendukung Medco Power dalam dan tidak terintegrasi. Oleh karena itu
atau SPKLU yang berlokasi di gedung membangun ekosistem kendaraan dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai
The Energy, SCBD, Jakarta. SPKLU ini bermotor listrik berbasis baterai. “Kami pihak, mulai dari pemerintah, BUMN,
diharapkan dapat dimanfaatkan para yakin melalui pendekatan ekosistem, dan badan usaha lain.
pemilik kendaraan listrik untuk mengisi inisiatif kendaraan listrik mampu Untuk mendorong ekosistem kendaraan
baterai kendaraan listriknya,” jelas dia. menciptakan nilai tambah untuk listrik, hingga saat ini PLN telah
Eka melanjutkan, pada Juni 2020, perekonomian nasional sekaligus membangun 32 SPKLU di 22 lokasi di
Medco Power sudah menandatangani mewujudkan lingkungan yang lebih 12 kota, serta 33 titik SPBKLU di 3 kota
MoU bersama PLN dan Grab Indonesia, hijau,” tegas Neneng. yaitu Banten, Bandung, dan Bali. n

82 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


ASURANSI REVIEW

PLN Insurance Raih Penghargaan


Siddhakarya
PT Asuransi Perisai Listrik
Nasional Insurance (APLN) atau
PLN Insurance menorehkan
prestasi membanggakan untuk
menutup akhir tahun 2020,
dengan memperoleh Siddhakarya
dengan kategori Penghargaan
Produktivitas Tahun 2020 dengan
Kualifikasi Perusahaan Besar dari
Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi,
dan Energi Provinsi DKI Jakarta.
 Turiman Sofyan

t sofyan/listrik indonesia
P
enghargaan Siddhakarya
merupakan penghargaan bagi
perusahaan kecil hingga besar
dalam meningkatkan produktivitas
dari Direktorat Bina Produktivitas
Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Penghargaan Siddhakarya diberikan pandemi Covid-19 berdampak di hampir semua peran seluruh seluruh insan PLN Insurance
dua tahun sekali di tahun genap di sektor, khususnya ekonomi. “PLN Insurance yang telah bekerja keras dan melihat peluang
tingkat provinsi. mampu membuktikan dapat survive dan di tengah kelesuan ekonomi akibat Covid-19,”
mampu memberikan pelayanan jasa terbaik ujar dia.
Program pemberian penghargaan di tengah pandemi Covid-19. Penghargaan ini
produktivitas Siddhakarya kepada perusahaan- membuat positioning market PLN Insurance Eksis dan Bertumbuh
perusahaan yang berhasil meningkatkan semakin kuat lagi,” ujar dia. Berbagai upaya agar PLN Insurance tetap
produktivitasnya selama tiga tahun berturut- eksis dan tumbuh, kata Yani, kami melukakan
turut. “Siddhakarya” yang berarti Karya Prima, Perusahaan asuransi yang sebelumnya
bernama PT Asuransi Tugu Kresna Pratama, sejumlah efisiensi, tetapi langkah ini tidak
merupakan penghargaan yang diserahkan mengurangi apa yang menjadi hak-hak
oleh Gubernur. Tahun 2020 merupakan tahun yang bergerak dalam bisnis jasa keuangan dan
industri asuransi, memperoleh penghargaan perusahaan, seperti tidak terjadi pengurangan
dimana Sidhakarya di berikan kepada seluruh karyawan (PHK). “Kami lebih banyak
Perusahaan skala kecil, menengah, dan besar di dari Infobank dalam tiga tahun terakhir dengan
mendapat grade terbaik di kelasnya, yaitu menggenjot produksi, baik dari grup sendiri
34 provinsi di Indonesia. dan di luar grup, dengan memperkuat seluruh
Asuransi Berpredikat Sangat Bagus Atas Kinerja
Kemas Achmad Yani Aziz, Direktur Pemasaran Keuangan Selama Tahun 2017. “Kami juga jaringan yang sudah ada serta membuka ceruk-
PT Asuransi Perisai Listrik Nasional mendapatkan rating BBB+/Stable untuk 2019 ceruk bisnis baru, dengan memperkuat produk
mengatakan, Alhamdulillah, pada hari ini PLN dari PEFINDO. Ini membuktikan PLN Insurance ritel,” jelas dia.
Insurance menerima Penghargaan Siddhakarya menjadi perusahaan yang stabil dalam bisnis Yani menyadari, masih banyak hal-hal yang
Tahun 2020. “Penghargaan ini sangat penting dan kinerja keuangan,” tegas Yani. perlu di tingkatkan ke depan di PLN Insurance.
untuk lebih memotivasi kami, baik jajaran “Kami berharap PLN Insurance dapat bersaing
karyawan, manajemen, dan direksi, komisaris, Yani menambahkan, pandemi Covid-19
memberikan tantangan di sektor ekonomi. di pasar asuransi dalam bentuk platform
dan seluruh insan PLN Insurance,” ujar Yani, digital. Produk asuransi berbasis digital akan
kepada Listrik Indonesia, saat mewakili Untuk jasa keuangan, khususnya asuransi
dalam periode yang sama di semester I kami kembangnkan ke depan untuk lebih
PLN Insurance dalam gelaran penghargaan mendongkrak potensi bisnis yang ada. Kami
Siddhakarya. dibanding tahun 2019 mengalami penurunan
minum enam persen. “Alhamdulillah PLN tidak bisa menghindar persaingan di bisnis
Yani menambahkan, penghargaan ini Insurance masih mencatatkan pertumbuhan digital insurance dan harus masuk ke dalamnya
memberikan aura positif, dimana saat ini yang positif di 2020. Hal ini tidak terlepas dari agar mampu bersaing,” pungkas Yani. n

www.listrikindonesia.com 83
REVIEW TEKNO

Aplikasi Industri 4.0 untuk Meningkatkan

Keandalan Sistem
Kelistrikan di Indonesia
Salah satu upaya memperkuat ketahanan energi adalah
dengan menjaga ketersediaan dan meningkatkan keandalan
listrik. Agar sistem yang dimiliki mampu menjaga pelayanan
suplai tenaga listrik dengan baik, maka sistem harus dapat
diandalkan dan aman. Memasuki era Industri 4.0, PT Tri Mitra
Otomasi menghadirkan solusi SCADA bagi keandalan listrik
dan proses produksi di Tanah Air.
 Turiman Sofyan

S
ecara umum, perkembangan melalui internet,” jelas dia.
kelistrikan sudah mampu Sistem Kerja SCADA
Pengendalian jarak jauh ini, banyak
memenuhi kebutuhan sebagian Listrik merupakan salah satu
diterapkan oleh perusahaan berskala
besar masyarakat di Indonesia energi yang sangat penting bagi
besar dalam melakukan monitoring dari
dan keandalan sudah mengalami manusia, karena tenaga listrik
berbagai kantor cabang yang tersebar
peningkatan yang cukup baik. Hal merupakankebutuhan yang utama, baik
di beberapa tempat. “Perkembangan
ini tidak terlepas dari penggunaan untuk kehidupan sehari-hari maupun
teknologi internet memungkinkan
teknologi digital di pembangkitan, untuk kebutuhan industri. Penyediaan
perusahaan melakukan monitoring
transmisi, dan distribusi kelistrikan, tenaga listrik yang stabil dan kontinyu
dari jarak jauh, misalkan melihat
seperti sistem Supervisory Control and Data merupakan syarat mutlak yang harus
output produksi, mengontrol mesin,
Acquisition (SCADA). dipenuhi dalam memenuhi kebutuhan
dan maintenance. Bahkan, kita dapat
tenaga listrik.
Sedangkan dari sisi indikator tingkat keandalan melakukan prediksi maintenance melalui
suatu jaringan dapat dilihat dari besar kecilnya analisa data dalam upaya menjaga Pada suatu sistem tenaga listrik
nilai System Average Interruption Duration keberlangsungan produksi,” ucap dia. dibutuhkan suatu sistem pengaman
Index (SAIDI) dan System Average Interruption yang handal yang mampu mendeteksi
Jika kita lihat PLN, implementasi
Frequency Index (SAIFI) di pihak PLN masih bisa gangguan dan kesalahan yang terjadi
penerapan teknologi IoT sudah sangat
diperbaiki. SAIFI merupakan rata-rata frekuensi pada sistem tersebut. Hal tersebut
masif dengan adanya stasiun control di
gangguan yang terjadi dan SAIDI adalah rata- diperlukan agar suplai energi listrik
APD (Area Pengatur Distribusi) melalui
rata durasi gangguan yang terjadi. dapat dipertahankan dengan baik.
SCADA. SCADA memungkinkan dalam
Riyanto Mashan, Presiden Direktur satu control room yang memiliki monitor “Agar sistem yang dimiliki mampu men­
Tri Mitra Otomasi (TMO), mengatakan yang besar, terpampang jaringan jaga pelayanan suplai tenaga listrik
di sektor kelistrikan ada dua aspek distribusi PLN yang ada dan dapat dengan baik, maka sistem pengaman
penting, yaitu pemenuhan kebutuhan dilihat status masing-masing gardu harus memenuhi syarat reliable, selektif,
listrik yang sudah terpenuhi dan rasio yang sedang beroperasi aktif, terjadi sensitif, memiliki waktu operasi yang
elektrifikasi sudah mendekati 100 gangguan, dan dapat dilakukan analisa cepat, ekonomis dan sederhana,” tutur
persen. “Dari sisi keandalan listrik, tidak untuk dilakukan maintence,” jelas Riyanto.
terlepas dari perkembangan teknologi Riyanto. SCADA merupakan sebuah sistem
industri 4.0. PT Tri Mitra Otomasi, perusahaan yang mengumpulkan informasi atau
Jika melihat kebelakang, industri 1.0 nasional yang fokus pada penyediaan data-data dari lapangan dan kemudian
didominasi perkembangan mekanikal solusi Industri 4.0, melalui Energy mengirimkan-nya ke sebuah computer
bertenaga uap di abad 19, industri 2.0 Management dan Industrial Process pusat yang akanmengatur dan mengon­
memasuki era mesin listrik yang terjadi Automation. Solusi Industri 4.0 dapat trol data-data tersebut. Suatu sistem
di awal abad 20,” jelas Riyanto. dibuat sesuai kebutuhan. Kami sebagai SCADA terdiri dari sejumlah RTU
partner dari Schneider Electric, memiliki (Remote Terminal Unit), sebuah Master
Lanjut dia, industri 3.0 merupakan
solusi dan produk yang lengkap untuk Station, dan jaringan telekomunikasi data
masa digunakannya robot dan
diimplementasikan, seperti Programmable antara RTU dan Master Station.
automation. “Berbicara mengenai
Logic Controller, Human Machine Interface, Dalam komunikasi antara Master
Industri 4.0, adalah mengenai
Sensor, Cloud Based Machine Advisor Station (MS) dengan setiap Remote
automation berbasiskan internet, yaitu
(Artificial Intelligence), dan Energy Terminal Unit (RTU) dilakukan melalui
internet of things (IoT). Munculnya IoT
Management. media yang bisa berupa fiber optik,
memungkinkan kita melakukan kontrol

84 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


TEKNO REVIEW

atau melalui radio. Fungsi utama SCADA


Dispacter yang dibantu oleh sistem SCADA
yang terintegrasi yang berada di dalam Meminimalkan
satu ruangankhusus, ruangan tersebut
adalah ruangan dimana ditempatkannya
Kesalahan Operasi
perangkat-perangkat komputer yang di­
sebut Master Station. Adapun fungsi utama
dari sistem SCADA adalah akusisi data,
konversi data, dan pemrosesan data.
F asilitas SCADA diperlukan untuk
melaksanakan pengusahaan
tenaga listrik terutama pengendalian
operasi secara realtime. Suatu
“Berbicara SCADA dalam kelistrikan
sistem SCADA terdiri dari sejumlah
memilik ibeberapa tingkatan, seperti
RTU (Remote Terminal Unit), sebuah
di level distribusi, gardu induk, hingga
Master Station atau RCC (Region
di pembangkit listrik. SCADA akan
Control Center), dan jaringan
mengendalikan peralatan untuk dilakukan
telekomunikasi data antara RTU
on-off, monitoring melalui sensor yang
dan Master Station. RTU dipasang
tersedia melalui data (besaran arus dan
di setiap Gardu Induk atau Pusat
sebagainya), power management, dan
Pembangkit yang hendak dipantau.
status dari relay untuk ditampilkan di
monitor,” jelas Riyanto. RTU ini bertugas untuk mengetahui
Sistem SCADA yang diterapkan dalam setiap kondisi peralatan tegangan
Sistem Distribusi Tenaga Listrik diran­cang tinggi melalui pengumpulan besaran- Riyanto Mashan
untuk memantau aktifitas peralatan pada besaran listrik, status peralatan, President of Tri Mitra Otomasi
Gardu Induk atau Gardu Hubung dan dan sinyal alarm yang kemudian
pengendalianoperasi, sehingga kondisi diteruskan ke RCC melalui jaringan
jaringan Tenaga Listrik dapat dimonitor telekomunikasi data. “RTU juga dengan mudah.
secara real time. Selain fungsi tersebut dapat menerima dan melaksanakan
dengan Sistem SCADA juga berfungsi perintahuntukmerubah status pera Fungsi kendali pengawasan mengacu
melakukan perintah remote control. latantegangantinggimelaluisinyal- pada operasi peralatan dari jarak
sinyalperintah yang dikirimdari RCC. jauh, seperti switching circuit
Dengan sistem SCADA maka Dispatcher breaker, pengiriman sinyal balik untuk
mendapatkan data dengan cepat setiap Dengan sistem SCADA maka menunjukkan atau mengindikasikan
saat (real time) bila diperlukan, disamping Dispatcher bisa mendapatkan data kalau operasi yang diinginkan telah
itu SCADA dengan cepat memberikan dengan cepat setiap saat (real time) berjalan efektif. Sebagai contoh
peringatan pada Dispatcher bila terjadi bila diperlukan, disamping itu SCADA pengawasan dilakukan dengan
gangguan pada Sistem, sehingga dapat dengan cepat memberikan menggunakan indikasi lampu, jika
gangguan dapat dengan mudah dancepat peringatan pada Dispatcher bila lampu hijau menyala menunjukkan
diatasi atau dinormalkan. “Fungsi kendali terjadi gangguan pada sistem, peralatan yang terbuka (open), sedang
pengawasan mengacu pada operasi sehingga gangguan dapat dengan lampu merah menunjukkan bahwa
peralatan dari jarak jauh, seperti switching mudah dan cepat diatasi atau peralatan tertutup (close), atau dapat
circuit breaker, pengiriman sinyal,” ucap dia. dinormalkan. menampilkan kondisi tidak valid yaitu
SCADA merupakan sistem yang Data yang dapat diamati berupa kondisi yang tidak diketahui apakah
mengumpulkan informasi atau data- kondisi On-Off peralatan transmisi open atau close.
data dari lapangan dan kemudian daya, kondisi sistem SCADA sendiri, Saat RTU melakukan operasi kendali
mengirimkan-nya kesebuah computer dan juga kondisi tegangan dan arus seperti membuka circuit breaker,
pusat yang akan mengatur dan pada setiap bagian di komponen perubahan dari lampu merah menjadi
mengontrol data-data tersebut. “TMO transmisi. Setiap kondisi memiliki hijau pada pusat kendali menunjukkan
memiliki SCADA pada Grid Automation, indikator berbeda, bahkan apabila bahwa operasi berjalan dengan sukses.
seperti Gardu Induk (GI), distribusi, terdapat indikasi yang tidak valid Operasi pengawasan disini memakai
industri, dan building,” ucap dia. maka operator akan dapat megetahui metodepemindaian (scanning) secara
berurutan dari RTU-RTU yang terdapat
pada Gardu Induk-Gardu Induk. Sistem
ini mampu mengontrol beberapa RTU
dengan banyak peralatan pada tiap
RTU hanya dengan satu Master Station.
“Kami berkomtimen untuk terusi kut
mensosialisasikan dan berkiprah
dalam penerapan Industri 4.0. yang
digaungkan Kementerian Perindustrian,
sebagai salah satu penyedia solusi yang
berpartner dengan Schneider Electric,
khususnya menghadirkan keandalan
di sektor kelistrikan, seperti SCADA,”
pungkas Riyanto. n

www.listrikindonesia.com 85
OPINI SOROT

Pemerintah memiliki PR di sektor kelistrikan, yaitu


megaproyek 35 GW dan bauran­­energi ramah
lingkungan 25% di 2025. Salah satu daya dukung
melalui pembangunan transmisi jaringan distribusi.
Keterbatasan anggaran PLN, memunculkan wacana
dari pemerintah untuk menggelar karpet merah bagi
swasta untuk membangunan jaringan transmisi.
 Turiman Sofyan

Jaringan Transmisi

Karpet Merah
Bagi Investor Kelistrikan
P
T Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau itulah Pak Menteri sampaikan, karena keterbatasan
PLN terus berupaya menghadirkan kean- anggaran PLN. Maka kemudian kenapa tidak di-
dalan dan ketersediaan pasokan listrik bagi buka untuk swasta bangun transmisi,” jelas Rida.
masyarakata. Keandalan listrik sangat bergantung
pada jaringan transmisi kelistrikan, selain keterse- Peran Jaringan Transmisi
dian pasokan listrik oleh pembangkit yang tersedia. Selain untuk memperkuat keandalan dan
Selama ini, pembangunan jaringan transmisi ketersedian pasokan listrik, jaringan transmisi
menjadi tanggungjawab dan berada dipundak dapat mengatasi kelebihan pasokan listrik,
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau mengurangi ketimpangan biaya pokok produksi
PLN. Akan tetapi PLN memiliki tantangan dalam (BPP) di beberapa wilayah, serta transmisi akan
melakukan pembangunan jaringan transmisi, yaitu menyeimbangkan BPP.
keterbatasan anggaran. Seperti di Sulawesi, yang merupakan wilayah yang
dipisahkan oleh lautan. Saat ini, BPP di sebelah
Dalam menyikapi kondisi yang ada, pemerintah
utara memiliki BPP sebesar dua kali lipat jika
melalui Kementerian ESDM mewacaranakan
dibandingkan di daerah yang berada di bawahnya.
masuknya pihak swasta di bisnis pembangunan
Artinya, jika bisa sambungkan maka itu ada
jaringan transmisi. Bahkan, pemerintah tengah
keseimbangan di wilayah tersebut.
menyiapkan regulasi agar proyek pembangunan
jaringan transmisi listrik dapat dibuka untuk swasta. Dengan jaringan transimisi yang memadai, over
supply listrik di suatu wilayah juga dapat disalurkan
Seperti yang diberitakan berbagai media, pada
ke wilayah lain yang kekurangan pasokan. Bahkan
tanggal 13 Januri 2021, Direktur Jenderal Ketenag-
pasokan yang berlebih di Indonesia bisa diekspor
alistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana men-
ke negara tetangga.
gatakan selama ini tanggung jawab pem­bangunan
transmisi berada di pundak PT PLN (Persero). Jadi, untuk menyalurkan over supply dari satu
“Padahal, kemampuan keuangan PLN belum bisa provinsi ke provinsi yang lainnya dalam satu pulau
memenuhi semua kebutuhan transmisi listrik. Untuk menjadi satu keharusan. Sehingga , kita tidak perlu

86 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


SOROT OPINI

bangun pembangkit baru. Termasuk di dilakukan oleh swasta atau BUMN


dalamnya, listrik dari kita bisa di ekspor lainnya, nantinya seluruh jaringan
ke luar negeri, seperti ke Serawak Selama ini transmisi tetap dikelola oleh PLN.
(Malaysia) dan Singapura. tanggung jawab Di sisi lain, ada tantangan dalam me­nye­
Akan tetapi, membangun jaringan
transmisi sama sulitnya membangun pembangunan transmisi rahkan pembangunan jaringan transmisi
ke pihak swasta. Tanpa melakukan
pembangkit listrik. Salah satu masalah
utamanya adalah lahan. Sebab, untuk
berada di pundak subsidi, diprediksi harga listrik dari
transmisi swasta berpotensi lebih mahal
membangun menara Saluran Udara PT PLN (Persero). ketimbang milik PLN. Pasalnya, selama
Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET),
misalnya, dibutuhkan tempat yang luas. Padahal, kemampuan ini bisnis transmisi tidak menarik karena
investasinya besar, marginnya kecil, dan
Karena itulah dengan adanya aturan
baru ini, kita dapat berharap banyak
keuangan PLN belum pengembalian modalnya lama.

investor dapat tertarik untuk masuk bisa memenuhi semua Rencana masuknya swasta dalam
bisnis transmisi harapannya dapat
dalam proyek pembangunan jaringan
transmisi. kebutuhan transmisi menyelesaikan defisit listrik tersebut.
Yang penting, skema bisnisnya harus
PLN Jadi Pengelola listrik. Karenanya sesuai. Artinya, tanpa skema subsidi
Kementerian ESDM telah menetapkan
program prioritas untuk tahun 2021.
Menteri menyampaikan, pemerintah, harga listrik dari transmisi
swasta akan lebih tinggi daripada milik
Pada subsektor ketenagalistrikan kenapa tidak dibuka PLN. Harga keekonomian yang dijual
dan Energi Baru Terbarukan dan ke konsumen berpotensi mendorong
Konservasi Energi (EBTKE), pemerintah untuk swasta. margin lebih tinggi.
akan memfokuskan ke pembangunan
infrastruktur pembangkit listrik 27.000
Mega Watt (MW), transmisi 19.000
kms, gardu induk 38.000 MW, dan Menunggu RUPTL 2021-2030
pengembangan smart grid.
Terkait pembangunan jaringan trans- Pemerintah berencana membuka Kementerian ESDM menyebut,
misi, hingga akhir tahun 2020, realisasi pintu untuk swasta masuk ke penambahan pembangkit hanya
jaringan transmisi listrik nasional yang bisnis transmisi listrik. Langkah ini sebesar 2.866,6 megawatt atau
beroperasi tercatat mencapai 61.506,08 bertujuan untuk meringankan beban 55% dari target 5.209,48 megawatt.
kms. Adapun, realisasi jaringan distri- keuangan perusahaan setrum pelat Lalu, realisasi pembangunan
busi mencapai 1.007.289,37 kms. merah alias PLN. Cara tersebut transmisi hanya 2.648 kilometer
juga akan membuat produksi listrik sirkuit. Angkanya sekitar 59% dari
Sebelumnya, pada Desember 2020 berlebih dapat tersalurkan ke daerah patokan awal 4.459,6 kilometer
lalu, Sekretaris Jenderal Dewan yang masih kekurangan. sirkuit.
Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto
mengungkapkan rencana pemerintah Guna merealisasikannya, Sementera itu, Guru besar Fakultas
melelang empat ruas jaringan transmisi pemerintah tengah menggodok Teknik Elektro Universitas Indonesia
listrik. Keempat ruas merupakan bagian regulasi yang sesuai, rencana itu Profesor Iwa Garniwa menilai sah-
dari rencana pembangunan transmisi masih menunggu finalisasi rencana sah saja pemerintah mendorong
2021-2027 dengan nilai mencapai US$ umum penyediaan tenaga listrik atau swasta masuk bisnis transmisi.
3,1 miliar. RUPTL 2021-2030. Saat ini, drafnya Namun, ia pesimistis rencana ini
masih ada di PLN untuk dilakukan bakal disambut dengan cepat oleh
Keempat ruas tersebut meliputi ransmisi revisi. para investor.
Medan Barat-Pangkalan Susu-Arun-
Sigli sepanjang 862 kilometer sirkuit Dalam RUPTL 2019-2028 tertulis Apabila tidak ada kepastian
(kms), Perawang-Rantau Prapat-Galang rencana pembangunan pembangkit pengguna dari transmisi tersebut
1.000 kms, Interkoneksi Sumatera-Jawa listrik akan mencapai 56.395 dan berapa jumlah energi minimal
504 kms, dan Wot-Bungku-Andowia- megawatt. Target bauran energi yang tersalur akan sulit menarik
Kendari 715 kms. terbarukan mencapai 23% di 2025. swasta masuk. "Hal ini terkait
Lalu, total pembangunan jaringan dengan biaya pengembalian modal,"
Demi mencapai target interkoneksi ja­ transmisi mencapai 57.293 ribu ucapnya.
ringan listrik Sumatera, Jawa, Kaliman- kilometer sirkuit (kms).
tan dan Sulawesi Selatan pada 2024 Ia lebih setuju transmisi dikuasai
mendatang terkendala pendanaan. Peran swasta selama ini hanya di oleh perusahaan pelat merah.
Untuk rencana pembangunan transmisi pembangunan pembangkit listrik Alasannya, listrik memiliki nilai
2021-2027 tercatat kebutuhan investasi saja. Dalam RUPTL itu, produsen strategis dan menyangkut hajat
mencapai US$ 10,8 miliar. listrik swasta atau IPP mencapai hidup orang banyak. Keberadaannya
60% dari target penambahan harus terjaga dengan baik, begitu
Pada tahap awal, akan dilelang empat kapasitas 56,4 ribu megawatt. pula dengan harganya. “Pemerintah
ruas, tetapi kemudian rencananya Pembangunan infrastruktur sebaiknya mendorong peran badan
semua dilelang agar perusahaan swasta ketenagalistrikan pada tahun lalu usaha milik negara (BUMN) lain
dan BUMN dapat berinvestasi untuk tak mencapai target karena pandemi masuk ke bisnis transmisi ketimbang
membangun jaringan transmisi. Kendati Covid-19. swasta,” imbuh Iwa. n
pembangunan jaringan transmisi

www.listrikindonesia.com 87
REVIEW MANCANEGARA

PLTS Terapung Cirata

Masdar Terapkan
Standar Internasional
Masdar, perusahaan energi asal Uni Emirat
Arab yang menjadi IPP PLTS Terapung karena penurunan harga peralatan
Cirata, berkomitmen untuk menerapkan yang signifikan dalam beberapa dekade
terakhir, juga kemajuan teknologi,
standar internasional dalam proses efisiensi serta persaingan yang
perancangan, konstruksi, dan pengoperasian sehat di sektor ini. Selain itu, energi
terbarukan seperti matahari dan angin
pembangkit surya terapung pertama di tidak terpengaruh oleh volatilitas dan
Indonesia tersebut. Saat ini, Masdar dan ketidakpastian harga bahan bakar fosil,
ini berkontribusi pada stabilitas harga
PT PJB Investasi, sedang membangun PLTS listrik jangka panjang.
Terapung Cirata.  Zuchri “Masdar adalah pengembang yang
berpengalaman dengan banyak proyek

P
di seluruh dunia dan punya keahlian
rzemek Lupa, Head of “Kami berharap dapat melanjutkan ekstensif di bidang teknik, pengadaan,
Development & Investment Asia kolaborasi yang sangat baik ini dengan
Pacific Masdar, menjelaskan bahwa PLN dan anak-anak perusahaannya,
Masdar bekerja sama dengan PJB termasuk PJB dan anak perusahaannya
Investasi, anak usaha PT Pembangkitan PJB Investasi.”
Jawa-Bali, dalam pengembangan PLTS Pada kuartal IV/2020, katanya, Masdar
Terapung terbesar se-Asia Tenggara, juga mengajukan proposal kemitraan
berkapasitas 145 MW dan terletak di kepada anak perusahaan PLN lainnya,
Waduk Cirata, Jawa Barat. Indonesia Power (IP), untuk tender
“Kami telah terlibat dan bertindak Hijaunesia. “Kami mengajukan tarif
sebagai satu tim, dengan tujuan yang kompetitif untuk tiga proyek, yaitu
bersama mengembangkan proyek tenaga surya terapung Saguling, proyek
tepat waktu dan sesuai anggaran. surya Terapung Singkarak, dan tenaga
Keterampilan dan keahlian PJBI dan surya (solar farm) Lampung.
Masdar saling melengkapi. Kami ingin Masdar telah menandatangani
memanfaatkan kolaborasi ini untuk perjanjian jual beli listrik dengan PLN
peluang di masa depan,” ujarnya kepada untuk PLTS Terapung Cirata dengan
Listrik Indonesia, Senin (15/2). tarif US$5,8 per kWh. Dia mengakui pembiayaan, dan aspek penting
tarif listrik ini sangat kompetitif. lainnya yang membantu meningkatkan
Dia melihat potensi besar di produktivitas dan kinerja aset
Indonesia, tetapi juga di seluruh Asia Menurutnya, energi terbarukan seperti
matahari dan angin lebih kompetitif perusahaan,” tuturnya.
Tenggara yang berkomitmen untuk
meningkatkan target energi terbarukan. dibandingkan dengan teknologi Dia menilai, Indonesia memiliki potensi
Mengingat kuatnya hubungan antara pembangkit listrik konvensional untuk mengembangkan sumber daya
UEA dan Indonesia, Masdar ingin berbahan bakar fosil. terbarukan secara signifikan dan
mengembangkan kemitraan dengan Tarif listrik yang kompetitif dari tenaga mengurangi biaya rata-rata listrik di
perusahaan-perusahaan di Indonesia. surya dan angin di seluruh dunia terjadi masyarakat.

88 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


MANCANEGARA REVIEW

Namun, hal ini memerlukan langkah


berani dari para pengambil keputusan.
Manfaat Lingkungan
M
Masdar memposisikan diri untuk elalui upaya yang signifikan dari teknologi baterai penyimpanan surya
berkontribusi pada masa depan yang tim PJBI dan Masdar dengan dan angin akan menjadi pilihan yang
positif ini. melibatkan semua otoritas terkait logis baik dari perspektif lingkungan
Setelah menandatangani PPA, katanya, dan masyarakat setempat, kami dan ekonomi, serta berkontribusi pada
tim PJBI dan Masdar bekerja tanpa dapat menunjukkan bahwa proyek kemandirian energi Indonesia.
henti dengan semua pihak yang terlibat tersebut bermanfaat bagi lingkungan
Peningkatan energi terbarukan dapat
(PLN, pemberi pinjaman, dan calon setempat.
menyelamatkan Indonesia sebagai
kontraktor) untuk segera memulai Pembangkit listrik akan dirancang, pengguna terbesar energi di Asia
konstruksi PLTS Terapung Cirata. dibangun, dioperasikan dan Tenggara, yaitu US$ 51,7 miliar per
Masdar menargetkan operasi komersial dipelihara mengikuti standar tahun yang akan dikaitkan dengan
PLTS ini pada semester II/2022. internasional, dan tentu saja dampak terhadap polusi udara dan
mematuhi praktik lingkungan serta perubahan iklim (data IRENA).
PLTS Terapung Cirata menempati
kesehatan dan keselamatan terbaik.
areal sekitar 250 hektar atau hanya Masdar berkomitmen untuk mengem­
4% dari luas Waduk Cirata. “Terdiri Selain manfaat sosial, teknologi bangkan dan menyebarkan energi
atas 350.000 panel surya, disusun surya juga menawarkan dampak bersih di seluruh dunia dan tidak me­
dan ditautkan ke dasar waduk positif bagi lingkungan yang miliki aset berbasis fosil. Sejak 2006,
menggunakan tali tambat, dan akan akan berdampak langsung pada Masdar telah berinvestasi terutama
dihubungkan ke transmisi Cirata 150kV, ekosistem Cirata. “Manfaat ini pada proyek tenaga angin dan surya
sekitar 4 km dari lokasi PLTS Terapung.” termasuk mengurangi penguapan air dengan nilai total US$ 19,9 miliar dan
saat musim kemarau, menghambat investasi lebih dari US$ 7,7 miliar.
Dia menambahkan, PLTS ini akan pertumbuhan alga berbahaya, dan
memberi daya pada 50.000 rumah, meredam panas.” Selain itu, Masdar aktif di lebih dari
setara dengan pengurangan emisi 30 negara di seluruh dunia, dengan
Menurutnya, proyek ini menggerak­ proyek-proyek di Timur Tengah dan
karbondioksida sebanyak 214.000
kan perekonomian lokal dan Afrika Utara, Eropa, Asia, Australia,
ton serta akan menciptakan banyak
mem­berikan manfaat langsung Amerika Serikat, dan Kepulauan
peluang lapangan kerja.
bagi industri dalam negeri seperti Pasifik dan Karibia, dengan total
PLTS Terapung telah diterapkan di pembuatan komponen utama floater kapasitas produksi kotor lebih dari 10,7
beberapa negara seperti Jepang, dan modul PV. GW. “Kami berinvestasi pada teknologi
China, Prancis, dan lainnya, sehingga Pemerintah Indonesia menargetkan energi terbarukan yang memenuhi
teknologinya sudah terbukti. “Kesulitan bauran energi sebesar 23% pada syarat dan layak, seperti tenaga bayu
dan kendala datang dari kenyataan 2025, dan sedang memper­timbang­ di darat, tenaga bayu lepas pantai,
bahwa ini adalah yang pertama di kan rencana untuk mengem­bangkan fotovoltaik surya (PV), fotovoltaik
Indonesia. Hal ini menghadirkan 60 PLTS Terapung lainnya, dengan Terapung (FPV), desalinasi air, dan
tantangan di sisi perizinan, dan juga memanfaatkan lebih dari 600 danau portofolio energi terbarukan lainnya.
bagi semua pemangku kepentingan dan waduk.
untuk memahami proyek sepenuhnya.” Proyek PLTS Terapung ini disponsori
“Masdar tertarik untuk mengem­ bersama PJBI dengan ekuitas 51%
dan Masdar 49%. Lalu ada tiga
pihak bank yang terlibat dengan
pembiayaan non-recourse komersial
yakni Standard Chartered Bank,
Societe Generale dan Sumitomo Mitsui
Banking Corporation.
PLTS Terapung menggunakan
komponen utama terutama modul,
pelampung, dan inverter dari beberapa
pabrikan. Przemek memastikan
komponen tersebut akan mematuhi
standar internasional.
Menurutnya, kombinasi PLTA dan
PLTS Terapung sangat logis. PLTA
existing sudah memiliki keuntungan,
Tenaga surya Terapung telah diterapkan bang­kan beberapa proyek ini hubungan jangka panjang dengan
di beberapa negara seperti Jepang, bekerja sama dengan industri masyarakat lokal, dan infrastruktur
China, Prancis, dan lainnya, sehingga di Indonesia. Kami jelas melihat yang tersedia, seperti jalur transmisi,
teknologinya sudah terbukti. Kesulitan potensi yang luar biasa dalam proses pembangunannya lebih mudah
dan kendala datang dari kenyataan menggantikan banyak pembangkit dan biaya lebih rendah.
bahwa ini adalah yang pertama di listrik berbahan bakar bahan bakar
“Jadi, proyek-proyek semacam ini
Indonesia. Termasuk tantangan perihal yang tidak efisien dan berpolusi
sudah kami jajaki di negara lain, dan
perizinan, juga harus memastikan tinggi saat ini.”
semoga Masdar bisa melaksanakan
semua pemangku kepentingan Przemek menegaskan bahwa proyek-proyek serupa di Indonesia.” n
memahami proyek ini sepenuhnya.

www.listrikindonesia.com 89
REVIEW RENEWABLE ENERGY

I
ndonesia yang terletak di khatulistiwa baku industri tidak akan menjamin cofiring pellet biomassa pada
mempunyai potensi sumber daya alam akan tumbuh dan berkembang, tanpa pembangkit batu bara sebesar 5%
(SDA) yang luar biasa untuk dapat didukung oleh sumber daya manusia akan dapat ditingkatkan nilai tambahnya
mendayagunakannya menjadi roda (SDM) yang selalu dapat menciptakan dari sisa dalam bentuk fly ash bottom
pembangunan menuju kesejahteraan sebuah inovasi untuk menghasilkan ash (FABA) untuk diproses lebih lanjut
masyarakatnya. Potensi tersebut tidak industri-industri baru selanjutnya. untuk mendapatkan SiO2 maupun
hanya dapat digunakan sebagai sumber Perlunya peran pemerintah untuk Al2O3 dan/atau lainnya.
bahan baku industri masa depan tetapi menjalankan roda ekonomi sirkular
juga pengembangan produk industri tersebut menjadi sangat penting “Bahkan Co-firing untuk gasifikasi yaitu
utama dan turunannya. dalam rangka menjaga gerakan dan sisa elemen logam yang terkandung
memberi payung keteduhan sehingga di dalam abunya, masih ada manfaat
Dengan sistem terpadu melalui limbahnyada yang bisa olah kembali dan
perjalanannya lancar dan sukses
pengelolaan yang terintegrasi saling memiliki nilai tambah tinggi,” ujarnya.
mencapai tujuan.
dukung, bina dan jaga diharapkan
dapat menjadi sebuah sistem ekonomi Dirinya menjelaskan, sumber bahan Selain itu, ia menyebut, limbah
sirkular baru sebagai solusi total dari baku biomassa yang melimpah tidak biomassa dari bahan baku kelapa
penyediaan sumber bahan baku, akan bernilai tinggi apabila hanya dijual sawit kalau dijual secara langsung
sampai pengelolaan limbahnya secara secara langsung tanpa adanya proses hanya diperoleh harga kurang dari
berkelanjutan. Selain itu, untuk menjaga pengolahannya. Dari sisi ekonomi Rp 500,-/kg, padahal apabila dapat
keberlanjutan produksinya dan dapat memang dapat langsung memperoleh diproses untuk memperoleh tepung
dihasilkan secara masif melalui kawasan devisa yang cukup besar, apalagi SiO2 seharga Rp.15.000,-/kg.dan
hutan industri, juga dapat didukung langsung diekspor secara besar dengan ukuran nano meter akan
dengan melibatkan masyarakat melalui besaran. didapatkan hasil dengan nilai tambah
sosialisasi dan pembinaan yang tepat yang jauh lebih tinggi bisa mencapai Rp
Pada tahun 2019 ekspor biomassa 750.000,-/kg.
sasaran.
dalam bentuk pellet telah mencapai
Dalam tulisanya, Pudji mengguratkan, 276.414 ton (FAO) dan terus akan Perlu diketahui istilah karbon baru
bahwa ketersediaan sumber bahan meningkat, sehingga adanya program yang meliputi carbon nano tube

Ekonomi Sirkular Berbasis


Biomassa dan
Limbah

Ekonomi sirkular berbasis biomassa dan limbah


begitulah tajuk dari jurnal Pudji Untoro, Wakil Ketua
Dewan Pakar Masyarakat Energi Biomassa Indonesia
(MEBI). Dalam tulisanya menggambarkan bahwa
pemanfaatan biomassa dan limbah bisa menjadi
platform ekonomi baru Indonesia.
 CANDRA WISESA

90 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


RENEWABLE ENERGY REVIEW

(CNT), fullerene, quantum dots (QDs),


graphene dll, saat ini akan menjadi Ekonomi Sikular
tren populer pada industri masa depan Lebih lanjut, Pudji Untoro menerangkan
dengan produk-produk yang dapat soal ekonomi sirkular dari pemanfaatan Bahkan
mempunyai bentuk dan fungsi baru biomassa dan limbah. Ekonomi sirkular
untuk pemanfaatannya. hanya akan dapat berputar bila semua co-firing untuk
penggeraknya dapat secara mandiri
Dengan inovasi baru untuk peningkatan
nilai tambah limbah biomassa, baik char
berjalan dan satu sama lain saling gasifikasi yaitu sisa
tergantung untuk selalu sinergi menjadi
maupun abunya akan dapat digunakan
satu kesatuan gerak bersama secara elemen logam yang
untuk sumber bahan baku apakah
terpadu, sinkron dan berkelanjutan.
dalam bentuk karbon baru maupun terkandung didalam
material maju misalnya SiO2–nano SDA selalu dapat tersedia baik
ataupun Al2O3–nano dan/atau elemen dari sumber pengadaan yang baru abunya, masih ada
lain tergantung kandungan yang masih maupun limbah industri lain yang
tersedia di dalam limbahnya. selalu menjalankan prinsip 3-R manfaat limbahnya
(Reduce, Reuse dan Recycling) sangat
dinantikan, sehingga ketersediaan dan yang bisa diolah
keberlanjutannya dapat selalu ada dan
terjamin jangka panjang. kembali dan memiliki
“Sumber daya manusia yang akan nilai tambah tinggi.
terlibat di semua sektor ekonomi harus
selalu mampu mangaktualisasi dirinya
untuk menciptakan inovasi teknologi
baru, sehingga dinamika sektor hulu
sampai hilir selalu memicu penciptaan
putaran baru ekonomi didalam sistem digunakan di in­dustri hulu sampai hilir
ekonomi sirkular itu sendiri,” terangnya. dan pengolahan limbahnya.

Menurutnya, inovasi teknologi yang Pengembangan selanjutnya dapat


akan dikembangkan berdasarkan diupayakan melalui sinergi dengan
kebutuhan selalu tersedianya sumber Usaha Mikro Kecil menengah (UMKM)
bahan baku yang dapat selamanya maupun lembaga lain yang secara
tersedia dengan penyediaan yang langsung berkaitan dengan masyarakat
lestari melalui Tanah untuk Pertanian, yang akan mendukung proses produksi
Peternakan dan Kehutanan, Air & maupun pengembangan usaha
Laut untuk Aquaponik, hidroponik, selanjutnya.
dan Perikanan serta Udara yang “Pengembangan usahanya
bersih untuk keberlanjutannya. direncanakan berbasis pemberdayaan
Selain itu teknologi usaha UMKM dan masyarakat dengan
nanofikasi, gravelisasi serta inovasi teknologi mandiri dengan
grafenisasi untuk karbon kapasitas kecil dengan kuantitas
baru harus berbasis yang banyak dengan pembinaan yang
kearifan lokal yang intensif untuk peningkatan kualitas
mempunyai potensi produksinya,” tutur Pudji.
HAKI yang selalu Ia menambahkan, “sumber bahan
didukung proses bakun yang melimpah harus dijaga
regenerasi SDM dan disiapkan serta mulai disiapkan
unggul untuk penyimpanan material bahan baku
menciptakan untuk kebutuhan jangka panjang dan
kebaruan berkelanjutan,” tambahnya.
yang akan
Agar upaya tersebut dapat
diimplementasikan dalam periode waktu
tertentu sesuai roadmap, maka langkah-
langkahnya harus dapat dijabarkan
lebih lanjut dengan melibatkan semua
pemangku kepentingan terkait
melalui sebuah rencana implementasi
yang harus dijabarkan lebih detail
tentang programnya, siapa dan
lembaga pelaksananya, kapan akan
dilaksanakan serta sinergi pendanaan
yang harus disiapkan agar sesuai
dengan rencananya. n

www.listrikindonesia.com 91
REVIEW LENSA DAERAH

Memastikan Keandalan Infrastruktur


Kelistrikan Area Ring-1

FOTO-FOTO DOK. PLN (Persero) UIP Jawa Bagian Barat

peningkatan dari tahun ke tahun. pusat bisnis, pusat pemerintahan,


Wilayah Jawa Bagian Barat, ber­ada di ring 1, dan sangat banyak
Meskipun, saat ini pandemi Covid-19
memiliki peran penting dan pe­langgan VIP); dan untuk peningkatan
berdampak pada penurunan konsumsi
strategis, khususnya, DKI Jakarta, penjualan listrik, dimana sebagian besar
listrik di sektor industri dan bisnis, te­tapi
sebagai Ibu Kota negara. Selain didapatkan dari Wilayah DKI Jakarta
ketersediaan dan keandalan lis­trik sangat
dan sekitar sekitarnya.
sebagai pusat pemerintahan, dibutuhkan, khususnya untuk segmen
juga menjadi barometer atau pelanggan rumah tang­ga. Pandemi “Keandalan listrik di Jakarta menjadi
global ini, telah me­lahirkan kebiasaan hal yang sangat krusial dan tidak dapat
indikator pertumbuhan bisnis dan
baru dalam penggunaan teknologi ditawar. Penjualan listrik terbesar di
ekonomi di Tanah Air. Ketersedian digital yang sangat bergantung pada PLN, salah satunya diperoleh dari
dan keandalan pasokan listrik keandalan dan pasokan listrik. wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
memegang peran vital. PLN Sehingga PLN bisa meningkatkan
Ratnasari Sjamsuddin, GM PLN (Per­ revenue atau pendapatan,” jelas dia.
(Persero) Unit Induk Pembangunan sero) Unit Induk Pembangunan Jawa
Jawa Bagian Barat, siap menjawab Bagian Barat (UIP JBB), mengatakan, Dalam kurun 2 – 3 tahun terakhir, PLN
tantangan melalui pembangunan saat ini ketersediaan dan keandalan UIP JBB sudah selesai membangun
listrik didukung dengan pembangunan beberapa proyek strategis antara
infrastruktur kelistrikan.
infrastruktur kelistrikan untuk mendukung lain PLTGU Jawa-2 (880 MW) pada
 Turiman Sofyan kegiatan masyarakat yang banyak tahun 2019, GIS PLTMG Senayan

S
dilakukan secara virtual. “Sesuai de­ selesai dibangun untuk support MRT
ebagai wilayah tersibuk di wilayah ngan RUPTL, PLN UIP JBB mulai 2021 fase 1, SUTET 500 kV Kembangan –
kedaulatan Indonesia, Jawa hingga 2024 mendapat penugasan Duri Kosambi yang berfungsi untuk
Bagian Barat, yang meliputi untuk membangun pembangkit total meningkatkan keandalan sistem 500 kV
Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten, sebesar 515 MW, transmisi sebesar 276 Jakarta, dan juga transfer energi murah
memiliki kebutuhan listrik yang sangat Kms dan Gardu Induk sebesar 3.740 dari PLTU di Utara Jawa, dan di tahun
tinggi. Ketersediaan dan keandalan MVA,” jelas Ratnasari, kepada Listrik 2018 kami ikut serta dalam mendukung
listrik menjadi sesuatu yang tidak dapat Indonesia, Kamis (11/2/2021). suplai listrik untuk Asian Games.
ditawar lagi.
Peran dan Tugas UIP JBB Di tahun 2020, menurut Ratnasari, PLN
Pasokan listrik menjadi modal utama UIP JBB resmi mencatat penyelesaian
dalam mendorong geliat dan denyut PLN UIP JBB memiliki tugas pokok yaitu 22 proyek jaringan, dengan total
nadi sektor bisnis dan ekonomi. Dan tak untuk melaksanakan pembangunan kapasitas sebesar 1600 MVA dan 46
kalah pentingnya, energi listrik mampu Infrastuktur Kelistrikan berupa Pusat kilometer sirkuit. Dari sisi pembangkit,
meningkatkan pelayanan pemerintahan, Pembangkit, Gardu Induk, dan saluran keberhasilan PLN UIP JBB di tahun
baik pemerintah pusat dan pemerintah transmisi, di wilayah DKI Jakarta, 2020, ditandai dengan beroperasinya
daerah (pemprov, pemkab dan pemkot) Banten, dan sebagian Jawa Barat. PLTGU Muara Karang Gas Turbine
dalam memberikan pelayanan bagi Infrastuktur-Infrastuktur kelistrikan ter­ 3.1 dengan kapasitas 343 MW, serta
masyarakat. sebut akan digunakan untuk keperluan selesainya pekerjaan Emergency Diesel
evakuasi daya pembangkit-pembangkit Generator dengan kapastitas 1000-1250
Oleh sebab itu, kebutuhan listrik akan
yang ada di Jawa, terutama pembangkit kVA di PLTGU Tanjung Priok Blok 4.
terus berkembang dengan pesat (ter­
lepas dari adanya pandemi Covid-19). yang memproduksi energi murah; pe­ Selanjutnya, PLN UIP JBB di tahun
Sebagai indikator, pem­ba­ngunan infra­ ningkatan program keandalan system 2021 ini, fokus dengan pengerjaan
struktur kelistrikan terus mengalami kelistrikan (DKI Jakarta merupakan proyek Looping Jakarta, yaitu SUTET

92 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


LENSA DAERAH REVIEW

lapangan yang tidak dapat dilakukan


secara on desk, tetap kami lakukan
Ratnasari Sjamsuddin dengan menerapkan protokol
kesehatan yang sangat ketat, seperti
GM PLN (Persero) melibatkan seminimal mungkin jumlah
Unit Induk Pembangunan pegawai di lapangan,” kata dia.
Jawa Bagian Barat
Dorong Pengembangan EBT
Pemerintah tengah mengejar target
bauran energi ramah lingkungan
Padahal pekerjaan proyek tersebut sebesar 23% di tahun 2025. Dalam
membutuhkan banyak orang,” kata dia. upaya ikut mendukung target tersebut,
PLN UIP JBB sangat mendukung
Di sisi lain, dia melanjutkan, ada
pengembangan dan pemanfaatan
beberapa proyek membutuhkan tenaga
Energi Baru Terbarukan (EBT) di unit-
asing. Dimana saat pandemi ijin masuk
unit. “Saat ini kami sedang menjalankan
ke Indonesia bagi WNA cukup sulit
studi kelayakan pembangunan
dan sangat dibatasi karena adanya
Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB)
banned travel advisory. “Hal ini tentunya
di daerah Banten,” tegasnya.
berpengaruh pada target penyelesaian
500 kV Duri Kosambi – Muara Karang, atau COD dari proyek strategis. Bahkan Ada sejumlah tantangan dalam
SUTET 500 kV Tanjung Priok - Muara beberapa kali juga ada kontraktor yang pengembangan EBT, antara lain
Tawar dan SUTET 500 kV Bekasi –
Muara Tawar, termasuk gardu induk­nya.
“Tiga jalur SUTET ini nantinya akan mem­
bawa energi murah dari pem­bang­kit-
pembangkit listrik di bagian utara Jawa,
sehingga dapat menekan biaya pokok
penyediaan tenaga listrik,” imbuh dia.
Lanjut dia, proyek transmisi lainnya
adalah pembangunan infrastruktur
untuk support KCIC, untuk suplai MRT
fase 2 program pemerintah dan juga
transmisi dan gardu induk untuk untuk
mendukung industri dan kebutuhan
masyarakat.
Di tahun 2021 ini juga, PLN UIP JBB
fokus dalam penyelesaian PLTU Lontar
(315 MW), menghasilkan energi murah
di Provinsi Banten, dan Combine Cycle dinyatakan positif Covid-19, sehingga adalah pemilihan lokasi, teknologi
PLTGU Muara Karang (500 MW). “Ini menghambat progress pekerjaan,” yang digunakan, masih tingginya
adalah peaker, jadi saat beban puncak tegas Ratnasari. biaya pengembangan dan biaya
pembangkit ini bisa back up,” kata dia. pokok produksi yang cenderung lebih
Dia menambahkan, Alhamdulillah
Memiliki wilayah kerja di DKI Jakarta, tinggi dari pembangkit konvensional,
semua tetap berjalan dengan baik
Banten, dan sebagian Banten dan misalnya PLTU. Dan juga karakteristik
meski di tengah pandemi. Strategi
Jawa Barat, saat ini kesuksesan pembangkit EBT sangat bergantung
dan langkah yang diterapkan UIP JBB
pembangunan transmisi kelistrikan ini dengan alam.
dengan menyusun timeline, buat skala
merupakan buah kerja keras PLN UIP prioritas, sesuaikan schedule proyek, “Tetapi terlepas dari tantangan-
JBB yang tak kenal henti meski tengah dan melakukan pekerjaan pararel. “Kami tantangan tersebut, UIP JBB sangat
dilanda pandemi. “Untuk pembangkit juga perketat koordinasi dengan pihak mendukung pengembangan energi
baru kami belum mendapat mandat terkait, baik pemerintah dan instansi. ramah lingkungan,” tegas dia.
untuk membangun, saat ini ada yang Seperti Kementerian Hukum dan HAM,
masih dalam tahap studi. Jika nanti Dia berharap, UIP JBB semakin
terkait ijin keluar masuk Tenaga Kerja
siap untuk eksekusi, kami selalu siap berkomitmen dalam menerangi negeri,
Asing, khususnya pada proyek-proyek
memberikan yang terbaik,” ungkap dia. khususnya dalam proses pembangunan
yang merupakan bagian dari proyek
proyek infrastruktur kelistrikan, yang
Tantangan Pandemi Covid-19 strategis nasional,” imbuh dia.
meliputi pembangunan transmisi
Ratnasari mengakui, dampak pandemi Selain itu, UIP JBB menerapkan maupun pembangkit yang tersebar di
cukup besar dalam progress pem­ beberapa pekerjaan dengan DKI Jakarta, Banten dan di sebagian
ba­ngunan infrastruktur kelistrikan di mengadopsi teknologi digital. Seperti Jawa Barat. “Semoga pembangunan
lingkungan UIP JBB akibat penerapan saat melakukan pengetesan oleh tersebut bisa selesai sesuai dengan
pembatasan sosial berskala besar engineer lokal, mendapatkan supervisi target COD, tanpa ada halangan yang
(PSBB) untuk mengurangi penyebaran melalui fasilitas virtual conference berarti, sehingga listrik dengan kualitas
virus. “Jadi pekerjaan yang kami lakukan oleh expert engineer asing, dan terbaik bisa semakin cepat dinikmati
menerapkan prosedur Covid dan pekerjaan yang bersifat monitoring oleh pelanggan,” tutup Ratnasari. n
prosedur kesehatan yang sangat ketat. dan administrasi. “Pekerjaan teknis di

www.listrikindonesia.com 93
OPINI editorial

Mengubah Paradigma &


Skala Keekonomian
Ruh dan semangat pembangunan pembangkit
listrik adalah skala keekonomian, yaitu masih
ada margin bagi pengembang listrik dan
menghasilkan tarif listrik yang paling efisien
sehingga tidak membebani rakyat sebagai
konsumen. Percuma saja kalau membangun
pembangkit energi baru terbarukan (EBT), tetapi
harus membebani rakyat dan negara (melalui
subsidi). Azas kewajaran dan skala keekonomian
harus selalu jadi acuan dan pegangan.
 Zuchri

T
erkait dengan pembangkit listrik berbahan bahan bakar Tidak perlu berpikir jauh untuk memanfaatkan 282,8 GW
energi bersih, seperti surya, panas bumi, hidro (air), potensi surya dan air, komposisi bauran EBT saat ini saja baru
angin, arus laut, bioenergy/biomassa, sampah, dan 14% khusus di pembangkitan. Bahkan, kita masih sangat
jenis EBT lain­nya sudah menjadi sebuah keniscayaan. Sampai cemas untuk membidik target bauran energi bersih mencapai
kapan energi fosil akan bertahan. Mau tidak mau, kita sudah 23% pada 2025.
sepakat harus beralih ke renewable energy yang lebih ramah
Tidak sedikit pihak pesimistis dengan targer 23% pada 2025
lingkungan dan sebagai pengganti energi fosil yang bisa habis
akan tercapai. Bayangkan saja, Peraturan Presiden tentang
pada waktunya nanti.
Tarif EBT yang janjinya akan terbit awal 2020, sampai awal
Namun, apakah energi bersih selalu identik dengan tarif 2021 belum tampak batang hidungnya. Masih nyangkut di
mahal? Tentu saja tidak. Energi baru dan terbarukan ini mana draf Perpres ini? Padahal, Perpres ini digadang-gadang
anugerah alam yang luar biasa dan gratis. Bagaimana bakal menjadi instrument percepatan dalam pengembangan
memanfaatkan sumber air, panas matahari, panas bumi, angin, energi ramah lingkungan di Tanah Air.
sampah, yang jauh lebih murah dibandingkan bahan bakar Lalu, apakah setelah Perpres ini terbit, pengembangan EBT
minyak (BBM), gas, dan batu bara. langsung terakselerasi? Tunggu dulu. Kita coba melihat ke
Kata siapa EBT itu lebih mahal dari energi fosil. Coba kita belakang, Perpres No. 38/2018 untuk percepatan Pembangkit
lihat harga listrik (power purchase agreement/PPA) dari Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Sudah terbit sejak 2018, tetapi
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata, sampai saat ini belum ada pergerakan soal pembangunan
hanya US$5,8 sen per kilowatt hour (kWh), sedangkan PLTSa. Kita lihat lagi, Perpres Geothermal yang sudah terbit
rerata PLTU masih di kisaran US$6 sen – US$8 sen per kWh. sejak 2017, ternyata pengembangan panas bumi masih tetap
Ternyata PLTS lebih murah daripada PLTU. berjalan lambat. Jadi, jangan terlalu berharap banyak terhadap
regulasi karena seringkali tidak berjalan dalam tataran
Demikian juga dengan pembangkit hidro seperti pembangkit implementasi di lapangan.
listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga mikro
hidro (PLTMH) yang juga memiliki tarif listrik ekonomis di Setelah pemerintah membuat skala prioritas dalam
kisaran US$7 sen – US$8 sen per kWh. Pembangkit EBT pengembangan beberapa jenis pembangkit EBT yang memiliki
jenis hidro dan surya ini jauh lebih efisien sehingga sangat tarif ekonomis seperti surya dan hidro, masih ada hal yang
layak untuk terus dikembangkan dengan segala kekurangan juga penting, yaitu soal paradigma atau pola berpikir seluruh
dan kelebihan dari kedua jenis pembangkit energi bersih stakeholder di negeri ini. Terkait EBT ini jangan lagi pola pikir
tersebut. Bahkan kapasitas surya mencapai 207,8 gigawatt atau paradigmanya sebagai energi alternatif atau pilihan
(GW) dan hidro 75 GW, sehingga total potensi kedua jenis EBT terakhir. Seharusnya, paradigmanya bawah energi bersih
itu mencapai 282,8 GW. Sebagai gambaran, total kapasitas ini sudah menjadi sebuah keniscayaan, sebuah kepastian,
terpasang pembangkit listrik saat ini di kisaran 70 GW terdiri sebuah keharusan yang mau tidak mau atau suka tidak suka,
atas 86% fosil dan 14% EBT. semuanya akan mengarah kepada green energy ke depan.
Selama pola pikirnya masih pada energi alternatif, maka
Jika semua pemangku kepentingan (pemerintah, swasta, PLN,
percepatan/akselerasi EBT sangat sulit terealisasi. Semoga
masyarakat) sepakat, surya dan hidro sudah bisa menerangi
semua stakeholder memiliki paradigma sama tentang EBT ini,
negeri ini sampai 50 tahun ke depan dengan kelebihan
yaitu sebuah keniscayaan dan keharusan. Dengan paradigma
lebih ramah lingkungan dan bersih. Namun, persoalan tidak
itu dan berpatokan pada kewajaran atau skala keekonomian,
sesederhana itu, masih banyak kepentingan lain seperti
percepatan dalam pengembangan EBT akan lebih mudah
produsen batu bara, produsen gas, dan lainnya.
terealisasi. n

94 Listrik Indonesia | No. 77 | 25 Februari - 25 Maret 2021


KINI PRODUK PLP BISA DITEMUI
DI HARCO GLODOK
PT Preformed Line Products Indonesia (PLP) adalah
produsen sekaligus pemasok utama berbagai
peralatan dan aksesori kelistrikan dan telekomunikasi.
Dalam rangka lebih memperkenalkan produknya
PLP membuka showroom di Harco, Glodok.  CANDRA WISESA
infrastruktur komunikasi yang
berkualitas dari PLP.
Teguh Hadiwinanto, Export Sales &
Marcom Manager menerangkan, PLP
membuka showroom pada 18-
Desember-2020 yang berlokasi di
Harco Glodok Lantai GF2 / A12-A15,
Jalan Hayam Wuruk Nomor 5,
Mangga Besar, Jakarta Barat. Dipilihnya
Harco Glodok, lanjut Teguh, karena
tempat tersebut merupakan
salah satu sentra kelistrikan di Jakarta.
Hal ini akan memudahkan pelanggan
untuk mencari informasi dalam bentuk
brosur, katalog dan contoh
produk. Di showroom PLP juga
P LP merupakan perancang, pembuat
dan pemasok utama berbagai
peralatan dan aksesori untuk
memamerkan produk barunya yaitu
Current Limiting Device (CLD) dan
sarana laboratorium pengujian
untuk kebutuhan uji produk dan tenaga
ahli yang andal untuk informasi teknis
Line Fault Current Indicator yang
transmisi listrik tegangan tinggi, digunakan pada jaringan listrik produk. “Kami sangat
jaringan distribusi tegangan menengah tegangan menengah. Selain itu juga ada menjaga kualitas produk, mulai dari
serta infrastruktur komunikasi boks telekomunikasi. “Produk kedatangan bahan baku, proses
untuk empat kategori infrastruktur yang di tampilkan untuk jaringan produksi sampai produk jadi yang
yakni komunikasi, energi, industri dan listrik tegangan menengah dan siap dipasarkan,” imbuhnya.
mounting panel surya, dengan telekomunikasi. Pemesanan Manajemen pemasaran PLP pun
jangkauan pasokan di Indonesia dan juga bisa via telepon di 021 8593 menargetkan pembukaan showroom ini
seluruh dunia. 3899,” terangnya. dapat membantu penjualan.
PT Preformed Line Products Indonesia Ia juga menjelaskan, bahwa PLP Teguh berharap dibukanya showroom
sendiri mempunyai pabrik di wilayah menjaga kualitas produk di level tinggi ini memudahkan pelanggan
Cibitung, Bekasi. Dalam sesuai standar dunia. Tak hanya mendapatkan informasi produk-
rangka lebih memperkenalkan itu, PLP juga menawarkan pelayanan produk PLP.
produknya, PLP membuka showroom purna jual dengan unit produksi di “Bagi kalian yang penasaran dengan
untuk memudahkan masyarakat dalam negeri yang produk kami, yuk segera kunjungi
dalam mencari informasi mengenai memungkinkan pelanggan untuk showroom kami dan lihat contoh-
produk-produk kelistrikan dan mendapatkan suplai dengan cepat, contoh produknya,” ucapnya. n