Anda di halaman 1dari 68

No.

Urut Skripsi

PEMILIHAN PRODUK ASURANSI DI PT. AIA


FINANCIAL SAMARINDA MENGGUNAKAN METODE
TECHNIQUE FOR ORDER PREFERENCE BY
SIMILARITY TO IDEAL SOLUTION

SKRIPSI

Oleh:

KEVIANDREW JODYAN CAROL MBUI DJOKA


1615015153

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MULAWARMAN

SAMARINDA
2021
No. Urut Skripsi

PEMILIHAN PRODUK ASURANSI DI PT. AIA


FINANCIAL SAMARINDA MENGGUNAKAN METODE
TECHNIQUE FOR ORDER PREFERENCE BY
SIMILARITY TO IDEAL SOLUTION
HALAMAN JUDUL

SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan


pada Program Studi Strata 1 Informatika,
Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman

Oleh:

KEVIANDREW JODYAN CAROL MBUI DJOKA


1615015153

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MULAWARMAN

SAMARINDA
2021
No. Urut Skripsi

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi dengan judul:

PEMILIHAN PRODUK ASURANSI DI PT. AIA FINANCIAL SAMARINDA


MENGGUNAKAN METODE TECHNIQUE FOR ORDER PREFERENCE BY
SIMILARITY TO IDEAL SOLUTION

yang dibuat sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan pada Program
Studi S1 Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman, sejauh yang saya
ketahui bukan merupakan tiruan atau duplikasi dari skripsi yang sudah dipublikasikan
dan atau pernah dipakai untuk mendapatkan gelar kesarjanaan di lingkungan
Universitas Mulawarman maupun di Perguruan Tinggi atau instansi manapun, kecuali
bagian yang sumber informasinya dicantumkan sebagaimana mestinya.

Samarinda, ……………………….. 2021

(Keviandrew Jodyan Carol Mbui Djoka)


NIM. 1615015153
No. Urut Skripsi

PEMILIHAN PRODUK ASURANSI DI PT. AIA


FINANCIAL SAMARINDA MENGGUNAKAN METODE
TECHNIQUE FOR ORDER PREFERENCE BY
SIMILARITY TO IDEAL SOLUTION
HALAMAN PENGESAHAN

Oleh:
Keviandrew Jodyan Carol Mbui Djoka
1615015153

Telah diujikan pada Tgl/Bln/Tahun dan dinyatakan telah memenuhi syarat

Samarinda, … / … / …

Disahkan oleh:
Pembimbing I, Pembimbing II,

Ir. Haviluddin, S.Kom., M.Kom., IPM., Ph.D. Ir. Edy Budiman, S.Pd., M.T.
NIP. 19730528 199903 1 001 NIP. 19800404 201212 1 003

Mengetahui,
Dekan Fakultas Teknik
Universitas Mulawarman

Ir. Muhammad Dahlan Balfas, S.T., M.T


NIP. 19710102 199512 1 001
No. Urut Skripsi

HALAMAN PERSEMBAHAN

Kenangan untuk ………..


Dosen…………….- Universitas Mulawarman
No. Urut Skripsi

Keviandrew Jodyan Carol Mbui Djoka Dosen Pembimbing


NIM. 1615015153 I. Ir. Haviluddin, S.Kom., M.Kom., IPM., Ph.D.
Program Studi Informatika II. Ir. Edy Budiman, S.Pd., M.T.

PEMILIHAN PRODUK ASURANSI DI PT. AIA FINANCIAL SAMARINDA


MENGGUNAKAN METODE TECHNIQUE FOR ORDER PREFERENCE BY
SIMILARITY TO IDEAL SOLUTION

ABSTRAK

Saat ini, asuransi sudah menjadi bagian perencanaan keuangan bagi sebagian orang untuk jangka panjang.
Berbagai produk asuransi selain digunakan untuk perlindungan diri juga untuk investasi keuangan untuk
masa depan. Calon nasabah perlu kejelian dalam memilih suatu produk asuransi sesuai dengan kebutuhan
seperti melihat bagaimana benefit yang ditawarkan, harga premi yang ditawarkan apakah sesuai
kemampuan atau tidak, bagaimana pelayanan klaim dan lain-lain.
Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk membantu calon nasabah PT. AIA Financial Samarinda untuk
memilih produk asuransi sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya, yang dimana sistem ini dibangun
menggunakan TOPSIS sehingga sistemnya akan memberikan hasil berupa alternatif dengan nilai terbesar.
Metode yang digunakan adalah Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution
TOPSIS.
Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik studi literatur dan
wawancara.
Dari penelitian tersebut juga ada 3 penelitian yang juga meneliti produk asuransi, perbedaannya dengan
penelitian ini adalah produk asuransi yang diteliti berbeda perusahaan, dan metode yang digunakan bukan
TOPSIS melainkan AHP, Profile Matching, dan SMARTER. Selain itu juga kriteria yang digunakan
dalam penelitian-penelitian tersebut berbeda dengan kriteria yang digunakan dalam penelitian ini.
Selebihnya terdapat 7 penelitian yang meneliti objek berbeda-beda, namun menggunakan metode yang
sama yaitu TOPSIS sehingga langkah-langkah penelitian tersebut memiliki kesamaan dengan penelitian
ini.

Kata kunci : Kata kunci 1, Kata kunci 2, Kata kunci 3, Kata kunci 4, Kata kunci 5
No. Urut Skripsi

Keviandrew Jodyan Carol Mbui Djoka Supervisor


NIM 1615015153 I. Ir. Haviluddin, S.Kom., M.Kom., IPM., Ph.D.
Informatics Study Program II. Ir. Edy Budiman, S.Pd., M.T.

A SELECTION OF INSURANCE PRODUCTS PT. AIA FINANCIAL


SAMARINDA USING TECHNIQUE FOR ORDER PREFERENCE BY
SIMILARITY TO IDEAL SOLUTION METHOD

ABSTRACT

Contents

Keywords:
No. Urut Skripsi

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga dapat menyelesaikan proposal
skripsi dengan judul “Pemilihan Produk Asuransi Di PT. AIA Financial Samarinda
Menggunakan Metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution
Dan”. Proposal ini disusun sebagai salah satu tahapan dalam menyelesaikan skripsi
pada Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih kepada
semua pihak yang telah mendukung serta membantu saya selama proses penyusunan
proposal skripsi, kepada:
1. Orang tua dan Saudara-saudara saya atas do’a, bimbingan serta kasih sayangnya.
2. Bapak Ir. Muhammad Dahlan Balfas, S.T., M.T. selaku Dekan Fakultas Teknik,
Universitas Mulawarman.
3. Ibu Indah Fitri Astuti, S.Kom., M.Cs selaku Koordinator Program Studi
Informatika.
4. Bapak Ir. Haviluddin, S.Kom., M.Kom., IPM., Ph.D selaku Pembimbing I yang
selalu memberikan arahan dan masukkan terhadap penelitian ini.
5. Bapak Ir. Edy Budiman, S.Pd., M.T. selaku Pembimbing II atas masukkan terhadap
penelitian ini
6. Segenap Dosen Program Studi Informatika, yang telah memberikan ilmu
pengetahuan selama mengikuti perkuliahan.
7. Rekan-rekan seperjuangan yang terus memberikan dukungan semangat demi
terselesainya tugas ini.

Saya menyadari bahwa proposal skripsi ini tidak luput dari berbagai kekurangan. Oleh
karena itu, semua kritik dan saran yang bersifat memperbaiki demi kesempurnaan
sangat diharapkan.

Samarinda, ………………………. 2021

Keviandrew Jodyan Carol Mbui Djoka


NIM. 1615015153
DAFTAR ISI

halaman
HALAMAN JUDUL.........................................................................................................i
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI........................................................................ii
HALAMAN PENGESAHAN........................................................................................iii
HALAMAN PERSEMBAHAN.....................................................................................iv
ABSTRAK........................................................................................................................v
ABSTRACT......................................................................................................................vi
KATA PENGANTAR...................................................................................................vii
DAFTAR ISI.....................................................................................................................i
DAFTAR TABEL...........................................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR......................................................................................................iv
DAFTAR LAMPIRAN....................................................................................................v
DAFTAR ISTILAH/LAMBANG..................................................................................vi
DAFTAR SINGKATAN...............................................................................................vii

BAB I PENDAHULUAN................................................................................................1

1.1. Latar Belakang................................................................................................1


1.2. Rumusan Masalah...........................................................................................2
1.3. Batasan Masalah.............................................................................................2
1.4. Tujuan Penelitian............................................................................................3
1.5. Manfaat Penelitian..........................................................................................3
1.6. Kontribusi Penelitian......................................................................................4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA...................................................................................42

2.1. Penelitian Terkait..........................................................................................42


2.2. Perbedaan Penelitian Sebelumnya................................................................45
2.3. Metode Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution
(TOPSIS)......................................................................................................51
2.4. Metode Confusion Matrix (CM)...................................................................57
2.5. Alat Bantu Desain Sistem.............................................................................58
2.5.1. Metode Waterfall..........................................................................................58
2.5.2. Unified Modelling Language (UML)...........................................................60
2.5.3 Entity Relationship Diagram (ERD).............................................................63
2.6. Evaluasi Sistem.............................................................................................63
2.7. Laravel..........................................................................................................64
2.8. Asuransi........................................................................................................65

BAB III METODOLOGI PENELITIAN....................................................................66

3.1. Tahapan Pelaksanaan Penelitian...................................................................66


3.2. Pengumpulan Data........................................................................................68
3.3. Perancangan Data.........................................................................................68
i
3.4. Perancangan Algoritma................................................................................69
3.5. Perancangan Sistem......................................................................................73
3.5.1. Unified Modeling Language (UML)............................................................73
3.5.2. Entity Relationship Diagram (ERD).............................................................83
3.5.3. Analisis Kebutuhan Sistem...........................................................................84
3.6. Perancangan Tampilan..................................................................................84
3.7. Perancangan Pengujian.................................................................................90
3.8. Waktu Dan Tempat Penelitian......................................................................91

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................42
LAMPIRAN...................................................................................................................44

ii
DAFTAR TABEL

halaman

Tabel 3. 1 Kode dan ketentuan kriteria...........................................................................68


Tabel 3. 2 Skala Penilaian...............................................................................................70
Tabel 3. 3 Matriks Keputusan.........................................................................................71
Tabel 3. 4 Matriks Ternormalisasi...................................................................................72
Tabel 3. 5 Matriks Normalisasi Terbobot........................................................................72
Tabel 3. 6 Nilai Ideal Positif (Maks) dan Nilai Solusi Ideal Negatif (Min)....................72
Tabel 3. 7 Mencari jarak berdasarkan solusi ideal positif dan negatif............................73
Tabel 3. 8 Hasil Preferensi..............................................................................................73
Tabel 3. 9 Evaluasi Sistem..............................................................................................90
Tabel 3. 10 Jadwal Penelitian..........................................................................................91

iii
DAFTAR GAMBAR

halaman

Gambar 2. 1 Flowchart Topsis.......................................................................................55


Gambar 2. 2 Metode Waterfall....................................................................................59Y
Gambar 3. 1 Flowchart Metode TOPSIS.......................................................................69
Gambar 3. 2 Use case diagram.......................................................................................74
Gambar 3. 3 Activity Diagram.......................................................................................75
Gambar 3. 4 Sequence Diagram Login Admin..............................................................76
Gambar 3. 5 Sequence Diagram Daftar Calon Nasabah................................................77
Gambar 3. 6 Sequence Diagram Login Calon Nasabah.................................................78
Gambar 3. 7 Sequence Diagram Kelola Data Admin....................................................79
Gambar 3. 8 Sequence Diagram Kelola Data Produk Asuransi Admin.........................80
Gambar 3. 9 Sequence Diagram Lihat Rekomendasi Produk Asuransi.........................81
Gambar 3. 10 Class diagram........................................................................................82
Gambar 3. 11 Entity Relationship Diagram................................................................83
Gambar 3. 12 Website SPK.........................................................................................86
Gambar 3. 13 Daftar Website SPK..............................................................................86
Gambar 3. 14 Login Website SPK..............................................................................87
Gambar 3. 15 Produk Asuransi Website SPK.............................................................88
Gambar 3. 16 Lihat Detail Produk Asuransi Website SPK.........................................88
Gambar 3. 17 Profil Perusahaan Website SPK............................................................89
Gambar 3. 18 Rekomendasi Produk Website SPK......................................................90

iv
DAFTAR LAMPIRAN

halaman

YLampiran 1 contents..........................................................................................................

v
DAFTAR ISTILAH/LAMBANG

halaman

Contents

vi
DAFTAR SINGKATAN

Halaman

Contents
Analytic Hierarchy Process (AHP) 44
Error: Reference source not found
Error: Reference source not found
Metode ERD 53
Error: Reference source not found
Error: Reference source not found
Error: Reference source not found
Error: Reference source not found
si MIT, dibangun dengan konsep model view controller (MVC)
54
Object Management Group (OMG) 50
augh dengan metode Object Modelling Technique (OMT)
50
tika Grady Booch dengan metode Object-Oriented Design (OOD)
50
an Ivar Jacobson dengan metode Object-Oriented Software Engineering (OOSE)
50
Request for Proposal (RFP) 51
Simple Multi-Attribute Rating Technique Exploiting Ranks (SMARTER) 43
Error: Reference source not found Error:
Reference source not found
Technique for Order Reference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) 2
Error: Reference source not found
Error: Reference source not found
Error: Reference source not found
Error: Reference source not found
metode UML 50

vii
viii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Asuransi merupakan perjanjian antara dua orang atau lebih di mana pihak

tertanggung membayarkan iuran atau kontribusi atau premi untuk mendapat

penggantian atas risiko kerugian, kerusakan, atau kehilangan, yang dapat terjadi akibat

peristiwa yang tidak terduga. Asuransi tidak dapat menghilangkan risiko terjadinya

peristiwa tidak terduga, tetapi asuransi dapat mengurangi dampak kerugian yang

muncul dari peristiwa tersebut, baik dalam skala kecil ataupun besar. Dari pengertian

asuransi ini dapat disimpulkan bahwa asuransi adalah istilah yang digunakan untuk

merujuk pada tindakan, sistem, atau bisnis dimana perlindungan finansial (ganti rugi)

untuk jiwa, property, kesehatan, dan lain sebagainya (Wandu Sindu Prasetya, 2018).

Menurut UU Republik Indonesia No. 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian

menyebutkan bahwa “Asuransi adalah perjanjian antara dua pihak, yaitu perusahaan

asuransi dan pemegang polis, yang menjadi dasar bagi penerimaan premi oleh

perusahaan asuransi sebagai imbalan untuk: (1). memberikan penggantian kepada

tertanggung atau pemegang polis karena kerugian, kerusakan, biaya yang timbul,

kehilangan keuntungan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin

diderita tertanggung atau pemegang polis karena terjadinya suatu peristiwa yang tidak

pasti; atau (2). memberikan pembayaran yang didasarkan pada meninggalnya

tertanggung atau pembayaran yang didasarkan pada hidupnya tertanggung dengan

1
manfaat yang besarnya telah ditetapkan dan/atau didasarkan pada hasil pengelolaan

dana” (UU Republik Indonesia No. 40 Tahun 2014 Tentang Perasuransian, 2014).

Saat ini, asuransi sudah menjadi bagian perencanaan keuangan bagi sebagian

orang untuk jangka panjang. Berbagai produk asuransi selain digunakan untuk

perlindungan diri juga untuk investasi keuangan untuk masa depan. Dengan begitu

banyaknya program yang ditawarkan tentunya menjadi daya tarik bagi calon nasabah

yang ingin menggunakan jasa asuransi. Namun masih terdapat sebagian orang kurang

memahami program asuransi atau produk asuransi yang akan dipilih (Wandu Sindu

Prasetya, 2018). Calon nasabah perlu kejelian dalam memilih suatu produk asuransi

sesuai dengan kebutuhan seperti melihat bagaimana benefit yang ditawarkan, harga

premi yang ditawarkan apakah sesuai kemampuan atau tidak, bagaimana pelayanan

klaim dan lain-lain. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem yang dapat membantu

calon nasabah asuransi dalam menentukan produk asuransi yang akan digunakan

(Aruan, 2014). Hal ini bertujuan agar calon nasabah tidak merasa salah dalam memilih

produk asuransi.

Tambahan penjelasan alas an pemilihan metode dan objek penelitian

Dalam hal ini penulis mengusulkan tema tugas akhir yaitu “Pemilihan Produk

Asuransi PT. AIA Financial Samarinda Menggunakan Metode Technique for Order

Reference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS)”. Dengan adanya hasil analisa ini,

diharapkan agar calon nasabah dapat menentukan produk asuransi yang sesuai dengan

kebutuhan dan kemampuan.


2
1.2. Rumusan Masalah

Dari latar belakang yang dipaparkan, maka rumusan masalah yang dibahas pada

penelitian ini adalah “Bagaimana menerapkan metode TOPSIS untuk membantu

nasabah dalam memilih produk asuransi di PT. AIA Financial Samarinda ”.

1.3. Batasan Masalah

Penelitian ini disusun dengan batasan masalah sebagai berikut:

a. Produk asuransi terdiri dari 10 (sepuluh) yaitu AIA Critical Protection, AIA Prolink

Assurance, AIA Infinite Link Assurance, AIA Family First Protection, AIA Priority

Plus, Aktiva Prima, AIA Infinite Plus Assurance, AIA Proterm Protection, AIA

Prolink Platinum Assurance.

b. Menggunakan 10 (sepuluh) parameter sebagai dasar analisa yang terdiri dari tinggi

badan (cm), berat badan (kg), usia, pendapatan (Rp), pengeluaran (Rp), pekerjaan,

kebutuhan, jenis kelamin, status perkawinan, perokok aktif atau pasif.

c. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah TOPSIS.

1.4. Tujuan Penelitian

Dalam penelitian ini, tujuan yang inigin dicapai adalah untuk membantu calon

nasabah PT. AIA Financial Samarinda untuk memilih produk asuransi sesuai dengan

keinginan dan kebutuhannya, yang dimana sistem ini dibangun menggunakan TOPSIS

sehingga sistemnya akan memberikan hasil berupa alternatif dengan nilai terbesar.

3
1.5. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat pada berbagai pihak,

khususnya:

1. Calon Nasabah Asuransi: Agar memudahkan calon nasabah asuransi PT. AIA

Financial Samarinda untuk memilih produk asuransi berdasarkan hasil dari analisa

perhitungan SPK.

2. Universitas: Menjadi khasanah keilmuan dalam bidang teknologi informasi dengan

menerapkan TOPSIS yang digunakan untuk menentukan produk asuransi bagi calon

nasabah PT. AIA Financial Samarinda. Diharapkan, menjadi referensi bagi adik-

adik tingkat untuk menerapkan dan mengembangkan lebih lanjut.

3. Penulis: Penelitian ini dapat menambah wawasan pengetahuan dan pengalaman

penulis serta mengimplementasikan SPK.

1.6. Kontribusi Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu calon nasabah dalam

menentukan produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan selain itu juga diharapkan

dapat membantu para agen PT. AIA Financial Samarinda dalam pemasaran produk

asuransi.

4
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Penelitian Terkait

Dalam rangka mendukung penelitian ini, maka dilakukan kajian dengan

mempelajari penelitian-penelitian terkait yang telah dilakukan sebelumnya. Daftar

penelitian terkait sebagai berikut:

1. Metode yang digunakan: Technique for Order Preference by Similarity to Ideal

Solution (TOPSIS). Temuan Penelitian: Berdasarkan pengujian sistem yang

dilakukan, perbedaan penggunaan SPK penerima Raskin dapat menyaring 75%

penerima atau sebanyak 15 KK dari 20 sampel KK yang seharusnya tidak layak

menerima bantuan. Sistem ini hanya menjadi alat bantu bagi pengambil

keputusan, keputusan akhir tetap berada di tangan pengambil keputusan

(Handayani, 2017).

2. Metode yang digunakan: Profile Matching. Temuan Penelitian: Berdasarkan

hasil uji coba yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa sistem ini telah

berjalan sesuai dengan perancangan. Berdasarkan perhitungan manual yang

menggunakan Microsoft Excel dapat diketahui bahwa SPK pada penelitian ini

menghasilkan perhitungan hasil yang sama dengan perhitungan menggunakan

sistem. Dengan demikian didapatkan akurasi hasil perhitungan SPK adalah

sebesar 100% (Wandu Sindu Prasetya, 2018).


3. Metode yang digunakan: Simple Multi-Attribute Rating Technique Exploiting
Ranks (SMARTER). Temuan Penelitian: Berdasarkan pengujian sistem
menentukan produk asuransi dengan menggunakan metode SMARTER ini
berhasil dirancang dan diimplementasikan sehingga mampu membantu nasabah
dalam mengambil keputusan secara terkomputerisasi dalam menentukan produk
asuransi yang tepat berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan oleh
perusahaan asuransi tersebut (Gunawan, 2014).
4. Metode yang digunakan: Technique for Order Preference by Similarity to
Ideal Solution (TOPSIS). Temuan Penelitian: Berdasarkan pengujian sistem
hasil dari perhitungan dengan menggunakan TOPSIS didapatkan siswa
berprestasi Wildan menempati urutan pertama dengan nilai preferensi relatif
untuk setiap alternatifnya sebesar 0,66. Ratna menempati urutan kedua, dengan
nilai preferensi relatifnya adalah 0,64. Sinta dengan urutan ketiga dengan nilai
preferensi relatif 0,55. Rini di urutan keempat dengan nilai preferensi relatif
0,50. Faisal di urutan kelima dengan nilai preferensi relatif 0,38. Sadriyah di
urutan keenam dengan nilai preferensi relatifnya 0,00 (Fitriana et al., 2015).
5. Metode yang digunakan: Technique for Order Preference by Similarity to
Ideal Solution (TOPSIS). Temuan Penelitian: Sistem yang digunakan pada
mampu mengatasi kelemahan-kelemahan yang terdapat pada sistem yang lama
dan memberikan hasil yang akurat dalam penentuan Keluarga Miskin,
Penerapan Metode TOPSIS untuk sistem pendukung keputusan dapat
memberikan hasil yang maksimal dalam hal pengambilan keputusan dengan cara
mengurutkan alternatif masyarakat miskin mulai dari yang termiskin (Muzakkir,
2017).
6. Metode yang digunakan: Technique for Order Preference by Similarity to
Ideal Solution (TOPSIS). Temuan Penelitian: Berdasarkan pengujian sistem
hasil dari perhitungan menggunakan metode Technique for Order Preference by
Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), pada penelitian ini digunakan sebagai alat
bantu pengambilan keputusan untuk kenaikan jenjang karier Tutor Rumah
Bermain Bilal. Penerapan metode TOPSIS dapat memberikan keputusan yang
tepat dalam menentukan kenaikan Jabatan Tutor dengan kriteria yang sudah
ditetapkan yaitu Perencanaan, Pembelajaran, Evaluasi dan Pelatihan. Hasil
perankingan yang diperoleh dari pengujian perhitungan bahwa alternatif Tutor F
merupakan Tutor terbaik dengan hasil perhitungan 0,804 jika dibandingkan
dengan kedua belas alternatif lainnya. Metode TOPSIS memiliki tingkat
keakurasian data 85% dari tiga belas alternatif dan dapat digunakan sebagai
pendukung keputusan pimpinan untuk membuat rekomendasi kenaikan Jabatan
Tutor (Doni et al., 2019).
7. Metode yang digunakan: Analytic Hierarchy Process (AHP). Temuan
Penelitian: Berdasarkan hasil penggujian menggunakan sistem pendukung
keputusan tersebut dapat merekomendasi pemilihan asuransi menggunakan
metode AHP menampilkan rekomendasi nilai skor paling tinggi yaitu Darlink
Dinamis dengan jumlah 0,62 (Apriliani Akhadun & Hidayat, 2020).
8. Metode yang digunakan: Technique for Order Preference by Similarity to
Ideal Solution (TOPSIS). Temuan Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian
dapat disimpulkan didapatkan 2 kondisi rumah sehat dan 8 kondisi rumah tidak
sehat, metode TOPSIS dapat diterapkan untuk menentukan prioritas rumah tidak
sehat yang menghasilkan alternatif ke-2 atas nama (Sutardi) dengan nilai
preferensi (1) dinyatakan sebagai prioritas utama untuk kondisi rumah tidak
sehat, hasil perhitungan sistem telah divalidasi dengan perhitungan manual
didapatkan hasil yang sama, dan dapat dikatakan bahwa sistem yang telah
menerapkan metode TOPSIS untuk menentukan prioritas rumah tidak sehat
telah berjalan dengan baik dan sesuai (Chamid, 2016).
9. Metode yang digunakan: Technique for Order Preference by Similarity to
Ideal Solution (TOPSIS). Temuan Penelitian: Metode Techinique for Order
Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) diterapkan dalam sistem
pendukung keputusan, untuk menghitung serta memberikan hasil akhir penilaian
yang telah dirankingkan sehingga dapat menentukan karyawan kontrak menjadi
karyawan tetap dengan tepat, dari pengujian aplikasi yang dilakukan dengan
mengimplementasikankannya dapat membantu pihak pengambil keputusan
untuk memutuskan apakah karyawan kontrak tersebut sudah memenuhi kriteria
untuk menjadi karyawan tetap (Mallu, 2015).
10. Metode yang digunakan: Technique for Order Preference by Similarity to
Ideal Solution (TOPSIS). Temuan Penelitian: Berdasarkan hasil uji pengguna
didapatkan hasil bahwa SPK dengan metode TOPSIS ini dapat
diimplementasikan dengan mudah, serta dapat membantu dalam memberikan
rekomendasi pelamar terbaik sesuai dengan kriteria yang ditentukan pada proses
penerimaan pegawai di Rumah Sakit Akademik UGM, hasil Implemetasi SPK
seleksi dalam penerimaan pegawai dengan metode TOPSIS dapat dimanfaatkan
langsung oleh pelamar untuk mengetahui hasil perangkingan secara online
(Wahyu Sindu Prasetya et al., 2018).

2.2. Perbedaan Penelitian Sebelumnya

Penelitian-penelitian sebelumnya yang sudah saya jabarkan diatas merupakan penelitian


tentang SPK menggunakan berbagai macam metode. 7 penelitian menggunakan metode
yang sama dengan penelitian ini, yaitu TOPSIS. Sedangkan 3 lainnya menggunakan
metode yang berbeda, antara lain AHP, Profile Matching, dan SMARTER.

Dari penelitian tersebut juga ada 3 penelitian yang juga meneliti produk asuransi,
perbedaannya dengan penelitian ini adalah produk asuransi yang diteliti berbeda
perusahaan, dan metode yang digunakan bukan TOPSIS melainkan AHP, Profile
Matching, dan SMARTER. Selain itu juga kriteria yang digunakan dalam penelitian-
penelitian tersebut berbeda dengan kriteria yang digunakan dalam penelitian ini.
Selebihnya terdapat 7 penelitian yang meneliti objek berbeda-beda, namun
menggunakan metode yang sama yaitu TOPSIS sehingga langkah-langkah penelitian
tersebut memiliki kesamaan dengan penelitian ini.

2.3. Metode Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal


Solution (TOPSIS)

Metode TOPSIS adalah salah satu metode dari model keputusan MADM. Metode
TOPSIS menggunakan konsep dimana alternatif terpilih yang terbaik tidak hanya
memiliki jarak terpendek dari solusi ideal positif, tetapi juga memiliki jarak terpanjang
dari solusi ideal negatif. Konsepnya sederhana, mudah dipahami, komputasinya yang
efisien, dan memiliki kemampuan untuk mengukur kinerja relatif menjadikan metode
ini banyak digunakan dalam model MADM (Wahyuni & Anggoro, 2017).

TOPSIS adalah salah satu metode pengambilan keputusan multikriteria atau alternative
pilihan yang merupakan alternative yang mempunyai jarak terkecil dari solusi ideal
positif dan jarak terbesar dari solusi ideal negatif dari sudut pandang geometris dengan
menggunakan jarak Euclidean Distance (ED). Namun, alternatif yang mempunyai jarak
terkecil dari solusi ideal positif, tidak harus mempunyai jarak terbesar dari solusi ideal
negatif. Maka dari itu, TOPSIS mempertimbangkan keduanya, jarak terhadap solusi
ideal positif dan jarak terhadap solusi ideal negatif secara bersamaan. Solusi optimal
dalam metode TOPSIS didapat dengan menentukan kedekatan relatif suatu altenatif
terhadap solusi ideal positif. TOPSIS akan merangking alternative berdasarkan prioritas
nilai kedekatan relatif suatu alternative terhadap solusi ideal positif. Alternatif-alternatif
yang telah dirangking kemudian dijadikan sebagai referensi bagi pengambil keputusan
untuk memilih solusi terbaik yang diinginkan (Muzakkir, 2017). Secara umum,
prosedur TOPSIS mengikuti langkah-langkah sebegai berikut:
a. Menentukan matriks keputusan yang ternormalisasi.
b. Menghitung matriks keputusan ternormalisasi yang terbobot.
c. Menghitung matriks solusi ideal positif dan matriks solusi ideal negatif.
d. Menghitung jarak antara nilai setiap alternatif dengan matriks solusi ideal positif
dan matriks solusi ideal negatif.
e. Menghitung nilai preferensi untuk setiap alternatif (Fitriana et al., 2015).

Prosedur TOPSIS dilakukan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut (Sari et al.,


2018):
1. Membuat sebuah matriks keputusan ternormalisasi dengan menggunakan Persamaan
2.1.
x ij
r ij = m
(2.1.)
√ ∑ x2ij
i=1

Dimana, r ij adalah matriks keputusan ternormalisasi; m adalah jumlah baris; x


adalah nilai; i adalah alternatif; j adalah kriteria.
2. Menghitung matriks keputusan ternormalisasi dan terbobot menggunakan
Persamaan 2.2.

vij =r ij x w j (2.2)

Dimana, vij adalah matriks keputusan ternormalisasi dan terbobot; r ij adalah nilai
rating kinerja ternormalisasi; w j adalah bobot kriteria matriks.

3. Mencari D+ dan D- untuk setiap alternatif menggunakan Persamaan 2.3 dan 2.4.

D x+¿= √ ¿¿ ¿¿ (2.3)

D x−¿=√ ¿¿¿ ¿ (2.4)

Dimana, Dx adalah jarak; A adalah alternatif; C adalah kriteria; Y adalah solusi


ideal positif/negatif;
4. Perangkingan alternatif menggunakan Persamaan 2.5.

D
V x = ¿ ¿x−¿ (2.5)
¿¿

Dimana, V adalah nilai preferensi; D adalah distance; x adalah alternatif.

2.4. Pengukuran Akurasi Metode Technique for Order of Preference by


Similarity to Ideal Solution (TOPSIS)
Penelitian ini dibuat dengan menerapkan metode TOPSIS. Hasil dari perhitungan
metode TOPSIS ini nantinya akan diukur akurasinya menggunakan Confusion Matrix
(CM) dan data yang di dapat dari hasil wawancara menjadi tolak ukur dalam
menentukan apakah SPK yang dibangun dapat mempermudah pengguna dalam
menentukan produk asuransi yang tepat dan sesuai kebutuhan

Confusion Matrix (CM) adalah sebuah tabel yang menyatakan jumlah data uji yang
benar diklasifikasikan dan jumlah data uji yang salah diklasifikasikan (Indriani, 2014).
Contoh CM untuk klasifikasi biner ditunjukkan pada Tabel 2.1.

Tabel 2 1. Confusion Matrix untuk klasifikasi biner

Kelas Prediksi
1 0
1 TP FN
Kelas Sebenarnya
0 FP TN

Keterangan untuk Tabel 2.1 dinyatakan sebagai berikut:


 True Positive (TP), yaitu jumlah dokumen dari kelas 1 yang benar dan
diklasifikasikan sebagai kelas 1.
 True Negative (TN), yaitu jumlah dokumen dari kelas 0 yang benar
diklasifikasikan sebagai kelas 0.
 False Positive (FP), yaitu jumlah dokumen dari kelas 0 yang salah diklasifikasikan
sebagai kelas 1.
 False Negative (FN) yaitu jumlah dokumen dari kelas 1yang salah
diklasifikasikan sebagai kelas 0.

Perhitungan akurasi dinyatakan dalam Persamaan 2.6.

TP+TN
Akurasi = X 100% ……………………………………...(2.6)
TP+ FN + FP +TN
2.5. Alat Bantu Desain Sistem
2.5.1. Metode Waterfall

Metode penelitian yang diterapkan pada penelitian ini adalah dengan pengembangan
metode waterfall. Metode waterfall merupakan model pengembangan sistem informasi
yang sistematik dan sekuensial (Sasmito, 2017). Metode waterfall memiliki tahapan-
tahapan sebagai berikut:
1) Requirements analysis and definition. Layanan sistem, kendala, dan tujuan
ditetapkan oleh hasil konsultasi dengan pengguna yang kemudian didefinisikan
secara rinci dan berfungsi sebagai spesifikasi sistem.
2) System and software design. Tahapan perancangan sistem mengalokasikan
kebutuhan-kebutuhan sistem baik perangkat keras maupun perangkat lunak dengan
membentuk arsitektur sistem secara keseluruhan. Perancangan perangkat lunak
melibatkan identifikasi dan penggambaran abstraksi sistem dasar perangkat lunak
dan hubungannya.
3) Implementation and unit testing. Pada tahap ini, perancangan perangkat lunak
direalisasikan sebagai serangkaian program atau unit program. Pengujian
melibatkan verifikasi bahwa setiap unit memenuhi spesifikasinya.
4) Integration and system testing. Unit-unit individu program atau program digabung
dan diuji sebagai sebuah sistem lengkap untuk memastikan apakah sesuai dengan
kebutuhan perangkat lunak atau tidak. Setelah pengujian, perangkat lunak dapat
dikirimkan ke customer
5) Operation and maintenance. Biasanya (walaupun tidak selalu), tahapan ini
merupakan tahapan yang paling panjang. Sistem dipasang dan digunakan secara
nyata. Maintenance melibatkan pembetulan kesalahan yang tidak ditemukan pada
tahapan-tahapan sebelumnya, meningkatkan implementasi dari unit sistem, dan
meningkatkan layanan sistem sebagai kebutuhan baru.
Gambar 2. 1 Metode Waterfall

2.5.2. Metode Unified Modelling Language (UML)

Menurut Braun, et, al (2001) dalam (Haviluddin, 2011) metode UML adalah suatu alat
untuk memvisualisasikan dan mengdokumentasikan hasil analisis dan desain yang berisi
sintak dalam memodelkan sistem secara visual. Sejarah UML sendiri terbagi dalam dua
fase; sebelum dan sesudah munculnya UML. Dalam fase sebelumnya, UML sebenarnya
sudah mulai diperkenalkan sejak tahun 1990an namun notasi yang dikembangkan oleh
para ahli analisis dan desain berbeda-beda, sehingga dapat dikatakan belum memiliki
standarisasi.

Fase kedua; dilandasi dengan pemikiran untuk mempersatukan metode tersebut dan
dimotori oleh Object Management Group (OMG) makan pengembangan UML dimulai
pada akhir tahun 1994 ketika Grady Booch dengan metode Object-Oriented Design
(OOD), Jim Rumbaugh dengan metode Object Modelling Technique (OMT) mereka ini
bekerja pada Rasional Software Corporation dan Ivar Jacobson dengan metode Object-
Oriented Software Engineering (OOSE) yang bekerja pada perusahaan Objectory
Rasional.

Sebagai pencetus metode-metode tersebut mereka bertiga berinisiatif untuk


menciptakan bahasa pemodelan terpadu sehingga pada tahun 1996 mereka berhasil
merilis UML versi 0.9 dan 0.91 melalui Request for Proposal (RFP) yang dikeluarkan
oleh OMG.

Saat ini sebagain besar para perancang sistem informasi dalam menggambarkan
informasi dengan memanfaatkan UML diagram dengan tujuan utama untuk membantu
team proyek berkomunikasi, mengeksplorasi potensi desain, dan memvalidasi desain
arsitektur perangkat lunak atau pembuatan program (Haviluddin, 2011).

Komponen atau notasi UML diturunkan dari 3 (tiga) notasi yang telah ada sebelumnya
yaitu Grady Booch, OOD, Jim Rumbaugh, OMT, dan Ivar Jacobson OOSE
(Haviluddin, 2011).

UML memiliki banyak jenis diagram yang umum digunakan dalam pengembangan
sebuah sistem dan aplikasi. Dalam penelitian ini akan digunakan 4 (empat) diagram
sebagai berikut.

2.5.2.1. Usecase Diagram

Sebuah usecase diagram menyatakan visualisasi interaksi yang terjadi antara pengguna
(actor) dengan sistem. Diagram ini bisa menjadi gambaran yang bagus untuk
menjelaskan konteks dari sebuah sistem sehingga terlihat jelas batasan dari sistem, ada
2 (dua) elemen penting yang harus digambarkan yaitu actor dan usecase, actor adalah
segala sesuatu yang berinteraksi langsung dengan sistem, biasa merupakan orang (yang
ditunjukkan dengan perannya dan buka namanya/personinya) atau sistem komputer
yang lain. Usecase dinotasikan dengan simbol elips dengan nama kata kerja aktif di
bagian dalam yang menyatakan aktivitas dari perspektif aktor, setiap usecase bias
dijalankan oleh lebih dari satu aktor (Kurniawan, 2018).

Usecase diagram merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior) sistem informasi


yang akan dibuat. Usecase digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada di
dalam sistem informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi tersebut
(Hendini, 2016).

2.5.2.2. Class Diagram

Merupakan hubungan antara kelas dan penjelasan detail tiap-tiap kelas di dalam model
sesain dari suatu sistem, juga memperlihatkan aturan-aturan dan tanggung jawab entitas
yang menentukan perilaku sistem.

Class diagram juga menunjukkan atribut-atribut dan operasi-operasi dari sebuah kelas
dan constraint yang berhubungan dengan objek yang dikoneksikan, class diagram
secara khas meliputi: kelas (class), relasi assosiantions, generalitation dan aggregation,
attribute (attributes), operasi (operation/method) dan visibility, tingkat akses objek
eksternal kepada suatu operasi atau attribut, hubungan antara kelas mempunyai
keterangan yang disebut dengan multiplicity atau cardinality (Hendini, 2016).

Class diagram menggambarkan struktur statis dari kelas dalam sistem dan
menggambarkan atribut, operasi dan hubungan antara kelas. Class diagram membantu
dalam memvisualisasikan struktur kelas-kelas dari suatu sistem dan merupakan tipe
diagram yang paling banyak dipakai. Selama tahap desain, class diagram berperan
dalam menangkap struktur dari semua kelas yang membentuk arsitektur sistem yang
dibuat. Class memiliki tiga area pokok yaitu nama (dan stereotype), atribut, dan metoda
(Haviluddin, 2011; Hermiyanty, Wandira Ayu Bertin, 2017).

2.5.2.3. Sequence Diagram


Sequence diagram menjelaskan interaksi objek yang disusun berdasarkan urutan waktu.
Secara mudahnya sequence diagram adalah gambaran tahap demi tahap, termasuk
kronologi (urutan) perubahan secara logis yang seharusnya dilakukan untuk
menghasilkan sesuatu sesuai dengan usecase diagram (Haviluddin, 2011). Sequence
diagram menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu
hidup objek dan pesan yang dikirimkan dan diterima objek (Hendini, 2016).

2.5.2.4. Activity Diagram

Activity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah
sistem atau proses bisnis. Menggambarkan aktifitas-aktifitas, objek, state, transisi state
dan event. Dengan kata lain kegiatan diagram alur kerja menggambarkan perilaku
sistem untuk aktivitas (Haviluddin, 2011; Hendini, 2016).

2.5.3 Metode Entity Relationship Diagram (ERD)

Metode ERD adalah sekumpulan cara atau peralatan untuk mendeskripsikan data-data
atau objek-objek yang dibuat berdasarkan dan berasal dari dunia nyata yang disebut
entitas (entity) serta hubungan (relationship) antar entitas-entitas tersebut dengan
menggunakan beberapa notasi (Edi & Betshani, 2012).

2.6. Evaluasi Sistem

Pengujian software sangat diperlukan untuk memastikan software atau aplikasi yang
sudah atau sedang dibuat dapat berjalan sesuai dengan fungsionalitas yang diharapkan.
Pengembang atau penguji software harus menyiapkan sesi khusus untuk menguji
program yang sudah dibuat agar kesalahan ataupun kekurangan dapat dideteksi sejak
awal dan dikoreksi secepatnya. Pengujian atau testing sendiri merupakan elemen kritis
dari jaminan kualitas perangkat lunak dan merupakan bagian yang tidak terpisah dari
siklus hidup pengembangan software seperti halnya analisis, desain, dan pengkodean
(Mustaqbal et al., 2015).
Untuk evaluasi sistem pada penelitian ini digunakan metode Blackbox testing. Blackbox
testing bukanlah solusi alternatif dari Whitebox testing tapi lebih merupakan pelengkap
untuk menguji hal-hal yang tidak dicakup oleh Whitebox testing (Mustaqbal et al.,
2015).

Blackbox testing cenderung untuk menemukan hal-hal berikut (Mustaqbal et al., 2015):
1. Fungsi yang tidak benar atau tidak ada.
2. Kesalahan antarmuka (interface errors).
3. Kesalahan pada struktur data dan akses basis data.
4. Kesalahan performansi (performance errors).
5. Kesalahan inisialisasi dan terminasi.

Pengujian didesain untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:


1. Bagaimana fungsi-fungsi diuji agar dapat dinyatakan valid?
2. Input seperti apa yang dapat menjadi bahan kasus uji yang baik?
3. Apakah sistem sensitif pada input-input tertentu?
4. Bagaimana sekumpulan data dapat diisolasi?
5. Berapa banyak rata-rata data dan jumlah data yang dapat ditangani sistem?
6. Efek apa yang dapat membuat kombinasi data ditangani spesifik pada operasi
sistem?

2.7. Laravel

Laravel adalah sebuah framework PHP yang dirilis dibawah lisensi MIT, dibangun
dengan konsep model view controller (MVC) (Hermanto et al., 2019). Laravel adalah
pengembangan website berbasis MVC yang ditulis dalam PHP yang dirancang untuk
meningkatkan kualitas perangkat lunak dengan mengurangi biaya pengembangan awal
dan biaya pemeliharaan dan untuk meningkatkan pengalaman bekerja dengan aplikasi
dengan menyediakan sintaks yang ekspresif, jelas dan menghemat waktu (Hermanto et
al., 2019). Laravel adalah framework berbasis PHP yang sifatnya open source, dan
menggunakan konsep MVC. Laravel berada di bawah lisesni MIT License dengan
menggunakan Github sebagai tempat berbagi code menjalankannya (Mediana &
Nurhidayat, 2018).

2.8. Asuransi

Asuransi merupakan suatu kemauan untuk menetapkan kerugian-kerugian kecil yang


sudah pasti sebagai pengganti atau substitusi kerugian-kerugian besar yang belum
terjadi. Dari pengertian asuransi ini dapat disimpulkan bahwa asuransi adalah istilah
yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem, atau bisnis dimana perlindungan
finansial (ganti rugi) untuk jiwa, properti, kesehatan dan lain sebagainya (Gunawan,
2014)

Dalam menentukan produk asuransi sering terjadi masalah-masalah yang dihadapi oleh
agen asuransi maupun calon nasabah, diantaranya adalah banyaknya waktu yang tidak
effektif bagi agen dalam mendapatkan calon nasabah serta kurangnya pemahaman
nasabah terhadap produk yang ditawarkan. Untuk itu diperlukan suatu sistem yang
dapat mempermudah pekerjaan agen asuransi dalam mendapatkan calon nasabah dan
juga mempermudah nasabah dalam memahami asuransi dan produk-produk yang
ditawarkan (Gunawan, 2014).

Tujuan asuransi pada pokoknya adalah mengalihkan resiko yang ditimbulkan oleh
peristiwa-peristiwa yang tidak diharapkan kepada orang lain yang bersedia mengambil
resiko itu dengan mengganti kerugian yang dideritanya. Selain itu, jasa asuransi dapat
mengurangi permasalahan ekonomi yang akan dihadapi apabila ada salah satu anggota
keluarga menghadapi risiko atau peristiwa yang dialami (Hasrina, 2018).
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Tahapan Pelaksanaan Penelitian

Tahapan penelitian mencakup seluruh langkah-langkah yang dilakukan selama


penelitian beserta penjelasannya dilihat pada Gambar 3.1.

Perumusan dan Pengumpulan


Studi Pustaka Pembatasan Data Calon
Masalah Nasabah

Perancangan Cleaning Data


SPK Calon Nasabah
Pembuatan
SPK

Penerapan Metode
Penginputan Data Technique for Others Evaluasi Sistem
Pada SPK Reference by Similarity to
Ideal Solution
(TOPSIS)

Perhitugan
Kesimpulan dan Akurasi
Rekomendasi Menggunakan
Confusion Matrix

Gambar 3.1 Tahapan Penelitian


Berikut penjelasan tahapan penelitian dari Gambar 3.1.
a. Studi Pustaka: Tahapan awal dari penelitian ini untuk mendapatkan informasi
mengenai permasalahan yang akan diangkat menjadi penelitian. Informasi
mengenai SPK, metode TOPSIS yang didapatkan dari jurnal, artikel, dan lain lain
dengan melakukan studi literatur dan wawancara.
b. Perumusan dan Pembatasan Masalah: Dilakukan guna untuk membatasi masalah
yang akan diangkat. Yaitu untuk membantu nasabah dalam memilih produk
asuransi di PT. AIA Financial Samarinda dan dibutuhkan Batasan masalah seperti
objek yang digunakan hanya data nasabah.
c. Pengumpulan Data: Dilakukan menggunakan metode wawancara secara langsung
Bersama Bapak Yusuf Septananda selaku Agen Asuransi untuk mengumpulkan
data calon nasabah dan informasi produk asuransi bertempat di Kantor Asuransi
PT. AIA Financial Samarinda.
d. Cleaning Data: Dilakukan untuk menyeleksi data sehingga tidak ada duplikasi
data dan memeriksa kelayakan dan kelengkapan data agar sesuai dengan rumusan
masalah yang akan diangkat.
e. Perancangan SPK: Dilakukan agar sistem yang dibangun nantinya dapat
memecahkan masalah yang dirumuskan. Melakukan perancangan SPK dalam
memilih produk asuransi di PT. AIA Financial Samarinda. Sistem ini dibangun
berdasarkan kaidah-kaidah perancangan sistem dengan menggunakan alat
pengembangan sistem berupa ERD dan UML.
f. Pembuatan SPK: Pembuatan SPK berbasis website dilakukan menggunakan
metode waterfall.
g. Penginputan Data Pada SPK: Penginputan data dilakukan setelah sistem selesai
dibuat. Data yang akan diinput ke dalam sistem yaitu data nasabah yang didapat
pada tahap pengumpulan data sebelumnya yang telah sesuai dengan rumusan
masalah yang diangkat.
h. Penerapan TOPSIS: Proses pembobotan data menggunakan metode TOPSIS
diterapkan ke dalam sistem untuk melakukan perangkingan produk asuransi
sehingga calon nasabah mendapatkan rekomendasi produk asuransi melalui sistem
yang sesuai dengan kebutuhan calon nasabah saat mengakses website tersebut.
i. Evaluasi Sistem: Setelah website dianggap selesai dibuat dan dapat melakukan
penerapan metode TOPSIS, dilakukan evaluasi sistem menggunakan metode
Blackbox testing untuk menguji sistem secara fungsional dalam memenuhi
kebutuhan calon nasabah dalam memilih produk asuransi.
j. Kesimpulan dan Rekomendasi: Tahap terakhir yaitu membuat kesimpulan dari
hasil penerapan metode TOPSIS dan mengambil kesimpulan hasil dari evaluasi
SPK Pemilihan Produk Asuransi di PT. AIA Financial Samarinda.

3.2. Pengumpulan Data

Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik
studi literatur dan wawancara.

a. Studi Literatur: Mempelajari literatur yang berhubungan dengan teori sistem


pendukung keputusan, website dan metode TOPSIS sumber literatur berupa buku
teks, jurnal-jurnal dan situs-situs penunjang.
b. Wawancara: Mengambil data primer dengan teknik wawancara langsung bersama
Bapak Yusuf Septananda selaku Agen Asuransi PT. AIA Financial Samarinda. Data
yang diambil oleh sumber adalah informasi-informasi tentang produk asuransi dan
bobot setiap produk asuransi.

3.3. Perancangan Data


3.3.1 Rancangan Kriteria

Kriteria yang digunakan dalam SPK ini dapat dilihat pada Tabel 3. 1.

Tabel 3. 1 Kode dan Ketentuan Kriteria


Kode Ketentuan Kriteria
C1 Tinggi Badan
C2 Berat Badan
C3 Usia
C4 Pendapatan
C5 Pengeluaran
Kode Ketentuan Kriteria
C6 Pekerjaan
C7 Riwayat Penyakit
C8 Jenis Kelamin
C9 Status Perkawinan
C10 Perokok aktif atau pasif

Skala penilaian akan dijadikan bahan perhitungan pada proses penilaian. Hal ini
dimaksudkan untuk menentukan produk asuransi terbaik yang dapat dilihat pada Tabel
3.2.

Tabel 3. 2. Skala Penilaian


Kod
e Kriteria Parameter A1 A2 A3
< 150 2 3 4
C1 Tinggi Badan 150-170 3 3 3
> 170 4 3 2
<40 4 3 2
C2 Berat Badan 40-70 3 3 3
>70 2 3 4
<15 Tahun 1 5 1
15 - < 25 Tahun 2 4 2
C3 Usia 25 - < 35 Tahun 3 3 3
35 - < 65 Tahun 4 2 4
>= 65 Tahun 5 1 5
<1juta 5 2 1
1-3 juta 4 4 2
C4 Pendapatan 3-7 juta 3 5 3
7-15 juta 2 3 4
>15 juta 1 1 5
<1juta 5 2 1
1-3 juta 4 4 2
C5 Pengeluaran 3-7 juta 3 5 3
7-15 juta 2 3 4
>15 juta 1 1 5
Profesional 5 5 5
Karyawan 5 5 2
C6 Pekerjaan Wiraswasta 3 4 5
Pelajar 4 3 0
PNS 4 4 1
Tidak Ada 0 0 0
C7 Riwayat Penyakit
Ada 2 1 1
Kod
e Kriteria Parameter A1 A2 A3
Laki Laki 1 1 1
C8 Jenis Kelamin
Perempuan 2 2 2
Sudah Menikah 1 1 1
C9 Status Perkawinan
Belum Menikah 0 1 0
Perokok Aktif Atau Aktif 1 0 3
C10
Pasif Pasif 0 1 0

Tahap selanjutnya yaitu membuat matriks keputusan dari hasil skala penilaian sesuai
dengan kondisi yang ada. Dalam hal ini data nasabah yang ingin di hitung adalah data
nasabah Andi Wahyuni yang dapat dilihat pada Tabel 3.3.

Tabel 3. 3 Matriks Keputusan


C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 C8 C9 C10
A1 3 3 3 2 3 3 0 2 0 0
A2 3 3 3 3 5 4 0 2 1 1
A3 3 3 3 4 3 5 0 2 0 0
Pembag 5,19 5,19 5,19 5,38 6,5 7,07 0 3,46 1 1
i 5

Setelah menentukan matriks keputusan, langkah selanjutnya yaitu menormalisasikan


matriks. Elemen kolom pertama dibagi dengan akar hasil penjumlahan quadrat kolom
pertama. Elemen kolom kedua dibagi degan akar hasil penjumlahan quadrat kolom ke
dua, begitupun seterusnya yang dapat dilihat pada Tabel 3.4.

Tabel 3. 4 Matriks Ternormalisasi


C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 C C9 C10
8
A 0,5 0,57 0,57 0,3 0,45 0,42 0 0 0 0
1 7 7
A 0,5 0,57 0,57 0,5 0,76 0,56 0 0 0 0
2 7 5
A 0,5 0,57 0,57 0,7 0,45 0,70 0 0 0 0
3 7 4

Langkah selanjutnya yaitu normalisasi matriks terbobot. Normalisasi matriks terbobot


didapat dari ternormalisasi dikali dengan bobot dengan matriks normalisasi yang dapat
dilihat pada Tabel 3.5.
Tabel 3. 5 Matriks Normalisasi Terbobot
C C C C1
  C1 C2 C3 C4 C5 C6
7 8 9 0
A 1,1 1,1 1,1 0,7 0,9 0,8
0 0 0 0
1 5 5 5 4 1 4
A 0,5 0,5 0,5 0,5 0,7 0,5
0 0 0 0
2 7 7 7 5 6 6
A 1,7 1,7 1,7 2,2 1,3 2,1
0 0 0 0
3 3 3 3 2 7 2

Selanjutnya yaitu mencari nilai solusi ideal positif (maks) didapat dari jika suatu nilai
bersifat benefit maka nilai yang di ambil adalah nilai tertinggi atau max dan jika suatu
nilai bersifat cost maka yang di ambil adalah nilai terendah dan mencari solusi ideal
negatif (min) nilai solusi ideal didapat jika suatu nilai bersifat benefit maka nilai yang
diambil adalah yang terendah atau min sedangkan jika nilai bersifat cost maka nilai
yang di ambil adalah nilai tertinggi atau max, dari positif dan negatif dapat dilihat pada
Tabel 3.6.

Tabel 3. 6 Nilai Ideal Positif (Maks) dan Nilai Solusi Ideal Negatif (Min)
C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 C8 C9 C10
Ma 1,73 1.7 0,57 2,22 1,37 2,1 0 0 0 0
x 3 2
Min 0,57 0,5 1,73 0,55 0,76 0,5 0 0 0 0
7 6

Selanjutnya yaitu mencari jarak berdasarkan solusi ideal positif dan negatif rumus dapat
dilihat pada rumus Persamaan (2.3) dan (2.4) dapat dilihat pada Tabel 3.7.

Tabel 3. 7 Mencari jarak berdasarkan solusi ideal positif dan negatif


A1 A2 A3
D 2,24 2,87 1,15
+
D- 1,06 1,44 1,41

Selanjutnya yaitu menghitung nilai preferensi, untuk hasil perangkingan dapat dilihat
pada rumus Persamaan (2.5) yang dapat dilihat pada Tabel 3.8.
Tabel 3. 8 Hasil Preferensi
Alternati Hasil Preferensi
f
A1 0,32
A2 0,33
A3 0,55

Dapat dilihat dalam perangkingan yang didapat nilai paling besar merupakan alternative
A3 atau AIA Infinite Link adalah produk asuransi terbaik untuk nasabah Andi Wahyuni.
Berikut adalah sampel data nasabah yang digunakan didalam penelitian ini. Terdapat 10
sampel data yang dapat dilihat pada Tabel 3.2. Data lengkap nasabah data dilihat pada
Lampiran 1.

Tabel 3. 9. Sampel Data Nasabah


Pendapata Pengeluara TB BB Status Perokok
N J Usi Riwayat
o
Nama n n (cm (cm Pekerjaan Penyakit
Perkawina aktif atau
K a (Rp) (Rp) ) ) n pasif
Andi 10.000.00 Wiraswast Tidak
1 Wahyuni
P 21
0
7.000.000 156 58
a Ada
Belum Pasif
Dafa Wiraswast Tidak
2 Akhdil
L 21 3.000.000 1.500.000 166 51
a Ada
Belum Aktif
15.000.00 Tidak
3 Jurita P 21
0
10.000.000 158 48 Karyawan
Ada
Belum Pasif
Eko 25.000.00 Wiraswast Tidak
4 Purnawan
L 36
0
15.000.000 169 65
a Ada
Sudah Pasif
Widhi 12.000.00 Wiraswast Tidak
5 Astuti
P 41
0
9.000.000 160 78
a Ada
Sudah Pasif
15.000.00 Wiraswast Tidak
6 Rushadi L 39
0
8.000.000 174 75
a Ada
Sudah Aktif
Novita Wiraswast Tidak
7 Irawati
P 36 6.000.000 5.000.000 173 78
a Ada
Sudah Pasif
Andik 15.000.00 Wiraswast Tidak
8 Purnama
L 41
0
9.000.000 167 68
a Ada
Sudah Aktif
Rini 12.000.00 Wiraswast Tidak
9 Sukma
P 35
0
8.000.000 160 59
a Ada
Sudah Pasif
1 Stevan Wiraswast Tidak
L 29 6.000.000 3.000.000 165 58 Sudah Aktif
0 Ardi a Ada

3.3.2 Rancangan Alternatif

Alternatif yang digunakan dalam SPK ini adalah produk asuransi dari PT. AIA
Financial Samarinda yang dapat pada Tabel 3.3. Data lengkap kriteria dapat dilihat pada
Lampiran 2.

Tabel 3. 10 Alternatif Penelitian


Kod Persyaratan
Alternatif
e
A1 AIA Critical Protection
A2 AIA Prolink Assurance
A3 AIA Power Pro Life
A4 AIA Proteksi Prima Plus
A5 AIA Protection Income Plan
A6 AIA Prolink Platinum Assurance
A7 AIA Proterm Protection
A8 AIA Priority Plus Assurance
A9 AIA Infinite Plus Assurance
A10 AIA Infinite Link Assurance

3.4. Perancangan Metode Technique for Order of Preference by


Similarity to Ideal Solution (TOPSIS)

Flowchart rancangan dan penjelasan metode TOPSIS pada Gambar 3.2 sebagai
berikut:
1. Alternative disini adalah produk asuransi PT. AIA. Kemudian kriteria disini
berjumlah 10 yaitu tinggi badan, berat badan, usia, pendpatan, pengeluaran,
pekerjaan, riwayat penyakit, jenis kelamin, status perkawinan, perokok aktif dan
pasif.
2. Pembentukan matriks dilakukan berdasarkan alternatif dan kriteria yang telah
terinput pada tahap sebelumya. Normalisasi Matriks pada tahap ini dilakukan
normalisasi matriks dengan menerapkan Persamaan (2.1).

3. Menentukan matriks keputusan ternormalisasi pada tahap ini dilakukan


normalisasi matriks dengan menerapkan Persamaan (2.1).

4. Menentukan matriks keputusan ternormalisasi terbobot: pada tahap ini matriks


keputusan ternormalisasi terbobot didapat dari hasil perkalian matriks
ternormalisasi dengan bobot kriteria tersebut, dapat dilihat juga pada Persamaan
(2.2).
5. Menentukan matriks solusi ideal positif dan negatif: pada tahap ini setelah
menjadi matriks ternormalisasi terbobot, untuk menentukan jarak setiap nilai
alternatif terdapat nilai solusi ideal positif dan negatif yang dapat dilihat pada
Persamaan (2.3).dan Persamaan (2.4).
6. Nilai prefensi: didapatkan dengan menjumlahkan semua nilai kriteria yang
bersifat benefit kemudian mengurangkannya dengan nilai kriteria yang bersifat
cost. Alternaif yang memiliki nilai terbesar digunakan sebagai pertimbangan
dalam menentukan keputusan, dapat dilihat Persamaan (2.5).

Gambar 3.2. Flowchart TOPSIS

3.5. Perancangan Sistem


Rancangan Metode Unified Modeling Language (UML)

Diagram UML yang digunakan untuk membangun SPK terdiri dari 4 (empat) diagram,
yaitu usecase diagram, activity diagram, sequence diagram, dan class diagram.
a. Rancangan Usecase Diagram

Gambar 3.2, usecase diagram SPK pemilihan produk asuransi.

Rekomendasi Produk

Kelola Data Admin


<<include>>
<<include>>

Login

<<include>>
<<extend>>
Kelola Data
Produk Asuransi
Daftar

Lihat Profil Calon Nasabah


Admin
Perushaan

Lihat Produk Asuransi

Lihat Detail
Produk Asuransi

Gambar 3. 1 Usecase diagram

Gambar 3.2, usecase diagram menjelaskan ada 2 aktor yang dapat menggunakan SPK
Pemilihan Produk Asuransi di PT AIA Financial Samarinda. Admin dapat melakukan
kelola data admin dan kelola data produk asuransi Calon Nasabah dapat melihat profil
perusahaan, produk asuransi dan detail produk asuransi. Calon Nasabah juga dapat
melihat rekomendasi produk asuransi sesuai akunnya.
b. 3.5.1.2. Rancangan Activity Diagram

Gambar 3.3, activity diagram pada SPK pemilihan produk asuransi.

Gambar 3. 3 Activity Diagram

Gambar 3.3 activity diagram menjelaskan terdapat 3 (tiga) bagian activity diagram,
yaitu admin, sistem dan calon nasabah yang berfungsi untuk memisahkan aktifitas yang
terjadi didalam sistem. Admin mengelola data admin dan data produk asuransi. Jika
admin telah selesai mengelola data admin dan data produk asuransi, sistem akan secara
otomatis menyimpan data. Setelah diproses oleh sistem, admin dapat melihat informasi
data admin dan data produk asuransi yang sudah di kelola. Calon nasabah dapat
melakukan pendaftaran akun untuk melihat rekomendasi produk asuransi.

3.5.1.3. Rancangan Sequence Diagram

Sequence diagram pada SPK pemilihan produk asuransi dapat dilihat pada Gambar 3.4
hingga 3.9.

1) Sequence diagram login admin

Halaman Halaman
Admin Validasi Akun
Login Awal

1 : Masukkan
DataLogin()
2 : ValidasiAkun
(username,password)

3 : getUsername()
4 : getPassword()

5 : Verifikasi

6 : masukHalamanAwal()

Gambar 3. 2 Sequence diagram login admin

Gambar 3.4 sequence diagram menjelaskan admin melakukan proses login. Lalu sistem
akan melakukan validasi masukkan yaitu username dan password. Jika data yang
dimasukkan sesuai, maka admin masuk ke halaman utama. Jika data yang dimasukkan
tidak sesuai, maka admin harus kembali memasukkan data login yang benar.

2) Sequence diagram daftar calon nasabah


Form
Calon Halaman Database Halaman
Pendaftaran
Nasabah Daftar Pengguna Awal

1 : Masukkan 2:
DataLogin() InputDataPengguna
(username,password,
email,nama,ttl,alamat
,tinggi badan,berat
badan,usia)
3 : getUsername()
4 : getPassword()
5 : getEmail()
6 : getNama()
7 : getTTL()
8 : getAlamat()
9 : getTinggibadan()
10 : getBeratbadan()
11 : getUsia()

12 : Verifikasi

13 : masukHalamanAwal()

Gambar 3. 3 Sequence diagram daftar calon nasabah

Gambar 3.5 sequence diagram daftar calon nasabah menjelaskan calon nasabah
melakukan proses daftar dengan masuk ke halaman daftar dan mengisi form
pendaftaran. Calon nasabah harus memasukkan dan memverifikasi username,
password, email, nama, tempat dan tanggal lahir, alamat, tinggi badan, berat badan, dan
usia.

3) Sequence diagram login calon nasabah


Calon Halaman Halaman
Validasi Akun
Nasabah Login Awal

1 : Masukkan
DataLogin()
2 : ValidasiAkun
(username,password)

3 : getUsername()
4 : getPassword()

5 : Verifikasi

6 : masukHalamanAwal()

Gambar 3. 4 Sequence diagram login calon nasabah

Gambar 3.6 sequence diagram login calon nasabah menjelaskan calon nasabah
melakukan proses login. Lalu sistem akan melakukan validasi akun nasabah. Jika data
yang dimasukkan sesuai, maka calon nasabah masuk ke halaman utama. Jika data yang
dimasukkan tidak sesuai, maka calon nasabah harus kembali memasukkan data login
yang benar.

4) Sequence diagram kelola data admin


Menu Data Proses Kelola
Halaman Database
Admin Admin Data Admin
Admin Admin

1 : Tampilkan
HalamanAdmin()
2 : Pilih
DataAdmin()
3 : Mengelola
DataAdmin()

4 : submit
DataAdmin()
5 : setDataAdmin()

6 : informasiKelolaDataAdmin

Gambar 3. 5 Sequence diagram kelola data admin

Gambar 3.7 sequence diagram kelola data admin menjelaskan admin dapat melakukan
proses kelola data admin, jika sudah selesai mengelola data admin, admin men-submit
data admin agar sistem dapat menyimpan data admin ke dalam database admin. Lalu
sistem akan menampilkan informasi data admin yang sudah dikelola.

5) Sequence diagram kelola data produk asuransi admin


Proses Kelola Database
Menu Data
Halaman Produk Produk
Admin Produk Asuransi
Admin Asuransi Asuransi

1 : Tampilkan
HalamanAdmin()
2 : PilihData
ProdukAsuransi()
3 : MengelolaData
ProdukAsuransi()

4 : submitData
ProdukAsuransi()
5 : setData
ProdukAsuransi()

6 : informasiKelolaDataProdukAsuransi

Gambar 3. 6 Sequence diagram kelola data produk asuransi admin

Gambar 3.8 sequence diagram kelola data produk asuransi admin menjelaskan admin
melakukan proses kelola data produk asuransi, jika sudah selesai mengelola data produk
asuransi, admin men-submit data produk asuransi agar sistem dapat menyimpan data
produk asuransi kedalam database produk asuransi. Lalu sistem akan menampilkan
infirmasi data produk asuransi yang sudah dikelola.

6) Sequence diagram lihat rekomendasi produk asuransi


Hasil
Rekomendasi
Halaman
Proses Hitung Produk
Calon Halaman Rekomendasi
Data Asuransi
Nasabah Awal Produk Asuransi

1:
TampilkanHalaman
Awal() 2 : PilihMenu
Rekomendasi
ProdukAsuransi()
3 : inputKebutuhan()
4 : getRule()
5 : setRule()

7 : informasiHasilRekomendasiProdukAsuransi()

Gambar 3. 7 Sequence diagram lihat rekomendasi produk asuransi

Gambar 3.9 sequence diagram lihat rekomendasi produk asuransi menjelaskan calon
nasabah memilih menu rekomendasi produk asuransi. Lalu calon nasabah meng-input
kebutuhan produk asuransi, selanjutnya sistem akan melakukan proses hitung data yang
dilakukan berdasarkan data calon nasabah. Setelah selesai hitung data, sistem akan
menampilkan hasil perangkingan rekomendasi produk asuransi.

7) Class diagram

Gambar 3.10 class diagram pada SPK pemilihan produk asuransi.


Gambar 3. 8 Class diagram

Gambar 3.10 Class diagram menjelaskan:


a. Class produk merupakan kelas yang berfungsi untuk mengelola data produk dan
berelasi dengan class bobot.
b. Class bobot merupakan kelas yang berfungsi untuk mengelola data bobot dan
berelasi dengan class produk dan class hitung_bobot.
c. Class hitung_bobot merupakan kelas yang berfungsi untuk menampung data
hitung_bobot dan berelasi dengan class bobot.
d. Class admin merupakan kelas yang berfungsi untuk mengelola data admin dan
berelasi dengan class user.
e. Class user merupakan kelas yang berfungsi untuk mengelola data user dan berelasi
dengan class admin dan class calon_nasabah.
f. Class calon_nasabah merupakan kelas yang berfungsi untuk mengelola data
calon_nasabah dan berelasi dengan class user.

3.5.2. Rancangan Metode Entity Relationship Diagram (ERD)

Gambar 3. 9 Entity Relationship Diagram

Gambar 3.11, Entity Relationship Diagram (ERD) menjelaskan terdapat 6 entitas yaitu:
1. Entitas admin memiliki 5 atribut yaitu ID_admin sebagai primary key, nama,
alamat, jenis_kelamin, dan no_hp. Entitas admin berelasi 1 to 1 dengan entitas user.
2. Entitas user memiliki 5 atribut yaitu ID_user sebagai primary key, username,
password, ID_admin sebagai foreign key dan ID_calnas sebagai foreign key. Entitas
user berelasi 1 to 1 dengan entitas admin dan entitas calon_nasabah
3. Entitas calon_nasabah memiliki 16 atribut yaitu ID_calnas sebagai primary key,
nama, email, ttl, no_hp, alamat, jenis_kelamin, tinggi_badan, berat_badan,
pengeluaran, pendapatan, dan usia, pekerjaan, jenis_kelamin, riwayat_penyakit,
status_perkawinan, perokok_aktif/pasif. Entitas calon_nasabah berelasi 1 to 1
dengan entitas user.
4. Entitas produk memiliki 3 atribut yaitu ID_produk sebagai primary key, nama dan
deskripsi. Entitas produk berelasi 1 to many dengan entitas hitung_bobot.
5. Entitas hitung_bobot memiliki 4 atribut yaitu ID_hitung sebagai primary key, hasil,
ID_bobot sebagai foreign key dan ID_produk sebagai foreign key. Entitas
hitung_bobot berelasi many to 1 dengan entitas produk dan entitas bobot.
6. Entitas bobot memiliki 3 atribut yaitu ID_bobot sebagai primary key, nama dan
jenis. Entitas bobot berelasi 1 to many dengan entitas hitung_bobot

3.5.3. Analisis Kebutuhan Sistem

Penelitian ini memerlukan 3 (tiga) kebutuhan non fungsional yaitu kebutuhan perangkat
lunak (software), kebutuhan perangkat keras (hardware), dan kebutuhan user
(brainware). Pertama, kebutuhan perangkat lunak terdiri dari Sistem Operasi Windows
10, Text Editor, Composer, XAMPP. Kedua, kebutuhan perangkat keras terdiri dari
Processor Intel Core i3, RAM 2 GB, Harddisk 500 GB. Ketiga, kebutuhan pengguna
adalah memiliki kemampuan untuk mengoperasikan web browser di platform apapun
untuk dapat mengakses informasi yang diberikan oleh sistem.

3.6. Perancangan Sistem

Untuk membuat SPK Pemilihan Produk asuransi ini menggunakan metode waterfall.
Adapun, detail perancangan sistem sebagai berikut:

3.6.1 Requirement analysis and definition

Analisis kebutuhan fungsional dari sistem yang akan dibuat adalah sebagai berikut:
1) Daftar
- Calon Nasabah dapat melakukan pendaftaran akun untuk masuk ke dalam
sistem.
2) Login
- Admin dapat melakukan login untuk masuk kedalam sistem.
- Calon Nasabah dapat melakukan login untuk masuk kedalam sistem.
3) Produk Asuransi PT. AIA Financial Samarinda.
- Admin dapat mengelola produk asuransi.
- Calon Nasabah dapat melihat produk asuransi.
- Calon Nasabah dapat melihat detail produk asuransi.
4) Profil Perusahaan PT. AIA Financial Samarinda.
- Calon Nasabah dapat melihat profil.
5) Pemilihan Produk Asuransi PT. AIA Financial Samarinda.
- Calon Nasabah dapat melihat rekomendasi produk asuransi berdasarkan data
calon nasabah.

3.6.2 System and software design

Rancangan desain antar muka (interface) berfungsi memudahkan penggunaan aplikasi


oleh calon nasabah.

3.6.2.1 Rancangan Antarmuka Halaman Awal

Gambar 3.12 rancangan halaman awal website SPK yang akan dibuat, yang berisi
sekilas info tentang profil dan daftar produk asuransi perusahaan.
Gambar 3. 10 Halaman Depan Website

3.6.2.2 Rancangan Antarmuka Halaman Daftar

Gambar 3.13 rancangan halaman daftar website SPK yang akan dibuat, calon nasabah
harus melakukan daftar dan mengisi data yang nantinya data tersebut akan dijadikan
sebagai kriteria calon nasabah.

Gambar 3. 11 Halaman Pendaftaran


3.6.2.3 Rancangan Antarmuka Halaman Login

Gambar 3.14 rancangan halaman login website SPK yang akan dibuat, dimana calon
nasabah harus menginput username dan password yang sudah terdaftar pada sistem.

Gambar 3. 12 Fasilitas Login

3.6.2.4 Rancangan Antarmuka Halaman Lihat Produk Asuransi

Gambar 3.15 rancangan halaman lihat produk asuransi website SPK yang akan dibuat,
dimana calon nasabah dapat melihat bermacam-macam produk asuransi yang
ditawarkan.
Gambar 3. 13 Daftar Produk Asuransi

3.6.2.5 Rancangan Antarmuka Halaman Lihat Detail Produk Asuransi

Gambar 3.16 rancangan halaman lihat detail produk asuransi website SPK yang akan
dibuat, dimana calon nasabah dapat melihat detail produk asuransi yang ditawarkan.
Gambar 3. 14 Detail Produk Asuransi

3.6.2.6 Rancangan Antarmuka Halaman Profil Perusahaan

Gambar 3.17 rancangan halaman profil perusahaan website SPK yang akan dibuat, yang
berisi informasi-informasi tentang perusahaan PT. AIA Financial Samarinda.
Gambar 3. 15 Profil Perusahaan

3.6.2.7 Halaman Rekomendasi Produk

Gambar 3.18 rancangan halaman rekomendasi produk website SPK yang akan dibuat,
dimana calon nasabah bisa melihat rekomendasi produk asuransi sesuai data calon
nasabah yang sudah di ranking melakukan metode TOPSIS.
Gambar 3. 16 Rekomendasi Produk Asuransi

3.6.3 Implementation and unit testing

Pada tahap ini sebagian fitur dari SPK sudah dapat digunakan lalu fitur tersebut
diimplementasikan dan dilakukan uji secara terpisah. Melakukan pengujian terhadap
SPK sebelum digunakan dan membandingkan dengan sistem sebelumnya untuk
memunculkan keunggulan dan mengurangi kesalahan serta merevisi sistem yang diuji
sampai sistem benar-benar dapat menyelesaikan masalah sebelum digunakan.

3.6.4 Integration and testing

Pada tahap ini SPK sudah dapat digunakan sepenuhnya setelah dilakukan pengujian
terhadap semua komponen yang berinteraksi mampu berjalan dengan baik dan
berfungsi sesuai yang diharapkan serta memeriksa kinerja dari SPK yang dihasilkan dan
telah dilakukan pengetesan kehandalan dari struktur SPK yang telah dirancang maka
akan di hosting secara online.
3.6.5 Operation and maintenance

Pada tahap ini SPK akan dilakukan maintenance setiap 6 bulan sekali untuk memeriksa
keadaan sistem serta memastikan keseluruhan kontrol dan operasi berjalan dengan
maksimal serta memberikan saran dan rekomendasi terkait penggunaan dan
perlengkapan yang dibutuhkan dan merekomendasikan perubahan jika diperlukan untuk
meningkatkan kinerja SPK ataupun melakukan penambahan fitur dan merespon atau
menyesuaikan SOP terhadap kondisi operasi yang berubah.

3.7. Perancangan Pengujian

Evaluasi sistem yang digunakan dalam perancangan SPK ini yaitu pengujian Blackbox.

Tabel 3. 11 Evaluasi Sistem


N Test Peran
Modul Nama Submodul Deskripsi
o Id Modul
1 A1 Interface Menu Awal Menu awal menampilkan sekilas Penting
info tentang PT. AIA Financial
Samarinda dan daftar produk
asuransi.
2 A2 Interface Menu Daftar Menu daftar menampilkan form Penting
pendaftaran calon nasabah.
3 A3 Interface Login Menu login menampilkan form Penting
login untuk masuk kedalam sistem
4 A4 Interface Menu Produk Menu Produk Asuransi Penting
Asuransi menampilkan produk asuransi yang
di tawarkan oleh PT. AIA Financial
Samarinda
5 A5 Interface Menu Detail Menu Detail Produk Asuransi Kurang
Produk Asuransi menampilkan detail setiap produk Penting
asuransi yang ditawarkan oleh PT.
AIA Financial Samarinda
6 A6 Interface Menu Profil Menu profil Perusahaan Kurang
Perusahaan menampilkan informasi-informasi Penting
tentang PT. AIA Financial
Samarinda.
7 A7 Interface Menu Menu rekomendasi produk asuransi Penting
N Test Peran
Modul Nama Submodul Deskripsi
o Id Modul
Rekomendasi menampilkan hasil perangkingan
Produk Asuransi produk asuransi berdasarkan data
calon nasabah.
8 B1 Fungsiona Login Proses login kedalam sistem oleh Penting
l admin dan calon nasabah.
9 B2 Fungsiona Tambah Data Proses menambah data admin oleh Penting
l Admin admin
10 B3 Fungsiona Ubah Data Proses ubah data admin oleh admin Penting
l Admin
11 B4 Fungsiona Hapus Data Proses hapus data admin oleh Penting
l Admin admin
12 B5 Fungsiona Tambah Data Proses tambah data produk asuransi Penting
l Produk Asuransi oleh admin
13 B6 Fungsiona Ubah Data Proses ubah data produk asuransi Penting
l Produk Asuransi oleh admin
14 B7 Fungsiona Hapus Data Proses hapus data produk asuransi Penting
l Produk Asuransi oleh admin

3.8. Waktu Dan Tempat Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Juli sampai bulan November tahun 2020.
Adapun tempat pelaksanaan penelitian dilakukan di PT. AIA Financial Samarinda.
Sedangkan, analisa data dilakukan pada Laboratorium Fakultas Teknik, Universitas
Mulawarman.

Berbagai aktivitas dan kegiatan dalam penelitian ini dapat terjadwal dan selesai sesuai
dengan waktu yang telah ditentukan, maka perlu disusun dalam suatu jadwal penelitian
yang dapat dilihat pada Tabel 3.10.

Tabel 3. 12 Jadwal Penelitian


Bulan
No
Kegiatan Jul Agustu Septembe Oktobe Novembe
.
i s r r r
I Tahap Persiapan Penelitian
Bulan
No
Kegiatan Jul Agustu Septembe Oktobe Novembe
.
i s r r r
1. Pembuatan Proposal
2. Seminar Proposal
3. Perbaikan Seminar Proposal
Tahap Pelaksanaan
1. Pengumpulan Data
2. Pengolahan Data
II
3. Pemodelan
4. Evaluasi
5. Penyebaran
Tahap Penyusunan Laporan
1. Seminar Hasil
2. Perbaikan Seminar Hasil
III
3. Penulisan Artikel Ilmiah
4. Seminar Akhir
5. Perbaikan Seminar Akhir
DAFTAR PUSTAKA

Apriliani Akhadun, A., & Hidayat, A. (2020). Sistem Pendukung Keputusan


Pemilihan Produk Asuransi Berbasis Web menggunakan Metode AHP
(Analytic Hierarchy Process ) Studi Kasus BRI Life Semarang. Jurnal
Informatika Dan Rekayasa Perangkat Lunak, 2(1), 49.
https://doi.org/10.36499/jinrpl.v2i1.3210
Aruan, A. (2014). Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Asuransi Jiwa
Menggunakan Metode Fuzzy Multi Criteria Decision Making. Pelita
Informatika Budi Darma, 4, 12–15.
Chamid, A. A. (2016). Penerapan Metode Topsis Untuk Menentukan Prioritas
Kondisi Rumah. Simetris : Jurnal Teknik Mesin, Elektro Dan Ilmu
Komputer, 7(2), 537. https://doi.org/10.24176/simet.v7i2.765
Doni, R., Amir, F., & Juliawan, D. (2019). Sistem Pendukung Keputusan
Kenaikan Jabatan Menggunakan Metode Technique for Order Preference by
Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Prosiding Seminar Nasional Riset
Information Science (SENARIS), 1(September), 69.
https://doi.org/10.30645/senaris.v1i0.9
UU Republik Indonesia No. 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, 86 (2014).
Edi, D., & Betshani, S. (2012). Analisis Data dengan Menggunakan ERD dan
Model Konseptual Data Warehouse. Jurnal Informatika, 5(1), 71–85.
Fitriana, A. N., Harliana, H., & Handaru, H. (2015). Sistem Pendukung
Keputusan Untuk Menentukan Prestasi Akademik Siswa dengan Metode
TOPSIS. Creative Information Technology Journal, 2(2), 153.
https://doi.org/10.24076/citec.2015v2i2.45
Gunawan, A. (2014). SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK
MENENTUKAN PRODUK Bringin Danadwiguna , pensiunan . Sementara
itu , kriteria yang digunakan dalam pertimbangan terdiri dari Kriteria
Umum yaitu Usia , Pekerjaan , Pendapatan atau Gaji , Jenis Kelamin ,
Status dan Kriteria. 12(1), 73–79.
Handayani, M. (2017). Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Penerimaan
Raskin Di Menggunakan Metode Topsis. Jurnal Teknologi Informasi, 1(1),
54. https://doi.org/10.36294/jurti.v1i1.43
Hasrina, Y. (2018). Pengaruh Kualitas Pelayanan Jasa Asuransi Terhadap
Tingkat. Jurnal Manajemen Dan Bisnis Sriwijaya, 16(3), 1–10.
Haviluddin. (2011). Memahami Penggunaan UML ( Unified Modelling
Language ). Memahami Penggunaan UML (Unified Modelling Language).
Hendini, A. (2016). No Title. IV(2), 107–116.
Hermanto, B., Yusman, M., & Nagara, N. (2019). Sistem Informasi Manajemen
Keuangan pada PT. Hulu Balang Mandiri Menggunakan Framework
Laravel. Jurnal Komputasi, 7(1), 17–26.
https://doi.org/10.23960/komputasi.v7i1.2051
Hermiyanty, Wandira Ayu Bertin, D. S. (2017). 済無 No Title No Title. Journal
of Chemical Information and Modeling, 8(9), 1–58.
https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Indriani, A. (2014). Klasifikasi Data Forum dengan menggunakan Metode Naive
Bayes Classifier. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi, 20(ISSN:
1907-5022), 5–10.
Kurniawan, T. A. (2018). Pemodelan Use Case (UML): Evaluasi Terhadap
beberapa Kesalahan dalam Praktik. Jurnal Teknologi Informasi Dan Ilmu
Komputer, 5(1), 77. https://doi.org/10.25126/jtiik.201851610
Mallu, S. (2015). Sistem pendukung keputusan penentuan karyawan kontrak
menjadi karyawan tetap menggunakan metode topsis. Jurnal Ilmiah
Teknologi Dan Informasi Terapan, 1(2), 36–42.
Mediana, D., & Nurhidayat, A. (2018). Rancang Bangun Aplikasi Helpdesk ( a-
Desk ) Berbasis Web Menggunakan Framework Laravel ( Studi Kasus Di
Pdam Surya Sembada Kota Surabaya ). Jurnal Manajemen Informatika,
8(02), 75–81.
Mustaqbal, M. S., Firdaus, R. F., & Rahmadi, H. (2015). PENGUJIAN Aplikasi
Menggunakan Black Box Testing Boundary Value Analysis (Studi Kasus :
Aplikasi Prediksi Kelulusan SNMPTN). I(3), 31–36.
Muzakkir, I. (2017). Penerapan Metode Topsis Untuk Sistem Pendukung
Keputusan Penentuan Keluarga Miskin Pada Desa Panca Karsa Ii. ILKOM
Jurnal Ilmiah, 9(3), 274–281. https://doi.org/10.33096/ilkom.v9i3.156.274-
281
Prasetya, Wahyu Sindu, Kusrini, & Fatta, H. Al. (2018). Sistem Pendukung
Keputusan Pemilihan Produk Asuransi Studi Kasus : PT Commonwealth
Life Pontianak. Sisfotenika, 8(1), 105. https://doi.org/10.30700/jst.v8i1.182
Prasetya, Wandu Sindu. (2018). Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Produk
Asuransi. 8(1), 105–116.
Sari, D. R., Windarto, A. P., Hartama, D., & Solikhun, S. (2018). Decision
Support System for Thesis Graduation Recommendation Using AHP-
TOPSIS Method. Jurnal Teknologi Dan Sistem Komputer, 6(1), 1–6.
https://doi.org/10.14710/jtsiskom.6.1.2018.1-6
Sasmito, G. W. (2017). Penerapan Metode Waterfall Pada Desain Sistem
Informasi Geografis Industri Kabupaten Tegal. Jurnal Informatika:Jurnal
Pengembangan IT (JPIT), 2(1), 6–12.
Wahyuni, E. G., & Anggoro, A. T. (2017). Sistem Pendukung Keputusan
Penerimaan Pegawai dengan Metode TOPSIS. Sains Teknologi Dan
Industri, 14(2), 108–116.
LAMPIRAN

Lampiran 1: Data Nasabah


Mana data nasabahnya !!!