Anda di halaman 1dari 42

MAKALAH

ILMU DASAR KEPERAWATAN II


VAKSIN, SERUM, VITAMIN, HORMON, PLASEBO

Oleh :
Kelompok 2

INDAH NOVIA HENDRA


NIM : 203310698

DOSEN : Ns. Hj. DEFIA ROZA , S.Kep, M. Biomed

PROGRAM STUDI NERS TINGKAT 1


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PADANG
PADANG
2021
KATA PENGANTAR

Dengan segala kerendahan hati, puji dan syukur penulis sampaikan atas kehadirat Allah
SWT yang telah melimpahkan rahmad dan karunia-Nya. Shalawat dan salam untuk Nabi
Muhammad SAW, sehingga penulis telah diberi kemudahan dalam menyusun makalah ini.
Adapun judul makalah ini adalah “vaksin, serum, vitamin, hormone, plasebo”. Makalah ini
diajukan sebagai pemenuhan tugas pada mata kuliah Ilmu Dasar Keperawatan 2.

Dalam penulisan makalah ini banyak hambatan dan rintangan yang penulis hadapi. Namun,
berkat dorongan semua pihak, makalah ini akhirnya dapat penulis selesaikan. Maka pada
kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya
kepada Semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam penulisan makalah ini.

Akhir kata penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari
sempurna. Semoga makalah ini memberikan manfaat bagi penulis dan pembaca.

Padang, Februari 2021

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………....ii
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………..iii
BAB I : PENDAHULUAN……………………………………………………………………….1
1.1. Latar
Belakang……………………………………………………………………….1
1.2. Rumusan Masalah……………………………………………………………....
……2
1.3. Tujuan…………………………………………………………………………....
…..2
BAB II : PEMBAHASAN…………………………………………………………………....…..3
2.1. Vaksin…………………………………………………………………....……...…...3
2.1.1. Sejarah Vaksin……………………………………………………………….3
2.1.2. Definisi Vaksin………………………………………………………………3
2.1.3. Definisi Vaksin Menurut Para Ahli………………………………………….4
2.1.4. Fungsi Vaksin………………………………………………………………..4
2.1.5. Jenis- Jenis Vaksin…………………………………………………………...4
2.1.6. Jadwal Pemberian Vaksin……………………………………………………6
2.2. Serum……………………………………………………………………………...…7
2.2.1. Definisi Serum……………………………………………………………….8
2.2.2. Jenis- Jenis Serum……………………………………………………………8
2.2.3. Manfaat Serum……………………………………………………………...10
2.2.4. Cara Menggunakan Serum………………………………………………….11
2.2.5. Perbedaan Serum dan Essence……………………………………………...11
2.3. Vitamin……………………………………………………………………………...12
2.3.1. Sejarah Vitamin……………………………………………………………..12
2.3.2. Definisi Vitamin…………………………………………………………….13
2.3.3. Sumber Dan Macam Penyakit Yang Disebabkan Kekurangan Vitamin……14
2.3.4. Macam- Macam Vitamin……………………………………………………16
2.4. Hormon……………………………………………………………………………...21

3
2.4.1. Definisi Hormon…………………………………………………………….21
2.4.2. Klasifikasi Hormon……………………………………………………….....22
2.4.3. Fungsi Dan Peran Hormon………………………………………………….23
2.4.4. Mekanisme Kerja Hormon………………………………………………….25
2.4.5. Sifat- Sifat Hormon…………………………………………………………26
2.4.6. Penyakit Akibat Gangguan Hormon………………………………………..26
2.4.7. Jenis- Jenis Hormon Dan Fungsinya………………………………………..28
2.5. Plasebo………………………………………………………………………………33
2.5.1. Definisi Plasebo……………………………………………………………..33
2.5.2. Faktor Yang Mempengaruhi Efek Plasebo………………………………….34
2.5.3. Cara Kerja Efek Plasebo…………………………………………………….35
BAB III : PENUTUP…………………………………………………………………………….37
3.1. Kesimpulan………………………………………………………………………….37
3.2. Saran………………………………………………………………………………...37
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………38

4
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Vaksin adalah sejenis produk biologis yang mengandung unsur antigen berupa
virus atau mikroorganisme yang sudah mati atau sudah dilemahkan dan juga berupa toksin
mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksid atau protein rekombinan, yang sudah
ditambahkan dengan zat lainnya. Vaksin berguna untuk membentuk kekebalan spesifik
secara aktif terhadap penyakit tertentu. Vaksin merupakan produk yang rentan, masing
-masing mempunyai karakteristik tertentu maka diperlukan pengelolaan secara khusus
sampai di gunakan.
Serum adalah bagian cair darah yang tidak mengandung sel-sel darah dan faktor-
faktor pembekuan darah. Protein-protein koagulasi lainnya dan protein yang tidak terkait
dengan hemostasis, tetap berada dalam serum dengan kadar serupa dalam plasma. Apabila
proses koagulasi berlangsung secara abnormal, serum mungkin mengandung sisa
fibrinogen dan produk pemecahan fibrinogen atau protrombin yang belum di konevensi.
Vitamin adalah senyawa-senyawa organik yang dibutuhkan untuk pertumbuhan
normal dan mempertahankan hidup manusia, yang secara alami tidak mampu mensintesis
senyawa – senyawa tersebut. Vitamin ada 2 macam yaitu larut dalam lemak (A,D,E dan K)
serta vitamin yang larut dalam air (B kompleks dan C) yang masing-masing memiliki
peranan penting. Vitamin adalah senyawa kimia yang sangat esensial yang walaupun
tersedianya dalam tubuh dalam jumlah demikian kecil, diperlukan sekali bagi kesehatan
dan pertumbuhan tubuh yang normal. Vitamin berfungsi dalam beberapa tahap reaksi
metabolism energy, pertumbuhan, dan pemeliharaan tubuh, pada umumnya sebagai
koenzim atau sebagai bagian dari enzim. Sebagian besar koenzim terdapat dalam bentuk
apoenzim yaitu vitamin yang terikat dengan protein.
Hormon adalah suatu zat kimia yang bertugas sebagai pembawa pesan (chemical
messenger) disekresikan oleh sejenis jaringan, dalam jumlah yang sangat kecil dan dibawa
oleh darah menuju target jaringan di bagian lain dari tubuh untuk merangsang aktivitas
biokimia atau fisiologi yang khusus. Endokrinologi, suatu cabang ilmu biomedis yang

5
mempelajari hormon dan aktivitasnya, merupakan salah satu bidang biokimia yang sangat
menarik karena beberapa pemahaman baru berasal dari bidang ini. Lagi pula, karena
perubahan dalam kerja hormon dapat menimbulkan penyakit, maka endokrinologi juga
merupakan suatu cabang ilmu biokimia  yang kegunaannya dapat dilihat secara langsung.
Plasebo adalah sebuah pengobatan yang tidak berdampak atau
penanganan palsu yang bertujuan untuk mengontrol efek dari pengharapan. Istilah plasebo
diambil dari bahasa latin yang berarti "I shall please" (saya akan senang) yang mengacu
pada fakta bahwa keyakinan akan efektivitas dari suatu penanganan akan dapat
membangkitkan harapan yang membantu mereka menggerakkan diri mereka untuk
menyelesaikan masalah tanpa mengetahui zat yang mereka terima adalah aktif secara
kimiawi atau tidak aktif. Dalam penelitian medis tentang kemoterapi, sebuah plasebo
disebut juga "pil gula" merupakan zat yang secara fisik menyerupai obat aktif tetapi
sebetulnya tidak memiliki kandungan obat yang sesungguhnya. Dengan membandingkan
efek dari obat aktif dan plasebo, peneliti dapat menentukan apakah obat memiliki efek
khusus di luar yang diharapkan.

1.2. Rumusan Masalah


1. Bagaimanakah konsep penjelasan vaksin ?
2. Bagaimanakah konsep penjelasan serum ?
3. Bagaimanakah konsep penjelasan vitamin ?
4. Bagaimanakah konsep penjelasan hormon ?
5. Bagaimanakah konsep penjelasan plasebo ?

1.3. Tujuan
1. Untuk mengetahui tentang vaksin
2. Untuk mengetahui tentang serum
3. Untuk mengetahui tentang vitamin
4. Untuk mengetahui tentang hormon
5. Untuk mengetahui tentang plasebo

6
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Vaksin
Vaksin adalah sejenis produk biologis yang mengandung unsur antigen berupa
virus atau mikroorganisme yang sudah mati atau sudah dilemahkan dan juga berupa toksin
mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksid atau protein rekombinan, yang sudah
ditambahkan dengan zat lainnya.

2.1.1. Sejarah Vaksin


Vaksin pertama kali ditemukan oleh Edward Jenner pada tahun 1796.
Edward Jenner merupakan seorang dokter berkebangsaan Inggris. Mulanya ia
meneliti seorang pekerja harian yang menderita penyakit cacar. Pekerja tersebut
kemudian di imunisasi menggunakan cacar sapi ringan. Dia mengambil beberapa
cairan dari luka penderita cacar sapi dan menggoreskannya pada lengan anak usia 8
tahun. Penelitian tersebut terbukti berhasil dan kemudian Edward Jenner memberi
nama ”vaksin”.
Kemudian pada abad ke 19 seorang ahli kimia dari perancis bernama Louis
Pasteur mengembangkan tehnik baru. Ia mengembangkan teknik kimia untuk
mengisolasi virus dan melemahkannya. Virus yang dilemahkan ini kemudian
digunakan sebagai vaksin.

2.1.2. Definisi Vaksin


Vaksin merupakan salah satu bahan antigenik yang digunakan untuk
kekebalan tubuh agar dapat mencegah atau mengurangi infeksi yang disebabkan
oleh organisme liar. Vaksin dapat dibuat dari bakteri atau virus yang sudah tidak
patogen (penyebab penyakit). Dan vaksin juga dapat berasal dari organisme mati
atau hasil dari permurnian misalnya protein, peptida, dan sebagainya.
Pemberian vaksin akan menyebabkan manusia ataupun hewan dapat
bertahan jika terserang oleh zat patogen misalnya serangan oleh bakteri, virus
ataupun toksin. Vaksin juga dapat membantu sistem kekebalan tubuh untuk
7
melawan kanker (sel degeneratif). Tujuan pemberian vaksin ini adalah untuk
menstimulus kekebalan tubuh tanpa menimbulkan penyakit. Namun, vaksin ini
merupakan imun (kekebalan) buatan.

2.1.3. Definisi Vaksin Menurut Para Ahli


1. Muslihatun
Vaksin ialah suatu bahan yang dipakai untuk menstimulus dan
merangsang pembentukan antibodi yang biasanya dimasukkan pada tubuh
manusia melalui mulut maupun suntikan.
2. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 42 tahun 2013
Vaksin yakni suatu antigen yang berwujud mikroorganisme yang tidak
hidup atau sudah mati atau juga yang masih hidup namun dilemahkan, yang
beberapa bagiannya masih utuh dan telah diolah.
3. Hidayat
Vaksin yaitu sebuah bahan yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui
suntikan seperti vaksin campaj, DPT dan BCG dan melalui mulut seperti
vaksin polio yang gunanya untuk merangsang zat antibodi.

2.1.4. Fungsi Vaksin


Memberikan vaksin atau vaksinasi merupakan salah satu cara untuk
mencegah penyakit utamanya penyakit-penyakit infeksi yang bisa menular karena
bakteri atau virus. Seperti penyakit campak, polio, difteri, meningitis, tetanus,
hepatitis, dan lain sebagainya.

2.1.5. Jenis- Jenis Vaksin


1. Live Attenuated Vaccine
Ialah salah satu jenis vaksin yang berisi mikroorganisme hidup seperti
bakteri atau virus. Mikroorganisme yang dipakai sudah lebih duluh
dihilangkan sifat virulensinya. Vaksin jenis ini memberikan respon imun
yang panjang.

8
Contoh vaksin ini antara lain vaksin polio (sabin), MMR (Measles,
mumps dan rubella), TBC, Demam tifoid, campak, gondongan, dan cacar air
(varicella).
2. Innactivated Vaccine (Killed Vaccine)
Yakni suatu vaksin yang bersumber dari mikroorganisme yang sudah
dimatikan (baik dalam bentuk bakteri atau berbentuk virus) dengan memakai
zat-zat kimia maupun dengan pemanasan.
Contoh dari vaksin ini yaitu vaksin rabies, influenza, polio (Salk),
pneumonia pneumokokal, kolera, pertusis, demam tifoid.
3. Toxoid
Yaitu suatu senyawa racun atau toksik yang diinaktifkan supaya tidak
mengakibatkan penyakit. Pada umumnya, bahan vaksin ini dibuat dari toksin
kuman yang sifatnya imunogenik.
Hasil pembuatan bahan toksoid yang telah berhasil dinamakan dengan
natural flud plain toxoid yang merangsang terbentuknya antibody yang
berbentuk antitoksin. Vaksin ini hanya bertahan selama satu tahun. Adapun
contohnya yaitu vaksin difteri dan tetanus.
4. Subunit Vaccine
Merupakan sebuah vaksin yang dibuat dengan bagian tertentu di virus
atau bakteri dengan cara mengkloning gen virus atau bakteri dengan melalui
rekombinasi DNA.
Seperti vaksin hepatitis B (berisi protein dari permukaan virus), HPV
(Human Papiloma Virus) yang mengandung kapsid utama dari virus, vaksin
Hemofilus Influenza tipe B (HIB) dan vaksin influenza.
5. Conjugate Vaccine
Ialah suatu vaksin yang dihasilkan dari penggabungan polisakarida di
lapisan paling luar bakteri dengan protein lainnya.
Konjugasi ini mempunyai tujuan untuk menguatkan sifat
imunogenitas dari polisakarida. Misalnyta adalah vaksin Haemophilus
influenza tipe B.
6. Valence Vaccine

9
Adalah salah satu jenis vaksin yang dibagi menjadi dua yakni
monovalen dan polivalen. Vaksin monovalen dibuat untuk melawan satu
mikroorganisme. Kemudian vaksin polivalen dibuat untuk melawan dua atau
lebih mikroorganisme baik yang sama atau berbeda.
7. Experimental
Yakni sebuah vaksin hasil inovasi yang sedang dikembangkan oleh
para ahli. Terdapat beberapa vaksin eksperimen ini yaitu sebagai berikut :
a. Vektor Rekombinan yaitu hasil kombinasi fisiologi dari
mikroorganisme dan DNA dari mikroorganisme lain.
b. Vaksin DNA ialah vaksin yang dibuat dari segmen DNA yang
infektius. Cara kerjanya dengan memasukkan DNA virus atau
bakteri kedalam sel manusia atau hewan. Sel yang mengetahuai
DNA itu akan mengekspresikannya menjadi protein, oleh sebab itu
sistem imun juga akan merespon.
c. T-Cell Receptor (TCR) peptida yaitu peptida yang fungsinya untuk
memodulasi produksi enzim sitokin dan meningkatkan mediasi
imunitas sel.
d. Inhibitor Microbial yakni suatu vaksin yang fokus kepada protein
bakteri yang teridentifikasi tergabung pada komplein inhibisi
menjadikan bisa ikue mentralkan mekanisme virulensi dari bakteri.

2.1.6. Jadwal Pemberian Vaksin


Sistem pemberian vaksin berbeda-beda. Ada yang hanya diberikan 1 kali
saja seumur hidup untuk meningkatkan kekebalan tubuh, dan ada juga yang harus
diberikan beberapa kali atau lebih dari 1 kali untuk memberikan perlindungan yang
maksimal.
1. Hepatitis B (Untuk Mencegah Penyakit)
a. Pemberian 1 : Di saat lahir usia 2 bulan
b. Pemberian 2 : Di saat usia 1-4 bulan
c. Pemberian 3 : Di saat usia 6- 18 bulan
2. HIB (Untuk Mencegah Infeksi Virus Hemophilus Influenza Tipe B)

10
a. Pemberian 1 : Di saat usia 2 bulan
b. Pemberian 2 : Di saat usia 4 bulan
c. Pemberian 3 : Di saat usia 6 bulan
d. Pemberian 4 : Di saat usia 12 – 15 bulan
3. Polio (Untuk Mencegah Penyakit Polio)
a. Pemberian 1 : Di saat usia 2 bulan
b. Pemberian 2 : Di saat usia 4 bulan
c. Pemberian 3 : Di saat usia 6 -18 bulan
d. Pemberian 4 : Di saat usia 4 – 6 tahun
4. DPT (Untuk Mencegah Penyakit Difteri, Pertussis, dan Tetatus)
a. Pemberian 1 : Di saat usia 2 bulan
b. Pemberian 2 : Di saat usia 4 bulan
c. Pemberian 3 : Di saat usia 6 bulan
d. Pemberian 4 : Di saat usia 15 -18 bulan
e. Pemberian 5 : Di saat usia 4 – 6 tahun
f. Pemberian Tambahan yang Dianjurkan : Di saat usia 11 tahun
5. Rotavirus (Untuk Mencegah Infeksi Saluran Cerna seperti Diare)
a. Pemberian 1 : Di saat usia 2 bulan
b. Pemberian 2 : Di saat usia 4 bulan
c. Pemberian 3 : Di saat usia 6 bulan
6. Influenza (Untuk Mencegah Penyakit Flu)
a. Pemberian 1 : Di saat usia 2 bulan
b. Pemberian Selanjutnya : Setiap tahun sampai usia 5 tahun
7. Varicella (Untuk Mencegah Cacar Air)
a. Pemberian 1 : Di saat usia 12 – 15 bulan
b. Pemberian 2 : Di saat usia 4 – 6 tahun

2.2 Serum
Serum adalah bagian cair darah yang tidak mengandung sel-sel darah dan faktor-
faktor pembekuan darah. Protein-protein koagulasi lainnya dan protein yang tidak terkait
dengan hemostasis, tetap berada dalam serum dengan kadar serupa dalam plasma. Apabila

11
proses koagulasi berlangsung secara abnormal, serum mungkin mengandung sisa
fibrinogen dan produk pemecahan fibrinogen atau protrombin yang belum di konevensi.

2.2.1. Definisi Serum


Serum adalah cairan yang diperkaya bahan aktif seperti antioksidan dan
peptida yang mampu menembus ke dalam kulit untuk memelihara dan
meremajakannya. Produk serum yang ringan dengan satu atau dua pompa cukup
untuk diaplikasikan ke seluruh wajah.
Tekstur yang ringan menjadikan serum sangat efisien diserap kulit. Tingkat
resapannya jelas lebih baik daripada produk perawatan kulit dengan konsistensi
pekat seperti krim pelembap. Kualitas serum juga menjadikannya produk yang ideal
untuk mengatasi masalah kulit tertentu seperti jerawat, kulit kering, hingga penuaan
dini.

2.2.2. Jenis- Jenis Serum


Ada banyak jenis serum di pasaran untuk berbagai masalah kulit. Serum
awalnya berbahan dasar air, tetapi saat ini juga ada yang berbasis minyak. Hal ini
berarti serum tidak hanya untuk pemilik kulit kering, namun juga berminyak.
1. Vitamin A
Jenis serum yang pertama ada serum Vitamin A. Kandungan
Vitamin A dapat membantu meningkatkan produksi kolagen,
mengembalikan kondisi kulit setelah terbakar matahari, hingga meratakan
warna kulit. Biasanya kandungan Vitamin A terdapat pula pada serum anti-
aging.
2. Vitamin C
Serum Vitamin C adalah jenis serum yang paling populer. Semua
orang tahu kalau Vitamin C itu sangat bagus untuk kulit, makanya orang-
orang lebih memilih serum ini daripada yang Vitamin A. Manfaat serum
Vitamin C adalah bekerja sebagai anti-oksidan. Vitamin C juga dapat
bekerja sebagai sintesa kolagen yang dapat menghambat proses penuaan
pada kulit.

12
Serum yang mengandung Vitamin C juga berfungsi sebagai anti-
radang, di mana dapat mengobati kulit yang terluka karena terpapar
matahari, jerawat, dan sebagainya. Jika Anda mengalami masalah seperti
pigmentasi, kulit kusam, dan ciri-ciri penuaan dini, alangkah baiknya jika
menggunakan serum Vitamin C dari sekarang.
Jika Anda ingin mendapatkan kulit cerah, gunakan serum dengan
Vitamin C rendah (tidak lebih dari 15%). Sebaliknya jika Anda ingin
mendapatkan pengobatan untuk kulit rusak, gunakan serum dengan
kandungan Vitamin C tinggi (lebih dari 20%).
3. Vitamin E
Selain serum Vitamin C, serum Vitamin E merupakan jajaran serum
yang paling difavoritkan orang. Sudah menjadi rahasia umum kalau Vitamin
E sangat baik untuk kulit, terutama kulit wajah. Serum Vitamin E juga
mengandung anti-oksidan yang tinggi. Kandungan ini akan
membentuk lipfuscin, yaitu lemak yang dapat menunda penuaan dini.
Serum Vitamin E juga dapat menahan kelembaban alami kulit,
sehingga kulit Anda akan lembab seharian. Kulit Anda juga akan terlindungi
dari polusi seperti asap rokok, asap kendaraan, radiasi, hingga sinar
matahari. Jadi, selain membuat kulit tetap cantik, serum Vitamin E juga
akan menangkal radikal bebas, sehingga Anda pun terhindar dari bahaya
kanker kulit.
4. Anti Aging
Orang-orang di atas usia 30 tahun harus sudah melirik yang namanya
serum anti aging. Serum ini dikenal juga sebagai serum kolagen. Seiring
bertambahnya usia, kolagen dalam tubuh manusia akan berkurang.
Makanya, serum kolagen dibutuhkan untuk membuat dan menjaga kulit agar
kencang.
5. Anti Inflammatory
Jenis serum yang selanjutnya adalah serum inflammatory. Biasanya
serum ini mengandung bahan-bahan “penenang kulit rusak” seperti lidah
buaya, green tea, dan hyaluronic acid. Maka dari itu, fungsi

13
serum inflmammatory adalah untuk mengobati kulit yang terbakar, rusak,
atau iritasi.
6. Anti Acne
Serum anti acne juga sering dicari orang-orang. Serum anti jerawat
ini sangat efektif untuk membersihkan wajah dari jerawat. Bahkan serum
anti acne juga dibutuhkan sebagai pencegahan agar jerawat tidak kembali
lagi.
7. Moisturizing
Bisa dibilang kalau moisturizing serum adalah serum harian, karena
biasanya serum ini dipakai setiap hari sebelum menggunakan make
up. Karena berfungsi untuk melembabkan, serum ini biasanya mengandung
bahan-bahan alami seperti lidah buaya, Vitamin E, dan essential oil.
8. Hydrating
Hydrating serum merupakan versi upgrade-nya moisturizing serum.
Bisa dibilang serum ini juga melembabkan, tapi lebih kuat. Hydrating serum
biasanya dibuat dengan kandungan moisturizer tinggi seperti minyak argan
dan minyak bunga mawar.
9. Whitening
Orang Indonesia pasti banyak yang tergiur mendengar kata pemutih.
Makanya, serum whitening ini merupakan salah satu yang laris manis di
negara ini. Whitening serum dapat mencerahkan sekaligus memberantas
kulit kusam, membuat kulit jadi lebih berkilau alami.
10. Exfoliating
Jenis serum yang terakhir dibahas adalah exfoliating serum. Berbeda
dengan serum-serum sebelumnya, serum yang satu ini sangat spesial karena
fungsinya berbeda. Serum ini akan mengangkat kotoran, mengurangi
kerutan, memperbaiki pigmentasi, serta membuat kulit mulus dan lembut.
Serum ini sangat baik untuk orang yang jarang lulur wajah, serta kulit wajah
yang kering dan pecah-pecah.

2.2.3. Manfaat Serum

14
Serum tidak hanya mengandung bahan aktif yang diperlukan untuk kulit,
tetapi juga meningkatkan efisiensi produk perawatan kulit lainnya setelah
mengaplikasikan serum. Berikut beberapa manfaat utama serum :
1. Melawan tanda-tanda penuaan kulit seperti garis-garis halus dan kerutan.
2. Membersihkan pori-pori kulit.
3. Menambah cahaya dan kulit lebih bersinar.
4. Membantu menjaga kulit tetap terhidrasi.
5. Melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari.
6. Meremajakan kulit.

2.2.4. Cara Menggunakan Serum


Serum adalah langkah kelima dalam rutinitas perawatan kulit setelah
pembersihan, toner, eksfoliasi, dan essence. Saat menggunakan produk perawatan
kulit, yang harus diingat adalah bahwa dimulai dari formula yang paling ringan ke
yang paling tebal.
Berikut cara mengaplikasikan serum dengan benar untuk hasil yang
maksimal:
1. Ambil sedikit serum di telapak tangan dan aplikasikan ke seluruh wajah.
2. Gosokkan serum ke kulit dengan gerakan memutar menggunakan ujung jari
dengan lembut.
3. Kemudian tepuk-tepuk lembut kulit wajah agar serum meresap lebih cepat.
Lalu, lanjutkan dengan produk perawatan kulit lainnya.

2.2.5. Perbedaan Serum dan Essence


Essence kurang terkonsentrasi dan lebih ringan dalam hal tekstur
dibandingkan dengan serum. Sementara essence pada dasarnya berfungsi untuk
melembapkan kulit, sementara serum mengatasi masalah kulit seperti garis-garis
halus dan kerutan untuk memberikan kulit yang kenyal dan segar. Kamu bisa
memilih salah satunya, namun dengan menggunakannya keduanya akan
mendapatkan hasil yang maksimal.

15
Serum dapat digunakan dua kali sehari, satu kali dalam rutinitas perawatan
kulit pagi dan yang kedua dalam rutinitas malam harimu. Namun, jika kamu tidak
melakukan rutinitas skincare di malam hari, penggunaan pada pagi saja juga akan
memperlihatkan hasil yang baik.

2.3 Vitamin
Vitamin adalah senyawa-senyawa organik yang dibutuhkan untuk pertumbuhan
normal dan mempertahankan hidup manusia, yang secara alami tidak mampu mensintesis
senyawa – senyawa tersebut.

2.3.1. Sejarah Vitamin


Sebelum abad ke duapuluh, karbohidrat, lemak, protein, dan beberapa zat
mineral telah dianggap sebagai zat-zat makanan yang dibutuhkan untuk fungsi
tubuh normal. Akan tetapi berabad-abad sebelumnya, berbagai pengamatan
menduga bahwa senyawa-senyawa organik lainnya adalah esensial untuk menjaga
kesehatan. Sebagai misal telah diketahui selama 300 tahun, bahwa dengan makan
buah-buahan dan sayur-sayuran segar ternyata berguna untuk pencegahan atau
pengobatan scorbut (sariawan). Juga telah diakui, bahwa rakhitis dapat
disembuhkan dengan minum minyak ikan. Pengamatan-pengamatan tersebut
menimbulkan dugaan, bahwa ada senyawa-senyawa zat makanan lain diperlukan
untuk menjaga kesehatan di samping karbohidrat, lemak atau protein.
Sejarah penemuan vitamin dimulai oleh Eijkman yang pertama kali
mengemukakanadanya zat yang bertindak sebagai faktor diet esensial dalam kasus
penyakit beri-beri. Pada tahun1897 ia memberikan gambaran adanya suatu penyakit
yang diderita oleh anak ayam yang serupadengan beri-beri pada manusia. Gejala
penyakit tersebut terjadi setelah binatang diberi makananyang terdiri atas`beras
giling murni. Ternyata penyakit ini dapat disembuhkan denganmemberikan
makanan sisa gilingan beras yang berupa serbuk.
Hasil penemuan yang menyatakan bahwa dalam makanan ada faktor lain
yang penting selain kabohidrat, lemak dan proteinsebagai energy, mendorong para
ahli untuk meneliti lebih lanjut tentang vitamin, sehinggadiperoleh konsep tentang

16
vitamin yang kita kenal sekarang. Pada saat ini terdapat lebih dari 20macam
vitamin. Polish kemudian member nama faktor diet esensial ini dengan
vitamin.Selanjutnya hasil pekerjaan Warburg tentang koenzim (1932-1935) dan
kemudian penyelidikanR Kuhn dan P Kerrer menunjukkan adanya hubungan antara
struktur kimia viatamin dengankoenzim.
Vitamin dibagi ke dalam dua golongan. Golongan pertama oleh Kodicek
(1971) disebut prakoenzim (procoenzyme), dan bersifat larut dalam air, tidak
disimpan oleh tubuh, tidak beracun, diekskresi dalam urine. Yang termasuk
golongan ini adalah: tiamin, riboflavin, asamnikotinat, piridoksin, asam kolat,
biotin, asam pantotenat, vitamin B12 (disebut golongan vitaminB) dan vitamin C.
Golongan kedua yang larut dalam lemak disebutnya alosterin, dan
dapatdisimpan dalam tubuh. Apabila vitamin ini terlalu banyak dimakan, akan
tersimpan dalam tubuh, dan memberikan gejala penyakit tertentu
(hipervitaminosis), yang juga membahayakan. Kekurangan vitamin mengakibatkan
terjadinya penyakit defisiensi, tetapi bisanya gejala penyakitakan hilang kembali
apabila kecukupan vitamin tersebut terpenuhi.

2.3.2. Definisi Vitamin


Vitamin (bahasa Inggris: vital amine, vitamin) adalah sekelompok senyawa
organik amina berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam
metabolisme setiap organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. Nama ini
berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita yang artinya "hidup" dan amina
(amine) yang mengacu pada suatu gugus organik yang memiliki atom nitrogen (N),
karena pada awalnya vitamin dianggap demikian. Kelak diketahui bahwa banyak
vitamin yang sama sekali tidak memiliki atom N. Dipandang dari sisi enzimologi
(ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi
oleh enzim. Pada dasarnya, senyawa vitamin ini digunakan tubuh untuk dapat
bertumbuh dan berkembang secara normal.
Vitamin adalah sekelompok senyawa organik berbobot molekul keci lyang
memiliki fungsi vital dalam metabolisme organisme. Dipandang dari sisienzimologi
(ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi

17
oleh enzim. Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat
bertumbuh dan berkembang dengan baik. Vitamin tersebut antara lain vitamin A, C,
D, E, K, dan B (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin, vitamin B6,
vitamin B12, dan folat). Walau memiliki peranan yang sangat penting, tubuh hanya
dapat memproduksi vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang tidak
aktif.
Oleh karena itu, tubuh memerlukan asupan vitamin yang berasal dari
makanan yang kita konsumsi. Buah-buahan dan sayuran terkenal memiliki
kandungan vitamin yang tinggi dan hal tersebut sangatlah baik untuk tubuh. Asupan
vitamin lain dapat diperoleh melalui suplemen makanan. Berbeda dengan vitamin
yang larut dalam lemak, jenis vitamin larut dalam air hanya dapat disimpan dalam
jumlah sedikit dan biasanya akan segera hilang bersama aliran makanan. Saat suatu
bahan pangan dicerna oleh tubuh, vitamin yang terlepas akan masuk ke dalam
aliran darah dan beredar ke seluruh bagian tubuh. Apabila tidak dibutuhkan,
vitamin ini akan segera dibuang tubuh bersama urin. Oleh karena hal inilah, tubuh
membutuhkan asupan vitamin larut air secara terus-menerus.
Bedasarkan kelarutannya vitamin dibagi menjadi dua kelompok, yaitu
vitamin yang larut dalam air (vitamin C dan semua golongan vitamin B) dan yang
larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K). Oleh karena sifat kelarutannya
tersebut, vitamin yang larut dalam air tidak dapat disimpan dalam tubuh, sedangkan
vitamin yang larut dalam lemak dapat disimpan dalam tubuh.
Vitamin yang larut dalam lemak adalah vitamin A, D, E dan K. Untuk
beberapa hal, vitamin ini berbeda dari vitamin yang larut dalam air. Vitamin ini
terdapat dalam lemak dan bagian berminyak dari makanan. Vitamin ini hanya
dicerna oleh empedu karena tidak larut dalam air.

2.3.3. Sumber Dan Macam Penyakit Yang Disebabkan Kekurangan Vitamin


1. Vitamin A
Vitamin A umumnya stabil terhadap panas, asam, dan alkali. Tetapi
mempunyai sifat yang mudah teroksidasi oleh udara dan akan rusak bila
dipanaskan pada suhu tinggi bersama udara, sinar dan lemak yang sudah

18
tengik. Sumber vitamin A adalah susu, ikan, sayuran berwarna hijau dan
kuning, hati, buah-buahan warna merah dan kuning (cabe merah, wortel,
pisang, pepaya, dan lain-lain). Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan
vitamin A adalah rabun senja, katarak, infeksi saluran pernapasan,
menurunnya daya tahan tubuh, kulit yang tidak sehat, dan lain-lain.
2. Vitamin B1
Sumber vitamin B1 adalah gandum, beras, daging, telur,susu dan
lainnya. Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B1 adlah
kulit kering/kusik/busik, kulit bersisik, daya tahan tubuh berkurang.
3. Vitamin B12
Vitamin B12 adalah vitamin yang sangat kompleks molekulnya
mengandung sebuah atom cobalt. Vit B12 terjadi dalam beberapa bentuk
dikenal sebagai kobalamina, salah satu yang paling aktif adalah
sianokobalamin. Sifat- sifatnya adalah larut dlm air, tahan panas, inaktif
oleh cahaya, asam keras atau larutan alkali. Sumber makanan yang
mengandung vitamin B12 adalah telur, daging, hati. Dan penyakit yang
ditimbulkan jika kekurangan vitamin ini adalah kurang darah, cepat lelah,
lesu,lemas, dan sebagainya.
4. Vitamin C
Dari semua vitamin yang ada, vit C merupakan vitamin yang paling
mudah rusak. Sangat larut dalam air, mudah teroksidasi dan proses tersebut
dipercepat oleh panas, sinar, alkali, enzim, oksidator serta oleh katalis
tembaga dan besi. Oksidasi akan terhambat bila vitamin C dibiarkan dalam
keadaan asam atau pada suhu rendah. Kelenjar adrenalin mengandung
vitamin C yang sangat tinggi.
Sumber utama vitamin C adalah jambu klutuk, jeruk, tomat, nanas
dan sayur segar. Akibat yang ditimbukkan jika tubuh kekurangan vitamin C
adalah mudah infeksi pada luka, gusi berdarah, sariawan, dll.
5. Vitamin D

19
Sumber makanan yang mengandung vitamin D adalah minyak ikan,
susu, telur dan keju. Akibat yang ditimbulkan jika kekurangan vitamin D
adalah gigi mudah rusak, otak kejang dan pertumbuhan tulang tidak baik.
6. Vitamin E
Vitamin E tahan terhadap suhu tinggi serta asam, karena bersifat
antioksidan, Vitamin E mudah teroksidasi terutama bila pada lemak yang
tengik, timah, garam besi serta mudah rusak oleh sinar UV.
Sumber makanan yang mengandung vitamin E adalah ikan, ayam,
kuning telur, minyak tumbuhan, dll. Penyakit yang ditimbulkan jika
kekurangan vitamin E adalah bisa menyebabkan mandul pada pria dan
wanita, kerusakan syaraf, dll.
7. Vitamin K
Vit K larut dalam lemak dan tahan panas, tetapi mudah rusak oleh
radiasi, asam dan alkali. Vit K sangat penting bagi pembentukan
protrombin. Kadar protrombin dalam darah yang tinggi baik untuk
penggumpalan darah.
Sumber utama vitamin K adalah telur, susu, dan sayuran segarr.
Akibat jika kekurangan vitamin K adalah darah sulit membeku ketika luka
atau pendarahan.

2.3.4. Macam- Macam Vitamin


1. Vitamin A
Vitamin A, yang juga dikenal dengan nama retinol, merupakan
vitamin yang berperan dalam pembentukkan indra penglihatan yang baik,
terutama di malam hari, dan sebagai salah satu komponen penyusun pigmen
mata di retina. Selain itu, vitamin ini juga berperan penting dalam menjaga
kesehatan kulit dan imunitas tubuh.
Vitamin ini bersifat mudah rusak oleh paparan panas, cahaya
matahari, dan udara. Sumber makanan yang banyak mengandung vitamin A,
antara lain susu, ikan, sayur-sayuran (terutama yang berwarna hijau dan

20
kuning), dan juga buah-buahan (terutama yang berwarna merah dan kuning,
seperti cabai merah, wortel, pisang, dan pepaya).
Apabila terjadi defisiensi vitamin A, penderita akan mengalami
rabun senja dan katarak. Selain itu, penderita defisiensi vitamin A ini juga
dapat mengalami infeksi saluran pernafasan, menurunnya daya tahan tubuh,
dan kondisi kulit yang kurang sehat. Kelebihan asupan vitamin A dapat
menyebabkan keracunan pada tubuh. Penyakit yang dapat ditimbulkan
antara lain pusing-pusing, kerontokan rambut, kulit kering bersisik, dan
pingsan.Selain itu, bila sudah dalam kondisi akut, kelebihan vitamin A di
dalam tubuh juga dapat menyebabkan kerabunan, terhambatnya
pertumbuhan tubuh, pembengkakan hati, dan iritasi kulit.
2. Vitamin B
Secara umum, golongan vitamin B berperan penting dalam
metabolisme di dalam tubuh, terutama dalam hal pelepasan energi saat
beraktivitas. Hal ini terkait dengan peranannya di dalam tubuh, yaitu sebagai
senyawakoenzim yang dapat meningkatkan laju reaksi metabolisme tubuh
terhadap berbagai jenis sumber energi. Beberapa jenis vitamin yang
tergolong dalam kelompok vitamin B ini juga berperan dalam pembentukan
sel darah merah (eritrosit). Sumber utama vitamin B berasal dari susu,
gandum, ikan, dan sayur-sayuran hijau.
3. Vitamin B1
Vitamin B1, yang dikenal juga dengan nama tiamin, merupakan
salah satu jenis vitamin yang memiliki peranan penting dalam menjaga
kesehatan kulit dan membantu mengkonversi karbohidrat menjadi energi
yang diperlukan tubuh untuk rutinitas sehari-hari.
Di samping itu, vitamin B1 juga membantu proses metabolisme
protein danlemak. Bila terjadi defisiensi vitamin B1, kulit akan mengalami
berbagai gangguan, seperti kulit kering dan bersisik. Tubuh juga dapat
mengalami beri-beri, gangguan saluran pencernaan, jantung, dan sistem
saraf. Untuk mencegah hal tersebut, kita perlu banyak mengonsumsi banyak

21
gandum, nasi, daging, susu, telur, dan tanaman kacang-kacangan. Bahan
makanan inilah yang telah terbukti banyak mengandung vitamin B1.
4. Vitamin B2
Vitamin B2 (riboflavin) banyak berperan penting dalam metabolisme
di tubuh manusia. Di dalam tubuh, vitamin B2 berperan sebagai salah satu
kompenen koenzim flavin mononukleotida (flavin mononucleotide, FMN)
dan flavin adenine dinukleotida (adenine dinucleotide, FAD). Kedua enzim
ini berperan penting dalam regenerasi energi bagi tubuh melalui proses
respirasi. Vitamin ini juga berperan dalam pembentukan molekulsteroid, sel
darah merah, dan glikogen, serta menyokong pertumbuhan berbagai organ
tubuh, seperti kulit, rambut, dan kuku.
Sumber vitamin B2 banyak ditemukan pada sayur-sayuran segar,
kacang kedelai, kuning telur, dan susu. Defisiensinya dapat menyebabkan
menurunnya daya tahan tubuh, kulit kering bersisik, mulut kering, bibir
pecah-pecah, dan sariawan.
5. Vitamin B3
Vitamin B3 juga dikenal dengan istilah niasin. Vitamin ini berperan
penting dalam metabolismekarbohidrat untuk menghasilkan energi,
metabolisme lemak, dan protein. Di dalam tubuh, vitamin B3 memiliki
peranan besar dalam menjaga kadar gula darah, tekanan darah tinggi,
penyembuhan migrain, dan vertigo. Berbagai jenis senyawa racun dapat
dinetralisir dengan bantuan vitamin ini.
Vitamin B3 termasuk salah satu jenis vitamin yang banyak
ditemukan pada makanan hewani, seperti ragi, hati, ginjal, daging unggas,
dan ikan. Akan tetapi, terdapat beberapa sumber pangan lainnya yang juga
mengandung vitamin ini dalam kadar tinggi, antara lain gandum dan
kentang manis. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan tubuh
mengalami kekejangan, keram otot, gangguan sistem pencernaan, muntah-
muntah, dan mual.
6. Vitamin B5

22
Vitamin B5 (asam pantotenat) banyak terlibat dalam reaksi
enzimatik di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan vitamin B5 berperan besar
dalam berbagai jenis metabolisme, seperti dalam reaksi pemecahan nutrisi
makanan, terutama lemak. Peranan lain vitamin ini adalah menjaga
komunikasi yang baik antara sistem saraf pusat dan otak dan memproduksi
senyawa asam lemak, sterol, neurotransmiter, dan hormon tubuh.
Vitamin B5 dapat ditemukan dalam berbagai jenis variasi makanan
hewani, mulai dari daging, susu, ginjal, dan hati hingga makanan nabati,
seperti sayuran hijau dan kacang hijau. Seperti halnya vitamin B1 dan B2,
defisiensi vitamin B5 dapat menyebabkan kulit pecah-pecah dan bersisik.
Selain itu, gangguan lain yang akan diderita adalah keram otot serta
kesulitan untuk tidur.
7. Vitamin B6
Vitamin B6, atau dikenal juga dengan istilah piridoksin, merupakan
vitamin yang esensial bagi pertumbuhan tubuh. Vitamin ini berperan
sebagai salah satu senyawa koenzim A yang digunakan tubuh untuk
menghasilkan energi melalui jalur sintesis asam lemak, seperti spingolipid
danfosfolipid.Selain itu, vitamin ini juga berperan dalam metabolisme
nutrisi dan memproduksi antibodi sebagai mekanisme pertahanan tubuh
terhadap antigen atau senyawa asing yang berbahaya bagi tubuh.
Vitamin ini merupakan salah satu jenis vitamin yang mudah
didapatkan karena vitamin ini banyak terdapat di dalam beras, jagung,
kacang-kacangan, daging, dan ikan. Kekurangan vitamin dalam jumlah
banyak dapat menyebabkan kulit pecah-pecah, keram otot, dan insomnia.
8. Vitamin B12
Vitamin B12 atau sianokobalamin merupakan jenis vitamin yang
hanya khusus diproduksi oleh hewan dan tidak ditemukan pada tanaman.
Oleh karena itu, vegetarian sering kali mengalami gangguan kesehatan
tubuh akibat kekurangan vitamin ini. Vitamin ini banyak berperan dalam
metabolisme energi di dalam tubuh. Vitamin B12 juga termasuk dalam salah
satu jenis vitamin yang berperan dalam pemeliharaan kesehatan sel saraf,

23
pembentukkan molekul DNA dan RNA, pembentukkan platelet darah.
Telur, hati, dan daging merupakan sumber makanan yang baik untuk
memenuhi kebutuhan vitamin B12. Kekurangan vitamin ini akan
menyebabkan anemia (kekurangan darah), mudah lelah lesu, dan iritasi
kulit.
9. Vitamin C
Vitamin C (asam askorbat) banyak memberikan manfaat bagi
kesehatan tubuh kita. Di dalam tubuh, vitamin C juga berperan sebagai
senyawa pembentuk kolagen yang merupakan protein penting penyusun
jaringankulit, sendi, tulang, dan jaringan penyokong lainnya. Vitamin C
merupakan senyawa antioksidan alami yang dapat menangkal berbagai
radikal bebas dari polusi di sekitar lingkungan kita.
Terkait dengan sifatnya yang mampu menangkal radikal bebas,
vitamin C dapat membantu menurunkan laju mutasi dalam tubuh sehingga
risiko timbulnya berbagai penyakit degenaratif, seperti kanker, dapat
diturunkan. Selain itu, vitamin C berperan dalam menjaga bentuk dan
struktur dari berbagai jaringan di dalam tubuh, seperti otot.
Vitamin ini juga berperan dalam penutupan luka saat terjadi
pendarahan dan memberikan perlindungan lebih dari infeksi
mikroorganisme patogen. Melalui mekanisme inilah vitamin C berperan
dalam menjaga kebugaran tubuh dan membantu mencegah berbagai jenis
penyakit. Defisiensi vitamin C juga dapat menyebabkan gusi berdarah dan
nyeri pada persendian. Akumulasi vitamin C yang berlebihan di dalam
tubuh dapat menyebabkan batu ginjal, gangguan saluran pencernaan, dan
rusaknya sel darah merah.
10. Vitamin D
Vitamin D juga merupakan salah satu jenis vitamin yang banyak
ditemukan pada makanan hewani, antara lain ikan, telur, susu, serta produk
olahannya, seperti keju. Bagian tubuh yang paling banyak dipengaruhi oleh
vitamin ini adalah tulang. Vitamin D ini dapat membantu metabolisme

24
kalsium dan mineralisasi tulang. Sel kulit akan segera memproduksi vitamin
D saat terkena cahaya matahari (sinar ultraviolet).
Bila kadar vitamin D rendah maka tubuh akan mengalami
pertumbuhan kaki yang tidak normal, dimana betis kaki akan membentuk
huruf O dan X.Di samping itu, gigi akan mudah mengalami kerusakan dan
otot pun akan mengalami kekejangan. Penyakit lainnya adalahosteomalasia,
yaitu hilangnya unsur kalsium dan fosfor secara berlebihan di dalam tulang.
Penyakit ini biasanya ditemukan pada remaja, sedangkan pada
manula, penyakit yang dapat ditimbulkan adalah osteoporosis, yaitu
kerapuhan tulang akibatnya berkurangnya kepadatan tulang. Kelebihan
vitamin D dapat menyebabkan tubuh mengalami diare, berkurangnya berat
badan, muntah-muntah, dan dehidrasiberlebihan.
11. Vitamin E
Vitamin E berperan dalam menjaga kesehatan berbagai jaringan di
dalam tubuh, mulai dari jaringan kulit, mata, sel darah merah hingga hati.
Selain itu, vitamin ini juga dapat melindungi paru-paru manusia dari polusi
udara. Nilai kesehatan ini terkait dengan kerja vitamin E di dalam tubuh
sebagai senyawa antioksidan alami.
Vitamin E banyak ditemukan pada ikan, ayam, kuning telur, ragi,
dan minyak tumbuh-tumbuhan. Walaupun hanya dibutuhkan dalam jumlah
sedikit, kekurangan vitamin E dapat menyebabkan gangguan kesehatan
yang fatal bagi tubuh, antara lain kemandulan baik bagi pria maupun wanita.
Selain itu, saraf dan otot akan mengalami gangguan yang berkepanjangan.
12. Vitamin K
Vitamin K banyak berperan dalam pembentukan sistem peredaran
darah yang baik dan penutupan luka. Defisiensi vitamin ini akan berakibat
pada pendarahan di dalam tubuh dan kesulitan pembekuan darah saat terjadi
luka atau pendarahan.
Selain itu, vitamin K juga berperan sebagaikofaktor enzim untuk
mengkatalis reaksi karboksilasi asam amino asam glutamat. Oleh karena itu,
kita perlu banyak mengonsumsi susu, kuning telur, dan sayuran segar yang

25
merupakan sumber vitamin K yang baik bagi pemenuhan kebutuhan di
dalam tubuh.

2.4 Hormon
Hormon adalah zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar endokrin yang mempunyai
efek tertentu pada aktifitas organ-organ lain dalam tubuh. Hormon adalah zat kimia yang
dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar buntu.

2.4.1. Definisi Hormon


Hormon adalah zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar endokrin yang
mempunyai efek tertentu pada aktifitas organ-organ lain dalam tubuh.
Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau
kelenjar buntu. Kelenjar ini merupakan kelenjar yang tidak mempunyai saluran
sehingga sekresinya akan masuk aliran darah dan mengikuti peredaran darah ke
seluruh tubuh. Apabila sampai pada suatu organ target , maka hormon akan
merangsang terjadinya perubahan. Pada umumnya pengaruh hormon berbeda
dengan saraf. Perubahan yang dikontrol oleh hormon biasanya merupakan
perubahan yang memerlukan waktu panjang.Contohnya pertumbuhan dan
pemasakan seksual.
Hormon (dari bahasa yunani yaitu hman “yang menggerakan”) adalah
pembawa pesan kimiawi antarsel atau antar kelompok sel. Semua organisme
multiselular , termasuk tumbuhan memproduksi hormon. Hormon berfungsi untuk
memberikan sinyal ke sel target yang selanjutnya akan melakukan suatu tindakan
atau aktivitas tertentu.
Pada prinsipnya pengaturan produksi hormon dilakukan oleh hipotalamus
( bagian dari otak ) . hipotalanus mengiontrol sekresi banyak kelenjar yang lain,
terutama melalui kelnjar pituitari , yang juga mengotrol kelenjar-kelenjar lain.
Hipotalamus akan memerintahkan kelenjar pituitari untuk meneksreksikan
hormonnya dengan mengirim impuls saraf ke lobus posteriornya.

2.4.2. Klasifikasi Hormon

26
Hormon dapat diklasifikasikan melalui berbagai cara yaitu menurut
komposisi kimia, sifat kelarutan , lokasi resptor dan sifat sinyal yang mengantarai
kerja hormon di dalam sel :
1. Kalsifikasi hormon berdasarkan senyawa kimia pembentuknya
a. Golongan steroid yang termasuk golongan ini adalah turunan dari
kolestrol yaitu androgen , esterogen dan adrenokortikoid.
b. Golongan Eikosanoid yaitu asam arachidonat
c. Golongan derivat Asam Amino dengan molekul yang kecil , yang
termasuk golongan ini adalah Thyroid , katekolamin , epinefrin dan
trioksin.
d. Golongan polipeptida / protein antara lain insulin , glukagon , GH,
TSH , oksitosinvasoperin, hormon yang dikeluarkan oleh mukosa
dan lain-lain.
2. Berdasarkan sifat kelarutan molekul hormonLipofilik :
a. Kelompok hormon yang dapat larut dalam lemak contohnya hormon
golongan asteroid (estrogen, progesteron, testoreon, glukokortikoid,
aldostreon) dan tironin (misalnya trioksin).
b. Hidrofilik yaitu kelompok hormon yang dapat larut dalam air,
contohnya insulin , glukagon, hormon adrenokortikropik (ACTH)
gastrin dan katekolamin (misalanya dopamin, norepinefrin,
epinefrin).
3. Berdasarkan lokasi reseptor hormon
a. Hormon yang berkaitan dengan hormon dengan reseptor intraseluler
b. Hormon yang berkaitan dengan reseptor permukaan sel
(plasmamembran)
4. Berdasarkan sifat sinyal yang mengantarai kerja hormon di dalam sel
Yaitu kelompok hormon yang mengginakan kelompok second
mesengger senyawa seperti CAMP, CGMP, Ca2+, fosfoinistol, lintasan
kinase sebagai mediator itraseluler
5. Berdasarkan pola siklus sekresi hormon , maka dibedakan atas :

27
a. Sekresi diumal dalah pola yang naik dan turun dalam periode 24 jam
contohnya kortisol, dimana kadar kortisol mengikat pada pagi hari
dan turun pada malam hari.
b. Pola sekresi hormonal pilsatif dan siklik naik turun sepaanjang
waktu tertentu , seperti bulanan , contohnya estrogen dimana
merupakan non siklik dengan puncak dan lembahnya meneybabakan
siklus mensturasi.
c. Tipe sekresi hormonal yang ketiga adalah variabel dan tergantung
pada kadar subtart lainnya , contohnya hormon paratroid diman
proses sekresinya tergantung respons terhadap kadar kalsium serum.

2.4.3. Fungsi Dan Peran Hormon


1. Anti diuretic hormone (ADH) : meningkankan absorbs air dari tubulus
ginjal dan meningkatkan tekanan darah.
2. Oksitosin : merasang kontaraksi uterus , pengeluaran air susu
3. Growth hormone (GH) : merangsang pertumbuhan tulang dan otot,
meningkatakan sintesis protein, mobilisasi lemak , menurunkan
metabolosme karbohidrat .
4. Prolaktin : meningkatkan perkembangan payudara selama kehamilan dan
produksi air susu setelah kelahiran.
5. Tirod stimulating hormone (TSH) : merangasang produksi dan sekresi
hormone tiroid.
6. Adenocortcotropic hormone (ACTH) : mernagsang sekresi dan produksi
hormone seteroid dan korteks adrenal
7. Luteinizing hormone (LH) : merangasang pertumbuhan korfus luteum ,
ovulasi, produksi esteropgen dan progeteron (pada wanita ) merangsang
sekresi testosterone , perkembangan jaringan interstisial (pada pria)
8. Folicel stimulating hormone : merangsang pertumbuhan folikel telur dan
ovulasi ( pada wanita ) merangsang produksi sperma ( pada pria)
9. Melanosit stimulating hormone : bersanma dengan ACTH terlibat dalam
pembentukan kulit.

28
10. Tiroksin (T4) dan triidotironin (T3) : menibgkatakan laju metabolisme ,
sensitifitas kardio vaskuler terhadap aktifasi saraf simpatik , mempengaruhi
kematangan homeostasis otot skelet.
11. Kalsitonin : menurunkan konsentarasi Ca dan Fosfat
12. Hormoon paratiroid : meningkatakan konsentarasi Ca dalam darah ,
menurunkan kadar fosfat darah , bekerja memepengaruhi tulang , usus,
ginjal, dan sel-sel lainnya .
13. Adrenalin / epinefrin : meningkatakan kecepatan denyut jantung , dan
tekanan darah , mengatur diameter arterio , merangsang kontaraksi otot
polos , meningkatkan konsentarasi gula darah .
14. Noradrenalin / noripenefrin : menyebabkan kostriksi arteriol dan
meningkatakan laju metabolism .
15. Glukokortikoid (kortison dan kortikosteron) : mempengaruhi proses
metabolisme, mengatur konsentarasi gula darah, anti inplamasi,
memepengaruhi prose pertumbuhan, menurunkan pengaruh sters dan sekresi
ACTH
16. Insulin : menurunkan gula darah , meningkatakan simpanan glikogen ,
mempengaruhi otot, hati dan jaringan adipose.
17. Glucagon : menigkatakan kadar gula darah
18. Esterogen : mempengaruhi perkembangan organ seks dan cirri-ciri kelamin
wanita, mernagsang perekembangan polikel telur, mempengaruhi siklus
mensturasi, merangasang peneaalan dinding ueterus dan memelihara
kehamilan.
19. Progesterone : mempengaruhi siklus mensturasi, merangasang peneaalan
dinding ueterus dan memelihara kehamilan.
20. Human chorionic gonadotripin (HCG) : memelihara kehamilan
21. Tetosteron : mempengaruhi perekembangan oragan seks dari ciri kelamin
pria serta pembentukanm sperma.

2.4.4. Mekanisme Kerja Hormon


1. Mekanisme karja hormone melalui “second messenger camp”

29
a. Hormone berikatan pada reseptornya yang kemudian berkaitan pada
sebuah protein G.
b. Protein G kemudian teraktivasi ketika berkaitan dengan GTP
menggantikan GDP.
c. Protein G yang teraktivasi mengaktifkan enzim efektor berupa
adenilat siklase
d. Adenilat siklase menghasilkan camp (second messenger) dari ATP.
e. Camp mengaktivkan protein kinase, yang kemudian menyebabkan
efek seluler.
2. Mekanisme kaerja hormone melalui PIP-calsium.
a. Hormone berkaitan dengan reseptor dan mengaktifkan protein G.
b. Protein G berkaitan dan mengaktifkan enzim fosfolipase.
c. Fosfolipase tersebut memecah fosfolipid PP2 menjadi diacylglycerol
(DAG) dan Inositol trifosfat (IP) dan keduanya bekerja sebagai
second messengers.
d. DAG mengaktifkan protein kinase, IP3 memacu pelepasan simpanan
Ca2+.
e. Ion Ca2+ sebagai third messenger merubah respon seluler.
3. Mekanisme kerja hormone reproduksi
a. Hormone steroid dan hormone tiroid berdifusi secara mudah
kedalam sel targetnya.
b. Ketika berada di dalam, hormon berkaitan dan mengaktivasi reseptor
intraseluler.
c. Komplek hormonreseptor berpindah ke dalam inti dan berkaitan
pada protein reseptor di dalam DNA.
d. Interaksi tersebut menyebabkan terjadi transkripsi DNA membentuk
mRNA.
e. mRNA diterjemahkan ke dalam protein, yang membawa efek seluler
untuk menjawab isi pesan yang dibawa oleh hormone.

2.4.5. Sifat- Sifat Hormon

30
1. Suatu chemical messenger yang dihasilkan oleh endokrin
2. Disekresikan langsung ke dalam aliran darah
3. Fungus sebagai katalisator rekasi kimia dalam tubuh dan control berbagai
proses metabolisme (reproduksi; pertumbuhan dan perkembangan;
mempertahankan homeostatis; pengadaan; penggunaan dan penyimpanan
energi)
4. Kadarnya dalam sirkulais darah dapat menggambarkan aktivitas dari sel
kelenjar endokrin
5. Memiliki organ atau jaringan target tertentu
6. Berbentuk amine, polipeptida, protein, steroid.

2.4.6. Penyakit Akibat Gangguan Hormon


1. Penyakit Addison
Penyakit Addison terjadi karena sekresi yang berkurang dari
glukokortikoid. Hal ini dapat terjadi misalnya karena kelenjar adrenal
terkena infeksi atau oleh sesab autoimun. Gejala-gejalanya berupa :
a. Berkurangnya volume dan tekanan darah karena turunnya kadar Na+
dan volume air dari cairan tubuh
b. Lesu mental dan fisik
c. Hipoglikemia dan turunnya daya tahan tubuh terhadap stress,
sehingga penderita mudah menjadi shock dan terjadi kematian hanya
karena stress kecil saja misalnya flu atau kelaparan.
2. Syndrome Cushing
Kumpulan gejala-gejala penyakit yang disebabkan oleh sekresi
berlebihan dari glukokortikoid seperti tumor adrenal dan hipofisis.Juga
dapat disebabkan oleh pemerian obat-obatan kortikosteroid yang berlebihan.
Gejala-gejala yang terjadi adalah sebagai berikut :
a. Otot-otot mengecil dan menajdi lemah karena katabolisme protein.
b. Osteoporosis
c. Luka yang sulit sembuh
d. Gangguan mental misalnya euphoria (terasa segan)

31
3. Peokromositoma
Tumor adrenal medulla yang menyebabkan hipersekresi adrenalin
dan nonadrenalin dengan akibat sebagai berikut :
a. Basa metabolism meningkat
b. Glukosa darah meningkat
c. Jantung berdebar
d. Tekanan darah tinggi
e. Berkurangnya fungsi saluran perncernaan
f. Keringat pada telapak tangan
4. Hipertiroidea
Keadaan dimana hormone tiroid disekresikan melebihi kadar normal.
Gejala-gejalanya berupa berat badan menurun, gemetaran, berkeringat,
nafsu makan besar, dan jantung berdebar.Hipertiroidea paling sering
terdapat pada penyakit Graves, suatu penyakit auto imun dimana terbentuk
antibody terhadap reseptor TSH pada sel-sel tiroid, mengaktifkan reseptor-
reseptor.
5. Hiperpituitarisme
Hiperpituitarisme merupakan sesuatu suatu sekresi yang berlebihan
hormone hipifisis anterior yang terjadi akibat adanya tumor.
6. Hipopituitarisme
Hipopituitarisme merupakan fungsi lobus anterior kelenjar hiposfisa
terutama pada bagian interior.
7. Tiroiditis
Tiroiditis adalah suatu peradangan pada kelenjar tiroid yang
disebabkan infeksi viral seperti HFV dan virus beguk pada tiroiditis
dubakut.
8. Tumor tiroid
Tumor tiroid adalah neuplasma unik pada kelenjar tiroid yang sangat
kerap disertai dengan metastasis pada organ yang jauh dari lokasi primer.
9. Hiperparatiroid

32
Penurunan produksi hormone oleh kelenjar paratiroid menyebabkan
kadar kalsium dalam darah rendah.
10. Pangkreatitis
Pangkreatitis adalah peradangan pada pangkreas yang dapat
mengeluarkan enzim percernaan dalam saluran pencernaan sekaligus
mensintesis dan mensekresi insulin dan glucagon.

2.4.7. Jenis- Jenis Hormon Dan Fungsinya


Secara umum, hormon di dalam tubuh berfungsi dalam mengkoordinasi kan
proses-proses fisiologis dalam tubuh kita. Setidaknya ada 3 fungsi utama dari
sistem hormon, yaitu:
1. Mempertahankan keseimbangan tubuh
2. Merespons stress pada tubuh secara tepat
3. Mengatur pertumbuhan dan perkembangan tubuh
Ada banyak jenis hormon yang disekresi kan oleh kelenjar endokrin, dengan
beragam fungsi serta peranan masing-masing. Berbagai macam hormon pada
manusia beserta fungsinya antara lain sebagai berikut:
1. Kortikotropin Hipotalamus-Releasing Hormone (CRH)
Kortikotropin adalah hormon stimulator hormon dari golongan
kortikosteroid, dengan panjang 39 AA dan waktu paruh sekitar 10
menit.Hormon ini merangsang kelenjar hipofisis dan mengeluarkan hormon
adrenokortikotropik (ACTH). Peran utama ACTH adalah menstimulasi
sintesis dan sekresi glukokoetikoid dan androgen pada korteks
adrenal melalui pencerap ganda protein-G yang bergantung pada
mekanisme cAMP.
2. Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH)
Gonadotropin-releasing hormone (GnRH), berfungsi untuk
merangsang kelenjar hipofisis mengeluarkan hormon luteinizing (LH) dan
follicle-stimulating hormone (FSH). GnRH disintesis dan dilepaskan dari
neuron dalam hipotalamus. Ada perbedaan dalam sekresi GnRH antara
wanita dan pria. Pada laki-laki, GnRH disekresi dalam pulsa pada frekuensi

33
konstan.Akan tetapi, pada wanita, frekuensi pulsa bervariasi selama siklus
menstruasi, dan ada gelombang besar GnRH sesaat sebelum ovulasi.
GnRH ditemukan di organ luar hipotalamus dan pituitari, dan
perannya dalam proses kehidupan lainnya adalah kurang dipahami. Sebagai
contoh, ada kemungkinan menjadi peran GnRH1 dalam plasenta dan dalam
gonad. Reseptor GnRH dan GnRH juga ditemukan dalam kanker ovarium,
payudara, prostat, dan endometrium.
3. Thyrotropin-Releasing Hormone (TRH)
Thyrotropin-releasing hormone (TRH) berfungsi untuk merangsang
pituitary untuk rilis thyroid-stimulating hormone (TSH). Thyrotropin-
releasing hormone (TRH), juga disebut thyrotropin-releasing factor (TRF),
thyroliberin atau protirelin, adalah tropik tripeptide hormon yang
merangsang pelepasan thyroid-stimulating hormone dan prolaktin oleh
hipofisis anerior. TRH telah digunakan secara klinis untuk pengobatan
degenerasi spinocerebellar dan gangguan kesadaran pada manusia. TRH
diproduksi oleh hipotalamus dalam neuron medial nukleus paraventrikular.
4. Pertumbuhan Hormon-Releasing Hormone (PHRH)
Pertumbuhan hormon-releasing hormone berfungsi untuk
merangsang pelepasan hormon pertumbuhan (GH) dari (peningkatan
GHRH) hipofisis. Hormon pertumbuhan (GH) adalah hormon peptida
berbasis protein.Ini merangsang pertumbuhan, reproduksi sel dan regenerasi
pada manusia dan hewan lainnya. Hormon pertumbuhan adalah asam 191-
amino rantai polipeptida tunggal yang disintesis, disimpan, dan disekresi
oleh sel-sel somatotroph dalam sayap lateral kelenjar hipofisis anterior.
Hormon pertumbuhan digunakan dalam obat untuk mengobati gangguan
pertumbuhan anak dan defisiensi hormon pertumbuhan dewasa.Dalam
beberapa tahun terakhir, terapi pengganti hormon pertumbuhan telah
menjadi populer dalam pertempuran melawan penuaan dan obesitas.
5. Hormon Somatostatin
Hormon somatostatin berfungsi untuk menghambat pelepasan GH
dari hipofisis. Somatostatin adalah hormon peptida yang mengendalikan

34
sistem endokrin dan berpengaruh terhadap transmisi sinyal saraf dan
perkembangan sel tubuh.GHIH mempunyai dua bentuk dari irisan sebuah
preproprotein, satu dengan 14 asam amino dan 28 asam amino.
GHIH disekresi oleh beberapa organ antara lain lambung, usus, sel
delta pankreas, dan neuron dari nukleus perventrikular dari hipotalamus dan
kelenjar. GHIH adalah sebuah hormon inhibitor yang antagonis terhadap
GHRH dalam proses sekresi GH.
6. Hormon Dopamin
Hormon dopamin berfungsi untuk menghambat pelepasan prolaktin
dari hipofisis. Dopamin merupakan suatu hormon yang dihasilkan oleh
hipotalamus. Dopamin yang berlebihan dapat menyebabkan skizofrenia dan
bila kekurangan dapat menyebabkan penyakit parkinson.
Dopamin diproduksi di beberapa daerah otak, termasuk substantia
nigra dan daerah tegmental ventral. Dopamin juga neurohormon dikeluarkan
oleh hipotalamus. Fungsi utamanya sebagai hormon adalah untuk
menghambat pelepasan prolaktin dari lobus anterior hipofisis.
7. ACTH
ACTH berfungsi untuk merangsang pelepasan hormon dari korteks
adrenal. Andrenocorticotrophic (corticotropia, ACTH) berfungsi
memeliharab pertumbuhan dan perkembangan normal korteks adrenal dan
merangsang untuk mengsekresikan kortisol dan glucocorticoid yang
lain.Hormon ACTH dihasilkan oleh kelenjar hipofisis anterior.Peran utama
ACTH adalah menstimulasi sintesis dan sekresi glukokortikoid dan
androgen pada korteks adrenal melalui pencerap ganda protein-G yang
bergantung pada mekanisme cAMP.
8. Luteinizing Hormone (LH)
Luteinizing hormone (LH) pada wanita berfungsi uintuk merangsang
produksi hormon seks (yaitu, estrogen) dalam ovarium serta selama
ovulasi.Sedangkan pada pria berfungsi untuk merangsang produksi
testosteron di testis.

35
Pada wanita, pada saat menstruasi, FSH inisiat pertumbuhan folikel,
khususnya yang mempengaruhisel-sel granulosa. Dengan kenaikan estrogen,
reseptor LH juga diekspresikan pada folikel matang yang menghasilkan
peningkatan jumlah estradiol. Dalam kasus kehamilan, fungsi luteal akan
lebih dipelihara oleh aksi hCG (hormon yang sangat mirip dengan LH) dari
kehamilan yang baru didirikan. LH mendukung sel teka di ovarium yang
memberikan androgen dan prekursor hormon untuk produksi estradiol.
Pada pria, LH bertindak atas sel-sel Leydig dari testis dan
bertanggung jawab untuk produksi testosteron, sebuah androgen yang
diberikannya baik aktivitas endokrin dan aktivitas intratesticular pada
spermatogenesis.
9. Follicle Stimulating Hormone (FSH)
Follicle stimulating hormone pada wanita berfungsi untuk
merangsang perkembangan folikel.Sedadngkan pada pria, merangsang
produksi sperma.Gonadotropin, yang terdiri dari Follicle stimulating
hormone (FSH) dan Luteinizing hormone (LH).Somatotropic hormone
(Ghowth hormone, GH) yaitu hormone yang menyebabkan pertumbuhan
dari semua jaringan tubuh yang dapat tumbuh.
Hormon perangsang folikel adalah hormon yang dikeluarkan
olehgonadotrop.FSH berfungsi untuk memacu pertumbuhan sel telur dalam
ovarium. Pada pria, FSH mengatur dan memelihara proses pembentukan
sperma. Pada wanita, FSH membantu mengontrol siklus menstruasi dan
produksi telur oleh ovarium . Jumlah FSH bervariasi sepanjang siklus
menstruasi wanita dan tertinggi sebelum dia melepaskan telur
(ovulasi).Sedangkan pada pria, FSH membantu mengontrol produksi
sperma. Jumlah FSH pada pria biasanya tetap konstan.
10. Thyroid Stimulating Hormone (TSH)
Thyroid Stimulating Hormone (TSH) berfungsi untuk merangsang
pelepasan hormon tiroid. Hormone tirotropin (Tiroid stimulating hormone,
TSH) berfungsi memelihara pertumbuhan dan perkembangan kelenjar
targetnya (tiroid kelenjar gondok) dan merangsang tiroid untuk

36
mensekresikan hormone tiroksin.SH menstimulasi kelenjar tiroid untuk
mengeluarkan hormon tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3).
11. Growth Hormone (GH)
Hormon pertumbuhan (GH) adalah hormon peptida yang
merangsang pertumbuhan, sel reproduksi dan regenerasi pada manusia dan
hewan lainnya. Hormon pertumbuhan adalah asam 191-amino rantai tunggal
polipeptida yang disintesis, disimpan, dan dikeluarkan oleh somatotrophsel
dalam sayap lateralhipofisis anterior kelenjar. Somatotropin (STH) mengacu
padahormon pertumbuhan 1diproduksi secara alami pada hewan, sedangkan
somatropin merujuk pada hormon pertumbuhan yang diproduksi oleh
teknologi DNA rekombinan, dan disingkat "HGH" pada manusia.
12. Hormon Prolaktin
Prolaktin (Luteotropic hormone, LTH) berfungsi untuk merangsang
sekresi kelenjar susu (glandula mamae). Prolaktin terdapat ada sebagian
besar hewan termasuk manusia.Prolaktin, hormon pertumbuhan (Growth
Hormone) dan Placental Lactogen (PL atau chorionic somatomammotropin
(CS)), merupakan anggota dari hormon polipeptida berdasarkan sekuen
asam amino yang homolog. Prolactin diproduksi oleh sel yang terdapat pada
anterior pituitary, fungsi utama dari hormon prolaktin yaitu menginduksi
dan pemeliharaan laktasi pada mamalia.Hormon Prolaktin dihasilkan oleh
kelenjar hipofisa bagian depan yang ada di dasar otak. Prolaktin merangsang
kelenjar susu untuk memproduksi ASI, sedangkan rangsangan pegeluaran
prolaktin ini adalah pengosongan ASI dari gudang ASI (Sinus Lactiferus).
13. Vasopresin/Antidiuretik Hormone (ADH)
Vasopresin berfungsi untuk membantu mengontrol air tubuh dan
kadar elektrolit. Vasopresin adalah hormon yang yang dapat ditemui di
semua mamalia, termasuk manusia. VP adalah sebuah hormon peptida yang
mengatur penyerapan kembali molekul yang berada pada ginjal dengan
memengaruhi permeabilitas jaringan dinding tubules, sehingga berfungsi
untuk mengatur pengeluaran urin.

37
2.5 Plasebo
Plasebo adalah metode untuk menguji efektivitas obat atau suatu perawatan medis
tertentu sebelum dipergunakan secara massal. Plasebo bisa berupa pil, suntikan, atau
metode pengobatan lainnya.

2.5.1. Definisi Plasebo


Plasebo (placebo) adalah perlakuan secara pura- pura (sham treatment).
Istilah plasebo diambil dari bahasa latin yang artinya “I shall please” (sekedar
membuat orang senang). Plasebo ini banyak digunakan dalam bidang farmakologi,
yaitu pemberian pil yang terbuat dari tepung dan gula yang tidak memberikan efek
apapun kepada subjek yang mengkonsumsinya. Plasebo ini bentuknya berkembang,
selain pil dapat berupa obat tanpa khasiat, zat yang tidak aktif, atau injeksi yang
diisi oleh zat- zat yang tidak berbahaya dantidak menimbulkan efek apapun.
Di dalam melakukan penelitian farmakologi, banyak menggunakan plasebo
sebagai kontrol untuk mengetahui khasiat suatu obat. Tujuan pemberian plasebo
adalah mengendalikan apakah subjek yang mengkonsumi suatu obat sembuh karna
faktor obatnya atau sugesti dari obat. Banyak diketahui dalam berbagai pengalam,
bahwa seseorang merasakan sembuh setelah minum obatnya, tetapi belum diketahui
secara pasti apakah kesembuhannya itu benar- benar karna obat yang
dikonsumsinya, atau faktor sugesti obatnya.
Pemberian obat plasebo tersebut dimaksudkan untuk mengendalikan adanya
faktor sugesti tadi, sehingga hasil eksperimennya lebih meyakinkan. Sebuah
penelitian di Britania yang dilakukan oleh Bneton dan Robert pada 1988 untuk
mengetahui pengaruh pemberian makanan terhadap fungsi kognisi. Eksperimen
dilakukan terhadap dua kelompok anak, satu kelompok diberi pil yang mengandung
vitamin dan kelompok yang lain diberi pil plasebo. Setelah delapan bulan
berlangsung, ternyata pada kelompok pertama mengalami peningkatan inteligensi
non- verbal sebanyak 9 point, sementara kelompok kedua tidak mengalami
kenaikan inteligensi. Penelitian ini merupakan salah satu contoh dari banyak
eksperimen bidang farmakoterapi dengan memanfaatkan plasebo.

38
Di dalam penelitian- penelitian psikologi, khususnya eksperimen di bidang
psikoterapi dan intervensi lainnya, mulai dikenal dengan konsep plasebo itu dalam
beberapa tahun terakhir, sebagai adaptasi dari model yang dikembangkan pada
bidang farmakologi. Penggunaan plasebo dalam bidang psikologi berangkat dari
pandangan bahwa sangat dimungkinkan juga perunahan- perubahan perilaku subjek
setelah mengikuti psikoterapi bukan disebabkan oleh faktor psikoterapi terapi
karena efek plasebo.

2.5.2. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Efek Plasebo


1. Sifat obat ini kosong. Jika pil terlihat otentik, konsumen lebih cenderung
percaya bahwa pil itu mengandung obat. Penelitian lain menunjukkan
bahwa pil yang lebih besar memiliki dosis yang lebih tinggi daripada pil
yang lebih kecil dan mereka yang mengonsumsi dua pil bereaksi lebih cepat
daripada menelan. Secara umum, suntikan memiliki efek yang lebih kuat
daripada pil.
2. Sikap seseorang. Jika seseorang mengharapkan pengobatan yang efektif,
efek plasebo lebih mungkin terjadi. Beberapa penelitian menunjukkan
bahwa efek plasebo tetap ada bahkan jika orang tersebut skeptis tentang
keberhasilannya. Kemungkinan besar, kekuatan sugestif bekerja di sini.
3. Hubungan antara dokter dan pasien. Jika seseorang mempercayai dokternya,
obat buta itu lebih mungkin bekerja.
2.5.3. Cara Kerja Efek Plasebo
Meskipun tidak memberikan efek medis sama sekali, efek psikologis yang
timbul dari pemberian obat plasebo terbukti efektif pada beberapa kasus. Ini karena
tubuh dan pikiran kita secara fundamental terhubung dengan sistem yang kompleks.
Efek plasebo merangsang pikiran dengan hal-hal positif yang meningkatkan
suasana hati. Karena itu, efek plasebo dapat membantu pasien dengan gangguan
mental. Selain itu, efek plasebo terbukti efektif dalam mengatasi rasa sakit.
Merangsang pusat kendali rasa sakit di otak dengan efek plasebo dapat membantu
meringankan rasa sakit. Efek plasebo sulit dipahami secara ilmiah, tetapi efek
terapeutiknya dapat menawarkan manfaat besar.

39
Placebo adalah metode yang efektif untuk pengujian obat dan perawatan
medis. Namun, karena metode ini bekerja dengan obat-obatan yang salah, sering
disalahgunakan untuk menyesatkan publik untuk tujuan pemasaran. Efek negatif
lain dari plasebo adalah efek bumerangnya. Misalnya, ketika orang yang depresi
mengambil obat plasebo, mereka jelas memiliki harapan dari efek obat tersebut
dalam mengobati penyakit mereka. Namun, karena efek psikologis plasebo hanya
sementara, metode ini dapat menjadi bumerang jika gejala depresi kambuh.
Plasebo adalah metode pengujian efektivitas obat atau perawatan medis
tertentu sebelum digunakan dalam jumlah besar. Plasebo dapat diberikan dalam
bentuk pil, suntikan, atau perawatan lain. Plasebo sering disebut sebagai obat putih
karena plasebo tidak mengandung bahan aktif yang dikatakan meningkatkan atau
meningkatkan kesehatan. Orang-orang yang menerima plasebo tidak tahu bahwa
mereka menggunakan obat kosong dan percaya bahwa mereka menggunakan obat
asli dan membuat kemajuan pada obat atau perawatan medis yang mereka minum.
Pada kenyataannya tidak ada efek.
Misalnya Para peneliti ingin menguji pereda nyeri. Beberapa orang dipilih
sebagai topik penelitian. Setengah dari orang-orang ini menerima penghilang rasa
sakit yang benar-benar mengandung zat obat, sementara setengahnya menerima
obat kosong. Dengan plasebo, peneliti dapat mengetahui apakah obat ini benar-
benar efektif atau apakah pasien merasa lebih baik karena mereka tahu mereka telah
minum obat penghilang rasa sakit. Jawaban yang ditampilkan bisa positif atau
negatif.
Para ilmuwan sering menggunakan plasebo selama penelitian untuk
memahami berbagai jenis efek farmakologis yang dapat terjadi pada siapa pun.
Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk dan sifat efek plasebo
memengaruhi efektivitas. Misalnya obat besar lebih baik daripada obat kecil.

40
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Vaksin adalah sejenis produk biologis yang mengandung unsur antigen berupa
virus atau mikroorganisme yang sudah mati atau sudah dilemahkan dan juga berupa toksin
mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksid atau protein rekombinan, yang sudah
ditambahkan dengan zat lainnya. Vaksin berguna untuk membentuk kekebalan spesifik
secara aktif terhadap penyakit tertentu.
Serum adalah bagian cair darah yang tidak mengandung sel-sel darah dan faktor-
faktor pembekuan darah. Protein-protein koagulasi lainnya dan protein yang tidak terkait
dengan hemostasis, tetap berada dalam serum dengan kadar serupa dalam plasma.
Vitamin adalah senyawa-senyawa organik yang dibutuhkan untuk pertumbuhan
normal dan mempertahankan hidup manusia, yang secara alami tidak mampu mensintesis
senyawa – senyawa tersebut.
Hormon adalah zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar endokrin yang mempunyai
efek tertentu pada aktifitas organ-organ lain dalam tubuh. Hormon adalah zat kimia yang
dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar buntu.
Plasebo adalah metode untuk menguji efektivitas obat atau suatu perawatan medis
tertentu sebelum dipergunakan secara massal. Plasebo bisa berupa pil, suntikan, atau
metode pengobatan lainnya.

3.2. Saran
Mungkin dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu
kami mengharapkan, kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan
makalah ini. Agar dalam penulisan makalah kedepannya bisa lebih baik.

41
DAFTAR PUSTAKA

https://seputarilmu.com/2019/08/vaksin.html

https://www.merdeka.com/gaya/mengenal-serum-manfaat-jenis-kandungan-dan-cara-pemakaian-
yang-tepat.html?page=1

Girindra A. 1986. Biokimia I. Gramedia, Jakarta.

Lehninger, A. L. 1998. Dasar-Dasar Biokimia I. Erlangga, Jakarta.

Pujiadi, A. 1994. Dasar-Dasar Biokimia. UI Press, Jakarta.

Sulaiman, A.H.1995.Biokimia untuk Pertanian. USU-Press, Medan.

http://nanoyuliadii.blogspot.com/2012/11/makalah-vitamin.html

Karyanto, Agus. 2005. Mekanisme KInerja Hormon. Lampung : UNILA

Saryono. 2009. Biokimia Hormon. Yogyakarta : Nuha Medika.

http://irmachemistry.blogspot.com/2013/05/hormon.html

https://www.academia.edu/19917622/EKSPERIMEN_1

https://adalah.co.id/placebo/

42

Anda mungkin juga menyukai