Anda di halaman 1dari 5

Jelaskan mekanisme penyebab terjadinya dampak dari proses-proses diatas terhadap

biologi, psikologi, sosial dan spiritual klien

1. Biologi:
Menurut Yunitri (2012) genetik merupakan faktor yang berperan dalam kejadian
depresi. Kelainan neurotransmitter dapat terjadi akibat adanya kelainan genetik atau faktor
lingkungan seperti efek terhadap pengobatan, kerusakan sel otak, kelainan hormon, ataupun
infeksi. Beberapa neurotransmitter dipercaya berhubungan dengan status emosional, antara
lain serotonin dan norepinefrin. Serotonin memiliki peran dalam pengaturan mood, agre
kecemasan, aktivitas motorik,selera makan, aktivitas seksual, istirahat dan tidur, siklus
jantung, fungsi neuroendokri, temperatur tubuhm fungsi kognitif, persepsi terhadap nyeri
yang biasanya muncul pada pasien depresi. Secara fisik rasa nyeri dan disfungsi fisik akan
dirasakan
a. Sel neoplasia mempunyai pengaruh terhadap biologis manusia, yaitu sel neoplasia
menjadi pesaing sel atau jaringan normal atas kebutuhan metabolismenya pada
penderita yang berada pada keadaan lemah (Pringgoutomo,2006).
b. Proliferasi neoplastik menimbulkan massa neoplasma, menimbulkan
pembengkakan/benjolan pada jaringan tubuh, membentuk tumor. Tumor ini akan
sangat memengaruhi biologis manusia, misalnya rasa lelah terhadap kanker dan
kesulitan untuk tidur.
2. Psikologi:
Menurut Yunitri (2012) terdapat beberapa perubahan psikologis pasien diantaranya:
Pasien cenderung tidak berharga atau malu dengan perubahan yang terjadi pada tubuhnya.
Perilaku yang biasanya muncul seperti pasien menutupi anggota tubuhnya dengan pakaian
agar tidak terlihat, pasien cenderung merasa tubuhnya lebih tua dan merassa tidak bisa
bekerja sebagaimana mestinya, dan khawatir akan penampilan dirinya tidak menarik di
depan umum ; Reaksi psikologis paling banyak dialami adalah depresi dan kecemasan ;
Adanya efek langsung obat pada saat menjalani kemoterapi menyebabkan pasien mengalami
cemas, ketakutan, tegang, dan trauma.
a. Pada penderita neoplasia dimana ketika dokter mendiagnosis bahwa seseorang
menderita penyakit kanker, secara umum ada tiga bentuk respon opsional yang bisa
muncul pada pasien, yaitu penolakan, kecemasan dan depresi (Taylor,1988).
b. Dalam keadaan tersebut sangat sulit bagi pasien neoplasia untuk dapat menerima
dirinya.
c. Selain itu mereka juga akan mengalami misalnya kaget, cemas, takut bingung, sedih,
panik, gelisah atau merasa sendiri, dan dibayangi oleh kematian.
3. Sosial:
Menurut Yunitri (2012) terdapat beberapa perubahan sosial pasien diantaranya:
Pasien mengalami perubahan sosial baik dari segi pekerjaan, keadaan ekonomi, dan
hubungan sosial dengan orang lain ; Pasien cenderung akan merasa sendiri, tidak dimengerti
oleh orang lain, merasa bersalah terhadap keluarga karena tidak mampu menjalani perannya,
tidak mampu melakukan kegiatan sehari-hari yang disenangi hanya berorientasi pada
kondisi kesehatannya saja, bahkan akan memotivasi dirinya untuk segera mengakhiri
hidupnya ; Dari segi ekonomi pasien merasa bahwa penyakitnya telah mempengaruhi
kondisi perekonomiannya
a. Merasa tertinggal dari kelompok mereka
b. Merasa berbeda sehingga menarik diri dari lingkungan sosial karena takut akan
penolakan
c. Memengaruhi keterampilan sosial, perkembangan seksual, bentuk tubuh secara fisik,
dan kemampuan merencanakan masa depan.
4. Spiritual:
Menurut Susanti (2009) penderitaan yang dirasakan pasien akan membawa
seseorang ke dalam domain spiritual dan mengundang pertanyaan-pertanyaan yang menjadi
isu besar dalam kehidupannya sebagai proses pencarian arti dalam kehidupan. Susanti
(2009) menambahkan kompleksnya masalah penyakit yang diderita akan memunculkan
kebutuhan spiritual.

a. Mengakibatkan pasien bertanya-tanya mengapa mereka diberikan cobaan berupa


penyakit itu
b. Jika kepercayaan kepada Tuhan turun, maka akan turun pula harapan untuk hidup
c. Mengalami tekanan dan kegelisahan dalam prinsip hidupnya
Jelaskan juga implikasi dari perubahan tersebut terhadap tindakan keperawatan
WHO sebagai organisasi kesehatan dunia menginisiasi pembentukan jaringan kerja
Promosi Kesehatan Rumah Sakit dengan tujuan reorientasi institusi pelayanan kesehatan yang
mampu mengintegrasikan promosi kesehatan dan edukasi serta pencegahan penyakit dan
pelayanan pelayanan rehabilitasi dengan pelayanan kuratif (Sangkot, 2008). Dalam UU Nomor
23 Tahun 1992 tentang kesehatan khususnya pasal 10 yang menyatakan bahwa untuk
mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat upaya kesehatan dilaksanakan
dengan pendekatan pemeliharaan kesehatan. Upaya tersebut meliputi peningkatan kesehatan
(promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan pemulihan
kesehatan (rehabilitatif) yang dilaksanakan secara menyeluruh serta berkesinambungan
(Sangkot, 2008).
Berdasarkan teori yang telah diuraikan sebelumnya mengenai upaya peningkatan
kesehatan, implikasi dalam asuhan keperawatan seperti pada pasien neoplasia dapat berupa
perawat melakukan peningkatan kesehatan (aspek promotif) pada masyarakat dan upaya
pencegahan penyakit neoplasia (aspek preventif). Pada pasien neoplasia perawat dapat
melakukan perawatan pasien untuk membantu proses penyembuhan (aspek kuratif) setelah itu
dilakukan pemulihan kesehatan (aspek rehabilitatif)

 Aspek Preventif (pencegahan):


1. Pemeriksaan kesehatan secara berkala di puskesmas, rumah sakit maupun kunjungan
rumah
2. Mempertinggi nilai kesehatan (Health promotion) , beberapa usaha di antaranya :
a. Penyediaan makanan sehat cukup kwalitas maupun kwantitasnya.
b. Perbaikan hygien dan sanitasi lingkungan,seperti : penyediaan air rumah tangga
yang baik, perbaikan cara pembuangan sampah, kotoran dan air limbah dan
sebagainya.
c. Pendidikan kesehatan kepada masyarakat
d. Usaha kesehatan jiwa agar tercapai perkembangan kepribadian yang baik
3. Mengenal dan mengetahui jenis penyakit pada tingkat awal serta mengadakan
pengobatan yang tepat dan segera mengenal dan mengetahui jenis penyakit pada
tingkat awal serta mengadakan pengobatan yang tepat dan segera
 Aspek Promotif (promosi kesehatan):
1. Memberitahukan penyakit neoplasia secara detail
2. Memberitahukan hal-hal yang dilakukan untuk pencegahan penyakit neoplasia
3. Mempromosikan tanda-tanda neoplasia
4. Mempromosikan gejala yang timbul dan memberitahukan penanganan cepat tanggap
dalam neoplasia
 Aspek Kuratif (pengobatan):
1. Dukungan penyembuhan, perawatan, misalnya dukungan psikis penderita Neoplasia
2. Perawatan orang sakit sebagai tindak lanjut perawatan dari puskesmas dan rumah sakit
3. Makan teratur dan mengandung kandungan gizi yang seimbang
4. Minum obat teratur
5. Tidak terlalu banyak aktivitas
6. Pemberian obat vitamin dan daya tahan tubuh.
 Aspek Rehabilitatif (mengembalikan penderita ke dalam masyarakat)!
1. Rehabilitasi fisik berupa olahraga kecil-kecilan
2. Rehabilitasi mental yaitu menyesuaikan diri dalam hubungan perorangan dan social
secara baik dan wajar yaitu mendapatkan bimbingan kejiwaan sebelum kembali ke
dalam masyarakat.
3. Rehabilitasi sosial vokasional yaitu agar bekas penderita menempati suatu
pekerjaan/jabatan dalam masyarakat dengan kapasitas kerja yang semaksimal-
maksimalnya sesuai dengan kemampuan dan ketidak mampuannya (diterima
masyarakat).
4. Rehabilitasi aesthesis yaitu perlu dilakukan untuk mengembalikan rasa
keindahan,walaupun terkadang fungsi dari alat tubuhnya tetap tidak dapat
dikembalikan

SUMBER :

Abbas, A. K., Aster, J. C., Kumar, V., & Robbins, S. L. (2013). Robbins Basic Pathology 9th
edition. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders.
Kumar. V, Abbas, AK, & Aster, JC. (2013). Robbins Basic Pathology, 9th Ed. Philadephia:
Elsevier Saunders.

Price, S.A. & Wilson, L.M. (2006). Patofisiologi: Konsep klinis proses-proses penyakit.
Jakarta: EGC.

Pringgoutomo, S., Himawan, S. & Tjarta, A. (2002). Buku ajar: Patologi I (umum). Edisi ke-1,
Jakarta: Sagung Seto.

Porth, C.M., and Grossman, S. (2014). Pathophysiology: Concepts of Altered Health States. (9 th
Ed.). New York:Wolters Kluwer Health.

Yunitri, Ninik. (2012). Pengaruh terapi kelompok suportif ekspresif terhadap depresi dan
kemampuan mengatasi depresi pada pasien kanker (Tesis dipublikasikan). Universitas
Indonesia, Depok, Indonesia

https://lmsspada.kemdikbud.go.id/pluginfile.php/27058/mod_resource/content/2/PRAKTIKUM
%20IDK_Adaptasi%20%20jejas%20sel.pdf

https://www.coursehero.com/u/file/40588105/AmrinaR-HG4-PraktAdaptasiSeldocx/?
justUnlocked=1#question

Anda mungkin juga menyukai