Anda di halaman 1dari 27

I.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Keamanan pada masa sekarang ini merupakan faktor penting yang harus

diperhatikan bagi semua masyarakat. Ancaman keamanan bukan hanya berasal

dari adanya orang yang akan berbuat jahat saja namun dari faktor lain juga

besar semisal terjadinya kebakaran, adanya beban lebih, kondisi lingkungan

yang kurang nyaman seperti suhu yang berlebih dan kadar oksigen yang kurang

itu semua juga merupakan acaman bagi manusia. Apalagi pada gedung-gedung

seperti swalayan, mall, kampus, perkantoran yang semuanya besar

menimbulkan kesulitan bagi petugas keamanan jika harus memeriksa semua

kondisi ruangan digedung tersebut belum lagi adanya factor yang tidak dapat

langsung dilihat oleh petugas. Satu hal lagi yang menimbulkan masalah dari

adanya gedung-gedung yang besar adalah pengaturan pemakaian daya listrik

pada tiap gedung, ini terjadi karena banyaknya kelalaian dari manusia semisal

lupa mematikan lampu, AC dan pemakaian peralatan yang tidak perlu lainya

menjadikan adanya pemborosan pemakaian listrik.

Permasalahan yang timbul dari hal-hal diatas memerlukan penangulangan

atau penyelesaian yang tepat, cepat, praktis. Peneliti disini akan mencoba

merancang otomatisasi gedung yang terpusat di satu tempat saja, dengan begitu

akan sedikit mengurangi permasalahan yang ada. Peneliti akan merancang alat

yang tidak hanya dapat memantau kondisi ruangan saja namun juga dapat

melakukkan penanganan langsung dari satu tempat tanpa harus mendatangi


langsung. Hal yang lebih penting lagi adanya kontrol pemakaian daya listrik

yang tidak perlu seperti pemakaian lampu, AC, dan peralatan listrik lainnya,

dengan cara mengatur pemakaian daya pada setiap gedung. Caranya dengan

mematikan peralatan-peralatan listrik yang tidak bermanfaat dengan begitu

permasalahan pemakain daya yang tidak perlu dapat ditanggani. Disini peneliti

akan mencoba membuat alat yang mampu menangani semua itu hanya dari satu

tempat dengan membuat alat Sistem Kontrol Gedung Terpusat Dengan

Menggunakan Wifi Mikrokontroler.

1.2 Rumusan Masalah

Dengan pemasalahan yang telah diuraikan diatas maka peneliti dapat

merumuskan masalah “Bagaimana membuat alat yang dapat membantu petugas

keamanan untuk menjaga gedung dari bahaya selain kejahatan dan mampu

menggontrol pemakaian daya yang tidak perlu pada setiap gedung sehingga

akan menghemat pemakaian listrik”.

1.3 Batasan Masalah

Agar dalam perancangan ini dapat mencapai sasaran dan tujuan yang

diharapakan, maka permasalah yang ada dibatasi sebagai berikut:

1. Jarak antara gedung dan pusat kontrolnya tidak lebih dari 280M.

2. Mengunakan komunikasi WIFI 2.4 GHz.

3. Menggunakan mikrokontroler MCS51

4. Sensor-sensor yang digunakan antara lain, sensor cahaya, sensor suhu,

sensor udara atau kadar CO2.


1.4 Tujuan Penelitian

1. Menciptakan System Kontrol gedung yang dapat membantu petugas

keamanan untuk acaman keamanan selain dari kejahatan.

2. Menggontrol pemakain listrik di setiap gedung tanpa harus

ditanggani ditempatnya, namun dapat dilakukan disatu tempat saja.

3. Mempelajari komunikasi antara WIFI 2.4GHz dengan

mikrokontroler MCS51.

4. Mempelajari komunikasi antar IC dengan menggunakan komunikasi

I2C.

1.5 Manfaat Penelitian

1. Mempermudah kerja petugas keamanan dalam melakukan tugasnya

tanpa lagi harus memeriksa satu persatu tempat yang dijaga dan

melakukan penanganan jika terjadi gangguan seperti kebakaran dan

kondisi lainya seperti mematikan dan menghidupkan peralatan yang

dibutuhkan di suatu ruangan tertentu.

2. Dapat melakukan penghematan dengan cara mematikan dan

menghidupkan perangkat elektronik, jika terjadi kelalaian dari

pengunanya semisal lupa mematikan lampu, AC dll.

3. Dapat mengkomunikasikan wifi 2.4GHz dengan mikrokontroler

MCS51

4. Dapat mengkomunikasikan IC dengan menggunakan komunikasi

I2C
II. TINJAUAN PUSTAKA

Pada perancangan system keamanan diatas menggunakan beberapa sensor

sebagai perantara untuk dapat memantau kondisi yang terjadi di ruangan

tersebut antara lain sensor cahaya untuk mendeteksi cahaya yang meneranggi

ruangan tersebut, sensor suhu untuk mendetaksi suhu yang ruangan tersebut,

sensor gas untuk mendeteksi kadar oksigen dalam ruangan, perangkat control

balik berupa relay ataupun triac yang difungsikan untuk mematikan dan

menghidupkan peralatan yang dibutuhkan oleh ruangan tersebut seperti lampu,

AC dan peralatan yang lain yang dapat dikontrol. Sebagai pengolah data,

pengirim serta penerima menggunakan mikrokontroler dan komunikasinya

dengan Kontrol utama menggunakan WIFI mikrokontroler 2.4GHz.

WIRELESS (WIFI 2.4 GHz)

RF transceiver dan recevier yang bekerja pada frekuensi 2.4 - 2.524 GHz

ISM Band. menggunakan modulasi GFSK dan antena yang digunakan adalah

antena internal, sehingga tidak diperlukan lagi untuk membuat/membeli sebuah

antena eksternal lagi. Jarak komunikasi maksimum yang dimiliki oleh pealatan

ini adalah 280 meter dengan kecepatan pengiriman data sebesar 250 Kbps,

apabila menggunakan kecepatan 1Mbps maka jarak komunikasi maksimum

mencapai 150 meter. Sedangkan untuk antarmuka dengan peralatan digital yang

lain menggunakan komunikasi 3-wire syncronuous serial. Dengan model

komunikasi serial ini, akan memudahkan kita untuk melakukan antarmuka

modul dengan peralatan digital yang lain misalnya mikrokontroler. Transceiver


dan recevier ini membutuhkan tegangan kerja sebesar 1.9 - 3.6 Volt sehingga

cocok sekali digunakan untuk aplikasi seperti wireless mouse, keyboard, data

communication, home automation, telemetry, automotive, surveillance,

dll(www.digi-ware.com, 2005)

Media pengiriman data dapat menggunakan berbagai macam media, misalnya

media udara atau melalui gelombang radio. Secara sederhana pada pengiriman

data menggunakan media udara, data ditumpangkan pada gelombang pembawa

melalui proses modulasi dan kemudian ditransmisikan melalui gelombang radio.

Pada penelitian kali ini akan dibahas cara konfigurasi modul Transceiver 2.4Ghz

menggunakan modul mcs51 untuk mengiriman dan menerima data serial melalui

gelombang radio. Aplikasi kali ini merupakan kelanjutan dari aplikasi

sebelumnya yang telah membahas spesifikasi dan mode-mode kerja dari modul

Transceiver 2.4GHz(www.delta-elektronic.com ,februari 2006)

MCS51

Mikrokontroler keluarga dari MCS51 merupakan jenis mikrokontroler

yang banyak dipakai dan mudah dalam pemprogramannya serta banyak di jual

dipasaran.mikrokontroler ini telah dilengkapi dengan rom dan ram internal.

Mikrokontroler jenis ini juga telah terintegrasi timer counter serta komunikasi

serial RS232 yang telah terintegrasi dalam satu chip IC. Mkrokontroler jenis ini

juga mudah dalam pemprogramanya karena dapat menggunakan banyak bahasa

yang telah ada kompailernya.(www.delta-elektronic.com 2005)


Mikrokontroler diatas akan dapat kita gunakan sebagai penganti komputer

dengan manfaat yang sama dengan bentuk yang sudah dibuat kecil, dari pada

mempergunakan pc yang membutuhkan tempat dan daya yang besar pula.maka

mikrokontroler merupakan pilihan yang tepat.

LM 35

Merupakan sensor suhu yang mempunyai keluaran tegangan yang

linear(10 mV/0C).LM 35 tidak memerlukan kalibari ekternal atau timing khusus

dan memiliki jangkauan pengukuran antara 00 celcius sampai 1000

celcius.(widodo,2004)

Gambar 1. Grafik perbedaan tegangan terhadap suhu

LM 35 mempunyai respon perubahan tengangan terhadap perubahan suhu

seperti pada grafik diatas.(Nasional semikonduktor September 1994)

Sifat dari lm 35 yang dapat mengeluakan tegangan yang linear maka tepat

jika digunakan untuk mendeteksi suhu pada ruangan yang akan di control.
LDR

Besar tahanan fotoresistor(LDR) dalam kegelapan mencapai jutaan ohm

dan turun sampai beberapa ratus ohm dalam keadaan terang. Fotoresistor dapat

digunankan dalam suatu jaringan kerja (network)pembagi potensial yang

memyebabkan terjadinya perubahan tegangan kalu sinar yang datang

berubah.(woollard,barry 1993)

LDR (light dependent resistor) mempunyai sifat jika terdapat cahaya yang

menyinarinya maka nilai hambatanya akan berubah drastic.(widodo,2004)

Sifat dari LDR yang berubah resistanya jika terkena cahaya maka sifat itu

dapat digunakan untuk mendeteksi intensitas cahaya dalam ruangan tersebut

sehingga mampu memperkirakan apakah runagan tersebut mempunyai

pencahayaan yang cukup atau belum.

8 bit ADC dan DAC PCF8951

ADC dan DAC diatas mempunyai keungggulan disbanding yang lain

karena menggunakan komunikasi I2C untuk komunikasinya ke

mikrokontroler.fitur – fitur yang dimiliki ic tersebut:

- Single power supply


- Operating supply voltage 2.5 V to 6 V
- Arus standby kecil
- Serial input/output dengan I2C-bus
- set alamat pada 3 pin ic
- Sampling rate given by I2C-bus speed
- 4 analog inputs programmable as single-ended or differential inputs
- Auto-incremented channel selection
- 8-bit successive approximation A/D conversion
- Multiplying DAC with one analog output.
( The I2C bus specification version 2.1 january 2000, philips semiconductor )
Komponen diatas merupakan komponen yang kompotibel dengan
komunikasi I2C. Pemilihan dari komponen ini selain karena komunikasinya
menggunakan I2C juga karena komponen ini telah terintegrasi adc dan dac
dalam satu chip sehingga akan mudah dalam perancanganya.
III. PENDEKATAN FUNGSIONAL DAN STRUKTURAL
Pada perancanggan System Control Gedung Terpusat Dengan wifi
Mikrokontroler, peneliti hanya akan membuat sebuah model prototipe. Dalam
penerapannya alat ini sudah dapat di terapkan lansung hanya saja memerlukan
modifikasi sedikit pada komponen relaynya karena ini nanti akan tergantung dari
apa yang akan kita kontrol. Secara garis besar komponen – komponen dari
system seperti pada diagram blok di bawah ini.

LCD RX UNIT UNIT


WIFI RX OUTPUT
Kontrol
gedung
UNIT TX UNIT
RX RX WIFI UNIT INPUT
WIFI TX
Keypad kontrol utama

UNIT TX
TX WIFI RX UNIT UNIT
WIFI RX OUTPUT
Kontrol
gedung
Lampu dan TX UNIT
alarm WIFI UNIT INPUT
TX

Gambar 2. Diagram Blok Bagian-bagian System Kontrol


Keypad
Keypad merupakan tempat memasukkan data-data setpoin kondisi yang
kita inginkan sebelum system dijalankan. Semua masukkan setpoin kondisi
dilakukan di keypad disini juga digunakan untuk melakukan control ke tiap -
tiap gedung. Semua control dilakukan disatu tempat. Keypad yang akan
digunakan disini nanti adalah sebuah keybord pc yang terhubung dengan
mikrokontroler.

Keybord PC Driver Control


utama

Gambar 3. Pemasangan keybord dengan kontrol utama


LCD
LCD menampilkan semua kondisi yang ada disetiap ruanggan pada saat
itu juga, menampilkan apa yang menjadi setpoin dari pengontrol juga. Disini
LCD dihubungkan langsung dengan mikrokontroler di control utama.

LCD Control
utama

Gambar 4.hubungan LCD dengan control utama

LAMPU INDICATOR DAN ALARM


Bagian ini merupakan indicator yang akan cepat dilihat dan didengarkan
jika dalam gedung terjadi hal – hal yang terjadi perubahan yang singnifikan
semisal suhu yang sangat panas.

buzzer
KONTROL RELAY
utama
lampu

Gambar 5. Pemasanggan buzzer dan lampu indicator


KONTROL UTAMA SENTRAL
Pada bagian ini semua proses control di olah yang didalamnya terdapat
unit pemancar (TX), unit penerima (RX) dan control dari kesemuanya
itu.adapun konfigurasi didalamnya seperti gambar di bawah:

Unit RX
Penerima
Unit data dari
pengolah wireles
masukan
dan keluaran
dari system
Unit TX
Pemancar,
pengirim
data ke
wireles

Gambar 6. Bagian penyusun control utama


Pada control utama untuk saling berkomunikasi antar unit mengunkan
komunikasi I2C.
RX dan TX(TRF 2.4 GHz)
Pada bagian RX ini data yang dikirm diterima dari pemancar disetiap
gedung tugasnya merubah gelombang radio menjadi data digital yang sesuia
dengan data yang dikirim, agar dapat dibaca oleh mikrokontroler. Data yang
dihasilkan dikirim ke mikrokontroler secara serial. Gelombang yang akan
diterima tergolong gelombang mikro dengan frekuensi 2.4 GHz. Pada RX ini
dapat digunakan untuk menerima dari banyak pemancar Cuma nanti yang
membedakan pada proses pengolahan datanya.
Pada bagian TX bertugas mengirimkan data yang dikeluarkan
mikrokontroler ke penerima di setiap gedung. Mode Shockburst adalah proses
pengiriman data dengan kecepatan tinggi (1Mbps) melalui jalur 2.4GHz band
tanpa memerlukan mikrokontroler berkecepatan tinggi untuk proses pengiriman
data. Sedangkan mode Direct adalah mode pengiriman data secara konvensional,
TRF-2.4G bekerja seperti RF device seperti pada umumnya. Pada mode Dirct,
data serial yang akan dikirimkan melalui RF haruslah berkecepatan 1Mbps atau
250Kbps, agar penerima dapat mendeteksi sinyalnya, sehingga memerlukan
mikrokontroler yang berkecepatan tinggi pula. Agar dapat bekerja dengan mode
yang diinginkan, modul TRF-2.4G perlu dikonfigurasikan. Proses konfigurasi
ini dapat dilakukan hanya dengan menggunakan 3 kabel interface, dengan
kecepatan transfer datanya diatur oleh mokrokontroller, karena menggunakan
transmisi data synchronous serial.
Ketika TRF-2.4G dikonfigurasikan pada mode Shockburst, dengan
kecepatan transfer sebagai contoh adalah 10Kbps. Pengiriman data digital yang
berasal dari mikrokontroler berjalan pada kecepatan rendah, sedangkan
pengiriman data RF berjalan pada kecepatan tinggi. Sehingga dengan
memaksimalkan kecepatan pengiriman data pada jalur RF, maka mode
Shcokburst dapat mengurangi konsumsi daya rata-rata. Selain itu karena pada
mode ini semua proses pengolahan sinyal berkecepatan tinggi telah ditangani
oleh protokol RF internal modul, maka tidak memerlukan mikrokontroler
berkecepatan tinggi untuk pengolahan sinyal.
Selain kedua mode diatas modul TRF-2.4G juga dapat bekerja dengan
mode penerimaan secara simultan 2 kanal. Mode ini dapat bekerja baik pada
mode Shockburst maupun pada mode Direct. Pada mode ini TRF-2.4G dapat
secara simultan menerima dua buah kanal frekuensi secara pararel independent
dengan kecepatan transfer data maksimum, hal ini berarti hanya dengan satu
buah modul TRF-2.4G dapat menerima data dari dua buah kanal dengan
kecepatan transfer data 1Mbps. Data akan diterima secara pararel independent,
yang berarti antar kanal satu dan yang lain tidak akan saling mempengaruhi
walaupun data tersebut diterima melalui satu buah antenna penerima saja. Dua
buah kanal tersebut dapat dihubungkan pada dua buah mikrokontroler yang
berbeda. Sehingga jika sebelumnya diperlukan dua buah penerima untuk dua
kanal data yang berbeda maka dengan mode ini dapat direduksi hanya dengan
satu buah penerima untuk dua kanal data yang berbeda.

FIFO1 TRF 2.4G


DATA TRF
Du1 2.4G
SHOCKBURSTA ENGINE
Cu1

MIKROKONTROLER DUOCENTER
AUTO ADDRESS DAN C RC C O M PUTER

DATA2

Cu2 FIFO2
TRF
D r2
2.4G

Gambar 7. Konfigurasi Satu Penerima Dua Pemancar


UNIT INPUT
Pada unit input terdapat sensor–sensor yang akan digunakan untuk melihat
keadaan ruanggan yang akan dikontrol. Inputan yang dikeluarkan sensor
merupakan sinyal yang masih analog maka pada unit ini diperlukan komponen
untuk merubah sinyal yang dihasilkan sensor menjadi data digital yang nantinya
akan di baca oleh mikro. Sensor yang akan kita pakai ditempatkan dimasing-
masing ruanggan sehingga banyak sekali sensor untuk menaggani sensor yang
banyak di setiap ruanggan yang akan kita control. Permasalahan diatas dapat
ditanggani dengan adanya unit input disetiap ruanggan namun untuk menghemat
biaya maka digunakan komunikasi I2C untuk setiap ruang mempunyai alamat
yang berbeda sehinggga setiap ruanggan dapat dibaca tanpa banyak pengawatan
untuk ke control utama.
CONTROL
GEDUNG

Input ruang 1 Input ruang 2 Input ruang 3


AT89C2051 AT89C2051 AT89C2051

ADC ADC ADC

Sensor sensor sensor


CONTROL
GEDUNG

Input ruang 1 Input ruang 2 Input ruang 3


AT89C2051 AT89C2051 AT89C2051

ADC ADC ADC

Sensor sensor sensor

Gambar 8. Blok Unit Input


UNIT OUTPUT
Pada bagian ini semua data yang diterima oleh penerima (RX) dimasing
masing gedung akan dikeluarkan dalam menjadi keluaran yang sesuia dengan
apa yang di butuhkan. Pada unit output pertugas untuk menghidupkan dan
mematikan semua peralatan listrik pada ruanggan tertentu. Karena pada setiap
gedung terdapat banyak ruangan yang haarus dikontrol maka diperlukan banyak
out untuk itu disini nanti akan ditanggani oleh satu keluaran yang dapat
dikomunikasikan secara I2C ke control utama dengan demikiaan pada setiap
ruanggan tidak banyak membutuhkan pengkawatan yang rumit untuk menuju
control utama.digram blok dari unit output dapat dilihat di bawah ini. Pada
setiap ruangan akan terdapat mikrokontroler, relay bord dan triac sebagai
interface dengan pealatan listrik yang dapat difungsikan untuk menggontrol on
off pealatan tersebut.begitu juga untuk setiap ruanggan yang akan di control.

CONTROL
GEDUNG

Output ruang 1 Output ruang2 Output ruang3


AT89C2051 AT89C2051 AT89C2051

Relay bord dan Relay bord dan Relay bord dan


Triac Triac Triac

Peralatan yang Peralatan yang Peralatan yang


akan dikontrol akan dikontrol akan dikontrol

Gambar 9. Blok unit output


IV. MANUFAKTURING PROTOTIPE DAN PROSEDUR PENGUJIAN
Pada riset ini peneliti mencoba membuat sebuah prototipe untuk gedung
dengan dua lantai namum ini dapat mudah ditambah dengan jumlah lantai yang
lebih banyak dengan hanya mengganti program di sentral tanpa merubah
instalasi yang sudah ada.
Lantai 1 dan lantai 2
Pada prototype ini hanya disimulasikan dengan tiga ruangan pada tiap
lantainnya. Penepatan sensor pada tiap- tiap ruangan dapat dilihat pada gambar
10 . Sensor cahaya mengunakan tiga sensor dengan tujuan agar semua ruangan
dapat dijangkau dan penepatanyan diletakakan diatas atau plafon ruangan.
Sensor suhu dan udara ditempatkan juga diatas ruangan dengan tujuan bahwa
panas akan selalu berputar diseluruh ruangan begitu juga dengan udara. Control
utama terletak di luar gedung dengan tujuan agar sinyal yang dikirim ke sentral
tidak terhambat oleh dinding atau yang lain. Unit input dan output ditempatkan
dimasing masing ruangan dengan tujuan mudah dalam pengawatanya. Karena
kurangnya biaya maka pembuatan prototipe hanya akan membuat satu lantai
saja.

RUANG 1 RUANG 2 Keteranga n :


Sensor ca ha ya
Sensor ga s
Control
ruang1

Sensor suhu
RUANG 3

Kontrol Kontrol
rua ng 3 rua ng 2

Kontrol
gedung
lantai 1 Kontrol uta ma

Gambar 10.Tata letak pemasangan komponen dan sensor


Prosedure Pengujian :

Mulai

Pembelian dan persiapan


bahan

Pengujiaan keluaran semua sensor

Kondisi
oke
tidak

ya

Pengujiaan unit input output dan ADC

Bagus

Tidak
ya

Mengabungkan sensor dengan unit input


.
Mencoba keluaran dari unit input

tidak
bagus

ya

-membuat program komunikasi I2C pada unit input output

Menghubungkan unit input output dengan kontrol gedung

Membuat program pada kontrol gedung dan uji coba program

tidak
ok

ya

1
1

Pengabunggan WIFI dengan mikrokontroler

Pengujiaan komunikasi wifi dan mikrokontroler

ok tidak

ya

Pengujian pengiriman data dari pemancar ke penerima

tidak
ok
ya

Uji jarak terjauh yang bisa di capai wifi

Uji pengngontrolan pealatan lewat kontrol utama

ok

ya

Memberikan kondisi-kondisi yang berbeda pda masing-


masing sensor

tidak
ok

ya

selesai
Cara kerja system
1. Control sentral memberikan setpoin kondisi pada system sebagai acuan
untuk melakukan tindakan atau reaksi yang akan dilakukan system.
2. Dari sensor mengirimkan informasi ke unit input dari unit input akan
diolah dan dikirim ke pemancar gedung.
3. Dari pemacar gedung akan mengirimkan data ke sentral utama/kontrol
utama.
4. Pada kontrol utama akan di cek apakah data ruangan mana yang diterima
setelah itu membandinkan apakah informasi yang di berikan melebili atau
kurang dari setpoin pada ruangan itu.
5. Sentral menampilkanya pada LCD setelah itu sentral mengirimkan hasil
dari evalusi tadi kebali ke ruangan yang sama apa tindakanya sesuia
dengan hasil evaluasi dari sentral utama.
6. jika terjadi hal extreme atau berubahan yang extreme maka sentral akan
meyalakan indicator dan alarm.
7. sentral akan memeriksa setiap ruangan sesuia dengan alamat yang telah
diset sehingga kemungkinan terjadi salah baca dan adanya pihak yang
tidak bertanggung jawab sulit terjadi.
V. JADWAL PENELITIAN DAN USULAN BIAYA

Penenlitian akan dilaksanakan selama 6 bulan dengan rincian kegiatan sebagai


berikut:
Bulan
No Kegiatan
1 2 3 4 5 6
1 Pengumpulan informasi dan komponen
2 Perancangan rangkaian
3 Pembuatan prototipe
4 Penggujian alat

Usulan biaya yang kami ajukan untuk semua keperluan biaya operasional,
pengadaan alat dan bahan, pembuatan laporan sam pai seminar adalah sejumlah
Rp.5.000.000 ,- ( lima juta rupiah)
VI. TIM PENGUSUL

Penelitian ini kami ajukan, dengan peneliti dari mahasiswa Teknik Elektro
Universitas Muhamadiyah Surakarta (UMS), yaitu :
KETUA :
NAMA : DARI SUPARNO
NIM : D 400 020 069
Alamat rumah : Sono RT21/07 Kedawung Sragen 57292.
Telp/HP : 081329558866
ANGGOTA :
NAMA : JAN WANTORO
NIM : D400 020 0
Alamat rumah : Ds.jlamprong RT/RW : 06/02
Kec.Bawang Kab.batang
Telp : 08122583007
VII. DAFTAR PUSTAKA
[1] Anonim, Application Notes,Innovatif Elektronik,

www.inovativeelektronik.com 2005

[2] Budhiharto, widodo ,Interfacing Computer Dan Mikrokontroler, penerbi

elekmedia komputindo, Jakarta 2004.

[3] Budioko, totok, belajar dengan mudah dan cepat pemrograman bahasa

C dengan SDCC(small Device C Compiler) pada mikrokontroler

AT89X051/AT89C51/52 Teori, Simulasi, Aplikasi,penerbit gava media,

yogyakarta 2005.

[4] Anomin ,Applikasi Notes,delta-elektronic, www.delta-elektromic.com,

2006

[5] Woollard,barry,elektronika prakti/oleh barry woollard; diindonesia oleh :

H.kristono .—cet,2,--jakarta : pradnya paramita,1993.

[6] The I2c-Bus Specification Version 2.1 January 2000, Philips

Semiconductor.

[7] Data Sheet Pcf8591 8-Bit A/D And D/A Converter, Philips

Semiconductor

[8] www.atmel\mcs51.com

[9] www.widodo\artikelltronika.com

[10] www.Digi-Ware.com
Proposal Student Grant 

SYSTEM KONTROL GEDUNG TERPUSAT


DENGAN WIFI MIKROKONTROLER

Pengusul:

Ketua Tim : Dari suparno D400 020 069


Anggota : Jan Wantoro D400 020 071
Program Studi : Teknik Elektro
Batch/Tahun : IV / 2006

Universitas Muhammadiyah Surakarta


Maret 2006
Lembar Pengesahan

Judul Penelitian : System Kontrol Gedung Terpusat Dengan


Menggunakan Wifi Mikrokontroler.
Ketua
Nama / NIM : Dari suparno / D 400 020 069
anggota
Nama/ NIM : Jan Wantoro / D400 020 071
Waktu pelaksanaan : Enam bulan
Usulan Biaya : Rp 5.000.000,-

Menyetujui,

Pembimbing Pengusul

Dedi Ary P. ST Dari Suparno


NIK: 100.982 NIM: D 400 020 069

Mengetahui

Direktur SPMU Ketua Program Studi

Ir. Sardjito, M.T. Fajar Suryawan, ST, MengSC


NIK:624 NIK:
LAMPIRAN

RINCIAN USULAN BIAYA

1.BIAYA OPERASIONAL
• Perakitan alat : Rp. 500.000,-
• Pengujian alat : Rp. 100.000,-
• Pengumpulan data atau referensi : Rp. 100.000,-
2.PENGADAAN ALAT DAN BAHAN
• 4 Buah Mikrokontroler AT89S52 : Rp 250.000,-
• 4 Buah Mikrokontroler AT89X021 : RP 100.000,-
• 2 buah Trafo 12 V/5 A @30.000 : Rp. 60.000,-
• 9 buah sensor cahaya LDR @2.000 : Rp. 18.000,-
• 3 Buah sensor suhu LM35 @ 25.000 : Rp. 75.000,-
• Desain dan cetak PCB : Rp 50.000,-
• 9 buah Relay 6 V @ 10.000 : Rp. 90.000,-
• 3 Buah sensor gas CO2 @ 300.000 : Rp. 900.000,-
• Keypad dan LCD : Rp. 150.000,-
• 4 buah Wifi 2,4 Ghz @400.000 : Rp. 1.600.000,-

3. PEMBUATAN LAPORAN : Rp. 450.000,-

4.EVALUASI DAN DISEMINASI INTERNAL : Rp. 150.000,-

5.SEMINAR NASIONAL
• Kontribusi : Rp. 160.000,-
• Publikasi : Rp. 150.000,- +
Jumlah : Rp.5.000.000,-
BIODATA TIM
KETUA :
Nama : Dari Suparno
Nim : D 400 020 069
Fak/Jur : Teknik/Elektro
Alamat : Ds.sono RT 21/07,Kedawung Sragen 57292.
TTL : Sragen, 4 November 1982
Telp/HP : 081 329 558866
Nama orang tua
Ayah : Siman Diro Sukarno
Pekerjaan : Karyawan
Ibu : Sugiyem
Pekerjaan :-
Anak ke :2
Saudara :3
ANGGOTA :
Nama : Jan Wantoro
Nim : D 400 020 071
Fak/Jur : Teknik/Elektro
Alamat : Ds.jlamprang RT/RW 06/02,Bawang, Batang
TTL : Batang, 27 juni 1984
Telp/HP : 081 22583007
Nama orang tua
Ayah : Djunaini
Pekerjaan : Guru
Ibu : Sri Suparti
Pekerjaan :-
Anak ke :3
Saudara :2