Anda di halaman 1dari 5

A.

Bentuk Dasar Komunikasi


Komunikasi bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Misalnya, percakapan
melalui telepon, mendengarkan radio, tatap muka langsung, menulis memo dan
lain sebagainya. Bentuk dasar komunikasi ada dua, yakni komunikasi verbal dan
nonverbal.
a. Komunikasi Nonverbal
Kumpulan isyarat, gerak tubuh, intonasi suara, siakp, dan sebagainya, yang
emmungkinkan seseorang untuk berkomunikasi tanpa kata-kata. Komunikasi
nonverbal sering disebut dengan bahasa isyarat. Sebagai contoh mengangguk
untuk menyatakan persetujuan. Menurut Mark Knap fungsi komunikasi
nonverbal adalah meyakinkan apa yang diucapkan, menunjukkan emosi
yang tidak bisa diutarakan dengan kata-kata, menunjukkan jati diri, dan
menambah/melengkapi ucapan-ucapan yang dirasa belum sempurna.
Komunikasi nonverbal dapat dikelompokkan dalam beberapa bentuk yaitu:
1. Kinesics, ialah komunikasi non verbal yang ditunjukkan dengan gerakan
tubuh. Gerakan tubuh dibagi dalam lima kelompok yaitu :

 Emblems adalah isyarat yang memiliki arti langsung pada simbol


yang dibuat oleh gerakan badan

 Illustrators adalah gerakan badan untuk menjelaskan sesuatu

 Affect display adalah isyarat yang terjadi karena dorongan emosional

 Regulators adalah gerakan tubuh yang terjadi di daerah kepala

 Adaptory adalah gerakan badan yang dilakukan sebagai tanda


kejengkelan
2. Gerakan mata, dapat mencerminkan isi hati seseorang.
3. Sentuhan, ialah isyarat yang dilambangkan dengan sentuhan badan.
4. Paralanguage, ialah isyarat yang ditimbulkan dari tekanan atau irama suara
sehingga penerima dapat memahami sesuatu di balik apa yang
diucapkannya.
5. Diam, merupakan suatu komunikasi nonverbal yang memiliki arti. Sikap
diam sangat sulit diterka dan dapat menimbulkan keraguan.
6. Postur tubuh, Manusia lahir dengan berbagai bentuk tubuh. Masing-masing
bentuk tubuh dapat menggambarkan karakter orang yang bersangkutan.
7. Warna, dapat memberi arti terhadap suatu objek.

1
8. Bunyi, Jika paralanguage dimaksudkan sebagai tekanan suara dari mulut,
maka bunyi yang dimaksudkan di sini adalah suara yang dikeluarkan dari
berbagai benda.
9. Bau, bisa dipergunakan untuk melambangkan status.
b. Komunikasi Verbal
Merupakan suatu bentuk komunikasi yang disampaikan kepada pihak lain
melalui tulisan (written) dan lisan (oral). Berdasarkan aktif dan pasifnya
peserta komunikasi, bentuk komunikasi verbal dibedakan menjadi dua yaitu
berbicara dan menulis dan mendengan dan membaca.

B. Fungsi dan Bentuk Komunikasi Organisasi


Bentuk Komunikasi dalam Organisasi
a. Komunikasi Vertical
Bentuk komunikasi ini merupakan bentuk komunikasi yang terjadi dari atas
ke bawah dan sebaliknya. Artinya komunikasi yang disampaikan pimpinan
kepada bawahan, dan dari bawahan kepada pimpinan secara timbal balik.
b. Komunikasi Horisontal
Bentuk komunikasi secara mendatar, adalah suatu bentuk komunikasi yang
terjadi antara sesama karyawan yang sering kali berlangsung tidak formal.
Fungsi komunikasi horisontal digunakan oleh dua pihak yang mempunyai
level yang sama.
c. Komunikasi Diagonal
Bentuk komunikasi ini sering disebut juga komunikasi silang. Berlangsung
dari seseorang kepada orang lain dalam posisi yang berbeda. Dalam arti
pihak yang satu tidak berada pada jalur struktur yang lain. Fungsi
komunikasi diagonal digunakan oleh dua pihak yang mempunyai level
berbeda tetapi tidak mempunyai wewenang langsung kepada pihak lain.
Fungsi Komunikasi dalam Organisasi
a. Informatif, Pimpinan dan anggota organisasi membutuhkan banyak sekali
informasi untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka. Informasi tersebut
berkaitan dengan upaya organisasi untuk mencapai tujuannya.
b. Pengendalian (Regulatory), komunikasi berfungsi sebagai pengatur dan
pengendali organisasi. Komunikasi dalam hal ini berupa peraturan, prosedur,
perintah, dan laporan

2
c. Persuasif, Komunikasi berfungsi mengajak orang lain mengikuti atau
menjalankan ide/gagasan atau tugas
d. Integratif, Dengan adanya komunikasi, organisasi yang terbagi menjadi
beberapa bagian atau departemen akan tetap merupakan satu kesatuan yang
utuh dan terpadu.

C. Proses Komunikasi
Bovee dan Thill dalam bukunya Business Communication Today
menggambarkan proses komunikasi dalam 5 tahapan kegiatan, yakni:

1. Pengirim memiliki ide/gagasan


Komunikasi diawali dengan adanya ide/gagasan dalam pikiran seseorang
(pengirim) dan kemudian ingin menyampaikannya kepada orang lain
(penerima)
2. Ide diubah menjadi pesan
Ide/gagasan yang ada dalam pikiran pengirim tidak mudah dimengerti
oleh orang lain. Agar dapat dimengerti atau diterima dengan baik,
ide/gagasan yang ada dalam pikiran diubah menjadi pesan.
3. Pemindahan pesan
Setelah ide/gagasan diubah menjadi pesan, tahap selanjutnya adalah
memindahkan pesan kepada penerima melalui berbagai bentuk komunikasi
(verbal,nonverbal, lisan, atau tertulis) dan media komunikasi (tatap muka,
telepon, surat, laporan, dan lain sebagainnya)
4. Penerima menerima pesan
Penerima mengartikan atau menginterpretasikan pesan yang diterima
5. Penerima pesan bereaksi dan mengirimkan umpan balik
Sebagai tanggapan atas pesan yang diterima, penerima akan memberi
sinyal (misalnya mengangguk, tersenyum, atau secara tertulis).Umpan balik
adalah tanggapan dari penerima pesan dan merupakan elemen kunci dalam
rantai komunikasi.

D. Komunikasi yang Efektif dalam Pekerjaan


Komunikasi akan efektif apabila terjadi pemahaman yang sama dan
merangsang pihak lain untuk berpikir atau melakukan sesuatu. Kemampuan

3
untuk berkomunikasi secara efektif akan menambah keberhasilan individu
maupun organisasi. Komunikasi yang efektif akan membantu mengantisipasi
masalah-masalah, membuat keputusan yang tepat, megoordinasikan aliran kerja,
mengawasi orang lain, dan mengembangkan berbagai hubungan.
Sehubungan dengan komunikasi yang efektif, komunikasi dibedakan
menjadi dua, yakni komunikasi individu dan komunikasi massa. Dalam
komunikasi individu, suatu komunikasi dikatakan efektif apabila komunikan
mampu memahami pesan sebagaimana yang dimaksud oleh pengirim atau
komunikator. Sementara dalam komunikasi massa, komunikasi dikatakan efektif
apabila mampu menjangkau komunikan secara lebih luas.
Secara sederhana, komunikasi terdiri dari tiga unsur yaitu komunikator,
pesan, dan komunikasi. Dengan demikian, apabila dirunut dari proses
komunikasi maka factor yang memengaruhi komunikasi yang efektif adalah:
a. Kredibilitas dan Daya Tarik Komunikator
Kredibilitas komunikator menunjukkan bahwa pesan yang disampaikan
dianggap benar dan bisa dipercaya. Kepercayaan yang tinggi terhadap
komunikator membuat komunikan menerima pesan dan mengubah sikap
sesuai keinginan komunikator.
Seorang komunikator yang memiliki daya tarik akan dikagumi dan
disenangi sehingga komunikannya bersedia melakukan upaya perubahan
sikap.
b. Kemampuan Pesan Untuk Membangkitkan Tanggapan
Suatu pesan akan menimbulkan reaksi dan umpan balik apabila
menarik perhatian dimana pesan dirancang dengan format yang baik, pilihan
kata yang tepat, serta waktu dan media penyampaian yang tepat, selain itu
juga menggunakan lambing atau bahasa yang dipahami komunikan dan
mampu memahami kebutuhan pribadi komunikan.
c. Kemampuan Komunikasi Untuk Menerima dan Memahami Pesan
Komunikasi akan berlangsung efektif apabila komunikan memilki
kemampuan untuk memahami pesan, sadar akan kebutuhan dan
kepentingannya, mampu mengambil keputusan sesuai kebutuhan, serta
secara fisik dan mental mampu menerima pesan.

4
5