Anda di halaman 1dari 2

PERTUSIS

Sinonim: batuk rejan, whooping cough, Tussis quinta, Violent cough

Definisi
Merupakan penyakit infeksi akut pada saluran pernapasan yang sangat

menular, ditandai oleh sindrom batuk yang bersifat spasmodik dan paroksismal

disertai dengan nada tinggi, karena penderita berupaya keras untuk menarik napas

sehingga di akhir batuk sering disertai bunyi khas (whoop).

Etiologi
Penyebab Pertusis adalah Bordetella pertussis. Merupakan Gram negatif

dengan ciri berbentuk ovoid, pendek (panjang 0,5-1 mm, diameter 0,2-0,3 mm),

mempunyai kapsul, tidak dapat bergerak, dapat menimbulkan hemolisis dan dengan

pewarnaan toluidin biru dapat terlihat granula bipolar metakromatik. Bakteri ini aerob

murni dan membentuk asam tapi tidak membentuk gas dari glukosa dan laktosa.

Untuk biakan isolasi primer B pertussis dapat digunakan Bordet Gengou (agar

kentang-darah-gliserol) yang mengandung Penisilin 0,5 µg/mL. Kuman ini dapat mati

dalam suhu 55° C selama setengah jam. Kuman ini dapat menghasilkan dua macam

toxin, yaitu heat labile toxin dan endotoksin.

Transmisi dan Epidemilogi


Penyakit ini tersebar di seluruh dunia. Daerah padat penduduk dapat berupa

epidemi pada anak. Dapat menyerang semua umur, tapi umur kurang dari 1 tahun

terbanyak, semakin muda semakin tinggi kematian. Anak laki-laki lebih sering

terkena dibanding anak perempuan. Penyakit ditularkan melalui udara secara droplet.

Antibodi dari ibu (transplasental) tidak cukup untuk mencegah bayi bari lahir

terhadap pertusis.

Angka kematian karena pertusis di Amerika Serikat, sekitar 80% kematian

terjadi pada anak-anak berumur dibawah 1 tahun, dan 70% terjadi pada anak berumur

dibawah 6 bulan. Pada kelompok masyarakat yang tidak diimunisasi, khususnya


mereka dengan kondisi dasar kurang gizi dan infeksi ganda pada saluran pencernaan

dan pernapasan, pertusis dapat menjadi penyakit yang mematikan pada bayi dan anak-

anak

Patogenesis
Penularan