Anda di halaman 1dari 5

PENGARUH PEMBERIAN PERASAN BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia)

TERHADAP KADAR SGOT DAN SGPT TIKUS PUTIH(Rattus norvegicus)


DIET TINGGI LEMAK

THE EFFECT SGOT AND SGPT LEVEL OF WHITE RAT (Rattus norvegicus)
THAT WAS GIVEN JUICE OF NONI (Morinda citrifolia) AND HIGH
FATTY DIET

Witri Ari Wibowo 1),Lilik Maslachah 2), Retno Bijanti 3)


1)
Mahasiswa, 2)Bagian Farmasi Veteriner, 3)Patologi klinik
Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga

ABSTRACT

It has been known that Noni can be used to decrease pain and inflammation while
protecting liver cell. The purpose of this research is to know the effect serum level
Glutamate Oxaloacetat Transaminase (GOT) and Glutamate Pyruvate Transaminase
(GPT) of white rat (Rattus norvegicus) that was given high fatty diet and juice of noni
60%. The subjects consisted of 18 male rats (Rattus norvegicus) in good condition, three
month old with body weight around 200 g, divided into group of 6 rats each. The first
group was given standart weft and aquadest (as negative control), the second group was
given high fatty diet and aquadest (as positive control), and the third group was given
high fatty diet and juice of noni 60% (as treatment). Water were given ad libitum to all
group. After 60 day, each group was observed serum level GOT and GPT. The result
showed no effect that was given juice of noni and high fatty diet to level of SGOT and
SGPT.

Keywords: SGOT/SGPT, juice of noni, high fatty diet

…………………………………………………..

Pendahuluan murah dan dapat diramu sendiri di


Tanah air kita kaya akan sumber rumah (Zein, 2005). Menurut UU No.23
bahan obat alam dan obat tradisional tahun 1992 tentang Kesehatan, Obat
yang telah digunakan oleh sebagian tradisional adalah bahan atau ramuan
besar masyarakat Indonesia secara turun bahan berupa bahan tumbuhan, bahan
temurun. Keuntungan obat tradisional hewan, bahan mineral, sediaan sarian
dirasakan langsung oleh masyarakat atau campuran dari bahan tersebut yang
adalah kemudahan untuk secara turun temurun telah digunakan
memperolehnya dan bahan bakunya untuk pengobatan berdasarkan
dapat ditanam dipekarangan sendiri, pengalaman
Salah satu tanaman obat yang sering disebut sebagai SGOT (serum
banyak digunakan saat ini sebagai obat glutamic-oxaloacetic transaminase), dan
tradisional adalah buah mengkudu ALT (alanine transaminase) yang
(Morinda citrifolia). Sejak lama buah biasanya di Indonesia disebut sebagai
mengkudu dikenal dan digunakan SGPT (serum glutamic-pyruvic
sebagai tanaman yang berkhasiat untuk transaminase). Efek samping dari buah
menyembuhkan beberapa penyakit, mengkudu sebagai salah satu obat yang
antara lain penyakit hepar, radang mampu menurunkan kadar kolesterol
lambung, hipertensi, diabetes, diuretik, darah saat ini belum diketahui. Oleh
obat cacing gelang (Anonimus, 2004). karena itu, perlu dilakukan penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengenai efek sampingnya terhadap
mengkudu dapatmenurunkan kadar organ seperti hati. Dalam penelitian ini
kolesterol darah, Low Density dilakukan untuk melihat pengaruh
Lipoprotein (LDL), trigliserida dan pemberian perasan buah mengkudu
peningkatan High Density Lipoprotein (Morinda citrifolia )terhadap perubahan
(HDL) (Sally, 2003) serta dapat kadar SGOT dan SGPT tikus putih diet
memperbaiki struktur histologi tinggi lemak.
pembuluh (penebalan tunika media)
aorta mencit yang diberikan diet tinggi Metode Penelitian
lemak (Zaini, 2003). Penelitian ini dilakukan pada
Setiap obat baik obat kimia bulan Juli – September 2005 di Unit
maupun obat tradisional yang digunakan Hewan Coba Laboratorium Biokimia
untuk pengobatan dapat menimbulkan Fakultas Kedokteran Universitas
efek samping pada tubuh. Dalam buah Airlangga dan Laboratorium Patologi
mengkudu selain terdapat zat-zat yang Klinik Fakultas Kedokteran Hewan
bermanfaat juga terdapat kandungan Universitas Airlangga Surabaya.
saponin (Soeseno, 2000) Saponin adalah
senyawa aktif permukaan yang kuat dan Sampel Penelitian
dapat menimbulkan busa jika dikocok Penelitian ini menggunakan tikus
dalam air. Pada konsentrasi yang rendah putih (Rattus norvegicus) jantan strain
saponin sering menyebabkan hemolisis Wistar sebanyak 18 ekor berumur
sel darah merah dan sangat beracun kurang lebih tiga bulan dengan berat
untuk ikan sehingga tumbuhan yang rata-rata 200 g, diperoleh dari
mengandung saponin digunakan sebagai Universitas Gajah Mada Yogyakarta.
racun ikan selama beratus-ratus tahun
(Robinson, 1995). Penggunaan obat baru Tahap Pelaksanaan Penelitian
pada manusia akan menimbulkan efek- 18 ekor tikus putih dibagi dalam
efek yang diinginkan dan bermanfaat tiga perlakuan yang berbeda. Masing-
untuk beberapa kasus tetapi selain itu masing perlakuan terdiri atas enam ekor
juga menimbulkan efek yang tidak tikus putih yangt dipilih secara acak.
diinginkan bahkan berbahaya dan Sebelum dilakukan perlakuan tikus putih
berefek toksik (Kusumawati, 2004). diadaptasikan selama 1 minggu, diberi
Tes fungsi hati yang umum untuk pakan standar dan diperiksa kondisi
mengetahui adanya gangguan dalam kesehatannya, agar tikus putih dapat
organ hati adalah AST (aspartate menyesuaikan diri dengan lingkungan
transaminase), yang di Indonesia lebih yang baru.
Pada perlakuan hewan coba, masing-masing perlakuan, kemudian
perasan mengkudu diberikan peroral dilanjutkan uji Tukey HSD untuk
dengan menggunakan sonde lambung mengetahui kemaknaan antar kelompok
sehari sekali pada pagi hari sebelum perlakuan menggunakan aplikasi SPSS
pemberian pakan selama 2 bulan. for Windows versi 10
Selama perlakuan tikus putih diberi
pakan dan air minum PDAM Surabaya
secara ad libitum. Perincian mengenai Hasil dan Pembahasan
perlakuan terhadap masing-masing
kelompok adalah sebagai berikut : Hasil Pemeriksaan Kadar SGOT
Po : Kontrol negatif yaitu dan SGPT diperlihatkan pada Tabel 1
kelompok tikus putih dan 2.
yang diberikan diet
standart dan akuades Tabel 1. Rata-rata dan simpangan baku
sebanyak 4,5ml. kadar SGOT (µ/l)
P1 : Kontrol positif yaitu Perlakuan Kadar SGOT ± SD
kelompok tikus putih
diberikan diet tinggi P0 124,00 a ± 6,325
lemak dan akuades P1 91,33 b ± 5,883
sebanyak 4,5ml P2 86,17 b ±14,77
P2 : Kelompok tikus putih
yang diberi diet tinggi
lemak dan perasan
mengkudu 60% Tabel 2. Rata-rata dan simpangan baku
sebanyak 4,5ml kadar SGPT (µ/l)
Setelah perlakuan selama 2 Perlakuan Kadar SGPT ± SD
bulan, tikus dianaestesi dengan ether.
Kemudian diambil serumnya lalu P0 22,00 a ± 8,198
diperiksa kadar SGPT dan SGOT secara P1 14,83 ab ± 6,014
kalorimeter dengan menggunakan
pereaksi larutan DNPH, larutan NaOH
P2 10,67 b ±2,805
0,4 N, standar Pyruvat 2mM, substrat
GPT (untuk pemeriksaan SGPT) dan
Hasil penelitian menunjukkan
substrat GOT (untuk pemeriksaan
kadar SGOT terendah didapatkan pada
SGOT) .
perlakuan P2 yaitu sebesar 86,17 ± 14,77
IU/I yang menunjukkan perbedaan
bermakna (p<0,05) dengan perlakuan P0
Peubah yang diamati
(124,00 ± 6,325 IU/I), namun tidak
Variabel penelitian yang diamati
menunjukkan perbedaan yang bermakna
yaitu perubahan kadar SGOT dan SGPT
(p>0,05) dengan perlakuan P1 yaitu
sebesar 91,33 ± 5,883 IU/I. Dan
Analisis Data
pemeriksaan kadar SGPT menunjukkan
hasil terendah didapatkan pada
Analisis data untuk penelitian ini
perlakuan P2 yaitu sebesar 10,67 ± 2,805
menggunakan Anava satu arah untuk
IU/I yang menunjukkan perbedaan
bermakna (p<0,05) dengan perlakuan Po xeronine. Xeronine bekerja pada tahap
(22,00 ± 8,198 IU/I). namun tidak molekuler, berjalan menuju tempat yang
menunjukkan perbedaan yang bermakna spesifik dalam sel-sel tubuh, misalnya
(p>0,05) dengan perlakuan P1 (10,67 ± mitokondria, mikrosom, badan golgi,
2,805 IU/I). Menurut Mitruka (1981) retikulum endoplasma ( RE ), sistem
kadar Normal SGOT tikus putih adalah transport dektron, DNA, RNA dan
141 ± 67,4 IU/I dan kadar normal SGPT sebagainya (Wijayakusuma, 2002).
tikus putih adalah 12,6 ±4,40 IU/I. Hasil Xeronine juga berfungsi memperlebar
tersebut menunjukkan bahwa tidak ada pori-pori membran sel sehingga
pengaruh terhadap organ hati karena membantu sel dalam menyuplai
kadar SGOT/SGPT pada kelompok molekul-molekul antara lain protein. Sel
perlakuan P1 (pemberian diet tinggi menggunakan protein untuk menjaga
lemak dan akuades) dan P2 (pemberian keseimbanganya dan meningkatkan
diberi diet tinggi lemak dan perasan efesiensi kerja sel tersebut (Heinicke,
mengkudu 60%) masih berada dalam 2001)
batas normal dan juga tidak adanya Hati merupakan organ yang
peningkatan aktivitas enzim SGOT dan sangat penting dan memiliki aneka
SGPT. Peningkatan kadar SGOT dan fungsi dalam proses metabolisme
SGPT akan terjadi jika adanya pelepasan sehingga organ ini sering terpajan zat
enzim secara intaraseluler kedalam darah kimia. Zat kimia tersebut akan
yang disebabkan nekrosis sel-sel hati mengalami detoksikasi dan inaktivasi
atau adanya kerusakan hati secara akut sehingga menjadi tidak berbahaya bagi
misalnya nekrosis hepatoselular atau tubuh. Kerusakan hati karena obat dan
infark miokardial zat kimia dapat terjadi jika cadangan
Pada kontrol positif (P1) dengan daya tahan hati berkurang dan
pemberian diet tinggi lemak kemampuan regenerasi sel hati hilang
menunjukkan aktivitas enzim SGOT dan dan selanjutnya akan mengalami
SGPT yang rendah tetapi masih berada kerusakan permanen sehingga dapat
dalam batas normal hal ini menunjukkan menimbulkan dampak berbahaya
bahwa pemberian diet tinggi lemak
dalam waktu dua bulan belum mampu Kesimpulan dan Saran
menyebabkan perlemakan hati dan
kerusakan hati lainya. Kesimpulan
Pada kelompok perlakuan (P2) Berdasarkan hasil penelitian ini
menunjukkan aktivitas enzim SGOT dan dapat disimpulkan bahwa : pemberian
SGPT yang rendah dan masih berada perasan buah mengkudu 60 % selama 60
dalam batas normal. Hal ini dikarenakan hari pada tikus putih diet tinggi lemak
P2 diberi perlakuan pemberian perasan tidak meningkatkan aktifitas kadar
buah mengkudu 60% dengan diet tinggi enzim SGPT dan SGOT
lemak. Berdasarkan penelitian Sally
(2003), buah mengkudu mengandung
proxeronine, pectin, scolopetin, dan Saran
asam askorbat yang memiliki potensi Berdasarkan hasil penelitian ini,
untuk menurunkan hiperkolesterolemia. dapat diajukan saran sebagai berikut :
Proxeronine merupakan sejenis enzim 1. Perlu dilakukan penelitian lanjutan
yang diperlukan dalam biosintesis dengan pemeriksaan mikroskopis
untuk melihat perubahan pada organ Edisi III. Penerbit Milenia Popular.
hati. Jakarta.
2. Perlu dilakukan percobaan
pemeriksaan kadar SGPT dan SGOT Zaini, Agus M. 2003. Pengaruh
dengan diet lainnya yang kemudian pemberian Infusum Buah Mengkudu
diberi perlindungan dengan (Morinda citirfolia) Terhadap Gambaran
pemberian mengkudu Histopatologis Aorta Mencit (Mus
musculus) Jantan Yang Diberi Diet
Tinggi Lemak. Skripsi FKH Unair.
Daftar Pustaka Surabaya.

Anonimus. 2004. Buah Mengkudu Zein, U. 2005. Pemanfaatan Tumbuhan


(Morinda citrifolia L). http// www. Obat Dalam Upaya Pemeliharaan
Asiamaya.com. Kesehatan.Div. Penyakit Tropik dan
Infeksi FK USU. Sumatera Utara
Heinicke, R. 2001. Tahitian Noni : What
Is Xeronin ?. Tahitian Noni home page
http:// www.hmt.com/noni/active.html.

Kusumawati, Diah. 2004. Buku Ajar


Hewan Coba. Gajah Mada University
Press. Yogyakarta.

Mitruka,M. 1987. Clinical Biochemical


and Hematological Reference Values in
Normal Experimental Animals and
Normal Humans. Second Edition.
Masson Publishing. USA

Robbinson, Stanley L and Kumar,


Vinay. 1995. Buku Ajar. Patologi I
(Basic Pathologi Part I). Edisi IV. Editor
: dr. Jonathan Oswari. Penrbit Buku
Kedokteran ECG. Jakarta. P 1-27.

Sally, E. 2003. Pengaruh Infusa


Mengkudu Terhadap Kdar Kolesterol
Total, Trigliserida, LDL, dan HDL
Serum darah Mencit (Mus musculus)
Setelah pemberian Pakan Tinggi Lemak.
Skripsi FKH. Unair. Surabaya.

Soeseno, S. 2000. Isu Busuk Buah


Mengkudu. Intisari. Edisi Maret. 58-59

Wijayakusuma. 2002. Penyembuhan


dengan Mengkudu Morinda citrifolia.