Anda di halaman 1dari 52

PROSEDUR PERSEDIAAN BARANG PADA RESTORAN

NASI GORENG KAMBING KEBON SIRIH


JAKARTA SELATAN

TUGAS AKHIR

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan Program Diploma Tiga (D3)

ABDUL HALIM FAISHAL


NIM : 22170001

Program StudiAdminstrasi Bisnis


Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Bina Sarana Informatika
Jakarta
2020
ii
iii
iv
v
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah , Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT,

yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga pada akhirnya penulis

dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik . Tugas Akhir pada Program Diploma

Tiga (D3) ini penulis sajikan dalam bentuk buku yang sederhana . Adapun judul

Tugas Akhir yang penulis ambil sebagai berikut, “Prosedur Persediaan Barang

Pada Restoran Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih Jakarta Selatan “.

Tujuan penulis Tugas Akhir pada Program Diploma Tiga (D3) ini dibuat

sebagai salah satu syarat kelulusan Program Diploma Universitas Bina Sarana

Informatika Sebagai bahan penulisan diambil berdasarkan hasil penelitian

(eksperimen) ,Observasi dan beberapa sumber literatur yang mendukung penulisan

ini .Penulis menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dorongan dari semua pihak, maka

penulisan Tugas Akhir ini tidak akan berjalan lancar. Oleh karena itu pada

kesempatan ini ,ijinkanlah penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada :

1. Rektor Universitas Bina Sarana Informatika.

2. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

3. Ketua Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Bina Sarana Informatika.

4. Bapak Aan Rahman, S.Pd, MM , selaku Dosen Pembimbing Tugas Akhir.

5. Staff/ karyawan /dosen dilingkungan Universitas Bina Sarana Informatika.

6. Bapak Hidayat Syaifullah . S.Ag selaku Kepala Cabang Restoran Nasi Goreng

Kebon Sirih Jakarta Selatan.

vi
vii
ABSTRAK

Abdul Halim Faishal (22170001), Prosedur Persediaan Barang Pada Restoran


Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih Jakarta Selatan.

Prosedur Persediaan Barang adalah salah satu sumber daya yang dimiliki
perusahaan.Persediaan barang yang digunakan oleh Restoran ini adalah Persediaan
barang jadi yang siap untuk dijual.Apabila Restoran Nasi Goreng Kambing Kebon
Sirih Jakarta Selatan tidak memiliki banyak persdiaan maka yang kemungkinan
terjadi adalah tidakdapat memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan . dengan
kata lain persdiaan yang kurang baik dapat berakibat pula berkurangnya laba
perusahaan.Akan tetapi apabila persediaan kelebihan mengakibatkan barang
menumpuk di Gudang maka perusahaan akan mengalami kerugian karena persedian
tidak terjual.Oleh karena itu. Agar tidak terjadi hal yang demikian maka dibutuhkan
prosedur pengolahan persediaan yang baik. Dengan adanya alas an tersebut penulis
mengangkat permasalahan menjadi suatu judul yaitu “Prosedur Persediaan Barang
Pada Restoran Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih Jakarta Selatan”.dimulai dari
staff administrasi melakukan proses pengecekan data barang dan jumlah barang
setelah itu staff admin mencatat barang selanjutnya staf administrasi membuat nota
,setelah itu meminta persetujuan nota persediaan barang kepada manager ,setelah
manager memberikan persetujuan staff administrasi melakukan pemesanan barang
dan melakukan pembadan melakukan pembayaran.

Kata Kunci : Persediaan Barang

viii
ABSTRACT

Abdul Halim Faishal (22170001), Goods Inventory Procedure at Kebon Sirih


Goat Fried Rice Restaurant in South Jakarta.

Goods inventory procedure is one of the resources owned by the company. The
supply of goods used by this restaurant is the inventory of finished goods that are
ready for sale. If the Kebon Sirih Goat Fried Rice Restaurant in South Jakarta does
not have a lot of inventory then what is likely to happen is that it cannot meet the
needs and customer satisfaction. in other words, poor supply can also result in
reduced company profits. But if excess inventory causes goods to pile up in the
warehouse, the company will suffer losses because the supply is not sold. Therefore.
In order to prevent this from happening, a good inventory processing procedure is
needed. With this reason the authors raise the problem into a title that is "Inventory
Procedures in the Restaurant of Kebon Sirih Goat Fried Rice Restaurant in
South Jakarta". Starting from the administrative staff to check the data of goods
and the number of items after the admin staff records the items then the
administrative staff make a note, after that ask for approval of the inventory note to
the manager, after the manager gives the administrative staff approval to order goods
and make payments.

Keywords: Inventory

ix
DAFTAR ISI

Lembar Judul Tugas Akhir......................................................................................i


Lembar Pernyataan Keaslian Tugas Akhir..............................................................ii
Lembar Pernyataan Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah.............................................iii
Lembar Persetujuan dan Pengesahan Tugas Akhir.................................................iv
Lembar Konsultasi Tugas Akhir................................................................................v

Kata Pengantar.........................................................................................................vi
Abstrak……………………………………………………………………………viii
Daftar Isi..................................................................................................................x
Daftar Simbol...........................................................................................................xii
Daftar Gambar…………………………………………………………………….xiii
Daftar Tabel.......……………………………………………………………………xv
Daftar Lampiran…………………………………………………………………...xvi

BAB I PENDAHULUAN...............................................................................1
1.1. Latar Belakang Masalah................................................................1
1.2. Perumusan Masalah.........................................................................2
1.3. Tujuan dan Manfaat.......................................................................3
1.4. Metode Pengumpulan Data............................................................3
1.5. Ruang Lingkup..............................................................................4
1.6. Sistematika Penulisan....................................................................4

BAB II LANDASAN TEORI...........................................................................6


2.1. Pengertia Persediaan......................................................................6
2.1.1. Definisi Persediaan ........................................................6
2.1.2. Jenis-Jenis Persediaan ...................................................9
2.1.3. Fungsi Persediaan ...........................................................9
2.1.4. Klasifikasi Persediaan ...................................................10
2.1.5. Kepemilikan Persediaan ................................................11
2.1.6. Pengendalian Persediaan ...............................................13
2.1.7. Tujuan Persediaan ..........................................................13
2.2. Logistik..........................................................................................14
2.2.1. Pengertian Logistic .............................................................14
2.2.2. Aktivitas-Aktivitas Logistic ................................................17

BAB III PEMBAHASAN...................................................................................21


3.1. Tinjauan Umum Perusahaan..........................................................21
3.1.1. Sejarah dan Perkembangan Perusahaan...............................21
3.1.2. Struktur Perusahaan dan Tata Kerja Perusahaan.................23
3.1.3. Kegiatan Usaha ...................................................................26
3.2. Hasil Penelitian .............................................................................27
3.2.1. Prosedur Administrasi Persediaan Barang Pada Restoran
Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih Cabang Radio Dalam
Jakarta Selatan .....................................................................27
x
3.2.2. Kendala-Kendala yang dihadapi dan cara mengatasi kendala
..............................................................................................32

BAB IV PENUTUP............................................................................................34
4.1. Kesimpulan....................................................................................34
4.2. Saran..............................................................................................34

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................36
DAFTAR RIWAYAT HIDUP..............................................................................37
SURAT KETERANGAN RISET.........................................................................38
LAMPIRAN...........................................................................................................38

xi
DAFTAR SIMBOL

Menyatakan permulaan atau


akhir suatu kegiatan atau
proses alur dokumen baik
prosesnya dalam bentuk
manual maupun yang sudah
1 Terminal/Terminator menggunakan sistem
terkomputerisasi

Menyatakan tindakan proses


yang dilakukan oleh bagian
yang berwenang atas
2 Proses dokumen tersebut baik
secara manual maupun
terkomputerisasi
Menunjukkan suatu kondisi
tertentu dari dokumen yang
akan diproses dengan
menghasilkan dua keputusan
jawaban: (1) Ya/diterima
3 Keputusan/Decision untuk diproses lanjut, (2)
Tidak/Ditolak untuk
dikembalikan kepada bagian
yang menerima
Menyatakan input berasal
dari dokumen dalam bentuk
kertas ataupun output di
4 Dokumen cetak ke kertas

Menyatakan arah dari aliran


atau arus dari proses
penanganan sebuah atau
5 Arus/Flow beberapa dokumen

xii
DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar III.1 Struktur Organisasi Organisasi Perusahaan................................24
Gambar III.2 Alur Persediaan Barang Pada Restoran Nasi Goreng Kambing
Cabang Radio Dalam Jakarta Selatan .............................................................31
Gambar III.3 Freezer Persediaan Barang Pada Restoran Nasi Goreng
Kambing Cabang Radio Dalam Jakarta Selatan .............................................33
Gambar III.4 Chiller Persediaan Barang Pada Restoran Nasi Goreng Kambing
Cabang Radio Dalam Jakarta Selatan .............................................................34

xiii
DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel III.1 Laporan Persediaan Barang Bulan September 2019.......................32

xiv
DAFTAR LAMPIRAN

Halaman
A1. Hasil Wawancara.........................................................................................41
A2. Foto-Foto Keterlibatan ...............................................................................42
B1. Nota Persediaan...........................................................................................43
B2. Data-Data Persediaan..................................................................................44
C1. Struktur Organiasi........................................................................................

xv
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Persediaan barang dagang merupakan hal yang sangat penting bagi

perusahaan dagang dan perusahaan diperlukan untuk penjualan dan menghasilkan

laba. Persediaan merupakan aktiva lancar yang memiliki resiko cukup tinggi dalam

kegiatan peusahaan jika tidak diperhatikan dengan benar. resiko yang mungkin

ditimbulkan dapat berupa resiko fisik atau resiko keuangan. misalnya dan segi fisik

yaitu apabila terjadi kecurangan terhadap persediaan yang ada digudang karena

kurangnya pengawasan dan terjadinya kerusakan barang yang mengakibatkan

konsumen kecewa dari segi keuangan yaitu apabila terjadi kesalahan dalam

pencatatan yang mengakibatkan kerugian perusahaan pada periode akutansi.

Setiap perusahaan perdagangan ataupun perusahaan pabrik serta perusahaan

jasa selalu mengadakan persediaan. tanpa adanya persediaan, para pengusaha akan

dihadapkan pada resiko bahwa perusahaannya pada suatu waktu tidak dapat

memenuhi keinginan pelanggan yang memerlukan atau meminta barang atau jasa

yang dihasilkan. hal ini mungkin terjadi, karena tidak selamanya barang-barang atau

jasa-jasa tersedia pada setiap saat, yang berarti pula bahwa pengusaha akan

kehilangan kesempatan memperoleh keuntungan yang seharusnya ia dapatkan. Jadi

persediaan sangat penting artinya untuk setiap perusahaan baik perusahaan yang

menghasilkan suatu barang atau jasa. persediaan tersebut terjadinya kelancaran usaha

hendaknya lebih besar dari pada biaya-biaya yang ditimbulkannya. hal ini

1
2

menunjukan bahwa suatu aktiva yang meliputi barang-barang milik perusahaan

dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha yang normal. secara praktis,

semua hal atau barang-barang yang sifatnya berwujud, termasuk kelompok

persediaan barang ini untuk memenuhi permintaan atau komponen setiap waktu.

Persediaan mempermudah atau memperlancar jalannya operasi perusahaan yang

harus dilakukan untuk disampaikan kepada pelanggan atau konsumen.

Pada perusahaan dagang, administrasi persediaan menjadi ujung tombak

seluruh pencatatan arus keluar dan masuk barang. dalam melakukan kegiatan

administrasi persediaan barang dagang, diperlukan beberapa dokumen terkait seperti

nota penjualan maupun nota pembelian. dokumen dipergunakan sebagai alat

pembuktian atau bahan untuk mendukung suatu keterangan dalam kegiatan, maka

dari itu penulis tertarik untuk mengambil dengan judul tugas akhir Prosedur

Persediaan Barang Pada Restoran Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih Jakarta

Selatan.

1.2. Perumusan Masalah

Perumusan masalah dari tugas ini adalah bagaimana merencanakan persedian

bahan baku menggunakan metode yang ada Pada Restoran Nasi Goreng Kebon Sirih

Jakarta Selatan dengan kondisi yang sesungguhnya sehingga dapat meminimalkan

biaya pemesanan dan penyimpanan.

1. Bagaimana prosedur administrasi persediaan barang Pada Restoran Nasi Goreng

Kebon Sirih Jakarta Selatan?

2. Apa saja kendala dan permasalahan dalam pengadaan persediaan dan bagaimana

solusinya?
3

1.3. Tujuan dan Manfaat

Tujuan penelitian agar mahasiswa dapat mengetahui proses prosedur terhadap

persediaan barang Pada Restoran Nasi Goreng Kebon Sirih Jakarta Selatan dan

kendala dalam proses pengadaan persediaan barang.

1. Untuk mengetahui bagaimana prosedur administrasi persediaan barang pada

restoran nasi goreng kebon sirih jakarta secara pencatatan manual maupun

aplikasi.

2. Untuk mengetahui kendala dan solusi dalam prosedur persediaan barang pada

restoran nasi goreng kebon sirih Jakarta.

Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian agar mahasiswa pandai dalam memproses pengadaan

persediaan barang serta menambah wawasan terhadap dunia kerja Serta Mahasiswa

dapat mengaplikasikan dan meningkatkan ilmu yang diperoleh di bangku

perkuliahan.

1. Menambah wawasan setiap mahasiswa mengenai dunia usaha terutama dalam

prosedur persediaan barang.

2. Menambah dan meningkatkan keterampilan serta keahlian dibidang persediaan.

1.4. Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan

dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Penulis menggunakan metode

pengumpulan data yang digunakan antara lain:

1. Wawancara
4

Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab

langsung antara peneliti dan narasumber. Wawancara dilakukan terkait bagaimana

prosedur administrasi persediaan barang logistic.

2. Observasi

Dalam pengamatan ini penulis melakukan tinjauan langsung dan pengamatan

dalam prosedur administrasi persediaan barang logistik restoran nasi goreng

kebon sirih Jakarta

3. Dokumen

Yaitu pengumpulan data dengan mempelajari dokumen-dokumen. Penulisan

dilakukan dengan mempelajari berbagai daftar pustaka yang menyangkut prosedur

administrasi persediaan barang logistik.

1.5. Ruang Lingkup

Proses penerimaan barang terdiri dari bahan baku penerimaan barang,

pemeriksaaan, penyimpanan, dan prosedur persediaan barang pada restoran nasi

goreng kebon sirih jakarta. dari 1 September sampai 1 November 2019.

1.6. Sistematika Penulisan

Dalam penulisan Tugas Akhir ini penulis menjadi empat bab dan terdiri dari

sub-sub yang akan membahas secara tersendiri sehingga dapat memberikan

pembahasan Tugas Akhir, antara lain sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Pada Bab ini menjelaskan tentang gambaran umum penyusunan

laporan tugas akhir yang mencakup latar belakang penulisan,

penentuan perumusan masalah, tujuan dan manfaat dalam melakukan


5

penelitian, metode yang digunakan dalam pengumpulan data, ruang

lingkup pembahasan, serta sistematika penulisan yang

menggambarkan garis besar atau pokok-pokok penulisan secara

menyeluruh.

BAB II LANDASAN TEORI

Pada Bab ini, penulis menguraikan tentang teori dari para ahli yang

berkaitan, dengan Pengertian persediaan ,jenis-jenis persediaan,Fungsi

persediaan ,klasifikasi persediaan, kepemilkan

persediaan,pengendalian persediaan,tujuan persediaan, Logistic dan

Aktivitas- aktivitas logistic.

BAB III PEMBAHASAN

Pada Bab ini membahas tentang tinjauan umum organisasi yaitu

sejarah dan perkembangan organisasi, struktur dan tata kerja

organisasi serta hasil penelitian

BAB IV PENUTUP

Pada bab ini merupakan bab penutup atau akhir yang berisi tentang

kesimpulan dan saran, supaya pemecahan masalah dari keseluruhan

pembahasan prosedur administrasi Persediaan Barang Logistik.


BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Persediaan

2.1.1 Defenisi persediaan

Pengertian persediaan adalah barang jadi atau yang biasa disebut sebagai

barang gudang, suku cadang, peralatan kantor, dan barang untuk persediaan

perawatan. teknik yang digunakan adalah penentuan jumlah yang tepat untuk

dilakukan Pemesanan baik untuk produk individu maupun family produk. Jika kita

dapat melakukan pengelolaan persediaan dengan optimal keuntungan yang dapat kita

raih adalah kita bisa memenuhi permintaan pelanggan dengan biaya persediaan yang

Minimal”(E.Agustine, 2018).

Persediaan yang pada umumnya ialah salah satu jenis aktiva lancar yang

jumlahnya cukup besar di dalam suatu perusahaan. Di mana hal ini dapat dipahami

dengan mudah dikarenakan persediaan ialah sebuah faktor yang penting di dalam

menentukan kelancaran operasi sebuah perusahaan (M.SISWANDI, S.E., 2017)

Persediaan berpengaruh terhadap neraca maupun laporan laba/rugi. Dalam

neraca sebuah perusahaan dagang atau perusahaan manufaktur persediaan seringkali

merupakan bagian yang sangat besar dari keseluruhan aktiva lancar yang dimiliki

perusahaan. Meskipun demikian, jumlah dan persentasenya berbeda-beda antara

perusahaan yang satu dengan lainnya. pada perusahaan tertentu kadang-kadang

persediaan menggambarkan 70% dari keseluruhan aktiva lancar. Angka persentase

ini merupakan bukti betapa pentingnya kegiatan pembelian dan penjualan persediaan

dalam operasi perusahaan. dalam laporan laba rugi persediaan memegang peran

6
7

sangat vital dalam penentuan hasil operasi perusahaan untuk suatu periode. Angka

laba kotor misalnya (penjualan dikurangi harga pokok penjualan) adalah sesuatu

yang Diamati terus-menerus oleh manajemen, pemilik, dan pihak-phak yang

Berkepentingan.

Pengertian Bahan Baku Menurut Hanggana (Ranggana, 2015)Bahan baku

adalah sesuatu yang digunakan untuk membuat barang jadi, bahan pasti menempel

menjadi satu dengan barang jadi. Dalam sebuah perusahaan bahan baku dan bahan

penolong memiliki arti yang sangat penting, karena modal terjadinya proses produksi

sampai hasil produksi. Pengelompokan bahan baku dan bahan penolong bertujuan

Untuk pengendalian bahan dan pembebanan biaya ke harga pokok produksi.

pengendalian bahan diprioritaskan pada bahan yang nilainya relatif tinggi yaitu

bahan baku.

Dalam laporan keuangan, persediaan barang dagang disajikan baik di neraca

maupun laporan laba rugi. Persediaan barang dagang yang tercantum di neraca

mencerminkan nilai barang dagang yang ada pada tanggal neraca, yang biasanya

merupakan akhir dari suatu periode akuntansi. Pada laporan laba/rugi, persediaan

barang dagang muncul dalam harga pokok penjualan. Harga pokok penjualan

dihitung sebagai persediaan barang dagang awal periode ditambah pembelian bersih

selama periode dikurangi persediaan barang dagang akhir periode. Ada saling

hubungan antara persediaan barang dagang di neraca dan laporan laba/rugi. Bahkan,

ada saling hubungan antara persediaan barang dagang pada tahun berjalan dengan

tahun sebelumnya dan tahun yang akan datang. Dari adanya hubungan ini terlihat

betapa pentingnya persediaan dalam menentukan laba/rugi dalam posisi keuangan

perusahaan, tidak saja terhadap tahun berjalan, tetapi juga terhadap tahun

sebelumnya dan tahun yang akan datang. Kesalahan dalam menentukan nilai
8

persediaan barang dagang akan mempengaruhi tidak saja laporan laba/rugi dan

neraca tahun berjalan tetapi juga neraca dan laporan laba rugi tahun yang akan

datang.

Persediaan sendiri merupakan sebuah bentuk investasi, dari mana keuntungan

atau laba tersebut dapat diharapkan melalui sebuah penjualan di kemudian harinya.

dan oleh sebab itu kebanyakan dari perusahaan sejumlah minimal dari persediaan

harus dipertahankan supaya dapat menjamin kontinuitas dan juga stabilitas

penjualan.

Menurut Freddy dalam Persediaan adalah bahan atau barang yang disimpan
untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya untuk digunakan dalam proses
produksi atau perakitan , untuk dijual kembali , atau untuk suku cadang dari
peralatan mesin.persediaan dapat berupa bahan mentah, bahan pembantu,
bahan dalam proses, barang jadi , ataupun suku cadang. Dapat dikatakan
bahwa persediaan hanyalah suatu sumber dana menganggur karena sebelum
persediaan digunakan berarti dana terikat didalamnya tidak dapat digunakan
untuk keperluan lain (M.Dr.H.A. Rusdiana, 2016).

Menurut Prawirosentoso “persediaan adalah aktiva lancar yang terdapat di

perusahaan dalam bentuk persediaan bahan mentah ( bahan baku, bahan setengah

jadi dan barang jadi)” (M. Dr. H.A. Rusdiana, 2016).

Stice dan Skousen (2009:571) dalam jurnal persediaan adalah istilah yang

diberikan untuk aktiva yang akan dijual dalam kegiatan normal perusahaan atau

aktiva yang dimasukkan secara langsung atau tidak langsung ke dalam barang yang

diproduksi dan kemudian dijual (N.Anwar, 2016).

Sedangkan Menurut Kieso yang diterjemakan oleh Salim (2009:402) dalam


jurnal “ persediaan adalah pos-pos aktiva yang dimiliki oleh perusahaan
untuk dijual dalam operasi bisnis normal, atau barang yang akan digunakan
atau dikonsumsi dalam membuat kecermatan.investasi dalam persediaan
biasanya merupakan aktiva lancar paling besar dari perusahaan dagang (ritel)
dan manufaktur “ (N.Anwar, 2016).
9

Dari pengertian diatas dapat diketahui bahwa persediaan merupakan sumber

daya - sumber daya organisasi yang disimpan dalam antisipasinya terhadap

pemenuhan permintaan.

2.1.2. Jenis-jenis Persediaan

Menurut Keown “ dalam jurnal untuk mengilustrasikan fungsi pemisahan fungsi

dengan lebih baik “ (N.Anwar, 2016) maka akan dijelaskan beberapa tipe umum

persediaan sebagai berikut:

1. Persediaan bahan mentah

Persediaan ini terdiri dari bahan dasar yang dibeli dari perusahaan lain untuk

digunakan dalam operasi produksi perusahan.

2. Persediaan Barang Setengah Jadi (Work-in-process)

Ini mencakup barang setengah jadi yang membutuhkan kerja tambahan sebelum

menjadi barang jadi.

3. Persediaan Barang Jadi

Ini mencakup barang yang telah selesai proses produksinya tetapi belum dijual.

Pada dasarnya jenis-jenis persediaan adalah persediaan barang mentah, barang

dalam proses dan persediaan barang jadi. Perusahaan dagang menggunakan jenis

persediaan barang jadi yang didapat dengan cara dibeli dengan tujuan dijual

kembali tanpa mengubah bentuk fisik barang dagangan tersebut.

2.1.3. Fungsi Persediaan

Menurut Rangkuti terdapat 3 fungsi persediaan (Suharti & Fong, 2018) adalah

sebagai berikut:

1 .Fungsi Batch Stock atau Lot Size Inventory , persediaan lot size ini perlu

mempertimbangkan penghematan atau potongan pembelian,biaya pengangkutan


10

per unit menjadi lebih murah dan sebagainya. Hal ini disebabkan perusahaan

melakukan pembelian dan kuantitas yang lebih besar dibandingkan biaya yang

timbul karena besarnya persediaan (biaya sewa gudang, investasi, resiko dan

sebagainya).

2. Fungsi Decoupling, Persediaan yang memungkinkan perusahaan dapat memenuhi

permintaan pelanggan tanpa tergantung pada supplier.

2. Fungsi Anticipation, Apabila perusahaan menghadapi fluktuasi permintaan yang

dapat diperkirakan dan diramalkan berdasarkan pengalaman atau data-data masa

lalu, yaitu permintaan musiman

2.1.4 Klasifikasi Persediaan

Menurut “ Dalam menentukan klasifikasi persediaan itu sangat penting

untuk jenis perusahaan. Apabila perusahaan itu adalah perusahaan dagang maka

hanya ada satu klasifikasi persediaan yaitu persediaan barang dagangan”

(Z.Baridwan, 2015). Sedangkan apabila jenis perusahaan itu adalah perusahaan

industri, maka klasifikasi persediaan dibagi atas:

1. Persediaan bahan baku adalah barang-barang yang akan menjadi bagian dari

prduk jadi yang dengan mudah dapat diikuti biayanya.

2. Persediaan bahan penolong adalah barang-barang yang juga menjadi bagian

dari produk jadi tetapi jumlahnya relatif kecil atau sulit diikuti biayanya.

3. Persediaan supplies pabrik adalah barang-barang yang mempunyai fungsi

melancarkan proses produksi. Misalnya oli mesin dan bahan pembersih mesin.

4. Persediaan barang dalam proses adalah barang-barang yang sedang dijalankan

(diproses) tetapi pada tanggal neraca barang-barang tadi belum selesai

dikerjakan untuk dapat dijual masih diperlukan pengerjaan lebih lanjut.


11

5. Persediaan produk selesai adalah barang-barang yang sudah selesai dikerjakan

dalam proses produksi dan menunggu saat penjualnya.

2.1.5.Kepemilikan Persediaan

Menurut “barang-barang yang akan dicatat sebagai persediaan pihak yang

dimiliki barang-barang tersebut, sehingga perubahan catatan persediaan akan

didasarkan pada perpindahan hak pemilikan barang. Ada beberapa cara dalam

menentukan hak pemilikan atas barang ”(Z.Baridwan, 2015) yaitu:

1. Barang-barang dalam perjalanan (Goods in Transit)

Barang-barang yang pada tanggal neraca masih dalam perjalanan menimbulkan

masalah apakah masih menjadi milik penjual atau sudah berpindah haknya pada

pembeli. Untuk mengetahui barang-barang itu milik siapa harus diketahui syarat

pengiriman barang-barang tersebut. Ada 2 (dua) syarat pengiriman, yaitu:

a. F.0.B Shipping Point

Barang-barang yang dikirim dengan syarat apabila hak atas barang yang

dikirim berpindah pada pembeli ketika barang-barang tersebut diserahkan

pada pihak pengangkut. Pada saat tersebut penjual mencatat penjualan dan

mengurangi persediaan barangnya, sedangkan pembeli mencatat pembelian

dan menambah persediaan barangnya.

b. F.O.B Destination / Tujuan

Barang- barang yang dikirim dengan syarat atas hak atas barang baru

berpindah pada pembeli jika barang-barang yang dikirim sudah diterima oleh

pembeli. Jadi perpindahan hak atas barang terjadi pada tanggal penerimaan

barang oleh pembeli. Pada saat tersebut penjual mengurangi persediaan

barangnya dan mencatat penjualan, sedangkan pembeli mencatat pembelian

dan menambah persediaan barangnya.


12

1. Barang-barang yang dipisahkan (Segregated Goods)

Barang-barang yang akan dijual dalam jumlah besar pengirimannya tidak dapat

dilakukan sekaligus. Barang-barang yang dipisahkan tersendiri dengan maksud

untuk memenuhi kontrak-kontrak atau pesanan-pesanan walaupun belum dikirim,

haknya sudah berpindah pada pembeli. Oleh karena itu, pada tanggal penyusunan

laporan keuangan jka ada barang-barang yang dipisahkan harus dikeluarkan dari

jumlah persediaan penjual dan dicatat sebagai penjualan. Begitu pula pembeli

dapat mencatat pembelian dan menambah persediaan barangnya.

3. Barang-barang Konsiyasi (Consigment Goods)

Dalam penjualan titipan, barang-barang yang dititipkan untuk dijualkan

(dikonsiyasi) haknya masih tetap pada yang menitipkan sampai saat barang-

barang tersebut dijual. Sebelum barang-barang tersebut dijual masih tetap menjadi

persediaan pihak yang menitipkan (songsinor). Pihak yang menerima titipan

(congsinee) tidak mempunyai hak atas barang-barang tersebut sehingga tidak

mencatat barang-barang tersebut sebagai persediaan. Apabila barang-barang

tersebut sudah dijual, maka yang menerima titipan membuat laporan pada yang

menitipkan. Pada waktu menerima laporan pihak yang menitipkan (consignor)

mencatat penjualan dan mengurangi persediaan barang (Zaki Baridwan,2015:152

-154)

4. Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagangan

Menurut Zaki Baridwan, pencatatan persediaan dalam perusahaan yang

jumlahnya cukup besar dapat ditentukan dengan 2 (dua) metode yaitu metode

fisik dan metode perpetual.

a. Metode fisik
13

Menurut metode ini perhitungan persediaan (stok opname) ini diperlukan

untuk mengetahui berapa jumlah barang yang masih ada dan kemudian

diperhitungkan harga pokoknya. Pencatatan hanya dilakukan pada akhir

periode akuntansi dengan cara menghitung, mengukur, dan menimbang

secara fisik barang-barang yang ada di gudang. Dalam metode ini semua

pembelian dan penjualan barang yang tidak dibukukan dalam perkiraan

persediaan, sehingga dalam buku besar tidak terlihat jumlah persediaan. Oleh

karena itu, dengan menggunakan metode fisik, harga harga pokok penjualan

juga tidak dapat diketahui sewaktu-waktu. Harga pokok penjualan baru dapat

dihitung

2.1.6. Pengendalian Persediaan

Herjanto (Harjanto, 2018) mengatakan bahwa pengendaliaan persediaan adalah

serangkaian kebijakan pengendalian untuk menentukan tingkat persediaan yang

harus dijaga, kapan pesanan untuk menambah persediaan harus dilakukan dan

berapa besar pesanan harus diadakan, jumlah atau tingkat persediaan yang

dibutuhkan berbeda-beda untuk setiap perusahaan pabrik, tergantung volume

produksinya.

2.1.7. Tujuan Persediaan

Menurut Ishak (Ishak, 2015) untuk devisi yang berbeda dalam industri

manufaktur akan memiliki tujuan pengendalian persediaan yang berbeda yaitu:

1. Pemasaran ingin melayani konsumen secepat mungkin sehinga menginginkan

persediaan dalam jumlah yang banyak.


14

2. Produksi beroperasi secara efisien. Hal ini mengimplikasikan order produksi

yang tinggi akan menghasilkan persediaan yang besar (untuk mengurangi set up

mesin). disamping itu juga produk menginginkan persediaan bahan baku,

setengah jadi atau komponen yang cukup sehingga proses produksi tidak

terganggu karena kekurangan bahan.

3. Pembelian (Purchasing) dalam rangka efisiensi, menginginkan persamaan

produksi yang besar dalam jumlah sedikit dari pada pesanan yang kecil dalam

jumlah yang banyak. Pembeliaan ini juga ingin ada persediaan sebagai pembatas

kenaikan harga dan kekurangan produk.

4. Keuangan (Finance) menginginkan minimasi semua bentuk investasi persediaan

karena biaya investasi dan efek negatif yang terjadi pada perhitungan

pengembalian aset (return of asset) perusahaan.

5. Personalia (Personel and industrial relationship) menginginkan adanya

persediaan untuk mengantisipasi fluktuasi kebutuhan tenaga kerja dan PHK

tidak dilakukan.

6. Rekayasa (Enginerring) menginginkan persediaan minimal untuk mengantisipasi

jika terjadi perubahan rekayasa enginerring .

2.2.Logistik

2.2.1.Pengertian Logistic

Menurut “ Logistik adalah proses dari pengolahan secara strategi dalam usaha

pengadaan, pergerakan dan penyimpanan material,part,dan persediaan akhir (dan

aliran informasi yang berhubungan),melalui organisasi dan jalur pemasarannya

dalam berapa cara mendapatkan keuntungan tertentu dimasa depan yang


15

maksima lmelalui ektivitas biaya dari pemenuhan pemesanan “ (D.Annisa Kesy

Garside, 2017).

Manajemen logistic adalah bagian dari supply chain management yang

merencanakan mengimplentasi,dan mengendalikan aliran maju (forward flow)

dan aliran balik ( referse flow ) serta penyimpanan produk , layanan atau jasa

dan informasiyang terkait antara titik asal dan titik komsumsi untuk memenuhi

kebutuhan konsumen secara efektif dan efesien.kegiatan-kegiatan pengolahan

logistic biasanya meliputi manajemen transportasi inbound dan outbound,

manajemen armada ,pergudangan, penanganan material, pemenuhan pesanan,

desain jaringan logistik, manajemen persediaan,perencanaan penawaran atau

permintaan , dan manajemen penyedia layanan logistic .

Pada berbagai tingkatan, fungsi logistic juga mencakup pencarian sumber dan

pengadaan, perencanaan, dan penjadwalan produksi, pengemasan dan

pengabungan pesanan, serta pelayanan kepada konsumen. hal ini berhubungan

atau bersngkutan dengan semua perencanaan dan pelakasanaan ditingkatan

strategis, operasional dan taktis, Manajemen logistic adalah fungsi

pengitegrasian, yang mengkordinasikan dan mengoptimalkan semua aktivitas –

aktivitas logistic, serta mengintegrasikan kegiatan-kegiatan logistic dengan

fungsi-fungsi lain termasuk pemasaran, manufaktur penjualan, keuangan, dan

teknologi informasi.

Dari kedua definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa supply chain

management memiliki konsep yang lebih luas dari manajemen logistic. Kita

dapat mempertimbangkan kegiatan logistic sebagai komponen operasional

supply chain managemen (kuantifikasi, pengadaan, manajemen persediaan,

manajemen transportasi,
16

Armada , pengumpulan,dan pelaporan data).sedangkan supply chain

management mencakup kegiatan logistic ditambah koordinasi dan kolaborasi

diantara staf ,tingkatan-tingkatan dan funsi-fungsi dalam supply chan

.manajemen logistic mempunyai fungsi yang lebih berhubungan dengan aliran

barang dan jasa mulai dari sebelum proses operasi produksi hingga produk jadi

dikirimkan kekonsumen.sedangkan SCM yang secara teknis mengatur hubungan

berbagai pihak yang terlibat dalam proses yang diatur oleh manajemen logistic.

Supply chain managemen menekankan pada perencanaan pengolahan seluruh

aktivitas yang terlibat dalam pencarian sumber pasokan atau supply dan

pengadaan, konversi dan semua kegiatan pengolahan logistic. yang penting,

SCM juga mencakup koordinasi dan kolaborasi dengan chanel partners yang

bisa terdiri dari supplier, intermediaris atau perantara, third party logistics

service provider atau penyedia layanan logistic, dan konsumen. Intinya, supply

chain management mengintegrasikan manajemen penawaran dan permintaan

didalam dan diantara perusahaaan -perusahaan yang berada dalam supply chain.

supply chain management adalah fungsi pengintegrasian dengan tanggung jawab

utama untuk menghubungkan fungsi-fungsi bisnis utama dan proses-proses

bisnis didalam dan diantara perusahaan – perusahaan menjadi model bisnis yang

kohesif dan berkinerja tinngi. SCM juga mencakup semua kegiatan manajemen

logistic yang disebutkan sebelumnya, serta operasi manufaktur, dan mendorong

koordinansi pada proses- proses dan kegiatan -kegiatan didalam dan diantara

pemasaran penjualan, desain produk, keuangan dan tekhnolgi informasi.


17

2.2.2.Aktivitas – Aktivitas Logistic

1. Pelayanan Konsumen

Pelayan konsumen (customer service) adaalah suatu proses yang berlansung

diantara pembeli, penjual, dan pihak ketiga yang menghasilakan nilai tambah

untuk pertukaran produk atau jasa dalam jangka waktu pendek dan panjang.

Dengan demikian, pelayanan konsumen merupakan proses penyediaan nilai

tambah yang penting pada supply chain dengan cara efektif

2. Peramalan Permintaan

Permalan permintaan menentukan beberapa banyak tiap barang yang diproduksi

perusahaan harus didistribusikan keberbagai pasar. perkiraan ramalan yang tepat

memunkinkan manajer logistic untuk menyediakan anggaran biaya dalam

pelayanan permintaan konsumen.

3. Manajemen Persediaan

Aktivitas pengendalian persediaan bersifat kritis karena membutuhkan finansial

yang cukup atas aktifitas tersbut, sehingga terdapat ketepatan antara kebutuhan

konsumen dengan produksi.

4. Komunikasi Logistic

Komunikasi merupakan jaringan vital diantara seluruh proses logistic dan

konsumen perusahaan. Beberapa alat komunikasi logistic, e-commerce, barcode,

EDI (Electronic Data Interchange), Enterprise Resource Planning.

5. Penanganan Material

Aktivitas ini berhubungan dengan aliran bahan baku, setengah jadi, dan barang

jadi dalam pabrik atau gudang. tujuannya untuk meminimalkan jarak tempuh

meminimalkan WIP, serta meminimalkan kerugian perusahaan.


18

6. Proses Pemesanan

Beberapa komponen proses pemesanan, yakni:

a. Operasional, meliputi perubahan pesanan, pengirim pesanan, invocing, dan

lain-lain.

b. Komunikasi, meliputi memodifikasi kesalahan, koreksi pesanan, dan lain-

lain.

c. Kredit dan elemen pengumpulan, meliputi pemeriksaan kredit, proses

penerimaan dan lain-lain.

7. Pengemasan

Peran aktifitas ini adalah melindungi produk dari kerusakan ketika disimpan

maupun diangkut dan memudahkan penyimpanan serta permintaan produk

sehingga biaya penanganan produk bisa diminimasi.

8. Suku Cadang dan Dukungan Layanan

Aktifitas ini merupakan aktivitas pelayanan pasca penjualan kepada pelanggan.

peran manajemen logistic adalah meyakinkan pelanggan bahwa komponen dan

suku cadang dari produk yang telah dibelinya tersedia kapanpun dan

dimananpun pelanggan membutuhkannya.

9. Pemilihan Lokasi Pabrik dan Gudang

Pergudangan merupakan bagian integraldari semua sistem logistic yang

berperan penting dalam melayani konsumen dengan total biaya yang

seminimal mungkin Gudang juga merupakan jaringan primer diantara

produsen dan konsumen.

10. Pengadaan (Procrument)

Aktivitas ini bertujuan:


19

a. memberikan aliran material, persediaan, dan pelayanan yang

berkesinambungan yang dibutuhkan untuk menjalankan organisasi,

b. meminimalkan investasi persediaan dan kerugian.

11. Penerima Reverse Logistic

Aktivitas ini berkaitan erat dengan penanganan barang -barang return yang

penyebabnya bisa karena kerusakan, kadaluarsa, salah pengiriman, dan yang

lainnya.

12. Transportasi

Aktivitas ini berhubungan dengan bagian dalam maupun luar departemen

logistic.

13. Pergudangan dan Penyimpanan

Aktivitas ini berkenan dengan penyimpanan produk sebelum dijual, dalam hal

ini semakin lama waktu antara produksi dan komsumsi makin semakin besar

pula tingkat dan jumlah persediaan yang dibutuhkan.

14. Urgensi Logistic

Logistic berhubungan dengan penciptaan nilai (value) untuk semua konsumen

dan supplier dari sebuah perusahaan dan juga memberi nilai bagi stakeholder

perusahaan tersebut. Nilai dalam logistic terutama dinyatakan dalam istilah

waktu dan tempat. Produk dan jasa hanya akan mempunyai nilai jika produk

tersebut berada di konsumen pada waktu dibutuhkan dan berada ditempat

dimana produk tersebut ingin dikomsumsi. Contoh produk nasi goreng tidak

akan memiliki nilai tambah jika produk tersebut tidak tersedia, pada saat

restoran buka, logostic ini menjadi nilai penting bagi proses penambahan

nilai.

a. Biaya Logistic Tidak Cukup signifikan.


20

Beberapa studi telah dilakukan untuk menentukan biaya logistic untuk

keseluruhan aktivitas ekonomi dan perusahaan individu.

b. Jalur suplai /pasokan dan distribusi semakin Panjang dengan

kompleksitas lebih besar.

Trend saat ini menunjukan banyak perusahaan mengembangkan strategi

global dengan mendesiain produk mereka untuk pasar dunia dan

memproduksi produk tersebut dimanapun yang mampu memberikan

biaya material dan tenaga kerja yang murah.

c. Eksepetasi layanan logistic kekonsumen semakin meningkat

konsumen saat ini menginginkan pemrosesan pesanandengan segera,

pengiriman yang lebih cepat, dan ketersediaan produk yang tinggi.


BAB III

PEMBAHASAN

3.1. Tinjauan Umum Perusahaan

3.1.1. Sejarah dan Perkembangan Restoran Nasi Goreng kambing Kebon Sirih

Cabanng Radio Dalam Jakarta Selatan

Sejarah Restoran Nasi Goreng Kebon sirih didirikan oleh seorang Putra Betawi

asli, yaitu oleh Almarhum H.Nein, Pada tahun 1958 silam Keterampilannya dalam

meracik bumbu nasi goreng yang kaya rempah suskses membuat banyak orang

ketagihan sampai sekarang. Dia mengatakan bahwa H.Nein merintis dari nol secara

perlahan sampai akhirnya besar seperti sekarang. Jumlah pengunjung yang terus

bertambah, menginspirasi H.Nein untuk menambah cabang sejauh ini cabang

resminya sudah tersebar Sejabodetabek, Informasi yang tertera pada spanduk menu

makanan tertulis

Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih tidak membuka cabang diluar

Jabodetabek, Soeroto yang bergabung mengurus operasionl tempat makan tersebut

sejak 1991 mengaku jumlah pengunjung setiap hari tidak pernah sepi, bahkan

semakin lama semaki ramai ketika akhir pekan.

Metode pemesanan ditempat makan yang sekarang dikelola oleh keturunan

generasi ketiga H.Nein ini agak berbeda dari restoran rumah makan Nasi Goreng

lainnya. Untuk cara Pembayaran pada Restoran Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih

memiliki Cara pembayaran yang beragam selain menggunakan cash, Restoran Nasi

Goreng Kambing kebon Sirih juga telah bekerja Sama dengan beberapa pihak

21
22

aplikasi online. Gojek, dan Grab untuk delivery, Go pay dan Ovo untuk pembayaran

sehingga dapat memudahkan transaksi antar customer dan pihak restoran..

VISI

Menjadi Perusahaan Restoran yang maju di pasar ekonomi dan Kompetitif.

Sistem ekonomi dinamis yang mempunyai manfaat, ekonomis, ilmu dan soial kepada

lingkungan.

MISI

a. Manfaat Kesehatan.

Menyajkan berbagai macam produk berkualitas yang baik bagi tubuh manusia

dan terbuat dari bahan-bahan alami dan sehat.

b. Manfaat Ekonomi.

Menjadi peluang uasaha yang mudah diakses sehingga diterima oleh berbagai

lapisan masyarakat dengan menggunakan prinsip adil, jujur dan profesional.

c. Manfaat Ilmu.

Memberi jasa intelektual pada dunia restoran untuk memfasilitasi dan

mengakselarasi gaya hidup sehat dan bugar serta meningkatkan daya ekonomi

sebagai pelaku usaha.


23

3.1.2. Struktur Organisasi, Fungsi dan Tata Kerja Perusahaan

Manager

Staff Admin

Asisten Manager

Waiters Cashir Kitchen Preaparetion

Sumber: Restoran Nasi Goreng Kambing Sirih cabang Radio dalam Jakarta Selatan.

Gambar III.1. Struktur Organisasi Perusahaan

1. Manager.

Tugas dan peranannya sebagai berikut:

a. Mengelola restoran, mengendalikan, merencanakan dan mengamati kelancaran

Restoran sesuai dengan tujuan yang diharapkan dan kebijakan yang telah

ditetapkan.

b. Memastikan target untuk Restoran setiap hari.

c. Bekerja sama dengan Asistent manager dalam memberikan Kepemimpinan,

Pelatihan dan kerapihan untuk level pemimpin

d. Membuat program atau rencana kebijakan operasional Restoran

e. Memberikan seputar informasi kepada bawahan karyawannya.

f. Membina hubungan baik kepada pihak external seperti: building


24

2. Assistant Manager.

Tugas dan peranannya sebagai berikut:

a. Bertanggung jawab untuk mengelola operasi sehari – hari kegiatan operasional

restoran, termasuk seleksi pengembangan dan manajemen kinerja karyawan.

b. Mengoptimalkan keuntungan dan memastikan bahwa tamu puas dengan

pelayanan restoran.

c. Memeriksa persediaan makanan dan perlengkapan.

d. Mengelola semua bidang restoran dan membuat keputusan akhir tentang hal

yang penting bagi layanan tamu.

e. Assistant Manager membuat laporan kepada Manager tentang keadaan

restoran dalam operasi harian.

3. Staff Administrasi.

a. Mengatur semua administrasi keuangan restoran.

b. Merapikan dan mengerjakan laporan keuangan restoran

c. Merapikan dan mengerjakan laporan perpajakan restoran

d. Merapikan dan membuat anggaran pendapatan belanja restoran secara teratur.

e. Membuat surat-surat yang berhubungan dengan perbankan

f. Melakukan pengecekan terakhir rekap gaji karyawan

g. Melakukan pembayaran gaji karyawan

4. Cashier.

a. Melayani pelanggan saat memesan dan menginput sesuai pesanan yang telah

dipesan oleh pihak pelanggan.

b. Mengulangi kembali pesanan customer dengan benar supaya tidak ada miss

communication.
25

c. Bertangung jawab atas perhitungan dan penyimpanan semua uang.

d. Bertangung jawab atas pelaporan dan penyetoran uang hasil penjualan.

5. Waiters

a. Membersihkan area loby seperti meja dan lantai yang kotor.

b. Melayani tamu pelanggan dengan baik, senyum dan ramah.

c. Bertanggung jawab melakukan pemenuhan semua kebutuhan tamu.

d. Bertanggung jawab melakukan proses serving order (secara cepat dan tepat)

Serta pengecekan order check bill

6. Kitchen

a. Memasak sesuai pesanan yang dipesan oleh pelanggan

b. Menyiapkan kebutuhan dapur yang ingin dimasak.

7. Preparation

a. Mempersiapkan resep makanan mentah lalu diolah dan dimasak menjadi

bahan baku untuk dipersiapkan Ketika ada pesanan.

b. Mencuci gelas dan piring atau alat-alat yg digunakan saat proses prepare
26

3.1.3. Kegiatan Usaha

Menjadi peluang usaha yang mudah diakses dan mudah diterima oleh

berbagai lapisan masyarakat, dengan menggunakan prinsip adil, jujur dan

professional Memberi kontribusi intelektual pada dunia restoran untuk memfasilitasi

dan mengakselarasi gaya hidup sehat dan bugar serta meningkatkan daya ekonomi

sebagai pelaku usaha.

Restoran Nasi goreng kambing kebon sirih yakin dan percaya, Pendidikan

dan latihan yang sistematis dan berkelanjutan akan menghasilkan tenaga profesionanl

yang terampil diseluruh bagian terutama yang berhubungan dengan persediaan

logistic, produksi, management dan pemasaran.

Produk persediaan yang ada pada restoran nasi goreng kambing Kebon sirih

antara lain terdiri dari beberapa macam yaitu: daging ayam, daging kambing, bawang

merah, bawang Bombay, telur, dan lain sebagainya.

1. Teamwork

Restoran Kambing Kebon sirih yakin dan percaya, Teamwork adalah kunci

keberhasilan, keikhlasan dan kesiapan dalam bekerja serta berbagi pengetahuan akan

menambah kecintaan terhadap amanah dan tanggung jawab dilingkungan kerja.

2. Kecakapan

Restoran Kambing Kebon Sirih yakin dan percaya, kecakapan harus

dijadikan prioritas dan tujuan dari semua pihak yang terlibat secara langsung maupun

tidak langsung.

3. .istiqomah

Perusahaan Kambing Kebon Sirih yakin dan percaya akan hal-hal diatas akan

membuahkan keberhasilan seperti yang diinginkan, perusahaan juga akan terus


27

menekankan kepada para mitra mereka untuk terus menerapkan prinsip usaha

sebagai kode etik didalam menjalankan usahanya.

3.2. Hasil Penelitian

3.2.1. Prosedur administrasi persediaan barang Pada Restoran Nasi Goreng

Kambing Kebon Sirih cabang Radio Dalam Jakarta Selatan.

Pembahasan saya tentang proses pengecekan barang, keadaan barang sampai,

penyimpanan bahan baku dengan sistem manualisasi atau pencatatan.

1. Melakukan pengecekan bahan baku secara berkala, hal ini penting untuk dilakukan

untuk menghindari terjadinya kekurangan bahan baku makanan dan minuman

ketika bahan baku sudah cukup banyak terpakai.

2..Keadaan bahan baku makanan dan minuman semua bahan baku yang tersedia

direstoran harus selalu mendapatkan perhatian khusus, baik dalam hal

kesegarannya maupun keadaan fisiknya agar kualitas bahan baku dapat selalu

terjaga.

3. Penyimpanan bahan baku baik bahan baku makanan maupun minuman harus

diperhatikan karena hal ini dapat mempengaruhi kualitas dan kesegaran bahan

baku itu sendiri. bahan makanan perishable dan non perishale harus diletakan

terpisah agar tidak terjadinya kontaminasi. perhatikan pula suhu dan kelembaban

bahan baku restoran dalam menyimpan bahan baku. hal yang perlu

1) Suhu penyimpanan bahan baku:

a.. Bahan baku seperti sayur dan buah harus disimpan pada suhu 1- 4 C

b.. Bahan baku seperti minuman dingin disimpan pada suhu 10-15 C
28

c.. Unggas ayam, dan daging harus disimpan pada suhu -5 C jika akan

segera digunakan namun jika disimpan dalam jangka waktu yang lebih

lama harus disimpan pada suhu -18 C

2) Tempat penyimpanan bahan baku.

a. Bahan baku perishable dan dairy products sebaiknya disimpan didalam

chillerrefrigerator dan juga freezer.

b. Bahan baku non-perishable sebaiknya disimpan didalam drystore

(Gudang kering)

Berikut Alur pemesanan bahan persediaan yang ada pada Restoran Nasi Goreng

Kambing Kebon Sirih Jakarta Selatan :


29

Staf Admin Manager Supplier

Mulai

Cek Data Barang

Ya
Cek Jumlah
Barang

Tidak

Mencatat Barang
Tidak

Membuat Nota
Pengajuan
Persetujuan
Persediaan
Nota
Barang

Melakukan Ya
Pesanan Pemesanan
Diterima

Invoice

Invoice & Barang


diterima

Pembayaran

Selesai

Sumber: Restoran Nasi Goreng Kambing Sirih cabang Radio dalam Jakarta Selatan.
30

Gambar III.2.

Alur Persediaan Barang Pada Restoran Nasi Goreng Kambing Cabang

Radio Dalam Jakarta Selatan

Keterangan.

1. Awal Kitchen melakukan cek data barang persediaan barang untuk mengetahui

tersedia atau tidakmya barang yang ada,seperti berikut ini:

Tabel III.I

Laporan Persediaan Barang Bulan September 2019

Sumber: Restoran Nasi Goreng Kambing Sirih cabang Radio dalam Jakarta Selatan

2. Setelah itu Staf Admin melakukan pengecekan jumlah barang apabila persediaan

barang masih ada ,maka Staf Admin tidak melakukan pencatatan barang (selesai).

Jika barang tidak ada, maka Staf Admin akan melakukan pencatatan barang
31

3. Setelah Mengecek jumlah barang Staff Admin mencatat barang yang ingin dibeli.

4. Setelah itu kitchen membuat Nota Pengajuan Persediaan Barang Persediaan.

5. Manager memberi persetujuan nota pengajuan persediaan barang , jika tidak

disetujui maka nota akan direvisi oleh Staf Admin.

6. Setelah Manager memberi persetujuan maka Staf Admin akan menghubungi

Supplier untuk memesan barang.

7 . Setelah pesanan diterima , Supplier menyiapkan barang yang dipesan tadi.

8. Kemudian Supplier membuat invoice untuk mengirim barang .

9. Setelah Staf Admin menerima invoice dan barangnya ,kemudian melakukan

pembayaran .

10. Selesai

Sumber: Restoran Nasi Goreng Kambing Sirih cabang Radio dalam Jakarta Selatan.

Gambar III.3.Freezer Persediaan Barang Pada Restoran Nasi Goreng Kambing

Cabang Radio Dalam Jakarta Selatan


32

Sumber: Restoran Nasi Goreng Kambing Sirih cabang Radio dalam Jakarta Selatan.

Gambar III.4.Chiller Persediaan Barang Pada Restoran Nasi Goreng Kambing

Cabang Radio Dalam Jakarta Selatan.

4. First in first out merupakan cara penanganan bahan baku restoran yang perlu

diterapkan agar restoran terhindar dari kerugian akibat kerusakan pada bahan

baku.FIFO berlaku bagi bahan baku seperti buah ,sayuran ,dan daging .bahan

baku yang pertama datang harus dikeluarkan pertama agar bahan baku terhindar

dari spoilage.sedangkan last in first out(LIFO) yaitu bahan yang terakhir masuk

namun pertama keluar diterapkan pada bahan baku seperti beras dan tepung.

5. Melakukan pengendalian dalam pemesanan bahan baku restoran hal ini bertujuan

untuk menghindari pembelian bahan baku yang telah banyak atau terlalu sedikit

yang menimbulkan kerugian bagi restoran.

3.2.2. Kendala- kendala yang dihadapi dan cara mengatasi kendala.

Kendala yang dihadapi persediaan barang di restoran nasi goreng kambing

cabang radio dalam Jakarta selatan yaitu :

1. Kurangnya menghitung atau mengontrol stok persediaan barang di restoran

tersebut

2. Masih menyetok barang dengan secara manual.

3. Memiliki tempat yang tidak terorganisir.

Berdasarkan hasil penelitian diatas kendala yang dihadapi berkaitan penanganan

persediaan barang di restoran nasi goreng kambing kebon sirih Jakarta selatan dan

cara mengatasi kendala tersebut sebagai berikut :


33

1. Cara mengatasi masalah stok pada restoran nasi goreng kambing kebon sirih

cabang radio dalam Jakarta selatan,dengan cara mengetahui stok persediaan yang

ada serta sering atau secara berkala menghitung stok pada persediaan barang

2. Jika mengelolah stok barang pada persediaan dengan cara manual dapat

menyababkan masalah kesalahan pada human eror,caranya adalah meninggalkan

sistem manual dan beralih kesistem digital, terutama proses memasukan data pada

laporan stok barang persediaan.

3. Cara mengelolah masalah tempat bahan persediaan yang tidak terorganisir ini

adalah dengan menata ulang tempat atau Gudang .sama seperti sebelumnya

,memastikan persediaan barang yang sedang popular mudah untuk diakses adalah

cara yang paling tepat


BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan yang dibahas pada bab-bab sebelumnya maka

terdapat beberapa kesimpulan diantaranya:

1. Nasi goreng kambing kebon sirih yang berdiri di Jakarta selatan didirikan oleh

seorang Putra Betawi asli, yaitu oleh Almarhum H.Nein, Pada tahun 1958 silam

Keterampilannya dalam meracik bumbu nasi goreng yang kaya rempah

2. Proses prosedur persediaan barang cukup cepat dan pihak yang terkait dalam

persediaan barang dapat bekerja sama dengan baik sehingga tidak terdapat

hambatan pada saat mengajukan pesanan.

3. Proses persediaan barang pada restoran nasi goreng kambing kebo sirih

dilakukan setiap hari ,agar dapat melakukan proses penjualan.

4.2. Saran

Berdasarkan dari pengkajian hasil Tugas Akhir ini,maka penulis bermaksud

memberikan saran yang sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman dari penulis

selama melakukan kegiatan Tugas Akhir ,yaitu sebagai berikut:

1.. Sebaiknya meningkatkan dan melakukan pengawasan dalam proses persediaan

barang yang ada sehingga tidak ada terjadinya kerusakan atau nkehilangan

barang.

34
35

2. Sebaiknya stok fisik barang persediaan barang lebih diperhatikan lagi melihat

rendahnya pengawasan di toko dan Gudang yang berdampak kehilangan atau

kerusakan barang.
36

DAFTAR PUSTAKA

Lampiran C1
37