Anda di halaman 1dari 16

LAMPIRAN

Keputusan Direktur Rumah Sakit AL-AZIZ Jombang


Nomor : 03/PDM/DIR/RSAL-AZIZ/VI//2021
Tanggal : 24 Juni 2021

PANDUAN PENGENDALIAN / PEMERIKSAAN MEKANIS DAN TEKNIS


RUMAH SAKIT AL – AZIZ JOMBANG

BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pengendalian lingkungan rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya
merupakan salah satu aspek dalam upaya pencegahan pengendalian lingkungan
rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya. Lingkungan rumah sakit atau
fasilitas kesehatan lainnya jarang menimbulkan transmisi penyakit infeksi
nosokomial namun pada pasien-pasien yang immunocompromise harus lebih
diwaspadai dan diperhatikan karena dapat meninggalkan beberapa penyakit
infeksi lainnya seperti infeksi lainnya seperti infeksi saluran pernapasan
Aspergillus, Legionella, Mycobacterium TB, Varicella Zoster, Virus Hepatitis
B, HIV.
Untuk mencegah terjadinya infeksi akibat lingkungan dapat diminimalkan
dengan melakukan pembersihan lingkungan, disinfeksi permukaan lingkungan
yang terkontaminasi dengan darah atau cairan tubuh pasien, melakukan
pemeliharaan peralatan medik dengan tepat, mempertahankan mutu air bersih,
mempertahankan ventilasi udara yang baik.
Panduan pengendalian lingkungan dibuat agar pelaksanaannya di lapangan
dapat terstandar dan berjalan dengan baik secara berkesinambungan baik
implementasi dan monitoring evaluasinya.Kerjasama antar setiap unsur di
lingkungan RS sangat diperlukan untuk mendukung berjalannya kegiatan ini.

1
BAB 2
DEFINISI DAN TUJUAN

A. Pengertian
Pembersihan Lingkungan adalah proses membuang semua atau
sebagian besar patogen dari permukaan dan benda yang terkontaminasi.
Pembersihan permukaan di lingkungan pasien sangat penting karena agen
infeksius yang dapat menyebabkan ISPA dapat bertahan di lingkungan
selama beberapa jam atau bahkan beberapa hari. Pembersihan dapat
dilakukan dengan air dan detergen netral.
Disinfektan standar rumah sakit yang dibuat dengan larutan yang
dianjurkan dan digunakan sesuai dengan petunjuk pabrik dapat mengurangi
tingkat kontaminasi permukaan lingkungan. Pembersihan harus dilakukan
sebelum proses disinfeksi. Hanya perlengkapan dan permukaan yang pernah
bersentuhan dengan kulit atau mukosa pasien atau sudah sering disentuh oleh
petugas yang memerlukan disinfeksi setelah dibersihkan.Jenis disinfeksi yang
digunakan di fasilitas kesehatan tergantung pada ketersediaannya dan
peraturan yang berlaku.
Sebagian disinfektan yang cocok untuk keperluan ini adalah:
1. Sodium hipoklorit – digunakan pada permukaan atau peralatan bukan
logam
2. Alkohol – digunakan pada permukaan yang lebih kecil
3. Senyawa fenol
4. Senyawa amonium quaterner , dan/atau
5. Senyawa peroksigen

B. Tujuan
a. Tujuan Umum
Meningkatkan mutu pelayanan di RS.
b. Tujuan Khusus
1. Meminimalkan atau mencegah terjadinya transmisi mikroorganisme
dari lingkungan kepada pasien, petugas, pengunjung dan masyarakat

2
disekitar sarana kesehatan sehingga infeksi nosokomial dapat dicegah
dengan mempertimbangkan cost efektif.
2. Menciptakan lingkungan bersih aman dan nyaman.
3. mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

3
BAB 3
RUANG LINGKUP

A. Ruang Lingkup Manajemen Lingkungan Rumah Sakit


1. Sistem Ventilasi Bertekanan Positif
2. Biological Safety Cabinet
3. Laminary Airflow Hood
4. Termostat Di Lemari Pendingin
5. Pemanas Air Untuk Sterilisasi Piring Dan Alat Dapur

4
BAB 4
TATA LAKSANA

A. SISTEM VENTILASI BERTEKANAN POSITIF


Secara garis besar ada tiga jenis sistem ventilasi yaitu:
1) Ventilasi Alamiah adalah sistem ventilasi yang mengandalkan pada lubang
angin,jendela dan pintu terbuka yang memungkinkan adanya pertukaran
udara secaraalami.
2) Ventilasi Campuran adalah sistem ventilasi alamiah ditambah
denganpenggunaan peralatan mekanik untuk menambah efektifitas
panyaluran udara.Penggunaan kipas angin juga termasuk dalam jenis
ventilasi ini karena dapatmenyalurkan/menyedot udara ke arah tertentu.
3) Ventilasi Mekanik adalah sistem ventilasi yang menggunakan peralatan
mekanikuntuk mengalirkan dan mensirkulasi udara masuk dan keluar ruangan.
Termasukdisini adalahAir Conditioner(AC) dan sistem pemanas ruangan.
Class P - tekanan ruang isolasi positif ditentukan pada tekanan positif
relatif terhadap tekanan ambien, yang berarti bahwa aliran udara harus dari
"bersih" menuju ruang sebelah (melalui pintu atau bukaan lainnya). Hal ini
dicapai oleh sistem HVAC mensuplai lebih banyak udara ke dalam ruangan
"bersih". Kelas P berlaku untuk semua Protective Environment atau disebut
PE.

Dalam fungsi airlock atau Serambi ditentukan bersebelahan dengan ruang


pasien. Untuk ruang tekanan positif, udara akan mengalir dari ruang isolasi ke
ruang tunggu daripada koridor. Kontrol Tekanan dipertahankan oleh modulasi
supplai utama dan exhaust berdasarkan sinyal dari transduser tekanan terletak
di dalam ruang isolasi.

Pengendalian Infeksi dan Persyaratan Ventilasi untuk ruang PE 


menggunakan pedoman AIA sebagai standar minimum untuk desain dan
konstruksi sistem ventilasi di sarana pelayanan kesehatan baru atau
direnovasi. Unsur yang diusulkan meliputi :

5
1. Pastikan bahwa ruang PE dirancang untuk mempertahankan tekanan
positif.

2. Menjaga tekanan positif udara ruangan (> 2,5 Pa [udara 0,01 inci])
terhadap koridor. Idealnya itu harus> 8 Pa (0,03 inci pengukur udara).
- Ventilasi ruangan untuk mempertahankan> 12 ACH atau 145 liter per
detik per pasien.

3. Class P kamar dapat dikatakan udara segar 100% atau dapat


menggunakan udara diresirkulasi biasanya 60/40 campuran udara di
luar ruangan / udara diresirkulasi. Sebagai aturan praktis, tekanan udara
harus dipertahankan positif sehubungan dengan kamar sebelah dengan
menyediakan 10 sampai 15% udara yang lebih. Yang direkomendasikan
penyaringan udara untuk kelas P, menggunakan HEPA (99,97% @
0.3μm DOP) pada sisi suplai udara dan dan exhaust tidak perlu di filter.

4. Filter HEPA dapat berlokasi di unit penanganan udara atau point-to-


menggunakan filter HEPA dapat digunakan.

5. Terminal HEPA filter pada titik supplai dianjurkan . Sistem UVGI


kadang-kadang digunakan dalam hubungannya dengan filter HEPA.
Ketika iradiasi ultraviolet kuman (UVGI) digunakan sebagai kontrol 
tambahan.

6. Supply  udara harus ditentukan sedemikian rupa sehingga udara bersih


adalah arus pertama di tempat tidur pasien dan keluar dari seberang
ruangan. Distribusi udara harus mengurangi paparan pasien potensi
udara droplet nuklei dari pasien atau penghuni ruang Class P.

7. Ruangan tekanan positif dapat berbagi sistem suplai udara.


Diferensial tekanan perangkat indikasi harus dipasang untuk
memungkinkan pembacaan tekanan udara dalam ruangan dan
memberikan alarm bunyi apabila sistem rusak.

6
8. Pastikan bahwa kamar yang baik-disegel untuk menjaga tekanan
ruangan dari tekanan gradien yang pada akhirnya juga akan mengurangi
beban pada hubungan penanganan udara.

9. Pastikan  jendela, pintu, dan intake dan exhaust langit-langit eternit


yang halus dan bebas dari celah-celah. Sealing semua penetrasi di
dinding atas dari kerusahan atau celah celah.

10. Pada  pintu masuk dan keluar dapat menutup sendiri dan Semua pintu
darurat harus selalu tertutup. dan sebaiknya dipasang alarm untuk
monitor.  

11. Jangan gunakan sistem aliran udara laminar di Kamar PE yang baru
dibangun. Jangan gunakan sistem ac split wall ventilasi kamar.

12. Kamar mandi memiliki exhaust dan didepan memiliki tempat cuci
tangan. Beri label sebagai tekanan ruang isolasi positif.

13. Kebutuhan tekanan udara untuk kamar operasi mirip dengan ruang PE
dengan pengecualian berikut:

a. Tekanan ventilasi udara sebaiknya di buat tekanan positif  dengan


koridor dan daerah sekitarnya, mempertahankan> 15 ACH, yang> 3
ACH harus udara segar.

b. Menyaring semua udara yang diresirkulasi dan udara segar melalui


filter yang tepat, memberikan efisiensi 90% (pengujian debu-spot)
minimal.

c. Aliran udara di kamar tidak didesain untuk horisontal laminar,


memperkenalkan udara di langit-langit dan pembuangan udara dekat
lantai.

d. Jangan gunakan ultraviolet  lampu (UV) untuk mencegah infeksi


bedah-situs.

7
Tantangan khusus, sebuah tantangan yang unik terjadi ketika pasien
membutuhkan kedua ruang isolasi positif dan negatif. Misalnya ketika ada
pasien kemungkinan memiliki penyakit menular menular seperti TBC. Studi
menunjukkan bahwa sekitar 15% dari pasien HIV juga menderita TB, dan ini
menyajikan masalah desain yang unik. Pasien ini perlu di lingkungan yang
protektif bagi kesehatannya sendiri, tetapi juga perlu diisolasi untuk
melindungi orang lain dari penyakit menular nya.

Solusinya adalah untuk rumah pasien tersebut dalam tekanan ruang positif
dengan anteroom yang berada di bawah tekanan negatif relatif terhadap
koridor dan ruang PE.

B. BIOLOGICAL SAFETY CABINET DAN LAMINARY AIRFLOW


HOOD
Bio Safety Cabinet (BSC) merupakan alat yang berguna untuk bekerja
secara aseptis karena BSC mempunyai pola pengaturan dan penyaring aliran
udara sehingga menjadi steril dan aplikasi sinar UV beberapa jam sebelum
digunakan. Biosafety cabinet atau disebut juga Biological Safety cabinet
merupakan sebuah area kerja laboratorium dengan ventilasi udara yang telah
direkayasa untuk mengamankan pekerja yang bekerja dengan sampel
material, lingkungan kerja dan  sampel material dari kemungkinan bahaya
terkontaminasi atau menimbulkan penyebaran bakteri / virus yang bersifat
patogen. sekilas mirip dengan lemari asam, hanya saja pada lemari asam tidak
ada proteksi penyaring sekelas HEPA Filter. Namun, Biosafety cabinet
mempunyai beberapa kelas keamanan, dan tujuan kelas keamanan ini juga 
berbeda beda. Laminar Air Flow (LAF) atau dapat juga disebut Biological
Safety Cabinet (BSC) adalah alat yang berguna untuk bekerja secara aseptis
karena LAF mempunyai pola pengaturan dan penyaring aliran udara sehingga
menjadi steril dan aplikasi sinar UV beberapa jam sebelum digunakan.

Biosafety cabinet Kelas I


Biosafety cabinet Kelas I menyediakan perlindungan pada personil namun
tidak termasuk pada produk sampel / material di dalam chamber biosafety

8
cabinet. Udara akan mengalir dari arah personil dan bisa menyebabkan
kontaminasi pada sampel. Kecepatan minimum biosafety jenis ini 0,38 m/s.
Jendela depan dibiarkan terbuka, sehingga udara masuk, lalu dihisap, dan
disaring dengan HEPA Filter.

Aliran Udara Biosafety cabinet Kelas I


 Biosafety cabinet Kelas I biasanya digunakan untuk peralatan khusus seperti
centrifuge, atau prosedur aerasi culture yang bisa menimbulkan bau. Tersedia
menggunakan ducting dan tanpa ducting (udara disaring dan disirkulasi
kembali ke dalam ruangan)

Biosafety cabinet Kelas II


Biosafety cabinet Kelas II menyediakan proteksi untuk 2 hal yaitu sampel dan
lingkungan. Sesuai standar dari NSF, biosafety kelas II ini dibagi menjadi 4
tipe yaitu : Type A1, Type A2, Type B1, dan Type B2. Prinsip operasi
Biosafety cabinet Kelas II menggunakan kipas hisap  dipasang di atas lemari
untuk menarik udara dari luar + Chamber, kemudian disaring dengan HEPA
Filter sebelum diteruskan untuk sirkulasi mau pun dikeluarkan. Sistem
menarik udara ini membuat operator aman karena arah udara akan mengarah
ke dalam sistem saringan.

Kabinet Tipe A1
Memiliki kecepatan aliran minimal 0,35 m/detik. Hasil penyaringan udara
dengan HEPA Filter  dibagi menjadi 70% dipakai lagi, dan hanya 30%
dikeluarkan. Hal inibisa dilakukan karena perbedaan ukuran kedua filter

9
chamber dan filter keluar. Sistem ini tidak diperkenankan jika ada
penggunaan bahan kimia berbahaya.

Kabinet Type A2
Memiliki kecepatan aliran minimum 0,5 m/detik. Hasil penyaringan udara
dengan HEPA Filter  dibagi menjadi 70% dipakai lagi, dan hanya 30%
dikeluarkan. Hal inibisa dilakukan karena perbedaan ukuran kedua filter
chamber dan filter keluar. Secara umum hampir mirip dengan model A1.

Aliran Udara Biosafety Cabinet Class II Type A1 dan A2


Kabinet Type B1
Memiliki kecepatan aliran minimal 0,5 m/detik. Hasil penyaringan udara
dibagi menjadi 30% re-sirkulasi dan 70% keluar melalui ducting.

10
Aliran Udara Biosafety Cabinet Class II Type B1
Kabinet Type B2
Memiliki kecepatan aliran minimal 0,5 m/detik. Udara dihisap, disaring, dan
tidak ada yang disalurkan untuk sirkulasi. Semua dikeluarkan melalui sistem
ducting. Digunakan di laboratorium tokxikologi dan bahan kimia berbahaya
lainnya. Sangat diharuskan pemakaian alarm, dan peringatan jika blower
tidak berfungsi.

11
Aliran Udara Biosafety Cabinet Class II Type B2

Biosafety cabinet Kelas III.


Viosafety cabinet kelas III digunakana di laboratorium dengan pengamanan
maksimum, didesain untuk pemakaian dengan bahan patogen yang
berbahaya. Sirkulasi udara di dalam chamber ditutup rapat, dan semua
material yang masuk dan keluar harus melalui pass box. Sarung tangan
disertakan di depan sehingga personil bisa bekerja tanpa kontak langsung
dengan material.

12
Sirkulasi Pengamanan Udara di Biosafety Cabinet Kelas III

C. TERMOSTAT DI LEMARI PENDINGIN


Thermostat adalah suatu komponen yang berfungsi sebagai pengatur
temperature suhu pada kulkas. Ini juga bisa sabagai otomatis yang mengatur
kapan mesin kapan bekerja dan kapan akan mati (stundby). apabila
temperature didalam lemari pendingin sudah mencapai sesuai yang kita
setting, maka thermostat ini akan memutus arus listrik yang ke mesin untuk
stunby. Dan jika suhu temperature sudah mulai naik kembali, maka mesin
akan nyala dan mendinginkan ruangan kulkas, begitu juga seterusnya.
Thermostat disini memanfaatkan sensor yang di dalamnya terdapaty gas
yang bisa berubah apabila di dinginkan. Jika sensor berada pada lingkungan
yang bersuhu rendah, maka gas yang ada di dalamnya akan menurun
tekanannya. Perubahan tersebut yang menyebabkan kontak switch yaitu dari
status keadaan tertutup menjadi terbuka. Semakin turun suhu yang mengenai
sensor, maka semakin turun nilai tekanan gas didalamnya. Untuk memberi
batasan pada tekanan berapakan kontak switch akan berubah, thermostat
menggunakan sebuah knop. Dalam kata lain, perubahan kontak thermostat
tersebut dapat disetting sesuai dengan kebutuhan kita. Biasanya pada knop
terdapat angka 1,2,3,4,5. Semakin tinggi angkanya, maka semakin rendah
temperature yang dibutuh untuk membuka kontak switch. Jadi, jika ingin
mengatur kulkas pada suhu yang paling dingin, harus ke angka yang paling
tinggi, jangan sebaliknya.
Yang terjadi apabila thermostat rusak yang pastinya mesin kompresor
tidak hidup dan kulkas tidak dingin, ini disebabkan karena tidak ada arus
listrik ke mesin. Karena system kelistrikan pada kulkas saling berhubungan
antara komponen yang satu dengan yang lainnya. Bila dilangsungkan yaitu
tidak memakai thermostat, mesin akan nyala terus tidak bisa standby dan ini
bisa mengakibatkan mesin cepat rusak / jebol.
Oleh karena itu, harus dilakukan pengecekan/maintenance dan juga
pembersihan berkala agar pada termostat tetap berfungsi dengan baik dan
menghasilkan suhu yang sesuai diinginkan.

13
D. PEMANAS AIR UNTUK STERILISASI PIRING DAN ALAT DAPUR
Peralatan dapur perlu bersihkan dengan air hangat dari solar water
heater. Dapur menjadi bagian yang sangat penting untuk selalu dijaga
kebersihannya. Hal ini juga karena dapur menjadi tempat untuk menyiapkan
makanan. Makanan tersebut haruslah tetap higienis ketika dikonsumsi. Salah
satunya yang bisa menunjang makanan sehat adalah dari penggunaan alat-alat
dapur.

Cara Membersihkan Peralatan Dapur Dengan Solar Water Heater :


Pada instalasi Gizi sangat penting untuk membersihkan peralatan masak yang
dimiliki. Tujuannya agar bisa selalu terhindar dari bakteri yang berbahaya.
Sehingga makanan yang dimasak bisa tetap sehat dan aman.
1. Pertama adalah dengan masukkan semua alat masak pada sebuah
panci dengan ukuran yang besar. Isi panci tersebut dengan air dari
pemanas air tenaga solar hingga semua alat masaknya terendam air.
2. Dengan menggunakan air panas dari pemanas air ini maka jadi lebih
praktis. Karena airnya sudah memiliki suhu yang tinggi yang bisa
disesuaikan dengan kebutuhan. Jadi Anda tidak perlu repot untuk
memanaskannya menggunakan kompor lagi.
3. Jika sudah diamkan sebentar hingga suhu air tersebut berkurang.
Ambil semua alat dapur Anda menggunakan penjepit. Cara ini juga
sama dengan melakukan sterilisasi agar semua bakteri bisa mati
karena suhu air yang tinggi.
4. Cara yang lain untuk melakukan sterilisasi adalah dengan
menggunakan 1 sendok pemutih dan 1 galon air. Diamkan atau
rendam alat dapur selama beberapa saat. Setelah itu bilas
menggunakan air panas dari pemanas solar.

Untuk Membersihkan Alat Dapur Setelah Digunakan :


Membersihkan peralatan dapur setelah digunakan juga sangat penting. Hal ini
agar bakteri dan kuman tidak mudah berkembang biak dan bisa menyebarkan
virus.

14
1. Sebelum membersihkan peralatan tersebut hendaknya membuang sisa
makanan yang masih menempel. Bila perlu bisa dibilas dulu dengan
air mengalir agar lebih mudah membersihkan sisa makanan tersebut.
2. Isi tempat pencucian piring menggunakan air hangat dari pemanas air
tenaga surya. Pastikan suhunya cukup panas tetapi masih bisa
digunakan karena nantinya akan mencelupkan tangan ke dalamnya.
3. Tambahkan juga sabun pencuci piring secukupnya dan campur sampai
rata sebelum memasukkan piring ke dalamnya.
4. Gosok semua peralatan dapur menggunakan spons yang bersih dan
bersihkan hingga tidak ada noda lagi yang menempel.
5. Gunakan jenis sabun pembersih piring tertentu jika memang
dibutuhkan untuk membersihkan noda gosong membandel.
6. Selanjutnya bisa Anda bilas dengan air panas mengalir hingga tidak
ada sabun yang tersisa.
7. Terakhir bisa dikeringkan dengan mesin pengering atau ditiriskan
saja.

Penggunaan air hangat dari solar water heater sangat diperlukan untuk


membersihkan noda dan bakteri yang ada pada peralatan dapur. Hal ini
karena pada suhu tertentu bakteri dan kuman bisa cepat hilang. Agar lebih
mudah bisa memanfaatkan pemanas air dari Intisolar.

15
BAB 5
PENUTUP

Untuk mencegah terjadinya infeksi akibat lingkungan dapat diminimalkan dengan


:
1. Melakukan pembersihan dan disinfeksi dengan pembersih dan disinfektan
yang tepat
2. Melakukan pemeliharaan mecanical yang tepat
3. Mempertahankan mutu air bersih
4. Mempertahankan ventilasi udara yang baik
Dengan adanya panduan pengendalian lingkungan ini semoga langkah dan usaha
RS dalam pencapaian mutu dan kualitas Rumah sakit yang lebih baik akan
tercapai. Dalam payung yang lebih besar dan lebih luas panduan ini ada di dalam
pedoman pelaksaan Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RS.

Ditetapkan di : Jombang
Tanggal : 24 Juni 2021

16

Anda mungkin juga menyukai