Anda di halaman 1dari 2

LEARNING JOURNAL

Program Pelatihan : PKP


Angkatan : VIII
Nama Mata Pelatihan : Kepemimpinan dalam Pelaksanaan Pekerjaan
Nama Peserta : Cucu Eka Putra
Nomor Hadir Peserta : 9
Lembaga Penyelenggara Pelatihan : BPSDM Kalimantan Timur

A. Pokok Pikiran
Model kepemimpinan yang berkembang pada masa lampau merupakam model di
mana pemimpin berada pada puncak piramida kekuasaan sehingga memiliki peran
sebagai pengendali atas orang-orang di bawahnya, sedangkan pada saat ini,
kepemimpinan lebih sering menggunakan model kepemimpinan pelayanan (servant
leadership) di mana pemimpin berada di dasar piramida kekuasaan yang berfungsi
sebagai penyokong dan pendukung dalam memberdayakan orang-orang yang bekerja
bersamanya.
Karakteristik dari servant leadership di antaranya, mau mendengarkan, memiliki
empati terhadap sesama, mampu memperbaiki masalah dan kendala, memiliki kesadaran
diri yang tinggi, mampu meyakinkan orang-orang, bekerja dengan konsep yang jelas,
selalu berpikir jauh ke depan, berdikasi dalam membantu, berkomitmen untuk selalu
maju dan membangun komunitas yang kuat dalam organisasi.
Aktualisasi kepemimpinan yang melayani dimulai dari memahami konsep akan
kepemimpinan itu terlebih dahulu yang kemudian memnentukan karakteristik yang
cocok dengan unit kerja organisasi. Seiring waktu berjalan, perlu untuk mengidentifikasi
gap yang timbul saat menerapkan servant leadership yang berujung pada evaluasi dan
perbaikan cara kepemimpinan.
Di sisi lain, aktualisasi kepemimpinan dalam pelaksanaan pekerjaan dimulai dari
memahami visi dan misi organisasi serta tugas fungsi setiap pegawai, kemudian
memetakan tugas sesuai kompetensi, lalu mengidentifikasi para stakeholder yang terlibat
dalam pekerjaan, menginbentarisir isu-isu strategis dan penyebab masalah guna
menemukan solusi agar tidak menghambat pekerjaan, dan dilanjutkan dengan memantau
dan mengevaluasi penerapan dari kepemimpinan tersebut.
Perubahan perilaku kepemimpinan bisa saja terjadi apabila pelaksanaan pekerjaan
tidak mencapai hasil atau tujuan organisasi yang diharapkan. Perubahan tersebut juga
perlu suatu pembiasaan yang terbagi menjadi dua cara. Pertama menggunakan sosialisasi
yang ditentukan terlebih dahulu segmentasi sasarannya, kemudian memilih media untuk
bersosialisasi. Kedua, melalui internalisasi dan praktek dengan membangung komitmen
kemudian memberdayakan staf-staf pelaksana yang dapat berperan sebagai agen
perubahan, lalu memberikan reward maupun punishment berdasarkan hasil monitoring
dan evaluasi.

B. Penerapan
Kepemimpinan yang melayani, khususnya dalam pelaksanaan pekerjaan di bidang
pelayanan bisa diterapkan dengan cara turun langsung ke dasar wilayah kerja untuk
melihat dan mendengarkan seperti apa kondisi sebenarnya dari bidang pelayanan, yang
kemudian melalui cara demikian, isu strategis serta masalah akan dapat teridentifikasi
dan dapat dicari solusi yang tepat melalui kerja tim yang efektif.

Anda mungkin juga menyukai