Anda di halaman 1dari 9

SPESIFIKASI TEKNIS

Pasal 1
Penjelasan Umum

1. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah Pembuatan Proteksi Bronjong Sungai Masamba.
Lokasi pekerjaan : Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara Tahun Anggaran 2020
2. Pekerjaan harus sesuai dengan :
a. Uraian dan syarat-syarat umum pekerjaan ini (Spesifikasi Umum Bina Marga).
b. Semua gambar-gambar perencanaan yang telah dibuat oleh konsultan perencana dan telah
diketahui oleh Pengelola Teknik Proyek.
c. Petunjuk-petunjuk dari Pemimpin Proyek dan unsur-unsur teknik lainnya baik lisan maupun
tertulis.
d. Syarat-syarat umum untuk pelaksanaan pemborongan pekerjaan umum di Indonesia (A.V.
1941).
e. Syarat-syarat perburuhan
f. Standar bahan/material dan peralatan
1) Semua bahan/material maupun peralatan yag dipasang secara permanen harus baru
dan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan, jika menggunakan di luar yang
ditentukan dalam spesifikasi harus dibuat amandemen.
2) Jika tidak disebutkan dalam spesifikasi penggunaan bahan/material maupun peralatan
yang dipergunakan dalam pelaksanaan konstruksi maka dapat dipergunakan daftar
standar yang dikeluarkan oleh organisasi resmi sebagai berikut :
a) PKKI : Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia
b) PBI : Peraturan Beton Indonesia
c) SII : Standar Industri Indonesia
d) HGPS : Hydraulic Gate and Penstock Association Japan
e) JRA : Japan Road Association
f) SSPC : Steel Structures Painting Council
g) ASBR : (Water and Power Resources Service, United States Departement of
the Interior (Formerly United States Bureau of Reclamation).
h) AWS : American Welding Society
i) ASTM : American Society for Testing and Materials
j) AISA : American Iron and Steel Institute
k) ACI : American Conrete Institute
l) JCEA : Japan Civil Engineer Association
m) AASHTO : American Association of State Highways and Transportaion Officials
n) JIS : Japanese Industrian Standard
g. Risalah Berita Acara Penjelasan Pekerjaan
3. Pekerjaan Persiapan
a. Dalam waktu 7 hari setelah menerima surat perintah, kontraktor harus mengirimkan
Rencana Pelaksanaan Kerja, Metode Pelaksanaan dan Laporan Kegiatan secara rinci yang
sesuai rencana kerja global yang telah diajukan dalam pelelangan. Rincian tersebut harus
mencantumkan Program Pelaksanaan :
- Mobilisasi/Demobilisasi
- Survey dan Testing Lapangan
- Daftar Bahan dan Peralatan Khusus
- Kemungkinan Kelambatan Pekerjaan
b. Rencana pelaksanaan kerja disusun dalam bentuk bagan (Bar Chart dan/atau S-Curve).
c. Mobilisasi/demobilisasi tenaga kerja dan peralatan serta pengadaan bahan material.
d. Pelaksana lapangan yang cakap/terampil sesuai bidang disiplin ilmunya.
e. Bangsal kerja, kantor lapangan sementara dan direksi keet,
f. Papan Nama Proyek
g. Dokumen kontrak
1) Konsep dokumen kontrak disiapkan oleh Pemilik Pekerjaan namun penggandaannya
oleh kontraktor.

Konsultan Perencana CV. Munika Total Konsultan


2) Jumlah dokumen kontrak sebanyak yang telah ditetapkan pada syarat-syarat
administrasi, kontraktor harus menyiapkan maksimum 5 (lima) set untuk pelaksanaan di
lapangan. Jumlah tersebut sudah termasuk yang harus disiapkan oleh kontraktor untuk
Direksi Pekerjaan dan Engineer Konsultan yang ditunjuk.
h. Gambar-gambar kerja yang selalu siap di lapangan
i. Laporan
Kontraktor harus membuat laporan kegiatan pekerjaan dengan menggunakan format yang
telah disetujui oleh Direksi.
1) Buku harian yang mencatat semua petunjuk-petunjuk, keputusan-keputusan dan detail-
detail penting dari unsur teknik.
2) Laporan harian, berisi hal-hal berikut :
- Kondisi musim/cuaca
- Jumlah staf dan pekerja yang bekerja
- Jumlah dan jenis material dan peralatan di lapangan
- Laporan kemajuan pekerjaan, termasuk lokasi serta perhitungan volume setiap hari.
- Kejadian yang menghambat pekerjaan.
- Kejadian atau kondisi yang mengakibatkan keterlambatan kemajuan (progres)
pekerjaan.
- Semua informasi yang berkaitan dengan pekerjaan.
3) Laporan Mingguan
- Setiap akhir minggu dibuat laporan dengan format yang telah disetujui dan
membuat program rencana kerja minggu berikutnya.
- Setiap satu minggu sekali diadakan rapat antara personil inti dari kontraktor dengan
Direksi lapangan untuk membahas kelancaran pekerjaan.
4) Laporan Bulanan
- Setiap tanggal 25 bulan berjalan, Kontraktor harus sudah membuat laporan dengan
menggunakan format yang telah disetujui. Laporan tersebut meliputi laporan fisik
dan laporan keuangan.
- Laporan berisi (tidak mutlak dibatasi) hal-hal sebagai berikut :
a) Secara rinci uraian pekerjaan yang dilaksanakan pada periode bulan tersebut.
b) Ringkasan komulatif kemajuan fisik dan progres keuangan untuk setiap kegiatan
utama.
c) Prosentase hasil kera terhadap seluruh pekerjaan yang tercantum dalam
kontrak.
d) Penjelasan penyebab keterlambatan pelaksanaan dan usulan pemecahan untuk
mengejar ketinggalan dan kehilangan waktu.
e) Rencana kerja bulan berikutnya.
f) Daftar peralatan mesin-mesin konstruksi dan bahan/material yang digunakan
dalam pelaksanaan pekerjaan termasuk mesin-mesin yang baru didatangkan
maupun yang dikeluarkan dari lokasi lapangan pekerjaan termasuk periode
mesin-mesin dan peralatan tidak digunakan.
g) Jumlah total volume dari jenis pekerjaan yang tercantum dalam daftar volume
(Bill of Quantity).
h) Kondisi cuaca secara umum, termasuk pencatatan periode serta intensitas
hujan setiap hari.
i) Daftar kecelakaan : - Masuk rumah sakit atau meninggal bila ada.
- Kerusakan pekerjaan
- Kerusakan hunian, material dan peralatan.
j) Schedule progres kemajuan yang menunjukkan tanggal penerimaan dan jumlah
dan tagihan yang dikirim tetapi belum dibayar.
k) Perkiraan jumlah pembayaran dari pemilik untuk bulan periode berikutnya.
l) Foto-foto pelaksanaan pekerjaan pada bulan tersebut.

5). Foto-foto Pelaksanaan Pekerjaan


- Kontraktor harus membuat foto yang menggambarkan kemajuan pelaksanaan
pekerjaan, foto harus menunjukkan keadaan sebelum dimulai pelaksanaan, sedang

Konsultan Perencana CV. Munika Total Konsultan


dalam pelaksanaan dan setelah selesai pelaksanaan. Pengambilan fot harus dalam
satu titk dan arah yang sama.
- Tiga lembar cetak foto untuk setiap pemotretan harus diserahkan kepada Direksi
dalam jangka waktu 10 (sepuluh) hari.
- Ukuran foto 3R
- Setiap foto harus dilampirkan sebagai berikut :
 Penjelasan ringkas, termasuk lokasi dan kode nomor
 Nomor foto dan tanggal pengambilan
 Nama kontraktor
 Nama proyek
- Negatif film harus diserahkan juga kepada Direksi dengan diberi label dan mudah
disimpan.
4. Gambar-Gambar Pelaksanaan
Kontraktor harus mengadakan pemeriksaan yang cermat terutama ukuran-ukurannya maupun
dimensi dari segi yang tertera di dalam gambar rencana tersebut. Bila ada yang tidak sesuai atau
kurang jelas harus dikonfirmasikan kepada Direksi. Semua yang meragukan harus dimintakan
penegasan dari Direksi dalam bentuk tertulis.
Format Gambar
1) Bahasa
Semua gambar dan data perhitungan pendukungnya yang harus disiapkan oleh
kontraktor menggunakan bahasa Indonesia, bila ada gambar yang berbahasa asing
diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
2) Satuan
Semua satuan menggunaan sistem metrik.
3) Ukuran
Semua gambar menggunakan ukuran standard, JIS, ukuran A1 (594 mm x 841 mm),
kecuali ada perintah lain atau persetujuan dari Direksi.
4) Judul
Konsep tentang judul maupun format semua gambar yang disiapkan oleh kontraktor,
ditunjukkan terlebih dahulu untuk mendapat persetujuan Direksi.
5) Penomoran
Referensi penomoran gambar menggunakan sistem penomoran gambar teknik. Urutan
penomoran akan ditetapkan oleh Direksi. Bila kontraktor bermaksud memberikan
referensi penomoran untuk kepentingan sendiri bisa menambahkan kolom pada kolom-
kolom judul.
6) Indeks Gambar
Tiap-tiap gambar yang dihasilkan diberikan indeks. Lembaran-lembaran indeks gambar
harus diserahkan kepada direksi.
7) Gambar di lapangan
Semua lembara gambar yang paling akhir mendapatkan persetujuan revisi oleh direksi
segera dikirim ke kantor lapangan kontraktor.
Gambar-gambar tersebut harus selalu ada di lapangan dan sewaktu-waktu selalu dapat
dipergunakan untuk pemeriksaan oleh Direksi.
a. Gambar pelaksanaan (Construction Drawing)
Semua gambar untuk dilaksanakan (construction drawing) diberikan oleh Pemilik yang
disiapkan oleh Konsultan.
Dalam gambar ini jelas menunjukkan tata letaknya, dimensinya, jenis konstruksinya dan
seterusnya seperti yang disebutkan dalam spesifikasi atau petunjuk direksi.
b. Gambar Kerja (Working Drawing)
Kontraktor harus membuat gambar kerja (working drawing) dan gambar tersebut mengacu
pada gambar untuk dilaksanakan (construction drawing) yang diberikan oleh pemilik
pekerjaan.
Gambar kerja harus detail dan dicantumkan jumlah material yang digunakan (bar bending
schedule, list of material, dll), juga mempertimbangkan kemudahan pemeriksaan/inspeksi
dari prosedur kerja maupun metode pelaksanaan yang akan dikerjakan di lapangan oleh
Kontraktor.
Gambar kerja diajukan kepada Direksi sebanyak 3 (tiga) rangkap cetak biru (blue print)
untuk dilakukan pemeriksaan sampai mendapatkan persetujuan. Bila ada perubahan dalam

Konsultan Perencana CV. Munika Total Konsultan


gambar kerja, maka harus dalam bentuk tertulis yang ditandatangani oleh Direksi dan
gambar perubahan ini merupakan bagian daripada Gambar Kerja.
Dari gambar kerja yang telah disetujui, ternyata setelah memperhatikan kondisi pondasi,
hasil galian maupun hasil test laboratorium, konstruksi yang dikehendaki lain dan perlu
perubahan gambar kerja, maka perubahan tersebut harus dalam bentuk tertulis dari Direksi
pekerjaan. Semua biaya gambar kerja berikut perubahan-perubahannya menjadi beban
kontraktor.
Gambar kerja dalam beberapa item pekerjaan juga digunakan sebagai dasar acuan
pengajuan Tagihan Pembayaran (Monthly Payment) Kontraktor.
c. Gambar Fasilitas/Bangunan Sementara
Dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sebelum dimulai pekerjaan dari tiap seksi
pekerjaan, kontraktor harus sudah mengirimkan gambar-gambar fasilitas/bangunan
sementara yang akan dipergunakan di daerah areal proyek seperti gambar gudang, rencana
kantor, tempat penyimpanan peralatan mesin, asrama pekerja dan bangunan, bangunan
lainnya yang diusulkan oleh kontraktor. Gambar-gambar harus mendapatkan persetujuand
dari Direksi.
Bila ternyata dalam pelaksanaan ada perubahan, kontraktor juga harus mendapatkan
persetujuan dari Direksi perihal perubahan tersebut baik dari segi lokasi maupun
konstruksinya.
d. Gambar Terlaksana (As Built Drawing)
1) Selama pelaksanaan konstruksi pekerjaan, kontraktor harus mengikuti seksama dan
mencocokkan dengan gambar kerja. Ketidakcocokan dengan gambar kerka yang telah
disetujui, supaya dicantumkan perubahan-perubahannya dan konstruksi pekerjaan yang
dikerjakan sesuai dengan keadaan yang dikerjakan/dengan keadaan sebenarnya untuk
selanjutnya dibuat gambar terlaksana.
2) Penyesuaian gambar dengan pelaksana pekerjaan di lapangan akan diadakan
pemeriksaan oleh Direksi Teknik.
Bila dari hasil pemeriksaan ternyata ditemukan ketidak sesuaian maka dalam jangka 14
(empat belas) hari, kontraktor harus telah memperbaiki gambar tersebut, sehingga
gambar terlaksana benar-benar sesuai dengan yang dilaksanakan di lapangan.
Setelah mendapatkan persetujuan maka Kontraktor menggandakan di samping untuk
keperluannya sendiri, sebanyak 3 (tiga) set diserahka kepada Direksi/Engineer.
3) Gambar terlaksana harus dibuat di atas, kertas kalkir yang berkualitas baik dari
memudahkan dalam penggandaannya. Selanjutnya gambar terlaksana yang telah selesai
dan telah mendapatkan persetujuan dari Direksi/Engineer diserahkan kepada pemilik
pekerjaan oleh kontraktor.
4) Dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah penandatanganan serah terima pekerjaan
100%,kontraktor harus sudah menyerahkan gambar terlaksana lengkap yang terdiri dari
:
a) 1 (satu) set gambar lengkap dalam kertas kalkir berkualitas baik.
b) 3 (tiga) set gambar lengkap cetakan ukuran penuh (A3)
c) Gambar-Gambar Lain
Selain gambar-gambar yang disebutkan di atas, gambar-gambar lain yang masih diperlukan
dalam pelaksanaan seperti gambar metode pelaksanaan, skema diagram ataupun grafik
jadwal pelaksanaan pekerjaan, harus diserahkan juga untuk mendapatkan persetujuan dari
Direksi/Engineer.
5. Jika ada perbedaan gambar dan syarat-syarat teknik, maka syarat-syarat teknik yang harus
diikuti. Jika ada perbedaan pada gambar dan atau ukuran-ukuran maka gambar skala yang lebih
besar yang diikuti, dan jika terdapat keragu-raguan dari isi dokumen proyek, maka kontrakor
harus mendiskusikan atau minta penjelasan pada direksi teknik, dan dalam terjadi pertentangan
isi antara dokumen-dokumen yang ada maka yang menentukan adalah tingkat “kekuatan” dari
dokumen yang dimaksud sebagaimana telah ditetapkan dalam salah satu bagian dari dokumen
proyek.

Konsultan Perencana CV. Munika Total Konsultan


6. Survey dan Pengukuran Kembali
a. Paling lambat 15 hari setelah penandatanganan kontrak, kontraktor diwajibkan untuk
melaksanakan survey lapangan yang lengkap terhadap kondisi fisik dan struktur jalan lama.
Kemudian harus mengajukan atau menyerahkan laporan lengkap dan detail dari hasil survey
ini kepada direksi teknik. Laporan itu berupa rencana kera secara tertulis, menjelaskan
secara terperinci urutan-urutan dan cara pelaksanaan pekerjaan, termasuk hal-hal khusus
bila perlu, misalnya cuaca/curah hujan dan sebagainya.
b. Titik referensi atau Bench Mark (BM), telah ditetapkan oleh Pemilik di lapangan seperti
dapat diperiksa di dalam gambar.
Pengecekan BM sebelum digunakan sebagai pedoman kordinat dan elevasi harus diadakan
pengecekan dan verifikasi tentang akurasinya.
Kontraktor harus membuat titik referensi/BM sementara untuk kepentingan kontraktor
sendiri dalam melaksanakan pekerjaan, tetapi setiap titik/BM sementara harus mendapat
persetujuan direksi lapangan.
c. Kontraktor harus menyampaikan secara Direksi, rencana pemasangan patok-patok dalam
waktu tidak kurang dari 48 jam, mendahului pelaksanaannya. Pematolan dilakukan oleh
kontraktor di bawah supervisi direksi dan bila dianggap perlu direksi dapat melakukan
perubahan-perubahan di lapangan dan dalam hal ini akan disampaikan secara tertulis
kepada kontraktor.
d. Kontraktor harus mempersiapkan alat-alat ukur yang diperlukan di lapangan sehubungan
dengan pekerjaan ini, termasuk yang diperlukan oleh direksi untuk pengecekan.
7. Peralatan
Kontraktor harus mengajukan daftar peralatan yang akan digunakan dalam pelaksanaan
pekerjaan sesuai dengan schedule pada rencana dan kontraktor mempersiapkan peralatan
lapangan sebelum pelaksanaan dimulai seperti tanda pengaman lalu lintas, rol meter, mal
ukuran kemiringan, papan nama proyek dan foto keadaan.
8. Bahan Bangunan
Bahan bangunan yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat minimal seperti yang ditetapkan
dalam peraturan umum mengenai bangunan di Indonesia.
a. Air
Air untuk pengecoran beton harus air tawar yang tidak mengandung mineral dan alkalide.
Selanjutnya harus memenuhi syarat-syarat yang sebagaiman diuraikan dalam PBI-1971 dan
PUBB (NI-12) 1971.
b. Portland Cement (PC)
 Digunakan Portland Cement (PC) biasa yang mempunyai kualitas mineral sampai dengan
S.400 (semen tonasa atau semen bosowa), berdasarkan kualifikasi yang diteatpkan
dalam NI-8.
 Semen yang telah mengeras/membantu atau berbungkah tidak boleh dipergukan lagi.

c. Pasir
Pasir pasangan dan pasir beton dipergunakan pasir yang memenuhi syarat baik dan bersih,
tidak mengandung lumpur serta tidak terlalu halus telah disetujui oleh Pihak Direksi.
Selanjutnya harus memenuhi syarat-syarat sebagaimana yang diuraikan dalam PBI-1971 dan
PUBB (NI-12) 1971.
d. Batu
Untuk pasangan pondasi dipakai batu gunung atau batu kali yang sudah pecah jenis keras,
bersih dan permukaan tidak licin, ukuran besar rata-rata 20 cm. Sedangkan untuk pasangan
tembok dipakai batu-bata kualitas baik dan telah mendapat persetujuan direksi.

9. Sumber Material
Kontraktor harus mencari sendiri sumber-sumber bahan sub base yang memenuhi syarat dan
mengajukan daftar kepada direksi mengenai sumber (asal) subbase yang akan digunakan.
Direksi bersama kontraktor mengambil contoh material tersebut untuk keperluan pemeriksaan
sebelum memberikan persetujuannya, biaya-biaya untuk itu menjadi tanggungan kontraktor.
10. Pemeriksaan testing dan persetujuan

Konsultan Perencana CV. Munika Total Konsultan


Kontraktor harus menyerahkan hasil pemeriksaan sebelum sumber bahan tersebut dieksploitir.
Segala biaya yang menyangkut pemeriksaan tersebut menjadi tanggungan kontraktor. Material-
material yang contohnya masih dalam tahap pemeriksaan, atau sifat-sifatnya meragukan belum
diperkenakan untuk dibawah ke job site, dan bila material yang telah ada di job site ternyata
tidak memenuhi syarat yang ditetapkan, direksi berhak untuk menolaknya dan kontraktor harus
segera menyingkirkannya atas biaya sendiri.
11. Penyimpanan Material
a. Harus disimpan sedemikian rupa sehingga tidak mengalami perubahan komposisi (segregasi)
dan sedapat mungkin ditumpuk di tempat yang ditunjuk/ disetujui direksi. Segala biaya yang
dikeluarkan termasuk ganti rugi bila penyimpanan tersebut berada di luar batas penguasaan
jalan, menjadi tanggungan kontraktor.
b. Penempatan material harus diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu lalu lintas dan
tidak mengurangi mutu material dalam pelaksanaan pekerjaan.
c. Jenis bahan material yang akan dimasukkan ke dalam lokasi harus mendapatkan
persetujuan terlebih dahulu oleh pengawas lapangan dengan memberikan contoh bahan.
d. Bahan material yang ditolak harus dikeluarkan dari lokasi proyek atas tanggungan/biaya
pemborong sendiri selambat-lambatnya 2 x 24 jam sejak waktu ditolak bahan material
tersebut.
12. Persyaratan Material
Semua material harus bersih dan kotoran-kotoran, bahan-bahan organik dan bahan-bahan lain
yang tidak dikehendaki.

13. Biaya-Biaya
Kontraktor menanggung segala biaya ganti rugi/kompensasi biaya-biaya retribusi dan sebagainya
yang sehubungan dengan pengambilan/ penandatanganan material-material tersebut, namun
tidak ada mata pembiayaan khusus untuk hal ini sehingga kesemuanya telah harus
diperhitungkan dalam harga satuan material tersebut.
14. Lalu Lintas
Lalu lintas pengalihan (penyimpanan) perlu disediakan untuk kendaraan roda dua sedangkan
kendaraan roda empat tidak diperkenangkan lewat di atas permukaan jalan beton yang baru
dikerjakan sampai siapa untuk dilewati. Kontraktor bertanggung jawab terhadap kerusakan
akibat lalu lintas.

Pasal 2
Penjelasan Khusus

A. Lingkup Pekerjaan
Pembuatan Proteksi Bronjong Sungai Masamba Kec. Masamba, mencakup :
1. Pekerjaan Pendahuluan
a. Pengukuran dan Bowplank
Dilakukan sesuai dengan petunjuk direksi baik dalam penentuan lokasi maupun dengan
batas kuran panjang tanah lokasi pekerjaan
b. Papan Proyek
Pembuatan Papan Proyek berdasarkan ukuran standar yg telah ditentukan
c. Pembersihan Lapangan
Pemborong harus membongkar akar-akar, mengisi lubang-lubangnya dengan tanah dan
dipadatkan kemudian membuang dari tempat pekerjaan semua bahan-bahan hasil
pembersihan lapangan.

2. Pekerjaan Tanah
a. Pekerjaan Tanah
Semua pekerjaan tanah dari beberapa bagian harus dilaksanakan menurut ukuran dan
ketinggian yang ditunjukkan dalam gambar atau menurut ukuran dan ketinggian lain,
yang mungkin akan diperintahkan oleh Direksi. Ukuran yang berdasarkan atau

Konsultan Perencana CV. Munika Total Konsultan


berhubungan dengan ketinggian tanah, atau jarak terusan harus ditunjukkan kepada
Direksi lebih dahulu, sebelum memulai pekerjaan tanah pada setiap tempat. Yang
dimaksud dengan “ketinggian tanah” dalam spesifikasi adalah tinggi “permukaan tanah”
sesudah pembersihan lapangan dan sebelum pekerjaan tanah dimulai.

b. Luasnya Penggalian
Luasnya penggalian harus sekecil mungkin menurut petunjuk Direksi untuk pekerjaan
bangunan. Penggalian dimulai dari muka tanah dengan harus mengambil lebar yang
cukup sesuai gambar atau ditentukan lain oleh Direksi.
Setelah selesai penggalian pemborong harus meninggalkan daerah kerja dalam keadaan
rapih sampai memuaskan Direksi termasuk semua pekerjaan tanah yang diperlukan
untuk mencegah penggenangan air di daerah tersebut.
Pemborong harus menggali, memuat, mengangkut, membuang, membentuk dan
memadatkan bahan-bahan timbunan tersebut seperti yang diharuskan dan hasil Elevasi
setelah pemadatan tersebut sesuai dengan ukuran yang tercantum dalam gambar.

c. Percobaan Pendahuluan Untuk Bahan Timbunan


Bila diperintahkan oleh Direksi, bahan-bahan yang diusulkan sebagai bahan timbunan
harus diuji ditempat menurut ketentuan didalam BS 1377 guna mendapatkan
karakteristik dan sifat-sifatnya.

d. Pemadatan Khusus Pada Timbunan


Pemadatan timbunan khusus harus terdiri dari bahan-bahan yang telah disetujui
dihampar dalam tiap-tiap lapisan yang datar dengan ketebalan merata dengan
kemiringan keluar, dan kemudian dipadatkan sehingga tebal setelah padat tidak lebih
dari 0,15 m, kandungan air dari tanah timbunan harus dijaga sedemikian baik secara
pengeringan alami atau dengan pembasa*han memakai alat semprot. Pemadatan harus
menggunakan alat pemadat, penggetar atau peralatan lainnya yang disetujui sehingga
menghasilkan kepadatan tidak kurang dari 95 % dari pemadatan kering yang
dilaksanakan menurut BS 1377 Test 11.

e. Penyiapan Tanah.
Sebelum mengerjakan timbunan, permukaan dari tanah yang akan ditimbun harus
disiapkan. Permukaan tanah tersebut diatas harus dibersihkan dari segala tumbuh-
tumbuhan termasuk akar-akarnya.

Sebelum dimulai menimbun, permukaan tanahnya harus digeruk sampai kedalaman


yang lebih besar dari retak-retak tanah yang ada, dan kadar air dari tanah yang digeruk
harus dijaga baik secara pengeringan alami atau pembasahan dengan alat semprot.

Kalau pelaksanaan pemadatan terhenti, permukaan dari timbunan harus digeruk


kembali dan kadar airnya diperiksa terlebih dahulu sebelum pekerjaan timbunan atau
pemadatan dilanjutkan.

Sebelum pekerjaan penimbunan dilakukan, semua lubang-lubang dan bekas-bekas yang


terjadi pada permukaan tanah, harus diratakan termasuk pematang sawah sampai
memuaskan Direksi.

f. Perapian Permukaan Galian Dengan Tangan


Dasar galian yang akan menerima beton pasangan batu atau isian yang dipadatkan 0,15
m yang terakhir dari galian harus dirapihkan dengan tangan atau dengan cara lain yang
mungkin dibenarkan/diperintahkan oleh Direksi. Hal ini dilakukan setelah pembersihan
semua lumpur pada waktu akan menempatkan beton, pasangan batu atau isian.

Konsultan Perencana CV. Munika Total Konsultan


3. Pekerjaan Bronjong

3.1. Batu

a. Batu yang dipakai untuk pasangan batu bronjong harus terdiri batu yang keras dan
bersih
b. Batu yang digunakan diambil dari sumber yang dekat/mudah diperoleh dan disetujui
oleh Direksi Pekerjaan.
c. Ukuran batu harus memperlihatkan batasan ukuran maksimum 15 cm x 25 cm

3.2. Kawat Bronjong

a. Kawat yang digunakan adalah kawat licin/galvano dengan diameter 2,6 mm


b. Anyaman bronjong haruslah merata berbentunk segi enam yang teranyam dengan tiga
lilitan dengan lubang 80 mm x 100 mm atau sesuai yang tercantum dalam gambar dan
dibuat sedemikian rupa hingga tidak lepas-lepas dan dirancang untuk diperoleh
kelenturan dan kekuatan yang diperlukan. Keliling tepi dari anyaman kawwat harus
diikat pada kerangka bronjong sehingga sambungan-sambungan yang diikatkan pada
kerangka harus sama kuatnya seperti pada badan anyaman.
c. Keranjang haruslah merupakan unit tungal dan disediakan dengan dimensi yang
disyaratkan dalam gambar atau sesuai petunjuk Direksi dan dibuat sedemikian sehingga
dapat dikirim ke lapangan sebelum diisi dengan batu.

3.3. Penempatan Bronjong

a. Kearnjang bronjong harus dibentangkan dengan kuat untuk memperoleh bentuk seperti
posisi yang benar dengan menggunakan batang penarik atau besi ulir penarik kecil
sebelum pengisian batu kedalam kawat bronjong. Sambunagn anatara keranjang
haruslah sekuat seperti anyaman itu sendiri. Setiap segi enam harus menerima paling
sedikit tiga lilitan kawat pengikat.
b. Batu harus dimasukkan satu demi satu sehingga diperoleh kepadatan maksimum dan
rongga seminimal mungkin. Bilaman tiap bronjong telah diisi setengah dari tingginya,
dua kawat pengaku horisontal dari muka ke belakang harus dipasang. Kerangjang
selanjutnya diisi sedikit berlebihan agar terjadi penurunan. Sisi luar batu yang
berhadapan dengan kawat harus mempunyai permukaan yang rata dan bertumpuk
pada anyaman.
c. Setelah pengisin tepi dan ditutup harus dibentangkan dengan batang penarik atau besi
ulir penarik pada permukaan atasnya dan diikat.
d. Bilamana keranjang dipasang satu diatas yang lainnya, sambunagn vertikal harus dibuat
berselang seling.

Pasal 3
Pekerjaan Pembersihan, Selesai dan Tambahan

1. Pekerjaan Pembersihan
Pembersihan Selama Pelaksanaan
a. Pihak kontraktor harus melaksanakan pembersihan rutin lokasi daerah dari tumpukan-
tumpukan bahan sisa, sampah dan kotoran lainnya.
b. Menjamin bahwa sistem lining terbebas dari kotoran.
c. Menjaga kebersihan secara teratur, rambu-rambu lalu lintas dan sejenisnya.
d. Siapkan di daerah kerja tempat-tempat sampah untuk pengumpulan bahan-bahan sisa,
kotoran dan sampah sebelum dibuang.

Konsultan Perencana CV. Munika Total Konsultan


2. Pembersihan Akhir
a. Semua sisa bahan, setelah pekerjaan selesai harus diangkut keluar lokasi.
b. Setelah pekerjaan dinyatakan selesai maka semua bangunan baru yang kotor harus dicuci
dan diberishkan.
c. Semua macam pekerjaan telah diselesaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

3. Pekerjaan Selesai
Pekerjaan dianggap selesai jika :
a. Pekerjaan telah diperiksa secara bersama oleh direksi pekerjaan sesuai ketentuan yang
berlaku.
4. Pekerjaan Tambahan
a. Selain rencana kerja dan syarat-syarat ini maka semua ketentuan administrasi,
pemeriksaan bahan, mutu serta ketentuan lain dari pemeriksaan yang menyangkut
pelaksanaan bahan mutu pekerjaan ini termasuk pula sebagai syarat-syarat yang harus
dipenuh dan ditaati.
b. Semua akibat yang timbul dari pelaksanaan pekerjaan yang keliru/kelalaian kontraktor
adalah menjadi tanggung jawab kontraktor.
c. Biaya pemeliharaan dan sejenisnya sampai bangunan diserahkan untuk kedua kalinya
menjadi tanggungan rekanan.

Pasal 4
Penutup

1. Hal-hal yang belum diatur dalam Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) ini, akan diatur dalam
Surat Perjanjian Pemborongan Pekerjaan (Kontrak).
2. Semua batasan (definisi) dan ketentuan-ketentuan dalam RKS ini berlaku pula untuk kontrak.
3. RKS ini merupakan dokumen lelang yang tidak terpisahkan dengan Surat Perjanjian Pekerjaan
(Kontrak).

Konsultan Perencana CV. Munika Total Konsultan