Anda di halaman 1dari 4

C.

SKENARIO
“PUTRI SALJU YANG TERTIDUR”

Babak I
(Dansa Raja dan Ratu)

Raja : Dinda kau lihat awan beringin itu, indah sekali, udara pagi yang menyegarkan, burung-
burung berkicauan. Lihat itu ada kupu-kupu mereka selalu beriringan menghinggapi bunga,
sungguh pagi yang cerah.
Ratu : Iya, Kanda. Saya juga merasa seperti itu, pagi ini sepertinya lain banget dari biasanya
semuanya indah banget. Jadi teringat waktu kita pacaran dulu, kita selalu di taman, di kebun.
kita mencari bunga, kita melihat kupu-kupu mendengar suara burung, ahh…. pokoknya
romantis banget Kanda.
Raja : Iya Dinda. Eh,.. Kanda jadi pengen…
Ratu : Pengen apa…… pengen apa…… ?
Raja : Nggah deh, nggak jadi. Udah tua gini, nanti kan dilihat penonton malu……..
Ratu : Kanda ce…aneh-aneh saja. Udah kayak gin] masih pengen, kan udah punya 2 anak, udah
besar lagi.
Raja : Oh ya, Dinda. Apa Dinda tidak merasa kalau putri-putri kita udah besar, sudah waktunya
mereka hidup sendiri.
Ratu : Lho….Kanda itu gimana toh? Mereka setiap hari hidup sendiri. mereka lho udah bisa Plan
jalan sendiri, mandi sendiri, makan sendiri.
Raja : Aduh… aduh… Dinda ini loh sudah tua kok masoh oon Maksudnya, sudah waktunya
mereka menikah berumah tangga.
Ratu : Oh…berumah tangga toh…
Raja : Gini lho Dinda, Kanda sudah menyiapkan beberapa kerajaan yang punya stok Pangeran,
stoknya bagus–bagus.
Ratu : Lho… Kanda ini bagaimana sih… mau nyarikan Pangeran atau nyari barang.
Raja : Ya udah… udah… itu masalah nanti yang penting sekarang kita putri-putri kita. Coba
sekarang Dinda panggil anak-anak kita.
Ratu : Putri Salju, Putri Cemara, kesini sayang……
Putri Cemara . : Bunda ini gimana sih… enak-enak kutekan kok dipanggil, jadi rusak nih kukuku.

Putri Salju : Ada apa Bunda? kok pagi-pagi panggil Putri Salju.
Ratu : Putri Salju, kok pakaianmu kayak gini, kenapa sayang?
Ratu : Lho… lho… Ngapain kamu kayak gitu, khan ada pembantu!
Putri Cemara : Enak aja, semua pembantu sudah aku suruh mudik. Ada yang aku pecat, ada yang aku
suruh pulang. Kalau kita sudah punya Putri Salju, ngapain kita punya pembantu.
Raja : Lho… Iho… tunggu dulu, disini yang jadi Raja kan Ayah. Jadi ayah yang jadi kepala
keluarga. Jadi Ayah yang pantas mengambil kebijakan-kebijakan seperti itu.
Putri Cemara : Ah, Ayah cerewet, udah tua, bau lagi …
Ratu : Sudah… sudah kalian .jangan bertengkar. Kanda… ! Tadi katanya mau membicarakan
masa depan putri-putri kita.
Raja : Oh iya? Putri Salju, Putri Cemara. Ayah punya rencana menikahkan kalian dengan
pangeran-pangeran yang kita pilih. Coba Putri Cemara kamu kesini. Kamu pingin Pangeran
yang bagaimana?
Putri Cemara : Aku pingin yang ganteng, kaya, putih, tinggi, punya mobil mewah. pokoknya punya
semuanya deh…
Raja : Ya udah nanti Ayah carikan. Putri Salju. coba kamu kesini. Putri pingin Pangeran yang
bagaimana?
Putri Salju : Emm.., Kalau aku sih. gak usah muluk-muluk Ayah yang, penting dia balk hati, berbakti
kepada orang tua, sayang sama aku dan pengertian. Aku juga gak perlu dari keluarga
kerajaan yang penting, dia setia.

Raja : Kamu memang putri yang patut Ayah banggakan, ya udah sekarang Ayah sama Bunda mau
mencarikan Pangeran buat kalian.
Ratu : Bunda mau calling beberapa Kerajaan yang punya stok pangeran yang kalian inginkan.
Putri Cemara : Kamu… cepat kerjakan apa tadi aku suruh. Itu… ! Buang sampah itu.
Putri Salju : Ya… ya… ya… Kak.
Putri Cemara : Pasti Ayah dan Bunda memberikan sesuatu yang lebih balk untuk Putri Salju daripada
aku. Lebih baik aku kerjain dia ah… Untuk aku tadi bawa ini, setelah minum ini dia akan
pingsan lama. Dia tidak akan terbangun, kecuali ada Pangeran balk hati yang sudi
mencium dia, kemudian menyanyikan lagi “Bintang Kecil” dengan vocal “U” dan berlompat-
lompat mengitarinya 3 kali. Ah… tapi itu mustahil. Putri Salju adikku sayang, kesini deh…
Apa kamu tidak haus? Ini kakak bawakan minuman. Mau minum gak?
Putri Salju : Ah… gak ah…aku gak haus.
Putri Cemara : Nggak, kamu minum aja, Kakak susah payah buatin untuk kamu Pokoknya kamu harus
minum ini. Ayo cepat habiskan.
Putri Salju : Iya, … iya… Kak. Aku minum deh…
Putri Salju menari dengan cemara….kemudian cemara membuangnya.
Putri Cemara : Ha… ha… ku buang kau ke hutan 7 kurcaci sekarang.

Babak II
(Tari Kurcaci)
K, Pintar : Semua Kurcaci cepat baris……
Oke sekarang aku mau absen kalian satu persatu, sekalian laporan ya… Kurcaci
penyanyi…
All Kurcaci : Yuukkk,..
K. Penyanyi : Do… re… mi… fa. . Aku udah ikut beberapa audisi nyanyi … sol…la… dan aku
udah lolos ke babak selanjutnya yaitu babak semifinal juga… si… do…
K. Pintar : Kurcaci Makan……
K. Makan : Aku udah menyiapkan makan siang kita… Semua sudah memenuhi 4 sehat 5
sempurna 6 kenyang…tapi tepung terigu di dapur habis.
K. Pintar : Iya… iya nanti aku transfer uang itu dari ATM ku ke ATM mu irus kamu beli terigu di
tokonya Heru sebelah Kali Jagir itu… Kurcaci Diploma…
K. Diplomat : I.apor…. Tadi aku udah membantu beberapa orang buat berdemo, termasuk membantu
korban Lapindo berorasi di depan Istana Negara.
K. Pintar : Kamu boleh berdemo dimana-mana… Demo masak kek- demo obat kek…demo
beroda tiga kek… (itu bemo). Tapi jangan luka tugasnya sebagai mahasiswa.
K. Diplomat : Iya… iya… IP ku tinggi kok 3,65… cum laode kan.
K. Pintar : Bagus… Kurcaci Centil…
K. Centil : Tenang aja…akikdah udah bersihin rumah ampe bersih…,udah akikah pel…, jendel
bersih pokoknya bersih… sih… sih… Awas kalau ada yang kotor-kotor… tak omelin
ampe ngompok di tempat lho…
K. Pintar : Terakhir… Kurcaci Tidur… …

K. Tidur : Eh… maap… bukan… saya malas tapi… eh… maap… saya. maap.. saya baru bangun
tidur…
All : Huh….. (sambil lembar kertas-kertasan)
K. Lemot : Sebelum ditanya aku ngomong aja ya… tadi setelah aku ngasih makan kucing… eh…
aku cuman bengong di kamar…
Temannya bawang…??
All : Capek deh…
K. Lemot : Aku kan lemot…
K. Pintar : Sudah–sudah jangan bertengkar…Kita habis ini kedatangan tamu lagi.
K. Lemot : Eh… tamu siapa lagi… ??
K. Pintar : Kita kedatangan Pangeran……
Dia pengen mengikuti sayembara yang sudah kita adakan 5 tahun ini. Sayembara yang
kita adakan untuk membangunkan Putri Salju yang cantik ini……
K. Tidur : Tapi… pintar… setelah kita temukan dia 5 tahun lalu… kemudian kita mengadakan
sayembara pencarian Pangeran buat dia. Banyak sekali Pangeran yang datang tapi
semuanya kau tolak…
K. Pintar : Habis… mereka tak bisa lulus ujian. Lagian kalah semua… ..
K. Lemot : Memangnya dia siapa sih…?? Sejak 5 tahun lalu aku temukan dia sampe sekarang
aku gak tahu siapa dia dan kenapa dia tidur-tiduran di hutan kita…
K. Pintar : Dasar lemot…berkali–kali aku jelaskan pun kamu tetep aja lemot… melihat gaunnya
dia berasal dari kerajaan PGSP… membau harumnya, dia bernama Salju… dan
mendengar dengkurannya, dia meminum racun kiss of love, seperti yang aku temukan di
samping tubuhnya 5 tahun lalu yang bertuliskan barang siapa yang bisa membangunkan
Putri Salju dengan syarat menyanyikan lagu Bintang Kecil bervokal “U” dengan
berlompat-lompat mengitarinya 3 kali, lalu menciumnya, niscaya Putri Salju akan
terbangun.
K. Centil : Ada yang datang… cepat sembunyi… !
(Tari Pangeran dan Cecunguk)
Cecunguk : Ah ….. Ini siapa ya ? Kok ada putri cantik di hutan tidur sendirian. Pangeran ……
pangeran……
Pangeran : Ada apa nyet ….kok panggil-panggil, gak tahu saya sedang sibuk.
Cecunguk : Maaf Pangeran, ini loh … saya melihat seorang putri di tengah hutan. Lihat
Pangeran !
Pangeran : Wah ….. kau benar, putri ini cantik ….. sekali. Kenapa ok tidur sendirian di tengah
hutan. He…he nyet, kamu tahu gak siapa putri cantik jelita ini ?
Cecunguk : Saya tidak tahu Pangeran, saya tadi menemukannya sudah begini.
Pangeran : siapa dia??? Cantik sekali ….. mungkin dia putri yang disayembarakan.
K. Penyanyi : Lai…..lai….lai….. lai…..lai….lai, Eh …. Siapa kalian? Jangan pegang dia, sana, sana
, jangan deket-deket…..
K. Centil : Aduh…..ada apa ya? He……. Penyanyi, siapa dia kenapa dia bisa disini?
K. Penyanyi : Iniloh….gak tahu siapa tiba-tiba aja dia disini? Udah sana pergi….
Cecunguk : Eh…… tunggu…. Kamu ini siapa? Berani-beraninya berbuat tidak sopan kepada
Pangeran.
K. Centil : Pangeran ….. Pangeran darimana? Dari Hongkong
Cecunguk : Eh ….. gak percaya, dia benar-benar Pangeran tahu…..
Pangeran : Perkenalkan, saya Pangeran Gunawan dari Kerajaan Moestopo, PGSD…..
K. Penyanyi : Buktikanlah bila Engkau Pangeran (nyanyi lagu Raja) Mana…. Mana buktinya?
K. Centil : Iya…..ya dilihat dari atas ke bawah, samping kanan, kiri gak ada tampang Pangeran tuh
….
Cecunguk : Eh….eh…..jangan sembarang, lihat pakaiannya dong!
K. Penyanyi : Memang sih pakaiannya bagus, tapi tampangnya itu loh pas-pasan.
Pangeran : Bagaimana kalian berdua ini? Saya dibilang tampang pas-pasan, tampang ganteng
kayak Raden Mas Heru Subrata gini dibilang pas-pasan. Iniloh KTP saya!!
K. Centil : Kartu Tanda Penduduk kan? Iya…kan…
Pangeran : Kartu Tanda Pangeran tahu ….
K. Penyanyi : Eh … mana centil, aku lihat dong! Oh benar ya..ya udah kalo gitu.
K. Centil : Eh… ngomong-ngomong Pangeran tahu gak, ada sayembara di sini! Tahu gak?
Pangeran : Ya tahulah… makanya saya datang kesini!
K. Penyanyi : Jadi Pangeran tahu gakya, ehm…sudah banyak pangeran yang datang untuk
mengikuti sayembara ini, tetapi tidak ada satupun yang lolos. Ku harap kali ini Pangeran
yang berhasil.
Pangeran : Ya….iyalah….. Pangeran!!! (gaya Aming)
K. Centil : OK!….Pangeran harus melalui4 tantangan dari 7 kurcaci. Jika salah 1 ada yang tidak
lulus, maka pangeran gagal untuk mendapatkan Putri Cantik.
Pangeran : Baiklah…..soal itu gampang, terus kapan dimulai?
K. Penyanyi : Tahun depan …. Ya sekarang dong Pangeran, pliz deh ….
Pangeran : Yo wes, apa tantangannya?
K. Penyanyi : Gini ya….tantangannya, Pangeran harus bernyanyi dengan gaya centil… lagunya
terserah pangeran. Sanggup gak?
Pangeran : OK lah, aku mulai sekarang (Pangeran bernyanyi)
K. Penyanyi + K. Centil : Ya…lumayan…lumayan
K. Penyanyi : Tantangan selanjutnya dari Kurcaci Diplomat dan Kurcaci makan.
K. Penyanyi + K. Centil : Kurcaci Diplomat dan Kurcaci Makan, cepat keluar….! Cekarang giliran
kalian.
K. Diplomat : Ya…ya aku keluar, eh….makan cepat kesini, lambat amat jalannya….
K. Makan : Ya…aku datang, aku kan lagi makan…
K. Diplomat : Makan aja kerjanya, sekarang giliran kita…..
Cecunguk : Eh…..kalian ini gimana sih…..kok malah ngomong sendiri
Gak lihat apa ada pangeran, hargai dong….
Pangeran : Udah…..udah……..Nyet, sekarang kalian berdua mau kasih tantangan apa buat aku?
K. Makan : Ehm….. gini pangeran, pangeran harus berorasi yang berkaitan dengan makan
memakan.
K. Diplomat : Gimana sanggup gak pangeran?
Pangeran : What? Tentang makan memakan….. kalau tentang yang lain boleh gak?
K. Diplomat : Ya…….gak boleh dong pangeran, itusudah diputuskan.
Pangeran : Ya…..OK deh kalau gitu, Nyet bantuin aku ya nanti?
Cecunguk : Ya pangeran, pasti …..
Pangeran : (Berorasi tentang makanan), gimana bagus nggak?
K. Makan : Ya…..lumayan pangeran, mak nyus, nendang di lidah
K. Diplomat : Ya…..lumayan kok, cukup menarik, sekarang selanjutnya dari Kurcaci Tidur dan
Kurcaci Lemot.
Pangeran : Ada lagi ya?
K. Makan : Ya…..iyalah…….
K. Makan + K. Diplomat : Kurcaci Tidur Lemot, cepet keluar sekarang giliranmu….
K. Tidur : Ya…….. ya…….aku datang ama Kurcaci Lemm….
He…..lemot kesini, ngapain disitu?
K. Lemot : Oh…..aku ya….ngapain kita tidur.
Pangeran : Aduh……kamu ini gimana sih kamu ama dia ngajuin tantangan buat aku, duh….Lemot
banget.
K.Lemot : Oh ya…….aku lupa
Cecunguk : Udah…….cepat katakan tantangan buat pangeran
K. Tidur : Ya…..ya….ehm…..pangeran harus bercerita sambil menirukan gaya binatang dalam
cerita itu. Ingat pangeran!! Sampai aku tertidur loh….
Pangeran : Berarti harus cerita binatang dong?
K. Lemot : Ya….pangeran sanggup nggak?
Pangeran : Ya….iyalah, aku mulai sekarang ya….
(bercerita sambil menirukan gaya binatang)
Gimana bagus kan?
K. Tidur :(duduk sambil tertidur)
K. Lemot : Bagus pangeran. Tu lihat, si Tidur mendengkur, ya udah, sekarang tantangan lanjutnya
dari Kurcaci Pintar, pangeran…..
Pangeran : Ini yang terakhir kan
K. Lemot : Ya……ya….
Kurcaci Pintar, sekarang giliranmu…
Eh, tidur ayo pergi (sambil mengoyak-oyak si tidur).
K. Pintar : Iya nih, aku udah siap dari tadi. Aku dari tadi udah nyiapin seribu pertanyaan, nah
pangeran sudah siap belum, semua pertanyaan ini akan menjadi keberhasilan pangeran.

Cecunguk : Lho….lho….kok 1000 pertanyaan sih, kebanyakan tau!!! 500 ajak ya, yang 500 kan
bisa dibeliin krupuk…!
Pangeran : Kamu bagaimana sih Nyet, ini lho tes penentuan, pikiranmu kok makanan melulu, 1000
pertanyaan ditawar jadi 500, emangnya aku mampu apa??
Cecunguk : Emangnya pangeran mampu apa?
Pangeran : Eng….gak, jangankan 1000 pertanyaan, 500 pertanyaan aja udah bikin rambutku
rontok, bisa botak nih, gantengku ilang donk. Gimana kalo 3 pertanyaan aja? (sambil
ngerayu Kurcaci Pintar).
K. Pintar : He….he….he, pertanyaan belum keluar kok repot sendiri. Apa jadinya negeri ini kalo
pemimpinnya seperti pangeran, ya udah satu pertanyaan ae… aku juga gak mau repot.
Pangeran : Terima kasih Kurcaci Pintar, sekarang sya sudah siap. Apa gerangan pertanyaannya.
K. Pintar : Begini pangeran, ada filsafat tua mengatakan. Ketika pagi dia merangkak, ketika siang
dia berjalan, ketika sore dia merunduk, dan ketika malam dia tertidur. Apakah itu
Pangeran?
Pangeran : Ketika merangkak berarti dia lahir, ketika siang dia berjalan berarti tumbuh, ketika sore
dia merunduk berarti sudah tua, dan ketika malam dia tidur deh… jawabannya pasti
manusia.
K. Pintar : Tantang sudah pangeran lewati dengan baik, tetapi saya akan berunding dengan
Kurcaci lainnya. Semua Kurcaci cepat masuk.
(All Kurcaci masuk dalam panggung)
All Kurcaci : BERUNDING!!!!
K. Pintar : Setelah kita berunding, bermusyawarah akhirnya saya memutuskan bahwa pangeran
berhasil.
Pangeran : Yes…yes…yes….
K. Diplomat : Eh….. jangan senang dulu, pangeran harus bisa membangunkan Putri cantik itu.
Pangeran harus bernyanyi lagu bintang kecil dengan vokal U lalu mengitarinya sambil
berlompat-lompat 3 kali, lalu menciumnya.
Pangeran : OK….. lah kalau gitu (pangeran mulai beraksi membangunkan putri cantik itu)
Putri….ternyata kau lebih cantik dari yang digambarkan di sayembara.
Putri Salju : (Tersenyum malu) Ah… Pangeran bisa aja, jadi malu nih …
Pangeran : Putri….
Putri Salju : Pangeran….
Pangeran : Putri…..aku….aku….haus, aku minum dulu ya. Disini ada botol minuman kecil, aku
minum ah….
Putri Salju : Eh….Pangeran jangan di minum.
Pangeran : Putri…… setelah minum kayaknya aku ngantik nih, bobok dulu ah….
Putri : Pangeran….Pangeran…..kok tidur sih, Pangeran……