Anda di halaman 1dari 134

HAND OUT

PENGANTAR
PERENCANAAN PEMBANGUNAN
PENGERTIAN
¾ Perencanaan adalah suatu proses untuk
menentukan tindakan masa depan yang
tepat, melalui urutan pilihan, dengan
memperhitungkan sumber daya yang
tersedia
DASAR HUKUM
¾ UU NO 25 TAHUN 2004 TENTANG
SISTEM PERENCANAAN
PEMBANGUNAN NASIONAL
TUJUAN
¾ Mendukung antar pelaku pembangunan
¾ Menjamin adanya integrasi, sinkronisasi, dan
sinergi
¾ Menjamin keterkaitan dan konsistensi, antara
perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan
pengawasan
¾ Mengoptimalkan partisipasi masyarakat
¾ Menjamin tercapainya penggunaan sumberdaya
secara efesien, efektif, berkeadilan dan
berkelanjutan
PENDEKATAN SISTEM PERENCANAAN
PEMBANGUNAN NASIONAL
( UU 25 TH 2004 )
¾ POLITIK
Rencana Pembangunan merupakan hasil proses
politik ( publik choice theory of planing ) khususnya
penjabaran visi – misi kepala daerah terpilih
¾ TEKNOKRATIK
Perencanaan yang dilakukan oleh perencana
profesional , atau oleh lembaga / unit organisasi yang
secara fungsional melakukan perencanaan
¾ PARTISIPATIF
Perencanaan yang melibatkan masyarakat
¾ ATAS BAWAH ( TOP DOWN ), BAWAH ATAS (
BOTTOM UP )
Perencanaan yang aliran prosesnya dari atas ke
bawah atau dari bawah ke atas dalam hirarki
pemerintahan
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM
PERENCANAAN PEMBANGUNAN
¾ Partisipasi masyarakat adalah keikutsertaan
masyarakat untuk mengakomodasi kepentingan
mereka dalam proses penyusunan rencana
pembangunan
( Penjelasan Pasal 2 ayat 4 huruf d UU No 25 )

¾ Masyarakat adalah orang-perseorangan,


kelompok orang termasuk masyarakat hukum
adat atau badan hukum yang berkepentingan
dengan kegiatan dan hasil pembangunan baik
sebagai penanggung biaya, pelaku, penerima
manfaat, maupun penanggung resiko
( Penjelasan Pasal 2 ayat 4 huruf d UU No 25 )
WAHANA PARTISPASI MASYARAKAT
DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN
¾ Musrenbang dalam rangka penyusunan RPJP Nasional /
Daerah
¾ Musrenbang Jangka Menengah ( Penyusunan RPJM
Nasional / Daerah )
¾ Musrenbang reguler / tahunan
Musrenbangdes
Musrenbangcam
Forum SKPD
Musrenbang Kab
Musrenbang Propinsi
Musrenbang Nasional
TAHAPAN PERENCANAAN
¾ Penyusunan Rencana
* Melaksanakan musyawarah pembangunan
* Penyusunan rancangan akhir perencanaan
¾ Penetapan Rencana
* RPJP Nasional / Daerah dengan UU / Perda
* RPJM Nasiolan / Daerah dengan Peraturan Presiden
Peraturan Bupati
* RKP Nasional / Daerah dengan Peraturan Presiden
Peraturan Bupati
¾ Pengendalian pelaksanaan Rencana
* Koreksi dan penyesuaian selama pelaksanaan
rencana
¾ Evaulasi pelaksanaan rencana
* Pengumpulan dan analisis data untuk menilai
pencapaian sasaran, tujuan dan kinerja
RUANG LINGKUP PERENCANAAN

NASIONAL DAERAH
RENCANA PEMBANGUNAN RENCANA PEMBANGUNAN
JANGKA PANJANG NASIONAL JANGKA PANJANG DAERAH

RENCANA PEMBANGUNAN RENCANA PEMBANGUNAN


JANGKA MENENGAH NASIONAL JANGKA MENENGAH DAERAH

RENCANA STRATEGIS RENCANA STRATEGIS SKPD


KEMENTRIAN / LEMBAGA

RENCANA KERJA PEMERINTAH RENCANA KERJA PEMERINTAH


DAERAH

RENCANA KERJA KEMENTRIAN / RENCANA KERJA SKPD


LEMBAGA
RENSTRA
RENSTRA- KL RENSTRA- SKPD
Berpedoman pada Berpedoman pada
RPJM Nasional RPJM DAERAH

Isi : Isi :
1. Visi –misi 1. Visi –misi
2. Tujuan, Strategi dan 2. Tujuan, Strategi dan
Kebijakan Kebijakan
3. Program 3. Program
4. Kegiatan indikatif 4. Kegiatan indikatif
RENJA
RENJA –KL RENJA –SKPD
Penjabaran RENSTRA Penjabaran RENSTRA
KL SKPD
Isi : Isi :
1. Kebikan KL 1.Kebikan SKPD
2. Program dan Kegiatan 2.Program dan Kegiatan
Pembangunan Pembangunan
* Dilaksanakan * Dilaksanakan
Pemerintah Pemerintah
* Mendorong * Mendorong
Partsipasi Partsipasi
masyarakat masyarakat
RENCANA KERJA PEMERINTAH
RKP RKP DAERAH
PENJABARAN RPJM PENJABARAN RPJM
NASIONAL DAERAH
ISI : ISI :
1. Prioritas Pembangunan 1.Prioritas Pembangunan Daerah
Nasional 2.Rancangan Kerangka Ekonomi
2. Rancangan Kerangka Ekonomi Makro
Makro 3.Arah Kebijakan Keuangan Daerah
3. Arah Kebijakan Fiskal 4.Program SKPD, Lintas SKPD,
4. Program Kementrian, Lintas kewilayahan dan lintas
Kementrian, kewilayahan dan kewilayahan yang mememuat
lintas kewilayahan yang kegiatan dalam
memuat kegiatan dalam * Kerangka regulasi
* Kerangka regulasi * Kerangka Anggaran
* Kerangka Anggaran
PROSES / ALUR PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN

Penjaringan SEKALA KABUPATEN MUSREN


RPTK
musdus musdus Masalah dan CAM
Potensi

FORUM RENJA
SKPD SKPD
Lokarya Musyawarah PERDES
Musdes BPD RPJMD
desa
SEKALA DESA MUSREN
RKPD
KAB

PENGELOMPOKAN Lokakarya Per. Kades


SEJARAH DESA desa Musdes RKP Desa KU APBD
VISI MISI Penyusunan draf APB Desa
ANALISIS
SKORING
SIDANG PPA S
Musyawarah DPRD II
Musdes BPD

RAPBD
LKPJ Perhitungan Perubahan
APB Desa
KADES APB Desa APB Desa

PERDA
PELAKSANAAN APB Desa APBD II
HANDOUTS 1.3

PERENCANAAN
PEMBANGUNAN
DESA

FoRmAsI Kebumen
PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA
DALAM PP 72 TAHUN 2005
¾ PASAL 63
(1) Dalam rangka penyelenggaraan
pemerintahan Desa disusun perencanaan
pembangunan desa sebagai satu kesatuan
dalam sistem perencanaan pembangunan
daerah kabupaten / kota
(2) Perencanaan pembangunan sebagaimana
dimaksud ayat (1) disusun secara partispatif
oleh pemerintah Desa sesui dengan kewenanganya
¾ PASAL 64
(1) Perencanaan pembangunan desa sebagaimana
dimaksud pasal 63 ayat (2) disusun secara
berjangka meliputi :
a. Rencana pembangunan jangka
menengah desa yang selanjutnya
disebut RPJMD untuk jangka waktu
lima tahun
b. Rencana Kerja pembangunan desa,
selanjutnya disebut RKP desa merupakan
penjabaran dari RPJMD untuk
jangka waktu 1 ( satu ) tahun
(2) RPJMD sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf a ditetapkan dengan Peraturan Desa dan
RKP desa ditetapkan dalam Peraturan kepala
desa
PENGERTIAN
¾ RPJM Desa adalah dokumen
perencanaan strategis / jangka menengah
desa yang berjangka waktu 5 tahun dan di
tetapkan dengan Peraturan Desa
KONDISI SAAT INI KONDISI YANG
LEGENDA DAN MASALAH KESENJANGAN DIHARAPKAN
SEJARAH DAN VISI- MISI
PEMBANGUNAN DESA POTENSI DESA
DESA
JEMBATAN PERENCANAAN

REFLEKSI
RPJMD / 5 TAHUN
TI T II T III T IV TV

RENCANA TAHUNAN

RKP Desa
TAHAPAN PENYUSUN RPJM DESA
¾ Penyusunan Rencana
* MUSDUS
* LOKARYA DESA
* MUSRENBANGDES
¾ Penetapan Rencana
* MUSYAWARAH BPD
* PERDES RPJMDes
PROSES / ALUR PENYUSUNAN RPJM DESA

Penjaringan
musdus musdus Masalah dan
Potensi

Lokarya Musyawarah PERDES


desa
Musdes BPD RPJMD

PENGELOMPOKAN
SEJARAH DESA
VISI MISI
ANALISIS
SKORING
HAND OUT

PERENCANAAN PEMBANGUNAN
PRO RAKYAT MISKIN & KEADILAN
GENDER
DEFINISI KEMISKINAN
• Kemiskinan adalah kondisi seseorang atau sekelompok orang, laki-
laki dan perempuan tidak terpenuhi hak-hak dasar untuk
mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang
bermartabat.(Kriteria SNPK)

• Kemiskinan didekati dengan pendekatan berbasis hak dasar (right-


based approach, yang meliputi: (1) terpenuhinya kebutuhan pangan,
(2) kesehatan, (3) pendidikan, (4) pekerjaan, (5) perumahan, (6) air
bersih, (7) pertanahan, (8) sumberdaya alam dan lingkungan hidup,
(9) rasa aman, (10) hak untuk berpartisipasi, dan (11) hak untuk
terbebas dari tindak kekerasan

• Kriteria BPS: Pengeluaran seseorang atau keluarga berada


di bawah garis kemiskinan, yaitu besarnya rupiah yang
dikeluarkan untuk konsumsi pangan dan non pangan
(sandang, perumahan, kesehatan, pendidikan, angkutan
dan bahan bakar) setara 2.100 kkal per kapita per hari
PENGERTIAN HAK DASAR

• PENDEKATAN BERBASIS HAK ADALAH


SEBUAH PENDEKATAN PEMBANGUNAN
YANG MENGATUR KEWAJIBAN NEGARA
UNTUK MENGHORMATI, MELINDUNGI
DAN MEMENUHI HAK – HAK DASAR
MASYARAKAT
HAK DASAR
• HAK HIDUP
• HAK PENGHIDUPAN YANG LAYAK
• HAK MEMPEROLEH LAYANAN KESEHATAN
• HAK MEMPEROLEH LAYANAN PENDIDIKAN
• HAK ATAS KESEMPATAN KERJA DAN BERUSAHA
• HAK ATAS LAYANAN PERUMAHAN / TEMPAT
TINGGAL
• HAK MENDAPATKAN LINGKUNGAN HIDUP
YANG BAIK DAN SEHAT
• HAK ATAS PARTISIPASI
TUJUAN MDG’s
Deklarasi PBB Tentang Tujuan Pembangunan 2015

1. memberantas kemiskinan dan kelaparan


2. mewujudkan pendidikan dasar
3. meningkatkan kesetaraan gender dan
pemberdayaan perempuan
4. mengurangi angka kematian bayi
5. meningkatkan kesehatan ibu.
6. memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit
lainnya
7. menjamin pengelolaan lingkungan hidup yang
berkelanjutan
8. mengembangkan kemitraan global dalam
pembangunan
INDIKATOR MDG’s
I. PEMBERANTASAN KEMISKINAN DAN KELAPARAN
Target (1)
tinggal 50 persen proporsi penduduk dengan penghasilan dibawah 1 dolar sehari.
Indikator:
1. Proporsi penduduk dibawah 1 dollar sehari
2. Ratio kesenjangan kemiskinan
3. Persebaran kuantil orang miskin dalam konsumsi nasional
Target (2)
Antara tahun 1990–2015 proporsi penduduk kelaparan tinggal separuhnya.
Indikator:
1. Prevalensi balita kurang berat badan
2. Proporsi penduduk dibawah garis kemiskinan konsumsi.

II. MENINGKATKAN PENDIDIKAN DASAR


Target (3)
menjamin semua anak, laki-laki dan perempuan dimanapun berada mampu
menyelesaikan pendidikan dasarnya.
Indikator:
1. Ratio partisipasi di sekolah dasar
2. Proporsi murid kelas 1 mencapai kelas 5
3. Tingkat melek huruf pada penduduk usia 15-24 tahun
III. PROMOSI KESETARAAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN
Target (4)
memperkecil kesenjangan gender pada sekolah dasar dan sekolah
menengah pada tahun 2005 dan pada semua jenjang pendidikan pada
tahun 2015.
Indikator:
1. Ratio perempuan terhadap laki-laki di
sekolah dasar, menengah pertama dan
sekolah menengah atas.
2. Ratio perempuan melek huruf terhadap laki-laki usia
15-24 tahun.
3. Kontribusi perempuan dalam angkatan kerja di luar
sektor pertanian.
4. Proporsi perempuan yang duduk di parlemen.

IV PENURUNAN ANGKA KEMATIAN ANAK


Target (5)
menurunnya dua pertiga angka kematian anak dibawah lima tahun pada
tahun 1990-2015.
Indikator:
1. Tingkat kematian anak di bawah lima tahun
2. Tingkat kematian bayi
3. Proporsi anak usia satu tahun yang mendapat imunisasi campak
V MENINGKATKAN KESEHATAN IBU
Target (6):
menurunkan dua pertiga ratio kematian
ibu pada tahun 1990- 2015.
Indikator:
1. Ratio kematian ibu
2. Proporsi kelahiran yang ditolong tenaga kesehatan terlatih.

VI MEMERANGI HIV/AIDS MALARIA DAN PENYAKIT LAINYA


Target (7):
pada tahun 2015 turun separuhnya dan mulai menghentikan penyebaran HIV/AIDS.
Indikator:
1. Prevalensi HIV di kalangan wanita hamil umur 15-24 tahun.
2. Tingkat prevalensi kontrasepsi
3. Jumlah anak yatim piatu korban HIV/AIDS
Target (8):
tahun 2015 tidak ada lagi kejadian malaria dan penyakit lainnya.
Indikator:
1. Tingkat prevalensi dan tingkat kematian akibat malaria
2. Proporsi penduduk di wilayah berisiko malaria yang menggunakan pencegahan
malaria secara efektif serta melakukan langkah pengobatan.
3. Tingkat prevalensi dan tingkat kematian akibat TBC
4. Proporsi kasus TBC yang terdeteksi dan yang menjalankan perngobatan.
VII PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP YANG BERKELANJUTAN

Target (9):
mengintegrasikan prinsip-prinsip pengembangan lingkungan berkelanjutan ke
dalam kebijakan dan program negara dan mencegah kerusakan sumber-sumber
alam.
Indikator :
1. Proporsi luas hutan
2. Wilayah cagar alam
3. Efisiensi penggunaan energi
4. Emisi karbondioksida.
Target (10):
pada tahun 2015 proporsi penduduk yang tidak mempunyai akses terhadap air
minum sehat menurun 50 persen.
Indikator :
1. Proporsi penduduk yang mempunyai akses berlanjut terhadap sumber
air yang memadai.
Target (11):
pada tahun 2020, 100 juta penghuni daerah kumuh mengalami peningkatan taraf
hidup yang bermakna.
Indikator :
1. Proporsi penduduk yang mempunyai akses terhadap sanitasi yang memadai.
2. Proporsi penduduk yang mempunyai akses terhadap pemukiman
VIII MENGEMBANGKAN KEMITRAAN GLOBAL UNTUK PEMBANGUNAN

Target (12):
(12):
Pengembangan sistem perdagangan bebas, berdasar aturan,
aturan, dapat diramalkan serta tidak
diskriminatif dan sistem keuangan, termasuk kesepakatan
kesepakatan mengenai pemerintahan yang bersih,
pembangunan dan pengentasan kemiskinan baik nasional maupun internasional.
Target (13):
(13):
perhatian kepada kebutuhan negara-
negara-negara berkembang di kepulauan, termasuk tarif dan akses
terhadap kuota ekpor negara berkembang dan miskin.
Target (14):
(14):
memperhatikan kebutuhan khusus negara landlocked dan negara kepulauan
Target (15):
(15):
kesepakatan terhadap masalah hutang negara berkembang melalui standard nasional dan
internasional untuk ditangguhkan masa pengembaliannya.
pengembaliannya.
Indikator:
1. Subsidi pertanian domestik dan ekport di negara
Target (16):
(16):
kerjasama dengan negara berkembang dan negara maju untukuntuk menciptakan lapangan kerja bagi para
pemuda.
Indikator:
1. Tingkat pengangguran kelompok umur 15-15-24 tahun
Target (17):
(17):
Kerjasama dengan perusahaan farmasi untuk memenuhi kebutuhan
kebutuhan bahan baku obat bagi negara
sedang berkembang.
Indikator:
Indikator:
1. Proporsi penduduk yang mempunyai akses terhadap obat yang dibutuhkan secara berkesinambungan
Target (18):
(18):
Kerjasama dengan pihak swasta untuk mengembangkan teknologi
teknologi baru terutama informasi dan komunikasi.
Indikator:
1. Saluran telepon per 1000 penduduk
2. Komputer per 1000 penduduk
HAND OUT

PERENCANAAN
PEMBANGUNAN
DESA

FORMASI
PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA
DALAM PP 72 TAHUN 2005
¾ PASAL 63
(1) Dalam rangka penyelenggaraan
pemerintahan Desa disusun perencanaan
pembangunan desa sebagai satu kesatuan
dalam sistem perencanaan pembangunan
daerah kabupaten / kota
(2) Perencanaan pembangunan sebagaimana
dimaksud ayat (1) disusun secara partisipatif
oleh pemerintah Desa sesui dengan kewenanganya
¾ PASAL 64
(1) Perencanaan pembangunan desa sebagaimana
dimaksud pasal 63 ayat (2) disusun secara
berjangka meliputi :
a. Rencana pembangunan jangka
menengah desa yang selanjutnya
disebut RPJMD untuk jangka waktu
lima tahun
b. Rencana Kerja pembangunan desa,
selanjutnya disebut RKP desa merupakan
penjabaran dari RPJMD untuk
jangka waktu 1 ( satu ) tahun
(2) RPJMD sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf a ditetapkan dengan Peraturan Desa dan
RKP desa ditetapkan dalam Peraturan kepala
desa
PENYUSUNAN RPJMDes
PENGERTIAN
¾ RPJM Desa adalah dokumen
perencanaan strategis / jangka menengah
desa yang berjangka waktu 5 tahun dan di
tetapkan dengan Peraturan Desa
KONDISI SAAT INI KONDISI YANG
LEGENDA DAN MASALAH KESENJANGAN DIHARAPKAN
SEJARAH DAN VISI- MISI
PEMBANGUNAN DESA POTENSI DESA
DESA
JEMBATAN PERENCANAAN

REFLEKSI
RPJMD / 5 TAHUN
TI T II T III T IV TV

RENCANA TAHUNAN

RKP Desa
TAHAPAN PENYUSUN RPJM DESA
¾ Penyusunan Rencana
* MUSDUS
* LOKARYA DESA
* MUSRENBANDES
¾ Penetapan Rencana
* MUSYAWARAH BPD
* PERDES RPJMDes
PROSES / ALUR PENYUSUNAN RPJM DESA

Penjaringan
musdus musdus Masalah dan
Potensi

Lokarya Musyawarah PERDES


desa
Musrenbangdes
BPD RPJMD

PENGELOMPOKAN
SEJARAH DESA
VISI MISI
PRIORITAS MASALAH
TINDAKAN PEMECAHAN
MASALAH
HAND OUT

PENJARINGAN
MASALAH
DAN POTENSI
DENGAN
SKETSA DESA

FORMASI
PENGERTIAN
• SKETSA DESA ADALAH GAMBARAN
DESA SECARA KASAR/UMUM
MENGENAI KEADAAN SUMBER DAYA
FISIK ( ALAM DAN BUATAN )
TUJUAN PENGGUNAAN
SKETSA DESA
• Memahami akan jenis, jumlah dan sumber
daya di desa.
• Sebagai alat untuk menggali / menjaring
masalah yang ada di tingkat dusun (
Permasalahan Pengembangan Wilayah,
Sosial budaya dan Ekonomi
• Sebagai alat untuk menggali / menjaring
potensi yang ada di tingkat dusun
• Menyamakan presepsi tentang masalah
dan potensi
TAHAPAN PENGGUNAAN TEKNIK
SKETSA DESA
• PERSIAPAN
¾ Pilih dan Tentukan Peserta
¾ Persiapkan Tempat yang memadai
¾ Siapkanlah Format masalah Sketsa Desa
¾ Jelaskan tujuan kajian dengan Sketsa Desa
¾ Siapkan alat yang akan digunakan ( Spidol, Plano )
¾ Membagi tugas ( Fasilitator dan Pencatat )

• MEMBUAT SKETSA DESA


¾ Pilihlah salah satu peserta yang paling mengetahui tentang batas-batas
wilayah Desa/ Dusun
¾ Ajaklah untuk membuat batas Desa / Dusun pada media yang tersedia
¾ Sepakati bersama simbol/legenda dan tulis/gambar pada pojok kiri
bawah sketsa desa
¾ Ajaklah peserta untuk menggambar simbol yang disepakati dalam sketsa
yang telah dibuat
¾ Ajaklah peserta untuk meneliti kembali sketsa desa yang telah dibuat
¾ Ajaklah Peserta untuk melakukan perbaikan kalau memang diperlukan
PENGERTIAN
• MASALAH
Adalah perbedaan antara yang seharusnya dengan yang
sesungguhnya

• KEBUTUHAN
Kebutuhan adalah sesutu jika tidak dipenuhi akan
menimbulkan masalah yang berkaitan dengan
kelangsungan hidup

• KEINGINAN
Kebutuhan adalah sesuatu jika tidak dipenuhi tidak
menimbulkan masalah

• POTENSI
Adalah sumber daya yang tersedia yang mungkin dapat
digunakan untuk mengatasi masalah
BENTUK POTENSI
• Bentuk –bentuk potensi
1. Potensi Sumber Daya Alam
( batu, pasir, kayu dsb )
2. Potensi Sumber daya manusia
( Swadaya tenaga, Tenaga teknis
dll )
3. Potensi Sumber daya sosial
MENULISKAN PERNYATAAN MASALAH
DAN POTENSI
• Dalam menuliskan harus mencantumkan pokok
permasalahan dengan jelas
• Kapasitas masalah( Panjang, Lebar, Jumlah )
harus dituliskan dengan jelas
• Lokasi masalah harus dituliskan dengan jelas
• Masalah dituliskan dalam bentuk kalimat
pernyataan
Contoh :
1. Tanggul sungai longsor sepanjang
50 M Tinggi 3 M di Rw 01 Rt 01
• Mewawancarai Sketsa Desa
¾ Galilah pengertian tentang Masalah, Kebutuhan, Hak-hak Dasar,
Keinginan dan potensi
¾ Ajaklah peserta untuk mewawancarai sketsa desa dari arah
tetentu
¾ Ketika menemui simbol/ legenda tanyakan pada peserta “ adakah
masalah ( Bidang Pengembangan Wilayah, Sosial Budaya,
Ekonomi ) pada hal tersebut ? “
¾ Ketika menemui masalah, tanyakanlah kepada peserta bagaimana
kapasitas masalahnya ( berapa banyak, berapa panjang, berapa
luas dsb )
¾ Rumuskan pernyataan masalahnya dan catat dalam Format 1
Kolom masalah
¾ Diskusikan dengan peserta adakah potensi ( SDA, SOSIAL,
FISKAL,LEMBAGA ) yang ada pada mereka dan lingkunganya
yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah.
¾ Catat potensi yang disepakati dalam format 1 kolom potensi
¾ Lakukan hal demikian sampai semua luasan sketsa desa
terwawancarai
CONTOH FORMAT 1
KAJIAN SKETSA DESA
NO MASALAH POTENSI
1 2 3
1 Tanggul sungai jebol di RW 01 Batu
Rt 02 sepanjang 50 Meter Tenaga
2 5 Anak balita di Rw 01 menderita Posyandu
giZi buruk Bidang Desa
3 15 Anak Usia Dini di Rw 01 Komite sekolah
belum mendapatakan Guru
pelayanan pendidikan Tk
4 Jalan Desa sepanjang 700 meter Pasir
di RW 01 banyak berlubang dan Batu
becek Tenaga
5 TPQ AL Hidayah tidak berjalan Guru
aktif Gedung
6 Lahan sawah seluas 5 H di Rw Kelompok Tani
01 Rt 01 sering gagal panen
kerena serangan hama
HAND OUT

PENJARINGAN MASALAH
DAN POTENSI DENGAN
DIAGRAM KELEMBAGAAN

FORMASI
PENGERTIAN
‹ Diagram Kelembagaan adalah
gambaran keadaan lembaga yang
ada serta peran dan pola hubungan
dengan masyarakat
‹ Sebagai alat kajian Diagram
kelembagaan adalah alat untuk
mengkaji yang masalah dan potensi
berkait dengan kelembagaan
‹ Lembaga adalah
Jenis – Jenis Lembaga
‹ FORMAL
Lembaga yang mempunyai dasar hukum / Berbadan Hukum
Contoh
Pemerintah Desa
BPD
LKMD
Dll
‹ NON FORMAL
Lembaga yang tidak mempunyai dasar hukum / Berbadan
Hukum
Contoh
Kelompok arisan
Paguyuban tukang becak
Kelompok yasinan
TUJUAN
‹ Untuk mengetahui jenis dan jumlah
lembaga yang berperan di desa
‹ Untuk mengetahui lembaga – lembaga
yang mempunyai peranan / manfaat bagi
masyarakat
‹ Untuk Mengetahui pola hubungan lembaga
– lembaga yang ada dengan masayarakat
‹ Untuk Mengetahui masalah dan potensi
pada lembaga – lembaga yang ada
TAHAPAN PENGGUNAAN TEKNIK
DIAGRAM KELEMBAGAAN
‹ PERSIAPAN
¾ Persiapkan Tempat yang memadai
¾ Siapkan alat yang akan digunakan ( Spidol, Plano, Kertas
manila, gunting dan isolatif )
¾ Siapkanlah Format masalah Diagram kelembagaan
¾ Jelaskan tujuan kajian dengan Diagram kelembagaan
¾ Membagi tugas ( Fasilitator dan Pencatat )

‹ MEMBUAT DIAGRAM KELEMBAGAAN


¾ Ajaklah peserta untuk mengidentifikasi lembaga yang ada
diwilayah mereka
¾ Tulislah lembaga yang telah teridentifikasi pada media yang
tersedia
¾ Buatlah bulatan / lingkaran dari kertas manila dengan ukuran
yang berbeda sebanyak lembaga yang teridentifikasi
¾ Ajaklah peserta mendiskusikan pengaruh lembaga terhadap
kehidupan masyarakat dari yang paling besar sampai yang paling
kecil
¾ Tuliskan nama lembaga yang pengaruhnya paling besar pada
lingkaran yang paling besar demikian seterusnya sampai pada
lembaga yang pengaruhnya paling kecil
PEMDES PEMDES

LKMD LKMD

PKK
PKK

KELOMPOK TANI
LANGKAH-LANGKA KEGIATAN

¾ Buat sketsa desa ( hanya batas desa/ dusunnya


saja ) tuliskan kata masyarakat ditengahnya )
¾ Tanyakan Kepada peserta lembaga-lembaga
mana yang paling sering berhubungan dengan
masyarakat.
¾ Tempelkan bulatan yang telah ditulis nama
lembaga pada seketsa desa
¾ Jika sering berhubungan tempelkan dekat dengan
kata masyarakat jika tidak sering berhubungan
tempelkan jauh dari kata masyarakat
¾ Lakukan hal demikian sampai semua bulatan
tertempel pada sketsa desa
PEMDES
PKK
LKMD

MASYARAKAT

BPD

KELOMPOK
TANI
MENGGALI MASALAH DAN
POTENSI
¾ Galilah permasalahan dari lembaga
yang terindentifikasi dari segi :
a. Struktur Organisasi
b. Kapasitas SDM
c. Managemen Organisasi
d. Regulasi
¾ Catatlah semua masalah dan potensi
yang tergali dalam Format yang
telah disediakan
CONTOH FORMAT 2

DIAGRAM KELEMBAGAAN

NO NAMA MASALAH POTENSI


LEMBAGA
1 2 3 4
1 PEMDES Administrasi Pemerintahan Desa Adanya itikad baik
belum rapi dari perangkat

Terjadi kekosongan perangkat


sebanyak 2 formasi

Bendahara Desa belum SDM


menguasai managemen
keuangan dengan baik

2 BPD Hubungan BPD dengan Pemdes SDM


dan masyarakat belum
berjalan secara optimal

Kemampuan BPD dalam SDM


pembahasan Peraturan desa
masih lemah
HAND OUT

PENJARINGAN MASALAH
DAN POTENSI DENGAN
KALENDER MUSIM

FORMASI
PENGERTIAN

• Kalender musim adalah alat kajian untuk


mengetahui kejadian / kegiatan dalam
kehidupan masyarakat berkaitan dengan
perubahan waktu
TUJUAN

• Untuk Mengetahui kegiatan – kegiatan


masyarakat berdasarkan perubahan waktu
• Untuk mengetahui kejadian – kejadian
yang berkaitan dengan kebutuhan dasar
yang terjadi secara berulang dalam
kehidupan masyarakat
• Untuk mengetahui masa - masa kritis
dalam kehidupan masyarakat
TAHAPAN PENGGUNAAN TEKNIK
KALENDER MUSIM
• PERSIAPAN
¾ Persiapkan Tempat yang memadai
¾ Siapkan alat yang akan digunakan ( Spidol, Plano, Kertas manila, gunting
dan isolatif )
¾ Siapakan format masalah kalender musim
¾ Jelaskan tujuan kajian dengan kalender musim
¾ Membagi tugas ( Fasilitator dan Pencatat )

• MEMBUAT KALENDER MUSIM


¾ Ajaklah peserta mendiskusikan musim yang ada
¾ Hasilnya tuliskan pada kolom yang tersedia
¾ Ajaklah pererta untuk mengidentifikasi kejadian – kejadian( masalah ,
kegiatan) penting yang berkaitan dengan kebutuhan dasar yang
kejadiannya terus berulang
¾ Tuliskanlah dalam kolom masalah / kejadaian pada kalender musim
¾ Ajaklah peserta mendiskusikan kapan biasanya kejadian – kejadian
tersebut terjadi
¾ Tuliskan dengan memberi tanda X pada kolom yang tersedia
KALENDER MUSIM

MASALAH KEMARAU / KETIGA PENGHUJAN / RENDENG WARENG / PANCA ROBA

KEGIATAN Agus Sep Okt Nov Des Jan Feb Mart Apr Mei Juni Juli

BANJIR * *** *
***
PENYAKIT DIARE * ** *

PACEKLIK * **

BANYAK
***
KONDANMGAN * ** *
***
PANEN RAYA *

HAMA TANAMAN * ** *
Menggali Masalah dan Potensi
• Tanyakan kepada peserta musyawarah berkaitan dengan
kejadian / masalah yang ada
* Dimana lokasi kejadiannya
* Siapa yang terkena dampak masalah
tersebut
* Bagaimana kapasitas masalahnya
• Tanyakan kepada peserta musyawarah potensi apa yang
dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut
• Tuliskan masalah dan potensi kedalam format masalah
dan potensi kalender musim
FORMAT 2
KALENDER MUSIM
NO MASALAH POTENSI
1 Pada musim penghujan Rw 01 / Rt 03 Batu
tergenang banjir Pasir
Tenaga
2 Pada musim pancaroba 12 warga Rw 1 Posyandu
Rt 02 terserang diare Bidang Desa

3 Pada musim kemarau terjadi paceklik Lumbung desa


HAND OUT

FORMASI
Š Pengelompokan masalah adalah suatu
kegiatan untuk menghimpun/ mendaftar,
memeriksa kebenaran, menggabungkan dan
mengelompokan masalah dalam sektor dan
bidang
Š Memperoleh data masalah dan potensi yang
akurat dari hasil tiga alat kajian di tingkat
dusun
Š Menggabungkan dan mengelompokkan
masalah dari hasil kajian di tingkat dusun
kedalam sektor dan bidang (
Pengembangan Wilayah, Ekonomi dan Sosial
Budaya )
Š PERSIAPAN
¾ Persiapkan Tempat yang memadai
¾ Siapkan alat yang akan digunakan ( Spidol,
Plano, isolatif )
¾ Siapkan Format Pengelompokan Masalah
¾ Siapkan data dari hasil kajian di tingkat dusun (
tiga alat kajian)
¾ Membagi tugas ( Fasilitator dan Pencatat )
1. Indentifikasikan masalah – masalah yang sama dari hasil
penjaringan masalah di tingkat didusun
2. Jadikanlah masalah-masalah yang sama tersebut menjadi
satu rumusan masalah
3. Jika langkah 2 telah selesai, kelompokanlah masalah
kedalam sektor ( sektor pendidikan, kesehatan, pertanian,
perdagangan, peternakan ,pemerintahan, pekerjaan
umum, Sumber daya air dll )
4. Kelompokanlah sektor – sektor yang ada kedalam dalam
bidang ( Pengembangan wilayah, Sosial budaya,
Ekonomi ) tuliskan dalam kolom 2 format 4
5. Periksalah potensi hasil kajian di tingkat dusun ( tiga alat
kajian ) tuliskanlah dalam tuliskan dalam kolom 2 format
4
CONTOH

No Masalah Potensi
1 2 3
I BIDANG PENGEMBANGAN WILAYAH

1.1 Pekerjaan Umum


1.1.1 Jalan Desa sepanjang 700 meter di RW 01 banyak berlubang dan becek Tenaga, batu
1.2 Sumber Daya Air
1.2.1 Tanggul sungai jebol di RW 01 Rt 02 sepanjang 50 Meter Tenaga, batu
II BIDANG EKONOMI
2.1 Pertanian
2.1.1 Lahan sawah seluas 5 H di Rw 01 Rt 01 sering gagal panen kerena serangan Keleompok tani
hama
III BIDANG SOSIAL BUDAYA
3.1 Pendidikan
3.1.1 15 Anak Usia Dini di Rw 01 belum mendapatkan pelayanan pendidikan TK Pertiwi
3.1.1 TPQ AL Hidayah tidak berjalan aktif Gedung dan Ustzad
3.2 Kesehatan
3.2.1 5 Anak balita di Rw 01 menderita gisi buruk Posyandu
3.3 Pemerintahan
3.3.1 Terjadi kekosongan perangkat sebanyak 2 formasi
3.3.2 Bendahara Desa belum menguasai managemen keuangan dengan baik Ada semangat dan komitmen
3.3.2 Kemampuan BPD dalam pembahasan Peraturan desa masih lemah Ada semangat dan komitmen
PENYUSUNAN
SEJARAH DESA

FORMASI
MENYUSUN SEJARAH DESA
„ Persiapan
¾ Persiapkan Tempat yang memadai
¾ Siapkan alat yang akan digunakan ( Spidol, Plano, dan isolatif )
¾ Membagi tugas ( Fasilitator dan Pencatat )

„ Langkah- Langkah
¾ Bagilah peserta menjadi 3 kelompok berdasarkan tahun kelahiran
Misal : Tahun kelahiran perserta yang paling tua
adalah tahun 1948 dan yang termuda
lahir pada tahun 1978.
Kelompok 1 kelahiran tahun 1948 s/d 1958
Kelompok 2 kelahairan tahun 1959 s/d 1969
Kelompok 3 kelahiran tahun 1970 s/d 1978
¾ Masing –masing kelompok untuk mendiskusikan kejadian –kejadian penting (
kejadian yang baik dan kejadian yang buruk )
Misal
Kelompok 1 dari tahun 1960 s/d tahun 1975
Kelompok 2 dari tahun 1976 s/d tahun 1990
Kelompok 3 dari tahun 1990 s/d tahun 2007
¾ Hasil diskusi dituliskan pada format sejarah desa
SEJARAH DESA
Tahun Kejadian yang baik Kejadian yang buruk
1 2 3

1965 Terjadi hura –hura politik

1967 Balai Desa mulai dibangun Terjadi paceklik karena


serangan hama tikus
1970

1971

1972
1973
1975
1976
1977

1978

1979

DST
MENGAMBIL PELAJARAN DARI
SEJARAH DESA
„ Diskusikanlah dan catat kejadaian
kejadian buruk yang berulang terjadi
„ Ambilah pelajaran, sebagai antisipasi
kedepan
„ Diskusikanlah dan catat kejadian kejadian
baik yang berulang terjadi
„ Ambilah pelajaran, sebagai bekal
mengarungi masa depan
VISI DAN
MISI

FORMASI
PENGERTIAN
• VISI
Adalah adalah suatu gambaran menantang
tentang masa depan yang berisikan cita –cita
yang ingin diwujudkan oleh sebuah institusi
CIRI VISI YANG BAIK
• Merupakan hasil komitmen dan bisa memberikan
inspirasi bagi para pelaksana
• Merupakan jembatan antara masa lalu dengan masa
depan
• Memfokuskan pada pemenuhan kebutuhan masyarakat
serta manfaat yang luas
• Mengandung tujuan yang jelas sehingga memberikan
keyakinan bagi para pelaksana
• Memungkinkan untuk pelaksanaan yang fleksibel dan
kreatif
PERNYATAAN VISI YANG BAIK
• Singkat, misalnya cukup 10 kata
• Menarik dan mudah diingat
• Mengandung inspirasi dan tantangan
• Mengandung kejelasan cita-cita
• Biasanya menggunakan kata keadaan
MERUMUSKAN VISI DESA
• Persiapan
¾ Siapkan alat yang akan digunakan ( Spidol, Plano, meta plan dan isolatif )
¾ Jelaskan tujuan perumusan visi dan misi Desa
¾ Membagi tugas ( Fasilitator dan Pencatat )

• Langkah-Langkah
¾ Ajaklah peserta mengingat kembali tentang sejarah desa dan hasil pengelompokan
masalah dan potensi
¾ Bagikan meta plan kepada peserta, masing – masing peserta mendapat satu meta
plan
¾ Ajaklah peserta menuliskan tiga buah kata yang merupakan cita – cita ( Visi )
masa depan desa
¾ Tempelkanlah semua meta plan yang merupakan visi individu pada tempat yang
mudah dilihat seluruh peserta
¾ Susun dan gabungkanlah visi individu tersebut sehingga menjadi Visi Desa
¾ Buatlah dan sepakati difinisi kerja dari Visi Desa
VISI
INDIVIDU /
KELOMPOK
VISI
INDIVIDU /
VISI KELOMPOK
INDIVIDU /
KELOMPOK

VISI VISI
DESA BERSAMA

VISI
INDIVIDU / VISI
KELOMPOK INDIVIDU /
VISI KELOMPOK
INDIVIDU /
KELOMPOK
Pedoman Penyusunan Misi
• Misi hendaknya bersifat spesifik
• Misi hendaknya mengandung makna yang
memotifasi
• Misi hendaknya masuk akal dan operasional
• Misi hendaknya mudah dipahami oleh pihak-
pihak terkait
• Pernyataan Misi hendaknya cukup singkat
• Biasanya menggunakan kata kerja
PENGERTIAN
• Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau
dilaksanakan oleh sebuah institusi sebagai
penjabaran dari Visi yang telah ditetapkan
CONTOH
VISI DAN MISI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KEBUMEN
• VISI

TERWUJUDNYA PENDIDIKAN YANG BERMUTU DAN TERJANGKAU MELALUI


OPTIMALISASI LAYANAN.

• MISI
1. Menciptakan pelayanan pendidikan yang, merata, berkeadilan, terjangkau
dari aspek lokasi, biaya dan kesempatan
2. Mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu sesuai dengan
standar operasional, Standar Pelayanan Pendidikan dan berorientasi pada
standar nasional pendidikan
3. Meningkatkan managemen dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten,
Unit Pelaksana Teknis dan sekolah
4. Memberikan pelayanan Pendidikan Formal, non formal dan in forlmal
5. Memberikan pembinaan dan pengembangan kreatifitas bidang seni,
budaya, pemuda dan olah raga
HAND OUT

PENENTUAN PERINGKAT
MASALAH

FORMASI
PENGERTIAN
ƒ Menentukan Peringkat Masalah adalah
suatu kegiatan mengkaji berat ringannya
masalah yang sedang dihadapi dengan
methode dan teknik tertentu
TUJUAN
ƒ Untuk mengetahui bobot masing – masing
masalah
ƒ Menentukan urutan masalah secara tepat
berdasar bobot
ƒ Menentukan urut – urutan masalah yang
harus segera diselasaikan
TAHAPAN MEMBUAT
PRIORITAS MASALAH

ƒ Sampaikan terlebih dahulu mengapa harus


membuat prioritas masalah
ƒ Sepakati terlebih dahulu apapun hasil
kesepakatan tentang prioritas masalah
adalah kesepakatan bersama
ƒ Sepakati terlebih dahulu kriteria dan bobot
ƒ Lakukanlah pensekoran secara partisipatif
PENENTUAN KRITERIA PERINGKAT
MASALAH

ƒ Tentukan dan sepakati terlebih dahulu kriteria yang akan digunakan


untuk menentukan peringkat masalah

Misal :
Pengembangan Wilayah
1. Tingkat kerusakan
2. Dampak
3. Pengaruh tehadap kemiskinan

Bidang Ekonomi
1. Menghambat peningkatan pendapatan
2. Dampak
3. Pengaruh terhadap Kemiskinan

Bidang Sosial Budaya


1. Menghambat pemenuhan hak dasar
2. Dampak
3. Pengaruh terhadap Kemiskinan
PEMBOBOTAN MASALAH
Sepakati bobot dan nilai untuk setiap 3. Pengaruh terhadap Kemiskinan :
indikator - Sangat berpengaruh
Misal - Cukup berpengaruh
1. Tingkat kerusakan SKOR - Berpengaruh
- Sangat parah 76 s/d 100 - kurang berpengaruh
- Cukup parah 51 s/d 75
- Parah 26 s/d 50 4. Pengaruh terhadap pemenuhan hak dasar :
- Kurang parah 1 s/d 25 - Sangat berpengaruh
- Cukup berpengaruh
2. Dampak - Berpengaruh
- Dirasakan satu Desa atau lebih - kurang berpengaruh
- Dirasakan satu RW
- Dirasakan satu RT 5. Menghambat peningkatan pendapatan :
- Dirasakan individu - sangat menghambat
- cukup menghambat
- menghambat
- kurang menghambat

Setelah kriteria dan Pembobotan disepakati tulislah di kertas plano dan di


tempel di tempat yang dapat dilihat dengan baik oleh semua peserta
MELAKUKAN SKORING
ƒ Siapkan Format skoring masalah
ƒ Salinlah semua kegiatan pada kolom 2 format 2 kedalam
kolom 2 format 5
ƒ Ajaklah peserta musyawarah melakukan skoring
masalah dengan satu kriteria terlebih dahulu
ƒ Tuliskan skor yang disepakati pada kolom yang tersedia
ƒ Lakukanlah hal demikian sehingga semua masalah
diberi skor dengan kriteria yang telah disepakati
ƒ Jika semua masalah telah diberi skor, ajaklah peserta
musyawarah untuk menjumlah skor pada setiap masalah
dan hasilnya tuliskan pada kolom 7 format 5
ƒ Jika ada jumlah yang sama, ulanglah kembali
pensekoran pada masalah yang mempuyai jumlah skor
sama
ƒ Buatlah ranking berdasar besar kecilnya jumlah skor dan
tuliskan pada kolom 8 format 5
CONTOH FORAMAT 5
SKORING MASALAH
NO MASALAH KRITERIA PENILAIAN Jumlah Rangking
skor
Tingkat Jumlah yang Pengaruh
Kerusakan terkena Thp
Dampak kemiskinan

1 2 3 4 5 6 7 8
I BIDANG
PENGEMBANGAN
WILAYAH
1.1 Pekerjaan Umum
1.1. Jalan Desa sepanjang 60 95 50 205 II
1 700 meter di RW 01
banyak berlubang dan
becek
1.2 Sumber Daya Air
1.2. Tanggul sungai jebol di 90 85 40 125 I
1 RW 01 Rt 02 sepanjang
50 Meter
FORAMAT 5
SKORING MASALAH
NO MASALAH KRITERIA PENILAIAN Jumlah Rangk
Menghambat Menghambat Jumlah skor ing
peningkatan pemenuhan yang
pendapatan hak dasar menerima
Dampak

1 2 3 4 5 6 7 8
II BIDANG EKONOMI
2.1 Pertanian
2.1.1 Lahan sawah seluas 5 30 40 50 120 I
H di Rw 01 Rt 01 sering
gagal panen kerena
serangan hama
2.1.2
2.2 Peternakan
2.2.1

2.3 Perdagangan
2.3.1
FORAMAT 5
SKORING MASALAH
NO MASALAH KRITERIA PENILAIAN Jumlah Rangking
Menghambat Jumlah Pengaruh skor
pemenuhan hak yang Thp
dasar menerima kemiskinan
Dampak

1 2 3 4 5 6 7 8
III BIDANG SOSIAL BUDAYA
3.1 Pendidikan
3.1.1 15 Anak Usia Dini di Rw 01 10 20 30 60 1
belum mendapatakan
pelayanan pendidikan
3.1.1 TPQ AL Hidayah tidak berjalan 10 10 3 23 3
aktif
3.2 Kesehatan
3.2.1 5 Anak balita di Rw 01 5 10 10 25 2
menderita gisi buruk
3.3 Pemerintahan
3.3.1 Terjadi kekosongan perangkat 5 5 10 20 4
sebanyak 2 formasi
HAND OUT

MENENTUKAN ALTERNATIF
TINDAKAN PEMECAHAN
MASALAH

FORMASI
PENGERTIAN

Menyusun alternatif tindakan Pemecahan


Masalah adalah serangkaian kegiatan
kajian dan analisis masalah, penyebab
dan potensi untuk menentukan alternatif
tindakan pemecahan masalah
TUJUAN
¾ Untuk mengetahui penyebab mendasar
dari setiap masalah
¾ Mengetahui potensi yang tepat untuk
memecahkan masalah
¾ Merumuskan berbagai alternatif tindakan
yang dapat dilakukan untuk memecahkan
masalah
MERUMUSKAN ALTERNATIF
TINDAKAN PEMECAHAN MASALAH
¾ Persiapan
¾ Persiapkan Tempat yang memadai
¾ Siapkan alat yang akan digunakan ( Spidol, Plano, Kertas manila,
gunting dan isolatif )
¾ Menyiapkan Format Alternatif Tindakan Pemecahan Masalah
¾ Membagi tugas ( Fasilitator dan Pencatat )

¾ Langkah-Langkah
¾ Tulislah setiap masalah berdasar pada pengelompokan masalah
(Format 5 ) pada kolom 2 pada format 6
¾ Kajilah penyebab mendasar dari setiap masalah dan hasilnya
tuliskan pada kolom 3 format 6
¾ Kajilah potensi yang dapat menyelesaikan masalah dan
penyebabnya pada setiap masalah, hasilnya tuliskan pada kolom 4
format 6
¾ Rumuskanlah alternatif tindakan pemecahan masalah dengan
mendasarkan pada penyebabnya dan memperhitungkan potensi
yang ada, hasilnya tuliskan pada kolom 5 format 6
CONTOH FORMAT 6
ALTERNATIF TINDAKAN PEMECAHAN MASALAH

NO MASALAH PENYEBAB POTENSI ALTERNATIF TINDAKAN


PEMECAHAN MASALAH
1 2 3 4 5

I PENGEMBANGAN
WILAYAH
1.1 Pekerjaan Umum
1.1.1 Jalan Desa sepanjang Tidak ada drainase / Tenaga Pembangunan Drainasi
700 meter di RW 01 saluran pembuangan jalan sepanjang 700 M
banyak berlubang dan untukmembuang air
becek yang naik kejalan
jalan masih berupa pengerasan jalan
tanah
1.2 Sumber Daya Air
1.2.1 Tanggul sungai jebol di Tanah tanggul sangat Tenaga Pembangunan Talud
RW 01 Rt 02 sepanjang labil Sungai sepanjang 50
50 Meter Meter
FORMAT 6
ALTERNATIF TINDAKAN PEMECAHAN MASALAH

NO MASALAH PENYEBAB POTENSI ALTERNATIF


TINDAKAN
PEMECAHAN
MASALAH
1 2 3 4 5

II BIDANG EKONOMI
2.1 Pertanian
2.1.1 Hasil panen di lahan Lahan kurang subur Kelompok Gerakan pengomposan
persawahan Block Tani lahan
silumbu seluas 10 Ha
menurun sampai 25%
Pada musim tanam 1. Normalisasi irigasi
kemarau sulit 2. Normalisasi
mendapatkan air dan drainase
pada musim hujan
banjir
2.2 Peternakan
2.2.1 Setiap tahun terjadi serangan Terkena virus “thelo” Tindakan vaksinasi
penyakit “ayam thelo” yang secara dini
mengakibatkan lebih dari 100
ayam mati di semua wilayah
dusun
FORMAT 6
ALTERNATIF TINDAKAN PEMECAHAN MASALAH
NO MASALAH PENYEBAB POTENSI ALTERNATIF TINDAKAN
PEMECAHAN MASALAH
1 2 3 4 5

III SOSIAL BUDAYA


3.1 Pendidikan
3.1.1 15 Anak Usia Dini di Rw 01 Kurangnya kesadaran Komite Sosialisasi pendidikan anak
belum mendapatkan masyarakat tentang sekolah Usia Dini
pelayanan pendidikan pentingya pendidikan anak Guru
prasarana yang ada di Komite Bantuan APE
TK pertiwi I kurang sekolah
memadahi Guru

1 anak SMP drop out Tidak bisa membayar uang BOS Kebijakan biaya sekolah
gedung dan uang ujian DAS gratis bagi orang miskin
DPK dan
Dinas
terkait
3.2. Kesehatan

3.2.1. Pada tahun 2007 sebanyak 10 tindakan pertolongan pendirian Pustu yang
orang meninggal karena pertama tidak mampu dilengkapi fasilitas
penyakit demam berdarah
menanggulangi memadahi
HAND OUT

FoRmAsI Kebumen
PENGERTIAN

ƒ Adalah serangkain kegiatan pengisian 
matrik program dan kegiatan pada 
format RPJMDes
Langkah‐langkah Membuat 
Matrik Program dan kegiatan
ƒ Salinlah alternatif tindakan pemecahan masalah ( kolom 5 format 6 ) 
kedalam kolom 2 format 7
ƒ Tuliskan  volume masing masing kegiatan pada kolom 3 format 7
ƒ Tuliskan lokasi kegiatan pada kolom 4 format 7
ƒ Tuliskan V pada 5,6,7,8 dan 9 sesui dengan prioritas masalah dengan 
memperhitungkan perkiraan pendapatan tahun bersangkutan
ƒ Tuliskan tanda V pada kolom 10,11 dan 12 sesuai dengan sumber 
pembiayaan 
ƒ Cara menentukan sumber pembiayaan adalah 
a. Kewenangan Desa
b. Kemampuan pembiayaan
c. Kemampuan teknis pelaksanaan kegiatan
‰ Jika suatu kegiatan memenuhi semua kriteria maka sumber pembiayaan 
berasal dari APB Desa dan jika salah satu kriteria tidak terpenuhi maka 
sumber pembiayaan berasal dari APBD/N
MENENTUKAN SUMBER BIAYA

SUMBER BIAYA
1. APBD/APBN, meliputi :
APBD Kabupaten, APBD Propinsi dan APBN (SEKALA SUPRA DESA )
Apabila kegiatan tersebut :
1.1. Bukan Kewenangan Desa
1.2. Biayanya terlalu besar / tidak mampu dibiayai desa
1.3. Desa tidak mempunyai kapasitas teknis untuk  melaksanakannya
2. APB Desa : 
1.1. Kewenangan Desa
1.2. Biayanya terjangkau oleh anggaran Desa 
1.3. Desa mempunyai kapasitas teknis untuk melaksanakannya
3. Lainya: 
Berasal dari selain sumber diatas, misal:
a. Bantuan dari organisasi non pemerintah
b. perusahaan  dan 
c. Bantuan Program ( misal : P2KP, PPK, dll )
d. Pihak ketiga lainnya ( warga perantauan, 
CONTOH RPJMDes TAHUN 2006 - 2010
DESA AMPUH KECAMATAN HANDAL KABUPATEN SAKTI
N0 BIDANG / KEGIATAN VOL LOKAS TAHUN SUMBER
I BIAYA INDIKATOR
2006 2007 2008 2009 2010 APBD/ APB Lainnya
APBN Desa
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

I PENGEMBANGAN
WILAYAH
1.1 Pekerjaan Umum
1.1.1 Pembangunan 700 Rw 01 V V X Terbangunya
Drainasi jalan M drainase P 700 m

1.1.2 Pengerasan jalan 700 Rw 01 V V V Terbangunnya jalan


(makadam) MX makadam P 700 m
3M
1.2 Sumber Daya Air
1.2.1 Pembangunan Talud 50 M Rw 01 V V Terbangunya Talud
Sungai sepanjang 50 X3 Rt 02 sungai P 50 M
Meter M
II BIDANG EKONOMI
2.1 Pertanian
2.1.1 Bantuan pengadaan 10 Desa V V
alat pembasmi hama Buah
III SOSIAL BUDAYA
3.1 Pendidikan
3.1.1 Sosialisasi pendidikan Ls Desa V V Anak terlayani
anak Usia Dini pendidikan

3.1.2 Bantuan APE 10 Desa V V Anak terlayani


B h pendidikan
HAND OUT

MUSRENBANG RPJMDes

FORMASI
PENGERTIAN

Musrenbang Jangka Menengah Desa


diselenggarakan dalam rangka menyusun
RPJMDes diikuti oleh unsur-unsur
Pemerintahan Desa dan mengikut
sertakan masyarakat.
TUJUAN
‡ Menampung dan menetapkan
rumusan Visi dan Misi desa yang
diperoleh dari musyawarah
perencanaan pada tingkat di
bawahnya ( Lokakarya Desa ).
‡ Menetapkan Program dan kegiatan
indikatif tahun 2006 -2011 yang
diperoleh dari musyawarah
perencanaan pada tingkat di
bawahnya ( Lokakarya Desa ).
KELUARAN

1. Rancangan RPJMDes yang


meliputi Visi, misi, program dan
kegiatan indikatif
2. Berita acara Musrenbang
RPJMDes.
PESERTA
PesertaMusrenbang dalam rangka
penyusunan RPJMDes adalah :
‡ Delegasi Dusun/ RW
‡ Tokoh agama, tokoh adat, unsur perempuan
‡ Unsur pemuda
‡ organisasi kemasyarakatan desa
‡ pengusaha, kelompok tani/nelayan,
‡ palaku pendidikan ( Kasek, Komite, Guru )
‡ KK Miskin
‡ Bidan Desa
‡ Unsur pejabat kecamatan
TAHAPAN
‡ Persiapan
1. Siapkanlah materi musrenbang dengan baik
2. Sebarkanlah undangan dan materi musrenbang
paling lambat tiga hari sebelum pelaksanaan
3. Persiapkanlah tempat dan peralatan lainya
yang memadai

‡ Langkah-Langkah
1. Siapakan daftar hadir musrenbang
2. Bacakanlah pokok-pokok hasil kesepakatan lokakarya
desa ( Visi, Misi, Program,Kegiatan dan Raperdes)
4. Berilah kesempatan warga untuk memberikan
tanggapan
5. Bahas dan musyawarahkan setiap tanggapan dari
warga
6. Berikan waktu khusus kepada BPD untuk memberikan
tanggapan terhadap Raperdes dan lampirannya
7. Buatlah berita acara musrenbang RPJMDes
Berita Acara
Musrenbang RPJMDes Tahun 2006-2011

Pada hari ini Kamis tanggal 31 September Tahun 2006 bertempat di Gedung pertemuan / Balai Desa Selancar
Kecamatan Awang-Awang Kabupaten Kebelet yang dihadiri oleh beberapa unsur sebagaimana daftar hadir
terlampir dalam rangka melaksanakan musyawarah rencana pembangunan desa ( Musrenbangdes ).

Musrenbangdes dimaksud membahas Rancangan Rencana Pembangunan Jangkah Menengah Desa


(RPJMDes) tahun 2006-2011 Desa Selancar kecamatan Awang-Awang.

Adapun Materi , Pimpinan Rapat dan Nara Sumber, sebagai berikut :

A. Materi
1. Rancangan Visi dan Misi Desa
2. Rancangan Program dan kegiatan indikatif tahun 2006 - 2011

B. Pimpinan Rapat
Pemimpin Rapat : Suto Dikromo
Notulen : Ciplek Wulansih

C. Nara Sumber :
- Drs. Galih Purwo : Kasi PMD Kecamatan Awang-awang
- Ir. Suryo Ndadari : Dinas Pertanian
- Murakabi, MM : anggota DPRD Perwakilan DP 10

Setelah diadakan pembahasan melalui musyawarah mufakat, maka forum Musrenbangdes menghasilkan
kesepakatan dan kesepahaman hal-hal sebagai berikut :

1. Visi dan Misi Desa Selancar


2. Program dan kegiatan indikatif tahun 2006 - 2011

Demikian berita acara ini dibuat dengan sebenar-benarnya, kemudian untuk dapat dipergunakan sebagaimana
mestinya.

Pimpinan Musrenbang Notulis / Sekretaris

( ) ( )

Mengetahui
Kepala Desa Selancar,
HAND OUT

TEKNIK PENYUSUNAN
PERDES DAN SISTEMATIKA
RPJMDes

FORMASI
PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA
DALAM PP 72 TAHUN 2005
• PASAL 63
(1) Dalam rangka penyelenggaraan
pemerintahan Desa disusun perencanaan
pembangunan desa sebagai satu kesatuan
dalam sistem perencanaan pembangunan
daerah kabupaten / kota
(2) Perencanaan pembangunan sebagaimana
dimaksud ayat (1) disusun secara partisipatif
oleh pemerintah Desa sesui dengan kewenanganya
• PASAL 64
(1) Perencanaan pembangunan desa sebagaimana
dimaksud pasal 63 ayat (2) disusun secara
berjangka meliputi :
a. Rencana pembangunan jangka
menengah desa yang selanjutnya
disebut RPJM Desa untuk jangka waktu
lima tahun
b. Rencana Kerja pembangunan desa,
selanjutnya disebut RKP desa merupakan
penjabaran dari RPJMD untuk
jangka waktu 1 ( satu ) tahun
(2) RPJM Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf a ditetapkan dengan Peraturan Desa dan
RKP desa ditetapkan dalam Peraturan kepala
desa
CONTOH PERATURAN DESA KARANGMAJA KECAMATAN KARANGGAYAM
KABUPATEN KEBUMEN
NOMOR 01 TAHUN 2007
TENTANG
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH
DESA (RPJMDes) TAHUN 2006 - 2010
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
KEPALA DESA KARANGMAJA
Menimbang : a.
b.
c. ……..
Mengingat : 1.
2.
3.
Dengan Persetujuan Bersama
BADAN PERMUSYAWARATAN DESA KARANGMAJA
dan
KEPALA DESA KARANGMAJA
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN DESA TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA
MENENGAH DESA (RPJMDes) TAHUN 2006-2010
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Desa ini yang dimaksud :
1. ………
2. ……….
BAB II
SISTEMATIKA PENYUSUNAN RPJMDes
Pasal 2
…………………………
.
Pasal 3
…………………………
Pasal 4

Pasal 5
Pelaksanaan pembangunan dapat dilaksanakan tidak sesuai / mengalami perubahan dari RPJMDes karena ada bencana alam.
Pasal 6
Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Desa ini, sepanjang mengenai pelaksanaannya akan ditetapkan lebih lanjut oleh
Kepala Desa.
Pasal 7
Peraturan Desa ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di : Karangmaja
Pada tanggal : Desember 2005
KEPALA DESA KARANGMAJA

ARIS TEGUH PRIYONO


CONTOH
SISTEMATIKA RPJM Desa

• BAB 1 : PENDAHULUAN
a. Latar Belakang / Pendahuluan
b. Landasan Hukum
c. Tujuan
• BAB 2 : PROFIL DESA
a. Sejarah Desa
b. Kondisi Umum Desa
c. SOTK Desa
c. Masalah Mendasar
• BAB 3 : PROSES PENYUSUNAN RPJMDes
a. Musdus
c. Lokakarya Desa
d. Musrenbangdes RPJMDes
• BAB 4 : VISI, MISI, PROGRAM DAN KEGIATAN
a. Visi dan Misi
b. Program dan Kegiatan Indikatif
• BAB 5 : PENUTUP
LAMPIRAN :
1. Matrik Program dan Kegiatan
2. Proses Penyusunan Program ( F 1 S/D F 6 )
3. Berita acara musyawarah ( Musdus, Lokdes, Musrenbangdes )
4. Daftar Hadir Musyawarah (Musdus, Lokdes, Musrenbangdes )
5. Peta Desa
MENGUKUR KETIDAKADILAN GENDER

1. Subordinasi
Suatu penilaian bahwa suatu peran dinilai dan
dianggap lebih rendah dari peran yang lain
Subordinasi Gender Perempuan dapat dilihat :
™ Masih sedikitnya perempuan yang bekerja dalam peran pengambil
keputusan dan menduduki peran penentu kebijakan
™ Adanya status perempuan sebagai jenis kelamin yang lebih rendah
dibandingkan laki-laki
™ Dalam pengupahan, perempuan yang menikah dibayar sebagai
pekerja lajang dengan anggapan setiap perempuan mendapatkan
nafkah yang cukup dari suaminya
™ Di beberapa perusahaan terdapat aturan dimana gaji perempuan
mendapat potongan pajak lebih tinggi, karena dianggap sebagai
pekerja lajang, meskipun secara de facto harus menafkahi keluarga
2. Marjinalisasi
Suatu proses peminggiran peran ekonomi seseorang atau
semua kelompok yang mengakibatkan proses pemiskinan

Proses Marjinalisasi dapat dilihat dari :


Apakah kinerja perempuan dalam rumah tangga (domestik) dinilai sama dengan
pekerjaan publik ?
Apakah perempuan memiliki akses yang sama terhadap sumber ekonomi,
pemanfaatan waktu dan pengambilan keputusan?
Apakah perempuan memiliki kesempatan yang luas untuk mengembangkan
kariernya?
Apakah perempuan mendapatkan dorongan atau setidaknya kebebasan kultural dan
politik untuk memilih kariernya dibandingkan dengan rumah tangga tanpa ada sanksi
sosial?
Apakah perempuan secara de facto menerima upah sama dengan upah rekan
sekerjanya yang laki-laki untuk jenis pekerjaan yang dinilai setara?
Apakah perempuan mendapatkan kesempatan sama masuk ke lapangan pekerjaan
apapun dan dimanapun tanpa pembedaan yang disebabkan oleh kemampuan
reproduksinya
Apakah perempuan tetap dipertahankan sebagai tenaga kerja meskipun perusahaan
sedang mengurangi pekerjanya
Apakah perempuan diakui di depan hukum setara pria dalam hal memperoleh waris,
harta gono gini dan sejenisnya?
3. BEBAN GANDA
Masuknya perempuan di sektor publik tidak
senantiasa diiringi dengan berkurangnya beban
mereka di dalam rumah tangga

Perempuan mendapatkan multi peran


sekaligus multi beban :
Di rumah menjalankan peran reproduksi berupa
pemeliharaan keluarga dan pengasuhan
Di tempat kerja menjalankan peran produksi
Di komunitas menjalankan peran pengelolaan
komunita
4. Kekerasan
Peran gender telah membedakan karakter
perempuan dan laki-laki. Pembedaan
karakter dan anggapan gender perempuan
itu feminin, lemah, dan lain-lain sering
memunculkan tindak kekerasan baik sexual
ataupun kekerasan lainnya.
Pelaku kekerasan mulai dari individu,
institusi keluarga, masyarakat bahkan
negara. Akibatnya pelaksanaan
pembangunan sering mengabaikan hak
perempuan dan bias gender
5. Stereotype
Adalah pemberian label atau cap yang
dikenakan kepada seseorang atau suatu
anggapan yang salah atau sesat. Pelabelan
umumnya dilakukan dalam hubungan sosial
atau lebih dan seringkali digunakan sebagai
alasan untuk membenarkan sebuah tindakan
dari suatu kelompok ke kelompok lainnya
Pelabelan juga menunjukkan adanya relasi
yang tidak seimbang. Pada umumnya pihak
yang lebih kuat atau dominan dapat leih
punya daya dalam membangun stereotype
pihak lainnya
SEKS & GENDER

SEKS GENDER KETIDAKADILAN


LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI
GENDER
PEREMPUAN

Penis Vagina
Kuat Lemah ¾ SUBORDINASI
Sperma Menyusui
Rasional Emosional ¾ MARGINALISASI
Jakun Melahirkan
Tampan Cantik ¾ BEBAN GANDA

Kasar Halus/lembut ¾ KEKERASAN

Maskulin Feminin ¾ STEREOTYPE

Publik Domestik

Bisa dipertukar
KEPUTUSAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA
DESA SELING
KECAMATAN KARANGSAMBUNG
KABUPATEN KEBUMEN
NOMOR : /KPTS/ 2007

TENTANG

PERSETUJUAN PENETAPAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA


MENENGAH DESA (RPJMDes) TAHUN 2008 - 2012

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BADAN PERMUSYAWARATAN DESA SELING ,

Menimbang : a. bahwa sesuai ketentuan Pasal 9 Peraturan Daerah Kabupaten


Kebumen Nomor 3 Tahun 2007 tentang Sumber Pendapatan
Desa yang bertujuan untuk pemerataan pembangunan dan
meningkatkan partisipasi, kesejahteraan serta pelayanan
masyarakat desa melalui pembangunan dalam skala desa;

b. bahwa untuk melaksanakan pembangunan dalam skala desa


tersebut, pelaksanaannya harus sesuai dengan daftar skala
prioritas pembangunan desa baik bidang fisik, ekonomi dan
sosial budaya, maka perlu dibuat Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Desa (RPJMDes);

c. bahwa RPJMDes tersebut merupakan rencana strategis


Pembangunan Tahun 2008-2012 yang menggambarkan Visi,
Misi, Tujuan, Sasaran, Porgram dan Kegiatan Desa yang wajib
ditetapkan dengan Peraturan Desa;

d. bahwa untuk memberikan keabsahan hukum, perlu menetapkan


Keputusan Badan Permusyawaratan Desa ( BDP ) Desa Seling
Persetujuan Penetapan Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Desa Seling Tahun 2008-2012.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan


Daerah-daerah Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa
Tengah Jo. Peraturan Pemerintah Nomor 32. Tahun 1950,
tentang Penetapan mulai berlakunya Undang-undang Nomor 13
Tahun 1950;

2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan


Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4389);

3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem


Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan


Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4437);

5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan


Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang


Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai
Daerah Otonom (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3952);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 104 Tahun 2000 tentang Dana


Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000
Nomor 201, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 3988);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang


Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4578);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa


(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 158,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4857);

10. Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 2 Tahun 2004


tentang Pengaturan Kewenangan Desa;

11. Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 7 Tahun 2004


tentang Peraturan Desa dan Keputusan Kepala Desa;
12. Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 41 Tahun 2004
tentang Kewenangan Daerah Kabupaten Kebumen ( Lembaran
Daerah Kabupaten Kebumen Tahun 2004 Nomor 52 )

13. Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 53 Tahun 2004


tentang Partisipasi Masyarakat Dalam Proses Kebijakan Publik;

14. Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 3 Tahun 2007


tentang Sumber Pendapatan Desa. (Lembaran Daerah
Kabupaten Kebumen Tahun 2007 Nomor 3, Tambahan Lembaran
Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 2);
15. Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 4 Tahun 2007
tentang Pembentukan Badan Permusyawaratan Desa di
Kabupaten Kebumen (Lembaran Daerah Kabupaten Kebumen
Tahun 2007 Nomor 4, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten
Kebumen Nomor 3);

MEMUTUSKAN :

Menetapkan
PERTAMA : Menyetujui Rancangan Peraturan Desa Seling Tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Desa ( RPJMDes ) Tahun 2008-
2012 ditetapkan menjadi Peraturan Desa.
KEDUA : Agar Peraturan Desa tentang RPMJDes Tahun 2008-2012
diketahui oleh masyarakat, memerintahkan kepada Pemerintah
Desa untuk segera mensosialisasikan Peraturan Desa dimaksud.
KETIGA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan

Ditetapkan di SELING
Pada tanggal 11 November 2007

BADAN PERMUSYAWARATAN DESA SELING


K E T U A,

Drs. Slamet Nurhadi


Lampiran II : PERATURAN DESA KRITIG
Nomor : TAHUN 2005
Tanggal : 22 Desember 2005
Tentang : RPJMDes sekala DESA
DESA : KRITIG
KECAMATAN : PETANAHAN
KABUPATEN : KEBUMEN
TAHUN : 2006 s/d 2010

NO BIDANG/ RENCANA LOKASI VOLUME TAHUN KE SUMBER DANA INDIKATOR


TINDAKAN I II III IV V APBD APBDes SWA LAIN2 KEGIATAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
I. BID.PENGEMBANGAN WILAYAH
1.1. Rehab Saluran pembuangan RW. IV 1 x 600 M v v Air lancer dan mengurangi banjir
1.2. Pengrokosan jalan setapak RW IV 1 x 400 M v v Jalan tidak licin dan becek
1.3. Pengerasan jalan tembus RW III 1,5x400 M v v Jalan tidak licin dan becek
1.4. Pengrokosan jalan tembus Nampudadi RW III 2x300 M v v Jalan tidak licin dan becek
1.5. Penggalian saluran air dan pemasangan RW III 1,5x100 M v v Saluran air lancar danm tidak banjir
gorong-gorong
1.6. Pembuatan sender saluran irigasi RW IV 1,5x500 M v v Saluran Air lancer dan tanah tidak longsor
1.7. Pengrokosan jalan tembus RW IV/ BAK 1x600 M v v Jalan tidak licin dan becek
1.8. Pengecoran jalan jurusan lapangan RW III 1,5x200 M v Jalan tidak licin dan becek
1.9. Pengrokosan jalan pedenokan RW IV 2x1000 M v v Jalan tidak licin dan becek
1.10. Penyenderan saluran irigasi Bak RW IV 1x300 M v v Saluran Air lancar dan tidak erosi
1.11. Pembuatan jalan setapak menuju pasar RW II 1x400 M v v Memperpendek t jalan ke pasar
1.12. Penyenderan saluran irigasi tp jln.raya RW I 1x680 M v v Memperlancar irigasi dan mengurangi banjir
1.13. Normalisasi saluran pembuangan jl.masjid RW I 1x200 M v v Memperlancar pembuangan limbah dan
mengurangi pencemaran lingkungan
1.14. Penggalian saluran pembuangan air RW IV v v Mengurangi banjir
1.15. Pengrokosan jalan Branti RW II 2x800 M v v Jalan tidak licin dan becek
1.16. Pembuatan pintu air pd tanggul sungai RW II 1x1 M v v Mengurangi banjir daerah disekitar sungai
1.17. Pembuatan jalan setapak RW IV 1,5x500 M v v Mempermudah transportasi bagi masyarakat
1.18. Pengrokosan jalan tembus sugi RW I 1x 50 M v v Jalan tidak licin dan becek
1.19. Pembuatan jalan setapak RW I 1 x 300 M v v Mempermudah transportasi bagi masyarakat
1.20. Pengerasan jalan desa RW I 1x1600 M v v Jalan tidak bergelombang, licin dan becek
1.21. Rehab Gedung Serba Guna / PKK Balai Desa 8 x 20 M v v v Gedung lebih representative
1.22. Pengurugan lapangan TDU RW I 50x75 M v v Lapangan TDU dapat difungsikan untuk olahraga
1.23. Pembuatan buk/ jembatan kecil RW I, III, IV 5 bh v v Memperlancar arus lalulintas jalan antar RT/RW
NO BIDANG/ RENCANA LOKASI VOLUME TAHUN KE SUMBER DANA INDIKATOR
TINDAKAN I II III IV V APBD APBDes SWA LAIN2 KEGIATAN
1 2 3 4 5 6 14 8 9 10 11 12 13 14
II. BIDANG EKONOMI
2.1. Pembentukan kelompok tani RW I, III dan Desa 2 kelompok v v v Terbentuknya wadah dan terorganisirnya
Pengalian bantuan modal usaha kegiatan tani, ternak.
2.2. Bantuan Modal Pengrajin Tampah RW I 10 orang v v v Hasil produksi dan pendapatan meningkat
2.3. Bantuan modal simpan pinjam RW Desa 4 RW/klp v v v v v Kegiatan Simpan Pinjam lancer
2.4. Bantuan modal pengrajin tudung RW II 40 orang v v v v Hasil produksi dan pendapatan meningkat

III. BIDANG SOSIAL BUDAYA


3.1. Bantuan keuangan kepada TK Desa 2 TK v v v v v v Memperlancar kelangsungan proses belajar
3.2. Bantuan Jamban Keluarga Desa 160 Jamban v v v v v x v v Setiap keluarga mempunyai jamban
3.3. Bantuan rehab musholla RW I 2 musholla v v x v v Kondisi fisik lebih representative
3.4. Bantuan keuangan pada posyandu Desa 6 klp v v v v v v Kegiatan posyandu lebih lancer
3.5. Bantuan paving mushollah At-tauhid RW IV 500 M2 v v x v v Halam tidak becek dan licin
3.6. Bantuan pembelian alat rebana RW I, IV 2 klpk v v v Kegiatan seni rebana
3.7. Pembangunan pos kampling Desa 2 pos v v v Kegiatan jaga malam meningkat
3.8. Bantuan pembelian alat olahraga Pemuda Desa v v Kegiatan olahraga meningkat
3.9. Bantuan pengembangan bakat seni lukis Desa 10 orang v v v v Minat pemuda untuk melukis meningkat

Keterangan :
- Tanda ( v ) = sumber utama
- Tanda ( x ) = sumber tambahan/ cadangan

Ditetapkan di : KRITIG
Pada Tanggal : 22 Desember 2005

Kepala Desa Kritig

A G U S
Lampiran III : PERATURAN DESA KRITIG
Nomor : TAHUN 2005
Tanggal : 22 Desember 2005
Tentang : RPJMDes
Sekala : KECAMATAN/ KABUPATEN

DESA : KRITIG
KECAMATAN : PETANAHAN
KABUPATEN : KEBUMEN
TAHUN : 2006 s/d 2010

NO BIDANG/ RENCANA LOKASI VOLUME TAHUN KE SUMBER DANA INDIKATOR


TINDAKAN I II III IV V APBD APBDes SWA LAIN2 KEGIATAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
I. BID.PENGEMBANGAN WILAYAH
1.1. Pembangunan macadam jalan desa Desa 3 x 4000 M v v v v v x Jalan tidak bergelombang, licin dan tidak banjir
1.2. Normalisasi sungai balo dan pemasangan RW II 3 x 1000 M v v v v v Lahan disekitar sungai tidak banjir
pintu air
1.3. Normalisasi saluran Irigasi RW II 1,5 x 2000 M v v v v v Lahan disekitar sungai tidak banjir
1.4. Pembuatan tanggul dan pengerukan sungai RW IV v v v v v Daerah disekitar sungai tidak banjir
1.5. Pemasangan Tiang listrik Desa 4 RW v v v v v Jaringan listrik ke konsumen/ sesuai standar
II. BIDANG EKONOMI
2.1. Bantuan modal usaha kelompok tani Desa 4 klp v v v x Kegiatan kelompok tani lancar
III. BIDANG SOSIAL BUDAYA
3.1. Rehab Gedung SDN Kritig 2 RW I 3 lokal v v v x Kondisi fisik lebih representatif
3.2. Rehab Gedung SDN Kritig I RW IV 2 lokal v v v x Kondisi fisik lebih representatif
3.3. Bantuan pemugaran rumah Desa 20 rumah v v v v x Kondisi fisik lebih representative dan layak
huni
Keterangan :
- Tanda ( v ) = sumber utama
- Tanda ( x ) = sumber tambahan/ cadangan
Ditetapkan di : KRITIG
Pada Tanggal : 22 Desember 2005

Kepala Desa Kritig

A G U S
Lampiran I : KEPUTUSAN KEPALA DESA
Nomor : TAHUN 2005
Tanggal : 22 Desember 2005
Tentang : RPTDes TAHUN 2006
DESA : KRITIG
KECAMATAN : PETANAHAN
KABUPATEN : KEBUMEN
TAHUN : 2006
NO BIDANG&KEGIATAN TUJUAN LOKASI VOL. SIFAT RAB & SUMBER DANA ( Rp.) INDIKATOR
B L R APBD APBDes Lain2 Total KEGIATAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
I. BID.PENGEMBANGAN WILAYAH
1.1. Rehab Saluran pembuangan memperlancar irigasi RW. IV 1 x 600 M V 6,000,000 6,000,000 Air lancer dan mengurangi banjir
1.2. Pengrokosan jalan setapak Mengurangi licin & becek RW IV 1 x 400 M V 1,000,000 1,000,000 Jalan tidak licin dan becek
1.3. Pengerasan jalan tembus Mengurangi licin & becek RW III 1,5x400 M V 1,000,000 1,000,000 Jalan tidak licin dan becek
1.4. Pengrokosan jalan tembus Nampudadi Mengurangi licin & becek RW III 2x300 M V 1,500,000 1,500,000 Jalan tidak licin dan becek
1.5. Penggalian saluran air dan pemasangan Mengurangi banjir RW III 1,5x100 M V 1,500,000 1,500,000 Saluran air lancar dan tidak banjir
gorong-gorong
1.6. Pembuatan sender saluran irigasi Mencegah longsor RW IV 1,5x500 M V 7,500,000 7,500,000 Saluran Air lancer dan tanah tidak
longsor
II. BIDANG EKONOMI
2.1. Pembentukan kelompok tani RW I, III Mendorong keaktifan Desa 2 kelompok V Terbentuknya wadah dan terorganisirnya
dan penggalaian bantuan usaha kelompok tani 15,000,000 500,000 15,500,000 kegiatan tani, ternak.
2.2. Bantuan Modal Pengrajin Tampah Meningkatkan hasil RW I 10 orang V 1,000,000 1,000,000 Hasil produksi dan pendapatan
produksi meningkat
III. BIDANG SOSIAL BUDAYA
3.1. Rehab Gedung SDN Kritig 2 Meningkatkan kenyamanan RW I 3 lokal V 25,000,000 25,000,000 Kondisi fisik lebih representatif
3.2. Rehab Gedung SDN Kritig I Ruang Kelas RW IV 2 lokal V 16,000,000 16,000,000 Kondisi fisik lebih representatif

3.3. Bantuan kepada TK Meningkatkan proses Desa 2 TK V 1,000,000 1,000,000 Memperlancar kelangsungan proses
belajar mengajar belajar
3.4. Bantuan Posyandu Meningkatkan kinerja kader Desa 6 Pos V 600,000 600,000 Kegiatan Posyandu lancar
3.5. Bantuan jamban Keluarga Meningkatkan derajat Desa 30 KK V 6,000,000 1,000,000 7,000,000 Setiap keluarga mempunyai jamban
kesehatan keluarga
3.6. Bantuan pembelian alat Olahraga Meningkatkan keaktifan Desa 1 Paket V 1,000,000 1,000,000 Kegiatan OR meningkat
kegiatan pemuda
JUMLAH TOTAL ANGGARAN TAHUN 2006 62,000,000 23,600,000 85,600,000
Ditetapkan di : KRITIG
Pada tanggal : 22 Desember 2005
KEPALA DESA KRITIG
PERATURAN DESA SELING
KECAMATAN KARANGSAMBUNG
KABUPATEN KEBUMEN
NOMOR : TAHUN 2007

TENTANG

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH


DESA (RPJMDes) TAHUN 2008 - 2012

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA DESA SELING ,


Menimbang : a. bahwa sesuai ketentuan Pasal 9 Peraturan Daerah Kabupaten
Kebumen Nomor 3 Tahun 2007 tentang Sumber Pendapatan Desa
yang bertujuan untuk pemerataan pembangunan dan meningkatkan
partisipasi, kesejahteraan serta pelayanan masyarakat desa melalui
pembangunan dalam skala desa;

b. bahwa untuk melaksanakan pembangunan dalam skala desa


tersebut, pelaksanaannya harus sesuai dengan daftar skala
prioritas pembangunan desa baik bidang fisik, ekonomi dan sosial
budaya, maka perlu dibuat Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Desa (RPJMDes);

c. bahwa RPJMDes tersebut merupakan rencana strategis


Pembangunan Tahun 2008-2012 yang menggambarkan Visi, Misi,
Tujuan, Sasaran, Porgram dan Kegiatan Desa yang wajib
ditetapkan dengan Peraturan Desa;

d. bahwa sehubungan dengan hal tersebut di atas, perlu menetapkan


Peraturan Desa Seling tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Desa Tahun 2008-2012.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan


Daerah-daerah Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa
Tengah Jo. Peraturan Pemerintah Nomor 32. Tahun 1950, tentang
Penetapan mulai berlakunya Undang-undang Nomor 13 Tahun
1950;

2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan


Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4389);

3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem


Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik

1
Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4421);

4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan


Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor
125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4437);

5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan


Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan


Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 54,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3952);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 104 Tahun 2000 tentang Dana


Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000
Nomor 201, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 3988);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan


Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4578);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa


(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 158,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4857);

10. Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 2 Tahun 2004


tentang Pengaturan Kewenangan Desa;

11. Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 7 Tahun 2004


tentang Peraturan Desa dan Keputusan Kepala Desa;

12. Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 41 Tahun 2004


tentang Kewenangan Daerah Kabupaten Kebumen ( Lembaran
Daerah Kabupaten Kebumen Tahun 2004 Nomor 52 )

13. Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 53 Tahun 2004


tentang Partisipasi Masyarakat Dalam Proses Kebijakan Publik;

14. Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 3 Tahun 2007


tentang Sumber Pendapatan Desa. (Lembaran Daerah Kabupaten
Kebumen Tahun 2007 Nomor 3, Tambahan Lembaran Daerah
Kabupaten Kebumen Nomor 2);

Dengan Persetujuan Bersama

BADAN PERMUSYAWARATAN DESA SELING


dan
KEPALA DESA SELING

2
MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN DESA SELING TENTANG RENCANA


PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA (RPJMDes)
TAHUN 2008-2012

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1

Dalam Peraturan Desa ini yang dimaksud :


1. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat
2. Daerah adalah Kabupaten Kebumen
3. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten Kebumen
4. Bupati adalah Bupati Kebumen
5. Kecamatan adalah Wilayah Kerja Camat sebagai Perangkat Daerah.
6. Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang
berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat
berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam
sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
7. Pemerintahan Desa adalah kegiatan Pemerintahan yang dilaksanakan oleh Pemerintah
Desa dan Badan Permusyawaratan Desa meliputi Pemerintahan, Pembangunan dan
Kemasyarakatan.
8. Pemerintah Desa adalah Kepala Desa dan Perangkat Desa.
9. Badan Permusyawaratan Desa yang selanjutnya disebut BPD adalah Lembaga yang
berfungsi menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, menampung dan
menyalurkan aspirasi masyarakat.
10. Peraturan Desa adalah Peraturan Perundang-undangan yang dibuat oleh Badan
Permusyawaratan Desa bersama dengan Kepala Desa.
11. Keputusan Kepala Desa adalah Keputusan yang ditetapkan oleh Kepala Desa baik yang
bersifat pengaturan maupun penetapan.
12. Keputusan BPD adalah semua Keputusan BPD yang ditetapkan oleh BPD.
13. RPJMDes adalah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa untuk jangka waktu
5 (lima ) tahun.
14. Rencana Kerja Pembangunan Desa yang selanjutnya disebut RKP Desa merupakan
penjabaran dari RPJM Desa untuk jangka waktu 1 ( satu ) tahun
15. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa yang selanjutnya disebut APB Desa adalah
rencana keuangan tahunan pemerintahan desa yang dibahas dan disetujui bersama oleh
Pemerintah Desa dan BPD, yang ditetapkan dengan Peraturan Desa.
16. Alokasi Dana Desa yang selanjutnya disingkat ADD adalah dana yang dialokasikan
oleh Pemerintah Kabupaten/Kota untuk Desa, yang bersumber dari bagian dana
perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh Kabupaten/ Kota.
17. Visi adalah Gambaran tentang Kondisi Ideal Desa yang diinginkan.
18. Misi adalah Pernyataan tentang sesuatu yang harus dilaksanakan sehingga Visi dapat
terwujud secara efektif dan efisien.

BAB II
SISTEMATIKA PENYUSUNAN RPJMDes
Pasal 2

(1) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Seling Tahun 2008-2012 disusun
dengan sistematika sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
BAB II : PROFIL DESA
BAB III : PROSES TAHAPAN PENYUSUNAN RPJMDes
BAB IV : VISI, MISI, PROGRAM & KEGIATAN INDIKATIF

3
BAB V : RUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DESA
BAB VI : PENUTUP
LAMPIRAN

(2) Sistematika sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan landasan dan pedoman
bagi pemerintah desa untuk penyusunan RPJMDes dan merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dengan Peraturan Desa ini.

Pasal 3

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Tahun 2008-2012 merupakan


landasan dan pedoman bagi Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa dalam
Pelaksanaan pembangunan lima tahun.

Pasal 4

Berdasarkan Peraturan Desa ini disusun Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKP Desa)
yang ditetapkan dengan Peraturan Kepala Desa dan merupakan penjabaran kegiatan dari
RPJMDes. yang selanjutnya disusun dalam APB Desa.

Pasal 5

RKP Desa sebagaimana dimaksud pada Pasal 4 merupakan landasan dan pedoman bagi
pemerintah desa dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa ( APB Desa )

Pasal 6
Pelaksanaan pembangunan dapat mengalami perubahan dari RPJMDes karena terjadi
bencana alam dan atau keadaan darurat lainnya.

Pasal 7

Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Desa ini sepanjang mengenai tehnis
pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut dalam Keputusan Kepala Desa

Pasal 8

Peraturan Desa ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di SELING
Pada Tanggal November 2007

KEPALA DESA SELING ,

S UTARJO