Anda di halaman 1dari 24

TUGAS TUTORIAL 2

PEMBELAJARAN PKn di SD

MUHDAR ASSEGGAF
859494691
PGSD / IV A
POKJAR : CAMPALAGIAN

PROGRAM S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TERBUKA UPBJJ MAJENE

2021.1/2021.2
1. Kemampuan menjelaskan :
a. Konsep Dan Prinsip Kepribadian Nasional!
Jawab :
Konsep Dan Prinsip Kepribadian Nasional :
A. Keanekaragaman Bangsa Indonesia Sebagai Kepribadian Nasional
Indonesia merupakan bangsa yang majemuk dapat dilihat dari dua sudut pandang,
yaitu vertikal dan horizontal. Horizontal yakni adanya perbedaan tapi tidak
menunjukan adanya perbedaan seperti berikut:
1. Perbedaan fisik atau ras: penduduk indonesia terdiri dari ras melanesoid (terdapat
di Papua, Kai dan Aru) dan ras Mongoloid (sebagian besar kepulauan Indonesia
dan Sunda Besar) dan ras Weddoid (kepulauan Mentawai dan sekitarnya.
2. Perbedaan suku bangsa : indonesia memiliki banyak suku bangsa diantaranya
suku sunda, jawa, batak, dayak, minang, dll.
3. Perbedaan Agama : Hindhu, Budha, Islam, Kristen, Konghucu.
4. Perbedaan jenis kelamin: laki-laki dan perempuan, perbedaaan gender tidak
menjadi permasalahan karena masing-masing memiliki peranannya.
Sedangkan vertikal dengan menunjukan ada tingkatan. Hal ini ditujukan dengan
kualitas yang berbeda, misalnya adanya tingkatan dari SD, SMP, SMA, dan
perguruan tinggi sehingga menyebabkan perbedaan pendapatan. Dan adapula yang
berdasarkan tingkatan keturunan darah.
B. Latar Belakang Kemajemukan Bangsa Indonesia
Latar belakang historis bangsa indonesia berasal dari bangsa yunan(cina selatan ),
perpindahan itu terjadi pada zaman es, dimana saat itu daratan Kalimantan, Jawa Dan
Sumatera bersatu dengan Asia. Sedangkan papua bersatu dengan Australia . mereka
datangke kepulauan indonesia cukup lama dan menyebar ke kepulauan indonesia yg
lain.
Secara geografis kondisi kepulauan indonesia berbeda seperti perbedaan iklim, suhu,
curah hujan, flora dan fauna, jenis tanah. Pada tempat-tempat itulah mereka
mempertahankan diri dan menyesuaikan lingkungannya dan melakukan perubahan-
perubahan . tidak heran apabila ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang baik.
Pada saat itu berdatanganlah bangsa-bangsa lain, seperti India, Cina, Arab, dan
bangsa Eropa lainnya. Serta kedatangan mereka melahirkan kebudayaan yang
beragam.
Secara sosiologis dan kultural, dampak teknologi manusia yang bekembang selama
berabad-abad menghasilkan peradaban yang berbeda . perbedaan ini tampak pada hal-
hal berikut ini:
1. Di sebagian besar pedalaman pulau jawa dan bali , selama berabad-abad telah
ditanami secara intensif. Sistem pertanian umumnya bersifat subsistem, untuk
memenuhi kebutuhan sendiri dan leih menggunakan tenaga hewan.
2. Di sepjang ulau sumatera, jawa kalimantan, sulawesi, berkembang kota-kota
pantai, pusat pertemuan antar bangsa, perdagangan sutra, keramik, emas, perak,
dan rempah-remph serta barang lain.
3. Di wilayah pedalaman kalimantan, sumatera, papua dan pulau lainnya, lahan yang
belum digarap masih luas, penduduknya jarang dan hidupnya berpindah-
pindah(nomaden)
Walaupun banyak perbedaan diberbagai aspek, tapi bangsa Indonesia disatukan
oleh nenek moyang yang sama.
Ideologi pancasila memiliki karakteristik manusiawi, karena memungkinkan
untuk dilaksanakan oleh setiap manusia. Karena sikap dan pribadi pancasila
adalah individu yang sesuai dengan mentalitas pembangunan, seperti bertaqwa
kepada tuhan, tidak boros, berdisiplin, semangat dalam bekerja, penuh tanggung
jawab, kreatif, senantiasa menegmbangkan diri dengan meningkatkan
pengetahuan, pendidikan dan keterampilan dan bermanfaat bagi orang lain.
Heterogenitas di indonesia selain kayanya akan budaya, ini juga berakibat
banyaknya konflik , dilihat dari dimensi pemerintah faktor pendorong terjadinya
disintegrasi antar suku di indonesia:
1) Dalam pembangunan bersikap tidak adil hanya mementingkan sekelompok
masyarakat saja.
2) Pembangunan hanya terkonsentrasi di daerah satu saja, sehingga teradi
kesenjangan antara pusat dan derah .
3) Sistem kekuasaan tpusat dengan campur tangan pemerintah yang terlampau
besar di daerah .
4) Sistem demokrasi yang semu,yang tercermin dari adanya sistem monopoli dan
pemusatan kekuatan ekonomi ditangan kelompok kecil.
5) Sistem kekuasaan bercorak asolut, wewenang dan kekuasaan penguasa terlalu
berlebihan melahirkan KKN(korupsi, kolusi dan nepotisme)
C. Keanekaragaman Kebudayaan Yang Merupakan Unsur Kebangsaan Dan Kepribadian
Nasional.
1. Kebudayaan Daerah Sebagai Unsur Kebudayaan Nasional
a. Pasal 32 UUD 1945 menegaskan” pemerintah memajukan kebudayaan
nasional indonesia” artinya kebudayaan nasional tumbuh dari kebudayaan
daerah dan unsur-unsur kebudayaan asing yang dapat memperkaya dan
mengembangkan kebudayaan nasional. Perubahan kedua UUD 1945 pasal 28
I (3) “identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormatiselars dengan
perkembangan zaman dan peradaban. Kebudayaan daerah dibagi atas
beberapa unsur yaitu bahasa, kesenian, adat istiadat dan kepercayaan. Unsur-
unsur itu menjadi pembeda antara kelompok masyarakat yang lainnya.
Kebudayaan nasional harus mencerminkan kebudayaan daerah agar
kebudayaan tersebut tetap dekat dengan masyarakat pecinta dan pemakainya.
2. Pengenalan Keanekaragaman Budaya Di Indonesia
a. Kata kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta yaitu budaya, yang berarti
akal. Jadi kebudayan adalah semua hasil karya manusia yang berdaskan cipta,
rasa, karsa dan karya. “Bhineka Tunggal Ika “ , yang artinya walaupun
berbeda-beda tetapi tetap satu jua.
b. Arti dari kebudayaan nasional sebagai jati diri bangsa, bahwakebudayaan
nasional merupakan alat penghubung antar daerah dan antar budaya. Alat
lambang identitas nasional, lambang kebanggaan nasional, bahasa indonesia
alat pemersatu bangsa indonesia serta ciri khas bangsa indonesia.
3. Membina Dan Melestarikan Budaya Daerah Dan Nasional
a. Yaitu dengan cara mempelajari kebudayan dari berbagai daerah baik secara
formal maupun non formal, menyaring kebudayaan yang datang dari berbagai
daerah dari luar (budaya asing) , mengembangkan mutu budaya daerah agar
lebih menarik.
b. Manfaat adanya pembinaan dan pelestarian budaya daerah dan budaya nsional
yaitu supaya bangsa indonesia lebih mengenal dan mencintai budaya sendiri.
D. Bhineka Tunggal Ika Dan Integrasi Nasional
Konsepsi bhineka tunggal ika dilatar belakangi oleh keanekaragaman suku bangsa
suku bangsa indonesia yang ingin bersatu dalam wadah negara kesatuan republik
indoneia. Untuk mewujudkan suatu kesatuan nasional disebut integrasi nasional ,
yaitu suatu proses dan hasil kehidupan sosial yang dicapai melalui beberapa tahap,
akomodasi, koordinasi, kerjasama, dan asimilasi . Integrasi bisa terwujud apabila:
a. Setiap individu/kelompok berhasil mengisi kebutuhan satu sama lain baik yang
bersifat materi maupun nonmateri.
b. Tercapainya suatu konsensus mengenai norma-norma dan nilai-nilai social
c. Norma-norma yang berlaku di masyarakat tidak berubah-ubah
d. Adanya keselarasan antara kelompok maupun individu dengan tujuan yang sama.
e. Sanksi yang ditentukan dapat dilaksanakan secara konsekuen.
f. Tindakan masyarakat selalu berpegang pada norma-norma kelompok.

Faktor penunjang Integrasi Nasional

 Bahasa Nasional
 Pancasila sebagai dasar Negara
 Kesadaran dan solidaritas kelompok
 Perundang-undangan yang bersifat nasional
E. Landasan Hukum Bhineka Tunggal Ika
1) Pancasila sila ketiga: Persatuan Indonesia
2) Pembukaan UUD 1945 alinea kedua “ dan perjuangan pergerakan kemerdekaan
indonesia telah sampailah pada saat yang berbahagia, dengan selamat sentosa
mengantarkan rakyat indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan indonesia,
yang bersatu, berdaulat adil dan makmur.
3) Batang tubuh UUD 1945: pasal 1 ayat (1) “Negara indonesia adalah negara
kesatuan yang berbentuk republik “. Pasal 32 “Negara menghormati dan
memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional”. Pasal 35 ”bendera
negara indonesia adalah sang merah putih”. Pasal 36 “bahasa negara ialah bahasa
indonesia”
4) Pembinaan kebudayaan.
Pembangunan kebudayaan bangsa dapat menyerap nilai-nilai budaya asing yang
positif dan dapat memperkaya budaya bangsa dan menolak budaya yang tidak
sesuai dengan nilai kemanusiaan yang dil dan beradab, serta mencegah pengaruh
globalisasi dan budaya asing yang bertentangan dengan nilai budaya bangsa.
F. Misi Bangsa Indonesia Di Era Global
1. Pengalaman Pancasila secara konsisten dalam kehidupan masyarakat berbangsa
dan bernegara.
2. Penegakan kedaulatan rakyat dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara.
3. Peningkatan pengalaman ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari untuk
mewujudkan kualitas keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
dalam kehidupan dan berakhlak mulia, toleran, rukun, dan damai
4. Menjamin kondisi aman, damai, tertib, dan ketentraman masyarakat.
5. Perwujudan sistem hukum nasional, yang menjamin tegaknya supremasi hukum
dan hak asasi manusia berlandaskan keadilan dan kebenaran.
6. Perwujudan dan kehidupan sosial budaya yang berkepribadian, dinamis, kreatif,
dan daya tahan terhadap pengaruh globalisasi
7. Pemberdayaan masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi nasional, terutama
pengusaha kecil, menengah, koperasi, dengan mengembangkan sistem ekonomi
kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan berbasis
sumber daya alam dan sumber daya manusia yang produktif, mandiri, maju,
berdaya saing berwawasan, dan berkelanjutan
8. Perwujudan otonomi daerah dalam rangka pembangunan daerah dan pemerataan
pertumbuhan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia
9. Perwujudan Kesejahteraan Rakyat ditandai oleh meningkatnya kualitas kehidupan
yang layak dan bermartabat serta memberi perhatian utama pada tercukupinya
kebutuhan dasar, yaitu pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan dan
lapangan kerja.
10. Perwujudan aparat negara yang berfungsi melayani masyarakat professional,
berdaya guna produktif, transparan, bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme
11. Perwujudan sistem dan iklim Pendidikan Nasional yang demokratis dan bermutu
guna memperteguh akhlak mulia, kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan,
berwawasan cerdas, sehat disiplin dan bertanggung jawab, berketerampilan serta
menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mengembangkan
kualitas manusia Indonesia
12. Perwujudan politik luar negeri yang berdaulat bermanfaat bebas dan proaktif bagi
kepentingan nasional dalam menghadapi perkembangan global.
b. Konsep Dan Prinsip Semangat Kebangsaan!
Jawab :
KONSEP DAN PRINSIP SEMANGAT KEBANGSAAN
A. Pengertian Dan Unsur Terbentuknya Bangsa
Negara dan bangsa sekelompok manusia yang memiliki cita-cita bersama yang
mengikat warga negara cara menjadi satu kesatuan, memiliki sejarah hidup bersama
sehingga tercipta rasa senasib sepenanggungan, memiliki adat budaya dan kebiasaan
yang sama menempati suatu wilayah tertentu yang merupakan kesatuan wilayah
terorganisasi dalam suatu pemerintahan yang berdaulat sehingga terikat dalam
masyarakat hukum.
Adapun unsur-unsur yang merupakan faktor-faktor penting bagi pembentukan bangsa
Indonesia yaitu :
1. Persamaan asal keturunan bangsa (etnik)
2. Persamaan pola kebudayaan
3. Persamaan tempat tinggal
4. Persamaan nasib kesejarahannya
5. Persamaan cita-cita
B. Menunjukan Semangat Kebangsaan (Nasionalisme Dan Patriotisme)
Kita mencintai bangsa Indonesia bukan berarti mengagung-agungkan bangsa sendiri
saja. Kita mencintai bangsa kita tetapi juga menghargai bangsa lain, mereka
mempunyai hak hidup sama seperti bangsa Indonesia, oleh sebab itu kita harus saling
menghargai antar bangsa di dunia yang luas ini, Indonesia merupakan bagian darinya,
demikian juga bangsa lain.
1. Bangsa indonesia berpandangan :
a. Monodualistik, yaitu suatu paham yang menganggap bahwa hakikat sesuatu
merupakan dua unsur yang terikat dan menjadi satu kebulatan.
b. Monopliralis yaitu mengaku bahwa indonesia terdiri dari berbagai unsur yang
beraneka raga tetapi tetap menjadi kesatuan yang utuh.
c. Integralistik, kebersamaan kekeluargaan.
2. Bhineka Tunggal Ika
Bhinneka Tunggal Ika mengharuskan kita untuk mengakui keanekaragaman
bangsa Indonesia baik dari suku bangsa bahasa agama hal ini mewajibkan kita
untuk tetap bersatu Tunggal Ika sebagai bangsa Indonesia.
Prinsip wawasan nasionalisme sangat berhubungan dengan prinsip wawasan
nusantara yang mengandung makna sebagai berikut:
a. Indonesia merupakan kesatuan politik
b. Indonesia merupakan kesatuan sosial budaya
c. Indonesia merupakan kesatuan ekonomi
d. Indonesia merupakan kesatuan pertahanan keamanan.
C. Paham yang bertentangan dengan nasionalisme
 Suknisne paham kecintaan berlebihan terhadap suku bangsa serta berusaha
memisahkan diri dari kehidupan suku-suku lain.
 Chauvinisme cinta tanah air yang berlebihan dengan mengagungkan bangsa
sendiri dan merendahkan bangsa lain.
 Ekstemisme tindakan suatu golongan atau kelompok yang berusaha
menggulingkan pemerintah yang sah melalui cara-cara tidak konstitusional.
D. Patriotisme sebagai wujud sikap dan perilaku kebangsaan
Patriotisme diartikan sebagai pencinta/pembela tanah air, seorang pejuang sejati;
pembela bangsa yang mempunyai semangat,sikap,dan perilaku cinta tanah air,
dimana ia mengorbankan untuk kemajuan, kejayaan, dan kemakmuran tanah air
Tujuan dipahaminya makna patriotisme sesuai dengan tujuan pendidikan
pendahuluan bela negara adalah”untuk mewujudkan warga negara indonesia yang
memiliki tekad,sikap dan tindakan yang teratur , menyeluruh,terpadu dan berlanjut
yang berlandaskan oleh kecintaan tanah air
Patriotisme mengandung makna yang dalam bagi bahasa indonesia yaitu:
1. Merupakan ciri khas kepribadian bangsa indonesia, yakni bangsa yang cinta tanah
air,bangsa,dan Negara
2. Merupakan falsafah hidup bangsa indonesia sebagaimana tercantum dalam nilai
moral yang terkandung pada sila ketiga pancasila
3. Merupakan alat pemersatu seluruh rakyat indonesia dalam mewujudkan cita-cita
bangsa yang merdeka,bersatu ,berdaulat,adil,dan makmur berdasarkan pancasila,
dan salah satu faktor pendukung pembangunan
Hubungan patriotisme dengan cinta tanah air/kebanggsaan , antara lain berikut ini:
1. Patriotisme pencerminan dari rasa cinta tanah air, bangsa, dan negara.
2. Patriotisme melandasi semangat persatuan dan kesatuan bangsa.
3. Patriotisme mendorong tumbuhnya semangat mengutamakan kepentingan,
keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Sumber kehidupan bagi perjuangan bangsa indonesia yaitu berisi kekuatan batin dalam
merebut kemerdakaan menegakkan kedaulatan rakyat,mengisi, dan mempertahankannya.
Hal-hal yang terkandung dalam jiwa semangat 45 yaitu pro patria dan primus ptrialis
yaitu mencintai dan mendahulukan kepentingan tanah air
Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam semangat 45 sebagai perwujudan keikhlasan
adalah semangat menentang dominasi asing dalam segala bentuknya, terutama penjajahan
dan suatu bangsa terhadap bangsa indonesia . selain itu jiwa semangat dan nilai-nilai
semangat 1945 dapat pula diuraikan dalam nilai nilai operasional . nilai operasioanl
merupakan landasan yang kokohdan daya dorong mental spiritual yang kuat dalam setiap
tahap perjuangan
Nilai-nilai operasional berikut ini:
1. ketakwaan terhadap tuhan yang maha esa
2. jiwa semangat merdeka
3. nasionalisme
4. patriotism
5. rasa harga diri sebagai bangsa yang merdeka
6. Pantang mundur dan tidak kenal menyerah.
7. Persatuan dan kesatuan.
8. Anti penjajah dan penjajahan.
9. Percaya kepada hari depan yang gemilang dari bangsanya.
10. Idealisme kejuanagan yang tinggi.
11. Berani, rela, dan ikhlas berkorban untuk tanah air, bangsa dan negara.
12. Kepahlawanan.
13. Sepi ing pamrih rame ing gawe.
14. Kesetiakawanan, senasib, sepenanggungan, dan kebersamaan, disiplin yang tinggi.
15. Ulet dan tabah menghadapi segala macam ancaman, tantangan dan hambatan, dan
gangguan.
E. Nilai-Nilai semangat Kebangsaan
Sebagai bangsa pejuang indonesia telah menunjukan kegigihan dan nilai-nilai
kejuangannya terhadap bangsa indonesia. Hal tersebut telah dibuktikan dengan
sejarah perjuangan yang tidak akan dilupakan. Adapun nilai-nilai yang terdapat
didalam perjuangan bangsa indonesia adalah :
1. Nilai persatuan.
2. Nilai kecintaan.
3. Nilai kebanggaan.
4. Nilai pengorbanan.
5. Sikap dan perilaku yang merugikan nilai-nilai nasionalisme.
F. Sikap terbuka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
1. Kondisi yang diperlukan untuk sikap terbuka dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara.
2. Arah kebijakan nasional yang transparan.
c. Konsep dan prinsip cinta tanah air dan bela Negara!
Jawab :
KONSEP SERTA PRINSIP CINTA TANAH AIR DAN BELA NEGARA
A. Konsep Dan Prinsip Cinta Tanah Air
Pancasila adalah pencerminan kepribadian warga negara yang setia kepada dasar
negara Pancasila dan UUD 1945 serta memiliki kecintaan terhadap tanah air dan
bangsa. Pada saat dirumuskannya Pancasila dan Undang-Undang Dasar keadaannya
benar-benar menuntut semangat persatuan dan rela berkorban dari para pemimpin
bangsa. Para pendiri bangsa kita mereka mau dan secara ikhlas untuk bersedia
menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi.
Hal itu menunjukkan betapa kecintaan mereka terhadap tanah air dan bangsa telah
mengalahkan keinginan dan tujuan pribadi.
Sumpah Pemuda dinyatakan mengandung makna psikologis karena para pemuda
menghendaki agar rasa persatuan sebagai bangsa ditumbuhkan sebagai syarat mutlak
untuk mencapai kemerdekaan bangsa dan tanah air.
Makna penting dari Sumpah Pemuda adalah kita wajib menjunjung tinggi persatuan
Indonesia berdasarkan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Kita harus benar-benar menjaga
Sumpah Pemuda agar tetap hidup di dalam hati sanubari kita sebagai bangsa
Indonesia karena Sumpah Pemuda merupakan motivasi dan pendorong untuk hidup
berbangsa dan bernegara.
1. Mengamalkan Nilai-nilai yang Berkaitan dengan rasa Cinta Tanah Air
A. Cinta tanah air dan hubungan dengan sila-sila pancasila
1. Pengertian Cinta Tanah Air
Cinta tanah air yang dimaksud adalah cinta pada negeri tempat seseorang
memperoleh penghidupan dan mengalami kehidupan dari semenjak lahir
sampai akhir hidupnya.
Cinta tanah air dan bangsa merupakan suatu sikap batin yang dilandasi
oleh ketulusan dan keikhlasan dalam perbuatan dan kebahagiaan bangsa
2. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa
Mengenai cinta tanah air dan bangsa, dalam hadis disebutkan bahwa
"Cinta Tanah Air adalah sebagian dari iman". Oleh karena itu, setiap
warga negara Indonesia wajib mempunyai rasa cinta terhadap tanah air
dan bangsanya
3. Nilai Kemanusiaan yang Adil dan beradab
Sesuai dengan sila ke-2 dimana yang berbunyi "Kemanusiaan yang Adil
dan Beradab" membuktikan pada kita bahwa manusia tidak terlepas dari
berbagai kepentingan dan kebutuhan baik yang bersifat materi, rohani,
jasmani, maupun alami. Kita sebagaimanusia harus menjunjung tinggi
nilai kemanusiaan, yaitu dengan diakui dan diperlakukan sesuai dengan
harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan.
4. Nilai Persatuan Indonesia
Dengan mengenal dan mencitai tanah air dan bangsa akan mendorong kita
untuk mengenal budaya,adat istiadat, dan kehidupan bangsa Indonesia
yang beraneka ragam.
Unsur-unsur pembentuk bangsa :
a. Persamaan asal keturunan bangsa yaitu bangsa Indonesia berasal dari
rumpun bangsa Melayu yang merupakan bagian dari Ras Mongoloide
b. Persamaan pola kebudayaan
c. Persamaan tempat tinggal yang disebut dengan nama khas Tanah Air
d. Persamaan nasib kesejahteraan
e. Persamaan cita-cita sebagai lambang kesadaran dari kenangan di masa
silam, yakni persamaan cita-cita ingun hidup bersama sebagai
bangsa yang merdeka dan berdaulat serta membangun negara dalam
ikatan Persatuan Indonesia.
5. Nilai Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawarahan/Perwakilan
Sila ke-4 ini memiliki nilai yang sangat tinggi untuk mewujudkan
kedaulatan rakyat dalam sistem demokrasi pancasila.
Bertitik tolak dari arti dan nilai yang terkandung dari sila ke-4 ini, kita
dapat melihat bahwa setiap daerah di tanah air selalu memiliki
musyawarah dari mulai adat istiadat, tata cara kehidupan, dan adat
istiadat
6. Nilai Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Dengan memahami sila ke-5 yaitu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia, kita dapat menunjukkan rasa cinta tanah air melalui
perbuatan yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan
dan gotong royong.
B. Tinjauan beberapa aspek tuntunan tingkah laku
1. Aspek Sosial
Bertitik tolak dari kehidupan masyarakat kita yang menjemuk dengan
keanekaragaman suku, bahasa, budaya, sosial, agama dan adat istiadat.
Kehidupan bangsa Indonesia yang dilandasi oleh rasa cinta tanah air dan
bangsa. Oleh karena itu, penanaman cinta tanah air dan bangsa harus
senantiasa berpedoman kepada corak masyarakat kita yang majemuk ini.
2. Aspek Budaya dan Adat Istiadat
Keanekaragaman budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus
selalu dipelihara dan dikembangkan.
3. Aspek Hankamnas (Pertahanan Keamanan Nasiolan)
Aspek pertahanan dan keamanan nasional sangatlah penting dalam upaya
pembinaan wilayah nasional. Indonesia memilika beribu-ribu pulau tetapi
dapat dipersatukan menjadi suatu bangsa dan negara Indonesia yang kuat.
Oleh karena itu, harus dipertahankan sepanjang masadi sinilah terlihat betapa
pentingnya ditumbuhkan rasa cinta tanah air agar lebih mengenal dan
mencintai wilayah nasionalnya. Hankamnas diartikan sebagai pertahanan
negara yang merupakan salah satu fungsi pemerintahan negara, yang
mencakup upaya dalam bidang pertahanan yang ditunjukan terhadap
segala ancaman dari luar negeri dan upaya dalam bidang keamanan yang
ditunjukkan terhadap ancaman di dalam negeri.
Ada 2 golangan pertahanan upaya yaitu TNI dan seluruh masyarakat.
C. Pengamalan dan tingkah laku cinta tanah air dan bangsa
1. Di Lingkungan Keluarga
Lingkungan keluarga merupakan bentuk lingkungan terkecil dalam struktur
kehidupan masyarakat dan negara yang memiliki peranan sangat penting
dalam mewujudkan rasa cinta tanah air dan bangsa. Karena kehidupan
keluarga yang tertib, disiplin, rukun, damai, dan bahagia akan mendorong
terciptanya kehidupan, baik di lingkungan sekolah, masyarakat maupun
pekerjaan.
Perwujudan cinta tanah air dan bangsa di lingkungan keluarga, antara lain
keteladanan orang tua, penanaman sikap hidup hemat, disiplin, dan
bertanggung jawab.
2. Di Lingkungan Sekolah
Sekolah merupakan lembaga yang terorganisir dengan baik. Untuk
mewujudkan cinta tanah air dan bangsa di sekolah akan lebih mudah
dilakukan jika dibandingkan dengan lingkungan masyarakat.
Kegiatan yang dilakukan di sekolah :
a. Kegiatan OSIS
b. Usaha Kesehatan Sekolah
c. Menciptakan lingkungan sekolah yang sejuk,nyaman,indah dan
menyenangkan.
3. Di Lingkungan Masyarakat
Perwujudan Cinta Tanah Air dan Bangsa di masyarakat dapat dilakukan
melalui organisasi-organisasi kemasyarakatan, misalnya Karang Taruna,
PKK, Kegiatan RT/RW, organisasi pengajian dan lainnya.
4. Di Lingkungan Pekerjaan
Perwujudan Cinta Tanah Air dan Bangsa di lingkungan pekerjaan, disesuaikan
dengan situasi dan kondisi tempat bekerja. Kegiatan-kegiatan tersebut
antara lain olahraga, penanaman disiplin pegawai, pembinaan kesenian,
upacara bendera, dan koperasi pegawai.
D. Cara menanamkan tingkah laku cinta tanah air dan bangsa
1. Pembinaan
Pembinaan dimaksudkan sebagai upaya pendidikan yang dilakukan secara
sistematis terarah dan berkesinambungan melalui kegiatan yang mengamalkan
isi dari pancasila secara nyata.
a. Pembinaan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
b. Pembinaan OSIS dan UKS
c. Pembinaan kesadaran hukum
d. Palang Merah Remaja
2. Keteladanan
Keteladanan merupakan suatu sistem yang cocok dan tepat dilakukan dalam
upaya menanamkan sikap cinta tanah air dan bangsa, baik di lingkungan
keluarga,sekolah, masyarakat, maupun pekerjaan. Prinsip utama Pancasila ing
ngarso sung tulado,ing madya man gun karso,tutwuri handayani
2. Nilai Budi Pekerti Cinta Tanah Air
Cinta Tanah Air, dari makna yang terkandung di dalamnya ialah mencerminkan
kecintaan mendalam kepada tumpah darah, rakyat, bangsa dan negara. Cinta Tanah
Air memerlukan pembuktian dari masing-masing individu untuk bersikap dan berbuat
yang terbaik bagi tanah air kita Ibu pertiwi.
Nilai budi pekerti, yaitu mengutamakan kepentingan umum/bangsa dan negara,
berani membela bangsa dan negara, berdisiplin, bersyukur, pengabdian, rela
berkorban, memelihara amanah, rasa memiliki, dan setia.
B. Konsep Dan Prinsip Bela Negara
Upaya untuk Usaha Pembelaan Negara Kesatuan RI
a. Kewajiban warga negara dalam membela Negara
Untuk mewujudkan tujuan negara sebagaimana tercantum dalam pembukaan
UUD 1945 diperlukan peran warga negara dalam berbagai aspek kehidupan.
Salah satu aspek kehidupan yang menuntut peran serta warga negara adalah
bidang Pertahanan dan Keamanan Negara. Dalam UUD 1945 terdapat Pasal 30
yang merupakan konsep dari pertahanan dan keamanan, sebagai berikut :
 Pasal 30 ayat (1) : “tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam
usaha pertahanan dan keamanan negara”.
 Pasal 30 ayat (2) : “usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan
melalui sistem pertahanan keamanan rakyat semesta oleh TNI dan POLRI
sebagai kekuatan utama, dan rakyat sebagai kekuatan pendukung”.

Berdasarkan UUD 1945 Pasal 30 ayat (1) dan (2) dapat kita pahami bahwa :

1. Keikutseratan warga negara dalam pertahanan dan keamanan negara


merupakan hak dan kewjiban;
2. Pertahanan dan keamanan negara menggunakan sistem pertahanan dan
keamanan rakyat semesta;
3. Kekuatan utama dalam sistem pertahanan adalah TNI, sedangkan sistem
keamanan adalah POLRI;
4. Kedudukan rakyat dalam pertahanan dan keamanan sebagai kekuatan
pendukung.

Dalam UUD 1945 Pasal 27 ayat (3) yang merupakan konsep dari bela negara,
berbunyi : “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya
pembelaan negara” Ikut serta pembelaan negara tersebut diwujudkan dalam
kegiatan penyelenggaraan pertahanan negara sebagaimana ditegaskan dalam UU
No. 3 Tahun 2002 Pasal 9 ayat (1) : “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut
serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan
pertahanan negara”. Kata “Kewajiban” dalam ketentuan tersebut mengandung
makna bahwa setiap warga negara, dalam keadaan tertentu dapat “dipaksakan”
oleh negara untuk ikut serta dalam pembelaan negara.

Upaya Bela Negara adalah sikap dan perilaku yang dijiwai oleh kecintaannya
kepada negara kesatuan RI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam
menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara, juga merupakan kehormatan
bagi setiap warga negara yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran, tanggung
jawab, dan rela berkorban dalam pengabdian kepada negara dan bangsa.

Sedangkan Pertahanan Negara adalah segala usaha untuk mempertahankan


kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan
keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan
bangsa dan negara (Pasal 1 ayat (1) No. 3 Tahun 2002).

Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 1982 Pasal 18 ditugaskan bahwa


keikutsertaan warga negara dalam bela negara diselenggarakan melalui berikut
ini:

1. Pendidikan Pendahuluan Bela Negara sebagai bagian yang tidak terpisah


dalam sistem pendidikan nasional.
2. Kenggotaan Rakyat Terlatih secara wajib.
3. Keanggotaan Angkatan Bersenjata secara sukarela atau secara wajib.
4. Keanggotaan Cadangan Tentara Nasional Indonesia secara sukarela atau
secara wajib.
5. Keanggotan Perlindungan Masyarakat secara sukarela.

Undang-undang Nomor 20 Tahun 1982 sekarang sudah dicabut, dan diganti oleh
Undang-undang Nomor 3 Tahun 2002. Menurut Pasal 9 ayat (2) Keikutsertaan
warga negara dalam upaya bela negara, sebagaimana dimaksud dalam ayat (1),
diselenggarakan melalui :

a. Pendidikan kewarganegaraan;
b. Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib;
c. Pengabdian sebagai prajurit tentara nasional indonesia secara sukarela atau
secara wajib;
d. Pengabdian sesuai dengan profesi.

Berdasarkan ketentuan tersebut, keikutsertaan siswa sebagai warga negara dalam


upaya bela negara adalah mengikuti Pendidikan Kewarganegaraan (dalam
kurikulum baru mata pelajaran ini digabung dalam mata pelajaran pengetahuan
sosial) di sekolah.

1. Pendidikan Kewarganegaraan
Salah satu materi/bahan kajian yang wajib dimuat dalam kurikulum
pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan tinggi adalah Pendidikan
Kewarganegaraan (Pasal 37 ayat (1) dan (2) UU Nomor 20 Tahun 2003
Tentang Sisdiknas).
Alasan mengapa upaya bela negara dapat diselenggarakan melalui Pendidikan
Kewarganegaraan yaitu dalam penjelasan Pasal 37 ayat (1) bahwa Pendidikan
Kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk dan membina peserta didik
menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air.
Dan sudah ditelurusuri menurut ketentuan yuridis penjelasan Pasal 9 ayat (2)
(huruf a) UU Nomor 3 tahun 2002 yang berbunyi “dalam pendidikan
kewarganegaraan sudah tercakup pemahaman tentang kesadaran bela negara”.
Hal ini bermakna bahwa untuk memperoleh pemahaman tentang kesadaran
bela negara dapat ditempuh dengan mengikuti pendidikan kewarganegaraan.
Dengan demikian, pembinaan kesadaran bela negara dapat ditempuh melaui
jalur pendidikan baik di tingkat persekolahan maupun pendidikan tinggi
melalui pendidikan kewarganegaraan.
2. Pelatihan Dasar Kemiliteran
Selain TNI, salah satu komponen yang mendapatkan pelatihan dasar militer
adalah unsur mahasiswa yang tersusun dalam organisasi Resimen Mahasiswa
(Menwa).
3. Pengabdian sebagai Prajurit TNI
Sejalan dengan tuntutan reformasi, telah terjadi perubahan paradigma dalam
sistem ketatanegaraan khususnya yang menyangkut pemisahan fungsi dan
peran TNI dan POLRI. POLRI merupakan alat negara yang berperan dalam
memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta
memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat
dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri. Sedangakan TNI
berperan sebagai alat pertahanan negara Kesatuan Republik Indonesia.
Demikan maka POLRI berperan dalam bidang keamanan negara, sedangkan
TNI berperan dalam bidang pertahanan negara.
TNI memiliki tugas untuk mempertahankan kedaulatan negara dan keutuhan
wilayah, melindungi keselamatan dan kehormatan bangsa, melaksanakan
operasi militer selain perang, ikut serta secara aktif dalam tugas pemeliharaan
perdamaian regional dan internasional (Pasal 10 ayat (3) UU Nomor 3 Tahun
2002).
Ancaman militer adalah ancaman yang menggunakan kekuatan bersenjata
yang terorganisasi yang dinilai mempunyai kemampuan yang membahayakan
kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap
bangsa. Menurut penjelasan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2002, ancaman
militer dapat berbentuk, antara lain :
a. Agresi, berupa penggunaan kekuatan bersenjata oleh negara lain terhadap
kedaulatan negara, kutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap
bangsa, pelanggaran wilayah yang dilakukan oleh negara lain, baik
menggunakan kapal maupun pesawat non komersial.
b. Spionase, dilakukan oleh negara lain untuk mencari dan mendapatkan
rahasia militer.
c. Sabotase, untuk merusak instalasi penting militer dan obyek vital nasional
yang membahayakan keselamatan bangsa.
d. Aksi Teror, yang bersenjata yang dilakukan oleh jaringan terorisme
internasional atau bekerja sama dengan terorisme dalam negeri.
e. Pemberontakan bersenjata
f. Perang Saudara, terjadi antara kelompok masyarkat bersenjata dengan
kelompok bersenjata lainnya.

Diperkirakan ancaman dan gangguan terhadap kepentingan pertahanan negara


Indonesia di masa datang, antara lain :

a. Terorisme Internasional, memiliki jaringan lintas negara dan timbul di


dalam negeri.
b. Gerakan Separatis, berusaha memisahkan diri dari Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Terutama gerakan separatis yang bersenjata yang
mengancam kedaulatan dan keutuhan wilayah indonesia.
c. Aksi Radikalisme, berlatar belakang primordial etnis, ras, dan agama serta
ideologi di luar Pancasila, baik berdiri sendiri maupun ad aketerkaitan
dengan kekuatan-kekuatan di luar negeri.
d. Konflik Munal, bersumber pada masalah sosial ekonomi, namun dapat
berkembang menjadi konflik antarsuku, agama maupun ras/keturunan
dalam skala yang luas.
e. Kejahatan Lintas Negara, seperti penyelundupan barang, senjata amunisi
dan bahan peledak, penyelundupan manusia, narkoba, pencucian uang dan
bentuk-bentuk kejahatan teroganisir lainnya.
f. Kegiatan Imigrasi Gelap yang menjadikan Indonesia sebagai tujuan
maupun batu loncatan ke negara lain.
g. Gangguan Keamanan Laut, pembajakan atau perompakan, penangkapan
ikan secara ilegal, pencemaran dan perusakan ekosistem.
h. Gangguan Keamanan Udara, seperti pembajakan udara, pelanggaran
wilayah udara, dan terorisme melalui sarana transportasi udara.
i. Perusakan Lingkungan, seperti seperti pembakaran hutan, perambahan
hutan ilegal, pembuangan limbah bahan beracun dan berbahaya.
j. Bencana Alam dan dampaknya terhadap keselamatan bangsa.
4. Pengabdian Sesuai dengan Profesi
Pengabdian sesuai profesi adalah pengabdian warga negara yang mempunyai
profesi tertentu untuk kepentingan pertahanan negara termasuk dalam
menanggulangi dan/atau memperkecil akibat yang ditimbulkan oleh perang,
bencana alam, atau bencana lainnya.
Dapat diidentifikasikan beberapa profesi yang berkaitan dengan kegiatan
menanggulangi dan/atau memperkecil akibat perang, bencana alam atau
bencana lainnya, antara lain petugas PMI, Paramedis, Tim SAR, dan Bantuan
Sosial. Beberapa profesi tersebut memiliki hak dan kewajiban ikut serta dalam
upaya bela negara sesuai dengan tugas keprofesiannya masing-masing.
b. Peraturan perundang-undangan tentang wajib bela Negara
 Pada masa orde baru dan reformasi, bentuk-bentuk ancaman yang dihadapi
berupa non-fisik dan gejolak sosial. Untuk menghadapi dan mengantisipasi
berbagai kemungkinan muncul, pada tahun 1973 keluar ketetapan MPR
Nomor IV/MPR/1973 tentang GBHN yang didalamnya memuat konsep
wawasan nusantara dan ketahanan nasional.
 Pada tahun 1982 keluar UU No. 20 tahun 1982 tentang ketentuan-ketentuan
pokok Pertahanan dan Keamanan Negara RI, yang kemudian diubah dengan
UU No. 1 Tahun 1988. Realisasi dari undang-undang tersebut adalah
diselenggarakannya PPBN untuk tingkat perseolahan dan pendidikan
Kewiraan untuk Pendidikan Tinggi.
 Runtuhnya kekuasaan orde baru dan muncul masa reformasi ditandai dengan
adanya perubahan-perubahan dalam berbagai aspek kehidupan termasuk
bidang Pertahanan dan Keamanan Negara. Majelis Permusyawaratan Rakyat
pada Tahun 2000 mengeluarkan Ketetapan MPR RI No. VI/MPR/2000
tentang pemisaan TNI dan POLRI,dan ketetapan No. VII/MPR/2000 tentang
peran TNI dan POLRI.
 Perkembangan selanjutnya, yaitu amandemen UUD 1945 khuunya Pasal 30
dan 27 ayat (3). Pasal 30 ayat (1) menegaskan bahwa “tiap-tiap warga negara
berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara”.
Pasal 30 ayat (2) menyataka “usaha pertahanan dan keamanan negara
dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh
TNI dan POLRI sebagai kekuatan utama, dan rakyat sebagai kekuatan
pendukung”. Selanjutnya pasal 27 ayat (3) menegaskan bahwa “setiap warga
negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara”. Dan kemudian
disusul dengan terbitnya UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara
yang didalamnya memuat tentang upaya bela negara.
 Dengan berlakunya undang-undang ini maka UU No. 20/1982 dinyatakan
tidak berlaku.
c. Tindakan yang menunjukkan upaya bela Negara
1. Contoh Tindakan Upaya Membela Negara
Uraian berikut akan disajikan contoh-contoh tindakan upaya membela negara
dari masing-masing komponen bangsa.
TNI
TNI sejak perang kemerdekaan sampai era reformasi saat ini. Contoh-
contoh tindakan upaya membela negara yang dilakukan TNI antara lain :
o Menghadapi agresi Belanda,
o Menghadapi ancaman gerakan federalis dan separatis APRA, RMS,
PRRI/PERMESTA, Papua merdeka, separatis Aceh (GSA), melawan
PKI, DI/TII.
POLRI
POLRI telah melakukan upaya bela negara terutama yang berkaitan dengan
ancaman yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, seperti
kerusuhan, penyalahgunaan narkotika, konflik komunal.
Warga negara selain TNI dan POLRI
Dilihat dari aspek historis perjuangan bangsa kita, terdapat beberapa contoh
tindakan upaya pembelaan negara yangdilakukan komponen rakyat di
antaranya sebagai berikut :
a. Kelaskaran yang kemudian dikembangkan menjadi barisan cadangan pada
periode Perang Kemerdekaan ke-I
b. Pada periode Perang Kemerdekeaan ke-II ada organisai Pasukan Geriliya
Desa (Pager Desa) termasuk Mobilisasi Pelajar (Mopbel) sebagai bentuk
perkembangan dari barisan cadangan.
c. Pada tahun 19-58-1960 muncul Organisasi Keamanan Desa (OKD) dan
Organisasi Perlawanan Rakyat (OPR) yang merupakan bentuk kelanjutan
Pager Desa.
d. Pada tahun 1961 dibentk Hansip, Wanra, Kamra sebagai bentuk
penyempurnaan dari OKD/OPR.
e. Perwira Cadangan yang dibentuk sejak tahun 1963.
f. Kemudian, berdasarkan UU No. 20 Tahun 1982 ada organisasi yang
disebut Rakyat Terlatih dan anggota Perlindungan Masyarakat.

Adapun bentuk partisipasi warga masyarakat dalam menjaga lingkungannya,


antara lain melalui kegiatan sistem keamanan lingkungan (Siskamling), ikut
serta menanggulangi akibat bencana alam, ikut serta mengatasi kerusuhan
masal, dan konflik komunal.

Pada masa lalu terdapat organisasi yang berkaitan dengan keselamatan


masyarakat, yaitu Perlindungan Masyarakat (Linmas). Linmas mempunyai
fungsi untuk menanggulangi akibat bencana perang, bencna alam atau
bencana lainnya maupun memperkecil akibat malapetaka yang menimbulkan
kerugian jiwa dan harta benda.
Tersdapat pula organisasi rakyat yang disebut Keamanan Rakyat (Kamra)
yang merupakan bentuk pastisipasi rakyat langsung dalam bidang keamanan
dan ketertiban masyarakat.

Lalu ada Wanra yang merupakan bentuk partisipasi rakyat langsung dalam
bidang pertahanan. Kemudian ada Hansip, yaitu kekuatan rakyat yang
merupakan kekuatan pokok unsur-unsurperlindungan masyarakat
dimanfaatkan dalam menghadapi bencana akibat perang dan bencana alam
serta menjadi sumber cadangan nasional untuk menghadapi keadaan luar
biasa.

2. Mewujudkan Kekuatan Pertahanan dan Keamanan


Pengembangan susunan kekuatan pertahanan Keamanan Negara Indonesia,
meliputi berikut ini.
 Perlawanan Bersenjata, yaitu Kekuatan TNI yang selalu siap dan dibina
sebagai kekuatan cadangan serta pasukan potensial, yaitu polisi republik
Indonesia (POLRI) dan rakyat terlatih (Ratih) yang fungsinya sebagai
perlawanan rakyat (Wanra).
 Perlawanan tidak bersenjata, yaitu rakyat terlatih (Ratih) yang berfungsi
sebagai ketertiban umum (Tibum), perlindungan rakyat (Linra), keamanan
rakyat (Kamra), dan perlindungan masyarakat (Linmas).
 Bagian pendukung perlawanan bersenjata dan tidak bersenjata sesuai dengan
bidang profesi masing-masing dengan memanfaatkan semua sumber daya
nasional, sarana, dan perlindungan masyarakat terhadap bencana perang dan
bencana lainnya.
3. Upaya Peningkatan Pertahanan dan Keamanan
a. Pertahanan dan Keamanan harus dapat mewujudkan keiapsiagaan serta upaya
bela negara, yang berisi ketangguhan, kemampuan dan kekuatan yang melalui
penyelenggaraan Siskamnas (siskamhanrata) untuk menjamin kesinambungan
Pembangunan Nasional dan kelangsungan hidup bangsa dan negara
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
b. Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan. Oleh
karena itu, pertahanan dan keamanan harus diselenggarakan dengan
mengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri.
c. Pembangunan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan
dimanfaatkan untuk menjamin perdamaian dan stabilitas keamanan demi
kesinambungan pembangunan nasional dan kelangsungan hidup bangsa dan
negara.
d. Potensi nasional dan hasil-hasil pengembangan yang telah dicapai harus
dilindungi dari segala ancaman dan gangguan, agar dapat dimanfaatkan untuk
meningkatkan kesejahteraan lahir dan batin segenap lapisan masyarakat
Indonesia.
e. Perlengkapan dna peralatan untuk mendukung pembangunan kekuatan dan
kemampuan pertahanan keamanan sedapat mungkin dihasilkan oleh industri
dalam negeri.
f. Pembangunan dan penggunaan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan
keamanan harus diselengarakan oleh manusia-manusia yang berbudi luhur,
arif, bijaksana, menghormati Hak Asasi Manusia (HAM).
g. Sebagai tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara nasional, TNI berpedoman
pada Sapta Marga yang merupakan penjabaran Pancasila. Dalam keadaan
damai TNI dikembangkan dengan kekuatan kecil, profesional, efektif, efesien,
dan modern bersama segenap kekuatan perlawanan bersenjata dalam wadah
siskamnas (Siskamhanrata) yang strateginya penangkalan.
h. Kesadaran dan ketaatan masyarakat kepada hukum perlu terus-menerus
ditingkatkan.
d. Partisipasi dalam usaha pembelaan negara di lingkunganya
Keluarga
Setiap anggota keluarga mulai dari ayah, ibu, dan anak-anak harus melaksanakan
kewajibannya dengan baik dan sungguh-sungguh agar memperoleh haknya sesuai
dengan apa yang dikerjakan.
Sekolah
Setiap warga sekolah harus menghormati kepemimpinan Kepala Sekolah dengan
cara melaksanakan kewajiban masing-masing.
Masyarakan dan Negara
a. Kepedulian di Bidang Politik
1. Senantiasa berkewajiban memelihara dan meningkatkan persatuan dan
kesatuan bangsa agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kokoh, kuat,
dan tangguh.
2. Melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.
3. Mendukung dan melaksanakan kebijaksanaan pemerintah.
b. Kepedulian di Bidang hukum
1. Setiap warga negara berusaha mematuhi hukum dan norma-norma lainnya
yang berlaku di masyarakat.
2. Tidak main hakim sendiri apabila ada masalah hukum.
3. Apabila ada seseorang yang melanggar hukum, kamu berusaha untuk
menyadarkannya.
4. Wajib melaporkan kepada kepolisian atau pihak yang berwajib apabila
ada tindak pidana, baik yang menimpa diri sendiri atau orang lain.
5. Berani dan wajib menjadi saksi di pengadilan menjungjung tinggi
kebenaran
c. Kepedulian di Bidang Ekonomi
1. Mencintai dan memakai produk barang-barang produksi dalam negeri.
2. Menumbuhkembangkan koperasi senagai usaha bersama yang berasas
kekeluargaan untuk kesejahteraan anggotanya.
3. Tidak menimbun atau menyimpan bahan-bahan keperluan sehari-hari
untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya.
d. Kepedulian di Bidang Sosial Budaya
1. Menjaga kelestarian budaya daerah
2. Membantu dan menolong orang yang terkena musibah
3. Meningkatkan pelayanan umum yang makin adil dan merata
4. Menjaga kebersihan dan keindahan sarana-sarana umum
5. Menyaring dan menolak masuknya budaya asing yang tidak sesuai
dengan kepribadian bangsa.
e. Kepedulian di Bidang Pertahanan dan keamanan
1. Menjaga keamanan lingkungan.
2. Membantu dan bersatu dengan tni dalam membela negara.
3. Menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat.
4. Melaporkan hal-hal yang membahayakan masyarakat kepada kepolisian
setempat.
f. Kepedulian terhadap Alam
Menggali dan mengolah kekayaan alam Indonesia demi kemakmuran seluruh
rakyat Indonesia. Diwajibkan untuk menjaga kelestarian lingkungan,
diantaranya sebagai berikut :
1. Tidak melakukan penerbangan liar yang dapat merusak lingkungan hidup
2. Tidak melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak
3. Tidak memburu binatang-binatang langka atau satwa yang dilindingi
4. Mmemelihara hutan dengan tidak merusak hutan dan habitatnya
5. Turut serta dalam gerakan penghijauan kembali tanah gundul
6. menjaga kelestarian hutan lindung agar kelestarian air terjaga.
d. Arti pentingnya memiliki semangat yang tinggi untuk mempertahankan kepribadian
nasional, semangat kebangsaan, cinta tanah air dan bela Negara!
Jawab :
Semangat kebangsaan serta cinta tanah air dan bela Negara penting dan wajib dimiliki
oleh setiap warga Negara Indonesia karena dengan itu keutuhan NKRI akan tetap terjaga
dan tidak akan terjadi peristiwa yang dapat mengancam keberadaan Indonesia.
2. Kemampuan :
a. Menjelaskan pengertian HAM!
Jawab :
Hak Asasi Manusia adalah sebuah konsep hukum dan normative yang menyatakan bahwa
manusia memiliki hak yang melekat pada dirinya karena ia adalah seorang manusia. Hak
asasi manusia berlaku kapanpun, dimanapun dan kepada siapapun, sehingga sifatnya
universal. HAM pada prinsipnya tidak dapat dicabut.
b. Menuliskan pasal dalam UUD 1945 yang mengandung muatan HAM, khususnya yang
mengatur 3 macam HAM sekaligus!
Jawab :
Dalam UUD 1945 Hasil perubahan ke-empat, ternyata masalah perlindungan HAM
mendapatkan perhatian yang sangat besar dan para pengambil keputusan di Majelis
Permusyawaratan Rakyat (MPR). Hal ini terbukti dari dicantumkannya secara eksplisit
masalah HAM, yaitu pada bab XA dengan judul HAM yang terdiri atas 10 pasal (diberi
label pasal 28 A s.d 28 J) dan 24 ayat. Di luar yang berjudul tersendiri dalam Bab bab
XA, rumusan lainnya terdapat dalam pasal 27 (3 ayat), kemudian BAB XI Pasal 29 (2
ayat), Bab XII Pasal 30, Bab XIII Pasal 31, Pasal 32, Bav XIV Pasal 33 danPasal 34.
Adapun rumusan lengkapnya bunyi pasal-pasal dan ayat yang mengandung muatan HAM
adalah sebagai berikut pasal 27 UUD 1945.
a. Segala warga Negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan
dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
b. Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi
kemanusiaan.
c. Setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.
c. Mengemukakan masing-masing 2 contoh kasus pelanggaran HAM yang pernah terjadi di
Indonesia dan di berbagai Negara lain, khususnya yang telah di tindak sanksi hukum!
Jawab :
Contoh kasus pelanggaran HAM yang ada di Indonesia :

 Tragedi Trisakti merupakan salah satu kasus pelanggaran HAM di Indonesia yang
selalu dikenang. Pada 12 Mei 1998, terjadi peristiwa penembakan terhadap
mahasiswa demonstran di Trisakti yang menuntut Soeharto turun dari jabatan
presiden. Ada empat orang mahasiswa yang tewas dalam tragedi tersebut, yakni
Elang Mulia Lesmana, Hafidhin Royan, Hendriawan Sie, dan Hery Hartanto.
 Tragedi Rumoh Geudong merupakan sebuah tragedi penyiksaan oleh aparat TNI
terhadap masyarakat Aceh selama masa konflik Aceh.Salah satu kasus pelanggaran
HAM di Indonesia ini terjadi di sebuah rumah tradisional Aceh yang dijadikan
sebagai markas TNI di desa Billie.Rumah tersebut dijadikan sebagai tempat
penyiksaan kejam saat konflik tersebut berkecamuk.
Contoh kasus pelanggaran HAM yang ada di dunia :
 Konflik Israel dan Palestina. Sengketa Israel dan Palestina, merupakan salah satu
konflik berkepanjangan yang terjadi hingga saat ini. Konflik bermula saat Israel,
berupaya memperluas wilayahnya, dengan menguasai sebagian besar wilayah
Palestina.Dibantu negara Adi Kuasa, Amerika Serikat, Israel kerap melancarkan
serangan ke wilayah Palestina. Korbannya adalah ratusan ribu warga Palestina.
Termasuk di dalamnya anak-anak, wanita. Hingga relawan dari berbagai negara, turut
menjadi korban akibat konflik ini. Dunia sangat mengutuk keras apa yang dilakukan
Israel laknatullah ini.
 Kasus Apartheid di Afrika Selatan. Kasus HAM khusus apartheid (Perbedaan ras
dan warna kulit) sudah terjadi di Afrika Selatan sejak tahun 1960. Rezim ini,
didominasi orang-orang kulit putih. Mereka, berhasil menguasai pemerintahan di
Afrika Selatan. Mereka melakukan kebijakan-kebijakan yang merugikan warga kulit
hitam.

3. Kemampuan :
a. Menjelaskan pengertian hukum secara umum!
Jawab :
Hukum adalah peraturan berupa norma dan sanksi yang dibuat dengan tujuan mengatur
tingkah laku manusia untuk menjaga ketertiban, keadilan, dan mencegah terjadinya
kekacauan.
b. Mengemukakan salah satu contoh penegakan hukum di Indonesia!
Jawab :
Aparat kepolisian mengamankan tersangka pencurian agar tidak diadili
massa.Perlindungan dan penegakan hukum merupakan contoh hak yang dimiliki warga
negara. Dengan adanya kedua hal ini, ketertiban dan stabilitas di sebuah negara dapat
terjamin. Namun kedua hal ini tidak akan bisa tercapai tanpa adanya kepastian hukum
yang jelas di tengah masyarakat.
c. Mengemukakan contoh kasus-kasus yang berkaitan dengan hukum politik dan hukum
privat!
Jawab :
Contoh kasus yang berkaitan dengan hukum public
Konflik di Darfur , Konflik Darfur berawal tahun 2003 ketika pemerintah dan milisi
Arab melancarkan pembersihan terhadap kelompok pemberontakketurunan
Afrika.Pasukan perdamaian PBB dan Uni Afrika, Unamid,
menyatakankeprihatinannya atas serangan yang dilakukan terhadap kampengungsian
di Kalma, Darfur Selatan, Agustus 2008, yangmenyebabkan 38 orang
meninggal.Pemimpin Sudan mengatakan pasukan pemerintah sedang
menggeledahdan mencari senjata yang dipergunakan untuk menembak
pesawatUnamid dari dalam kam tersebut ketika pemberontak
melepastembakan.''Warga sipil kami dijadikan perisai hidup oleh
pemberontak,''katanya. ''Karenanya adalah wajar bagi pasukan kami
untukmenjalankan kewajibannya.''PBB memperkirakan 300 ribu orang tewas dalam
konflik yang telahberlangsung selama enam tahun itu dan satu juta lainnya
terpaksamengungsi. Tetapi Presiden Bashir menyebut angka sesungguhnyahanyalah
sepersepuluh dari yang dilaporkan.Bashir juga menyebut surat perintah penangkapan
yang dikeluarkanoleh ICC merupakan bagian dari plot Barat untuk mengambil
alihSudan.
Contoh Kasus hukum Privat
Tentang Perceraian (Kekerasan Dalam rumah Tangga)Perkara Cerai Susan Karena
Kekerasan Rumah Tangga. Contoh kasus dari seorang istri yang hendak mengajukan
gugatan cerai pada suaminya di Pengadilan Agama (PA), adapaundata/identitasnya
adalah sebagai berikut:Nama :SusanUmur : 32 tahunAgama : IslamPekerjaan :
Pegawai SwastaStatus : MenikahAnak : 1 anak laki-laki, umur 4 tahunCerita
Permasalahan/KronologisSusan menikah di Jakarta dengan suaminya 6 tahun yang
lalu (th 2001). Dikaruniai 1 orang putra berumur 4 tahun. Sudah lama sebenarnya
Susan mengalami kekerasan dalam rumah tangga, Suaminya adalah mantan anak
orang kaya yang tidak jelas kerjanya apa dan sering berprilaku sangat kasar pada
Susan, seperti membentak, berkata kotor, melecehkan dan yang terparah adalah
sering memukul. Sehingga akhirnya Susan sering tidak tahan sampai berpikir untuk
bercerai saja. Adanya musyawarah dan pertemuan keluarga sudah diadakan beberapa
kali tapi tetap tidak merubah prilaku suaminya tersebut. Bahkan sedimikian parahnya
dimana si suami melepas tanggungjawabnya sebagai seorang suami dan ayah karena
sudah 2 tahun ini si suami tidak memberikan nafkah lahir untuk sang Istri dan
anaknya. Sampai akhirnya, Susan merasa terncam jiwanya dimana terjadi kejadian
pada bulan April 2007, Susan dipukul/ditonjok matanya sampai biru yang berujung
pada kekerasan terhadap anak semata wayangnya juga. Setelah kejadian itu Susan
memutuskan untuk bercerai saja.

Anda mungkin juga menyukai