Anda di halaman 1dari 32

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kerja Praktek


Kerja praktek adalah salah satu mata kuliah yang harus diikuti oleh setiap
mahasiswa. Karena dalam mata kuliah ini mahasiswa akan mendapatkan
pengalaman kerja yang sesungguhnya. Jika didalam perguruan tinggi mahasiswa
hanya mendapatkan pendidikan formal yang sangat jauh berbeda dengan suasana
dilapangan pekerjaan yang sebenarnya. Jenis kerja praktek disesuaikan dengan
disiplin ilmu yang telah didapatkan sebelumnya, seperti Welding, Gambar Teknik,
PLC ataupun yang lainnya yang tentu saja berhubungan dengan jurusan
Mekatronika.
Sementara disatu sisi masih terdapat kesenjangan antara dunia pendidikan
kita, khususnya dari kalangan Perguruan Tinggi, dengan dunia kerja yang
sebenarnya. Kenyataan yang kita temui saat ini adalah para sarjana lulusan
Perguruan Tinggi hanya sebagai sumber daya yang siap latih, bukan siap pakai.
Penyebab utamanya adalah ketertinggalan Perguruan Tinggi terhadap
perkembangan teknologi dan informasi yang ada di dunia luar.
Sebagai salah satu upaya yang ditempuh Perguruan Tinggi untuk
mengantisipasi permasalahan di atas adalah dengan mewajibkan setiap
mahasiswanya untuk mengikuti Program Kerja Praktek di suatu lembaga, instansi
atau perusahaan, baik pemerintah maupun swasta, yang sesuai dengan disiplin
ilmu yang ditekuninya. Dengan kerja praktek pada perusahaan-perusahaan atau
instansi tertentu diharapkan mahasiswa dapat memiliki gambaran yang lebih
mendalam tentang kondisi nyata di dunia kerja, sekaligus dapat menambah
pengalaman serta membuka cakrawala pandang yang lebih luas yang mungkin
tidak didapatkan di bangku kuliah.
1.2 Tujuan Kerja Praktek
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan kerja praktek ini
adalah sebagai berikut :
1) Untuk memperoleh gambaran nyata tentang penerapan atau implementasi
dari ilmu atau teori yang selama ini diperoleh melalui bangku kuliah dan
membandingkannya dengan kondisi nyata yang ada di lapangan.
2) Untuk memperoleh tambahan pengetahuan dan pengalaman yang akan
membuka cakrawala berpikir yang lebih luas mengenai disiplin ilmu yang
ditekuni selama ini.
3) Mahasiswa dapat mengetahui produktivitas perusahaan.
4) Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami sistem kerja perusahaan dan
terjun atau turut serta dalam proses.
5) Mahasiswa dapat juga memahami bidang pekerjaan nya dimasa yang akan
datang nanti.
6) Mahasiswa harus memberikan sumbangan pemikiran, metode, cara dan
ilmu pengetahuan serta teknologi bagi perusahaan atau instasi tempat
praktek kerja lapangan dilaksanakan.
7) Mampu menerapkan kaidah dan etika ilmiah yang berlaku di lingkungan
masyarakat ilmiah.
8) Memahami cara kerja dari penelitian yang dilakukan orang lain.
9) Memantapkan mahasiswa dalam berdisiplin waktu dan bertanggung
jawab dalam melaksanakan tugas yang dikerjakan.
10) Memperoleh umpan balik dari dunia kerja untuk memantapkan dan
pengembangan bakat.
11) Mengetahui tentang struktur organisasi, manajemen dan teknologi yang
diterapkan di perusahaan.
12) Melatih diri mendokumentasi membuat laporan-laporan kerja.
13) Sebagai langkah evaluasi diri.
1.3 Batasan Masalah
Agar penelitian tidak menyimpang dari apa yang diharapkan, maka
penelitian dibatasi dengan : pengetahuan tentang Relive valve yang mempunyai
peran penting sebagai sefti di setiap panel.

1.4 Manfaat Kerja Praktek


Manfaat yang diharapkan dari pelaksaaan kerja praktek adalah sebagai
berikut :
1) Memenuhi kewajiban melaksanakan mata kuliah Kerja Praktek yaitu
memenuhi persyaratan kurikulum yang ada pada Politeknik Aceh.
2) Menambah keterampilan dan ilmu pengetahuan yang membentuk
kemampuan mahasiswa serta bekal untuk memasuki lapangan kerja yang
sesuai dengan program studi yang dipilih.
3) Menimbulkan dan memantapkan sikap profesionalisme yang diperlukan
mahasiswa untuk memasuki lapang kerja sesuai dengan bidangnya.
4) Meningkatkan keterampilan dan wawasan, baik secara teknik maupun
hubungan kemanusiaan.

1.5 Metode Kerja Praktek


1) Konsultasi
Melalui metode ini, mahasiswa melakukan tukar pendapat baik dengan
dosen pembimbing maupun dengan yang lainnya guna mendapat informasi
yang berkaitan dengan masalah yang dibahas.
2) Studi pustaka
Mahasiswa mengumpulkan data yang diperoleh dari berbagai sumber, baik
buku, internet maupun sumber – sumber yang lain untuk dipelajari
sehingga dapat diterapkan dalam proyek yang akan dilakukan pada
pelaksanaan kerja praktek.
3) Riset
Mahasiswa melakukan riset terhadapat tugas yang diberikan oleh
pembimbing.
4) Dokumentasi
Setelah suatu tugas telah selesai, maka mahasiswa menuliskan
dokumentasi terhadap riset yang telah dilakukan tersebut.
5) Observasi
Dilakukan dengan cara pengamatan langsung pada perusahaan PT.
Petrotech.

1.6 Sistematika Penulisan


Penulisan laporan kerja praktek ini terbagi menjadi beberapa bagian yaitu :
BAB I. PENDAHULUAN
Bab ini berisi pendahuluan yang akan membahas latar
belakang pelaksanaan Laporan Kerja Praktek, tujuan kerja praktek,
batasan masalah, manfaat kerja praktek, metode penulisan, dan
sistematika pembahasan.
BAB II. TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
Pada Bab ini akan dijelaskan tentang gambaran umum
perusahaan, lokasi perusahaan, sejarah perusahan, visi dan misi
serta struktur organisasi perusahaan.
BAB III. DASAR TEORI DAN PERMASALAHAN
Bab ini menguraikan definisi-definisi yang berhubungan
dengan pelaksanaan kerja praktek.
BAB IV. PEMBAHASAN MASALAH
Bab ini membahas hasil kerja praktek yang dikerjakan serta
penjabaran tentang masalah yang diambil.
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini mengemukakan tentang kesimpulan penelitian dan
masukan yang dapat berguna bagi peruhasaan dan saran
merupakan tindak lanjut dari kesimpulan.
1.7 Sistematika Pembahasan

Observasi
Lapangan

Identifikasi
Masalah

Pengumpulan
Data

Pengolahan Data

Kesimpulan dan
Saran

Gambar 1.1 Flow Chart Sistematika Pembahasan


Sistematika diatas dirancang untuk memberikan arahan yang jelas dalam
perkembagan pembahasan. Dan memudahkan dalam identifikasi masalah.

1.8 Lokasi dan Waktu Kerja Praktek


Lokasi kerja praktek dilaksanakan di PT. Petrotech yang beralamat Jalan
Duyung Kavling III, Batu Ampar, Batam 29453, Indonesia T: +62 778 412
407/+62 778 432114, F: +62 778 412408
BAB II
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

2.1. Gambaran Umum Perusahaan


PT. PETROTECH adalah Perusahaan Swasta Nasional yang bergerak
dibidang Oil and Gas Production. PT. PETROTECH didirikan pada tanggal 20
Oktober 1997 yang beralamat Jln. Repindo Industrial Park, Blok D2 No. 6 Batu
Ampar, Batam. Pada tahun 2006 PT PETROTECH pindah ke alamat Jln.
Duyung Kav III Batu Ampar Batam. Dengan luas 2075 M2 dimana workshop
1750 M2 dan Office 325 M2 [1].
PT. PETROTECH mempertahankan semua kompensasi pekerja,
kewajiban umum, dan asuransi lain yang biasanya diperlukan oleh pelanggan
utama industri di seluruh dunia. Tersedia berdasarkan permintaan Sertifikat.
Kewajiban Umum batas US $ 1.000.000 [1].

Gambar 2.1 : Foto gedung PT. Petrotech Batam

PT Petrotech telah menyelesaikan banyak proyek di seluruh dunia, untuk semua


perusahaan minyak besar, proyek Referensi Daftar acara dan lokasi diselesaikan
oleh PT Petrotech World Wide fasilitas.
PT Petrotech memiliki aditude untuk menyediakan apa yang dibutuhkan
lien, membangun dengan spesifikasi Perusahaan Minyak dan Pastikan standar
internasional yang telah terpenuhi.
. PT Petrotech memiliki kemampuan untuk mendukung klien dalam
rekayasa dimuka sampai selesai dan memulai sumur peralatan parsial.
PT Petrotech memiliki karyawan layanan yang mendukung klien dalam
pemeliharaan dan trouble shooting peralatan kontrol, juga telah menambahkan
program pembilasan lengkap untuk layanan kami untuk memenuhi NAS1638
kepatuhan.

2.1.1. Dokumen Perusahaan / Informasi Legal


 ADP Migas Registration Number 2951/3906/DMB/1998
 Permanent Business License 10/IUT/PMA/IV/2004
 TDP/ Number 040103102782
 NPWP Number 01.085.029.5-217.000
 Investment Coordinating Board Approval (BKPM) Number
180/II/PMA/2003

2.1.2. Management Perusahaan.


 CEO & President : Ruben Saier
 Managing Director : Andre PJ. Spin
 Operations Manager : Ken J.Abbs
 Finance & Accounting Manager : Sujono Chua
 Quality Assurance & Project Manager : Moh. Sopian
 Purchasing / Inventor : Basuki

2.1.3. PT PETROTECH memiliki 54 karyawan, dimana :


1. Engineering and other technical : 8 orang
2. Installation Fitters and electrician : 29 orang
3. Quality Assurance / Calibration : 3 orang
4. Purchasing / Receiving : 3 orang
5. Adminstration : 6 orang
6. Security : 5 orang
2.1.4. PT PETROTECH terdiri dari beberapa departemen diantaranya :
1. Personal Departemen
2. Engineering Departemen
3. Quality Control
4. Store
5. Kalibrasi
6. Purchasing / Receiving
7. Engraving
8. Workshop

2.1.5. Lokasi Perusahaan :


1. Fungsi : Wellhead Control panel
2. Alamat : Jalan Duyung Kav.III
Batu Ampar 29453
a. No Telepon : 001-62-778-412407
001-62-778-432114
001-62-778-432062
3. Fax : 001-62-778-412408
4. Email : petrotech@petrotechbatam.co.id
5. Contac Person : Andre PJ. Spin (M. Dirrector)

2.1. Bisnis Core Perusahaan


PT. PETROTECH adalah Perusahaan Swasta Nasional yang bergerak
dibidang [1]:
1. Oil and Gas Production, Process, Wellhead, Safety Control Including
Pneumatic, Hydraulic, Electro-Hydraulic, PLC- based and Solar-
Powerd Sistem, meeting requirements of API RP14-c 20,000psi (1400
bar) for offshore and onshore applications.
2. Chemical Injection Skids.
3. Offshore Intrumentation Contract Labor.
4. Onshore Instrumentation (Plant) Contract Labor.
PT. PETROTECH didalam pembuatan panel bersifat job order yang
diterima dari beberapa pelanggan dan melalui tahapan proses perakitan
diantaranya : Pembacaan Drawing, Perakitan Panel, Kalibration, dan
Pengetesan Panel[1].

Tabel 2.1 Daftar beberapa Nama Pelangan ( Customer) [1]


Area Pelanggan
• EPMI
Asia dan Australia Projects • Unocal
• Shell Brunei,dll
• Aromco
Middle East Projects • NIOC, dll

• Shell Offshore
North America Projects • MC Moran

• ENAP
Latin America Project • Intercol
• Amoco,dll
• Chevron Overseas
America Projects • CABGOL
• Mobil Nigeria,dll
• Pero Controls Europa
• Smedving
North Sea Projects • Union Oil, dll

2.2. Struktur Organisasi Perusahaan


Dalam suatu perusahaan pembentukan atau keberadaan suatu struktur
organisasi sangat penting dan diperlukan untuk menjaga kelancaran dalam
mencapai suatu tujuan perusahaan, karena adanya suatu wewenang dan tanggung
jawab yang terarah diantara pelaku perusahaan. Struktur organisasi dibentuk
dengan maksud agar setiap anggota organisasi dapat bekerja secara efektif dan
efisien. Struktur organisasi dari suatu perusahaan erat dengan pembagian tugas,
wewenang dan tanggung jawab sesuai dengan job description masing – masing.

Susunan atau struktur perusahaan

1. Managing Director : Andre Spin


2. Operation Manager : Kenneth Abbs
3. Account’s Manager : Sujono
a. Account’s Asistant : Nanci
: Susan
4. Senior Office Secretary : Ika
5. Office Secretary : Donna
6. Purchasing & Expediting Manager : Basuki
: Icha
a. Purchasing Secretary : Desy
7. Personel Manager : Debby
8. ISO & HSE MR/Q.A Manager : Muh Sopian
a. HSE/Safety Office : Fandy Iood
: Teguh
9. Project Manager : Efrizal
10. Sistem Integration Manager : Muh. Sopian
11. Q.A/HSE/Store Engineer : Fandy Iood
12. Project Secretary (ISO Secretary) : Tety
: Risminar
: Malem
13. Workshop Supervisor : Narto
a. Commissioning Engineers
b. Service Engineers
c. Tubing Technical
d. Electricians
e. Engraving
14. Project Engineers : Husain
: Amirullah
: Maskur
: Ulil
15. Calibration Supervisor : Anton
16. Maintenance : Supriadi

2.3. Kebijakan Mutu


PT . PETROTECH menetapkan untuk menjadi perusahaan yang
menghasilkan Wellhead Control Panel yang mempunyai daya saing di pasar
international melalui upaya [1]:
a. Costomer Satisfaction
b. By Continually Improving
c. Process, Products & Service
d. To Ensure They Consistetly
e. Meet Or Exceed
f. Costomer Requirements

2.4. Aspek Sosial dan Ekonomi Perusahaan


Konsep dasar “societal marketing” yang mengandung pengertian bahwa
kegiatan pemasaran tidak semata-mata merupakan bagian dari pemasaran
ekonomi, tetapi juga bagian dari sistem sosial atau kemasyarakatan. Perusahaan
pada dasarnya beroperasi dalam lingkungan sosial. Dengan demikian, kegiatan
pemasaran tidak jarang mempengaruhi kehidupan masyarakat, dan juga
sebaliknya lingkungan sosial menentukan kelangsungan hidup perusahaan.
Bagi suatu perusahaan kedua aspek tersebut yaitu aspek sosial dan aspek
ekonomi sangat berkaitan dan penting bagi perkembangan dan kelangsungan
hidup perusahaan. Paham ekonomi yang semakin berkembang sekarang ini tidak
hanya mendasarkan pada faktor-faktor ekonomi saja, melainkan juga pada faktor-
faktor sosial. Bisnis hanya bisa bertahan kalau kepentingan antara konsumen,
karyawan dan mitra bisnis diperhatikan. Faktor-faktor ini, baik ekonomi dan
sosial ikut memainkan peranan penting dalam keputusan bisnis.
Perlu disadari bahwa tanggung jawab sosial sedikit banyak berfungsi
untuk mencegah campur tangan dari pemerintah atas bisnis itu. Dengan kata lain,
kalau perusahaan itu telah melaksanakan tanggung jawab sosialnya, pemerintah
tidak perlu banyak ikut mencampuri kebijaksanaan perusahaan.
PT. PETROTECH merupakan perusahaan patungan yang dalam kinerja
usahanya bukan hanya semata-mata mencari keuntungan saja, tetapi perusahaan
ini juga bertanggung jawab dan peduli lingkungan dan kesejahteraan masyarakat
sekitar.

2.4.1. Aspek Sosial


PT. PETROTECH sangat memperhatikan kesejahteraan karyawan dan
masyarakat sekitar, karena secara tidak langsung mereka turut membantu
perusahaan. Oleh sebab itu, sebagai rasa timbal balik atau loyalitas kerja
karyawan, perusahaan memberikan [1]:
1. Berbagai tunjangan seperti :
a. THR (Tunjangan Hari Raya), baik Idul Fitri maupun Natal
dan memberikan liburan selama seminggu kepada setiap
karyawannya.
b. Tunjangan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja,
dengan cara memberikan asuransi kepada setiap pegawai.
2. Perusahaan juga menyediakan fasilitas ibadah (Mushalla)

2.4.2. Aspek Ekonomi


PT. PETROTECH secara tidak langsung telah ikut berperan serta
dalam program pemerintah untuk mengatasi masalah pengangguran dalam
bentuk penyediaan kesempatan kerja bagi masyarakat. Setiap perusahaan yang
didirikan dan menjalankan aktivitas, tentu mempunyai kewajiban-kewajiban
terhadap negara yang harus dipenuhi menurut peraturan perundang-undangan
yang berlaku. Begitu juga halnya dengan PT. PETROTECH, dengan
berjalannya aktivitas penyaluran dan promosi, sudah barang tentu harus
memenuhi kewajiban-kewajibannya misalnya pajak, sesuai dengan apa yang
telah ditetapkan oleh pemerintah. Adapun pajak-pajak yang tikenakan oleh
pemerintah terhadap perusahaan ini adalah meliputi [1]:
1. Pajak PPN dan PPH
2. Pajak Jasa
3. Pajak Jamsostek
4. Pajak Upah

2.4.3. Quality Objectives


1. Pengiriman produk dari supplier mencapai 95% tepat waktu
2. Tidak dijumpainya punch list teknikal selama FAT
3. Mengurangi NCR menjadi 10 buah NCR dalam 1 tahun
Di PT. PETROTECH memproduksi Wellhead Control Panel untuk
keperluan pengeboran minyak. Di PT. PETROTECH terdapat beberapa bagian
dalam memproduksi Wellhead Control Panel, bagian-bagian tersebut adalah
[1]:
1. Bagian Kalibrasi
Bagian kalibrasi adalah bagian untuk mengsetting material – material
dan pengetesan Wellhead Control Panel sebelum dikirim ke client

Gambar: Melakukan kalibrasi alat sebelum di pasangkan ke Panel


2. Bagian Engraving
Dibagian ini untuk membuat name tag dan material (anting – anting )
Sebagai bagian penamaan di panel
Gambar: Pembuatan Name Tag Panel
3. Bagian Drawing dan bagian perakitan Panel
Untuk bagian ini memproduksi panel atau merakit panel sesuai dengan
gambar atau drawing.

Gambar: Mempersiapkan gambar project panel kinabalu


4. Bagian Store
Bagian store 1 untuk menyimpan material yang tidak digunakan,
sedangkan store 2 untuk menyimpan material yang akan digunakan

Gambar: Menghitung material yang incoming di store 1


Gambar: Tempat penyimpanan barang untuk project yang akan digunakan di store 2
5. Bagian Purchasing
Untuk bagian ini menggoder material

Gambar: Sedang mengoder material yang di butuhkan


6. Bagian Quality Control
Bagian ini untuk mengecek Wellhead Control panel atau mengontrol
kembali panel yang sudah di rangkai.

Gambar: Pengecekan kembali


7. Bagian Workshop
Bagian ini sangat berperan banyak dalam pembuatan panel.
Workshop terdiri dari beberapa bagian :
a) Hydraulic

Gambar: Memeriksa keadaan Hydraulic pada Panel

b) Tube Bending

Gambar: Membengkokkan Tubing sesuai ukuran yang sudah di tentukan


c) Electrical

Gambar: Mengecek Arus


Di bawah ini merupakan gambaran dari Wellhead Control Panel yang di
produksi oleh PT. Petrotech itu sendiri.
Gambar: Utilizing Hydraulic Power from Existing

Gambar: ESD/PSD Logic Interface with existing

Gambar: Retractable Well Control Module

Gambar: Construction (All Stainless Steel 316)


Di bawah ini panel yang sudah siap dikirimkan kepada konsumen

Gambar: Proses Packing panel

Gambar: Panel yang sudah siap di packing dan dikirim


BAB III
DASAR TEORI DAN PERMASALAHAN

3.1. Dasar Teori dan Permasalahan


Relief valve adalah untuk mengamankan line atau lajur yang di lalui oleh
hidraulik maupun pneumatic agar tidak terjadi pressure atau tekanan tinggi secara
tiba-tiba yang dapat mengakibatkan ledakan dan kebakaran.

Gambar 3.1 Relief Valve

3.2. Sejarah di Temukan Relief Valve


Secara umum, keselamatan relief valve telah ada sejak tahun 1600-an dalam
konsep desain yang lebih atau kurang lebih sama. Dalam fungsi utama, Seperi yang kita
ketahui Relief Valve yaitu sebuah jenis katup yang digunakan untuk mengontrol
atau membatasi tekanan dalam sebuah system sehingga tidak akan terjadi
kebakaran ataupun ledakan.
Papin Prancis adalah seorang penemu perbaikan katup pengaman, yang
pertama kali dia terapkan sekitar tahun 1682. Katup pengaman itu disimpan
tertutup dengan cara berat tuas dan bergerak, yaitu menggeser berat sepanjang
tuas sehingga memungkinkan papin menjaga katup di tempat dan mengatur
tekanan uap. Katup pengaman sudah digunakan beberapa lima puluh tahun
sebelumnya oleh Glauber Jerman yang banyak mendapatkan penghargaan dari
departemen mekanik kimia, dalam praktek yang diterjemahkan tahun 1651 yang
diterjemahkan ke dalam bahasa inggris pada tahun 1651, ia menjelaskan modus
dimana dia mencegah retort dan stills dari ledakan dan tekanan yang berlebihan.
Sebuah katup yang dipasang di tanah kedap udara untuk tempat duduk nya dan
dimuat dengan "cap of lead", sehingga saat terjadi uap yang terlalu tinggi maka
akan mengakibatkan katup terangkat sedikit dan sebagian uap nya terbuang,
sampai akhirnya katup tertutup sendiri atau kembali dalam keadaan semula.
Gagasan itu dilanjutkan oleh orang lain dan ditemukan oleh John Perancis,
kemudian di produksi di London.
Di wilayah New England di Amerika Serikat, ada ledakan boiler 1700 kali yang
mengakibatkan 1300 kematian selama lima tahun antara 1905 dan 1911.
American Society of Mechanical Engineers diminta untuk merumuskan kode
desain. Boiler & Komite tekanan kapal dibentuk dan karenanya ASME yang
Bagian 1 untuk kapal diberhentikan dan syarat wajib untuk semua Negara, yang
megakui perlu nya regulasi. Satu-satunya tujuan perangkat tekanan relieving
( keselamatan katup relief ) untuk melindungi kehidupan dan alat nya.

3.3. Fungsi Relief Valve


Jika terjadi pressure lebih dari pressure yang telah di setting maka akan
terjadi passing atau Hydraulic akan di arahkan dan kembali ke tangki sampai
keadaan normal kembali).
Prinsip kerja dari beberapa jenis Relief Valve tersebut semua sama, hanya
penempatan pada sistem yang digunakan saja yang berbeda, dan maksimum
tekanan (pressure) nya pun berbeda. Relief Valve sangat jarang rusak jika sesuai
dengan prosedur pemasanganya (tidak melebihi tekanan dari Relief Valve yang
sudah di tentukan).
3.4. Relief Valve yang umum di gunakan di industry adalah yang berseri R
Katup seri R merupakan katup proporsional yang terbuka secara bertahap
dan berfungsi meningkatkan tekanan. Akibatnya tidak memiliki tingkatan
kapasitas pada saat terjadinya kenaikan tekanan yang diberikan (Akumulasi).
Beberapa fungsi katup memerlukan beberapa bantuan untuk memenuhi kode
pengamannya.Kita harus menentukan sendiri kode yang akan digunakan dan
sesuai pemakaian yang akan di pasangkan di panel.
Seri R katup “buka” ketika tekanan system mencapai tekanan yang sudah
ditetapkan dan “close” ketika tekanan system turun di bawah tekanan yang sudah
ditetapkan.

Dibawah ini jenis relief valve yang berseri R :


a. Jenis relief valve R3A dan R4
Tekanan tertinggi nya sampai 6000 psig (413 bar), pengaruh tekanan system
kembali diminimalkan oleh desain katup dengan tekanan tinggi.

Gambar : Relief valve R3A dan R4


Ket gambar :
 Spring fungsinya menyusaikan untuk memberikan tekanan yang sudah
diatur sesuai yang diingikan.
 Lock nut fungsinya mengatur tekanan yang sesuai.
 Quad seal fungsinya menghilangkan kebocoran sekitar batang selama
mode bantuan.
 O-ring menyediakan elastomer untuk menutup logam muatan positif(seri
lainnya menggunakan disk yang menyatu dengan bahan konstruksi).
 Cap fungsinya penyusuaian yang akan mengatur tekanan eksternal dengan
mudah.
 Label fungsinya mengatur kisaran tekanan.
 Lock wire capability fungsinya mengamakan cap untuk mempertahankan
kesesuaian tekanan.
 End connections fungsinya penyambung pipa ISO.
b. Jenis relief valve RL3 dan RL4
Tekanan tertinggi nya sampai 300 psig (20.6 bar), pengaruh tekanan
system kembali diminimalkan oleh desain katup dengan tekanan rendah.

Gambar : Relief Valve RL3 dan RL4


BAB IV
PEMBAHASAN MASALAH

4.1. Prinsip Kerja Relief Valve pada system Hydraulic


Berikut ini dapat kita ketahui prinsip kerja dari Relief Valve
1. Reservoir diisi dengan oli Hydraulic

2. Selanjutnya pompa memungkinkan mengalirkan oli, tetapi pompa tidak


dapat menghisap oli keluar dari reservoir, tetapi gaya gravitasi bumi dapat
memasukkan oli ke pompa

3. Setiap saat pompa berputar mendorong oli keluar. Volume oli yang
dikeluarkan pompa, tergantung dari kecepatan putaran pompa tekanan
yang terjadi disebabkan oleh besarnya hambatan dari aliran oli
4. pipa dihubungkan dari pompa ke control valve, sehingga oli mengalir
dari pompa ke control valve. Control valve berfungsi untuk meneruskan
aliran oli menuju ke silinder atau kembali ke reservoir

5. langkah berikutnya untuk dapat menghasilkan kerja, dua pipa


dihubungkan dari control valve ke silinder
6. oli dari pompa disalurkan kesisi button silinder lewat control valve.
Akibat adanya beban maka aliran oli terhambat sehingga menyebabkan
tekanan oli Hydraulic naik

7. akibat pompa berputar terus maka aliran oli mengalir terus sehingga
silinder bergerak sampai sisi head, menyebabkan tekanan naik terus akibat
aliran oli yang tak dapat mengalir, maka disini diperlukan alat yang
disebut Relief Valve yang berfungsi untuk menurunkan tekanan oli dengan
jalan mengalirkan oli tersebut ke reservoir lagi
4.2. Standar Untuk Relief Valve
Tidak ada standar untuk relief valve yang sesuai. Sebuah daftar standar
terhadap relief valve, yang sedang dalam proses menjadi sesuai standar ( lihat di
table [2] ).
Hal ini tidak wajib untuk mengikuti standar yang sesuai tetapi jika
produsen memenuhi standar tersebut, dianggap sesuai dengan (Praduga Seni 5
dari PED tentang kesesuaian) PED. Jika produsen sendiri harus membuktikan
bahwa produknya sesuai dengan PED.
Jika Sebagai konsekuensi dari pencapaian kualitas produk sehingga telah
terjadi banyak perubahan mengenai katup pengaman yang lebih signifikan yang
sedang koefisien dalam kondisi tekanan balik discharge. Ketika tekanan balik
melebihi 25% dari tekanan lift penuh, produsen harus memperoleh koefisien katup
pelepasan setelah tes yang dilakukan dalam kondisi backpressure sebenarnya.

Tabel 5.1 Daftar standar ( relief valve) [2]


PrEN Keselamatan perangkat untuk perlindungan terhadap tekanan yang
ISO berlebihan –Bagian 1: katup Keselamatan
4126-1
PrEN Keselamatan perangkat untuk perlindungan terhadap tekanan yang
ISO berlebihan – Bagian 2: perangkat disc Meledak keselamatan
4126-2
PrEN Keselamatan perangkat untuk perlindungan terhadap tekanan yang
ISO berlebihan – Bagian 3: katup Keselamatan dan perangkat disk penuh
4126-3 keselamatan dalam kombinasi
PrEN Keselamatan perangkat untuk perlindungan terhadap tekanan yang
ISO berlebihan –Bagian 4: Pilot katup pengaman dioperasikan
4126-4
PrEN Keselamatan perangkat untuk perlindungan terhadap tekanan yang
ISO D berlebihan – Bagian 5: sistem tekanan keselamatan bantuan
4126-5 Terkendali (CSPRS)
PrEN Keselamatan perangkat untuk perlindungan terhadap tekanan yang
ISO berlebihan – Bagian 6: Aplikasi, pemilihan dan pemasangan
4126-6 perangkat disk ledakan keselamatan
PrEN Keselamatan perangkat untuk perlindungan terhadap tekanan yang
ISO berlebihan –Bagian 7: Data umum
4126-7
Jika bellow diam, katup masih harus membuka dalam 10% dari tekanan
maksimum yang diijinkan peralatan yang dilindungi maka nominal dari prEN ISO
4126-1. Jika katup diatur pada atau dekat dengan tekanan panel dilindungi (seperti
dalam kasus 99% dari aplikasi) cara untuk bertemu dengan persyaratan ini untuk
menginstal piston keseimbangan untuk mendukung bellow.

1. Kode dan Standar


Karena fungsi keselamatan, tekanan katup relief harus sesuai dengan
desain yang sangat ketat. Undang-undang keamanan publik di banyak negara
memerlukan pemeriksaan khusus dan verifikasi kepatuhan terhadap kode sebelum
memungkinkan pengoperasian peralatan yang dipasang.
Yang paling banyak digunakan dan diakui satu kode ini adalah ASME Boiler dan
Pressure Vessel Code. Salah satu fitur kunci dari Kode ASME adalah aturan untuk
perlindungan kelebihan tekanan. Aturan-aturan ini memberikan akreditasi
produsen dan sertifikasi katup pelepas tekanan dengan tes di laboratorium
disetujui. Dengan demikian, spesifikasi simbol Kode ASME dicap tekanan katup
relief menjamin pengguna akhir bahwa kebutuhan kinerja yang ditetapkan dalam
Kode telah di verifikasi.
ISO 4126 memberikan standar desain dan kinerja, tapi ada proses akreditasi
adalah tempat untuk memastikan kepatuhan. Standar lainnya kelompok-kelompok
seperti Nen (Eropa) memberikan spesifikasi alliterative dan aturan kontrol. Aturan
Kode ASME berhubungan dengan tekanan katup pelepas. American Petroleum
Institute (API) Standar dan Fitur Praktik, yang umum diterapkan dalam industri
perminyakan dan petrokimia. Untuk katup pengaman, maka, kode desain umum
adalah American Society of Mechanical Engineers (ASME) dan American
Petroleum Institute (API)

2. Overpressure Pada Relief Valve


Tekanan yanga berlebihan (overpressure ) tidak boleh melebihi 10% dari
tekanan
maksimum yang diperbolehkan overpressure adalah 16% ( dengan menggunakan
perangkat tekanan beberapa bantuan ) atau 21% ( api ), yang diterima sesuai
dengan ASME VIII divisi 1.

BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Setelah penulis melaksanakan Program praktek Industri ( PPI ) di PT.
Petrotech Batam selama 6 bulan dan membuat laporan ini, maka dapat diambil
kesimpulan sebagai berikut :
(a) PT. PETROTECH BATAM sangat mementingkan mutu produksi.
(b) PT. PETROTECH BATAM adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang
Peralatan Control Panel untuk industri Minyak dan Gas, sehingga dapat
bermanfaat bagi semua konsumen yang membutuhkan atau
menggunakannya.
(c) PT. PETROTECH BATAM telah melaksanakan kegiatan operasionalnya
sesuai dengan SOP ( Standart Operational Prosedur ).
(d) Seluruh karyawan PT. PETROTECH BATAM dituntut untuk bekerja dan
menjadi pegawai profesional dengan menunjukan dedikasi kerja sesuai job
description yang telah ditetapkan Perusahaan.
(e) PT. PETROTECH BATAM senantiasa melayani segala keluhan pelanggan
secepat dan seakurat mungkin guna memuaskan para pengguna produk yang
di hasilkan.

5.2. Saran
Pada kesempatan ini, ijinkanlah penulis untuk memberikan beberapa saran
kepada pihak Dunia industri dan pihak kampus yang sekiranya dapat dijadikan
sebagai bahan pertimbangan guna kemajuan di masa yang akan datang.

A. Saran untuk pihak Dunia Industri ( PT. Petrotech Batam )


a. Pelaksanaan Program Praktek Industri ini akan lebih terarah apabila disusun
melalui suatu jadwal yang harus dikerjakan mahasiswa/ mahasiswi selama
melaksanakan Program Praktek Industri ( PPI ).
b. Pihak Dunia Industri diharapkan dapat menyediakan seorang instruktur khusus
yang pada hari- hari tertentu agar dapat memberikan pelajaran teori yang
berhubungan dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan mahasiswa/ mahsiswi
sehingga dapat dimengerti dan memahami pekerjaan yang dilaksanakan.
c. Pihak Dunia Industri supaya dapat lebih banyak memberikan pekerjaan yang
bermanfaat bagi mahsiswa / mahsiswi, agar jam kerja dapat diisi dengan penuh
tanpa ada waktu kosong yang terbuang percuma.
d. Pihak Dunia Industri agar dapat mempertahankan rasa tanggung jawab dalam
menjalankan setiap pekerjaan yang dibebankan.
e. Berikan dan tingkatkan pelayanan yang terbaik demi kepuasan pelanggan
f. PT. Petrotech Batam agar mampu untuk terus meningkatkan segala hal yang
bertujuan untuk lebih mengembangkan segala usaha dalam mencapai terget yang
telah ditetapkan Perusahaan.
B. Saran untuk pihak kampus :
a. Pihak kampus diharapkan dapat lebih memantau kegiatan mahasiswa yang sedang
melaksanakan Program Praktek Industri ( PPI ) secara intensif sehingga segala
kesulitan yang timbul dapat dipecahkan bersama.
b. Utamakan rasa bertanggung jawab dalam memonitoring mahasiswa PPI.

DAFTAR PUSTAKA

1. http://media.diknas.go.id/media/document/3080.pdf
2. Suryo H., System Automation Technology, Design
3. Institute for Emergency Relief Systems, DIERS, AIChE, New York, 1992.