Anda di halaman 1dari 3

Nama : Vincent Arya Putra

NIM : K011201201

Mata Kuliah : Kewarganegaraan

DINAMIKA DAN TANTANGAN DEMOKRASI YANG BERSUMBER DARI


PANCASILA

Demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu demos yang berarti rakyat dan cratos atau
cratein yang berarti pemerintahan atau kekuasaan. Jadi, demos-cratein atau demos-cratos
berarti pemerintahan rakyat atau kekuasaan rakyat. Indonesia.

Negara Indonesia merupakan negara yang berkomitmen untuk menjadikan demokrasi


berkembang di negara ini. Hal ini disebabkan, demokrasi memiliki pemahaman bahwa setiap
individu sangat dihargai keberadaannya dalam berpartisipasi menjalankan kehidupan
bernegara secara luas dan maksimal. Melalui pemahaman tersebut, dapat diketahui bahwa
negara Indonesia sangat menghargai keberadaan rakyatnya.

Indonesia pernah mengalami dinamika ketatanegaraan seiring dengan berubahnya


konstitusi yang dimulai sejak berlakunya UUD 1945 (I), Konstitusi RIS 1949, UUDS 1950,
kembali ke UUD 1945 (II) dan akhirnya kembali dengan mengamandemen UUD 1945
sebanyak empat kali. Perihal demokrasi, dapat diamati dari fungsi dan peran lembaga
permusyawaratan dan perwakilan rakyat menurut UUD NRI Tahun 1945, yakni Majelis
Permusyawaratan Rakyat (MPR), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan Dewan Perwakilan
Daerah (DPD).

1. Majelis Permusayatan Rakyat


Amandemen UUD 1945 dilakukan pula terhadap ketentuan tentang lembaga
permusyawaratan rakyat, yaitu MPR. Sebelum perubahan, MPR merupakan
lembaga tertinggi negara. Setelah dilakukannya perubahan, maka secara mendasar
dalam sistem ketatanegaraan. Perubahan dari sistem vertikalhierarkis dengan
prinsip supremasi MPR menjadi sistem yang horizontal fundamental dengan
prinsip checks and balances (saling mengawasi dan mengimbangi) antarlembaga
negara. Dalam pemilihan, MPR mempunyai kewenangan yaitu melantik Presiden
dan Wakil Presiden (Pasal 3 Ayat (2) UUD 1945). Kewenangan lain yang muncul
berdasarkan ketentuan Pasal 3 Ayat (3) UUD 1945 adalah MPR berwenang
memberhentikan presiden dan/atau wakil presiden dalam masa jabatannya menurut
UUD.
2. Dewan Perwakilan Rakyat
Setelah Amendemen perubahan yang terjadi pada DPR adalah penambahan
ketentuan mengenai pemilihan anggota DPR. Dua ketentuan lainnya, yakni susunan dan
masa sidang DPP tetap tidak berubah.

Fungsi DPR ada tiga, yaitu:

a. Fungsi legislasif (membentuk undang-undang).

b. Fungsi anggaran (menyusun & menetapkan APBN bersama presiden).

c. Fungsi pengawasan (pengawasan pelaksanaan UUD)

DPR mempunyai hak interpelasi (meminta keterangan kepada pemerintah mengenai


kebijakan pemerintah), hak angket (penyelidikan terhadap kebijakan pemerintah, dan hak
menyatakan pendapat (menyatakan pendapat terhadap kebijakan pemerintah).

3. Dewan Perwakilan Daerah


Ketentuan mengenai Dewan Perwakilan Daerah (DPD) merupakan hal baru dalam
UUD 1945. Ketentuan ini diatur dalam bab tersendiri dan terdiri atas dua pasal, yaitu Pasal
22 C dengan 4 ayat dan Pasal 22 D dengan 4 ayat.
Sistem perwakilan di Indonesia merupakan sistem yang khas. Sebab di samping
terdapat DPR sebagai lembaga perwakilan berdasarkan aspirasi rakyat, juga ada DPD
sebagai lembaga penampung aspirasi daerah. Kemudian, yang menjadi tantangannya yaitu
Pancasila yang tengah melakukan konsolidasi untuk membantu demokrasi menuju
demokrasi yang matang (maturation democracy)

Demokrasi Indonesia adalah demokrasi yang berdasar Pancasila dan UUD 1945 yang
dalam arti luas adalah kedaulatan atau kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat yang
dimana demokrasi Indonesia juga telah mengalami dinamika perubahan-perubahan fungsi
dan perannya serta tantangannya yaitu Pancasila digunakan sebagai konsolidasi untuk
menuju demokrasi yang matang.
Daftar Pustaka

Jaran. 2017. DEMOKRASI INDONESIA. http://blog-kumpulan-


makalah.blogspot.com/2017/09/makalah-demokrasi-indonesia_27.html. Diakses pada 12
Oktober 2020

Mipi. Raya. 2018. DEMOKRASI PANCASILA.


http://tanyauniputai.blogspot.com/2018/06/makalah-demokrasi-pancasila.html. Diakses
pada 12 Oktober 2020

Anda mungkin juga menyukai