Anda di halaman 1dari 8

SKENARIO ROLEPLAY PADA KASUS 4

Pemain :
Figo Rahmadia : Pasien
Haniifa Waila Musafri : Perawat 1
Indah Novia Hendra : Ketua tim (katim)
Ranti Rahyuliani Putri : Perawat 2
Regina Dwi Handani : Istri Pasien

Ilustrasi kasus :
Pada suatu hari, di sebuah rumah sakit terdapat seorang pasien bernama Tn. F yang
berusia 58 tahun. Tn. F dirawat di ruang rawat neurologi, karena menderita stroke. Tn.F tampak
terbaring di tempat tidur, ditemani istrinya. Saat perawat bertanya ke Tn.F tentang keluhannya,
ternyata Tn.F tidak bisa berbicara dengan jelas karena pelo. Istri Tn.F bercerita bahwa tubuh
sebelah kiri Tn.F lumpuh, tidak bisa turun dari tempat tidur, semua aktifitas baik makan, minum,
kebersihan diri dibantu istrinya. Tampak mulut Tn.F agak mencong, mulut/gigi agak kotor, baju
Tn.F belum sempat diganti, badan agak bau dan tampak kurang bersih. Istri Tn.F mengatakan
suaminya belum mandi selama 3 hari karena sabun mandinya habis belum sempat beli serta baju
gantinya belum sempat diantar anaknya.
Hasil pemeriksaan: TD= 130/80 mmHg, nadi=82 x/menit, nafas = 20 x/menit.

Fase Pengkajian :

Pagi hari pukul 08.00, perawat mengunjungi pasien.....

Perawat 1& 2 : “Assalamualaikum…. Selamat siang bapak ibuk…” (sambil tersenyum)


Istri pasien : “Waalaikumsalam…. Selamat siang ners…” (sambil tersenyum)
“Silahkan masuk ners” (mempersilahkan perawat masuk)
Pasien : (diam dan memperhatikan)
Perawat 1 : “Terimakasih buk…”
“Perkenalkan bapak ibuk, nama saya Haniifa dan rekan saya Ranti”,
“kami disini sebagai perawat yang akan membantu merawat bapak dari pukul
08.00 sampai pukul 14.00 nanti”. “Baiklah bapak ibuk, kalau boleh saya tahu
nama bapak siapa dan umur bapak berapa?”
Istri pasien : “Nama suami saya Tn. Figo ners, ia berumur 58 tahun ners”
Perawat 1 : “Baik ibuk, kalau boleh saya melihat gelang identitas pasien sebentar ya buk…”
Perawat 2 : (mencatat data identitas pasien)
Istri pasien : “Oh, silahkan ners…”
Perawat 1 : “Baiklah bapak ibuk,, untuk mempermudah dan memperlancar proses perawatan
bapak di sini, saya akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada bapak dan ibu
yang akan berlangsung selama 15 menit. Apakah bapak dan ibu bersedia?”
(sambil tersenyum)
Istri pasien : “Bersedia ners…. Silahkan ners….”
Pasien : (diam dan berusaha menganggukkan kepala)
Perawat 1 : (melihat kearah pasien) “Baiklah bapak, saya ingin mengajukan beberapa
pertanyaan kepada bapak. Sebelum di rawat di rumah sakit ini, Apa saja keluhan
yang bapak rasakan?” (sambil memperhatikan pasien)
Pasien : (berusaha untuk menjawab)
Istri pasien : “Maaf ners, suami saya tidak bisa berbicara dengan jelas ners”.
Perawat 1 : “Kalau boleh saya tau, kenapa bapak tidak bisa berbicara dengan jelas buk?”
Istri pasien : “Suami saya menderita stroke ners, dan tidak bisa bicara dengan jelas karena
pelo ners, tubuh suami saya yang sebelah kiri mengalami lumpuh ners, ia juga
tidak bisa turun dari tempat tidur, semua aktifitas baik makan, minum,
kebersihan diri selalu dibantu oleh saya ners”.
Perawat 1 : (melihat dan memperhatikan keadaan pasien) “Oh begitu buk, kalau boleh ibuk
saya ingin melihat bapak sebentar ibuk”
Istri pasien : “Silahkan ners…”
Perawat 1 : “Maaf ibuk, saya lihat mulut bapak agak moncong, mulut/ gigi bapak juga agak
kotor ibuk”. “Dan baju bapak belum sempat diganti, badan agak bau, serta
tampak kurang bersih, apa benar buk?”
Istri pasien : “Benar ners, suami saya belum mandi selama 3 hari ini ners, karena sabun
mandinya habis belum sempat beli serta baju gantinya belum sempat diantar
oleh anak saya ners”.
Perawat 1 : “Oh begitu…”
Istri pasien : (diam dan menunduk)
Perawat 2 : (mencatat keluhan serta pengkajian perawat 1)
Perawat 1 : “Baiklah ibuk, untuk saat ini saya cukupkan dulu sampai disini ya buk, nanti
kira- kira sekitar 2 jam lagi, kami akan kembali lagi ke sini setelah berkonsultasi
terlebih dahulu dengan ketua tim untuk melakukan tindakan keperawatan yang
diperlukan dalam membantu penyembuhan bapak ya buk”. “Apakah ibuk ada
pertanyaan?”
Istri pasien : “Baik ners…”. “Tidak ners….”
Perawat 1 : “Kalau begitu, kami permisi dulu ya buk. Jika ibuk memerlukan bantuan kami,
ibu bisa mencari kami di ruang perawat ya buk, terimakasih ibu dan bapak,
selamat pagi….”. (tersenyum ramah dan meninggalkan ruangan)
Istri pasien : “Baik ners, selamat pagi juga ners….” (tersenyum)

Fase Diagnosis Keperawatan :

Pagi hari pukul 08.30, perawat berkonsultasi dengan ketua tim….

Perawat 1 : “Assalamualaikum buk, maaf sebelumnya mengganggu waktunya buk. Apakah


ini benar dengan katim indah?”
Katim : “Waalaikumsalam, iya benar”. “Silahkan duduk…”
Perawat 1 : “Terimakasih buk….”
“Perkenalkan buk, saya perawat Haniifa dari ruang neurologi, ingin melaporkan
keadaan pasien yang bernama Tn. Figo, umur 58 tahun, berdasarkan pengkajian
yang telah saya lakukan sebelumnya, didapatkan pasien tidak bisa berbicara
dengan jelas karena pelo, istri pasien mengatakan bahwa pasien mengalami
lumpuh pada tubuh sebelah kiri, tidak bisa turun dari tempat tidur, semua
aktivitas baik makan, minum, kebersihan diri dibantu istrinya, tampak mulut
pasien agak mencong, mulut/ gigi agak kotor, baju pasien belum sempat diganti,
badan agak bau, dan tampak kurang bersih”.
Katim : “Oh begitu, baik ners, lalu?”
Perawat 1 : “Berdasarkan data tersebut, saya mendapatkan diagnosis keperawatan bahwa
pasien mengalami gangguan mobilitas fisik, defisit perawatan diri dan gangguan
komunikasi verbal buk”.

Fase Intervensi Keperawatan :

Katim : “Kalau begitu ners, berdasarkan diagnosis keperawatan tersebut apa intervensi
yang akan ners lakukan terhadap pasien tersebut ners?”
Perawat 1 : “Saya akan memberikan dukungan mobilisasi, dukungan perawatan diri,, dan
promosi komunikasi deficit bicara buk. Kalau menurut pendapat ibuk,
bagaimana sebaiknya ya buk?”
Katim : “Nah ners, menurut saya intervensi ners sudah sesuai, akan tetapi jika saya boleh
menambahkan ners, untuk dukungan mobillisasi lakukan latihan aktifitas
mobilisasi dengan alat bantu misalnya membantu pasien bergerak dengan
berpegang pada pagar tempat tidur, untuk dukungan perawatan diri lakukan
perawatan diri seperti kebersihan diri, berpakaian, dan makan, untuk promosi
komunikasi deficit bicara gunakan metode komunikasi alternative seperti
berkedip”.
Perawat 1 : “Baik buk, saya ulangi rekomendasi dari ibuk. Untuk dukungan mobillisasi
lakukan latihan aktifitas mobilisasi dengan alat bantu misalnya membantu pasien
bergerak dengan berpegang pada pagar tempat tidur, untuk dukungan perawatan
diri lakukan perawatan diri seperti kebersihan diri, berpakaian, dan makan, untuk
promosi komunikasi deficit bicara gunakan metode komunikasi alternative
seperti berkedip”.
Katim : “Ya ners, benar…”
Perawat 1 : “Kalau begitu buk, bolehkah rekan perawat saya membantu dalam melaksanakan
intervensi tersebut buk?”
Katim : “Oh silahkan ners…”
Perawat 1 : “Baik buk, terima kasih atas waktunya buk, Assalamualaikum…..”
Katim : “Waalaikumsalam….”

Perawat meninggalkan ruang katim dan menemui perawat 2….

Perawat 1 : “Ners, setelah berbicara dengan katim tadi, katim menyarankan tindakan, untuk
dukungan mobillisasi lakukan latihan aktifitas mobilisasi dengan alat bantu
misalnya membantu pasien bergerak dengan berpegang pada pagar tempat tidur,
untuk dukungan perawatan diri lakukan perawatan diri seperti kebersihan diri,
berpakaian, dan makan, untuk promosi komunikasi deficit bicara gunakan
metode komunikasi alternative seperti berkedip. Oleh karena itu, saya ingin
meminta tolong kepada ners untuk melakukan tindakan yang direkomendasikan
oleh katim tadi ners, apakah ners bersedia?”
Perawat 2 : “Oh begitu, baiklah ners, saya bersedia….”
Perawat 1 : “Terimakasih ners….”
Perawat 2 : “Sama- sama ners….”

Fase Implementasi Dan Evaluasi :

Pagi hari pukul 10.00, perawat mengunjungi pasien kembali untuk melakukan tindakan….

Perawat 1 & 2 : “Assalamualaikum…..” (tersenyum)


Istri pasien : “Waalaikumsalam ners….” (tersenyum)
Perawat 1 : “Baiklah ibu, sesuai perjanjian yang telah disepakati sebelumnya, kita akan
melakukan tindakan keperawatan yang disarankan oleh ketua tim saya”.
“Tindakan terapi ini akan dijelaskan dan dibantu oleh rekan saya ini, karena saya
harus melanjutkan pekerjaan saya yang lainnya terlebih dahulu ya buk”.
Perawat 2 : (tersenyum)
Istri pasien : “Oh begitu, baik ners…”
Perawat 1 : “Baiklah ibu, saya permisi terlebih dahulu ya bu…”
Istri pasien : “Iya ners….”
Perawat 1 meninggalkan ruang rawat pasien dan perawat 2 memulai tindakan….

Perawat 2 : “Baiklah ibu dan bapak, saya akan memperkenalkan diri saya kembali, saya
perawat Ranti, saya disini akan membantu bapak untuk melakukan tindakan
terapi yang bertujuan untuk membantu kesembuhan pasien. Saya akan
melakukan 3 tindakan keperawatan yaitu latihan terapi gerakan fisik, perawatan
diri seperti mandi, dan latihan terapi berbicara secara mandiri di mulai dengan
terapi A, I, U, E, O. Latihan terapi ini akan berlangsung selama 45 menit.
Apakah bapak dan ibu bersedia?”
Pasien : (berusaha menganggukan kepala)
Istri pasien : “Kami bersedia sus…”
Perawat 2 : “Baiklah bapak dan ibu, sebelum melakukan tindakan tersebut saya akan
mempersiapkan alat- alat yang akan diperlukan dan kemudian melakukan
pemeriksaan tanda vital pada bapak terlebih dahulu ya buk”.
Istri pasien : “Baik sus….”

Perawat 2 melakukan pemeriksaan tanda vital pada pasien….

Perawat 2 : “Baik ibu dan bapak, setelah saya melakukan pemeriksaan tanda vital,
didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg, nadi=82 x/menit, dan nafas = 20
x/menit, pemeriksaan bapak, Alhamdulillah normal ya buk”.
Istri pasien : “Alhamdulillah sus….”
Perawat 2 : “Selanjutnya saya akan membantu bapak dan mengaajarkan ibu untuk
melakukan prosedur tindakan mobilisasi menggunakan alat bantu berupa tongkat
ya pak”

Perawat 2 membantu pasien dan mengajarkan kepada istri pasien menggunakan tongkat….

Perawat 2 : “Baiklah ibu dan bapak, tindakan perawatan pertama telah selesai dilakukan,
selanjutnya saya akan membantu bapak dan mengajarkan ibu untuk melakukan
tindakan perawatan diri yaitu mandi ya pak buk”
Perawat 2 melakukan dan mengajarkan istri pasien tindakan perawatan diri : mandi….

Perawat 2 : “Baik bapak dan ibu, tindakan kedua telah selesai dilakukan, selanjutnya saya
akan membantu bapak dan mengajarkan ibu untuk melakukan terapi bicara ya
pak”. “Coba bapak ikuti ucapan yang saya ucapkan ya pak”. “Coba sebut Aaaa
pak….”
Pasien : “Aaa……”
Perawat 2 : “Bagus bapak, coba sebutkan Iiii….Uuuu….Eeee….Oooo”
Pasien : “Iiii…Uuuu….Eeee….Oooo…..”
Perawat 2 : “Bagus sekali pak”. “Baiklah bapak dan ibu, tindakan ketiga juga telah selesai
dilakukan ya pak buk”. “ketiga tindakan ini, juga bisa ibu atau anak ibu lakukan
pada bapak untuk membantu bapak agar bisa cepat pulih dan bisa kembali lagi
seperti semula ya buk, akan tetapi jangan terlalu dipaksakan juga ya buk, untuk
latihan gerakan fisik tadi ibu bisa lakukan sekali dalam 4 jam atau 3 kali dalam
sehari ya buk, untuk tindakan perawatan diri mandi, ibu bisa membantu pasien
untuk melakukan mandi min 2 kali dalam sehari ya buk, serta untuk tindakan
ketiga terapi bicara ibu bisa lakukan sesering mungkin agar bapak dapat terbiasa
dalam berbicara ya buk”.
Pasien : (menganggukkan kepala)
Istri pasien : “Iya sus, terimakasih sus…”
Perawat 2 : “sama- sama ibu….”
Fase Terminasi :
Perawat membersihkan alat- alat yang telah di pakai….

Perawat 2 : “Baiklah bapak dan ibu, bagaimana perasaan bapak dan ibu setelah melakukan
tindakan terapi tadi pak buk?”
Pasien : (mengangguk dan berusaha tersenyum)
Istri pasien : “Kami merasa lebih baik sus, saya merasa suami saya akan cepat sembuh, dan
saya akan selalu berada di sisi suami saya serta membantunya agar bisa kembali
seperti semula”.
Perawat : “Baiklah kalau begitu ibu dan bapak, sesuai perjanjian tindakan latihan terapi
tadi yaitu sekitar 45 menit. Dan sekarang sudah 45 menit, bapak dan ibu bisa
beristirahat sekarang, saya pamit undur diri. Terima kasih atas kerjasamanya
bapak dan ibu. Saya harap bapak bisa cepat sembuh dan dapat beraktifitas
kembali seperti dahulu ya pak buk. Jika bapak ibu, memerlukan bantuan saya,
ibu dan bapak bisa mencari saya di ruang perawat ya pak… buk…”
Istri pasien : “Baik sus, terimakasih sus….”
Pasien : (menganggukkan kepala)
Perawat : “sama- sama pak buk….”

Perawat pergi meninggalkan pasien dan istri pasien…..

TAMAT

Anda mungkin juga menyukai