Anda di halaman 1dari 30

BAB VI

PROGRAM MUATAN LOKAL, EKSTRAKURIKULER, PENUMBUHAN


KARAKTER, LITERASI DAN BIMBINGAN KONSELING,

A. MUATAN LOKAL
1. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup muatan lokal adalah sebagai berikut.
1. Lingkup keadaan dan kebutuhan daerah.
Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah
tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam,
lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya.
Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh
masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan
peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan
dengan arah perkembangan daerah serta potensidaerah yang
bersangkutan. Kebutuhan daerah tersebut adalah seperti kebutuhan
untuk:
a) melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah;

b) meningkatkan kemampuan dan keterampilan di bidang tertentu


sesuai dengan keadaan perekonomian daerah;

c) meningkatkan penguasaan Bahasa Inggris untuk keperluan peserta


didik dan untuk mendukung pengembangan potensi daerah, seperti
potensi pariwisata; dan

d) meningkatkan kemampuan berwirausaha.

2. Lingkup isi/jenis muatan lokal.


Lingkup isi/jenis muatan lokal dapat berupa: bahasa daerah,
bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah,
adat istiadat, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan
alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu untuk pengembangan
potensi daerah yang bersangkutan.

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 113


2. PRINSIP PENGEMBANGAN
Pengembangan muatan lokal perlu memperhatikan beberapa
prinsip pengembangan sebagai berikut.
1. Utuh
Pengembangan pendidikan muatan lokal dilakukan berdasarkan
pendidikan berbasis kompetensi, kinerja, dan kecakapan hidup.
2. Kontekstual
Pengembangan pendidikan muatan lokal dilakukan berdasarkan
budaya, potensi, dan masalah daerah.
3. Terpadu
Pendidikan muatan lokal dipadukan dengan lingkungan satuan
pendidikan, termasuk terpadu dengan dunia usaha dan industri.
4. Apresiatif
Hasil-hasil pendidikan muatan lokal dirayakan (dalam bentuk
pertunjukkan, lomba-lomba, pemberian penghargaan) di level satuan
pendidikan dan daerah.
5. Fleksibel
Jenis muatan lokal yang dipilih oleh satuan pendidikan dan
pengaturan waktunya bersifat fleksibel sesuai dengan kondisi dan
karakteristik satuan pendidikan.
6. Pendidikan Sepanjang Hayat
Pendidikan muatan lokal tidak hanya berorientasi pada hasil belajar,
tetapi juga mengupayakan peserta didik untuk belajar secara terus-
menerus.
7. Manfaat
Pendidikan muatan lokal berorientasi pada upaya melestarikan dan
mengembangkan budaya lokal dalam menghadapi tantangan global.

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 114


3. STRATEGI PENGEMBANGAN MUATAN LOKAL
Terdapat dua strategi dalam pengembangan muatan lokal, yaitu:
1. Dari bawah ke atas (bottom up)
Penyelenggaraan pendidikan muatan lokal dapat dibangun secara
bertahap tumbuh di dan dari satuan-satuan pendidikan. Hal ini berarti
bahwa satuan pendidikan diberi kewenangan untuk menentukan jenis
muatan lokal sesuai dengan hasil analisis konteks. Penentuan jenis
muatan lokal kemudian diikuti dengan penyusunan kurikulum yang
sesuai dengan identifikasi kebutuhan dan/atau ketersediaan sumber
daya pendukung. Jenis muatan lokal yang sudah diselenggarakan
satuan pendidikan kemudian dianalisis untuk mencari dan
menentukan bahan kajian umum/ besarannya.
2. Dari atas ke bawah (top down)
Pada tahap ini pemerintah daerah) sudah memiliki bahan kajian
muatan lokal yang diidentifikasi dari jenis muatan lokal yang
diselenggarakan satuan pendidikan di daerahnya. Tim pengembang
muatan lokal dapat menganalisis core and content dari jenis muatan
lokal secara keseluruhan. Setelah core and content umum ditemukan,
maka tim pengembang kurikulum daerah dapat merumuskan
rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk membuat kebijakan
tentang jenis muatan lokal yang akan diselenggarakan di daerahnya.

4. TAHAPAN PENGEMBANGAN MUATAN LOKAL


Muatan Lokal dikembangkan melalui tahapan sebagai berikut:
1. Melakukan identifikasi dan analisis konteks kurikulum.
Identifikasi konteks kurikulum meliputi analisis ciri khas, potensi,
keunggulan, kearifan lokal, dan kebutuhan/tuntutan daerah. Metode
identifikasi dan analisis disesuaikan dengan kemampuan tim.

2. Menentukan jenis muatan lokal yang akan dikembangkan.


Jenis muatan lokal meliputi empat rumpun muatan lokal yang merupakan
persinggungan antara budaya lokal (dimensi sosio-budaya-politik),
kewirausahaan, pra-vokasional (dimensi ekonomi), pendidikan
lingkungan, dan kekhususan lokal lainnya (dimensi fisik).

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 115


a. Budaya lokal mencakup pandangan-pandangan yang mendasar, nilai-
nilai sosial, dan artifak-artifak (material dan perilaku) yang luhur yang
bersifat local.

b. Kewirausahaan dan pra-vokasional adalah muatan lokal yang


mencakup pendidikan yang tertuju pada pengembangan potensi jiwa
usaha dan kecakapannya.

c. Pendidikan lingkungan & kekhususan lokal lainnya adalah mata


pelajaran muatan lokal yang bertujuan untuk mengenal lingkungan
lebih baik, mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan, dan
mengembangkan potensi lingkungan.

d. Perpaduan antara budaya lokal, kewirausahaan, pra-vokasional,


lingkungan hidup, dan kekhususan lokal lainnya yang dapat
menumbuhkan suatu kecakapan hidup.

3. Menentukan bahan kajian muatan lokal


Kegiatan ini pada dasarnya untuk mendata dan mengkaji berbagai
kemungkinan muatan lokal yang dapat diangkat sebagai bahan kajian
sesuai dengan dengan keadaan dan kebutuhan satuan pendidikan.
Penentuan bahan kajian muatan lokal didasarkan pada kriteria berikut:
a. Kesesuaian dengan tingkat perkembangan peserta didik;
b. Kemampuan guru dan ketersediaan tenaga pendidik yang diperlukan;
c. Tersedianya sarana dan prasarana;
d. Tidak bertentangan dengan agama dan nilai luhur bangsa;
e. Tidak menimbulkan kerawanan sosial dan keamanan;
f. Kelayakan yang berkaitan dengan pelaksanaan di satuan pendidikan;
g. Karakteristik yang sesuai dengan kondisi dan situasi daerah;
h. Komponen analisis kebutuhan muatan lokal (ciri khas, potensi,
keunggulan, dan kebutuhan/tuntutan);
i. Mengembangkan kompetensi dasar yang mengacu pada kompetensi
inti;
j. Menyusun silabus muatan lokal.

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 116


5. LANGKAH PELAKSANAAN MUATAN LOKAL
Berikut adalah rambu-rambu pelaksanaan pendidikan muatan lokal di
satuan pendidikan:
1. Muatan lokal diajarkan pada setiap jenjang kelas mulai dari tingkat pra
satuan pendidikan hingga satuan pendidikan menengah. Khusus pada
jenjang pra satuan pendidikan, muatan lokal tidak berbentuk sebagai
mata pelajaran.

2. Muatan lokal dilaksanakan sebagai mata pelajaran tersendiri dan/atau


bahan kajian yang dipadukan ke dalam mata pelajaran lain dan/atau
pengembangan diri.

3. Alokasi waktu adalah 3 jam/minggu jika muatan lokal berupa mata


pelajaran khusus muatan lokal.

4. Muatan lokal dilaksanakan selama satu semester atau satu tahun atau
bahkan selama tiga tahun.

5. Proses pembelajaran muatan lokal mencakup empat aspek (kognitif,


afektif, psikomotor, dan action).

6. Penilaian pembelajaran muatan lokal mengutamakan unjuk kerja,


produk, dan portofolio.

7. Satuan pendidikan dapat menentukan satu atau lebih jenis bahan kajian
mata pelajaran muatan lokal.

8. Penyelenggaraan muatan lokal disesuaikan dengan potensi dan


karakteristik satuan pendidikan.

9. Satuan pendidikan yang tidak memiliki tenaga khusus untuk muatan lokal
dapat bekerja sama atau menggunakan tenaga dengan pihak lain.

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 117


Mengacu pada dasar tersebut penetapan mulok SMK Nahdlatuth Thalabah
Wuluhan Jember ditentukan sebagai berikut :

a. Bahasa Daerah (Jawa)


Muatan lokal Bahasa Jawa sebagai bahan kajian yang membentuk
pemahaman terhadap potensi di daerah tempat tinggalnya bermanfaat
untuk memberikan bekal sikap, pengetahuan, dan keterampilan kepada
peserta didik agar:
1. Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam,
sosial, dan budayanya;

2. Memiliki bekal kemampuan dan keterampilan serta


pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun
lingkungan masyarakat pada umumnya; dan

3. Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-


nilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan
mengembangkan nilai-nilai luhur budaya.

4. Sebagai upaya mempertahankan nilai-nilai budaya (Jawa)


masyarakat setempat dalam wujud komunikasi dan apresiasi sastra
dengan tujuan

a) Mengembangkan kemampuan berbudaya Jawa.


b) Memupuk kemampuan dalam berbahasa Jawa.
c) Meningkatkan kepekaan dan penghayatan terhadap karya sastra
Jawa.
d) Mengembangkan dan melestarikan hasil kreasi budaya Jawa.

b. Aqidah Akhlaq (Kajian Kitab Ta’lim Muta’alim)


Muatan lokal Aqidah Akhlaq (Kajian Kitab Ta’lim Muta’alim) sebagai bahan
kajian yang membentuk pemahaman terhadap penataan akhlaqul karimah
peserta didik yang bermanfaat untuk memberikan bekal sikap,
pengetahuan, dan keterampilan kepada peserta didik agar:

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 118


1. Memiliki motivasi niat yang besar dalam
menuntut ilmu antara lain mencari rida Allah, menghilangkan
kebodohan atau ketidaktahuan dari diri sendiri dan orang lain (ketika
nanti telah mengajarkan kepada orang), menghidupkan agama dan
menjaga kelestarian Islam. Menuntut ilmu juga sebagai ekspresi syukur
atas nikmat akal dan kesehatan.
2. Membentuk sikap hormat atau takzim
guru. Hal ini merupakan bagian dari ta’zhim al-‘ilm atau mengagungkan
ilmu. Menghormati seseorang karena keilmuannya adalah bagian dari
menghormati ilmu. Termasuk dalam hal ini, pelajar dianjurkan menjaga
dan memuliakan buku atau kitab yang dipelajarinya.
3. Memiliki motivasi belajar tekun dan
melaksanakan musyawarah, mudzakarah serta debat ilmiah.
4. Memiliki sikap dan perilaku yang selaras
dengan nilai-nilai/aturan-aturan sesuai dengan syariat islam dan
mengembangkan nilai-nilai luhur keislaman.

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 119


B. KEGIATAN EKSTRA KURIKUKER
A. TUJUAN
Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta
didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan
kebutuhan, bakat, minat, kreativitas, kompetensi dan kebiasaan dalam
kehidupan, kemandirian, kemampuan sosial, kemampuan belajar,
wawasan dan perencanaan karir dan kemampuan pemecahan masalah
setiap peserta didik sesuai dengan kondisi Sekolah. Kegiatan
pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru.
atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan
ekstrakurikuler.
B. BENTUK PELAKSANAAN
Bentuk pelaksanan dan waktunya ada 2 macam yaitu :
1) Terprogram
Kegiatan ekstrakurikuler
Waktu dan jadwal kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan,
substansi dan kompetensi yang akan dicapai, serta situasi dan
kondisi sekolah.
2) Tidak Terprogram
a) Rutin, yakni yang sifatnya pembentukan perilaku secara terus
menerus
b) Terjadwal yaitu : Doa bersama sebelum memulai KBM, upacara
bendera 17 Agustus, sholat berjamaah, imtaq, tadarus
(ibadah), kebersihan dan lain – lain.
c) Spontan, yakni perilaku terpuji dalam kejadian khusus, yaitu :
memberi salam, ungkapan terpuji dan mengatasi masalah yang
dihadapi
d) Keteladanan, yakni perilaku yang dapat dijadikan contoh oleh
orang lain sebagai model

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 120


a) Ekstrakurikuler
1) Pramuka
Tujuan :
1. Sebagai wahana untuk berlatih berorganisasi
2. Melatih siswa agar terampil dan mandiri
3. Melatih siswa untuk mempertahankan hidup
4. Mengembangkan jiwa social dan peduli kepada orang lain
5. Melatih siswa untuk menyelesaikan masalah dengan cepat

2) Olimpiade Training Center


Tujuan :
Mempersiapkan peserta didik untuk menjadi tutor sebaya di kelasnya
masing – masing, melatih peserta didik memecahkan masalah yang
berat dan mempersiapkan peserta didik mengikuti olimpiade yang
diadakan pemerintah/perguruan tinggi.
c. Pembiasaan mental spiritual atau keagamaan bertujuan :
1) Menjadi wahana mengamalkan amaliyah keagamaan .
2) Doktrin pembiasaan terhadap budaya pesantren.
3) Upaya untuk membentengi peserta didik dari pengaruh faham yang
menyesatkan, Adapun pembinaan mental ini dapat dilaksanakan
melalui:
a) Pembiasaan Membaca dan Menulis Al-Qur’an (BTA)
b) Pembiasaan ASWAJA
c) Amal ibadah
d) Peringatan hari besar Islam
e) Penyuluhan tentang : HIV/AIDS dan penyalahgunaan Narkoba,
Trafiking, kesehatan reproduksi.
f) Penyuluhan tentang Tertib berlalu-lintas.
d. Kepemimpinan dan keorganisasian meliputi :
1) Organisasai Siswa Intra Sekolah (OSIS)
2) Pramuka

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 121


e. Life Skill :
1) Keterampilan Menjahit Perca dan Kain Sifon
2) Keterampilan Menjahit Konveksi
f. Keolahragaan meliputi :
1) Bola Voli
2) Futsal
3) Sepak bola
g. Seni
1) Seni Baca Al-Qur’an
2) Seni Musik Islami
3) Seni Musik Modern
h. Sanggar Belajar
1) Matematika
2) IPA
3) Bahasa Inggris

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 122


C. PENUMBUHAN KARAKTER
1. RASIONAL
Pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi
pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelec) dan tubuh anak. Bagian-
bagian itu tidak boleh dipisahkan agar kita dapat memajukan
kesempurnaan hidup anak-anak kita. Demikian dinyatakan oleh Kihajar
Dewantara.
Oleh karena itu, transformasi pendidikan nasional Indonesia harus
menempatkan karakter sebagai ruh atau dimensi terdalam pendidikan
nasional berdampingan dengan intelektualitas yang tercermin dalam
kompetensi yang dapat diwujudkan. Dengan karakter yang kuat-tangguh
beserta kompetensi yang tinggi, yang dihasilkan oleh pendidikan yang baik,
pelbagai kebutuhan, tantangan, dan tuntutan baru dapat dipenuhi atau
diatasi. Oleh karena itu, selain pengembangan intelektualitas,
pengembangan karakter peserta didik sangatlah penting menempatan
potensi-potensi intelektual dan karakter peserta didik sebagai tujuan.
Selain itu, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional telah menegaskan bahwa “Pendidikan nasional
berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik
agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

2. LIMA NILAI UTAMA


Lima nilai utama karakter yang saling berkaitan membentuk jejaring
nilai yang perlu dikembangkan sebagai prioritas Gerakan PPK. Kelima nilai
utama karakter bangsa yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1) Religius, Nilai karakter religius mencerminkan keberimanan terhadap
Tuhan yang Maha Esa yang diwujudkan dalam perilaku melaksanakan
ajaran agama dan kepercayaan yang dianut, menghargai perbedaan
agama, menjunjung tinggi sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 123


agama dan kepercayaan lain, hidup rukun dan damai dengan pemeluk
agama lain. Nilai karakter religius ini meliputi tiga dimensi relasi
sekaligus, yaitu hubungan individu dengan Tuhan, individu dengan
sesama, dan individu dengan alam semesta (lingkungan).
2) Nasionalis, Nilai karakter nasionalis merupakan cara berpikir, bersikap,
dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan
penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial,
budaya, ekonomi, dan politik bangsa, menempatkan kepentingan
bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Subnilai
nasionalis antara lain apresiasi budaya bangsa sendiri, menjaga
kekayaan budaya bangsa,rela berkorban, unggul, dan berprestasi, cinta
tanah air, menjaga lingkungan,taat hukum, disiplin, menghormati
keragaman budaya, suku,dan agama.
3) Mandiri, Nilai karakter mandiri merupakan sikap dan perilaku tidak
bergantung pada orang lain dan mempergunakan segala tenaga,
pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi dan cita-cita.
Subnilai mandiri antara lain etos kerja (kerja keras), tangguh tahan
banting, daya juang, profesional, kreatif, keberanian, dan menjadi
pembelajar sepanjang hayat.
4) Gotong Royong; Nilai karakter gotong royong mencerminkan tindakan
menghargai semangat kerja sama dan bahu membahu menyelesaikan
persoalan bersama, menjalin komunikasi dan persahabatan, memberi
bantuan/pertolongan pada orang-orang yang membutuhkan. Subnilai
gotong royong antara lain menghargai, kerja sama, inklusif, komitmen
atas keputusan bersama, musyawarah mufakat, tolongmenolong,
solidaritas, empati, anti diskriminasi, anti kekerasan, dan sikap
kerelawanan.
5) Integritas, Nilai karakter integritas merupakan nilai yang mendasari
perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai
orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan
pekerjaan, memiliki komitmen dan kesetiaan pada nilai.

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 124


3. SEMBILAN PRINSIP PENUMBUHAN KARAKER
Penumbuhan karakter di sekolah menerapakan sembilan prinsip berikut;
1) Nilai-nilai Moral Universal, penumbuhan karakter berfokus pada
penguatan nilai-nilai moral universal yang prinsip-prinsipnya dapat
didukung oleh segenap individu dari berbagai macam latar belakang
agama, keyakinan, kepercayaan, sosial, dan budaya.
2) Holistik Gerakan PPK, penumbuhan dilaksanakansecara holistik,
dalam arti pengembangan fisik (olah raga), intelektual (olah pikir),
estetika (olah rasa), etika dan spiritual (olah hati) dilakukan secara
utuh-menyeluruh dan serentak, baik melalui proses pembelajaran
intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, berbasis pada
pengembangan budaya sekolah maupun melalui kolaborasi dengan
komunitas-komunitas di luar lingkungan pendidikan.
3) Terintegrasi; pelaksanaan di sekolah dikembangkan dan dilaksanakan
dengan memadukan, menghubungkan, dan mengutuhkan berbagai
elemen pendidikan, bukan merupakan program tempelan dan
tambahan dalam proses pelaksanaan pendidikan.
4) Partisipasi; penumbuhan karakter dilakukan dengan mengikutsertakan
dan melibatkan publik seluas-luasnya sebagai pemangku kepentingan
pendidikan sebagai gerakan. Kepala sekolah, pendidik, tenaga
kependidikan, komite sekolah, dan pihak-pihak lain yang terkait
menyepakati prioritas nilai-nilai utama karakter dan kekhasan sekolah
yang diperjuangakan, menyepakati bentuk dan strategi pelaksanaan
Gerakan.
5) Kearifan Lokal, gerakan bertumpu dan responsif pada kearifan lokal
nusantara yang beragam dan majemuk agar pergerakan menjadi
kontekstual dan membumi.
6) Kecakapan Abad XXI; gerakan penumbuhan karakter merupakan
usaha mengembangkan kecakapan-kecakapan yang dibutuhkan oleh
peserta didik untuk hidup pada abad XXI, antara lain kecakapan
berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking),
kecakapan berkomunikasi (communication skill), termasuk penguasaan

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 125


bahasa internasional, dan kerja sama dalam pembelajaran
(collaborative learning).
7) Adil dan Inklusif; penumbuhan dikembangkan dan dilaksanakan
berdasarkan prinsip keadilan, non-diskriminasi, non-sektarian,
menghargai kebinekaan dan perbedaan (inklusif), dan menjunjung
harkat dan martabat manusia.
8) Selaras dengan Perkembangan Peserta Didik; Gerakan
dikembangkan dan dilaksanakan selaras dengan perkembangan
peserta didik baik perkembangan biologis, psikologis, maupun sosial,
agar tingkat kecocokan dan keberterimaannya tinggi dan maksimal.
9) Terukur; gerakan dikembangkan dan dilaksanakan agar dapat dimati
dan diketahui proses dan hasilnya secara objektif. Dalam hubungan ini
komunitas sekolah mendeskripsikan nilai-nilai utama karakter yang
menjadi prioritas pengembangan di sekolah dalam sebuah sikap dan
perilaku yang dapat diamati dan diukur secara objektif;
mengembangkan programprogram penguatan nilai-nilai karakter
bangsa yang mungkin dilaksanakan dan dicapai oleh sekolah; dan
mengerahkan sumber daya yang dapat disediakan oleh sekolah dan
pemangku kepentingan pendidikan.

4. STRUKTUR KURIKULUM
Struktur Kurikulum penumbuhan melalui tiga cara, yaitu:
1) Mengintegrasikan pada mata pelajaran yang ada di dalam struktur
kurikulum dan mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) melalui kegiatan
intrakurikuler dan kokurikuler. Sebagai kegiatan intrakurikuler dan
kokurikuler, setiap guru menyusun dokumen perencanaan
pembelajaran berupa Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) sesuai mata pelajarannya masingmasing. Nilai-nilai utama
penumbuhan karakter diintegrasikan ke dalam mata pelajaran sesuai
dengan karakteristik mata pelajaran masing-masing. Misalnya,mata
pelajaran IPA untuk SMP mengintegrasikan nilai nasionalisme dengan
mendukung konservasi energi pada materi tentang energi.
2) Mengimplementasikan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang ditetapkan
oleh satuan pendidikan. Pada kegiatan ekstrakurikuler, satuan

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 126


pendidikan melakukan penguatan kembali nilai-nilai karakter melalui
berbagai kegiatan.
3) Kegiatan pembiasaan melalui budaya sekolah dibentuk dalam proses
kegiatan rutin, spontan, pengkondisian, dan keteladanan warga
sekolah. Kegiatankegiatan dilakukan di luar jam pembelajaran untuk
memperkuat pembentukan karakter sesuai dengan situasi, kondisi,
ketersediaan sarana dan prasarana di setiap satuan pendidikan.
Struktur pendukung lain yang terdiri atas: (a). Ekosistem dan budaya
sekolah; mewujudkan tata kelola yang sehat, hubungan antarwarga
sekolah yang harmonis dan saling menghargai, lingkungan sekolah
yang bersih, ramah, sehat, aman, dan damai. (b) Pendidikan keluarga
dan masyarakat; menjalin keselarasan antara pendidikan di sekolah,
lingkungan keluarga, dan masyarakat.

5. PENILAIAN
Penilaian dilakukan pada tingkat pendidik dan evaluasi dilakukan pada
tingkat satuan pendidikan dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian
sikap dan keterampilan.

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 127


D. LITERASI
1. PENDAHULUAN
Membaca merupakan salah satu fungsi yang paling penting dalam
hidup. Semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca
(Glenn Doman). Dengan kemampuan membaca yang membudaya dalam
diri setiap anak, maka tingkat keberhasilan di sekolah maupun dalam
kehidupan di masyarakat akan membuka peluang kesuksesan hidup yang
lebih baik
Rendahnya reading literacy bangsa kita menyebabkan Sumber Daya
Manusia kita tidak kompetitif karena kurangnya penguasaan ilmu
pengetahuan dan teknologi, sebagai akibat lemahnya minat dan
kemampuan membaca dan menulis. Membaca dan menulis belum menjadi
kebutuhan hidup dan belum menjadi budaya bangsa. Jumlah perpustakaan
dan buku buku jauh dari mencukupi kebutuhan tuntutan membaca sebagai
basis pendidikan permasalahan budaya membaca belum dianggap
sebagai critical problem, sementara banyak masalah lain yang dianggap
lebih mendesak.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Peraturan Menteri
nomor 23 tahun 2013 meluncurkan sebuah gerakan literasi sekolah untuk
menumbuhkan sikap budi pekerti luhur kepada anak-anak melalui bahasa.
Sederhananya, setiap anak di sekolah dasar diwajibkan membaca buku-
buku bacaan cerita lokal dan cerita rakyat yang memiliki kearifan lokal
dalam materi bacaannya sebelum pelajaran kelas dimulai.
Secara luas, literasi yang dimaksud disini lebih dari sekedar
membaca dan menulis. Ia juga mencangkup bagaimana seseorang
berkomunikasi dalam masyarakat. Literasi juga bermakna praktik dan
hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya.
(UNESCO, 2003)
Penanaman nilai-nilai budi pekerti luhur ini penting dilakukan sejak
dini sebab proses pendidikan sejatinya bukan hanya untuk mencetak
manusia yang cerdas secara intelektual, tapi juga cerdas emosional dan
spiritual. Harus diakui, salah satu kekeliruan besar dalam sistem pendidikan

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 128


kita adalah sangat mengedepankan kecerdasan intelektual, namun
mengenyampingkan pelajaran yang mengandung nilai-nilai moral. Tak
heran jika saat ini banyak orang pintar, berpendidikan tinggi, tapi tak tahu
sopan-santun, tak punya sikap tenggang rasa, tak punya empati, dan
semacamnya. Padahal dari buku-buku cerita rakyat misalnya, banyak
digambarkan ucap dan laku nenek moyang kita yang begitu luhur.
Anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar merupakan usia
emas sehingga penting menanamkan nilai-nilai budi pekerti luhur kepada
mereka. Gerakan literasi adalah salah satu cara untuk menanamkan budi
pekerti luhur tersebut. Guru memiliki peran penting dalam merangsang
siswa untuk belajar, sehingga dalam melaksanakan pembelajaran, guru
harus menggunakan pendekatan yang komprehensif serta progresif agar
bisa memotivasi rasa ingin tahu siswa dan memicu mereka untuk berpikir
kritis. Hal ini akan berhasil jika guru mampu mengembangkan pembelajaran
yang tepat sehingga pembelajaran yang dilaksanakan dapat meningkatkan
kemampuan literasi dan potensi siswa seutuhnya. Dalam pengembangan
pembelajaran, guru juga harus mampu memilih dan memanfaatkan bahan
ajar, seperti mendorong siswa untuk membaca buku-buku yang berkualitas,
karena membaca sejalan dengan proses berpikir kritis yang memungkinkan
siswa untuk kreatif dan berdaya cipta.
Gerakan literasi akan berhasil jika berjalan secara holistik. Selain
guru di sekolah, orang tua, perpustakaan, pemerintah, dan pihak swasta
pun harus bersama-sama mendukung mewujudkan gerakan literasi.

2. KONSEP DASAR LITERASI


a. Literasi Dasar
Mengembangkan kegiatan membaca, menulis, dan berhitung.
b. Literasi Perpustakaan
Menggalakkan kegiatan literasi dengan menggunakan referensi yang
ada di perpustakaan.
c. Literasi Tekhnologi
Menggunakan kemajuan tekhnologi untuk memudahkan kegiatan literasi.
d. Literasi Media

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 129


Menggunakan media sebagai media kampanye literasi. Media terbagi
menjadi media online seperti pembuatan blog yang akan me-link ke
website Gorontalo Meliterasi, facebook dan twitter. Sementara media
cetak bisa dilakukan dengan bekerjasama dengan koran agar
menyediakan kolom khusus untuk bagi karya anak, seperti puisi,
karangan bebas, cerita bergambar, dsb. Atau bekerja sama dengan
stasiun TV dan radio untuk menyiarkan dan mengampanyekan gerakan
literasi.
e. Literasi Visual
Kemampuan untuk mengapresiasi design grafis dan teks visual.
 
3. TUJUAN
Tujuan untuk menjadikan sekolah sebagai komunitas yang memiliki
komitmen dan budaya membaca yang tinggi serta miliki kemampuan
untuk menulis yang komprehensif. Program Aksi dari Gerakan Literasi
Sekolah adalah :
 1.  Menawarkan, mengajak atau menunjuk sekolah atau masyarakat
sekolah (siswa, guru, manajemen sekolah, kepala sekolah dan
komite) agar dapat melaksanakan kegiatan gerakan literasi  sekolah
yang merupakan bentuk aksi/kegiatan;
 2.  Mengadakan Sosialisasi tentang pemahaman kepada guru, kepala
sekolah, komite atau orang tua siswa tentang apa dan
bagaimana  gerakan literasi  sekolah;
 3.  Menyediakan Buku Bacaan Bagi Siswa, merupakan kegiatan yang
dirancang untuk mendapatkan buku bacaan bagi sekolah minimal 3
kali jumlah siswa di sekolah, setiap kelas di dorong untuk memiliki
sudut baca (reading corner), melalui kerjasama dengan komite
sekolah dan wali murid;
 4.  Program Membaca Setiap Hari, merupakan kegiatan yang dirancang
agar setiap sekolah mengalokasikan waktu minimal 15-30 menit
sehari, guna membiasakan siswa, guru, manajeman sekolah dan
kepala sekolah untuk membaca di sekolah maupun di rumah;
 5.  One Child Book, merupakan Kegiatan Yang Dirancang Untuk
Meningkatkan Jumlah Dan Jenis Buku Bacaan Di Sekolah, Agar

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 130


Setiap Siswa Paling Sedikit Memiliki 1 Buku Untuk Di Baca Di
Sekolah/Kelas Maupun Di Rumah, Diharapkan Orang Tua
Membelikan Minimal 1 Buku Untuk Satu Semester  Atau 1 Buku
Satu Tahun, Yang Kemudian Disumbangkan Untuk Perpustakaan
Sekolah;
 6. Tantangan Membaca, merupakan kegiatan yang dirancang untuk
mengejar target/jumlah tertentu terhadap buku yang dibaca baik
tingkat sekolah, kabupaten/kota maupun tingkat provinsi;
 7. Reading Award, merupakan kegiatan yang dirancang untuk
memberikan penghargaan membaca bagi siswa terbanyak
membaca buku baik bersakala tingkat masing masing sekolah,
kabupaten/kota maupun tingkat provinsi, hal ini bertujuan agar
meransang siswa agar terus membaca;
 8. Pelatihan Menulis, merupakan kegiatan yang dirancang agar setiap
sekolah melatih/mendidik siswa untuk menulis, dengan pemberian
tugas  untuk menulis kembali buku yang telah dibaca dalam bentuk
resume buku atau resensi buku;
 9. Writing Award, merupakan kegiatan yang dirancang untuk
memberikan penghargaan kemampuan menulis bagi siswa terhadap
buku yang dibaca baik bersakala tingkat masing masing sekolah,
kabupaten/kota maupun tingkat provinsi, hal ini bertujuan agar
meransang siswa untuk bisa menulis;
 10. Program Aksi Lainnya, program aksi/kegiatan lainnya dapat
dirancang secara khusus dalam upaya membudayakan minat baca
dan meningkatkan kemampuan menulis siswa sesuai dengan
sasaran dan harapan yang diinginkan.

4. SASARAN
1.  Seluruh Civitas Akademika SMK Nahdlatuth Thalabah
2.  Perpustakaan/TBM
3.  Umum (Lembaga Pendidikan di YASINAT)

5. PELAKSANAAN

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 131


Teknis Konsep Literasi (Harian, Mingguan, Bulanan, Per
Semester/enam bulanan) Sekolah :

v  HARIAN
1.    Membaca buku-buku budi pekerti 10 menit sebelum pelajaran dimulai
di kelas masing-masing
2.    Menyediakan Pojok Literasi di Perpustakaan, taman, atau lokasi
manapun yang nyaman di lingkungan sekolah
3.   Menjadwalkan kegiatan literasi (membaca, menulis, mendongeng,
bermain drama, menggambar, kerajinan tangan, dst) bagi setiap kelas
di Pojok LIterasi
4.   Membuat Majalah Dinding di perpus sekolah sebagai media apresiasi
karya anak
5.    Mengaitkan setiap mata pelajaran dengan buku-buku yang
mengandung nilai-nilai budi pekerti luhur
6.   Mengarahkan hukuman siswa (yang bolos, tawuran, tdk mengerjakan
tugas, dll) dengan menyumbang buku anak untuk sekolah
7.   Membuat form observasi untuk menilai kemajuan anak dalam hal
literasi
8.   Memposting gambar/cerita kegiatan literasi di media sosial (facebook
dan twitter Gorontalo Meliterasi)
 
v  MINGGUAN
1)   Mengadakan quis atau perlombaan kegiatan literasi (lomba membaca,
mendongeng, berpuisi, drama cerita rakyat, menari, dst) yang
menyenangkan
2)   Meminta dan memotivasi anak untuk berkunjung ke Perpustakaan
Taman yang merupakan kegiatan mingguan Perpustakaan
3)    Mendorong dan mendampingi anak untuk membuat karya (mengarang,
pusi, gambar, dll) untuk dimuat di media massa
4)    Melakukan Evaluasi dan Observasi terhadap pelaksanaan kegiatan
literasi di akhir pecan
 

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 132


v  BULANAN
1.   Mengadakan kegiatan kunjungan ke pusat-pusat Literasi (Gramedia,
museum, rumah adat, tokoh masyarakat, dinas Pariwisata, dst)
2.   Mengadakan festival literasi keluarga (misal: lomba membaca atau
bermain drama antara orang tua dan anak)

v  PER SEMESTER / ENAM BULAN


1)   Memberi reward kepada siswa yang mendapatkan nilai terbaik dalam
bidang literasi (reading award dan writing award)
2)    Mendorong orang tua siswa untuk menjadi penyumbang buku anak di
akhir semester

E. STRATEGI PELAYANAN BIMBINGAN KEJURUAN


1. Struktur Pelayanan Konseling
Pelayanan konseling di sekolah/madrasah merupakan usaha
membantu peserta didik dalam pengembangan kehidupan pribadi,
kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta perencanaan dan
pengembangan karir. Pelayanan konseling memfasilitasi
pengembangan peserta didik, secara individual dan atau kelompok,
sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan,
serta peluang-peluang yang dimiliki. Pelayanan ini juga membantu
mengatasi kelemahan dan hambatan serta masalah yang dihadapi
peserta didik.

a. Pengertian Konseling
Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik
secara perorangan maupun kelompok,agar mampu mandiri dan
berkembang secara optimal dalam bidang pengembangan
kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 133


perencanaan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan
pendukung berdasarkan norma-norma yang berlaku.

2. Paradigma, Visi, dan Misi


a. Paradigma
Paradigma konseling adalah pelayanan bantuan psiko-pendidikan
dalam bingkai budaya. Artinya, pelayanan konseling berdasarkan
kaidah-kaidah ilmu dan teknologi pendidikan serta psikologi yang
dikemas dalam kaji-terapan pelayanan konseling yang diwarnai
oleh budaya lingkungan peserta didik.

b. Visi
Visi pelayanan konseling adalah terwujudnya kehidupan
kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya
pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan perkembangan
dan pengentasan masalah agar peserta didik berkembang secara
optimal, mandiri dan bahagia.
c. Misi
1) Misi pendidikan, yaitu memfasilitasi pengembangan peserta
didik melalui pembentukan perilaku efektif-normatif dalam
kehidupan keseharian dan masa depan.
2) Misi pengembangan, yaitu memfasilitasi pengembangan
potensi dan kompetensi peserta didik di dalam lingkungan
sekolah/madrasah, keluarga dan masyarakat.
3) Misi pengentasan masalah, yaitu memfasilitasi pengentasan
masalah peserta didik mengacu pada kehidupan efektif sehari-
hari.

3. Bidang Pelayanan Konseling


a. Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan
yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan
mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, sesuai

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 134


dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara
realistik.
b. Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang
membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta
mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan
efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga
lingkungan sosial yang lebih luas.
c. Pengembangan kegiatan belajar, yaitu bidang pelayanan yang
membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar
dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar
secara mandiri.
d. Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu
peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta
memilih dan mengambil keputusan karir.

4. Fungsi Konseling
a. Pemahaman, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik
memahami diri dan lingkungannya.
b. Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik
mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan
yang dapat menghambat perkembangan dirinya.
c. Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik
mengatasi masalah yang dialaminya.
d. Pemeliharaan dan pengembangan, yaitu fungsi untuk
membantu peserta didik memelihara dan menumbuh-
kembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang
dimilikinya.
e. Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik
memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya
kurang mendapat perhatian.

5. Prinsip dan Asas Konseling

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 135


a. Prinsip-prinsip konseling berkenaan dengan sasaran layanan,
permasalahan yang dialami peserta didik, program pelayanan,
serta tujuan dan pelaksanaan pelayanan.
b. Asas-asas konseling meliputi asas kerahasiaan, kesukarelaan,
keterbukaan, kegiatan, kemandirian, kekinian, kedinamisan,
keterpaduan, kenormatifan, keahlian, alih tangan kasus, dan tut
wuri handayani.
6. Jenis Layanan Konseling
a. Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik
memahami lingkungan baru, terutama lingkungan
sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk
menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar
peran peserta didik di lingkungan yang baru.
b. Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik
menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar,
karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan.
c. Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan yang membantu
peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang
tepat di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi,
program latihan, magang, dan kegiatan ekstra kurikuler.
d. Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta
didik menguasai konten tertentu, terutama kompetensi dan atau
kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga,
dan masyarakat.
e. Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta
didik dalam mengentaskan masalah pribadinya.
f. Bimbingan Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta
didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan
sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan
keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika
kelompok.
g. Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta
didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi
melalui dinamika kelompok.

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 136


h. Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan
atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan
cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan
atau masalah peserta didik.
i. Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik
menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan
antarpeserta didik.
7. Kegiatan Pendukung
a. Aplikasi Instrumentasi, yaitu kegiatan mengumpulkan data
tentang diri peserta didik dan lingkungannya, melalui aplikasi
berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes.
b. Himpunan Data, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan
dengan pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan
secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu, dan
bersifat rahasia.
c. Konferensi Kasus, yaitu kegiatan membahas permasalahan
peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-
pihak yang dapat memberikan data, kemudahan dan komitmen
bagi terentaskannya masalah peserta didik, yang bersifat
terbatas dan tertutup.
d. Kunjungan Rumah, yaitu kegiatan memperoleh data,
kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta
didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya.
e. Tampilan Kepustakaan, yaitu kegiatan menyediakan berbagai
bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam
pengembangan diri, kemampuan sosial, kegiatan belajar, dan
karir/jabatan.
f. Alih Tangan Kasus, yaitu kegiatan untuk memindahkan
penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian
dan kewenangannya.

8. Format Kegiatan

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 137


a. Individual, yaitu format kegiatan konseling yang melayani
peserta didik secara perorangan.
b. Kelompok, yaitu format kegiatan konseling yang melayani
sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok.
c. Klasikal, yaitu format kegiatan konseling yang melayani
sejumlah peserta didik dalam satu kelas.
d. Lapangan, yaitu format kegiatan konseling yang melayani
seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar
kelas atau kegiatan lapangan.
e. Pendekatan Khusus, yaitu format kegiatan konseling yang
melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada
pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan untuk peserta
didik.

9. Program Pelayanan
a. Jenis Program
1) Program Tahunan, yaitu program kegiatan pelayanan
konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk
masing-masing kelas di sekolah/madrasah.
2) Program Semesteran, yaitu program kegiatan pelayanan
konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester
yang merupakan jabaran program tahunan.
3) Program Bulanan, yaitu program kegiatan pelayanan
konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang
merupakan jabaran program semesteran.
4) Program Mingguan, yaitu program kegiatan pelayanan
konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang
merupakan jabaran program bulanan.
5) Program Harian, yaitu program kegiatan pelayanan konseling
yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu.
Program harian merupakan jabaran dari program mingguan
dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan
kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling.

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 138


b. Penyusunan Program
1) Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan
peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui
aplikasi instrumentasi.
2) Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat
bidang, jenis layanan dan kegiatan pendukung, format
kegiatan, sasaran pelayanan, dan volume/beban tugas
konselor.

G. Perencanaan Kegiatan
1. Perencanaan kegiatan pelayanan konseling mengacu pada program
tahunan yang telah dijabarkan ke dalam program semesteran,
bulanan serta mingguan.
2. Perencanaan kegiatan pelayanan konseling harian yang merupakan
jabaran dari program mingguan disusun dalam bentuk SATLAN dan
SATKUNG yang masing-masing memuat : Sasaran layanan/kegiatan
pendukung Substansi layanan/kegiatan pendukung Jenis
layanan/kegiatan pendukung, serta alat bantu yang digunakan
Pelaksana layanan/kegiatan pendukung dan pihak-pihak yang
terlibat Waktu dan tempat
Rencana kegiatan pelayanan konseling mingguan meliputi kegiatan
di dalam kelas dan di luar kelas untuk masing-masing kelas peserta
didik yang menjadi tanggung jawab konselor.
Satu kali kegiatan layanan atau kegiatan pendukung konseling
berbobot ekuivalen 2 (dua) jam pembelajaran.
Volume keseluruhan kegiatan pelayanan konseling dalam satu
minggu minimal ekuivalen dengan beban tugas wajib konselor di
sekolah madrasah.

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 139


H. Pelaksanaan Kegiatan
1. Konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan
diri yang bersifat rutin, insidental dan keteladanan.
2. Program pelayanan konseling yang direncanakan dalam bentuk
SATLAN dan SATKUNG dilaksanakan sesuai dengan sasaran,
substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan pihak-pihak yang
terkait.
3. Kegiatan pelayanan konseling dapat dilaksanakan di dalam atau di
luar jam pembelajaran sekolah/madrasah. Kegiatan pelayanan
konseling di luar jam pembelajaran maksimum 50 %.
4. Kegiatan pelayanan konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan
program (LAPELPROG).
5. Alokasi waktu kegiatan pelayanan konseling dan kegiatan ekstra
kurikuler yang merupakan bagian dari kegiatan pengembangan diri
ekuivalen 2 (dua) jam pembelajaran untuk setiap kelas.
6. Waktu untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan konseling di dalam
kelas dan di luar kelas setiap minggu diatur oleh konselor dengan
persetujuan pimpinan sekolah/madrasah.

I. Penilaian Kegiatan
1. Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui:
a. Penilaian segera (LAISEG), yaitu penilaian pada akhir setiap jenis
layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui
perolehan peserta didik yang dilayani.
b. Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN), yaitu penilaian dalam waktu
tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu
jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan
untuk mengetahui dampak layanan terhadap peserta didik.
c. Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG), yaitu penilaian dalam
waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah
satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling
diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan
dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik.

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 140


2. Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui
analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di
dalam SATLAN dan SATKUNG, untuk mengetahui efektifitas dan
efesiensi pelaksanaan kegiatan.
3. Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam
LAPELPROG.
4. Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu
semester untuk setiap peserta didik yang merupakan komponen
pengembangan diri dilaporkan secara kualitatif.

J. Pelaksana Kegiatan
1. Pelaksana kegiatan pelayanan konseling adalah konselor sekolah/
madrasah.
2. Konselor pelaksana kegiatan pelayanan konseling di
sekolah/madrasah wajib:
a. Menguasai spektrum pelayanan pada umumnya, khususnya
pelayanan profesi konseling.
b. Merumuskan dan menjelaskan peran keprofesian konselor kepada
pihak-pihak terkait, terutama peserta didik, pimpinan sekolah/
madrasah, sejawat pendidik, dan orang tua.
c. Melaksanakan tugas pelayanan profesian konseling yang setiap
kali dipertanggungjawabkan kepada pemangku kepentingan,
terutama pimpinan sekolah/madrasah, orang tua, dan peserta
didik.
e. Mengembangkan kemampuan keprofesian konseling secara
berkelanjutan.
(Rincian berkenaan dengan kewajiban konselor

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 141


K. Pengawasan Kegiatan
1. Kegiatan pelayanan konseling di sekolah/madrasah dipantau,
dievaluasi, dan dibina melalui kegiatan pengawasan.
2. Pengawasan kegiatan pelayanan konseling dilakukan secara:
a. interen, oleh kepala sekolah/madrasah.
b. eksteren, oleh pengawas sekolah/madrasah bidang konseling.
3. Fokus pengawasan adalah kemampuan profesional konselor dan
implementasi kegiatan pelayanan konseling yang menjadi kewajiban
dan tugas konselor di sekolah/madrasah.
4. Pengawasan kegiatan pelayanan konseling dilakukan secara berkala
dan berkelanjutan.
5. Hasil pengawasan didokumentasikan, dianalisis, dan ditindaklanjuti
untuk peningkatan mutu perencanaan dan pelaksanaan kegiatan
pelayanan konseling di sekolah/madrasah.

KURIKULUM SMK NAHDLATUTH THALABAH 2017/2018 142

Anda mungkin juga menyukai