Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Istilah wilayah mengacu pada pengertian unit geografis didefinisikan sebagai suatu
unit geografidengan batas-batas tertentu dimana komponen-komponen didalamnya
memiliki keterkaitan dan hubungan fungsional satu dengan yang lainnya, dimana
komponen-komponen tersebut memiliki arti didalam pendiskripsian perencanaan dan
pengelolaan sumberdaya pembangunan. Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan
geografis beserta segenap unsur terkait padanya yang batas dan sistemnya ditentukan
berdasarkan aspek administeatif dan atau aspek fungsional (UU Nomor 24 Tahun 1992:
Penataan Ruang). Dari definisi tersebut, terlihat bahwa tidak ada batas spesifik dari luasan
suatu wilayah,
Batasan yang ada lebih bersifat meaningfull untuk perencanaan, pelaksanaan,
monitoring, pengendalian, maupun evaluasi, dengan demikian batasan wilayah tidaklah
selalu bersifat fisik dan pasti tetapi bersifat dinamis ( Ernan Rustiadi, dkk 2011).

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Bagaimana konsep ruang sebagai wilayah?
1.2.2 Apakah pengertian wilayah untuk kebutuhan perencanaan?
1.2.3 Apa saja jenis-jenis perwilayahan?
1.2.4 Apakah kebaikan dan keburukan dari masing-masing jenis perwilayahan?
1.3 Tujuan Pembahasan
1.3.1 Untuk mengetahui konsep ruang sebagai wilayah
1.3.2 Untuk memahami definisi wilayah beserta jenis-jenis perwilayahannya
1.3.3 Untuk mengetahui kebaikan beserta keburukan dari masing-masing
perwilayahan

1
BAB II

PEMBAHASAN

 
2.1 Ruang sebagai wilayah

Wilayah dapat di lihat sebagai suatu ruang pada permukaan bumi. Menurut Glasson
(1974) dalam Tarigan, R.(2009) terdapat 2 (dua) cara pandang tentang wilayah yaitu
pandangan subyektif dan pandangan obyektif. Cara pandang subyektif, yaitu wilayah adalah
alat untuk mengidentifikasi suatu lokasi yang didasarkan atas kriteria tertentu/tujuan tertentu.
Dengan demikian banyaknya wilayah tergantung pada kriteria yang digunakan. Wilayah
hanyalah suatu model agar bisa di bedakan satu lokasi dengan lokasi yang lainnya.
Sedangkan pandangan obyektif menyatakan bahwa wilayah itu benar-benar ada dan dapat di
bedakan dari ciri/gejala alam disetiap wilayah (misalnya dari unsur musim/temperatur,
topografi, jenis tumbuhan, kepadatan penduduk, dan sebagainya atau gabungan dari
unsur/ciri tersebut). Menggunakan pandangan obyektif membuat jenis analisis atas ruang
menjadi terbatas. Menurut Hanafiah (1982) unsur-unsur ruang yang terpenting adalah: jarak,
lokasi, bentuk, dan ukuran/skala. Artinya pada setiap wilayah harus memiliki keempat unsur
tersebut. Unsur-unsur tersebut secara bersama-sama membentuk/menyusun suatu unit yang
disebut wilayah yang dapat dibedakan dari wilayah lainnya.

Glasson (1974) menyatakan bahwa wilayah dapat dibedakan berdasarkan kondisinya


atau berdasarkan fungsinya. Berdasarkan kondisinya, wilayah dapat dikelompokkan atas
keseragaman isi (homogenity), misalnya: wilayah perkebunan, wilayah perternakan, wilayah
idustri, dan sebagainya, sedangkan berdasarkan fungsinya suatu wilayah dapat dibedakan
misalnya kota dengan wilayah di belakangnya, lokasi produksi dengan wilayah
pemasarannya, susunan orde perkotaan, jenjang/hierarkhi jalur transportasi, dan sebagainya.
Hartshorn (1988) menggunakan istilah uniform dan nodal dengan pengertian yang sama
untuk kondisi dan fungsi dari Glasson.

Menurut Hagget (1977), terdapat 3 (tiga) jenis wilayah yaitu: homogeneous regions,
nodal regions, dan planning/ programming regions. Sedangkan Adisasmita, H.R. (2005)
dengan mengacu pada Aristoteles (yaitu dari segi tinjauan material, hubungan formal, dan
tujuan akhirnya) membedakan wilayah mejadi 4 (empat), yaitu: yaitu wilayah homogen
(homogeneous region), wilayah polarisasi (polarization region) atau wilayah nodal

2
(nodalregion), dan wilayah perencanaan (planning region) atau wilayah program
(programming region).

Wilayah homogen diartikan sebagai suatu konsep yang menganggap bahwa wilayah-
wilayah geografi dapat dikaitkan bersama-sama menjadi sebuah wilayah tunggal, apabila
wilayah-wilayah tersebut mempunyai karakteristik yang serupa. Ciri-ciri atau karakteristik
tersebut dapat bersifat ekonomi (misalnya stuktur produksinya hampir sama, atau pola
konsumsinya homogen), bersifat gepgrafis (misalnya keadaan topografi atau iklim yang
serupa), dan bahkan dapat pula bersifat sosial/politis (misalnya kepribadian masyarakat yang
khas sehigga mudah dibedakan dengan karakteristik wilayah-wilayah lainnya).

Wilayah-wilayah nodal/pusat atau wilayah-wilaah polarisasi/ berkutub terdiri dari


satuan-satuan wilayah yang heterogen. Misalnya distribusi penduduk yang berkonsentrasi
pada tempat-tempat tertentu akan mengakibatkan lahirnya kota-kota besar, kotamadya, dan
kota-kota kecil lainnya, sedangkan penduduk didaerah-daerah perdesaan relatif jarang.
Sedangkan wilayah perencanaan atau wilayah program sangat penting artinya apabila
dikaitkan dengan masalah-masalah kebijaksanaan wilayah. Pada tingkat nasional atau
wilayah, tata ruang perencanaan oleh penguasa nasional, wilayah difungsikan sebagai alat
untuk mencapai sasaran pembangunan yang telah ditetapkan.

Pembagian wilayah perencanaan disusun berdasarkan pada analisis kegiatan


pembangunan sektoral yang berlokalisasi pada satuan lingkungan geografis. Wilayah
perencanaan merupakan suatu wilayah pengembangan, dimana program-program
pembangunan dilaksanakan. Dalam hal ini penting untuk diperhatikan adalah persoalan
koordinasi dan desentralisasi sehngga pembangunan wilayah dapat ditingkatkan dan
dikembangkan. Misalnya dalam pembangunan nasional Indonesia, pengambilan keputusan
umtuk program-program pembangunan tertentu dilakukan dijakarta, akan tetapi dapat saja
pelaksanaannya dilakukan didaerah atau pusat-pusat pembangunan di luar Jakarta
(adisasmita, H.R.,2005).

Menurut Hanafiah (1982), wilayah dapat pula dibedakan atas konsep absolut dan
konsep relatif. Konsep absolut didasarkan pada keadaan fisik, sedangkan konsep relatif selain
memperhatikan faktor fisik juga sekaligus memperhatikan fungsi sosial-ekonomi dari ruang
tersebut. Beberapa definisi ruang secara absolut (Tarigan, R.,2009):

1. Wilayah adalah sebutan untuk lingkungan permukiman bumi yang tentu batasnya
(Purnomo Sidi, 1981);

3
2. Sesuatu ruang di permukiman bumi mempunyai lokasi yang tetap dan tepat, jarak
terdekat antara dua titik adalah garis lurus (Immanuel Kant dalam Hanafiah(1982);
3. Wilayah adalah suatu area dengan lokasi spesifik dan dalam aspek tertentu berbeda
dengan area lain (jadi berupa mosaik) (Hartshorn dalam Hanafiah (1982).

Konsep ruang secara relatif, selain keadaan fisik juga diperhatikan aspek sosial-
ekonomi. Kosnep ruang yang digunakan tergantung pada masalah yang dibahas.
Permasalah sosial dan ekonomi umumnya menggunakan konsep ruang relatif,
sedangkan dalam perencanaan fisik (terutama untuk ruang sempit) umumnya
menggunakan konsep ruang absolut (Tarigan, R., 2009).
Akhirnya dari masing-masing pengertian atau konsep tentang ruang ternyata memiliki
fungsi yang berbeda-beda walaupun pada akhirnya memiliki tujuan yang sama yaitu
untuk diklarifikasikan sesuai fungsinya sehingga dapat dilakukan pengaturan ruang
agar lebih nyaman, berguna dan dapat berkelanjutan.

2.2 Pengertian wilayah untuk kebutuhan perencanaan/pembangunan

Wilayah kadang diartikan bermacam-macam, sesuai dengan penafsiran


masing-masing. Berdasarkan sudut pandang ilmu wilayah, wilayah bisa diartikan satu
pulau, satu wilayah, satu wilayah administrasi (kecamatan, kelurahan, prinsip dan
lain-lainnya). Dalam pengertian geografis, wilayah merupakan kesatuan alam yaitu
alam yang serba sama atau homogen atau seragam, dan kesatuan manusia, yaitu
masyarakat serta kebudayaanya yang seba sama yang mempunyai ciri (kekhususan)
yang khas, sehingga wilayah tersebut bisa dibedakan dari wilayah yang lain.
Wilayah dalam bahasa inggris disebut region. Wilayah merupakan bagian dari
permukaan bumi yang memiliki karakteristik tertentu dan berbeda dengan wilayah
lain. Contohnya wilayah pantai merupakan bagian dari permukaan bumi yang
letaknya di dekat laut dan wilayah pegunungan merupakan bagian permukaan bumi
yang letaknya didaerah yang tinggi dan bergunung-gunung. Wilayah adalah bagian
atau daerah di permukaan bumi yang dibatasi oleh kenampakan tertentu yang bersifat
khas yang membedakan dari daerah lain, misalnya wilayah hutan berbeda dengan
wilayah perdesaan.
1. Purnomo Sidi (1981) mengatakan bahwa wilayah adalah sebutan untuk
lingkungan permukaan bumi yang jelas batasannya.

4
2. Imanuel Kaant (1982) mengatakan wilayah adalah sesuatu ruang di permukaan
bumi yang mempunyai spesifik dan dalam aspek tertentu berbeda antara dua titik
dalam garis lurus.

Berdasarkan kekhasannya wilayah dapat dibedakan menjadi :

Sebagaimana yang telah dijelaskan pengertian geografis suatu wilayah memiliki


karakteristik tertentu yang dapat dibedakan dengan wilayah lainnya disebut region. Region
ini dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu region formal (formal region) dan region
fungsional (functional region).

a. Wilayah atau region formal


Region formal disebut juga region uniform dan bersifat statis, yaitu suatu
wilayah yang dibetuk oleh adanya kesamaan kenampakan termasuk ke dalamnya
kenampakan fisik muka bumi, iklim, vegetasi, tanah, bentuk lahan, penggunaan lahan
dsb.
b. Wilayah atau region fungsional
Region fungsional disebut juga region nodal. Region ini bersifat dinamis ditandai
oleh adanya akan dari dan pusat. Pusat tersebut disebut sebagai node. Sejauh mana
node dapat menarik arah sekitarnya sehingga tercipta interaksi maksimal, sejauh
itulah batas region nodal. Contoh pada masyarakat tradisional atau pra industri,
dimana pusat perkampungan penduduk dapat memenuhi kebutuhan secara mandiri.
2.3 Jenis-jenis Perwilayahan
Perwilayahan adalah proses pengelompokan wilayah berdasarkan ciri kesamaan
atas dasar fisik dan sosial. Regoinalisasi selalu di dasarkan pada kriteria dan
kepentingan tertentu, misalnya, pada pembagian region permukaan bumi berdasarkan
iklim maka kriteria yang digunakan adalah unsur cuaca, seperti temperatur, curah
hujan, penguapan, kelembapan, dan angin. Perwilayahan dibagi menjadi 2 :
2.3.1 Perwilayahan secara formal
Tujuan perwilayah formal adalah untuk mengetahui wilayah mana yang
homogen atau seragam.
2.3.2 Perwilayah secara fungsional
Menyangkut pengelompokan beberapa unit wilayah yang memiliki tingkat
kepentingan hubungan. Pendekatan wilayah fungsional dilakukan dengan
analisis aliran barang atau orang.

5
Regional (perwilayahan) di dalam geografi adalah mengelompokkan atau
mengklarifikasi unsur-unsur yang sama. Contoh pembagian region berdasarkan iklim,
permukaan bumi dapat dibedakan atas : unsur cuaca, seperti suhu, curah hujan, penguapan,
kelembapan dan angin.

Perwilayahan berdasarkan fenomena geografis dilingkungan setempat dapat dilihat dari


beberapa aspek:

1. Berdasarkan wilayah administrasi di Indonesia kekuasaan pemerintah, seperti


propinsi, kabupaten, kecamatan, desa dan dusun
2. Berdasarkan kesamaan kondisi adalah kesamaan kondisi fisik. Contohnya jawa tengah
dibagian atas pantai timur pegunungan dan pantai barat.
3. Berdasarkan ruang lingkup pengaruh ekonomi beberapa pusat pertumbuhan yang ciri-
ciri sama besarnya dan rengkingnya. Kemudian ditetapan batas-batas pengaruh dari
setiap pusat pertumbuhan. Contohnya batas pengaruh satu kota dengan kota lainnya
hanya dapat dilakukan untuk kota yang sama rengkingnya.
4. Berdasarkan wilayah perencanaan atau program dalam pembagian ini ditetapkan
batas-batas wilayah ataupun daerah-daerah yang terkena suatu program atau proyek.
Contohnya DAS bengawan solo, DAS berantas dan DAS Serayu.

Sistem perwilayahan administrasi terkait sangat erat pada sistim pemerintah beserta
perangkat-perangkatnya. Diluar sistim perwilayahan administratif, juga dikenal berbagai
perwilayahan-perwilayahan, perencanaan atau pengelolaan yang tidak terlalu struktural
melainkan sebagai unit-unit koordinasi atau pengelolaan yang terfokus pada tujuan-tujuan
dan penyelesaian-penyelesaian masalah tertentu, seperti kawasan otorita, DAS, Free trade
zone, dan lain-lain.

No Wilayah Tujuan dan manfaat Contoh


penggunaan
1. Wilayah homogen  Penyederhanaan dan  Pola penggunaan
pendeskripsian atau penutupan
wilayah lahan
 Perwilayah  Perwilayahan
pengelolan (zonasi komoditas
kawasan fungsional)
2. Wilayah nodal  Deskripsi hubungan  Keterkaitan CBD

6
nodalitas dan daerah
 Identifikasi daerah pelayanannya.
pelayanan atau  “Gwoth pole area”
pengaruh  Central Place and
 Penyusutan hirarki peryphery.
pelayan atau  Sistem/ordo
fasilitas. kota/pusat
pelayanan
3. Wilayah sistem  Pengelolaan  Pengelolaan DAS
ekologi semberdaya wilayah  Cagar alam
berkelanjutan.  Ekosistem
 Identifikasi carrying mangrove
capacity kawasan
 Siklus alam aliran
sumberdaya,
biomasa energi
limbah, dll.
4. Wilayah sistem  Percepatan  Wilayah
ekonomi pertumbuhan pembangunan
wilayah  Kawsan andalan
 Produktifitas dan  KAPET
mobilisasi  Kawasan
sumberdaya agropolitan
 Efesiensi.  Kawasan cepat
tumbuh
(pertumbuhan)
5. Wilayah sistem sosial  Perwilayahan  Kawasan adat
menurut sistem  Perlindungan atau
budaya, etnik, pelestarian (cagar)
bangsa, dll.  Pengelolaan
 Identifikasi dan kawasan kota
society (menghindari
 Optimalisasi tawuran)
interaksi sosial

7
 Community
Development.
 Keberimbangan,
pemerataan dan
keadilan
 Distribusi pengusaha
sumber daya
 Pengelolaan konflik
6. Wilayah politik  Menjaga keutuhan  Negara
integrasi wilayah  Provinsi
teritorial  Kabupaten
 Menjaga pengaruh  Desa
kekuasaan teritorial
 Menjaga pemerataan
(equiti) antar sub
wilayah
7. Wilayah administratif  Optimasi fungsi-  Negara
fungsi administrasi  Provinsi
dan pelayanan  Kabupaten
publik pemerintah.  Kecamatan

Pengertian wilayah berdasarkan proses klarifikasi yang berbeda.

No Wilayah Contoh
1. a. Berdasarkan keragaman atau Wilayah pertanian, dimana terdapat
kesamaan dalam kriteria keragaman atau kesamaan antara petani
tertentu. Wilayah seperti ini atau daerah pertanian dan kesamaan ini
disebut uniform region, menjadi sifat yang dimiliki oleh elemen-
b. Wilayah yang dalam banyak hal elemen yang membentuk wilayah.
diatur oleh beberapa pusat Wilayah kota metropolitan daerah
kegiatan yang saling khusus Ibu Kota Jakarta Raya, dimana
dihubungkan dengan garis dikota ini terdapat beberapa pusat
melingkar. Wilayah seperti ini kegiatan yang saling dihubungkan oleh

8
disebut nodal region. jaring-jaring jalan.

2. c. Klarifikasi wilayah yang  Wilayah iklim. Wilayah vegetasi,


terutama menekankan kepada wilayah fisiografi, wilayah
jenisnya disebut generic region. pertanian. Dalam hal ini yang
Dalam hal ini fungsi wilayah ditekankan adalah jenis
kurang di perhatikan. perwilayahan saja.
d. Klarifkasi wilayah menurut  Wilayah Asian Tenggara, dimana
kekhususannya merupakan daerah ini merupakan daerah
daerah tunggal, mempunyai ciri- tunggal dan mempunyai ciri-ciri
ciri geografi. Wilayah geografi yang khusus. Seperti
sedemikian ini disebut spesific dalam hal lokasi, penduduk, adat
region istiadat, bahasa dan lain
Wilayah yang dalam sebagainya.
klarifikasinya menggunakan  Wilayah waktu Indonesia bagian
metode statistik deskriptif, dan timur, dimana daerah ini
metode analitik. Seperti factor merupakan daerah tunggal dan
analysis. Perwilayahan seperti mempunyai ciri khusus yaitu,
ini masih terus dikembangkan yang lokasinya di Indonesia
bagian timur.
 Wilayah daerah tingkat 1
Sulawesi Selatan dimana daerah
tersebut merupakan daerah
tunggal dan mempunyai ciri
khusus yaitu merupakan unit
administrasi pemerintahan
sebagai daerah tingkat 1.
 Wilayah yang cocok untuk padi
basah di jawa untuk mendapatkan
wilayah ini, harus dikumpulkan
bermacam-macam data seperti
kedalam tanah, permiabilitas
tanah, drainase tanah, kandungan
hara tanah, PH tanah ketinggian

9
tempat, temperatur udara,
kemiringan lereng, CH bulan
januari hingga desember dan
kemudian data yang sebanyak ini
diolah dengan menggunakan
metode statistik analitik untuk
memperoleh wilayah yang cocok
untuk padi basah. Untuk
memproses data sebanyak ini
biasa di pergunakan komputer.

2.4 Kebaiakan dan keburukan masing-masing jenis perwilayahan


Masing-masing cara perwilayahan/regionalisasi mempunyai kelebihan dan
kekurangan sendiri-sendiri. Cara perwilayahan mana yang paling cocok diterapkan
tergantung pada tujuan studi/perencanaan yang dilakukan. Beberapa kelebihan dan
kekurangan model perwilayahan diantaranya ( Tarigan, R., 2009);
1. Perwilayahan berdasarkan administrasi pemerintah meskipun di rasa kurang
efisien tetapi tidak mudah diganti karena menyangkut sejarah, ditetapkan
dengan undang-undang dan terdapat panatisme kedaerahan dalam
masyaraktnya. Perubahan perwilayahan membutuhkan ketetapan undang-
undang dan mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)
dan pemerintah pusat. Salah satu keunggulan model perwilayahan ini adalah
dapat di tetapkannya batas wilayah secara jelas dan terstruktur.
2. Perwilayahan berdasarkan homogenitas terutama berguna bagi perencana
sektoral. Daerah-daerah yang memiliki kesamaan dalam sektor yang dibahas
dapat di jadikan satu wilayah. Dapat dibuat satu pusat pelayanan dan program
yang sama/ sejenis sebagai pemecahan masalah yang tepat dan efisien,
meskipun pada beberapa kasus sering pula terjadi tumpang tindih (overlaping)
terutama pada daerah-daerah yang mempunyai lebih dari satu sektor potensial.
Kelemahan model perwilayah ini adalah batas luar sulit ditentukan sehingga
umumnya juga memanfaatkan batas wilayah administratif. Hal ini juga
mempermudah pengumpulan data dan pengaturan kebijakan pengembangan
masing-masing wilayah.

10
3. Perwilayah berdarkan pengaruh ekonomi mengenal adanya pusat-pusat
pertumbuhan yang masing-masing memiliki daerah belakang (hinterland).
Daerah belakang (hinterland) merupakan wilayah pengaruh sebuah pusat
pertumbuhan/kota dimana dalam memenuhi kebutuhannya dan menjual hasil
produksinya cenderung bergantung kepada pusat/kota tersebut, termasuk
pemenuhan kebutuhan pendidikan, kesehatan atau rekreasi. Cara perwilayahan
ini bersifat makroregional (tidak atas dasar melihat sektor yang ada di wilayah
tersebut secara satu persatu), artinya keseluruhan sektor yang beroperasi di
wilayah tersebut memilik ketergantungan antara pusat pertumbuhan dan
hinterland-nya. Perwilayahan model ini lebih tepat untuk perencanaan
ekonomi daerah, karena menyangkut seluruh aspek pengembangan wilayah
dan mengandung aspek keterikatan atau ketergantungan antar wilayahnya.
Kelemahan model ini adalah sulitnya menetapkan batas pengaruh dari suatu
pusat pertumbuhan dan perubahannya karena perkembangan daerah sendiri
dan daerah tetangga yang ada di sekitarnya
4. Perwilayahan berdasarkan program suatu perencanaan khusus sering bersifat
insidentil dan sementara. Sifat perwilayahan berorientasi pada suatu program
yang disusun untuk suatu tujuan khusus tertentu. Misalnya penanggulangan
banjir disalah satu/ beberapa alur sungai, wilayah yang diikutkan dalam
perencanaan tersebut adalah mulai dari muara sungai, daerah kiri-kanan alur
sungai sampai dengan pegunungan yang merupakan sumber mata air dari
sungai tersebut. Perwilayahan akan sirna apabila program tersebut berakhir
dan tidak ada tindak lanjut (followup)program tersebut.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

11
Wilayah adalah bagian atau daerah dipermukaan bumi yang dibatasi oleh
kenampakan tertentu yang bersifat khas yang membedakan dari daerah lain, misalnya
wilayah hutan berbeda dengan wilayah pertanian, wilayah kota berbeda dengan
wilayah perdesaan.
Regional (perwilayahan) di dalam geografi adalah suatu upaya
mengelompokkan atau mengklarifikasi unsur-unsur yang sama. Menyusun dan
mengelompokkan serangkaian lokasi yang mempunyai sifat-sifat yang sama menurut
kriteria tertentu. Sehingga informasi dapat diperoleh secara efisien dan ekonomis.
Masing-masing cara perwilayahan atau regionalisasi mempunyai kelebihan
dan kekurangan sendiri-sendiri. Cara perwilayahn mana yang paling cocok diterapkan
tergantung pada tujuan studi/perencanaan yang dilakukan.

DAFTAR PUSTAKA

Tarigan, Robinson. 2012. Perencanaan Pembangunan Wilayah, Edisi Revisi.

Jakarta : PT Bumi Aksara

12
http://rahmatkusnadi6.blogspot.co.id/2010/03/wilayah-dan-perwilayahan.html

http://id.shvoong.com/exact-sciences/astronomy/2061175-konsep-wilayah-dalam-kajian-
geografi/ Eko Titis Prasongko ; Rudi Hendrawansyah

http://geograf-sidrap.blogspot.co.id/2013/12/konsep/region.html

http://kurniawati12.blogspot.co.id/2012/04/konsep-ruang-dan-pemanfaatannya.html

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/04/konsep-ruang-dan-tempat.html

http://irtusss.blogspot.com/2011/02konsepsi-wilayah-atau-region.html

13