Anda di halaman 1dari 15

Zindhy Dwiany

240210080120

BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini kami melakukan percobaan tentang perubahan


karakteristik produk kering yang dikemas dengan kemasan kertas. Percobaan ini
dilakukan untuk mengetahui perubahan karakteristik produk kering selama
penyimpanan dalam berbagai jenis kemasan kertas. Selain itu percobaan ini juga
dapat digunakan untuk menentukan jenis kemasan kertas yang paling sesuai untuk
produ-produk kering tersebut.
Makanan kering terutama untuk yang mengandung lemak tinggi
membutuhkan kemasan yang kedap terhadap uap air dan kedap gas, berbeda dengan
sayur dan buah segar yang justru membutuhkan kemasan yang permeable terhadap
gas. Bahan-bahan makanan kering mudah rusak terutama karena sifatnya yang higroskopis
dan sebagian besar diantaranya memiliki elemen-elemen volatile yang mudah menguap.
Sampel yang digunakan dalam percobaan ini adalah the, gula, kopi, dan
tepung terigu. Percobaan dilakukan dengan menimbang 20 gram sampel kemudian
dikemas dengan kemasan kertas yang telah dipotong dengan ukuran 10x10 cm.
setelah dibungkus maka sampel disimpan selama 1 minggu pada suhu ruang. Selain
dikemas, untuk sampel teh, gula, dan kopi ditimbang sebanyak 10 gram kemudian
dilarutkan menggunakan air panas dengan perbandingan 1:10 untuk kopi dan teh, dan
1:2 untuk melarutkan gula. Selain dilakukan pada awal pengamatan, pelarutan gula,
the, dan kopi ini juga dilakukan pada akhir pengamatan. Pengamatan dilakukan
terhadap rasa, warna, aroma, tekstur, dan bobot. Untuk sampel gula juga diamati
0
Brix dari larutannya.
Kertas yang digunakan untuk mengemas berbagai sampel ini adalah kertas
kraft, kertas roti, kertas tissue, kertas minyak, dan kertas karton. Kertas adalah bahan
yang tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari pulp.
Serat yang digunakan biasanya adalah alami, dan mengandung selulosa dan
hemiselulosa (Anonima, 2010). Kertas dan papyrus semula dikembangkan sebagai
bahan untuk melukis yang menggantikan kulit binatang dan kulit dari sapi atau
kambing muda. Papyrus dibuat dalam bentuk batang yang tipis dari batang papyrus.
Zindhy Dwiany
240210080120

Kertas minyak merupakan kertas yang dapat menahan minyak dan lemak.
ketebalan kertas ini 20-40 g/m3. Kertas ini licin, mengkilap, tidak terlalu kaku, tidak
tahan air, dan sedikit tembus pandang. Permukaan licin kertas ini karena proses
pengecetan (calendering). Kertas ini dibuat dengan proses sulfat. Kertas ini biasa
digunakan untuk mengemas mentega, keju, permen, dan produk-produk kering.
(Herudiyanto, 2008).
Kertas kraft terbuat dari kayu lunak, pembuatannya dengan proses sulfat dan
dilakukan bleaching atau pemucatan sehingga menghasilkan warna kecoklatan.
Sifatnya sangat kuat, harganya murah, diproduksi dalam bentuk satu lapis atau
berlapis-lapis dan berkerut (corrugated). Kekuatan basah dari kertas kraft diperoleh
dengan menambahkan melamin formaldehida atau Urea – formaldehida resin pada
bahan kertasnya. Kertas ini tidak tahan air, sedikit kaku, halus, tidak terlalu
mengkilap, dan tidak tembus pandang. Ketebalan kertas ini 10-180 g/m 2, bervariasi
sesuai kebutuhan. (Herudiyanto, 2008)
Kertas roti dibuat dengan proses sulfat dan dilakukan mengelantang. Jenis
kertas ini biasa digunakan untuk mengemas mentega, keju dalam bentuk bungkusan,
selain itu sering digunakan untuk pembuatan label. Kertas ini mempunyai ketahanan
yang baik terhadap lemak dan cukup kuat dalam keadaan basah, tidak terang (baur),
dan lebih kasar dari kertas minyak. Permukaannya yang licin memberikan efek
pewarnaan yang bagus jika didekorasi (Herudiyanto, 2008). Kertas ini tidak
mengkilap dan tipis sehingga mudah dirobek. Kertas ini sering digunakan untuk
melapisi bagian bawah roti karena kertas ini sudah mendapat perlakuan khusus.

A. Sampel Kopi
Zindhy Dwiany
240210080120

Tabel perubahan karakterisitk kopi yang tidak diseduh


Jenis Warna Aroma Tekstur
Kertas Awal Akhir Awal Akhir Awal Akhir
Kraft ++++ +++ ++++
Roti ++++ +++ ++++
Kasar Menggumpal
Tissue ++++ ++++ ++++ ++
++++ +++
Minyak ++++ +++ ++++
Karton ++++ ++++ ++++
Keterangan:
Warna : semakin tinggi +, maka semakin berwarna coklat kehitaman.
Aroma : semakin tinggi +, maka rasanya semakin bau khas kopi.
Tekstur : semakin tinggi +, maka rasanya semakin kasar.

Tabel perubahan karakterisitk kopi yang diseduh


Jenis Warna Aroma Tekstur Rasa
Kertas Awal Akhir Awal Akhir Awal Akhir Awal Akhir
Kraft ++++ +++ ++++ +++++
Roti ++++ +++ ++++ +++++
Berpasir Menggumpal Pahit
Tissue ++++ ++++ +++++ ++ +++++
++++ +++ +++++
Minyak ++++ +++ ++++ +++++
Karton ++++ ++++ ++++ +++++
Keterangan:
Warna : semakin tinggi +, maka semakin berwarna coklat kehitaman.
Aroma : semakin tinggi +, maka aromanya semakin bau khas kopi.
Tekstur : semakin tinggi +, maka teksturnya semakin kasar.
Rasa : semakin tinggi +, maka rasanya semakin pahit.

Tabel perubahan berat kopi


Jenis Pengamatan hari ke- (gram)
Kertas
0 3 4 5 6
Zindhy Dwiany
240210080120

(Rabu) (Jumat) (Senin) (Selasa) (Rabu)


Kraft 21.4408 20.9789 22.9876 23.2941 23.4282
Roti 21.3051 20.6593 22.7385 23.0883 23.2244
Tissue 20.8415 20.3514 22.0131 22.7483 22.8173
Minyak 21.1356 20.5418 22.1849 22.9664 23.0841
Karton 24.8203 24.2569 25.9937 26.682 26.8393
Grafik perubahan berat kopi

Kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan
ekstraksi biji tanaman kopi. Kata kopi sendiri berasal dari bahasa Arab qahwah yang
berarti kekuatan, karena pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi
tinggi. Dari sekian banyak jenis biji kopi yang dijual di pasaran, hanya terdapat 2
jenis varietas utama, yaitu kopi arabika (Coffea arabica) dan robusta (Coffea
robusta). Masing-masing jenis kopi ini memiliki keunikannya masing-masing dan
pasarnya sendiri. (Anonimb, 2010)
Warna, aroma, serta tekstur dari kopi yang tidak diseduh setelah penyimpanan
selama 1 minggu tidak terlalu banyak berubah terutama untuk warna. Hal ini
disebabkan karena waktu pengamatan yang terlalu sebentar. Aroma dari sampel
sedikit berkurang setelah penyimpanan selama 1 minggu, terutama untuk kopi yang
dikemas dengan kertas tissue. Hal ini menunjukkan bahwa kertas tissue
permeabilitasnya paling besar karena bila kopi cukup banyak kontak dengan udara
maka akan semakin banyak senyawa volatile yang akan hilang. Kopi yang dikemas
dengan kertas karton memiliki aroma yang tidak berubah setelah penyimpanan
selama 1 minggu. Hal ini menunjukkan bahwa kertas karton memiliki permeabilitas
terhadap udara yang paling kecil dibandingkan kertas yang lainnya.
Tekstur dari kopi ialah kasar. Setelah penyimpanan selama 1 minggu tidak
ada perubahan pada tekstur kecuali untuk kopi yang dibungkus dengan kertas tissue.
Tekstur kopi yang dibungkus dengan kertas tissue menjadi menggumpal. Hal ini
disebabkan karena kertas tissue memiliki kerapatan yang paling kecil sehingga sangat
Zindhy Dwiany
240210080120

mudah melalukan udara sehingga bubuk kopi yang sangat bersifat higroskopis
menyerap uap air dari lingkungan yang akan menyebabkan tekstur menjadi
menggumpal.
Untuk kopi yang diseduh dengan air panas tidak mengalami perubahan
terhadap warna setelah penyimpanan selama 1 minggu. Aroma dari larutan kopi
sangat tajam khas kopi saat awal pengamatan, tapi kemudian menurun saat akhir
pengamatan. Aroma dari larutan kopi yang paling berkurang adalah kopi yang
dikemas dengan kertas tissue, dan yang paling baik adalah kopi yang dikemas dengan
kertas karton. Aroma yang berkurang ini disebabkan karena adanya senyawa volatile
yang kontak dengan udara.
Tekstur dari kopi yang diseduh dengan air panas ialah sedikit berpasir. Setelah
akhir pengamatan tekstur dari larutan kopi tidak berubah kecuali untuk kopi yang
dikemas dengan kertas tissue. Pada kopi yang dikemas dengan kertas tissue saat
dilarutkan dengan air panas ada gumpalan-gumpalan yang tidak larut dengan air
panas. Hal ini disebabkan karena bubuk kopi sudah menggumpal karena menyerap
uap air dari lingkungan sehingga susah untuk dilarutkan. Rasa dari kopi yang
dilarutkan dengan air panas adalah pahit. Setelah penyimpanan selama 1 minggu pun
rasa ini tidak berubah. Tidak adanya perubahan dapat disebabkan karena rasa kopi
yang cukup kuat dan waktu pengamatan yang terlalu singkat.
Dapat dilihat melalui kurva bahwa semakin lama berat dari kopi semakin
meningkat walaupun sempat menurun pada penyimpanan hari ke-2. Penurunan berat
ini dapat disebabkan karena neraca analitik yang digunakan berbeda dari sebelumnya.
Penambahan berat terjadi karena sifat bubuk kopi yang higroskopis. Untuk kopi yang
dikemas dengan kertas tissue juga terjadi pengurangan berat. Hal ini terjadi karena
tissue yang digunakan untuk mengemas robek sehingga ada beberapa bagian yang
tumpah. Semakin besar peermeabilitas kemasan yang digunakan untuk mengemas
maka akan semakin banyak uap air yang diserap untuk mencapai keadaan yang
seimbang. Hal ini akan menyebabkan produk menjadi menggumpal. Dari semua
kemasan yang digunakan penamabahan berat paling besar terjadi pada kopi yang
dikemas dengan kertas karton, kemudian diikuti oleh kertas kraft, kertas tissue, kertas
minyak, dan penambahan berat yang paling sedikit terjadi pada kopi yang dikemas
Zindhy Dwiany
240210080120

dengan kertas roti. Menurut literature semakin tebal suatu kertas maka kemampuan
untuk melalukan gas semakin kecil. hal ini tidak sesuai dengan hasil pengamatan.
Perbedaan ini dapat terjadi karena kertas karton yang digunakan juga menyerap uap
air dari lingkungan sehingga mempengaruhi penambahan berat.
Dari semua penjabaran yang ada kemasan yang paling baik diguankan untuk
mengemas kopi adalah kertas karton karena tidak terjadi perubahan terhadap warna,
aroma, tekstur, dan rasa setelah penyimpanan selama 1 minggu, walaupun terjadi
penambahan berat yang paling besar. Kertas tissue paling tidak baik digunakan untuk
mengemas kopi karena terjadi penurunan yang besar teerhadap kualitas karakteristik
setelah penyimpanan selama 1 minggu. Hak ini juga menunjukkan bahwa kertas
tissue memiliki permeabilitas terhadap uap air yang paling besar.

B. Sampel Gula
Tabel perubahan karakteristik gula yang tidak diseduh
Jenis Warna Aroma Tekstur
Kertas Awal Akhir Awal Akhir Awal Akhir
Kraft +++ - Menggumpal
Halus
Roti +++ -
Putih ++
Kasar
Tissue Kekuningan +++ - - Menggumpal
++++
Minyak ++++ +++ - Menggumpal
Halus
Karton +++ -
+++
Keterangan:
Warna : semakin tinggi +, maka semakin berwarna putih kekuningan.
Tekstur : semakin tinggi +, maka rasanya semakin kasar.

Tabel perubahan karakterisitk gula yang diseduh


0
Jenis Warna Brix Tekstur Rasa
Kertas Awal Akhir Awal Akhir Awal Akhir Awal Akhir
Zindhy Dwiany
240210080120

Kraft ++++ - Larut Semua +++++


Roti ++++ - Larut Semua +++++
Bening Larut Manis
Tissue ++++ 34 - Larut Semua ++++
++++ Semua +++++
Minyak ++++ - Larut Semua +++++
Karton ++++ - Larut Semua +++++
Keterangan:
Warna : semakin tinggi +, maka semakin bening.
Aroma : semakin tinggi +, maka aromanya semakin bau khas kopi.
Tekstur : semakin tinggi +, maka teksturnya semakin larut semua, tidak ada yang
menggumpal.
Rasa : semakin tinggi +, maka rasanya semakin manis.

Tabel perubahan berat gula


Pengamatan hari ke- (gram)
Jenis
0 3 4 5 6
Kertas
(Rabu) (Jumat) (Senin) (Selasa) (Rabu)
Kraft 21.474 21.314 21.3084 21.3052 21.2929
Roti 21.6007 21.5847 21.5843 21.5845 21.5942
Tissue 20.7639 20.7029 20.7089 20.7109 20.7278
Minyak 20.861 20.8527 20.8637 20.8523 20.8673
Karton 25.3285 25.1896 25.1841 25.1869 25.2119
Zindhy Dwiany
240210080120

Grafik perubahan berat gula

Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan
komoditi perdagangan utama. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk
kristal sukrosa padat. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan
keadaan makanan atau minuman. Gula sederhana, seperti glukosa (yang diproduksi
dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam), menyimpan energi yang akan
digunakan oleh sel. Gula sebagai sukrosa diperoleh dari nira tebu, bit gula, atau aren.
Meskipun demikian, terdapat sumber-sumber gula minor lainnya, seperti kelapa.
Sumber-sumber pemanis lain, seperti umbi dahlia, anggir, atau jagung, juga
menghasilkan semacam gula/pemanis namun bukan tersusun dari sukrosa. Proses
untuk menghasilkan gula mencakup tahap ekstrasi (pemerasan) diikuti dengan
pemurnian melalui distilasi (penyulingan). (Anonimc, 2010)
Gula yang diamati tidak memiliki aroma khusus sehingga pengamatan
terhadap aroma tidak dapat dilakukan. Warna dari gula adalah putih kekuningan
dengan tekstur yang cukup kasar. Gula teksturnya lebih kasar daripada kopi. Setelah
penyimpanan selama 1 minggu maka warna gula yang tidak diseduh memudar.
Perubahan warna ini terjadi untuk semua kemasan. Warna yang memudar ini dapat
disebabkan karena adanya senyawa voaltil yang menguap selama penyimapanan.
Tekstur dari gula yang tidak diseduh setelah penyimpanan selama 1 minggu
berbeda-beda. Untuk gula yang dikemas dengan kertas roti, kertas tissue, dan kertas
minyak gula menjadi menggumpal. Gula yang dikemas dengan kertas roti dan kertas
karton setelah penyimpanan selama 1 minggu tidak menggumpal, tapi tingkat
kekasaran sudah berkurang yang menandakan tidak lama lagi akan menggumpal.
Setelah diseduh dengan air panas dengan perbandingan 1:2 maka larutan gula
akan berwarna bening. Dilakukan juga pengukuran terhadap 0Brix larutan gula
dengan menggunakan refraktometer. Brix merupakan ukuran kepekaan larutan gula
yang didefinisikan sebagai jumlah (gram) zat padat total yang terlarut per setiap 100
Zindhy Dwiany
240210080120

gram larutan gula. Nilai 0Brix dari larutan gula pada awal pengamatan adalah 34 dan
untuk akhir pengamatan ternyata tidak dilakukan pengukuran kembali.
Tekstur dari gula yang diseduh dengan air panas tidak berubah setelah
penyimpanan selama 1 minggu. Rasa dari gula yang diseduh juga tidak berubah
setelah penyimpanan selama 1 minggu kecuali untuk gula yang dikemas dengan
kertas tissue. Rasa gula yang dibungkus dengan kertas tissue tidak semanis yang
lainnya. Hal ini dapat disebabkan karena adanya senyawa volatile yang menguap
sehingga berpengaruh terhadap rasa. Hal ini juga menunjukkan bahwa kertas tissue
memiliki permeabilitas terhadap gas yang paling besar.
Dapat dilihat pada kurva bahwa hampil semua gula yang dikemas dengan
kemasan kertas mengalami penurunan berat. Tetapi penurunan berat tidak terjadi
pada gula yang dikemas dengan kertas minyak. Pada gula yang dikemas dengan
kertas minyak terjadi penambahan berat. Penambahan berat yang terjadi juga tidak
terlalu banyak. Hal ini dapat disebabkan karena gula tidak terlalu higroskopis.
Pengurangan berat dapat disebabkan karena kandungan air dalam gula menguap.
Pengurangan berat paling besar terjadi pada kertas kraft kemudiaan diikuti oleh kertas
karton, kertas tissue, dan kertas roti.
Dari hasil pengamatan dapat dilihat bahwa kertas tissue paling tidak baik
digunakan untuk mengemas gula karena terjadi perubahan rasa terhadap gula setelah
penyimpanan selama 1 minggu selain itu juga terjadi penggumpalan. Kertas yang
paling baik digunakan untuk mengemas gula sebaiknya kertas yang dapat
mempertahankan berat gula yatu kertas roti. Selain itu gula yang dikemas dengan
kertas roti tidak menggumpal setelah disimpan selama 1 minggu.

C. Sampel Teh
Tabel perubahan karakteristik teh yang tidak diseduh
Jenis Warna Aroma Tekstur
Kertas Awal Akhir Awal Akhir Awal Akhir
Kraft +++++ ++++ +++ ++++ Kasar Kasar
Roti ++++ ++++ Kasar
Tissue ++++ ++++ Kasar
Zindhy Dwiany
240210080120

Minyak ++++ ++++ Kasar


Karton ++++ ++++ Kasar
Keterangan:
Warna : semakin tinggi +, maka semakin berwarna coklat tua.
Aroma : semakin tinggi +, maka semakin beraroma khas teh.
Tekstur : semakin tinggi +, maka rasanya semakin kasar.

Tabel perubahan karakterisitk teh yang diseduh


Jenis Warna Aroma Tekstur Rasa
Kertas Awal Akhir Awal Akhir Awal Akhir Awal Akhir
Kraft +++ +++ Kasar ++++
Roti +++ +++ Kasar ++++
Pahit
Tissue ++ +++ ++++ +++ Kasar Kasar ++++
++++
Minyak +++ +++ Kasar ++++
Karton +++ +++ Kasar ++++
Keterangan:
Warna : semakin tinggi +, maka semakin berwarna cokelat keruh.
Aroma : semakin tinggi +, maka aromanya semakin bau khas teh.
Rasa : semakin tinggi +, maka rasanya semakin pahit.

Tabel perubahan berat teh


Pengamatan hari ke- (gram)
Jenis
0 3 4 5 6
Kertas
(Rabu) (Jumat) (Senin) (Selasa) (Rabu)
Kraft 11.4233 11.3325 11.5317 11.7586 11.8173

Roti 11.1817 11.5967 11.0818 11.483 11.5211

Tissue 11.1137 11.3937 10.7772 11.5587 11.6028

Minyak 11.0508 11.2968 10.8765 11.443 11.4819

Karton 15.2712 15.2417 15.1178 15.4397 15.5116

Grafik perubahan berat teh


Zindhy Dwiany
240210080120

Teh adalah minuman yang mengandung kafein, sebuah infusi yang dibuat
dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari
tanaman Camellia sinensis dengan air panas. Teh yang berasal dari tanaman teh
dibagi menjadi 4 kelompok: teh hitam, teh oolong, teh hijau, dan teh putih. (Anonimd,
2010)
Setelah penyimpanan selama 1 minggu tidak terjadi perubahan terhadap
warna dan tekstur dari teh yang tidak diseduh. Aroma dari teh yang tidak diseduh
sendiri semakin meningkat setelah penyimpanan selama 1 minggu. Aroma yang
meningkat ini dapat disebabkan karena fermentasi dari teh yang masih berlangsung
atau adanya senyawa volatile yang akan semakin meningkatkan aroma setelah kontak
dengan udara.
Warna dari teh yang diseduh dengan air panas setelah penyimpanan selama 1
minggu semakin bertambah keruh. Hal ini dapat disebakan karena senyawa yang ada
dalam teh bereaksi dengan udara sehingga menyebabkan kekeruhan. Aroma dari teh
yang diseduh semakin berkurang setelah 1 minggu penyimpanan. Hal ini disebabkan
karena adanya senyawa volatile yang menguap selama masa penyimpanan. Rasa dari
teh adalah pahit. Setelah penyimpanan selama 1 minggu ternyata tidak terjdi
perubahan terhadap rasa dari teh. Hal ini dapat disebabkan karena pengamatan yang
terlalu sebentar.
Dapat dilihat pada grafik perubahan berat bahwa terjadi perubahan berat
yang cukup fluktuatif untuk sampel teh. Tetapi secara keseluruhan teh mengalami
penambahan berat setelah penyimpanan selama 1 minggu. Penambahan berat paling
banyak terjadi pada teh yang dikemas dengan kertas tissue, dan penambahan berat
paling kecil terjadi pada teh yang dikemas dengan kertas karton. Hal ini menunjukkan
permeabilitas kertas tissue yang besar sehingga teh menyerap uap air cukup banyak
dari lingkungan.
Dari hasil pengamatan dapat dilihat bahwa paling baik digunakan kertas
karton untuk mengemas teh karena selain mengalami penambahan berat yang paling
sedikit, juga tidak mengalami perubahan karakteristik berlebih selama penyimpanan 1
minggu. Teh paling tidak baik dikemas dengan kertas tissue karena mengalami
Zindhy Dwiany
240210080120

penambahan berat yang paling besar walaupun secara keseluruhan tidak ada
perubahan karakteristik berlebih selama penyimpanan 1 minggu.

D. Sampel Tepung Terigu


Tabel perubahan karakteristik terigu
Jenis Warna Aroma Tekstur
Kertas Awal Akhir Awal Akhir Awal Akhir
Menggumpal
Kraft ++++ ++
++
Menggumpal
Roti ++++ ++
++
Lembut Menggumpal
Tissue +++ ++++ +++ +
+++ +++
Menggumpal
Minyak ++++ +
+
Menggumpal
Karton ++++ +
+
Keterangan:
Warna : semakin tinggi +, maka semakin berwarna putih krem.
Aroma : semakin tinggi +, maka semakin beraroma khas terigu.
Tekstur : semakin tinggi +, maka rasanya semakin menggumpal.

Tabel perubahan berat tepung


Pengamatan hari ke- (gram)
Jenis
0 3 4 5 6
Kertas
(Rabu) (Jumat) (Senin) (Selasa) (Rabu)
Kraft 21.3308 20.1102 21.2876 21.3299 21.3672
Roti 20.1555 21.2219 20.1755 20.1955 20.232
Tissue 20.8385 20.7583 20.8071 20.8542 20.8849
Minyak 21.3961 21.3146 21.3989 21.4038 21.4419
Zindhy Dwiany
240210080120

Karton 24.8987 26.0056 26.0142 26.1172 26.1607

Grafik perubahan berat kerupuk

Tepung terigu adalah tepung atau bubuk halus yang berasal dari bulir
gandum, dan digunakan sebagai bahan dasar pembuat kue, mi dan roti. Kata terigu
dalam bahasa Indonesia diserap dari bahasa Portugis, trigo, yang berarti "gandum".
Tepung terigu mengandung banyak zat pati, yaitu karbohidrat kompleks yang tidak
larut dalam air. Tepung terigu juga mengandung protein dalam bentuk gluten, yang
berperan dalam menentukan kekenyalan makanan yang terbuat dari bahan terigu.
(Anonime, 2010)
Terigu merupakan bahan pangan yang sangat higroskopis. Tepung lebih
higroskoppis dari kopi. Hal ini terlihat dari hasil pengamatan. Setelah penyimpanan
selama 1 minggu semua sampel terigu mengalami penggumpalan. Sebelumnya
tekstur terigu cukup lembut dan tidak menggumpal. Terigu yang paling menggumpal
adalah terigu yang dikemas dengan kertas tissue. Hal ini menunjukkan bahwa terugu
yang dikemas dengan kertas tissue menyerap palinga banyak uap air dari lingkungan.
Aroma dari terigu setelah penyimpanan selama 1 minggu berkurang
terutama untuk terigu yang dikemas dengan kertas karton. Seharusnya kertas karton
Zindhy Dwiany
240210080120

dapat mempertahankan aroma paling baik karena kertas karton paling tebal diantara
kertas yang lain. Warna dari terigu setelah penyimpanan selama 1 minggu berubah
menjadi bertambah krem. Hal ini disebabkan karena terigu menyerap up air dari
udara ingkungan sehingga warna dari tepung akan semakin pekat. Untuk sampel
terigu tidak dilakukan pelarutan karena terigu akan mengendap bila dilarutkan.
Dapat dilihat pada grafik perubahan berat bahwa setelah penyimpanan
selama 1 minggu sampel terigu mengalami penambahan berat untuk semua
perlakuan. Untuk gula yang dikemas dengan kertas roti dan kertas kraft mengalami
perubahan berat yang fluktuatif. Penambahan berat paling besar terjadi pada gula
yang dikemas dengan kertas karton diikuti dengan kertas roti, kertastissue, dan kertas
minyak. Penambahan berat yang paling kecil terjadi pada gula yang dikemas dengan
kertas kraft. Kertas karton seharusnya paling baik dalam menjaga berat dari sampel
karena memiliki permeabilitas terhadap uap air yang paling kecil. penambahan berat
paling besar ini dapat disebabkan karena saat pengamatan hari ke-5 perekat yang
digunakan pada kertas karton lepas sehingga memudahkan udara untuk masuk
kedalam kemasan.
Sesuai hasil pengamatan dapat dilihat bahwa terigu paling baik dikemas
dengan kertas kraft karena selain mengalami penambahan berat yang paling sedikit
juga mengalami perubahan karakteristik yang tidak terlalu besar dibandingkan
perlakuan yang lain. Kertas tissue paling tidak baik digunakan untuk mengemas
terigu karena mengalami perubahan karakteristik paling besar walaupun tidak terlalu
banyak mengalami perubahan berat.
BAB VI KESIMPULAN

• Bahan-bahan makanan kering adalah bahan pangan yang mudah rusak akibat
sifatnya yang higroskopis.
• Setelah penyimpanan sampel selama 1 minggu maka akan terjadi perubahan
aroma, warna, tekstur, dan rasa baik untuk sampel yang diseduh maupun yang
tidak.
• Perubahan terjadi karena adanya senyawa volatile yang bereaksi dengan
udara.
Zindhy Dwiany
240210080120

• Setelah penyimpanan selama 1 minggu mayoritas sampel mengalami


penambahan berat. Penambahan berat ini disebabkan karena sampel menyerap
uap air dari lingkungan.
• Sampel yang paling higroskopis adalah terigu>kopi>the>gula.
• Semakin tebal suatu kertas yang digunakan semakin kecil permeabilitasnya
sehingga kertas karton paling baik digunakan untuk mengemas bahan pangan
kering dan kertas tissue paling tidak baik digunakan untuk mengemas bahan
pangan kering.
• Menurut hasil pengamatan teh paling baik dikemas dengan kertas karton dan
paling tidak baik dikemas dengan kertas tissue.
• Menurut hasil pengamatan gula paling baik dikemas dengan kertas roti dan
paling tidak baik dikemas dengan kertas tissue.
• Menurut hasil pengamatan kopi paling baik dikemas dengan kertas karton dan
paling tidak baik dikemas dengan kertas tissue.
• Menurut hasil pengamatan terigu paling baik dikemas dengan kertas kraft dan
paling tidak baik dikemas dengan kertas tissue.
• Pengurangan yang terjadi dapat terjadi karena kesalahan penimbangan, atau
karena kertas yang digunakan untuk mengemas robek.