Anda di halaman 1dari 3

Nama : Fatmuwita

NPM : 043009534

Semester : 2 (Dua)

Mata Kuliah : Pajak Penghasilan I (PPh 1) PAJA3351

Dosen Pembimbing : Priandhita Sukowidyanti Asmoro, SE, MSA, Ak, CA

soal

PT.Sinar Terang (NPWP: 01.234.445.6-623.000) merupakan suatu perusahaan yang bergerak di


bidang industri alat-alat elektronik, selama bulan Januari 2018 terdapat beberapa transaksi sbb :

1. Tanggal 1 Januari membayar bunga pinjaman kepada Bank XYZ (NPWP : 01.345.678.9-
623.000) sebesar Rp.20.000.000,-
2. Tanggal 5 Januari membayar bunga pinjaman kepada PT.Pantang Menyerah (NPWP:
01.552.445.6-628.000) sebesar Rp. 15.000.000,-
3. Tanggal 15 Januari membayar jasa catering kepada CV.Kenyang Makmur (ber-NPWP)
sebesar Rp.15.000.000,- (dengan perincian 50% jasa, 50% material)
4. Tanggal 20 Januari membayar jasa perbaikan mesin kepada CV.Pasti Beres (tidak ber-
NPWP) sebesar Rp.8.000.000,- (dengan perincian 40% jasa, 60% material)
5. Tanggal 28 Januari membayar sewa kendaraan kepada Tuan Malik  Fajar (tidak ber-
NPWP) sebesar Rp.5.000.000,-

Instruksi :

Hitunglah jumlah PPh Pasal 23 yang harus dipotong oleh PT.Sinar Terang atas masing-masing
transaksi tersebut!
Jawaban :

Tarif PPh 23 dan Objeknya . Tarif PPh 23 dikenakan atas nilai Dasar Pengenaan Pajak (DPP)
atau jumlah bruto dari penghasilan. Ada dua jenis tarif yang dikenakan pada penghasilan yaitu
15% dan 2%, tergantung dari objek PPh pasal 23 tersebut. Berikut ini adalah daftar tarif dan
objek PPh Pasal 23 :

1. Tarif 15% dari jumlah bruto atas :


a. Dividen, kecuali pembagian dividen kepada orang pribadi dikenakan final, bunga dan
royalty
b. Hadiah dan penghargaan, selain yang telah dipotong PPh pasal 21
2. Tarif 2% dari jumlah bruto atas sewa dan penghasilan lain yang berkaitan dengan
penggunaan harta kecuali sewa tanah dan/atau bangunan.
3. Tarif 2% dari jumlah bruto atas imbalan jasa teknik, jasa manajemen, jasa konstruksi dan
jasa konsultan.
4. Tarif 2% dari jumlah bruto atas imbalan jasa lainnya adalah yang diuraikan dalam
Peraturan Menteri Keuangan No. 141/PMK.03/2015 dan efektif mulai berlaku pada
tanggal 24 Agustus 2015.
5. Bagi Wajib Pajak yang tidak ber-NPWP akan dipotong 100% lebih tinggi dari tarif PPh
Pasal 23.
6. Jumlah bruto adalah seluruh jumlah penghasilan yang dibayarkan, disediakan untuk
dibayarkan, atau telah jatuh tempo pembayarannya oleh badan pemerintah, subjek pajak
dalam negeri, penyelenggara kegiatan, bentuk usaha tetap, atau perwakilan perusahaan
luar negeri lainnya kepada Wajib Pajak dalam negeri atau bentuk usaha tetap
===
1. Perhitungan PPh Pasal 23 atas membayar bunga pinjaman
= 15% x Rp. 20.000.000
= Rp. 3.000.000

2. Atas membayar bunga pinjaman kepada PT


= 15% x Rp. 15.000.000
= Rp. 2.250.000
3. Atas jasa catering
= 2% x Rp. 15.000.000
= Rp. 300.000

4. Atas jasa perbaikan mesin


= 2% x Rp. 8.000.000
= Rp. 160.000

5. Atas sewa kendaraan


= 200% x 2% x Rp. 5.000.000
= Rp. 200.000

Anda mungkin juga menyukai