Anda di halaman 1dari 14

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BP.

AH DENGAN ANEMIA

I. Data Umum
Pengkajian terhadap data umum keluarga meliputi :
1. Nama kepala keluarga (KK) : Bp.AH
2. Alamat dan telepon : Tangerang/081234567122
3. Pekerjaan kepala keluarga :
a. PNS/BUMN/TNI/Polri
b. Karyawan Swasta
c. Petani
d. Buruh
e. Wir
4. Pendidikan kepala keluarga
a. SD tidak tamat
b. SD
c. SLTP
d. SLTA
e. Akademi/PT

5. Komposisi keluarga dan genogram

No Nama Jenis kelamin Hub dg KK umur Pendidikan


1. Bp.A L Ayah 75 SMP
2. Ib.B P Ibu 65 SD
3. Bp.AH L Anak 3 35 SMA

Genogram
Keterangan :

Laki-laki Perempuan Kasus utama Meninggal

Kawin Pisah Cerai Tidak menikah

Anggota
rumah
tangga
Anak Angkat Aborsi/keguguran Kembar

6. Tipe keluarga :
a. Inti (nuclear)
b. Besar (extended)
c. Campuran (Blended)
d. Ayah/Ibu + anak (single parent)
e. Dewasa sendiri (single adult)
f. Lansia
g. Lain-lain, sebutkan ...........................

7. Suku bangsa :
a. Sunda
b. Jawa
c. lain-lain, sebutkan .............................

8. Agama :
a. Islam
b. Protestan
c. Katholik
d. Hindu
e. Budha

9. Status sosial ekonomi keluarga :


a. Pra Keluarga Sejahtera (Pra KS)
b. KS I
c. KS II
d. KS III
e. KS III Plus
10. Aktifitas rekreasi keluarga :
Tidak ada akivitas rekreasi ke luar rumah, keluarga mengatakan selalu menghabiskan
waktu rekreasi bersama dengan menonton TV.
II. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga
11. Tahap perkembangan keluarga saat ini
a. Keluarga pemula
b. Keluarga mengasuh anak
c. Keluarga dengan anak usia prasekolah
d. Keluarga dengan anak usia sekolah
e. Keluarga dengan anak remaja
f. Keluarga dengan anak dewasa
g. Keluarga usia pertengahan
h. Keluarga usia lanjut

12. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi :


Tahap perkembangan keluarga Bp.AH saat ini adalah tahap keluarga dengan usia
lanjut namun perkembangan keluarga yang belum terpenui adalah membantu merawat
Bp.Ah yang sedang sakit
13. Riwayat keluarga inti :
Dari silsilah keluarga Bp.AH tidak ada yang memiliki riwayat penyakit
keturunan/genetic. namun Bp.Ah saat ini sedang mengalami anemia.
14. Riwayat keluarga sebelumnya :
Keluarga Bp.Ah merupakan keluarga lanjut usia, Bp.Ah saat ini belum memiliki anak
dan istri namun bp.AH saat ini sedang merawat orang tuanya yang sedang mengalami
dimensia maka keluarga Bp. AH saat ini berada pada tahap perkembangan keluarga
dengan usia Lansia.

III.Pengkajian lingkungan
15. Karakteristik rumah :
Bp.AH tinggal di rumah milik pribadi, luas bangunan rumah yang ditempati Bp.AH
adalah 30X60 m, terdiri dari 3 kamar tidur, dapur , ruang tamu, dan kamar mandi,
ruangan memiliki privasi yang cukup baik dengan pintu disetiap kamar tidur ataupun
kamar mandi.sirkulasi udara cukup baik dan penerangan cukup dengan adanya sinar
matahari, atap terbuat dari genteng dan lantai terbuat dari keramik jumlah jendela ada 3,
sumber air menggunakan air PDAM, sumber air minum yang digunakan adalah air
AQUA.
teras
Kamar
mandi
Kamar 3
Ruang tamu

Dapur

Kamar 1 Kamar 2
16. Karakteristik tetangga dan komunitas RW :
Keluarga memiliki hubungan yang baik dengan tetangga, keluarga juga sering
bersosialisasi dan mengikuti kegitan masyarakat.
17. Mobilitas geografis keluarga :
Bp.AH tinggal di rumah orangtua yang saat ini ditempati sudah semenjak saat dia
kecil dengan status kepemilikan rumah pribadi, rumah keluarga juga dekat dengan
fasilitas kesehatan dan pasar. Sarana transportasi keluarga yang digunakan yaitu
kendaraan roda .
18. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat :
Keluarga sering berinteraksi dengan masyarakat dan juga aktif mengikuti kegiatan
masyarakat.
IV. Struktur keluarga
19. Sistim pendukung keluarga :
Keluarga mengatakan saat terjadi masalah didalam keluarga akan dibicarakan
secara musyawarah dan pengambilan keputusan menjadi tanggung jawab Kepala
keluarga.
20. Pola komunikasi keluarga :
Saat berkomunikasi keluarga menggunakan bahasa indonesia. Namun dalam
masalah komunikasi anggota keluarga sangat terbuka antara satu dengan yang lainnya.
Namun dalam berkomunikasi dengan Bp.A, Bp.AH harus berbicara dengan nada keras
dan sabar. Bp.AH selalu menghormati kedua orangtuanya dan kakak dan komunikasi
antara Bp.AH, orangtua dan kakaknya terjalin erat.
21. Struktur kekuatan keluarga :
Dalam keluarga Bp.AH pengambilan keputusan dilakukan secara mufakat dengan
teknik pengambilan keputusan yang digunakan adalah musyawarah.
22. Struktur peran :
Bp.AH berperan sebagai Kepala keluarga, yang bertugas mencari nafkah dan
pengambil keputusan, Ibu.N berperan sebagai istri Bp.A dan ibu Bp.AH yang berperan
sebagai ibu rumah tangga dan ikut serta membantu merawat Bp.A yang sedang sakit,
Bp.A berperan sebagai ayah dari Bp.Ah.
23. Nilai atau norma keluarga :
nilai dan norma budaya keluarga tidak meyakinkan nilai dan norma pada
kebudayaan tertentu. Mereka hanya meyakinkan ajaran agama islam.
V. Fungsi keluarga
24. Fungsi afektif :
Saat ini Ibu.N sering merasa cemas karena keadaan Bp.Ah yang sedang sakit
25. Fungsi sosialisasi :
Hubungan Keluarga dan tetangga terjalin dengan baik dalam keluarga, namun
tidak terjalin erat komunikasi antara keluarga dan Bp.A.
26. Fungsi perawatan kesehatan :
Kebutuhan hidup istirahat dan eliminasi dapat terpenui dengan baik dalam
keluarga. Namun keluarga memiliki permasalahan tentang kebutuhan kualitas dan
kuantitas tidur
 TUK 1: keluarga belum dapat mengenal masalah yang terjadi pada Bp.AH,
berkaitan dengan kualitas sulit tidur.
 TUK 2: keluarga belum dapat memutuskan perawatan yang harus dilakukan
untuk mengatasi permasalahan pada Bp.Ah
 TUK 3: keluarga belum mengetahui informasi mengenai istirahat cukup untuk
Bp.Ah
 TUK 4: keluarga belum mengetahui lingkungan yang aman bagi Bp.AH
 TUK 5: keluarga belum dapat memanfaatkan perlayanan kesehatan dengan
baik.
27. Fungsi reproduksi :
Saat ini Bp.AH belum berkeluarga dan belum mempunyai istri dan anak
28. Fungsi ekonomi :
Untuk memenui kebutuhan keluarga Bp.AH dengan pengahasilan Rp.
4.700.000,00 biasanya Bp.Ah selalu memberikan seluruh penghasilannya kepada Ibu.N
untuk dikelola setiap harinya untuk memenui kebutuhan sandang, pangan dan
membayar caregriver Bp.A.
VI. Stress dacn koping keluarga
29. Stressor jangka pendek dan panjang;
Stresor Jangka pendek: saat ini yang menjadi beban pikiran Ibu.N adalah kesehatan
Bp.AH .
Stresor jangka panjang: Ibu.N khawatir jika Bp.Ah jarang tidur dan sering lembur
pekerjaan rumah Bp.AH akan sakit dan kelelahan.
30. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor :
Bp.AH mengatakan bila ada masalah di dalam keluarga maka anggota keluarga yang
lainnya saling membantu menyelesaikan masalah.
31. Strategi koping yang digunakan :
Ibu.N mengatakan bila ada suatu masalah Ibu.N selalu menceritakan kepada orang
terdekatnya termasuk anak-anaknya.
32. Strategi adaptasi disfungsional :
Bp.AH mengatakan apabila ada masalah atau pikiran biasanya selalu bercerita
kepada ayahnya, namun karena kondisi Bp.A seperti ini maka Bp.AH selalu bercerita
kepada Ibu.N atau kakak-kakaknya dan tidak ada strategi koping yang bisa dilakukan
untuk mengatasi masalahnya.

VII. Pemeriksaan fisik


Pemeriksaan Bp.A Ibu.N Bp.Ah
Fisik
Kepala Simetris, tidak ada Simetris, tidak ada Simetris, tidak ada
benjolan, warna benjolan, warna benjolan, warna
rambut hitam dan rambut hitam dan rambut hitam, kulit
beruban, kulit kepala beruban, kulit kepala kepala bersih, tidak
bersih, tidak rontok bersih, tidak rontok rontok dan tidak ada
dan tidak ada dan tidak ada ketombe.
ketombe. ketombe.
Mata konjungtiva konjungtiva anemis, konjungtiva anemis,
anemis,sklera sklera ikerik, tidak ada sklera ikerik, tidak ada
ikerik,tidak ada massa, tidak ada massa, tidak ada
massa, tidak ada benjolan, penglihatan benjolan
benjolan, penglihatan sedikit buram.
sedikit buram
Hidung bersih, tidak ada bersih, tidak ada bersih, tidak ada
secret, tidak ada polip secret, tidak ada polip secret, tidak ada polip
Mulut bersih, mukosa bersih, mukosa bersih, mukosa
lembab, tidak terdapat lembab, tidak terdapat lembab, tidak terdapat
caries gigi, tidak ada caries gigi, tidak ada caries gigi, tidak ada
kesulitan menelan kesulitan menelan kesulitan menelan
Telinga pendegaran kurang, pendegaran baik, tidak pendegaran baik, tidak
tidak ada keluar ada keluar cairan dari ada keluar cairan dari
cairan dari telinga telinga telinga
Leher tidak ada pembesaran tidak ada pembesaran tidak ada pembesaran
tiroid, tidak ada tiroid, tidak ada tiroid, tidak ada
pembesaran vena pembesaran vena pembesaran vena
jugularis jugularis jugularis
Dada simetris, bunyi simetris, bunyi jantun simetris, bunyi jantun
jantung 1 dan 2 1 dan 2 normal, paru 1 dan 2 normal, paru
normal, paru normal normal normal
Abdomen tidak ada nyeri tekan, tidak ada nyeri tekan, tidak ada nyeri tekan,
tidak ada distensi tidak ada distensi tidak ada distensi
abdomen abdomen abdomen
Ekstermitas Tidak ada edema, Tidak ada edema, Tidak ada edema,
bentuk simetris, tidak bentuk simetris, tidak bentuk simetris, tidak
ada nyeri tekan pada ada nyeri tekan pada ada nyeri tekan pada
tangan dan kaki, tidak tangan dan kaki, tidak tangan dan kaki, tidak
terdapat terdapat ada pembengkakan.
pembengkakan pada pembengkakan pada
jari tangan dan kaki jari tangan dan kaki

Tanda-tanda Kesadaran: Cm Kesadaran: Cm Kesadaran: Cm


vital TD : 130/80mmHg TD : 120/70mmHg TD :90/60mmhg
Nadi: 80x/menit Nadi: 90x/menit Nadi: 95x/menit
Suhu: 36 Suhu: 36,5 Suhu: 36,2
RR: 20x/menit RR: 20x/menit RR: 20x/menit

Kekuatan otot 5 5 5 5 5 5
5 5 5 5 5 5
VIII. Harapan keluarga
Keluarga berharap dengan adanya Asuhan keperawatan Keluarga, kondisi kesehatan
keluarga menjadi lebih baik dan mampu merawat Bp.Ah yang sedang sakit .

IX. FORMAT ANALISA DATA

Data Etiologi Diagnosa Keperawatan


DS: - Adanya Koping tidak efektif
- Ibu. N mengatakan sering ketidakpercayaan diri yang ditandai dengan
merasa Cemas karena Bp.Ah - Sering merasa Ketidakpercayaan diri
2hari yang lalu terjatuh khawatir dalam mengatasi
dikantor. masalah (D.0096)
- Ibu N mengatakan Bp.Ah jarang
tidur dan sering lembur
pekerjaan rumah.
- Ibu.N mengatakan merasa
khawatir jika Bp.Ah seperti ini
Bp.AH akan sakit dan tidak
dapat melakukan aktifitas
seperti biasa dan tidak dapat
membantu merawat Bp.A yang
sedang sakit.
DO:
- Ibu .N terlihat cemas dan
Khawatir ketika melihat kondisi
Bp.AH.
- ibu N sering menangis ketika
bercerita tentang kondisi Bp.AH
- Kantung mata ibu N terlihat
hitam.
- Ibu N tampak kelelahan
Ds: - Ketidakefektifan Kesiapan Peningkatan
- An.U mengatakan jarang komunikasi pengetahuan yang
berkomunikasi dengan orangtua - Kurangnya ditandai dengan
karena ketika dia pulang orang pengetahuan orang tua menjelaskan
tua sudah tertidur. pengetahuan tentang
- An.U mengatakan senang suatu topik dan
dengan pergaulannya dan bagi menggambarkan
remaja pulang larut malam pengalaman
adalah hal yang wajar sebelumnya sesuai
- An.U mengatakan rokok yang dengan topik (D.0113)
ditemukan Ny.N di dalam
tasnya adalah rokok temannya.
- An.U mengatakan tidak tahu
resiko apa yang dapat terjadi
jika dia melakukan pergaulan
bebas.
- Keluarga mengatakan tidak
mampu untuk memberikan
nasehat pada anak agar tidak
pulang larut malam.
- Keluarga mengatakan tidak tahu
bagaimana cara menangani
An.U
DO:
- Ketika diberi pertanyaan An.U
terlihat bingung dan tidak
mengerti apa itu pergaulan
bebas dan resiko apa yang dapat
terjadi.
- Keluarga tampak tidak
konsisten dalam menangapi
masalah
- Keluarga tampak bingung ketika
diberi pertanyaan mengenai
penanganan anak pada fase
remaja

X. Diagnosa Keperawatan:

1. Koping tidak efektif yang ditandai dengan ketidakpercayaan diri dalam mengatasi masalah
(D.0096)

Kriteria Skor Pembenaran


1. Sifat masalah 3 x1= 1 - Ibu. N mengatakan sering merasa
a. Aktual /(tidak/kurang sehat) 3
b. Risiko/Ancaman kesehatan
cemas karena bpk.ah 2hari yll
c. Potensial/ Keadaan sejahtera terjatuh dari kantornya.

2. Kemungkinan masalah dapat diubah 1 x 2 =1 - Ibu.N menyatakan permasalahan ini


a. Mudah 2 dapat diubah jika Ibu N dapat
b. Sebagian
c. Tidak dapat
mengetahui bagaimana cara merawat
Bp.AH
3. Potensi masalah untuk dicegah 3 x 1 =1 - Masalah ini dapat dicegah apabila
a. Tinggi 3 Ibu.N mengetahui resiko, faktor
b. Cukup
c. Rendah
yang dapat menyebabkan pergaulan
bebas.
4. Menonjolnya masalah 2 x 1 =1 - Berikan Edukasi kepada Ibu N cara
a. Masalah berat dan harus segera ditangani 2 memanfaatkan fasilitas kesehatan
b. Ada masalah, tidak perlu segera ditangani
c. Masalah tidak dirasakan
terdekat.

2. Kesiapan Peningkatan pengetahuan yang ditandai dengan menjelaskan pengetahuan tentang


suatu topik dan menggambarkan pengalaman sebelumnya sesuai dengan topik (D.0113)
Kriteria Skor Pembenaran
5. Sifat masalah 3 x1= 1 - An.U mengatakan jarang
d. Aktual /(tidak/kurang sehat) 3
e. Risiko/Ancaman kesehatan
berkomunikasi dengan orangtua
f. Potensial/ Keadaan sejahtera karena ketika dia pulang orang tua
sudah tertidur.
6. Kemungkinan masalah dapat diubah 1 x 2 =1 - Keluarga mengatakan permasalahan
a. Mudah 2 ini dapat diubah jika An.U mau
b. Sebagian
c. Tidak dapat
mendengarkan nasehat orangtuanya
7. Potensi masalah untuk dicegah 3 x 1 =1 - Masalah ini dapat berpotensi jika
a. Tinggi 3 adanya kerjasama antara ayah dan
b. Cukup
c. Rendah
ibu dalam memberikan komunikasi
kepada An.U
8. Menonjolnya masalah 2 x 1 =1 - Berikan edukasi pada orangtua
a. Masalah berat dan harus segera ditangani 2 tentang cara menangani anak pada
b. Ada masalah, tidak perlu segera ditangani
c. Masalah tidak dirasakan
fase remaja

XI. FORMAT PERENCANAAN KEPERAWATAN KELUARGA

Hari/ Diagnosis Tujuan dan Kriteria Hasil Rencana Tindakan


Tanggal Keperawatan Keperawatan
Ketidakmampuan Setelah dilakukan tindakkan Edukasi komunikasi
Kamis, Koping keluarga keperawatan selama 1X24 jam efektif (I.12387)
23/4/2021
yang ditandai diharapkan Ketidakmampuan Objektif
dengan Koping keluarga (D.0093) - Identifikasi kesiapan
Ketidakmampuan dapat teratasi dengan Kriteria dan kemampuan
orang terdekat menerima informasi
hasil:
mengungkapkan Teraupetik
perasaan(D.0093) Status Koping Keluarga - Sediakan materi dan
meningkat (L.09088) media pendidikan
- Komunikasi antar anggota kesehatan
keluarga meningkat dari - Jadwalkan pendidikan
skala 2 (cukup memburuk) kesehatan sesuai
menjadi skala 4 (cukup kesepakatan
- Berikan kesempatan
meningkat)
untuk bertanya
Edukasi
- Jelaskan faktor resiko
yang dapat
memingkatkan dan
menurunkan
komunikasi efektif
- Ajarkan cara
memggunakan
komunikasi yang
efektif
Kamis, Kesiapan Setelah dilakukan tindakkan Edukasi orangtua
23/4/2021 Peningkatan keperawatan selama 1X24 jam untuk memahami fase
pengetahuan diharapkan masalah Remaja (I.12383)
yang ditandai Objektif
Peningkatan pengetahuan tidak
dengan - Identifikasi kesiapan
menjelaskan efektif (D.0117) dapat teratasi dan kemampuan
pengetahuan dengan Kriteria hasil: orangtua menerima
tentang suatu Edukasi orangtua untuk informasi
topik dan memahami fase Remaja - Identifikasi faktor yang
menggambarkan (I.12383) mempengarui progam
pengalaman edukasi pergaulan
sebelumnya - Perilaku sesuai dengan bebas
sesuai dengan pengetahuan meningkat dari Teraupetik
topik (D.0113) skala 3 (sedang) menjadi - Sediakan materi dan
skala 4 (cukup meningkat) media pendidikan
kesehatan
- Jadwalkan pendidikan
kesehatan sesuai
kesepakatan
- Berikan kesempatan
untuk bertanya
- Berikan bahan bacaan
mengenai remaja
Edukasi
- Jelaskan tugas atau
sasaran perkembangan
masa remaja
- Jelskan pola atau
hubungan antara
orangtua dan remaja
- Jelaskan mekanisme
koping yang digunakan
oleh remaja
- Ajarkan cara
berkomunikasi dengan
remaja
- Ajarkan mengenai
sikap-sikap
menghadapi perilaku
remaja
- Ajarkan
mengidentifikasi
adanya stres keluarga
dalam memilih
pergaulan.