Anda di halaman 1dari 43

KATA PENGANTAR

RANCANGAN AKTUALISASI

PENINGKATAN KEPATUHAN TERAPI OBAT


PASIEN TUBERCULOSIS PARU MELALUI EDUKASI
“ JALA KERAMBA “
DI PUSKESMAS SAPEKEN KABUPATEN SUMENEP

Disusun oleh :
Lina Herawati, S,Farm., Apt.
NIP. 19861215 202012 2 003
NDH : 40

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN CXL


TAHUN 2021
PROVINSI JAWA TIMUR
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah swt, atas rahmat dan hidayah-Nya penulis bisa
menyusun Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar ASN ini dengan tujuan untuk memenuhi
salah satu kegiatan dalam rangkaian pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III
Tahun 2021.
Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan untuk Baginda Agung
Rasulullah Muhammad SAW, yang telah berjuang dalam menyebarkan ajaran Islam dan
memberikan penerang dari yang biadab menuju yang beradab.
Dengan ketulusan dan kerendahan hati, penulis juga ingin menyampaikan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Aries Agung Paewai, S.STP, M.M selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur
2. Bapak Abdul Madjid, S.Sos, M.Si. selaku Kepala BKPSDM Kabupaten Sumenep
3. Bapak Mabnu, A.Md.Kep. selaku mentor yang telah membimbing dan memberi arahan
kepada penulis selama penyusunan rancangan aktualisasi ini
4. Bapak Ir. Biasworo Adisuyanto Aka, MM selaku Widyaiswara (Coach) yang telah
memberikan banyak motivasi, ilmu, dan masukan dalam penyelesaian rancangan aktualisasi
ini.
5. Orang tua, Suami, dan keluarga yang telah mendoakan penulis selama mengikuti pelatihan
dasar ini sehingga mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
6. Rekan-rekan seperjuangan Angkatan CXL Latsar CPNS Golongan III tahun 2021 yang
telah berbagi ilmu, pengalaman, dan kekompakannya.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan rancangan aktualisasi ini masih


jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun dari pembaca
dan pemerhati sangat diharapkan untuk penyempurnaan rancangan aktualisasi ini.

Sumenep, Juli 2021

Penulis

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar…………………………….………………………………….……………….. i

Daftar Isi ……………………………………………………………………………………... ii

Daftar Gambar ………………………………………………………………………………. iii

Daftar Tabel …………………………………………………………………………………. iv

Daftar Diagram ………………………………………………………………………………. v

BAB I PENDAHULUAN …….……………………………………………………………… 1

1.1 Latar belakang …………….……………………………………………………………… 1

1.2 Tujuan ………………………………………………………………………………….… 3

1.3 Manfaat ……………………………...…………………………………………………… 3

1.4 Ruang lingkup …………….……………………………………………………………… 4

BAB II GAMBARAN INSTANSI …………………………………………………………... 6

2.1 Deskripsi Organisasi ……………………………………………………………………... 6

2.2 Tugas dan Fungsi Unit Kerja …………………………………………………………….. 9

2.3 Susunan Organisasi …….………………..……………………………………………… 12

2.4 Uraian Tugas Jabatan Peserta …………………………………………………….…..… 13

BAB III RANCANGAN AKTUALISASI …………………………………………….…… 15

3.1 Identifikasi Isu, Penetapan Isu, dan Gagasan Pemecahan Isu ………………….…….… 15

3.2 Diagram Alur Kegiatan Pemecahan Isu ………………………………………….…….. 21

3.3 Matriks Rencana Kegiatan Aktualisasi ………………………………………………… 22

3.4 Jadwal Kegiatan Aktualisasi ………………………………………………………….... 33

DAFTAR PUSTAKA

ii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Foto Puskesmas Sapeken ...................................................................................... 6

Gambar 2.2 Struktur Organisasi Puskesmas Sapeken ............................................................ 12

iii
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Perkembangan Jumlah SDM..................................................................................... 8

Tabel 2.2 SDM berdasarkan tingkat pendidikan ………………………………………….…. 8

Tabel 3.1 Analisis AKPL ........................................................................................................16

Tabel 3.2 Analisis USG ...........................................................................................................17

Tabel 3.3 Matriks Rencana Kegiatan Aktualisasi ...................................................................22

Tabel 3.4 Matriks Rekapitulasi Nilai ANEKA dalam Kegiatan Aktualisasi …………….......32

Tabel 3.5 Matriks Jadwal Kegiatan Aktualisasi ......................................................................33

iv
DAFTAR DIAGRAM

Diagram 3.1 Diagram Fishbone .............................................................................................19

Diagram 3.2 Diagram alur kegiatan pemecahan isu ……......................................................21

v
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Aparatur Sipil Negara ( ASN ) adalah warga Negara Indonesia yang memenuhi syarat
tertentu yang diangkat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian untuk bekerja di instansi
pemerintah dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan. Dalam Undang-Undang ( UU )
No.5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dijelaskan bahwa peran ASN adalah sebagai
pelayan publik, pelaksana kebijakan publik, dan perekat pemersatu bangsa. Hal ini
menunjukkan jika orientasi ASN adalah menjadi pelayan masyarakat. ASN juga diharapkan
mengutamakan prinsip profesionalisme yang memiliki kompetensi, kualifikasi, objektivitas,
transparansi, serta bebas dari praktik KKN yang berbasis pada manajemen sumber daya
manusia dan mengedepankan system merit dalam mewujudkan birokrasi pemerintah yang
baik.
Untuk menjalankan peran ASN sebagai pelayan publik, pelaksana kebijakan publik,
serta perekat dan pemersatu bangsa, dibutuhkan sumber daya manusia yang handal dalam
melaksanakan tugasnya. ASN diharapkan dapat menginternalisasikan nilai-nilai dasar ASN
dalam menjalankan tugasnya memberikan pelayanan pada masyarakat. Salah satu sarana
untuk mewujudkan ASN yang berkualitas adalah melalui pendidikan dan pelatihan.
Berdasarkan Peraturan LAN nomor 12 Tahun 2018 tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai
Negeri Sipil, bentuk pendidikan dan pelatihan bagi ASN adalah melalui Pelatihan Dasar
CPNS.
Kompetensi yang dibangun dalam Pelatihan Dasar CPNS adalah kemampuan
mengaktualisasikan lima nilai dasar ASN yaitu kemampuan mewujudkan akuntabilitas,
kemampuan mengedepankan kepentingan nasional (nasionalisme), kemampuan menjunjung
tinggi standar etika publik, kemampuan berinovasi untuk peningkatan mutu, serta
kemampuan untuk tidak korupsi dan mendorong percepatan pemberantasan korupsi
dilingkungan instansinya. Kelima nilai dasar ASN tersebut biasa disingkat dengan ANEKA.

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan unit pelaksana pelayanan


kesehatan masyarakat di tingkat dasar di Indonesia. Menurut PERMENKES RI No. 75 tahun
2014 tentang pusat kesehatan masyarakat bahwa pusat kesehatan masyarakat adalah fasilitas
pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan tingkat pertama,

1
dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 tahun 2016 tentang Standar


Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas menjelaskan bahwa tanggung jawab apoteker di
Puskesmas adalah melakukan pengelolaan sediaan farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai
(BMHP) serta pelayanan farmasi klinik. Untuk melaksanakan tanggung jawab tersebut
apoteker harus bisa mengaktualisasi dirinya, mengembangkan ilmunya, serta menggali
potensi-potensi dirinya demi mewujudkan upaya kesehatan pelayanan promotif dan preventif
yang berkualitas di Puskesmas tempat kerjanya .

Edukasi pada pasien merupakan bagian tidak terpisahkan dari pelayanan kefarmasian
karena pelayanan kefarmasian tidak hanya melakukan kegiatan compounding dan dispensing
saja, tetapi juga harus berinteraksi dengan pasien dan tenaga kesehatan lainnya melalui
konsep Pharmaceutical Care. Kegiatan edukasi dengan cara konseling diperlukan pada
pemakaian obat-obat yang membutuhkan penggunaan khusus, obat-obat yang membutuhkan
terapi jangka panjang, serta obat-obat yang memerlukan kepatuhan dalam penggunaannya
sehingga apoteker perlu memastikan kepatuhan pasien dalam meminum obat.

Ketidakpahaman pasien pada penggunaan obat yang benar dapat meningkatkan


ketidakpatuhan pasien meminum obat. Salah satu contohnya adalah penggunaan obat Oral
Anti Tuberculosis (OAT) pada pasien Tuberculosis Paru (TB Paru) yang penggunaan obatnya
memerlukan jangka waktu lama. Kepatuhan minum obat OAT pada pasien TB paru
merupakan faktor kunci keberhasilan pengobatan tuberculosis. Ketidakpatuhan minum obat
OAT pada pasien TB paru dapat menyebabkan kegagalan pengobatan dan dapat
mengakibatkan resisten obat yang biasa disebut TB kebal obat atau TB MDR. Faktor-faktor
yang dapat menyebabkan terjadinya kegagalan pengobatan pasien TB paru diantaranya
karena obat yang diminum sudah habis dan terlambat kontrol ke Poli, pasien lupa minum
obat akibat kurangnya pemahaman akan aturan pakai obat yang benar, kurangnya dukungan
dari keluarga atau pendamping minum obat, dan pasien yang tidak mau minum obat karena
takut terhadap efek samping obat. Oleh karena itu diperlukan pemberian edukasi dari tenaga
medis, baik dokter, perawat, maupun apoteker kepada pasien terkait kepatuhan minum obat
OAT pada pasien TB paru.
Pemberian edukasi mengenai kepatuhan minum obat pasien TB di Poli Paru masih
dilakukan oleh perawat hanya menggunakan metode komunikasi verbal saja. Komunikasi

2
secara verbal kurang menarik perhatian pasien dan hanya dipahami pasien saat proses
pemberian informasi saja dan beresiko mudah dilupakan oleh pasien saat pasien kembali ke
rumah. Pemberian informasi yang telah berlangsung di tempat pengambilan obat Apotek
Puskesmas Sapeken pun juga masih kurang optimal karena keterbatasan media dan metode
pemberian edukasi kepada pasien. Hal tersebut menyebabkan kurangnya pemahaman pasien
akan pentingnya kepatuhan minum obat OAT sehingga beberapa pasien cenderung kurang
patuh dalam menggunakan obat OAT. Oleh karena itu, disini penulis menyoroti isu
“Rendahnya kepatuhan pasien Tuberculosis Paru dalam penggunaan obat OAT di Puskesmas
Sapeken”. Untuk mengatasi isu tersebut penulis mengangkat rencana aktualisasi dan
habituasi yang berjudul “Peningkatan Kepatuhan Terapi Obat Pasien Tuberculosis Paru
melalui Edukasi Jangan Lupa Kontrol dan Selalu Rutin Minum Obat (JALA KERAMBA) di
Puskesmas Sapeken Kabupaten Sumenep”.

1.2 Tujuan

Adapun tujuan dari aktualisasi ini adalah :


a) Meningkatkan kepatuhan pasien Tuberculosis Paru dalam menggunakan obat Oral Anti
Tuberculosis (OAT)
b) Meningkatkan kompetensi Apoteker di Puskesmas khususnya dalam memberikan edukasi,
berkomunikasi, dan melakukan inovasi dalam melakukan pelayanan kefarmasian di
Puskesmas
c) Membentuk ASN profesional yang karakternya dibentuk oleh nilai-nilai dasar ASN,
terutama nilai-nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan
Antikorupsi (ANEKA) serta mengamalkannya untuk berkontribusi memperkuat visi misi
instansi.

1.3 Manfaat

Adapun manfaat dari aktualisasi ini adalah :


a) Bagi CPNS
Menambah pegetahuan dan wawasan khususnya tentang nilai-nilai dasar ANEKA
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi) serta dapat
mengimplementasikan nilai-nilai dasar tersebut sebagai acuan dalam menjalankan tugas di
institusinya

3
b. Bagi Institusi
Mewujudkan visi misi, tata nilai organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan
khususnya pelayanan kefarmasian dengan melakukan inovasi kegiatan peningkatan
kepatuhan pasien menggunakan obat OAT dengan implementasi nilai-nilai dasar ASN.
c. Bagi pasien
Pasien akan mendapatkan manfaat dengan pelayanan yang lebih inovatif dan berkualitas
dengan adanya implementasi ANEKA dalam mendapatkan pelayanan di Puskesmas.

1.4 Ruang Lingkup

Ruang lingkup kegiatan aktualisasi ini berasal dari Sasaran Kinerja Pegawai (SKP)
Apoteker, Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, serta penugasan dari atasan yang
menerapkan nilai-nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti
korupsi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) serta dengan menimbang aspek pelayanan
publik, manajemen ASN serta Whole of Government.

Berdasarkan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang menjadi tanggung jawab peserta
dalam menjalankan tugas jabatan sebagai Apoteker Ahli Pertama di Puskesmas adalah
sebagai berikut :

1. Membuat kerangka acuan dalam rangka penyiapan rencana kegiatan kefarmasian.

2. Menelaah atau mengkaji data-data dalam rangka Penyiapan rencana kegiatan kefarmasian.

3. Mengklasifikasi perbekalan farmasi dalam rangka pemilihan perbekalan farmasi.

4. Inventarisasi pemasok perbekalan farmasi dalam rangka pemilihan perbekalan farmasi.

5. Mengolah data dalam rangka perencanaan perbekalan farmasi.

6. Melakukan pengelolaan perbekalan farmasi di Puskesmas.


7. Mengawasi kegiatan dalam rangka sterilisasi sentral

8. Menyusun perbekalan farmasi dalam rangka penyimpanan perbekalan farmasi

9. Meracik obat resep individual dalam rangka dispensing

10. Visit ke ruang rawat

11. Pelayanan informasi obat

4
12. Konseling obat

13. Konsultasi dengan dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya

14. Mendokumentasikan dalam rangka pemantauan penggunaan obat

15. Pelayanan tempat tinggal

16. Swamedikasi

17. Pelayanan paliatif


Sedangkan menurut Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, pelayanan
kefarmasian terbagi dalam dua kegiatan yaitu pengelolaan sediaan farmasi dan Bahan Medis
Habis Pakai (BMHP) serta pelayanan farmasi klinik. Ruang lingkup pedoman teknis ini
terdiri dari:
1. Pengelolaan sediaan farmasi meliputi perencanaan, permintaan, penerimaan, penyimpanan,
pendistribusian, pengendalian, pencatatan dan pelaporan serta pemantauan dan evaluasi
pengelolaan sediaan farmasi dan BMHP.
2. Pelayanan farmasi klinik meliputi pengkajian dan pelayanan resep, Pelayanan Informasi
Obat (PIO), Konseling, Visite, Pemantauan Terapi Obat (PTO), Evaluasi Penggunaan Obat
(EPO), dan Pelayanan Kefarmasian di Rumah (Home Pharmacy Care).

5
BAB II

GAMBARAN INSTANSI

2.1 Deskripsi Organisasi

Gambar 2.1 Foto Puskesmas Sapeken

A. Profil Puskesmas Sapeken

Puskesmas Sapeken merupakan salah satu Puskesmas di Kabupaten Sumenep yang


terletak di ujung paling timur dari Kabupaten Sumenep dan juga merupakan daerah
kepulauan. Pulau Sapeken berbatasan dengan :
- Pulau Sadulang di sebelah utara,
- Pulau Saredeng di sebelah timur
- Pulau Saur Saibus di sebelah selatan dan
- Pulau Paliat yang juga dekat dengan kecamatan Kangayan di sebelah barat.
Luas wilayah kerja Puskesmas Sapeken adalah 201,88 km² dan merupakan wilayah
pantai. Sebelas (11) desa yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Sapeken adalah sebagai
berikut:
1. Sabuntan,
2. Paliat,
3. Sapeken,
4. Saseel,
5. Sepenjang,
6. Tanjung Kiaok,

6
7. Pagerungan Kecil,
8. Pagerungan Besar,
9. Sakala,
10. Saur Saibus,
11. Sadulang.

B. Alamat Puskesmas Sapeken


Puskesmas Sapeken sendiri beralamat di Jl. Raya Sapeken no 01, Kelurahan Sapeken,
Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, kode pos 69493, telepon
(0327) 511049.
Jarak Puskesmas Sapeken dengan:
 Kelurahan terjauh yaitu Sakala, 245 km
 Kantor Kecamatan, 1 km
 Kabupaten Sumenep, 247 km
 RSUD Abuya Arjasa, 65 km
 RSUD Anwar Sumenep, 247 km
 RSIG Kalianget Sumenep, 240 km

C. Sejarah Puskesmas Sapeken


Puskesmas Sapeken berdiri ditanah seluas 2.130 m2 dan hanya terdiri dari satu lantai,
mulai beroperasi tahun 1985 dan yang dilaksanakan hanya sebagaian program, yaitu
pengobatan umum dan pelayanan KIA atau KB karena keterbatasan SDM hanya terdiri dari
perawat dan bidan, serta keterbatasan fasilitas kesehatan yang ada di puskesmas Sapeken.
Saat ini seiring berjalannya waktu fasilitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Sapeken telah
berkembang menjadi pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD), pelayanan Rawat Inap,
pelayanan Rawat Jalan (poli), pelayanan laboratorium, pelayanan farmasi/apotek, pelayanan
gizi, dan unit kesehatan lingkungan.
SDM di puskesmas Sapeken juga terus mengalami perkembangan, jika awalnya SDM
yang ada hanya tenaga perawat dan bidan, maka saat ini puskesmas Sapeken sudah
dilengkapi dengan tenaga dokter, dokter gigi, apoteker, promosi kesehatan, analis
laboratorium, nutrisionis, dan sanitarian.

7
D. SDM Puskesmas Sapeken
Tabel 2.1 Perkembangan Jumlah SDM

2020 2021
No Indikator
PNS Non PNS Non
1 Dokter Umum 1 2 1 2
2 Promkes 1 1 1 1
3 Kesling 1 - 1 -
4 Gizi 1 1 1 1
5 Rekam medik - - - -
6 Keuangan 1
7 Administrasi
8 Perawat 16 11 16 11
9 Bidan 18 - 18 -
10 Dokter Gigi 1 - 1 -
11 Perawat Gigi 1 1 1 1
12 Apoteker 1 - 1 -
13 Asisten Apoteker 1 - 1 -
14 Analis Kesehatan 1 1 1 1
15 Sopir - 1 - 1
16 Cleaning Service - 2 - 2
17 Satpam - 2 - 2
18 Tenaga Umum 3 - 3 -
Jumlah 46 22 46 23

Tabel 2.2 SDM berdasarkan Tingkat Pendidikan


No Indikator 2020 2021
PNS Non PNS Non
1 S2/Spesialis
2 S1/D4 12 7 12 8
3 Diploma 3 26 9 26 8
4 SMA/sederajat 7 5 7 5
5 SD 1 1
Jumlah 46 22 46 23

E. Visi, Misi, dan Tata Nilai Puskesmas Sapeken


VISI Puskesmas Sapeken adalah “MEWUJUDKAN PUSKESMAS SAPEKEN DENGAN
PELAYANAN BERMUTU MENUJU MASYARAKAT SEHAT DAN MANDIRI”,
(Sumenep Makin Sejahtera dengan Pemerintahan Mandiri, Agamis, Nasionalis, Transparan,
Adil, dan Profesional).

8
MISI Puskesmas Sapeken :

1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia;


2. Memberikan pelayanan yang bermutu secara berkesinambungan, adil merata dan mudah
diakses oleh masyarakat;
3. Mendorong masyarakat untuk berprilaku hidup sehat
4. Menggalang kerjasama dengan lintas sektor;

TATA NILAI Puskesmas Sapeken : “SEHATI”

S : Santun dalam memberikan pelayanan

E : Edukasi saat berkomunikasi dalam bentuk pendidikan kesehatan

H : Harmonis dalam lingkungan kerja

A : Aktif dalam memaksimalkan waktu pelayanan

T : Tekun dalam bertugas

I : Inovatif dan penuh kreatifitas dalam bentuk pencegahan dan penyuluhan kesehatan pada
masyarakat

Janji layanan puskesmas Sapeken :


1. Memberikan pelayanan yang bermutu pada upaya kesehatan masyarakat dan upaya
kesehatan perseorangan
2. Mendukung penuh peningkatan mutu pelayanan puskesmas Sapeken

2.2 Tugas dan Fungsi Unit Kerja

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014


tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, Puskesmas memiliki tugas dan fungsi sebagai berikut :
Tugas Puskesmas : menurut pasal 4, Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan
kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka
mendukung terwujudnya kecamatan sehat.

9
Fungsi Puskesmas : menurut pasal 5, Puskesmas menyelenggarakan fungsi :
1) Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) tingkat pertama di wilayah
kerjanya, terdiri dari :

a. UKM Esensial
 Upaya Promosi Kesehatan
 Upaya Kesehatan Lingkungan
 Upaya KIA (kesehatan ibu dan anak) dan KB
 Upaya Pelayanan Gizi
 Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
b. UKM Pengembangan
 Pelayanan Perkesmas
 Pelayanan Kesehatan Jiwa
 Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut
 Pelayanan Kesehatan Tradisional
 Pelayanan Kesehatan Olahraga
 Pelayanan Kesehatan Indera
 Pelayanan Kesehatan Lansia
 Pelayanan Kesehatan Kerja
 Kesehatan Mata
2) Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Perorangan tingkat pertama di wilayah kerjanya, terdiri
dari :
a. Pelayanan Perkemas
b. Pelayanan Kegawatdaruratan
c. Pelayanan Kefarmasian
d. Pelayanan Laboratorium
e. Pelayanan KIA-KB bersifat UKP
f. Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut

Untuk melaksanakan fungsi – fungsi tersebut di atas, Puskesmas mempunyai tugas :

a. Mengumpulkan, mengolah data dan informasi, menginventarisasi permasalahan serta


melaksanakan pemecahan permasalahan yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan
masyarakat;

10
b. Merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, mengevaluasi dan melaporkan kegiatan
Puskesmas;
c. Menyiapkan bahan kebijakan, bimbingan dan pembinaan serta petunjuk teknis sesuai
bidang tugasnya;
d. Melaksanakan upaya kesehatan masyarakat;
e. Melaksanakan upaya kesehatan perorangan;
f. Melaksanakan pelayanan upaya kesehatan/ kesejahteraan ibu dan anak, Keluarga
Berencana, perbaikan gizi, perawatan kesehatan masyarakat, pencegahan dan
pemberantasan penyakit, pembinaan kesehatan lingkungan, penyuluhan kesehatan
masyarakat, usaha kesehatan sekolah, kesehatan olah raga, pengobatan termasuk
pelayanan darurat karena kecelakaan, kesehatan gigi dan mulut, laboratorium sederhana,
upaya kesehatan kerja, kesehatan usia lanjut, upaya kesehatan jiwa, kesehatan mata dan
kesehatan khusus lainnya serta pembinaan pengobatan tradisional;
g. Melaksanakan pembinaan upaya kesehatan, peran serta masyarakat, koordinasi semua
upaya kesehatan, sarana pelayanan kesehatan, pelaksanaan rujukan medik, pembantuan
sarana dan pembinaan teknis kepada Puskesmas Pembantu, unit pelayanan kesehatan
swasta serta kader pembangunan kesehatan;
h. Melaksanakan pengembangan upaya kesehatan dalam hal pengembangan kader
pembangunan di bidang kesehatan dan pengembangan kegiatan swadaya masyarakat di
wilayah kerjanya;
i. Melaksanakan pencatatan dan pelaporan dalam rangka sistem informasi kesehatan;
j. Melaksanakan ketatausahaan dan urusan rumah tangga UPT;
k. Melaksanakan analisis dan pengembangan kinerja UPT;
l. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.

11
2.3 Susunan organisasi

Gambar 2.2 Struktur Organisasi Puskesmas Sapeken

12
2.4 Uraian Tugas Jabatan Peserta

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 tahun 2016 tentang Standar


Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas menjelaskan bahwa tanggung jawab apoteker di
Puskesmas adalah melakukan pengelolaan sediaan farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai
(BMHP) serta pelayanan farmasi klinik. Ruang lingkup tanggung jawab ini terdiri dari:
1. Pengelolaan sediaan farmasi meliputi :
 perencanaan,
 pengadaan,
 penerimaan,
 penyimpanan,
 pendistribusian,
 pengendalian,
 pencatatan, pelaporan serta pemantauan dan evaluasi pengelolaan sediaan farmasi dan
BMHP.
2. Pelayanan farmasi klinik meliputi :
 pengkajian dan pelayanan resep,
 Pelayanan Informasi Obat (PIO),
 Konseling,
 Visite,
 Pemantauan Terapi Obat (PTO),
 Evaluasi Penggunaan Obat (EPO), dan
 Pelayanan Kefarmasian di Rumah (Home Pharmacy Care).
Berdasarkan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang menjadi tanggung jawab peserta
dalam menjalankan tugas jabatan sebagai Apoteker Ahli Pertama di Puskesmas adalah
sebagai berikut :

1. Membuat kerangka acuan dalam rangka penyiapan rencana kegiatan kefarmasian.

2. Menelaah atau mengkaji data-data dalam rangka Penyiapan rencana kegiatan kefarmasian.

3. Mengklasifikasi perbekalan farmasi dalam rangka pemilihan perbekalan farmasi.

4. Inventarisasi pemasok perbekalan farmasi dalam rangka pemilihan perbekalan farmasi.

5. Mengolah data dalam rangka perencanaan perbekalan farmasi.


13
6. Melakukan pengelolaan perbekalan farmasi di Puskesmas.
7. Mengawasi kegiatan dalam rangka sterilisasi sentral

8. Menyusun perbekalan farmasi dalam rangka penyimpanan perbekalan farmasi

9. Meracik obat resep individual dalam rangka dispensing

10. Visit ke ruang rawat

11. Pelayanan informasi obat

12. Konseling obat

13. Konsultasi dengan dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya

14. Mendokumentasikan dalam rangka pemantauan penggunaan obat

15. Pelayanan tempat tinggal

16. Swamedikasi

17. Pelayanan paliatif

14
BAB III

RANCANGAN AKTUALISASI

3.1 Identifikasi Isu, Penetapan Isu, dan Gagasan Pemecahan Isu

Rancangan aktualisasi ini disusun berdasarkan identifikasi beberapa isu yang


ditemukan dalam melaksanakan tugas sebagai Apoteker di instansi tempat saya bekerja yaitu
di Puskesmas Sapeken. Isu merupakan suatu hal yang terjadi baik di dalam maupun di luar
organisasi yang apabila tidak ditangani secara baik akan memberikan efek negatif terhadap
organisasi bahkan dapat berlanjut pada tahap krisis. Berkaitan dengan rancangan aktualisasi
ini, sumber isu yang diangkat berasal dari tugas pokok dan fungsi (Tupoksi), Sasaran Kinerja
Pegawai (SKP), serta kegiatan yang diinisiatif oleh penulis melalui persetujuan coach dan
mentor. Berdasarkan kaitannya dengan Manajemen ASN, Whole of Government (WoG), dan
Pelayanan Publik, berikut ini isu yang penulis temukan pada pelaksanaan praktik pelayanan
kefarmasian di apotek Puskesmas Sapeken antara lain :
1. Rendahnya kepatuhan pasien Tuberculosis Paru dalam penggunaan obat OAT di
Puskesmas Sapeken ( Pelayanan Publik )
2. Belum optimalnya pengkajian resep obat oleh apoteker ( Pelayanan Publik )
3. Kurang optimalnya penandaan obat-obat LASA dan High Alert ( Manajemen ASN )
4. Kurangnya kedisiplinan petugas apotek dalam mencatat pengambilan obat pada kartu
stok obat ( Manajemen ASN )
5. Kurangnya penyediaan obat dari Instalasi Farmasi Dinkes ke apotek puskesmas Sapeken
( Whole of Government )
6. Belum optimalnya penyimpanan dan penataan obat di gudang obat puskesmas Sapeken
( Manajemen ASN )
Dari beberapa isu tersebut di atas, dilakukan proses pemilihan kualitas isu dengan
menggunakan teknik tapisan isu AKPL (Aktual, Kekhalayakan, Problematik, dan Kelayakan)
dengan memperhatikan empat faktor, yaitu:
a. Aktual (A), yaitu isu tersebut masih dibicarakan atau belum terselesaikan hingga masa
sekarang;
b. Kekhalayakan (K), yaitu isu yang diangkat secara langsung menyangkut hajat hidup orang
banyak dan bukan hanya untuk kepentingan seseorang atau sekelompok kecil orang;

15
c. Problematik (P), yaitu isu yang menyimpang dari harapan standar, ketentuan yang
menimbulkan kegelisahan yang perlu segera dicari penyebab dan pemecahannya;
d. Layak (L), yaitu isu yang masuk akal (logis), pantas, realistis dan dapat dibahas sesuai
dengan tugas, hak, wewenang dan tanggung jawab hingga akhirnya diangkat menjadi isu
yang prioritas.
Tabel 3.1 Analisis AKPL
NO ISU / MASALAH KRITERIA ∑ PERINGKAT
A K P L
1 Rendahnya kepatuhan pasien 5 5 4 5 19 1
Tuberculosis Paru dalam
penggunaan obat OAT di Puskesmas
Sapeken
2 Belum optimalnya pengkajian resep 3 4 3 4 14 4
obat oleh apoteker
3 Kurang optimalnya penandaan obat- 4 4 3 4 15 3
obat LASA dan High Alert
4 Kurangnya kedisiplinan petugas 4 3 3 4 14 5
apotek dalam mencatat pengambilan
obat pada kartu stok obat
5 Kurangnya penyediaan obat dari 5 4 4 4 17 2
Instalasi Farmasi Dinkes ke apotek
puskesmas Sapeken
6 Belum optimalnya penyimpanan dan 4 2 3 4 13 6
penataan obat di gudang obat
puskesmas Sapeken

Aktual:
1. Pernah benar-benar terjadi
2. Benar-benar sering terjadi
3. Benar-benar terjadi dan bukan menjadi bahan pembicaraan
4. Benar-benar terjadi terkadang menjadi bahan pembicaraan
5. Benar-benar terjadi dan hangat dibicarakan

16
Kekhalayakan
1. Tidak menyangkut hajat hidup orang banyak
2. Sedikit menyangkut hajat hidup orang banyak
3. Cukup menyangkut hajat hidup orang bnyak
4. Menyangkut hajat hidup orang banyak
5. Sangat menyangkut hajat hidup orang banyak
Problematik
1. Masalah sederhana
2. Masalah kurang kompleks
3. Masalah cukup kompleks namun tidak perlu segera dicarikan solusi
4. Masalah kompleks
5. Masalah sangat kompleks sehingga perlu dicarikan segera solusinya
Kelayakan
1. Masuk akal
2. Realitas
3. Cukup masuk akal dan realistis
4. Masuk akal dan realistis
5. Masuk akal sangat kompleks sehingga perlu dicarikan solusinya

Setelah ditentukan dengan teknik tapisan isu APKL terpilih isu dengan nilai kualitas
isu tertinggi, setelah itu isu dianalisis dengan teknik USG (Urgency, Seriousness, Growth).

Tabel 3.2 Analisis USG


NO ISU / MASALAH KRITERIA ∑ PERINGKAT
U S G
1 Rendahnya kepatuhan pasien Tuberculosis 4 5 4 13 1
Paru dalam penggunaan obat OAT di
Puskesmas Sapeken
2 Kurangnya penyediaan obat dari Instalasi 4 3 3 10 3
Farmasi Dinkes ke apotek puskesmas
Sapeken
3 Kurang optimalnya penandaan obat-obat 4 4 4 12 2
LASA dan High Alert

17
Kriteria penetapan:
Urgency
1 : tidak penting
2 : kurang penting
3 : cukup penting
4. : penting
5. : sangat penting
Seriousness
1 : akibat yang ditimbulkan tidak serius
2 : akibat yang ditimbulkan kurang serius
3 : akibat yang ditimbulkan cukup serius
4. : akibat yang ditimbulkan serius
5. : akibat yang ditimbulkan sangat serius
Growth
1 : tidak berkembang
2 : kurang berkembang
3 : cukup berkembang
4 : berkembang
5 : sangat berkembang

Isu yang Diangkat:


Dari analisa tapisan isu APKL dan USG ditemukan masalah yang dinilai memiliki
tingkat prioritas tertinggi yaitu Rendahnya kepatuhan pasien Tuberculosis Paru dalam
penggunaan obat OAT di Puskesmas Sapeken. Urgency dari isu ini berjumlah 4 karena
merupakan isu yang penting walaupun tidak sangat mendesak, tapi lebih baik bila diangkat
agar ada pemantauan dan peningkatan kepatuhan minum obat OAT. Seriousness dari isu ini
bernilai 5 karena menyangkut tentang pentingnya kepatuhan minum obat pada pasien
tuberculosis karena bila tidak teratur bisa menyebabkan masalah yang serius dan Growth
mendapatkan poin 4 karena bila pengobatan tuberculosis dibiarkan tidak terkontrol dapat
berkembang menjadi hal yang merugikan bagi pasien yaitu menyebabkan kegagalan terapi
tuberculosis bahkan kondisi pasien menjadi lebih buruk jika tidak patuh dalam menggunakan
obat OAT.

18
Jika isu tersebut tidak segera ditangani akan berdampak:
1. kegagalan pengobatan TB pasien
2. semakin meningkatnya jumlah pasien TB di Kecamatan Sapeken
3. memicu terjadinya TB resisten obat atau TB MDR.

Gagasan Pemecahan Isu:


Dalam rangka mengatasi isu tersebut, serta untuk mewujudkan visi, misi, dan motto
Puskesmas Sapeken, maka perlu dilakukan inovasi dan gagasan untuk memecahkan isu yang
terjadi di lapangan.
Pendekatan untuk memahami persoalan dan memetakan isu perlu dilakukan agar
dapat memecahkan isu secara tepat. Salah satu cara untuk memahami persoalan dan
memetakan isu secara tepat adalah dengan menggunakan diagram fishbone.
Penentuan akar penyebab masalah dengan menggunakan diagram fishbone atau
diagram tulang ikan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Menyepakati pernyataan masalah

2. Mengidentifikasi kategori-kategori (6 M, 8P. 4S, dsb)

3. Menemukan sebab-sebab potensial dengan cara brainstorming

4. Mengkaji dan menyepakati sebab-sebab yang paling mungkin

Berikut hasil analisis akar penyebab masalah menggunakan diagram fishbone :


PENYEBAB AKIBAT

SURROUNDING Tempat tinggal


SYSTEM Tidak ada
jauh dari pemantauan
Tingkat pendidikan puskesmas terapi obat OAT
pasien Rendahnya kepatuhan
Tidak ada kontrol
Kurang dukungan kepatuahan minum pasien Tuberculosis
keluarga obat OAT
Paru dalam penggunaan

SDM
obat OAT di Puskesmas
Kurangnya
farmasi pemahaman pasien Sapeken
kurang
Tidak ada media Kurangnya kemampuan
edukasi edukasi nakes
SUPPLIER kepatuhan SKILL

Diagram 3.1 Diagram fishbone


19
Dari core issue yang diangkat ditemukan bahwa permasalahan yang ada mempunyai
penyebab yang beragam, beberapa diantaranya dapat disimpulkan sebagai kurangnya
pemahaman pasien karena tidak ada media edukasi dari apoteker tentang pentingnya
kepatuhan minum obat OAT serta tidak adanya pemantauan kepatuhan minum obat OAT
pada pasien TB paru.
Berdasarkan permasalahan yang ada maka penulis mempunyai gagasan pemecahan
isu berupa “Peningkatan Kepatuhan Terapi Obat Pasien Tuberculosis Paru melalui Edukasi
Jangan Lupa Kontrol dan Selalu Rutin Minum Obat (JALA KERAMBA) di Puskesmas
Sapeken Kabupaten Sumenep”
Dari analisis isu menggunakan diagram fishbone, diketahui bahwa isu yang diangkat
bersifat komplek maka dibutuhkan penanganan isu secara menyeluruh dan dilakukan dengan
serangkaian kegiatan yang terukur. Kegiatan yang akan dilakukan untuk memecahkan isu
tersebut antara lain:

1. Melaksanakan konsultasi dengan mentor

2. Melakukan rapat koordinasi dengan tim dari poli TB dan tim promosi kesehatan

3. Membuat media edukasi berupa leaflet “JALA KERAMBA” (Jangan Lupa Kontrol dan
Selalu Rutin Minum Obat TB)

4. Melakukan penyuluhan “JALA KERAMBA” (Jangan Lupa Kontrol dan Selalu Rutin
Minum Obat TB) kepada pasien TB

5. Membuat kartu pengingat minum obat

6. Membuat Form Pemantauan Terapi Obat (PTO) sebagai catatan riwayat pengobatan dan
kunjungan pasien TB paru

7. Pemberian informasi terkait kepatuhan minum obat OAT pada pasien TB paru yang
mengambil obat OAT ke apotek

8. Melakukan evaluasi kegiatan

9. Menyusun laporan pelaksanaan aktualisasi

20
3.2 Diagram Alur Kegiatan Pemecahan Isu

Urutan kegiatan pemecahan isu tersebut digambarkan dalam diagram alur perancangan
sebagai berikut:

Melakukan konsultasi dengan mentor

Melakukan rapat koordinasi dengan tim dari poli TB dan tim


promosi kesehatan

Membuat media edukasi berupa leaflet “JALA KERAMBA” (Jangan


Lupa Kontrol dan Selalu Rutin Minum Obat TB)

Melakukan penyuluhan “JALA KERAMBA” (Jangan Lupa Kontrol


dan Selalu Rutin Minum Obat TB) kepada pasien TB

Membuat kartu pengingat minum obat

Membuat Form Pemantauan Terapi Obat (PTO) sebagai catatan riwayat


pengobatan dan kunjungan pasien

Pemberian informasi terkait kepatuhan minum obat OAT pada pasien TB


paru yang mengambil obat OAT ke apotek

Melakukan evaluasi kegiatan

Menyusun laporan pelaksanaan aktualisasi

Diagram 3.2 Diagram alur kegiatan pemecahan isu

21
3.3 Matriks Rencana Kegiatan Aktualisasi

Unit Kerja : Puskesmas Sapeken

Identifikasi Isu:
1. Rendahnya kepatuhan pasien Tuberculosis Paru dalam penggunaan obat OAT di
Puskesmas Sapeken
2. Belum optimalnya pengkajian resep obat oleh apoteker
3. Kurang optimalnya penandaan obat-obat LASA dan High Alert
4. Kurangnya kedisiplinan petugas apotek dalam mencatat pengambilan obat pada kartu stok
obat
5. Kurangnya penyediaan obat dari Instalasi Farmasi Dinkes ke apotek puskesmas Sapeken
6. Belum optimalnya penyimpanan obat di gudang obat puskesmas Sapeken

Isu yang Diangkat:


Rendahnya kepatuhan pasien Tuberculosis Paru dalam penggunaan obat OAT di Puskesmas
Sapeken

Gagasan Pemecahan Isu:


“Peningkatan Kepatuhan Terapi Obat Pasien Tuberculosis Paru melalui Edukasi Jangan Lupa
Kontrol dan Selalu Rutin Minum Obat (JALA KERAMBA) di Puskesmas Sapeken
Kabupaten Sumenep”.

22
Tabel 3.3 Matriks Rencana Kegiatan Aktualisasi

No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output / Keterkaitan Substansi Kontribusi terhadap Penguatan Nilai
Hasil Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi
1 Melakukan 1. Menyiapkan bahan Lembar Akuntabilitas: membuat Berjalan seirama Santun : Sopan
konsultasi dengan konsultasi persetujuan rancangan aktualisasi dengan visi dan misi santun dalam
mentor 2. Menentukan waktu rancangan dengan penuh integritas dan Puskesmas Sapeken, melaksanakan
konsultasi aktualisasi tanggung jawab yaitu misi konsultasi dan
3. Melaksanakan Nasionalisme: melakukan menggalang kerja memaparkan
konsultasi dan koordinasi dan konsultasi sama dengan cara rancangan aktualisasi
memaparkan dengan mentor (perwujudan melakukan konsultasi Edukasi : Memberi
rancangan aktualisasi sila ke 4 Pancasila), dan koordinasi edukasi tentang
4. Menerima konsultasi dilakukan dengan mentor pentingnya
masukan dan saran menggunakan bahasa sebelum menjalankan musyawarah dalam
perbaikan dari Indonesia yang baik dan aktualisasi habitusasi melakukan kegiatan
mentor benar di lapangan Harmonis : Harmonis
5. Melakukan Etika publik: Konsultasi bekerja sama dengan
perbaikan rancangan dilakukan dengan etika baik mentor demi
aktualisasi dan sopan santun suksesnya
Komitmen mutu: pelaksanaan
Membuat rancangan aktualisasi
aktualisasi yang memuat Aktif : Aktif
ide kreatif dan inovatif bagi melakukan konsultasi
kemajuan pelayanan dengan mentor
Puskesmas Tekun : Tekun dalam
Anti korupsi : Rancangan menyusun rancangan
aktualisasi yang dibuat dan aktualisasi
diusulkan dapat Inovatif : memberikan
dipertanggung jawabkan ide kreatif dalam
meningkatkan
kepatuhan pasien
minum obat OAT

23
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output / Keterkaitan Substansi Kontribusi terhadap Penguatan Nilai
Hasil Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi
2 Melakukan rapat 1. Membuat surat Berita acara Akuntabilitas : Berjalan seirama Santun : Sopan
koordinasi undangan rapat rapat mengadakan rapat dengan visi dan misi santun dalam
dengan tim dari koordinasi koordinasi dengan penuh Puskesmas Sapeken, melaksanakan rapat
poli TB dan tim 2. Melakukan rapat, tanggung jawab demi yaitu misi koordinasi dengan
promosi meminta saran dan kesuksesan pelaksanaan menggalang kerja unitn lain
kesehatan masukan dari tim aktualisasi sama dengan cara Edukasi : Memberi
poli TB dan tim Nasionalisme: melakukan melakukan konsultasi edukasi tentang
promkes kerjasama dan koordinasi dan koordinasi pentingnya
3. Menutup rapat dan dengan unit lain, yaitu dengan mentor musyawarah dalam
membaca kesimpulan promkes dan poli TB. Rapat sebelum menjalankan melakukan kegiatan
rapat koordinasi dilakukan aktualisasi habitusasi Harmonis : Harmonis
dengan menggunakan di lapangan bekerja sama dengan
bahasa Indonesia yang baik unit lain demi
dan benar. suksesnya
Etika publik: Menghargai pelaksanaan
saran dan masukan dari aktualisasi
rekan unit promkes dan poli Aktif : Aktif
TB ketika rapat melakukan koordinasi
Komitmen mutu: Rapat dengan unit lain
dilakukan untuk Tekun : Tekun dalam
menghasilkan kegiatan melaksanakan rapat
yang inovatif dalam koordinasi
peningkatan kepatuhan Inovatif :
minum OAT brainstorming ide-ide
Anti Korupsi: Pelaksanaan kreatif dalam
rapat dilakukan dengan meningkatkan
menggunakan fasilitas kepatuhan pasien
Puskesmas dengan penuh minum obat OAT
tanggung jawab melalui rapat
koordinasi

24
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output / Keterkaitan Substansi Kontribusi terhadap Penguatan Nilai
Hasil Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi
3 Membuat media 1. Pencarian Leaflet “JALA Akuntabilitas: membuat Berjalan seirama Santun : Sopan
edukasi berupa referensi dan KERAMBA” leaflet dengan referensi dengan visi dan misi santun dalam
leaflet “JALA perancangan media (Jangan Lupa yang valid sehingga Puskesmas Sapeken, menjelaskan iai leaflet
KERAMBA” 2. Sosialisasi dengan Kontrol dan informasi yang disampaikan dimana dengan kepada pasien dan
(Jangan Lupa unit promosi Selalu Rutin sudah benar dan sesuai. adanya pemberian keluarganya
Kontrol dan kesehatan Minum Obat Nasionalisme: melakukan informasi untuk Edukasi :
Selalu Rutin 3. Pembuatan leaflet TB) kerjasama dengan unit lain, mewujudkan Memberikan edukasi
Minum Obat TB) 4. Pemberian leaflet yaitu promkes. Pembuatan masyarakat sehat tentang pentingnya
kepada pasien TB media dengan dan mandiri dalam kepatuhan minum obat
menggunakan bahasa bentuk patuh dan OAT melalui media
Indonesia yang baik dan terkontrol dalam leaflet
benar. menggunakan obat Harmonis : Harmonis
Etika publik: Pemberian OAT bekerja sama dengan
leaflet dilakukan dengan Kegiatan ini pasien dan
memberikan penjelasan meningkatkan keluarganya untuk
dengan sopan. wawasan masyarakat mencapai efek terapi
Komitmen mutu: tentang pentingnya yang diharapkan
Memberikan informasi kepatuhan minum Aktif : Aktif
yang bermanfaat dan dapat obat OAT agar memberikan informasi
meningkatkan mutu masyarakat dapat kepada pasien melalui
pelayanan dengan hidup sehat bebas media leaflet
menambah pengetahuan dari penyakit Tekun : Tekun dalam
pasien tuberculosis membuat media leaflet
Anti Korupsi: Pembuatan Inovatif : Inisiatif
media dilakukan dengan untuk membuat leaflet
menggunakan fasilitas dalam meningkatkan
Puskesmas dengan penuh kepatuhan pasien
tanggung jawab minum obat OAT

25
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output / Keterkaitan Substansi Kontribusi terhadap Penguatan Nilai
Hasil Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi
4 Melakukan 1. Mencari Penyuluhan Akuntabilitas: Sejalan dengan visi Santun : Sopan
penyuluhan referensi untuk dalam bentuk Memberikan masyarakat dan misi Puskesmas santun dalam
“JALA bahan penyuluhan tatap muka informasi dan edukasi bahwa penyuluhan ini memberikan
KERAMBA” 2. Membuat dengan sumber yang valid bertujuan untuk penyuluhan kepada
(Jangan Lupa Presentasi power dan dapat meningkatkan pasien
Kontrol dan point untuk dipertanggungjawabkan kesadaran pasien, Edukasi :
Selalu Rutin sarana informasi Nasionalisme: terutama pasien TB Memberikan edukasi
Minum Obat TB) 3. Melakukan Penyusunan presentasi agar taat minum obat, tentang pentingnya
kepada pasien TB koordinasi menggunakan bahasa sehingga dapat kepatuhan minum obat
dengan bagian Indonesia yang baik dan meningkatkan OAT
promkes benar, pasien dapat kualitas hidup pasien, Harmonis : Harmonis
4. Melakukan bertanya dan berdiskusi serta beberapa bekerja sama dengan
Kegiatan penyuluhan pada saat penyuluhan informasi tambahan unit lain yaitu
kepada pasien TB di Etika publik: Kegiatan ini yang dapat promkes dalam
Puskesmas Sapeken dilakukan dengan menambah melakukan
melibatkan seluruh pasien pengetahuan penyuluhan
TB tanpa terkecuali, masyarakat sehingga Aktif : Aktif
menyampaikan materi dapat mendorong memberikan informasi
dengan bahasa dan sikap masyarakat kepada pasien dengan
yang santun berperilaku memberikan
Komitmen mutu: hidup sehat penyuluhan
Memberikan informasi Tekun : Tekun dalam
yang bermanfaat dan dapat membuat materi
meningkatkan mutu penyuluhan
pelayanan puskesmas. Inovatif : Inisiatif
Anti Korupsi: Kegiatan untuk membuat
ini tidak dipungut biaya penyuluhan dalam
pada pasien yang mengikuti meningkatkan
penyuluhan kepatuhan pasien
minum obat OAT

26
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output / Keterkaitan Substansi Kontribusi terhadap Penguatan Nilai
Hasil Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi
5 Membuat kartu 1. Merancang desain Kartu Akuntabilitas: Pembuatan Sejalan dengan visi Santun : Sopan
pengingat minum kartu pengingat pengingat kartu dilakukan dengan dan misi Puskesmas santun dalam
obat minum obat minum obat penuh tanggung jawab. yaitu kartu pengingat berkoordinasi dengan
2. Pembuatan kartu Kartu menampilkan ceklis minum obat staf apotek
pengingat minum kepatuhan minum obat dimaksudkan untuk Edukasi :
obat OAT setiap hari secara jujur memaksimalkan Memberikan edukasi
3. Sosialisasi dengan dan konsisten. penggunaan obat tentang pentingnya
staf apotek Nasionalisme: Kerjasama dan membentuk kepatuhan minum obat
4. Penyerahan kartu antar staf di apotek kebiasaan dari OAT melalui kartu
pengingat minum Etika Publik: Memberikan pasien untuk teratur pengingat minum obat
obat kepada pasien kartu pengingat minum obat dan patuh meminum Harmonis : Harmonis
yang mengambil obat untuk semua pasien TB obat OAT setiap hari. bekerja sama dengan
OAT ke apotek tanpa adanya diskriminasi, Kegiatan ini staf apotek
melayani penulisan data merupakan suatu Aktif : Aktif dalam
kartu dengan ramah bentuk inovasi dalam meningkatkan
Komitmen mutu: pemantauan terapi kepatuhan
Pembuatan kartu obat pasien TB penggunaan obat OAT
dimaksudkan agar sehingga inovasi ini melalui kartu
pengobatan pasien TB lebih dapat mendukung pengingat minum obat
efektif dan efisien karena puskesmas dalam Tekun : Tekun dalam
pasien lebih patuh memberikan membuat kartu
menggunakan obat OAT pelayanan yang pengingat minum obat
Anti Korupsi: Pembuatan bermutu secara Inovatif : Inovatif
kartu kontrol dilakukan berkesinambungan untuk membuat kartu
dengan menggunakan bagi pasien pengingat minum obat
fasilitas Puskesmas dalam meningkatkan
dengan penuh tanggung kepatuhan pasien
jawab. Penyerahan kartu minum obat OAT
kepada pasien tanpa
dipungut biaya apapun

27
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output / Keterkaitan Substansi Kontribusi terhadap Penguatan Nilai
Hasil Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi
6 Membuat Form 1. Merancang desain Form Akuntabilitas: Data yang Sejalan dengan visi Santun : Santun
Pemantauan form PTO Pemantauan ditulis di form PTO sesuai dan misi puskesmas dalam berkoordinasi
Terapi Obat 2. Membuat form Terapi Obat dengan data pasien yang bahwa pembuatan dengan staf apotek
PTO (PTO) sebenarnya, setiap ada form PTO ini adalah Edukasi :
(PTO) sebagai
3. Sosialisasi dengan pasien langsung ditulis di untuk Memberikan edukasi
catatan riwayat staf apotek form PTO sehingga data menyempurnakan kepada staf apotek
pengobatan dan 4. Melakukan pasien TB terkontrol pelayanan pada tentang pembuatan
kunjungan pasien pengisian form PTO Nasionalisme: Bekerja Pasien TB bila pasien dan pengisian PTO
pasien TB sama dengan seluruh staf tidak datang di hari Harmonis : Harmonis
apotek yang dijadwalkan, bekerja sama dengan
Etika Publik: Memegang sehingga jumlah staf apotek dalam
teguh kode etik untuk sasaran pasien TB mengisi PTO
tidak membocorkan data bisa disempurnakan. Aktif : Aktif
pasien untuk hal lain yang Hal tersebut melakukan catatan
tidak berhubungan dengan mendukung visi riwayat pengobatan
pengobatan Puskesmas dalam pasien dan rencana
Komitmen Mutu: mewujudkan kunjungan pasien
Pembuatan form PTO pelayanan bermutu Tekun : Tekun dalam
efektif sebagai inovasi menuju masyarakat mengisi PTO
untuk mengontrol jadwal sehat dan mandiri Inovatif : Inisiatif dan
pegambilan obat pasien. kreatif dalam
Anti Korupsi: Pembuatan membuat form PTO
PTO dilakukan dengan untuk memantau
menggunakan fasilitas kepatuhan pasien
puskesmas dengan penuh minum obat OAT
tanggung jawab

28
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output / Keterkaitan Substansi Kontribusi terhadap Penguatan Nilai
Hasil Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi
7 Pemberian 1. memanggil nama Pemahaman Akuntabilitas : Sejalan dengan visi Santun : Sopan
informasi terkait pasien serta alamat pasien memberikan informasi yang dan misi Puskesmas santun dalam
kepatuhan minum 2. Memperkenalkan mengenai benar dan valid kepada dalam mewujudkan memberikan informasi
obat OAT pada diri informasi pasien berdasarkan literatur pelayanan yang kepada pasien dan
pasien TB paru 3. Konfirmasi kepatuhan Nasionalisme : adil tanpa bermutu dengan keluarganya
yang mengambil kembali keluhan minum obat membeda-bedakan latar dilakukannya Edukasi :
obat OAT ke pasien OAT belakang pasien dalam pemberian informasi Memberikan
apotek 4. Menyampaikan memberikan informasi obat saat pasien TB informasi tentang obat
nama obat, indikasi terkait kepatuhan minum mengambil obat OAT dan pentingnya
obat, aturan minum OAT ke apotek demi kepatuhan minum obat
obat, efek samping Etika Publik : pada saat terwujudnya OAT
obat yang mungkin memberikan KIE kepada masyarakat yang Harmonis : Harmonis
terjadi, dan pasien disertai dengan sikap sehat dan mandiri bekerja sama dengan
pentingnya ramah, sopan, santun, dan bebas dari pasien dan
kepatuhan minum senyum serta menunjukkan Tuberculosis. keluarganya untuk
obat OAT sikap empati mencapai efek terapi
5. Meminta pasien Komitmen Mutu : yang diharapkan
mengulang kembali pemberian obat disertai Aktif : Aktif
penjelasan mengenai dengan pemberian memberikan informasi
penggunaan obat informasi terkait obat tentang penggunaan
OAT tersebut dapat obat kepada pasien
6. meningkatkan kualitas Tekun : Tekun dan
Mendokumentasikan pelayanan kefarmasin konsisten dalam
hasil kegiatan Anti Korupsi : Semua memberikan informasi
kegiatan dalam pemberian obat kepada pasien
informasi dilakukan Inovatif : Inisiatif
pendokumentasian agar untuk memberikan
dapat dipertanggung informasi penggunaan
jawabkan obat kepada pasien

29
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output / Keterkaitan Substansi Kontribusi terhadap Penguatan Nilai
Hasil Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi
8 Melakukan 1. Membuat Hasil evaluasi Akuntabilitas : Pembuatan Sejalan dengan visi Santun : Sopan
evaluasi kegiatan rancangan evaluasi tentang evaluasi dilakukan dengan dan misi puskesmas santun dalam
2. Melakukan kepatuhan penuh tanggung jawab bahwa evaluasi melakukan proses
evaluasi mengenai pasien minum untuk melakukan evaluasi dilakukan untuk evaluasi kepada pasien
kepatuhan pasien obat OAT terhadap kegiatan yang melihat gambaran Edukasi :
minum obat OAT sudah dilaksanakan kepatuhan pasien Memberikan
4. Menilai hasil Nasionalisme: Kerjasama dalam meminum obat informasi kepada
evaluasi antar staf di apotek OAT sehingga pihak puskesmas
Etika publik : cermat Puskesmas dalam tentang evaluasi
dalam membuat daftar mengambil langkah pelaksanaan edukasi
evaluasi agar tidak dan solusi ke JALA KERAMBA
bertentangan dengan kode depannya dalam Harmonis : bekerja
etik, menghargai penanggulangan sama dengan pasien
komunikasi yang santun penyakit tuberculosis dan staf apotek dalam
dengan pasien dalam agar mewujudkan melakukan evaluasi
melakukan evaluasi masyarakat sehat Aktif : Aktif
Komitmen Mutu : dan mandiri melakukan evaluasi
berkomunikasi dengan terbebas dari kegiatan peningkatan
efektif dan efisien waktu tuberculosis kepatuhan terapi obat
untuk melihat gambaran OAT pasien TB
kepatuhan minum obat Tekun : Tekun dalam
pasien melakukan evaluasi
Anti Korupsi : Pembuatan Inovatif : Inisiatif
kuisioner dilakukan dengan untuk melakukan
menggunakan fasilitas evaluasi mengenai
Puskesmas dengan penuh kepatuhan pasien
tanggung jawab menggunakan obat
OAT

30
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output / Keterkaitan Substansi Kontribusi terhadap Penguatan Nilai
Hasil Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi
9 Menyusun 1. Mengumpulkan Tersusunnya Akuntabilitas : mampu Sejalan dengan visi Santun : Sopan
laporan data dan bukti laporan menyusun dan dan misi puskesmas santun dalam
pelaksanaan pendukung setiap pelaksanaan menyelesaikan laporan bahwa laporan melakukan konsultasi
aktualisasi laporan kegiatan aktualisasi pelaksanaan aktualisasi aktualisasi dibuat dengan mentor dan
2. Melakukan dengan penuh komitmen untuk mengetahui coach
konsultasi dengan dan tanggung jawab sejauh mana penulis Edukasi :
mentor dan coach Nasionalisme : dapat Memberikan wawasan
mengenai hasil Musyawarah mufakat, mengaktualisasikan kepada penulis tentang
pelaksanaan menghargai pendapat, dan nilai-nilai dasar PNS pembuatan laporan
aktualisasi bijaksana ketika melakukan dalam menyelesaikan aktualisasi yang baik
3. Menyusun laporan konsultasi dengan mentor isu yang diangkat Harmonis : bekerja
aktualisasi secara dan coach oleh penulis sehingga sama dengan seluruh
sistematis Etika Publik : mampu penyusunan laporan pihak demi selesainya
4. Mencetak laporan mempertanggungjawabkan aktualisasi ini penyusunan laporan
aktualisasi tindakan dan kinerjanya nantinya dapat aktualisasi ini
5. Meminta tanda selama melakukan meningkatkan Aktif : Aktif dalam
tangan persetujuan aktualisasi kepada publik kualitas penulis berkonsultasi dengan
/pengesahan dari Komitmen mutu : sebagai bagian dari mentor dan coach
pihak terkait menyusun laporan SDM puskesmas Tekun : Tekun dalam
aktualisasi mengikuti menyusun laporan
kaidah penulisan yang aktualisasi
baku, mengangkat isu yang Inovatif : inovatif
inovatif sehingga dihasilkan dalam mengangkat isu
laporan aktualisasi yang yang bermanfaat bagi
bermutu peningkatan
Anti Korupsi : pelayanan puskesmas
Mengerjakan laporan
dengan jujur dan dapat
dipertanggungjawabkan

31
Tabel 3.4 Matriks Rekapitulasi Nilai ANEKA dalam Kegiatan Aktualisasi

NO MATA PELATIHAN KEGIATAN JUMLAH


1 2 3 4 5 6 7 8 9 AKTUALISASI
1 AKUNTABILITAS 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
2 NASIONALISME 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
3 ETIKA PUBLIK 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
4 KOMITMEN MUTU 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
5 ANTI KORUPSI 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
Jumlah Aktualisasi Per Kegiatan 5 5 5 5 5 5 5 5 5

32
3.4 Jadwal Kegiatan Aktualisasi

Kegiatan habituasi aktualisasi dilakukan di Puskesmas Sapeken mulai tanggal tanggal 13 Agustus 2021 – 16 September 2021

Tabel 3.5 Matriks Jadwal Kegiatan Aktualisasi

NO NAMA KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN OUTPUT/HASIL AGUSTUS SEPTEMBER


I II III IV I II III IV
1 Melakukan konsultasi 1. Menyiapkan bahan Lembar
dengan mentor konsultasi persetujuan
2. Menentukan waktu
konsultasi
3. Melaksanakan
konsultasi dan
memaparkan rancangan
aktualisasi
4. Menerima masukan dan
saran perbaikan dari
mentor
5. Melakukan perbaikan
rancangan aktualisasi
2 Melakukan rapat 1. Membuat surat Notulen rapat
koordinasi dengan tim undangan rapat koordinasi
dari poli TB dan tim 2. Melakukan rapat,
meminta saran dan
promosi kesehatan
masukan dari tim poli TB
dan tim promkes
3. Menutup rapat dan
membaca kesimpulan
rapat

33
NO NAMA KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN OUTPUT/HASIL AGUSTUS SEPTEMBER
I II III IV I II III IV
3 Membuat media edukasi 1. Pencarian referensi dan Leaflet “JALA
berupa leaflet “JALA perancangan media KERAMBA”
KERAMBA” (Jangan 2. Sosialisasi dengan (Jangan Lupa
unit promosi kesehatan
Lupa Kontrol dan Selalu Kontrol dan Selalu
3. Pembuatan leaflet
Rutin Minum Obat TB) 4. Pemberian leaflet Rutin Minum
kepada pasien TB Obat TB)
4 Melakukan penyuluhan 1. Mencari referensi untuk Penyuluhan dalam
“JALA KERAMBA” bahan penyuluhan bentuk
(Jangan Lupa Kontrol 2. Membuat Presentasi tatap muka
power point
dan Selalu Rutin Minum
3. Melakukan koordinasi
Obat TB) kepada pasien dengan bagian promkes
TB 4. Melakukan kegiatan
penyuluhan kepada pasien
TB di Puskesmas Sapeken
5 Membuat kartu 1. Merancang desain kartu Kartu pengingat
pengingat minum obat pengingat minum obat minum obat
2. Pembuatan kartu
pengingat minum obat
3. Sosialisasi dengan staf
apotek
4. Penyerahan kartu
pengingat minum obat
kepada pasien yang
mengambil obat OAT ke
apotek

34
NO NAMA KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN OUTPUT/HASIL AGUSTUS SEPTEMBER
I II III IV I II III IV
6 Membuat Form 1. Merancang desain form Lembar Form
Pemantauan Terapi Obat PTO Pemantauan
(PTO) sebagai catatan 2. Membuat form PTO Terapi Obat
3. Sosialisasi dengan
riwayat pengobatan dan (PTO)
staf apotek
kunjungan pasien 4. Melakukan pengisian
form PTO pasien TB
7 Pemberian informasi 1. memanggil nama pasien Pemahaman
obat terkait kepatuhan serta alamat pasien mengenai
minum obat OAT pada 2. Memperkenalkan diri informasi
3. Konfirmasi kembali
pasien TB paru yang kepatuhan minum
keluhan pasien
mengambil obat OAT ke 4. Menyampaikan nama obat OAT
apotek obat, indikasi obat, aturan
minum obat, efek samping
obat yang mungkin terjadi,
dan pentingnya kepatuhan
minum obat OAT
5. Meminta pasien
mengulang kembali
penjelasan mengenai
penggunaan obat OAT
6. Mendokumentasikan
hasil kegiatan

35
NO NAMA KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN OUTPUT/HASIL AGUSTUS SEPTEMBER
I II III IV I II III IV
8 Melakukan evaluasi 1. Membuat rancangan Hasil evaluasi
kegiatan evaluasi pasien tentang
2.Membuat dan mencetak kepatuhan minum
lembar evaluasi
obat OAT
3. Melakukan evaluasi
kepada pasien mengenai
kepatuhan minum obat
OAT
4. Menilai hasil evaluasi
9 Menyusun laporan 1. Mengumpulkan data Tersusunnya
pelaksanaan aktualisasi dan bukti pendukung laporan
setiap laporan kegiatan pelaksanaan
2. Melakukan konsultasi
aktualisasi
dengan mentor dan coach
mengenai hasil
pelaksanaan aktualisasi
3. Menyusun laporan
aktualisasi secara
sistematis
4. Mencetak laporan
aktualisasi
5. Meminta tanda tangan
persetujuan /pengesahan
dari pihak terkait

36
DAFTAR PUSTAKA

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara

Peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021 tentang
Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil

Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 75 tahun 2014 tentang pusat kesehatan masyarakat

Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 74 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan


Kefarmasian di Puskesmas

Lembaga Administrasi Negara. 2019. Akuntabilitas: Modul Pelatihan Dasar Calon PNS.
Jakarta. Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2019. Anti Korupsi: Modul Pelatihan Dasar Calon PNS.
Jakarta. Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2019. EtikaPublik: Modul Pelatihan Dasar Calon PNS.
Jakarta. Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2019. KomitmenMutu: Modul Pelatihan Dasar Calon PNS.
Jakarta. Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2019. Nasionalisme: Modul Pelatihan Dasar Calon PNS.
Jakarta. Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2019. Manajemen ASN: Modul Pelatihan Dasar Calon PNS.
Jakarta. Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2019. PelayananPublik: Modul Pelatihan Dasar Calon PNS.
Jakarta. Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2019. Whole of Goverment: Modul Pelatihan Dasar Calon
PNS Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta. Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2019. Analisis Isu Kontemporer: Modul Pelatihan Dasar
Calon PNS. Jakarta. Lembaga Administrasi Negara.

37

Anda mungkin juga menyukai