Anda di halaman 1dari 4

Spektrum Atom Hidrogen dan Model Atom Bohr

1.Spektrum Atom Hidrogen


Spektrum Hidrogen adalah susunan pancaran dari atom hidrogen saat elektronnya
melompat atau bertransisi dari tingkat energi tinggi ke rendah. Susunan pancaran dari atom
hidrogen dibagi menjadi beberapa rangkaian spektral, dengan panjang gelombang yang dihitung
dengan formula Rydberg. Garis-garis spektral yang diamati ini terbentuk karena elektron yang
bertransisi antara dua tingkat energi yang berbeda di dalam atomnya. Klasifikasi rangkaian oleh
formula Rydberg sangatlah penting dalam pengembangan mekanika kuantum. Rangkaian
spektral sangat penting dalam astronomi untuk mendeteksi keberadaan dari hidrogen dan
menghitung pergeseran merah.
Spektrum hidrogen adalah spektrum panjang gelombang yang kontinu yang tersusun dari
sebuah inti dan sebuah elektron (hidrogen). Spektrum pancar merupakan spektrum kontinu
maupun spektrum garis dan radiasi yang dipancarkan oleh zat. Spektrum pancar zat dapat
dihasilkan dengan cara memberi energi pada sampel materi baik dengan energi termal maupun
dengan bentuk energi lainnya (misalnya loncatan listrik dengan tegangan tinggi bila zatnya
berupa gas.

Susunan alat berada percobaan untuk mempelajari spektrum pancar atom dan molekul.
Gas dipelajari berada dalam tabung pelucutan yang mempunyai dua elektrode Ketika elektron
mengalir dari elektrode negatif ke elektrode positif, Elektron-elektron itu bertumbukkan dengan
gas. Proses tumbukan ini secara bertahap akan menyebabkan pemancaran cahaya oleh atom
(atom molekul). cahaya yang dipancarkan diuraikan menjadi komponen-komponen oleh sebuah
prisma. Selain komponen warna terfokus pada posisi tertentu, Sesuai dengan panjang
gelombangnya dan membentuk garis berwarna (bayangan celah) pada pelat foto. Bayangan
berwarna ini disebut garis-garis spectrum.

Persamaan diatas dikenal dengan deret Balmer.n=3 maka panjang gelombang cahaya
656,3 nm,sedangan untuk n=x ,yaitu antara 364,6 nm – 656,3 nm.
Deret spektrum pancar atom hidrogen
Deret nf l Daerah spektrum
Lyman I 2,3,4,… Ultraviolet
Balmer 2 3,4,5,… Cahaya Tampak dan ultraviolet
Paschen 3 4,5,6,… Inframerah
Brackett 4 5,6,7,… Inframerah
Pfund 5 6,7,8,... Inframerah

Model Atom Bohr


 Pada tahun 1913, Niels Bohr mengemukakan teori baru mengenai struktur dan sifat
atom. Teori atom Bohr pada prinsipnya menggabungkan teori kuantum Planck dan teori
atom dari Rutherford yang dikemukakan pada tahun 1911.

 Model atom Bohr dinyatakan dalam postulat-postulat berikut :


• Elektron mengelilingi inti dalam orbit berbentuk lingkaran dibawah pengaruh gaya
Coulomb.
• Elektron mengelilingi inti melalui lintasan stasioner.
• Elektron tidak mengorbit mengelilingi inti melalui sembarang lintasan , melainkan
hanya melalui lintasan tertentu dengan momentum anguler tertentu tanpa
membebaskan energi. Lintasan ini disebut lintasan stasioner dan memiliki energi
tertentu . momentum anguler elektron selama mengelilingi inti atom harus berupa
bilangan bulat positif h :
• Pada lintasan stasioner, elektron mengorbit tanpa memancarkan energi.
• Elektron bisa berpindah dari satu orbit ke orbit lainnya. Apabila elektron
berpindah dari kulit luar ke kulit yang lebih dalam, akan dibebaskan energi dan
sebaliknya akan menyerap energi.
• Maka energi yang dibebaskan dapat ditulis:

• Keterangan :
EA = energi elektron pada lintasan dengan bilangan kuantum A (joule)
Eb =energi elektron pada lintasan dengan bilangan kuantum B (joule)
f = frekuensi yang dipancarkan atau diserap (Hz)

Efek Zeeman
Ide Bohr tentang elektron-elektron yang mengelilingi inti atom pada orbit lingkaran
seperti model tata surya sangat mudah dipahami saat itu,tetapi kemudian diketahui ide
Bohr itu tidak dapat menjelaskan efek Zeeman.
Efek Zeeman adalah efek garis-garis tambahan dalam spektrum emisi saat atom-atom tereksitasi
diletakkan di daerah bermedan magnetik homogen.
Dalam medan magnet, energi keadaan atomik tertentu tergantung pada harga ml seperti juga pada
n. Keadaan atom dengan bilangan kuantum n, terpecah menjadi beberapa sub keadaan jika atom
itu berada dalam medan magnetik, dan energinya bisa sedikit berubah lebih besar atau lebih kecil
dari keadaan tanpa medan magnet.
Gejala itu menyebabkan terpecahnya spektrum garis menjadi garis-garis halus yang terpisah jika
atom dilewatkan dalam medan magnetik, dengan jarak antara garis bergantung dari besarnya
medan magnet itu. Peristiwa terpecahnya spektrum garis menjadi garis-garis halus dalam medan
magnet ini disebut efek Zeeman.
Peristiwa efek Zeeman pertama kali diamati oleh ahli fisika Belanda,Pieter Zeeman tahun
1896,efek ini teramati pada perluasan garis menjadi garis spectrum berbeda sebanyak 15
komponen.
Efek Zeeman telah membantu para ahli fisika untuk menentukan tingkatan-tingkatan energy
dalam atom dan mengidentifikasinya dalam kaitannya dengan momentum sudut,digunakan pula
dalam pengukuran medan magnet pada matahari.

Anda mungkin juga menyukai