Anda di halaman 1dari 2

A.

Definisi dan Notasi Deret Takhingga


Tinjaulah sebuah kelereng yang dilepaskan jatuh menumbuk sebuah lantai datar tegar.
Bila kelentingan kelereng cukup tinggi, ia akan terpantul berulang kali dari lantai ke udara
dengan kelentingan yang semakin rendah hingga pada akhirnya berhenti di lantai. Andaikan
kelereng dijatuhkan dari ketinggian 1 m, dan ketinggian yang dicapainya setelah terpantul

3
adalah 4 dari ketinggian sebelumnya. Maka, ketinggian pencapaiannya secara berturut-
turut adalah:
2 3
3 3 3
1, , ()()
,
4 4 4 ,.... (1,1)

Jadi, jarak total yang ditempuh kelereng adalah jumlah tinggi awal kelereng 1 m, ditambah 2
kali jarak jumlah semua tinggi berikutnya (karena kelereng menempuh lintasan tegak bolak-
balik yang sama panjang), yaitu:

2 3
3 3 3
1+2
()
4 +2
() 4 +2
()
4 +....
(1,2)
Menghitung jumlah bilangan yang tak terhingga banyaknya ini secara pasti tidaklah
mudah, tetapi intuisi dan pengalaman menyatakan bahwa jumlanya menuju sesuatu nilai
berhingga.

Pernyataan jumlah bilangan yang dimulai dari suku kedua pada pers. (1,2) yakni :

2 3
3 3 3
2
()
4 +2
()4 +2
()
4 +....
(1,3)
Memperlihatkan suatu pola teratur dalam mana suku-sukunya, mulai dari suku kedua,
3
besarnya adalah 4 kali suku sebelumnya. Jumlah bilangan seperti pers. (1,3) diatas adalah
contoh pernyataan matematik yang disebut deret tak hingga. (Penambahan kata tak hingga
bertujuan menekankan bahwa bilangan-bilangan yang dijumlahkan itu tak berhingga
banyaknya).
DAFTAR PUSTAKA

Siregar, Nurdin., dan Togi Tampubolon. 2018. Matematika Fisika. Medan : Unimed Press.