Anda di halaman 1dari 8

KERANGKA ACUAN KERJA

(KAK)

PEKERJAAN
Penyusunan DED Pemasangan Pipa Transmisi Untuk Penyerapan Penambahan Produksi Air Ekstension
IPA TLM & IPA Denai
A. PENDAHULUAN

1. Data Kegiatan
 Nama Pekerjaan : Penyusunan DED Pemasangan Pipa Transmisi Untuk Penyerapan
Penambahan Produksi Air Ekstension IPA TLM & IPA Denai
 Lokasi Pekerjaan : Kota Medan
 Pagu Anggaran : Rp. 395.500.000,- (tiga ratus sembilan puluh lima juta lima ratus
riburupiah)
 Sumber Dana : PDAM Tirtanadi
 Tahun Anggaran : 2018
 Lama Pekerjaan : 60 (enam puluh) hari kalender

2. Latar Belakang
Air minum merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat diperlukan dalam meningkatkan
kualitas kehidupan manusia dan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Sesuai dengan kebijakan
otonomi daerah, penyelenggaraan pelayanan publik kepada masyarakat di daerah merupakan
tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota, termasuk pelayanan air minum. Namun demikian,
Pemerintah Provinsi bertanggung jawab untuk turut menjamin penyelenggaraan pelayanan air
minum yang berkualitas, sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang (UU) No. 7 Tahun
2004 tentang Sumber Daya Air, yaitu (i) terciptanya pengelolaan dan pelayanan air minum yang
bekualitas dengan harga terjangkau, (ii) tercapainya kepentingan yang seimbang antara
konsumen dan penyedia jasa pelayanan, serta (iii) meningkatnya efisiensi dan cakupan
pelayanan air minum.

Air minum yang layak dikonsumsi adalah air yang sesuai dengan standart kesehatan, yaitu tidak
berbau, tidak berwarna, tidak berasa dan bila diuji laboratorium tidak mengandung bakteri
Estheria Colli. Melihat kenyataan yang ada di beberapa wilayah Provinsi Sumatera Utara
khususnya kota Medan ada beberapa kawasan yang masih kekurangan akan air bersih untuk
dikonsumsi maka perlu penanganan segera. Tidak dapat dipungkiri bahwa distribusi air bersih
untuk air minum saat ini masih belum merata, masih banyak yang mengalami permasalahan
kurangnya pelayanan air minum. Hal ini tentu saja dapat menyebabkan rendahnya tingkat
kesehatan penduduk, sehingga aktivitas sehari-hari pun terganggu. Apabila ini terus menerus
berlangsung terjadi maka kegiatan perekonomian dan sosial penduduk akan mengalami
kemerosotan yang fatal, sehingga pada gilirannya akan menurunkan produktivitas penduduk.

Sarana air baku merupakan kebutuhan pokok manusia yang terdapat di berbagai macam
sumber air seperti air hujan, air permukaan, danau, sungai, mata air dan air tanah bawah
permukaan. Masyarakat di daerah ini pada umumnya memanfaatkan air hujan dan mata air
yang berfluktuasi sebagai sumber air, dimana pada musim kemarau panjang persediaan air tidak
mencukupi kebutuhan dan tidak merata. Permasalahan kritis air baku pada musim kemarau
merupakan masalah serius yang selalu berulang setiap tahunnya. Oleh karena itu, Pemerintah
Daerah harus memberikan perhatian yang penuh terhadap hal pelayanan umum di bidang air
minum ini terutama di daerah yang masih belum mendapatkan pelayanan air bersih untuk air
minum secara maksimal. Untuk mempercepat pencapaian tingkat pelayanan air minum, maka
perlu dilaksanakan Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum yang melibatkan langsung
masyarakat mulai dari tahap perencanaan, pemanfaatan dan pemeliharaan. Salah satu
kebijakan Pemerintah Daerah yang mendukung upaya ini adalah mengembangkan konsep
dengan prinsip dasar adanya peran serta masyarakat sejak tahap perencanaan sampai
pemanfaatan, peningkatan jaringan pipa sehingga perlu dilakukan penyusunan Detail
Engineering DesignPemasangan Pipa Transmisi Untuk Penyerapan Penambahan Produksi Air
Ekstension IPA TLM & IPA Denai untuk dipergunakan sebagai pedoman untuk pelaksanaan
konstruksinya.

3. Maksud dan Tujuan


Maksud pekerjaan ini adalah melakukan penyusunan Detail Engineering Design Pemasangan
Pipa Transmisi Untuk Penyerapan Penambahan Produksi Air Ekstension IPA TLM & IPA Denai.
Tujuan pekerjaan ini adalah
a. Peningkatkan kualitas pelayanan penyediaan air minum dengan sistem penyediaanair
minum yang baik.
b. Identifikasi dampak yang timbul dan kekurangan-kekurangan yang ada padasaat ini.
c. Perencanaan yang akurat untuk sistem penyediaan air minum.
d. Memperoleh gambar detail desain pemasangan jaringan pipa pada lokasi yang kemudian
akan digunakan untuk dasar pelaksanaan konstruksi.

4. Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah terpenuhinya kebutuhan air minum yang
merata untuk seluruh masyarakat di kota Medan, sehingga masyarakat dapat menjalankan
kehidupan sehari-hari dengan baik dan bisa meningkatkan kualitas serta produktivitas sumber
daya manusia.

5. Pengguna Jasa
Nama Pengguna Jasa adalah PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara.
B. KERANGKA ACUAN KERJA

1. Lingkup Pelaksanaan
Lingkup Pelaksanaan Pekerjaan Penyusunan DED Jaringan Distribusi Air Minum Kota Medan
meliputi :
a. Pengumpulan data sekunder.
b. Survey pendahuluan.
c. Survey lapangan (topografi)

Survey topografi ditunjukkan untuk memperoleh trace lintasan saluran air baku, dan tempat
pengambilan menuju lokasi pengolahan. Terdapat 3 (tiga) jenis survey topografi yaitu :
- Untuk air permukaan (sungai), identifikasi lokasi sungai dan titik pengambilan air
dilakukan berdasarkan peta topografi yang tersedia dari instansi terkait. Tidak dilakukan
pemetaan kawasan, trace lintasan survey harus disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
- Untuk air bawah tanah, survey topografi yang harus dilaksanakan adalah pemetaan
kawasan survey geologi, mektan dan trace untuk menuju lokasi pemanfaatan air baku.
- Untuk survey trace lintasan pipa harus menginventarisasi status kepemilikan lahan dan
menghindari diantaranya hutan lindung, cagar alam dan suaka alam.
d. Analisa kondisi wilayah.
e. Inventarisasi data dan peta (kondisi dan kepemilikan) infrastruktur, sarana dan prasarana
jaringan air minum yang telah ada.
f. Analisa kebutuhan pipa dan bangunan sipil dalam sistem.
g. Analisa kelayakan dan daya dukung lingkungan untuk penyediaan air minum dan kelayakan
air baku.
h. Rekomendasi penataan jaringan penyediaan air minum (pipa transmisi/distribusi dan
bangunan sipil)

2. Lingkup Tugas Konsultan


a. Tahap Konsep Rancangan, mencakup:
 Melaksanakan pengumpulan data dan informasi lapangan serta penyelidikankondisi
lapangan.
 Mendata peta jaringan pipa existing.
 Mendata wilayah air baku dan wilayah pelayanan.
 Membuat konsep perencanaan system jaringan penyediaan air minum berdasarkan
data-data di lapangan.
 Feedback hasil konsep rancangan secara garis besar terhadap KAK dan uji
kesesuaiannya.
 Melakukan study literature dan konsultasi kepada dinas terkait dalam tiapan tahap
proses perencanaan.
b. Tahap Penyusunan Pra Rancangan, mencakup:
 Membuat pra-rencana zoning/site-plan pengelolaan dan penyediaan system jaringan
air minum.
 Membuat pra-rencana awal sistem penyediaan air minum berdasarkan tataletak
bangunan sumber air baku.
 Feedback hasil konsep rancangan secara garis besar terhadap KAK dan uji
kesesuaiannya.
c. Tahap Pengembangan, mencakup:
 Membuat pengembangan dari disain pra-rencana keseluruhan (gambar layout master
plan dan layout berdasarkan zoning pendistribusian).
 Membuat rancangan awal sistem jaringan pendistribusian air minum.
 Melakukan koordinasi dan konsultasi dengan dinas-dinas yang terkait dengan program
ruangan yang akan direncanakan.
 Feedback hasil konsep rancangan secara garis besar terhadap KAK dan uji
kesesuaiannya.
d. Tahap Penyusunan Rencana Detail, mencakup:
 Membuat gambar-gambar detail perencanaan, mencakup gambar master plan dan
detail jaringan meliputi perencanaan jaringan pipa, fasilitas transmisi dan fasilitas
distribusi serta fasilitas sambungan rumah (beserta kelengkapannya).
 Membuat gambar detail rekomendasi dan solusi pada zoning-zoning tertentu.
 Feedback hasil konsep rancangan secara garis besar terhadap KAK dan uji
kesesuaiannya.
 Menyusun Dokumen Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).
 Menyusun Dokumen Tender dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

3. Tenaga Ahli Penyedia Jasa


Untuk melaksanakan kegiatan ini Konsultan Perencana harus menyiapkan tenaga ahli yang
memenuhi kualifikasi sebagai berikut:
a. Team Leader
Sarjana teknik sipil yang telah berpengalaman di bidang SDA sekurang-kurangnya 10
(sepuluh) tahun dan mempunyai pengalaman dan pengetahuan yang luas dalam bidang
perencanaan bangunan air, pesangan jaringan pipa dan penanganan masalah drainase serta
memiliki Serifikat Keahlian.
b. Tenaga Ahli Sipil Pengukuran
Sarjana teknik sipil dengan pengalaman sekurang-kurang 5 (lima) tahun dan mempunyai
pengalaman dan pengetahuan yang luas dalam tugas pengukuran dan pemetaan. Tugas
utamanya adalah mengukur kerangka horizontal dan vertikal, mengukur detail situasi,
menghitung koordinat dan tinggi patok-patok ukur (Bench Mark) kerangka horisontal dan
vertical, memetakan Kerangka Horisontal - Vertikal sesuai skala Petadan Menggambar peta
situasi, sesuai skala peta.
c. Tenaga Ahli Sipil Struktur
Sarjana teknik sipil dengan pengalaman sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun dalam
mengkoordinir pekerjaan sipil struktur. Tenaga ahli ini sebagai penanggung jawab teknis
pelaksanaan Pengendalian Rencana Desain Struktur, bertanggung jawab atas hasil evaluasi
dan koreksi Rencana Desain Struktur yang dihasilkan.
d. Tenaga Ahli Sumber Daya Air/Plumbing
Sarjana teknik dengan pengalaman sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun dalam perencanaan
Sumber Daya Air. Tugas tenaga ahli ini adalah menyusun rencana pengendalian mutu untuk
perencanaan sumber daya air, menganalisis kebutuhan bahan berdasarkan detail desain dan
spesifikasi teknik.
e. Tenaga Ahli Mekanikal
Sarjana teknik mesin dengan pengalaman sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun dalam
mengkoordinir pekerjaan perencanaan dan perancangan perpipaan. Tenaga ahli ini
bertanggung jawab dalam pelaksanaan perpipaan.
f. Tenaga Ahli Geodesi
Sarjana teknik geodesi dengan pengalaman sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun dalam
mengkoordinir pekerjaan pengukuran, pelaksanaan survey awal dan kawasan. Tenaga ahli
ini bertanggung jawab dalam mengevaluasi rencana kerja pekerjaan geodesi, mengelola
pelaksanaan pekerjaan geodesi serta melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan
geodesi
g. Cost Estimator
Sarjana teknik sipil dengan pengalaman sekurang-kurang 3 (tiga) tahun dan mempunyai
pengalaman dan pengetahuan yang luas dalam perhitungan biaya dan penentuan metode
konstruksi bangunan air. Tugas utama dari ahli Cost Estimator ini adalah memperkirakan
biaya yang dibutuhkan untuk membangun jaringan pemasangan pipa dan penyalurannya .
h. Juru Ukur/Surveyor
Staf Konsultan lulusan SMU (memiliki sertifikat bidang Pemetaan Pengukuran ), SMK / STM
Sipil, D1 Pemetaan/Surveying, D2 Sipil, D3 Teknik Geodesi atau Teknik Sipil dengan
pengalaman kerja sedikitnya 2 (dua) tahun dalam pelaksanaan pengukuran.
i. Juru Gambar/Draftman
Staf Konsultan lulusan SLTA atau SMK/STM Sipil, D2/D3 Teknik Sipil, dengan pengalaman
kerja sedikitnya 2 (dua) tahun dalam membuat gambar-gambar teknis dengan komputer
terutama yang berhubungan dengan pekejaan perpipaan dan menguasai program AutoCAD.
j. Tenaga Administrasi
Staf Konsultan Lulusan SMA yang ditugaskan untuk mengurus surat menyurat dan masalah
keuangan dan mengoperasikan komputer.

4. Sistematika Pelaporan
Untuk dapat memberikan gambaran mengenai kemajuan kegiatan secara umum dan koordinasi
secara berkesinambungan dengan pihak Pemberi Tugas, maka laporan dibawah ini akan
disampaikan kepada Pemberi Tugas sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
a. Laporan Pendahuluan
Laporan Pendahuluan ini berisikan:
 Gambaran Umum Daerah Studi
 Metodologi Pelaksanaan Pekerjaan
 Rencana Kerja
 Organisasi Pelaksanaan Pekerjaan
Laporan ini dibuat sebanyak 5 (lima) Buku Laporan.
b. Konsep Laporan Akhir
Konsep Laporan Akhir berisikan:
 Hasil pengumpulan data sekunder dan primer
 Analisa dan kajian perencanaan
 Konsep Penanganan Air Minum
 Analisa Hidrolika
 Perhitungan dimensi pipa.
 Perhitungan bangunan sipil
 Gambar-gambar teknis DED
Laporan ini dibuat sebanyak 5 (lima) Buku Laporan.
c. Laporan Akhir
Laporan ini adalah laporan hasil dari keseluruhan pekerjaan dan merupakan perbaikan dari
konsep laporan akhir, setelah terlebih dahulu didiskusikan dengan pihak Pemberi Tugas.
Laporan Akhir berisikan:
 Gambar Disain berupa:
- Skema Jaringan Perpipaan
- Jalur pipa
- Detail jembatan pipa
- Detail asesoris pipa
 Rencana Anggaran Biaya (RAB)
Merupakan perhitungan detail anggaran biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan fisik
konstruksi. RAB disusun berdasarkan harga satuan yang telah ditetapkan Pemerintah
Provinsi Sumatera Utara.
 Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Merupakan pedoman/petunjuk lengkap tentang syarat-syarat pelaksanaan pekerjaan
fisik dan Spesifikasi Teknis. Buku ini diserahkan bersamaan dengan Buku Laporan Akhir
Laporan Akhir dibuat sebanyak 10 (sepuluh) Buku Laporan.

5. Rapat Pembahasan
Rapat Pembahasan dilaksanakan sebanyak 2 (dua) kali dengan melibatkan Tim Teknis untuk
mendapatkan arahan dan masukan demi kesempurnaan design. Rapat Pembahasan Awal
dilaksanakan setelah menyusun Laporan Pendahuluan dan Rapat Pembahasan Akhir
dilaksanakan setelah menyusun Laporan Draft Akhir.
6. Tanggung Jawab Konsultan
a. Konsultan bertanggung jawab secara profesional atas layanan jasa yang dilakukan sesuai
ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku yaitu antara lain :
 Menyediakan tenaga ahli sesuai dengan kebutuhan dan kualifikasi personil.
 Mengadakan asistensi dan rapat pembahasan dengan tim teknis untuk setiap laporan
yang telah dibuat.
 Menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan memenuhi seluruh persyaratan administratif
yang berlaku.
b. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah sebagai berikut :
 Hasil karya konsultan harus memenuhi persyaratan sesuai dengan pedoman/KAK.
 Hasil karya konsultan yang dihasilkan harus telah mengakomodasi batasan-batasan
serta kendala yang telah diberikan oleh para pihak yang terlibat dalam pelaksanaan
kegiatan termasuk melalui KAK ini, seperti pembiayaan, waktu penyelesaian pekerjaan
dan mutu pekerjaan yang akan diwujudkan.
 Hasil karya konsultan harus memenuhi dan dapat mengakomodasi Peraturan, Standar,
Norma dan Pedoman Teknis yang berlaku.
 Konsultan harus menyelesaikan tugasnya sesuai dengan ketentuan waktu yang telah
ditetapkan.
 Tidak diperkenankan memberikan seluruh tugas yang telah dipercayakan kepada pihak
lain.