Anda di halaman 1dari 16

BAB 3

METODOLOGI

3.1 METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN


Metodologi pelaksanaan pekerjaan Penyusunan Database Gedung Pemerintahan,
MCK Umum dan Hidran Umum di Kabupaten Langkat adalah sebagai berikut :

1. Tahap Persiapan
Tahap persiapan meliputi seluruh penyiapan administrasi, personil, form survei dan
peralatan guna mendukung pelaksanaan pekerjaan. Termasuk dalam pekerjaan
persiapan adalah perizinan survei ke Dinas/Instansi, surat tugas dan mobilisasi para
tenaga ahli yang terlibat pada pekerjaan ini.

2. Tahap Pelaksanaan
Pada tahap ini Konsultan akan melaksanakan pekerjaan sebagai berikut :
- Persiapan survei, meliputi :
 Penyiapan peta dasar yang akan digunakan untuk survei lapangan
 Perizinan, form survei (terlampir) dan alat-alat survei
 Mengumpulkan data sekunder dari instansi/dinas terkait

- Survei lapangan
 Penentuan letak lokasi menggunakan GPS sehingga didapat koordinat
lokasi gedung pemerintahan, MCK umum dan hidran umum yang ada
 Mengidentifikasi dan mendokumentasikan kondisi bangunan gedung
pemerintahan, MCK umum dan hidran umum yang ada sesuai dengan muatan
pada form survei yang telah dibuat

- Inventarisasi dan Pemetaan Data


Dari hasil survei lapangan, hal selanjutnya yang dilakukan adalah :
 Mapping/digitasi peta untuk digunakan sebagai peta basis dari database
gedung pemerintahan, MCK umum dan hidran umum di Kabupaten Langkat

3-1
3-1
LAPORAN PENDAHULUAN
Penyusunan Database Gedung Pemerintahan, MCK Umum dan Hidran Umum di Kabupaten Langkat

 Input data hasil survei lapangan langsung pada peta hasil mapping/digitasi
 Membuat program aplikasi database

3.2 PEMETAAN DAN INVENTARISASI GEDUNG PEMERINTAHAN, MCK UMUM DAN


HIDRAN UMUM

A. Metode Pemetaan Gedung Pemerintahan, MCK Umum dan Hidran Umum


Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG)
Penentuan posisi (koordinat) bangunan gedung pemerintahan, MCK umum dan
hidran umum dilakukan dengan menggunakan GPS, yang kemudian dianalisa
menggunakan program ArcGIS 9.X. sehingga didapat penggabungan antara data
spasial dan data atribut (deskriptif).

Untuk membentuk peta digital dengan menggunakan SIG dibutuhkan masukan data
baik yang berbentuk spasial maupun tekstual. Beberapa sumber data tersebut
antara lain :

1) Peta analog (antara lain peta topografi, peta tanah dan sebagainya)
Peta analog adalah peta dalam bentuk cetakan. Pada umumnya peta analog
dibuat dengan teknik kartografi, sehingga sudah mempunyai referensi spasial
seperti koordinat, skala, arah mata angin dan sebagainya. Peta analog dikonversi
menjadi peta digital dengan berbagai cara. Referensi spasial dari peta analog
memberikan koordinat sebenarnya di permukaan bumi pada peta digital yang
dihasilkan. Biasanya peta analog direpresentasikan dalam format vektor.

2) Data dari sistem penginderaan jauh (antara lain citra satelit, foto-udara dan
sebagainya)
Data pengindraan jauh dapat dikatakan sebagai sumber data yang terpenting
bagi SIG karena ketersediaanya secara berkala. Dengan adanya bermacam-
macam satelit di ruang angkasa dengan spesifikasinya masing-masing, terdapat
berbagai jenis citra satelit untuk beragam tujuan pemakaian. Data ini biasanya
direpresentasikan dalam format raster.

3-12
3-12
LAPORAN PENDAHULUAN
Penyusunan Database Gedung Pemerintahan, MCK Umum dan Hidran Umum di Kabupaten Langkat

3) Data hasil pengukuran lapangan


Contoh data hasil pengukuran lapangan adalah data batas administrasi, batas
kepemilikan lahan, data dimensi bangunan dan saluran dsb. yang dihasilkan
berdasarkan teknik perhitungan tersendiri. Pada umumnya data ini merupakan
sumber data atribut.

4) Data GPS
Teknologi GPS memberikan terobosan penting dalam menyediakan data bagi
SIG. Keakuratan pengukuran GPS semakin tinggi dengan berkembangnya
teknologi. Data ini biasanya diinterpresentasikan dalam format vektor.

Beberapa cara yang dapat digunakan untuk memasukkan data spasial dan tekstual
(membuat peta digital) dari sumber-sumber di atas ke dalam SIG, antara lain : 1)
Digitasi, 2) Penggunaan GPS, dan 3) Konversi dari sistem lain.

Contoh hasil dari pemetaan menggunakan hasil pengukuran lapangan dapat dilihat
pada Gambar 3.1.

Gambar 3.1 Contoh hasil pemetaan menggunakan hasil pengukuran lapangan

3-12
3-12
LAPORAN PENDAHULUAN
Penyusunan Database Gedung Pemerintahan, MCK Umum dan Hidran Umum di Kabupaten Langkat

B. Metode Inventarisasi Data Gedung Pemerintahan, MCK Umum dan Hidran Umum
Muatan inventarisasi data antara lain koordinat, kondisi, geometri dan dokumentasi
per unit bangunan. Tabel isian dibuat sedemikian rupa sehingga mempermudah dan
efisiensi waktu dalam proses pemasukan data. Inventarisasi data gedung
pemerintahan, MCK umum dan hidran umum hasil survei lapangan pada wilayah
studi dilakukan langsung pada program ArcGIS 3.X.

Berikut adalah contoh pelaksanaan inventarisasi data hasil survei lapangan.

Gambar 3.2 Contoh pelaksanaan inventarisasi data hasil survei lapangan

3.3 Sistem Basis Data

A. Pengertian Basis Data


Basis data (database) adalah suatu pengorganisasian data dengan bantuan
komputer yang memungkinkan data dapat diakses dengan mudah dan cepat. Dalam
hal ini akses data dapat mencakup pemerolehan data maupun pemanipulasian data
seperti menambah dan menghapus data. Basis data tersimpan di perangkat keras,
serta dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak. Pendefinisian basis data
meliputi spesifikasi dari tipe data, struktur dan batasan dari data atau informasi

3-12
3-12
LAPORAN PENDAHULUAN
Penyusunan Database Gedung Pemerintahan, MCK Umum dan Hidran Umum di Kabupaten Langkat

yang akan disimpan. Database merupakan salah satu komponen yang penting
dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi
pada para pengguna atau user.

Penyusunan basis data meliputi proses memasukkan data ke dalam media


penyimpanan data dan diatur dengan menggunakan perangkat Sistem Manajemen
Basis Data Relasional (Database Management System Relational/RDBMS).
Manipulasi basis data meliputi pembuatan pernyataan (query) untuk mendapatkan
informasi tertentu, melakukan pembaharuan atau penggantian (update) data, serta
pembuatan report data.

B. Konsep Basis Data

Basis data adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara
sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk
memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan
untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen
basis data (SMBD atau database management system, DBMS).

Ada pula yang menjelaskan bahwa basis data merupakan sistem yang terdiri atas
kumpulan file (table) dalam sebuah basis data di sebuah sistem komputer yang
saling berhubungan dan sekumpulan program pengelola basis data yang
memungkinkan beberapa pemakai dan atau program lain untuk mangakses dan
memanipulasi file-file (table-table) tersebut.

Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan atau potongan
dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta
yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan
obyek yang diwakili suatu basis data dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada
banyak cara untuk mengorganisasi skema atau memodelkan struktur basis data. Hal
ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan
sekarang adalah model relasional, yang mewakili semua informasi dalam bentuk
tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan

3-12
3-12
LAPORAN PENDAHULUAN
Penyusunan Database Gedung Pemerintahan, MCK Umum dan Hidran Umum di Kabupaten Langkat

kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam


model ini, hubungan antar tabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama
antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan
menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.

Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan,
dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data
(SMBD). Sistem manajemen basis data adalah suatu sistem atau perangkat lunak
yang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi
terhadap data yang diminta banyak pengguna. Contoh SMBD adalah Oracle, SQL
server 2000/2003, MS Access, MySQL dan sebagainya.

Pembangunan basis data spasial digital dimaksudkan untuk menyiapkan data spasial
dalam format digital yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan,
diantaranya untuk bahan perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan pengendalian
pembangunan. Basis data merupakan salah satu komponen yang menentukan
pengembangan sustu sistem informasi. Pengorganisasian data dalam basis data
dapat dilihat dari dua aspek, yaitu aspek sistem : organisasi fisiknya; dan aspek
pengguna : organisasi logikal. Pengguna sistem akan berhubungan dengan basis
data melalui suatu fasilitas yang berfungsi sebagai interface yang disebut sebagai
sistem pengelolaan basis data. SMBD ini adalah suatu perangkat lunak yang
mengatur struktur data (yang akan disimpan dalam basis data) agar dapat
digunakan dengan mudah (misal proses mencari data atau retrieval) dan prosedur
untuk access (berhubungan) dengan basis data. SMBD juga mengatur pembentukan
file, memodifikasi, menyimpan, meng-update, memproduksi file dan sebagainya.

Melalui komputer, menggunakan basis data yang tersedia kita dapat melakukan
proses pencarian data lebih cepat. Proses ini lebih cepat karena data diatur
menurut satu cara sesuai dengan sistem basis data yang ada. Dalam hal ini, yang
paling penting adalah bagaimana kita harus memutuskan dengan tepat, data apa
saja yang ingin kita simpan. Dengan data yang cukup masalah-masalah seperti
duplikasi data dapat dihilangkan, satu data dapat dipakai dalam beberapa bidang

3-12
3-12
LAPORAN PENDAHULUAN
Penyusunan Database Gedung Pemerintahan, MCK Umum dan Hidran Umum di Kabupaten Langkat

aplikasi. Konsep basis data yang digunakan sekarang ini akan menekankan masalah
data sharing dan penyimpanan data secukupnya (tidak berlebihan atau redundant).

Penggunaan basis data pada sistem aplikasi mempunyai keuntungan sebagai berikut:
 Kontrol secara terpusat/sentralisasi,
 Data dapat dipakai untuk berbagai keperluan,
 Kebebasan dalam penggunaan data,
 Implementasi (misal dalam mencari informasi) akan lebih
mudah,
 Mempunyai access langsung,
 Ada kontrol terhadap data, data yang tidak diperlukan
(redudancy) tidak dipakai,
 Pengguna dapat menggunakan sesuai dengan kebutuhannya.

Konsep pengaturan basis data sangat ditentukan model datanya. Berdasarkan


model data ini terdapat tiga macam bentuk pengaturan :

1) Model hirarki (hierarchical); pada model hirarki, hubungan antar entity dan
data akan diatur menurut suatu tingkatan seperti struktur pohon. Proses
pencarian informasi (retrieval) akan dilakukan secara bertingkat berdasarkan
hirarki yang ada. Aplikasi basis data model hiraki ini akan sangat efisien kalau
struktur organisasinya cukup sederhana. Hubungan antar entity pada umumnya
dalam bentuk one to many. Untuk suatu organisasi yang bentuknya komplek
model dengan entity many to many model ini tidak cocok,
2) Model jaringan kerja (network); model ini sebenarnya digunakan untuk
mengatasi kekurangan dalam model hirarki karena hubungan antar entity bukan
saja one to many tetapi mungkin many to many. Dalam model ini keterkaitan
antara satu entity dengan entity lainnya akan ditentukan menurut struktur
jaringan kerja. Dalam implementasi struktur jaringan kerja, justru agak rumit dan
tidak begitu fleksibel, bahkan sulit untuk dimodifikasi,
3) Model relasional (relational); model relasional adalah model yang sangat
fleksibel dan paling populer untuk pekerjaan-pekerjaan sistem informasi. Model

3-12
3-12
LAPORAN PENDAHULUAN
Penyusunan Database Gedung Pemerintahan, MCK Umum dan Hidran Umum di Kabupaten Langkat

ini akan mempermudah kita dalam mencari hubungan antar data spasial satu
dengan lainnya, antara data spasial dengan elemen (atribut) pada satu tabel,
antara elemen pada satu tabel dengan elemen pada tabel lainnya dan mudah
untuk dimodifikasi. Cara pengorganisasiannya juga mudah dan pada prinsipnya
dapat dipakai untuk segala macam bentuk organisasi (dari yang sederhana
sampai yang rumit).

C. Pembangunan Basis Data

Komponen utama kegiatan ini adalah adanya data spasial dasar atau lazim
diistilahkan sebagai kelompok data dasar atau fundamental data set. Data-data ini
dapat dibangun secara bertahap diselaraskan dengan kebutuhan yang dapat
mendukung aktivitas pengambil keputusan (decision support systems). Oleh karena
itu, kegiatan penataan basis data ini akan dilakukan dengan menggunakan metode
pembangunan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dimasukkan dalam lingkup
pekerjaan ini dapat menjadi alat bantu (tools) untuk mengintegrasikan sekaligus
menstandarkan data spasial yang ada atau akan dibangun.

Dari sudut pandang Sistem Informasi Geografis (SIG) berbagai jenis data tersebut
dapat dikelompokkan dalam dua jenis data yaitu data spasial (geografi) dan data
atribut. Hasil analisis dan interpretasi terhadap kedua jenis data tersebut dalam
berbagai unit spasial akan bermanfaat untuk pengembilan keputusan (decision
support system) dimana data spasial akan menjadi unit dasar untuk analisisnya
(spatial data support systems).

Dalam basis data spasial persoalan utama yang timbul adalah bagaimana mengatur
hubungan antara data (geometrik dan atribut) secara efisien. Basis data sebenarnya
merupakan kumpulan sejumlah data yang disimpan dan diatur sedemikian rupa,
dalam jumlah cukup/tidak berlebihan (non redundant) serta dapat dipakai bersama-
sama (shareable) untuk berbagai macam aplikasi. Hubungan antara data atribut ada
tiga macam, yaitu :
 Hierarki (hierarchical),
 Jaringan kerja (network),

3-12
3-12
LAPORAN PENDAHULUAN
Penyusunan Database Gedung Pemerintahan, MCK Umum dan Hidran Umum di Kabupaten Langkat

 Relasional (relational).

Dalam SIG hubungan antar data geografis akan diatur dalam satu macam hubungan
yang disebut tipologi. Data spasial dasar merupakan data-data bereferensi geografis
yang akan menjadi dasar atau menjadi referensi utama untuk melakukan integrasi,
link data atribut dan analisis spasial. Data spasial ini akan menjadi referensi
geografis pada sistem informasi geografis yang dibangun. Jenis tema spasial dasar
terdiri dari data referensi sistem koordinat peta dasar yang diambil dari peta
rupabumi dan peta-peta tematik dasar dari data sekunder, misalnya data jenis
tanah, kemiringan, curah hujan dan lain-lain. Hal-hal yang harus dicermati dalam
membangun data spasial dasar antara lain;
 Sistem referensi koordinat,
 Penamaan item tematik,
 Format dan struktur data,
 Perolehan pendukung.

Sistem referensi koordinat diperlukan agar peta-peta digital yang diperlukan dapat
diintegrasikan dalam satu sistem referensi (tunggal), supaya proses penggabungan,
link, integrasi dan analisis spasial dapat dilakukan. Oleh karena itu untuk peta-peta
yang mempunyai sistem referensi lain harus dilakukan proses transformasi sistem
koordinat peta.

Penamaan item tematik yang baku diperlukan agar diperoleh kesamaan dalam
penamaan tema maupun dalam proses layerisasi data digital. Sehingga nama suatu
tema peta akan dipersepsikan tunggal, pemakai akan mengerti bahwa nama
tertentu memang berisi data/informasi yang sama dengan yang dimaksudkan.

Format dan struktur data juga harus menggunakan standar yang umum dilakukan
dalam kegiatan pengembangan Sistem Informasi Geografis (SIG), dimana secara
nasional panduannya sudah ada, seperti yang telah dikeluarkan oleh Bakosurtanal.
Standarisasi format dan struktur data ini diperlukan agar kemanfaatan data spasial
yang dibangun dapat mempunyai kemanfaatan yang lebih luas dan mudah untuk
dipertukarkan (data sharing).

3-12
3-12
LAPORAN PENDAHULUAN
Penyusunan Database Gedung Pemerintahan, MCK Umum dan Hidran Umum di Kabupaten Langkat

Pengembangan basis data spasial digital dimaksudkan untuk menyiapkan data


spasial dalam format digital yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan,
diantaranya untuk bahan perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan pengendalian
pembangunan.

Sesuai dengan tujuan dan manfaat sistem yang diharapkan maka dalam
implementasi pengembangan sistem basis data diarahkan untuk dapat
dikembangkan lebih lanjut, baik untuk keperluan pengembangan sistem
informasinya maupun untuk diintegrasikan dengan sistem yang telah ada. Oleh
karena dalam mengembangkan sistem basis data dilakukan dengan pertimbangan
seperti berikut :
 Sistem yang dikembangkan dibuat fleksibel dan dapat
dibangun secara bertahap serta dapat dikembangkan untuk menampung data
makro maupun mikro,
 Sistem dapat menghasilkan informasi makro untuk dukungan
informasi internal dan informasi mikro untuk memberikan layanan eksternal.

Hal-hal non-teknis yang mendasari dalam pembangunan sistem antara lain selalu
mempertimbangkan hal-hal seperti berikut :
1) Kemanfatan sistem, yaitu solusi yang dibuat difokuskan untuk menciptakan
keuntungan-keuntungan yang dihasilkan dengan adanya pengembangan sistem;
2) Optimasi kinerja, meliputi efisiensi sistem, kecepatan respon dan kecepatan
proses;
3) Skalabilitas, yaitu kemampuan dari sistem untuk dapat disesuaikan dengan
besar kecilnya jumlah pengguna maupun fungsi-fungsi yang diberikan;
4) Kehandalan, yaitu kemampuan sistem untuk mempertahankan tingkah laku
yang dapat diperkirakan, integritas data dan transaksi, tahan terhadap berbagai
kegagalan dan tetap bekerja;
5) Sederhana, yaitu perangkat lunak yang dibangun dapat dimengerti dengan
mudah oleh pembangun dan pengguna, dapat cepat dibangun, fleksibel dan
mudah dikembangkan kembali;

3-12
3-12
LAPORAN PENDAHULUAN
Penyusunan Database Gedung Pemerintahan, MCK Umum dan Hidran Umum di Kabupaten Langkat

6) Terkendali, yaitu perangkat lunak yang dikembangkan mudah dikelola,


memiliki tingkat keamanan yang handal, mudah dipasang dan dikembangkan.
Beberapa pertimbangan teknis yang akan digunakan untuk melakukan tahapan
pelaksanaan pekerjaan antara lain :
 Pengembangan perangkat lunak dilakukan dengan koordinasi
yang optimal antara pihak pengembang dengan pihak pengguna jasa,
 Metode pengembangan perangkat lunak yang digunakan pada
pengembangan perangkat lunak sistem informasi ini dilakukan menggunakan
metode aliran data,
 Perangkat lunak yang dibangun kompatibel dengan sistem
operasi (Microsoft Windows) dan sistem yang telah ada atau dibangun
sebelumnya,
 Perangkat lunak yang dibangun kompatibel terhadap
perangkat keras dan perangkat lunak pendukung lainnya yang akan disediakan,
 Dokumentasi yang dihasilkan dari pengembangan perangkat
lunak ini meliputi spesifikasi teknis perangkat lunak sesuai dengan paradigma,
metode pengembangan, serta arsitektur perangkat lunak yang digunakan,
 Sistem yang dibangun akan menyediakan fasilitas untuk
melakukan pemeliharaan data dan informasi data (backup dan restore), serta
menyediakan representasi informasi dalam bentuk teks, tabel dan grafik,
 Perangkat lunak yang dikembangkan akan mendukung
integrasi perangkat lunak yang telah ada maupun, sedang dan yang akan
dibangun. Integrasi perangkat lunak ini dapat direalisasikan dengan kolaborasi di
tingkat data, proses maupun presentasi.

Pembangunan basis data dimaksudkan untuk menyiapkan data spasial maupun data
atribut dalam format digital yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan
yang terkait dengan pengembangan sarana gedung pemerintahan, MCK umum dan
hidran umum di Kabupaten Langkat.

3-12
3-12
LAPORAN PENDAHULUAN
Penyusunan Database Gedung Pemerintahan, MCK Umum dan Hidran Umum di Kabupaten Langkat

Pada kegiatan ini akan dilakukan kegiatan untuk membangun fungsi tambahan bagi
sistem yang telah dikembangkan, khususnya pengembangan modul analisis untuk
menghasilkan (generate) informasi yang memenuhi kebutuhan subtantif pengguna
beserta format-format pelaporannya.

Sistem yang dibangun harus mempunyai kemampuan menangani berbagai


permasalahan dasar dalam bidang pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan
hidup, dengan rincian kemampuan sebagai berikut :
 Sistem yang dibangun diharapkan dapat dimengerti oleh
pengguna akhir (end user),
 Sistem yang akan dibangun dapat secara langsung
diaplikasikan dengan menampilkan data-data spasial,
 Sistem yang akan dibangun diharapkan dapat kompatibel
dengan peralatan yang ada di instansi pengguna. Peralatan disini mencakup
perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software),
 Sistem yang akan dibangun diharapkan dapat menampilkan
dan menyediakan informasi yang diinginkan secara cepat, tepat dan akurat,
 Sistem yang dibangun diharapkan memberikan kemudahan
bagi pengguna dalam hal pengoperasiannya,
 Sistem yang akan dibangun diharapkan tidak akan mengalami
perubahan-perubahan yang mendasar apabila terjadi perubahan-perubahan
(updating) pada basis data tabular maupun pada data spasial atau dapat
dikatakan Open System,
 Sistem yang dibangun dapat memudahkan dan mempercepat
manajemen basis data kegiatan pengelolaan pada semua tahapan, yaitu input,
edit dan output serta updating data,
 Sistem yang dibangun mempunyai fasilitas penelusuran data
(query) baik untuk data spasial maupun data atribut.

3.4 PEMBUATAN PROGRAM DATABASE BERBASIS SIG

3-12
3-12
LAPORAN PENDAHULUAN
Penyusunan Database Gedung Pemerintahan, MCK Umum dan Hidran Umum di Kabupaten Langkat

Pembuatan program database merupakan tahap terakhir didalam kegiatan ini, dimana
pada tahap ini seluruh inventaris data dalam bentuk tabulasi seperti termuat dalam
Laporan Data termuat pada program ini. Program ini dapat memuat informasi atau
mempresentasikan data tabulasi seiring dengan pemetaan lokasinya. Kelebihan yang
diberikan program ini juga dapat mempermudah dalam updating data gedung
pemerintahan, MCK umum dan hidran umum pada masa yang akan datang. Berikut ini
uraian mengenai pengenalan dan metode program GIS (Geography Information
System) atau SIG (Sistem Informasi Geografi).

Konsep Dasar GIS/ SIG (Geography Information System). SIG terdiri atas dua kata,
geografi dan sistem informasi. Menurut Lucas dalam PHPA dan WWF (1997), sebuah
sistem adalah suatu himpunan atau variable yang terorganisasi, saling berinteraksi,
saling bergantung satu sama lain dan terpadu serta mempunyai tujuan dan sasaran.
Sedangkan American National Standard Institute Inc. menyebutkan bahwa sistem
adalah serangkaian metode, prosedur atau teknik yang disatukan oleh interaksi yang
teratur sehingga membentuk suatu kesatuan yang terpadu. Lucas juga menyatakan
informasi sebagai sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang dapat mengurangi
derajat kepastian tentang suatu keadaan atau kejadian dan sistem informasi adalah
sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan
informasi bagi pengambil keputusan dan atau untuk mengendalikan organisasi.

Nilai suatu informasi tergantung pada banyak hal termasuk waktu, konteksnya, biaya
pengumpulan, penyimpanan, manipulasi dan presentasi. Informasi dan komunikasi
adalah satu dari kunci proses pembangunan dan merupakan karakteristik dari
“contemporary societies”. Dalam lingkup tugas yang diharapkan, ada dua macam
sistem informasi yang dapat diidentifikasi (Maguire 1991 dalam Akbar 1995), yaitu :
transaction processing system dan decision support system. Pada transaction
processing system, penekanannya adalah pencatatan/recording dan ‘manipulasi’ pada
setiap kegiatan. Contoh populer adalah pada kegiatan perbankan dan reservasi
penerbangan. Pada decision support system, penekanannya adalah pada manipulasi,
analisis dan secara khusus pada permodelan untuk kepentingan mendukung
pengambil keputusan.

3-12
3-12
LAPORAN PENDAHULUAN
Penyusunan Database Gedung Pemerintahan, MCK Umum dan Hidran Umum di Kabupaten Langkat

Geografi. Geografi berasal dari gabungan kata geo dan graphy. Geo berarti bumi,
sedangkan graphy berarti proses penulisan, sehingga geografi berarti penulisan
tentang bumi. Secara ringkas pengertian geografi mencakup hubungan manusia
dengan tempat mereka berpijak dan menguasai sumberdaya untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya. Salah satu alat dalam melukiskan keruangan adalah dalam
bentuk informasi hubungan spasial yang dikenal sebagai peta. Peta merupakan cara
komunikasi grafis dari pembuat peta mengenai aspek spasial permukaan bumi, baik
ukuran kecil ataupun seluruh permukaan bumi.

Data dan Informasi, data dan informasi itu sendiri perlu disepakati definisinya. Data
adalah “bahan mentah” sedangkan informasi adalah data yang telah diolah sedemikian
rupa, dianalisis serta ditampilkan dalam bentuk-bentuk tertentu sehingga mempunyai
nilai tambah dan kegunaan. Tetapi keduanya terikat erat satu sama lain, agak sukar
mengatakan yang satu lebih penting dari yang lainnya. Data dan informasi yang
berdimensi geometris-teknis. Kemudian juga berupa gambar-gambar teknis dan aturan
perangkatnya, misalnya kondisi bangunan, fasilitas sekolah, jalan, jarak fasilitas
permukiman dan sebagainya.

S I G, cukup sulit untuk memberi batasan Sistem Informasi Geografis karena
banyaknya cara untuk mendefinisikan dan mengklasifikasikannya. Penekanan-
penekanan dalam SIG juga beraneka ragam. Beberapa berpendapat bahwa perangkat
lunak dan keras adalah fokus utama sedangkan yang lain berpendapat bahwa intinya
adalah proses informasi/aplikasi.

ESRI (1989) mendefiniskkan SIG sebagai : kumpulan yang terorganisir dari perangkat
keras komputer, perangkat lunak, data geografi dan personil yang didisain untuk
memperoleh, menyimpan, memperbaiki, memanipulasi, menganalisis dan
menampilkan semua bentuk informasi yang bereferensi geografi. Pada bagian lain ESRI
meringkasnya, SIG sebagai A computer system capable of holding and using data
describeing places on the earth's surface (sistem komputer yang mampu menangani
dan menggunakan data yang menjelaskan tempat pada permukaan bumi). Dapat
disimpulkan bahwa SIG merupakan suatu alat, metode, dan prosedur yang
mempermudah dan mempercepat usaha untuk menemukan dan memahami

3-12
3-12
LAPORAN PENDAHULUAN
Penyusunan Database Gedung Pemerintahan, MCK Umum dan Hidran Umum di Kabupaten Langkat

persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan yang ada dalam ruang muka bumi.


Kata kunci yang menjadi titik tolak perhatian SIG adalah lokasi geografis dan analisis
spasial yang secara bersama-sama merupakan dasar penting dalam suatu sistem
informasi keruangan.

Informasi Spatial/ Data


A. Dimensi
Unsur data/datum dalam SIG memiliki 3 “dimensi”/aspek/label :
1) Dimensi keruangan (spatial dimensions) yang menunjuk pada sifat
ruang atau lokasi geografi di permukaan bumi;
2) Dimensi waktu (temporal dimensions) saat dalam suatu
waktu/periode tertentu; dan
3) Dimensi tematik, dimensi ini menerangkan apa yang diukur seperti
bentuk, kedalaman, variabel. Kadang-kadang dimensi tematik ini disebut sebagai
dimensi topikal atau dimensi karakteristik.

B. Komponen
Pada dasarnya ada 5 komponen atau tahap yang perlu diperhatikan dalam konsepsi,
desain, pengembangan, penerapan dan pembinaan suatu sistem informasi, yaitu:
1) Spesifikasi Data : menyangkut penentuan himpunan data set dan format data
(cara bagaimana unsur data disimpan) yang keduanya merupakan input terhadap
pengembangan basis data;
2) Pengumpulan Data : menyangkut pekerjaan mencatat, merekam, mengamati
mengenai ukuran, nilai atau status obyek dari himpunan data;
3) Pengolahan Data : menyangkut pekerjaan penyimpanan, pengambilan kembali
dan manipulasi data yang dilaksanakan terhadap data yang disimpan dalam
pangkalan data untuk menghasilkan informasi;
4) Penyebaran Data : menyangkut penyampaian data dan atau informasi kepada
para pemakai dalam bentuk tabulasi, peta, informasi digital, dan lain-lain;

3-12
3-12
LAPORAN PENDAHULUAN
Penyusunan Database Gedung Pemerintahan, MCK Umum dan Hidran Umum di Kabupaten Langkat

5) Penerapan Data : dilaksanakan oleh para pemakai data/informasi sewaktu


melaksanakan aktivitas operasional, kontrol, perencanaan dan sebagainya.

C. Analisis
Satu hal yang membedakan dan merupakan ‘kekuatan’ utama SIG dibandingkan
dengan sistem informasi lainnya adalah kemampuannya dalam melakukan analisis
keruangan. Disamping mampu melakukan analisis keruangan SIG sering juga
dimanfaatkan untuk analisis visual (biasanya untuk studi sosial ekonomi), analisis
tematikal/topical, analisis temporal.

Analisis keruangan dalam SIG antara lain berupa : union, merge, intersect, clip,
dissolve, dan lain-lain. Dalam pengembangannya di Indonesia, kemampuan SIG yang
membedakan dengan sistem informasi lainnya ini kurang banyak
terimplementasikan. Salah satu penyebabnya antara lain kurang tersedianya data
yang siap diolah (peta) dan atau kurangnya sharing data, sehingga pengembangan
SIG lebih banyak ke input data yang kurang lebih akan memakan dana/tenaga
60-70%.

3-12
3-12