Anda di halaman 1dari 31

Waspada Masalah Lupa, Pikun,

dan Perilaku Aneh Setelah


Sembuh dari COVID-19
dr. Pukovisa Prawiroharjo Sp.S(K)
COVID-19
• Gejala klinis umum
• Demam
• batuk, pilek
• Letih lesu
• Nyeri tenggorokan
• Sesak nafas

• Penularan :
• Percikan droplet dari batuk/bersin
• Berjabat tangan
• Menyentuh permukaan
Gejala COVID-19 pada Sistem Saraf
1. Nyeri kepala
2. Mual
3. Muntah
4. Myalgia
5. Pusing
6. Hypogeusia ( kehilangan pengecapan)
7. Hyposmia (kehilangan penciuman)
8. Penurunan kesadaran
9. Penurunan fungsi kognitif
Bagaimana COVID-19 dapat mempengaruhi Sistem Saraf

Kurangnya pasokan Penyumbatan pembuluh Peradangan pada otak


Rendahnya tensi oksigen dari paru darah kecil di otak akibat badai imun

Kerusakan Otak / Sistem Saraf


Fungsi Kognitif
1. Atensi, Berpikir dan Fungsi Eksekutif
• Atensi  konsentrasi (fokus).
• Berhitung, logika, berencana, solusi, abstraksi
2. Bahasa
• Mengerti mulai sederhana-peribahasa,
merangkai kalimat, menamai.
3. Pengenalan, orientasi, & daya bayang ruang
• Mengenali obyek, orang, dll dalam daya
bayang ruang yang baik. Orientasi waktu,
tempat, orang.
4. Memori
• Ingatan/pembelajaran & keterampilan baru
Gangguan Kognitif -Demensia (pikun)
Penurunan kognitif dapat meliputi
fungsi kognitif atensi, orientasi. Bila
sudah mengganggu aktivitas
fungsional dasar/instrumental
sehari-hari atau okupasi (kualitas
pekerjaan) sehari-hari  dapat
dikategorikan demensia (pikun).

Gangguan kognitif/ Pikun dapat


reversible (kembali baik) dapat
menetap, atau memburuk.
Penurunan Fungsi Kognitif Pasca COVID-19
Normal Pasien COVID-19

• Penurunan metabolisme dan fungsi otak pada pasien pasca COVID-19


4-4-2 PRASYARAT OTAK EMAS

KIPER 4BAHAN
BEBAS
PENGGANGGU
Modal Awal
4 OPTIMALBAKU
Bebas zat neurotoksik &
adiktif
Nutrisi & neurotropik cukup
BEK 4pengganggu
Bebas
2 “HABIT”
NAPZA, gizi
CukupMANUSIA
kebutuhan alkohol, dsb.
makro,
MULIA tidak defisiensi
mikronutrien (Fe, Zn, dsb), zat neurotropik
Bebas risiko intelegensi,
Kecerdasan vaskular &
penyakit neurotoksik
Istirahat yang
emosional, cukup
sosial,
4 Bahan spiritual
Ketahanan diri menanggapi
GELANDANG baku Tidur berkualitas.
Hipertensi,
gangguan tidur
Hindari
kolesterol,
lainnya.
dinamika
diabetes,
insomnia,
jantung, OSAs,
Meditasi
perubahan
gangguan ginjal,dan khusyu
optimal ibadah.gangguan
Manajemen rileks
hati, dsbdan liburan
Kreativitas, produktivitas,
Olahraga,
Bebasaktivitas seni, yang
pengalaman
sinergi silaturahmi,
dan “senam
merusak otak”
otak

PENYERANG 2mulia
Karakter Ketahanan
Olahraga
dalam
(musik,
aerobik
Kejadian
lukis,
menempatkan
traumatis,
situasi sosial,
dsb),
diri seni
min 30menit/hari,
contohdan ikut
bangsa,
silaturahmi
perilaku
negara buruk
dalam
banyak hingga menjadi
menganggapi
kegiatan sosial.
kebiasaan buruk,perubahan
dinamika pornografi, dsb
Koleksi memori yang bernilai
Bebas penyakit otak
Memilih memori/pembelajaran yang relevan
Stroke,
sesuai cedera
prioritas otak
untuk traumatik,
pengembangan diri
epilepsi, demensia, infeksi otak,
tumor otak, dsb
© PUKOVISA PRAWIROHARJO, 2020
Gejala Dini Pikun/Demensia :

LALILULEO
• LA : Labil (sering labil emosi/pendiriannya)

• LI : Linglung (sering tampak linglung)

• LU : Lupa (lihat Lupa ingatan yang perlu diwaspadai)

• LE : Lemot (pikir melamban)

• LO : logika berpikir menurun


Gejala Lupa Yang Tak Wajar

SESUAI (KATA DOKTER) VISA


• SE : Sering
• SU : sulit mencari barang/ingatan
• AI : Aktivitas, produktivitas, dan Ibadah menurun
• V : variasi lebih luas
• I : informasi lama (otobiografi)
• SA : menyiksa (merugikan)
© PUKOVISA PRAWIROHARJO, 2020

1. SE: Lebih SEring lupa


Frekuensi lupa lebih sering.
 Penting memiliki aktivitas yang sama seperti
sebelum pensiun, agar dapat mendeteksi dini
lupa yang semakin sering. Jarang aktif: Sulit
mendeteksi
2. SU: Lebih SUlit mencari
barang/ingatan
Lebih menguras tenaga dan emosi untuk mencari
barang/janji/ingatan lainnya karena kesulitan runtun
dalam mengingat.
3. AI: kualitas mengingat
dalam berbagai Aktivitas,
Ibadah, hobi, dan pekerjaan
produktivitas menurun di pekerjaan,
menekuni hobi, ibadah, dsb
4. V: Variasi aspek lupa
meningkat
• Lupa nama orang yang baru dikenal.
• Lupa makan/minum apa sebelumnya.
• Lupa menaruh barang/membawa barang penting saat bepergian.
• Lupa di mana tempat parkir.
• Lupa janji dan kegiatan.
• Lupa rakaat sholat.
5. I: lupa Informasi lama
(otobiografi)
• Mulai lupa terhadap melakukan atau bahkan tatacara
aktivitas yang sudah terbiasa dijalankan rutin (mis sholat,
beribadah, dsb)
• Lupa bersekolah dimana
• Lupa pernah tinggal dimana
• Lupa nama keluarga dekat
6. SA: keparahan lupa dirasa
“menyikSA” (hal2 merugikan)
• Nyaris kebakaran saat menggunakan kompor,
seterika, dsb.
• Lupa mengambil kartu ATM di mesin ATM.
• Lupa membawa barang harian rutin (mis
kacamata, dompet, HP, dsb).
• Ketinggalan barang/uang di transportasi/fasilitas
publik.
E- MEMORY
SCREENING (EMS)
1. EMS = Alat Deteksi Dini Demensia
Menggunakan AD8-INA, direktori dokter spesialis
neurologis dan Rumah Sakit dan artikel dementia

2. EMS milik PERDOSSI

Tersedia di :
© PUKOVISA PRAWIROHARJO, 2020
3 FITUR
UTAMA EMS
1. Artikel Demensia

2. AD8-INA Skrining

3. Daftar RS dan Sp Neurologis

Tersedia di :

© PUKOVISA PRAWIROHARJO, 2020


TUJUAN UTAMA EMS
1. EMS sebagai Alat Edukasi
EMS digunakan sebagai alat edukasi untuk masyarakat
umum untuk mengetahui tentang penyakit dementia.

2. EMS sebagai Alat Skrining


Demensia
EMS digunakan Alat Skrining untuk deteksi dini
Tersedia di :
dementia.Tersedia direktori/ daftar Rumah sakit yang
mempunyai klinik memori dan dokter spesialis
neurologis yang praktek
© PUKOVISA PRAWIROHARJO, 2020
ALUR
PENGGUNAAN
EMS

Tersedia di :

© PUKOVISA PRAWIROHARJO, 2020


Faktor Resiko selain Pasca COVID-19

Kurang berolahraga/ Konsumsi alkohol dan merokok


Penurunan aktivitas
Makan makanan dengan gizi tidak
seimbang
Faktor Resiko Medis selain Pasca COVID

Masalah medis yang Kolesterol, Kelainan


sudah ada sebelumnya pembuluh/darah.
terutama yang berkibat
atau penyakit di otak.

Tekanan Darah Tinggi


Penyakit Gula Darah
(Diabetes)
Rekomendasi

Deteksi dini gangguan kognitif


secara mandiri

● LA : Labil (sering labil emosi/pendiriannya)


Bila menemukan 1 dari 5 ● LI : Linglung (sering tampak linglung)
gejala umum Demensia
LALILULELO ● LU : Lupa (lihat Lupa ingatan yang perlu diwaspadai)
● LE : Lemot (pikir melamban)
● LO : logika berpikir menurun
Rekomendasi

Check-up rutin 1 tahun sekali / Kontrol ke dokter pasca isolasi


COVID-19 dan bila ada masalah medis

- Pemeriksaan Fisik menyeluruh


- Skrining kognitif untuk mencegah demensia
- Risiko kardiovaskular: skrining tekanan darah, gula, profil lipid,
ekg
Medical check-up untuk
Lanjut Usia - Pemeriksaan darah lengkap
- Risiko keganasan: skrining keganasan kolorektal, paru, prostat
(pada pria), payudara & serviks (pada wanita)
- Berat badan (Indeks Massa Tubuh)
- Pemeriksaan Panca indera (Penglihatan, pendengaran)
Ahli akan Membantu Menyusun Program

Belajar hal baru :


kursus menjahit, merangkai bunga,
belajar bahasa asing

Kegiatan rohani dan emosi


positif bersama :
pengajian, kebaktian, meditasi Banyak berinteraksi dengan
anggota keluarga seperti bermain
Bersama, olahraga bersama
Kesimpulan

- Penurunan fungsi kognitif banyak terjadi pada pasien pasca COVID-19

- Deteksi dini (baik mandiri maupun pergi ke dokter) penting dalam


mencegah perburukan gejala

- Tidak perlu cemas dan khawatir berlebih

- Perbanyak interaksi sosial dan aktivitas produktif terjadwal.

- Dokter ahli dapat membantu deteksi dini, mitigasi risiko, membuat


program pemeliharaan dan peningkatan kognitif, hingga stimulasi dan
restorasi/pemulihan fungsi kognitif.
Terima Kasih
Any questions?
pukovisa@ui.ac.id