Anda di halaman 1dari 13

LABORATORIUM MOTOR BAKAR

TENGGELAMNYA KAPAL TITANIC secara ENGINEERS

RMS Titanic merupakan kapal


uap penumpang terbesar di
dunia ketika ia berangkat
dalam pelayarannya dari
Southampton, Inggris, ke
New York City pada tanggal
10 April 1912. Empat hari
ke persimpangan, jam 23:40
pada tanggal 14 April 1912,
ia menabrak gunung es dan tenggelam di 02:20 pagi
berikutnya waktu setempat, mengakibatkan kematian 1.517
orang ini adalah salah satu bencana maritim masa damai
paling mematikan dalam sejarah dunia.

Kapal Titanic merupakan kapal


penumpang milik White Star Line,
dibangun di galangan kapal Harland
and Wolff di Belfast, Irlandia Utara,
didisain untuk menyaingi Lusitania
dan Mauretania milik Cunard Line.
Titanic, bersama kapal saudara
Captain Edward J.
Smith, captain of Titanic kembarnya Olympic, Olympic dan yang
akan dibuat Britannic (pada awalnya dinamakan Gigantic,
bertujuan menjadi kapal paling mewah dan terbesar yang
pernah dibuat. Pembuatan RMS Titanic, dibiayai oleh
hartawan Amerika, J.P. Morgan dan perusahaannya
International Mercantile Marine Co., dimulai pada 31
Maret 1909. Badan kapal Titanic selesai diproduksi pada
31 Mei 1911, dan perlengkapan dalam di selesaikan pada 31
Maret tahun berikutnya. Titanic sepanjang 269 meter (882
kaki 9 inci) dan 28 meter (92 kaki 6 inci) lebar, berat
mati 46.328 ton, dan ketinggian dari permukaan air ke
geladak setinggi 18 meter (60 kaki). Walaupun ia meliputi
banyak ruang dan dengan berat mati yang besar itu, kapal

Diesel engine I Internal Combustion Engine


LABORATORIUM MOTOR BAKAR

Titanic sama panjangnya dengan kapal Olympic. Titanic


dilengkapi dua mesin dengan empat silinder, tiga baling-
baling, dan satu turbin Parsons bertekanan rendah yang
menggerakkan tiga baling-baling. Terdapat 29 ketel
dipanaskan oleh 159 perapian batu bara yang mampu
menghasilkan kecepatan sampai 23 knot (43 km/j). Hanya
tiga dari empat cerobong kapal setinggi 19 meter (63
kaki) yang berfungsi; cerobong yang keempat digunakan
sebagai lubang udara, dan untuk memperlihatkan kehebatan
kapal. Kapal Titanic mampu membawa 3.547 penumpang dan
awak kapal, karena ia juga mengirim surat, maka namanya
diberi penambahan kata depan RMS (Royal Mail Ship) dan
juga sebagai kapal uap – SS (Steam Ship).

Pada waktu itu, fasilitas dan kemewahannya tidak


dapat ditandingi. Ia menawarkan fasilitas kolam renang,
ruang olahraga, pemandian Turki, perpustakaan dan
gelanggang squash. Ruang kelas utama dihiasi seluruhnya
dengan panel kayu, perabotan mewah dan perhiasan yang
indah lainnya. Ia menawarkan tiga lift untuk digunakan
penumpang kelas utama dan, satu inovasi pada waktu itu,
satu lift bagi penumpang kelas dua.

Titanic dianggap sebagai puncak arsitektur laut dan


pencapaian teknologi. Ia dianggap oleh majalah Ship
Builders sebagai kapal yang “hampir tidak mungkin
tenggelam.” Titanic terbagi atas 16 ruang kedap air
dengan pintu yang beri pengunci elektrik dan akan menutup
hanya dengan menekan satu tombol dari dek kapal;
walaupun, sekat kapal tidak menghalangi keseluruhan
ketinggian geladak (hanya sampai Dek-E). Titanic mampu
terapung dengan baik walau dua ruang tengah dipenuhi air
atau empat bagian pertama dipenuhi air; apabila lebih
dari itu maka ia akan tenggelam.

Diesel engine I Internal Combustion Engine


LABORATORIUM MOTOR BAKAR

Pelayaran Pertama

Kapal Titanic memulai


pelayaran pertamanya dari
Southampton, Inggris,
dalam perjalanan ke New
York City, New York, pada
Rabu, 10 April 1912, di
bawah kendali Kapten
Edward J. Smith. Ketika
Titanic bergerak meninggalkan tempat berlabuhnya, ombak
yang dihasilkan oleh kapal tersebut menyebabkan kapal
penumpang New York, yang berlabuh di dekatnya, putus tali
tambatnya dan tertarik hampir (sekitar 4 kaki) dari
Titanic sebelum kapal tunda New York pergi. Kejadian
tersebut baru berhenti setelah satu jam. Selepas
menyeberangi selat Inggris, Titanic berhenti di
Cherbourg, Prancis, untuk menurunkan dan mengambil
penumpang tambahan dan berhenti sekali lagi di Queenstown
(sekarang ini dikenal sebagai Cobh), Irlandia, sebelum
meneruskan pelayaran ke New York dengan 2.223 penumpang.

Titanic mempunyai tiga bagian kelas penumpang yang


dipisahkan. Kelas ketiga juga dikenal sebagai geladak,
terdiri dari kabin kecil di dek bawah, diisi oleh
kebanyakan pendatang dari inggris yang mengharapkan
penghidupan lebih baik di Amerika. Kabin dan ruang kelas
kedua, terletak di bagian belakang, memiliki fasilitas
yang sama dengan kelas satu di kapal lain. Kebanyakan
penumpang kelas kedua pada mulanya menempati kelas satu
di kapal yang lain tetapi, karena tidak tersedianya batu
bara, maka dipindahkan ke Titanic. Kelas utama merupakan
bagian kapal yang paling mewah.

Sebagian dari orang yang terkenal turut belayar


sebagai penumpang kelas utama. Ini termasuk jutawan John
Jacob Astor dan isterinya Madeleine Force Astor; pemilik
kilang Benjamin Guggenheim; pemilik Macy, Isidor Straus

Diesel engine I Internal Combustion Engine


LABORATORIUM MOTOR BAKAR

dan isterinya Ida; jutawan Denver, Margaret “Molly”


Brown; Sir Cosmo Duff-Gordon dan isterinya Lady Lucille
Duff-Gordon; George Elkins Widener dan istrinya Eleanor;
John Borland Thayer, isterinya Marian dan anak mereka
yang berusia tujuh belas tahun, Jack; wartawan William
Thomas Stead; Countess of Rothes; pembantu presiden
Amerika Serikat Archibald Butt; pengarang dan tokoh
masyarakat Helen Churchill Candee; pengarang Jacques
Futrelle, dan isterinya May, dan rekan mereka, editor
Broadway Henry dan Irene Harris; aktris film bisu Dorothy
Gibson; dan yang lain. Ikut bersama di kelas utama
lainnya adalah editor urusan White Star Line J. Bruce
Ismay yang merencanakan pembuatan Titanic dan pembuat
kapal Thomas Andrews, yang turut bersama untuk memantau
semua masalah dan menilai kinerja keseluruhan kapal baru
tersebut.

Titanic dirancang oleh beberapa engineers paling


berpengalaman, dan menggunakan beberapa teknologi paling
canggih tersedia pada masa itu. Titanic merupakan kejutan
besar bagi banyak orang bahwa, meskipun fitur keamanan
yang luas, Titanic ternyara dapat tenggelam, dan fakta
bahwa tenggelamnya Kapal Titanic merupakan pelayaran
perdananya.

Malapetaka

Bongkahan gunung es di Newfoundland.

Pada Minggu malam, 14 April, suhu menurun sampai


tahap hampir beku dan laut tenang. Bulan tidak keluar dan
langit cerah. Kapten Smith, mengetahui peringatan adanya

Diesel engine I Internal Combustion Engine


LABORATORIUM MOTOR BAKAR

bongkahan gunung es melalui komunikasi nirkabel semenjak


beberapa hari lalu, telah mengubah haluan Titanic lebih
jauh ke arah selatan. Pada hari Minggu pukul 13:45 waktu
setempat, pegawai komunikasi nirkabel dari kapal uap
Amerika memberi peringatan bahwa gunung es besar
mengapung dalam jalur Titanic, tetapi peringatan ini
tidak disampaikan ke dek pengawal. Sore itu, satu lagi
laporan mengenai bongkahan gunung es besar yang banyak,
kali ini dari Mesaba, juga gagal disampaikan ke dek
pengawal.

Pada pukul 23:40 waktu setempat ketika berlayar di


selatan Grand Banks di Newfoundland, pengawas Fredrick
Fleet dan Reginald Lee melihat bongkahan gunung es yang
besar tepat di depan kapal. Fleet membunyikan loceng
kapal sebanyak tiga kali dan menelepon dek pengawal
memberitahu, “Gunung es, tepat di depan!” Opsir Pertama
Murdoch langsung mengarahkan kemudi ke sisi kiri dan
mengurangi kecepatan, kemudian mundurkan mesin kapal.
Tabrakan ternyata tidak dapat terelakkan, dan gunung es
terapung tersebut bergesekan dengan bagian lambung kanan
kapal, dan merobek badan kapal di empat bagian pertama
dan mematahkan paku baja di bagian bawah kapal yang
tertutup permukaan air sepanjang sekitar 91 m (300 kaki).
Pintu kedap air baru berhasil menutup rapat saat air
sudah memasuki lima bagian kedap air pertama, lebih satu
bagian dari apa yang dapat ditahan Titanic agar tidak
tenggelam. Berat lima bagian kedap air yang dimasuki air
menarik kapal ke bawah melebihi ketinggian dinding kedap
air, kemudian air memasuki bagian lain. Kapten Smith,
merasakan guncangan hantaman itu, sesampainya ke dek
pengawal dan memerintahkan berhenti sepenuhnya. Setelah
pemeriksaan oleh pegawai kapten dan Thomas Andrews, sadar
bahwa Titanic akan tenggelam, dan setelah tengah malam
pada 15 April, perahu penyelamat untuk disiapkan dan
panggilan darurat diberitahukan.

Diesel engine I Internal Combustion Engine


LABORATORIUM MOTOR BAKAR

Perahu penyelamat pertama, diturunkan pada pukul 00:40


waktu setempat di sebelah kanan dengan hanya di isi 28
orang penumpang di atasnya. Titanic membawa 20 perahu
penyelamat dengan kapasitas penuh 1.178 orang penumpang.
Walaupun tidak mencukupi untuk membawa semua penumpang
dan awak kapal, Titanic membawa cukup perahu penyelamat
dan pelampung karena peraturan yang ditetapkan oleh
Lembaga Peraturan Inggris. Pada masa itu, jumlah perahu
penyelamat yang diperlukan ditetapkan menurut berat mati
kapal, bukannya jumlah penumpang yang dibawanya.

Penumpang kelas utama dan kedua dengan mudah bisa


mencapai perahu penyelamat dengan tangga yang menuju
terus ke dek perahu tetapi penumpang kelas ketiga lebih
sulit. Banyak terdapat jalur dari bagian bawah kapal
sulit dipahami dan menyulitkan mereka untuk sampai ke
perahu penyelamat. Lebih buruk lagi, penumpang kelas tiga
saat pintu dikunci oleh awak kapal yang menunggu giliran
mengizinkan penumpang naik ke geladak.

Titanic melaporkan posisinya pada 41° 46′ N, 50° 14′ W. Bangkai


kapal ditemukan di 41° 43′ N, 49° 56′ W.

Operator radio nirkabel Jack Phillips dan Harold


Bride sibuk mengirim CQD, isyarat pertolongan. Beberapa
kapal merespon, termasuk Mount Temple, Frankfurt dan
kapal saudara kembar Titanic, Olympic, tetapi semuanya
terlalu jauh untuk sampai sebelum Titanic tenggelam.
Kapal terdekat adalah RMS Carpathia milik Cunard Line
yang sejauh 93 kilometer (58 mil) dan hanya berjarak
empat setengah jam; terlalu lama untuk menyelamatkan
lebih dari setengah penumpang Titanic karena kapalnya

Diesel engine I Internal Combustion Engine


LABORATORIUM MOTOR BAKAR

sudah tenggelam. Satu-satunya daratan yang menerima


isyarat pertolongan Titanic adalah stasiun nirkabel di
Cape Race, Newfoundland.

Pada mulanya, penumpang enggan meninggalkan Titanic


untuk menaiki perahu penyelamat yang kecil karena
merasakan Titanic lebih aman dan tidak ada tanda-tanda
apapun sedang berada dalam bahaya atau pun tenggelam. Ini
menyebabkan kebanyakan perahu penyelamat dilepas dengan
separuhnya kosong; satu perahu yang mampu membawa 40
orang penumpang dilepas dengan hanya 12 orang penumpang
di atasnya.

“Wanita dan anak-anak dahulu” diutamakan untuk


menaiki perahu penyelamat, Opsir kedua Lightoller, yang
mengisi perahu penyelamat di sebelah kiri, hanya
memperbolehkan laki-laki yang diperlukan sebagai pengayuh
dan tidak untuk sebab lainnya; walaupun masih terdapat
tempat kosong. Opsir Pertama Murdoch, yang mengisi perahu
di sebelah kanan, memperbolehkan laki-laki naik apabila
wanita tidak ada yang mau naik lagi. Saat kapal semakin
tenggelam, penumpang mulai cemas dan sebagian perahu
penyelamat dilepas dengan penumpang penuh. Pada 02:05
waktu setempat, seluruh bagian depan haluan kapal
tenggelam di bawah air, dan kecuali dua buah perahu,
semua perahu penyelamat lain telah diturunkan.

Sekitar 02:10 waktu setempat, bagian belakang kapal


terangkat dari permukaan air memperlihatkan bagian bawah
kapal, kemudi, dan baling-baling kapal , dan pada pukul
02:17 waktu setempat permukaan air membanjiri geladak
perahu. Keadaan semakin parah saat dua perahu penyelamat
terakhir terapung dari geladak, satu terbalik dan satu
lagi separuhnya telah berisi air. Tidak lama kemudian,
cerobong asap paling depan jatuh, meremukkan sebagian dek
pengawal dan mereka yang terapung dalam air. Di geladak,
para penumpang berlari ke arah belakang atau melompat ke
laut dengan harapan dapat sampai ke perahu penyelamat.

Diesel engine I Internal Combustion Engine


LABORATORIUM MOTOR BAKAR

Bagian belakang kapal perlahan-lahan terangkat ke


atas, dan barang-barang yang tidak terikat berjatuhan ke
laut. Sewaktu bagian belakang kapal terangkat, sistem
eletrik mati dan lampu mulai padam. Tidak lama kemudian,
pada bagian badan kapal yang tidak kuat menahan beban
mengakibatkan Titanic pecah menjadi dua bagian antara dua
cerobong terakhir, dan bagian depan tenggelam sepenuhnya.
Bagian belakang kapal langsung tehempas kembali di
permukaan air dan terangkat tegak lurus. Selepas beberapa
saat, pada pukul 02:20 waktu setempat, semuanya tenggelam
ke laut.

Dari sejumlah 2.223 orang penumpang, hanya 706 orang


penumpang yang selamat; 1.517 orang penumpang tewas.
Kebanyakan penumpang tewas disebabkan karena korban
terkena hypothermia dalam air 28 °F (−2 °C). Hanya dua
dari 18 perahu penyelamat yang kembali untuk
menyelamatkan korban dari dalam air selepas kapal
tenggelam. Perahu penyelamat nomor empat kembali dan
menyelamatkan lima orang, dua dari mereka kemudian tewas.
Hampir satu jam kemudian perahu penyelamat nomor empat
belas kembali dan menyelamatkan empat orang penumpang
yang mana satu penumpang kemudian tewas juga. Penumpang
yang lain berhasil menaiki perahu penyelamat yang
terapung dari geladak. Terdapat perdebatan di antara
penumpang yang selamat. sebagian penumpang yang selamat
berinisiatif untuk kembali, tetapi kebanyakan yang
selamat takut bila perahu penyelamat mereka akan
tenggelam akibat dinaiki korban yang mencoba menaiki
perahu mereka atau ditarik oleh Titanic yang tenggelam,
walaupun sebenarnya hanya sedikit tarikan yang ada.

Korban dalam perahu penyelamat.

Diesel engine I Internal Combustion Engine


LABORATORIUM MOTOR BAKAR

Kedua bagian kapal tersebut tenggelam dengan cara


berbeda. Bagian depan menancap kira-kira 609 m (2.000
kaki) di bawah permukaan dasar laut dan mendarat dengan
agak perlahan. Sedangkan bagian belakang tenggelam dengan
cepat ke dasar lautan; badan kapal terburai akibat
terdapat udara yang terperangkap di dalam kapal. Bagian
belakang kapal menghantam dasar dengan kecepatan tinggi,
terbenam jauh ke dalam lumpur.

Hampir dua jam setelah Titanic tenggelam, RMS


Carpathia tiba di tempat kejadian dan mengambil perahu
penyelamat pertama. Dalam beberapa jam kemudian, mereka
yang masih hidup diselamatkan. Di geladak Carpathia, doa
khusyuk yang singkat untuk yang mereka yang terselamatkan
dan untuk memperingati mereka yang tewas diadakan, dan
pada pukul 08:50 AM, Carpathia menuju ke New York, dan
sampai pada tanggal 18 April.

Saat santunan jiwa diberikan, White Star Line


menyewa kapal MacKay-Bennett untuk mengevakuasi jenazah.
Sejumlah 338 jenazah akhirnya ditemukan. Kebanyakan
jenazah dievakuasi ke Halifax, Nova Scotia, sedangkan
jenazah yang tidak dikenal dikebumikan di Pemakaman
Fairview.

ANALISIS ahli metalurgi (logam) Amerika Serikat (AS)


mengungkapkan, kapal Titanic tenggelam pada satu abad
silam akibat dibangun menggunakan rivet (paku keling)
berkualitas rendah.

Ahli metalurgi National Institute of Standards and


Technology AS Timothy Foecke mengungkapkan,Titanic
dibangun oleh galangan kapal Harland and Wolff di
Irlandia Utara.

Harland and Wolff rupanya dituntut mampu membangun


Titanic dalam waktu cepat dan dengan biaya murah. Ketika
membangun Titanic, Harland and Wolff juga harus

Diesel engine I Internal Combustion Engine


LABORATORIUM MOTOR BAKAR

menyelesaikan pembangunan dua kapal besar yang lain.Untuk


membangun kapal-kapal tersebut, Harland and Wolff
membutuhkan jutaan unit rivet untuk menyambungkan
lempengan-lempengan baja tubuh kapal.

“Karena dikejar deadline (tenggat waktu) sangat


ketat, Harland and Wolff membeli rivet dari penyuplai
yang bukan langganannya.Sebagian rivet tersebut ternyata
memiliki kualitas rendah,” yang telah meneliti Titanic
selama lebih dari sepuluh tahun. Foecke menuturkan,
Harland and Wolff sesungguhnya mengetahui rivet yang
digunakan untuk membangun Titanic memiliki kualitas lebih
rendah daripada standar. Namun, Harland and Wolff tidak
mengetahui bahwa kualitas rivet tersebut sangat jauh
berada di bawah standar.

Karena rivet tersebut berkualitas sangat rendah,


rivet-rivet itu pun rontok ketika lambung Titanic
menghantam gunung es. Karena rivet-rivet itu jebol,
lempengan-lempengan baja pada lambung Titanic pun
menganga dan air laut masuk. Akibatnya,Titanic pun
tenggelam dalam waktu kurang dari tiga jam setelah
menabrak gunung es. Foecke memaparkan,teori penyebab
tenggelamnya Titanic itu dalam buku berjudul What Really
Sank the Titanic.

Foecke menulis buku itu setelah bertahun-tahun


mempelajari arsip dokumen dan proses kerja pada galangan
kapal Harland and Wolff. Foecke bahkan menguji kekuatan
48 buah rivet yang diambil langsung dari bangkai Titanic.
Dari pengujian itu, Foecke mengetahui bahwa rivet Titanic
memiliki tingkat kelonggaran 9%. Padahal, rivet standar
untuk membangun kapal seharusnya memiliki tingkat
kelonggaran antara 2% hingga 3% agar sambungan tidak
mudah lepas.

Pada peristiwa kecelakaan kapal titanic terjadi


tumbukan secara tiba-tiba yang merupakan syarat
terjadinya fatik yaitu pembebanan secara tiba-tiba dan

Diesel engine I Internal Combustion Engine


LABORATORIUM MOTOR BAKAR

fatik terjadi pada suhu rendah terutama di bawah suhu 0oC


pada peristiwa ini kapal tersebut melewati lauatan es di
mana suhu tersebut berada pada di bawah 0oC atau keadaan
air beku.

Pada saat kapal tersebut menabrak es, kapal tersebut


mengalami fatik dan patah getas di mana bahan yang mudah
mengalami fatik pada suhu rendah adalah baja karbon yang
bahannya sangat getas sehingga mengalami patah getas.

Jadi pada saat melewati lautan es, kapal Titanic


mengalami kerusakan bahan akibat tumbukan berlebihan di
bawah suhu 0oC sehingga dapt dikatakan mengalami
kegagalan bahan.
[[

Pembuatan kapal Titanic tidak memperhatikan balance


massa. Yaitu saluran pembuangan air yang mereka tidak
buat. Maka ketika air masuk ke dalam kapal air tidak
dapat keluar dari kapal akibatnya kapal mengalami berat
yang berbeda mengakibatkan kapal berat sebelah dan kapal
menjadi miring. Ini salah satu penyebab tenggelamnya
kapal Titanic.

Kapal Titanic mengandung banyak karbon dengan tujuan


kekerasan. Padahal kadar karbon yang melebihi batas akan
mengakibatkan baja menjadi getas yaitu mudah mengalami
patah atau retak. Begitu juga unsur paduan yang tedapat
dalam kapal. Suatu bahan tahan terhadap suhu dingin
minimal di bawah 0oC atau -4oC sedangkan suhu pada saat
itu -2oC.

Diesel engine I Internal Combustion Engine


LABORATORIUM MOTOR BAKAR

RMS• Titanic
•• Terpasang
Kelas
Nasib:
Pemilik:
dan
Propulsion:
Speed:
Tenggelam
ketik:
White
21daya:
Olimpiade
berangkatknot
Kapasitas:
Star
Dua
pada
Tinggi:
24(39
Line
perunggu
Identifikasi:
double-berakhir
15
Builder:
km
Maiden
Decks:
Beam:
Southampton [1]
Kedalaman:
kelas
April
Memerintahkan:
175
Durasi:
Penumpang
Meletakkan:
Diluncurkan:
/Dam:
Pemindahan:
Garis
Selesai:
Dalam
jam
Namai:
Karakteristik
ftkapal
baling-baling
Harland
Beam:
1912
9Yard
(53,3
pelayaran:
(Berhuruf
;882
padaRadio
34
Bintang
24
Crew:
pelayanan:
lautTonase:
setelah
Tidak
31
ft
64
nomor:
mph
m)
ft
92
(enam
dan
7dan
31
Maret
9ft
tanggalPanggilan
31
(Keel
in
ft860
52.310
in
31
6)Maret
10
PutihPort
dibaptis
0A
10(10.5
awak
Wolff
Mei
23
memukul
in
umum
(269,1
sayap
in
401
tungku)
Juli
sampai
April
1912
(19,7
1912
ke
knot
(28.0
1911
46.328
April1909
ton
m)
1908
(terisi
atas
,1912.
"MGY"
triple-blade
Belfast
m)
1912
(43
m)
of
m)
G)
dan
gunung
saluran)
registry:
km
ton
penuh):
5 single-ended
/mendaftar
(Karirjam;
esSatu
(diLiverpool
26
tengah
perunggu
mph)
kotor
(tiga
UnitedSamudra
Rute:
(GRT)
tungku)
Kingdom
Atlantik
Southampton
Scotch to New
quadruple-pisau
(maksimum)
boiler York
Inggris
City
Resmipusat.
laut baling-baling Nomor: 131.428
• Dua empat silinder reciprocating
) • 3547 3547 Star Line Nama:mesin
White triple-ekspansi RMSuap masing-masing
Titanic
memproduksi 15.000 hp untuk dua baling-baling sayap tempel di 75 putaran per
menit Staterooms (840 total):
• Salah satu tekanan rendah turbin menghasilkan 16.000 hp Sebanyak 46.000) HP
(desain - 59.000 HP
• (maksimum)
Kelas I: 416
• Kelas II: 162
• Kelas III: 262 Plus 40 berlabuh daerah
terbuka

Titanic ditemukan

Bangkai Titanic terletak oleh tim Perancis dan Amerika


pada tanggal 1 September 1985 di 12.500 kaki (3.810 m)
air sekitar 350 mil (531 km) tenggara Newfoundland,

Diesel engine I Internal Combustion Engine


LABORATORIUM MOTOR BAKAR

Kanada. Sebuah ekspedisi 1986 didokumentasikan kapal


karam yang lebih teliti.

Diesel engine I Internal Combustion Engine