Anda di halaman 1dari 1

Renungan 20 Agustus 2021

Hidup yang dimerdekakan ( Galatia 5 : 1, 13 )


Kurang lebih 350 tahun bangsa Indonesia berada di bawah kekuasaan penjajah. Segala sesuatu
ditentukan oleh penjajah. Bangsa Indonesia tidak punya hak untuk mengatur diri sendiri, semua
serba tergantung pada penjajah. Atas perjuangan para pahlawan negara dan berkat dari Tuhan
akhirnya bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.
Para pahlawan berjuang dengan sekuat tenaga , mengorbankan jiwa dan raga serta harta/material.
Akan tetapi kita perlu tahu dan menyadari, kalau Tuhan tidak kerkenan dan berkehendak maka
perjuangan itu akan sia-sia, tidak ada artinya. Untuk itu kita patut mengucap syukur kepada Tuhan
atas limpahan berkat dan rahmatnya bagi bangsa Indonesia.
Merdeka mempunyai arti bebas, berdiri sendiri tidak terkena tuntutan, tidak terikat dan tidak
tergantung pada orang lain. Kemerdekaan adalah sesuatu yang berharga , karena dalam
kemerdekaan kita bebas mengaktualisasi diri, tidak ada yang mengekang, menindas dan
mengeksploitasi. Namun kita perlu sadari bahwa kemerdekaan lahir dari suatu perjuangan yang
berat dengan derai air mata dan bahkan pertumpahan darah dari para pahlawan bangsa yang
berasal dari berbagai daerah , suku dan dan agama.
Seringkali orang memaknai kemerdekaan dengan kebebasan untuk menyampaikan aspirasi tanpa
gangguan , kebebasan untuk menuntut hak dan kebebasan untuk menguasai apa yang kita miliki.
Sebagai anak-anak Tuhan, Galatia 5 : 1 mencatat bahwa kita telah dimerdekakan oleh Kristus, itu
mengandung pengertian bahwa kemerdekaan adalah anugrah dari Tuhan semata. Kita dibebaskan
dari kuk perhambaan. Kita dibebaskan dari kewajiban untuk melakukan ketetapan-ketetapan
lahiriah dari hukum taurat, oleh karena itu Rasul Paulus mengajarkan kita harus berdiri teguh,
dengan tidak henti-hentinya dan dengan setia mengikuti Injil dan kemerdekaannya. Kristus telah
membebaskan kita dari kuasa maut. Kemerdekaan yang terjadi dalam hidup kita merupakan
anugrah yang besar, kita sudah bebas dari penjajahan dosa. Kemerdekaan membutuhkan
pertobatan yang sungguh-sungguh, agar dosa tidak lagi menjajah dan membelunggu kita.
Dalam Galatia 5 : 13 Merdeka bukan berarti kita bebas berbuat dosa, kemerdekaan orang Kristen
bukan kemerdekaan yang merugikan orang lain, tetapi melayani seseorang akan yang lain. Kita
tidak boleh mengambil kesempatan kemerdekaan untuk menuruti keinginan hati dalam
kesenangan-kesenangan dan perbuatan-perbuatan buruk apa pun, dan khususnya yang dapat
menciptakan kesenjangan dan kebencian, dan menjadi dasar pertengkaran serta pertikaian. Tetapi,
sebaliknya, kita bisa melayani seorang akan yang lain oleh kasih, memelihara kasih sayang satu
sama lain. Walaupun mungkin ada perbedaan-perbedaan kecil di antara kita, kasih sayang itu akan
mencondongkan hati kita kepada segala pelayanan dengan rasa hormat dan kebaikan kepada satu
sama lain.
Hanya kemerdekaan dalam Kristus yang memampukan kita punya responsivitas, punya kepekaan
dan kepedulian terhadap rasa sakit, erangan, dan jerit tangis sesama kita yang membutuhkan.
Hanya kemerdekaan di dalam Yesus Kristus yang membuat kita sadar bahwa kita hidup untuk
kemuliaanNya, hidup untuk mengasihi Tuhan, hidup untuk mengasihi sesama.
Sudah kah merdeka dalam Kristus ? Sudahkah kemerdekaan kita gunakan untuk melayani orang
lain ? Pikirkan dan refleksikan, apa yang bis akita lakukan untuk melayani orang lain.
Tuhan Yesus memberkati