Anda di halaman 1dari 5

PENDALAMAN MATERI

(Lembar Kerja Resume Modul)

A. Judul Modul : ...................................................................


B. Kegiatan Belajar : ................................................................... (KB 1/2/3/4)

C. Refleksi

NO BUTIR REFLEKSI RESPON/JAWABAN


1 Peta Konsep (Beberapa PETA KONSEP
istilah dan definisi) di modul
bidang studi
KURIKULUM 2013

SKL KI KD

SIKAP MEMAHAMI
KEMAMPUAN
DAN
BAIK PADA
MENJALANKAN
RANAH SIKAP
SESUAI
PENGETAHUAN MATERI

JUJUR,
DISIPLIN,
KETERAMPILAN DAN
PENGETAHUA
TANGGUNG
N DAN
JAWAB
KETERAMPIL
AN SESUAI
MATERI

1. Karakteristik Kurikulum 2013


Kurikulum 2013 berorientasi kepada usaha-usaha
menyiapkan lahirnya Generasi Emas Indonesia 2045,
yaitu peserta didik yang memiliki kompetensi sikap,
pengetahuan, dan keterampilan setelah mempelajari
suatu muatan pembelajaran, menamatkan suatu
program, atau menyelesaikan satuan pendidikan
tertentu.
kompetensi yang diharapkan dapat dimiliki peserta
didik adalah: 1. Sikap, yaitu memiliki perilaku yang
mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia,
berilmu. 2. Pengetahuan, yaitu memiliki pengetahuan
faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif dalam
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban. 3 Keterampilan, yaitu memiliki kemampuan
pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah
abstrak dan konkret.
Kurikulum 2013 (K-13) mengembangkan dua
modus proses pembelajaran yaitu proses pembelajaran
langsung (direct teaching)dan proses pembelajaran
tidak langsung (indirect teaching).
2. Hubungan SKL, KI-KD, Indikator dan tujuan
Pembelajaran
SKL-KI-KD
Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan
acuan utama dalam pengembangan Kompetensi Inti
(KI), selanjutnya KI dijabarkan ke dalam Kompetensi
Dasar (KD).
Standar Kompetensi Lulusan (SKL) adalah kriteria
mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang
mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Kompetensi Inti (KI) merupakan tingkat
kemampuan untuk mencapai standar kompetensi
lulusan yang harus dimiliki seorang peserta didik pada
setiap tingkat kelas.
Kompetensi Dasar (KD) merupakan kemampuan
dan materi pembelajaran minimal yang harus dicapai
peserta didik untuk suatu mata pelajaran pada masing-
masing satuan pendidikan yang mengacu pada
kompetensi inti.
Indikator
Indikator pencapaian kompetensi adalah ukuran,
karakteristik, atau ciri-ciri dari ketercapaian Kompetensi
Dasar berdasarkan taksonomi kemampuan baik pada
ranah sikap, pengetahuan, maupun keterampilan. Ada
beberapa fungsi dirumuskannya indikator, yaitu: 1)
Pedoman dalam mengembangkan materi pembelajaran;
2) Pedoman dalam mendesain kegiatan pembelajaran;
3) Pedoman dalam mengembangkan bahan ajar; 4)
Pedoman dalam merancang dan melaksanakan penilaian
hasil belajar; dan 5) Menjadi pedoman dalam
merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi hasil
belajar.
Tujuan pembelajaran
Prinsip pembelajaran yang digunakan kurikulum
2013 adalah :
1. Dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik
mencari tahu;
2. Dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar
menjadi belajar berbasis pada aneka sumber belajar;
3. Dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai
penguatan penggunaan pendekatan ilmiah;
4. Dari pembelajaran berbasis konten menuju
pembelajaran berbasis kompetensi;
5. Dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran
terpadu;
6. Dari pembelajaran yang menekankan jawaban
tunggal menuju pembelajaran dengan jawaban yang
kebenarannya multi dimensi;
7. Dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan
aplikatif;
8. Peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan
fisikal (hard skills) dan keterampilan mental (soft
skills);
9. Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan
dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar
sepanjang hayat;
10. Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan
memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo),
membangun kemauan (ing madyo mangun karso),
dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam
proses pembelajaran (tut wuri handayani);
11. Pembelajaran yang berlangsung di rumah, sekolah,
dan masyarakat;
12. Pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa
siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan di
mana saja adalah kelas;
3. Perubahan Kurikulum 2013
Ada sembilan poin perubahan kuriklum 2013;
1. Nama kurikulum menjadi Kurikulum 2013 Edisi
Revisi yang berlaku secara Nasional.
2. Penilaian sikap KI 1 dan KI 2 sudah ditiadakan di
setiap mata pelajaran, kecuali hanya pada penilaian
bidang studi PAI dan PPKN.
3. Jika ada 2 nilai praktik dalam 1 KD , maka yang
diambil adalah nilai yang tertinggi. Penghitungan
nilai ketrampilan dalam 1 KD ditotal (praktek,
produk, portofolio) dan diambil nilai rata-rata.
4. Pendekatan scientific 5M bukanlah satu-satunya
metode saat mengajar dan apabila digunakan maka
susunannya tidak harus berurutan.
5. Silabus kurtilas edisi revisi lebih ramping hanya 3
kolom, yaitu KD, materi pembelajaran, dan kegiatan
pembelajaran.
6. Perubahan terminologi ulangan harian menjadi
penilaian harian, Ujian Akhir Semester (UAS)
menjadi Penilaian Akhir Semester untuk semester 1
dan Penilaian Akhir Tahun untuk semester. Kegiatan
Ujian Tengah Semester (UTS) sudah tidak ada lagi.
7. Dalam RPP yang dicatumkan adalah Tujuan, proses
Pembelajaran, dan penilaian, materi dan metode
pembelajaran tidak perlu disebutkan.
8. Skala penilaian menjadi 1-100. Penilaian sikap
diberikan dalam bentuk predikat dan deskripsi.
9. Tes remedial diberikan untuk siswa yang nilainya
kurang, setelah diberikan pembelajaran ulang.
4. Menata Kelas Pembelajaran Aktif dan Dinamis
Dalam kerangka mewujudkan desain belajar
siswa, maka pengaturan ruang kelas dan siswa (setting
kelas) merupakan tahap yang penting. kegiatan
pembelajaran yang dapat mengaktifkan peserta didik,
yakni: 1) Mobilitas, 2) Aksesibilitas, 3) Komunikasi, 4)
Interaksi, 5) Dinamika, 6) Variasi kerja peserta didik.
Tidak ada satu bentuk ruang kelas yang mutlak
ideal, namun ada beberapa pilihan yang dapat diambil
sebagai variasi diantaranya:
1. Formasi Huruf U. Formasi ini dapat digunakan untuk
berbagai tujuan, Para peserta didik dapat melihat
guru dan/atau melihat media visual dengan mudah
dan mereka dapat saling berhadapan langsung satu
dengan yang lain.
2. Formasi Lingkaran. Para peserta didik duduk pada
sebuah lingkaran tanpa meja atau kursi untuk
melakukan interaksi berhadap-hadapan secara
langsung. Sebuah lingkaran ideal untuk diskusi
kelompok penuh.
3. Susunan V mengurangi jarak antara para peserta
didik, pandangan lebih baik dan lebih memungkinkan
untuk melihat peserta didik lain daripada baris lurus.
4. . Format atau setting kelas ini banyak digunakan di
lembaga pendidikan manapun karena paling mudah
dan sederhana. Tetapi secara psikologis, bila
digunakan sepanjang masa tanpa variasi format lain
akan berpengaruh terhadap gape psikologis peserta
didik seperti merasa minder, takut dan tidak terbuka
dengan teman, karena sesama peserta didik tidak
pernah saling berhadapan (face to face) dan hanya
melihat punggung temannya sepanjang tahun dalam
belajar.
1. Kurikulum Merdeka Belajar Nadiem menyebutkan
Daftar materi bidang studi merdeka belajar merupakan kemerdekaan berfikir.
2 yang sulit dipahami pada Kemerdekaan berfikir ditentukan oleh guru (Tempo.co,
modul 2019)
2.

1. Kelas tradisional, bila digunakan sepanjang masa tanpa


variasi format lain akan berpengaruh terhadap gape
Daftar materi yang sering psikologis peserta didik seperti merasa minder, takut
3 mengalami miskonsepsi dan tidak terbuka dengan teman. Pada kenyataanya
dalam pembelajaran hampir semua sekolahan menerapakn kelas tradisional.
2. .......................

Anda mungkin juga menyukai