Anda di halaman 1dari 3

PENDALAMAN MATERI

(Lembar Kerja Resume Modul)

A. Judul Modul : PERKEMBANGAN EMOSI, SOSIAL, DAN SPIRITUAL PESERTA DIDIK


B. Kegiatan Belajar : KB 3

C. Refleksi

NO BUTIR REFLEKSI RESPON/JAWABAN


1. Emosi adalah perasaan yang ada dalam diri individu.
Emosi dapat berupa perasaan senang atau tidak senang,
perasaan baik atau buruk. Emosi juga didefinisikan sebagai
“berbagai perasaan yang kuat” (World Book 2015, 690).
Perasaan benci, takut, marah, cinta, senang, dan
kesedihan. Macam-macam perasaan tersebut adalah
gambaran dari emosi. Goleman menyatakan bahwa “emosi
merujuk pada suatu perasaan atau pikiranpikiran khasnya,
suatu keadaan biologis dan psikologis serangkaian
kecenderungan untuk bertindak (Goleman 1995). Fungsi
emosi terhadap perkembangan anak antara lain (Darmiah
2020), pertama merupakan bentuk komunikasi. Emosi
sebagai bentuk komunikasi menjadikan anak dapat
menyatakan segala kebutuhan dan perasaannya terhadap
orang lain. Kedua, emosi berperan dalam mempengaruhi
kepribadian dan penyesuaian diri anak dengan lingkungan
Peta Konsep (Beberapa
sosialnya. Sebagai contoh tingkah laku emosi anak yang
1 istilah dan definisi) di modul
ditampilkan merupakan sumber penilaian lingkungan
bidang studi
terhadap dirinya, yakni seorang anak mengekpresikan
ketidaknyamanannya dengan menangis, lingkungan
sosialnya akan menilai dia sebagai anak yang cengeng.

2. Sedangkan perkembangan sosial merupakan perolehan


kemampuan berperilaku yang sesuai dengan tuntutan
sosial (Hurlock 2012). Menurut Allen dan Marotz
(Musyarofah 2017, 31) perkembangan sosial adalah area
yang mencakup perasaan dan mengacu pada perilaku dan
respon individu terhadap hubungan mereka dengan
individu lain. Dapat juga diartikan sebagai proses belajar
untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok,
moral, dan tradisi, meleburkan diri menjadi satu kesatuan
dan saling berkomunikasi dan bekerja sama. Jadi
pekembangan sosial ini fokus pada relasi antara peserta
didik dengan orang lain
1. Trust vs Mistrust
Daftar materi bidang studi
2. Autonomy vs Shame
2 yang sulit dipahami pada
3. Inisiative vs Guilt
modul
4. Ego Integrity vs putus asa

1. Tes Esai Tertulis

Guru dapat mempersiapkan suatu tes esai yang memuat


beberapa konsep Materi yang memang mau diajarkan
atau yang sudah diajarkan. Dari tes tersebut dapat
diketahui salah pengertian yang dibawa siswa dan salah
pengertian dalam bidang apa. Setelah ditemukan salah
pengertiannya, beberapa siswa dapat diwawancarai untuk
lebih mendalami mengapa mereka punya gagasan seperti
itu. Dari wawancara itulah akan kentara dari mana salah
pengertian itu dibawa.

2. Interview klinis

Interview klinis dilakukan untuk melihat miskonsepsi pada


siswa. Guru memilih beberapa konsep fisika yang
Daftar materi yang sering diperkirakan sulit dimengerti siswa, atau beberapa konsep
3 mengalami miskonsepsi
dalam pembelajaran materi (PAI( yang essensial dari bahan yang mau
diajarkan. Kemudian, siswa diajak untuk mengekspresikan
gagasan mereka mengenai konsep-konsep di atas. Dari
sini dapat dimengerti latar belakang munculnya
miskonsepsi yang ada dan sekaligus ditanyakan dari mana
mereka memperoleh miskonsepsi tersebut.

3. Diskusi dalam Kelas

Dalam kelas siswa diminta untuk mengungkapkan


gagasan mereka tentang konsep yang sudah diajarkan
atau yang mau diajarkan. Dari diskusi di kelas itu dapat
dideteksi juga apakah gagasan/ide mereka tepat atau tidak
(Harlen, 1992:176). Dari diskusi tersebut, guru atau
seorang peneliti dapat mengerti konsep-konsep alternatif
yang dipunyai siswa. Cara ini lebih cocok digunakan pada
kelas yang besar dan juga sebagai penjajakan awal.
PETA KONSEP

PERKEMBANGAN EMOSI, SOSIAL, DAN SPIRITUAL PESERTA DIDIK

Pengertian Menurut Ahli


Karakteristik
perkembangan emosi,
sosial, dan spiritual
peserta didik

Faktor yang
mempengaruhi
Goleman Menurut Allen perkembangan emosi,
dan Marotz sosial, dan spiritual
peserta didik

implikasi perkembangan emosi,


sosial, dan spiritual peserta didik
dalam pembelajaran

Anda mungkin juga menyukai