Anda di halaman 1dari 29

1

4.2 Hasil Analisis Data

1. Analisis Deskriptif

Dalam penelitian ini, peniliti menggunakan analisis deskriptif.

Analisis deskriptif digunakan untuk menggurraiikan tentang karakteristik dari

suatu keadaan keadaan atau objek yang diteliti. Analisis ini mengemukakan data-

data responden seperti karakteristik responden. Responden yang diambil dalam

penelitian ini sebanyak 105 dosen. Cara pengumpulan data yang telah dijelaskan

bab sebelumnya menghasilkan tingkat pengembalian kuisioner sebagaimana

disebutkan dalam table berikut:

Tabel 4.1

Tingkat Pengembalian Kuisioner

Keterangan Jumlah
Kuisioner yang disebar 105
kuisioner yang kembali 105
presentase responate 100%
kuisioner yang tidak kembali 0
kuisioner yang dianalisis 105
Dari sumber data diatas diperoleh keterangan bahwa dari 105 kuisioner yang

disebar hanya 105 kuisioner yang kembali sehingga dianalisis sebanyak 105.

a. Karakteristik Responden

Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah 105

Dosen. Untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam penelitian ini, maka
2

dilakukan penyebaran sebanyak 105 angket kepada responden. Adapun rincian

tentang gambaran responden sebagai berikut

1. Klasifikasi Responden Berdasarkan tingkat Usia

Tabel 4.2

Klasifikasi Usia Responden

Usia
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid <20 5 6.3 6.3 6.3
20-28 73 60.0 60.0 66.3
28-36 23 28.8 28.8 95.0
36-45 4 5.0 5.0 100.0
Total 105 100.0 100.0

Pada table diatas, menunjukan bahwa responden dalam penelitian ini terdiri dari

karyawan yang usianya <20 sebesar 6.3% sebanyak 5 orang. karyawan yang

usianya 20-28 sebesar 60% sebanyak 73 orang. karyawan yang usianya 29-36

sebasar 28.8% sebanyak 23 orang. Dan karyawan yang usianya36-45 sebasar

5% sebanyak 4 orang.

2. Klasifikasi Responden berdasarkan Jenis Kelamin

Tabel 4.4
3

Klasifikasi Berdasarkan Jenis Kelamin

Gender
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Laki-laki 43 53.8 53.8 53.8
Perempuan 62 46.3 46.3 100.0
Total 105 100.0 100.0

Tabel diatas menunjukan bahwa sebagian besar responden dalam

penelitian ini berjenis kelamin laki-laki, yaitu sebanyak 43 orang dengan

presentase sebesar 53.8%. Sedangkan yang berjenis kelamin perempuan sebanyak

62 orang dengan presentase sebesar 46.3%. Dengan demikian jumlah responden

responden perempuan lebih banyak dari perempuan

b. Frekuensi Jawaban Responden tentang Variabel Penelitian

Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan melalui penyebaran

kuisioner kepada 105 responden, diperoleh gambaran tentang kecenderungan

persepsi responden terhadap tiap-tiap butir pertanyaan. Dalam penelitian ini

terdapat 4 variabel independen yang meliputi Pembelajaran Metode Daring,

dengan 5 butir pertanyaan, Beban Kerja dengan 4 butir pertanyaan, Stress Kerja,

dengan 4 butir pertanyaan, dan Kompetensi dengan 4 butir pertanyaan

Persepsi responden terhadap butir pertanyaan dibedakan dalam

5(lima) tingkat interval yaitu: Sangat Tidak Setuju (STS), dengan skor 1, Tidak
4

Setuju (TS), dengan skor 2, Netral (N),dengan skor 3, Setuju (S), dengan skor 5

dan Sangat Setuju (SS), dengan skor 5.

Persepsi responden terhadap butir pertanyaan dapat dijabarkan

pada table-tabel berikut:

Tabel 4.5

Frekuensi Responden Terhadap Butir Pertanyaan

Score   Total
No Keterangan 1 % 2 % 3 % 4 % 5 %
X1.1 0 0.0% 1 1.3% 24 30.0% 46 57.5% 9 11.3% 105
X1.2 0 0.0% 2 2.5% 24 30.0% 43 53.8% 11 13.8% 105
  X1.3 0 0.0% 1 1.3% 18 22.5% 52 65.0% 9 11.3% 105
Pembelajaran Metode X1.4 0 0.0% 1 1.3% 21 26.3% 51 63.8% 7 8.8% 105
1 Daring (X1)
X1.5 0 0.0% 1 1.3% 24 30.0% 46 57.5% 9 11.3% 105
 
23
 
£ 0 0.0% 6 1.5% 111 27.8% 8 59.5% 45 11.3% 525
 
23
  % 0 0.0% 6 1.5% 111 27.8% 8 59.5% 45 11.3% 100%
X2.1 1 1.3% 14 17.5% 17 21.3% 24 30.0% 24 30.0% 105
  X2.2 1 1.3% 6 7.5% 9 11.3% 30 37.5% 34 42.5% 105
Beban Kerja X2.3 2 2.5% 10 12.5% 11 13.8% 25 31.3% 32 40.0% 105
(X2)
2 X2.4 1 1.3% 3 3.8% 4 5.0% 35 43.8% 37 46.3% 105
 
14 17
 
£ 8 2.0% 35 7.6% 42 10.5% 4 36.0% 1 42.8% 420
 
14 17
  % 8 2.0% 25 8.6% 42 10.5% 4 36.0% 1 42.8% 100%
X3.1 0 0.0% 0 0.0% 15 18.8% 48 60.0% 17 21.3% 105
X3.2 0 0.0% 1 1.3% 11 13.8% 49 61.3% 19 23.8% 105
  X3.3 0 0.0% 3 3.8% 9 11.3% 52 65.0% 16 20.0% 105
Stress Kerja (X3)
3 X3.4 0 0.0% 0 0.0% 15 18.8% 47 58.8% 18 22.5% 105
 
24
 
£ 0 0.0% 5 1.3% 65 16.3% 6 61.5% 84 21.0% 420
 
24
  % 0 0.0% 5 1.3% 65 16.3% 6 61.5% 84 21.0% 100%
4   X4.1 0 0.0% 9 11.3% 18 22.5% 38 47.5% 15 18.8% 105
Kompetensi (X4) X4.2 0 0.0% 3 3.8% 9 11.3% 41 51.3% 27 33.8% 105
  X4.3 1 1.3% 5 6.3% 10 12.5% 45 56.3% 19 23.8% 105
 
X4.4 0 0.0% 1 1.3% 9 11.3% 45 56.3% 25 31.3% 105
  £ 1 0.3% 18 4.5% 49 12.8% 21 53.0% 11 29.5% 420
7 8
5

21 18
% 1 0.3% 18 3.2% 49 10.8% 7 54.1% 8 31.7% 100%
Y1.1 0 0.0% 2 2.5% 15 20.0% 55 68.8% 8 8.8% 105
Y1.2 0 0.0% 1 1.3% 16 20.0% 53 66.3% 10 12.5% 105
Y1.3 0 0.0% 1 1.3% 17 21.3% 52 65.0% 10 12.5% 105
Y1.4 0 0.0% 2 2.5% 14 17.5% 48 60.0% 16 20.0% 105
5  
Y1.5 0 0.0% 1 1.3% 10 12.5% 56 70.0% 13 15.3% 105
Kinerja Dosen
26
 
£ 0 0.0% 7 1.8% 72 19.7% 4 66.0% 57 13.8% 525
 
26
  % 2 0.1% 19 2.8% 72 17.8% 4 65.5% 55 13.8% 100%

Berdasarkan data yang telah diolah pada tabel 4.8 di atas, dapat

disimpulkan bahwa tanggapan responden mengenai variabel Pembelajaran

Metode Daring (X1) bersifat positif dengan melihat rata-rata jawaban

responden setuju dengan prosentase sebesar (59.5 %) dari pernyataan 105

responden, sedangkan pernyataan lain sebesar (0%) menyatakan sangat

tidak setuju, (1.5%) menyatakan tidak setuju, (27.8%) menyatakan netral,

dan (11.3%) menyatakan sangat setuju

Kemudian untuk hasil penelitian variabel Beban Kerja (X2) bersifat

positif dengan melihat rata-rata jawaban responden setuju dengan

prosentase sebesar (36.0%) dari pernyataan 105 responden. Sedangkan

pernyataan lain (2.0%) menyatakan sangat tidak setuju, (7.6%)

menyatakan tidak setuju, (10.5%) menyatakan netral, dan (42.8%)

menyatakan sangat setuju.

Selanjutnya hasil penelitian untuk variabel Stress Kerja (X3) dapat

dilihat pada tabel di atas bahwa tanggapan responden bersifat positif

dengan melihat rata-rata jawaban responden setuju dengan prosentase


6

sebesar (61.5)% dari pernyataan 105 responden. Sedangkan pernyataan

lain (0.0%) menyatakan sangat tidak setuju, (1.3%) menyatakan tidak

setuju, (16.3%) menyatakan netral, dan (21.0%) menyatakan sangat setuju.

Selanjutnya hasil penelitian untuk variabel Kompetensi (X 4) dapat

dilihat pada tabel di atas bahwa tanggapan responden bersifat positif

dengan melihat rata-rata jawaban responden setuju dengan prosentase

sebesar (54.1%) dari pernyataan 105 responden. Sedangkan pernyataan

lain (0.3%) menyatakan sangat tidak setuju, (3.2%) menyatakan tidak

setuju, (10.8%) menyatakan netral, dan (29.5%) menyatakan sangat setuju.

Sedangkan untuk hasil penelitian untuk variabel Kinerja Dosen(Y)

bersifat positif dengan melihat rata-rata jawaban responden setuju dengan

prosentase sebesar (65.5%) dari pernyataan 105 responden. Sedangkan

pernyataan lain (0%) menyatakan sangat tidak setuju, (2%) menyatakan

tidak setuju, (13.8%) menyatakan netral, dan (17.8%) menyatakan sangat

setuju.

1. Pengujian Instrumen Penelitian

a. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas

Dalam penelitian ini, uji validitas dilakukan dengan tujuan untuk

mengetahui bahwa setiap pertanyaan yang diajukan kepada responden

telah dinyatakan valid atau tidak menggunakan rumus Corrected Item-

Total Corelation dari Pearson. Kriteria pengujian dilakukan bila korelasi


7

tiap factor positif dan besarnya >0.3 maka factor tersebut merupakan

construc yang kuat. Sebaliknya, apabila nilai korelasi < 0.3, maka dapat

disimpulkan bahwa butir instrument tersebut tidak valid., sehingga harus

diperbaiki atau dibuang. Pengujian juga dapat dilakukan dengan

membandingkan rhitung dan rtabel . suatu kuisioner dapat dikatakan valid

apabila rhitung >rtabel (sugiyono,2011) yang mana pertanyaan dalam kuisioner

tersebut mampu untuk menggungkapkan apa yang ingin diukur. Dengan

menggunakan bantuan program SPSS versi 18

Sedangkan untuk uji reliabilitas penulis menggunakan koefisien alfa atau

Crombach’S Alpha untuk mengukur reliabilitas atau konsistensi internal

diantara butur-butir pertanyaan dalam suatu instrument.berdasarkan

Maholtra(2002) item pengukuran dikatakan reliable jika memiliki

koefisien alpha >0.6. hasil uji validitas dan reliabilitas instrument dapat

dilihat sebagai berikut

Tabel 4.6

Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Pembelajaran Metode Daring


8

Item-Total Statistics

Scale Mean Scale Corrected


if Item Variance if Item-Total Cronbach's Alpha
Deleted Item Deleted Correlation if Item Deleted

PEMBELAJARAN_METO 15.2375 4.664 .830 .859


DE_DARING

X1.2 15.2375 4.614 .760 .876

X1.3 15.1625 5.277 .629 .902

X1.4 15.2250 4.987 .766 .874

Sumber : Data diolah menggunakan SPSS versi 18

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items

.899 5

Sumber : Data diolah menggunakan SPSS versi 18

Berdasarkan table diatas yang telah duiji dengan menggunakan software

SPSS menyatakan bahwa pada kolom Corrected Item-Total Correlation pada

setiap item pertanyaan menunjukan bahwa nilai korelasi item pertanyaan

Pembelajaran Metode Daring adalah valid dan dapat digunakan. Sedangkan untuk

uji reliabilitas menunjukan bahwa reliabilitas Alpha Crombach positif dan lebih

dari >0.6 yaitu 0,899. Hal itu dapat disimpulkan bahwa variabel Pembelajaran

Metode Daringmempunyai nilai reliable yang tinggi dan dapat digunakan untuk

penelitian selanjutnya.
9

Tabel 4.7

Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Beban Kerja

Item-Total Statistics

Corrected Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance Item-Total Alpha if Item
Item Deleted if Item Deleted Correlation Deleted

BEBAN_KERJA 16.7375 9.487 .175 .801

X2.2 16.3125 7.205 .727 .577

X2.3 16.5000 7.646 .485 .677

X2.4 16.1375 8.145 .653 .623

Sumber : Data diolah menggunakan SPSS versi 18

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items

.723 5
10

Sumber : Data diolah menggunakan SPSS versi 18

Berdasarkan table diatas yang telah duiji dengan menggunakan software

SPSS menyatakan bahwa pada kolom Corrected Item-Total Correlation pada

setiap item pertanyaan menunjukan bahwa nilai korelasi item pertanyaan Beban

Kerja adalah valid dan dapat digunakan. Sedangkan untuk uji reliabilitas

menunjukan bahwa reliabilitas Alpha Crombach positif dan lebih dari >0.6 yaitu

0,723. Hal itu dapat disimpulkan bahwa variabel Beban Kerja nilai reliable yang

tinggi dan dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya.

Tabel 4.8

Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Stress Kerja

Item-Total Statistics

Scale Corrected Cronbach's


Scale Mean if Variance if Item-Total Alpha if Item
Item Deleted Item Deleted Correlation Deleted

STRESS_KERJA 16.0875 4.537 .634 .826


X3.2 16.0375 4.391 .675 .816
X3.3 16.1000 4.319 .658 .820
X3.4 16.0750 4.425 .669 .817

Sumber : Data diolah menggunakan SPSS versi 18


11

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items

.850 5

Sumber : Data diolah menggunakan SPSS versi 18

Berdasarkan table diatas yang telah duiji dengan menggunakan software

SPSS menyatakan bahwa pada kolom Corrected Item-Total Correlation pada

setiap item pertanyaan menunjukan bahwa nilai korelasi item pertanyaan Stress

Kerja adalah valid dan dapat digunakan. Sedangkan untuk uji reliabilitas

menunjukan bahwa reliabilitas Alpha Crombach positif dan lebih dari >0.6 yaitu

0,850 Hal itu dapat disimpulkan bahwa variabel Stress Kerja nilai reliable yang

tinggi dan dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya.

Tabel 4.9

Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Kompetensi

Item-Total Statistics

Scale Corrected Cronbach's


Scale Mean if Variance if Item-Total Alpha if Item
Item Deleted Item Deleted Correlation Deleted

KOMPETENSI 16.4419 4.438 .193 .690

X4.2 16.0698 3.524 .624 .457


X4.3 16.2558 4.051 .338 .611
X4.4 16.0349 4.011 .539 .517
Sumber : Data diolah menggunakan SPSS versi 18
12

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items

.636 5

Sumber : Data diolah menggunakan SPSS versi 18

Berdasarkan table diatas yang telah duiji dengan menggunakan software

SPSS menyatakan bahwa pada kolom Corrected Item-Total Correlation pada

setiap item pertanyaan menunjukan bahwa nilai korelasi item pertanyaan

Kompetensi adalah valid dan dapat digunakan. Sedangkan untuk uji reliabilitas

menunjukan bahwa reliabilitas Alpha Crombach positif dan lebih dari >0.6 yaitu

0,636 Hal itu dapat disimpulkan bahwa variabel Kompetensi nilai reliable yang

tinggi dan dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya.

Tabel 4.10

Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Kinerja Dosen


13

Item-Total Statistics

Corrected Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance Item-Total Alpha if Item
Item Deleted if Item Deleted Correlation Deleted

KINERJA_ 15.7750 3.999 .723 .810


DOSEN
Y1.2 15.7125 4.207 .616 .837
Y1.3 15.7250 4.025 .692 .817
Y1.4 15.6375 3.778 .688 .819
Y1.5 15.6000 4.268 .623 .835

Sumber : Data diolah menggunakan SPSS versi 18

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items

.854 5

Sumber : Data diolah menggunakan SPSS versi 18

Berdasarkan table diatas yang telah duiji dengan menggunakan software SPSS

menyatakan bahwa pada kolom Corrected Item-Total Correlation pada setiap item

pertanyaan menunjukan bahwa nilai korelasi item pertanyaan Kompetensi adalah

valid dan dapat digunakan. Sedangkan untuk uji reliabilitas menunjukan bahwa

reliabilitas Alpha Crombach positif dan lebih dari >0.6 yaitu 0,854 Hal itu dapat
14

disimpulkan bahwa variabel Kinerja Dosen nilai reliable yang tinggi dan dapat

digunakan untuk penelitian selanjutnya.

Bedasarkan table validitas dan reliabilitas diatas,dapat disimpulkan semua

butir pertanyaan valid dan reliable. Sehingga peneliti dapat menggunakan secara

keseluruhan

b. Pengujian Asumsi Klasik

Menurtt Sudarmanto (2005), uji asumsi klasik secara minimal perlu

dilakukan oleh peneliti yang menggunakan regresi linier berganda yaitu berupa:

1) Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah variabel

bebas dan variabel terikat berdistribusi normal atau tidak. Uji

normalitas ini menggunakan Plot of Regresion Standardized

Residual. Data dinyatakan berdistribusi normal, jika sebaran data

membentuk titik-titik yang mendekati garis diagonal,


15

Sumber : Data diolah menggunakan SPSS versi 18

Berdasarkan gambar diatas menunjukan bahwa sebaran data

membentuk titik-titik yang mendekati garis diagonal, maka dapat

disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal.

2) Uji Linieritas

Hasil uji linearitas akan menentukan teknik analisis regresi yang

akan digunakan. Jika hasil uji linieritas adalah linier,maka

digunakan regresi linier. Sebaliknya, jika hasil uji linieritas

adalah tidak linier maka regresi yang digunakan adalah regresi

nonlinier. Untuk mengetahui apakah data linier atau tidak, dengan


16

mengamati nilai signifikasi. Jika nilai signifikasi dari deviation

from linearity lebih besar dari 0,05, ini mengindikasikan bahwa

model regresi adalah linier.

Tabel 4.11

Hasil Uji Linieritas

No Variabel F Sig
1 Kinerja Dosen* Pembelajaran Metode 1.750 .801
Daring
2 Kinerja Dosen* Beban Kerja . .975 .482
3 Kinerja Dosen* Stress Kerja
1.818 .080
4 Kinerja Dosen* Kompetensi
1.217 .299

Berdasarkan table diatas dapat dijelaskan bahwa nilai f hitung 1.750

dengan tingkat signifikan 0.801 > 0.05 maka model regresi memiliki

hubungan yang linier antara Pembelajaran Metode Daring dengan

Kinerja Dosen. Kemudian nilai f hitung 0.975 dengan tingkat signifikasi

0.482> 0.05 maka model regresi memiliki hubungan yang linier antara

Beban Kerja dengan Kinerja Dosen. Selanjutnya nilai f hitung 1.818

dengan tingkat signifikasi 0.080 maka model regresi memiliki hubungan

linier antara Stress Kerja dengan Kinerja Dosen. Serta nilai f hitung

1.217dengan tingkat signifikasi 0.299<0.05 maka model regresi memiliki

hubungan linier antara Kompetensi dengan Kinerja Dosen

3) Uji Heterokedastisitas

Uji heterokedasititas adalah menguji apakah dalam sebuah

model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual dari satu


17

pengamatan ke pengamatan yang lain. Secara grafis apakah ada

problem heteroskedastisitas atau tidak dapat dilihat dari

multivariate standardized scatterplot.

Mendeteksi heteroskedastisitas dengan melihat ada tidaknya pola

tertentu pada grafik regresi. Jika ada pola tertentu seperti titik-titik

(poimt) yang ada meembentuk suatu pola tertentu yang

teratur( bergelombang, melebar kemudian menyempit) maka telah

terjadi heterokedastisitas. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-

titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y atau

sumbu vertical, maka model regresi bersifat homogen atau tidak

terjadi heteroskedastisitas.
18

Gambar

Uji Heteroskedastisitas

Sumber : Data diolah menggunakan SPSS versi 18

Berdasarkan gambar diatas menyatakan bahwa data yang menyebar

secara acak, maka dapat disimpulkan bahwa homogeny atau tidak

terjadi heterokedastisitas.

4) Uji Multikolinearitas

Untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya

problem multikolinearitas atau tidak, atau untuk mengetahui ada

tidaknya korelasi antar sesame variabel independen atau variabel

bebas, dilakukan melalui uji multikolinearitas. Untuk mengetahui

terjadi multikolinieritas atau tidak, dilakukan ddengan mengamati

besarnya nilai VIF (Variance Inflatio Factor). Jika besarnya nilai

VIF lebih kecil dari 10 (<10) dan toleransi lebih besar dari 0,1

(>0,1) ini member indikasi tidak ada problem multikolinearitas,

demikian pula sebaliknya. Regresi yang baik seharusnya tidak

terjadi korelasi di antara variabel independen.


19

Coefficientsa

Model Collinearity Statistics

Tolerance VIF

1 PEMBELAJARANMETODE .969 1.032


DARING

BEBAN KERJA .988 1.012

STRESS KERJA .930 1.075

KOMPETENSI .914 1.094

a. Dependent Variable: KINERJA_DOSEN

Sumber : Data diolah menggunakan SPSS versi 18

Berdasarkan table diatas, menunjukan bahwa hasil perhitungan

nilai VIF lebih kecil dari 10 (<10) dan toleransi lebih besar dari 0,1

(>0,1), maka dapat disimpulkan bahwa antara variabel penjelas yang

satu dengan variabel lainnya tidak saling berkolinieritas.

5) Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi digunakann untuk mengetahui korelasi antara

residual pada suatu pengamatsn dengan pengamatan lain dalam

model regresi. Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas

dari autokorelasi. Uji autokorelasio bisa dilakukan menggunakan

uji Durbin-Watson (DW), dengan ketentuan sebagai berikut:


20

a) Jika nilai DW kurang dari -2, maka ini terjadi autokorelasi

positif, jika nilai DW diantara diantara -2 dan +3, maka ini

tidak terjadi autokorelasi

b) Jika nilai DW lebih besar dari +3, maka ini terjadi

autokorelasi negative.

Tabel 4.13

Hasil Uji Autokorelasi

Model Summaryb

Model Durbin-
Change Statistics Watson

Std. Error R
R Adjusted of the Square F Sig. F
R Square R Square Estimate Change Change df1 df2 Change

dimension0
1 .785a .616 .604 .1763 .616 49.716 4 75 .000 1.722

a. Predictors: (Constant), PEMBELAJARAN_METODE_DARING, BEBAN_KERJA,


STRES_KERJA, KOMPETENSI

b. Dependent Variable: KINERJA_DOSEN


Sumber : Data diolah menggunakan SPSS versi 18

Berdasatkan tabel diatas, dapat dinyatakan bahwa nilai untuk Durbin

Watsonnya adalah 1.722, maka tidak terjadi autokorelasi. Karena, sesuai

ketentuan kedua yang berbunyi “nilai DW diantara diantara -2 dan +3,

maka ini tidak terjadi autokorelasi”

c. Analisis Regresi Linier Berganda


21

Uji linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh secara

simultan maupun parsial antara variabel independen (X) dan variabel

dependen (Y). Berikut hasil analisis regresi linier berganda dalam

penelitian ini menggunakan SPSS versi 18 statistic.

Tabel 4.14

Hasil Uji Analisis Regresi Linier Berganda

Coefficientsa

Model
95.0%
Unstandardized Standardized Confidence Collinearity
Coefficients Coefficients Interval for B Correlations Statistics

Std. Lower Upper Zero-


B Error Beta T Sig. Bound Bound order Partial Part Tolerance VIF

1 (Constant) 3.183 1.450 2.195 .031 304 23.166

PEMBELAJARAN_ .252 .100 .228 2.517 .014 .053 .163 .655 .235 .162 .505 1.900
METODE_DARING

BEBAN_KERJA .043 .062 .602 6.275 .075 .267 .768 .545 .120 .403 .449 2.229

STRESS_KERJA .014 .085 .012 1.674 .070 .156 .387 .017 .219 .011 .765 1.307

KOMPETENSI .541 .123 .039 1.834 .000 .204 .286 .000 .039 .037 .914 1.094

a. Dependent Variable: KINERJA_DOSEN


Sumber : Data diolah menggunakan SPSS versi 18

Berdasarkan hasil analisis di atas dapat dijelaskan melalui rumus

sebagai berikut:

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3

Y = 3.183 + 0.252X1 + 0.043X2 + 0.014 X3 + 0.541X4

Berdasarkan rumusan masalah diatas dapat diartikan sebagai berikut:


22

1) Nilai konstanta sebesar 3.183 menyatakan jika tidak ada 4 variabel

bebas, maka Kinerja Dosensebesar 3.183

2) Nilai koefisien sebesar 0.252 menyatakan bahwa peningkatan

Pembelajaran Metode Daring sebesar 1 akan meningkatkan

Kinerja Dosen sebesar 0.252

3) Nilai koefisien sebesar 0.043 menyatakan bahwa peningkatan

Beban Kerja sebesar 1 akan meningkatkan Kinerja Dosen sebesar

0.043

4) Nilai koefisien sebesar 0.014 menyatakan bahwa peningkatan

Stress Kerja sebesar 1 akan meningkatkan Kinerja Dosen sebesar

0.014

5) Nilai koefisien sebesar 0.541 menyatakan bahwa peningkatan

Kompetensi sebesar 1 akan meningkatkan Kinerja Dosen sebesar

0541.

4.3 Uji Hipotesis

1. Uji Simultan (Uji F)

Tabel 4.15

Hasil Uji Simultan (Uji F)


23

ANOVAb

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 4.154 4 1.039 2.568 .045a

Residual 30.333 105 .404

Total 34.488 101

a. Predictors: (Constant), PEMBELAJARAN_METODE_DARING, BEBAN_KERJA,


STRES_KERJA, KOMPETENSI

b. Dependent Variable: KINERJA_DOSEN


Sumber : Data diolah menggunakan SPSS versi 18

Berdasarkan table diatas dapat dijelaskan bahwa terdapat pengaruh

simultan dari kelima variabel Pembelajaran Metode Daring, Beban Kerja, Stress

Kerja dan Kompetensi terhadap kinerja dosen. Hal ini dapat ditunjukan dengan

nilai sig. 0.045< 0.05 maka H0 diterima dengan ketentuan bahwa Fhitung > Ftabel

2.558 < 2.340

2. Uji Parsial (Uji t)

Tabel 4.16

Hasil Uji Parsial (Uji t)


24

Coefficientsa

Model
95.0%
Unstandardized Standardized Confidence Collinearity
Coefficients Coefficients Interval for B Correlations Statistics

Std. Lower Upper Zero-


B Error Beta T Sig. Bound Bound order Partial Part Tolerance VIF

1 (Constant) 3.183 1.450 2.195 .031 304 23.166

PEMBELAJARAN_ .252 .100 .228 2.517 .014 .053


.163 .655 .235 .162 .505 1.900
METODE_DARING

BEBAN_KERJA .390 .062 .602 6.275 .039 .267


.768 .545 .120 .403 .449 2.229

STRESS_KERJA .514 .085 .012 1.674 .070 .156


.387 .017 .219 .011 .765 1.307

KOMPETENSI .541 .123 .039 1.834 .000 .204


.286 .000 .039 .037 .914 1.094

a. Dependent Variable: KINERJA_DOSEN

Sumber : Data diolah menggunakan SPSS versi 18

Derajat keabsahan df = (n-k-1) = 105-4-1 = 100 dan tingkat taraf

kepercayaan 5% atau 0.05, maka nilai ttabel adalah sebesar 1.660

Berdasarkan table diatas dapat dijelaskan bahwa uji hipotesis secara

individu atau parsial sebagai berikut:

a. Probabilitas 0.14 < 0.05 dengan persentase sebesar ( 14.0%), maka

H1 diterima , sehingga dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh

signifikan variabel Pembelajaran Metode Daring terhadap Kinerja

Dosen dengan ketentuan bahwa thitung >ttabel , 2.517 > 1.660

b. Probabilitas .075 >0.05 dengan persentase sebesar ( 54.5%), maka

H1 diterima , sehingga dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh

tidak signifikan variabel Beban Kerja terhadap Kinerja Dosen

dengan ketentuan bahwa thitung > ttabel , 6.275 > 1.660


25

c. Probabilitas .070>0.05 dengan persentase sebesar ( 0.7%), maka

H1 diterima , sehingga dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh

tidak signifikan variabel Stres Kerja terhadap Kinerja Dosen

dengan ketentuan bahwa thitung < ttabel , 1.674>1.660

d. Probabilitas .093 > 0.05 dengan persentase sebesar ( 9.3%), maka

H1 ditolak , sehingga dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh

signifikan variabel Kompetensi terhadap Kinerja Dosen dengan

ketentuan bahwa thitung < ttabel , 1.834> 1.660

3. Koefisien Korelasi Berganda

Model Summaryb

Model Durbin-
Change Statistics Watson

Std. Error R
R Adjusted of the Square F Sig. F
R Square R Square Estimate Change Change df1 df2 Change

dimension0
1 .785a .616 .604 .1763 .616 49.716 4 75 .000 1.722

a. Predictors: (Constant), PEMBELAJARAN_METODE_DARING, BEBAN_KERJA,


STRES_KERJA, KOMPETENSI

b. Dependent Variable: KINERJA_DOSEN

Sumber : Data diolah menggunakan SPSS versi 18

Jangkauan nilai R adalah berkisar 0 sampai 1. Semakin mendekati 1

berarti hubungan antar variabel bebas secara bersama-sama dan variabel terikat

adalah semakin kuat. Semakin mendekati 0 berarti hubungan antar variabel bebas
26

secara bersama-sama dan variabel terikat adalah semakin lemah atau bahkan

tidak ada sama sekali . Berdasarkan table diatas dapat disimpulkan bahwa

hubungan variabel dependen dam independen semakin kuat

4. Koefisien Determinasi Berganda (R2)

Model Summaryb

Model Durbin-
Change Statistics Watson

Std. Error R
R Adjusted of the Square F Sig. F
R Square R Square Estimate Change Change df1 df2 Change

dimension0
1 .785a .616 .604 .1763 .616 49.716 4 75 .000 1.722

a. Predictors: (Constant), PEMBELAJARAN_METODE_DARING, BEBAN_KERJA,


STRES_KERJA, KOMPETENSI

b. Dependent Variable: KINERJA_DOSEN

Sumber : Data diolah menggunakan SPSS versi 18

Berdasarkan table diatas dapat dijelaskan bahwa koefisien determinan

pada penelitian ini sebesar 0.616 atau 61.6% sehingga variabel Pembelajaran

Metode Daring, Beban Kerja, Stress Kerja dan Kompetensi dapat menjelaskan

variabel Kinerja Dosen dan sisanya 38.4 dijelaskan oleh variabel lain.

5. Pengujian Hipotesis

Tabel 4.18
27

Hasil Uji Parsial (Uji t)

Coefficientsa

Model 95.0%
Unstandardized Standardized Confidence Collinearity
Coefficients Coefficients Interval for B Correlations Statistics

Std. Lower Upper Zero-


B Error Beta T Sig. Bound Bound order Partial Part Tolerance VIF

(Constant) 3.183 1.450 2.195 .031 304


1 23.166

PEMBELAJARAN_ .252 .100 .228 2.517 .014 .053


.163 .655 .235 .162 .505 1.900
METODE_DARING

BEBAN_KERJA .390 .062 .602 1.275 .039 .267


.768 .545 .120 .403 .449 2.229

STRESS_KERJA .514 .085 .012 1.604 .070 .156


.387 .017 .219 .011 .765 1.307

KOMPETENSI .541 .123 .039 1.834 .000 .204


.286 .000 .039 .037 .914 1.094

a. Dependent Variable: KINERJA_DOSEN

Sumber : Data diolah menggunakan SPSS versi 18

Derajat keabsahan df = (n-k-1) = 105-4-1 = 100 dan tingkat taraf kepercayaan 5%

atau 0.05, maka nilai ttabel adalah sebesar 1.660. adapun penjelasan pada masing-

masing variabel sebagai berikut.

1) Hipotesis Pertama

Diduga terdapat pengaruh Positif Signifikan Pembelajaran

Metode Daring terhadap Kinerja Dosen di Indonesia akibat

Pandemi Covid-19
28

Nilai thitung dalam penelitian ini sebesar 2.517 dengan tingkat

signifikasi sebesar 0.14 lebih besar dari ttabel sebesar 1.660 dengan

presentase sebesar dengan persentase sebesar ( 653.5%), hal ini

menunjukan bahwa terjadi penolakan H0 dan penerimaan H1 yang

berarti terdapat pengaruh signifikan variabel Pembelajaran Metode

Daring (X1) terhadap Kinerja Dosen (Y)

2) Hipotesis Kedua

Diduga terdapat pengaruh Negatif Beban Kerja terhadap

Kinerja Dosen di Indonesia akibat Pandemi Covid-19

Nilai thitung dalam penelitian ini sebesar 1.275 dengan tingkat

signifikasi sebesar 0.039 lebih kecil dari ttabel sebesar 1.665 dengan

presentase sebesar dengan persentase sebesar ( 54.4%), hal ini

menunjukan bahwa terjadi penerimaan H0 dan penerimaan H1 yang

berarti terdapat pengaruh tidak signifikan variabel Beban Kerja

(X2) terhadap Kinerja Dosen(Y)

3) Hipotesis Ketiga

Diduga terdapat pengaruh Negatif Stres Kerja terhadap

Kinerja Dosen di Indonesia akibat Pandemi Covid-19

Nilai thitung dalam penelitian ini sebesar 1.164 dengan tingkat

signifikasi sebesar 0.070 lebih besar dari ttabel sebesar 1.665

dengan presentase sebesar dengan persentase sebesar ( 22%), hal ini

menunjukan bahwa terjadi peneriman H1 dan penerimaan H0 yang


29

berarti tidak terdapat pengaruh signifikan variabel Stress Kerja (X3)

terhadap Kinerja Dosen(Y)

4) Hipotesis Keempat

Diduga terdapat pengaruh Positif Signifikan Kompetensi

terhadap Kinerja Dosen di Indonesia akibat Pandemi Covid-19

Nilai thitung dalam penelitian ini sebesar 0.334 dengan tingkat

signifikasi sebesar 0.000 lebih besar dari ttabel sebesar 1.665 dengan

presentase sebesar dengan persentase sebesar ( 9.1%), hal ini

menunjukan bahwa terjadi penolakan H0 dan penerimaan H1 yang

berarti terdapat pengaruh signifikan variabel Kompetensi (X4)

terhadap Kinerja Dosen(Y)