Anda di halaman 1dari 19

BAB 12

Dokumentasi asuhan
kebidanan kehamilan

12.1 Pendahuluan
Dalam buku Asuhan Kebidanan menyebutkan salah satu ciri – ciri
asuhan kebidanan yang baik adalah adanya pencatatan yang lengkap
dan akurat sehingga sehingga asuhan kebidanan yang diberikan dapat
berkualitas dan dapat dilihat kesesuaiannya dengan standar yang
sudah ditetapkan. Berdasarkan Keputusan Menteri kesehatan Nomor
938 tahun 2007, dalam menjamin asuhan yang berkualitas telah
ditetapkan “standar asuhan kebidanan” pada poin keenam tercantum
mengenai “ pencatatan asuhan kebidanan”. Berpegangan pada hal
tersebut, setelah melaksanakan dan memberikan asuhan , setiap bidan
diharuskan untuk mencatat dan mendokumentasikan asuhan yang
diberikan sebagai bentuk pertanggung jawaban dan pertanggung
gugatan bidan terhadap apa yang telah dilakukan dalam memberikan
pelayanan kebidanan. (Guti and Dkk, 2016)
Selain itu dokumentasi kebidanan juga digunakan sebagai informasi
tentang status kesehatan pasien pada semua kegiatan asuhan
kebidanan yang dilakukan bidan dan dokumentasi juga berperan
sebagai pengumpulan, penyimpanan dokumen baik tertulis maupun
terekam, mengenai identitas, anamnesis, penentuan fisik laboratorium,
segala diagnosis pelayanan dan tindakn medis yang diberikan kepada
pasien serta pengobatan rawat inap dan rawat jalan maupun
pelayanan gawat darurat.
Berdasarkan uraian diatas, dokumetasi merupakan suatu kegiatan
pencatatan, pemeliharaan dan proses komunikasi terhadap informasi
yang berhubungan dengan pengelolaan pasien guna
mempertahankan sejumlah fakta dari suatu kejadian dalam suatu
waktu.(Wildan and A, 2009)
12.2 Pengertian Dokumetasi Asuhan
Kebidanan pada Ibu hamil
Dokumentasi asuhan kebidanan pada ibu hamil adalah keterangan
atau penjelasan tertulis dari seluruh tahapan proses asuhan yang
diberikan kepada ibu hamil, mulai dari pengkajian data subjektif dan
objektif, rumusan diagnosis, rencana kegiatan dan pelaksanaan
tindakan yang akan dilakukan , serta hasil evaluasi dari tindakan yang
telah dilakukan..(Tresnawati, 2013)
Selain sebagai sarana untuk penulisan dan pelaporan, dokumentasi
kebidanan juga digunakan dan dimanfaatkan sebagai sarana untuk
memberikan informasi tentang kesehatan pasien pada semua tindakan
asuhan kebidanan yang dilakukan oleh bidan. Dokumentasi juga
berperan sebagai pengumpulan , penyimpanan dan informasi guna
mempertahan sejumlah fakta yang penting secara terus menerus pada
sewaktu – waktu terhadap sejumlah kejadian menurut
(fischbach,1997)

12.3 Fungsi Dokumentasi


1. Sebagai dokumen yang sah dan bukti terhadap asuhan
yang sudah diberikan
2. Sebagai sarana untuk berkomunikasi dalam tim pelayanan
kebidanan
3. Sebagai sumber data yang dapat digunakan dalam
memberikan keterangan kepada pasien, keluarga, dan
pihak yang berkepentingan
4. Sebagai sarana informasi yang dapat memberikan
gambaran tentang kronologi keadaan dan kondisi pasien,
tindakan yang diberikan dalam mengatasi masalah atau
memenuhi kebutuhan pasien, dan hasil dari asuhan yang
diberikan.
5. Sebagai sumber data penting untuk proses pendidikan dan
penelitian (Guti and Dkk, 2016)
Bab 9 Adaptasi terhadap ketidaknyamanan pada masa kehamilan 3

12.4 Prinsip Dokumentasi


a. Ditinjau dari isi
 Mempunyai nilai administrasi
Suatu berkas pencatatan memiliki nilai medis,
karena catatan tersebut dapat digunakan sebagai
dasar merencanakan tindakan yang harus diberikan
kepada klien
 Mempunyai nilai hukum
Semua laporan tentang klien merupakan
dokumentasi resmi dan bernilai hukum. Bila timbul
masalah, maka dokumentasi bisa digunakan
sewaktu – waktu sebagai barang bukti
dipengadilan
 Mempunyai nilai ekonomi
Semua tindakan kebidanan yang belum, sedang
dan telah diberikan dan ditulis dengan lengkap
dapat digunakan sebagai acuan atau pertimbangan
biaya kebidanan bagi klien
 Mempunyai nilai edukasi
Karena isi dokumentasi menyangkut kronologis
dari kegiatan asuhan kebidanan yang dapat
dipergunakan sebagai bahan referansi
pembelajaran bagi mahasiswa dan profesi
kesehatan lain.Mempunyai nilai
 penelitian
Data yang didapat dalam dokumentasi dapat
dijadikan sebagai bahan atau objek riset dan
pengembangan profesi bidan
b. Ditinjau dari teknik pencatatan
 Mencantumkan nama pasien pada setiap lembaran
catatan
4 Asuhan Kebidanan Kehamilan Komprehensif

 Menulis dengan menggunakan pena berwana


hitam
 Menulis dengan mengunakan singkatan dan simbol
yang telah disepakati oleh institusi untuk
mempercepat proses pencatatan
 Menulis laporan selalu menuliskan tanggal dan jam
kegiatan atau observasi yang akan dilakukan
dengan kenyataan dan bukan interpretasi
 Hindari menggunakan kata – kata yang
mengandung unsur penelitian
 Tuliskan nama jelas pada setiap pesanan pada
catatan observasi dan pemeriksaan oleh orang yang
melakukan
 Tuliskan nama jelas pada setiap pesanan pada
catatan observasi dan pemeriksaan oleh orang yang
melakukan
 Interpretasi data objektif harus didukung oleh
observasi
 Kolom jang dibiarkan kosong, beri tanda bila tidak
ada yang perlu ditulis
 Catatan harus disertai paraf/tanda tangan di
samping (Siwi Elisabeth W, 2015)
c. Sistem pencatatan
 Model naratif
 Model orientasi masalah
d. Model fokus
 Simplicity (kesederhanaan)
Pendokumentasian dengan menggunakan kata-kata
yang sederhana, mudah dibaca, dimengerti dan
yang perlu dihindari istilah yang dibuat-buat,
sehingga mudah dibaca
Bab 9 Adaptasi terhadap ketidaknyamanan pada masa kehamilan 5

 Conservatism
Dokumentasi harus benar – benar akurat dan jelas
yaitu didasari oleh informasi yang jelas dari data
yang dikumpulkan. Dengan demikian jelas bahwa
data tersebut benar-benar dari pasien, sehingga bisa
dihindari data yang tidak sebenarnya. Sehingga di
akhir catatan ada paraf tandatangan dan nama
yang jelas
 Kesabaran
Kita harus sabar dalam membuat dokumentasi
dengan meluangkan untuk melakukan
pemeriksaan kebenaran terhadap data pasien yang
telah atau yang sedang diperiksa
 Precision (ketepatan)
Ketepatan dalam pendokumentasian merupakan
syarat yang sangat dipelukan. Untuk mendapatkan
ketepatan perlu pemeriksaan dengan
menggunakan teknologi yang tinggi seperti menilai
gambaran klinis dari pasien, laboratorium dan
pemeriksaan tambahan
 Irrefutability (jelas dan objektif )
Dokumentasi memerlukan kejelasan dan
objektivitas dari data – data yang ada. Bukan data
yang sembarangan
 Confidentiality (rahasia)
Informasi yang didapat dari pasien
didokumentasikan dan petugas wajib menjaga
rahasia pasien dapat dibuat catatan secara singkat,
kemudian dipindahkan secara lengkap (Tresnawati,
2013)
6 Asuhan Kebidanan Kehamilan Komprehensif

12.5 Hal Yang Perlu Diperhatikan


dalam dokumentasi

1. Apabila muncul kesalahan dalam menulis lebih bagusnya


diberi garis pada tulisan yang salah dengan diberi catatan
“salah” dan diberi dan kemudian ditulis catatan yang
benar.
2. Jang menulis hal yang bersifat mengkritik klien atau
tenaga kesehatan lain. Hal yang ditulis hanyalah uraian
objektif perilaku klien atau tindakan yang dilakukan
3. Koreksi kesalahan yang dibuat dengan segera mungkin.
Karena kesalahan mencatat dapat diikuti dengan
kesalahan tindakan dan kesalahan tersebut juga dapat
diikuti oleh tim kesehatan yang lain
4. Catatan yang dituliskan merupakan yang kejadian fakta,
jangan membuat pemikiran dari situasi yang lain
5. Semua catatan harus ditulis dengan tinta dan
menggunakan bahasa yang jelas dan hindari
menggunakan istilah-istilah yang tidak mengerti oleh
orang lain. Karena dapat menimbulkan kesalahan
pahaman antar tim
6. Hindari catatan yang bersifat umum, karena informasi
yang spesifik tentang klien akan hilang
7. Bidan bertanggung jawab atas informasi yang ditulisnya.
Asuhan kebidanan komprehensif membutuhkan data
informasi yang lengkap, objektif, dapat dipercaya, karena
hal tersebut dapat menjadikan masalah bagi bidan jika
dilaksanakan secara tidak sesuai ketentuan
(asuh(Tresnawati, 2013)
Bab 9 Adaptasi terhadap ketidaknyamanan pada masa kehamilan 7

12.6 Model-model Dokumetasi Asuhan

1. SOR (Source Oriented Record)


Model bersadarkan kepada orang atau sumber yang
mengola pencatatan. Bagian penerimaan klien memiliki
lembaran isian tersendiri, dokter menggunakan lembaran
untuk mencatat instruksi, lembaran riwayat penyakit dan
perkembangan penyakit, serta lembaran catatan perawat
dan bidan untuk menulis catatan tindakan atau asuhan
yang diberikan.
Catatan terdiri dari lima komponen yaitu :
• Lembar biodata pasien
• Lembaran order dokter
• Lembar riwayat medik/penyakit
• Catatan perawat/bidan
• Catatan dan laporan kasus
a. Keuntungan dan kerugian peggunaan SOR
1) Keuntungan
 Menyajikan data secara berurutan mudah
untuk diidentifikasi
 Memudahkan perawat/bidan untuk bebas
mengetahui bagaimana informasi yang akan
dicatat.
2) Format dapat menyederhanakan proses pencatatan
Kerugian
 Berpotensial terjadinya pengumpulan data
terpisah-pisah karena tidak berdasarkan
urutan waktu
 Menimbulkan kesulitan dalam mencari data
sebelumnya tanpa harus mengulangi dari
awal
8 Asuhan Kebidanan Kehamilan Komprehensif

 Pencatatan data awal tanpa data yang jelas


 Membutuhkan pengkajian data dari
beberapa sumber untuk menentukan
masalah dan tindakan yang akan dilakukan
pada klien
 Memerlukan waktu yang banyak dalam
memberikan asuhan
 Data yang berurutan memungkinkan
menyulitkan dalam melakukan interpretasi
data/ analisa
 Perkembangan klien sulit dimonitor
2. POR
Model pendokumentasian ini memusatkan data tentang
klien didokumentasikan dan disusun menurut klien.
Dokumentasi ini mengintegrasikan semua data mengenai
dan atau tenaga kesehatan lain
a. Model dokumentasi ini terdiri dari :
 Data dasar
 Daftar masalah
 Evaluasi dan penyelesaian masalah secara jelas
 Daftar awal rencana asuhan
 Catatan perkembangan
b. Keuntungan dan kerugian POR
1) Keuntungan
 Lebih menekankan pada masalah klien
 Pencatatan secara kontinuitas dari asuhan.
Data disusun berdasarkan masalah spesifik
 Daftar masalah yang akan membantu
mengingatkan petugas untuk perhatian
 Daftar yang perlu di intervensi dijabarkan
dalam rencana tindakan
Bab 9 Adaptasi terhadap ketidaknyamanan pada masa kehamilan 9

2) Kerugian
 Penekanan hanya terfokus pada masalah,
penyekit dan ketidak mampuan sehingga
mendekatkan pada pengobatan
 Kemungkinan adanya kesulitan jika daftar
masalah belum dilakukan kemudian
muncul lagi masalah baru
 SOAPIER dapat menimbulkan pengulangan
yang tidak perlu
 Pencatatan yang rutin mungkin diabadikan
dalam pencatatannya

3. CBE (Charting By Exception)


Sistim dokumentasi yang hanya mencatat secara naratif
dari hasil atau penemuan yang menyimpang dari keadaan
normal atau standar
a. Keuntungan dan kerugian CBE.
1) Keuntungan
 Menggurangi waktu untuk mencatat sehingga
banyak waktu yang digunakan untuk
melaksanakan asuhan
 Adanya standar minimal untuk penkajian dan
intervensi
 Data yang tidak jelas nampak jelas
 Data yang normal secara mudah dapat ditandai
dan dipahami
 Data normal atau respon diharapkan tidak
mengganggu informasi lain
 Menghemat waktu karena catatan rutin dan
observasi tidak perlu dilakukan
 Pencatatan duplikat dapat dikurangi
 Data klien dicatat pada format klien secapatnya
10 Asuhan Kebidanan Kehamilan Komprehensif

 Informasi terbaru dapt dilakukan pada tempat


tidur klien
 Jumlah halaman lebih sedikit digunakan dalam
dokumentasi
 Rencana tindakan disimpan sebagai catatan
yang permanen
2) Kerugian
 Pencatatan secara narasi sangat singkat
tergantung dari cheklist
 Kemungkinan adanya pencatatan masih
kosong pencatatan rutin sering diabaikan
 Adanya pencatatan kejadianyang tidak
semuanya didokumentasikan
4. PIE (Problem Intervention and evaluation)
PIE adalah singkatan dari problem intervention and
evaluation
a. Keuntungan dan kerugian
1) Keuntungan
 Rencana tindakan dan catatan
perkembangan dapat dihubungkan
 Memungkinkan pemberian asuhan yang
rutin karena secara jelas
 Perkembangan klien mulai dari masuk
sampai pulang dapat dengan mudah
digambarkan
 Dapat di adaptasi untuk catatan yang
otomatis
2) Kerugian
 Tidak dapat digunakan untuk pencatatan
semua disiplin ilmu
 Pembatasan rencana tindakan yang tidak
diaplikasikan untuk beberapa situasi
Bab 9 Adaptasi terhadap ketidaknyamanan pada masa kehamilan 11

keperawatan/kebidanan (Siwi Elisabeth W,


2015)
5. Manajemen Varney
Suatu metode pemecahan masalah kesehatan ibu dan akan
yang khususnya dilakukan oleh bidan dalammemberikan
asuhan kebidanan kepada individu, keluarga, kelompok
dan masyarakat
Dalam penatalaksanaan asuhan kebidanan Varney ada 7
langkan, meliputi :
a. Langkah I : Pengumpulan Data Dasar
Pada langkah ini dikumpulkan semua informasi yang
lengkap dan akurat dari semua keadaan yang
menggambarkan kondisi pasien. Untuk
mengumpulkan data dilakukan dangan cara anamnesa,
pemeriksaan fisik sesuai dengan kebutuhan dan hasil
pemeriksaan tanda – tanda vital pasien selain itu juga
ditambah dengan hasil pemeriksaan khusus dan
pemeriksaan penunjang.
Langkah ini merupakan tahapan awal yang akan
menentukan langkah selanjutnya, sehingga
kelengkapan data sesuai dengan kasus yang dialami
pasien sehingga akan memudahkan proses interpretasi
yang benar atau tidak dalam tahap selanjutnya,
sehingga dalam pengumpulan data ini harus
komprehensif meliputi data subjektif, objektif dan hasil
pemeriksaan sehingga dapat menggambarkan
kondisi / masalah pasien yang sebenarnya.
b. Langkah II : interpretasi Data Awal
Data dasar yang telah didapatkan di interpretasikan
sehingga dapat menentukan diagnosa atau masalah
yang spesifik, rumusan diagnosa dan masalah
digunakan karen masalah tidak dapat definisikan
12 Asuhan Kebidanan Kehamilan Komprehensif

seperti diagnosa tetapi tetap membutuhkan


pengangan. Masalah yang muncul biasanya sering
berhubungan dengan hasil pengkajian.
c. Lankah III : Mengidentifikasi Diagnosa atau masalah
potensial
Pada langkah ini seorang bidan melakukan identifikasi
masalah atau daignosa potensial berdasarkan
kumpulan masalah dan diagnosa yang sudah
didapatkan. Langkan ini membutuhkan antisipasi bila
memungkinkan dilakukan pencegahan sambil
mengawasi pasien bidan bersiap – siap bila masalah
potensial benar – benar terjadi
d. Langkah IV : Mengidentifikasi Dan Menetapkan
Kebutuhan Yang Memerlukan Penanganan Segera
Dan Kolaborasi
Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan
dan / dokter untuk konsultasi atau ditangani bersama
dengan anggota tim kesehatan lain.
e. Langkah V : Merencanakan Asuhan Yang
Menyeluruh
Rencana asuhan menyeluruh tidak hanya yang sudah
teridentifikasi dari masalah klien, tetapi juga berasal
dari pedoman antisipasi terhadap klien tersebut,
apakah kebutuhan perlu konseling, penyuluhan dan
apakah pasien perlu dirujuh karena ada masalah –
masalah yang berkaitan dengan masalah kesehatan
lain. Pada langkah ini tugas bidan adalah merumuskan
rencana asuhan sesuai dengan hasil pembahasan
rencana bersama klien dan keluarga, kemudian
membuat kesepakatan bersama sebelum melaksanakan
f. Langkah VI : Melaksanakan Asuhan
Bab 9 Adaptasi terhadap ketidaknyamanan pada masa kehamilan 13

pada langkah ini rencana asuhan yang komprehensif


yang telah dibuat dapat dilaksanakan secara efisien
seluruhnya oleh bidan atau dokter atau tim kesehatan
lain
g. Langkah VII: Evaluasi
Melakukan evaluasi hasil dari asuhan yang telah
diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan
bantuan apakah benar – benar telah terpenuhi sesuai
dengan diagnosa /masalah
6. Metode SOAP
Pendokumentasian dengan metode SOAP salah satu
kemajuan informasi secara sistematis yang dapat
mengabungkan temuan sehingga menjadikan ke simpulan
yang dibuat sebagai rencana asuhan. Metode ini
merupakan inti dari proses penatalaksanaan asuhan
kebidanan berupa langkah – langkah yang dapat
membantu dalam mengorganisasi pikiran dalam
memberikan asuhan yang menyeluruh.
Pada saat memberikan asuhan antenatal, bidan dapat
menuliskan satu catatan SOAP untuk setiap kali
kunjungan, sementara dalam masa antenatal, bidan boleh
menuliskan lebih dari satu catatan untuk pasien dalam
satu hari. Bidan juga harus melihat catatan SOAP
terdahulu untuk mengevaluasi kondisi pasien.(asuhan
kebidanan kehamilan berbasis kompetensi)
Metode SOAP terdiri atas langkah – langkah yaitu :
1. S : Subjektif
 Pendokumentasian untuk pengumpulan data
klien melalui anamnesa
 Tanda gejala subjektif yang diperoleh dari hasil
bertanya pada klien, suami atau keluarga
(identitas umum, keluhan, riwayat menarche,
14 Asuhan Kebidanan Kehamilan Komprehensif

riwayat perkawinan, riwayat kehamilan,


riwayat persalinan , riwayat KB, riwayat
penyakit keluarga, riwayat penyakit keluarga,
riwayat penyakit keturunan, riwayat
psikososial, pola hidup.
 Catatan ini berhubungan dengan masalah sudut
pandang klien. Ekspresi pasien mengenai
kekhawatiran dan keluhannya dicatat sebagai
kutipan langsung atau ringkasan yang
berhubungan dengan diagnosa.
2. O : Objektif
 Menggambarkan pendokumentasian hasil
analisa dan fisik klien, hasil laboratorium dan
tes diagnostik lain yang di rumuskan dalam
data fokus untuk mendukung assessment
 Tanda gejala objektif yang diperbolehkan dari
hasil pemeriksaan (keadaan umum, vital sign,
fisik, pemeriksaan dalam, laboratorium dan
pemeriksaan penunjang, pemeriksaan dengan
inspeksi, palpasi, auskultasi dan perkusi
 Data ini memberi bukti data klinis klien dan
fakta yang berhubungan dengan diagnosa. Data
fisiologis, hasil observasi, informasi kajian
teknologi ( hasil laboratorium, sinar –X,
rekaman CTG, dan lain-lain)serta informasi dari
keluarga atau orang lain dapat dimasukkan
dalam kategori ini. Apa yang di observasi oleh
bidan akan menjadikan komponen yang berarti
dari diagnosa yang akan ditegakkan
7. A : Assesment
 Masalah atau diagnosa ditegakkan berdasarkan
data atau informasi subjektif maupun objektif yang
Bab 9 Adaptasi terhadap ketidaknyamanan pada masa kehamilan 15

dikumpulkan atau disimpulkan. Karena keadaan


klien terus berubah dan selalu ada informasi baru
baik subjektif maupun objektif, maka proses
pengkajian adalah sesuatu yang penting dalam
mengikuti perkembangan klien.
 Menggambarkan pendokumentasian hasil analisa
dan interpretasi data subjektif dan objektif dalam
suatu indentifikasi :
a) Diagnosa/ masalah
 Diagnosa adalah rumusan dari hasil
pengkajian mengenai kondisi klien :
hamil, bersalin nifas dan bayi baru lahir.
Berdasarkan hasil analisa yang
diperoleh.
 Masalah adalah segala sesuatu yang
menyimpang sehingga kebutuhan klien
terganggu
b) Antisipasi masalah lain/diagnosa potensial

8. P : Planning
Menggambarkan pendokumentasian dari perencanaan dan
evaluasi berdasarkan assessment. Untuk perencanaan ,
implementasi dan evaluasi dimasukkan dalam “P”
a. Perencanaan
Membuat rencana tindakan saat itu atau yang akan
datang, untuk mengusahakan tercapinya kondisi klien
yang sebaik mungkin. Proses ini termasuk kriteria
tujuan tertentu dari kebutuhan klien yang harus
dicapai dalam batas waktu tertentu, tindakan yang
16 Asuhan Kebidanan Kehamilan Komprehensif

diambil harus membantu mencapai kemajuan dalam


kesehatan dan harus sesuai dengan instruksi dokter
b. Implementasi
Pelaksanaan rencana tindakan untuk menghilangkan
dan mengurangi masalah klien. Tindakan ini harus
disetujui oleh klien kecuali bila tidak dilaksanakan
akan membahayakan keselamatan klien. Bila kondisi
klien berubah, intervensi mungkin juga harus berubah
atau disesuaikan.
c. Evaluasi
Penilaian dari hasil tindakan yang telah diambil
merupakan hal penting untuk menilai ke efektifan
asuhan yang diberikan. Analisis dari hasil yang dicapai
menjadikan fokus dari ketepatan nilai tindakan. Jika
kriteria tujuan tidak tercapai, proses evaluasi dapat
menjadikan dasar untuk mengembangkan tindakan
alternatif sehingga mencapai tujuan.(Siwi Elisabeth W,
2015)
Bab 9 Adaptasi terhadap ketidaknyamanan pada masa kehamilan 17

Gambar 12.1 : Tujuh langkah Vareny dalam Dokumetasi SOAP


(Guti and Dkk, 2016)
18 Asuhan Kebidanan Kehamilan Komprehensif

Pustaka
Guti, A. and Dkk (2016) Asuhan Kebidanan Kehamilan Berbasis Kompetensi.
Siwi Elisabeth W (2015) Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan. Yogyakarta:
Pustaka Baru Press.
Tresnawati, F. (2013) Asuhan Kebidanan Panduan Menjadi Bidan
Profesional. 2nd edn. Edited by U. Athelia. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.
Wildan, M. and A, A. A. (2009) Dokumentasi Kebidanan. Jakarta: Salemba
Medika.
Bab 9 Adaptasi terhadap ketidaknyamanan pada masa kehamilan 19

Biodata Penulis:

Sari Ida Miharti,S.ST,M.Keb lahir pada tanggal


04 September 1989 di Bukittinggi-Sumatera
Barat, merupakan dosen kebidanan dengan
pangkat/golongan Penata Muda Tk I/ III.B,
Jabatan Akademik Asisten Ahli pada
Universitas Fort De Kock Bukittinggi (UFDK).
Disamping itu merupakan alumnus DIII
Kebidanan tahun 2010, DIV Bidan Pendidik
tahun 2011, dan S2 Kebidanan tahun 2018 di
Universitas Andalas Padang. Mengajar di
program studi kebidanan pada mata kuliah: (1) Asuhan Kebidanan Kehamilan;
(2) Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui; (3) Kegawat Daruratan Maternal
Neonatal dan; (4) Kebutuhan Dasar Manusia.