Anda di halaman 1dari 8

Vol. 1, No.

1 Januari 2020
pISSN 2614-5073, eISSN 2614-3151
Telp. +62 853-3520-4999, Email: jurnalmakes@gmail.com
Online Jurnal: http://jurnal.umpar.ac.id/index.php/makes

EVALUASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT (SIMRS)


DENGAN METODE HOT FIT DI RSUD ANDI MAKKASAU KOTA PAREPARE

Evaluation of Hospital Management System (SIMRS) With HOT FIT Method in RSUD
Andi Makkasau Parepare City

Andi Dermawan Putra, Muhammad Siri Dangnga, Makhrajani Majid


Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Parepare
(andidermawanputra24205@gmail.com)

ABSTRAK
Sistem informasi rumah sakit (SIMRS) merupakan suatu tatanan yang berkaitan dengan
pengumpulan data, pengolahan data, penyajian informasi, analisis data dan penyimpulan informasi
serta penyampaian informasi yang dibutuhkan untuk kegiatan rumah sakit. Evaluasi suatu sistem
informasi juga merupakan suatu usaha nyata untuk mengetahui kondisi sebenarnya suatu
penyelenggaraan sistem informasi. Dengan evaluasi tersebut, capaian kegiatan penyelenggaraan suatu
sistem informasi dapat diketahui dan tindakan lebih lanjut dapat direncanakan untuk memperbaiki
kinerja penerapannya.Model analisis HOT- Fit menempatkan komponen penting dalam sistem
informasi yakni manusia (Human), organisasi (Organization), teknologi (Technology) dan manfaat
(Net Benefit).Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana mengevaluasi sistem
informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) dengan metode HOT-Fit di RSUD Andi Makkasau Kota
Parepare.Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan
deskriptif dengan wawancara terstruktur (structured of interview). Instrument dalam penelitian yang
digunakan adalah pedoman wawancara, alat perekam alat tuli kamera. Penelitian informan
menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh informan sebanyak 12 orang. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi dengan analisis data
menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian ini menghasilkan
simpulan SIMRS Andi Makkasau Kota Parepare dikatagorikan baik karena sudah dapat memenuhi
indikator dari aspek manusia, dari aspek organisasi juga sudah cukup baik sudah dapat memenuhi
indikator dari aspek organisasi, dari aspek teknologi juga sudah cukup baik sudah dapat memenuhi
indikator dari teknologi, ditinjau dari aspek manfaat juga cukup bermanfaat.

Kata kunci : SIMRS, Evaluasi , Metode HOT FIT Model

ABSTRACT
Hospital information system (SIMRS) is an arrangement relating to data collection,
data processing, information presentation, data analysis and information conclusions as well
as the delivery of information needed for hospital activities.Evaluation of an information
system is also a real effort to find out the actual condition of an information system. With this
evaluation, the achievements of the implementation of an information system can be known
and further actions can be planned to improve the performance of its application. HOT-Fit
analysis model places important components in the information system namely human
(Human), organization (Organization), technology (Technology) and benefits (Net
Benefit).The purpose of this study was to find out how to evaluate the hospital management
information system (SIMRS) with the HOT-Fit method at Andi Makkasau Regional Hospital
Parepare City.This type of research is a type of qualitative research with a descriptive

61
Vol. 1, No. 1 Januari 2020

approach with structured interviews (structured of interviews). The instrument used in the
study was the interview guide, the deaf camera recorder. Informant research used purposive
sampling method and obtained 12 informants. Data collection techniques carried out by in-
depth interviews and observations with data analysis using triangulation methods.
The results showed that this research resulted in the conclusion of SIMRS Andi Makkasau in
Parepare City categorized as good because it was able to meet indicators from the human
aspect, from the organizational aspect it is also good enough to be able to meet indicators
from the organizational aspect, from the technological aspect it is also good enough to be
able to meet the indicators of technology, in terms of the benefits are also quite useful.

Keywords: SIMRS, Evaluation, HOT FIT Model Method

PENDAHULUAN mendukung kualitas pelayanan medis dan


Surat Keputusan Menkes RI No meningkatkan keamanan pasien. Survei 2008
228/2002 tentang Pedoman Penyusunan menunjukkan hanya kurang lebih 10%
Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit rumah sakit umum di AS sudah
menyatakan bahwa rumah sakit memerlukan menggunakan sistem EHR (Electronic Health
dukungan SIMRS yang handal untuk Record) baik yang komprehensif maupun
memberikan pelayanan kesehatan yang EHR dasar. Angka adopsi ini kurang lebih
standar kepada masyarakat .1 sama di negara-negara Eropa. Survei tahun
Rumah sakit sebagai badan usaha yang 2007 hanya sekitar 11,9% rumah sakit umum
bergerak dalam bidang usaha penyedia jasa di Austria dan 7,0% di rumah sakit Jerman
pelayanan kesehatan masyarakat, harus pula menggunakan EHR yang komprehensif. Pada
dilengkapi dengan sebuah sarana dan tahun yang sama, baru sekitar 10,1% rumah
prasarana yang dapat dimanfaatkan oleh sakit di Jepang telah mengadopsi EHR. Di
manajemen rumah sakit tersebut untuk Korea, hanya 9% yang menggunakan EHR
menjalankan operasionalnya .2 secara komprehensif. 4
Sistem Informasi Manajemen Rumah Evaluasi suatu sistem informasi juga
Sakit (SIMRS) merupakan suatu usaha untuk merupakan suatu usaha nyata untuk
menyajikan informasi yang akurat, tepat mengetahui kondisi sebenarnya suatu
waktu dan sesuai kebutuhan guna menunjang penyelenggaraan sistem informasi. Dengan
proses fungsi-fungsi manajemen dan evaluasi tersebut, capaian kegiatan
pengambilan keputusan dalam memberikan penyelenggaraan suatu sistem informasi dapat
pelayanan kesehatan di rumah sakit.3 diketahui dan tindakan lebih lanjut dapat
Sistem Informasi Manajemen Rumah direncanakan untuk memperbaiki kinerja
Sakit (SIMRS) telah banyak dikembangkan penerapannya. Metode evaluasi sistem
untuk berbagai fungsi klinis seperti rekam informasi yang dapat digunakan adalah
medis elektronik (EHR), computerized Metode HOT-Fit. Metode evaluasi ini
physician order entry (CPOE) dan clinical menurut Yusof et al., (2008) adalah metode
decision support systems (CDSS) guna dengan melihat secara keseluruhan sistem

62
Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan

dengan menempatkan 4 komponen penting layanan kesehatan yang padat modal , padat
dalam sistem informasi yakni manusia teknoogi, padat karya dan berperan strategis
(Human), organisasi (Organization) dan dalam meningkatkan derajat kesehatan
teknologi (Technology) dan manfaatnya (Net masyarakat sebagai sarana peayanan yang
Benefit) juga bisa dilihat dari 4 komponen sudah menjadi kebutuhan bagi semua lapisan
variable HOT serta kesesuaian hubungan masyarakat.
diantaranya sebagai faktor-faktor penentu Berdasarkan survei awal tersebut
terhadap keberhasilan penerapan suatu sistem masih kurangnya fasilitas yang disediakan di
5
informasi. setiap unit yang menyebabkan adanya sistem
Penelitian ini sejalan dengan hasil shift yang digunakan oeh petugas SIMRS
penelitian Sari, Sanjaya dan Meliala (2016) tersebut. evaluasi Sistem Informasi
tentang “Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) RSUD
Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dengan Andi Makkasau Kota Parepare juga ditinjau
Kerangka Hot–Fit” didapatkan hasil bahwa dari pengguna (petugas) dengan menggunakan
adanya ketidaksesuaian (mis-fit) antara indikator HOT FIT, mulai dari Human,
teknologi dan manusia yang berdampak pada Organization dan Technology dan Net Benefit,
persepsi manfaat yang kurang bagi pengguna. sehingga peneliti tertarik melakukan penelitian
Dilihat juga dari Faktor penghambat tersebut tentang bagaimana evaluasi petugas sistem
antara lain SIMRS tidak sesuai dengan informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) di
kebutuhan, persepsi bahwa menggunakan RSUD Andi Makkasau Kota Parepare.
pencatatan manual lebih udah dan cepat,
persepsi bahwa penggunaan SIMRS BAHAN DAN METODE
menambah beban kerja, dan output SIMRS Penelitian ini merupakan penelitian

dianggap belum relevan dengan kebutuhan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. dan

user. 6 dilaksanakan di RSUD Andi Makkasau Kota

Berdasarkan survei awal yang peneliti Parepare pada bulan Juli – Agustus 2019.

lakukan di RSUD Andi Makkasau Kota Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini

Parepare ditemukan bahwa RSUD Andi adalah wawancara terstruktur (structured of

Makkasau sudah menerapkan SIMRS di semua interview) yang dilakukan berdasarkan

unit yang berjumah 60 unit, adapun di setiap pedoman wawancara yang telah disusun

unit terdapat 1 sampai 2 petugas yang sebelumnya sesuai dengan data yang

mengelola SIMRS tersebut, dan masih banyak dibutuhkan, dan analisis data yang

unit yang hanya mempunyai 1 sampai 2 menggunakan triangulasi data, yaitu : reduksi

komputer yang di operasikan oeh petugas data, penyajian data, penarikan kesimpulan

SIMRS yang menggunakan sistem shift. atau verifikasi.

RSUD Andi Makkasau juga menjadi penyedia

63
Vol. 1, No. 1 Januari 2020

HASIL semacamnya kita harus dulu di dukung alat


Komponen Manusia (Human) semacam kayak server, switch pokoknya yang
menilai sistem informasi dari sisi bermasalah dengan jaringan, jadi yang kayak
penggunaan sistem (system use) pada begitu yang harus disediakan oleh pihak”
frekwensi dan luasnya fungsi dan (FH).
penyelidikan sistem informasi. System use Komponen teknologi (Technology),
juga berhubungan dengan siapa yang komponen teknologi yang menilai sistem
menggunakan (who use it), tingkat informas terdiri dari kualitas sistem (system
penggunanya (level of user), pelatihan, quality), kualitas informasi (information
pengetahuan, harapan dan sikap menerima quality) dan kualitas layanan (service
(acceptance) atau menolak (resistance) quality). Berdasarkan wawancara tentang
sistem. SIMRS aspek Technology (teknologi),
Berikut kutipan informan mengenai diperoleh informasi, yaitu:
wawancara tentang SIMRS aspek Human “kalau mempercepat penyajian data
(manusia), diperoleh informasi, yaitu : sudah jelas iya, kalau bilang menyediakan
“Ya disini sudah menggunakan informasi yang mudah dipahami itu tergantung
SIMRS, kalau berbicara tentang mengikuti dengan laporan yang disediakan karena kan
pelatihan pasti juga pergi ikut pelatihan, biasanya ada orang minta tidak disediakan
setiap mau adakan sesuatu apa namanya SIMRS, karena tiap orang itu beda beda
kayak aplikasi atau semacamnya, harus biasanya permintaannya seperti tiap 3 bulan
adakan memang namanya dulu pelatihan, atau kah pertahun biasanya itu permintaan agak
pergi konsul atau bimbingan di Rumah Sakit berbeda beda nah yang kita sediakan kemarin
lain, baru diterapkan di rumah sakit, terus ini sesuai dengan standarnya,standar
kalau kita pakai SIMRS dia bantu kita untuk permintaan nya kayak dari provinsi, kemenkes,
olah informasi pasien” (MA). ataupun pemda”(MA)
Komponen Organisasi (Organization) Net Benefit, merupakan keseimbangan
menilai sistem dari aspek struktur antara dampak positif dan negatif dari
organisasi dan lingkungan organisasi. Struktur pengguna sistem informasi. Berdasarkan
organisasi terdiri dari tipe, kultur, politik, wawancara tentang SIMRS aspek Net Benefit
hierarki, perencanaan dan pengendalian sistem, (Manfaat), diperoleh informasi, yaitu:
strategi , manajemen dan komunikasi. “kalau bicara efektif dan efisien,iya
Berdasarkan wawancara tentang pasti itu efektif sama efisien karena efektif itu
SIMRS aspek Organization (organisasi), usaha untuk mendapatkan tujuan, hasil atau
diperoleh informasi, yaitu: target yang diharapkan, maka dari itu
“Yah, harus itu sebelum kita gunanya SIMRS karena membantu kita untuk
melaksanakan kayak SIMRS lah atau

64
Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan

olah data-datanya pasien mulai dari nya Berdasarkan hasil penelitian, dapat diperoleh,
masuk sampai keluar”(NFH). informan menyatakan bahwa di Rumah Sakit
Andi Makkasau Kota Parepare sebelum
PEMBAHASAN menggunakan Sistem Informasi Manajemen
Kesuksesan sistem informasi dapat setidaknya pengecekan alat alat untuk
diukur dengan empat jenis ukuran, yaitu menunjang pelaksanaan SIM harus ada dan
kepuasan pemakai, penggunaan sistem, lengkap dimulai dari komputer, switch, kabel
kinerja keputusan, dan kinerja organisasi. kabel dan sebagainya, di Rumah Sakit juga
Dalam penelitian ini kepuasan pemakai dan pihak manajemen nya telah melaksanakan
penggunaan. Berdasarkan hasil penelitian, pelatihan untuk calon pengguna SIM. 7
dapat diperoleh, informan menyatakan bahwa Hal ini pasti akan berpengaruh pada
di Rumah Sakit Andi Makkasau Kota aspek organisasi karena setiap pengguna perlu
Parepare, telah melaksanakan SIMRS, dan adanya dukungan atau motivasi, karena semua
memudahkan dalam membantu mengelolah pihak yang terlibat dalam menggunakan
informasi, apalagi di Rumah Sakit Andi SIMRS ini harus saling memotivasi guna
Makkasau telah mengikuti pelatihan untuk menunujang pelayanan.
menggunakan SIMRS. Teknologi informasi merupakan
Hal ini akan berpengaruh pada kualitas salah satu teknologi yang sedang berkembang
informasi yang akan dihasilkan oleh sistem dengan pesat pada saat ini. Dengan kemajuan
dan menejemen yang sulit dalam pengambilan teknologi informasi, pengaksesan terhadap
keputusan. Penggunaan sistem yang dirasakan data atau informasi yang tersedia dapat
petugas saat awal menggunakan adanya berlangsung dengan cepat serta akurat.
kesulitan, setelah belajar menggunakan sistem Berdasarkan hasil penelitian, dapat diperoleh,
petugas sangat menerima dan merasa puas informan menyatakan bahwa di Rumah Sakit
dengan adanya SIM ini. Ini dikarenakan SIM Andi Makkasau Kota Parepare teknologi dan
sangat membantu partisipan dalam bekerja, jaringan yang digunakannya sudah baik. Untuk
efisien waktu, memudahkan dalam pencarian gangguan jaringan itu sendiri jarang terjadi, hal
data pasien. Penelitian yang dilakukan oleh. 6 ini menunjukkan bahwa kualitas jarinngan
Organisasi merupakan entitas resmi yang mendukung pelaksanaan Sistem
formal yang memiliki aturan-aturan dan Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS)
prosedur internal yang harus diakui secara di RSUD Andi Makkasau Kota Parepare sudah
hukum. Organisasi juga merupakan struktur baik.
sosial karena terdiri dari sekumpulan unsur Dalam hal ini aspek teknologi
sosial, seperti halnya mesin memiliki sebuah berpengaruh pada SIMRS karena semakin
struktur ,yaitu pengaturan bagian-bagian meningkat kualitas sistem, kualitas informasi,
atau komponen-komponen pendukung.7 kualitas layanan memiliki pengaruh terhadap

65
Vol. 1, No. 1 Januari 2020

penggunaan sistem dan kepuasan pengguna hal human (manusia), pada umumnya penggunaan
ini semakin menignkat kualitas sistem, kualitas aplikasi SIMRS di RSUD Andi Makkasau
layanan, kualitas informasi maka akan Kota Parepare sudah berjalan lancar, dilihat
meningkatkan penggunaan sistem dan dari sisi penggunaan sistem dan kepuasan
kepuasan pengguna. pengguna yang berpendapat bahwa petugas
Net Benefit, merupakan keseimbangan atau operator dapat meresakan kemudahan
antara dampak positif dan negatif dari dalam penginputan maupun pengolahan data
pengguna sistem informasi. Net Benefit dapat dan di variable organization organisasi ditinjau
diakses menggunakan benefit langsung, efek dari aspek organisasi juga sudah cukup baik
pekerjaan, efisien dan efektifitas, menurunkan karena di RSUD Andi Makkasau Kota
tingkat kesalahan, mengendalikan Parepare bahwa disetiap unit itu selalu
pengeluaran dan biaya. Semakin tinggi dilakukan pengawasan SIM RS. Dari pihak
dampak positif yang dihasilkan semakin kader / rekan medik melakukan pengawasan
8
berhasil penerapan sistem informasi. sehingga tidak terjadi hambatan dalam
Berdasarkan hasil penelitian, dapat pengumpulan data SIM RS, dan di technology
diperoleh, informan menyatakan bahwa di (Teknologi) ditinjau dari sisi aspek teknologi
Rumah Sakit Andi Makkasau Kota Parepare juga sudah cukup baik, karena dari hasil
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit wawancara di RSUD Andi Makkasau Kota
(SIMRS) yang optimal sangat dibutuhkan Parepare bahwa pihak manajemen SIM RS
dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan, sudah menggunakan jaringan yang lebih
koordinasi, efisiensi, responsibilitas, cepat, dan di variable Net Benefit, manfaat
pengawasan serta penyediaan informasi secara Ditinjau dari aspek manfaat juga cukup
cepat, tepat, dan akurat dan SIMRS disini juga bermanfaat untuk pengguna SIM karena dari
bermanfaat untuk menunjang peningkatan hasil wawancara di RSUD Andi Makkasau
pelayanan.rumah sakit. Kota Parepare. Dan adapun sarannya yaitu,
perlu adanya pelatihan yang dilaksanakan oleh
KESIMPULAN DAN SARAN pihak RSUD Andi Makkasau terkait calon
Berdasarkan dari hasil pembahasan pengguna SIM guna mendukung pelayanan
mengenai evaluasi sistem informasi yang prima, dan sebaiknya dilakukan evaluasi
manajemen rumah sakit (SIMRS) dengan SIMRS secara periodik guna mengetahui
metode HOT-fit di RSUD Andi Makkasau kekurangan SIMRS dalam memenuhi
Kota Parepare dapat diambil kesimpulan dan kebutuhan pengguna.
penilaian per aspek bahwa pada variabel

66
Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan

DAFTAR PUSTAKA Sakit (SIMRS) Dengan Kerangka Hot –


1. Supriyanti dan Cholil Muhammad. Fit. Universitas Gadjah Mada.
Aplikasi Technology Acceptance Model Yogyakarta. Indonesia. 2016. [Diakses 28
pada Sistem Informasi Manajemen Maret 2019]
Rumah Sakit Di Rumah Sakit Ortopedi 7. Salvia, Elefna. Evaluasi Penerapan
Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta. Teknologi Informasi Menggunakan
Universitas Sebelas Maret Surakarta. Human Organization Technology (HOT
Surakarta. Indonesia. 2016 – FIT) Model di PUSKOM Universitas
2. Supriyono. Evaluasi Sistem Informasi Riau. Universitas Islam Negeri Sultan
Manajemen Rumah Sakit Dengan Metode Syarif Kasim Riau, Riau, Indonesia. 2014.
HOT FIT Di Rumah Sakit Umum Daerah 8. Larinse Dewi Satria, Papilaya Samuel,
Raden Mattaher Jambi. Fakultas dan Fibriani Charitas. Evaluasi Sistem
Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Informasi Manajemen Rumah Sakit
Yogyakarta, Indonesia. 2016. (Diakses 29 (SIMRS) Menggunakan Metode HOT-Fit
Maret 2019) Pada Pengguna Akhir SIMRS di RSUD-
3. Saputra Andika Bayu. Identifikasi Faktor- Talaud. Fakultas Teknologi Informasi
Faktor Keberhasilan Implementasi Sistem Universitas Kristen Satya Wacana,
Informasi Manajemen Rumah Sakit. Salatiga, Indonesia. 2015.[Diakses 28
Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta. Maret 2019]
Indonesia. 2016. 9. Maulana, H. D. J. Promosi Kesehatan.
4. Hariana, dkk. 2013. Penggunaan Sistem Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Informasi Manajemen Rumah Sakit 2009.
(SIMRS) di DIY. Universitas Gadjah 10. Hariningsih, Endang. Kajian Teori Model
Mada. Yogyakarta. Indonesia. 2013. Penelitian Untuk Menilai Kesuksesan Dan
[Diakses 27 Maret 2019] Evaluasi Sistem Informasi Rumah Sakit.
5. Yusof, M. M., Kuljis, J., Akademi Manajemen Administrasi YPK
Papazafeiropoulou, A., Stergioulas, L. K.. Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia.
An Evaluation Framework For Health 22525483. 2014.
Information Systems: Human, 11. Rozanda Nesdi Evrilyan dan Masriana
Organization and Technology-Fit Arita. Perbandingan Metode Hot Fit dan
Faktors (HOT-fit). International Tam dalam Mengevaluasi Penerapan
Journal of Medical Inform Atics. 2008: Sistem Informasi Manajemen
77(6), 386-398. Kepegawaian (SIMPEG) (Studi Kasus :
6. Sari Manik Mahendra, Sanjaya Guardian Pengadilan Tata Usaha Negara
Yoki dan Meliala Andreasta. Evaluasi Pekanbaru). Fakultas Sains dan Teknologi
Sistem Informasi Manajemen Rumah Universitas Islam Negeri Sultan Syarif

67
Vol. 1, No. 1 Januari 2020

Kasim Riau, Pekanbaru Riau, Indonesia. Learning Menggunakan Model Evaluasi


2579-5406. 2017. Hot Fit Studi Kasus Universitas Sam
12. Riana Apit. Evaluasi Kinerja Sistem Ratulangi. Fakultas Teknik, Universitas
Informasi Manajemen Ditinjau Dari Sam Ratulangi, Manado, Indonesia. 4(2)
Aspek Persepsi Pengguna Dalam 2301-8364. 2014.
Mendukung Proses Manajemen di Rumah 14. Notoatmodjo, P. D. S. Metodologi
Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka
Fakultas Kesehatan Masyarakat Cipta. 2010.
Universitas Diponegoro, Semarang, 15. UU No. 44, tentang R. S. UU no. 44
Indonesia. . 2006. Tentang Rumah Sakit.
13. Poluan Frincy, Lumenta Arie, dan Sinsuw https://doi.org/10.1017/CBO97811074153
Alicie. Evaluasi Implementasi Sistem E- 24.004. 2009. [Diakses 29 Maret 2019].

68