Anda di halaman 1dari 4

Hari/ Tanggal : Rabu, 19 Agustus 2020

Nama Pemateri : Ir Amir Ak, M.M

Materi : Kebijakan K3 dan UU 1970


Nama : Mukhlis Dwi Tanto

Hasil Resume :

Sejarah K3: Era Raja Amurabi yang membagung sebuah waduk untuk kesejahteraan rakyat,

Namun dalam proyek tersebut mengalami keadaan bahaya yaitu, debu, biologis,

mekanis.Berdasarkan peristiwa tersebut muncullah teknologi (APD, Safety device) dan system

manajemen K3 (Top manager, middle manager, line manager).

Era Industri: Penggunaan APD, Safety Device, Penggunaan alat untuk membantu proses

produksi, Industri mesin tenun (abad 18), KAK & PAK sejak Revolusi industry (1911),

munculah cikal bakal K3 (1931) Heinrich

Filosofi: K3 berupaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan seluruh tenaga kerja di

perusahaan

Keilmuan : K3 berupaya untuk mencegah terjadinya suatu kecelakaan seperti kebakaran,

peledakan, pencemaran, penyakit.

Tujuan K3 :Melindungi para pekerja, menjamin setiap proses produksi berjalan efisien dan

lancer

Keselamatan: mengendalikan kerugian dari kecelakaan, kemampuan yang kuat dalam membuat

HIRADC.
Kesehatan: Derajat kesehatan setinggi-tingginya baik fisik, psikologi, rohani bagi pekerja.

Hal yang berkaitan dg K3: Danger (situasi bahaya), Incindent (kejadian tidak diinginkan,

Accident (sudah menimbulkan korban).

Langkah Penanggulangan K3: UU, Standarisasi Input, Pemeriksaan, Riset, Diklat, Asuransi,

Penerapan K3 dengan benar.

Hirarki Kecelakaan kerja: Kematian, kecelakaan ringan, kerusakan property, nyaris celaka,

perbuatan tdk bahaya

Teori domino: Gordon Haddon Frank bird Bird and german (human error)

Dasar Hukum K3 Undang – Undang No. 01 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja

Pasal 8

 Pengurus diwajibkan memeriksakan kesehatan badan, kondisi mental dan kemampuan


fisik dari tenaga kerja yang akan diterimanya maupun akan dipindahkan sesuai dengan
sifat – sifat pekerjaan yang diberikan padanya.
 Pengurus diwajibkan memeriksa semua tenaga kerja yang berada dibawah
pimpinannya, secara berkala pada Dokter yang ditunjuk oleh Pengusaha dan dibenarkan
oleh Direktur.

Pasal 9

 Pengurus diwajibkan menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang:

1. Kondisi-kondisi dan bahaya – bahaya serta yang dapat timbul dalam tempat kerja;
2. Semua pengamanan dan alat-alat perlindungan yang diharuskan dalam tempat kerja;
3. Alat – alat perlindungan diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan; Cara – cara dan sikap
yang aman dalam melaksanakan pekerjaannya.
Undang – Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

Pasal 86

 Setiap pekerja / buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas :

1. Keselamatan dan Kesehatan Kerja;


2. Moral dan kesusilaan; dan
3. Perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai – nilai agama;

 Untuk melindungi keselamatan pekerja / buruh guna mewujudkan produktivitas kerja


yang optimal diselenggarakan upaya keselamatan dan kesehatan kerja.
 Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan.

Pasal 87

 Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan


kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan.
 Ketentuan mengenai penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.
 Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2012 tentang Sistem Manajemen K3

Pasal 1

 Setiap perusahaan wajib menerapkan SMK3 di perusahaannya.


 Kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku bagi perusahaan :

1. Mempekerjakan pekerja / buruh paling sedikit 100 orang; atau


2. Mempunyai tingkat potensi bahaya tinggi

Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja


1. Kelalaian pelaksana dan lemahnya pengawasan.
2. Tidak dilibatkannya tenaga ahli/tenaga trampil di bidang konstruksi mau pun ahli K3
dalam pelaksanaan konstruksi.
3. Penerapan SMK3 tidak dilaksanakan secara konsisten.
4. Tidak ditaatinya ketentuan yang berkaitan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(K3)