Anda di halaman 1dari 33

BUKU GUIDING ( Chapter 18 )

“Mengembangkan dan Memperluas Konsep Pengukuran”

Makalah

Disusun untuk memenuhi salah satu Tugas Mata Kuliah Pembelajaran Matematika
Lanjut di SD

Dosen Pengampu : Nursiwi Nugraheni,M.Si.,M.Pd.

Disusun oleh :

Kelompok 4

1. Kurnia Muthi Nuriyah ( 1401419017 )


2. Markamah ( 1401419018 )
3. Eka Putri Nugraheni ( 1401419019 )
4. Arif Fahmi Ritonga ( 1401419020 )

ROMBEL A

JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

TAHUN 2021

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan Kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat,
taufik serta karunia-Nya kepada kita. Sehingga kami bisa menyelesaikan makalah  ini
tepat pada waktunya, yang berjudul “Buku Guiding (Chapter 18) Mengenai
Mengembangkan dan Memperluas Konsep Pengukuran”.Kami berharap makalah  ini
dapat memberikan informasi dan pengetahuan bagi pembaca.Sehingga mampu
menambah wawasan pengetahuan semakin luas serta menjadikan ilmu yang bermanfaat
bagi orang lain.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan karena


keterbatasan pengetahuan kami. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak yang
bersifat membangun selalu kami harapkan demi terciptanya kesempurnaan dalam
makalah.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan dalam makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga
Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Semarang,12 Maret 2021

Penulis

ii
Daftar Isi

Kata pengantar................................................................................................................ii

Daftar isi..........................................................................................................................iii

BAB I Pendahuluan........................................................................................................ 1

A. Latar Belakang....................................................................................................1
B. Rumusan Masalah...............................................................................................1
C. Tujuan.................................................................................................................2

BAB II Pembahasan........................................................................................................3

A. Konsep,karakteristik dan Klasifikasi Pengukuran .............................................3


B. Dua Proses Pengukuran......................................................................................5
C. sistem metrik dan sistem bahasa Inggris serta keunggulan................................5
D. Pendekatan umum untuk Pengembangan pengukuran .....................................9
E. Konsep dan kegiatan pengukuran linier..............................................................10
F. Konsep dan kegiatan ukuran area dan keliling...................................................12
G. Konsep ukuran volume dan kapasitas.................................................................13
H. Konsep dan aktivitas massa dan berat................................................................14
I. Konsep dan keterampilan tentang pengukuran waktu........................................16
J. Konsep dan keterampilan suhu .........................................................................20
K. Konsep dan keterampilan dengan uang sebagai alat tukar dan alat ukur nilai. . .22
L. pengertian ukuran sudut dan kegiatan untuk membantu anak belajar mengukur
sudut....................................................................................................................23

BAB III Penutup.............................................................................................................29

A. Simpulan.............................................................................................................29
B. Saran...................................................................................................................29

Daftar Pustaka.................................................................................................................30

iii
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah

Pengukuran adalah peristiwa sehari-hari di mana anak-anak menghadapi banyak


cara menimbang dan mengukur suhu sesuai keinginan dokter; mengukur kain, pita,
atau kawat; membeli- makan siang atau membayar film;menuangkan air ke dalam
gelas untuk mencampur minuman buah; waktu memanggang memeriksa jadwal
televisi.Dengan membangun pengalaman pengukuran,maka anak-anak dan guru
mampu mengembangkan konsep matematika dan keterampilan yang dibutuhkan untuk
menjadi konsumen yang bijaksana dan Membantu anak-anak memahami sistem
pengukuran,yang mana membutuhkan keterlibatan aktif mereka dalam kegiatan
pengukuran yang realistis di mana mereka menyelidiki konsep dan mengembangkan
keterampilan menggunakan berbagai alat dan alat ukur.(Kennedy.1994:239)

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Apa arti dan karakteristik pengukuran ?
2. Apa saja dua proses pengukuran ?
3. Apa saja Karakteristik sistem metrik dan sistem bahasa Inggris serta keunggulan
sistem metrik dibandingkan sistem bahasa Inggris ?
4. Apa Pendekatan umum yang digunakan untuk mengembangkan pengukuran
konsep dan keterampilan pengukuran pada pemahaman anak-anak ?
5. Bagaimana Konsep dan kegiatan pengukuran linier ?
6. Bagaimana Konsep dan kegiatan ukuran area dan keliling?
7. Bagaimana Konsep ukuran volume dan kapasitas serta figur aktivitas seperti
kubus, prisma persegi panjang, piramida, dan kerucut ?
8. Bagaimana Konsep dan aktivitas massa dan berat ?
9. Bagaimana Konsep dan keterampilan yang berkaitan dengan pengukuran dan
pencatatan waktu, termasuk permulaan, akhir, dan durasi ?
10. Bagaimana Konsep dan keterampilan suhu dihubungkan dengan berbagai
aktivitas kehidupan nyata ?

1
11. Bagaimana Konsep dan keterampilan dengan uang sebagai alat tukar dan alat
ukur nilai ?
12. Apa pengertian ukuran sudut dan kegiatan untuk membantu anak belajar
mengukur sudut ?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan Penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Guna memahami Arti dan karakteristik pengukuran dan dua proses pengukuran
2. Guna memahami Karakteristik sistem metrik dan sistem bahasa Inggris dan
keunggulan sistem metrik dibandingkan sistem bahasa Inggris
3. Guna memahami Pendekatan umum untuk mengembangkan pengukuran
konsep dan keterampilan, dengan penekanan pada pemahaman anak-anak dan
penggunaan estimasi dalam pengukuran
4. Guna memahami Konsep dan kegiatan pengukuran linier
5. Guna memahami Konsep dan kegiatan ukuran area dan keliling
6. Guna memahami Konsep ukuran volume dan kapasitas serta figur aktivitas
seperti kubus, prisma persegi panjang, piramida, dan kerucut
7. Guna memahami Konsep dan aktivitas massa dan berat
8. Guna memahami Konsep dan keterampilan yang berkaitan dengan pengukuran
dan pencatatan waktu, termasuk permulaan, akhir, dan durasi
9. Guna memahami Konsep dan keterampilan suhu dihubungkan dengan berbagai
aktivitas kehidupan nyata
10. Guna memahami Konsep dan keterampilan dengan uang sebagai alat tukar dan
alat ukur nilai
11. Guna memahami Pengertian ukuran sudut dan kegiatan untuk membantu anak
belajar mengukur sudut

2
BAB II

PEMBAHASAN
A. Arti,Karakteristik dan Klasifikasi Pengukuran
1.1 Konsep Pengukuran
Pengukuran menjadi hal yang sangat penting dalam setiap aktivitas yang biasa
kita lakukan.Misalnya,kita harus memperkirakan berapa banyak waktu yang harus kita
sediakan untuk belahar,bekerja,dan beristirahat tiap harinya.Pengkurang merupakan
proses menilai atau memperkirakan suatu kuantitas atau besaran atau kapasitas dengan
membandingkannya dengan satuan ukur yang sudah ditetapkan.Proses
membandingkan ini dimulai dari :

1. Menentukan benda atau objek yang mau diukur.


2. Memilih sebuah satuan ukur untuk mengukur.
3. Bandingkan berapa banyak satuan ukur yang setara dengan benda yang diukur.
(Sianturi.2019:29)

Pengukuran adalah suatu proses memberikan bilangan kepada kualitas fisik


panjang, kapasitas, volume, luas, sudut, berat (massa), dan suhu (Kennedy dan Tipps,
1994).Setiap unit yang digunakan untuk mengukur memiliki sifat yang sama
sebagaimana benda yang akan diukur.Misalnya tongkat meteran memiliki sifat
panjang dan digunakan untuk mengukur panjang, tinggi dan jarak. Satu senti meter
persegi mempunyai sifat dua dimensi yang digunakan untuk mengukur luas daerah.
Dalam mengukur kita memerlukan bilangan pecahan, yaitu bilangan pecahan biasa
atau desimal.

Menurut Arikunto dan Jabar ,menyatakan pengukuran (measurement) sebagai


kegiatan membandingkan suatu hal dengan satuan ukuran tertentu sehingga sifatnya
menjadi kuantitatif.konsep pengukuran dimulai dengan perbandingan umum yang
bersifat kualitatif: Satu cookie lebih besar dari cookie lainnya; satu bangunan lebih
pendek dari yang lain; ini adalah kotak yang lebih berat, mobil yang lebih lambat,
ruangan yang lebih panjang, atau hari yang lebih dingin.

3
1.2 Karakteristik Pengukuran

Karakteristik Pengukuran diantaranya adalah Sebagai berikut:

1) Bersifat kontinu (properti berkelanjutan dapat dibagi lagi menjadi unit yang
semakin kecil dan semakin kecil, seperti waktu) yang dapat mengambil jumlah nilai
yang tak terbatas; untuk membuat perbandingan kuantitatif.Contoh: karakteristik
panjang, volume, kecepatan, dan panas ini tidak dapat dihitung secara langsung.
Mereka adalah properti kontinu.
2) Diukur dengan memilih unit yang sesuai dan membandingkannya dengan
karakteristik yang diukur.
1.3 Klasifikasi Pengukuran
Ditinjau dari satuan pengukurnya,pengukuran dapat dikategorikan dengan
pengukuran tidak baku dan pengukuran baku.Berikut penjelasannya;
1. Pengukuran tidak baku
Satuan ukur mula-mula diperkenalkan oleh nenek moyang Babylonia dan
Mesir yang menggunakan anggota tubuh seperti jengkal,kaki,tangan dan
hasta.Pengggunaan satuan ukur yang menggunakan anggota tubuh merupakan
contoh dari pengukuran tidak baku.Pengukuran tidak baku merujuk pada
pengukuran yang menggunakan alat ukur yang tidak baku atau tidak menetap untuk
satuan ukurnya.Misalnya satu jengkal atau sepuluh langkah.Katakan kita mau
mengukur panjang suatu meja.Jika seorang anak usia 5 tahun mengukur panjang
meja tersebut dnegan menggunakan jengkalnya,maka hasilnya tidak akan sama jika
sang ayah yang mengukurnya.Karena satu jengkal anak kecil tidak sama dengan
satu jengkal sang ayah.Beberapa contoh satuan ukur yang tidak baku:
 Digit : satuan ukur yang disesuaikan dengan lebar satu jari tangan.
 Jengkal: satuan ukur yang disesuaikan dengan jarak terpanjang dari ujung
kelingking hingga ujung jempol tangan.
 Hasta : satuan ukuran yang disesuaikan dengan jarak dari ujung jari tengah
hingga ke siku-siku tangan.
 Depa: satuan ukur yang disesuaikan dengan jarak terpanjang dari kedua tangan
mulai dari ujung jari tengah kiri hingga ujung jari tengah kanan.
 Kaki : satuan ukur yang disesuaikan dengan panjang sebuah kaki.

4
 Genggam : satuan ukur yang disesuaikan dengan kuantitas terbanyak
genggaman kelima jari tangan.

Sebelum anak SD mempelajari pengukuran dengan bentuk baku,sebaiknya


mereka lebih dahulu mengenal pengukuran tidak baku agar dapat memperdalam
konsep pengukuran.Selain anggota tubuh,,alat uur tidak baku juga bisa
menggunakan benda-benda lain seperti pensil,pulpen,penghapus dan sebagainya.

2. Pengukuran baku
Pengukuran baku merupakan pengukuran yang menggunakan alat ukur baku
atau tetap untuk satu-satuan ukurnya.Terdapat dua sistem pengukuran baku yang
dikenal yaitu pengukuran dengan sistem Inggris dan Sistem Metrik.
B. Dua Proses Pengukuran
Proses Pengukuran dapat dilakukan dengan dua cara yakni:
1. Pengkuran langsung yaitu dengan cara menerapkan unit (satuan) secara langsung
pada benda yang sedang diukur.Pengukuran langsung dapat digunakan untuk
panjang, luas, kapasitas (volume), dan berat dengan menerapkan satuan langsung
ke benda yang diukur. Misalnya: Panjang meja dapat diukur dengan meletakkan
pensil, stik es krim, atau penjepit kertas di sepanjang tepinya.
2. Pengukuran tidak langsung yaitu mengacu pada proses yang menentukan ukuran
suatu benda dengan cara tidak langsung.Misalnya, Suhu pada suatu waktu
ditentukan secara tidak langsung dengan membaca bilangan yang tercantum di
skala yang terdapat di sepanjang termometer tersebut ; mencari tinggi tiang dengan
menggunakan bayangan atau trigonometri.
C. Sistem Metrik dan Sistem Inggris
3.1 Sistem Metrik

Sistem metrik pengukuran pertama kali diusulkan oleh Simon Stevin (1548-
1620).Sistem metrik dibuat secara sistematis dalam kurun waktu yang relatif singkat di
akhir abad ke-18. Pada 1790, Majelis Nasional Prancis mengarahkan Akademi Ilmu
Pengetahuan Prancis "untuk menyimpulkan standar yang tidak berubah-ubah untuk
semua ukuran.Dengan menggunakan konsep Mediterania pada garis khatulistiwa
bumi,akhirnya ditentukan suatu sistem standar dengan “meter” sebagai satuan dasar
dari ukuran panjang.

5
Berikut Karakteristik Sistem Metrik diantaranya adalah :

1. Salah satu karakteristik dari sistem metrik adalah bahwa satuan kapasitas, berat,
dan luas didasarkan meter.
2. Keistimewaan lainnya adalah bahwa sistem metrik menggunakan sistem desimal.
3. Untuk setiap jenis ukuran, hubungan satuan ukuran dengan satuan ukuran yang
lebih kecil dilakukan dengan membagi sepuluh, atau sebaliknya, yaitu hubungan
satuan ukuran dengan ukuran yang lebih besar dilakukan dengan mengalikan
sepuluh.
Berikut Tabel Ukuran sistem Metrik:

Table 1.1 Ukuran Panjang Sistem Metrik


10 milimeter (mm) = 1 sentimeter (cm)
10 sentimeter (cm ) = 1 desimeter (dm)
10 desimeter ( dm) = 1 meter (m)
10 meter (m ) = 1 dekameter (dm)
10 dekameter = 1 hektometer (hm)
10 hektometer = 1 kilometer (km)

Table 1.2 Ukuran Kapasitas Sistem Metrik


1000 mililiter (ml) = 1 liter ( l)
1000 sentiliter (cl ) = 1 dekaliter (dal)
1000 desiliter ( dl ) = 1 hektoliter ( hl )
1000 liter ( l ) = 1 kiloliter ( kl )
100 dekaliter (dal) = 1 kiloliter (kl )
10 hektoliter = 1 kiloliter (kl)
Table 1.3 Ukuran Berat Sistem Metrik
1000 miligram (mg) = 1 gram (g)
1000 gram (g ) = 1 kilogram (kg)
1000 kilogram (dm) = 1 ton
1 kwintal = 100 kg

Satuan ukuran lain yang digunakan di SD, misalnya cm2 dan m2 untuk satuan
ukuran luas;cm3 dan m3 untuk satuan ukuran volum; detik, menit, jam, hari, bulan,
triwulan, caturwulan, tahun, windu, dan abad untuk satuan ukuran waktu; derajat
Celcius dan derajat Fahrenheit untuk satuan ukuran suhu.

6
Keuntungan Sistem Metrik
Keuntungan sistem metrik jika dibandingkan sistem Inggris antara lain:

1) Menggunakan sistem bilangan basis 10.


2) Sederhana dan mudah digunakan.
3) Hanya sedikit satuan yang sering digunakan, yaitu meter, gram, dan liter, sehingga
mudah diingat orang.
4) Satuan ukuran lain digunakan dengan cara membagi atau mengalikan dengan
perpangkatan sepuluh.
5) Sistem metrik telah digunakan secara luas di banyak negara walaupun negara
Amerika Serikat tidak menggunakan sistem ini.
3.2 Sistem Bahasa Inggris

Sistem pengukuran bahasa Inggris dikembangkan di Eropa selama kurun waktu


yang lama.Sebelum adanya satuan baku pengukuran,satuan ukur yang tidak baku yang
digunakan masyarakat.Namun seiring perkembangan,pengukuran semakin kompleks
dan akhirnya terjadi kesulitan jika mengubah dari satu satuan ke satuan yang
lain.Sehingga,satuan ukur yaitu inchi,kaki dan yard,yang dulunya bentuknya tidak
standar akhirnya distandarkan.Inchi adalah panjang 3 biji gandum dari ujung ke
ujung.kaki yaitu panjang kaki manusia.Sedangkan yard yaitu panjang dari ujung
hidung ke jari jempol tangan yang direntangkan.

Di masa lalu, pengukuran bervariasi sesuai dengan ukuran tangan atau


kecepatan seseorang, tetapi satuan standar telah ditetapkan, sehingga inci, cangkir, dan
pon sekarang sama di mana pun mereka digunakan.Namun, tidak ada hubungan umum
antara satuan untuk setiap karakteristik diukur (12 inci sama dengan 1 kaki, 3 kaki
sama dengan 1 yard, dan 1.760 yard sama dengan 1 mil).Berikut tabel ukuran
panjang,kapasitas dan berat pada sistem inggris:

Tabel 2.1 Ukuran Panjang sistem Inggris


12 inchi = 1 kaki
3 kaki = 1 yard
36 inchi = 1 yard
5258 kaki = 1 mil

7
Tabel 2.2 Ukuran kapasitas sistem Inggris
2 tablespoons (tbsp) = 1 fluid ounce (fl.oz)
8 fluid ounce (fl.oz) = 1 cup/cangkir (c)
2 cups/cangkir (c) = 1 pint (pt)
2 pints (pt) = 1 quart (qt)
4 quarts (qt) = 1 gallon (gal)

Tabel 2.3 Ukuran Berat sistem Inggris


16 ounces (oz) = 1 pound/pon (lb)
2000 pounds/pon (lb) = 1 ton (T)

Berikut perbedaan satuan-satuan dasar untuk panjang,kapasitas dan berat pada


sistem inggris dan sistem metrik:

JENIS SISTEM INGGRIS SISTEM METRIK


Pengukuran 12 inchi = 1 kaki 1 km = 10 hm
panjang 3 kaki = 1 yard 1 hm = 10 dam
36 inchi = 1 yard 1 dam=10 m
5280 kaki = 1 mil 1 m = 10 dm
1760 yard = 1 mil 1 dm = 10 cm
Pengukuran 2 tablespoon = 1 fluid ounce 1 dm3 = 1 L
volume 8 fluid ounce= 1 cup 1000 mL= 1 L
2 cups = 1 pint
2 pint = 1 quart
4 quart = 1 gallon
Pengukuran 16 ons = 1 pon 1000 mg = 1 g
berat 2000 pon = 1 ton 1000 kg = 1 ton metrik

D. Pendekatan Umum untuk Pengembangan Konsep & Keterampilan Pengukuran

8
Pendekatan Umum untuk Pengembangan Konsep Pengukuran guna
meningkatkan pemahaman siswa adalah pendekatan pengajaran dan urutan
pengukuran; mereka dimaksudkan untuk mengembangkan konsep pengukuran.

Urutan pengenalan konsep pengukuran kepada anak-anak adalah sebagai


berikut:

 Membangun pemahaman tentang karakteristik yang diukur dan penggunaannya


dalam kehidupan sehari-hari
 Menggunakan satuan tidak standar dengan pengukuran eksplorasi
 Menggunakan satuan standar baik dalam bahasa Inggris maupun sistem metrik,
dengan alat yang berfokus pada penentuan dan pencatatan pengukuran
 Mengembangkan model mental untuk pengukuran umum • Memperkirakan
pengukuran menggunakan model mental
 Terlibat dalam proyek dan aktivitas yang membutuhkan keterampilan
pengukuran.

Guru bisa menciptakan banyak situasi agar siswa mengenali cara mereka
menggunakan pengukuran.

 Bagan tinggi kelas memberikan kesempatan untuk membahas dan


membandingkan ketinggian sepanjang tahun.
 Ember keramik persegi atau ubin plastik, atau potongan persegi dari kartu
indeks, dapat memberikan kesempatan untuk menutupi desktop, buku, dan
permukaan lainnya.
 Meja pasir atau bak plastik yang penuh dengan kacang pembungkus atau
butiran kemasan lembam dengan berbagai ukuran wadah dan ukuran
mengundang perbandingan volume dengan mengisi dan menuangkan dari satu
wadah ke wadah lain.
 Bekerja dengan tanah liat atau plastisin memungkinkan anak-anak merasakan
volume dan massa tanah liat.
 Jadwal harian dan kalender dibahas dalam istilah waktu mulai, waktu berakhir,
dan waktu antara acara atau waktu hingga acara lain.

9
 Memeriksa suhu harian membantu anak-anak menghubungkan sifat deskriptif
dan prediktif cuaca dengan membaca termometer.
 Guru dapat meminta siswa dan orang tua untuk mencari contoh pengukuran di
luar sekolah. Ini dan banyak koneksi kehidupan nyata lainnya membantu siswa
membangun makna tentang pengukuran.
E. Konsep dan Kegiatan Pengukuran Linier

Pengukuran linier atau pengukuran panjang, diameter poros, tebal gigi, lebar,
kedalaman, perhitungan sudut dengan metode sinus atau tangen. Semuanya itu
merupakan contoh dari dimensi panjang atau linier dari benda ukur yang memang
mempunyai variasi bentuk panjang yang bermacam-macam.

Pengukuran linier (panjang) diajarkan kepada anak di sekolah dimulai dengan


cara melibatkan anak dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya informal. Kegiatan ini
dilakukan untuk membantu anak membangun konsep pengukuran dalam pikirannya.
Kegiatan ini dimulai dengan menggunakan satuan pengukuran yang tidak standar
kemudian ke yang standar.Kegiatan-kegiatan ini hendaknya menggunakan benda-
benda di sekitar anak.
Contoh pengukuran panjang yaitu pengukuran panjang atau lebar suatu
benda,tinggi badan,lintasan atau jarak suatu benda,pengukuran keliling dan
sebagainya.Berikut ini merupakan alat satuan panjang.Alat-alat ini digunakan sesuai
jenis benda yang akan diukur.

10
Satuan panjang yang sering digunakan adalah satuan dalam sistem metrik yaitu
milimeter(mm),sentimeter(cm),desimeter(dm),meter(m),dekamter(dam),hektometer
(hm),dan kilometer (km).Berikut ini disajikan konversi dari masing-masing satuan
panjang mulai dari km hingga mm.

Contoh :
1 km = ....m
Penyelesaian :
Dari tangga konversi diatas,dapat dilihat dari km ke m haris turun 3
tangga.maka kita harus kalikan 10 sebanyak 3 kali.Maka,
1 km = 1 x 10 x 10 x10 m
= 1000 m
Cara Mengukur Panjang Berdasarkan pengalaman mereka dengan ukuran yang
tidak standar,diantaranya;
 anak-anak siap untuk mulai bekerja dengan penggaris.pertama, anak-anak
haruslah yang tidak memiliki tanda di sepanjang tepinya; cetakan pinus dipotong
dengan panjang 1 kaki, 1 yard, atau 1 meter berfungsi dengan baik. Kadang-
kadang meteran atau meteran standar memiliki pembagian dan angka yang dicetak
hanya pada satu sisi.
 Siapkan kartu soal untuk mengarahkan pekerjaan siswa saat mereka mengukur
panjang dan lebar meja, jarak dari ruang kelas pintu ke meja guru, atau jarak
antara pintu kelas dan kantor kepala sekolah. Jarak yang tercatat dapat diutarakan
seperti "lebih dari 12 batang dan lebih pendek dari 13 batang atau" sekitar 13
batang ".

11
 Memperkenalkan ukuran perkiraan seperti ini dapat membantu anak-anak
menangani pengukuran yang bukan merupakan bilangan bulat.
Kegiatan Membandingkan Panjang(Kegiatan kelompok)
Materi:
1. Kumpulan benda-benda yang panjangnya bervariasi, misalnya pensil, krayon.
Deskripsi
2. Mintalah anak untuk mengambil 2 benda, yang satu lebih panjang dari yang lain
atau keduanya sama panjang.
3. Gunakan kosakata lebih panjang, lebih pendek atau sama panjang.
4. Mintalah anak untuk menyebutkan benda mana yang lebih panjang, atau benda
mana yang lebih pendek, atau yang sama penjang.
5. Ulangi kegiatan kegiatan tersebut dengan menggunakan beberapa benda lain
yang panjangnya bervariasi.
6. Mintalah anak untuk mengurutkan dari yang terpendek ke yang terpanjang atu
sebaliknya.
F. Konsep dan Kegiatan Ukuran Area dan Keliling

Keliling Perimeter adalah ukuran jarak di sekeliling suatu benda tertutup dan
merupakan perpanjangan dari ukuran panjang. Dalam istilah praktis, perimeter
digunakan untuk menentukan batas di tambang jumlah pita alas tempat tidur atau
seprai dan jumlah pagar yang diperlukan untuk menutup kolam renang halaman
belakang. Latihan menghadapi situasi realistis memberi anak pengalaman praktis yang
membantu mereka menentukan keliling dan membedakan keliling dari ukuran luas.

Hubungan antara matematika dan kehidupan sehari-hari menjadi jelas saat anak-
anak terlibat dalam proyek di mana mereka, misalnya,menentukan keliling gambar
untuk menempatkan batas di sekitarnya dan menyelidiki biaya pagar penghubung
rantai yang menutupnya. area bermain atau halaman sekolah. Keliling bangun datar
ditentukan dengan mencari ukuran setiap sisi dan menjumlahkan panjangnya (Gambar
18.3).

12
Kegiatan ukuran keliling,siswa yang lebih tua lebih memahami rumus keliling
benda biasa:

Keliling persegi: p = s + s + s + s = 4 xs = 4s

Keliling persegi panjang: p = 1 + w +1+ w = 2 x1 + 2 xw = 21 + 2w

Keliling segitiga sama sisi: p = s + s + s = 3 xs = 3s

G.Konsep Kapasitas dan Volume

Kapasitas dan volume adalah dua cara untuk memikirkan dan mengekspresikan
karakteristik yang sama dalam pengukuran.Pengukuran kapasitas telah ditetapkan
untuk produk seperti cairan yang diukur dalam gelas, pint, liter, dan liter.Takaran
bahan cair dan kering dengan sendok teh, sendok meja, dan cangkir biasa dilakukan
dalam memasak.Kapasitas diukur dalam mililiter dan liter dalam sistem metrik.

Ukuran volume berasal dari pengukuran panjang seperti inci kubik dan kaki
kubik dalam sistem Inggris dan sentimeter kubik dan meter kubik dalam sistem
metrik. Kapasitas mengacu pada jumlah yang akan ditampung sebuah wadah.
Volume juga dapat mengacu pada jumlah benda yang akan ditampung, tetapi juga
mengacu pada ukuran benda, misalnya volume batu besar.

Kegiatan untuk Anak-anak membandingkan kapasitas dan mengurutkannya


dalam urutan besarnya, tetapi semua perbandingan tersebut bersifat kualitatif, dengan
sedikit fokus pada volume atau kapasitas presentasi numerik.

13
H.Konsep dan Aktifitas Massa dan Berat

Berat dan massa adalah dua hal yang berbeda,namun kerap kali disamakn oleh
masyarakat.jika yang kita maksud adalah gram atau kg maka itu adalah massa
benda,bukan berat.Berat benda adalah jumlah massa benda yang dipengaruhi oleh
gravitasi bumi.Dalam ilmu fisika dikenal sebagai W= m.g,dimana W itu sendiri adalah
berat,m adalah massa benda,dan g adalah percepatan gravitasi bumi ( 9,8 m/s2).

Alat ukur satuan massa yang dikenal adalah neraca.neraca beragam jenis sesuai
dengan benda yang akan dikur.Berikut ini adalah jenis neraca yang sering digunakan
dalam proses jual beli.

Dalam satuan sistem metrik,satuan untuk masaa suatu benda adalah


gram.Seperti halnya dengan satuan metrik panjang,pada massa juga berlaku hal yang
sama.

Selain satuan-satuan diatas,ada juga satuan-satuan lain seperti ons,pon,dan


ton.Berikut hubungannya terhadap satuan massa lainnya.

14
1 ton = 1000 kg

1 ons = 1 dag

1 ons = 10 g

1 kg = 2,2 pon

Massa adalah banyaknya materi yang terkandung dalam suatu benda. Massa
sifatnya konstan atau tidak berubah. Sedangkan berat, kaitannya dengan gaya tarik
bumi atau gravitasi. diukur dengan satuan kilogram, sementara berat diukur dengan
satuan newton.mengapa timbangan berat badan satuannya kilogram?Hal Itu karena,
timbangan berat badan yang kita miliki sudah diatur sehingga menghasilkan satuan
kilogram & untuk mempermudah kita membaca berat badan

anak yang lebih kecil secara formal mengeksplorasi atribut berat, dengan
memegang sebuah benda di masing-masing tangan.Mereka bisa menilai mana yang
lebih ringan dengan menggunakan keseimbangan panci sederhana. Mereka dapat
menggunakan unit tidak standar, seperti kancing atau koin, untuk menimbang benda
menggunakan timbangan timbangan

Pengalaman dengan timbangan keseimbangan dapat membantu anak memahami


aspek keseimbangan dari persamaan.Anak-anak pada usia ini (K-2) tidak perlu
mempertimbangkan perbedaan antara berat dan massa.Fokus untuk anak kecil adalah

15
membangun pemahaman sensorik tentang berat badan dan membuat perbandingan
kualitatif menggunakan tubuh mereka dan timbangan keseimbangan sederhana.

Kegiatan : Bahan yang Lebih Berat dan Lebih Ringan:

Timbangan dua panci atau timbangan sederhana lainnya, pasangan benda seperti
mobil mainan dan balok kayu; penghapus papan tulis dan sekantong kecil beras;
sebuah bola karet kecil dan sekotak pensil

 Keseimbangan memberi anak-anak kesempatan untuk membandingkan


pasangan-pasangan dasar untuk menentukan lebih berat atau lebih ringan.
Dalam pekerjaan pertama chi dren dengan balok penyangga, mereka belajar
membuat sisi-sisinya seimbang dengan meletakkan benda-benda di kedua panci
sampai palang rata. Mereka juga melihat crassbar turun saat objek dalam satu
panci lebih berat.
 Tentukan pasangan benda dan mintalah siswa membandingkan beratnya.
Siapkan alas tempat anak-anak dapat meletakkan benda-benda saat mereka
bekerja.

I.Konsep dan Pengukuran tentang Pencatatan Waktu

Istilah detik, menit, jam, hari, Minggu, bulan dan tahun merupakan contoh-contoh dari
satuan waktu. Para leluhur kita awalnya dapat membedakan waktu pagi, siang sore dan
malam dengan melihat posisi matahari. Ketika matahari mulai terbit, mereka
menyebutnya sebagai pagi. Di pagi hari mereka mulai beraktivitas. Ketika matahari
semakin tinggi tepat di atas kepala, mereka menyebutnya siang. Ketika hari semakin
gelap itu tandanya sore. Hingga pada hari benar-benar gelap, itu berarti sudah malam.
Di malam hari mereka beristirahat

Seiring berkembangnya peradaban manusia dan ilmu pengetahuan, tentu posisi


matahari tidak dapat digunakan untuk menentukan waktu yang akurat. Karena kondisi
cuaca terkadang mendung. Kondisi ini akhirnya menuntut adanya acuan waktu yang
lebih akurat. Maka ditemukan alat ukur waktu yang dikenal dengan sebutan jam. Maka
mulai muncul penemuan-penemuan mulai dari jam yang sederhana yaitu jam
matahari, jam air, jam pasir, jam astronomi, jam mechanical, jam digital hingga Jam
Atom.

16
Pada jam, yang kita kenal terdiri dari 1 sampai dengan 12 dalam satu putaran.
Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa 1 derajat setara dengan 1 per 360 dari satu
putaran penuh. Setiap derajat dibagi menjadi 60 bagian yang sama besar yang
kemudian disebut menit. Setiap menit dibagi lagi menjadi 60 bagian yang disebut
detik.

Pada gambar dibawah, terdapat tiga jarum yang fungsinya berbeda-beda. Jarum
pendek menyatakan jam, jarum panjang menyatakan menit, sedangkan jarum yang
lebih halus menyatakan detik.

Perhatikan gambar jam di atas, setiap selisih 1 angka terdapat 5 garis kecil. Garis
ini menyatakan menit dan setiap satu garis mewakili 1 menit. Apabila jarum halus
telah berputar 1 putaran penuh maka jarum panjang Akan berpindah dari garis pertama
ke garis yang kedua. Satu putaran penuh jarum halus menyatakan 60 detik yang = 1
menit. Jadi jika jarum harus sudah berputar sebanyak 60 kali putaran penuh maka
jarum pendek Akan berpindah ke angka berikutnya. Oleh karena itu dapat dituliskan

1 menit = 60 detik

1 jam = 60 menit

1 jam = 3600 Detik

Untuk membaca jam, dapat dimulai dari yang sederhana misalnya pukul 12. 00.
Pada pukul 12. 00, jarum pendek dan jarum panjang sama-sama menunjukkan angka
12. Pada gambar jam di atas, jarum pendek menunjukkan angka 1 sedangkan jarum
panjang menunjukkan angka 12. Ini menunjukkan pukul 01. 00.

17
Selain konversi detik, menit dan jam. Berikut disajikan konversi satuan pengukuran
waktu lainnya.

1 hari 24 jam
1 minggu 7 hari
1 bulan 30 hari Konsep
1 bulan 4 minggu
waktu ini 1 tahun 52 minggu diukur
dengan 1 tahun 12 bulan alat seperti
1 lustrum 5 tahun
jam dan 1 windu 8 tahun kalender
1 dasawarsa 10 tahun Pengukuran
1 abad 1000 tahun
waktu
pembelajaran mencakup pengembangan konsep durasi atau waktu yang telah berlalu,
urutan peristiwa dalam waktu, dan awal dan akhir peristiwa. konsep yang
mendasarinya adalah terus berjalannya detik, menit, dan jam.

Jam digital hanya menunjukkan waktu saat ini. Jam analog menunjukkan waktu
saat ini tetapi juga melakukan lebih banyak hal. 15 digit angka 1-12 dan tangan yang
bergerak memungkinkan anak-anak untuk mencatat waktu awal dan akhir suatu
peristiwa dan waktu yang telah berlalu di antara. Seorang anak yang berkata,
"Setengah jam telah berlalu sejak kita mulai berjalan pada jam 3" mencatat bahwa
jarum menit bergerak dari jam 3:00 ke pertengahan antara jam 3:00 dan 4:00.

Urutan kegiatan untuk belajar membaca jam:

18
Gambar 18.6 Jam demonstrasi: (a) tanpa tangan; (b) hanya dengan jarum
penunjuk jam; (c) hanya dengan jarum menit.

1. Mulailah dengan jam demonstrasi besar dengan angka yang ditandai secara
mencolok dengan warna hitam. Bicarakan tentang urutan angka. Anak-anak harus
memperhatikan bahwa 12 di atas, 3 di kanan, 6 di bawah, dan 9 di kiri. Siapkan
lembar kerja dengan satu permukaan jam besar tetapi tidak ada angka. Anak-anak
harus menulis angka pada setiap tanda jam (Gambar 18,6a).
2. Tambahkan jarum penunjuk jam hitam ke jam. Arahkan ke 1. Beri tahu anak-anak
bahwa tangan hitam menunjuk ke angka yang menunjukkan jam. Putar tangan dari
1 ke 2 menjadi 3, dan seterusnya, seiring anak-anak menghitung. Kemudian
arahkan ke nomor yang berbeda dan minta anak-anak memberitahukan jamnya
(Gambar 18.6b).
3. Beri tanda menit biru dan jarum menit biru pada permukaan jam. Beri tahu anak-
anak bahwa sementara jarum penunjuk jam menunjuk ke angka jam, jarum menit
menunjuk ke tanda biru untuk menit. Mereka dapat menghitung dengan lima dan
satu saat mereka menggerakkan jarum biru sepanjang waktu (Gambar 18.6c).
4. Dengan menggunakan kedua jam, setel jarum penunjuk jam pada satu jam
(katakanlah, 2) dan jarum penunjuk menit pada 0 menit. Bacalah waktu saat jarum
jam bergerak maju ke 2:05, 2:10, 2:15, dan seterusnya. Saat jarum penunjuk menit
melewati 30, majukan jarum penunjuk jam dan tanyakan mengapa jarum penunjuk
jam juga bergerak. Mintalah anak-anak untuk memprediksi apa yang terjadi pada
jarum penunjuk jam saat jarum penunjuk menit mendekati 60 menit
5. Untuk membantu anak-anak menyadari arti dari 5 menit, kemudian perhatikan jam
kelas. Ingatkan mereka untuk memperhatikan jarum penunjuk menit dan jarum
penunjuk jam. Mintalah mereka untuk menuliskan di jurnal mereka apa yang
mereka perhatikan.
6. Gunakan jam dengan jarum jam yang disinkronkan untuk menunjukkan gerakan
terkoordinasi dari jarum penunjuk jam dan jarum menit.Mintalah anak-anak
menonton dan membaca menit saat tangan berputar. Minta anak untuk
membandingkan gerakan kedua tangan.
7. Mintalah anak-anak memikirkan setengah lingkaran. Tutupi setengah dari jam
peragaan, dan tanyakan kepada anak-anak berapa menit adalah setengah dari satu

19
jam. (Jawaban: 30.) Tekankan bahwa ketika jarum penunjuk menit menunjuk ke
30, jarum penunjuk jam berada di tengah antara dua angka. Atur tangan pada posisi
setengah jam yang berbeda agar anak-anak dapat membaca waktu (mis., "2 jam dan
30 menit").
8. perkenalkan penulisan waktu pada jam genap (9 jam dan 0 menit, 9:00). Segera
setelah notasi itu ditetapkan, mintalah anak-anak membaca dan menulis setengah
jam (2:30, 8:30) dan kemudian kombinasi jam dan menit apa pun, Perlihatkan dan
bahas dua cara penulisan waktu ke jam: 9:00 dan jam 9.
9. Tunjukkan hubungan antara waktu tertentu dan 30 menit kemudian dengan
menggerakkan jarum menit saat anak-anak melompati hitungan lima hingga 30.
Pastikan anak-anak mencatat bahwa posisi baru jarum menit tepat di seberang dari
posisi awal jarum menit

J.Konsep dan Keterampilan Suhu

Indra peraba manusia misalnya tangan atau kulit tidak dapat mengukur suatu
suhu benda dengan tepat. Percobaan sederhana untuk membuktikannya adalah coba
celupkan tangan kanan ke dalam air es, dan tangan kiri ke dalam air hangat. Angkat
kedua tangan tersebut dan celupkan bersama ke dalam wadah lain yang berisi air.
Maka suhu yang dirasakan antara tangan kanan dan tangan kiri tidak akan sama. Oleh
karena itu, beberapa ilmuwan telah menemukan benda yang dapat mengukur suhu
suatu benda lebih akurat yang dinamakan termometer.

Pada tahun 1714, seorang perancang perlengkapan kebangsaan Jerman yakni


Gabriel Fahrenheit untuk pertama kalinya menemukan sebuah termometer merkuri,
Jauh sebelum sistem pengukuran baku ditemukan. Dalam skala suhu yang dibuatnya,
campuran es dan garam menjadi titik terendah 0 derajat, titik beku air 32 derajat, suhu
kamar 72 derajat, Suhu tubuh normal manusia 96 derajat dan titik didih air 212°.
Penemuan titik-titik suhu ini dinamakan sebagai skala Fahrenheit sesuai dengan nama
penemunya

Menyusul 26 tahun kemudian, astronom asal swedia yakni anders Celcius


memperkenalkan termometer celcius yang sedikit berbeda dengan termometer
Fahrenheit. Celsius menggunakan 0 derajat sebagai titik beku air dan 100 derajat

20
sebagai titik didihnya. Di Eropa termometer Fahrenheit sangat populer di kalangan
ilmuwan sebelum pada akhirnya beralih ke Celcius.

Rene antoine ferchauld de Reamur, seorang pakar etimologi memperkenalkan skala


suhu Reamur yang menggunakan titik didih yang sama dengan skala celcius. Namun
untuk titik didihnya Reamur tidak menggunakan 100 derajat tetapi 80 derajat.

William Thomson selanjutnya yang terbaru dari ketiga penemu termometer


terdahulu titik seorang Fisikawan dan juga matematikawan Britania ini yang dikenal
sebagai Lord Kelvin ternyata Termometer yang diperkenalkannya lebih banyak
digunakan oleh para ilmuwan titik dalam skala Kelvin tidak diikuti oleh dibubuhkan
derajat. Dalam skala Kelvin, dia tidak menggunakan titik nol sebagai titik beku
karena. Nol dalam ilmu termodinamika berarti gerakan molekular diam. Titik bekunya
adalah 273 dan titik didihnya 373. Untuk lebih rinci mengenai perbedaan titik beku
dan titik didih masing-masing termometer, Perhatikan gambar dibawah ini

Suhu adalah derajat atau tingkatan ukuran dingin atau panas pada suatu
benda.Alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah termometer.Ada 4 jenis
termometer yang dikenal yaitu Celcius,Fahrenheit,Reamur,dan Kelvin.Semakin tinggi
suhu benda,maka semakin panas benda tersebut.

Anak-anak telah memiliki banyak pengalaman dengan suhu; hot adalah salah
satu kata peringatan pertama untuk balita. Anak-anak mengenali perbedaan dalam

21
aktivitas dan pakaian yang berhubungan dengan suhu luar dan dalam ruangan dan
variasi musim.Pengalaman sehari-hari berfungsi sebagai dasar untuk memperkenalkan
pengukuran suhu. Dalam Kegiatan,anak-anak merasakan suhu pada permukaan luar
ruangan yang berbeda di bawah sinar matahari dan naungan. Kegiatan menggambar
atau menulis jurnal mungkin mendorong anak-anak untuk mengingat hari-hari
terpanas dan terdingin dalam hidup mereka, dan kegiatan yang paling mereka nikmati
dalam cuaca panas dan dingin. Guru secara teratur menyertakan catatan cuaca dengan
grafik matahari, awan, hujan, atau salju gambar selama kegiatan kalender. Kegiatan
semacam itu mengingatkan anak-anak akan pentingnya suhu dalam hidup mereka dan
memberikan alasan untuk mengukur dan mencatat suhu.

K. Konsep dan Keterampilan dengan uang sebagai alat tukar dan alat ukur nilai

Uang adalah suatu benda yang yang diterima secara umum oleh masyarakat
untuk mengukur nilai,menukar dan melakukan pembayaran atas pembelian barang dan
jasa dan pada waktu bersamaan bertindak sebagai alat penimbun kekayaan.

Berikut langkah kegiatan mengajar anak dengan menggunakan Uang:

1. Gandakan pada tagboard sebuah grid 10 x 10 .Setiap potongan bingkai bisa


berukuran sekitar 4 sentimeter persegi.
2. Bingkai 10 x 10 memiliki lima kotak kecil 1 x 1 mewakili uang, dua persegi
panjang berukuran 1 x 5 mewakili nikel, satu persegi panjang berukuran 2 x 5
mewakili uang receh, persegi besar berukuran 5 x 5 untuk seperempatnya, dan
sebuah persegi besar 5 x 10 persegi panjang seharga setengah dolar.
3. Mintalah anak-anak membuat kit potongan uang dengan memotong bingkai dan
mencap atau menggambar pen-pen di satu sisi papan tag dan nikel setara, sepeser
pun, seperempat, atau setengah dolar di sisi lainnya. Mereka mungkin ingin
memotong dan atau tiga kisi sehingga mereka dapat memiliki lebih banyak
potongan uang. Mereka dapat membiarkan jaringan tidak dipotong sebagai nilai
dua dolar penuh.
4. Siswa dapat menggunakan potongan uang sebagai teka-teki untuk menjawab
pertanyaan, seperti Berapa banyak uang untuk satu nikel? Berapa banyak uang
receh? Kombinasi berbeda apa yang mencakup seperempat? "

22
5. Saat mereka mendapatkan kepercayaan diri, mereka dapat menggunakan kepingan
untuk menunjukkan kombinasi: Tunjukkan 7 sen. Tunjukkan 32 sen. Koin paling
sedikit apa yang dapat Anda gunakan untuk menghasilkan 67 sen?
6. Beri tahu anak-anak bahwa kata sen singkatan dari 1 part out of 100 parts.
Tanyakan artinya 1 cent, 5 sen, 10 sen, 25 sen, dan 50 sen, dan perkenalkan tanda
sen (e).
7. Gunakan koin untuk kegiatan membuat perubahan. Peragakan gambar mainan
kecil dan harganya. Jika mainan itu harganya 35 sen, anak-anak mulai dengan 100
sen. Mereka membayar mainan itu dan melihat berapa banyak yang tersisa.
8. Peragakan cara menghitung perubahan dengan terlebih dahulu menghitung
denominasi yang lebih besar dan menghitung: "dua puluh lima, tiga puluh lima,
empat puluh lima, lima puluh, lima puluh dua."
9. Saat siswa mendapatkan kepercayaan diri, perkenalkan koin atau model nyata
untuk potongan kisi.
10. Untuk anak-anak yang lebih besar yang belajar tentang nilai desimal, kisi dapat
digunakan untuk memperkenalkan nilai desimal 0,01, 0,05, 0,10, 0,25, dan 0,50.

L.Pengertian Ukuran Sudut dan Kegiatan Untuk Membantu Anak Belajar sudut

Konsep dasar pengukuran sudut adalah membagi satu lingkaran penuh dengan
satuan tertentu. Ada tiga pengukuran yang masih banyak digunakan sampai saat ini
yaitu : derajat, grad, dan radian. Tetapi yang paling umum dipakai adalah derajat dan
radian.

 Ukuran Derajat
Ukuran derajat adalah ukuran yang dapat dibentuk pada bidang datar dengan
satuan (°) menggambarkan 1/360 dari putaran penuh.

Sudut Dalam Derajat

23
Pada pengukuran sudut dengan derajat (o), satu lingkaran penuh adalah 360o.
Seperempat lingkaran atau sudut siku-siku besarnya 90o, sedangkan sudut lurus adalah
180o. Ada juga suku yang lebih kecil dari pada derajat, yaitu menit (') , detik (") .
Hubungan dari kedua ukuran tersebut  adalah:

1 derajat = 60 menit atau 1° = 60'

1 menit = 60 detik atau 1' = 60"

Arah sudut menggunakan arah berlawanan jarum jam bernilai positif dan searah
jarum jam bernilai negatif. Pengukuran sudut ini digunakan karena sangat
memudahkan perhitungan pada saat menggunakan perbandingan Trigonometri, sebab
nilai perbandingan Trigonometri dalam bentuk rasional dan irasional terdapat pada
sudut-sudut yang dinyatakan dalam bilangat bulat yang dikenal dengan sudut
istimewa.

Ukuran sudut sangat banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:
sudut pada jarum jam, sudut pada atap rumah, sudut pada tangga atau escalator, sudut
elevasi pada parabola, dan lain-lain. Perhatikan dan pelajari contoh-contoh berikut.

Contoh:

1. Pada saat jam menunjukkan pukul 01. 20', bentuk sudutnya seperti yang terlihat
pada gambar berikut. Tentukan Besar sudut dalam derajat:
a. antara jarum jam dengan garis vertikal,
b. antara jarum menit dengan garis vertikal, dan
c. antara jarum jam dan jarum menit.

Sudut antara dua jarum jam

24
Jawab:

a. Sudut antara Jarum jam dengan garis vertikal = sudut A = 30o +   x


30o = 40o

b. Sudut antara jarum menit dengan garis vertikal = Sudut B =   x 360o =


120o
c. Sudut antara jarum jam dengan jarum menit = C = B-A = 80o 
2. Perhatikan gambar posisi parabola berikut. Berapa derajat perbedaan antara
sudut arah sinar datang dengan sudut elevasi parabola? (dihitung dari 0o)

Jawab:

Besar sudut sinar datang dihitung dari 0o adalah 50o, sedangkan sudut elevasi
parabola menunjukkan angka 27o. Berarti perbedaan antara sudut sinar datang
dengan sudut elevasi adalah 23o.

 Ukuran Radian
Ukuran radian adalah satuan sudut dalam suatu bidang dengan lambang "rad".
Satu radian atau 1 rad adalah besarnya sudut yang dibentuk oleh dua buah jari-
jari lingkaran berjari-jari 1 satu satuan dan membentuk busur sepanjang juga 1
satu satuan. Atau dalam gambar di bawah ini r = b = 1 satuan.

25
Sudut dalam radian

Satu putaran penuh besarnya sudut sama dengan keliling lingkaran yang berjari-
jari satu satuan yaitu 2p radian. Berdasarkan gambar di atas, seperempat lingkaran atau

sudut siku-siku besarnya  , sedangkan garis lurus

besarnya  .

Ukuran radian memiliki keistimewaan. Keistimewaan ukuran radian ini adalah


selain sebagai ukuran sudut dapat juga digunakan sebagai bilangan real yang
menyatakan panjang busur lingkaran dengan panjang jari-jarinya satu satuan .
misalnya p radian sebagai sudut setara 180o, tetapi p radian sebagai bilangan

besarnya   = 3,14.

Panjang busur suatu lingkaran dapat dihitung langsung dengan mengalikan


besarnya sudut dengan jari-jari lingkaran, apabila besarnya sudut telah dalam satuan
radian. Perhatikan tabel dan gambar berikut;

Tabel Panjang Busur Lingkaran dengan Sudut Radian

26
panjang Busur S

Pada lingkaran dengan jari-jari r, sudut pusat sebesar θ radian, memotong busur
dengan panjang s = r θ, yaitu panjang busur = jari-jari x sudut pusat dalam radian.
Seperti pada gambar di atas, dimana s dan r boleh diukur dengan sebarang satuan
panjang yang mudah tetapi harus dinyatakan dengan satuan yang sama. Perhatikan
contoh berikut.

Contoh:

27
1. Pada lingkaran dengan jari-jari 30 inci, panjang busur yang dipotong oleh sudut

pusat sebesar   radian adalah ….


Jawab:
s=rθ

s = 30 inci ×   = 10 inci
2. Pada lingkaran dengan jari-jari 10 inci, panjang busur yang dipotong oleh sudut
pusat sebesar 50o adalah ….
Jawab:
s=rθ

(Ingat: 1 radian =   dan 1°=   )

Sehingga 50° =   radian

s = 10 inci ×   =   inci

 Kegiatan yang membantu anak belajar sudut


siswa yang belajar dengan menggunakan media belajar, cenderung lebih mudah
mengerti dengan pelajaran yang diberikan oleh guru dan lebih cepat
mengeksplor dirinya untuk memahami pelajaran matematika. Alat peraga jam
sudut sudah berhasil memperbesar minat belajar siswa sekaligus membangun
perhatian siswa dengan baik untuk dapat belajar matematika. Salah satu manfaat
alat peraga yaitu memperbesar minat dan perhatian siswa untuk belajar
matematika (Anitah, dkk., 2007: 10.14). Alat Peraga Jam Sudut Gambar alat
peraga jam sudut di atas, menunjukkan bahwa alat peraga yang digunakan
berupa alat peraga konkret. Menurut Virgana (2014: 89) ”Alat peraga dapat
digolongkan sebagai media pembelajaran, karena alat peraga sebagai visualisasi
penjelasan guru agar dapat diterima siswa. Alat peraga dapat digolongkan
menjadi tiga kategori, yaitu konkrit, semi konkrit dan abstrak”.

28
BAB III

PENUTUP

A. Simpulan
Pengukuran adalah suatu proses memberikan bilangan kepada kualitas fisik
panjang, kapasitas, volume, luas, sudut, berat (massa), dan suhu (Kennedy dan
Tipps, 1994). Pengukuran bisa dilakukan melalui dua cara yaitu pengukuran
langsung dan pengukuran tidak langsung. Pengkuran langsung yaitu dengan cara
menerapkan unit (satuan) secara langsung pada benda yang sedang diukur.
Pengukuran tidak langsung yaitu mengacu pada proses yang menentukan ukuran
suatu benda dengan cara tidak langsung. Konsep dasar pengukuran sudut adalah
membagi satu lingkaran penuh dengan satuan tertentu. Ada tiga pengukuran
yang masih banyak digunakan sampai saat ini yaitu : derajat, grad, dan radian.
B. Saran
Guru sebagai pendidik kedepannya semoga bisa mengembangkan metode untuk
menarik minat siswa dalam materi pengukuran agar siswa yang diajarkan paham
mengenai konsep pengukuran dan melatih siswa untuk bekerja sama.

29
Daftar Pustaka

Kennedy,LM & Tipps,S.1994.Guiding Childrens Learning of


Mathematics.Belmont,California:Wadsward Publishing Company

Sianturi,Murni.2019.Geometri dan {engukuran di Pendidikan Dasar.Bandung:Alfabeta

Duniapcoid.2020.Pengetian Pengukuran. https://duniapendidikan.co.id/pengertian-


pengukuran/ (diakses tanggal 12 Maret 2021 jam 08.00 WIB)

Yohandha,Alfadlli.2013.Pengukuran Linier.Diambil dari sumber Internet


https://www.slideshare.net/Alfadhlyyohanda/pengukuran-linier-bab2 (diakses
tanggal 12 Maret 2021 jam 10.50 WIB )

Rahmalia,Iveta.2017.Massa dan Berat.Diambil dari


https://bobo.grid.id/read/08678827/apakah-massa-dan-berat-itu-sama (diakses
tanggal 12 Maret 2021 jam 12.30 WIB)

Estiningsih.Uang.Diambil dari estiningsih.staff.gunadarma.ac.id.(diakses tanggal 12


Maret 2021 jam 19.54 WIB)

Kurniawan,Aris.2021.Pengertian Suhu Beserta Alat ukurnya.Diambil dari


https://gurupendidikan.co.id (diakses tanggal 12 Maret 19.37 WIB )

Binangun, Handoyo Heru. Arif Rahman Hakim.2016.Pengaruh Penggunaan Alat Peraga


Jam Sudut Terhadap Hasil Belajar Matematika.Diambil dari
https://journal.lppmunindra.ac.id/index.php/jkpm/article/viewFile/1188/1074
(diakses tanggal 13 Maret 10.20 WIB)

Siti Mutmainah.2016.Pengukuran Sudut.Diambil dari


https://sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id/sumberbelajar/tampil/Pengukuran-
Sudut-2016-2016/menu3.html (dikses tanggal 13 Maret 10.40 WIB)

30