Anda di halaman 1dari 17

PERMENDIKBUD NO.

22 TAHUN 2016 TENTANG STANDAR


PROSES & SURAT EDARAN MENDIKBUD NO. 14 TAHUN 2019
TENTANG PENYEDERHANAAN RPP

Makalah

Disusun untuk memenuhi salah satu Tugas Mata Kuliah Pengembangan Pembelajaran
IPA

Dosen Pengampu : Dr.Sri Sulistyorini,M.Pd.

Disusun oleh :

Kelompok 4

1. Kurnia Muthi’ Nuriyah ( 1401419017 )


2. Markamah ( 1401419018 )
3. Eka Putri Nugrahe ( 1401419019 )
4. Arif Fahmi Ritonga ( 1401419020 )

ROMBEL A

JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

TAHUN 2021

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat,
taufik serta karunia- Nya kepada kita. Sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah
yang berjudul “Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses,&Surat
Edaran Mendikbud No. 14 Tahun 2019 tentang Penyederhanaan RPP” tepat pada
waktunya. Penulis berharap makalah  ini dapat memberikan informasi dan pengetahuan
bagi pembaca. Sehingga mampu menambah wawasan pengetahuan semakin luas serta
menjadikan ilmu yang bermanfaat bagi orang lain.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan karena


keterbatasan pengetahuan yang penulis miliki. Oleh karena itu, kritik dan saran dari
semua pihak yang bersifat membangun selalu penulis harapkan demi terciptanya
kesempurnaan dalam makalah ini.

Akhir kata, penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan dalam makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga
Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Semarang,19 Maret 2021

Penulis

ii
DAFTAR ISI

Kata pengantar.........................................................................................................ii

Daftar isi..................................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1

A. Latar Belakang.............................................................................................1
B. Rumusan Masalah........................................................................................2
C. Tujuan..........................................................................................................3

BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................4

A. Isi dari Permendikbud No.22 Tahun 2016 tentang standar proses..............4


B. Prinsip pembelajaran berdasarkan Permendikbud No.22 Th 2016 Standar
Proses..........................................................................................................5
C. karakteristik pembelajaran berdasarkan permendikbud No.22 tahun 2016
tentang standar proses..................................................................................6
D. Isi dari Surat Edaran Mendikbud No.14 tahun 2019 tentang penyederhanaan
RPP..............................................................................................................7
E. Tujuan dari penyederhanaan RPP dalam Surat Edaran Mendikbud No.14
tahun 2019 tentang Penyederhaan RPP.......................................................9
F. prinsip dan komponen dalam penyederhaan RPP dalam Surat Edaran
Mendikbud No.14 tahun 2019.....................................................................

BAB III PENUTUP.................................................................................................

A. Simpulan......................................................................................................
B. Saran............................................................................................................

Daftar Pustaka..........................................................................................................

Lampiran.........................................................................................................................

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan aspek yang sangat penting dalam pengembangan


sumber daya manusia.Pendidikan pada hakikatnya adalah usaha sadar untuk
mengembangkan kepribadian dan kemampuan/keahlian dalam kesatuan organis
harmonis dinamis, di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup
.Pendidikan telah berlangsung sejak manusia ada. Menurut Dwi Siswoyo
dkk,Pendidikan yang dimaksud adalah apa yang dilakukan orang dewasa, orang tua
dalam mengajarkan anaknya cara hidup sehari-hari, tradisi yang berlaku, ketrampilan
yang selama itu dikuasai oleh orang tuanya agar dikemudian hari anak dapat hidup
dengan baik tanpa suatu kesulitan.Pendidikan tidak hanya diperolehdi lingkugan
keluarga, namun ada pula suatu lembaga pendidikan seperti sekolah yang mana
mengajarkan berbagai ilmu serta membentuk karakter anak. Di Indonesia pemerintah
mewajibkan setiap anak untuk mendapatkanpendidikan selama minimal 9 tahun.

Menurut Amirin dkk,Kurikulum adalah segala kesempatan untuk


memperoleh pengalaman yang dituangkan dalam bentuk rencana yang digunakan
sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di sekolah untuk mencapai
tujuan pendidikan tertentu.Kurikulum yang berlaku saat ini ialah kurikulum
2013.Walaupun masih ada beberapa sekolah yang masih menggunakan kurikulum
KTSP namun dalam waktu dekat kurikulum 2013 akan diterapkan diseluruh sekolah
di Indonesia. Dalam kurikulum 2013 tersebut, pemerintah telah mengatur sedemikian
rupa dalam sistem pembelajarannyasehingga pendidikan yang terlaksana di
Indonesia berjalan dengan lebih baik lagi dari sebelumnya. Salah satunya ialah
pemerintah telah mengatur proses pembelajaran pada kurikulum 2013,yang mana
telah dipaparkan secara jelas padaPermendikbudnomor 22tahun 2016 tentang standar
proses pendidikan dasar dan menengah.

Menurut Permendikbudnomor 22 tahun 2016, setiap pendidik pada satuan


pendidikan berwajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar
pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang,

1
efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang
yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai bakat, minat dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Berdasarkan Permendikbud nomor 22 tahun 2016, pendidik wajib membuat


perencanaan pembelajaran.Pembelajaran yang baikdapat terwujud apabila pendidik
telah merencanakan pembelajaran tersebut dengan sebaik mungkin.Untuk
mewujudkan pembelajaran yang baik dibutuhkan perangkat pembelajaran yang baik
pula sehingga tujuan dari pembelajaran tersebut dapat terwujud.Terdapat banyak
mata pelajaran yang dipelajaridisekolah,yang mana telah diatur sedemikian rupa oleh
pemerintah untuk mewujudkan fungsi dari pendidikan nasional.(
https://eprints.uny.ac.id/48907/1/BAB%20I.pdf )

Terkait dengan penyusunan RPP yang sering kali dianggap terlalu banyak
memuat komponen sehingga memberatkan guru dalam penyusunannya.
Sebagaimana Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 22 Tahun 2016, RPP memang
harus memuat 13 komponen.Sehingga,Mendikbud mengeluarkan Surat Edaran
No.14 tentang penyederhanaan RPP yang harus memuat komponen inti yaitu tujuan
pembelajaran, langkah-langkah kegiatan dan asesmen.
( Hidayah.https://alhidayahdepok.com/edaran-mendikbud-no-14-tahun-2019-tentang-
penyederhanaan-rpp/ )

B. Rumusan Masalah
1. Apa isi dari Permendikbud No.22 Tahun 2016 tentang standar proses?
2. Bagaimana prinsip pembelajaran berdasarkan Permendikbud No.22 Tahun 2016 ?
3. Bagaimana karakteristik pembelajaran berdasarkan permendikbud No.22 tahun
2016 tentang standar proses?
4. Apa isi dari Surat Edaran Mendikbud No.14 tahun 2019 tentang penyederhanaan
RPP?
5. Apa tujuan dari penyederhanaan RPP dalam Surat Edaran Mendikbud No.14
tahun 2019?
6. Apa prinsip dan komponen dalam penyederhaan RPP dalam Surat Edaran
Mendikbud No.14 tahun 2019?

2
C. Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Guna memahami isi dari Permendikbud No.22 Tahun 2016 tentang standar
proses.
2. Guna memahami prinsip pembelajaran berdasarkan Permendikbud No.22 Tahun
2016 tentang Standar Proses.
3. Guna memahami karakteristik pembelajaran berdasarkan permendikbud No.22
tahun 2016 tentang standar proses
4. Guna memahami isi dari Surat Edaran Mendikbud No.14 tahun 2019 tentang
penyederhanaan RPP.
5. Guna memahami tujuan dari penyederhanaan RPP dalam Surat Edaran
Mendikbud No.14 tahun 2019 tentang Penyederhaan RPP.
6. Guna memahami prinsip dan komponen dalam penyederhaan RPP dalam Surat
Edaran Mendikbud No.14 tahun 2019.

3
BAB II

PEMBAHASAN

A. Isi dari Permendikbud No.22 Tahun 2016 tentang Standar Proses

Permendikbud (Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) Nomor 22


Tahun 2016 ini merupakan satu dari empat Permendikbud yang ditetapkan tahun 2016,
yakni Permendikbud Nomor 20, 21, 23, dan 24. Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016
ini ditetapkan tanggal 6 Juni 2016, dan diundangkan tanggal 28 Juni 2016, mengatur
tentang Standar Proses untuk Pendidikan Dasar dan Menengah.Dengan
diberlakukannya Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 ini, maka Permendibud Nomor
65 Tahun 2013 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
dicabut, dan dinyatakan tidak berlaku.

Menurut Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tersebut, yang dimaksud dengan


Standar Proses adalah kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satuan
pendidikan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan.Dalam Permendikbud No..
22 tahun 2016 dinyatakan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan
diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi
peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi
prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan
fisik serta psikologis peserta didik.

Jika selama ini kita mengajar agar siswa menguasai materi pelajaran, maka
berdasarkan Permendikbud 22 Tahun 2016, materi adalah sebagai sarana untuk
mencapai kompetensi (sebab pembelajarannya berbasis kompetensi).Selain itu,Sumber
materi beragam, tidak hanya dari buku pelajaran, tetapi dapat diperoleh dari berbagai
macam sumber: lingkungan, koran, majalah, internet, atau bertanya kepada nara
sumber.Yang harus diperhatikan adalah: siswa harus dilatih untuk mendapatkan
informasi yang dibutuhkan, bukan sekedar diberi tahu oleh guru.

Standar Proses dikembangkan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan


dan Standar Isi yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana

4
telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan
atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan.

Proses Pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif,


inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi
aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian
sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Untuk itu setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan
proses pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi
dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan.(Among Guru.
https://www.amongguru.com/download-permendikbud-nomor-22-tahun-2016-tentang-
standar-proses-pendidikan/ )

B. Prinsip Pembelajaran Berdasarkan Permendikbud No.22 Th 2016 Standar


Proses

Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi maka prinsip
pembelajaran yang digunakan :

1. Dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu;
2. Dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka
sumber belajar;
3. Dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan
pendekatan ilmiah;
4. Dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi;
5. Dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu;
6. Dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran
dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi;
7. Dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif;
8. Peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan
keterampilan mental (softskills);
9. Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta
didik sebagai pembelajar sepanjang hayat;

5
10. Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing
ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan
mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri
handayani);
11. Pembelajaran yang berlangsung di rumah di sekolah, dan di masyarakat;
12. Pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja
adalah peserta didik, dan di mana saja adalah kelas;
13. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi
dan efektivitas pembelajaran; dan
14. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik.

Terkait dengan prinsip tersebut, maka dikembangkan standar proses yang


mencakup perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran,
penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran, sebagaimana
tertuang dalam Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016.

C. Karakteristik Pembelajaran Berdasarkan Permendikbud No.22 Tahun 2016


Tentang Standar Proses

Karakteristik pembelajaran pada setiap satuan pendidikan terkait erat pada


Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi. Standar Kompetensi Lulusan
memberikan kerangka konseptual tentang sasaran pembelajaran yang harus
dicapai.Berikut Karakteristik Pembelajaran Berdasarkan Permendikbud No.22 Tahun
2016 Tentang Standar Proses:

1) Sikap diperoleh melalui aktivitas “menerima, menjalankan, menghargai,


menghayati, dan mengamalkan”.
2) Pengetahuan diperoleh melalui aktivitas “mengingat, memahami, menerapkan,
menganalisis, mengevaluasi, mencipta”.
3) Keterampilan diperoleh melalui aktivitas “mengamati, menanya, mencoba,
menalar, menyaji, dan mencipta”.
4) Karaktersitik kompetensi beserta perbedaan lintasan perolehan turut serta
mempengaruhi karakteristik standar proses.

6
5) Karakteristik proses pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik kompetensi.
Pembelajaran tematik terpadu di SD/MI/SDLB/Paket A disesuaikan dengan
tingkat perkembangan peserta didik.
6) Karakteristik proses pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik kompetensi.
Pembelajaran tematik terpadu di SMP/MTs/SMPLB/Paket B disesuaikan dengan
tingkat perkembangan peserta didik. Proses pembelajaran di
SMP/MTs/SMPLB/Paket B disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang
mulai memperkenalkan mata pelajaran dengan mempertahankan tematik terpadu
pada IPA dan IPS.
7) Karakteristik proses pembelajaran di SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/Paket C/
Paket C Kejuruan secara keseluruhan berbasis mata pelajaran, meskipun
pendekatan tematik masih dipertahankan.
8) Standar Proses pada SDLB, SMPLB, dan SMALB diperuntukkan bagi tuna
netra, tuna rungu, tuna daksa, dan tuna laras yang intelegensinya normal.
D. Isi dari Surat Edaran Mendikbud No.14 tahun 2019 tentang penyederhanaan
RPP
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI,Nadiem Anwar Makarim,
mengeluarkan Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2019 Tentang Penyederhanaan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Surat edaran yang ditujukan kepada Kepala Dinas
Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia ini dimaksudkan untuk
menyederhanakan format penyusunan RPP sehingga lebih efisien, efektif, dan
berorientasi pada siswa.
Terkait dengan penyusunan RPP yang sering dianggap terlalu banyak memuat
komponen sehingga memberatkan guru dalam penyusunannya. Sebagaimana
Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016, RPP memang harus memuat 13
komponen.Ketigabelas komponen tersebut adalah
1. identitas sekolah
2. identitas mata pelajaran atau tema/subtema
3. kelas dan semester
4. materi pokok
5. alokasi waktu

7
6. tujuan pembelajaran
7. Kompetensi dasar (KD) dan indikator pencapaian kompetensi
8. materi pembelajaran
9. metode pembelajaran
10. media pembelajaran
11. sumber belajar
12. langkah-langkah pembelajaran
13. penilaian hasil pembelajaran.

Komponen penyusunan sebagaimana dalam PP Mendikbud Nomor 22 Tahun 22


tersebut dirasakan terlalu banyak. Hal ini mengakibatkan banyak guru yang harus
menghabiskan waktu yang cukup banyak dalam menyusun RPP, padahal seharusnya
waktu tersebut bisa lebih difokuskan pada kegiatan persiapan dan evaluasi proses
pembelajaran itu sendiri.Sehingga, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan perlu untuk
mengeluarkan surat edaran kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan
Kabupaten/Kota yang ditembuskan kepada Gubernur dan Bupati/Walikota se-
Indonesia.

Surat edaran bernomor 14 Tahun 2019 tentang Penyederhanaan Rencana


Pelaksanaan Pembelajaran itu memuat empat poin yang terdiri atas:

1. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dilakukan dengan


prinsip efisiensi, efektif, dan berorientasi pada murid.
2. Bahwa dari 13 (tiga belas) komponen RPP yang telah diatur dalam Peraturan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar
Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, yang menjadi komponen inti adalah
tujuan pembelajaran, langkah-langkah (kegiatan) pembelajaran, dan penilaian
pembelajaran (assessment) yang wajib dilaksanakan oleh guru,
sedangkankomponen lainnya bersifat pelengkap.
3. Sekolah, kelompok guru mata pelajaran sejenis dalam sekolah, Kelompok Kerja
Guru (KKG)/ Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), dan individu guru
secara bebas dapat memilih, membuat, menggunakan, dan mengembangkan

8
format RPP secara mandiri untuk sebesar-besarnya bagi keberhasilan belajar
murid.
4. Adapun RPP yang telah dibuat guru dapat digunakan dan dapat pula disesuaikan
sesuai poin 1, 2, dan 3. (kemendikbud. Dari sumber
https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/12/surat-edaran-nomor-14-tahun-
2019-tentang-penyederhaan-rencana-pelaksanaan-pembelajaran )

E. Tujuan dari penyederhanaan RPP dalam Surat Edaran Mendikbud No.14


tahun 2019 tentang Penyederhaan RPP
Perencanaan pembelajaran adalah proses penyusunan berbagai keputusan
pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam proses kegiatan pembelajaran untuk
mencapai kompetensi pembelajaran yang telah ditetapkan. Perencanaan
pembelajaran merupakan bagian integral dari komponen pembelajaran. Kegiatan
perencanaan tidak boleh terlepas dari kegiatan-kegiatan yang lain dalam
pembelajaran. Oleh karena itu, perencanaan pembelajaran juga harus berkaitan
dengan kepentingan komponen yang terkait dengan kepentingan komponen yang
terkait dengan proses pembelajaran.
Menurut surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 14 Tahun 2019 tentang Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) merupakan salah satu inisiatif Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
(Mendikbud) Nadiem Makarim dalam mengeluarkan kebijakan pendidikan
“Merdeka Belajar”. Menurut Mendikbud, inisiatif penyederhanaan RPP ini
didedikasikan untuk para guru agar meringankan beban administrasi guru. RPP yang
sebelumnya terdiri dari belasan komponen, kini disederhanakan menjadi tiga
komponen inti yang dapat dibuat hanya dalam satu halaman.
Menurut Mendikbud hal yang penting dalam sebuah RPP bukan tentang
penulisannya, melainkan tentang proses refleksi guru terhadap pembelajaran yang
terjadi. Berdasarkan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses
Pendidikan Dasar dan Menengah, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah
rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP
dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran siswa dalam
upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Dengan adanya kebijakan baru tentang
penyederhanaan RPP ini, guru bebas membuat, memilih, mengembangkan, dan

9
menggunakan RPP sesuai dengan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi pada
siswa. Efisien berarti penulisan RPP dilakukan dengan tepat dan tidak menghabiskan
banyak waktu dan tenaga. Efektif berarti penulisan RPP dilakukan untuk mencapai
tujuan pembelajaran. Berorientasi pada siswa berarti penulisan RPP dilakukan
dengan mempertimbangkan kesiapan, ketertarikan, dan kebutuhan belajar siswa di
kelas. Guru dapat tetap menggunakan format RPP yang telah dibuat sebelumnya,
atau bisa juga memodifikasi format RPP yang sudah dibuat. Selain RPP masih ada
perangkat yang lain harus dipersiapkan oleh guru, hal ini dilakukan untuk memenuhi
instrumen akreditasi sekolah sesuai dengan Kemdikbud No 241/P/Tahun 2019.
Tugas utama guru adalah mendidik siswa melalui proses pembelajaran, dengan
penyederhanaan RPP ini guru akan kembali kepada pokok dan fungsi utamanya
karena tidak perlu lagi menyusun RPP yang berlembar-lembar. Perlu digaris bawahi,
selain RPP masih banyak administrasi lain yang harus dipersiapkan oleh seorang
guru sebelum masuk kelas, misalnya: bahan tayang, lembar kerja, daftar nilai, alat
peraga dan perlengkapan lainnya yang diperlukan untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Dengan adanya surat edaran tentang penyederhanaan RPP, instrumen
akreditasi sekolah juga perlu menjadi perhatian. Pada instrumen akreditasi sekolah
13 kompenen RPP masih menjadi penentu perolehan nilai akreditasi. Bukti fisik
kegiatan harus tersirat dan tersurat ke dalam RPP. Jika hal ini dibiarkan, maka akan
terjadi tumpang tindih antara akreditasi sekolah dan surat edaran 14 Tahun 2019
Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). ( diakses dari sumber :
http://repo.ikippgribali.ac.id/id/eprint/985/1/yogi-632-Article%20Text-1516-1-10-
20200423.pdf )
F. Prinsip dan komponen dalam penyederhaan RPP dalam Surat Edaran
Mendikbud No.14 tahun 2019
Berdasarkan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses
Pendidikan Dasar dan Menengah, RPP adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap
muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk
mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai
Kompetensi Dasar (KD).
Dengan adanya kebijakan baru tentang penyederhanaan RPP ini, guru bebas
membuat, memilih, mengembangkan, dan menggunakan RPP sesuai dengan prinsip

10
efisien, efektif, dan berorientasi pada murid. Efisien berarti penulisan RPP dilakukan
dengan tepat dan tidak menghabiskan banyak waktu dan tenaga.
Efektif berarti penulisan RPP dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Berorientasi pada murid berarti penulisan RPP dilakukan dengan mempertimbangkan
kesiapan, ketertarikan, dan kebutuhan belajar murid di kelas. Guru dapat tetap
menggunakan format RPP yang telah dibuat sebelumnya, atau bisa juga
memodifikasi format RPP yang sudah dibuat.
Ada pun pertimbangan penyederhanaan RPP yakni guru-guru sering diarahkan untuk
menulis RPP dengan sangat rinci sehingga banyak menghabiskan waktu yang
seharusnya bisa lebih difokuskan untuk mempersiapkan dan mengevaluasi proses
pembelajaran.
Di dalam Surat Edaran tersebut, disampaikan beberapa hal sebagai berikut.
1. Penyusunan Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP) dilakukan dengan
prinsip efisien, efektif, dan berorientasi pada peserta didik.
2. Bahwa dari 13 (tiga belas) komponen RPP yang telah diatur dalam Peraturan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar
Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, yang menjadi komponen inti
adalah : tujuan pembelajaran, langkah-langkah (kegiatan) pembelajaran, dan
penilaian pembelajaran (assesment), sedangkan komponen lainnya bersifat
sebagai pelengkap.
3. Sekolah, kelompok guru mata pelajaran sejenis dalam sekolah, Kelompok
Kerja Guru/Musyawarah Guru Mata Pelajaran (KKG/MGMP), dan individu
guru secara bebas dapat memilih, membuat, menggunakan, dan
mengembangkan format RPP secara mandiri untuk sebesar-besarnya
keberhasilan belajar peserta didik.
4. RPP yang telah dibuat tetap dapat didigunakan dan dapat pula disesuaikan
dengan ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 1, 2, dan 3.
( diakses dari sumber :
https://www.google.com/amp/s/m.jpnn.com/amp/news/penjelasan-
mendikbud-nadiem-tentang-penyederhanaan-rpp )

11
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Perangkat pembelajaran merupakan alat bantu yang dapat membantu guru
dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sudah
didesain.
Selain itu juga mendukung administrasi dalam syarat keprofesionalisan guru
dalam menunjang kinerja. Perangkat pembelajaran yang disiapkan harus
sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswa maupun lingkungan sekolah.
Perangkat pembelajaran terdiri dari Program Tahunan (Prota), Perogram
Semester(Prosem), Silabus, Rencana Pembelajaran (RPP), Dan Ketuntasan
Belajar Minimal (KBK).
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan
pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP
dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta
didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Menurut Mendikbud
hal yang penting dalam sebuah RPP bukan tentang penulisannya, melainkan
tentang proses refleksi guru terhadap pembelajaran yang terjadi. Pelaksanaan
pembelajaran merupakan implementasi dari RPP, meliputi kegiatan
pendahuluan, inti dan penutup. Dengan adanya surat edaran tentang
penyederhanaan RPP, instrumen akreditasi sekolah juga perlu diperhatikan
agar tidak tumpang tindih antara akreditasi sekolah dan surat edaran 14
Tahun 2019 Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
B. Saran
Saran kami dalam makalah ini adalah untuk menambah lagi wawasan bagi
para pembaca agar mampu menciptakan pembelajaran yang efektif dan
efisien dengan cara menggunakkan perangkat pembelajaran pada setiap mata
pembelajaran, guru juga diharapkan dapat mengembangkan rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP), khususnya pada jenjang pendidikan dasar
dan menengah jalur formal, baik yang menerapkan sistem paket maupun
sistem kredit semester (SKS) serta diperkuat lagi oleh permendikbud nomor

12
15 tahun 2018 pasal 4 tentang pemenuhan beban kerja guru, kepala sekolah
dan pengawas.

13
Daftar Pustaka

https://eprints.uny.ac.id/48907/1/BAB%20I.pdf (diakses tanggal 19 maret 2021 jam


07.37 WIB)

Al-Hidayah.2020.Edaran Mendikbud No.14 Tahun 2019.Diambil dari


https://alhidayahdepok.com/edaran-mendikbud-no-14-tahun-2019-tentang-
penyederhanaan-rpp/ ( diakses tanggal 19 maret 2021 jam 07.50 WIB )

Guru sukses.Mengelola Pembelajaran Berdasarkan Permendikbud No.22 Tahun


2016Diambil dari https://www.gurusukses.com/mengelola-pembelajaran-
berdasarkan-permendikbud-22-tahun-2016 (dikases tanggal 19 maret 2021 jam
08.16 WIB )

Among Guru.2018.Permendikbud No.22 Tahun 2016 tentang Standar Proses


Pendidikan.Diambil dari https://www.amongguru.com/download-
permendikbud-nomor-22-tahun-2016-tentang-standar-proses-pendidikan/
( diakses tanggal 19 Maret 2021 jam 08.45 WIB )

Kemendikbud.2019.Surat Edaran No.14 Tahun 2019 tentang Penyederhanaan Rencana


Pelaksanaan Pembelajaran.Diambil dari
https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/12/surat-edaran-nomor-14-
tahun-2019-tentang-penyederhaan-rencana-pelaksanaan-pembelajaran (diakses
tanggal 19 maret 2021 jam 09.20 WIB )

Ayo Madrasah.2019.Edaran Mendikbud No.14 tahun 2019 tentang Penyederhanaan


RPP.Diambil dari https://www.ayomadrasah.id/2019/12/edaran-mendikbud-
no-14-tahun-2019.html (diakses tanggal 19 maret 2021 jam 09.54 WIB )

Mayodana I Kadek Yogi,Sukendra I Komang.2020.Analisis Kebijakan Penyederhanaan


RPP(Surat Edaran Mentri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomer 14 Tahun
2019) Diambil dari http://repo.ikippgribali.ac.id/id/eprint/985/1/yogi-632-
Article%20Text-1516-1-10-20200423.pdf (diakses tanggal 21 maret 2021 jam
17.22)

https://www.google.com/amp/s/m.jpnn.com/amp/news/penjelasan-mendikbud-nadiem-
tentang-penyederhanaan-rpp ( diakses tanggal 21 maret 2021 jam 17.56 )

14